Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
PENAFIAN FILM INI KARYA FIKSI.
JIKA ADA KEMIRIPAN, MURNI KEBETULAN
DI SUATU TEMPAT DI UTTAR PRADESH, 1982
Semuanya, ayo jalan!
Siapa yang menikah?
Abaikan. Fokuslah.
Apa-apaan ini?
Hei! Hentikan musiknya!
Lihat mereka. Meledakkan petasan seenaknya.
Kalian berniat meledakkan rumah orang?
Pengantin pria berani naik kuda!
Suruh dia turun.
Kalian pikir kalian bisa melewati jalan kami begitu saja?
Kalian berani datang pakai serban dan menari di depan kami!
Hei, Kau! Turun!
Naik setelah lewat jalan ini.
Kini tradisinya berbeda, Tn. Thakur.
Zaman telah berubah.
Pemuda ini ikut tradisi modern.
Tradisi tak berubah seiring perkembangan zaman!
Paham?
Kenapa masih duduk di kuda?
Kallan… turunkan dia!
Jangan paksa dia turun, Tn. Thakur.
- Mereka muda dan mabuk. - Minggir!
- Akan terjadi konflik. - Kau mengancamku?
Kau pikir aku takut dengan ancamanmu?
Kallan, turunkan bedebah itu!
- Turun! - Cepat!
- Ayo! - Hentikan, Tn. Thakur.
Kau harus tahu diri, Roopram!
- Hei! - Turun!
Kita di wilayah mereka. Mereka akan menyulitkan kita.
Pergi dari sini!
Tenang.
Sedikit lagi.
Satu dorongan terakhir.
- Dorong dengan sekuat tenaga. - Satu dorongan terakhir.
Selesai. Dia sudah lahir.
Ambilkan pakaian untuk bayinya.
Ini.
Gendong bayinya.
Ya, Bibi.
Perempuan atau laki-laki, Manju?
Nenek… bayinya perempuan.
Sayang sekali!
Sebaiknya kau mati saja.
Ini putri keempatmu.
Berikan kepadaku!
- Jangan racuni dia. - Berikan!
Buka pintunya!
- Ini kehendak Dewa. - Wanita pembawa sial!
Wanita sialan!
Kau hanya melahirkan putri.
Kau berani membantahku!
Berikan, cepat!
Aku tak akan memberikannya, Bu!
Ada apa?
Apa yang terjadi pada anakku?
Dia ditembak di wilayah Thakur dan tewas.
Astaga! Anakku tersayang!
Anakku!
Roopram, kenapa kau meninggalkan kami begitu cepat?
Kau melahirkan iblis!
Dia merenggut nyawa ayahnya!
Dia kelak akan membunuh kita! Camkan itu!
INDRAMANI TRIPATHI
MENDIANG DOSEN UNIVERSITAS DEVIDUTT
Ayo, bersenang-senang.
Halo, Bu.
Aku mencari buku, tapi tidak tertemu.
Buku apa?
Buku karya Tn. Vatsyayana.
Kama Sutra.
PUSTAKAWAN
Akan kuhajar kalian dengan sapu ini.
Keluar sebelum kusita kartu mahasiswa kalian.
Enyahlah!
Mereka belum tahu cara ereksi, tapi mau membaca Kama Sutra.
Siapa presiden mahasiswa pilihan kita?
Indu Bhaiya!
- Beri jalan untuk… - Indu Bhaiya!
Dia akan menjadi pemenangnya!
Indu Bhaiya akan menang!
Dia akan menjadi pemenangnya!
Indu Bhaiya akan…
Ya?
Dilarang berkampanye di perpustakaan tanpa izin.
Berikan izinmu.
Ajukan permintaan tertulis resmi.
Ke mana aku harus mengajukannya?
Sini atau asrama?
Di asrama.
INDRAMANI TRIPATHI
Mohit! Ayo, keluar!
DUKUNG INDRAMANI TRIPATHI
Itu untukmu.
Itu dari Mumbai.
- Cantik! - Itu lumayan mahal.
Lagi pula, Tara hanya memakai aksesori mahal.
Kukira kau akan memberikan hadiah setelah memenangkan pemilihan.
Aku pasti menang.
Kau meragukannya?
Langkah pertama menjadi presiden mahasiswa.
Itu kunci untuk pemilu Majelis Legislatif.
Lalu, menjadi menteri.
Mungkin aku menjadi ketua menteri kelak.
Ketua menteri, ayolah!
Belajarlah mengancing celana dahulu.
Dengar…
aku tak ingin memberitahumu…
tapi aku hamil.
Lagi?
Tidak bisakah kau lebih berhati-hati?
Kenapa ini salahku?
Kau seharusnya memakai pengaman.
Kau juga menyalahkanku waktu itu.
Baiklah.
Akan kuminta Murari mengantarmu ke Lucknow untuk aborsi.
Kali ini, aku tak akan aborsi.
Lalu, kau mau apa?
Aku mau menikah.
Dengan siapa?
Tentu saja denganmu.
Kau sudah gila?
Pemilihan tinggal 15 hari lagi.
Bagaimana bisa kau memikirkan pernikahan?
Aku tak minta pernikahan besar-besaran.
Ayo menikah diam-diam di pura.
Kita bisa mengumumkannya nanti.
Kenapa kau tiba-tiba memikirkan pernikahan?
Dengar, aku tahu…
keluargamu akan menentang pernikahan ini.
Namun, kita tak bisa terus begini selamanya, Tn. Tripathi.
Kenapa tidak?
Tentu saja bisa.
Kau bisa menikah… dengan pria pilihanmu.
Aku akan menikah dengan gadis yang sederajat.
Namun, aku mencintaimu… selamanya.
Kita tak perlu menikah.
Kau ingin aku menjadi wanita simpananmu?
Dahulu, tradisinya begitu.
Dahulu,
wanita dari kastamu dijadikan simpanan oleh leluhur kita.
Apa masalahnya?
Kusarankan kau bertanya kepada leluhurmu
apa kau pernah disusui wanita simpanan.
Kau memancing kemarahanku.
Kata-katamu sudah keterlaluan.
Aku bersumpah demi ayahku tersayang
aku tak pernah berjanji untuk menikahimu.
Aku memang mencintaimu…
dan akan mencintaimu seumur hidupku.
Pikirkan dan kabari aku.
Jangan kabur, Bajingan!
Berhenti!
Berengsek!
Kau takut?
Teganya kau memintaku menjadi simpanan!
Kau bukan apa-apa tanpa para penjilat ini.
Pengecut!
Dasar lemah!
Kau akan kalah dalam pemilihan presiden mahasiswa, Indramani!
- Hei… abaikan dia. - Jangan macam-macam denganku!
Kau tak tahu sifat asliku!
Akan kusebarkan surat cintamu ke seluruh kampus dan kubongkar kedokmu!
Aku bersumpah!
DUKUNG INDRAMANI TRIPATHI
Aku bukan wanita yang bisa dipakai, lalu dicampakkan!
Presiden mahasiswa apanya!
Dia berambisi menjadi ketua menteri! Mustahil!
Lihat wajahnya!
Pengecut!
Dasar pengecut!
Dia tak bisa memperalatku!
Aku tak seperti gadis lain.
Akan kupastikan dia kalah.
Indu!
Tidak bisakah kau mencari wanita…
yang lebih baik darinya?
Apa hubungan kalian?
Tidak ada, Ayah.
Aku membantunya mencari kerja.
Dia marah karena tidak diangkat.
Bagaimana jika dia membongkarnya ke publik?
Keluarga Tripathi akan dipermalukan.
Jangan khawatir. Aku akan membereskannya.
Ayah ingin tahu caranya.
- Bagaimana caranya? - Aku akan menjelaskannya.
Kami akan bicara dan mengatasi masalah.
Aku tak bisa menembak orang seperti Ayah.
Kenapa tidak?
Ini awal karier politikmu, Indu.
Ayah sangat berharap padamu.
Jangan sampai hal ini merusak citra kita.
Ini melibatkan wanita.
Bereskan.
Jangan harap jadi Anggota Majelis Legislatif atau menteri
kau bahkan tak bisa jadi presiden mahasiswa.
Mengerti?
Indu Bhaiya menelepon.
Dia memintaku mengantarmu ke dokter di Lucknow.
Aku bilang, salah jika terlalu sering.
Namun, perbuatanmu…
Kau mengancam akan mengikuti pemilihan.
Itu juga salah.
Sampaikan kepada Bhaiya
aku akan memastikan tak ada yang memilihnya kali ini.
Kenapa kau cari masalah dengannya?
- Dia bersedia berdamai. - Kau pikir aku takut padanya?
Katakan.
Kau lihat ini, bukan?
Kau akan kupenggal jika tidak pergi.
- Pergi. - Baiklah, aku pergi.
Pergi!
Dia datang ke desaku untuk mengancamku.
- Keparat. - Halo?
Bhaiya…
dia tetap mengotot.
Baiklah, Bhaiya.
Orang sepertimu tak pantas dihormati. Kau terlalu angkuh.
Jalang!
Jangan pukul wajahnya! Tendang perutnya!
Tangkap dia!
Tangkap dia!
- Pegang erat-erat! - Bablu!
Bablu!
Lepaskan!
Kau…
Beraninya kau!
Enyah!
Tangkap dia! Dia kabur!
Tendang perutnya!
Jangan mengancam Indu Bhaiya!
Tendang terus!
Bagus!
Tendang terus!
Tangkap mereka!
Ayo!
PARTAI PARIVARTAN INDIA MASTER SURAJBHAN, KETUA
Ini agak perih. Sedikit lagi.
Kau…
Putri Roopram, bukan?
- Kau mengenal ayahku? - Ya.
Aku juga tahu bagaimana dia meninggal.
Partai kami kesulitan…
mengajukan kompensasi kematiannya.
Terima kasih.
Pemerintah memberikan kompensasi 6,000 rupee.
Siapa saja anggota keluargamu?
Aku, ibuku, adik laki-lakiku.
Sebenarnya, dia sepupu.
Semua orang bilang harus ada satu pria di rumah.
Omong-omong…
siapa mereka?
Ini masalah pribadi.
Sungguh?
Kau dikeroyok terang-terangan karena masalah pribadi?
Sundar, ambilkan disinfektan.
Baiklah.
Aku sudah bertanya soal "masalah pribadi"-mu ini.
Namanya Indramani Tripathi, bukan?
Lagi pula… kau berhak mengambil tindakan apa pun.
Menginaplah malam ini.
Akan kuantar ke desa besok.
Aku tak mau pulang.
Lalu, apa rencanamu?
Membalas dendam.
Begitu rupanya.
Apa gunanya balas dendam?
Akankah sistem berubah jika kau membunuh Indramani Tripathi?
Akankah mereka berhenti menindas revolusioner?
Akankah orang dari kasta kita diizinkan naik kuda dan masuk ke pura?
Orang berpengaruh memerintah dengan keangkuhan sejauh ini.
Kesombongan mereka akan dihancurkan… oleh kekuasaan kita.
Lupakan saja.
Egois itu tanda kepengecutan, Tara.
Aku akan mendukungmu jika kau ingin berkontribusi bagi komunitas.
Jika kau hanya ingin membalas dendam pribadi…
sebaiknya kau pergi.
Gambar Babasahib terlalu kecil.
- Benar. - Perhatikan detailnya.
- Masterji. - Jika… ya?
Ini sajian.
Tn. Kushwaha…
Aku akan mulai menerima sajian jika anggota komunitasku
diizinkan masuk ke pura.
Setuju? Ayo. Kita ada urusan.
Jika kita memikirkan semua ini, kita…
Berhentilah naik sepeda, Masterji.
Naiki kendaraan barumu.
Untuk siapa keputusanmu?
Untukmu atau komunitas?
Untukmu.
Ayo.
- Hidup Partai Parivartan! - Hidup Partai Parivartan!
Mari perjuangkan masa depan Yang lebih baik
Mari wujudkan impian kita
Buang semua ketakutanmu
Perhatikan bintang Serta langkah kakimu
Rentangkan sayapmu Karena ini saatnya terbang
BANGSA YANG MELUPAKAN MASA LALU TIDAK AKAN MAJU
Karena ini saatnya terbang
Bebaskan diri dari semua belenggu
Bebaskan diri!
Rentangkan sayapmu Karena ini saatnya terbang
Bebaskan diri dari semua belenggu
Kobarkan semangatmu
Rentangkan sayapmu Karena ini saatnya terbang
Bebaskan diri dari semua belenggu
Kobarkan semangatmu
Apa-apaan ini, Masterji?
Tekanan darahmu rendah lagi.
Tara, tolong suruh dia istirahat.
Aku lelah membujuknya, Dokter Laxmi.
Dia mengabaikanku.
Pemilu sebentar lagi.
Kapan aku bisa menyiapkannya jika bukan sekarang?
Salam, Bheem! Salam, India!
Salam untukmu, Masterji.
Masterji…
terimalah hadiah kecil ini.
Mendekatlah. Ke sini.
Masterji, aku tahu kau disegani di komunitas.
Kau memperkuat partaimu dengan mendatangi berbagai desa naik sepeda.
Kau bisa mengalahkan calon kuat
di pemilu majelis mendatang dengan kemampuanmu.
Namun…
aku ragu kau bisa menang sendiri.
Jika kita berkoalisi…
dan maju dalam pemilihan mendatang…
kita pasti bisa memerintah.
Aku sangat yakin, Masterji.
Keadaan mendukung kita.
Jika kita menyerang bersama-sama…
kita bahkan bisa menguasai Lucknow.
Kau datang untuk mengajak kami berkoalisi,
tapi kau tak mau minum teh.
Bukan begitu. Berikan kepadaku, Bu.
Idemu sangat bagus.
Namun, Tn. Arvind,
partai kami memutuskan dengan suara bulat, tidak seperti partaimu.
Jadi, kami akan membahas ini…
dan mengabari keputusan kami.
Kusarankan kau bergegas, Masterji.
Kabarnya pejabat di Lucknow
ingin berkoalisi denganku.
Aku takut pihak lain menghubungiku lebih dahulu.
Ayo.
Masterji…
sebaiknya kita tolak tawaran Arvind Singh.
Berkoalisi untuk mendapatkan kekuasaan bertentangan dengan tujuan kita.
Masterji, pihak lain akan terpancing untuk mengikuti cara ini.
Haruskah kita berkoalisi sekarang?
Paman, ini partai politik atau klub drama?
- Menurutku… - Aku tak minta pendapatmu.
Pantaskah menyela saat anggota senior partai berbicara?
Pergilah.
Sedang apa kau?
Mau mematahkan kakiku?
Kenapa aku dimarahi di depan umum?
Aku tak memarahimu.
Aku hanya menjelaskan di depan petinggi partai…
Pendapat petinggi partai bisa salah.
Kau…
Sudah kubilang berkali-kali!
Kau harus menjaga ucapanmu.
Dia bicara seenaknya… Katakan!
Mereka salah?
Tentu saja!
Paman, kau selalu bilang
mengganti pemerintah itu langkah pertama untuk membawa perubahan.
Hari ini, saat kesempatan datang
para petinggi mulai panik!
Ya, baiklah. Katakan kita harus apa.
Berkoalisi dengan Arvind Singh
tanpa mempertimbangkannya?
Siapa bilang kita harus pasrah, Paman?
Kita berkoalisi, tapi tetap waspada.
Kau harus siap berkompromi, tapi dengan persyaratanmu.
Pikirkan itu, Paman.
Bayangkan betapa besar kontribusi kita bagi rakyat bila salah satu dari kita
menjadi AML, menteri, atau Ketua Menteri!
Coba pikirkan.
Sepertinya pengetahuan politikmu cukup luas sekarang.
Aku muridmu.
Jika aku tak mempelajari hal ini, apa gunanya aku di sini?
Benar.
Lakukan satu hal.
Diskusikan persyaratan koalisi dengan Arvind Singh.
- Aku? - Ya.
Kau menganggap dirimu ahli politik.
Jadi, buktikan.
Namun, tolong jaga ucapanmu.
Jangan khawatir, Paman.
Aku hanya mengumpat saat dibutuhkan.
Aku tak hobi mengumpat.
Senang mendengar Masterji menyetujui tawaran kami.
Namun, dengan beberapa syarat.
Partai kami akan memperebutkan 300 kursi dalam pemilu,
sementara partaimu 104 kursi.
Setelah kami memenangkan pemilu, ketua menteri dipilih dari partai kami.
Partaimu akan mendapatkan jatah lima menteri.
Begini…
Aku ingin berkoalisi dengan tulus,
tapi sepertinya syaratmu terlalu banyak.
Aku sudah membahas ini dengan Masterji.
Ketua menteri akan ditunjuk dari kedua partai secara bergiliran.
Namun, untuk periode 2,5 tahun pertama dari partai kami.
Baiklah. Aku setuju.
Namun, kami akan memperebutkan 202 dari 404 kursi dalam pemilu.
- Masing-masing separuh. - Masing-masing separuh.
Memungkinkan bila basis pemilih kita sama.
Maksudmu, basis pemilih kami lebih sedikit darimu?
Aku tak bicara denganmu.
Kenapa kau menyela?
Siapa ketua partainya? Kau atau dia?
Cukup. Tolong pergi.
Bagaimana jika aku menolak?
Tidak.
Kau tak akan menolak.
Karena kau tahu aku benar.
Namun, jika kau menolak,
aku terpaksa memberitahumu bahwa
banyak orang ingin menghubungi Masterji juga.
Dari Lucknow dan juga Delhi.
Jadi… kuharap kau segera memutuskan.
Aku takut pihak lain menghubunginya lebih dahulu.
Selamat tinggal.
Nak, makanlah gooseberry India.
Itu bisa membersihkan usus dan mencegah salah bicara.
Terima kasih!
Siapa wanita itu?
Apa hubungannya dengan Masterji?
Tidak ada yang tahu pasti.
Kudengar dia kabur dari rumah
dan Masterji menampungnya.
Dia bisa disebut murid, kolega, atau wanita simpanannya.
Dia menampungnya begitu saja, tanpa bertanya.
Masterji, ada 20 pendaftar untuk setiap kursi.
Para pekerja sangat bersemangat.
Antusiasme inilah yang kita inginkan, Tn. Kushwaha.
Tn. Ansari, berapa jumlah pendaftar untuk Gauriganj?
Nihil, Masterji.
Sulit memenangkan kursi itu.
- Paman? - Ya?
Calonkan Tara Didi untuk daerah itu.
Pemilu pasti akan seru, terlepas dari hasilnya.
Jika dia maju dengan pakaian seperti ini, keluarganya pun tak akan memilih.
Beri aku kesempatan, Paman.
Aku akan merombak penampilan hingga secantik pesohor.
Itu kursi ketua menteri.
Kau pasti akan kehilangan uang jaminan, mengerti?
Aku akan pergi dari hidupmu jika itu terjadi.
Aku berjanji akan membuat ketua menteri kewalahan mempertahankan kursinya.
Dengar, Penduduk Gauriganj!
Untuk mengangkat kaum tertindas dan miskin,
kami persembahkan kandidat bersama Partai Parivartan dan Partai Vikas!
Mari kita berikan tepuk tangan meriah dan sambutan kepada Tara Roopram.
Tara Didi!
Semoga dia bisa berpidato, Tn. Kushwaha.
Masterji seharusnya tak memberinya kesempatan.
KOALISI BESAR PARTAI PARIVARTAN DAN PARTAI VIKAS
Bagaimana penampilanku?
Energik?
Garang?
Seksi?
Katakan!
Seksi!
Benar.
Aku suka memakai jin dan kaus.
Namun, warga lansia ini berkata,
"Tara, kau mencalonkan diri dalam pemilu.
Ubahlah penampilanmu."
Jadi, aku memakai sari.
Omong-omong,
aku mencalonkan diri dalam pemilu ini bukan untuk menang
atau kalah.
Aku hanya ingin mencari tahu satu hal.
Masterji telah mengunjungi berbagai desa dengan sepedanya
selama 15 tahun terakhir.
Apa tindakannya itu berguna bagi kalian
atau semua usahanya sia-sia?
Aku hanya ingin membahas…
komunitas kita
dan calon kita di sektor legislatif ini.
Karena hanya mereka yang benar-benar memedulikan kalian!
Baik itu simbol pemilihan sektarian,
simbol pemilihan serban,
maupun simbol pemilihan uang.
Sebab itu aku mengatakan…
ini saatnya menyingkirkan para diktator!
Sebagai penutup, aku ingin teman-teman pemuda tahu bahwa
aku lajang. Aku setajam belati.
Aku milik kalian seutuhnya!
Siapa calon pemimpin kita?
Tara Roopram!
Siapa calon pemimpin kita?
Ini untukmu.
Ini untukmu. Ini.
Dengar, tolong sapa ketua menteri dari kejauhan.
Jangan menyentuh.
Pemilu akan dilangsungkan sebentar lagi.
Ketua Menteri Devendra Prasad Singh makan siang di rumah di Dalit
untuk mengubah citranya dan menjaring suara.
Mari kita lihat apa cara ini
membantunya menarik simpati penduduk Dalit.
Bu, kau yakin dia tidak berpura-pura?
Aku tidak peduli.
Tugasku meliput dan itulah yang kulakukan.
Begitu rupanya.
Kalau begitu, laporkan ini juga.
Permisi.
- Halo! - Rekam dia.
Hei, Tn. Ketua Menteri!
Tn. Ketua Menteri! Halo!
Kau datang tanpa diundang karena pemilu sebentar lagi, bukan?
Jika kau tertarik makan di tempat kami,
kenapa tidak makan makanan kami?
Makan makanan basi atau sisa. Makan makanan sisa orang.
Makan tikus mati.
Dengan begitu, kami akan memercayai ketulusanmu!
Rakyat miskin tak akan memilihmu hanya karena kau makan
makanan mahal di piring mereka!
Rakyat tahu kebenarannya.
Cara ini tak akan berhasil!
Ayo, Bu. Ayo.
- Tara Roopram! - Hidup…
- Tara Roopram! - Hidup…
- Tara Roopram! - Hidup…
- Tara Roopram! - Hidup…
- Tara Roopram! - Hidup…
- Tara Roopram! - Hidup…
- Tara Roopram! - Hidup…
- Tara Roopram! - Hidup…
- Tara Roopram! - Hidup…
- Tara Roopram! - Hidup…
- Tara Roopram! - Hidup…
- Tara Roopram! - Hidup…
- Tara Roopram! - Hidup…
Berita sela!
Saat sedang berkampanye, Tara Roopram, ketua pemuda Partai Parivartan
yang berhadapan dengan Ketua Menteri DP Singh
dalam pemilu di Gauriganj ditembak
dua orang asing.
Aku tak takut dengan tembakan atau serangan mereka.
Aku ingin mengatakan satu hal kepada ketua menteri.
Pendatang baru ini akan membuatmu ketakutan.
Camkan kata-kataku!
Tara-lah yang akan merayakan kemenangan
di depan gedung komisi pemilihan umum.
Tara Roopram.
SIAPA KETUA MENTERI SELANJUTNYA?
Partai Parivartan Master Surajbhan dan Partai Vikas Arvind Singh
unggul dalam pemilu majelis negara bagian.
Berdasarkan penghitungan sejauh ini,
kami tahu bahwa koalisi ini memenangkan 180 kursi
dan calon mereka unggul 60 kursi atas lawannya.
Berita sela!
Ketua Menteri DP Singh kalah dalam pemilu
majelis Gauriganj.
Ketua pemuda Partai Parivartan, Tara Roopram,
bersaing ketat dengannya dan unggul lebih dari 3,000 suara.
- Tara Didi! - Hidup…
- Tara Didi! - Hidup…
- Tara Didi! - Hidup…
- Tara Didi! - Hidup…
- Tara Didi! - Hidup…
- Tara Didi! - Hidup…
- Tara Didi! - Hidup…
- Tara Didi! - Hidup…
- Tara Didi! - Hidup…
- Tara Didi! - Hidup…
- Tara Didi! - Hidup…
- Tara Didi! - Hidup…
- Tara Didi! - Hidup…
- Tara Didi! - Hidup…
- Tara Didi! - Hidup…
Selamat kepada semua orang yang memenangkan pemilu.
- Partai Parivartan! - Hidup…
- Partai Parivartan! - Hidup…
- Masterji! - Hidup…
- Masterji! - Hidup…
Tepat 15 tahun silam, aku mendirikan partai demi tujuan ini.
Berkuasa itu pengalaman unik.
Di satu sisi, kau berkesempatan melayani rakyat.
Di sisi lain, kekuasaan semacam ini bisa menjerumuskanmu.
Kita harus ingat satu hal.
Kekuasaan ini hanyalah batu loncatan
bagi Partai Parivartan,
bukan tujuan akhir.
Seperti yang kalian tahu…
kini kita perlu membentuk pemerintahan koalisi dengan Partai Vikas.
Namun, aku ingin membahas hal penting dahulu.
Kita perlu memilih calon ketua menteri
dari partai kita.
Aku ingin kalian memberikan usulan.
Katakan saja.
Siapa yang menurut kalian pantas menjadi ketua menteri?
Masterji, menurutku, calon ketua menteri sebaiknya
anggota senior berpengalaman.
Tn. Kushwaha anggota partai paling senior setelah kau.
Aku mengusulkan dia.
- Bagus. - Ya, Tn. Kushwaha calon yang ideal.
- OP Kushwaha! - Hidup…
- OP Kushwaha! - Hidup…
- OP Kushwaha! - Hidup…
- OP Kushwaha! - Hidup…
- OP Kushwaha! - Hidup…
Tn. Kushwaha, berikan aku waktu.
- Hidup… - OP Kushwaha!
Baiklah.
Izinkan aku mempertimbangkan hal ini.
Aku akan mengumumkan keputusanku.
Kenapa Masterji perlu mempertimbangkannya?
Ketua menteri?
Jangan berdusta!
Siapa yang akan memilihmu?
Berhentilah bermimpi! Kau menang karena kebetulan.
Kau serius?
Kau calon ketua menteri?
Maksudku… ketua menteri Uttar Pradesh?
Kau mau naik mobil dengan lampu sirene?
Apa?
Kau mau naik mobil dengan lampu sirene?
Aku memakai helm dan menembakmu dengan senapan rakitan,
lalu kau akan menjadi ketua menteri!
Aku tak pernah menduganya.
Aku berjanji pada Paman akan mengalahkan ketua menteri.
Aku membutuhkan bantuanmu.
Saya, Tara Roopram, bersumpah demi Tuhan
akan mengamalkan dan setia
kepada Undang-Undang India sesuai dengan ketentuan hukum.
Saya akan menjunjung tinggi kedaulatan dan integritas India.
Saya akan menjalankan tugas
sebagai ketua menteri negara bagian dengan setia dan sungguh-sungguh.
Saya akan bersikap baik kepada semua orang,
tanpa pilih kasih dan tanpa niat buruk,
sesuai dengan undang-undang dan hukum.
- Jai Hind, Bu. - Jai Hind.
Aku Danish Rehman Khan, staf khususmu.
- Rombonganmu di sini. Lewat sini. - Ayo.
- Hidup Tara Didi! - Hidup Tara Didi!
- Hidup ketua menteri baru kita! - Hidup ketua menteri baru kita!
- Hidup Tara Didi! - Hidup Tara Didi!
- Hidup ketua menteri baru kita! - Hidup ketua menteri baru kita!
UPACARA PELANTIKAN
Rumahnya besar sekali!
Siapa lagi yang menempatinya?
Ini rumah kita, Bu.
Kita tinggal di sini.
Ada kolam dan air mancur di luar, Tara.
Kita tak akan kekurangan air lagi untuk cuci baju.
Ibu tak perlu mencuci baju lagi.
Kini Ibu akan hidup seperti ratu di sini.
Jika nenekmu masih hidup, dia pasti bisa menyaksikan
kesuksesan besar gadis
yang hendak dia racuni saat lahir.
Ini semua berkat kau, Masterji.
Semoga Dewa memberikan umur panjang.
Ini baru permulaan bagi Tara.
Perjuangannya masih panjang.
Sundar, siapkan bajaj untuk kami.
Paman mau ke mana?
Aku akan pulang ke rumah.
Kau wakil rakyat terpilih.
Aku akan tetap bersama rakyat sebagai pengawal mereka.
Ingatlah ini.
Jika kau membuat kesalahan,
Paman tak akan segan-segan menegurmu.
Paman mendampingiku.
Aku tak akan membuat kesalahan.
PEMERINTAH UTTAR PRADESH
Bu, Uttar Pradesh negara bagian terbesar di negara kita.
Sulit untuk memerintahnya.
Jadi, aku membagi Uttar Pradesh menjadi lima kawasan.
Menurut peninjauanku, metode ini mempermudah pelaksanaan program.
- Baik. - Kawasan Bundelkhand ini
sangat tertinggal.
Pak!
Ketua Partai Vikas mengirimkan dokumen ini.
Apa itu?
Ini daftar dari Tn. Arvind Singh
yang berisi calon menteri sesuai jatahnya.
Luar biasa!
Arvind mengirimkan daftarnya begitu aku dilantik!
Bu, nama pertama dalam daftar ini Yuvraj Singh Yadav.
Dia saudara dari ibu Tn. Arvind Singh.
Baiklah.
Nama kedua Mahesh Kumar Malvi.
Tn. Malvi pengusaha terkenal
yang mendanai kampanyenya.
Baiklah!
Nama ketiga Anil Chaudhary.
Dia teman masa kecil Tn. Arvind.
Begitu rupanya.
Nama keempat Mohammad Rafiq-ul Haq.
Dia mantan pengawal ayah Tn. Arvind.
Arvind membentuk kabinet boneka.
- Sepertinya. - Dia tak bisa berkutik.
Ini pemerintahan koalisi.
Bu, nama kelima dalam daftar Indramani Tripathi.
Ini kali pertama dia menjadi AML.
Dia terjun dalam politik kampus.
Dia alumni Universitas Hussainganj?
Ya.
Kalian sekampus, bukan?
Kau mungkin kenal dia.
Tidak, aku tak ingat dia.
Jadi…
setelah Bundelkhand ada Lucknow dan…
Kapan perayaan Raksha Bandhan tahun ini?
Sesuai dengan tradisi Raksha Bandhan,
Ketua Menteri Tara Roopram mengikatkan rakhi ke Arvind Singh,
mitra koalisinya sekaligus ketua Partai Vikas.
Hanya waktu yang bisa menjawab sampai kapan ikatan ini bertahan
dan koalisi ini terjalin.
Lewat sini, Bu.
Dewa itu Maha Pengasih!
Katakan, Bu.
Kau mau hadiah apa di Raksha Bandhan?
Aku bingung harus minta apa.
Kau sudah memberiku segalanya.
Namun, kita tetap harus mengikuti tradisi perayaan ini.
Katakan, kau mau apa?
Aku ingin kau mencoret satu nama dari daftar menterimu.
Nama siapa?
Indramani Tripathi.
Indu?
Kenapa?
Apa salah pria malang itu padamu?
Tidak bisakah aku mendapatkan hadiah tanpa menjelaskan?
Bukan begitu, Bu.
Kami sudah seperti keluarga.
Aku terjun ke dunia politik berkat bimbingan ayahnya.
Intinya…
aku tak bisa mengecewakannya demi memenuhi keinginanmu.
Bu, aku tak tahu ada masalah apa antara kau dan Indramani.
Namun, sulit mengeluarkannya dari daftar.
Bagaimana jika kubilang sulit menjadikannya menteri?
Kau mengancamku?
Di perayaan Raksha Bandhan?
Dengar, Bu.
Kau harus mengabaikan hal-hal sepele dalam politik.
Jika kau membiarkan hal kecil melukai harga dirimu…
kau akan kehilangan harga diri.
Selain itu, partai kami berhak mengambil keputusan ini.
Apa aku mempertanyakan keputusan Masterji
menunjukmu sebagai ketua menteri, alih-alih Tn. Kushwaha?
Jabatan ini tak pantas untukmu.
Namun, kau menjadi ketua menteri.
Aku mengalahkan ketua menteri berkuasa.
Siapa yang pantas menjabat selain aku? Mahinder Singh Dhoni?
Aku bisa membaca sikapnya saat kali pertama kami bertemu.
Tunggu dan lihat saja…
bagaimana aku memperalat Indu untuk mengendalikannya 2,5 tahun ke depan.
Itu bukan masalah besar.
Ini pemerintahan koalisi.
Kadang kita harus terima keputusan semacam itu.
Dengarkan saranku dan jangan membesar-besarkan masalah ini.
Fokus saja pada tugasmu dan lupakan Indramani Tripathi.
Melupakan dia?
Melupakan orang yang menodai reputasiku?
Paman, aku ingin mengebiri dia! Mustahil aku menjadikannya menteri.
Kau ingin aku berkompromi?
Paman, jika aku berkompromi,
aku akan dimanfaatkan lagi.
Aku akan dipaksa menuruti mereka.
Itulah keinginan Arvind Singh!
Lantas, apa rencanamu?
Membubarkan pemerintah karena hal sepele?
Hal sepele?
Paman malah mendukungnya, bukan aku!
Kenapa kau tak mengerti?
Kenapa kau tak mengerti?
Aku tak mau pemerintah kacau karena dendam pribadimu.
Ini perintahku.
Angkatlah Indramani Tripathi menjadi menteri dan bereskan masalah ini.
Jika aku menolak?
- Kau mau membangkang? - Ya.
Aku akan membangkang jika kau salah, Paman.
Jangan keras kepala, Tara.
Tidak bisa.
Aku tak bisa berkompromi demi dukungan politik, Paman.
Mustahil mengangkat Indramani Tripathi menjadi menteri.
Bu, bukannya aku keras kepala.
Aku hanya mengikuti tradisi.
Ada orang yang dilarang masuk ke pura.
Jika aku melanggar tradisi,
akan terjadi kerusuhan.
Ketertiban umum akan terganggu.
Mereka boleh meminta berkat dari luar, Bu.
Selain itu, Dewa ada di mana-mana.
Baik di dalam, maupun di luar pura.
Baiklah. Kalau begitu, larang semua orang masuk.
Semua orang bisa meminta berkat Dewa dari luar.
- Setuju? - Tidak bisa begitu, Bu.
Sebaiknya aturan tetap dipertahankan.
Aturan!
Aku tidak suka aturan ini, Pak.
Kalian merebut hak
yang seharusnya menjadi milik semua orang.
Aku masuk untuk berdoa kepada Dewa.
Kau tahu kasta dan statusku.
Jika kau menyulut kekacauan di sini,
aku akan minta agar kau dicopot.
Bu, sebaiknya aturan tidak dilanggar…
- Siapa dia? - Bu, dia hakim distrik.
Apa aku minta pendapatmu?
Kau ingin dimutasi ke Banaras?
Kau bisa berada di pura seharian di sana.
Ambilkan piring sembahyang.
- Maaf, Bu. - Beraninya dia membantah!
Ambilkan air suci.
Seluruh halaman harus disucikan.
- Hidup… - Bu Tara!
- Hidup… - Bu Tara!
- Hidup… - Bu Tara!
- Hidup… - Bu Tara!
- Hidup… - Bu Tara!
KESEJAHTERAAN ANAK KETUA MENTERI UTTAR PRADESH
Dewi fortuna tersenyum padanya
Dia pemimpin yang berani
PROGRAM PEMBAGIAN LAPTOP DEPARTEMEN PENDIDIKAN
Dewi fortuna tersenyum padanya
Dia pemimpin yang berani
Kepercayaan pada kemanusiaan dia pulihkan Cahaya menerangi kegelapan
Cahaya menerangi kegelapan
Dia akan mengalahkan orang lain
Mengalahkan orang lain
Dia akan mengalahkan orang lain
Dia akan mengaum bak singa betina
PENGADILAN RAKYAT
Kobarkan semangatmu
Kobarkan semangatmu
Rentangkan sayapmu Karena ini saatnya terbang
Bebaskan diri dari semua belenggu
Bebaskan diri!
Kobarkan semangatmu
Kobarkan semangatmu
Kobarkan semangatmu
PEMERINTAH UTTAR PRADESH PROGRAM SEPEDA
Kobarkan semangatmu
Kobarkan semangatmu
Kobarkan semangatmu
PEMERINTAH UTTAR PRADESH
Halo, Bu.
TARA ROOPRAM KETUA MENTERI
Lihat ini.
KOALISI TARA DAN ARVIND GOYAH
Ini juga.
PEMERINTAHAN KACAU BALAU
HARGAI DUKUNGAN KAMI
Tn. Arvind Singh berusaha menghasut pers agar membencimu.
Kau paham siasatnya?
Aku paham semuanya, Tn. Khan.
Sebagian orang jelas akan murka.
Namun, semua ini akan memperkuat basis pemilih kita.
Aku hanya menjabat selama 2,5 tahun, Tn. Khan.
Namun, aku melayani rakyat dengan baik
hingga mereka akan mengingatku.
Bu.
Anggota Dewan Legislatif datang.
Salam!
Aku tahu kau marah padaku.
Jadi, sebaiknya aku datang.
Beraninya kau menerobos masuk seenaknya.
Dengar…
aku ingin mengajukan permintaan.
Masa lalu biarlah berlalu.
Tunjuk aku menjadi menteri dan berikan aku kesempatan melayani rakyat.
Kini kau ketua menteri.
Tidak sepantasnya kau membalas dendam masa lalu.
Aku juga akan teringat masa lalu jika kau terus mengingatnya.
Kenangan di asrama putra, kamar 56,
masih tersimpan di ponselku.
Jaga ucapanmu, Pak.
Tn. Khan, tolong tunggu di luar dan panggil Bablu kemari.
Baik, Bu.
Bukankah ayahmu meninggal bulan lalu?
Anak macam apa kau?
Tripathi senior meninggal
dan kau tak menggunduli rambutmu!
Aku mantan kekasihmu.
Jadi, izinkan aku membantumu.
Jangan bergerak.
Jangan bergerak atau kau akan terluka.
PURA BAJRANGBALI
- Tn. Kushwaha. - Ya?
Ada kabar apa?
Aku sedang mengerjakan tugas darimu.
Aku sudah bicara dengan sebagian besar AML.
Hampir semua anggota partai setuju.
Bagaimana Masterji?
Dia kesal dengan Bu Tara atas perbuatannya pada Indramani.
Masterji sedang sakit.
Dia pergi ke Pesanggrahan Faizabad untuk beristirahat.
- Maukah kau membantuku? - Tentu.
Undang semua AML untuk makan malam.
Baiklah.
Mari berkumpul dan menyusun rencana.
Kita harus bergegas.
Ketua menteri makin populer dengan membangun jalan dan bendungan baru.
Kudengar kereta bawah tanah akan dibangun di Lucknow.
Tn. Kushwaha, biar kuberi tahu.
Orang yang membangun kereta bawah tanah selalu kalah dalam pemilu.
Sementara orang yang membangun pura menang.
PESANGGRAHAN PEMERINTAH, FAIZABAD UTTAR PRADESH
Dia meminum obatnya tepat waktu?
Tidak, Tara Didi.
Dia tak meminumnya, meski kutaruh di sampingnya.
Kondisinya melemah.
Kukira dia akan istirahat di Pesanggrahan.
Namun, dia tak sempat istirahat.
Kenapa? Siapa yang mengganggunya?
Orang-orang dari Lucknow bolak-balik kemari.
- Dari Lucknow? - Ya.
Ada Tn. Kushwaha, Tn. Ansari,
sebagian AML, dan menteri.
Tn. Arvind juga mendatanginya selama beberapa hari terakhir.
Bagaimana dia bisa istirahat kalau begini?
- Didi. - Ya?
Aku ingin tanya.
Silakan.
Kenapa semua orang ini menentangmu?
Mereka datang ke sini dan mengkritikmu.
Mereka takut padaku.
Bagaimana dengan paman?
Sepertinya ada orang penting di sini.
Ketua menteri datang untuk memasak!
Paman!
Dewa memberkatimu.
Aromanya lezat!
Apa yang kau buat?
Hidangan favoritmu.
Lithi chokha dan moong dal halwa.
Luar biasa!
Sudah cukup.
Paman makan dengan lahap setelah sekian lama.
Begini…
jarang-jarang aku bisa menikmati masakan ketua menteri.
Kenapa kau diam saja? Ambilkan halwa.
Cukup. Terima kasih, Sayang.
Aku akan tidur.
Aku akan rapat dengan para AML besok.
Menurutku, kau harus mundur.
Memerintah itu sangat sulit, Sayang.
Aku bersedia jika itu maumu.
Namun, katakan alasannya.
Semua orang marah padamu.
Siapa saja?
Kushwaha?
Orang yang gagal menjadi ketua menteri?
Atau Arvind Singh…
yang ingin menjabat sebelum jabatanku berakhir?
Mereka bicara tanpa sepengetahuanku
dan ingin kau menentangku.
Mereka menghasut para AML dan menteriku.
Aku tak pernah keluhkan siapa pun kepada Paman.
Kau makin berargumen tanpa henti
sejak menjadi Ketua Menteri.
Aku diam saat kau tak jadikan Indramani Triphati sebagai menteri.
Aku diam bahkan saat kau cukur dia di kantormu.
Saudaramu, Bablu…
tiap hari mengeluh padaku.
Aku tetap diam.
Media mengkritik kebijakan pemerintahanmu setiap hari.
Aku pernah menanyaimu?
Kebijakan apa?
Kebijakan apa, Paman?
Salah biarkan golongan miskin masuk kuil?
Salah bagikan sepeda kepada perempuan?
Salah membangun jalan, sekolah, dan metro?
Kenapa Paman tak mengerti?
Aku melakukan kemauan Paman.
Usahaku malah memperkuat partai.
Si bajingan Arvind Singh itu tak bisa mencernanya.
Dia menjelek-jelekkanku di media…
Dia mencoba merusak reputasiku!
- Mereka berkonspirasi melawanku. - Cukup!
Sudah cukup.
Kau akan segera menjadi politis korup.
Benar?
Hanya karena harus sedikit dikritik,
kau tuduh mereka berkonspirasi melawanmu.
- Paman, mengertilah… - Jangan berdebat lagi.
Ucapan Paman demi kebaikanmu.
Pahamilah.
Dalam politik…
saat dukungan simpatisanmu mulai hilang,
sebaiknya mundur.
Paman tak lagi mendukungku?
Matikan lampu saat kau keluar.
PESANGGRAHAN RESMI, FAIZABAD UTTAR PRADESH
Aku telah diberi tahu…
Kalian tak senang dengan kinerja Ketua Menteri,
dan ingin ada Ketua Menteri baru.
Aku bisa mengerti.
Ini adalah pemerintahan koalisi,
dan Ketua Menteri kita yang tak berpengalaman,
menambah rumit masalah.
Aku tahu Ketua Menteri telah membuat kesalahan.
Dia telah membuat banyak kesalahan.
Kemarahan dan semua keluhan kalian
sepenuhnya beralasan.
Setelah memikirkan masalah ini,
aku telah memutuskan…
Ketua Menteri tak akan diganti.
Tara Roopram akan terus menjadi Ketua Menteri.
Karena aku tak ragu
pada niat dan kemampuan Tara.
Tn. Arvind…
Jika kau tak senang dengan keputusanku,
silakan menarik dukunganmu.
Aku bersedia membubarkan pemerintahan,
tapi tak bisa setujui penggantian Ketua Menteri.
Keputusanku sudah final.
Kau pembimbing kami.
Aku menerima keputusanmu, Masterji.
Aku mendukungmu…
serta Ketua Menteri dan pemerintahan.
- Hidup pemerintahan! - Hidup pemerintahan!
- Hidup pemerintahan Tara! - Hidup pemerintahan Tara!
- Hidup persatuan! - Hidup persatuan!
- Hidup persatuan! - Hidup persatuan!
- Hidup persatuan! - Hidup persatuan!
- Hidup persatuan! - Hidup persatuan!
Kau harus tahu, kau masih punya ayah.
PESANGGRAHAN RESMI, FAIZABAD UTTAR PRADESH
Aku melayani Masterji selama bertahun-tahun, Bhaiyaji.
Semua yang dekat dia dapat sesuatu atau hal lain.
Mereka menjadi ALM dan menteri.
Salah satunya bahkan jadi Ketua Menteri.
Hanya aku yang tak dapat apa-apa.
Kau orang pertama yang memikirkan aku, Bhaiyaji.
Kau tahu sebab hal itu, Sundar?
Karena kau tak mengerti politik.
Masterji tak ada lagi, Arvind Bhaiya.
Ketua Menteri sendirian.
Aku akan membunuhnya.
Dia akan hidup selamanya!
- Masterji akan hidup selamanya! - Dia akan hidup selamanya!
- Masterji akan hidup selamanya! - Dia akan hidup selamanya!
Selama matahari bersinar…
Masterji akan diingat!
Selama matahari bersinar…
Masterji akan diingat!
Selama matahari bersinar…
Masterji akan diingat!
Jika kau berbuat salah,
pamanmu tak akan sungkan menegurmu.
Ada kau di sisiku.
Kau tak akan biarkan aku salah.
Kau harus tahu, kau masih punya ayah.
- Masterji akan hidup selamanya! - Dia akan hidup selamanya!
- Masterji akan hidup selamanya! - Dia akan hidup selamanya!
- Masterji akan hidup selamanya! - Dia akan hidup selamanya!
- Masterji akan hidup selamanya! - Dia akan hidup selamanya!
- Masterji akan hidup selamanya! - Dia akan hidup selamanya!
Pak!
Pak!
Pak!
Pak!
Pak!
Pak!
Pak, tolong keluar!
Pak!
Buka pintunya, Pak!
Pak, ada masalah!
- Pak… - Aku akan menamparmu!
- Pak… - Ada apa?
Ada masalah besar.
Kucoba hubungi, tapi ponsel Bapak mati.
Ada apa? CBI menggerebek kita?
Jauh lebih buruk.
Ketua Menteri menculik semua AML partai kita.
Maksudmu?
Pak, Tara menculik semua AML partai kita.
- Dibawa ke mana? - Pesanggrahan.
Dia akan buat mereka berparade
di depan Gubernur besok untuk unjuk kekuatan.
Dia memecah partai Bapak.
Beraninya dia!
Dia tak akan kuampuni.
Bangunkan semua!
Siapkan senjata dan amunisi.
- Dengar! - Ya?
- Panggil Indu. - Baik, Pak.
Cepat!
Wanita sialan!
Dia ingin pecahkan partai kita.
MOHON BERHENTI KEPOLISIAN LUCKNOW
PESANGGRAHAN MASTER SURAJBHAN PEMERINTAHAN UTTAR PRADESH
- Dia di sini. - Tn. Sharma, bicara kepadanya.
Ini tak benar, Bu.
Ini hooligan!
- Itu benar! - Ini hooligan!
Aku minta maaf atas cara kalian dibawa ke sini.
Aku minta maaf jika perlakuan anak buahku tak pantas.
Aku juga merasa prihatin dengan kondisi kalian.
Aku punya pertanyaan.
Apa yang kalian dapat dari kepemimpinan Arvind Singh?
Dia hanya membiarkan anggota keluarga, teman, dan anteknya menjadi menteri.
Semua kontrak hanya diberi kepada teman dan keluarganya.
Mereka berhasil menggandakan keuntungan dalam enam bulan!
Padahal kalian perlu meminta izin
untuk sekadar memasang pompa tangan di kawasan kalian.
Ini cara dia memperlakukan kalian!
Sepertinya sulit, Bhaiya.
Tempat itu dijaga ketat.
Namun, beritanya terkonfirmasi.
Semua AML menginap di sini,
dan menuju ke Kediaman Gubernur pukul 09,00.
Danish Khan dalang di balik ini.
Siapa pengawas yang bertugas?
Alok Yadav.
- Panggil dia. - Ya, Pak.
Berikan keinginannya.
Minta dia tetap buka pintu belakang sementara waktu.
Sekarang, dengarkan aku.
Jika kalian ingin tinggalkan Partai Vikas dan bergabung dengan partaiku,
akan kujadikan kalian semua menteri.
Jai Hind, Pak.
Jai Hind, Pak.
Istirahat dan minum teh.
Ajak mereka juga.
Baik, Pak.
Kuurus semua di sini.
Silakan.
Kalian, ayo.
POLANTAS LUCKNOW
Pak.
Tolong cepat, Pak.
Semua akan kembali 15 menit lagi.
Dalam sejam berikutnya, kau akan menerima emas seberat yang diterima.
Lewat sini, Pak.
Pengaturannya sudah beres, Tn. Khan?
Ya, Bu.
Kita ubah Pesanggrahan ini jadi benteng.
Bahkan Perdana Menteri tak bisa masuk tanpa izin Anda.
Di mana para legislator?
Di Hotel Clarks Avadh, dilindungi polisi.
Jangan khawatir. Bablu bersama mereka.
Mereka akan tiba di Kediaman Gubernur pukul 09,00,
dan tanda tangani dukungan tertulis terhadap Ibu.
Berhenti. Apa ini?
Makan malam untuk Ibu.
Apa…
Itu ruangannya, Bhaiyaji.
Yang itu.
Awasi keamanannya.
Baik, Pak.
Apa apaan!
Ke mana dia pergi?
Di mana wanita jalang itu?
Periksa kamar mandi.
Dia tak di kamar mandi, Bhaiyaji.
Tak ada? Di mana dia?
Mungkin di ruangan lain.
Periksa setiap ruangan.
Keluarkan semua AML.
Pengkhianat! Mereka tak bersyukur!
Pergi!
Periksa dengan benar!
Periksa semua!
Temukan mereka!
Ayo!
Periksa dengan benar! Ke sana!
Ayo.
Periksa ruangan!
- Periksa dengan benar! - Tak ada di sini.
Ke sana!
Ke mana dia pergi
Alfa ke Delta.
Di mana para AML?
Ada apa, Indu?
Bagaimana mungkin?
Alfa ke Delta.
Ada yang tak beres.
Periksa ke atas.
Di atas pun tak ada orang.
Semua ruangan kosong.
Ke mana perginya 44 AML itu?
Pak!
Kau harus pergi.
Komando menuju ke sini.
Bagaimana aku bisa pergi begitu saja?
Ke mana mereka pergi?
Mereka tak mungkin lenyap begitu saja.
Aku tak bisa pergi tanpa mereka.
- Pak. - Ayo pergi, Arvind Bhaiya.
Kita akan dapat kesempatan lain.
Ayo pergi.
Ke mana mereka pergi?
Bagaimana mereka hilang?
Pak, cepat atau mereka akan tangkap kita!
Ayo pergi!
Cepatlah!
Pak!
Indu!
Tn. Khan!
Lari! Polisi ada di sini! Pak!
Bergerak!
AMBULANS
- Permisi. - Itu Danish, benar?
DILARANG MASUK TANPA IZIN
Arvind Singh, presiden Partai Vikas,
dan Legislator Indramani Tripathi,
menyerang Ketua Menteri Tara Roopram.
Danish Rehman Khan, pengawas KM, terluka parah dalam serangan itu.
Periksa di sana.
Aku bahkan sedang pergi.
Aku berada di Barabanki, berdoa…
Berhenti! Pak, hentikan!
- Pak! - Masa bodoh.
Bareskrim menggerebek kediaman Arvind Singh dan menahannya.
Lepaskan!
Mereka juga menemukan banyak senjata ilegal di sana.
AMBULANS
Namun, Legislator Indramani Tripathi,
yang melepaskan tembakan, berhasil kabur.
Para polisi senior percaya dia melarikan diri ke Nepal.
Pengungkapan itu menyebabkan perpecahan di Partai Vikas.
Mayoritas anggotanya memutuskan bergabung dengan partai KM Tara Roopram.
Aku, bersumpah atas nama Tuhan…
Bahwa aku akan memikul keyakinan dan kesetiaan sejati kepada KM.
Bahwa aku akan memikul keyakinan dan kesetiaan sejati kepada KM.
- Kesetiaanku ada… - Kesetiaanku ada…
- pada KM. - pada KM.
Ini kunyatakan dan tegaskan.
Ini kunyatakan dan tegaskan.
Untuk kali pertama sesudah pembentukan pemerintahannya,
setelah anggota Partai Vikas gabung,
Ketua Menteri Tara Roopram pergi ke desanya, Rajakhera.
Dalam program bernama Pemerintahan Menjemput Bola,
Ketua Menteri mendengar keluhan orang-orang,
dan menyatakan semua masalah mereka akan segera diselesaikan.
Aku menjadi merasakan damai
untuk kembali ke sini.
Para teman sekolahku sudah punya beberapa anak.
Bayangkan…
jika tetap di sini, aku pun akan mengasuh anak-anak seperti yang lain.
Aku akan membuat bensin kotoran.
Apakah Ibu berniat menikah?
Maaf, Bu, saya…
Ucapan saya spontan.
Ucapan itu tak pantas. Maaf.
Maukah kau menikahiku, Tn. Khan?
Maaf?
Maukah… kau… menikahiku?
- Hidup… - Ibu Tara!
- Hidup… - Ibu Tara!
- Hidup… - Ibu Tara!
SELAMAT ULANG TAHUN IBU TARA
Bagaimana penampilanku?
Seksi!
Sangat seksi?
Sangat seksi!
Ini hari ulang tahunku.
Anggota partaiku…
memberiku hadiah kalung ini.
Sekarang, media akan mengolok-olokku.
Mengapa?
Oposisi akan membuat tuduhan terhadapku.
Mengapa?
Karena mereka tak tahan melihat putri seorang yang miskin
berpakaian seperti ini.
Sejujurnya…
aku sangat senang melihat mereka iri!
Karena… Aku berani.
Aku tajam seperti belati.
Aku milikmu sepenuhnya!
Aku tak ingin menyembunyikan apa pun.
Aku suka melakukan sesuatu secara terbuka…
Tanpa rasa malu.
Jadi, hari ini,
di hari ulang tahunku,
Aku ingin memberi kalian semua hadiah.
Jadi, ini dia.
Hari ini…
Di panggung ini…
Pada saat ini…
Aku akan menikah.
Nama calon suamiku adalah…
Danish Rehman Khan.
Selamat ulang tahun!
Selamat menikah!
Jadi, bagaimana menurut kalian?
Kalian setuju dia jadi suamiku?
Kami menyetujui dia!
Tuan Khan, aku tak pernah takut pada apa pun dalam hidup.
Semua tahu itu. Kau sangat berani.
Ya, tapi tak seberani kelihatannya.
Aku menjadi sangat takut…
pada hari kau ditembak.
Mengapa?
Aku merasa sangat kesepian… setelah Paman meninggal.
Namun, sejak kau datang,
aku mulai merasakan kedamaian.
Kau pantas bahagia.
Anda telah dituduh berkonspirasi untuk membunuh Ketua Menteri.
Ada pembelaan?
Yang mulia…
Itu tak benar.
Mereka mengancam dan menyuap AML kami.
Mereka menyebabkan perpecahan di partai kami.
AML muda kami…
Indramani Tripathi, masih hilang, Yang Mulia.
Apalagi, aku dituduh merencanakan konspirasi ini.
Yang Mulia, klienku berhak untuk berpartisipasi
dalam sidang majelsi dan laksanakan tugas lain.
Mohon Yang Mulia menyorot
bahwa mereka tak meminta izin
pembicara Dewan Legislatif sebelum menangkapnya.
Secara hukum, mereka wajib melakukannya.
- Legislator. - Ya, Pak.
Kau bebas dengan jaminan.
Terima kasih, Yang Mulia.
- Selamat, Pak! - Ayo.
Selamat, Pak!
Aku akan membunuhmu.
Kau butuh empat bulan untuk bebaskan aku!
- Oh, Dr. Laxmi! - Lewat sini, Bu.
Senang bertemu kau.
Apa kabar?
Aku senang KM mengenaliku.
Bagaimana bisa tak kenal?
Kita sudah kenal lam.
Itu benar.
Apa kabarmu?
Baik.
Namun, kau kelihatannya tak sehat.
Ambil napas yang dalam.
Bagus.
Tak ada yang perlu dikhawatirkan.
Kau mengalami demam ringan.
Aku akan meresepkan beberapa obat.
Kau harus istirahat selama beberapa hari.
Semua akan baik-baik saja.
Kau meresepkan obat hanya untuk demam, Dokter.
Dia juga mengeluh sakit badan dan mual.
Resepkan untuk itu juga.
Jika kau tak berkeberatan, apa spesialisasimu?
Aku ingin kau tahu bahwa dia temanku.
Bu, kusarankan kau berkonsultasi dengan spesialis.
Tak ada yang serius.
Aku akan baik-baik saja setelah minum obat resep darinya.
Silakan kembali bekerja.
Pergilah.
Dia sekretaris baruku.
- Shashi. - Begitu.
Aku akan pergi sekarang.
Jaga dirimu.
Pastikan minum obat tepat waktu.
Teruslah berkunjung, Dr. Laxmi.
- Bu! - Ya?
Sarapan apa?
Ibu mau yang enak.
Obat-obatan itu meninggalkan rasa tak enak di mulutku.
Bergabunglah.
Aku membuat aloo sabzi, puri dan dahi-jalebi. favoritmu.
Bagus!
Maaf, Bu. Ibu tak bisa makan itu.
Kenapa?
Perintah dokter.
Ibu akan makan ini.
Kenapa kau mengusikku?
Aku tak ingin makan ini!
Dia bermaksud baik.
Kau akan jatuh sakit lagi jika tak menjalankan diet itu.
Kau minum obatmu?
Kau lupa?
Berikan padanya.
Dia memberiku makanan rebus hambar sejak bergabung.
Dia juga ganti semua pelayan.
Dia pn mempekerjakan koki Inggris tak berguna.
Biar dia lakukan tugasnya.
Kau mendukungnya, Tn. Khan?
Ketua Menteri harus mengundurkan diri!
Ketua Menteri harus mengundurkan diri!
- Turunkan Tara si pembunuh! - Turunkan Tara si pembunuh!
Kalian, dengarkan!
Wanita yang hidup bagai ratu di rumah megah ini…
bukanlah Ketua Menteri…
melainakan seorang pembunuh!
Kau mengetahui
insiden pesanggrahan
dan hilangnya Legislator muda partai kami, Indramani Tripathi.
Ketua Menteri pembunuh ini bertanggung jawab atas keduanya!
- Turunkan Tara si pembunuh! - Turunkan Tara si pembunuh!
- Turunkan Tara si pembunuh! - Turunkan Tara si pembunuh!
Kalian semua! Dengan kalian semua sebagai saksiku…
TARA SI PEMBUNUH
Kupegang air suci ini dan bersumpah…
Aku akan berpuasa sampai mati tepat di luar kediaman Ketua Menteri…
sampai permintaanku
untuk penyelidikan CBI diterima.
- Kami ingin… - Penyelidikan CBI!
- Kami ingin… - Penyelidikan CBI!
RAMADA PLAZA
Terima kasih banyak telah bertemu kami.
Kau orang yang pintar.
Aku yakin kau tahu ini tentang apa.
- Langsung saja, Tn. Kushwaha. - Kami bertemu Presiden di Delhi.
Perintah untuk penyelidikan CBI akan dikeluarkan dalam beberapa hari.
Kau tahu penyebab perpecahan dalam partai kami dan yang menimpa INdu.
Sesuai aturan, mereka juga harus menginterogasimu, Tn. Khan.
Jadi, wujudkanlah.
- Siapa yang menghentikanmu? - Tunggu.
Kami di sini bukan untuk berdebat.
Kami punya proposal.
Ketua Menteri dipastikan akan dipenjara setelah penyelidikan CBI.
Jika kau mendorong semua AML ke arah kami setelah dia ditangkap…
kami menjaminmu dapat kursi di Dewan Negara.
Kau orang yang terpelajar dan intelektual.
Kau harus menangani politik nasional.
Ini proposal kami.
Ada apa, Tn. Khan?
Kau berpeluang masuk Dewan Negara.
Berpikir apa lagi?
Aku berpikir jika harus memukulmu dengan sepatuku,
atau memukul bokongmu hingga merah.
Tunjukkan rasa hormat.
Kau tak pantas dihormati!
Ketua Menteri adalah istriku.
Selama aku hidup,
tak akan kubiarkan orang lukai rambut di kepalanya.
Ibu seharusnya meneleponku.
Mengapa bersusah payah kemari?
Aku sedang lewat. Jadi, aku hendak mampir untuk periksa sebentar.
Ada apa denganku, Laxmi?
Aku tak pernah sesakit ini sebelumnya.
Ada sesuatu yang terjadi setiap minggu.
Jangan khawatir. Kami akan melakukan beberapa tes.
Bu, telepon Ibu.
Permisi.
Ya, Tn. Khan?
Tn. Khan, CBI telah memanggilnya.
Dia harus pergi ke pengadilan.
- Kemungkinannya? - Seratus persen.
CBI akan melakukan penahanan.
Melihat sensitivitas masalah itu,
pengadilan akan keluarkan perintah penangkapan.
Hakim CBI Supriya Tiwari sangat tegas.
Berapa hari yang harus kuhabiskan di penjara, Pak?
Kau tak akan dipenjara.
Kita tak akan ke pengadilan.
- Titik. - Untuk berapa lama?
Jika terus menunda, orang akan anggap aku sembunyikan sesuatu.
Berapa hari aku harus masuk penjara?
Sekitar empat sampai enam bulan. Namun, Ibu akan bebas dengan jaminan.
Tak bisa kita usahakan penangguhan?
Kita bisa dekati MA.
- Tidak. - Ya, tapi…
Tak perlu.
Kau harus pergi.
Baik, Bu.
Aku akan masuk penjara, Tn. Khan.
Orang-orang akan bersimpati kepadaku jika aku dipenjara.
Itu akan membantu selama pemilihan.
Jika kau masuk penjara, siapa yang akan menjalankan pemerintahan?
Kau.
Aku?
Jangan libatkan aku dalam kekacauan ini.
Ada banyak pemimpin senior.
Minta salah satunya.
Aku telah mengambil tugas pemerintahanmu dengan menikahimu.
Aku perlu memberimu sesuatu sebagai imbalan.
Kau akan menangani segala hal sampai aku kembali.
Partai, rumah ini, dan pemerintahan.
Aku bisa urus rumah tangga, tapi…
Kau ingat siapa yang dijadikan KM saat Tn. Lalu masuk penjara?
Kau mau ganti namaku?
Bu.
Anda dituruh menyuap para AML Partai Vikas,
dan mengajukan tuduhan palsu terhadap presiden partai, Arvind Singh.
CBI juga mencurigai Anda berandil
dalam hilangnya Legislator Indramani Tripathi.
Anda ingin melakukan pembelaan?
Aku sampai hari ini belum membela diri.
Jadi, mengapa aku melakukan itu?
Pengacaraku sudah paham tugasnya.
Silakan duduk.
PEMERINTAHAN UTTAR PRADESH
Yang Mulia, ada banyak kesempatan saat
Pengadilan Tinggi dan MA
mengeluarkan perintah menangkap KM yang menjabat.
Semua kasus yang dirujuk telah disebutkan dalam berkas.
Pak?
Ya?
Silakan masuk.
Pak, aku di sini dengan resumeku untuk jabatan pengawas KM baru.
Coba lihat.
Biar kulihat kualifikasimu.
Bagaimana aku bisa memberikanmu
hak penahanan KM berdasarkan penyelidikan awal?
Namun, Yang Mulia…
Dia Ketua Menteri negara bagian kita.
Dia tak akan lari.
Tn. Khan?
Dasar berengsek!
- Bablu. - Danish.
- Begini, Bablu… - Diam.
- Dengarkan aku. - Diam!
- Dengarkan… - Kubilang diam!
Aku tahu kau berkhianat.
- Akan kubongkar kedokmu. - Dengar, Bablu!
Diam!
Silakan lanjutkan penyidikanmu.
Kau bisa menahan dia begitu memiliki bukti terhadapnya.
Untuk saat ini, aku menolak bandingmu.
Bu, tolong dengar aku.
Penasihat, tolong tenang.
Sial! Dia tak jawab teleponnya!
Pengkhianat sialan!
Hentikan mobilnya!
Kemari.
Kau tak tahu mobil siapa itu?
Kau tak lihat mobil siapa?
Aku akan memenggalmu!
Enyah!
- Hidup… - Ibu Tara!
Dalam pergantian peristiwa yang dramatis,
pengadilan menolak banding CBI untuk mengabulkan
penahanan Ketua Menteri Tara Roopram.
Semua ahli hukum telah mengklaim
Ketua Menteri pasti akan masuk penjara.
Keputusan pengadilan menyebabkan kehebohan di negara bagian.
Mengingat situasinya, belum pasti
jika suami Ketua Menteri akan mengambil sumpah besok.
- Hidup… - Ibu Tara!
- Hidup… - Ibu Tara!
- Hidup… - Bu Tara!
- Hidup… - Ibu Tara!
- Teruskan usahamu, Tara! - Kau mendapat dukungan kami!
- Teruskan usahamu, Tara! - Kau mendapat dukungan kami!
- Teruskan usahamu, Tara! - Kau mendapat dukungan kami!
- Hidup… - Ibu Tara!
- Hidup… - Ibu Tara!
- Hidup… - Ibu Tara!
DR. LAXMI YADAV M.B.B.S
Meracuniku?
Kau sudah gila, Laxmi?
Aku sama terkejutnya denganmu.
Itu sebabnya kukirim semua sampelmu ke AIIMS, New Delhi.
Penyelidikan mereka menyimpulkan
ada sesuatu yang tercampur dalam makananmu yang membuatmu…
Kenapa aku tak mati jika diracuni?
Hasilnya bukanlah kematian mendadak.
Proses menuju kematiannya lambat.
Ibu bisa mengalami serangan jantung atau kelumpuhan.
Namun, aku hanya makan makanan buatan sendiri.
Kau tahu aku tinggal dengan ibuku, Bablu dan…
siapa namanya? Shashi!
Tn. Khan orang yang menunjuk Shashi.
Aku makan apa pun yang dia minta.
Jadi, Tn. Khan…
Ada perkembangan lain.
Ada laporan belum terkonfirmasi bahwa saudara KM, Bablu Roopram,
sekarat dalam pertemuan polisi.
Menurut narasumber kami, dia menembaki petugas polisi
di bawah pengaruh alkohol,
dan terbunuh selama baku tembak.
Sejauh ini tak ada pernyataan yang dirilis oleh CMO.
Tn. Khan.
Ada telepon dari kantor Gubernur.
Upacara pelantikanmu dibatalkan.
Ini masalah pribadi Ibu.
Aku mungkin bicara sembarangan…
tapi kusarankan agar Ibu tak mempercayai siapa pun.
Selain itu
Tn. Khan…
Semua orang di Lucknow dengar rumor tentang dia.
Dia suamiku.
Aku mencintainya.
Dia rela kena peluru demi aku.
DANISH
DANISH
Maaf, Bu. Jangan makan itu.
Aku tak ingin makan ini!
Dia bermaksud baik.
Kau akan jatuh sakit lagi jika tak lakukan diet.
Ini kamar
tempat nenekku meracuni tiga bayi baru lahir
yang dilahirkan ibuku.
Namun, dia tak bisa membunuhku.
Wanita tua itu terbaring di ranjang dan meninggal di kamar ini.
Aku tak tahu kenapa,
tapi ibuku selalu melarangku masuk kamar ini.
Katanya kematian ada di sini.
Kebetulan yang aneh, bukan?
Semua orang yang mati di kamar ini
adalah wanita.
Lihat…
kau pun ditakdirkan untuk mati di sini.
Bu…
Aku tak salah.
Aku tak berbuat salah.
Ada kesalahpahaman, Bu.
Tubuhku sudah dipenuhi racun, berkat kau.
Sebelum aku menyengatmu,
ungkapkan kebenarannya.
Aku mungkin mengampunimu.
DANISH
Bu.
Aku…
Nama asliku Shazia Ahmed.
Aku bertunangan dengan Danish.
Namun, suatu hari, tiba-tiba, dia menikah denganmu.
Aku sangat terluka.
Aku jatuh cinta kepada Danish.
Namun…
Aku tak bisa melawan takdir. Jadi, kuputuskan beranjak.
Namun, suatu hari, dia menemuiku di New Delhi.
Dengarkan aku.
Aku dijebak.
Dia Ketua Menteri.
Aku bisa apa saat dia melamarku di depan orang?
Aku… Aku mencoba.
Aku sangat marah padamu
Lalu dia minta aku datang ke Lucknow.
Aku tak tahu tentang rencananya, Bu.
Dia…
Dia terus memintaku lakukan sesuatu dan kuikuti perintahnya.
Tuliskan nama racun yang kau beri kepadaku.
Tuliskan.
Lakukan!
Siapa yang meracuniku lebih dulu?
Kau…
atau Danish?
Danish.
Bu…
Tolong maafkan aku.
Aku tak melakukan apa pun.
Aku hanya ingin membalas dia.
Aku tak memiliki kepentingan apa pun.
Tolong maafkan aku.
- Teruskan usahamu, Tara! - Kami mendukungmu!
- Teruskan usahamu, Tara! - Kami mendukungmu!
- Teruskan usahamu, Tara! - Kami mendukungmu!
Tn. Khan?
Kapan kau kembali?
Aku khawatir.
Kau tak jawab teleponku.
Di mana kau?
Shazia sudah mati, Tn. Khan.
Aku mencintaimu.
Aku memercayaimu.
Kenapa kau…
lakukan hal ini?
Untuk alasan sama…
yang kau punya…
Legislator Arvind Singh diculik,
ajukan tuntutan palsu terhadapnya,
dan bunuh Indramani Tripathi.
Kekuasaan.
Masterji selalu ingin menjauhkan orang-orangnya…
dari arogansi kekuasaan.
Namun, dia lupa…
tak mungkin untuk melakukannya
selagi kau berkuasa.
Kau atau aku pun tak bisa menghindarinya.
Satu-satunya perbedaan kau berhasil memenangkan permainan ini.
Aku tak beruntung.
Aku ketahuan.
Kau tak akan mengampuniku.
Jadi, silakan.
Tembak aku.
Kau suamiku.
Penyihir, pelacur, gundik…
Aku sering dihina dengan kata-kata itu.
Aku tak mau tambah umpatan dengan membunuhmu.
BEBERAPA BULAN KEMUDIAN SEBELUM PEMILIHAN MAJELIS
KEMENANGAN LAIN BAGI PEMERINTAHAN TARA
Hari ini…
Aku tak akan bertanya kepada kalian…
tentang penampilanku.
Karena hari ini…
wanita yang berdiri di depan kalian…
tak berdaya,
sedih,
dan dikalahkan!
Wanita ini ingin tahu
apa yang dia dapatkan sebagai balasannya
atas pengabdiannya kepada kalian?
Apa salahku
Mengapa aku mendapat hukuman yang begitu besar?
Salah apa yang aku lakukan?
Mengapa semuanya diambil dariku?
Katakan padaku!
Masterji, yang kuanggap ayah, dibunuh.
CBI mulai melakukan penyelidikan terhadapku.
Saudaraku satu-satunya ditembak mati.
Lalu pria…
yang telah aku terima…
Sebagai suamiku di depan semua orang…
Lihatlah dia.
Lihat…
yang telah dilakukan musuhku padanya.
Ini suamiku tercinta.
Dia pria yang kalian setujui!
Dia pria yang…
menikah denganku pada tahap ini.
Kalian ingat?
TARA
Namun, aku keras kepala!
Aku selalu tangguh.
Aku akan mengatasi rintangan!
Aku akan berkorban jika harus!
Namun, aku berjanji kepada kalian
tak ada di alam semesta
dapat menghentikanku mengabdi kepada kalian!
IBU TARA
Aku sudah menikah!
Aku orang yang malang!
Namun, faktanya…
aku tetap milikmu.
- Dia badai yang mengamuk! - Dia hadir untuk mentransformasi.
- Dia badai yang mengamuk! - Dia hadir untuk mentransformasi.
- Dia badai yang mengamuk! - Dia hadir untuk mentransformasi.
- Sambutlah… - Pemerintahan Tara!
- Sambutlah… - Pemerintahan Tara!
- Dia badai yang mengamuk! - Dia hadir untuk mentransformasi.
- Sambutlah… - Pemerintahan Tara!
Terjemahan subtitle oleh Garma
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.