All language subtitles for Ep.6 - Playing with Fire

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional) Download
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

dongdotmovie(.)my(.)id Bantu kami @dongdotmovie untuk tidak mengubah link

Aku yakin dia wanita.

- Kau tak boleh pergi. - Camila!

- Di sini kau rupanya, Gadis Kecil. - Kau dari mana saja?

Aku merindukanmu.

Aku ingin ceritakan semuanya, setiap detailnya.

Ibu tak bisa membayangkan malam yang kualami.

Ini hari yang berat bagiku.

Bukan aku yang kau perlukan.

Kau ingin merayu istri bosmu

agar merasa lebih jantan?

Nyonya Martina langsung ke rumahnya.

Begitu melihatnya, pria itu mendekat.

Dia mulai menyentuhnya.

Menyentuhnya dengan lembut.

Lalu dia menciumnya, memeluknya.

Aku menghancurkan hatinya.

Dia tercabik-cabik. Andai kau lihat.

Lebih gilanya lagi, sebenarnya tak ada apa-apa di antara kami.

Satu ciuman, tak lebih..

Kenapa kau menipuku, kenapa meninggalkanku?

Aku akan memenangkan hatimu kembali.

Andrea!

Ini harus beres.

Fabrizio Ramírez harus mati.

Tenang. Aku jamin itu.

SERIAL NETFLIX ORIGINAL ( Follow IG Kami @dongdotmovie )

Mari kita perjelas.

Ayah baptisku mau kau bertukar identitas dengan Fabrizio

agar Nyonya Martina pikir dia sudah pergi.

Karena kau tak punya teman, keluarga, uang...

Tidak ada. Kau tak punya apa-apa.

Jadi, jika kau menghilang,

tak akan ada yang bertanya.

Apa yang terjadi, Gildardo? Gildardo...

Kukira kita teman.

Teman!

Tiago,

kita memang teman.

Maka itu aku minta bantuanmu.

Ini pekerjaan kotor.

Pekerjaan kotor. Menjijikkan.

Itu kejahatan, Gildardo.

- Tenang, tak ada masalah. - Apa maksudnya itu?

Aku janji tak seorang pun akan tahu.

Fabrizio orang baik.

- Dia baik... - Dia mengusik orang yang salah.

Fabrizio pekerja keras.

- Dia akan dapat ganjarannya! - Aku tak mau!

Kau akan melakukannya. Duduk! Harus!

Dengar, Orang Asing.

Kau akan melakukan perintahku, kapan pun kuperintahkan.

Ya? Jangan berpikir macam-macam.

Kalau aku tak mau?

Apa?

Kalau aku tak mau?

Kau melihat foto-fotoku?

Semua bagus.

Setiap wajah penuh kehidupan.

Kalau yang ini?

Ini terlihat seperti awal dari kisah cinta abadi.

Apa Poncho dan temanmu ditakdirkan bersama?

Hanya waktu yang tahu.

Baiklah!

Dah!

Baiklah. Jalan saja. Sudah terlambat.

Baik, Nyonya.

Hai, ini Fabrizio. Aku tak bisa menjawab. Silakan tinggalkan pesan.

Sayang, apa rencananya?

Karena kita jelas akan pindah ke suatu tempat

di mana kau bisa menunjukkan bakatmu, bukan?

Aku ditawari pekerjaan

dari studio yang sangat menarik.

Kau mau pergi?

Di mana?

Miami.

Kenapa tidak?

Aku bahkan rela ke neraka kalau kau minta.

Pagi, Ayah Baptis.

Apa kabar?

- Semua baik-baik saja? - Katakan.

Urusan Tiago akan beres.

Sempat ada masalah, tetapi dia tahu lebih baik menurut.

Aku tak mau ada kesalahan.

Percayalah, Ayah Baptis. Tidak ada kesalahan.

- Kami akan bersiap. - Nanti kukabari.

Nyonya Martina.

Ayah Baptis, aku di kantor jika perlu sesuatu.

Baiklah.

Kau sehat?

Kau mau berbaring sebentar?

Mungkin.

Obat-obat ini membuatku pusing.

Kau tak pernah mendengarkan. Kau harus istirahat.

Ada masalah?

- Kau bersikap aneh. - Tidak.

Itu pikiranmu saja.

Aku ada untuk mencintai dan mengurusmu.

Terlebih lagi, kita harus tahu apa obat itu memengaruhimu.

Kau berencana tinggal di sini seharian?

Ya.

Dengan kau di sana melihatku...

Itu yang kau mau?

Aku ingin mengabadikan momen ini.

Aku ingin tetap di sini.

- Seharian? - Tidak bisa.

Bisa.

Tidak. Aku tak mau menambah masalah dengan ayahmu.

Lupakan ayahku dan, tolong, berhentilah membicarakannya.

Dengan senang hati,

tetapi kau tahu situasinya.

Jika ayahmu tahu rencana kita,

dia akan menyulitkan kita.

Tinggallah. Kumohon, tinggallah.

Tidak bisa. Hariku sangat sibuk.

Sampai nanti.

- Apa ini? - Kenapa tak jawab ponselmu?

Maaf. Aku sangat lelah saat pulang. Jadi, aku matikan.

- Sungguh? - Baru kunyalakan beberapa menit lalu.

Aku tak bisa terlambat ke tempat kerja.

- Aku sangat terlambat. - Dengar, Fabrizio, aku tak bodoh.

Kau tak menjawab teleponku,

- kau buru-buru tiap bertemu. - Tidak.

- Aku dalam tekanan besar di toko. - Tidak. Kau banyak alasan.

Kau tahu kenapa?

Aku bisa langsung melihat tanda-tandanya.

Aku tahu apa yang terjadi.

Camila. Kau tahu situasinya. Ini...

Hei.

Baik. Katakan, bagaimana situasinya.

Semua kisah ada awal dan akhirnya. Semua berakhir.

Kau memberiku tanggal kedaluwarsa.

Aku harus pergi. Maaf.

Tidak. Kau belum mengerti cara kerjanya di sini.

Di tanah ini, kau bernapas

jika aku mau.

Sudah jelas?

Apa kau mengancamku?

- Nanti aku telepon. - Tidak, aku telepon.

Pastikan kau menjawabnya

begitu ponselmu berbunyi.

Di mana kuletakkan?

Kerjakan.

TOKO GAIANI

Ada apa, Sobat?

Kendalikan dirimu. Kau selalu terlambat.

Aku tahu.

Hubunganku dengan Camila memburuk.

Ini akan berakhir dengan sangat buruk.

Aku harus pergi.

Pergi dengan Andrea.

Begitu saja?

Jadi, kau serius dengan Andrea.

Apa yang harus kulakukan jika kau pergi?

Simpan semua.

Kita bahkan tak perlu berbagi. Simpan saja semua.

Bisa-bisanya kau bilang begitu, Sobat?

Poncho,

pada akhirnya, kau akan tahu bahwa aku membantumu.

Tidak ada pilihan selain pergi.

Aku sudah bilang.

Sudah periksa pesanannya lengkap, bukan?

Ya, sudah lengkap.

- Hai, Bu. - Hai, Sayang.

Apa kabar?

- Sedang apa? - Ibu merencanakan ulang tahun kakekmu.

Tidak tiap hari orang merayakan usia 80 tahun.

Aku benar-benar lupa. Mustahil.

Apa maksudmu?

Sungguh. Pikiranku ke mana-mana.

Haruskah Ibu meminum obat-obatan itu?

Itu justru membuat Ibu sakit.

Ibu tak bisa terus menyenangkan Don Jorge.

Ibu selalu tampak sedih.

Aku tak bisa terima Don Jorge mengurung Ibu di sini,

mengatur Ibu, dan Ibu tak pernah melawan.

Sayang, kau mau ibu bilang apa? Maksudnya...

Keluarga ini, rumah ini,

dan kehidupan ini.

Semua persis yang kami rencanakan.

Ibu yakin?

Ibu tak bisa terus begini. Sudah bertahun-tahun Ibu tak keluar.

Bagaimana kalau kau membantu ibu dengan pesta kakekmu?

Ibu kewalahan.

Ada yang ingin kulakukan,

tetapi kita bisa memakainya.

Kita bisa mencari foto-foto tua keluarga,

dan alih-alih membuat album, kita pajang di luar.

Untuk pesta kejutan. Bagaimana?

Ide yang sangat bagus.

Kalau begitu, Ibu punya tugas.

Ibu cari foto-fotonya dan aku urus yang lainnya. Setuju?

Baiklah. Tugas yang mudah.

Ibu sangat hebat.

Baiklah, kita harus melanjutkan

- perencanaan ini lain kali. - Ya.

Aku di sini, Don Jorge.

Ayah tunggu di ruang kerja.

Baiklah...

Kukira kau menangani biaya, pesanan,

dan sistem administrasi dengan Gildardo. Apa yang terjadi?

Kita tak menyetujui itu.

Itu perintah Ayah.

Ada apa denganmu, Andrea? Kapan kau mengerti?

Ayah yang tak mengerti.

Aku bilang tak mau bekerja di bisnis kopi atau di sini.

Lalu? Putriku malas?

Dia hanya suka berkeliaran dan bermain dengan kameranya

alih-alih bekerja keras

- Ayah, bukan begitu. - seperti orang normal.

Selagi di sini, aku bantu dengan panen. Aku tak mau posisi manajerial.

Kau tak akan bertahan sehari pun di perkebunan kopi.

Kendalikan dirimu,

atau semua kartu kreditmu Ayah blokir.

Ayah pikir aku tak bisa hidup tanpa itu?

Siapa lagi yang akan mempekerjakanmu?

Mungkin Ayah akan terkejut nanti.

Andrea!

Ayah paham kau bermimpi menjadi fotografer hebat.

Tetapi itu hanya mimpi.

Aku takkan membiarkan putriku menyia-nyiakan hidupnya.

Kau akan ke perkebunan sekarang.

Gildardo di sana. Manfaatkan dia.

Maaf, Luisa.

- Ada apa? - Dengar...

Gildardo yang memberi tahu Tuan soal apa yang Nona belanjakan.

Selain itu, dia selalu ke kamar Nona

untuk melihat barang-barang dan komputer Nona.

Sayang sekali aku tak bisa apa-apa. Aku cemas.

Jangan cemas. Tenang.

Dengar. Pemuda itu terobsesi pada Nona.

Dia sangat aneh. Tolong berhati-hatilah, Nona Andrea.

Ya, Luisa. Jangan cemas.

Berhati-hatilah dengan pria itu.

DARI CAMILA: AKU MENUNGGUMU DI GUDANG KOPI. SEKARANG.

Kenapa? Camila.

Aku tak tahan dengan wanita ini. Aku tak bisa.

Tunggu sebentar.

Silakan duduk.

Kau memata-matai pemakaian kartu kreditku?

Kenapa berpikir begitu?

- Ayahku tak bisa pakai komputer. - Andrea,

aku bersumpah. Aku hanya mengikuti perintahnya.

Aku tahu itu.

Kau hanya tahu menuruti.

Jangan macam-macam denganku.

Kenapa kau bersikap begini?

Kau tampak gugup.

Aku hanya mencoba membantumu.

Aku tak butuh bantuanmu.

Ayahmu memintaku memberitahumu administrasi perusahaan.

Karena dia tahu

kita bersama dan sangat cocok,

- bahwa kau dan aku... - Hentikan omong kosongmu.

Kau hidup di dunia fantasi.

Bukan berarti akan terwujud.

Ketekunan akan berbuah manis.

Sayang,

kita punya rencana.

Tidak. Itu kesalahan.

Aku tak akan melupakan malam itu. Kau begitu mencintaiku.

Aku tak ingat malam apa pun atau mencintaimu.

Jangan begitu.

Andai itu tak terjadi,

pasti kita sudah menjadi keluarga bahagia.

- Kau sudah gila. - Tidak.

Satu-satunya kesalahanmu adalah kehilangan bayi kita.

Apa yang akan ayahmu pikirkan

jika tahu kau kehilangan ahli warisnya?

Ahli waris laki-lakinya.

Ayah mertuaku akan senang melihat cucu laki-lakinya di tanah ini.

"Kakek.

Halo, Kakek."

Kau mengancamku?

Kau berutang padaku.

Tidak.

Aku tak mengancammu.

Kenapa kau berselingkuh? Kenapa meninggalkanku?

Karena kau membuatku sesak napas. Dan aku tak mencintaimu.

Andrea, aku mencintaimu.

Sekarang kau harus beri tahu ayahmu bahwa kita akan bahagia selamanya.

Aku menginginkanmu...

Kau sinting!

Silakan bilang apa pun ke ayahku. Aku tak takut padamu.

Andrea!

Apa yang terjadi?

Jangan ikut campur, bekerja!

Ada apa, Gildardo?

Apa maumu sekarang?

Kau membuatku lapar, tetapi tak pernah memberiku makan.

Aku menunggu perintah Bos.

Tunggu apa lagi, Bung?

Mungkin Don Jorge suka diurusi

supaya merasa seperti banteng.

Jangan berani menghina Bos, Bajingan!

Jangan coba-coba.

Aku menyayanginya.

Kita bertindak saat dia siap.

Kita sudah siap.

Aku bukan hanya siap melayani,

tetapi juga menagih.

Sampai jumpa.

Gildardo tak makan siang?

Entahlah.

Kenapa dia harus selalu ada?

Karena dia bekerja bersamaku. Karena dia anak baptisku.

Ada masalah dengan itu?

Gildardo bukan keluarga.

Apa masalah kalian dengan Gildardo?

Dia selalu merasa berhak atas segalanya dan aku tak suka itu.

- Aku senang dia tak di sini. - Tidak, Nak,

yang mengusikmu adalah dia gurumu.

Namun, Nona Muda yang sekolah di Amerika Serikat

harus lebih rendah hati.

Ya.

Baiklah. Ya.

- Kuharap kau menghormatinya. - Ya.

Mesin nomor tujuh.

Maaf aku terlambat.

Ada masalah dengan mesin panggang.

Masuk.

Duduk. Luisa, bisa tolong siapkan piring?

Terima kasih, Luisa.

Kami baru saja membicarakanmu.

Bagaimana murid barumu?

Luar biasa, Ayah Baptis.

Sudah saatnya memberi tahu mereka, bukan begitu, Andrea?

Memberi tahu apa?

Andrea dan aku berpacaran.

- Gildardo, jangan. - Kenapa, Sayang?

- Tidak ada yang perlu disembunyikan. - Jangan begitu, Andrea.

Hal itu normal di usia kalian.

Kenapa dia?

Begitulah sifatnya.

Dia impulsif.

Kau memberitahuku?

Gildardo,

bisakah kau menghadapinya?

Dia putrimu.

Dia tampak tak bahagia.

Sayang, kebahagiaan itu berlebihan.

Apa maksudmu?

Anak muda zaman sekarang

memikirkan hal lain, prioritas lain.

Apa dampaknya bagiku? Bagaimana perasaanku?

Hari ini. Sekarang.

Mereka tak tahu bahwa yang penting

adalah komitmen.

Kepercayaan.

Permisi.

Selamat.

Jadi, di sini ada Premium,

yang luar biasa.

Dua ini...

- Kau pernah mencobanya, bukan? - Ya, tentu.

Ini notanya.

- Terima kasih. - Terima kasih.

Hei. Ada apa?

Aku tak tahan. Aku tak tahan lagi.

Aku tak mau kita terus bersembunyi. Ayo lari sekarang.

Kemarilah.

Apa yang terjadi, Sayang?

Aku tenggelam di sini.

Baik. Tenanglah.

Kita semua punya hari yang buruk.

Kau berubah pikiran?

Tentu tidak.

Aku belum pernah seyakin ini.

Kalau begitu, kita pergi setelah pesta kakekku.

Baik. Sembunyi!

Hei.

Kau harus pergi.

Mandor akan mulai curiga.

Andrea,

aku mencintaimu.

Aku juga.

Kau kelewatan dengan Andrea.

Apa maksudmu?

Tidakkah kau melihat Andrea membenci Gildardo?

Tentu tidak.

Mereka kenal sejak kecil. Mereka saling menyukai.

Gildardo menyukai Andrea, tetapi itu sepihak.

Jika tidak, bagaimana kau jelaskan Andrea selalu punya pacar lain?

Wanita makhluk plin-plan.

Mereka memang tak setia.

Mereka suka bermain pria.

Merasa lebih daripada yang sebenarnya.

Itu yang kau pikirkan tentang wanita?

Pantas kau tak pernah menganggap kami dengan serius.

Jorge, apa mungkin

yang Gildardo mau dari Andrea

mengingatkanmu akan apa yang kau inginkan dariku dahulu?

Karena, jika kau perhatikan,

kalian sangat mirip.

Andrea anak manja.

Aku memberinya waktu untuk sadar.

Astaga. Kau memiliki cara yang aneh

dalam menyelesaikan masalah orang lain.

Khususnya masalahku dan Andrea.

- Mau menyesakkannya juga? - Mau ke mana?

- Lepaskan aku! - Kau tak boleh pergi tanpa seizinku.

Kau mau aku membuat kandang agar bisa mengurungku?

Aku tak akan membiarkanmu berbuat sama pada Andrea.

Tenang!

- Aku tenang. Lepaskan! - Tenang.

- Lepaskan aku! - Hei.

Aku mau menceraikanmu.

Kau sudah gila. Aku akan panggil dokter.

Aku benar-benar sadar!

Sebaiknya kau lupakan ide perceraian bodoh itu.

Aku akan bunuh kau dulu.

Itu hal terakhir di dalam daftarmu.

Lihat si Cantik yang aku bawakan.

Dapat dari mana?

Jangan banyak tanya, berikan uang yang disepakati.

Kau yakin kita tak ada masalah?

Mustahil dikaitkan dengan kita. Ini berasal dari tempat jauh.

Selain itu, tak seorang pun akan menemukan Fabrizio.

Lebih baik yakin daripada dicari polisi.

Masalahnya,

kau takut pada Bos. Akuilah.

Apa?

Hei, tenanglah sebentar.

Tunggu aku telepon.

Jangan khawatir. Aku tunggu kau meneleponku

dan semua siap dikerjakan.

Bajingan.

Kurasa besok aku akan terlambat.

Kenapa?

Kau percaya majikan bodohku meminjamkan aku?

- Apa maksudmu "meminjamkan"? - Jadi...

tetangga mereka mengadakan pesta dan butuh bantuan.

Hei.

Apa si Miller itu benar-benar kaya?

Melebihi dugaanmu.

Keluarganya sangat kaya di Texas. Mereka berbisnis minyak.

Kudengar dia mudah menodongkan pistol.

Mereka terlihat begitu sopan. Pria itu.

Don Miller orang yang sangat baik asal kau tak mengusik miliknya.

Monita, bawa dua bir ke meja empat di sudut.

Aku mau bayar. Kau akan menungguku, 'kan?

Asal kau tak mengobrol dengan Monita seperti tempo hari.

Gosip menyebar dengan cepat.

- Tidak, aku mau tahu yang kupedulikan. - Benarkah?

Ya.

- Baik, aku akan kembali dan kita pergi. - Baiklah.

Kursi itu sudah terisi.

Kau tak hanya cantik,

tetapi juga sangat pintar.

- Jangan sentuh aku. - Hei!

Hidungmu sangat cantik.

Katakan.

Kenapa kau bersama Bajingan itu? Kalau kau mau,

aku akan tunjukkan pria mana yang baik untukmu.

- Sudah kubilang jangan sentuh aku. - Sayang...

- Ada masalah? - Tidak.

Semua baik-baik saja.

Ayo pergi.

Ayo!

Aku suka komposisi dan yang lainnya.

- Terima kasih. - Juga semuanya.

- Benar? - Ya.

- Ini sungguh... - Terima kasih.

Terima kasih pada kalian.

Tidak. Semua ini, kami harus terima kasih pada Ayah.

Termasuk cucu Ayah yang jadi seniman.

Siapa pemberi kamera pertamaku?

- Siapa? - Siapa?

Don Andrés.

Adalah kehormatan besar bagiku dan keluargaku

untuk hadir di ulang tahunmu.

- Terima kasih banyak. Apa kabar? - Selamat untuk keluargamu.

- Sedang apa kau? Dengan senang hati. - Hai, apa kabar?

- Bagaimana kabar istri dan anakmu? - Baik.

Jadi...

Kenapa kau berjalan sendirian secepat itu, Sayang?

Apa yang kau lakukan di sini?

Kau sudah memikirkan ucapanku malam itu?

Atau perlu aku ulang?

Aku harus bekerja.

Tenang, Sayang. Kau belum harus pergi.

Lepaskan aku.

Tenang, Sayang.

Aku tahu kau akan menikmatinya.

Karena kau akan bersama pria sejati.

Bukan dengan bajingan yang membuang waktumu.

Fabrizio,

aku merindukanmu.

Aku tahu kau juga rindu, bukan?

Jika tahu apa yang kukenakan di balik gaun ini...

Camila, kumohon.

Sudahlah. Kau bukan pusat perhatian dari pesta ini.

Tentu bukan.

Aku yakin itu.

Siapa penggantiku?

Maaf.

Aku tak sengaja.

- Serius. - Kenapa dia?

- Aku tak melihatmu. Maaf sekali. - Mari kubantu, Nyonya.

Tenang, aku akan membantunya.

- Aku tak apa-apa. - Aku antar ke toilet.

Akan kubantu bersihkan.

- Camila, ada apa? - Tidak apa-apa. Itu tak disengaja.

Baiklah.

- Tenang. - Biar kutemani.

- Dia mabuk. - Andrea.

Selamat atas pameran ini.

Yang kau lakukan sebelumnya adalah tindakan paling bodoh.

Kita tak akan pernah bersama.

Andrea, penggemarmu mencarimu.

Kau menyukainya?

Tentu tidak.

Kau tak sepadan.

Untuk apa dia memperhatikan bedebah sepertimu?

Fabrizio, aku selalu di sini

dan akan tetap di sini saat kau pergi.

Bajingan.

Sial!

Camila.

Kau tak apa-apa, Sayang?

Ya.

Sayang,

tak ada gunanya marah-marah karena sebuah gaun.

Meski itu favoritmu.

Akan kubelikan lagi.

Mana pun yang kau mau.

Kau dengar?

Jangan cemas, Peter.

Aku baik-baik saja.

Baiklah. Aku akan menunggumu.

Wanita itu seperti bom yang siap meledak.

Kalau jadi kau, aku akan lebih berhati-hati.

Martina. Aku benar-benar minta maaf.

Sungguh.

Bisa kau percaya ternyata Martina ahli bersandiwara?

Padahal aku mencintainya sepenuh hati.

Sayang sekali, Ayah Baptis.

Semua siap? Setiap detailnya?

- Ya, Tuan. Kami menunggu perintah. - Bagus.

Kau tahu kau sudah jadi anggota keluarga, bukan?

Keluarga selalu yang utama.

Percayalah, Ayah Baptis.

Kalau begitu, kerjakan.

Terjemahan subtitle oleh Christy Sugiarto

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.