Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
TIGA METER DI ATAS SURGA
Suatu hari hal itu terjadi.
Kau berada di suatu tempat,
dan kau menyadari kau tidak mau menjadi seperti mereka yang ada di sekitarmu.
Kau tidak ingin menjadi si brengsek yang belum lama kau hajar.
Yang mulia, saya sudah mendapatkan 15 jahitan di sini dan 25 di sini.
Atau ayahmu,
atau saudaramu,
atau siapapun dalam keluargamu.
Bangsat!
Tersangka dipersilahkan berdiri.
Pengadilan ini memutuskan Hugo Olivera Castro
bersalah atas penyerangan.
Maka dari itu, hakim
menjatuhkan hukuman selama 18 bulan penjara,
atau denda sebesar 6.000 Euro karena ini adalah pelanggaran pertama.
Atau bahkan dirimu sendiri
Sidang dibubarkan.
Kau hanya ingin berlari
Kau harus hati-hati mulai sekarang.
Jangan lagi lakukan tindak kekerasan.
Pelanggaran lain maka kau akan dipenjara.
- Hugo, kau dengar? - Mengapa ibu tidak datang?
- Ibumu ada urusan dengan temannya. - Dan jangan panggil aku Hugo.
Persetan.
Ingin menghilang dari tempat kau berada sekarang.
Ayo!
Dan tiba-tiba hal itu terjadi
Sesuatu yang tak terduga.
Kemudian kau sadar sesuatu akan berubah.
Semua mulai berubah
"Jelek!"
Ya, kamu!
"Jelek!"
Dan segalanya... takkan sama seperti dulu lagi.
- Dah, ayah - Sampai jumpa..
Takkan sama.
Dan ketika itu terjadi,
kau tahu.
TIGA METER DI ATAS SURGA
- Baby! - Oke..
Cepetan!
Selamat Pagi! Tenang!
Tenang!
- Boleh saya masuk? - Telat.
Silahkan tutup catatan kalian.
Dia akan menjemputku. Fernández Camino,
Luna Vergara,
- dan Duenas Martín.... - Tidak, dia ada di luar.
Alpa.
Jadi,
Herreruela... Terjemahkan.
Ambil ponselmu.
Domus itinere
eunte,
moltus
ambulantus
fuit.
Herreruela...
Dalam perjalanan pulang
ia harus berjalan banyak.
Banyak?
Kau yang harus belajar banyak untuk masuk ke perguruan tinggi.
Handphone...
Nona Alcazar,
kau mendengar teleponku?
Duduklah.
Kita lanjutkan. De strictus sensi cui Super impia.
Baby, maaf.
- Tak mengapa. - Tenang!
Mara, melakukan itu beberapa kali
- bukan berarti kau pacaran dengannya. - Jadi apa?
Pokoknya, teman-temannya bilang tidak ada cewek yang pernah meneleponnya.
Dan kau percaya?
Lihat saja mereka.
Claudio, ganti dasinya.
Yang ini lebih baik.
Anak-anak, kalian sudah siap?
- Ya, ibu?.
Jika kalian ingin menumpang, kita harus pergi sekarang!
Dengan dandanan begini, umurku terlihat berapa?
Sekitar 15.
Tapi aku memang 15.
Coba kita lihat.
Begini..
Kau berubah menjadi 16 tahun.
Hai, sebenarnya aku segan bertanya, tapi ini mendesak.
Aku perlu uang 400 Euro untuk memperbaiki motorku.
- Sekarang ada di bengkel.. - Jangan khawatirkan itu sekarang.
Chino!
Saksikanlah kontes baru kami di arena ini!
Kalian siap?
Hitung mundur dimulai!
Siapakah yang akan menjadi raja di arena ini?
Ambil tempat! Bersiap!
Mulai! Satu!
Dua! Tiga!
Empat! Lima!
Enam!
Jangan bertingkah seperti orang putus asa karena mencari seseorang.
Memang betul.
Itu dia! Dani!
- Jangan pergi.... - Hai, Rubén!
Wow, aku sampai tidak mengenalmu dengan dandanan seperti itu.
- Kau ingin sesuatu? - Ya, terimakasih.
Tiga puluh!
Tiga puluh satu!
Tiga puluh dua!
Tiga puluh tiga!
- Tiga puluh empat - Itu dia yang pertama turun!
Katina!
- Kukira kau tidak datang! - Saya tadi di pesta lain.
Tapi banyak gay di sana.
Sangat membosankan.
Seorang yang juga merasa bosan mengajakku ke sini.
Itu dia, sedang pendekatan dengan kakaknya Berta.
Nona-nona!
Halo!
- Selamat ulang tahun! - Oh ya, Selamat ulang tahun.
Terima kasih. Mau kue? Tidak?
Baiklah, disebelah sana ada minuman dan di luar juga ada.
Sampai jumpa!
Saya suka lagu ini Ayo berdansa dengan teman gay baruku.
Lima puluh satu! Lima puluh dua!
Lima puluh tiga!
Travolta, kau tersingkir!
Lima puluh enam! Lima puluh tujuh!
Delapan puluh dua! Delapan puluh tiga!
Delapan puluh empat! Delapan puluh lima!
Sepuluh detik lagi! Ayo! Mari kita hitung 10 detik terakhir.
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam...
Ayo!
Tujuh, delapan,
sembilan,
dan sepuluh - Sepuluh!
Ini dia raja baru arena kita!
Chino telah kehilangan tahtanya setelah dua tahun!
Ada pesta pribadi di kota!
- Kita boleh ke sana? - Tentu, aku punya tiket?!
Mau ikut?
Tidak kalau ke pesta anak-anak kaya.
Apakah kau akan memaafkanku?
Aku telah mencari suatu alasan untuk melakukannya,
- tapi aku tidak bisa menemukan satupun. - Itu lah ciri khas perempuan.
Kau lihat? Bicaramu yang sinis seperti itu yang menghancurkan segalanya.
Kau cantik sekali malam ini.
- Malam ini saja? - Selalu.
Alicia, kakakmu memanggil, ia datang dengan beberapa teman.
Tapi aku tidak punya kakak!
- Ya - Halo!
- Yang mana kakak saya? - Dik! Dik!
Ada makanan kecil....
Dengarkan musik!
Adik kecil ku!
Tutup pintunya!
- Kau mau apa? - Tas ku.
Ambillah
Aku tidak bisa.
Seorang idiot telah mengambilnya.
Ini.
Ibumu tidak mengajarimu ya? Jangan menggeledah isi tas wanita.
Aku tidak kenal ibuku.
- Tapi aku akan memberitahukanmu sesuatu. - Benarkah? Apa?
Kau tidak dapat pergi bersenang-senang hanya dengan 50 euro.
Itu uang saku mingguanku.
- Tadinya. - Sekarang aku akan pergi makan..
Kalau kau bersedia, aku akan membelikanmu makan siang besok.
Kau tahu? Ketika aku yang membayar, aku suka memilih teman yang akan ikut.
- Apa yang kau pegang? - Tidak ada, kau takkan tertarik? Hentikan!
Wow.. Sialan!
Lupakan makan siang Apa yang akan kita lakukan setelahnya?
Dengar!
Aku tidak akan menertawai milikmu, dan kau... kau tidak akan mengerti diriku.
Maksudku, tadi aku bercanda!
Cowok bodoh!
Jika kau berani minum alkohol Aku akan memberitahu ibu.
Maaf?
Apakah kau tidak ingat?
Kita bertemu pagi tadi.
Yah, kita berpapasan di jalan.
Kau yang berteriak kata-kata bodoh ya?
Tidak, aku hanya ucapkan satu kata.
"Jelek"
Kau suka kan? Itu selalu berhasil pada cewek-cewek sepertimu.
- Seperti aku? - Tertekan dan ingin bebas.
- Kau mau sesuatu? - Tolong beri coca-cola.
Aku harus mengemudi.
Baby? Mau sesuatu?
Tidak, aku bisa sendiri.
Lihat? Ketika kau sedang senang Kau bukan orang "jelek".
Apa maksudmu?
- Chico - Pollo, pegang ini.
Lepas!
Tidak, turunkan aku, kau kasar. Lepaskan aku!
Tenang Baby.
- Tidak, tidak, tidak! - Tolonglah.. Tolonglah!
- Maaf, aku melemparkan susu kocok padamu. Tolonglah! - Siap melakukan pengerusakan!
Tidak!
Kau tidak waras.
Aku memakai baju Valentino!
- Aku kedinginan. - Bagus untuk sirkulasi darahmu.
memompa lebih banyak darah ke otakmu.
Kalau kau menawarkan susu kocok, jangan di lempar ke muka orang.
Dan tentang gaun valentino itu
terlihat jauh lebih bagus saat basah.
Kantor polisi?
Bisa saya ambilkan handuk?
Kau tidak ingin kena flu kan?
Pergilah ke neraka!
"H"!
Cabut, mereka menelepon polisi!
Ingatkan aku untuk mencuci mulutmu kalau nanti kita mandi bersama lagi.
Kabur!
Mengapa kau tidak melakukan apapun ketika dia melempar saya di kolam renang?
Baby, semua itu sudah diatur.
aku menelepon orang-orang idiot itu untuk mebuat kekacauan jadi aku bisa bersamamu sekarang.
Roberta tidak akan pernah memaafkanmu
Mereka menghancurkan rumah.
Apa-apan ini?
Apa yang mereka lakukan?
Hentikan!
Hentikan, tolonglah!
Ini mobil ayahku!
Bangsat !
Kalian ingin perang?
Berhenti!
- Kau sinting - Pergilah ke neraka!
Kau baik-baik saja?
Sial !
Tidak apa-apa.
Hanya sedikit goresan.
- Kau bisa membunuhnya tadi. - Tidak apa-apa.
Masih ada waktu.
- Aku minta maaf. - Maaf? Untuk apa?
Katakan padaku. Untuk panggilan polisi atau untuk memukul dan lari?
- Kau sangat seksi. - Tinggalkan dia sendiri, kau binatang!
Tinggalkan dia!
- Kau kasar! Biarkan dia sendiri! Kau tercela! - Ssttt.
Kau ingin meminta maaf?
Baiklah, ikuti kata-kata saya.
Aku tidak ingin lebih... -Apa?
- Aku tidak akan merusak pesta... - Berhenti! Tolonglah!
bagi orang-orang yang tahu cara bersenang-senang.
- Aku tidak akan merusak pesta... - Tolong, bantu aku!
.... bagi orang-orang yang tahu cara bersenang-senang.
- Mr. Santa Maria - Apa yang terjadi?
Mereka akan membunuh satu sama lain!
Nak, itu sudah cukup!
Ayo pergi dari sini. Baby, ikut dengan kami!
Persetan, itu salahmu saya memukul orang tua itu.
- Kau membuatku memukuli dia. - Baby
Ayo, masuk!
- Aku tidak akan... - Saya tidak akan merusak... Yang itu.
Tinggalkan dia sendiri!
Aku benci kamu!
Kau adalah hewan, kejam!
Aku benci kau!
Lepaskan aku!
Baiklah,Baiklah! Aku akan menurunkanmu.
Dan dia menghilang.
Aku akan mengucapkan selamat tinggal juga.
Bagaimana aku bisa pulang?
- Antar aku pulang. - Apa?
Antar aku pulang.
Kau bilang aku binatang dan kejam, kan?
Aku tidak bisa membiarkan orang seperti itu mengantarmu pulang.
Itu demi kebaikanmu.
Besok kau akan menyesali semua.
Tolong berhenti!
Mau ke mana cewek?
Kau ingin wajahmu ku pukul? Enyahlah!
Enyahlah!
Naiklah, sudah cukup aku berkelahi karena kau.
Tunggu, tunggu.
Aku tak bisa bergerak.
Kau meremasku.
Kalau kau meremas jaketku seperti itu aku tidak bisa mengemudi.
Silahkan...
Kau ingin tetap seperti ini sepanjang malam?
Maaf, aku belum pernah dibonceng sebelumnya.
Jadi aku yang pertama, kan?
Sial!
Baby!
- Apakah kau pulang dengan motor ini? - Tidak, ibu...
Dia tidak punya pilihan, tante, benaran.
Anak laki-laki yang seharusnya mengantar, meninggalkannya.
dan dia terpaksa pulang denganku.
- Hai ibu! - Bukankah ibu katakan untuk tinggal dengan kakakmu!
- Halo. - Hai.
Masuk ke mobil.
Kalian berdua tidak boleh memakai telepon selama seminggu.
Kau persis seperti ibumu.
Suka ngomel.
Apa kau bersama pria itu?
Aku bahkan tidak mengenalnya.
Dia adalah Hugo Olivera, tetapi mereka memanggilnya "H".
Sesuatu yang mengerikan terjadi dan dia ingin melupakan namanya.
Aku dan temanku menyebut "H" adalah untuk "Hero" (Pahlawan)
Sepertinya dia telah menyelamatkan hidupmu.
Siapa yang mengijinkanmu masuk?
- Bangun, ada yang harus kau kerjakan. - Ya, menurutmu.
Tidak, aku mengerti.
Tapi aku bisa pergi ke Paris minggu depan dan kami akan membuat kesepakatan.
Alex, aku mau pinjam 400 Euro.
Sialan, gimana nih?
Tunggu .
Kita akan bicarakan pada Kepala Kantor.
Ya, tentu.
Baiklah.
Apa yang kau lakukan Kembalikan!
Apa kau gila?
Jangan berikan!
Jangan bicara! Jangan bicara!
Ya, tentu saja.
Di dompetku, dalam jaket.
Ya!
- Tidak, tentu saja - Terima kasih!
Sungguh, jika dia tidak bisa, aku akan mencobanya.
Hugo, ingat makan malam dengan ayah.
- Kau yakin dia di sini? - Yah, aku lihat di buku hariannya,
Selain itu, kami janjian makan siang.
- Kau tidak punya uang, tolol. - Dia bilang dia yang bayar.
- Halo. - Hai.
Ini dia!
- Yang mana? - Si pirang?.
- Daa, Baby - Daa.
Dan itu adalah gadis yang kubuang ke kolam.
Aku pergi.
Astaga, Baby!
Itu cowok yang mencuri uang sakuku.
- Yang mana? - Yang jelek di samping motor.
Oh, tidak!
Apa dia mencuri punyamu juga?
Tidak, tetapi temannya itu yang melemparku ke kolam renang dan menghancurkan mobil Chico.
Kau tidak cerita padaku hal sepenting itu!
Halo.
Sedang apa kau di sini?
Hei, santai saja.
Aku hanya mengantar teman, ia akan makan siang dengan cewek itu.
Tapi kebetulan dia sahabatku.
dan temanmu telah mencuri semua uangnya.
Kau berutang budi padaku.
Jadi mengapa kau tidak mengundangku ke tempat yang menyenangkan?
Bagaimana?
Bodoh!
Wah.. Romantis!!
- Mau ikut makan siang? - Katina, aku tidak percaya kau akan pergi dengan orang ini.
Tapi dia yang traktir, jadi paling tidak setengah uangku kembali.
Ku pikir dia yang bayar?
Aku mengambil uangnya kemarin. Jadi sama saja seperti dia yang bayar.
Jangan marah.
Aku akan meneleponmu nanti.
Permisi.
Hanya untuk menunjukkan aku bukan pembohong,
bukankah kau dan aku sudah mandi busa bersama kemarin?
Itu berarti "ya".
- Hai, ibu - Halo, Baby.
Mengapa kakakmu terlambat?
Ayah tahu sendirilah, dia selalu sibuk bekerja.
Dimana ibu?
Ada perjalanan dengan seorang teman.
Nilai berapa yang akan kau dapat, 8 atau lebih?
Untuk fisika? Pastinya beda.
Ibu mau keluar sebentar. Kau ingin dibelikan sesuatu?
Tidak, aku hanya mau istirahat sebentar.
Tutup kepalamu kalau kau pergi. Di luar sangat dingin.
Ya, ibu.
Rebecca, apakah anakmu pernah bertengkar dengan orang itu sebelumnya?
Aku bahkan tidak tahu mereka saling mengenal.
Dengan luka-lukanya itu, jika kita tidak memiliki bukti meringankan
Hugo bisa dalam masalah besar.
Kau kira aku tidak ingin membantu anakku?
Hugo, kau mau mengatakan sesuatu?
Alex, sekarang aku tinggal di rumahmu.
- Kau tidak ingin tahu bagaimana makan siangku kemarin? - Jadi bagaimana?
Kalau cara bertanyamu seperti itu, aku tidak mau cerita.
- Baiklah, tidak usah. - Baby!
Hei, cowok pirang itu sedang melirikmu.
Dia masih melakukannya Apa kita harus menyapanya?
Mengapa kau tidak mau memandangku?
Kau meninggalkanku dan pergi dengan preman itu.
Hei, kau tidak mengenalnya!
Dia ada masalah.
Dia tidak punya uang Ayahnya memperlakukan dia dengan buruk.
Tapi dia benar-benar baik. Dia memintaku nonton balapan malam ini.
- Balapan apa? - Aku katakan pada Ibu akan bermalam di rumahmu malam ini.
- Tinggalkan kunci di bawah keset - Aku tidak percaya ini.
- Mengapa kau tidak ikut saja? - Tidak! Aku tidak ingin melihat dia atau temannya.
Kami juga pergi bukan untuk saling menyapa satu sama lain.
- Mengapa tidak? - Aku akan berkencan dengan dia!
Katina!
- Baby - Ya?
- Kemarilah sebentar. - Baiklah.
Ada apa?
Ada sesuatu yang mau kau ceritakan kepada kami?
Tidak ada.
Keluarga Santa Maria menelepon.
Tulang hidung Felipe patah, hampir saja menembus otaknya!
Aku tidak ada hubungannya dengan itu.
- Memang benar, dia tidak. - Siapa yang bertanya padamu? Diamlah!
Dengar, Baby,
Mereka ingin melaporkan temanmu. Mereka ingin tahu namanya.
Dia bukan temanku. Aku hanya tahu dia disebut H.
Apakah kau membelanya? Berapa lama kau kenal dia?
Satu-satunya yang aku tahu adalah julukan!
Kau tahu namanya, cepat beritahu!
- Apa kau pikir aku pengadu? - Sebut namanya!
Daniela, siapa namanya?
Hugo, Hugo Olivera Itu namanya, ayah.
Telepon mereka, Claudio. Katakan Baby tidak ada hubungannya dengan itu.
Bagus Baby, kau benar-benar terlibat sekarang!
Daniela...Daniela tunggu!
Orangtuaku keluar. Ya, dia di sini.
Tapi saya rasa dalam seminggu dia akan mati.
Dia memberi informasi tentang seorang pria berbahaya dan dia menyukainya.
Berhenti bergosip tentang aku. dan tutup teleponnya.
Tunggu, ada panggilan lain.
Ya?
Ya, tunggu sebentar.
Teleponmu.
Ya?
Selamat malam, nyonya! Ya.
Katina? Dia sudah tidur.
Mau aku bangunkan?
Ya, akan aku sampaikan padanya.
- Selamat malam. - Sampai jumpa.
Baby, apa yang terjadi? Baby, ada apa?
- Siapa yang menelepon? - Dimatikan.
- Dimana tempat balapan motor? - Balapan ala Thailand?
Di pelabuhan. Boleh saya ikut? Pliz, Pliz..
Tidak. Dan jangan bilang siapa-siapa.
Tahu ke mana kakakku pergi?
KAMI INGAT KAU
Tidak Pollo, Hentikan!
Baby! Baby!
Wah, kejutan! Aku senang kau datang!
- Mengapa telepon kau matikan? Ibumu menelepon. - Kau bilang apa padanya?
Ku bilang kau tidur, dan dia percaya.
Dia menjemputmu besok tepat jam 7:00 untuk tes darah.
Jangan telat, aku tidak ingin ada sedikitpun masalah.
- Ayolah, tinggal sebentar! - Tidak!
- Kami akan pergi makan pizza. - Aku ragu akan memakan pizza yang kau makan.
Wah, Inilah dia cewek pemarah!
- Kau datang untuk melihatku balapan? - Aku bahkan tidak tahu kau ada di sini.
- Lalu kenapa mukamu merah merona? - Kau hanya membuatku tertawa.
- Ya - Ya.
Kau tidak akan sombong begitu di pengadilan nanti.
Aku melaporkanmu yang mematahkan hidung tuan Santamaria.
- Kau jalang.. - Tenang.
Kau bisa dipenjara! Ini akan menghancurkanmu!
Itu tidak akan terjadi.
Oke?
Pada hari dipengadilan nanti cewek yang baik ini yang akan mengatakan aku tidak melakukan apa pun.
Tahu kenapa?
Kenapa? Karena kau akan sangat tergila-gila padaku.
Kau akan melakukan apapun untuk menyelamatkanku.
Balapan dimulai!
Balapan dimulai!
- Ingin naik di belakangku? - Tak akan pernah!
"H", boleh aku ikut?
Naiklah
Berhentilah takut dan kau akan menikmatinya.
Kau bahkan tidak memakai ikat pinggang. Ini hanya balapan ala Thailand, jadi balaplah atau pulang saja..
- Dia sungguh pengecut. - Apa kau bilang? Aku balap sekarang.
Nah, lalu?
Pinjam ikat pinggangmu. Baby, tidak!
Sial, syal ku!
Naiklah!
Apa kau gila! Jangan!
Cepat manis, aku tidak punya waktu seharian.
Semoga sukses!
Lepaskan sabuk!
Ayo!
Cepat! Cepat!
Lap terakhir!
Chino!
Berhenti ! Berhenti!
Berhenti ! Berhenti!
Sial !
Lupakan motornya, bantu dia!
Jangan pindahkan dia!
- Angkat ke atas - Panggil ambulans!
Ayo bangun! Bangun!
Ada kamera Tutup plat motor!
Bersembunyilah di sini!
Aku akan menjemputmu setelah aku berhasil mengecoh mereka. Cepat! Cepat!
Sial!
Baby!
- Baby! - Aku di sini. - Dimana! - Disini
- Kenapa kau di sana. Keluarlah?. - Ada anjing gila di sana.
Tidak ada anjing gila di sini.
- Aku masih tidak bisa keluar. - Kenapa?
Aku malu.
Ayo keluar sekarang atau aku akan pergi.
Tidak, tunggu!
- Apa? - Berjanjilah kau tak akan tertawa.
Aku janji.
Apa yang telah kau lakukan, Nak?
- Apakah itu lumpur? - Ini pupuk.
Itu adalah kotoran?
Aku tidak percaya Ini terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.
Aku tahu
- Janjimu tidak bisa dipegang. - Tunggu, apa yang kau lakukan?
Aku mau naik motor.
Apa kau gila? Badanmu penuh kotoran.
- Kau bercanda kan? - Tidak.
Kalau kau mau, kau boleh pakai jaketku.
Tapi pertama-tama tanggalkan pakaian kotor itu maka kau boleh naik motorku.
Ini.
Oh tidak, ini menjijikkan!
- "H", Dengar... - Aku suka mendengarnya. Ini adalah pertama kalinya kau sebut namaku.
Jika kau berbalik aku bersumpah akan melompat padamu dan menutupi tubuhmu dengan pupuk kandang.
Dan aku akan menepati janjiku.
Jangan lihat ke belakang!
Aku tidak tertarik melihatnya.
Tapi aku sangat menghargai kalau kau bisa lebih cepat.
Kau seorang bajingan cabul.
Aku tidak berbalik kan? Tapi aku tahu bokongmu luar biasa.
Aku harap bisa menggosok kotoran ini ke wajahmu.
Sekarang aku beneran mendengar suara anjing gila.
- Cepatlah! - Lihat!
Angkat kakimu atau anjing itu akan menggigitmu!
Terima kasih atas tumpangannya.
Jadi aku jemput kau besok.
Jam berapa?
- Tentu, dan kita akan dikejar Polisi lagi. - Kau benar.
Kau cewek pemberani. Apa kau akan melaporkan aku?
- Ya - Ya? Sungguh?
Kau berani sumpah?
Oh, Baby, Baby! Aku ini seekor babi, hewan, binatang, tapi kau tetap membiarkanku menciummu.
- Kau tidak konsisten! - Dan kau bajingan!
Mulutmu terbuka berharap aku mencium mu.
Kembalikan jaketku sekarang.
Hai bibir seksi, bagaimana dengan ciuman selamat malam?
Pergilah ke neraka!
Baby!
Aku benar-benar khawatir. Ibumu mengira aku adalah kau dan memberiku ciuman selamat malam.
- Apa yang terjadi - Ini karena "H" kan? Dia yang merobek pakaianmu?
- Kau mau ibu terbangun ya? - Maaf.
Aku mau mandi.
Dia bau kotoran.
Maaf ya, polisi mengejar ku.
Bohong, aku melihat kau pergi dengan "tikus kejepit" itu.
BALAPAN LIAR MENYEBABKAN KEKACAUAN DI PELABUHAN
Lemparkan itu! Ayo!
Dia balapan seperti gadis thailand dan menolong cewek yang mengalami kecelakaan.
- Ini benar-benar liar. Kau mau keluar? - Tidak!
Tentu.
Katina, sudah cukup. Aku tidak akan pergi lagi.
Lihat siapa yang menunggumu.
Baby! Kau bertemu dengan " H", kan?
- Jika ibu dan ayah bertanya, katakan aku belajar di rumah Katina. - Oke.
Aku pulang pukul 11.
Aku adalah adik ipar "pahlawan".
H...
Punya korek?
- Ada apa? - Proyek baru.
Selamat deh, aku tidak kepikiran kalau si pemalu akan membuka kakinya dengan mudah.
Aku akan meneleponmu, Oke?
Vodka dengan nanas.
"Jelek"
"Kejam".
Ibu, kau belum tidur?
Kenapa kau bertingkah seolah-olah kau bukan putriku?
- Sudah malam. - Berhenti!
- Kau habis minum ya? - Ibu tahu aku tidak minum.
- Apa yang anak itu lakukan padamu? Kalian berbuat sesuatu? - Tidak ibu
Ia tidak memaksaku melakukan sesuatu.
Ada apa ini?
Tidak, ayah, aku pulang terlambat, itu saja.
Aku sudah mencatat plat nomornya. Bicaralah padanya.
- Mereka hanya anak-anak. - Katakan padanya jika dia tidak meninggalkan putri kita,
dia akan mendapat kesulitan!
Apakah itu kamu?
Aku ingin melihatmu.
Aku dihukum. Aku tertangkap basah pulang ke rumah telat.
Cerita klasik.
Anak gadis baik-baik yang berkelakuan buruk masih saja dihukum.
Apa yang akan kita lakukan besok? Pergi ke suatu tempat.
Jemput aku di gerbang sekolah dan bawa aku pergi.
Aku belum pernah bangun sepagi itu selama lebih dari setahun.
Mungkin aku ketiduran.
Aku percaya padamu, "H". Selamat malam.
Daa.. Baby.
- Daa.. Baby - Daa...
- Baby. - Katina.
- Apa yang kau lakukan di sini. Mari kita masuk. - Aku tidak bisa. "H" akan datang.
- Kami mau pergi. - Apa? Kau akan melakukan hal gila?
- Tenang! - Sebagai teman terbaikmu, aku ingin kau ceritakan semua detail.
- Tidak sopan! - Tidak, Baby!
Aku sangat bersemangat. Seolah-olah aku yang mengalaminya.
- Itu dia! Doakan aku beruntung. - Banyak keberuntungan.
Baby! Tenangkan panggulmu.
Halo.
Lihat siapa di sana.
Hugo...
Hugo, berhentilah! Hugo, berhentilah!
Tolong berhenti
"H", apa itu? Hugo, tolong, jangan!
Hugo!
- Untuk fisika? Pastinya beda. - Ibu mau keluar sebentar. Kau ingin dibelikan sesuatu?
Tidak, aku hanya mau istirahat sebentar.
Bajingan!
Berhenti!
Hugo! Hentikan! Tolong hentikan!
Hentikan!
"H", tolonglah!
Berhenti, Hugo!
Kau sudah gila ya? Kau bisa membunuh kita!
Berhenti !
Berhenti !
"H"! Berhenti, berhenti!
Siapa wanita itu?
Dia dulunya ibuku.
Ayah dan kakakmu tidak tahu?
Ayahku pikir dia dengan teman-temannya.
Apakah aku satu-satunya yang tahu?
Berhenti, berhenti!
Kenapa?
Kita di tempat sepi?
Tidak ada seorangpun di sini.
Aku bilang tidak.
Baiklah.
Kemarilah. Ayo.
- Mengapa kau membawaku ke sini? - Kau tidak suka?
Orangtuaku selalu membawa kami ke sini ketika kami masih kecil.
- Lihat rumah yang akan dijual itu? - Ya.
Aku dan adik ku berpura-pura itu milik kami.
Kami sering melihat pemiliknya dan kami membayangkan kami adalah mereka.
Sangat menyedihkan.
Sepertinya kami tidak bisa menikmati saat-saat seperti itu lagi.
Aku tahu kau akan menyukainya.
Jaket itu cocok denganmu.
Siapa yang menelepon?
Ibuku tidak percaya padaku.
Atau lebih tepatnya, kau!
Apakah tanda tangan ibu seperti itu?
Ku pikir itu sempurna.
- Terima kasih telah membantuku. - Tidak masalah.
Jangan pergi dulu, kemarilah bertemu anak-anakku.
Anak-anak..
- Ini Gustavo, tetangga baru kita. - Ya, kami sudah bertemu.
Dia belum mengenal siapapun di sini, Ibu bilang kau bisa menemaninya jalan-jalan.
dan memperkenalkan dirinya.
Ya, ibu, tapi tidak malam ini. Teman-teman mengajakku ke bioskop
dan karena tidak ada hukuman lagi berarti aku bisa pergi kan?
Aku harus pergi. Senang bisa berkenalan.
Ciao.
Akhir pekan ini, jika aku ada waktu, aku akan menelepon dia.
Cowok itu masuk ke dalam kandang singa.
Kau "Hello Kitty", ini milikmu kan?
- Seleramu buruk. - Malam kemarin, "H" gunakan itu untuk mengikatku di tempat tidur. Sangat kuat.
Tidak cukup kuat selama ada kau di sini.
Kasihan. Kau kira dia akan menjanjikanmu cinta abadi?
Aku kasihan padamu. Jelas kau sangat tergila-gila padanya.
Berikan syalnya. Berikan itu padaku!
- Lepaskan! - Berikan padaku!
Lepaskan. Lepaskan aku !!
- Berhenti! - Beri aku syalnya!
Lepaskan, kau jalang!
Jalang!
Pukul dia Baby! Ayo!
Pukul yang keras!
"H"
"H" ! Sial, itu Baby!
Lepaskan aku!
Kali berikutnya, aku akan membunuhmu pelacur!
Aku tidak tahu apa yang terjadi padaku.
Aku tidak ingin menyakitinya.
- Dia bilang kau telah bersamanya... - Baby, Baby....
Aku tidak akan selingkuh darimu atau menyakitimu.
Aku bersamamu sekarang.
Dengan gadis yang akan memukuli siapa saja yang menghina lelakinya.
Kau tahu apa yang akan dilakukan seorang prajurit setelah kemenangan pertama mereka dalam pertempuran?
Hugo...
Seseorang ingin berbicara denganmu.
Saya Claudio Alcazar, ayah Baby.
- Boleh aku mengajakmu minum? - Ya, tentu saja.
Hugo, kita harus bicara.
- "H", kau tidak memperkenalkanku? - Tentu saja.
Rosanna, Claudio. Claudio, Rosanna.
- Senang bisa berkenalan. - Aku juga.
Sayang, kau ingin zaitun atau kacang?
Zaitun.
Dia menyukaimu. Dia tidak menawarkan kacang kepada semua orang.
- Tidak? - Tidak.
Aku benar-benar tidak tahu harus memulai dari mana.
- Kau lihat, istriku... - Zaitun untuk pria terbaik akan datang ke sini tahun ini.
Sudah menikah, tentu saja.
Claudio...
Aku memahami bahwa istrimu sedang risau.
Putrinya sekarang bersama dengan seorang pria pengendara motor.
Melaju sekitar 100 mph, karena aku tidak ingin melihat apapun.
Tapi tiba-tiba seseorang muncul dan mengatakan "tenanglah",
"Pelan-pelan!". Dan ketika kau mulai pelan,
kau akhirnya menyadari sesuatu.
Disana ada sebuah piala diantara botol-botol tequila.
Itu lagu favoritku yang sedang diputar. Untuk menghormati hari ini Selasa tanggal 13.
Dan Rosanna itu akan lari dengan Anda sekarang,
hingga ke ujung bumi.
Rincian kecil, Claudio.
Putri Anda mengajariku untuk bersabar.
Dan itu adalah baik untukku.
Hugo!
- Hugo! - Tidak sekarang, Alex.
Kau kenapa? Apa kau tidak mengerti dengan kata "Penjara"?
Kau boleh melakukan apapun keinginanmu.
Aku bosan terus-terusan menjadi pengasuhmu. Jangan membuat kekacauan lagi, berperilakulah seperti orang dewasa!
Dan apa itu? Menjadi tua pada umur 30 dan tidak tahu bagaimana menikmati hidup? Katakan padaku!
Maafkan aku.
- Avellán María - Hadir.
- Baby Alcazar - Hadir.
Irene Catur...
- Ini, bu guru. - Nona Alcazar!
- Apakah ini tanda tangan ibumu? - Ya.
Aneh. Saya baru saja berbicara dengannya dan dia tidak tahu kau sakit.
Juga saat kau tidak hadir hari jumat.
Dia sedang dalam perjalanan.
Kau tahu kalau kau bisa dikeluarkan dari sekolah ini?
- Apakah mereka mengeluarkan aku, ibu? - Tidak, karena kita telah mendonasikan 8.000 Euro ke sekolah.
Kami masih mampu menyelamatkan kelangsungan sekolahmu di sini.
- Ibu, aku janji... - Tolong diamlah! Berhentilah mempermalukan ibu.
Kapan kau memutuskan mempermainkan ibu? Ibu tidak kenal kau lagi, Baby.
- Baby, ada apa? - Menjauhlah, Katina!
Dan jangan menelepon!
Dia terlibat ini juga kan? Sudah saatnya kau berhenti menemuinya.
- "H"? - Katina bilang gurumu telah membuatmu kena masalah.
Mereka mencoba mengeluarkan aku. Orang tuaku membayar banyak uang untuk menghindarinya.
Mereka akan menurunkan nilaiku. Aku tidak mungkin masuk ke perguruan tinggi.
"H"? "H"?
"H"?
Kau sudah gila? Kau akan membangunkan orangtuaku!
Ayo.
Aku tidak akan turun.
- Aku takut. - Takut? Kau pemberani, Ayo..
- Tidak - Ayolah.
- Kita mau ke mana? - Ayo?.
Percayalah, Baby. Ayo...
- Hei, Pollo. - Lihat siapa yang ada di sini! - Bagus.
- Aku tak menyangka. - Kubilang juga apa.
- Aku kalah 20 Euro. - Turunlah!
- Aku tidak bawa pakaian renang. - Ayolah.
- Tidak , "H". .. - Aku telah melemparmu sebelumnya.
Hentikan ...
- Tidak! - Ayolah, itu sangat bagus!
- Selamatkan aku, Baby! - Ayo, kalian berdua. - Ya, ya!
Berhenti ! Berhenti, tolonglah!
Aku harus memberitahumu sesuatu.
Aku gugup.
Kenapa?
Aku belum pernah melakukannya.
Aku juga.
Pembohong!
Baby! Orang gila ini baru saja melamarku!
- Tidak! - Apa yang kau katakan?
Aku tidak terburu-buru, Baby.
- Kau tidak boleh merokok di sini. - Saya akan singkat.
Mulai sekarang, anda harus memperlakukan salah seorang murid dengan baik di sini.
Jika aku mendengar bahwa Baby memiliki masalah karena kamu.
Maka kau berada dalam kesulitan.
Jangan buang waktu untuk mengancamku.
Kau bukan yang pertama.
Aku hanya akan mengatakan satu hal.
Dengarkan baik-baik.
Pepito.
Pepito! Ambil bola!
Pepito! Bolanya!
Anjing ini pasti memiliki trauma.
Seperti anjing bibiku, ia pikir itu adalah kelinci.
Sialan.
- Apa itu? - Jangan menghina!
Dia adalah pepito, dan ia agak lambat belajar.
- Kami patungan untuk membelinya. - Siapa yang memiliki hak asuh?
- Pollo? - Tapi dia tinggal dengan ibunya. - Apa?
- Jangan tinggalkan dia di sini. - Lebih baik kau bawa dia keluar,
- atau dia akan kencing di karpet. - Bye, Alex.
Apa yang salah?
Jika ibu melihat ayah merokok di sini, dia akan sangat marah.
Tapi aku tidak akan mengatakan sepatah kata pun.
- Ayo kita pergi menonton film. - Saya pikirnya semua orang tahu saya dihukum seumur hidup.
Kami berencana menginap di rumah Katina tapi sekarang aku tidak bisa pergi.
Pergilah, dan bersenang-senang.
Ibu gimana?
Ayah yang akan mengurusnya.
Aku suka bau pipa ayah. Ini mengingatkan aku ketika masih kecil.
- Hai! - Hai!
DIJUAL
Tunggu di sini, dan jangan mengintip.
Aku mendengar suara laut!
Apa itu? "H"! "H"! "H"!
Kemarilah.
Ada tangga, hati-hati.
Awas tangga lainnya.
- Kita pergi ke mana? - Ssttt..
Aku bisa menciumnya sekarang.
Laut!
Kau suka?
Gimana?
Aku tak pernah ingin ini berakhir.
- Ini luar biasa. - Itu rumahmu kan?
- Aku telah membelinya kembali untukmu. - Kau gila!
Sekarang kita adalah pemiliknya.
Kau baik-baik saja?
Apa yang kau pikirkan?
- Kau ingin aku jadi yang pertama? - Dan yang terakhir.
Jangan tertawa.
Tenang, Baby ku. Tenang.
Aku mencintaimu, Baby.
Kau baik-baik saja?
- Apa aku menyakitimu? - Tidak.
- Aku kurang baik kan? - Kau sempurna.
Kau membuatku merasa hebat. Aku senang.
- Aku sangat senang. - Tidak, aku jauh lebih senang.
- Dari sini ke Barcelona. - Dari sini ke langit.
- Yah, aku lebih bahagia. - Berapa banyak?
Tiga meter di atas Surga.
Baby.
Baby!
Baby!
Selamat pagi!
Kenapa dia menjaga anak?
- Dia kan anak orang kaya. - Ibunya tidak memberi uang saku lagi.
Kenapa kau bawa Pepito?
Ia tidak suka sendirian. Dia bisa sedih.
Tidak, kurasa kau yang sedih.
Kita tidak boleh terpisah!
Hai!
- Kau mengajak Pollo dan seekor anjing? - Dia bisa menjaga anak kecil.
Hei, jagoan.
- Kau bermain tenis! - Jauhkan pepito dari sofa!
- Nama anjingnya Pepito? - Ya, benar.
- Dan aku Pollo. Kau siapa? - Tunjukkan tempat terbaik di rumah ini.
- Ayolah, atau kau takut padaku? - Ayo, pukul keras-keras.
- Ayo ke kamar orang tuamu. - Tidak, sini.
Duduklah.
- Bolehkah? - Silahkan.
- Apa itu? - Jangan khawatir, Pollo yang bertanggung jawab.
Itulah yang membuatku khawatir.
Berhenti!
Kau pikir kau siapa? Temanku?
Maaf Baby.
- Keluarkan pengacau-pengacau ini dari sini. - Semua orang keluar.
Keluar kau sialan.
Apa yang kau lakukan, Pollo?
Maaf.
- Pestanya cuman sebentar. - Apa yang mereka lakukan di sini?
Kau juga keluar. Aku tidak mau melihatmu.
Keluar!
Kalian tidak menghormati apapun!
- Baby, ini bukan salahku! - Keluar!
Hai, ini Baby. Silahkan tinggalkan pesan.
KAU DAN AKU TIGA METER DI ATAS SURGA
Baik, daging agak renyah,
- Tambahkan garam sedikit. - Sedikit garam
- Dan stroberi? - Ada di kulkas. - Tidak, itu salah!
Tambahkan krim tepat sebelum disajikan.
Oke.
- Dan nyalakan lilin lima menit sebelum ia tiba. - Lima menit? - Benar.
Mengapa tidak meminta maaf melalui telepon?
Sialan! Sialan!
Kau tidak romantis!
Janjinya jam 8:00, tapi ingat dia selalu datang 10 menit awal.
- Oke! - Oke!
- Halo! - Ya!
- Baby, makanannya sudah semakin dingin. - Ibu sedang mencari cincin pemberian nenek di seluruh ruangan.
Cincin itu hilang sejak teman-temanmu datang kemari.
Apa kau akan selalu begini?
- Tidak, Baby. - Tinggalkan aku sendiri.
Chino....
Kenapa kau?
Aku tidak ingin masalah.
Kau tidak ingin ada masalah?
Pejantan tangguh.
Jangan sentuh aku!
Lihat dia. Dia ingin berkelahi.
Aku hanya ingin cincin itu.
"H", hentikan! Hentikan! Kau bisa membunuhnya!
Aku punya cincin itu. Aku yang mengambilnya!
- "H", pergilah! - Bilang pada Baby biarkan aku masuk!
Dia tidak ada di sini!
Ini "H"! Apa yang harus kulakukan?
Orangtuaku akan segera datang! Pergilah!
Biarkan aku masuk, Baby!
- Aku akan menelepon polisi. - Aku harus memberi tahu kamu sesuatu.
Kenapa kau menangis?
Nona Alcazar,
bisa kau ceritakan apa yang terjadi malam itu?
Nona Alcazar, apakah kau dengar?
Bisakah Anda memberitahu kami apa yang terjadi malam itu?
Baby! Tunggu!
Mengapa kau merendahkan keluarga kita?
Apa yang akan mereka pikirkan tentang kita? Kita berjanji akan membantu mereka.
Tidak, ibu yang berjanji, aku tidak.
Berhenti menjadi malu karena aku, berhenti memutuskan untuk aku.
Aku tidak mau jadi dewasa dan menyadari kalau aku telah menjadi sama seperti ibu.
Aku tidak mau menjalani kehidupan burukmu, ibu!
"H" adalah pacarku, dan aku ingin bersamanya.
Aku tidak akan berbohong lagi untukmu. Kau dengar?
Jika kau ingin tetap melakukan hal sesukamu, maka hubungan kita berakhir, aku sumpah!
Bagus begitu.
Aku akan berubah.
Mereka lulus.
- Aku lulus! - Cepatlah, ada yang harus kita lakukan.
Aku lulus!
Aku mendapat nilai terbaik!
Forga memberiku nilai 8. Kupikir dia akan membuatku gagal.
Aku bangga padamu.
- Kita harus pergi. - Kemana? - Pollo!
- Ayo, Pollo. - Jaga sikapmu, Pepito.
Jangan telan bulat-bulat makananmu. Kau bisa sakit nanti.
Ia tidak ingin kembali ke penyihir itu.
Siapa itu?
Jasa Pengiriman Pepito
- Pepito? - Dan jangan perlakukan dia sepeti muridmu.
Kau dengar?
Menyingkirlah, Al Capone!
Mohon jangan ganggu Pepito
Sampai jumpa, sobat.
Akan ada lebih dari 100 orang.
Tidak, bukan ruangan pribadi, tapi seluruh restoran.
Ya, acara yang sangat istimewa.
Bukan hanya karena nilainya bagus. Ulang tahun ke-18 putri kami tidak setiap hari dirayakan.
Aku akan mengirimkan daftar tamu sore ini.
- Ibu... - Ya?
Ada yang kau lupakan, Hugo Olivera, pacarku.
- Hai, Laura! Kau lulus? - Ya.
Masuklah
Selamat pagi.
Aku ingin mengucapkan terima kasih...
Pepito?
- Aku ingin menikahinya. - Pertama, kau perlu pekerjaan.
Atau kau ingin dia yang membiayai semuanya seperti yang dia lakukan sekarang.
Besok, aku pasti menang.
Jadi dia bisa melihatku melakukannya.
- Anak-anak kami akan luar biasa. - Ya.
Kami harus menghidupi mereka.
Dia akan menyukainya.
- Biar aku lihat. - "H"...
- Berjanjilah kau akan ada di sana. - Menurutmu?
Pollo...
Baby datang! Ini, ambil.
- Halo. - Bisa kita bicara?
- Tentu. - Kau mengancam guruku?
Apakah kau bodoh?
Kau menghancurkanku, "H".
- Kupikir jika... - Berhenti berpikir untukku!
Jangan perlakukan aku seperti orang tolol.
Kita putus saja sementara waktu.
Selesai.
- Haruskah aku mengatakan sesuatu padanya? - Tidak.
Aku akan menemuimu setelah balapan, ok?
Baby!
Tetangga tolol di lantai atas, dia akan mengantar kita ke pesta.
Kau jenius.
Ayo.
- Kau lihat "H"? - Tidak, aku belum melihatnya.
Baby, ke sini sebentar.
- Carlos, ini Baby. - Selamat ulang tahun. - Terima kasih.
Cinta-ku, ayo kita foto.
Bagaimana jika aku mengajak kakakmu kencan?
Pacarnya akan mematahkan setiap tulang dalam tubuhmu. Itu saja.
Hai, ayah!
Hai.
Hei, mana temanmu? Aku ingin balas dendam.
Aku yang gantikan dia malam ini.
- Selamat Baby - Terima kasih.
- Selamat Baby - Terima kasih.
Selamat...
Baby! Lihat!
Aku mencintaimu.
Claudio.
Anak kita berdansa dengan siapa?
Dengan anak yang baik, Rafaela.
Pollo!
Hati-hati!
Hentikan, Pollo! Hentikan!
- Maafkan aku, aku minta maaf, Baby. - Tidak apa-apa, Gustavo.
Sebentar.
- Maafkan aku. - Kubilang tidak apa-apa. Tinggalkan aku sendiri.
Dua kali dia menyuruhmu menjauhinya. Keluarlah!
Aku hanya mencoba membantunya.
Benarkah?
Apa yang kau lakukan, "H"?
Dia tidak melakukannya dengan sengaja!
- Kau baik-baik saja? - Ya.
Kau pikir dia sengaja melakukannya?
Ya?
Ayolah.
Maafkan aku, Claudio.
Baby!
Katina! Ada apa?
- Pollo. Dimana dia? - Mereka tidak akan memberitahuku.
Carilah dia, "H". Tolonglah, aku mohon padamu.
Dimana dia?
Di sana!
Kau tidak boleh masuk.
- Tenanglah! - Lepaskan aku!
Lepaskan aku!
Pollo! Lepaskan aku!
Dia temanku!
"H"! "H", tolong hentikan!
Hentikan!
"H"!
Baby... Baby!
- Jangan sentuh aku! - Baby, tolong dengarkan aku! - Jangan sentuh aku!
Aku tak tahan lagi.
Hidupmu dipenuhi dengan kematian dan darah.
- Kau tidak peduli padaku. - Aku peduli,
- dan Baby, Aku bersumpah bahwa... - Jangan bersumpah apapun!
Kau tidak pedulikan siapa pun! Baik aku, keluargamu, atau teman-temanmu.
- Itu bukan salahku! - Ya, itu salahmu!
- Bukan! - Tentu saja kau!
Kau membunuh Pollo.
Kau membunuhnya!
Baby??
Selalu ada masanya ketika kita berada di persimpangan.
Masing-masing memilih jalannya sendiri, dan berharap jalan itu akan bersatu lagi.
Masuklah.
Kau melihat orang lain menjadi kecil dan semakin kecil.
Itu semua benar. Kita diciptakan untuk saling memiliki.
Dia akan berada di ujung jalan.
Tapi pada akhirnya hanya satu hal yang terjadi.
Musim salju telah datang.
KAU DAN AKU TIGA METER DI ATAS SURGA
Ya, ya. Jangan teruskan. Aku sedang makan makan, Alex.
Ada yang datang. Aku akan menghubungimu nanti.
Daa...
- Selamat Natal! - Katina.
Silahkan masuk.
Aku belum bisa menemuimu beberapa bulan terakhir ini.
Aku tidak bisa, maafkan aku.
Jangan khawatir.
Santa kirimkan ini untukmu.
Aku sangat merindukannya, "H".
Aku tidak bisa... Kadang-kadang aku berpikir tidak akan pernah menemukan orang seperti dia lagi.
Tidak, tidak ada yang seperti dia.
Tapi kau akan menemukan seseorang yang akan membuatmu bahagia.
Apakah kau pernah berbicara dengan Baby?
Pernahkah?
Kami kehilangan kontak setelah kecelakaan itu.
Aku pikir dia sibuk dengan teman-temannya yang lain.
Dia sudah berkencan dengan pria lain.
Mungkin kau harus melupakannya.
Ingin tinggal untuk makan malam?
Aku tidak bisa malam ini. Mungkin lain kali.
Katina.
Terima kasih.
Sama-sama.
- Ya? - Halo.
- Baby ada? - Tunggu sebentar.
- Daa... ibu. - Hubungi aku besok.
- Jaga dia. - Pasti, Rafaela.
Kau sudah siap?
Kita akan berangkat lima menit lagi.
Apa yang kau lakukan di sini?
- Aku lupa membawa kunci. - OK, ayolah...
Apa yang salah?
Hugo, kau kenapa?
Apa yang terjadi?
Rangkul aku, Alex.
Tiba-tiba kau menyadari semuanya telah berakhir.
Benar-benar berakhir.
Alex.
Aku akan pergi untuk sementara waktu.
Ke London untuk bekerja.
Itu ide yang baik.
Aku tidak bisa tinggal di sini.
Tidak ada jalan kembali.
Kau merasakannya.
Dan kemudian kau mencoba mengingat pada titik mana semua itu bermula.
Kau akan menemukan bahwa segala sesuatu itu dimulai sebelum kau sempat memikirkan.
Halo.
Halo.
Jauh sebelumnya.
Dan pada saat itu kau menyadari hal itu hanya terjadi sekali.
Dan tidak peduli seberapa keras kau mencoba, kau tidak akan pernah merasakan hal yang sama lagi.
Kau tidak akan pernah lagi merasa seperti berada tiga meter di atas Surga.
TIGA METER DI ATAS SURGA
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.