All language subtitles for Get.the.Grift.2021.NF.WEB-DL-Indonesian

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

NETFLIX MEMPERSEMBAHKAN

Cl�vis!

Kau sudah bicara dengan pacar ayahmu?

- Bukankah Ibu pacar Ayah? - Bibi Jussara pacar Ayah.

Dengar baik-baik.

Ibu dan Ayah sudah tidak bersama.

Kau akan tinggal dengan mereka.

Bibi Jussara kaya! Sangat kaya!

Ini yang terbaik, Sayang.

Namun, Ibu tidak meninggalkanmu.

Ibu hanya ingin kau memiliki segalanya. Kau akan mengerti.

Aku tak pernah memahami Ibu.

Namun, aku mengerti masalah keluarga.

Aku punya beberapa masalah keluarga.

Ibuku meninggalkanku bersama Ayah dan Bibi Jussara.

Selamat ulang tahun

Buat permohonan!

Lalu, Ayah pergi dan meninggalkanku bersama Bibi Jussara.

- Tiup! - Bibi Jussara menikahi Dirceu.

Buat permohonan, ayo.

Cepat, Cl�vis.

Hore!

Lalu, Bibi Jussara juga pergi.

- Tiup! - Dirceu menikahi Soninha.

Buat permohonan, cepat.

Cepat, Nak.

- Bagus. - Soninha meninggalkannya.

Pada saat itu, aku tinggal dengan Soninha dan Rubens.

Mari bernyanyi "Selamat Ulang Tahun" untuknya! Kemari!

- Lohane! - Ayah Lohane.

Aku mau berfoto!

Tidak, Cl�vis! Jangan pergi, kau keluarga!

Itu Lohane, putri Rubens. Saudari tiriku.

Kami cukup akrab.

Aku tinggal paling lama di sana.

Kami tumbuh bersama. Aku sangat menyukainya.

Seiring waktu berlalu,

aku pergi secepatnya untuk hidup sendiri.

15 TAHUN KEMUDIAN

Namun, melakukan apa?

Aku bisa melukis dengan baik.

Seiring waktu berlalu, aku menjadi hebat.

Aku bisa melukis karya seni sungguhan.

Maksudku, karya seni yang sebenarnya�

palsu.

Lalu, aku bertemu orang penting yang membeli barang macam ini.

Ini bagus!

Ini karya seniman terkenal dunia!

Semua orang di Paris, Milan, dan New York mengenalnya.

Aku akan bayar setengah harga.

Apa? Kita sudah sepakat dengan harganya!

Kau tahu itu!

Aku akan bayar setengah harga.

Tidak bisa.

Ikut Ayah, Nak. Seni tidak untung.

Fortunato, ada apa ini?

- Ini transaksi lelang. - Transaksi?

Dia mau bayar setengah harga kesepakatan.

Haruskah kurusak karya ini

dan menjual setengahnya?

Fortunato,

beri dia harga yang benar.

Terima kasih, Senator.

Terima kasih banyak, kau pria yang baik.

Jika kau butuh sesuatu, tanya aku.

Lukisan Portinari?

Dilelang lima kali lipat harga aslinya.

Bagus. Bicara dengan Fortunato.

Aku menjual lukisan kepadanya dengan harga mahal.

Lihatlah.

Ayah mencintaimu, tetapi ini yang terbaik.

Terima kasih, Senator. Kau sangat murah hati.

Sampai jumpa.

Hariku baru dimulai.

Penipu tak pernah tampil sekali saja.

Tolong!

Tolong!

- Tolong! - Ada apa?

Sembarang orang bisa masuk ke sini?

Apa ada yang mengganggumu?

Lalat masuk ke sini dan ke dalam cokelat panasku.

Aku hampir menelannya.

Untungnya, kumuntahkan.

Akan kutangani.

Terima kasih.

- Ada masalah. - Ada apa?

Sepertinya lalat jatuh ke minumannya.

Permisi.

Untuk menghindari rasa malu,

kami berikan cokelat panas gratis.

Cokelat panas?

Hanya cokelat panas gratis. Lucu!

Bagaimana dengan sisanya?

Sisanya seluruh menu. Kau menghabiskannya.

Bahkan lalat!

Para Pengunjung, sebentar.

Perhatikan.

Perhatikan, Gadis Bodoh.

Maaf sudah mengganggu sarapan kalian,

tetapi sayangnya, kita diberi sajian lalat di Brasil.

Kau tak bisa pergi tanpa bayar setelah menghabiskan semua di menu.

Akan kubayar, bukan itu intinya. Kalian akan rugi besar.

Aku akan bayar. Aku tak butuh sumbangan.

- Aku mau keadilan. - Tolong bereskan.

Jangan sentuh TKP! Mengerti?

Aku ingin pemeriksaan forensik. Akan kulakukan.

Aku tak sanggup. Ini menyedihkan.

Ia mati di pagi yang indah. Kalian lihat itu?

Sebelumnya ia terbang bebas.

Itu kematian yang mendadak dan tak perlu!

Aku membunuhnya, Nona! Aku membunuhnya, aku sangat sedih!

Kasihan!

Maafkan aku, Buddha!

Baik, tak ada masalah. Tak perlu bayar apa pun.

Semua gratis.

Kau boleh pergi.

Bagus. Untuk menghindari rasa malu.

- Tentu. - Aku akan memaafkanmu.

Aku tak malu.

Orang-orang selalu menghancurkan kita.

Kenapa aku harus bayar mahal untuk makan?

Satu demi satu penipuan telah membawaku ke sini,

ke hari paling penting dalam hidupku.

Dengar, ini kali terakhir aku membantumu menipu. Aku sudah muak.

Bagus.

Ini hari terakhirku. Hubungan kita usai.

Kau selalu bilang begitu.

Lalu, seminggu kemudian, kau meminta bantuanku.

Aku mengenalmu, Cl�vis.

Aku menjual Kristus.

Apa?

Kristus Sang Penebus.

Kau berbohong!

Siapa yang mau beli patung itu?

Penjahat, seseorang yang ingin memanfaatkan krisis.

Aku membantu Brasil dengan mengambil uang dari pengusaha yang korup.

Yang benar saja, Robin Hood.

Akan kukatakan lagi. Kau tak berani melakukannya.

Akan kutunjukkan. Aku punya dokumennya.

Aku berani bilang ini palsu.

Aku bahkan membuat situs web dengan kode agar mereka bisa memeriksanya.

Semua ada di sana.

- Apa kau tak malu? - Tidak, aku tak malu.

Kubilang ini rahasia,

berdasarkan hukum kerahasiaan negara.

Kubilang pemerintah belum mengungkapnya untuk menghindari protes,

dan pers dibayar, tetapi itu akan dikritik untuk menutupinya.

Aku meminta suap untuk wali kota, untuk diriku sendiri,

untuk gubernur dan diriku lagi,

agar aku bisa memberinya kesepakatan.

- Mereka percaya? - Tentu.

Kau tak bisa percaya kesepakatan tanpa suap.

Seratus tahun lalu, di Paris,

seorang pria mencoba menjual Menara Eiffel ke salah satu penjual besi tua terbesar.

Dia sangat sukses

hingga kembali ke Prancis dan menjualnya lagi.

Kita terbiasa meniru sesuatu dari luar negeri.

Patung Kristus itu tak dijaga. Jadi, aku menjualnya.

Sudah.

TERJUAL

Aku hanya butuh pria korup yang mau membelinya.

Ada banyak orang seperti dia di sini.

Di mana uangnya?

- Sekarang? Di siang bolong? - Jangan khawatir, semua baik-baik saja.

Orang tak menyembunyikannya lagi. Makin jelas, makin baik.

Semuanya dijual.

Amazon bukan lagi milik kita.

Bahkan kriket pun tak bisa bahasa Portugis.

Di mana uangnya?

Kenapa kau menyembunyikannya?

Berikan itu, jangan mencurigakan.

Aku suka vas ini. Akan kuambil, jangan pedulikan aku. Dah.

Aku punya solusi untuk rakyat kita

Bisnis bagus seperti ini Tak ada yang pernah lihat

Semuanya siap, datang dan ambillah

Solusinya adalah menyewakan Brasil

Kita tak akan membayar apa pun

Negara ini hanya lelucon. Kenapa aku harus serius?

Ayolah, itu penipuan yang bagus.

- Kau berhasil! - Ya! Terima kasih atas pujiannya.

Bukan untuk menyombong, tetapi aku benar-benar hebat.

Orang asing akan menyukainya

Ada pemandangan Atlantik dan laut

Setelah semua yang kualami, semua masalah,

aku bekerja sangat keras,

dan aku menjalani momen terbaik dalam hidupku.

Kita tak akan membayar apa pun

Kita tak akan membayar apa pun

Semuanya gratis

Sudah waktunya

Namun, karena orang miskin tak bisa bahagia,

semuanya berubah.

Cl�vis.

Televisimu menyala?

Mungkin tidak.

Nyalakan berita. Kita celaka.

Di kafe inilah

pengusaha itu diduga bertemu seorang pria

yang menjual Kristus Sang Penebus kepada mereka,

dengan nama palsu L�vio Romero.

Seperti yang kau lihat, ini sketsa tersangka.

Astaga, Kawan!

Hei, Pria Besar! Aku butuh mobilku!

Maaf, Tavinho, tetapi aku butuh mobil itu.

- Cl�vis! - Aku membayarnya! Kau kaki tanganku!

- Apa? Ayo, Cl�vis! - Kaki tangan! Benar!

Sekarang aku akan mengambil uangku dan pergi dari sini.

Namun, Senator lebih cepat dariku dan polisi.

Aku salah karena mempermainkan mereka.

PERGI DAN BERBAHAGIA, NAK SENI TIDAK SEPADAN

Pria itu membalasku.

Dia membobol rumahku dan mengambil semua uangku.

Aku harus kabur secepat mungkin.

Astaga! Apa aku membunuhmu?

Maaf, aku tak bisa membantumu sekarang.

Lohane? Kau harus datang sekarang?

Kau pikir dia mengalami hari buruk? Bayangkan hariku!

Aku menyajikan sarapan Mag� terbaik. Lohane's Point.

BELI SATU BURGER DAN DAPATKAN SEGELAS JUS

Burger datang!

Aku juga memberimu 800 tisu makan.

Itu cukup murah, 800 seharga satu.

Aku tak mampu beli yang mahal,

tetapi aku janji akan membelinya.

- Kami punya jus lezat gratis. - Luar biasa!

Rasa buah mete buatan yang tak pernah ditemukan di alam.

Namun, itu mungkin nanas.

Itu lezat. Manis sekali!

Teruslah tertawa. Aku kerja keras untuk bertahan hidup.

Aku bekerja dari Senin sampai Minggu.

Jika aku menutup karavan ini, hidupku berakhir.

Penderitaan tak pernah berakhir.

Ini sulit.

Apa?

Hidup.

Mag� harus diteliti.

Tempat ini panas!

NASA harus menelitinya

karena kupikir matahari lebih dekat di sini.

Aku bisa menggoreng burger di jalan.

Tak kulakukan, aku punya etika.

Namun, etika adalah subjek rumit.

- Selamat sore. Semua baik-baik saja? - Hai!

Pelanggan terhormat.

Ada Cheese-Lohane, Lohane-salad, chicken-Lohane, dan Lohane Light.

Kuharap kau bisa bahasa Inggris.

- Mau pesan apa? - Izin bisnis karavan ini.

Ini�

Tidak ada di menu. Sudah habis.

Kau tak bisa menjual makanan tanpa itu.

Aku harus menyitanya.

Jangan, Pak.

Tolong, jangan. Itu bisnisku.

Kau akan menghancurkan hidupku.

Tolong bantu aku.

Mungkin, dengan sedikit insentif�

Mengerti?

- Pemanis? - Ya.

Suap. Kau tahu?

Untuk membantuku memberi makan anak-anakku.

Aku tahu.

Ini tak manis sama sekali.

Ini. Hanya itu yang kupunya.

Ini tak cukup untukku dan temanku Pantoja di sana.

- Jadi? - Aku akan�

Akan kucari lagi.

- Penghasilan bulan ini. - Itu dia.

Sangat manis.

Sampai jumpa.

Ayo, Pantoja.

Apa itu tadi?

Situasi yang sulit.

Aku butuh izin, tetapi itu perlu uang. Jadi, aku harus bekerja.

Ini gila!

Aku membayar mereka, tetapi tak kehilangan karavanku.

Namun, orang miskin tak bisa bahagia.

Jadi, semuanya berubah.

Jangan lakukan itu! Kumohon!

Karavan ini hidupku!

- Jangan diambil! - Tenanglah, Bu.

Kau dilarang menjual makanan di sini. Kami harus menyitanya.

Ya! Maksudku, tidak!

Ya atau tidak?

Ya, aku tak punya izin, tetapi jangan ambil karavanku.

Aku sudah menyelesaikannya dengan teman kalian tadi.

- Teman? - Ya!

- Aku tak punya teman. Kalau kau? - Tak ada.

Inspektur palsu?

Ya, ada banyak.

Mereka mengambil uang dari orang sepertimu.

- Kau korban. - Sebenarnya, bukan benar-benar korban.

Jika kau tak membayar mereka, mereka pasti pergi.

- Namun, kalian akan mengambilnya? - Ya, tetapi kau tak kehilangan uang.

Ayo, Santos.

Sendirian, tanpa karavan dan tanpa uang.

Aku tak punya apa-apa lagi.

Maksudku�

hampir tak punya apa-apa.

Aku harus pergi ke Rio.

Aku akan pergi ke Rio, Jerusa!

Untuk mencari satu-satunya orang yang bisa membantuku.

Saudaraku.

Dia jarang bercerita, tetapi aku tahu hidupnya baik

sehingga dia sukses di kota besar.

Dia lebih sukses dariku.

Astaga!

Apa aku membunuhmu?

Lohane?

Cl�vis!

Kau harus datang sekarang?

Tunggu! Cl�vis!

Terima kasih, Tuhan!

Cl�vis!

Kenapa kau terburu-buru? Kau tak memberiku ciuman.

Kau terlambat?

Benar-benar fokus pada lalu lintas untuk menghindari pertanyaanku.

Bicaralah dengan sopir hanya saat diperlukan.

Apa kau akan pergi?

Kau tak perlu menjawab, aku tak mau tahu.

Kupikir mobilmu lebih bagus.

Aku tak menghakimimu.

Kita selalu berpikir orang lain sukses.

Aku tak bilang kau tidak sukses, hidupmu lebih baik dariku.

- Namun, lebih buruk dari yang kukira. - Kau tak lihat aku fokus?

Maaf, tenang.

Kau mirip�Wesley Safad�o.

Kurasa karena rambutnya.

Julukanmu di sekolah adalah Cl�vis Bornay, ingat?

Omong-omong, kita mau ke mana?

Kau bisa bicara sekarang? Aku perlu bicara.

Tidak.

Kita berkendara berjam-jam. Kau membawaku ke mana? Aku penasaran.

Ini bisa dianggap penculikan.

Ya, kita sudah berkendara berjam-jam.

Bukan, ini bukan penculikan.

Aku tak memaksamu ikut, kau masuk ke mobilku.

Tolong keluar.

- Kau kasar sekali! - Aku tak kasar.

Aku bilang "tolong". Tolong keluar.

- Kau sudah lama tak melihatku! - Keluar.

- Cl�vis, aku butuh bantuanmu. - Keluar!

- Aku dalam masalah! - Kau pikir aku tidak?

Aku dalam masalah besar.

Masalah sangat besar.

Tak seburuk masalahku.

- Aku bermasalah dengan polisi. - Tak tertarik. Keluar.

Dengar, Cl�vis. Aku punya karavan.

Tadinya, tetapi polisi menyitanya karena aku tak punya izin.

Sebelum itu, ada razia lain. Aku menyuap mereka, tetapi mereka palsu.

Kini aku tak punya uang dan karavan!

Aku tak punya cara lain untuk mencari nafkah.

Lalu kupikir saudaraku bisa membantuku. Akan kukembalikan uangmu.

Aku tak punya uang, bagaimana bisa bantu?

Aku mengerti.

Penjahat ada di mana-mana.

Kau mungkin tak percaya, tetapi aku bisa buktikan.

Akan kutunjukkan.

Kau kriminal?

Aku penipu, bukan kriminal.

Kau�

Kau seperti penipu yang memerasku, 'kan?

Tidak, aku punya etika.

Etikaku sendiri, tetapi aku punya.

Aku tak akan mencuri karavan dari pekerja jujur.

Astaga, aku tak mau berurusan denganmu.

Tidak.

Sebenarnya, #benciclovis.

Kau seharusnya tak datang.

Semoga berhasil. Dah.

Tentu saja tidak.

Aku tak akan minta bantuan penjahat.

Aku kehilangan karavan, tetapi aku tak akan melakukannya.

Dunia ini dipenuhi penjahat.

Negara ini penuh penjahat.

Kau tak butuh aku?

Aku tak membutuhkanmu!

Sebenarnya, aku butuh.

Namun, Tuhan akan membantuku.

Belum saja.

Pada akhirnya, Dia akan membantu. Entah kapan, tetapi akan.

Aku tak pantas menerima ini.

Aku benar-benar tersesat.

Itu Cl�vis!

- Aku sibuk. Di mana itu? - Akan kucari dokumennya.

Astaga!

Bagaimana ini?

Tak bisa kutemukan. Pasti ada di tempat lain.

PATROLI JALAN RAYA

Kembalilah, Berengsek!

Aku bicara denganmu, Berengsek! Bajingan!

Kurang ajar!

Pengecut!

Kau monster pembohong!

Kau seharusnya tak pernah dilahirkan!

Maaf, akan kusela kalian sebentar.

Tunggu, siapa kau?

Aku?

Aku orang bodoh yang tertipu ucapan manisnya!

Kalian tak akan percaya ini.

Pria ini datang ke rumah ayahku dan menodaiku!

Baik, itu memang suka sama suka,

tetapi dia memanfaatkanku dan kabur.

Itu tidak benar!

- Tenang, Bu. - Jangan panggil aku begitu!

Itu mengingatkanku pada buku yang terpaksa kubaca saat kecil.

Namun, tidak kubaca.

Aku gagal.

- Jangan lakukan itu! - Dia memukulku.

Kau kasihan kepadanya?

Tangkap saja aku. Jauhkan aku dari masyarakat.

Jangan membuatku hidup dengan perempuan gila ini.

Dia gila, kalian bisa melihat itu!

Dia ingin ditangkap

karena tak mau bertanggung jawab sebagai ayah.

- Dia tak mau membesarkan anaknya! - Anak apa?

Anak ini! Di dalam rahimku.

Sejak kapan ada anak? Itu cacing pita.

Kau memintaku membesarkan cacing pita?

Kau memintaku membaptis cacing pita?

- Yang benar saja! - Anakku!

Ayahmu menghinamu bahkan sebelum kau lahir!

Kau mau polisi ini memaksaku membayar tunjangan anak?

- Tentu saja! - Ibumu gila!

Benar, percayalah kepada ayahmu! Kau gila!

Kau bahkan tak tahu apakah ini bayimu!

Kalian berdua gila! Bertengkarlah di tempat lain!

Tidak! Aku ingin menyelesaikan ini.

- Tidak! Kami tak akan melakukan apa-apa. - Kami akan membereskan ini!

Aku ingin membereskannya, Kawan. Mengerti?

- Aku ingin membereskan ini! - Cukup!

Kumohon pergilah

sebelum aku berubah pikiran dan menangkap kalian.

- Mengerti? - Ya, kau benar.

Kumohon.

- Sebelum ketubanku pecah. - Tenang.

- Tak apa, tenang. - Jalan.

Semua baik-baik saja.

Aku harus berselancar hari ini.

Cacing pita itu tindakan genius.

Kau tak percaya saat aku mengatakan itu.

Aku tak percaya bagaimana kau, Cl�vis,

anak yang pendiam dan pemalu,

menjadi gangster.

Aku dirundung, Sayang.

Dirundung! Aku dirundung.

Lady Gaga dirundung, Madonna juga.

Kudengar Tom Cruise juga dirundung.

Semua orang hebat, sepertiku.

Terima kasih, perundungan!

Saat aku baik, aku payah.

Kini, aku jahat, keadaan baik. Itu lebih baik, 'kan?

Mungkin.

Lihat dirimu, kau baru menipu polisi.

Kau akan memberiku karavan.

- Apa? - Kau mendengarku.

Aku menyelamatkanmu. Kini kau akan memberiku karavan.

Pemerasan?

Kau saudaraku, Cl�vis,

Aku tak punya apa-apa lagi. Kau bisa membantuku?

Baik.

Aku akan mencari cara.

Namun, setelah itu, kita akan berpisah.

Lepaskan aku. Tidak!

Kau sedang apa?

Memesan kamar.

Tanpa uang?

Biar kujelaskan satu hal kepadamu.

Aku butuh karavanku,

tetapi kukira kau akan membelinya secara jujur.

Kau sungguh mengira begitu?

Baik sekali.

Tenang, ini hanya sulap.

Alih-alih menarik kelinci dari topiku, aku akan menariknya dari topi orang lain.

Aku tak mau tinggal di sini. Lupakan.

Aku punya martabat.

Bagus, karena aku tak akan pergi.

Apa kabar?

- Selamat pagi. - Pagi.

- Kau sudah memesan? - Ya.

- Apa kabar? - Baik.

Atas nama�M�ximo Marques.

Aku sudah memberikan deposit.

Ada masalah dengan akun daringku, dan aku membayar depositnya di bank.

Menyebalkan sekali.

Aku menemukannya. Kau bayar sepuluh hari di kamar premium.

Bagus sekali.

Namun, depositnya akan dikirim pada hari Senin.

Lalu?

Aku tak bisa istirahat setelah perjalanan melelahkan

karena bank tutup akhir pekan?

Bukan itu maksudku, Pak. Secara teknis, itu belum dibayar.

Namun, aku sudah membayar deposit.

Ini aneh sekali.

Uang kami langsung berkurang saat kami kirim,

tetapi saat kami membayar deposit, lama sekali dikirimnya.

Bank suka menahannya

sehingga prosesnya lama.

Aku mau bertanya.

Jika uangku belum ditransfer,

ada di mana uangku?

Ya, itu pertanyaan bagus.

Puji Tuhan yang tak pernah istirahat

bahwa kita orang jujur.

- Benar, 'kan? - Amin.

Aku dalam perjalanan bisnis, aku lelah.

Aku bekerja pada akhir pekan, tak seperti bank.

Aku hanya butuh kunci kamarku, tolong.

Baik.

- Silakan. - Bagus.

Cl�vis, aku tak setuju dengan perbuatanmu.

Sungguh? Itu masalahmu.

Namun, aku suka ini.

- Apa kabar? - Hai.

Aku tak pernah ke mana-mana.

Kau butuh waktu dan uang untuk bepergian.

Pekerja yang punya waktu itu pengangguran. Jadi, tak ada uang untuk bepergian.

Itu tak masuk akal, Cl�vis.

Aku hanya pernah pergi untuk dapat mayones palsu yang aku sajikan.

Kau menyajikan mayones palsu, bagus sekali!

Jika tak begitu, tak akan ada mayones yang kujual.

Impianku adalah bisa menyajikan mayones mewah

dan tisu tebal.

Kau menyebalkan, banyak bicara.

Jangan begitu.

- Tempat ini sangat indah, bukan? - Tidak.

Aku jatuh cinta.

- Berikan nomormu! - Kau mau ke mana?

Mengikuti ikan itu, aku hiu.

- Kembalilah. - Kita mau ke mana?

Aku akan membelikanmu pakaian, itu mengerikan.

Aku tak pernah mengira kau mampu melakukan hal seperti ini, Cl�vis.

- Aku tak mau masuk. - Diam. Ayo.

Halo, apa kabar?

- Selamat sore. - Selamat sore.

Aku mengajak saudariku belanja.

Bukan itu saja, dia harus pergi ke pesta.

Dia butuh perubahan total.

Aku suka gaun itu.

Astaga!

Berapa ukurannya? Kecil?

Tidak, kecil, sedang, dan besar. Dia tidak simetris.

Satu paha lebih besar,

satu payudara lebih besar, bokongnya aneh.

Asimetris.

Jika dia dibandingkan�dengan buku anatomi, dia akan terlihat seperti alien.

Jika kau membaringkannya telanjang, awalnya, kau akan bingung.

Aku mengerti, Bodoh. Bisa ambilkan kopi?

- Kau mengagetkanku! - Satu lagi.

- Aku tak bisa! - Kau bisa!

Jangan membantahku.

Tinggalkan itu dan kembalikan beberapa. Bilang kau tak akan beli apa-apa.

Tidak! Tuhan, ampuni aku!

Ini bukan salahku! Maafkan aku!

- Hai. - Hai.

Selamat datang di Brasil. Di sini panas, bukan?

Jadi, kurasa aku tak akan beli apa pun.

Ayolah! Setidaknya satu.

Dia benar.

Tak ada yang cocok untukku, terima kasih.

Kau kesal karena kau gemuk.

Aku menahan air di tubuh bagian atas.

Dia merasa bersalah kepada dirinya.

Kita harus beli baju impian,

baju yang membuatmu bersumpah akan menurunkan bobot untuk memakainya.

Aku punya banyak di rumah.

- Dah! - Itu akan cocok untukku kelak.

- Ayo pergi. - Kau penuh dengan label keamanan.

Jika melewati pendeteksi, kau bisa meledak.

Astaga, aku tak bisa dipenjara!

Tenang, kita bisa atasi. Kita hanya perlu menunggu.

Sekarang, ayo.

- Aku tak percaya ini. - Semoga berhasil.

Dia tak akan beli apa pun.

Dia harus menemui psikiaternya.

- Terima kasih majalahnya. - Tentu!

Kasihan turis itu.

Kita harus memikirkan diri sendiri di Brasil.

Mobil itu menerobos lampu dan hilang.

Mobil yang diam jauh tertinggal.

Itu benar. Kita harus menghormatinya.

Aku menemukan orang Brasil jujur! Belum pernah kulihat!

Akan kuberi tahu media.

Jika ini kali ketigamu, kau dapat lagu.

Bung, kau menjebak orang tak bersalah dan membuat negara kita tampak buruk.

Brasil sudah punya reputasi buruk.

Kamera akan menunjukkan bahwa aku menaruh pakaian di tasnya,

dan dia akan bebas.

Bisa-bisanya kau.

Tidak punya uang, begitu caraku melakukannya.

Ayo hati-hati.

Mereka akan mengejar kita, dan aku baru mulai.

NAIK KAPAL

Bukankah ini seharusnya cepat?

Kita sudah di sini berjam-jam. Ini slushy kelimaku.

Kita mengamati area ini. Kau lihat tempat naik kapal itu?

Mereka hanya mau tunai atau cek.

Kita harus menunggu orang yang bayar dengan cek,

foto tanda tangannya,

lalu palsukan cek baru dan tukar dengan yang asli.

- Merampok bank lebih mudah. - Kita akan lakukan.

- Merampok bank? - Ya.

Wanita itu sepertinya akan menyewa kapal.

- Pergilah ke sana. - Untuk apa?

- Foto ceknya! - Bagaimana caranya?

Cari tahu, lalu bawakan kepadaku.

Baik, pegang. Tuhan, bantu aku.

Ada Pantai Forte, pantai paling populer kami.

Dan perjalanan spesial kami, seperti Pantai Per�.

Kami punya kapal motor empat meter

dan sekunar yang akan segera pergi,

tetapi masih ada tiket untuk perjalanan ini.

- Hai. - Hai. Aku melihat-lihat masker ini.

Jika memakai masker ini, aku akan menakuti ikan.

Aku akan mengosongkannya.

Seperti kepunahan.

Aku mau tanya. Apa ada kapal dengan 500 orang?

- Tidak, kami� - Apa?

Maaf. Itu bagian serunya.

Lima ratus orang jatuh dan saling tindih. Aku lebih suka seperti itu.

Aku lebih suka itu.

Ada yang lebih eksklusif?

Seperti kapal atau yacht?

Kau bisa beli semua tiket kapal sedang

dan membawa teman-temanmu.

Bagus. Berapa harganya?

- Seribu real. - Seribu real?

Ya, seribu.

Berada di kapal sendirian, tanpa pria untuk dicumbu?

Aku melihat pelaut berkaki besar di sana.

Bayangkan dia menarik jangkar dengan lengan kuat itu.

Gadis pintar!

Aku suka� Maaf.

Maaf, ini transaksi pribadi.

- Bisa pakai kartu kredit? - Aku mau berfoto.

- Tidak, hanya tunai atau cek. - Baik.

- Cahayanya bagus. - Ini hari yang cerah.

Luar biasa.

Bagus sekali.

Ini sudut yang bagus. Maaf.

Beberapa orang tak tahu kapan harus berhenti.

Kau bicara denganku? Tatap aku. Kenapa kau menatapnya?

Dasar sombong. Tempat yang buruk!

Tempat kumuh dengan anjing bau.

Anjingmu kotor.

Astaga, bau itu!

Tempat yang buruk! Astaga.

- Halo! Selamat sore. - Selamat sore, apa kabar?

Kuharap kau baik-baik saja karena aku tidak.

Bosku marah.

Aku tak memperkenalkan diri. Aku Wendell.

Aku sopir Silvia yang baru saja menyewa kapal.

- Wanita itu. - Benar. Apa bosmu baik?

Mereka tak pernah baik.

Namun, itu bukan salahmu, salah perempuan yang berfoto.

Kau suka mereka?

Aku tak apa-apa, tetapi perempuan itu terus bicara.

Kau bingung dengan bicara cepat? Aku tidak, tetapi bosku ya.

Dia membuat bosku salah memberikan cek.

Dia memberimu cek yang salah dan memintaku mengambilnya

dan memberimu ini.

- Paham? - Ya.

Keduanya sama, tetapi banknya berbeda.

- Baiklah. - Bisakah kau cepat?

Dia menunggu di luar, dan suasana hatinya buruk.

- Kau tahu? - Ya.

- Tidak sabar. Dia� - Aku akan memeriksanya.

- Semua sama, kecuali banknya. - Baik.

- Baiklah. - Bagus.

- Terima kasih. - Sama-sama.

Sebelas ribu real.

Angka 11-nya terlalu berimpit.

Maaf, tetapi aku tak bisa.

- Hai, apa kabar? Selamat sore. - Selamat sore.

Jadi, apa yang tertulis di sana? Sebelas ribu real, bukan?

Jadi, begitu adanya.

Dan ini mendesak, aku butuh uang ini.

Namun, aku harus menghubungi penerbit.

Orangnya menderita penyakit Parkinson. Kau belum dengar?

Aku sungguh butuh konfirmasi bank.

Baiklah.

Para Pengunjung, minta perhatiannya.

Maaf mengganggu, tetapi aku harus mengatakan sesuatu.

Bank mengambil uang kita, tetapi tak pernah memberi kita kenikmatan.

Bibiku Silvia, yang membesarkanku, punya penyakit Parkinson.

Dia bersikeras menggunakan tangannya yang lemah

untuk menulis cek.

Dia merasa hidup, dia merasa berguna, dia merasa aktif.

Sebab cek itu adalah donasi darinya untuk anak yang membutuhkan.

Namun, perempuan itu bilang tulisannya jelek.

Tentu saja, dia memiliki Parkinson!

- Angkanya berimpit. - Kau bohong!

- Aku tak bilang apa pun! - Sungguh?

Sekarang, dia tak bilang apa-apa. Dia lebih memilih diam seperti pengecut.

Itu bukan atas namanya, dia bertindak atas nama bank.

Dia tak mengeluarkan uangnya, dia mengeluarkan uang bank!

Apa bank mengampuni kita?

- Tidak! - Tidak!

Aku mau jadi bank di kehidupan lain.

Mereka selalu dimaafkan, tetapi tak pernah memaafkan.

Lihat antrean perlakuan khusus ini.

Sangat lambat!

Membuat warga senior menunggu itu memalukan.

Itu buruk. Mereka orang tua!

Kalian pernah dengar kelompok usia setelah usia emas?

Tidak? Kenapa? Karena itu tak ada!

Usia emas yang terakhir!

Tiap menit hidup mereka berharga.

Salah satu dari mereka mungkin akan meninggal di sini.

Lihat dia, makan dengan gelisah.

Dia gelisah, makan kue, terus mengunyah.

Kegelisahannya salah bank.

Dia berdiri di sana berjam-jam.

Dia makan untuk menghabiskan waktu.

Dia kurus saat datang ke sini. Lihat dia sekarang.

Dia bisa meledak di sini.

Bagaimana dengan pintu putar? Itu neraka di Bumi!

Kita bahkan berhenti datang karena takut terjebak.

Kita diperlakukan seperti kriminal.

Kita menjadi kriminal.

Kita mengeluarkan ponsel, kunci, semuanya.

Mereka minta alat pacu jantung.

Seseorang mungkin terkena serangan jantung.

Dan itu semua salah bank!

Itu benar!

Kami ingin dihormati!

Hormat! Kami ingin dihormati!

Dengar, aku menahan antrean bukan karena mau.

Mereka tak mau mencairkan cekku.

Cairkan!

Cairkan ceknya!

Dengar suara pengalaman, dia sangat berpengalaman.

Cepat cairkan ceknya!

Bahkan teman gemuk kita setuju. Aku juga gemuk.

Cepat cairkan!

- Cairkan ceknya! - Cairkan!

Raksasa telah bangun.

Raya dengan alammu

Engkau indah, engkau perkasa Sebuah raksasa pemberani

Dan masa depanmu cermin kebesaranmu

Tanah tercinta

Dari ribuan tanah lainnya Engkau, Brasil, tanah air tercinta

Untuk anak-anak tanah ini Engkau ibu yang lembut

Tanah yang tercinta, Brasil!

Ya!

- Cairkan! - Cairkan!

Aku merinding.

Bukankah kubilang aku akan merampok bank?

- Kau merampok Silvia! - Apa?

Dia korban penipuan.

Kerugian bank adalah keuntungan kita.

Sebelas ribu real!

Aku belum pernah lihat uang sebanyak ini!

- Mana bagianku? - Tidak ada.

Kau menjadi serakah.

Akan kubelikan karavan untukmu besok.

Lalu apa?

Lalu, kita berpisah seperti kesepakatan kita.

Tidak.

Aku tak akan menerima itu.

Kau datang kepadaku demi karavan, 'kan?

Jadi, ayo bersenang-senang. Kapan kali terakhir kita melakukan itu?

Ada pesta di dekat hotel.

Tidak bisa, seluruh kota memburu kita.

Kau mau ke mana?

Ke sauna, bersantai setelah hari yang berat.

Sauna? Ayo berpesta!

Tidak ada pesta, Lohane.

Sudah cukup untuk hari ini.

Aku akan pergi ke sauna, dan kau akan tidur.

- Kau akan berbaring dan istirahat. - Tidak!

Karena perempuan seusiamu, dalam situasimu,

semuanya salah.

Kenapa usiaku?

Cl�vis?

Cl�vis, buka pintunya!

Cl�vis!

Lohane?

Lohane.

Kita perlu bicara.

Lohane, jawab aku.

Lohane.

Tidak mungkin! Sulit dipercaya!

Lohane?

Kau merayu istriku?

Kau serius?

Aku tak akan menjawabnya. Lihat aku!

Aku tak kenal istrimu!

Kau tahu kenapa? Dia perempuan. Aku tak tertarik.

Yang benar saja.

Di mana orang aneh itu?

- Itu dia. Aku menemukanmu! - Hentikan!

- Buron! - Kupikir kau merampokku.

Kau pergi ke mana?

Aku berusaha mengajakmu berpesta.

- Pesta payah ini? - Tunggu sebentar, Cl�vis!

- Kembali ke hotel sekarang! - Kau menyakitiku!

- Namun, aku ingin pergi ke pesta! - Hentikan.

- Sebentar saja, Cl�vis! - Tidak!

- Kumohon, 30 menit saja. - Lepaskan lenganku.

- Ayo bersenang-senang! - Lepaskan aku!

- Ikut aku! - Lepaskan aku sekarang!

Maaf.

Lihat yang kau lakukan.

Kau menyuruhku melepaskanmu. Jadi, kulakukan.

Aku baru mandi. Sekarang, aku kotor.

Lihat. Kau keterlaluan, Lohane.

Lihat ini.

Itu bukan salahku.

Aku mau pelukan.

- Tidak, Cl�vis! Jangan marah, tunggu! - Peluk aku.

Kau! Kau pria yang menipuku!

Lari!

- Dia gila! Di mana cekku? - Kembalilah!

- Di mana cekku? - Tangkap mereka!

Hentikan pencuri itu!

Lari!

Lihat perbuatanmu, Bodoh? Seharusnya kau dengarkan aku.

Kini aku tak bisa beristirahat di hotel ini.

Aku sangat gugup!

Aku tak bisa dipenjara, Cl�vis!

Dengar, ambil barang kita dari kamar, lalu temui aku di mobil.

Ada yang bisa kubantu?

Halo, selamat malam. Apa kabar?

Aku ingin keluar.

Apa ada masalah?

Hotel ini jelek.

Sebenarnya, kota ini buruk.

Negara bagian ini.

Negara ini.

Bumi kita buruk.

Jika bisa, aku ingin keluar dari Bimasakti.

Namun, aku tak bisa mati. Aku mau ke mana?

Bagaimana jika lebih buruk?

Cepat, Nak. Aku harus pergi.

Jadi, kau akan batalkan depositnya?

Tentu tidak. Itu sudah dibayar.

Kau akan mendapatkannya hari Senin. Kembalikan saja selisihnya.

Aku tak bisa kembalikan yang tak kami punya.

Dengar, Nak.

Aku sudah kotor.

Kau mau memperburuknya?

- Kembalikan uangku. - Tidak.

- Kau mencoba menipuku? - Aku akan kembalikan uangmu hari Senin.

Aku akan jauh dari sini hari Senin. Jadi, tolong.

Bahkan semua lautan di tempat ini

tak bisa menghapus perbuatan kotormu kepadaku.

Sayangnya, kau harus menunggu.

Baik, aku akan menunggu.

Namun, aku akan duduk agar tidak lelah.

Tidak, Pak, jangan.

Enak sekali.

Tolong jangan lakukan itu. Demi kasih Tuhan!

- Tidak, kumohon. - Aku lelah! Aku mau berbaring.

- Ini nyaman sekali. Aku mengantuk. - Jangan, Pak.

- Enak sekali. - Astaga, jangan lakukan itu!

- Tolong berdiri! - Baik.

Bukan masalah, maaf. Aku hanya menabrak ini.

Kau akan bayar itu!

Jadi, kembalikan uangku!

Astaga.

Kita berhasil, Cl�vis!

Kemarin, aku jatuh, tetapi hari ini aku kaya!

Kita berhasil?

Tak ada "kita". Siapa "kita"?

Kita berbeda. Kau menginginkan hal lain.

Kau hanya ingin bersenang-senang, berpesta.

Aku tidak. Aku kotor. Aku bahkan tak bisa mandi.

Kita berbeda, Lohane.

Aku ingin sendirian. Aku suka begitu.

Aku ingin sendirian.

Seperti Greta Garbo.

Akan kubelikan karavan besok pagi, lalu hubungan kita usai.

Kenapa kau kasar sekali?

Ayo coba tidur.

Menjijikkan.

Ini karavanmu.

Tidak, itu bukan karavan. Tadinya aku mau karavan.

Kau mau karavan, tadinya.

Ini yang kita punya. Kau tak suka?

Dengar, karavan yang ideal untuk membuat burger.

Di mana kreativitas Brasil-mu?

Di mana keterampilan bertahan hidupmu?

Kita tahu cara mengubah diri kita!

Kau bisa gunakan van ini untuk memikirkan kesepakatan.

Kombo Van!

Aku muak menjadi orang Brasil!

Kau yang rugi

karena kita memberi kontribusi berharga.

Pesawat, jam tangan, pemilihan elektronik, alat pelurus rambut,

dan yang paling terkenal, Brazilian wax.

- Wax bikini penuh. - Tidak.

Wax bikini penuh menyiksa untuk kencing karena air kencingnya berceceran.

- Aku tak butuh semua informasi ini. - Kau butuh!

Perempuan menderita di kamar mandi jelek ini!

Kami harus melatih kuadrisep untuk kencing,

lalu alirannya harus stabil dan lurus.

Baik, aku tak mau tahu itu. Kita setuju dengan van-nya?

- Apa aku punya pilihan? - Tidak.

Jadi, ini dia. Terima kasih.

Sama-sama. Dengan senang hati.

Sampai jumpa?

Mungkin. Hidup itu tak terduga.

Baiklah.

Baiklah.

Bagus.

Bagus.

Selamat tinggal.

Benar-benar selamat tinggal.

Semoga berhasil, Cl�vis. Jaga dirimu.

Kau juga.

Aku tak belajar Mengucapkan selamat tinggal

Entah apa aku akan terbiasa

Menatap matamu

Aku tahu itu akan terukir di hatiku

Tatapan di matamu

Tak ada yang perlu kukatakan

Apa-apaan?

Kau gila? Apa yang kau lakukan?

Kau memberiku van.

Kau menjanjikan karavan. Aku mau karavan!

Berhenti mengeluh!

Ini jelek!

Kuberikan sebisaku, ambil saja!

Kau bilang akan memberiku karavan. Aku mau karavanku!

- Tidak akan! - Ya, akan!

- Kau bodoh! - Tidak, kau yang bodoh!

Sial!

Apa-apaan?

Sulit dipercaya.

Sial!

Ganti salurannya, lagu ini payah.

Aku menyukainya.

Aku juga suka mobilku.

Namun, harus kutinggalkan dengan mesin yang meledak.

Kau sangat pemarah.

Astaga, Cl�vis.

Mari rayakan kebersamaan keluarga kita lagi!

Apa? Aku di sini karena harus.

Kau menempel padaku seperti penyakit, virus.

Kau akan segera kusingkirkan.

Aku mengalami kesulitan teknis. Ada yang bisa mendengarku?

Aku suka yang ini!

Astaga, lagu ini luar biasa.

Bagus sekali.

Ini lagu untuk menyetir, untuk kebebasan.

Rasakan kebebasannya.

Polisi mengejarku, ingat?

Kau sangat pesimistis.

Itu menarik hal negatif.

Kau terlalu serius, terlalu pemarah.

Kau harus menikmati hidup.

Kau mau aku menikmatinya?

Mau aku hidup?

- Itu yang kau mau? - Ya.

- Kau mau kebebasan? Baik. - Kebebasan.

Kebebasan!

Kegembiraan!

Bagus.

Aku tak merasakan apa pun. Hidupku tak berubah sedikit pun.

Kau tak serius.

Kau tak membiarkan dirimu sepenuhnya bebas.

Lihat aku.

Aku tersesat, duduk di samping penjahat,

tetapi jiwa dan ragaku di sini.

- Kau mau aku melepaskannya? - Ya.

Dan hidup?

Kau hanya mengkritik.

Itu hanya saran, kau tak perlu melakukannya.

Jika kau mau kebebasan, kau akan mendapatkannya.

Katakan kepada orang-orang aku di sini�

Bebaskan aku, DJ!

Jadi, ambil risiko, cium, buat kesalahan

Cinta tak datang dengan tanda peringatan

Katakan aku di sini Kita hanya hidup sekali

Lohane!

Lohane! Perhatikan!

Aku muak!

Hidup seperti ini sulit!

Sangat sulit!

Setelah inkarnasi ini, aku tak boleh kembali.

Aku tak bisa bertahan lagi!

Ayolah.

Maafkan aku, Cl�vis.

Sial!

Cl�vis, aku lapar.

Kau tidak?

Aku bicara denganmu.

- Bicaralah dengan kakiku! - Kakimu bau!

Masa lalumu bau.

- Sama denganmu. - Sama sekali tidak.

Aku tumbuh, berevolusi, dan melanjutkan hidup.

Hidupku memburuk karena kau.

Cl�vis, jangan bohong.

Polisi mengejarmu, dan aku menyelamatkanmu, Sayang.

Aku membawa kebahagiaan ke hidupmu.

Matikan itu. Aku tak mau bicara denganmu.

Bicaralah dengan kakiku.

Lohane.

- Ada apa? - Nyamuk.

- Biarkan saja. - Aku serius, aku membutuhkannya.

- Untuk apa? - Makan.

- Nyamuk? - Hentikan!

Jangan gerak.

Aku tak bergerak, Cl�vis.

Aku mati rasa karena kelaparan.

Perutku memakan dirinya sendiri.

Jika aku memasukkan makanan ke mulutku, itu akan hancur.

Ia mendarat.

Apa itu, Cl�vis?

Itu kejahatan.

Itu kekerasan dalam rumah tangga.

Ternyata benar, kekerasan memang terjadi di keluarga, di rumah!

Rumah apa?

Apa ini rumah? Sejak kapan?

Kita mencapai titik terendah.

Ini bukan soal karavan

atau menjadi kaya.

- Bukan? - Bukan, ini hukum rimba.

Ini tentang bertahan hidup.

Ini tentang tidak kelaparan.

Kau mau ke mana?

- Mencari makanan. - Dan aku akan di sini, kelaparan?

Entahlah!

Aku bukan walimu. Aku tak mau menyuapi orang malas.

Aku tak seperti itu!

Aku punya bisnis, Cl�vis. Aku pemilik usaha kecil.

Memang kecil, sangat kecil. Tak ada yang tahu itu ada.

Aku tak mau mendengarkanmu. Aku tak peduli denganmu!

DJ, mainkan musiknya! Mulai!

Orang-orang ketakutan

setelah dua penipu muncul di Regi�o dos Lagos

dan mulai melakukan kejahatan.

Cl�vis! Kembali ke sini, cepat!

Mereka sudah menipu agen perjalanan,

bank, dan hotel mewah di�Arraial do Cabo.

- Ada apa? - Dengar.

Kamera keamanan kota menangkap mereka beraksi.

Polisi sudah diberi tahu

dan rekaman itu akan membantu penyelidikan.

Cl�vis!

Kita keterlaluan.

Kita kehilangan kendali, Cl�vis!

Kenapa kita tak melanjutkan sekolah?

Aku bisa menjadi dokter, pengacara.

Aku bisa bekerja di pengadilan, tetapi lihat aku!

Apa katamu?

Aku ingin menjadi dokter.

Masalahnya�

antara diriku sekarang dan diriku yang dokter,

ada sekolah kedokteran yang memakan waktu delapan tahun.

Yang seharusnya membantuku lebih dekat menjadi dokter

malah menjauhkanku.

Hidup ini gila.

Sangat gila.

Aku tahu cara keluar dari sini.

BANDARA UMBERTO MODIANO

KEBERANGKATAN

- Darurat! - Ini transplantasi, permisi.

- Ini darurat. - Kami harus naik sekarang.

- Aku tak diberi tahu. - Aku memberitahumu sekarang.

Ada logistik spesifik untuk prosedur ini.

Kau tahu apa yang kita butuhkan? Jantung. Apa isi kotak ini? Jantung.

Seseorang sedang sekarat, dan kau membuang waktu kami!

Angkatan Udara melakukan itu, Bu.

Itu mengangkut politikus. Mereka bahkan tak punya hati.

Angkatan Udara mengutus kami, dan kau menyuruh kami ke Angkatan Udara?

Aku harus bagaimana?

Minta kereta salju kepada Sinterklas?

Benar?

Ini penghinaan! Aku tak bisa naik pesawat!

- Penghinaan! - Penghinaan!

Baik, pesawatnya tidak penuh,

- Dokumen kalian. - Ini.

Sulit dipercaya kita berhasil!

Bisa bicara lebih keras? Kau mau ditangkap sekarang atau nanti?

- Apa? Aku tak melakukan apa pun. - Ya, kini kau orang suci.

- Aku mau ke toilet. - Pergilah.

- Jangan pergi, aku tak tahu kota ini. - Baik.

Jika kau pergi, mereka akan menemukanku dalam sepuluh tahun dengan rambut gimbal.

- Tunawisma. - Cepatlah.

- Gelandangan! - Pergilah!

Cl�vis.

- Kau ditangkap. - Sial.

Sial.

Cepat. Kenapa lama sekali?

Mereka bahkan tak bisa menangkap orang secara efisien di negara ini.

Ayolah!

Cl�vis?

CL�VIS CARDOZO GOMES MASUK: 14-04-2017

Di penjara, tanpa uang, tanpa Lohane

dan dengan pria gila berjanggut di sampingku.

Itu akan menjadi akhir bagi siapa pun.

Namun, penipu sejati tak pernah menyerah.

Kau tahu riwayatmu sudah tamat, 'kan?

Berdasarkan catatan kriminalmu,

kau akan menghabiskan sekitar 20 tahun di penjara.

- Mari kita bicarakan. - Aku tak mau bicara denganmu.

Nunes, bawa dia.

Jika aku membantumu, maukah kau membantuku?

Membantuku? Kau bahkan tak bisa membantu dirimu. Katakan.

Kau pikir ada yang bisa ditawarkan pria ini kepadaku?

Bajingan.

Dua ratus tahun lalu,

seorang letnan muda marah karena ketidakadilan Kerajaan Portugis

dan memperjuangkan kebebasan kita.

Namun, sekutunya memasukkannya ke penjara.

Dia digantung, dimutilasi, dan jasadnya dipajang di depan publik.

Para pengkhianat dibebaskan oleh Ratu.

Julukan itu memiliki beberapa sinonim.

Informan, pengadu, pemberi tahu, pelapor, tikus,

Baru-baru ini, ada julukan yang jauh lebih keren.

Permohonan tawar.

Biar aku bicara dengannya.

Itu sedang tren.

Semua orang melakukannya.

Aku tak bisa melewatkan ini.

Kau juga tak bisa, 'kan?

Katakan.

Akan kulakukan jika dapat pengampunan.

Apa maksudmu?

Senator Federal.

Lanjutkan.

Ada tindakan pencucian uang yang melibatkan karya seni palsu.

Aku tahu tentang itu karena aku terlibat, si pemalsu.

Salam kenal. Sebenarnya, aku seniman itu.

Yang selalu diremehkan, tak dihargai, yang dibayar rendah�

Namun, jangan bicarakan itu.

Aku bersedia bekerja sama,

dan kau bisa menangkap bukan hanya penjahat kelas teri sepertiku,

tetapi juga kelas kakap.

Kelas kakap! Itu benar.

- Nunes! - Apa?

Kau pernah makan kakap?

Dengar, Pecundang, agen federal ikut menyelidiki kasus ini.

Kau lihat?

Kau pikir gelang kaki ini hanya aksesori?

Kau akan diawasi penuh.

Aku berjanji menangkap Senator.

Jadi, jangan mempermainkanku.

Tenang, aku tak akan melakukan apa-apa di belakangmu.

Satu hal lagi.

Jika ada masalah, tamat riwayatmu.

Bukan hanya 20 tahun, kau akan dipenjara seumur hidup.

Semua akan berjalan baik-baik saja, Pak Deputi.

Pikirkan kenaikan jabatanmu.

Hei, ambil ini.

Aku punya salinannya. Satu minggu.

Hanya itu yang kau punya. Satu minggu.

Lohane? Di mana kau?

Penipuan cek berhasil di�S�o Paulo.

- Aku hampir tertipu. - Aku menciptakan monster.

Tidak, kau tak menciptakan monster,

kau melahirkan monster dan meninggalkanku dalam kehancuran.

Sudah kubilang jangan tinggalkan aku.

Untungnya, aku sangat memesona.

Hai!

Boleh aku bicara?

Cl�vis, aku tak akan marah kepadamu

hanya karena aku pergi dengan pakaian saja,

dan sekarang, aku di sini, terlihat menawan,

di salah satu kota terbesar,�S�o Paulo,

dan aku sedang mencari kesempatan lebih baik�

jika kau tahu maksudku.

- Lohane, di mana kau? - Di mana aku?

Aku di Oscar. Oscar Freire.

Kau tak berkhayal, kau benar. Kita bersaudara.

Saudara biasa bertengkar.

Mereka marah, berdebat, bilang mereka tak akan saling bicara lagi.

- Tiga puluh menit kemudian, berbaikan. - Tiga puluh?

Aku menghabiskan malam sendirian di S�o Paulo.

- Aku melihat hal buruk. - Dengar.

Aku harus membereskan beberapa hal dan mencari tempat tinggal.

Dan sekarang aku di sini untuk membawamu ke apartemen ini.

- Kau sudah melakukannya? - Aku punya koneksi.

Sekarang, ayo pergi, karena kita bersaudara.

Kita keluarga, dan aku punya tawaran untukmu.

Tawaran?

Penipuan terakhir kita bersama.

Penipuan besar.

Sudah kuduga, Cl�vis.

Saat kau membahas saudara dan keluarga, aku tahu kau merencanakan sesuatu.

Sayangnya, aku tak bisa.

Aku punya pengalaman yang tak bisa ditunda, hidupku!

Aku tak bisa melewatkannya.

Jika aku bertahan 24 jam di sini tanpamu, aku bisa bertahan sebulan penuh.

Ini bukan soal bertahan hidup,

ini soal sesuatu yang besar. Banyak uang.

Mustahil. Berapa?

Kau tahu aku suka menggambar sejak kecil.

Pada akhirnya, aku menjadi pelukis hebat.

Sangat hebat sampai aku memalsukan lukisan terkenal.

Aku menghubungi Senator yang suka membeli lukisan ini.

Lalu, aku menjual lukisan palsu dengan harga mahal.

Namun, pria itu membobol apartemenku, mengambil uangnya kembali,

dan mencuri uang yang kuhasilkan dari menjual Kristus.

Itu sebabnya aku sedang kabur saat kau muncul dan aku menabrakmu.

Pemalsu seni?

Ya.

Astaga.

Kau selalu membuatku takjub.

Kita hanya perlu menjual lukisan baru.

Bayarannya besar.

Akan kulakukan semuanya dengan sempurna, seperti biasa.

Namun, dia mengenalku, dia sudah menghancurkanku.

Aku butuh pria baru untuk bicara dengannya.

Atau gadis baru. Kau, Sayang.

Tidak. Tidak mungkin.

Dengar, kau mau berbisnis dengan orang penting yang menghancurkanmu?

Apa yang harus kulakukan? Lompat dari jembatan?

Berkumur dengan air�Tiet�? Tidak mungkin!

- Apa lagi maumu? - Kali ini akan berhasil.

Kau hanya perlu menjual lukisannya dan ambil uangnya.

Percayalah.

Ini penipuan terakhir, aku janji.

Kita akan hidup lebih baik.

Percayalah.

- Apa aku akan dapat separuh uangnya? - Tentu!

Kau akan bisa membeli karavan baru dan lain-lain.

Tidak, kau akan beli itu dengan bagianmu, seperti yang dijanjikan.

Kau akan berikan bagianku, lalu kau akan beli karavan dengan uangmu.

- Pintar. - Guruku hebat.

Baik.

Sepakat.

Abaporu.

Salah satu lukisan terpenting dalam sejarah seni.

Itu dibeli di lelang seharga 2,5 juta dolar.

- Lebih dari enam juta real. - Terlalu mahal.

- Harganya 30 juta dolar sekarang. - Sial! Tiga puluh?

Dan burgerku harganya tiga dolar.

Itu dilukis oleh Tarsila do Amaral.

Tarsila? Siapa dia?

Tarsila modern.

Aku juga menganggap diriku modern, Cl�vis.

- Dia punya teknik bersih. - Aku menguasai teknik itu.

Rekeningku bersih.

Dengar, tuliskan dia mengalami fase Kayu Brasil.

Beruntung sekali.

Aku belum pernah keluar dari fase ini.

Aku sudah lama di fase ini, tak pernah melihat kayu asing.

Dengar.

Kau harus meyakinkan.

- Baik. - Paham?

Akan kulukis Portinari sekarang.

Siapa?

Astaga�

Impresionisme, ekspresionisme, kubisme, dan surealisme, ayo!

Impresionis melukis kesan mereka terhadap kenyataan. Membosankan.

Ekspresionis mengungkapkan penderitaan dan emosi mereka.

Mereka mabuk, dan lukisan mereka miring, aku suka.

Ada apa, Cl�vis?

- Krisis kreatif. - Maksudmu krisis ekonomi?

Seseorang tak bisa mengalami krisis kreatif tanpa uang.

Lukis apa saja!

Aku tahu. Mau aku menjadi inspirasimu?

Erotika murahan? Apa kau gila?

Krisisku akan bertahan lama. Belajar, Lohane.

Picasso. Orang Spanyol, pelukis kubisme, jutawan.

Aku. Orang Brasil, penipu, hancur.

Luar biasa!

Mengerikan.

Aku belum siap.

Semuanya berantakan. Aku putus asa.

Katakan yang kusuruh.

Dia tertarik pada karya artistik dan bernilai,

dan kau punya barang yang akan dia suka.

Aku tak tahu apa itu.

Aku sudah banyak berbohong, dan kini aku jujur?

Aku merasa muak.

Ambilkan air!

Selera itu bagus, tetapi uang adalah uang.

Kau mungkin tak suka Picasso di ruang tamumu,

tetapi kau akan suka Picasso di rekeningmu.

Ya, akan kukirimkan sekarang.

Sebentar.

Selesai.

Namun, diam-diam.

Pura-pura kau dapat lukisan telanjang.

Itu juga benar

karena seniman telanjang demi seni.

Sudah kubilang, itu luar biasa.

- Tiga puluh ribu? - Seratus.

Tidak, maaf. Itu satu cicilan.

Kami jual seharga 100, tetapi akan kujual 90.

- Atau batal. Kau harus kukuh. - Atau batal.

Kau harus kukuh.

Bagaimana?

Batal.

Berengsek.

Aku ditolak karena sesuatu yang tak kuinginkan, Cl�vis.

Ini semua salahmu. Sekarang apa?

"Lima puluh ribu dan terjual."

Jual.

Kau bisa dengar aku, Cl�vis?

Sangat jelas.

Bersikaplah alami, seperti orang yang jujur.

Entah bagaimana, aku terlahir tak jujur.

Jangan jawab aku! Mereka akan mengira kau gila.

Aku sudah dikira begitu.

Aku medium, aku di sini untuk keluargamu.

Mendiang baru masuk Surga, semua baik-baik saja.

Energi kalian suram.

Akan kudoakan kalian.

Sial!

Kau hidup atau mati?

Seorang pria datang, dia masih hidup?

Itu Fortunato.

- Astaga! - Fortunato. Salam kenal.

Jangan lakukan itu, kami tak tahu kau masih hidup.

Kau seperti hantu.

S�o Paulo dibangun di atas permakaman pribumi.

S�o Paulo adalah permakaman dua tingkat.

Energi di sini sangat suram.

Aku merinding. Apa-apaan ini?

Aku mau ambil lukisan.

Soal itu, aku bukan pemalsu.

Aku medium, dan aku menggunakan spiritualitas untuk melukis.

Aku tak menggunakan tangan, ini teknik unik.

Aku melukis dengan kakiku, dan aku�

Kau harus melihatnya.

Aku tak peduli kau melukisnya atau tidak.

Aku mau mengambil lukisan. Di mana itu?

- Apa itu, Lohane? - Apa?

- Apa? - Ya.

Ya!

Terlalu banyak orang bicara bersamaan.

Maaf.

Aku punya koneksi bagus, mereka sangat dekat.

Ada seniman hebat yang dimakamkan di sini. Mereka bicara kepadaku.

Mereka senang dengan transaksi kita. Ini transaksi bagus.

Bercanda.

Katakan ada sesuatu di matamu.

- Ada apa ini? - Ada sesuatu di mataku.

Mataku! Ada sesuatu di mataku.

- Kenapa pria tunawisma itu melihat kita? - Apa? Tunawisma?

Yang itu?

Aku tak melihatnya, dia berbaur.

Ada pengemis di permakaman.

Itu karena sajen voodoo.

Mereka makan sajen karena tak ada makanan.

Itu makanan untuk arwah. Itu bagus.

Gumbo, semur. Itu luar biasa lezat.

- Maaf. - Kutanya lagi.

- Kau kenal tunawisma itu? - Mana mungkin?

Itu tak masuk akal! Tak ada yang kenal tunawisma.

Siapa yang memanggil dan mengajak mereka minum?

Tidak ada. Ayo langsung saja. Portinari-mu.

Sudah kubilang akan berhasil.

Kita tim, duo!

Ya, kita duo!!

Hei, ayo berduet. Jangan bernyanyi sendiri.

Kau bilang kita duo, ayo bernyanyi.

- Duo apa kita? - Tentu saja Sandy & Junior.

- Mereka juga bersaudara. - Aku Sandy!

- Aku lebih dahulu. - Tentu tidak!

Aku Sandy, aku perempuan. Kau Junior.

Aku tak mau jadi J�nior.

Tak perlu begitu, aku tak berhubungan dengannya.

Aku lebih seperti Sandy.

Aku akan menjadi Sandy, maaf.

Jadinya Sandy dan Sandy. Aku tak mau menjadi Junior karena kau Sandy.

Baiklah, Sandy dan Sandy.

Kita beri tahu masyarakat kita tak mengikuti aturan.

- Kita bisa seenaknya. - Bagus, mari kita minum, Sandy.

Aku memutuskan untuk terbuka dan jujur

Aku memutuskan untuk mengejarmu

Dan menunjukkan bahwa aku gila

Untukmu

Sebaiknya kau memikirkan

Apa yang akan kau katakan kepadaku

Aku ingin seseorang mencintaiku

Sebaiknya kau memikirkan

Apa yang akan kau lakukan

Agar kau tak menyakitiku

Aku akan selalu mencintaimu

Aku terpikat olehmu Dan aku sungguh-sungguh

Aku terpikat olehmu Dan aku sungguh-sungguh

Aku terpikat olehmu Dan aku sungguh-sungguh

Datanglah kepadaku

Mari kita bahagia

Cl�vis?

Selamat sore.

Selamat datang di acara indah ini. Kalian membuatnya indah.

Kulihat ada orang-orang istimewa di sini sore ini,

tetapi bintang acara ini

adalah karya sangat langka dari Portinari.

Mari kita lihat. Tolong buka.

Lukisan yang sangat cantik. Aku merinding.

Sudah lama aku tak melihat Portinari dari dekat.

Pemilik karya seni langka ini

adalah orang terkemuka di Brasil,

Senator Afonso Narcos, yang bersama kita di sini hari ini.

Silakan berdiri, Senator.

Jas yang bagus, Senator.

Terima kasih. Silakan duduk.

Tawaran awal untuk mahakarya kami,

ditentukan oleh penilai kami,

adalah 800.000 real.

Ada yang mau?

Satu juta! Hebat!

Satu juta! Siapa yang tambah?

Ada penggemar di sana, 1,2 juta.

Siapa yang menawar?

Satu koma empat juta.

Bersiaplah, Cl�vis. Sudah waktunya.

- Isi gelasku. - Minta pramusaji lain.

Sekarang, Cl�vis.

Lohane, jangan! Kenapa kau di sini?

- Kenapa kau di sini? - Sekali�

Bagaimana kau bisa kemari?

Aku mengikutimu.

Pergi. Percayalah, ini yang terbaik.

Memercayaimu, Cl�vis?

Apa yang kau sembunyikan?

Aku menyembunyikanmu dari polisi. Pergi.

Permisi.

Siapa yang menawar lagi? Ada 2,3 juta di sana.

Ada?

Tawaran 2,6 juta real.

Ada? Tawaran 2,8 juta.

Ini lomba yang sangat ketat.

Siapa yang menawar lagi?

Tiga juta di sini!

Pria yang membelinya dariku membelinya lagi?

Apa rencanamu?

Terjual kepada tuan di sini. Selamat.

Mari tepuk tangan.

Aku tak bisa jelaskan sekarang. Pergi!

Tidak sampai kau jelaskan semua.

Kau menghalangi. Pergi!

Berhenti!

Sebentar.

Aku punya sesuatu untukmu.

Kenapa pramusaji menyela lelang?

Beberapa orang bilang ada orang yang tak menghargai seni.

Kau berencana menawar? Kau mendaftar ke acara ini?

Aku di sini bukan untuk itu, tetapi untuk membuat tawaran.

Jika lukisan ini seharga tiga juta, maka katakan sesuatu.

Berapa harga lukisan ini?

Apa? Replika palsu?

Yang mana? Punyaku atau punya Senator?

Atau keduanya?

Mana yang palsu?

- Tangkap dia, Deputi. - Dia gila! Satpam!

Perhatian, Semuanya. Lelang ini berakhir!

Apa?

Ada apa ini?

Silakan pergi dengan tenang dan teratur.

Akan kuambil pernyataan kalian.

Kecuali kau, Senator. Tunggu sebentar.

Tunggu, ya.

Berhenti di sana.

Senator, aku kepala polisi.

Maaf, Pak,

tetapi aku menerima informasi tentang tindakan pencucian uang

yang melibatkan lukisanmu.

Bukan berarti kau terlibat,

tetapi ada bukti bahwa lukisan ini palsu.

Deputi, aku senator federal.

Aku punya hak yurisdiksi.

- Sungguh? - Jangan khawatir.

Akan kulakukan sebisaku untuk menjelaskan situasi ini.

Biar aku saja.

Dia membayar 50.000 untuk lukisan itu.

Jadi, dia akan dapat tiga juta untuk itu secara legal.

Uang kotor dari asal tak jelas akan masuk ke rekeningnya secara legal.

Deputi, kumohon, kau bisa bicara dengan pengacaraku.

- Aku percaya sistem peradilan. - Kau tak akan menangkapnya?

- Tangkap dia! Akan kulakukan. - Tidak!

- Kau menyakitiku! - Akan kulakukan penangkapan oleh warga!

- Tangkap dia! - Pak Kepala.

Ada apa, Cl�vis?

Tidak, bukan dia.

Senator bisa pergi, tetapi dia tidak?

Begitulah adanya.

Kau menjanjikan pencucian uang dengan lukisan palsu dan senator.

Senator tak tersentuh. Siapa yang tersisa?

Pemalsu dan penerima.

Kau tak tahu yang terlemah selalu jatuh?

- Bukan itu kesepakatannya! - Aku sepakat denganmu.

Kau melibatkannya.

Jika kau jujur, aku pasti membantu.

Aku tak bisa kembali dengan tangan kosong.

Aku harus memikirkan kenaikan jabatanku.

Benar, 'kan?

- Bawa dia. - Dia orang baik.

- Dia bekerja, punya karavan. - Ya.

Dia pejuang. Aku membuat dia melakukannya.

Kau bilang semua sudah diatur dan siap.

Sudah kubilang aku bertanggung jawab.

Kau bisa gunakan itu untuk melawanku, tetapi lepaskan dia.

Bawa aku pergi dari masyarakat dan umat manusia�

tetapi jangan bawa orang yang kusayangi.

Apa ini sinetron? Siapa kalian?

Saudara.

18 BULAN KEMUDIAN

Aku dipenjara.

Sementara itu, pengadilan

memberiku hukuman delapan tahun penjara, tetapi terus menguranginya.

Awalnya dikurangi karena membantu memecahkan kejahatan yang kulakukan.

Lalu, terus dikurangi.

Ada banyak banding,

kurasa aku dibebaskan karena membantu hukum.

Dan jika kau pikir hukumanku singkat,

bahkan dengan semua bukti,

Senator lolos dengan segalanya.

Sulit dipercaya!

Silakan.

Penipuan Ganda berisi dua burger, keju, selada, dan tomat.

Mantan Napi berisi patty ayam dan saus spesial kami.

Penipuan Vegan terasa seperti daging,

tetapi itu terung dengan saus barbeku.

Dan Salad Penjahat dibuat dengan tahu.

- Aku tak suka. - Aku suka.

- Sungguh? - Tentu.

- Buat dua. - Dua?

Dua Salad Penjahat, Lohane!

Baik, tunggu!

Ini tisu makan yang bagus! Keren!

Aku bangga memberikan produk bagus kepada klienku.

Di sini ada barbeku dan mayones.

Mayones asli. Ini sangat lezat.

- Nikmati! - Terima kasih.

Salad Penjahat tak pernah bisa membuat orang sakit.

Ada yang jauh lebih buruk.

Jangan malas, Cl�vis!

Kembali bekerja, Sayang!

- Kita harus bayar tagihan. - Aku sedang bekerja!

Kau tak lihat itu? Aku sedang bekerja.

Mau pesan yang lain?

Lihat. Aku sedang bekerja.

Buatlah sandwich-mu.

Tulis bahwa dia mengalami fase Kayu Brasil.

Sulit dipercaya.

Impresionis melukis kesan mereka terhadap kenyataan dan keindahan.

- Itu membosankan. - Itu membosankan.

Kau sudah melela?

Kau sudah melela?

Cheese-Lohane, chicken-Lohane, Lohane-salad dan Ho�

Holane!

Mulai dari atas.

Coba lagi.

Ya, aku tak punya izin, aku tak bisa menjual makanan,

tetapi kau tak bisa�

- Tunggu! - Ayo pulang sekarang!

- Pesta ini seru! - Ini payah!

Tunggu, Bung!

Lepaskan aku. Kenapa kita pergi?

Ayo kembali!

- Tunggu, temani aku. - Lepaskan.

- Lepaskan lenganku! - Tidak akan!

Ayo tidur.

Aku berusaha.

Angkatan Udara mengutus kami ke sini,

dan kau menyuruh kami ke Angkatan Udara?

Kami harus bagaimana?

- Kau menyajikan mayones palsu� - Hati-hati!

Ini longgar.

Astaga, jangan lakukan itu.

Aku ingin menjadi dokter.

Masalahnya adalah�

antara diriku sekarang dan diriku yang dokter�

Maaf.

- Buat dua. - Dua? Dua Salad�

Dah!

Mikrofonmu jatuh.

Dan dengar, jika aku pertahanan hidup�

- "Pertahanan hidup". - "Pertahanan hidup".

Penipuan terakhir kita bersama, penipuan besar.

Sudah kuduga.

Sudah kuduga�

Sudah kuduga.

RIP subtitle oleh Putra

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.