Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Girl by Girl
Yun-mi!
Bagaimana kalau kita pergi nonton sepulang sekolah?
Yong-nam, aku harus selesaikan ini dulu. Kita ketemu lagi nanti.
Nama gadis itu Ohm Yun-mi. Aku mencintainya.
Yun-mi adalah siswa yang sangat pintar.
Dia peringkat 2 di sekolah.
Sebelumnya dia selalu juara 1.
Baginya, menjadi nomor 1 semudah seperti bernafas.
2 Maret 2005. Ohm Yun-mi.
Semua siswa dan pengajar mengaguminya.
Selain pintar dia juga berkepribadian baik.
Namun semuanya berubah sejak kedatangan Choi Ji-hye.
1 Choi Ji-hye 2 Ohm Yun-mi
Sebelumnya tidak ada yang mampu mengalahkan Yun-mi.
- Aku yakin orangtuamu akan bangga. - Ya.
Untuk si emas Yun-mi, perak tidak ada artinya.
Logikanya, dia akan melakukan apapun agar bisa kembali ke posisi teratas.
Kau tampak tak sehat. Kau perlu istirahat.
Yun-mi mendedikasikan segalanya untuk belajar, dan perlahan mulai kehilangan senyumnya.
Ah, Yun-mi. Malangnya.
Kita cukupkan perkenalan tentang Yun-mi.
Waktunya untuk menampilkan seorang gadis lainnya.
Ini adalah Oh Se-ri.
Dia bertubuh pendek, namun paling disegani di seluruh distrik.
Dengan selera tinggi dalam bergaya dan berpakaian. Astaga, mengerikan sekali!
Apa?
Mereka adalah 'Mawar Hitam'.
Dan musuh terbesar mereka adalah Oh Se-ri.
Hari ini aku melepaskanmu karena aku punya urusan yang lebih penting.
Mereka adalah 'Tujuh Puteri'. Kenapa mereka dipanggil begitu...?
Mari kita kembali ke awal...
Mulai hari ini, kita dijuluki 'Tujuh Puteri'.
Tapi kita cuma berempat?
Tujuh puteri...
Tapi...
Tiga orang lagi, tiga lagi, tiga lagi...
...yang kita butuhkan, sedang dipenjara.
Umumkan.
Bersama 'Tujuh Puteri', Se-ri tak takut apapun.
Se-ri adalah teror bagi para siswa. Tidak ada seorang laki-lakipun yang berani mendekatinya.
Tapi Se-ri naksir pada salah satu dari mereka.
Dia datang, dia datang.
Dia adalah...
Dia adalah... Park Ki-chan.
Sebuah kesalahan Tuhan, lelucon takdir, seorang bintang masa depan.
Laki-laki yang bahunya hancur akibat latihan keras.
Laki-laki yang mengalami banyak penderitaan. Park Ki-chan.
Se-ri, melalui Ki-chan, belajar mengenal cinta.
Kenapa kau tidak membersihkan diri? Menurutmu terlihat tampan itu adalah segalanya?
Hei Ki-chan!
Bagi Se-ri, itu bukanlah sekadar rengekan.
Tiap kali dia bersamanya, Se-ri bersikap manis.
Terima kasih.
Se-ri melakukan pendekatan dengan hati-hati.
Dan takdir menjadikan mereka teman sekelas.
Tapi hari ini...
Ki-chan, kau di posisi berapa?
Oooh, kau mengalami sedikit kemajuan. Kulihat kau sudah belajar... sedikit.
Sebagai hadiah maukah kau berkencan denganku?
Setidaknya aku tidak di urutan terakhir.
Aku tak suka kata-katamu barusan.
Apa?
Lihatlah dirimu.
Apa yang salah dengan diriku?
Dia memberikan kesan yang lebih baik.
Kau menyukainya?
Kalau iya kenapa?
Apa yang kau sukai darinya?
Dia lebih baik daripada seseorang dengan kepala yang kotor.
Apa maksudmu?
Aku pergi, kepala batu.
Ki-chan, sang pria menawan.
Se-ri, sang gadis nakal.
Yun-mi, sang siswa teladan.
Ini adalah cerita tentang ketiga orang ini.
Dia cantik karena dia seksi. Dan dia berbahaya karena dia cantik.
Akan seperti apakah takdir mereka?
- Kau bicara dengan siapa? - Eh?
Ini bukanlah seperti pecundang di kelas yang dipaksa melakukan bunuh diri.
Selalu Choi Ji-hye.
Jadi yang kedua di sekolah sudah hebat.
Aku akan sangat bahagia menjadi nomor dua.
- Kau seharusnya bahagia. - Kau peringkat 23 di kelas.
- Lagipula... Kau sudah...? - Aku sudah mengerahkan seluruh upaya.
Aku pikir aku tidak bisa melakukan lebih. Aku menyerah.
Kenapa kau hidup seperti ini?
Apa kau akan menghabiskan seluruh masa remajamu membaca buku? Sungguh sia-sia.
Pernahkah kau pergi ke warnet?
Kenapa? Aku punya komputer di rumah.
Melakukan senam? Atau pergi ke pantai atau ke pegunungan? Kau bisa pergi dengan seseorang.
Apa katamu?
Lihat sekelilingmu. Kau bisa mencari ke semua tempat sesuatu yang berharga bagimu... tapi mungkin saja sebetulnya ia ada di sebelahmu.
Jangan takut.
- Anakku, ada kiriman yang harus diantar. - Bu, aku lagi belajar.
- Dua untuk apartemen 5, satu untuk apartemen 7. - Aduh, masa remajaku.
- Aku cuma ingin menikmati masa remajaku. - Cepatlah.
Kenapa kau pergi? Tinggallah dulu sebentar lagi.
Aku harus pergi ke perpustakaan.
- Makanlah dulu sebelum pergi. - Lain kali saja.
- Baiklah. - Aku pergi. Daah.
Hati-hati.
(Persiapan Masuk Universitas Seoul)
- Kau hendak mendaftar? Hei? - Ya. Begitulah.
Ijinkan aku memesan ini.
Kemarilah!
- Berapa? - 100 won??? Pelit sekali.
- Mintalah 200. Dia tidak tahu harga pasaran. - Mintalah 200 lebih sedikit. Jangan terkesan seperti tawar menawar.
- Tidakkah itu merepotkan? - Aku tidak ikut... segitu tidak layak.
Apa? Kau lihat apa?
Apa kau tak mengacuhkanku?
Lihatlah dia, kelihatannya dia tidak menghargai kehidupannya.
Gadis-gadis cantik macam begini sungguh menjijikkan. Coba lihat sendiri, dia seperti orang tolol.
Kau mau mati?
Cewek begini membosankan, aku tak punya waktu untuk mereka. Bagaimana kalau kita kerjain dia?
- Hentikan. - Apa kita bermain?
Siapa ini?
Hari yang luar biasa!
Kau pikir siapa dirimu?
Pangeran Menawan, mana kuda putihmu?
Bukankah itu Park Ki-chan?
- Apa kau menolongnya karena kalian di sekolah yang sama? - Hentikan gangguan kalian, dan tinggalkan dia.
Aku tidak mengganggu siapapun! Sungguh. Tapi silahkan percayai apa yang kau ingin percayai.
Ayo, kita pergi.
- Dia kan cuma sendirian. - Ya tapi itu Ki-chan.
- Memangnya siapa Ki-chan? - Sebaiknya kita jangan ganggu dia atau kita akan berhadapan dengan Se-ri.
Ya, sebaiknya kita jangan ganggu dia.
Terima kasih.
Apa kau haus?
Ini teh dingin.
- Apa? - Terima kasih untuk kemarin.
Terima kasih untuk tehnya.
Sama-sama.
Dinginnya.
- Se-ri. Se-ri. - Aku akan kasih dia pelajaran.
Ada apa? Kau bilang di dalam sekolah kita tidak boleh bikin masalah.
Dia sudah bikin aku marah.
- Kita selesaikan sama-sama. - Aku akan selesaikan sendiri.
Aku akan mengembalikan harga diriku. Balik sana.
Se-ri.
Kau tahu kalau Ki-chan bakalan tahu.
Akan lebih baik kalau kita ubah dia menjadi gadis nakal.
Ini, ambillah.
Oi!
- Maafkan aku. - Sudahlah.
Maafkan aku. Maafkan aku.
Baiklah!
Maafkan aku.
Duduklah.
Aku butuh bantuan.
Apa itu?
Bantu aku belajar. Aku ingin melanjutkan ke universitas.
Sulit sekali bagiku untuk memutuskan ke mana aku akan melanjutkan.
Oi!
Ya.
Orang bilang kalau kau adalah siswa terpintar di sekolah.
Kemarin aku buka buku dan aku tidak belajar sesuatupun.
Siswa nomor satu adalah Ji-hye. Aku cuma nomor dua.
Buatku sama saja.
Siswa nomor satu adalah Ji-hye. Aku cuma nomor dua.
Kalau kau mau, aku bisa menyingkirkannya.
Aku juga bisa menyingkirkanmu kapan saja.
Kau mau itu?
Tidak, aku akan membantumu.
- Kalau begitu kita berteman. - Baiklah.
Astaga, panas sekali.
Oi, Nomor 2!
Kau bisa bawa motor kan? Sampai nanti.
Selama 12 tahun aku tinggal di sini, baru hari ini aku tahu kalau ini adalah sebuah sekolah.
Ayo.
Kita akan lihat orang-orang yang pergi ke sini.
"Sumo wrestling is a traditional sport in Japan".
Arti dari "traditional sport" di sini adalah olah raga tradisional.
"Sumo wrestlers weight from 100 to 160 Kg"
Artinya, pesumo punya berat badan antara 100 dan 160 kg.
Kau mau menyerangku?!
Menyerang adalah 'attack', good question...
Apakah seorang pelajar tugasnya hanya belajar? Mereka juga harusnya pergi ke klub malam setiap bulannya.
Dan sebelum jam 9 pagi di pub, tersedia minuman gratis untuk cewek-cewek. Kita harus memanfaatkannya.
- Itulah kenapa ini sama dengan ini. - Sekarang coba kau jelaskan.
Baiklah, kau bilang A lebih besar dari B kuadrat. Maka ini pindah ke sini. Dan ini 2? Apa mereka kembar?
Itulah kenapa aku tidak menyukainya, mereka menyuruhmu mempelajarinya tapi kau tidak tahu kenapa.
Kau sedang lihat apa?
Hei kau! Kau baru saja tiba. Kembali belajar. Sekarang!
Begitulah kelakuan anak muda sekarang. Mereka tak bisa duduk diam bahkan untuk satu jam saja.
Bagaimana kalau kita minum kopi?
Apa yang akan kau lakukan di universitas?
Aku cuma mau masuk. Aku lelah hidup seperti ini.
Apa?
Siapa itu?
Ah, aku lupa mengganti fotonya. Ini Ki-chan.
Kenapa kalian bertengkar waktu itu?
Ah, dia sedang memintaku untuk kembali bersamanya. Itulah kenapa dia harus berprilaku manis.
Apakah kalian berpacaran?
Dia baik dan tubuhnya bagus. Aku bersenang-senang. Apa kau tertarik dengannya?
Tidak, cuma penasaran.
Mengenai teh hijau itu...
- Apa? - Teh hijau.
Ah, aku cuma berterima kasih padanya. Dia menolongku waktu ada seorang cewek yang menggangguku.
Sial, dasar bandot.
Apa?
Tidak. Jawab dengan jujur: kau menyukainya?
Tidak sama sekali.
- Maksudku bukan berarti aku tidak menyukainya... - Kau mau berkencan dengannya?
Bukan berarti aku tidak mau...
Katakan ya atau tidak. Kau mau berkencan dengannya atau tidak?!!!
Harusnya kau bilang dari tadi.
Aku tahu sedikit tentang dia, dan aku tahu kalau dia suka bermain-main. Menurutmu dengan siapa dia akan bermain-main?
Seorang kutu buku? Yang benar saja.
Seorang 'gadis nakal'? Mungkin.
Tapi apakah kau seorang 'gadis nakal'? Kurasa tidak.
Kita harus mengubahmu. Percayalah.
Potong seperti ini.
Se-ri. Se-ri.
Oooh. Kelihatan bagus! Tapi kita belum selesai.
Mungkin kau tidak mengerti, tapi untuk bisa menjadi bagian dari kami kau harus berpakaian dengan cara yang sama...
Aku benci sekolah menyuruh kita memakai pakaian yang sama untuk 3 tahun.
Tapi, karena tak bisa menghindarinya, maka kau harus beradaptasi. Maksudku adalah kita harus menyesuaikan bentuk seragam.
Berpakaian seperti ini sangat penting biar cowok-cowok terpikat olehmu.
Cowok cuma melihat pada 3 hal: wajah, dan dua buah dada.
Mulai sekarang kau memakai ini.
Kalau kau memakai alas kaki yang sama seperti bulan sebelumnya itu berarti menandakan:
Aku harus menandai lagi langkahku.
Jalan.
Jangan tegang. Kau berjalan seolah-olah kau mau dipukuli.
- Itu... kakekku... - Kakekku memintaku membelikannya rokok.
Itulah kenapa...
Bisakah kau memberiku sebungkus?
Aku mau membeli rokok... bukan itu.
Displus?
Kenapa malu-malu?
Benda itu takkan membunuhmu.
- Aku tidak merokok. - Kau sebaiknya mulai dari sekarang atau mereka akan mengejekmu.
- Kau tidak merokok. - Buat apa? Benda itu bau.
Lagipula, kita tidak sama. Dia sudah berhenti bicara denganku.
Apa yang sedang kau lihat? Kenapa kau tidak menurunkan matamu? Kau mau melihatku marah?
Pernahkah kau melihatnya?
'Sama rata'. Maksudnya adalah tanpa rasa takut kita semua setara.
Yang pertama membentaklah yang memegang kendali. Kau mengerti?
Lakukan apa yang kita latih barusan.
Apa... apa maksudmu? Kau menantangku?
Bukan begitu. Kau harus menggunakan tatapanmu.
Apa yang sedang kau lihat? Kau mau aku memberimu alasan untuk melihatku?
Kau harus agresif, seperti itu.
Dan berhentilah membawa-bawa buku catatan. Kita tidak sedang di dalam kelas.
Konsentrasi saja pada idenya.
Dimanapun kau memukul mereka, pastikan bahwa kau membuatnya berdarah.
Paham?
Mari kita latihan lagi.
Dasar kepar...
Oi... apa... kau sedang liat apa?
Kau... kau mau aku memberimu alasan untuk melihat padaku?
Kenapa kalian berdiri?
- Apa kau bilang? - Apa yang barusan kau bilang?
Aku... aku akan menghajarmu.
Jadi kau kemari untuk menghajar kami.
- Kenapa kau tidak belajar? - Oi!
- Siapa orang itu? - Orang itu?
- Oi... anak-anak. - Apa maunya dia?
- Kau sudah kehilangan rasa takut? - Belakangan iya.
Teman kalian Oh Se-ri bisa membantumu menghilangkannya.
Sepertinya aku mengenalnya.
- Se-ri? - Se-ri.
- Park Se-ri? - Oh Se-ri.
Bocah sialan. Enyahlah.
Itulah kenapa aku tak pernah mundur.
Kemari, ayo.
Berhenti menangis.
Tampaknya tadi terlalu berlebihan buatmu.
Mulai sekarang jangan dekati mereka, setidaknya mereka gentar.
Terima kasih.
Hadapi musuh kita, setia pada teman kita. Mengerti?
Kau sedang lihat apa? Apa?
Kau punya masalah?
Kau sedang lihat apa?
- Hei. - Ketuk dulu sebelum masuk.
Maaf. Makanlah apel ini.
Apel tidak bagus dimakan malam hari.
Malam hari perut harus beristirahat, dan apel sulit untuk dicerna.
- Maaf. Kalau begitu ibu bawa kembali. - Tak usah, biarkan saja di situ.
Sayang, Yun-mi kelihatan aneh.
Kau mau mati!
Bagus sekali. Bagus. Duduklah.
Oi! Kenapa kau tidak tinggal di rumah saja?
Lihatlah rambutmu. Kenapa kau terus menerus kemari?
- Hari ini cukup. - Terima kasih banyak.
Apa yang akan kita lakukan padanya?
- Se-ri. - Kita bicara nanti. Aku sedang tidak mood.
Guru, guru kenapa?
- Kau belajar. - Sedikit.
- Tembak jantungnya. - Jantungnya.
Yang bertanda merah.
- Se-ri. - Ya.
- Kau punya cowok? - Setiap hari.
Setiap hari?
- Belakangan ini aku tidak memikirkan Ki-chan. - Bagaimana bisa kau melupakannya?
- Apa? - Kita berkelahi.
Tentu. Ayo!
Ada apa?
Menurutmu di mana mereka berada?
- Oi - Apa?
- Kemari. - Kami?
Sekarang.
Lekas. Kemari.
Kau senang mencuri dari orang lemah?
- Berikan padaku. - Apa?
Berikan padaku.
Cuma segini?
- Jangan sampai ini terjadi lagi. - Tentu.
Enyahlah.
Sampai nanti.
- Se-ri. - Ya?
Oi! Jangan lari, kalau aku menangkapmu kubunuh kau.
Ambil ini. Ibumu memberikan ini padamu bukan untuk mereka curi.
- Belajar yang giat, oke? - Terima kasih.
Oooh. Kau mengingatkanku pada Sailor Moon.
Se-ri. Jika kau menganggapku teman, jangan mengambil uang darinya.
Dia temanmu?
Janji?
- Baiklah. - Berjanjilah padaku.
Ayo, berangkat!
Apa yang sedang aku lakukan... Pegangan yang kuat!
Jawabannya benar? Sungguh? Kau tidak bercanda?
Kita harus merayakannya.
Adakah yang ingin mengambil apapun? Tak usah dijawab.
Mari kita ke soal selanjutnya.
Se-ri, kita punya masalah. Mawar Hitam...
Apa? Aku sebaiknya pergi.
Se-ri.
Diam di sini.
Di mana mereka?
Hari ini adalah hari klub malam.
Begitu ya.
Kau tak boleh diam di perpustakaan di malam sabtu.
Hari ini aku mau melanjutkan belajar.
Kau suka belajar?
Nikmatilah. Kita ketemu lagi nanti.
Sampai kapan kau akan seperti ini?
Kukira kau ingin mengubah Yun-mi sebagai pembalasan dendammu akan Ki-chan.
Masih banyak yang harus diupayakan. Saat semuanya berhasil Ki-chan akan mati kaget.
Se-ri.
Hidup serasa membosankan tanpamu. Kembalilah secepatnya.
Tentu saja, sampai nanti.
Makanlah semangka. Orang bilang buah ini boleh dimakan malam hari.
Sayang
Se-ri, itu kah alasannya?
Dah.
Ayo, bangun. Kita pergi.
Duduklah. Kita akan belajar.
Terjemahkan ini untukku. Aku tidak memahami apa yang diajarkan guru.
Kau suka belajar?
Cuma sebuah cara untuk menghabiskan waktu, tak banyak hal lain yang bisa dilakukan.
Apa?
- Se-ri, jawab dengan jujur. - Apa?
Kau...
Ada yang aneh di sini?
Kau mau apa?
Apa tadi kau mau bicara denganku?
Siapa? Aku?
Dia memberitahuku.
Tak ada seorangpun yang memanggilmu, jadi balik sana.
Baiklah kalau begitu.
Tunggu sebentar, Ki-chan.
- Kau mau jalan denganku? - Apa yang sedang kau lakukan?
Aku sudah berubah seperti keinginanmu.
Maaf, pasti gara-gara waktu itu. Jangan pedulikan dia. Sampai nanti.
Biarkan dia menjawab. Apakah kau mau jalan denganku?
Oke, baiklah.
Apa?
Kau berpikir dulu sebelum mengatakannya.
Selamat. Kulihat kalau rencanaku berhasil.
Kau tidak keberatan? Sungguh?
Tidak lah, hubunganku sudah berakhir. Sudah kubilang waktu itu aku cuma ingin bersenang-senang.
Aku tahu kalau kau menyukainya. Aku akan mengabaikan dia. Kau boleh pergi jalan dengannya.
Jalan dengannya.
Yun-mi, kau ini bicara apa?
- Se-ri. - Aku tidak suka memungut milik orang lain.
Cukup sudah. Aku tahu kenapa kau ingin belajar bersamaku.
- Yang terpenting adalah... - Tutup mulut.
Ada apa?
Se-ri.
Mau apa?
Ini, kau mau.
- Aku tidak menginginkannya. - Kalau begitu buanglah.
Apa ini bisa didaur ulang?
Terima kasih sudah datang.
Jangan lakukan ini padaku.
Bukankah kau sedang dengan Ki-chan?
Ada hal yang harus kau dengar, Ki-chan tidak berarti bagiku. Kami cuma berteman.
Hal yang harus kudengar!
Kenapa kau mengatakan itu padaku? Apa kau sungguh percaya kalau kita berteman?
Pulanglah sana, mood-ku sedang tidak bagus.
Se-ri.
Geledah dia.
- Apa kau dapat uangnya? - Ya, asuransi.
Se-ri, ayo kita pergi karaoke...
Terima kasih, sampai nanti.
Uang itu...
Begitu caramu mengajariku. Kuharap kau tidak di sana waktu aku berbalik.
Kau mau mati? Pukul kepala ini.
Yun-mi!
Itu dia. Sangat bergaya.
Enyahlah.
Pulang sana.
Apa kau tidak takut sendirian?
Buat apa aku takut? Apa kau akan memukuliku? Kalau begitu lakukan!
Ayo, pukuli aku.
Jadi itu dia. Di mana Se-ri?
Siapa kau.
Aku adalah aku.
Tidakkah seragammu agak sedikit panjang?
Apa pedulimu soal pakaianku?
Oh, aku takut. Si jenius sudah lenyap. Kau bicara padaku keras sekali.
Diamlah, ayo kita berkelahi.
Kali ini aku akan melepaskanmu. Jangan berjalan sendirian lagi.
- Kau mengompol? - Aku tidak ngompol, tolol.
Lihat saja besok. Dia bakalan tahu. Aku akan memanggil anak-anak.
- Dia bakal tahu rasa. - Aku tahu.
Aku sedang tak enak badan hari ini.
Sayang.
Oi. Kau.
- Aku? - Kemari.
Sedang apa kau di sini?
Kau kemari mencariku? Jangan cengengesan!
Halo? Aku sudah menemukannya. Kita ke sana sekarang.
Bagus. Ayo.
Kalau mereka tidak menyerang kita, kenapa kita harus menghadapi mereka?
Kita harus menghancurkan Mawar Hitam kalau tidak mereka akan semakin belagu.
Bukan karena Yun-mi...
Kalau kau takut, tak usah ikut.
Aku tidak takut, kalau memang demi dirimu. Siap?
Siap.
Hubunganmu dengan Yun-mi berjalan baik?
Kurasa begitu.
Jaga dia baik-baik.
Ki-chan.
Antar Yun-mi ke rumahnya sepulang sekolah.
Bilang padanya agar tidak pergi keluar hari ini. Tolong jangan bilang kalau aku mengatakan itu padamu.
Kenapa?
Karena dia dalam bahaya.
- Dan aku berada di sana dengannya. Kemampuan dia... - Diamlah. Kenapa dia lama sekali?
Ada apa?
Dasar tak berguna.
Apa maumu, Se-ri.
Aku dengar kabar kalau kau bikin ulah. Aku takkan membiarkannya.
Jadi kau mengajak berkelahi.
Meskipun sudah kuhajar, kau belum jera juga.
Hari ini akan jadi pertarungan terakhir kita.
Aku cuma ingin sedikit bersenang-senang dan harga yang harus kubayar mahal juga.
Anak-anak, perubahan rencana.
Sepertinya akan berdarah-darah.
Siapapun yang mau pergi, akan kubiarkan. Aku akan hitung sampai 10.
Satu...
Dua...
Aku akan menunggumu, Se-ri.
Tiga...
Empat.
Kau tidak mau pergi?
Aku mau membuktikan 17 lawan 1.
Kau bahkan tak bisa mengatur kelompokmu sendiri.
Ayo kita mulai.
Ngomong-ngomong Se-ri tidak melakukan itu. Aku selalu percaya kalau dia adalah teman baik.
Dan aku minta maaf, sudah mengajakmu jalan. Kuharap kau memahaminya.
Aku benar-benar minta maaf.
- Dia berpesan padaku untuk tidak mengatakannya padamu. - Apa?
Se-ri dalam bahaya.
Di mana?
- Aku tak boleh bawa penumpang. - Diam, lekaslah.
- Tapi kita pergi ke mana? - Aku harus menemukan Se-ri.
- Kita ke arah mana? - Aku tak tahu. Jalan terus sajalah.
- Tunggu dulu. - Hei Escalope, dia tunanganmu?
- 'escalope'! Mau mengajak dia ke mana? - Jangan ganggu aku. Urus saja antaranmu.
Dia cantik juga!
Halo. Ya. Ada perkelahian? Aku tidak melihat apapun.
Kita pasti menemukannya. Jangan khawatir.
Aku pergi, jaga dia.
Ya. Ya. Di jembatan?
Kelihatannya gawat.
Kau punya banyak teman seperti mereka?
Bisakah aku minta bantuanmu?
Tentu, aku akan coba hubungi dia.
Halo?
- Ada perkelahian. - Perkelahian?
Ya, kau memang tangguh.
Kita belum selesai. Majulah.
Berlututlah, mungkin aku akan memaafkanmu.
Kulihat kau belum mengerti juga.
Jangan mati, aku tak mau jadi pembunuh.
Aku akan baik-baik saja.
Oi!
Hentikan.
Siapa kalian?
Seseorang yang menginginkan hidup damai. Tapi mereka tak mengizinkannya.
Karena itu aku takkan mundur.
Siapa kau?
Aku adalah aku. Diam dan bertarunglah.
Nice.
Tampaknya ini akan sangat buruk.
Kita ketemu lagi nanti. Lari.
- Halo? Baik saya akan datang! - Say sudah di sini!
Se-ri.
Kenapa kau datang?
Hadapi lawan kita, setia pada teman kita.
Siapa orang-orang ini?
Hanya lewat telpon dan mereka semua datang.
Aku mempelajarinya darimu.
Bangunlah.
- Sakit kah? - Aku baik-baik saja.
Apa yang akan kau lakukan dengannya?
Kaulah yang harus kita kuatirkan. Lihatlah wajahmu.
Ayo. Pelan-pelan.
Hei, tunggu aku.
Apakah kisah masa remaja kita berakhir di sini? Tidak.
Segera, kita melihat Yun-mi tersenyum kembali.
Kau punya catatan yang lebih baik.
Kata jamak dari 'mouse' adalah 'mice'.
Kalau tikus adalah 'mouse', seharusnya 'mouses', bukan 'mice'.
Kalau mereka bertemu apa mereka punya nama lainnya?
- Aku tidak suka 'American people'. - Kalau begitu protes sama 'American people'.
Hapalkan itu.
Apa seperti itu?
Oh! Aku terlambat ke sekolah. Ini semua gara-gara kalian.
Kau pikir kau seorang siswa yang baik?
Antarkan aku.
Apa kau harus pergi ke tempat kursus? Kau harus belajar menyetir, aku akan mengajarimu.
Untuk apa? Aku sudah punya sopir.
Apa? Jadi begitu menurutmu.
Setiap kali bersama mereka aku selalu teringat.
- Kami berangkat. - Sampai nanti.
Kami semua bergembira.
Tak ada yang tahu sampai kapan persahabatan ini akan terjalin.
Yang pasti adalah bahwa mereka tulus dan itulah kenapa mereka bahagia.
Kau ini sedang bicara dengan siapa?
- Se-ri, kau mau masuk ke universitas mana? - Sudah kubilang, itu pilihan yang sulit.
- Putuskanlah! - Ya, aku mengerti.
- Indonesia subtitle by vieatoz -
based on the English subtitles by Holo69
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.