Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub by Netflix Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
"Drama ini adalah fiksi berdasarkan peristiwa sejarah"
"Yang menampilkan organisasi dan karakter fiktif"
Kaukah itu?
Eugene. Lama tidak bertemu.
Kau dipromosikan.
Dan bahasa Inggris-mu tetap buruk.
Di negaraku,
aku selalu jadi orang penting.
Berbeda denganmu.
Kau berbahasa Korea.
Tahu kenapa bahasa Inggris-ku tidak pernah membaik?
Karena aku belajar bahasa Korea, bukan bahasa Inggris.
Sambil memimpikan hari-hari
aku bisa bekerja di Joseon, koloni negaraku.
Lama tidak bertemu,
Eugene.
Jika aku ke Hanseong...
aku tidak akan diterima.
Jadi, kau ada
di Joseon sejak itu.
Kau terkejut oleh pertemuan kita
atau kau marah?
Kita mengobrol nanti.
Kami harus menyerahkan laporan sebelum matahari terbenam.
Kau harus ikut aku ke legasi.
Bawa juga orang yang mengantarmu ke sekolah itu.
Kau boleh naik tandumu.
Jelaskan dahulu.
Guru wanita Amerika di sekolahmu
ditangkap oleh Jepang.
Legasi Amerika menginterogasi pihak yang terlibat
untuk mengetahui kebenarannya.
Bawa kedua wanita itu ke legasi.
- Ya, Pak. - Ya, Pak.
Berhenti.
Aku akan pergi sendiri.
Jangan sentuh.
- Bu Haman. - Ya?
Bawakan tanduku.
Welcome to Korean Empire.
Welcome to Korean Empire.
Welcome to Korean Empire.
Welcome to Korean Empire.
Tepat. Katakan dengan percaya diri.
Lagi pula, tak ada yang akan paham.
Kenapa kuucapkan dalam bahasa Inggris kalau tak ada yang akan paham?
Selalu ada orang Jepang.
Aku berniat
sedikit memberontak.
Aula ramai karena persiapan.
Para tamu wanita sudah di ruang VIP.
Apa aku yang terakhir sampai lagi?
Mereka akan menyuruhku bayar lagi.
Jalanan sangat kacau sekarang.
Kudengar Gu Dong-mae ditembak dan dibawa ke rumah sakit.
Minggir! Di mana ruang operasi?
Panggil dokter!
- Baik. - Cepat!
Dokter!
Dia ditembak.
Aku coba hentikan pendarahan,
tapi sudah 30 menit.
Mungkin dia kehilangan banyak darah.
Dia hampir tidak sadar saat ini.
Penyebab kematian diumumkan hari ini.
Dokter yang memeriksa bekerja untuk Lee Wan-ik.
Tentu.
Dia harus segera dioperasi.
Jadi, tolong tinggalkan ruangan ini.
- Ambil obat bius. - Ya.
Aku tak butuh obat bius.
Larang dia memakai jarum suntik.
Dong-mae, sudahlah.
Bisa-bisa aku tidak akan bangun lagi.
Hei.
Keluarkan saja pelurunya.
Jangan tinggalkan aku.
Kalau terjadi sesuatu kepadaku,
bunuh dia dahulu.
- Bos! - Bos!
Peluru sudah dikeluarkan.
- Bos! - Bos!
Silakan duduk.
Di mana aku akan duduk?
Aku di sini saja.
Aku mau mencicipi kopi.
Makanan Barat tak cocok untukku.
Itu minuman Barat.
Astaga, pahit.
Kenapa rasanya begini?
Bahasa Inggris-mu makin bagus.
Apa mereka benar-benar
menangkap Stella?
Jangan takut.
Mereka tak akan menginterogasi dia.
Aku tidak takut
karena tahu niat mereka.
Apa yang kau lakukan?
- Melindungimu. - Perlindungan.
Untuk menghentikan kakekmu melakukan aksi protes,
mereka mungkin akan menyanderamu.
Aku rasa kau lebih aman di sini.
Kalau begitu,
Stella akan menderita karena aku.
Dia orang Amerika.
Tak ada yang berani melukai orang Amerika.
Aku ingin mengurangi rasa cemasmu.
Pria itu...
Kalian saling kenal?
Tentara Jepang itu.
Kami bertetangga di New York.
Tapi sepertinya yang aku tahu soal dia hanya namanya.
Kamarku digeledah.
Aku sudah sembunyikan semua,
tapi aku mencemaskan buku catatanku.
- Aku taruh di meja. - Buku catatan apa?
Aku kira orang Amerika tahu segalanya.
Ini buku catatannya.
Bagaimana kau bisa ingat membawa ini?
Terima kasih banyak.
Bagaimana mungkin aku lupa? Namanya tertulis di seluruh halaman.
Namaku?
Kau bisa membaca ini?
Tentu.
Setiap Nona menulis, Nona akan berkata,
"Eugene Choi."
Eugene Choi.
Itu namaku.
Beristirahatlah.
Apa aku...
ucapkan dengan keras?
Ya.
"Eugene Choi."
Bagaimana nasib guru itu?
Dia cukup tenang
bahkan saat ditahan.
Dia bilang asalnya dari barat, tidak lebih.
Dia akan dibebaskan. Dubes Allen memprotes Jepang secara formal.
Tapi kenapa tentara Jepang hendak menangkap wanita itu?
Apakah dia berbahaya?
Kakeknya mau membujuk Raja Joseon menentang Jepang.
Hebat sekali.
Apa kira-kira kalimat terakhirnya?
Kau sudah dengar.
Tapi jangan khawatir.
Gu Dong-mae masih belum sadar...
Ini surat darurat untuk Tuan Rinoie.
Berikan diam-diam.
Baik.
Dokter Matsuyama, lama tak bertemu.
Aku dengar Anda mengoperasi Gu Dong-mae.
Operasi berjalan lancar.
Dia mengalami syok sementara dan akan segera sadar.
Karena itu Anda serbasalah.
Apa itu surat darurat
untuk Tuan Rinoie?
Apakah Anda bertanya...
perlukah membunuh Gu Dong-mae?
Walau benar begitu,
kau tak berhak menanyakannya.
Kenapa?
Apa karena laporan autopsi itu?
Menurut Anda...
Rinoie masih memilikinya?
Bagaimana bisa...
Ini tak mengubah apa pun.
Sekarang ada di tanganku.
Itu pasti tampak asli.
Aku tak peduli Anda melaporkan ini atau tidak,
tapi jika Anda masih mau hidup,
pastikan Gu Dong-mae selamat.
Anda boleh simpan itu.
Ada pesta penyambutan yang harus kuhadiri.
Aku harus apa dengan surat ini?
Diam!
Kau tak lihat aku sedang baca ini?
"Hotel Glory"
Ada apa?
Kau terluka?
Bukan aku, tapi Gu Dong-mae.
Dia ditembak di Jingogae.
Katanya operasinya sukses, tapi dia masih belum sadar.
Aku yakin dia sudah lama tidak berbaring seperti ini.
Dia kuat.
Dia akan bangkit lagi.
Kau harus istirahat.
Aku ke sana setelah ganti baju.
Aku lihat kau sibuk.
Tapi kau sempat
mampir ke rumah orang tuaku.
Ibuku pasti melampiaskan kemarahannya kepadamu.
Benar.
Inikah waktunya?
Walau terlambat,
inikah waktunya aku minta maaf?
Atas nama kakekku dan orang tuaku,
aku memohon maaf setulusnya.
Maafkan perbuatan keluargaku kepada keluargamu
dan bahwa kau terpaksa
berurusan dengan ibuku.
Semuanya.
Kabarnya kau mengakhiri pertunangan.
Tapi aku tidak akan minta maaf.
Tidak ada yang perlu dimaafkan.
Kau bukan alasan...
berakhirnya pertunangan kami.
Yang dia pilih adalah hidupnya sendiri,
bukan kau.
Semoga itu benar,
percaya atau tidak.
Boleh aku tanya sesuatu?
Aku mempertaruhkan semuanya demi dia.
Aku tak akan berubah pikiran
dan aku tak menyesal.
Sejauh apa kau sanggup bertindak
demi dia?
Apakah kau siap
mempertaruhkan semuanya?
Tidak akan.
Aku tak boleh kehilangan apa pun.
Aku sungguh harus jadi orang Amerika
dan tentara yang setia.
Dengan begitu...
aku bisa melindunginya.
Hidup Kaisar!
- Banzai! - Banzai!
Untuk Kekaisaran Agung Jepang!
- Banzai! - Banzai!
Untuk Kekaisaran Agung Jepang!
- Banzai! - Banzai!
Kau, bawakan minuman lagi.
Pelacur Korea tak tahu cara menghibur.
Suruh pelayan wanita ke dapur.
Pelayan pria akan melayani mereka.
Ya, Nyonya.
Maaf membuat kalian menunggu.
Perlihatkan penyesalanmu kepadaku.
Duduk dan tuangkan aku minuman.
Aku lihat kau mudah mabuk.
Mau kuantar ke kamarmu?
Apa kau menyarankan
pesta pribadi?
Aku tak minum dengan orang bodoh.
Kau mungkin tahu cara melecehkan wanita,
tapi aku ragu kau mampu mengeluarkan pedangmu.
Dasar pelacur. Kau mau mati?
Begini cara mengeluarkan pedang.
Kenapa kau tak buktikan dirimu?
Kalahkan aku dan aku akan masuk ke kamar bersamamu.
Mayor.
Ini akan jadi tontonan menyenangkan.
Ayo!
Bagaimana jika kalah?
Perempuan seharusnya kerja dengan pisau dapur.
Apa gunanya berlagak berani?
Jangan lukai wajahnya.
Dia lumayan cantik.
Dasar...
Kau sudah gila, Jalang?
Mau mati?
Kalian berkomplot menyerangku?
Turunkan senjata kalian.
Mayor Sasaki.
Berdiri.
Ya, Pak!
Tentara Kekaisaran Agung Jepang
menghunuskan pedangnya untuk melawan wanita?
Seharusnya kalian malu.
- Ya, Pak. - Ya, Pak.
Maafkan ketidaksopanan mereka.
Aku minta maaf.
Tadi itu menyenangkan.
Aku bahkan menang, bukan?
Bahasa Jepang-mu mengandung aksen Joseon.
Aku Kolonel Takashi Mori.
Kau mahir berpedang.
Namaku Hina Kudo.
Mendengar Anda berbahasa Korea membuatku segan.
Aku sering mendengarnya.
Kekalahan tentara menunjukkan
kekalahan Kekaisaran Jepang.
Jadi, jangan sampai kalah.
- Ya, Pak! - Ya, Pak!
Hidup Yang Mulia Kaisar!
- Banzai! - Banzai!
Untuk Kekaisaran Agung Jepang!
- Banzai! - Banzai!
Untuk Pasukan Kekaisaran Jepang!
- Banzai! - Banzai!
- Banzai! - Banzai!
- Banzai! - Banzai!
Astaga, Dol-soe.
Ayah.
Kenapa kalian lakukan ini kepada kami?
Kau tahu alasannya, 'kan?
Harga empat ekor babi minimal 20 hwan.
Dari mana kau dapat uang sebanyak itu?
Ayah beri tahu semuanya?
Mereka bertanya, jadi, ayah jawab
kau membelikan ayah daging babi.
Apa maksud semua ini? Katakan!
Begini, aku bertemu janda kaya.
Tak ada yang salah dengan itu, 'kan?
Ya, teruslah mengoceh semaumu.
Aku belum memutuskan ingin merobek mulutmu atau menggorokmu.
Kau kira aku tidak tahu kau membocorkan rahasia keluarga ini?
Kemarahanku tak akan sirna walau kau kuhajar.
Aku menahan diri karena ayahmu.
Mulai sekarang, jangan dekati rumah ini lagi.
Berani mendekat, aku akan membunuhmu
walau Raja ada di sini.
Dol-soe.
Kalian memang kurang ajar!
Yang Mulia.
Kami, para cendekiawan Joseon,
datang jauh-jauh kemari
untuk memohon dengan rambut kami yang tergerai
saat negara ini dalam bahaya besar.
Mohon pertimbangkan permohonan kami dengan baik.
Jika Yang Mulia ingin berkata bahwa kami salah...
mohon ambil kapak ini
dan penggal kepala kami.
- Penggal kepala kami! - Penggal kepala kami!
HAYASHI, DUBES JEPANG
Bayangan menutupiku karena kau.
Kau, orang Jepang,
menghalangi jalanku menuju Yang Mulia.
Minggir!
Yang Mulia.
Kita tidak boleh membiarkan para cendekiawan tua itu
mencampuri urusan pemerintah!
Yang Mulia.
Semua orang di Joseon menghormati Go Sa-hong. Karena itu...
Yang Mulia! Jangan goyah karena dia pernah menjadi guru Anda.
Tolong hukum Go Sa-hong
untuk memberikan efek jera!
Yang Mulia.
Aku harus melaporkan situasi di daratan utama,
tapi Jepang...
Dia bilang harus melaporkan situasi terkini kepada Jepang,
tapi dia sangat kecewa karena rakyat Joseon
menghina kemurahan hati Jepang.
- Mohon pertimbangkan! - Mohon pertimbangkan!
Hukum mereka.
Utus pengawal ke sana
dan kurung mereka.
- Yang Mulia. - Terima kasih atas kemurahan Yang Mulia!
Kami datang melaksanakan titah Raja! Ikat mereka!
Beraninya kau!
Aku sangat berterima kasih, Yang Mulia.
Sudah dengar? Tuan Go Sa-hong...
Itulah alasanku buru-buru ke sini.
Aku bahkan belum menerbitkan berita pertama di koranku,
tapi kuterbitkan edisi spesial dahulu yang belum pernah terjadi.
Jadi, aku butuh kalian mengumpulkan beberapa orang.
Bisakah kalian pergi ke toko percetakan juga?
Kali ini apa? Kau meminta tolong atau memerintah kami?
Edisi spesial?
"Edisi Spesial"
"Editor Kim Hui-Seong"
21 Maret 1903. Edisi Spesial.
Hari ini, Go Sa-hong dan rekan-rekan cendekiawan yang memohon larangan
peredaran uang kertas Bank Dai-Ichi di istana
dikurung atas titah Yang Mulia.
Edisi spesial!
Tuan Go Sa-hong dikurung!
Edisi spesial!
Astaga, mereka memang kejam.
Beraninya mereka menyakiti Tuan Go.
"Edisi Spesial"
Dia dikurung karena berkata benar.
Ini tak bisa diterima.
Bahkan Tuan Go Sa-hong ditangkap.
Kalau kita ditahan juga?
Tidak akan terjadi.
Kita tak berbuat apa pun yang patut dihukum.
Aku belum mengatakan ini, tapi...
saat Lee Wan-ik datang ke akademi,
aku bertatapan dengannya.
- Bagaimana bisa? - Kenapa kau lakukan itu?
Jadi, kenapa kita tak berhenti saja?
Setiap bagian tubuhku sakit belakangan ini.
Kau memang lemah.
Kapalan ini membuatku bangga.
Perasaanmu tak sama?
Konsul yang menandatangani ini
adalah aku.
Kita harus mempercepat rencana.
Situasi sekarang tidak bagus.
Bagaimana caranya?
Kita bahkan belum menyentuh peluru asli.
Peluru asli...
Kita pakai saat menyerang.
Kita bisa berlatih lagi di malam hari. Jika demikian,
kita akan dapat kunci gudang senjata api.
Jadi, ini akan berjalan lebih baik.
Kau harus membuntuti Lee Wan-ik mulai sekarang.
Kami akan pastikan mendapatkan kuncinya.
Baik.
"Penjara Keamanan Istana"
Dia Kepala Keamanan yang baru.
Hormati dan biarkan dia masuk.
Baik, Pak.
Kaukah itu?
Tapi seragam itu...
Apa yang terjadi?
Aku terpaksa terima jabatan.
Seseorang dinilai dari penampilan.
Dahulu aku selalu memanjat atap,
tapi kini, pintu dibukakan untukku.
Aku masih belum terbiasa.
Apakah kau...
melindungi raja yang mengurungku?
Ini hari pertamaku di istana.
Entah aku harus melindungi atau melukai Yang Mulia.
Aku belum memutuskan.
Melihat Anda di sini seperti ini
membuatku bimbang dalam melindunginya.
Di sel ini,
ada dua pengkhianat saat ini.
Karena Anda pasti akan tahu,
aku datang untuk menyampaikan berita itu.
Tentara Jepang memasuki rumah Anda
dan menimbulkan keributan.
Atas alasan apa?
Apa karena aku?
Ae-sin baik-baik saja?
Ya, jangan khawatir.
Nona Ae-sin ada di tempat teraman
di negeri Joseon yang tak bisa diserbu tentara Jepang.
Mengingat luasnya dunia ini, Joseon hanya negara kecil.
Pekerjaanmu pasti masih banyak.
Ada masalah baru.
Duduk dahulu.
Apa terjadi sesuatu?
Kau harus percaya kepadaku. Kurasa ini bukan masalah serius.
Jangan terlalu terkejut.
Kakekmu dikurung atas titah Raja.
Aku harus pergi.
Aku menyuruhmu duduk karena kau pasti bilang itu.
Saat ini, fokuslah pada keselamatanmu.
Aku yakin itu yang diinginkan Tuan Go juga.
Terkadang, tak berbuat apa pun bisa lebih membantu.
Tapi aku tak bisa duduk nyaman dan diam saja di sini.
Syukurlah kau nyaman.
Kita lihat perkembangan situasinya.
Kami selalu yang pertama tahu, jadi, kami bisa bantu.
Seseorang mengunjungi Tuan Go.
Seseorang yang paling kau percaya.
Apakah guruku mengunjunginya?
Dia pasti dalam bahaya juga.
Dia aman sekarang.
Jangan khawatir.
Apa maksudmu?
Dia pendiam dan tidak ramah.
Tapi tembakannya cepat dan akurat.
Yang Mulia, dia orang yang tepat
untuk melindungi Anda sebagai Kepala Keamanan Istana.
Musuhku ada di mana-mana, di dalam dan di luar istana.
Karena itu, aku terpaksa meragukan semuanya.
Satu hal baik tentang itu,
aku jadi paham membedakan tatapan musuhku.
Karena itu aku mau tanya.
Kenapa kau, Kepala Keamanan Istana yang baru
memiliki tatapan seorang musuh,
bukan seseorang yang ingin melindungiku?
Dia sangat dekat dengan Tuan Go Sa-hong.
Sebelum kemari,
dia bersujud di lantai selnya yang dingin untuk memberi hormat kepadanya.
Seperti Yang Mulia lihat, dia tak sembunyikan perasaan.
Itulah alasanku sangat memercayai dia.
Tuan Go Sa-hong tidak bersalah.
Aku tahu.
Tentara Jepang telah masuk dengan dalih
melindungi pedagang Jepang di sini.
Dengan memasuki kediaman mantan guruku lebih dahulu,
mereka mungkin mencoba memperingatkanku.
Karena itu, kurasa berbahaya
membiarkannya protes di area terbuka.
Aku memerintahkan penangkapan mantan guruku...
akan membuat penduduk negara ini marah.
Kemarahanku tak punya kuasa,
berbeda dengan kemarahan mereka.
Aku...
memercayai kekuatan rakyatku, yang akan diangkat oleh guruku
yang memilih untuk dikurung.
"Uang Kertas Jepang Tidak Diterima"
Bahkan di permukiman Jepang, pedagang menolak untuk menjual
- kepada orang Jepang. - Aku tidak mau. Pergi saja!
Gu Dong-mae tak ada di Jingogae saat ini.
- Itu tak bisa diatasi! - Enyah.
- Kertas ini tak berguna! - Pergi!
Enyah!
Kami bahkan tak bisa beli apa-apa.
Kami paham. Mohon tenang dahulu.
Aku akan mengatur pertemuan dengan Dubes secepatnya.
Aku sudah bilang dia sudah pergi hari ini.
Yang bekerja untuk pemerintah tak boleh pulang secepat ini.
Matahari masih terang.
Kolonel Takashi Mori, dia...
Aku tidak peduli. Minggir.
Ya, Pak.
- Sasaki. - Ya, Pak.
- Bawa wanita Amerika itu. - Bapak akan membebaskannya?
Aku mau interogasi.
Kau misionaris, ya?
Kau mau keluar?
Aku menginterogasi tersangka.
Bergabunglah.
Hanya ini caramu agar kita mengobrol?
Kau baik-baik saja?
Ya, untunglah.
Tentara Kekaisaran Agung Jepang
tidak akan menyakiti warga sipil.
Tapi bisa adu pedang dengan wanita?
Kenapa dengan wanita Joseon itu?
Dia sudah bercerita?
Bukankah kau menginterogasi dia? Lanjutkan.
Guru Amerika ini menghasut
murid-murid Joseon mengembangkan rasa anti-Jepang.
Benarkah?
Aku hanya mengajari mereka
bahwa jepang bukan negara lebih baik
walau kemajuan peradabannya lebih cepat.
Selain itu, kedaulatan Joseon ada di tangan sendiri
dan tak ada negara yang berhak mencabut kedaulatan itu.
Semua ucapannya benar.
Itu hasutan, Nona Guru.
Kau seorang misionaris. Jalani tugasmu.
Misionaris tidak seharusnya menciptakan cerita kejam
tentang kondisi di negara lain.
Jadi,
Yesus-mu membelah Laut Merah,
tapi dia hanya berdiri sebagai saksi dan melihat perang sadis berlangsung.
Bukan begitu?
Kau membuat kesalahan besar.
- Aku? - Ya.
Kini kau tak bisa ke surga.
Kapan kau mau traktir minum?
Kau bilang saat aku ke Joseon.
Saat aku tak sibuk.
Aku sibuk belakangan ini, berkat kau.
Pergilah, Bu Guru.
Amerika adalah sekutu Jepang.
Ini cukup membantu?
Bagaimana kalau malam ini, Pria Amerika?
Lain kali.
Aku punya acara malam ini.
Sudah selesai, 'kan?
Ayo.
Kau mungkin lapar.
- Ada untuk Bu Haman juga. - Kau kemari mengantar ini?
Aku menanyai orang di istana.
Kedengarannya kakekmu baik-baik saja.
Aku rasa
Raja mengurungnya untuk melindunginya.
Jadi, tampaknya...
aku dan kakekku harus dikurung demi keselamatan kami.
Dikurung di sini pasti membosankan.
Tidak.
Banyak benda menarik di ruangan ini.
Menyenangkan bisa mempelajarinya.
Pena yang kau pakai membuatku terpesona.
Aku juga merasa benda bulat ini menarik.
Terlihat seperti peta.
Sebutannya globe.
Joseon...
ada di sini.
Aku sudah lihat.
Lalu Amerika...
di sini.
Jaraknya dua setengah jengkal dari Joseon.
Begitu sampai,
sulit untuk kembali
karena sangat jauh.
Dengan tanganku...
Satu setengah jengkal.
Aku bisa cepat kembali.
Ada lagi yang membuatmu terpikat?
Itu tampak menarik juga.
Itu peninggalan Joseph.
Itu matryoshka, boneka tradisional Rusia.
Tapi bonekanya retak.
Kau pasti sedih.
Bisa dibuka seperti ini.
Di dalam ada boneka lebih kecil.
Joseph selalu menganggapku anak kecil.
Aku juga berpikir begitu.
Ada yang lebih kecil lagi di dalam. Ini sangat menarik.
Bisakah kau melihatku sesenang itu?
Yang ini lumayan kecil. Pasti tersisa beberapa lagi.
Ini yang terakhir.
Kau akan segera bebas.
Aku ingin kau pergi sekarang,
tapi lebih baik besok saja.
Aku mungkin tak bisa mengantarmu.
Aku harus kerja di akademi militer besok.
Ada yang kembali dan berlatih setelah kelas kemarin?
Ya, Pak. Beberapa kadet kembali
dan berkata ingin berlatih lagi.
Anda bangga kepada mereka, bukan?
Mereka ibarat masa depan Joseon yang cerah.
Kau memberi mereka kunci gudang senjata api?
Ya, Pak. Para bangsawan muda itu mengambil
dan mengembalikan senapan itu sendiri.
Bukankah mereka sangat baik dan bijaksana?
Omong-omong, apa ada masalah, Pak?
Coba kulihat kunci gudang senjata itu.
Kuncinya?
Ada masalah, Pak?
Tidak, bukan hal penting.
Masa depan Joseon tak cerah lagi.
Apa?
Di mana dokter? Panggil dokter!
Ya, Pak!
Kuli...
Ya?
Kuli panggul itu...
Temukan dia!
Temukan dia apa pun caranya!
Bilang saja kau petugas lonceng jam malam.
Mereka akan percaya karena seragam itu.
- Pergi. - Ya.
"Hal yang menyemarakkan papan nama."
Aku mengadaptasi puisi penyair dari Dinasti Song.
Itu papan nama untuk koranku.
Itu satu-satunya bunga
di jalan yang kupilih.
Takashi Mori?
Dia kolonel Jepang yang kita lihat di hotel.
Entah bagaimana dia cepat naik pangkat.
Kau dengar sesuatu saat di Jepang?
Bahkan rumor di perjudian berguna.
Aku mau tanya apa kau tahu sesuatu tentang dia.
Di antara keluarga shogun yang serbu Joseon tahun 1592,
ada keluarga bangsawan bernama Mori.
Kalau dia dari Keluarga Mori yang itu...
maka dia keluarga berkuasa kedua setelah keluarga kaisar.
Di negaraku,
aku selalu jadi orang penting.
Berbeda denganmu.
Keluarga Mori mendukung Seikanron.
Suatu pergerakan konservatif di Jepang.
Para pendukung Seikanron
yakin bahwa penaklukan Joseon akan membantu
mengembalikan kedamaian dan ketertiban negara.
Sebuah pemikiran berbahaya.
Melihat langkah pertama Takashi,
aku yakin dia berasal dari keluarga itu.
Dan dia kini berada di Joseon...
berarti perang bisa terjadi.
"Dermaga Jemulpo"
Bekerjalah dengan baik di Joseon.
Saat aku kembali,
aku akan membawa dokumen berharga.
Lalu, dokumen itu...
akan tercatat dalam sejarah sebagai Pakta Jepang-Korea.
Jaga diri di perjalanan.
Joseon akan menandatangani pakta itu
dengan darah rakyatnya.
Semoga kau suka makanan di sini.
Menurutku,
ini restoran Jepang paling autentik di Hanseong.
Dasar kurang ajar.
Aku kecewa Dubes Hayashi tidak terlalu kooperatif.
Mari jangan ulangi kesalahan yang sama.
Kita harus berusaha lebih baik.
Aku sangat mahir menghadapi rakyat Joseon.
Rakyat Joseon mudah dikendalikan.
Mereka patuh jika diberi makanan.
Mereka kerja keras untukmu saat kau berikan permen.
Yang tidak patuh harus dihajar.
Pria yang ingin menjual tanah airnya
harus berusaha lebih keras.
Kau bisa berbahasa Korea?
Sudahlah.
Joseon bisa bertahan sampai hari ini
walau diserbu oleh Jepang dan Tiongkok.
Kau tahu kenapa?
Setiap ada penyerbuan,
orang-orang mempertaruhkan nyawa untuk melindungi negeri.
Siapa orang-orang ini?
Rakyat jelata.
Mereka menyebut diri sebagai Pasukan Kebenaran.
Keturunan orang-orang yang menjadi Pasukan Kebenaran tahun 1592
tergabung dalam organisasi itu tahun 1895.
Lalu anak-anak Pasukan Kebenaran tahun 1895...
Menurutmu, apa rencana mereka sekarang?
Bisa apa para pemberontak lemah itu?
Andai para bajingan di pasukan itu sangat kuat,
aku tak akan hidup sekarang.
Itulah masalahnya.
Mereka tak mau lampiaskan kemarahan dengan membunuh satu pengkhianat
karena mereka tahu konsekuensinya.
Aku tak ingin mengulangi aib yang dialami leluhurku tahun 1592
karena rakyat Joseon.
Aku tahu Pasukan Kebenaran akan menghalangi kita.
Seperti itulah rakyat Joseon.
Setelah Dubes Hayashi kembali ke Joseon,
dia akan membawa pakta untuk diteken Jepang dan Korea.
Aku bisa jamin.
Rakyat Joseon akan mempertaruhkan nyawa untuk menghentikan itu.
Baik.
Lalu apa yang pertama kita urus?
Semangat mereka.
Kita harus menghancurkan semangat Joseon.
Kita akan menghapus semangat itu.
Itu yang akan kulakukan.
Jadi, ingatlah dua hal ini,
yang tak boleh kau lakukan mulai sekarang.
Menghalangiku.
Kurang ajar kepadaku.
Jadi, bicaralah dengan sopan kepadaku, Orang Joseon.
Aku memandang rendah orang yang kurang ajar.
Terutama kalau mereka rakyat jelata dari Joseon.
Semangat mereka.
Kita harus menghancurkan semangat Joseon.
Kita akan menghapus semangat itu.
Itu yang akan kulakukan.
Go Sa-hong.
Pasti Go Sa-hong. Karena itu mereka ke sana dahulu.
Tuan?
Putar balik.
Aku harus kembali ke istana.
Baik, Tuan.
Yang Mulia.
Dubes Hayashi pergi ke Jepang tadi pagi.
Aku memintanya memastikan dana yang cukup
bisa disiapkan untuk Bank Dai-Ichi
agar kita bisa mulai menerima uang secepatnya.
Mereka memang harus mengirim uang. Langsung saja ke intinya.
Aku mau temui dokter Barat karena sakit kepala.
Aku saja yang menyembuhkan sakit kepala Yang Mulia.
Yang Mulia harus membebaskan Go Sa-hong.
Tubuhnya yang tua dan lemah
tidak akan sanggup menahan lantai sel yang dingin.
Bagaimana kalau terjadi hal buruk saat dia dikurung?
Maka kemarahan rakyat kepada Jepang
akan ditujukan kepada Yang mulia.
Bicaramu benar kali ini.
Aku tahu tak seharusnya menurutimu,
tapi mantan guruku sudah lama sakit.
Jadi, aku biarkan kau membujukku.
Terima kasih, Yang Mulia.
Perwira Jang, suruh anak buahmu
membebaskan Sa-hong.
Baik, Yang Mulia.
Kita kerja keras menangkap mereka.
- Dibebaskan semudah... - Aku sedang kesal.
Diamlah kalau hanya itu perkataanmu.
Go Sa-hong tak boleh mati di istana.
Dia harus mati di luar olehku.
Rakyat Joseon harus takut kepadaku,
bukan kepada Jepang. Paham?
Siapa Perwira Jang itu?
Aku belum pernah melihatnya.
Lee Jeong-mun memasukkan orang-orangnya ke istana.
Aku dengar dahulu dia penembak.
Lee Jeong-mun sibuk melakukan upaya sia-sia.
Siapa nama pria itu?
Ayah sudah sampai. Mari masuk.
Ayah lelah.
Jangan ada yang mengganggu.
Aku tak pernah menyangka...
akan menyeduh obat ini.
Aku sedang dihukum.
Ini lebih melegakan.
Kita bisa lebih awal menyeduh obat untuknya.
Kau pasti akan menemukan yang cocok.
Baik.
Rambutmu lebih pendek.
Bajumu lebih bagus.
Semua terjadi satu demi satu, Nona.
Aku memotong rambutku,
tapi bobotku makin berat.
Kau bekerja di istana?
Tak ada yang akan melindungi Raja,
jadi pekerjaan itu mendatangiku.
Kalau begitu...
kurasa kau tak bisa sering datang ke pondok.
Pondok akan kosong untuk sementara.
Aku menghapus
semua jejak Nona sebelum pergi ke istana.
Jika Nona meninggalkan sesuatu,
carilah sendiri.
Aku akan ke sana sesekali.
Jangan.
Tak ada yang bisa kuajari lagi.
Tak perlu menurutiku lagi
dan walau aku menghentikan Nona,
jangan berhenti.
Nona berhasil
bertahan dalam hidup yang keras dan berliku-liku.
Aku bukan guru Nona lagi.
- Guru. - Ada...
pekerjaan lain harus kulakukan.
Tersenyumlah dan doakan kesehatanku, Nona.
Aku berdoa...
kau tetap aman.
Aku berterima kasih
atas segalanya.
Semoga kau...
sehat.
Terima kasih, Nona.
KORAN HWANGSEONG
Berapa banyak perusahaan koran di Joseon?
Hwangseong dan Jeguk
adalah dua perusahaan yang mencetak koran.
Satu lagi, perusahaan aneh tanpa nama yang sering mencetak edisi spesial.
Dikelola oleh Kim Hui-seong, bukan?
Aku kagum
oleh rasa kopi dan ukuran hotel ini.
Itu pasti merepotkan bagi seorang janda muda.
Butuh kerja keras dan banyak uang.
Aku sangat merindukan suamiku.
Bajumu lumayan mencolok bagi orang yang rindu suami.
Aku tak mengejekmu, asal kau tahu.
Anda pasti telah menyelidikiku.
Catatanmu sudah dihapus di Joseon.
Kau punya pendukung setia?
Kau menikmati kemewahan berkat mantan suami Jepang-mu
dan pendukung Joseon-mu menghapus catatan pribadimu.
Dasar tidak tahu malu.
Upaya Anda hanya sampai di situ?
Hanya itu yang bisa Anda ketahui
atau aku yang lebih berpengaruh?
Mau kumasukkan...
kopi ini ke tagihan Anda?
Aneh sekali.
Perjalanan ini terasa lebih singkat hari ini.
Bakar yang lain dan bawa senjatanya.
Baik.
Astaga. Siapa mereka?
Bukankah itu tentara Jepang?
Nona.
Kenapa Nona ada di daerah terjal?
Sedang apa kalian di sini?
Kami datang bersama Menteri Luar Negeri Lee Wan-ik.
Menteri Luar Negeri?
Ae-sin.
Tuan Lee.
Apa kabar?
Kadang aku bertemu Ae-sun.
Kalau kau sepupu iparnya, kau pasti cucu Go Sa-hong.
Sedang apa wanita bangsawan
di tempat yang tidak seharusnya?
Ae-sin.
Ini Menteri Lee Wan-ik. Sapalah.
Kakekku sedang lemah
dan ingin makan daging babi hutan. Katakan aku mau menangkap babi.
Tuan Go lemah dan...
Ae-sin.
Apa kau menjaga jarak karena aku seorang pria
atau meremehkanku karena aku rakyat jelata?
Aku di sini.
Kalau Raja menganugerahi Anda sebuah gelar,
berarti Anda pasti berguna
terlepas dari status sosial Anda.
Aku tak meremehkanmu, tapi aku harus menjaga jarak.
Katakan semoga dia paham.
Jika sudah selesai, lihat apa Penembak Jang di dalam.
- Ae-sin. - Baik.
Jika Raja mengangkat Anda, tak akan masalah...
Kau memang persis kakekmu.
- Ayo. - Ya, Tuan.
Ternyata bukan perjalanan sia-sia.
Maaf.
Tuan!
Keturunan orang-orang yang menjadi Pasukan Kebenaran tahun 1592
tergabung dalam organisasi itu tahun 1895.
Lalu anak-anak Pasukan Kebenaran tahun 1895...
Menurutmu, apa rencana mereka sekarang?
Tunggu.
Berapa usia sepupu iparmu?
Dia lahir tahun 1875, jadi, usianya sekitar 28 atau 29 tahun.
Dia yatim piatu.
Dia lahir di Jepang, tapi akhirnya pindah ke sini,
jadi, kami tak tahu asalnya.
Aneh sekali.
Gadis yang lahir di Jepang tahun 1875
dibawa ke Joseon sebagai anak yatim piatu...
Para anggota Pasukan Kebenaran
yang kubunuh di Jepang tahun 1875...
Jika si bodoh itu punya anak,
pasti seusia gadis itu.
Apa si berengsek Kim Yong-ju itu
memberiku nama palsu?
Apakah Tuan...
ingin menemuiku?
Hubungi Biro Kepolisian di Jepang
dan minta daftar orang Joseon yang tinggal di Yurakucho, Tokyo tahun 1875.
Termasuk yang sudah meninggal juga.
Kirim melalui telegram.
Yang sudah meninggal juga?
Baik, Tuan.
Tunggu sampai kau kutangkap.
Apa?
Kuli panggul itu?
Mereka menggeledah setiap sudut Hanseong
dan aku mengutus beberapa orang ke kota nelayan tempatnya berada.
Kita akan menemukan dan membunuhnya.
Aku bisa mati frustrasi sebelum itu.
Sebarkan rumor Gu Dong-mae masih hidup.
Maka dia akan muncul lagi.
Bawa dia juga dan beri makan.
Baik.
Kau memang biang masalah.
Kau membuatku sangat cemas.
Senang sekali melihatmu hidup.
Kebohongan yang panjang.
Aku serius.
Aku cemas kau mati.
Aku belum memutuskan membelahmu secara horizontal atau vertikal.
Kau melemahkan tekadku.
Lagi pula, untuk apa lagi...
usai pertunanganku batal?
Entahlah, mungkin aku memang begini.
Itu sebabnya kau ditembak.
Aku tak melakukan kesalahan.
Aku sedang membeli permen.
Kau berusaha mencuri permen?
- Kau tidak mau pergi? - Aku baru tiba.
Wanita yang baru pergi tadi.
Dia selalu di sini. Apa dia saudarimu?
Bukan. Kami hanya tinggal bersama.
Apa maksudmu tinggal bersama?
Kau sudah beristri?
Kau tahu siapa yang kusukai.
Aku telah menyelamatkanmu.
Teganya kau berkata begitu saat pertunanganku baru berakhir?
Bisakah kau pergi?
Aku meluangkan waktu menemuimu
sebelum menemui orang lain.
Kemarahanmu menunjukkan kondisimu membaik.
Tidurlah lagi.
Kau manis sekali saat tidur.
Bicaranya bertele-tele saat berbohong.
Aku sangat terkejut
saat kau meminta bertemu.
Bisa dibilang aku gembira.
Berarti kita akan akur.
Boleh aku berharap banyak dari obrolan kita?
Penyelidikanku menunjukkan kau belajar di Kekaisaran Jepang.
Jika mau tahu banyak tentang aku, bicaralah dalam bahasa Korea.
Penyelidikanku menunjukkan
bahasa Korea-mu bagus.
Sangat bagus.
Aku akan berterus terang.
Aku mencari perusahaan koran untuk mencetak artikel pro-Jepang.
Kau menyewa kantor secara bulanan tanpa papan nama.
Perusahaan koran berkembang atau bangkrut dengan dana.
Bukan begitu?
Astaga.
Penyelidikanmu masih kurang.
Aku punya papan nama paling cantik di Hanseong.
Datang dan lihatlah!
Satu lagi.
Aku pria terkaya kedua di Joseon setelah Raja.
Sewa bulanan...
hanya caraku untuk pamer.
Aku bisa menjadikanmu aristokrat.
Apa gunanya?
Aku bisa membiarkanmu hidup.
Kau sungguh harus menyelidiki lebih keras.
Di Joseon, membunuhku tak akan menguntungkanmu.
Ada sesuatu...
yang ingin kutanyakan sejak tadi.
Kapan kau mau panggil para gadis?
Banyak gadis cantik bekerja di sini.
Tadi aku bilang aku gembira, 'kan?
Aku sangat gembira saat kau minta bertemu di sini!
Kalau kau malu-malu,
aku saja yang panggil.
Kim Hui-seong di sini!
Mulai.
Nona.
Orang dari legasi Jepang di sini.
Maaf, Nona.
Pada hari kami datang kemari,
salah satu tentara Jepang mencuri sesuatu dari kamar Nona.
Kolonel Mori ingin mengembalikannya.
Dia akan menemui Nona di Hotel Glory di siang hari.
Apa maksudmu?
Aku tak kehilangan apa pun.
Benarkah?
Aneh sekali. Itu yang dikatakan Kolonel Mori.
Walau tentara Jepang mencuri sesuatu
yang menjadi milikku,
pencurinya harus datang dan mengembalikannya.
Beraninya dia menyuruhku datang.
Sampaikan pesan itu.
Ya, Nona.
Aku mau ke toko obat.
Bersiaplah.
"Untuk Biro Polisi, Hanseong, Joseon"
"Dari Biro Polisi, Tokyo, Jepang"
"Dari Biro Polisi Tokyo untuk Biro Polisi Hanseong"
"Go Sang-Wan, Kim Hui-Jin"
"Kim Hui-Jin Go Sang-Wan"
Lee Wan-ik meminta daftar ini?
Benar. Aku bertanya-tanya
harus berikan kepadanya atau kau. Aku putuskan kemari.
- Aku berlari ke sini. - Ya.
Aku senang melihat kondisimu membaik.
Setahuku,
para polisi menghilang saat aku tertembak.
Apa?
Soal itu...
Kejadiannya begitu cepat.
Saat kalian mulai bimbang mau mendatangi Tuan Lee atau aku,
kalian harus mendatangiku.
Jangan lupa tanda tangan kalian.
- Tentu, aku ingat. - Itu sudah pasti.
Ada yang bisa menahan batu di atas senapan?
Kurasa latihan tengah malam ada gunanya.
Tepuk tangan untuk dia.
Aku boleh berlatih dengan peluru asli sekarang?
Tidak. Sekian latihan hari ini.
Ada pertanyaan?
Pak, kenapa orang Joseon seperti Anda menjadi orang Amerika?
Entahlah.
Aku rasa karena fakta
aku rakyat jelata.
Apa itu rakyat jelata?
Aku yakin kalian semua tahu.
Apa-apaan...
Tentara dibagi berdasarkan pangkat,
bukan status sosial.
Berarti aku bosnya di sini.
Kalau tak mau kulatih karena asal usulku, kalian boleh pergi
atau minta aku dipecat.
Kembalikan senjata. Semuanya bubar.
Buang-buang peluru saja
untuk kelompok pecundang.
Bisa bicara sebentar?
Tergantung
dengan alasanmu ke sini.
Mau minum kopi bersama?
Aku memaksa.
Bagaimana rasanya jadi instruktur latihan?
Mereka sangat antusias.
Aku hanya mengajari cara memakainya.
Aku minta mereka jangan takut
walau sepertinya musuh tak bisa dihancurkan.
Karena musuh...
mungkin lebih tak tahu dari perkiraan mereka.
Terdengar menjanjikan.
Aku muak dengan pertempuran yang mati-matian kau coba menangi.
Aku mau naik. Aku kurang tidur.
Pergilah.
Selamat bermimpi indah.
Ada apa?
Tampak tidak asing?
Apa itu?
Di Jepang, kami menyebutnya orgel.
Bukan itu yang kutanya.
Benar.
Di hari kunjungan kami ke rumah Nona Bangsawan itu,
salah seorang prajuritku mengambilnya.
Memalukan.
Benar.
Tapi masalahnya, Eugene...
benda ini pernah menjadi milikmu.
Kenapa? Ada apa lagi?
Turunkan tandu.
- Tinggalkan kami. - Ya, Bos.
Berengsek, kalian mau apa?
Lepaskan aku!
Kenapa kalian lakukan ini?
Apa yang kau lakukan?
Mau ke mana?
- Apa hubungannya denganmu? - Aku beri satu kesempatan terakhir.
"Satu kesempatan terakhir"?
Tidak masuk akal.
Kenapa terus membuat pilihan semacam itu?
Mengakhiri pertunangan agar jadi wanita bercela.
Mengacungkan senjata dan menjadi sasaran.
Maksudku, pilihan-pilihan berbahaya itu.
Aku meminta Nona...
tidak berbuat apa pun.
Jangan bersekolah.
Jangan belajar bahasa Barat.
Jangan terlibat.
Jangan mempertanyakan dunia ini.
Betapa lancangnya dirimu.
Aku tidak menyesali keputusanku.
Entah membiarkanmu hidup
atau ditembak oleh senjatamu.
Apa dengan mengetahui identitas rahasiaku
menjadikanmu lebih jantan?
Tidak. Belum.
Aku ingin menjadi pria berguna untuk Nona mulai sekarang.
Aku tahu tidak boleh...
tapi aku tidak peduli meski seisi dunia memusuhiku.
Meski harus kujadikan Nona musuhku.
Sub by Netflix Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
Aku yang akan menghabisimu.
Tunggu saja.
Jika aku melihatmu lagi, aku akan membunuhmu.
Tolong lindungi Ae-sin.
Pria yang akan melindungi dengan cara apa pun
dan pria yang tidak akan gagal di dalam upayanya.
Kau memberikan perlawanan
di tempat yang tidak seharusnya.
Karena aku akan membunuhmu.
Hiduplah.
Kau harus hidup, Ae-sin.
Terjemahan subtitel oleh Cindy Fatricia
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.