Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sudah kularang bertindak bodoh.
X?
Sampah ini...
-Apa yang kau lakukan? - Ayo.
Ada apa ini?
Kalau video ini tersebar, apa yang akan kau lakukan?
Ini tidak serius.
- Inilah yang disebut tidak kompeten. - Lantas, kau mau aku berbuat apa?
Kau tidak mengetahui hal yang kulalui demi menangkap X.
X?
Lihat.
Ini bukti kuat.
Jadi, siapa X?
Aku belum tahu pasti,
tapi aku mencurigai Eun-ho.
Masalahnya, Tae-woon sepertinya berteman dekat
dengan tersangka ini, Eun-ho.
Putraku Tae-Woon?
Sepertinya Eun-ho telah melakukan semua ini
bersama seorang siswa.
Aku curiga siswa itu Tae-woon.
Aku terkejut saat mengetahui ini.
Hei. Kau bilang sudah menemukan tempat makan enak.
Ayo.
Tentu saja, Tae-woon tak mungkin X.
Jangan cemas.
Saat itu gelap, jadi, kami tidak yakin.
Kenapa kau di sini?
Pak Hyun.
Jangan ceritakan ini kepada siapa pun.
Khususnya Kepala Sekolah.
Baik, Pak.
Sudah kubilang,
bahwa aku akan menyelamatkanmu.
Tapi...
gadis itu, Eun-ho, akan dikeluarkan.
X adalah aku. Kenapa Ayah menghukum seseorang yang tak bersalah?
Kau murid yang buruk, dan tidak bertanggung jawab.
Ini bukan saatnya berpacaran.
Aku tak akan tinggal diam
jika Ayah berniat melempar kesalahan kepadanya lagi.
Bagus.
Aku akan mengumumkan bahwa akulah X.
Di depan semua orang.
Begitukah? Aku tidak akan menghentikanmu,
tapi pikirkan siapa yang akan lebih terluka.
Aku akan mengeluarkan dia
untuk tindakannya yang lain.
Hai, Bodoh.
Astaga.
Kau senang mendengar julukan itu lagi, bukan?
Apa? Ada yang datang?
Tidak, aku hanya ingin melihatmu.
Menggelikan sekali.
Ayolah.
Aku ingin melihat wajahmu dari dekat.
Hei, berhentilah menggodaku begini.
Kau begitu mungil dan manis.
- Berhenti menggodaku! - Aku mengencanimu untuk menggodamu.
Ada kalanya kita harus membuat suatu keputusan
untuk seseorang yang kita sayangi.
Walau pilihan itu mungkin akan menyakitinya.
CARA MELINDUNGIMU
Sungguh?
Jadi dia tahu kau X?
Kurasa sudah lama dia mencurigaiku.
Lantas, apa rencananya?
Kau mengenal ayahku.
Dia mungkin menjadikan Eun-ho kambing hitam.
Aku harus menyelesaikan ini sebelum masalahnya memburuk.
Melihat Kepala Sekolah heboh karena makan siang itu lucu, ya?
Kau melihatnya panik, bukan?
Benar. Kita telah mengancam akan menyebarkan video itu
dan dia mulai panik.
Kurasa kita sudah melakukan hal yang luar biasa kali ini.
Benar, bukan?
Ya.
Berkat kalian, pekerjaan ibuku juga dikembalikan.
Terima kasih.
Pokoknya aku sangat senang.
Kuharap sekolah berubah sedikit.
Sudah seharusnya.
Sekolah ini sedang berubah.
Omong-omong,
kupikir sebaiknya kita tidak beraksi untuk sementara.
Baiklah.
Mereka melihat kita dengan pesawat nirawak itu.
Jadi, mereka pasti mengira bahwa salah satu dari kita adalah X.
Kita berhenti saja.
Lagi pula, ini sandiwara pahlawan kekanak-kanakan.
Berkeliaran dengan jaket bertudung.
Saatnya kita berhenti sekarang.
Sampai nanti.
Sedang apa kau?
Kau bermain cerdas.
Kulihat kau mengganti gudang.
X memang berbeda.
Kenapa tiba-tiba ada kelompok belajar?
Brilian, bukan?
Sulit untuk mengikutinya dengan otakmu, bukan? Peringkat lima.
Benarkah?
Itulah sebabnya kali ini aku sudah menyiapkan bukti kuat.
Aku penasaran...
Mampukah kau membalasnya dengan brilian lagi?
Apa Tae-woon akan baik-baik saja?
Entahlah.
Senang bisa melakukan perbuatan X. Kini aku mencemaskan dampaknya.
Dia terlalu banyak berpikir belakangan ini.
Astaga.
Kenapa dia harus sekeren ini?
Hei.
Aku sepenuhnya menyetujui dia sebagai pacarmu.
Lindungilah dia di sisinya.
Tentu saja. Jangan khawatir.
Aku akan lakukan yang terbaik untuk melindungi pacarku...
dan sahabatku.
Hentikan.
Kau bisa pusing.
Apa yang kau cemaskan, Bodoh?
Seharusnya kau menghentikanku.
Aku begitu panik karena Sa-rang.
Sampai Kepala Sekolah mendapat pesawat nirawak itu.
Benar sekali.
Kau penerus sempurna X.
Bagaimana jika kau mendapat masalah karena ini?
Aku yakin kepala sekolah akan melakukan sesuatu.
Bagaimana kalau kau tertangkap?
Maka kau...
- yang bertanggung jawab atas aku. - Apa?
Jika aku dikeluarkan dari sekolah karena menjadi X,
kau akan kasihan dan akan tetap bersamaku.
Haruskah aku mengaku?
Berhenti bercanda.
Jika ayahmu tahu, aku tahu kau akan dalam masalah besar.
Dia tampak menakutkan.
Jangan khawatir.
Aku akan mengurusnya.
Mereka berkumpul bersama saat itu.
Direktur Hyun juga muncul pada saat itu.
Baik tersangka utama dan kaki tangannya ada di antara mereka.
Akan kutangkap mereka semua, lalu kuberi pelajaran.
Kau mau terus begini?
Tidak mau belajar?
Aku mau Ibu melakukan sesuatu terlebih dahulu.
Apa?
Jangan bilang kau membuat masalah lagi.
Tidak.
Situasi di sekolah sangat sibuk, jadi, aku tak bisa fokus.
Ini tentang X.
Kudengar anak-anak kita tak bisa belajar karena X.
Jika kau memberi kami waktu...
Kami sedang melakukan yang terbaik.
Aku meragukan itu.
Kau harus memanggil polisi untuk menyelidiki ini dengan benar.
Itu...
Intervensi dari pemerintah
bisa merusak citra sekolah ini.
Aku membicarakan citra itu.
Jika citra sekolah hancur karena X, rapor anak-anak kami akan ternoda.
Ini SMA mereka.
Kami tidak akan tinggal diam lagi.
Berapa lama lagi yang kau butuhkan?
Kami sudah hampir selesai.
Tolong beri kami sedikit waktu lagi.
Kau yakin sedang menginvestigasi Eun-ho?
Aku pun tahu dia mencurigakan.
Kenapa kau lama sekali?
Kami tidak punya bukti kuat.
Astaga.
Apa kau tidak punya tekad?
Insiden itu terjadi.
Kita harus membuat pelakunya atau seseorang untuk bertanggung jawab.
Kau mengerti?
Ya, aku mengerti.
Tekad.
Tanpaku, kau bisa apa?
Kau lebih membutuhkanku daripada dugaanku, Bodoh.
Aku tahu.
Kelak aku harus hidup tanpamu.
Bisa-bisanya kau bilang begitu?
Itu benar.
Aku baru 18 tahun. Di masa depan, aku mungkin...
Itu tak akan pernah terjadi.
Kita akan bersama sampai usia 108.
Kau tahu staminaku luar biasa.
Ya. Kau juga terobsesi denganku.
Dengar. Kau tidak akan pernah bisa menemukan orang sepertiku di masa hidupmu.
Aku tampan, keren, sehat...
dan hanya mencintaimu.
Pastikan kau menepati janji itu.
Melihat tidak ada yang terjadi sejauh ini,
akankah dia membiarkannya kali ini?
Dia sangat tenang. Membuatku makin gelisah.
Apa mungkin dia sudah menyerah?
Mereka tidak akan menyerah semudah ini.
Tapi mereka terlalu tenang.
Aneh.
Hai, Hee-chan.
Pak Kepala Sekolah, aku penasaran soal sesuatu.
Bukankah ini aneh?
Menurutku ini mencurigakan.
Tapi kita tak bisa apa-apa jika dia bersikeras bahwa itu hanya imajinasi.
Tapi alur ceritanya sangat realistis.
Eun-ho tidak sepintar itu.
Bagaimana jika dia bersikeras itu kebetulan?
Masuk akal jika hanya satu atau dua kali.
Tapi ini membuktikan dia mengetahui segalanya.
Ada begitu banyak adegan mencurigakan di sini.
Tak ada info di internet yang memberi tahu cara mengaktifkan semua pemancar air
di saat yang tepat.
Selain itu, cara dia melarikan diri dari aula.
Dia tahu persis lokasi-lokasi CCTV.
Serta aku penasaran bagaimana dia bisa menemukan
titik-titik buta kameranya.
Memang cerita ini
sangat mendetail dan pintar.
Itu sangat aneh.
Pasti salah satu dari keduanya.
Entah Eun-ho seorang genius berbakat, atau...
dia sangat dekat dengan X.
-Hai. - Halo.
Ini.
Sangat sulit mengumpulkannya.
Terima kasih.
Pasti akan kubalas bantuanmu.
Tapi ini luar biasa
Aku juga frustrasi setiap melakukan ini.
Korupsi di sekolah swasta tidak main-main.
Kau akan baik-baik saja? Kau bekerja di sekolah ini.
Itu sebabnya aku harus memperbaikinya dan membuatnya lebih baik.
Anak-anak kita sekolah di sana.
Baiklah. Semangat.
Terima kasih.
PEMBAYARAN REKENING YAYASAN PENDIDIKAN
Kenapa kau begitu terkejut?
Kau seperti diam-diam melakukan kejahatan.
Tidak boleh, ya?
Kau juga merahasiakan identitas X dariku.
Tetap saja,
akhirnya aku memberitahumu siapa X sebenarnya.
Selain itu,
prinsipku adalah kita harus jujur
dengan orang yang kita cintai.
Cinta?
Ya.
Cinta.
Bukankah tempo hari di depan kantor polisi itu hari pertama kita jadian?
Lebih tepatnya, pada hari aku menciummu.
Tolong pakai tanggal itu untuk perayaan satu tahun kita.
Bagaimana wanita bisa sangat berani,
cantik,
cerdas, dan manis pada saat bersamaan?
Pokoknya, kusiapkan sesuatu yang istimewa untuk hari ke-100 dan ke-200 kita.
Bu Han, ayo minum kopi dan serius membahas masa depan...
Kecanggungan apa ini?
Kalian seperti pasangan yang baru berpacaran.
Benarkah? Terima kasih kopinya.
Komite Pelaksana datang ke sekolah kemarin.
Mereka menuntut pihak sekolah menangkap X.
Ayahmu bisa bertindak lebih cepat dari dugaan.
Apa rencanamu?
Mau bagaimana lagi? Mereka berencana menangkapku.
Aku harus menghadapi mereka.
Atau si Bodoh itu akan mengorbankan dirinya demi menyelamatkanku.
Hei. Anak-anak bisa melihat.
Kau tahu...
Apa?
Jika kebetulan,
kau dituduh sebagai X lagi,
kau harus bilang akulah X
dan selamatkan dirimu.
Paham?
Sudah pasti.
Aku akan melaporkanmu dan meloloskan diri.
Aku tak bercanda.
Kau harus melakukannya, ya?
Kenapa?
Kau pikir ayahmu akan menjebakku?
Tidak akan kubiarkan itu terjadi.
Aku akan selalu melindungimu.
Jadi, jika terjadi sesuatu,
salahkan aku dan selamatkan dirimu.
Pacarku sungguh bisa diandalkan.
Hei.
Kau mau menemui Nam-joo, bukan?
Halo, Pak.
Anda tidak perlu mengantarku.
Aku ingat kau pernah menumpang taksiku
bersama Nam-joo.
Benar.
Kau tahu, Nam-joo tidak memiliki maksud jahat saat berbohong.
Semua salahku.
Dahulu kami hidup enak,
tapi bisnisku gagal,
dan kami tiba-tiba berakhir seperti ini.
Pasti sulit baginya untuk menerima ini.
Dia pun harus berhenti bermain selo yang dicintainya.
Nam-joo memainkan selo?
Maafkan aku,
tapi tolong jaga dia.
Maaf karena aku tidak bisa mengatakan betapa menyesalnya aku.
Jadi, setiap kali melihatnya,
aku tidak bisa mengatakan apa pun.
Aku juga menyesali banyak hal.
Hei.
Kudengar kau sedang tidak punya pacar.
Begini...
Pikirkanlah dan hubungi aku di nomor telepon itu.
- Selamat menikmati. - Terima kasih.
Selamat datang...
Bagaimana belnya?
Seorang pembeli mengambilnya.
Kau tahu berapa harganya?
Itu kelalaianmu, jadi aku akan memotong gajimu.
Kenapa itu jadi kelalaianku?
Seorang pembeli mencurinya.
Benar. Seharusnya kau memastikan mereka tidak bisa mencurinya.
Apa kau tak berlebihan sebagai bos?
Apa yang kau lakukan?
- Siapa kau? - Seorang pembeli
merencanakan dan mencurinya. Bagaimana dia bisa
mencegah setiap hal kecil?
Selain itu, kenapa kau menyuruh pegawai membayarnya?
Pasanglah kamera pengintai.
Hei.
Pokoknya, bayar ganti ruginya kecuali kau mau berhenti.
Baiklah. Akan kubayar.
Kenapa kau harus membayarnya?
Apa kebijakan pencurian dalam kontrakmu?
Jangan bilang kau mempekerjakan pegawai di bawah umur tanpa kontrak kerja.
Kenapa anak-anak ini?
Aku mau pesan.
Satu es kopi dan nomormu.
Kudengar kau sedang tidak punya pacar.
Kenapa kau mengikutiku?
Ini sudah larut malam.
Lalu kenapa?
Kembalilah bersekolah.
Tidak.
Aku tidak mau diejek karena menjadi pembohong.
Aku akan melindungimu.
Akan kuhentikan semua orang
yang mencaci atau menghakimimu.
Jadi, kembalilah.
Hentikan.
Aku merindukanmu.
Setiap kali melihat meja kosongmu,
aku sangat merindukanmu.
Jadi...
kumohon kembalilah.
Aku sangat merindukanmu.
Kau melakukannya.
- Geli. - Ayolah.
Ini sangat mencurigakan.
Siapa yang mengizinkan kalian untuk terus memakai ruangan ini?
10 SISWA DENGAN NILAI MINUS TERBANYAK
Lihat? Sudah kuduga.
Apa? Ini betul-betul perbuatan X.
Semua itu hasil imajinasiku.
Aku bebas berimajinasi.
Hei. Sistem nilai minus, evaluasi siswa,
semua peristiwa ini benar-benar terjadi,
X yang bertanggung jawab.
Aku membaca webtoon-mu,
dan rasanya mustahil menggambar semua ini kecuali kau mengenal X.
Pemancar air itu.
Bagaimana kau menyalakannya?
Dari mana kau dapat ide itu?
Itu sungguh dari imajinasiku.
Aku bukan X.
Ini aku?
Kau bukan X, tapi mengetahui semua perbuatan X.
Dengan kata lain, kau mabuk, tapi tidak mengemudi.
Kau mendengkur, tapi tak tidur.
- Pak Park. - Kami punya
bukti yang tak terbantahkan di sini!
Kau pantas dikeluarkan karena ini!
Hei.
Lepaskan.
Jangan lakukan ini.
Kau tidak tahu hal apa yang mereka perbuat kepadanya.
Kau akan melakukan apa jika masuk ke sana?
Dia akan dituduh sebagai X.
Bagaimana bisa aku duduk diam?
- Minggir. - Kumohon hentikan!
Tidak ada yang akan terjadi pada Eun-ho sekarang.
Berhentilah bertingkah gila!
Mari kita buat rencana.
Dia benar.
Kepala Sekolah tampaknya bertekad.
Kita harus pikirkan baik-baik.
Dia tidak melakukan kesalahan.
Apa katanya? Kau baik-baik saja?
Seharusnya kau menyangkal.
Seharusnya kau bilang, "Tae-woon adalah X."
Jika aku mengorbankanmu
untuk menyelamatkan diriku,
aku akan sangat senang, bukan?
Kau mengenal Kepala Sekolah.
Kau tak bisa lolos dari semua ini sendirian.
Jadi, laporkan diriku dan lepaskan dirimu, Bodoh.
Bagaimana denganmu?
Bagaimana jika ayahmu mengirimmu ke luar negeri?
Bagaimana denganku?
Kurasa bagus jika pacarku sekolah di luar negeri.
Eun-ho.
Bersikaplah rasional.
Bersikap rasional tentang apa?
Kau memintaku menyerahkanmu untuk menyelamatkan diriku sendiri.
Hei.
Jangan pegang tanganku.
Kenapa memegang tanganku jika kau begini?
Kau bilang lepaskan saat keadaan menjadi sulit.
- Eun-ho. - Saat...
kau mengaku sebagai X untukku,
aku akan berhenti sekolah. Jadi,
jangan coba-coba memikirkan untuk berkorban demi menyelamatkanku.
Tolong jangan khawatir.
Kami punya bukti kuat.
Eun-ho tidak bisa lolos kali ini.
Kami akan mengeluarkan X
dengan cepat dan tepat, tanpa ampun.
Selesaikanlah agar orang-orang tidak bergunjing.
Permisi.
Apa...
PEMERIKSAAN DISIPLIN, RA KELAS 11-1
Hei. Bukankah itu Eun-ho?
Ya.
Mereka berencana mengeluarkannya.
Dikeluarkan? Kenapa?
Kita benar-benar salah mengira.
Eun-ho adalah X?
Pantas saja pecundang itu sangat berani.
Sejak dia memulai webtoon itu,
seharusnya kita mengetahuinya.
Dia akan dikeluarkan, bukan?
Hee-chan, bagaimana menurutmu?
Orang dewasa akan menyelesaikannya.
Cukup berkonfrontasi
dan cukup untuk menutupinya.
Cukup untuk menutupinya?
Menurut kalian...
Eun-ho melakukan semua itu sendirian?
Tak mungkin.
Maksudmu, ada orang lain?
Siapa peduli?
Eun-ho akan tetap menanggung semua kesalahan itu.
Dari sudut pandang orang dewasa,
itulah kesimpulan paling aman.
Kau bersikap paling hebat,
tapi malah melimpahkannya kepada orang lain.
Apa, Berandal?
Kelihatannya kau tidak punya pilihan.
Tidak tahukah kau?
Saat kau melibatkan Eun-ho dan para pecundang itu,
kau tak menduga ini?
Diam.
Kau pasti akan mati.
Kau pengecut terbesar.
Selalu bersembunyi di balik topeng, tapi bersikap arogan.
Perlukah aku melepaskan topengku dan melemparkannya kepadamu?
Kau melakukannya lagi.
Berlagak seperti pria sejati.
Jangan berlagak di sini. Beri tahu mereka
bahwa kaulah X.
Kau bahkan tidak berani melakukannya.
Buat apa kau melakukan itu?
Kau menjadikan Eun-ho yang malang sebagai korban.
Tutup mulutmu.
Tanpa kau provokasi pun,
aku akan mengumumkan bahwa akulah X.
Jangan mencampuri dan enyahlah.
Pak Yang.
Ada rekaman yang perlu Bapak dengar.
Bunga kosmos
sedang mekar.
Seperti yang kubilang.
jika kau menghukum Eun-ho,
kau bisa mengamankan posisimu.
Kau tidak perlu melakukannya jika tidak bisa.
Aku akan mengajukan diri dan melakukannya sendiri.
Aku akan memulainya dengan mengurus webtoon itu.
Gunting habis.
Jadi?
Bisakah kau mengeluarkan Eun-ho?
Kenapa...
aku harus mengeluarkan dia?
- Apa? - Kau masih muda.
apa pendengaranmu rusak?
Kau tidak dengar?
Aku bertanya kenapa aku harus mengeluarkan Eun-ho.
- Pak Yang! - Pak Hyun!
X adalah putramu.
Hyun Tae-woon.
Tanpa kau provokasi pun,
aku akan mengumumkan bahwa akulah X.
Jangan mencampuri dan enyahlah.
Kenapa sekaget itu?
Kau bahkan sudah mengetahuinya.
Jika Komite Pelaksana mengetahui bahwa X adalah putra Direktur,
bagaimana reaksi mereka?
Apa?
Kau pikir aku akan pasrah selamanya?
Astaga.
PERPANJANGAN MASA KERJA
Astaga. Lihat ini.
Perpanjangan tiga tahun.
Dengan kenaikan gaji yang besar juga.
Astaga. Bukannya aku tidak menginginkan apa pun.
Sudah sewajarnya kita menghargai bakat.
Jangan cemas.
Aku akan melemparkan kesalahan kepada Eun-ho dan mengeluarkannya.
Akan kupastikan semuanya lancar.
Kenapa mengentakkan kaki begitu?
Berjalanlah perlahan-lahan. Kau bisa menghancurkan sekolah ini.
Bapak yang akan menghancurkan sekolah ini
dengan cara korup itu.
Apa?
kau berani berkata begitu setelah bertindak sebagai X?
Memangnya kenapa?
Menurut Bapak apa alasanku melakukan semua itu?
Karena sekolah ini kacau.
Kau juga kacau.
- Kau belum kapok juga. - Sejujurnya,
sekolah ini melakukan lebih banyak kebobrokan.
Hei. Kemarilah.
Dengarkan kata-kata anak ini.
Kupikir tidak ada yang salah dengan ucapannya.
Tekanan darahku melonjak.
Kenapa bedebah itu bersikap seperti itu juga?
Benar sekali.
Jadi, berhentilah melakukan hal-hal bobrok.
Dengan begitu, tekanan darah Bapak akan turun.
Kau X.
Sungguh? Dia mengatakan itu?
Andai aku melihatnya.
Kau harus melihatnya. Lucu sekali.
Ke mana mereka?
Lihat.
Bedebah.
Hei. Sakit. Hentikan.
Hei, kenapa dia...
Akhirnya dia tampak seperti anak-anak biasa.
Siapa?
Mereka?
Tentu, mereka anak-anak biasa.
Sebelumnya dia tidak punya teman
untuk diajak bercanda di sekolah.
Dia tidak pernah diomeli karena mengobrol di kelas.
Alih-alih kenangan indah,
dia lebih banyak memiliki kenangan menyakitkan.
Maksudmu Tae-woon?
Tahukah kau?
Aku berharap Tae-woon menjadi remaja 18 tahun biasa
seperti kau dan aku.
Seperti kita yang bersenang-senang di sekolah,
aku berharap dia juga demikian.
Sepertinya dia begitu sekarang.
Karena itulah aku ingin menjaga...
Tae-woon dan kehidupan 18 tahunnya.
Aku sangat takut dia kehilangan itu
karena aku.
Aku biasa saja
di sekolah ini,
tapi juga sangat bahagia.
Benar.
Aku sangat sibuk.
Aku tahu kau sangat merindukanku, tapi aku sibuk.
Diam.
Sayang. Ayo.
Sayang?
Sayang. Ayo.
- Sekali lagi. - Ayolah.
Ini.
Pukul berapa ini?
Di luar hujan.
Sudah cukup lama hujan.
Kau keasyikan
sampai mengabaikan pacarmu.
Maaf.
Aku betul-betul minta maaf.
Kau begitu suka menggambar?
Kau tak tahu berapa lama waktu berlalu,
dan betapa bosannya pacarmu ini.
Ya. Bagiku,
ketika sedang menggambar,
aku sangat bahagia.
Sangat bahagia.
Aku akan menjaga mimpimu.
FORMULIR STUDI LUAR NEGERI
Jika kau terus bersikap begini,
aku bisa mengirimmu besok.
Ayah mengurungku setelah kejadian Joon-gi.
Sekarang Ayah mau mengirimku dan mengurungku di sana?
Bisa lebih buruk.
Eun-ho?
Dia bisa dikaitkan dengan hal lain dan aku bisa mengeluarkannya.
Jadi, jangan berbuat bodoh.
Ayah tahu sendiri.
Peristiwa Joon-gi dan yang kali ini juga.
Mereka tidak bersalah.
Ayah mengetahui segalanya. Kenapa melakukan ini?
Beginilah cara hidupku.
Agar bisa hidup, agar bisa melindungimu,
kulakukan apa saja!
Aku akan segera mengeluarkan Eun-ho.
Jauhi dia.
Aku akan menjauh darinya.
Aku akan sekolah di luar negeri jika Ayah mau.
Dia punya banyak mimpi. Jadi...
tolong berhenti mengganggunya.
Akan kulakukan...
apa saja...
yang Ayah minta.
Eun-ho. Seragammu.
Terima kasih.
Sama-sama.
RA EUN-HO
Apa? Kau melakukan apa?
Jadi, kau X atau Y atau apa pun itu, dan akan dikeluarkan?
Maaf.
Aku sungguh minta maaf.
Tidak. Apa kau gila?
Kenapa kau berhenti sekolah?
Kau akan segera menjadi siswa tingkat akhir.
Pelajaranmu baik-baik saja.
Tidak. Tidak boleh.
Eun-ho. Mohonlah kepada mereka.
Katakan bahwa kau bersalah dan memohonlah.
Aku akan pergi bersamamu.
Jika seorang siswa memohon ampun, mereka akan mengampunimu.
Tapi Ayah,
aku tidak mau memohon.
Tapi...
Aku tidak merasa bersalah.
Apa maksudmu?
Kau sudah gila.
Apa rencanamu sekarang?
Sial. Aku kesal sekali.
Maaf.
Maafkan aku.
Tapi...
Aku akan bekerja lebih keras daripada ketika masih sekolah.
Mengerjakan webtoon-ku dan mengikuti sekolah terbuka.
Tentu. Ide yang bagus.
Banyak anak putus sekarang...
Kau harus hentikan dia! Kenapa kau...
- Sial. - Ibu.
Begitu berhenti sekolah,
aku akan menjadi...
jauh lebih bahagia daripada sekarang.
Jadi, kumohon.
Bagaimana ini bisa terjadi?
Dia bilang dia akan jauh lebih bahagia.
Terserah.
Tidak. Itu konyol.
Sekolah bodoh ini terus berusaha mengeluarkan dia.
AYAM
Hei, Pacar.
Kau terlalu merindukan pacarmu sampai tak bisa tidur, ya?
Ya.
Aku sangat merindukanmu
sampai tidak bisa tidur.
Jadi, berhentilah memikirkanku.
Jika kau bergadang karena memikirkanku,
kau akan membuatku senang lagi.
Kurasa aku harus tidur.
Tiba-tiba aku mengantuk.
Tunggu. Sebentar.
Kata siapa kau bisa tidur?
Bantu aku tidur dahulu.
- Apa? - Bantu aku tidur lebih dahulu.
- Tutup setelah aku tertidur. - Hei.
Wanita yang seharusnya melakukan itu.
Kau tidak boleh tidur sampai aku tertidur dahulu.
Bernyanyilah untukku sampai aku tertidur. Ya?
Seperti itu.
Kau sangat tidak romantis.
Aku lebih merindukanmu.
Selamat tidur.
Hei. Dengar.
Eun-ho.
Keluargamu datang lagi. Mereka di sini lagi.
Hei, di mana...
Kalian tidak berkelas.
Beraninya kalian keluar-masuk tempat ini.
Ini takkan menghilangkan masalah Eun-ho.
Kau boleh memohon lagi,
tapi tak akan berguna. Keluar.
Kau gila? Untuk apa aku memohon?
Seharusnya aku mencaci makimu.
Kau pikir Eun-ho akan aman...
Dia tidak perlu aman.
Isi permohonan pengunduran dirinya. Sekarang juga!
Jangan sekarang.
Kami tidak akan menyekolahkannya di tempat bodoh ini.
Jadi, isilah sekarang.
Sekolah payah.
Apa? Payah?
Permisi. Halo.
- Halo. - Tahukah kau
perbuatan anakmu...
Ya, kami tahu.
Dia bilang dia X atau Y, atau apa pun itu.
Kami bilang tindakannya benar.
- Ibu. - Kau membiarkan anak-anak kaya
memenangkan lomba dan memalsukan evaluasi dengan uang mereka.
Kau memberi mereka makan sampah kedaluwarsa.
Jadi, dia memberikan sekolah ini pelajaran.
Ya. Bagus. Itu bagus sekali.
- Tidak sepenuhnya baik, tapi... - Kalian gerombolan preman.
Apa kalian sudah gila?
Sekolah inilah yang gila.
Kalau tidak, mana mungkin sekolah melakukan itu?
Apa sekolah ini mengajar anak-anak untuk diam saat melihat ketidakadilan?
Kau ajari mereka untuk mengabaikannya?
Kau sebut itu sekolah?
Sekolah tidak boleh demikian.
- Apa? - Jadi, sekarang juga
isi permohonan pengunduran dirinya. Kami tak bisa menyekolahkan putri kami
di sekolah payah ini.
Tunggu apa lagi? Isi formulirnya sekarang.
Isilah.
Isilah.
Kau baik-baik saja?
Eun-ho. Lihat aku.
Keadaanmu tidak baik, ya?
Aku tak baik-baik saja.
Aku sangat menyukai sekolah ini,
tapi tidak bisa ke sini lagi.
Dahulu aku bisa mengobrol denganmu kapan saja,
dimarahi oleh para guru,
belajar,
bercanda...
dengan Tae-woon.
Aku sangat menyukai semua itu.
Haruskah kita memohon?
Tidak.
Mari kita minta ayah Tae-woon
untuk memaafkanmu sekali ini saja.
Tidak.
Kenapa tidak?
Putranya X. Dia bisa berbuat apa kepada anaknya sendiri?
Jadi, sekali ini saja.
Ayo minta sekali ini saja.
Aku tak mau.
Aku tidak mau Tae-woon terluka.
Tak ada yang bisa kau lakukan,
jadi, hiduplah dengan tenang mulai sekarang.
Ya,
aku akan hidup tenang.
EUN-HO
Etika sekolah ini telah anjlok.
Hari ini kita berkumpul untuk menentukan hukuman
bagi Ra Eun-ho, atau X yang merupakan dalang
dari berbagai peristiwa keji yang terjadi akhir-akhir ini di sekolah ini.
Insiden ini ...
bukan hanya sebuah masalah dari sekolah ini.
Kita harus mengambil tindakan hukum dan dengan tegas...
Ini X.
Kenapa ini ...
Apa ini?
Lihat itu.
Dasar bedebah.
Dasar X berandal.
Astaga, tidak perlu repot.
Kau akan memenangkan lomba matematika itu,
jadi hafalkan saja jawabannya.
Bukankah ini X?
Sudah kuduga.
KEPALA SEKOLAH BERBUAT JAHAT LAGI
AKAN KUBERIKAN HADIAH ISTIMEWA
Ini X.
X!
X ada di lantai dua!
Kenapa itu ...
Itu X.
Jangan lakukan itu.
Itu Tae-woon.
Terjemahan subtitle oleh Endah Wijayanti
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.