Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
dongdotmovie(.)my(.)id Bantu kami @dongdotmovie untuk tidak mengubah link
Kenapa kau masih di rumah?
Tadi pagi, seseorang memberitahuku
bahwa mereka mendengar dua orang bercinta di gudang.
Kau bau kopi.
Gaun itu tak cocok untuk wanita seusiamu.
Maaf. Aku tak melihatmu.
Bawa aku pergi.
- Ada apa ini? Kita baru merampok? - Penculikan.
- Siapa nama penculikku? - Andrea.
Kau anak Don Jorge.
Andrea tak ikut sarapan lagi?
Dia ke toko kayak milik Martin kemarin.
Andrea butuh privasi.
Tidak dengan uangku.
Kenapa melibatkan Gildardo dalam urusan pribadi?
Karena cuma dia yang bisa kupercaya!
Maaf, Gildardo, kau bukan keluarga kami.
Malam ini, kita biarkan kopi,
minuman yang sangat penting bagi kalian.
Katakan. Apa kau ingin terus menjadi benalu orang tuamu?
Ayahku tak bisa menentukan takdirku.
Aku tak mau mengikuti jejaknya. Itu jelas.
Sudah kukatakan ribuan kali.
Pendapatmu tentang Fabrizio?
Aku ingin menembaknya dua kali tiap melihatnya.
- Ayah! - Apa?
Diego! Di mana ibumu?
Suamimu?
Aku akan mencari tahu apa yang dia rencanakan.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL ( Follow IG Kami @dongdotmovie )
Camila?
Camila!
Camila!
Apa yang kau lakukan?
Aku dari kolam renang.
Anggur membuatku kepanasan.
Karena itu aku ke berenang.
Baru saja aku dari kolam renang.
Kau tahu, Sayang?
Berenang membuatku lapar.
- Lapar? - Ya.
Lapar apa?
- Lapar akan dirimu, tentunya. - Itu...
Aku sangat bersedia.
Kita harus ke kamar Diego karena dia di ranjang kita.
Bagaimana menurutmu?
Si Cantik ini tiba dari Jerman bulan lalu.
Pemisah gravimetris.
IMSA 6, bukan?
Bagus sekali.
Senang sekali mengetahui investasi ini tak sia-sia.
Hasil kerja Ayah memang sangat bagus.
Kakekmu merintisnya.
Ayah hanya kembangkan.
Kini giliranmu.
Bisa saja,
tetapi kita harus memastikan musimnya tepat.
Pagi, Ayah Baptis.
- Pagi. - Andrea.
- Bagaimana perkebunan kopi? - Bagus.
- Fabrizio. - Tuan, selamat pagi.
Juan Andrรฉs terpaksa minta mobil lain kemarin,
karena kau terlambat bawa jip.
Itu tak boleh terjadi.
Tentu, Tuan.
Maaf. Tuan Quirรณz memintaku
membawa sampel kopi ke hotelnya. Karena itu...
- Bukan pertama kali. - Jangan beralasan.
- Aku mau jadwal diikuti. - Bisa kita pergi?
Ayo.
Jika terulang, jika terlambat lagi, gajimu kupotong.
Baik, Tuan.
Pergi bongkar muatan truk. Kau membantu kuli hari ini.
Itu bukan pekerjaanku, Tuan.
Pekerjaanmu menuruti perintahku.
Ada masalah?
Tidak masalah, Tuan.
- Sudah siap. - Hei.
Jorge, bisa kita mulai?
- Terserah padamu, Andrรฉs. - Bapa.
Mari.
Selamat datang, Saudara Terkasih.
Mari kita mulai.
"Tuhan, berkat kuasa-Mu, raja bersukacita,
betapa besar kegirangannya karena kemenangan dari pada-Mu!
Keinginan hatinya telah kau karuniakan kepadanya,
dan permintaan bibirnya tidak kau tolak.
Berfirmanlah Tuhan,
'Musim mengirikmu akan sampai musim memetik anggur,
dan musim memetik anggur akan sampai kepada musim menabur.
Kau akan makan makananmu sampai kenyang
dan diam di negerimu dengan tenteram.'"
Dalam nama Bapa, Putra,
dan Roh Kudus.
Amin.
Aku jadi teringat pada ibumu.
Hadirin Sekalian, untuk panen!
- Untuk panen! - Bersulang!
- Bersulang! - Bersulang!
- Untuk panen! - Bersulang!
Fabrizio.
Saudaraku, akhirnya!
Hati-hati dengan rusukku.
- Hei! - Jangan cengeng.
Poncho.
Sobat. Hei.
Sobat. Poncho.
Bung, lihat aku.
Sadarlah, Poncho.
Poncho! Lihat aku, Sobat.
Lihat aku.
Sial, Poncho.
Apa yang mereka perbuat?
Mereka menghajarku habis-habisan.
Ya, sial.
Sial.
Mereka mencarimu, Bung. Pergilah.
Ya.
Lari, sekarang. Pergi!
Cepat pergi.
Ayo!
Dia ke sana!
Di mana dia?
Di mana dia?
- Ke mana dia? - Entahlah.
- Di mana Keparat itu? - Entah.
Aku tak tahu!
Ayo, kita pergi.
Kau selamat dari cedera itu.
Kau terlihat kuat.
- Tutup mulutmu. - Kau akan banyak bercinta.
Bung, dengar.
- Kau di Kolombia. - Ya Tuhan.
- Sulit dipercaya. - Di Meksiko, semua percaya
bahwa surga di utara. Yang benar di selatan.
Tunggu saja. Duduklah.
Bagaimana pendapatmu?
- Hari pertama panen. - Ceritakanlah.
- Ya! - Hei!
- Bagus, Andrea! - Hei.
Astaga!
- Astaga. - Bagus, Andrea!
Luar biasa!
- Ya, Andrea. - Andrea memang gila!
Alejo!
Bawa gadis ini jalan-jalan
- saat dia sangat berharga. - Jangan berlebihan!
- Kau suka? - Ya.
- Terima kasih. - Sama-sama.
- Penerbangan bagus. - Semoga suka.
Panen tahun ini tampaknya bagus.
- Bagus, bukan? - Ya.
Sangat bagus
- Syukurlah. - Bagaimana kabarmu?
- Baik. - Martina?
Martina baik-baik saja.
Ini masa yang sulit baginya.
Dia terkenang kematian ibunya.
Lima tahun sudah berlalu.
Kau kenal dia. Dia cukup emosional.
Aku mengerti.
Suamimu?
Mengobrol dengan bosmu.
Kau wangi sekali.
Itu karena losion dari orang Meksiko yang sangat seksi.
- Tetapi dia agak angkuh. - Sungguh?
Kau kenal dia?
Kurasa tidak.
Tetapi kubilang produknya bagus, bukan?
Hanya satu masalahnya.
Produknya adiktif.
Bagaimana kabar penjual losion itu?
Orang Meksiko itu? Baik. Dia pedagang yang baik.
Sudah kubilang.
Ya.
Aku memintanya bicara pada pemasok kami dan turis.
Kurasa kita akan menutup bulan ini
dengan peningkatan penjualan 20 persen.
Jadi,
- mari bersulang. - Bersulang.
Untuk bisnis baik
- dan persahabatan baik. - Selalu.
- Istrimu? Aku tak melihatnya. - Dia di sana tadi.
- Perlukah aku cari? - Ya.
- Permisi. - Hai!
- Senang melihatmu. - Lucy, senang menemuimu.
Kau melihat istriku?
Barusan dia di sini.
Aku melihatnya ke toko kopi.
Terima kasih.
- Permisi. - Dah.
- Dah. - Terima kasih.
Camila!
Camila!
Kau takut?
Kau pasti takut.
Maricarmen, aku pergi dan kembali.
Mereka membuang banyak uang, entah untuk apa.
- Hatiku agak sakit. - Andrea.
Kau wanita yang memiliki banyak hak istimewa.
Aku tahu. Sungguh.
Aku punya banyak hak istimewa dan bersyukur,
- tetapi aku merasa ditinggalkan. - Ditinggalkan?
Jangan tak tahu diri, Andrea.
Ayahmu bekerja sangat keras.
Orang bilang dia beli perkebunan milik janda Uriel
- dan salah satu milik Robledo. - Ya, itu karena
seseorang menyuruhnya membeli tanah itu dan harganya bisa naik.
Jadi, dia bisa menjualnya lagi. Selalu ada alasan.
Tetapi apa yang terjadi pada kalian?
- Kalian dahulu dekat. - Ya.
- Lalu? - Ya, tetapi dia banyak berubah.
Entah bagaimana ibuku tahan menghadapinya.
Kini dia hanya membicarakan uang dan aku tak tahan.
Kau juga sedikit berubah.
Sejak kau pulang dari luar negeri.
Aku suka melihatmu menari.
Camila.
Saat berkeringat,
kau seperti berkilau.
Aku juga suka aromamu.
Peter, pegang setirnya.
- Peter. - Kau ingat malam itu?
Di dekat sini.
Gaun merah yang sangat pendek itu,
dan sungai indah itu.
Kenapa kita tak melakukannya lagi?
Mungkin karena sudah menikah.
Juga karena kita punya ranjang yang indah.
Mau melakukannya sekarang?
Peter? Sekarang?
Begitu caranya.
Kali kedua akan lebih baik.
Kau hampir membunuhku di bebatuan itu.
Hati-hati, Peter!
- Sepeda motormu kenapa? - Tidak apa-apa, Pak Tua.
Biasa, kehabisan bensin.
- Sayang sekali. - Ayo menyusuri sungai.
- Keluar! - Keluar!
Uang!
Kau kaya, bukan?
Lihat putrinya.
Atau dia wanita bayaran?
Peter!
Kumohon, jangan.
Cantik sekali!
- Jangan sakiti aku. - Akan kuberikan apa saja,
tapi jangan sentuh istriku.
"Istri"?
Lihat pria ini!
Pria tua ini masih kuat.
- Dia punya banyak uang. - Jangan sakiti aku.
- Tidak, jangan sentuh aku! - Jangan!
- Tenang! - Jangan sentuh dia!
- Tenang! - Jangan!
- Menjauh darinya! - Aku mau mencicipinya.
Jangan!
- Baik... - Berlutut.
Berlutut!
Kami hanya main-main.
Hanya aku yang boleh menyentuh istriku.
Bagaimana surga ini?
Terlalu indah untuk jadi kenyataan, ya?
Jangan mulai.
Aku serius.
Ini nyata. Sepenuhnya nyata.
Ada banyak wanita cantik.
Tempat ini sungguh luar biasa.
Tidak ada utang.
Tidak ada bajingan mengejar kita.
Khususnya itu.
Kita punya pekerjaan yang bisa membuat kaya.
Semua sangat bagus, Sobat.
Ada satu masalah.
Apa itu?
Aku tak akan sebut nama, tapi aku melihatnya.
Persetan!
Selalu sama. Kau hanya memikirkan wanita,
dan aku tak mau tahu akhirnya.
Dengar, begitulah hidup,
dan aku ingin menikmatinya dengan maksimal.
Santai saja.
Tenang, Sayang.
- Tenang. - Tubuhku masih gemetar.
- Aku bersumpah. - Berikan.
Cintaku.
Kau milikku.
Aku memang bukan pemuda dari 20 tahun lalu.
Tetapi ketahuilah
bahwa aku mendambakanmu dengan gairah lebih besar
daripada sebelumnya.
Bersiaplah.
Martina.
Sudah tidur?
Di mana Andrea?
Andrea adalah wanita dewasa.
- Dia punya rencana sendiri. - Ya.
Wanita dewasa. Kuharap itu benar.
Baiklah. Jangan memulai hari kita dengan diskusi.
Kau tampak sehat.
- Ya. Aku merasa lebih baik. - Bagus.
Kalau begitu, aku mengandalkanmu untuk menyapa para pengumpul.
Permisi, Nyonya Martina. Ada telepon dari sekolah musik.
Halo? Apa yang terjadi, Mateo?
Jangan bilang begitu!
Tidak. Jangan pindahkan dia. Aku segera ke sana.
- Sampai jumpa. - Apa yang terjadi?
Tiago pingsan di kelasnya.
Itu yang terjadi jika merekrut alkoholik.
Aku tak suka kau bicara begitu tentang Tiago.
Dia orang yang baik.
- Tetapi dia selalu minum-minum. - Ayah Baptis.
Masuklah.
Bagaimana kalau kau ke panen dahulu, baru menyelesaikan itu?
Tak akan ada yang mati jika tak kusapa hari ini.
Selain itu, ini darurat. Gildardo bisa menemanimu, bukan?
Wanita selalu ingkar.
Satu menghilang, satu lagi tak muncul.
Masih ada aku, Ayah Baptis.
Duduklah.
Mimpiku sudah berakhir.
Andrea, jangan terlalu dramatis.
Kau selalu memiliki banyak akal.
Itu dahulu, saat aku masih kecil.
Kini saatnya aku jadi orang dewasa.
Itu terjadi pada kita semua.
Tetapi aku tak mau. Aku tak mau menurut
atau mengikuti perintah ayahku.
Seperti Gildardo.
Tetapi, Andrea, akankah ada masalah dengan fotografi jika kau tinggal?
Tidak. Itu akan tetap jadi hobi.
Bagiku, itu bukan hobi. Aku ingin hidup dari fotografi,
itu harapanku.
Kopi di lembah cukup bagus, tetapi yang terbaik ada di gunung.
Itulah yang paling sulit dikumpulkan.
Harus dilakukan secara manual dan dengan lembut.
Seperti wanita yang dicintai, betul?
Betul?
Kemarilah.
Kami menyiapkan pencicipan
biji kopi terbaik kami untuk kalian.
Bajingan-bajingan itu
menerima akibat perbuatan mereka.
Aku mengerti, tetapi ada masalah.
Kau punya pistol,
Kau menembak mereka, lalu pergi?
Dengar, Komandan. Itu pembelaan diri.
Satu dari mereka juga memiliki pistol.
Kau bisa berbuat apa?
Sambil melihat istrimu dalam bahaya.
Biarkan mereka melecehkannya?
Suamiku hanya membelaku.
Aku mengerti itu.
Namun kau juga harus mengerti bahwa sebagai bagian dari prosedur,
aku harus meminta
izin senjata apinya.
"Izin"? Apa aku seperti gangster?
Siapa pun berhak membela diri.
Betul, Camila?
Permisi.
Bagaimana kita bisa menyelesaikan ini?
Apa maumu?
Hei, kenapa suaramu begitu?
Tidurmu kurang nyenyak?
Tidak, tak terlalu nyenyak.
Haruskah aku cemburu?
Dengar, Fabrizio,
ini bukan waktu yang tepat.
Baiklah. Aku hanya ingin menemuimu.
Kapan kita bisa bertemu?
Nanti kuhubungi.
Tunggu.
Pukul 18.00 di tempat biasa.
Sempurna.
Ada apa? Di mana dia?
- Di sana. - Di sana.
Mustahil.
Aku tak percaya Tiago kebanyakan minum lagi.
Coba kita lihat.
Semoga ini tak serius.
Hari ini kalian bisa libur.
Ya. Tetapi aku mau kalian datang tepat waktu besok.
Tiago.
Tiago, bangun.
Apa ini?
Itu yang ingin kutanyakan.
KOPI GAIANI
Bagus, lanjutkan pekerjaanmu.
- Siapa berikutnya? - Diรณgenes.
Lihat itu, temanku yang sombong.
Mengantrelah dan tunggu aku bayar.
Bisa kubantu?
Itu antrean untuk dapat proyek, bukan?
Maksudmu pekerjaan? Tidak ada pekerjaan di sini.
Kudengar cuma di sini aku bisa dapat pekerjaan.
Untuk bisa bekerja di sini,
kau harus kenal orang yang tepat.
Di sini dan di semua tempat lain.
Tetapi ini hari keberuntunganmu.
Kau menemukan orangnya.
Di perkebunan kopi ini,
sudah tak ada pekerjaan.
Tetapi aku bisa membantumu.
Jika ada imbalannya.
Tidak, terima kasih banyak.
Tenang, Nona. Tidak seorang pun perlu tahu.
Kita bicara malam ini.
Aku tahu tempatmu.
Aku permisi, kumohon.
Tidak, Andrea. Jangan di sini.
Bersyukurlah kau punya teman yang hebat dengan ini.
Astaga.
Ya Tuhan.
Tidak lama lagi, aku akan jadi orang depresi yang tak bahagia
seperti ibuku,
- menghadapi tiran... - Pagi!
- seperti ayahku. - Hai, Maricarmen.
- Hai. - Hai, Andrea.
Bagaimana kau menemukanku?
Ayahmu minta aku menjemputmu.
Kau tahu panen dimulai hari ini?
Kenapa bukan kau yang pergi?
Ayahmu menyuruhnya datang! Diamlah.
Kau mau aku membawakan tas itu atau Maricarmen yang bawa?
Setidaknya buat dirimu berguna.
Sampai jumpa.
- Dah. - Dah.
Ini. Bawa mobilnya. Nanti kita bertemu, ya?
Jaga orang-orang ini.
Baiklah. Aku pergi begitu mereka pergi.
Dah, Semua.
- Dah. - Dah.
- Hai! - Halo!
- Hei! - Sedang apa di sini?
Tur kopi sudah selesai.
- Lihat. Warnanya berkilau. - Benar?
Aku hampir selesai.
Nona, butuh bantuan?
Aku sudah membantunya.
- Baiklah. - Kami mau ke toko.
Maaf.
Di surga pun ada ruang untuk perusak suasana.
Di surga pun ada ruang untuk dua wirausahawan
yang mencoba formula lulur baru dengan ini.
- Ada formula baru? - Tentu.
Baiklah! Bagus sekali.
- Dengar. - Nyonya Martina,
cuma kau yang percaya padaku
dan memberiku kesempatan.
Sumpah, aku sudah berusaha.
Ya, aku tahu kau berusaha.
Tetapi sampai kapan kau mau begini, Tiago?
Aku tak akan mabuk lagi.
Sumpah demi Perawan Maria yang kau berikan
saat aku datang.
Aku sungguh bersumpah.
Baik. Ingat-ingat sumpahmu.
Kau harus melakukannya demi Perawan Maria,
tetapi terutama untuk dirimu.
Aku janji.
Aku janji tak akan mengecewakanmu. Tidak lagi.
Tidak lagi.
Tuangkan segelas bir karena aku sekeras batu.
Terima kasih, Sayang.
Maaf, Dolores. Ini bukan rumah bordil.
Aku tahu, Hilario. Maaf.
Aku putus asa.
Jangan biarkan dirimu diinjak seperti kecoak.
Kau harus dihormati.
Lihat apa yang Pedro inginkan.
Akhirnya anakku pulang.
Hai, Ayah.
Kenapa kau menghabiskan malam seperti kaum hippie?
Teman-temanku mau pulang dan kami ingin menghabiskan hari bersama.
Bagus! Aku sangat senang pesta itu sudah usai.
- Ya. - Ayah mau menunjukkan kantormu.
- Putriku. - Ibu!
Ini mukjizat. Dua wanitaku bersama-sama.
Hai, Sayang.
Apa kabar?
Hai, Jorge. Kau sudah makan?
- Sudah. Ibu sudah makan? - Benarkah?
Ibu tak punya waktu.
Sudah pecat Tiago si Pemabuk itu?
Jangan panggil Tiago begitu.
Dia hanya biang masalah.
Dia hanya bisa menjauhkanmu dari tanggung jawabmu.
Ketahuilah dia sangat berbakat. Tanpa dia, kita tak punya orkestra.
- Bakat untuk... - Apa yang terjadi?
- Kepala batu ayahmu. - Begitu.
- Ceritakan perjalananmu. - Baik, Bu.
Teman-temanku senang.
- Hei, Bung. Bagaimana kabarmu? - Apa kabar?
- Baik. - Bawa apa?
Aku cuma punya barang impor.
- Apa itu bagus? - Tunjukkan uangmu.
Aku selalu beli.
- Baik. - Sampai jumpa.
Itu mandor, bukan?
Ya, dia.
Tiago!
Sungguh?
- Jangan cengeng. Kenapa begitu? - Tidak.
Sebelumnya kau tak begini.
Aku janji pada Nyonya Martina.
- Siapa Nyonya Martina? - Nyonya Martina?
Tolong, jangan ganggu aku. Aku sudah berjanji padanya.
Dia pelayan setia wanita itu.
Jangan takut begitu. Dia tak akan tahu.
- Sedikit saja. - Tidak.
- Kau bukan siapa-siapa saat sadar. - Ayo, minum.
- Dua teguk saja... - Habiskan! Ayo.
Ayo! Habiskan!
Hei, jangan ganggu dia!
Kalian senang?
Lepaskan dia!
Kau tak apa-apa?
Siapa mengundangmu?
- Aku tak butuh undangan. - Jangan ganggu dia.
- Tenang. - Kau tahu siapa aku?
Aku bosmu.
Aku sangat murah hati.
Aku bos yang baik.
Sangat baik. Tetapi hanya pada yang menurut.
Minumlah.
Ayo.
Karena tequila, di sini, untuk orang yang mudah dipengaruhi.
Terima kasih penjelasannya.
Setahuku, ini bukan perkebunan kopi.
Ini juga bukan jam kerja, betul?
- Betul. - Hei.
Anak anjing itu unjuk gigi. Apa dia akan menggigit?
- Hei! - Terima kasih.
Terima kasih.
Terima kasih.
Terima kasih.
Hati-hati.
Kumohon.
Dia pasti ditiduri di tengah jalan.
Ayo.
Selamat malam.
Selamat malam.
Nyonya Diana!
Nyonya Jimena.
Yang biasa.
Kau baru dapat musuh baru.
Musuh bahaya. Orang itu suka mengadu...
- Poncho, hentikan ketakutanmu. - Bukan ketakutan.
"Bukan ketakutan"?
Orang itu butuh bantuan.
Dia harus membela diri.
Jika bisa, pasti sudah dia lakukan.
Kenapa kau harus ikut campur?
Kau selalu mencari masalah dan melibatkanku.
Halo.
Halo?
PANGGILAN DIAKHIRI
Aku butuh latihan. Lihat saja.
Jika kita rutin datang selama sepekan, kau akan kalah.
Aku tak sabar melihatnya.
Apa?
Aku pulang.
- Dah. Tidur nyenyak. - Kuantar.
- Butuh tumpangan? - Tidak, aku jalan.
- Yakin? - Ya.
Dah.
Andrea.
Ibu!
Masuk.
Ibu merindukanmu, Tuan Putri.
Aku juga sangat merindukan Ibu.
Apa kabar? Semua baik?
Kau masih bermain dengan barang-barang itu?
Aku hanya membersihkannya.
Aku hampir selesai.
Sudah malam. Kau tak lelah?
Sedikit. Aku akan segera tidur.
Bagaimana kabar Ibu?
Ibu dan Ayah baik?
Ya.
Karena, dari tatapan itu,
Ibu tampak agak sedih.
Ibu baik. Sungguh.
Aku rindu Ibu.
Ibu juga.
Kebiasaan burukmu adalah tak pernah menutup pintu.
Apa yang kau lakukan di sini?
Aku datang menagih utangmu.
Terjemahan subtitle oleh Christy Sugiarto
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.