All language subtitles for Ep.3 - Playing with Fire

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional) Download
co Corsican
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

dongdotmovie(.)my(.)id Bantu kami @dongdotmovie untuk tidak mengubah link

- Fabrizio. - Tuan, selamat pagi.

Jika terulang, jika terlambat lagi, gajimu kupotong.

Hati-hati, Peter!

- Sepeda motormu kenapa? - Biasa, kehabisan bensin.

Sayang sekali.

Tuangkan segelas bir karena aku sekeras batu.

Maaf, Dolores. Ini bukan rumah bordil.

Cantik sekali!

Jangan sakiti aku.

Hanya aku yang boleh menyentuh istriku.

Hei, jangan ganggu dia!

Kalian senang?

Siapa mengundangmu?

Kebiasaan burukmu adalah tak pernah menutup pintu.

Aku datang menagih utangmu.

Fabrizio!

Fabrizio, di mana kau, Nak?

Apa yang kau lakukan di sini?

SERIAL NETFLIX ORIGINAL ( Follow IG Kami @dongdotmovie )

Saat kau mengambil barang yang bukan milikmu,

apa sebutannya?

Mencuri.

Aku tak mencuri. Aku meminjamnya.

Kau masuk ke kamarku,

membongkar barang-barangku, dan mengambil semua tabunganku.

Siapa yang bilang aku di sini?

"Carilah, maka kau akan temukan." Itu katanya, bukan?

Kembalikan utangmu.

Kau tak butuh itu di penjara.

Hentikan omong kosong ironismu. Aku mau uangku.

Aku anak pelacur.

Pelacur atau bukan,

aku satu-satunya ibumu.

Aku tak punya sekarang, tetapi akan kubayar.

Sementara itu, aku mohon

kau menjauhiku.

Ini kopimu.

Terima kasih.

Dibuat dengan cinta.

Gorengan.

Ini kopi paling enak yang pernah kucicipi seumur hidupku.

Dolores, apa yang membawamu datang ke Kolombia?

Begini...

Anakku mencuri dariku.

Kau belum menemukannya?

Anakku sudah, tetapi barang curiannya belum,

dan aku tak akan pergi tanpa itu.

Hilario, aku sangat berterima kasih atas semua bantuanmu

dan tempat tinggal darimu.

Namun, aku perlu mencari pekerjaan yang menghasilkan uang.

Penampilan ini sangat manis.

Kau memahami musik?

Tidak sebanyak dirimu, tetapi aku suka.

Bagiku, musik adalah bukti

bahwa Tuhan itu ada.

Hanya orang cantik yang peduli pada anak-anak.

Kau tak hanya cantik di dalam, Nyonya Martina.

Maaf. Aku tak bermaksud membuatmu kikuk.

Tidak, tak masalah.

Selamat siang.

Kau juga. Terima kasih.

Hilario!

Senang menemuimu!

- Apa kabar? - Kau merindukan kami?

- Kau selalu di hatiku. - Bagus sekali.

Kau tahu kau bisa kembali kapan saja.

- Terima kasih banyak, Don Peter. - Permisi.

Lihat. Hasilnya bagus.

Ya. Ini bagus.

Tapi ada masalah dengan mesinnya.

Sungguh merepotkan. Don Peter,

- kau sudah pikirkan... - Tunggu.

Bagus. Apa?

Yang pernah kubilang,

tentang mempekerjakan temanku.

Camila harus mewawancarainya.

Beri tahu dia, agar dia siap

jika tertarik dengan posisi itu.

Aku sangat berterima kasih, Don Peter.

Bisa tolong beri tahu Nyonya Camila bahwa Dolores akan telepon?

Baik. Akan kusampaikan.

- Dengar. Kau mau kopi? - Ya, terima kasih.

Karena aku butuh bantuan.

Baiklah. Kita langsung saja.

Kau punya pengalaman bekerja di rumah tangga?

Ya.

Tetapi sudah lama sekali.

Setelah itu, aku bekerja...

di bidang bisnis.

Kau bukan dari sini? Dari Meksiko?

Anakku dapat pekerjaan di sini, dan aku memutuskan...

untuk mengikuti dan mengurusnya.

Anakmu sudah dewasa.

Bagus. Pembantu dengan anak kecil adalah masalah.

Baiklah. Kau diterima. Kau bisa mulai besok.

Satu lagi. Ingat untuk selalu kenakan seragammu,

gelung rambutmu, tanpa riasan.

Ikut aku. Luz akan memberitahumu di dapur.

Mari.

Lewat sini.

Bajingan beruntung.

Bagus.

Temanmu sudah telepon?

Ya, tapi tak kujawab

agar dia tak terbiasa dengan aku yang selalu ada.

Hei. Musiknya bagus, bukan?

Selamat. Kau hebat.

Anak-anak itu luar biasa, ya?

Ya. Terima kasih banyak, tetapi...

itu berkat Nyonya Martina.

- Masa? - Ya.

Sekarang aku tahu alasanmu tak mau bicara dengan Camila, Bajingan.

Apa?

Kau sudah bermasalah dengan satu orang. Jangan kacaukan hidupmu, Sobat.

Aku cuma bertanya.

Tiago, ceritakan tentang dia. Seperti apa Martina?

Wanita tercantik yang pernah kujumpai.

Wanita tercantik.

Dia luar biasa.

Dia sangat unik, tiada duanya.

Ayolah.

Aku belum pernah bilang begitu tentang wanita.

Sumpah, aku tak mengada-ada.

Dia membantuku berhenti minum-minum. Aku berhenti!

Jadi, kau jatuh cinta!

- Tidak! - Kau jatuh cinta, Bung!

Aku bahkan tak memikirkannya.

Kau tak memikirkannya?

Aku pasti memikirkannya.

Dia wanita yang sangat elegan.

Sangat sensual dan anggun.

Aku akan memberinya tiga anak, paling kurang.

- Itu dia. - Kawan,

ada pepatah di Brasil yang berbunyi,

"Jika bermain api, kau akan terbakar".

Dengarkan temanku.

- "Jika bermain api, kau akan terbakar". - Diam.

Orang yang bermain api,

tangannya akan terbakar.

Hati-hati.

Jangan lupa tanda di jarimu.

Tanda apa?

Ada tanda lahir di jarinya.

- Apa? - Tanda lahir.

Seorang peramal mengatakan dia bisa memiliki semua wanita.

Asal dia tak jatuh cinta, karena jika ya...

Tunjukkan padanya.

Yang itu?

Ini hanya tanda lahir biasa.

Itu takhayul murahan. Tidak ada artinya.

Tetapi kau menghormatinya, Sobat.

Lupakan Nyonya Martina.

Apa? Kau cemburu atau apa?

Tidak, Fabrizio. Tidak.

Jangan cari masalah dengan Don Jorge.

Don Jorge mungkin pria sopan,

tetapi kau dapat melihat ada iblis dalam dirinya.

Apa?

Iblis itu akan mengejarmu sampai ke neraka.

Hati-hati.

Dengarkan aku.

Pria itu membuatku jengkel.

Dia tak mau menatapku dan suka meremehkan orang.

Dia pantas diperdaya karena jahat pada istrinya.

Jangan begitu kepada wanita.

Jadi, Andrea, apa rencanamu?

Kantormu sudah menunggu.

Bagaimana jika kita bicarakan ini di tempat lain?

Di tempat lebih tenang?

Lebih tenang dari ini?

Ayah buang banyak uang untuk pendidikanmu

dan ayah perlu tahu

apa kontribusimu bagi perusahaan.

Sertifikat keaslian, layanan pelanggan, pemasaran, apa kontribusimu?

Aku akan menjelaskan tren baru di lain waktu.

Selamat pagi.

- Gildardo, mari. - Nyonya Martina.

Duduklah. Sarapan dengan kami.

Tidak bisa. Sayang sekali. Ini acara keluarga.

Duduklah. Kau anggota keluarga.

Silakan.

Barusan aku bicara dengan Andrea apa yang dia pelajari di luar negeri.

Dia baru mau mengatakannya.

Andrea, aku akan senang jika kau bisa berbagi kepadaku.

Kau bisa memberitahunya soal finansial.

Baiklah.

Kau bisa mengandalkanku untuk semua keperluanmu.

Andrea, kita bisa mulai kapan pun kau mau.

Aturlah sesuka kalian.

Yang penting, aku membutuhkannya di kantor secepatnya.

Lihat apa yang kubawa.

Keren sekali. Terima kasih.

Kau bisa istirahat?

Aku butuh waktu untuk terlelap, tetapi ya, sedikit.

Hei, aku tahu kau tak suka aku mencampuri urusanmu,

tetapi omongan Tiago kemarin benar. Dengarkan dia.

Poncho, orang yang selalu ketakutan tak akan hidup.

Kau bermain api. Kau membahayakan nyawa.

Aku suka menikmati hidup.

Ayo. Aku tak mau diomeli karena terlambat.

- Ayo. - Aku sakit kepala.

Siapa?

Boleh masuk?

Kau sudah masuk.

Ada apa denganmu?

Kau memperlakukanku dengan buruk dan meremehkanku sejak tiba.

Tidak.

- Senyum sedikit. - Tidak, Andrea.

Kembalikan kameraku.

Kau tahu aku tak suka difoto.

Kembalikan kameraku. Sekarang.

- Ambil sendiri. - Berikan kameraku.

Kita bicara dahulu.

Ada urusan tertunda saat kau pergi ke Miami.

Tidak bagiku. Semua sudah final dan berakhir.

Tidak. Aku menunggumu di sini.

Kau mau aku cerita ke ayahmu?

Kau tak akan berani.

Andrea, aku di pihakmu.

Kita punya rencana, Sayang.

- Aku rindu. - Lepas.

- Kau wangi. - Cukup!

Enyah!

Enyah, jangan pernah sentuh aku lagi!

Andrea,

aku akan merebut hatimu lagi.

Hati-hati dengan sandalmu, Sayang.

Jangan sampai hilang.

Emma.

Dahulu aku begitu.

Aku mengagetkanmu? Maaf.

Dahulu aku begitu.

Aku merasa sangat iri.

Aku ingin memiliki orang sepertimu di momen hidupku itu.

Masa kecilku...

agak berat.

Membantu orang lain tidak selalu...

patut dipuji.

Tetapi kurasa membuatmu merasa senang.

- Permisi sebentar. -Tentu.

- Halo. - Kau di mana?

Aku meninggalkanmu pesan tadi pagi.

Aku bekerja tanpa henti. Kau tahu sendiri situasinya.

Aku mondar-mandir.

- Kau memikirkanku? - Apa yang kau pikirkan?

Hei, bisa kutelepon nanti?

Kapan?

Nanti kutelepon lagi.

Pelukan hangat.

- Pagi, Nyonya. - Itu di sana semalaman.

Aku harus bagaimana?

- Aku baru mulai dan... - Cukup.

Cukup. Jangan diulangi.

Jadi? Mau berenang?

Aku cuma mengawasi mereka.

Mereka tak perlu diawasi.

Menurutmu, bagaimana mereka bertahan?

Fabrizio!

Jangan!

Begitulah mereka!

Aku akan mengejarmu!

Lari!

Lari!

Apa yang terjadi di sini?

Selain seorang ahli kopi,

kau juga penghibur anak?

Tidak, masalahnya...

aku tak pernah jadi dewasa.

Anak-anak, cukup. Kita perlu menutup sekolah.

Biar kutangani. Jangan cemas.

- Kau yakin? - Ya. Akan kutangani.

Ini bajumu.

Terima kasih.

Anak-anak, waktunya pulang.

Halo.

Apa kabar?

Nyonya Camila, bisa kubantu?

Sebenarnya, tidak.

Aku mencari penjual losion.

Fabrizio. Itu namanya, bukan?

Ya.

Dia setuju mengantar pesanan ke rumahku, tetapi tak pernah tiba.

Haruskah aku membuat keluhan?

- Tenang saja. - Halo.

Jangan buat keluhan, Nyonya.

Aku minta maaf secara pribadi karena kau salah satu pelanggan terbaik.

Aku malu sekali, Nyonya Camila. Tetapi jujur,

bukan hanya kau yang mengeluh.

Tidak. Ini bukan masalah besar.

Tidak, pemuda itu sangat manis di toko ini.

Dengar, aku sendiri akan memastikan

Fabrizio menghubungimu begitu dia datang.

Baiklah, kalau begitu.

- Jangan cemas. - Terima kasih.

Di mana temanmu?

Boleh aku masuk, Bu Guru?

Ya, tentu saja.

Anak-anak sudah dalam perjalanan pulang.

Basah semua.

Kukira kau sudah pulang.

Jika kubilang ini paling berharga bagiku, kau percaya?

Aku berutang besar pada kata-kata ini.

Untukmu.

"Cardoso".

- Dia bagus? Aku tak kenal. - Dia orang Brasil.

Dia insinyur, sangat perhitungan.

Libertarian.

Darinya aku belajar bahwa hidup hanya berharga

jika dijalani penuh semangat,

jika mengambil risiko.

Menurutku...

Kau pun akan menyukainya.

BUKU PUISI

Bacalah sendiri.

Lalu beri tahu aku.

Sampai nanti.

Terima kasih.

Aku tak mau tubuhmu.

Aku tak mau jiwamu.

Aku akan membiarkanmu tak tersentuh.

Karaktermu tak tercemar.

Aku hanya menginginkan sepotong kenikmatan itu.

Potongan yang bukan milikmu.

- Ada apa? - Tidak.

Tunggu.

Ada apa?

Aku merasa pusing. Rasanya seperti mau pingsan.

Mau aku panggilkan dokter?

Tidak usah.

Tidak, entahlah.

Sepertinya aku sedang migrain.

Apa yang kau baca?

Buku puisi yang kupinjam dari Camila.

Jadi, Camila suka membaca puisi.

- Kau tak bilang ke mana pemilikmu. - Apaku?

Pemilikmu.

Tuan Peter sedang bekerja.

Anakku bersama sepupu-sepupunya,

dan pembantu sedang libur.

Pria yang murah hati dan percaya.

Baiklah.

Peter adalah...

pria paling istimewa di daerah ini.

Benarkah?

Apa?

Di mana pelayan setiamu?

Gildardo?

Ada lagi yang lain?

Aku membiarkannya pergi

untuk pekerjaan lebih berat.

Aku membiarkannya menangani para investor Prancis.

Dan putrimu? Di mana Andrea?

Anak itu harus dijinakkan.

Namun, dia sangat pintar dan pandai berbisnis.

Begitu dia mengendalikan perusahaan, semua orang akan tahu.

Terima kasih atas ancamanmu.

Untuk Andrea.

Semua ini milikmu. Kau akan menetap, bukan?

Halo.

Pesta yang indah, Andrรฉs, seperti biasa.

Camila, maaf.

- Kau cantik. - Terima kasih.

- Dengan hormat. - Terima kasih.

Wanita yang cantik, ya?

- Permisi. Aku mau menyapa. - Silakan.

- Selamat datang. - Halo, Andrea.

- Apa kabar? - Baik. Kau?

- Bagaimana Miami? - Hebat.

- Kau mau kembali? - Tentu.

- Kau lihat ibuku? - Ya. Itu dia.

- Hai, Bu. - Tuan Putriku.

- Dari mana saja? - Apa kabar?

Ibu menyapa tamu-tamu lain.

Kurasa kita bisa meminta kakekmu memulai.

- Aku segera ke mejaku. - Ya. Ayo.

Terima kasih banyak atas kehadirannya

dan bergabung bersama kami untuk mengenang

Mercedes yang luar biasa sejak kepergiannya.

Suatu hari, kami berjalan-jalan di tanah ini dan dia bilang,

"Kita akan membangun perkebunan di sini".

Yang pertama kulihat

adalah betapa warna hijau

di mata indahnya

mulai menghidupkan tanaman-tanaman itu,

begitu juga dedaunannya,

dan semua biji kopi.

Baiklah.

Mari bersulang bersamaku.

Untuk Mercedes, wanita luar biasa. Bersulang, Kawan!

- Bersulang! - Bersulang!

Bagus!

Halo!

- Hati-hati. - Maaf.

Jangan kalian lupa.

Cek ponselmu.

Luisa.

Siang, Tuan Gildardo.

Kukira kau menghadiri pertemuan keluarga.

Orang Prancis tak pernah lelah.

Aku tak ingin hadir.

Aku mau makan di sini.

Maaf, Tuan Gildardo,

tetapi itu kursi Don Jorge.

Segera, Tuan Gildardo.

AKU PERLU BICARA DENGANMU, TEMUI AKU DI ISTAL

Pria itu sempurna untukmu. Dia memenuhi standarmu.

Apa?

Si Sombong itu?

"Sombong"? Ingat, kaulah yang ke mobilnya

tanpa minta izin dahulu.

Tidak, tunggu. Semua orang di sini ingin aku menjadi bos.

Lalu, aku akan memerintah tanpa alasan jelas.

Aku mau melihatnya.

Andrea, sedang apa?

- Lihat aku. - Baik.

- Segelas anggur? - Tidak, terima kasih.

Segelas anggur

tak cukup untuk membalas kebaikanmu.

Tenang. Aku akan balas budi.

Kau harus baik pada Andrea jika suka pekerjaanmu.

Tentu, Nyonya Camila.

Aku bisa belajar banyak darinya.

Andrea, bukankah dia pria sempurna?

Ya. Dia sangat sopan.

- Apa rencanamu? - Nanti saja.

Kau bilang apa padanya?

Ayo.

Baiklah. Tuan-tuan,

sampai jumpa besok.

- Kami tahu. - Kita tahu

siapa bos di rumahku.

- Lepaskan aku! - Tenang.

Ini aku.

Aku hanya datang untuk mengatakan

bahwa ini tak masuk akal.

Suamimu tak membuatmu senang.

Jangan ganggu aku.

Beri aku kesempatan. Sekali saja.

Kau benar-benar gila, kau tahu?

Wanita sepertimu pantas merasa diinginkan.

- Kau tak mengerti. - Martina.

- Maaf. - Kau tak akan menyesal.

Maaf.

Itu tak terduga, Camila.

Hal tak terduga sering terjadi. Dunia belum kiamat.

Temanku mabuk dan membutuhkanku.

Entahlah. Kurasa kau berbohong.

Aku tak bohong.

Fabrizio, kau pikir aku bodoh?

Tidak pernah. Kenapa kau berpikir begitu?

Sebaiknya begitu.

Baiklah, dah.

Ada apa denganmu?

Kau ini sudah gila atau apa?

Kau mau membunuhku?

Kau yang kenapa?

Aku masih menunggu di sini.

Kau mau aku mengatakan ada wanita lain, bukan?

Itu maumu? Kabar buruk untukmu.

Tidak ada.

Dengar. Aku beri tahu sesuatu.

Di Meksiko,

kau bisa memerankan tokoh utama telenovela tiap hari.

Tetapi di sini, di tanah ini,

aku yang berkuasa.

Camila.

Mari minum kopi.

Mari kita bicara

seperti dua orang dewasa

tanpa berusaha saling membunuh, ya?

Aku tak suka pembohong.

Jadi, kau harus lebih waspada, Fabrizio.

Aku baru mau telepon, tetapi tak mau mengganggu.

Dengar.

Kejadian kemarin...

Aku tahu aku tak boleh, tetapi...

Martina, kau tak perlu meminta maaf.

Kau cuma ingin bahagia.

Aku perlu bicara denganmu.

Aku juga.

Aku harus menemuimu.

Kapan?

Hari ini?

Jangan, karena Jorge di rumah.

Kau bisa menghubungiku kapan pun kau mau.

Aku menunggumu.

Baik, terima kasih.

Tidak ada apa-apa.

Sekarang dia tak terbendung.

Kau suka masalah besar, Fabrizio.

Tidak, ini bukan masalah.

Hanya sedikit bahaya.

- Memberiku gairah hidup. - Kau tahu Nyonya Martina

dan Nyonya Camila berteman?

Ya.

Itu bagian terbaiknya. Kombinasi itu.

Bajingan...

Lihat siapa di sana.

Kau menyukainya juga?

- Sisakan satu untuk kami. - Tidak.

Aku tak mau dia.

- Akhirnya ditemukan. - Menyebalkan.

- Apa kabar? - Baik.

Kalian kenal?

- Tidak. - Mari kukenalkan.

Nona Andrea, ini Poncho.

- Sahabatku. - Salam kenal.

Hati-hati. Dia bos kita.

Jika ada yang tak dia sukai, kau dipecat.

- Hati-hati. - Apa?

Aku menjaga sikap.

- Aku tahu. - Mau ke sungai?

Kalian saja.

- Aku minum bir. - Mungkin dia takut.

Tidak. Aku minum bir.

Dia tak bisa berenang. Dia takut air.

Jangan menyangkal. Aku paham, tentu.

Aku paham.

Aku takut pada air atau padamu?

- Menurutmu? - Aku.

Tolong dipegangi, Sobat.

Kau ikut, bukan?

Tentu. Sampai nanti.

- Ayo. - Tunggu sebentar.

Aku harus bertanggung jawab

dan tak boleh membiarkanmu pergi seperti itu.

Pakai ini.

Baiklah. Bagaimana penampilanku?

Cocok untukku?

Ya. Kau tampak konyol.

Tentu saja.

Ayo.

DARI CAMILA FABRIZIO, CINTAKU, BERBARING DI SISIMU

MERASAKAN PANAS TUBUHMU, BISIKANMU...

Hei, tak sopan sekali kau masuk ke kamarku

tanpa mengetuk dahulu. Kau ini kenapa?

Ini tak boleh terulang.

Benar, aku mengerti.

Maaf.

Tentu. Maaf.

DARI CAMILA FABRIZIO, CINTAKU, BERBARING DI SISIMU

MERASAKAN PANAS TUBUHMU, BISIKANMU...

Pelacur.

Masih mau tambah, Nyonya Martina?

- Martina? - Apa?

Tidak, Luisa. Cukup. Terima kasih.

Kenapa kau melamun?

Dosismu sudah tepat atau lebih?

Mau tepat atau tidak,

tak ada cara untuk menyenangkanmu, Jorge.

Di mana Andrea?

Di danau dekat jalan menuju Barragรกn.

Ada semacam pesta di sana.

- Luisa! - Nyonya.

Bisa tolong siapkan makanan untuk Andrea?

Mungkin dia akan lapar setibanya di rumah.

Baik, Nyonya. Permisi.

Aku harus membuangmu di sini, bukan?

Kenapa begitu? Karena aku meninggalkanmu di tengah jalan?

Kau suka bahaya?

Aku bisa bilang apa?

Bersiaplah karena arusnya dekat. Jadi, ayo.

Kayuh.

Kayuh!

Ayo!

Ayo!

Ayo! Kayuh!

Aku akan menang!

Fabrizio!

Fabrizio!

Fabrizio!

Fabrizio!

Terjemahan subtitle oleh Christy Sugiarto

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.