All language subtitles for [Default] 100

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Subtitle By Jonesboy https://subscene.com/u/1203543

Ayo. Ayo.

Masuk. Cepat.

-Turunkan dia. -Berhenti!

Aku bilang terus.

Pak, ini dia.

-Dia tersangka. -Pak. Ini laporannya.

Hei, masuk. Masuk

100

Hei,bowling dengan baik.

-Raih. -46, 47

-Masuk dalam formasi yang bagus. -Baiklah.

-Kau telah memasang taruhan. Hei. -Bowlingmu harus seperti ini.

Tingkatkan lebih banyak.

-Ini kanan. -Ambil tehmu.

Hei, Andy. -Bro, Ini aku, Kumar.

Katakan, kawan. -Kami punya masalah di kampus.

Seorang menggoda saudara Anwar. Dia menangis sepanjang hari.

Bro!

Saudara Anwar diganggu di kampus.

Ambil senjatamu.

Ayo ke kampus dan menghancurkan wajah penggodanya.

Hei! Kita hanya 10 orang.

-Kau yakin? - Seluruh mahasiswa ada di sana.

Dimana Sathya?

Pria yang menggoda saudara Anwar masih di kelas. Ayo bro.

Lupakan. Siapa preman nomor 1 di kampus?

Siapa yang menghadapi masalah pertama kali?

Kenapa dia?

Aku punya alasan. Siapa?

Shot put Karthi.

Bro, aku akan terlambat hari ini.

- Kalian terus. -Bro.

Hei! Kalian sedang apa?

Bro kau shot put Karthi?

Lihat. Dia seperti bajingan.

Itu kepopuleranku. Aku yang # 1 kan?

Ya tentu saja.

Kau yakin # 1?

Ada yang lain?

Aku menangani semua masalah di kampus.

- Siapa yang berani? - Tak ada.

Kalian tahu setelah lulus teknik menjadi apa?

Pengemis.

Hei, siapa kalian? -Profesor.

Siapa yang menggoda saudara Anwar?

-Bro. Itu dia.

Dia kabur.

Jangan lepaskan dia. Dia kabur.

Tangkap dia.

Dia teman sekelasmu, kan?

Hei!

Kami mengirim saudara kami untuk belajar karna kami percaya.

Siapa lagi yang kami percaya jik kalian menggoda mereka?

Lupakan. Bukan itu yang kau raskan. Kau tak akan mendapatkannya.

Diam dan duduk.

-Bro. Jangan pukul. -Diam.

Siapa kau memasuki kampus dan memukuli para siswa junior?

Jika shot put kharti ...

-Saudara. -Jangan ganggu aku.

Biarkan aku bicara.

Minta maaf dan lari.

Jika Karthi tahu ini ..

..Kau mati. Dia bosnya. Hei!

-Aku sedang serius. -Aku yang pertama dipukuli.

Aku dipukuli. Ini dia

Saudara tenang Maaf..

Mulai sekarang, bukan hanya Aisha ...

..Jika ada yang berani menggoda gadis mana pun ..

Hei!

Memamerkan kekuatan?

Aku akan meremukkanmu. Ikut.

Pak. Maaf pak.

Tolong jangan merusak bajuku. Tunggu sebentar.

Hei.

Aku akan membunuhmu.

Bagaimana aku pergi tanpa pukulan akhir?

Ayo pergi.

Ayolah.

Pak.

Pak.

Hei, bangsat.

Apa?

Kau sudah cukup menggangguku.

Mengapa kalian membuat masalah di kampus?

Ada apa jika aku terlambat?

Aku akan menghancurkan wajahnya. Itu saja.

Kau akan menjadi polisi juga.

Bertanggung jawablah.

Saudaramu digoda ...

..Tapi kau diam saja.

Aku tak bisa.

Kau akan menjadi polisi. Aku akan periksa kemachoanmu.

Kau polisi yang tak berguna dalam seragam ini.

Biarkan sampai aku menerima perintah pengangkatanku.

Seluruh Tamil Nadu akan membuatku macho.

-Aku benar Dany temanku? -Ya.

Jika kau menjadi polisi, kami akan menikmati ke pusat.

Kalian memanjakannya.

Kita harus apa?

Tenang sampai kau menerima perintah pengangkatanmu.

Kemari.

T Nagar.

Ada pesanan saudara.

-Berapa banyak? -Seratus gram.

Siapkan.

Hei. Seratus gram.

-Selalu memukul seseorang. - Pesanan sudah siap, saudara.

Kau menjual obatku tanpa sepengetahuanku.

Lebih baik kau mati.

-Mati. -Saudara. Lepaskan aku.

Maaf. Aku tak senggaja

Itu bukan kesalahan.

Sekarang semua orang akan tahu.

-Lepaskan aku. -Apa.

-Kau mau apa? - Pesana dari T Nagar.

Kirim dengan aman.

Bawa dia ke sana.

Ini. Masukkan ini.

Siapa?

Nyonya -Kurir. -Kurir?

Bro Minumlah minumannya.

-Aku akan segera kembali. Oke ayah.

Minumlah minuman tapi ...

... Berbalik dan hadap utara saat kalian minum.

Berbalik bro.

Bro

Cukup normal bagi semua orang untuk mengobati dengan minuman.

Tapi ayahmu juga mengkhawatirkan arah.

Dia sangat penyayang.

Tuan Saet!

Kemari.

Apa?

Lihatlah.

Gangster.

Mereka gangster, Ganesh?

Berikan uangnya.

Maaf, saudara. Sebentar.

Ganesh.

Ambil.

Bawa mereka kembali, Ganesh.

Kalungmu.

Aku akan gunakan kalungmu sebagai gelangku.

Berapa harga semua minuman?

Kau sedang apa disana?

Tak ada. Berapa harga minumannya?

Katakanlah.

Kau menunjuk kami. Ada apa di sana?

Tak ada. Dia meminjam uang untuk masalah darurat.

Aku meminjamkannya atas kepercayaan. Tapi dia tak kembali.

Dan melecehkanku.

Ya Tuhan.

Kemudian dia mengancamku.

Sangat sedih.

-Jadi aku mengancamnya sialan -Bangsat!

-Bagaimana? -Dengan menunjukkan kalian sebagai gangster.

Kami? Gangster?

Aku memanggil kalian untuk memanfaatkannya.

Bertingkah seperti ayah.

Setiap ayah ingin anak mereka tumbuh dewasa tapi kau ingin menjadikanku gangster.

Jangan masukkan ke hidungmu. Tak tahu malu.

Dany.

Kau perhatiankan guru matematika kita dipersiapkan untuk pusat.

Hai.

Kalian duluan. Sampai ketemu besok.

Aku sudah memberitahumu untuk tak mendekati kampusku ..

Aku ingin melihatmu. Itu salah?

Kau melihatku setiap hari di kelas.

Aku ingin bertanya sesuatu.

Kau sungguh mencintaiku?

Kau mengulanginya lagi?

Aku bersumpah. Oke?

Siapa dia, Sandhya?

Kau bilang kau akan dalam masalah jika jalan denganku.

Tapi sekarang kau jalan dengannya.

Karna aku bajingan.

Bukan?

Hei. Kau siapa?

-Kenapa kau bersandiwara? -Saudara.

Dia bilang dia tak mengenalmu. Jadi pergi.

Kau ***

Kaulah alasan semua masalahku

Jika aku melihamu bersama dia lagi ..

..Aku akan membunuhmu.

Aku bersumpah aku tak mengenalnya.

Aku di rumah sakit Pak. Lantai dua, bukan?

Aku di luar ruangan.

-Ayo cepat. -Di perjalanan.

Hei.

Maaf. Maaf.

Maafkan aku.

Aku sangat menyesal.

Kumohon.

Angkat teleponnya.

Ada apa?

Butuh darah untuk transfusi. Penting.

Donor darah gagal.

Aku tak tahu harus apa.

Terima kasih. Terima kasih banyak.

Saudara.

Pendonor sudah siap. -Ya, Nyonya.

Aku tak tahu apa golongan darahnya.

Kami akan melakukan transfusi darah.

Kau cukup mengisi formulir, Nyonya.

Nama?

Aku tak tahu kau tak memberi tahuku.

Aku nanya namamu.

Sathya.

Golongan?

A atau B.

-Kau yang pilih. -Ya Tuhan.

Itu tak masalah.

Oke nyonya.

Saudara.

- Berapa banyak yang kau ambil? - 300 ml.

Kenapa tak beberapa liter lagi?

Tak masalah jika kau mati?

Hai Sathya.

Saudara korban pasti akan mengajukan keluhan.

Jangan lakukan apa pun kecuali minta maaf.

Aku akan mengurus sisanya.

Dengar saudara. Aku selalu menghormati wanita.

Itu kesalahan saudaranya.

Jika dia mendukung ..

..Aku tak bisa apa-apa.

Aku akan tangani kasus ini di Mahkamah Agung.

Hai.

- Akungku. - Hai

Kau disini?

-Halo. Kau mengenalnya? -Aku kenal dia, pak.

Tanpa mengetahui detail pasien ...

Pak ..dia menyumbangkan darah untuk menyelamatkan hidupnya.

Sedih pak.

Dunia yang sama yang membawa orang-orang baik dan...

..membawa bajingan juga yang memukul saudaraku.

Dia harus dipenjara.

Bagaimana menurutmu Sathya?

Bukan hanya penjara, Hukuman mati.

Ya Tuhan. Wanita.

Dia tak hanya memberi darah pada saudaramu ...

..Dia juga yang mengambilnya.

Ya. Itu aku.

Kau orang baik, Nyonya.

Tapi saudaramu tidak.

Dia di dalam? Aku akan menasihatinya.

Sebentar.

-Sebentar nyonya. -Tidak tidak.

Kau tahu seberapa buruk perasaan saudaramu?

Aku merasa buruk juga.

Itu menyakitkan.

Tak melihatmu ...

..Untuk melihat saudaramu.

Mengapa kau tak memberi tahuku kau punya...

- ..saudara yang cantik? - Saudara.

Kenapa dia memanggilku "saudara"?

Hai, Aisyah.

Kau sedang apa sini?

Saudara

Sebenarnya aku dan Vicky saling mencintai.

Kami punya kesalahpahaman kecil hari itu.

Temanmu salah sangka.

Kalian saling mencintai?

Lepaskan tanganku ..

Saudaramu akan membunuh kalian jika dia tahu.

Cinta kami sejati, saudara.

Kau harus membantu kami ..

Dengar Ayesha.

Sama seperti saudaramu, kau juga sama pentingnya bagiku.

Jika aku melihat kalian bermesraan lagi ..

..Lupakan saudaramu. Aku akan membunuh kalian.

Fokus pada studimu.

Aku akan berbicara pada saudaramu ketika waktunya tepat.

-Jadi tak apa-apa? - Lepaskan.

-Bersabarlah. Dia akan kembali. -Dia sakit dan memberi darah seperti itu.

Aku tak akan biarkan. Bagaimana aku bisa tenang?

Nyonya.

Sepertinya itu kesalahanku

Maaf.

-Dia pergi begitu saja. - Maaf apa?

Aku harus apa padanya?

Aku tak akan biarkan, Pak. Tak mungkin.

-Pulanglah. -Tidak. Dia memukulinya dengan buruk.

Masuk

Hai teman. Maaf terlambat.

Ayo. Ayo masuk ke dalam.

Ada apa Sathya?

Ke area mana kau minta?

Aku tak tahu ayah. Itu akan acak.

Mereka akan meminta uang.

Jangan terlibat suap.

Ayah, kau kehilangan segalanya karna jujur.

Kumohon pergi.

Akung, biarkan anak-anak makan dengan tenang.

Jangan mengoceh. Keluar.

Kalian makan.

Apa yang istimewa hari ini?

Barang-barang toko kami di pasar ditutup.

Itu membutuhkan 300.000 rupee.

Ayah meminjam dari sait atas rumah kami.

Sudah setahun dan kami tak bisa membayarnya.

Jadi sait menginginkan rumah.

Kami akan tinggal hanya satu bulan lagi.

Ini rumah kami.

Jadi ibuku menyajikan makanan untuk semua orang untuk terakhir kalinya.

Toko ayah ada di pasar.

Dia bisa mendapatkan banyak uang jika dia tak jujur.

Dia tak menyelamatkan apapun dengan jujur.

Saudaraku terlalu banyak bicara?

Saudaramu merasa tak enak.

Lupakan perasaannya.

-Aku juga punya perasaan. -Apa itu?

Berikan briyani ini pada Vicky.

Kau bilang untuk tak jalan di luar bersama.

Siapa yang akan memberikannha? kau atau aku?

Oke. Aku akan berikan.

-Aku juga punya ketertarikan romantis di sana. Oh oh

Terjebak.

Polisi mengawasiku.

Hati-hati.

Pastikan tak ada yang tertangkap dengan barang-barang itu.

- Halo saudara - Ayo bro.

- Aku akan menghubungimu nanti. - Pesta kecil di rumah.

Oh! Kau membawa Biriyani?

Terima kasih. Kau boleh pergi.

- Bro ... - Apa?

Apa? Kau ingin wadahnya?

Aku akan berikan setelah makan.

Bukan itu, Bro.

Kau tahu baik ...

..Aku menjual rumah dan membayar hutang.

Bagaimana dengan yang lainnya?

Aku meminta bantuanmu.

Kau meminta jumlah yang besar.

Aku menolaknya?

Lakukan kebaikan besar untukku.

Itu akan menjadi win-win untuk kita berdua.

Kau juga akan puas

Aku sarankan kau bisnis besar

Kau dapat menghasilkan banyak uang. Kau mau?

- Aku mau bro. Britahu aku. - Super.

Aku tak mengenalnya ..

... Kenapa kau mempecayainya?

Dan kau mencurigaiku?

Aku menjelajahi Facebookmu

Dia ada di daftar temanmu.

Kau bilang kau tak kenal dia.

Kau bohong kan? Mungkin ada ribuan daftar temanku,

Aku akan mengenal semuanya?

Orang yang memukulmu, tak seharusnya memukulmu, seharusnya dia membunuhmu.

Aku pergi.

Maaf, aku tak akan mengganggumu lagi.

Kumohon pergi.

Biarkan aku pergi.

Sandhya, aku bersumpah aku tak akan ulangi,

Tolong maafkan aku.

Tolong maafkan aku. Sekali lagi.

Aku bahkan mentato namamu

Maafkan aku untuk terakhir kalinya.

Hei. Berhenti menggangguku.

Saat kau mencurigaiku, itulah akhir dari hubungan kita.

Semua orang memperhatikan kita.

Tolong jangan pergi. Aku aksn memohon di kakimu.

Kau sedang apa?

Pria seharusnya tak berada di belakang gadis.

Kita harus membuat mereka mengekor.

Ulangi apa yang aku katakan.

Pria seharusnya tak berada di belakang gadis. Kita harus membuat mereka mengekor. ”

Oke. Kau jaga sikap ini.

-Bagus. Itu lebih baik. -Hei Sandhya, tolong jangan pergi.

Aku akan membuatmu mengekor di belakangku.

Hei, dimana gurunya?

Dia di lantai atas.

Beraninya kau mengirimiku pesan, "Hai, Akung"?

Gadis itu memberikan nomormu atas miliknya. Maaf pak.

Kau menggunakan simbol Heart-in juga?

Pak, aku tak akan ulangi lagi.

Motor siapa ini? Siapa yang datang?

Paman, aku kira kau sangat keras.

Tapi kau sangat periang.

Hei, kau memprovokasiku ke pusat.

Ayah, kenapa dia di rumah?

Hei! Kau berdiri!

Dia tak tahu malu untuk melupakannya.

Dia orang yang memukulmu.

Tak tahu malu! Bangsat!

Hei! Kau berdiri.

-Akung, dia sudah minta maaf. -Ya

O sesorang yang meminta maaf adalah pria...

..Seseorang yang minta maaf dengan membawa kambing Biryani adalah orang yang hebat.

Kau memberikannya. Luar biasa, Paman

Pak, bisa keluar?

-Aku ingin bicara. -Hmmm

Apa lagi?

Kau lihat apa?

Tak ada bro!

Apa mau?

Cintamu.

Pria jatuh cinta pada pandangan pertama?

Tergantung apa yang kita lihat.

Jangan salahkan aku. Aku tak bermaksud begitu

Kau peduli pada saudaramu, di rumah sakit.

Kau berani bicara pada ayahmu.

Seperti seorang ibu bagi mereka.

Lihat jam, ini baru jam 5:30 sore

Kau tiba di rumah lebih awal.

Kau berpendidikan baik.

Jika aku menganggur setelah menikah ..

..Aku jamin kau akan menjagaku.

Lupakan.

Kau terlihat cantik.

Apa lagi yang dibutuhkan pria?

Hanya gadis yang butuh banyak waktu untuk memutuskan.

Kami memutuskan pada pandangan pertama.

Pikirkanlah.

Enyah. Kau nakal!

Hei, beri aku jawaban.

- Halo! - Lihatlah dia.

Kita adalah pria. Kita tak harus berada di belakang gadis.

Ayo, ayo pergi bro.

Halo,

Berapa lama lagi?

Sepuluh hingga lima belas menit.

Sepuluh hingga lima belas menit?

-Kau sangat sibuk? - Tunggu saja.

Aku datang.

Pak, siapa yang ingin kau temui?

Pacarku

Kau tak dapat masuk tanpa kartu akses.

- Hei teman, ikut aku. - Siapa kau?

Ya, Tuan, sebentar.

Aku akan catat.

Dua hari sebelum kita meneruskan surat.

Halo Nyonya, Ada apa?

Sathya, bagaimana kau masuk?

Kau terlalu berlebihan.

Tapi kau hanya ....

... berbicara melalui telepon.

Halo nyonya!

Dengan siapa kau berbicara?

-Shh. Klien AS.

-KITA. Panggilan ISD.

Dia sangat menyebalkan.

Oh, Ini ruang telpon?

Siapa yang menyebut ini ruang telepon?

Sial!

Dengan riasanmu, gaya rambut ...

..Dan Mode perjalananmu ..

... Aku kira kau melakukan pekerjaan yang bergengsi.

Tapi yang kau hanyalah mentega orang asing.

Jangan menggodaku berlebihan.

Jika kau tak punya pekerjaan, Kau juga akan bergabung di sini.

Berbicara melalui telepon adalah pekerjaan?

Aku akan beri tahu bagaimana seharusnya pekerjaan itu?

Kita harus menekuk punggung kita, berkeringat dan bergerak aktif ..

..Itu cara untuk mencerna makanan.

Lihat, minum air berkarbonasi untuk dicerna.

Nisha,

Ada apa disini?

Siapa dia bagaimana dia masuk?

-Maaf pak. -Dia pemilik ruang telepon ini?

Hei ini bukan STD Booth.

Ini pusat panggilan.

Maaf, Gary. Dia pacarku.

Aku akan membawanya.

Kau bilang Gary?

Ya. Itu aku.

Kau tak terlihat seperti Gary. Aku akan lihat lebih dekat.

Gary! - Lepaskan!

Gajapathi Samy!

- Apa ini? - Itu nama samaranku.

Kau *****

Dia memaki.

Nisha, dia pria yang berbahaya. Sial!

Kau baik?

Aku siap.

Sesuai penyelidikan polisi ...

..Sandhya, korban yang terbunuh ..

..terakhir terlihat meninggalkan kampusnya.

Namaku Harikrishna Pak.

Berapa lama kau kenal gadis itu?

Kami adalah teman, Pak.

Kami pulang rumah bersama.

Kemarin, dia pergi lebih awal.

- Aku punya pekerjaan di lantai atas. - Baik.

Ketika aku turun ..

..Aku Hanya melihat motornya.

Aku tak tahu lagi.

Aku melihat seorang pria berkulit gelap sering mengancamnya.

Dia gadis yang baik

Dia tak menciptakan masalah bagiku.

Aku tak tahu bagaimana itu terjadi.

Jam berapa biasa kampus ditutup?

Waktu biasa 6 sore.

Kemarin sekitar pukul 6:15 hingga 6:30.

- Kenapa? - Karena ...

- Sathya! - Pak

Sathya, mari.

Dia ayah temanku.

Ada apa?

Tampaknya menjadi masalah.

Dia membunuh pacarnya.

Setiap hari seorang pria mengancamnya, Pak.

Minggu lalu dia bertengkar dengan gadis itu.

Pengemidi mobil diperbarui saat menyelidiki.

Pria seharusnya tak berada di belakang gadis.

Kita harus membuat mereka mengekor.

Sebuah putaran dalam Kodambakkam, kasus pembunuhan Sandhya ..

..Pacar pembunuh telah menyerah pada polisi.

Dia telah diselidiki oleh polisi.

Pak, kami saling mencintai selama setahun.

Dia mencampakkanku dan memilih pria lain.

Aku tanya alasannya.

Dia bilang karna kemiskinan dan statusku

Dan meninggalkanku.

Pak, aku tak bisa membiarkan mereka jalan bersama.

Jadi aku membunuhnya.

Aku membakar tubuhnya untuk menghilangkan bukti.

Pak, mayat itu cocok dengan gadis itu.

Hei, kenapa rentenir ke sini?

Aku tak tahu bro.

Kenapa dia di sini?

Dia akan membangun jalan di sini?

Tak mungkin, ini bukan tanah pertanian.

Selamat pagi Pak.

Hei, di mana temanmu Anwar?

Dia seharusnya jogging di sekitar sini.

Hai Anwar!

Tuan mencarimu.

Sobat, teruskan. Aku akan kembali.

Baik.

Selamat pagi Pak.

Hai Polisi. Kau berhutang padaku.

Tapi aku datang terlambat.

Aku akan persiapkan.

Kau persiapkan apa?

Kau menjual rumahmu untuk membayar Saet.

Kenapa kau akan membayarku?

Kau meminjam uang untuk pendidikan saudaramu. kan?

Lain kali aku tak akan berurusan denganmu.

Tapi saudaramu.

Bagaimana menurutmu, bro?

Bro, aku akan berurusan dengannya.

Pak, tolong ingat kata-katamu.

Beraninya kau mengangkat jarimu?

Pak, dia teman kami.

Kita selesaikan mulut.

Mengapa kau memukul teman kami?

Bro, tolong berhenti.

Bajingan, beraninya kau menyentuh temanku.

Aku akan membunuhmu.

Biarkan aku pergi.

Hei, lepaskan dia. Aku ingin lihat dia bisa apa.

Sathya, Jika kau memukulnya, kau tak bisa menjadi polisi. Dengarkan aku.

Oh Dia akan menjadi seorang polisi?

Aku tak akan biarkan itu terjadi.

Ayo pergi Sathya.

Ini bukan urusan kita.

Pergi. Pergi.

Jangan lihat dia.

Hai, Rowdy,

Ini surat pengangkatanmu.

Kau bukan lagi Rowdy, tapi seorang polisi.

Aku rasa ini waktu kesialan kita.

Selamat pagi Sub-Inspektur Pak.

Biarkan polisi kita pergi.

Beraninya kau masuk ke wilayah kekusaanku ...

... Untuk menampar rekanku.

Itu juga, di depan seorang polisi?

Ayah, sejauh ini kau telah melihatku memukul orang sebagai rowdy.

Kau belum melihatku sebagai polisi, kan?

Tasku. Tangkap pencuri itu.

Oh Ampuni aku.

Hei! Ya Tuhan.

Polisi! Dia mencuri kalungku.

Aku mohon padamu, Pak. Tangkap dia.

Tangkap dia, pak.

Pak. Pak.

Selamat pagi Pak.

Hormat pertamaku setelah bergabung.

Sekali lagi, bro.

Selamat pagi Pak.

Terakhir kali, lagi.

Di mana ruang Komisaris?

Sub Inspektur Sathya yang baru diangkat melapor untuk tugas ini, pak.

Lupakan itu. Siapa dia?

Aku tak bisa membiarkan ketidakadilan, pak.

Bagaimana aku bisa membiarkan pencuri kalung lari?

Jadi aku menangkap dan membawanya ke sini.

Biasanya polisi ikut tugas dulu, baru menangkap penjahat.

Tapi aku menangkap penjahat dulu baru bergabung.

Itu gayaku, Pak.

Sialan gayamu.

- Di mana kau menangkapnya? - T.Nagar, Pak.

Kau harus menyerahkannya di sana.

Mengapa membawanya ke sini?

SI sangat antusias memamerkan valku.

Hanya mengangguk, aku akan menyerahkannya di sana.

Hei kau, ikut aku.

Berhenti! Berhenti!

Shanmugam, bawa dia bersamamu.

Minta Pistol Perumal datang ke sini.

Oke pak. Hei ikut aku.

Aku memintamu menugaskanku di tempat ...

..dimana banyak penjahat.

Aku dapat membantu departemen kepolisian.

Pak, dimana lokasi kerjaku?

Permisi pak.

Dia trainee. Sangat tertarik dengan lokasi kerjanya

Bawa dia bersamamu.

Departemen kita

Bisep yang bagus. Ikutlah bersamaku.

Pergi.

Terima kasih Pak.

Hai anak muda.

Siapa namamu?

Sathya, Pak!

Pelan saja.

Sathya, Pak!

Ini bagus. Pertahankan.

Bisa duduk selama 8 jam?

Aku bisa berlari 100 meter dalam 10 detik.

Jawab saja, Bisa duduk selama 8 jam?

Aku bisa, Pak.

Semoga kau tak punya masalah pendengaran.

Mataku sangat tajam, Pak.

Aku bisa menembak penjahat dari jarak jauh.

Apa ini?

Jawaban tak relevan.

Kau punya masalah pendengaran?

Ya pak..

Seberapa baik kau berbicara?

Aku pria dari kata-kata yang lebih rendah.

Tanganku yang akan bicara.

Aku bisa meng-KO-kan dengan satu pukulan ..

Turunkanmu.

Maksudku, kau cukup cepat?

Aku pak

- Aku ada masalah pak. - Apa dia?

Pak, aku mau nanya. Apa?

Kita ke acara Debat atau kantor polisi?

Mengapa kau cemas tentang keterampilan pidatoku?

Itu pertanyaan yang bagus. Kau akan memahaminya secara bertahap.

Pak, area mana aku bekerja?

Baru saja kita tiba.

Ada trainee lain sepertimu.

Aku akan bawa kalian berdua.

Kenapa kau telat?

Pak, celanaku sangat ketat.

Aku harus menyesuaikannya.

Jadi aku terlambat. Maaf pak.

Siapa namamu?

Amy Jackson, Pak.

Apa?

M. Jackson, Pak.

Siapa dia? Seperti lembing ..

Aku sehat secara fisik, Pak.

Pak, beri tahu aku area

di mana aku akan beroperasi.

Kau bilang 'Operasi'?

Ayo ke 'Operator'.

Ia begitu tinggi untuk membersihkan atap tanpa tangga.

Mari.

Wow.

Sathya, ini adalah ruang kontrol kepolisian.

Halo 100

Ini ruang telepon? Ha ha.

Berbicara melalui telepon adalah pekerjaan?

Makanan ringan, minuman, Hukum sedang tidur di sini.

Apa pekerjaan angsa malas!

Aku sudah lama menunggunya.

Aku senang, bukan?

Hei, jangan membuatku marah.

Marah

Kau kira mereka bekerja?

Dia sedang menonton review film.

Kita juga bisa menonton komedi Yogi Babu.

Lihat, dia bahkan tak memberi hormat.

Kita mulai pelatihan?

- Nithya, kemarilah. - Pak!

Dia Nithya.

Dia cantik, Pak.

Hei.

Maksudku namanya Pak.

Dia pengawas video yang bertanggung jawab.

Dari sini kita bisa memonitor ..

Kamera ..Traffic di seluruh kota.

Dia Murugadoss.

Oh, sutradara film itu?

Halo, Pak.

Dia bertanggung jawab atas departemen pelacakan.

Dia dapat melacak lokasi nomor ponsel apa pun.

Sungguh?

Hei, biarkan dia pergi. Ada banyak TV di sini.

Pertandingan kriket Ind vs SA hari ini.

Mari kita tonton. Apa kau bilang?

Tolong Pak, ubah aku ke departemen lain.

Aku tak bisa bekerja di sini.

Kau bisa mengubahnya,

Tapi aku sempurna untuk pekerjaan ini.

Baik.

Lihat Sathya, ini yang paling penting ...

..Seksi di ruang kontrol.

Panggilan menerima Bagian.

Ayo. Duduk.

Hei, ayolah.

Sathya untuk mengucapkan '100' itu penting.

Katakan 'Halo 100'

'Halo 100'

Dia berbicara, Tuan mengantuk.

Katakan seperti ini 'Halo 100'

'Halo 100'

Aku bisa mengatakannya lebih baik, Pak.

Orang ini sangat antusias.

Kau coba katakan 'Halo 100'

Halo 100.

Hai! Halo 100, teleponlah jika kau berani

Bagaimana, Pak?

Ulangi lagi.

Halo 100, Halo 100.

Pak, sakit kepala?

Aku tak bisa melakukanya, Pak.

Ubah aku ke divisi lain.

Tidak. Lebih baik aku mengubah divisiku.

Sekarang, jawab panggilan ini.

'Halo 100'

Dalam sepuluh menit, sebuah bom akan meledak di Saligramam, sekolah Kaveri.

Hentikan jika Kau bisa.

Pak! Panggilan pertama adalah ledakan bom!

Di sekolah, tolong selamatkan anak-anak.

Jangan cemas.

Sekolah mana?

Saligramam, Sekolah Kaveri.

Oh, benar.

Periksa sekali, Dia Kumar?

Pak!?

Lakukanlah.

Halo.

Pak, Kau Kumar?

OH TUHAN. Mereka menangkap kita.

Ayo pergi bro.

Pak, mereka memutuskan panggilan.

Kumar penelepon reguler kita.

Waktu ujian bukan?

Jadi itu biasa mendapatkan panggilan seperti itu.

Ketika ancaman nyata terjadi ..

..Kau Seharusnya tak panik, untuk membuatnya gugup.

Tangani dengan pikiran yang tenang.

Tenang? Bukan?

Hmm.

Pak, ada telepon.

Halo, Ini ruang kontrol.

Oh Apa itu?

Kapan itu terjadi?

Mengapa kau tertawa?

Tidak ada, 100 rumah dibakar di Vyasarpadi.

- Apa? Kebakaran? - Ya.

Bagaimana kau menjawabnya dengan tenang?

Pak, Kau bercanda?

Kau menyuruhku untuk tenang.

Jadi aku tenang.

Kau bilang apa bro.

Oh, dalam 100, ada kantor polisi?

Pak, di antara 100 rumah ...

..salah satunya Kantor Polisi kita!

Bangsat, bagaimana aku memberitahumu!

Halo 100.

-Sudara 100. Kirimkan aku dua ayam Biriyani

Aku sangat lapar.

Putuskan panggilan.

Halo 100.

-200, 300, 500

Halo 100.

-100 bergerak, Mau coba 500?

Halo 100

Kenapa kalian menyiksaku?

Halo 100.

-Ada apa pak?

-Kami bekerja untuk 100 (divisi panggilan) dan kami merayakan ...

..Semua 100 panggilan seperti ini.

Bagaimana prosedur untuk mengubah departemen, Pak?

Apa? Aku dapat memeriksa dengan Pistol Perumal dan memberi tahu.

Halo 100.

Ada apa?

Kenapa kau memutar musik!

Pak!

Bangsat!

Lepaskan rambutku, Pak.

Jadi Sathya, bagaimana pekerjaanmu?

Aku tak bisa mengatasinya, Pak.

Aku punya daftar ember besar untuk diperiksa setelah menjadi polisi.

Sungguh tak terduga.

Itu hanya permulaan.

Kau akan terbiasa.

Hmm. Kenapa mereka memanggilmu Pistol Perumal?

Aku akan jawab itu nanti.

Aku akan pensiun dalam sebulan ..

Pekerjaan kecil, sebentar.

Aku sudah selesai. Ayo pergi.

Perasaanku mengatakan itu tak benar.

Suap bukanlah solusi

Keluar dari kesulitan.

Jangan sampai ada masalah.

Aku ingin menikahi Aisyah.

Ayahku kehilangan segalanya dengan tetap jujur.

Itu sebabnya aku meminta bantuan keuangan.

Hanya hal sederhana atas bantuan.

Aku tak akan melakukan kejahatan apa pun seperti yang kau pikirkan.

Ini bukan kasus kecil.

Bro, kau pergi.

Aku meminta Danny untuk membawa motor.

- Aku akan bersamanya. - Baik.

Aku yang ku bilang?

Kami dari rumah teman

..Kami memikirkan makan dalam perjalanan

Aku akan menamparmu sampai gigimu copot.

Saudaramu ada di bawah.

Dia akan membunuh kalian jika ia melihatnya

Aku akan berhati-hati, Kau pergi.

Maaf bro

Beraninya kau ...

-Anwar, tenang. -kau kira kau siapa?

Anwar, tolong dengarkan aku.

Tak seperti yang kau bayangkan.

-Aku akan membunuhmu karna jalan dengan saudarku. Tolong tenang dan dengar.

Kau harus menamparnya dulu karna jalan dengan saudara kita.

Tak seperti yang kau pikirkan.

- Sebaliknya kau menghentikanku. - Tolong tahan dan dengar, Anwar.

Seperti kau mencintai saudaranya ...

..Jadi Kau menawarkan saudaraku, seperti germo.

Kau bungkuk begitu rendah.

Enyah.

Bro, jangan salahkan aku.

Kau harus segera memberi tahu Anwar.

Saudaraku, aku khawatir saudaraku ...

... Akan membahayakan Vicky atau keluarganya.

Itu tak akan terjadi. Aku akan memastikannya.

Saudara baik-baik saja.

Ada apa, Sathya?

kau membosankan. kau sepertinya tak baik.

Tuan mungkin menawarkan bantuan medis.

Hei! Aku berbicara dengan ...

Pantau panggilannya.

Halo 100.

Halo, Seseorang menculik anakku. Tiga orang datang dengan van ...

... dan menculiknya saat aku di sana.

Kau bungkuk begitu rendah, Sathya!

Pak?

Kau seharusnya memberi tahu Anwar!

- Pak, Kau online? - Ini kasus penculikan, Pak.

Hei! Hei!

Awak alihkan panggilan itu.

Kau mentransfer panggilan.

Maaf Pak, aku ketinggalan.

Halo, Seseorang menculik anakku.

..dan Menculiknya saat aku di sana.

Ketika seseorang dalam kesulitan ...

..Mereka tak akan memanggil Tuhan, tapi 100.

Mereka melihat kita seperti Tuhan.

Karena Kau berada di tempat seperti itu.

Ketika Kau mengucapkan kata pertamamu ...

..Kau harus percaya kau akan menyelamatkannya.

Maaf Pak, aku punya masalah pribadi.

Persetan dengan pribadimu! Tak ada kehidupan pribadi untuk seorang polisi.

Apa yang akan kau lakukan sebelumnya?

Kau mungkin telah berjuang untuk cinta atau teman.

Seorang polisi orang yang mengorbankan hidup untuk orang asing.

Kau harus mengerti sesuatu.

Selalu ada perbedaan antara putra dan pria.

Orang sepertimu akan hidup tak bertanggung jawab Dan mati sebagai putra.

Tapi menjadi seorang pria tidaklah sederhana.

Kau butuh bahan untuk itu. Dan Kau tak memilikinya.

- Shanmugam! - Ya pak.

Minta Perumal untuk ...

..menugaskanya sebagai keamanan di rumah korban.

Kita lihat apa dia mempelajari sesuatu

Ya Tuhan.

Aku tak tahu di mana putraku.

Aku takut.

Aku ingin anakku, sayang.

Tolong lakukan sesuatu.

-Selamatkan putraku entah bagaimana. -Jangan menangis.

-Aku sangat takut. -Dia akan ditemukan.

Pak.

Dia bertanya apa putra kami akan selamat, pak.

Aku tak bisa menangis di hadapannya.

Pak.

Kau menanamkan kepercayaan bahwa anakku akan selamat.

Pak.

Tolong selamatkan anakku, Pak.

Kumohon pak.

Hei.

Jangan panggil ruang kontrol untuk urusan Styrofoam.

Putuskan panggilan.

Lacak semua sinyal di area ini.

Mereka pasti akan menelepon.

Ada apa di sana?

Bukan apa-apa Sathya.

-Kau tak melewatkan panggilan kemarin? -Ya.

Para penculik menuntut 20 juta rupee.

Mereka bilang persiapkan uang kemarin.

Dan hari ini lokasi untuk mengirimkan uang.

Putar panggilan itu.

Ya pak.

Kau mempersiapkan uangnya?

Dalam 15 menit ..

Jalan Harrington, koloni Ripon

Bangunan putih di sudut salib ke-5.

Kirimkan uang di gerbang nomor 24 dan pergi.

Uang dikirim di lokasi tersebut oleh orang tua.

Tim kami siap siaga.

Dia baru saja masuk, Pak.

Jangan bertindak sampai bocah itu selamat.

-Terus ikuti. Oke, pak.

Pak, dia tak kabur.

Dia pergi ke rumah, pak.

Halo. Halo.

Uang telah dikirim ke tempat tersebut.

Tolong lepaskan anakku.

Hei.

Aku tak berbicara denganmu...

..Aku Berbicara dengan polisi

Segera setelah aku mendapatkan uang ...

Aku akan beritahu lokasi bacah itu.

Kau tak dapat melakukan apapun.

-Kau melacak panggilan itu? -Ya pak.

-Dari Guindy. -Dan panggilan sebelumnya?

Dari Chrompet.

Sekarang dari Saidapet, Pak.

Mereka menggunakan kartu SIM yang berbeda.

Chrompet, Saidapet, Guindy.

Beritahu semua kendaraan patroli di daerah ...

-dan minta mereka memblokir jalan. Oke, pak.

Hai semuanya. Ayolah. Kemari.

-Terutama periksa mobil dan truk yang melaju kencang.

-Jangan lewati kendaraan apa pun. Oke, pak.

-Kau ke sini. Pergi. -Periksa mobil. Buka.

-Di Sini ... -Sebenarnya, yang aku pikirkan adalah ...

Hei! kau siapa?

Kau hanya seorang trainee. Keluar.

Keluar, kataku. Tak berguna.

Minta mereka untuk memeriksa sinyal itu.

-Sathya. Kemari. -Ya pak.

-Lacak mereka sepenuhnya. Oke, pak.

Masalah besar sedang terjadi di sini.

Tak akan ada yang mendengarkanmu.

Jika kau butuh pekerjaan ini Pergi ke tempat dudukmu ....

..Dengarkan sinyal itu.

Aku tak tahu di mana putraku.

Entah bagaimana tolong selamatkan anakku.

Aku sangat takut.

Polisi sejati orang yang memberikan hidupnya untuk orang asing ...

Kau menanamkan rasa percaya, Pak.

-Apa ini? -Pak.

Tak apa-apa bahkan jika aku kehilangan pekerjaan ini.

Berikan saja pembaruan tentang kejadian di sini.

Sathya.

-Maaf pak. -Kemana kau?

Aku akan istirahat sebentar, pak.

Enyah.

Halo polisi. Kau mencariku di seluruh kota?

Aku akan mendapatkan tas uang dalam satu menit.

**** Tangkap aku jika kau bisa.

Pak, dia menantang kita.

Periksa di dalam rumah itu.

Dia telah kabur dengan tas baru, dia tahu GPS.

Bangsat.

Mereka akan melakukan apa saja begitu mereka mendapatkan uang.

-Kita harus menangkap mereka sebelum itu. Oke, pak.

-Lacak lokasi panggilan terakhir. -Melacak, pak.

Apa yang kau lakukan, Sathya?

Saidapet, Chrompet, Guindy.

Mereka telah melintasi semua area ini dalam rentang 10 menit.

Dalam lalu lintas kota kita ..

... mustahil untuk melintasi semua area ini dalam 10 menit, pak.

Apa yang kau katakan, Sathya?

Kita tak dapat menemukan mereka di jalan.

Jika instingku benar ..

Panggilan .. berikutnya dari Nungambakkam.

Kau gila, Sathya?

Pak, panggilan terakhir dari Nungambakkam.

Di mana mereka menyekap anak itu?

Bagaimana kau tahu, Sathya?

Saidapet, Chrompet, Guindy.

Area-area itu dapat dilintasi dalam 10 menit hanya melalui kereta lokal.

-Aku menemukanya Murugadas. Pak super.

Bocah itu pasti di ...

- bus lokal. -Bangsat

Segera setelah aku mendapatkan uang, aku akan beritahu lokasinya.

Kau tak dapat melakukan apapun.

Kita mendapat uang.

Kita turunkan bocah itu di stasiun kereta api berikutnya?

Hei. Dia sudah melihat wajah kita.

Dia akan mengadu, jika dibiarkan hidup. Bunuh dia dan buang.

Ayolah.

Mengapa kau tertawa?

Rencana saudara dilakukan dengan baik.

Kota ini punya 80.000 polisi ...

... Tak ada yang bisa menemukan kita.

- Pekerjaanmu dilakukan dengan baik. -Hei.

Pergi, bunuh dia.

Siapa itu bro?

Ibu!

Ayah!

Ayah!

Prithvi.

-Sayang. -Ibu!

Prithvi.

Aku menemukannya.

Aku menemukan Murugadas.

Anak itu pasti di ..

... kereta lokal.

Sudah terlambat.

Ayo, Sathya.

Saudara.

Aku kira hidupku akan berakhir dengan panggilan telepon saja.

Sekarang aku merasa seperti telah mencapai sesuatu.

Pesan teh bro.

Satu teh, bro.

Kau disini?

Tunggu. Aku akan keluar.

Berikan segera sebelum ada yang melihat kita

Barang diberikan.

Orang kita akan pergi dalam 10 menit.

Dia akan menghubungimu besok pagi.

Transfer uangnya, pertama.

Itu saja. Tutup Telepon.

Pergi, pergi.

Pergi segera.

Barang dimuat. Kami akan meninggalkan sinyalmu.

Jalankan segera.

Sehingga Kau bisa melarikan diri seiring dengan lalu lintas.

Semakin banyak kau menunda, razia polisi akan meningkat.

-Pergi. -Aku akan berhati-hati.

Hati-hati terhadap barang-barang. Pergi aman.

Ayo saudara.

Saudara dimana kau? Kami punya masalah dekat pintu tol ECR.

Saudara.

Sepertinya mereka bermasalah.

Ayo.

Pak. Tolong pak.

-Pak, akan segera dikirim. -Darimana kau?

Dari Ambathur, pak.

-Kau minum alkohol? -Tidak pak.

Aku lepas kendali saat seekor anjing berlari.

-Jangan bohong padaku. -Itu benar, Pak.

Aku sudah bertanya.

-Apa di dalam? - Polisi ada di sini.

-Lihat ada apa. Tolong maafkan sekali, pak.

Bagaimana jika kau bertabrakan dengan kendaraan?

-Ambil. -Pak.

Pak, ini kendaraan kami.

Tak ada apa pun di dalam kecuali barang, pak.

Hei siapa kau

-Dia tampaknya ragu padaku. -Ya pak.

-Periksa apa yang ada di dalam. -Pak.

Hanya mengirim barang ke Andhra, pak.

Kami akan segera pergi, pak.

Buka cepat.

Turunkan

Ayo pak.

-Sekar. Kau datang? - Pak?

Pak, seekor anjing berlari masuk. Pak, aku kenal mereka.

Aku akan urus. Kau bisa pergi.

-Hei, dia mengenalnya. -Pak.

Ayo pergi. -Baik. pak.

Tutup pintu.

Ada gudang di dekat sini. Mintalah mereka untuk taruh truk.

Anwar. Semuanya baik-baik saja?

Ya saudara.

Barang-barang aman di gudang.

Dapat dimuat malam ini.

Kau tahu itu akan fajar.

Tak aman mengangkut barang di pagi hari.

Ada gudang di dekatnya.

Kita parkir truk di sana dan mengangkut barang besok malam.

-Oke? -Tak masalah Reddy

Itu akan pergi malam ini.

Barangmu akan sampai besok pagi.

Oke? Selesai

Hei. Makanannya tiba?

-Ya saudara. -Ambil.

Aku sedang dalam perjalanan saudara.

Aku akan periksa.

Barang itu aman saudara.

Kau jangan khawatir

Semuanya sempurna.

Oke bro.

Hai Jacky.

Hai Sathya.

Hei. Aku memeriksa daftar panggilanmu.

96. 4 lagi hingga 100.

Aku rasa panggilan keseratusmu akan menjadi panggilan yang baik.

Jangan bercanda.

Kau teruskan.

- Jangan khawatir. Suamimu ada di sini. -Halo 100.

Pak, panggilan terputus saat aku berbicara dengan gadisku.

Aku tak punya pulsa untuk meneleponnya lagi.

Hanya saluran daruratmu yang tersedia.

Bisa hubungkan aku dengan panggilan suaramu, Pak?

Kumohon paman Hidupku dipertaruhkan.

Persetan dengan mulutmu.

Mereka menyiksaku.

Ta ada sayang. Dia temanku.

Kau teruskan.

Masa lalu kita yang indah.

Tak bisa dilupakan

-Hei, siapa itu? -Apa?

Mantan pacarku.

Aku tak ingin membuang waktu bicaraku.

Jadi aku diam-diam membuat koneksi.

Terus? kau makan apa

Saus bayam dan ikan?

Combo yang bagus. -Halo 100.

Cepat makan. Kita harus pergi.

-Apa? -Lihat kendaraan. Biarkan aku makan.

-Aku akan berhati-hati. kau pergi. Saudara baik-baik saja.

Baterai di ponselku hampir habis. Aku akan charger jika ada outlet.

Hei. Truknya bagus kan?

-Charger dalam truk. Oke bro.

Halo 100 .. Halo 100 ..

Halo 100 .. Halo 100 ..

Ada gema di saluranmu. Halo.

Kau berbicara dari beranda?

Hei. Aku berbicara dari 100.

kau siapa?

-Aku akan membunuhmu. -Aku memeriksa apa kau siaga.

Mengapa?

-Sathya? -Pak.

-Panggilan ke-100? - Ya.

Semua 99 panggilan membosankan, Pak.

Tak ada yang senang dengan panggilan ke 100 Pak.

Aku sudah berpengalaman 30 tahun.

Kau bisa menyebutnya takhayul.

Panggilan ke-100 mengubah kehidupan banyak orang.

Kita lihat bagaimana panggilan ini akan mengubah hidupku, Pak.

Pak, aku tak merasa aku akan menerima telepon.

Aku merasa mengantuk, Pak. Aku akan cuci muka.

Aku sudah berpengalaman 30 tahun.

Kau bisa menyebutnya takhayul.

Panggilan ke-100 mengubah kehidupan banyak orang.

Kita lihat bagaimana ini akan mengubah hidupmu.

Halo 100

Halo.

Pak.

Aku membunuhnya. Dan menghilangkan bukti.

Mayat itu milik gadis itu, Pak.

Halo 100.

Halo 100.

Halo.

Halo nyonya.

Halo nyonya. Pertama-tama, jangan menangis.

Jangan cemas dan jelaskan padaku, agar aku bisa bertindak segera.

Seseorang menculikku, Pak.

Aku tak tahu di mana aku berada, Pak.

Tolong selamatkan aku, Pak.

Kau berbicara dengan seorang polisi.

Perjelas.

-Siapa namamu? -Sandhya.

-Nama ayahmu? -Natraj.

Apa kau mahasiswi?

Aku belajar kelas 11 di Sekolah St.Joseph.

Daerah mana?

Kodambakkam.

Kau kabur dari para penculik?

Atau mereka di dekatmu?

Mereka di dekatku, Pak.

Tapi mereka agak jauh dariku.

Jangan takut. Polisi akan datang dalam 10 menit ..

Pak, aku sangat takut.

Polisi akan datang dalam 10 menit.

Tolong selamatkan aku, Pak.

Silahkan...

Halo.

Halo.

Pak.

-Kau melacak panggilanku? -Ya, Sathya.

Itu menunjukkan lokasi dekat jembatan Padi.

Periksa patroli terdekat ke lokasi itu.

Panggil 42.

Dekat, Sathya.

Hanya 200 meter jauhnya.

-Kirim lokasinya ke mereka. -Baik.

Aku akan memberi tahu mereka.

Bit nomor 42. Ini darurat.

Segera tanggapi.

Bit nomor 42. Tanggapi.

Bit nomor 42. Segera tanggapi saluran.

Bit nomor 42. Ini darurat.

-Baik dengan mereka. -Tanggapi.

Beri aku istirahat.

Bit nomor 42. Inspektur Pandiyan.

Seorang gadis diculik.

Lokasi telah dikirimkan kepadamu. Periksa segera.

Ada rincian lebih lanjut tentang para penculik?

Mereka punya senjata?

Tak ada informasi mengenai penculik.

Periksa ke tempat.

Kami akan beritahu kau segera.

Aku akan laporkan dari tempat.

Hei! Azhagu.

Ayolah.

Mereka tak membiarkan kita makan dengan tenang. Bangsat!

Pak.

Pak. Kau lupa membayar tagihan.

Mereka tak membayar makanan.

Lokasi yang dikirim oleh ruang kontrol ada di sini.

Terus.

Saudara. Polisi.

Tetap tenang. Jangan cemas.

Kalian sedang apa di sini?

Seperti yang kalian lihat, pak ...

..Kendaraan kami kecelakaan.

Kiriman ada di gudang. Kami menunggu truk lain.

Kami akan berangkat satu jam lagi, pak.

Bit nomor 42. Pelapor Pandiyan.

Kami telah tiba di tempat itu, pak.

Nomor ponselnya didaftarkan atas nama Rajesh.

Aku ulangi. Nomor ponselnya didaftarkan atas nama Rajesh.

Siapa di sini bernama Rajesh?

Pak, aku.

Mana IDmu.

-Cepat. -Ini dia, pak.

Pak.

-Azhagu. -Pak.

Aku mencium bau amis.

-Aku juga, Pak. - Cari ke dalam.

Ya pak.

Ikutlah bersamaku..

-kau bangsat. -Saudara.

Aku sudah memperingatimu berkali-kali ...

..Jangan memanggil saluran darurat 100, untuk bersenang-senang

Kau mengolok-olok?

Berikan yang keras, Pak.

-Kami terlihat seperti pengangguran? -Maaf pak.

-Tangkap dia. -Kemari.

-Pak. -Pak, tolong maafkan dia.

Kami perlu memuat barang di malam hari.

-Ayo bicara, Pak. -Ya pak.

Aku akan melapor di kantor polisimu, besok, Pak.

Gadis itu kabur.

-Kau bilang apa di telepon? -Pak?

Katakan, kataku. -Pak.

Halo. Pak. Seseorang menculikku, pak.

Tolong selamatkan aku, pak. Aku takut.

Dengan aplikasi, Pak.

Itu mengubah suara pria menjadi wanita

Tolong maafkan aku, Pak.

Bit nomor 42 melaporkan kembali, Pak.

Penyelidikan telah dilakukan.

Itu panggilan palsu. Seseorang melakukannya untuk bersenang-senang dengan suara wanita, pak.

Panggilan palsu?

Seseorang menculikku, pak.

Tak mungkin, pak. Aku yakin itu asli.

Dapatkan detail ID-nya dengan informasi yang kita miliki.

Sandhya. Putri Natraj.

Kodambakkam.

Sudah dua minggu sejak kematiannya, Sathya.

Aku sangat mengenalnya, pak.

Dia belum mati, pak.

-Dia yang bicara padaku. -Sathya.

Kami menerima banyak panggilan palsu setelah iklan kematian orang.

Itu terjadi di sini.

Tidak Nithya.

Dia hidup.

Dan dia dalam kesulitan sekarang.

Di mana ada nasi goreng di tengah malam?

Kau punya restoran?

Hidangkan biriyani untuk hari ini, sebagai gantinya.

Putra kita juga.

Dia meminta permen es kemarin.

Aku mencari toko es krim.

Sandhya.

Pak.

Tolong selamatkan aku.

Aku sangat takut, pak.

Aku tak tahu siapa kau.

Aku mohon, pak ..

Tolong selamatkan aku, pak.

Sandhya. Aku tahu kau. Aku mengenalmu

Aku tahu kau jatuh cinta dengan Hari.

Aku bukan orang asing.

Percayalah padaku.

Aku akan menyelamatkanmu.

-Saudara. -Sandhya. Jangan takut.

Aku akan beri tahu apa yang akan terjadi dalam 5 menit ke depan.

Mereka akan datang ke sana.

Mereka akan menyakitimu, tapi tak akan membunuhmu. Mereka membutuhkanmu hidup-hidup.

Mereka akan memindahkanmu.

Aku akan datang. Jadi beranilah.

Putuskan panggilan.

Dan buang telepon agar mereka tak menemukannya.

Saudara. Aku tak bisa melakukannya ..

Ku harap kau online.

Kau memanggilku saudaramu ..

Kau percaya padaku?

Aku bersumpah menyelamatkanmu.

Aku akan berdiri di depanmu.

Ayolah teman-teman.

Saudara. Mereka datang.

Mereka tak menyakitimu.

Jika kau ingin selamat

.. lakukan seperti yang aku bilang.

Mengapa dia memutuskan panggilannya?

Cukup pintar untuk memanggil polisi?

Seret dia.

Mengapa Kau memutuskan panggilan?

Akan mudah untuk melacak panggilan.

Itu langkah buruk memutus panggilan

Di mana teleponnya?

Aku sudah periksa. Dia tak punya telepon.

-Bangsat. Ponsel dalam mode hening?

-Tidak, saudara. -Bangsat.

Kau telpon ponselnya.

Aku bisa mendengarnya, saudara.

Buang kartu SIM.

Saudara. Ini jaringan Jio.

Aku punya banyak data gratis.

Buang SIM.

Hancurkan telepon.

Saudara. Ini telepon baru.

Bahkan tak bergores.

-Telepon baru? -Ya saudara.

Lihat aku.

-Bangsat. -Bangsat.

Jika polisi tahu ...

... mereka akan melacak kita. Nyalakan kendaraan.

Kau melakukan kesalahan, Sathya

-Mereka membuang SIM. -Bangsat.

Kita tak dapat melacak telepon itu lagi.

Telepon itu seharusnya menerima panggilan dari telepon lain.

Lacak nomor itu.

Sinyal berasal dari tempat yang sama dengan sebelumnya.

Aku siap Sathya.

-Kemana kau pergi?

Istirahat, Pak

Das.

Aku rasa polisi mencium kami.

Tapi barang itu masih bersama kami.

Parkirkan kendaraan di parkir bawah tanah di taman hotel.

Aku akan mengirimmu kendaraan lain

Tunggu di sana bersama orang kita.

Oke, Das.

-Parkir mobil di ruang bawah tanah. Oke, bro.

-Hei, periksa apa dia masih dibius. Oke, bro.

Iya bro.

Sathya.

Sinyal datang dari ..

... Taman hotel di dekatmu.

Bro, polisi.

Baik.

-Ya pak. -Ada kamar kosong?

Maaf pak. semua kamar penuh

Polisi itu, entah bagaimana, telah melacak kita.

Dia seharusnya tak tahu kita adalah penculiknya.

Ini tempatnya?

Kau berada di tempat yang sama dengan mereka.

Kau memanggil orang-orang kita ke pub.

Hanya dia yang tahu tentang kita.

Habisi dia.

Aku rasa mereka ada di pub.

Kau bilang apa, Sathya?

Telepon itu satu-satunya petunjuk kita.

Pubnya sangat besar.

Itu akan ramai di dalam.

Dan berisik juga.

Bagaimana Kau menemukan mereka di sana?

Panggil telepon itu ketika aku suruh.

Segera.

Aku ingin pulang.

Nithya, aku terus jalankan motornya?

Urus saja urusanmu. atau ku tinju kau.

Tak ada urgensi. Aku tak akan pulang.

Hei! Beraninya kau!

Jangan berhenti. Terus menari.

Telepon sekarang.

Ada yang memanggilku.

Angkatlah. Mungkin saudara.

Halo saudara.

Gadis itu aman?

Aku tak bisa mendengarmu, saudara.

Kau bangsat.

Gadis itu aman?

Gadis itu sungguh aman, bro

Gadis itu aman ...

... Tapi kau tidak.

Mengapa aku mendengar suaraku sendiri?

Halo bro.

Bukan hanya kau, tapi semua orangmu.

Kenapa kalian menatapku?

Kau bilang gadis itu aman ...

..Tapi kau dalam masalah sekarang.

Hei,. Sathya.

Kau tangkap mereka.

Hei kau, DJ. Mainkan lagunya.

Di mana gadis itu?

kau siapa?

Beraninya kau menyentuhku.

Orangku ada di sini. kau akan mati.

Sandhya.

Hei, jangan takut.

Sandhya.

Ini aku, Sathya.

Ini aku. Jangan takut.

Saudara.

Jangan takut lagi. Beranilah.

Pikirkan apa pun yang Kau inginkan ....

..Tapi aku tak percaya siapa pun lebih darimu.

Hati hati.

Baik.

Baik.

Dari mana kau?

Istirahat ... Tokonya terlalu jauh?

Kau tak mau bekerja.

-Tak cocok menjadi polisi. Enyah. -Kemudian kau juga.

Kenapa dia memarahi semua orang?

Kekerdilan sudah berakhir. Jadi santai.

Ibu siapkan kopi.

Yang pahit.

Makanan sudah siap.

Dan Kau meminta kopi, bangsat

-Bangsat. -Aku bangsat?

Kau tak tahu tentang kepopuleranku.

Aku menangani kasus serius dalam sejarah Tamilnadu.

Tapi kau merasa tak enak karna memberiku kopi.

Kau tertangkap karena penyuapan?

Kau sungguh ibuku?

Kau tak akan mengerti Mari ku tunjukkan.

Aku melakukan segalanya. Tapi namaku tak akan diberitahukan.

Kau lakukan apa?

-Dia bangga bekerja di saluran bantuan. Ayah, Kau menonton berita?

Ya. Aku merasa tak enak.

Lihatlah. Dia merasa tak enak setelah menontonnya.

Tapi kau tak apa-apa.

Salam. Ragu, yang menyerah dalam kasus pembunuhan ..

siswi ..sekolah Viji, pacarnya ..

..dibebaskan di bawah tindakan minor, setelah satu tahun penjara.

Pemerintah, mengingat masa depannya ...

... menyumbangkan 10.000 rupee, mesin jahit dan kotak besi.

Dia secara brutal membunuh seorang gadis.

Kau membebaskannya setelah setahun dengan sumbangan dan hadiah.

Lalu bagaimana mungkin gadis aman di suatu negara?

Dia berusia 17 tahun dan melakukannya tanpa sengaja.

Satu tahun hukuman penjara juga berakhir.

Kita harus apa lagi?

Dia bercanda. Seolah-olah dia memecahkan seluruh kasus.

Permisi, ayah.

Ayah, Kau menonton berita lain selain dari ini?

Dia berita hangat di semua saluran sejak pagi.

Kau juga seorang polisi.

Mengapa kau tak membunuh orang seperti itu saja?

-Siapa itu? -Sandhya?

-Dan Kau? -Inspektur Sathya.

Sudah cukup, pak.

Putriku tidak ada lagi.

Semua orang mati.

Kami akan menerima kematiannya ..

... bahkan jika itu karena kecelakaan.

Tapi bajingan membunuh putriku ...

... Dan mengatakan dia berselingkuh.

Dia bilang alasan seperti itu dan menyerah padamu.

Dan Kau, hanya menutup file kasus ...

... Kau mencoret nama putriku tanpa ada pertanyaan.

Kau tahu apa tentang putriku?

Dia tak pernah menyembunyikan apapun dariku.

Kau tahu dengan siapa ia jatuh cinta?

Dia ada di depan rumah ini.

Kasus ini harus segera ditutup.

Jaga baik-baik.

-Aku ingin bicara denganmu di luar. -Bicaralah di sini.

Jika kau bertanya pada gadis itu secara pribadi ..

... kenapa kau tak memberitahu orang tuanya?

Mereka terluka.

Mereka kira dia sudah mati.

Di mana gadis itu? Aku ingin melihatnya.

Gadis apa?

Anwar.

Jangan bercanda.

Aku mengirimnya bersamamu karena aku percaya.

Hanya kita berdua yang tahu dia masih hidup.

Siapa yang kau bicarakan?

Anwar.

Aku tahu kau terlibat dalam kejahatan itu.

Jika sesuatu terjadi padanya ...

... kau akan mati.

-Pak. Lepaskan Pak.

Di mana rekaman yang hilang?

Seorang Inspektur datang ke sini pagi ini ....

..Dia Menghapus beberapa rekaman untuk alasan rahasia, Pak.

Ini dia?

Ya, pak.

Kita tak punya bukti bahwa Sandhya masih hidup.

Kita tak menyimpan panggilan palsu...

... Kita menghapusnya dalam 3 jam.

-Halo. -Sathya.

Aku punya masalah pribadi.

Bisa datang ke kantor Nisha?

Aku kira dia tak punya telepon ..

Vicky membelikanya telepon untuknya melalui temannya.

Anwar tak menyukainya ..

Dia terluka dan memperingatkan Vicky.

Dia menelepon sekali di pagi hari ...

..Dia takut pada Anwar

dan berkata demikian alasan mengapa ia kawin lari dengannya.

Saudaramu tak akan pernah menerima kita.

Ikut aku Ayesha.

Aku takut, Vicky.

Paman, mengapa kau tak memberi tahuku?

Masalah kalian berdua karena Vicky.

Itu akan membuatnya marah.

Jadi aku bilang pada Nisha untuk tak memberitahumu.

Berikan aku nomor teleponnya.

9 ... 444..00 ...

91..59.

Hei! Kau buru-buru?

Aku tak tahu harus berbuat apa, Sathya.

Aku tak bisa hidup tanpa Aisyah.

Kau berdua kembali. Aku akan urus.

Anwar akan membunuh kami.

Tidak.

Kau sama pentingnya dengan Aisyah bagiku.

kau tak aman di sana.

Anwar pasti akan melacakmu.

Kapan bus selanjutnya?

Malam ini.

-Kemari. -Aku takut, Sathya.

Aku tak akan mengecewakanmu. Aku akan menangani Anwar.

Kau kembali.

Baik.

Penyiksaan Pistol berakhir hari ini.

Aku ADGP berikutnya.

Pak.

Aku yang bayar, Pak.

-Kau harus memberiku makan. -Makan.

Baiklah pak

Terima kasih atas tepuk tangannya.

Saat aku bergabung sebagai polisi 30 tahun lalu,

Aku bermimpi mencapai sesuatu yang besar.

Dihormati dengan medali.

Seluruh departemen akan bertepuk tangan dan merayakan.

Tapi itu tak terjadi.

Tapi akhirnya kalian memujiku karna merasa lega dari layananku ....

..Dalam beberapa hari

Perumal ...

Maaf.

Pistol Perumal ini berakhir.

Kalian memanggilku dengan nama Pistol.

Tapi sebagian besar dari kalian tak tahu alasan di baliknya.

Setidaknya, sebelum pensiunku, ...

... izinkan aku menjelaskan alasan di balik nama ini.

Kami melayani departemen kepolisian sejak tiga generasi.

Tapi leluhurku tak pernah memegang pistol.

Kakekku memberi tahu ayahku,

"Aku tak bisa,

tapi sebelum layananmu berakhir,

harus menembak dan membunuh seorang penjahat, "katanya.

Tapi ayahku tak bisa.

Ayahku mengatakan hal yang sama padaku.

Aku mencoba yang terbaik juga.

Tapi aku kehilangan setengah dari pelayananku ...

..untuk mengurus pekerjaan rumah Inspektur.

Aku tak ingin memaksakannya pada anakku.

Jadi aku tak menikah.

Pistol yang tak dapat aku sentuh selama bertahun-tahun ini,

... setidaknya ditambahkan ke namaku.

Jadi sekarang kalian memanggilku Pistol Perumal.

Aku senang.

Semua orang bertepuk tangan lagi.

Aku merasa tak enak atas akhir pelayanan kalian.

Melakukan apa!

Barang kadaluarsa harus dibuang.

Nakal ..

Bertindak seperti polisi. Jangan memperebutkan kue.

Jangan sakiti wajahku.

Kau merasa buruk?

Lihatlah saudara itu.

Seorang gadis masih hidup.

Tapi mereka membuat semua orang percaya dia sudah mati.

Dan orang asing menyerahkan tanggung jawab atas pembunuhan itu.

Jika file seorang gadis ditutup atas kematiannya, saat dia hidup,

berapa banyak lagi gadis seperti itu yang akan hidup?

Aku tak tahu apa yang terjadi pada mereka.

Anwar membuang semua bukti yang terkait dengan kasus ini.

Aku tak tahu mengapa dia melakukannya.

Tak ada kasus per file departemen.

Entah bagaimana aku akan mendapatkan detailnya jika itu orang dari publik.

Tapi Anwar polisi yang bertanggung jawab.

Bagaimana mungkin, Sathya?

Bagaimana mereka bisa melskukanya tanpa bukti?

Kau rasa Anwar dan geng ini ...

Aku tak punya jawaban sekarang, saudara.

Kau masih seorang perwira polisi selama dua hari lagi.

Kau dapat melakukan apa pun yang kau inginkan.

Hanya bersamaku, bro.

Kita bisa memancing jaringan besar.

Aku tahu kau bukan pembunuhnya, Karthi.

-Tapi mengapa kau menyerah? -Pak.

Aku membunuhnya.

Aku mencintainya selama satu tahun.

Dia berselingkuh, pak.

Aku tak bisa menahannya.

Aku membakarnya.

Aku melihat gadis yang sama hidup, kemarin.

Kenapa kau tak membawanya ke sini?

Kenapa aku ada di sini, kalau dia masih hidup?

kau tak bisa

Kau bercanda, Pak?

Biasanya polisi akan menanyakan alasan pembunuhan itu.

Tapi dia bertanya mengapa aku tak membunuhnya?

Lupakan.

Kau bangsat

Kau mengejek kami?

Ini bukan cara untuk membuatnya bicara.

Mengapa kau berbicara daripada menghancurkan wajahnya?

Hancurkan wajahku, Pak.

Kau akan discors karena memperlakukan anak di bawah umur.

Aku akan dibebaskan dalam tiga bulan.

Minta pria tua ini untuk memukuliku.

-Aku akan ... -Saudara.

Lepasakan dia.

Bajingan!

Sipir,

Kau takut diskors dari tugas?

Kau tak dapat menyentuhku.

****. Pergi.

Sandhya belum mati.

Dia hidup. Tapi aku tak tahu di mana dia.

Hanya satu orang yang tahu.

Kau sungguh mencintai Sandhya?

Pukul dia untuk mendapatkan kebenaran. Aku akan urus.

Ayo.

Ayo.

Bro, aku tak bisa berhenti menertawakannya.

Kau harus bilang yang sebenarnya pertama kali.

Wajahmu ... -Dia 17 juga.

Hukuman satu tahun yang sama untuknya juga.

Kau mengerti?

Setiap saat

orang yang berbeda mendekatiku.

Obat akan tiba dalam kemasan telepon.

Kami menjualnya ke seluruh kota.

Suatu hari, mereka memintaku untuk menyerah karena pembunuhan.

Kau siap dipenjara karena kasus pembunuhan?

-Aku akan membayarmu 500.000 rupee. -Bro. Aku tak bisa.

Kau baru 17 tahun.

Kau akan dibebaskan dalam satu tahun.

Aku akan membayarmu 10 juta ketika kau kembali.

-10 juta? -Jangan berpikir. Ambil ini.

Aku terima karna kondisi ekonomi keluargaku.

Oke saudara.

Untuk membuat polisi percaya ..

..mereka bilang padaku untuk berpura-pura bahwa aku jatuh cinta padanya.

Siapa Sandhya itu?

Kau bilang padaku itu akan menjadi masalah bagimu jika kita jalan bersama.

Dan aku melakukan apa yang mereka katakan ..

Hanya itu yang aku tahu, pak.

Ada yang menyerah untuk kasus seperti itu?

Seorang pria bernama Ragu.

Dia baru saja dibebaskan kemarin

-Pak. -Dengarkan kami.

Apa yang mereka lakukan dengan gadis itu?

Aku tak tahu apa-apa selain rencana penyerahan, Pak.

Kau selalu menerima obat dalam paket telepon?

Ya pak.

Das satu-satunya orang yang menyelundupkan narkoba melalui kart pengiriman ..

Kasihan Anwar.

Dia pikir dia membantu menyelundupkan narkoba tanpa mengetahui mereka gadis.

Itu masalahnya.

Mengancamnya dengan itu, mereka akan menculik Sandhya.

-Jadi Sandhya? - Pasti bersama Das.

Kasus ini berakhir begitu kita dapatkan Das

Kau memanggilku, Das?

Ada apa?

-Bajingan **** -Ada apa?

-Hei! -Ada apa?

Aku bilang untuk menyelundupkan narkoba.

Tapi kau menculik gadis di trukku.

-Maaf. Maaf. -Kau tahu seberapa besar kejahatan itu?

Ya Tuhan.

Karna apa yang telah kau lakukan, polisi akan menangkapku.

Kau buta huruf. Kau tak mampu melakukannya.

Siapa di belakangmu

Aku tak sengaja, Das. Maafkan aku, Das.

Biarkan aku cari tahu.

Kau seharusnya tak hidup lagi.

Potong-potong dia.

Apa ini saudara?

Dia berbicara seolah-olah dia bosnya.

Kau lihat apa, Das?

Kau kira kami bekerja untuk uang bodohmu?

Aku bersujud karna bersamamu selama ini.

Tapi kau akan membunuhku.

Bisnis yang sangat besar.

Dan jaringan yang sangat kuat

Kami menargetkan gadis keluarga kelas menengah secara finansial.

Semua foto mereka ..

... akan dipublikasikan dalam grup whats-app.

Grup itu untuk ...

... orang mesum kaya.

Mereka menawar dalam grup dengan foto mereka.

Kami kemudian memeriksa profil Facebook mereka.

Karna para gadis memperbarui semua detail mereka di dalamnya.

Gadis dengan penawaran tertinggi ...

... akan diculik.

Aku datang.

-Aku kurir, Nyonya. -Kurir?

Aku tak memesan apa pun.

Kau Jenifer?

-Ya. -Ini untukmu.

Untukku?

Ada apa?

Kami tak punya masalah dalam ...

... mengikuti dan menculik mereka.

Untuk memasok gadis-gadis yang diculik ke dalam dan ke luar kota ..

... Aku menggunakan izin ...

..Kau membeli dari polisi dengan uang.

untuk menculik gadis-gadis ..

..tanpa pengetahuanmu.

Gadis-gadis, selamanya ...

..akan dinikmati oleh mereka.

Polisi satu-satunya masalah bagi kami ....

..Mereka hanya mencari gadis yang hilang.

Jika bukti menyatakan dia sudah mati ...

..mereka menutup file kasus.

Kami mencuri tubuh seorang gadis dari kamar mayat.

Lalu kami menyuntikkan darah gadis yang diculik ke mayat.

Sehingga tak ada yang bisa dilacak dalam otopsi.

Rencana dilakukan dengan baik.

Hanya gadis terakhir yang ditangani dengan ceroboh.

Kau salah mengira premanmu

dan David sebagai orang yang tak berguna.

Aku melakukan masalah besar ini tanpa sepengetahuanmu.

Aku cerdas kan?

Ambil kembali

500 rupee yang kau berikan untuk obat.

Aku punya banyak uang, sekarang.

Aku pasti akan ...

... membelikanmu karangan bunga mawar yang bagus untuk kematianmu.

Habisi dia.

Bagus, David.

David.

Kau menyelamatkanku karna memberimu makan selama 20 tahun.

Dia bicara apa?

David.

Kau kira kau menargetkanku?

Kau menargetkan dirimu sendiri.

Bagaimana?

Pak, pak. Aku tak bersalah.

-Dimana gadis itu? -Aku sungguh tak tahu apa-apa, Pak.

Gadis? Aku hanya berurusan dengan narkoba

Baru sekarang aku tahu tentang gadis-gadis itu, darimu, Pak.

Pak, aku mencurigai David.

Tolong beri aku waktu untuk membuktikannya, pak.

Sathya menangkap David. Kita harus apa?

Saudara.

Aku dalam perjalanan ke tempat Sandhya.

Das ada di gudang.

Minta mereka untuk menangkapnya dalam kasus kokain.

Aku akan tangani masalah gadis itu.

Jika Kau menemukan Sandhya,

Kau kira semuanya akan berakhir?

Kau tak dapat menangkapku, Sathya.

Aku buta huruf seperti kata Das.

Aku bekerja di lapangan.

Aku bukan orangnya

yang merencanakan seluruh bisnis ini.

Kau kenal orang itu dengan sangat baik.

Itu tak lain ...

-Nyonya. -Pak.

Pantau sinyal Vepperi.

Dia mengenakan helm, mengendarai Yamaha R15.

Minta mereka untuk melacaknya.

Dia masuk ke kantor Komisaris.

Sathya.

Itu Anwar.

Mereka memanfaatkanku untuk menyelundupkan kokain.

Mereka tak membayarku. Itu sebabnya aku membunuh David.

Aku tak tahu harus berbuat apa.

Aku merasa bersalah karna melakukannya, menjadi polisi.

Itulah yang terjadi.

Pak, beri aku waktu 5 menit

Baik. Ayo pergi.

Kau menyelundupkan kokain?

Kau pembohong.

Jika Kau tak berbicara sekarang, tak ada yang akan tahu apa yang terjadi.

12 gadis.

Kejahatan besar.

Kau teman yang baik sejak kecil.

Aku tahu kau tak akan pernah melakukannya.

Sampaikan kebenaran, Anwar.

Kau juga punya saudara, bangsat.

Kau akan diam jika mereka menculik Ayesha?

Mereka telah menculiknya, bro.

Mereka membawanya dan mengancamku untuk melakukan semuanya.

-Tak ada bus di sini. -Ayo pergi ke jalan utama.

-Siapa kalian? Lepaskan kami. -Vicky.

Mereka memukul Vicky dan mengambil Aisyah.

-Jangan menyakitinya. -Vicky.

Bangun, Vicky. -Lepaskan dia.

Seorang pria terus memanggilku untuk melakukan sesuatu.

Awalnya aku menolak.

Mereka mengirimiku video kasar Ayesha.

Mereka mengancamku dengan video online, untuk melakukan sesuatu

Itu sebabnya aku melakukan apa pun yang mereka minta.

Mereka menyuruhku untuk membunuhmu juga.

Mereka kira aku akan melakukan apa saja untuk mendapatkan kembali saudaraku.

Bagaimana aku bisa...

Bro, tolong selamatkan Ayesha.

Dia saudaraku. Aku tak akan mengecewakannya.

Sathya.

Ini akan diterbitkan besok kan?

Ayah selalu membaca koran di pagi hari.

Dia akan mati karna malu.

Tolong jelaskan semuanya.

Aku akan menebusmu besok. Jelaskan secara langsung.

Ini akan diterbitkan besok kan?

Ayah selalu membaca koran di pagi hari.

Dia akan mati karna malu.

Tolong jelaskan semuanya.

Hei! Anwar.

Dengar. Jangan lakukan itu.

Serahkan pistolnya.

Sandhya yang malang.

Dia tak bersalah dengan Ayesha.

Entah bagaimana menyelamatkannya.

Berikan pistolnya.

Kau berhati-hati, bro.

-Aku tak berguna lagi. -Hei!

Hei! Anwar. Tidak!

Aku berduka atas kehilanganmu.

Terkejut melihat ketidakhadiranmu.

Mengapa Kau menuntutku kesendirian?

perpisahanmu dari kami?

Bagaimana kau bisa bertahan

Astaga!

Ayah.

Mereka akan membawa mayatnya. Ayo.

Lihat wajahnya untuk yang terakhir kalinya.

Kenapa aku harus melihat wajah yang berdarah?

Aku berhutang.

Tapi aku jujur.

Aku tak pernah menghasilkan

nama buruk atau uang dalam hidupku.

Meskipun aku berhutang

Aku membesarkan mereka dengan moral yang baik. Bukan begitu?

Anak gadisku

kawin lari dengan seseorang.

Dan dia.

Atas tuduhan suap

Dia menembak dirinya

kana dia malu.

Di mana kesalahanku?

Anwar pria yang baik.

Perbuatanmu cukup adil.

Dunia akan menyadarinya suatu hari nanti.

Tak menyusahkan tentang itu ...

Perpisahan temanku.

Siapa yang akan memikulku selanjutnya ...

Aku tak punya pengganti persahabatanmu.

Tetap tenang sampai kau menerima perintah pengangkatanmu.

Tangkap aku jika kau mau.

Vicky.

Aku tak tahu apa yang terjadi, Sathya.

Mereka membawa Vicky ke depan rumah setelah memukulnya.

Aku tak tahu

di mana Ayesha dan ada apa.

Vicky tak dapat berbicara.

Sathya, lihat dia.

Aku tak tahu siapa yang melakukannya.

Aisyah.

Aku tak akan membiarkan apa pun terjadi pada Ayesha.

Aisyah akan datang.

Kau sepertinya mengikuti kami.

Kau seharusnya sudah mati.

Temanmu merusak rencananya.

Dia sangat mencintaimu?

Aku tak butuh Aisyah.

Akan ada mobil hitam di arena balap Guindy.

Dia ada di dalamnya. Pergi ambil potongannya.

-Saudara. -Ya, Sathya.

Dia memberi tahu lokasi Ayesha.

Panggilan masuk terakhirku.

Lacak nomor itu.

Aisyah.

Ayesha, jangan takut.

Aisyah. Vicky baik-baik saja.

Dia dirawat di rumah sakit.

Saudara.

Sandhya!

Dari mana Kau menerima panggilan,

itu dari tempat yang sama seperti sebelumnya.

Ada masalah, Sathya?

Minta polisi untuk berjaga di rumah sakit.

Ayah.

Pak.

Pak.

Aku melihatnya, pak.

Penculiknya di sini, pak.

Aisyah pasti bersamanya.

#elamatkan dia, Pak.

Dia melihatku juga. Dia pasti akan membunuhku, pak.

Pak, selamatkan kami.

Baik. Jangan menangis. Jelaskan pada kami dengan jelas.

-Dia disini, kan? -Ya pak. Aku melihatnya.

Seperti apa dia?

Aku tak bisa melihat para penculik dengan baik, saudara.

Tapi rupanyanya.

Aku ingat.

Seperti apa rupanya?

Tingginya 6 kaki.

Tingginya 5 setengah kaki.

Dia gelap.

Dia putih.

Dia berkumis tebal.

Dia masih muda, saudara.

Dia berusia 40-an sampai 50-an.

Dia berusia 20-an.

Di mana kau terakhir melihatnya?

Di sana, Pak.

Dia mirip

putra guru sekolahku

Vicky.

Aku tak berencana ..

..untuk memulai seluruh bisnis ini.

Kau mengenalnya dengan sangat baik.

Beli obat-obatanmu. kau akan baik-baik saja.

Aku bilang jangan libatkan orang tua.

Itu sulit.

Tapi kalian tak mengerti.

Berapa lama kau akan bekerja untuk uang sedikit?

Ini sudah menjadi bisnis yang bagus di Korea Selatan.

Paket lengkap tersedia di internet.

Kita hanya perlu mengikuti persis seperti apa adanya.

Kau anak-anak.

Kenapa aku harus mendengarkanmu?

Masalah uang, saudara.

Dalam miliaran.

Hei.

Menculik gadis itu bukan masalah besar. Tapi kepada siapa kau akan menjualnya?

Kebutuhan pertama setiap pria adalah wanita.

Aku akan membuat profil palsu. Lihatlah.

Orang-orang ini mengharapkan cinta dari gadis?

Semuanya mesum.

Saudara.

Uang diterima. Berikan nomor rekeningmu.

Lumayan.

Aku kira kau masih kecil.

kau sangat pintar. Hebat.

Hei, kenapa kau punya telepon baru?

Aku punya pekerjaan sekarang.

Penghasilanku.

Cukup dengan pekerjaan paruh waktumu. Kau akan menyelesaikan kuliahmu.

Kirim resumemu ke kantorku dan segera bergabung di sana.

Kantormu?

Kau duluan.

Aku sudah merencana besar untuk hidupku ..

Apa itu? Kau akan merampok?

Gadis itu aman?

Barangnya aman, saudara.

Jangan khawatir

Mesinnya menyala?

Semuanya sempurna, saudara.

Cari persis anak berusia 17 tahun.

Dia harus cocok untuk rencananya.

Jika mereka menolak,

Tutup mulut mereka dengan uang.

Hanya mereka yang bisa keluar dari penjara dalam setahun.

Sudah ada titik balik baru dalam kasus pembunuhan

Siswa sekolah Kodambakam Sandhya.

Pacar pembunuhnya telah menyerah kepada polisi.

Polisi serius menanyakannya.

Kami berdua teman baik. pak.

Kami biasanya pulang bersama.

Kemarin, dia meninggalkan kelas pelajaran lebih awal.

Pikirkan apa pun yang kau mau.

Tapi aku tak percaya orang lain selain kau.

Kau juga punya saudara, bangsat.

Kau akan diam, jika itu Aisyah?

Mereka memang teman.

Begitulah cara mereka mengancamku untuk melakukannya.

Mengapa kau melakukannya Vicky?

-Aku sungguh mencintaimu. -Lepaskan aku.

Masalah uang.

Apa pun bisa dilakukan.

Hubungi saudaranya, sekarang.

Saudara.

Saudara.

Selamatkan aku saudara.

Jangan mengecewakanku, saudara.

Sekarang polisi tahu.

Aku rasa bisnis ini tak bisa berjalan lagi.

Dia gadis terakhir.

Bagaimana cara memindahkannya?

Aku punya saudaraku.

Kita akan membuatnya melakukannya.

Masukkan Ayesha di mobil.

Dan dia di dalam mobil di arena lomba.

Aku akan urus di rumah sakit.

Kenapa rumah sakit?

Saudara.

Seseorang telah memukuliku.

Selamatkan aku saudara.

Saudara.

Simpati selalu merupakan rencana terbaik.

Vicky, lepaskan aku.

Ayo pergi.

Saudaraku sayang.

Aku membuatmu berlari.

Kau menganggapku sebagai bocah?

Aku tahu apa yang kau pikirkan.

"Bagaimana mungkin bocah dari keluarga kelas menengah yang baik begitu berani?"

Ayahku melakukan kesalahan

dengan menggabungkan putra kelas menengahnya

ke sekolah tempat siswa kaya belajar.

Itu sebabnya

Aku ingin segala hal.

Keinginanku berubah menjadi kegilaan.

Memimpin kehidupan normal bukanlah kehidupan sama sekali.

Hidup harus dijalani sepenuhnya.

Dimana Ayesha?

Langsung ke intinya.

Kau tak sayang pada saudara temanmu?

Bahkan gadis di dekatmu memanggilmu saudara.

Kita bandingkan tingkat kasih sayangmu.

Boleh?

Aku tak membutuhkan Aisyah.

Tapi gadis ini

bernilai 10 juta rupee.

Jatuhkan Sandhya di tempat yang aku katakan.

Aku akan melepaskan Ayesha.

Aku tak mencintainya.

Jika kau bertindak seperti polisi

Aku akan mengirisnya.

Di mana aku akan menjatuhkan gadis ini?

Apa?

Kau setuju!

Kau raja ruang kontrol?

Jika aku memutuskan panggilan sekarang, Kau akan segera melacakku.

Tak akan, aku punya rencana untuk itu?

Jika panggilan terputus,

Aku akan membunuh Aisyah.

Sampai kau tiba di sana,

Terus bicara padaku.

Kita perlu banyak bicara, saudara.

Bawa mobil.

Jangan serahkan aku pada siapa pun, saudara.

Tolong bawa aku ke rumahku, saudara.

Saudaramu khawatir?

Harus menyelamatkan kedua saudara.

Kau tak dapat memutuskan panggilan.

Polisi tak dapat diinformasikan juga.

Itu terdengar sangat bagus kan?

Dan permainan dimulai sekarang.

Ada jalan raya baru yang belum dibuka di sebelah Red hills.

Berkendaralah untuk mencapai perbatasan Andhra.

Kau tahu akibatnya

jika mobil berhenti

atau Kau mengalihkan dari rute yang diberikan.

Kau dalam masalah?

Jika aku cukup pintar, tak akan aku menanam bug di ponselmu?

Berhentilah bertingkah seperti bocah dan lakukan apa yang kukatakan, Sathya.

Aku melaporkan dari saluran 21, Pak.

Mobil hitam

menabrak dan menebus mobil patroli dengan barikade.

-Baik. -Tangkap nomor mobilnya

-kamera di sinyal 22. -Baik

Pengemudi gegabah di sinyal 22 ..

Tangkap nomor mobil hitam pada sinyal 22.

Panggilan sedang menunggu. Dia tak mengangkat panggilan itu.

Lacak dialognya

dan minta bantuan polisi terdekat.

Baiklah pak

Itu mobilnya.

Pak.

Aku tak bisa melakukannya.

Hei! Hei!

Kau harus lurus. Tapi kenapa kau membentuk 'U'?

Berjudi dengan insting polisimu?

Dia tak melacak mobil.

Sepertinya dia melacak gadis itu.

Sathya ingin kita mengambil rute tersebut, bersama gadis itu.

Putar mobil ke Andhra melalui Red hills.

Kau mematuhi ruteku seperti anjing.

Pertahankan, Sathya.

Kirim lokasi pemanggil Sathya

ke nomor Manjunath.

Beraninya kau menemukan identitasku!

Semuanya baik-baik saja, Sathya.

Kau berada di rute yang aku katakan.

Tapi aku merasa ada yang salah.

Kau polisi. Aku seharusnya tak salah menilaimu.

Serahkan telepon pada gadis itu.

Serahkan telepon pada gadis itu.

Dia pingsan.

Kau membiusnya?

Tidak bro Aku hanya membuangnya.

Kau **** polisi.

Otak polisimu.

Aku tahu dia tak bersamamu.

Saudara Anwar akan mati sekarang.

Kumpulkan jenazahnya ****.

Kemari.

Saudaramu tak mencintaimu.

-Mati kau ****. Jangan.

- ****. -Saudara.

Kau bajingan.

Jika kau sangat pintar,

Aku polisi.

Aku akan lebih pintar kan?

Saudara.

Bunuh dia jika kau berani.

Bunuh dia jika ****.

Sathya.

Hei! Aku memasuki wilayah kita.

Ada bajingan mengejarku di belakang.

Aku mengirimi kalian 100.000 rupee.

Aku akan mengirim 1 juta rupee jika kalian menghabisinya.

Kendaraan Vicky ada di sini.

Hei! Semuanya, pesta bro.

Bunuh dia.

Lihatlah dia.

Aku akan membunuhmu. Minggir.

Hei!

Mengapa kau peduli jika ada gadis yang bermasalah?

Seandainya kau tak menyelamatkan Sandhya,

Aku tak akan menculiknya.

Aku akan menjadi saudaramu ... -Lepaskan aku.

kita akan menjadi keluarga yang bahagia bersama.

Tapi sekarang,

lihat ke mana itu membawamu.

Aku tak bertanggung jawab untuk itu.

Itu kau.

Temanmu tak sepintar dirimu, Sathya.

Aku mengirimnya hanya satu video.

... Dia membabi buta.

Aku tak merencanakan untuknya.

Lepaskan aku.

Seperti pengecut ..

... dia menembak dirinya di depan matamu.

Saudara.

Aku akan membunuhnya sekarang ....

... Di depan matamu.

Kau bisa apa?

**** polisi.

Lepaskan aku, Vicky.

Sathya.

Entah bagaimana menyelamatkan Ayesha, bro.

Dia saudaraku. Aku tak akan mengecewakannya.

Aku berani membunuhnya sekarang.

Ayo.

Ayo.

Kenapa kau melakukan ini?

Kau merusak kehidupan banyak gadis ..

Hei.

Kau tahu bagaimana rasanya ...

..kehilangan teman masa kecil?

Beraninya kau membunuh Anwar-ku!

Ibu

Sandhya.

Terima kasih saudara

Gadis-gadis yang diculik di sekitar Tamilnadu ...

... telah diselamatkan dan dipersatukan kembali dengan keluarga mereka oleh polisi.

Mahasiswa Vicky alias Vignesh, yang merupakan otak di balik penculikan ini

-telah ditangkap oleh polisi. -Sebagai seorang guru

Aku telah membimbing banyak siswa di jalan yang benar ...

..Tapi...

... Aku gagal dalam kasus anakku.

Kau telah dipindahkan ke devisi Kejahatan.

Kau sekarang dapat bekerja di lapangan seperti yang Kau inginkan.

Tidak pak. Biarkan aku di ruang kontrol.

Mereka semua gadis muda.

Mereka disiksa oleh banyak orang.

Para bajingan seperti ini bertanggung jawab untuk itu.

Berpura-pura jatuh cinta ...

... Mereka sungguh merusak kepercayaan gadis pada pria.

Saudaraku, Jangan memukuliku.

Jika Kau mengajukan kasus terhadapnya di pengadilan, ...

... Dia akan kembali dalam setahun.

Aturan-aturan ini telah ditulis 70 tahun yang lalu.

Kelakuan remaja saat ini jauh lebih ...

... dari seorang pria berusia 40-an.

YouTube mengajarkan cara melakukan pembunuhan tanpa tertangkap.

Mereka menebus pemerkosa anak. Dia mengubah orang yang baik?

Dia lolos membunuh ibunya sendiri.

Bukan hanya itu.

Pemerkosa Delhi ...

..dan pemerkosa anak lokal kita...

... berkeliaran dengan bebas.

Hukuman untuk bajingan seperti itu harus ...

..separah di negara Arab.

Pikirkan tentang itu, pak.

Anak gadis korban dalam semua kasus ini.

Uang dan dukungan pemerintah akan mengubah mereka menjadi baik?

Ketakutan akan kematian harus ditanamkan ...

... agar tak melecehkan seorang gadis.

Hanya kemudian bajingan ini akan memperbaiki sikap mereka.

Masih ada 5 menit lagi untuk masa pensiunmu.

Pistol atas namamu sekarang ada di tanganmu.

"Setidaknya, sebelum menyelesaikan layananmu ...

..Kau akan menembak dan membunuh setidaknya satu bajingan "katanya.

Setengah layananku sia-sia ...

... melakukan pekerjaan rumah Inspektur.

Subtitle By Jonesboy https://subscene.com/u/1203543

Halo 100.

Kemana kau pergi?

Istirahat teh, Pak.

Subtitle By Jonesboy https://subscene.com/u/1203543

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.