All language subtitles for Vincenzo.E04.NEXT.NF

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Sub by NETFLIX Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF

Follow My IG @sultan_khilaf_sub

Support Me http://trakteer.id/sultan_khilaf

Ada yang meneleponmu tadi.

Apa? Siapa?

Dari "RDU."

RDU-90.

Bukankah peneliti itu?

Ayah.

Ayah!

Ayah!

Tidak…

Tidak…

Pembela Umum Hong meninggal karena kecelakaan

di Geumga-dong, Sangcheon-gu.

Dia terungkap telah melanggar UU Pengacara

dengan penyuapan demi sumpah palsu sehingga mengejutkan publik.

Pak Hong dikenal sebagai pembela umum

korban percobaan Farmasi Babel

dan membantu para pihak yang lemah.

Namun, jati diri aslinya terungkap karena kecelakaan ini.

Selagi menangani kasus pengadilan yang sedang berlangsung,

Hong meminta imbalan dan menyuap para pihak yang terlibat.

Dia juga membujuk Lee, seorang kurir, untuk bersaksi palsu.

Dia akhirnya diperiksa karena melanggar etiket pengacara.

Berita ini telah mengejutkan para korban

dan masyarakat yang mengenal dia sebagai pembela hak sipil.

FIRMA HUKUM JIPURAGI PENGACARA HONG YU-CHAN

Pak Hong. Aku lupa…

Aku lupa membawa kunci.

PENGACARA HONG YU-CHAN

UNTUK PENGACARA HONG YU-CHAN TERIMA KASIH ATAS BIMBINGANMU

TERIMA KASIH SUDAH JADI HARAPAN TERAKHIR BAGIKU 10 TAHUN LALU

MENDIANG HONG YU-CHAN KAMI AKAN MENGENANGMU

MAAFKAN AKU AKU MENYAYANGIMU

AKU BISA MELINDUNGI KELUARGAKU BERKATMU

AKU TAK AKAN MELUPAKANMU KAU MENGAJARIKU ARTI HARAPAN

Berita tentang kedokteran.

Obat baru dari Farmasi Babel, RDU-90, sudah mendapat izin

dan siap untuk didistribusikan.

RDU-90 dikatakan sebagai pereda nyeri yang efektif

karena punya efek jangka panjang tanpa berefek samping.

Meski pernah dituntut

karena malapraktik pada objek uji coba,

pada akhirnya terbukti bahwa hal itu tak terkait dengan obat baru itu.

TERIMA KASIH AKU TAK AKAN MELUPAKANMU

AKU TAK PERCAYA PERKATAAN MEREKA TENTANGMU

SEMANGKUK SUP YANG KAU BELIKAN MENGUBAH HIDUPKU

PAK HONG, ISTIRAHATLAH DENGAN TENANG

PAK HONG, KAU SATU-SATUNYA KELUARGA DAN TEMANKU

TERIMA KASIH SUDAH MEMBANTUKU KEMATIANMU TAK AKAN SIA-SIA

AKU BISA KE LUAR TEROWONGAN GELAP ITU BERKATMU

EPISODE 4

FIRMA HUKUM JIPURAGI

Cha-young memancing untuk pertama kali.

Dia berbakat, tetapi tak mau coba lagi.

Acara kelulusan SMA. Dia tak suka bunga.

Dia makan empat porsi daging iga. 20 Februari 2008.

PELATIHAN YUDISIAL ANGKATAN 45 UPACARA KELULUSAN

12 Januari 2014.

Lulus dari institut pelatihan.

Putri yang ayah banggakan, Cha-young.

Jangan jadi pengacara payah seperti ayah.

Ayah menyayangimu, Cha-young.

Pungho.

Maru.

Sijin. Eunseom.

Ini kali pertama aku beri kalian air.

Mulai hari ini, aku akan jadi ayah kalian.

Kalian akan kubawa…

Di Mapo-gu, Seoul, sebuah apartemen

yang belum sampai setahun dibangun mengalami kebocoran di banyak tempat.

Konstruksi tak kokoh dicurigai jadi penyebabnya.

Apa kau sungguh…

akan menutup Jipuragi?

Masalah antara penghuni…

Ya.

Penghuni juga berkata

bahwa banyak retakan pada bangunan dan sering terjadi kerusakan lift.

Para penghuni meminta pembangunan ulang, dan berencana menuntut pengembang sebelum.

Meski sudah banyak masalah serupa tentang pembangunan,

masih belum ada penyelesaian yang pasti dari pemerintah.

Berita selanjutnya.

Pagi ini, di pantai Gijang, Busan,

ditemukan jasad lelaki yang belum bisa diidentifikasi.

Polisi sedang menginvestigasi jasad tersebut.

Sepertinya Jipuragi…

akan ditutup.

Kau pasti sangat berduka.

Sial. Aku tak sempat membantunya.

Memang kau bisa apa?

Bisa bertarung dengan para orang jahat itu?

Aku bisa jika melakukannya waktu itu.

Lantas, siapa yang mengurus plaza kita sekarang?

Bukankah Vincenzo akan beli gedung dan memindahkan kita?

Kau memercayainya?

Entah bagaimana kabar Vincenzo.

Katanya dia akan siuman dalam sepekan.

Dia sudah koma selama sembilan hari dan 13 jam.

Hei, Pak An.

Kenapa kau hitung hari dia dirawat di rumah sakit?

Hobiku memang menghitung waktu.

Satu jam, dua jam…

Aku juga tak percaya dia akan memindahkan kita.

- Sepertinya dia hanya omong saja. - Apa katamu?

Dia bukan orang seperti itu.

Tidak. Dia memang omong saja.

Dia mengecam masakanku serasa dia ahlinya.

Dia mengalami kecelakaan parah. Pasti dia akan kembali ke Italia

karena benci berada di sini.

Benar. Dia saja sudah susah.

Dia tak akan memikirkan orang lain.

Apa kalian tahu?

Vincenzo memasangkan karpet listrik untuk para biksu,

dan mendisiplinkan para remaja yang merokok di sekitar sini.

Astaga. Benarkah?

Menurutku, dia tak akan seegois yang kalian pikirkan.

Begitulah.

Sudah sepuluh hari…

sejak Ayah meninggal.

Media telah melabelinya pengacara korup.

Hari ini, aku menutup Jipuragi,

tetapi masih ada yang mengganjal bagiku.

Aku tak yakin ini hanya kecelakaan.

Jadi, aku mau melakukan sesuatu.

Namun, aku tak punya bukti,

tak tahu mulai dari mana…

Aku pasti gila.

Aku sudah bilang tak akan menangis.

Jangan bodoh begini.

Cepat siuman, dan katakan sesuatu.

Aku hampir gila karena frustrasi.

Aku membayar semua biaya pengobatan, dan kamar naratamamu

hanya untuk mendengar sudut pandangmu.

Apa kau tahu berapa harganya?

- Kalau begitu, ayo ke bank. - Transfer saja.

Cara siumanmu sungguh tak terduga.

Ada apa ini?

Ayo.

Mau ke mana? Kau harus dicek dahulu,

Apa ada kelumpuhan atau gangguan kognitif lain.

Tak ada kelumpuhan sejak kemarin.

Kau sadar sejak kemarin?

Aku ingat semuanya,

dan bisa mengenalimu. Jadi, tak ada masalah, bukan?

Jadi, kau dengar aku menangis tadi?

Aku tak berpikir kau bodoh.

Jangan khawatir.

Hei!

Harusnya dia beri tahu aku jika sudah siuman.

Apa yang sedang kau lihat?

Beberapa waktu lalu, aku kirim ini ke Cha-young agar dia sadar.

SURAT PEMUTUSAN HUBUNGAN KELUARGA

Padahal jika dia sadar, dia bisa menjadi pengacara hebat.

Dunia ini sudah berubah.

Pria tua yang membela kebenaran dengan perasaan sepertiku

tak akan menang mengalahkan orang-orang yang korup.

Orang yang kuat, keras,

dan berani yang harus melawan mereka.

Cha-young sangat cocok untuk itu.

Kenapa kau tak katakan langsung kepada dia?

Kau pikir dia akan mematuhiku?

Suatu saat aku akan bicara.

Jika aku tak bisa, tolong sampaikan ini kepada dia.

Kau tak merokok, tetapi kenapa punya geretan?

Aku merasa fokus dan tenang saat mendengar bunyi ini.

Apa rencanamu ke depannya?

Aku merasa ada yang aneh.

Aku mau memeriksa sendiri kecelakaan dan sopir itu.

Kasus ini sudah selesai.

Aku tahu itu.

Aku hanya mau memastikannya lagi.

Kenapa?

Mau menebus kesalahanmu ke ayahmu dengan cara itu?

Bukan begitu.

Bisa saja ada kebenaran yang baru.

Padahal sampai dua pekan lalu, kau masih mengkhianati ayahmu.

Kini, tidak lagi?

Harusnya sejak awal kau melakukannya.

Sepertinya cedera kepala

membuat orang jadi kurang ajar.

Jangan lakukan apa pun.

Tak akan ada gunanya.

Kau pikir pantas bicara itu kepada putri mendiang?

Aku ingin bicara begitu sejak lama.

Aku pergi lebih dahulu.

Aku sampai terkelu.

Aku jadi merasa seperti anak durhaka. Sial.

…sebuah penanggulangan dikabarkan sedang dilakukan.

Berita berikutnya. Jasad tak dikenal yang ditemukan di Gijang pagi ini

ternyata peneliti dari perusahaan farmasi.

Polisi telah memberi tahu keluarga korban terkait kematiannya…

Peneliti mengirimkan surat wasiat ke kantornya melalui surel berjadwal.

Polisi yakin ini adalah bunuh diri.

Peneliti sedang diinvestigasi oleh perusahaan

karena tuduhan telah menjual bahan obat kepada pihak luar.

Polisi yakin dia tak tahan dan memilih mengakhiri hidupnya.

Polisi menyampaikan surat wasiat kepada keluarga mendiang,

dan akan memeriksa lebih mendetail tentang kasus ini.

Aku Choi Yu-bin dari Berita YSN.

Ya, Detektif Gu.

Ada sesuatu yang harus kau selidiki sekarang.

Pak Nam.

Aku akan jadi pengawalmu dan menolong semua pekerjaanmu.

Jadi, jangan tutup firmanya.

Tempatnya sudah tak bisa dilanjutkan. Izinnya pun akan segera berakhir.

Jika bermasalah dengan uang,

gadaikanlah sesuatu kepadaku.

Akan kuberikan harga pantas.

Jangan konyol.

Kita tak punya uang.

- Itu… - Astaga.

Pak Vincenzo!

- Apa? - Pak Vincenzo!

Akhirnya kau kembali!

- Pak Vincenzo Cassano. - Pak.

Aku mencemaskanmu.

Terima kasih.

Kau terlihat baik-baik saja.

- Aku permisi. - Tunggu.

Tentang janjimu memindahkan kami ke gedung lain…

Mari bicarakan itu nanti.

- Aku butuh istirahat. - Baik.

Apa maksud perkataanmu tadi…

kau akan mempertimbangkannya lagi?

Bukan. Aku hanya mau membicarakannya lain kali.

Apa kau berubah pikiran?

Bukankah orang Italia selalu menepati janji?

Bukankah begitu?

Kau tak boleh begitu.

Kami hanya memercayaimu sekarang.

Kami tak punya apa-apa.

Jangan buat kami kebingungan.

- Dia benar. - Benar.

- Ayolah. Jangan begitu. - Ayo masuk.

Kita perlu mencari nafkah!

- Sudah kubilang, bukan? - Tak mungkin.

- Ini tak adil. - Sudah kuduga.

- Kenapa dia tak mau bicara? - Dia tak boleh begitu.

Dengarkan!

Bukankah kalian keterlaluan?

Kalian sudah kubantu dengan cuma-cuma,

tetapi kenapa kalian selalu mencurigaiku?

Rupanya kau begini karena tak dibayar.

Bukan itu maksudku.

Setidaknya kalian harus percaya kepadaku!

Itu karena kami selalu diperalat oleh orang lain.

Kami jadi sulit memercayai seseorang.

Cobalah memahami keadaan kami.

Jika terus begini,

aku tak mau menepati janji kepada kalian.

Jadi, akhirnya kau tak mau menepati janji?

Hei. Bukan itu maksud dia.

Astaga! Aku jadi frustrasi!

Jika perkataanmu terus berubah,

kami tak bisa percaya kau.

Baiklah.

Jika tak percaya, carilah pengacara lain.

Namun…

Pemandangan yang indah.

Bukankah, begitu?

Astaga.

Aku kemari dengan berpikir bahwa kalian sedang membuat bom molotov.

Rupanya sedang bertengkar.

Ini keadaan rusuh yang aku inginkan.

Mari kita lihat.

Pengacara tua itu sudah mati,

dan pengacara Italia lepas tangan.

Baiklah, mari bicarakan kompensasinya, ya?

Aku akan bermurah hati.

Murah hati apanya? Dia bukannya sedang beramal.

Aku bisa mendengar!

Kau tak kepanasan berkupluk?

Mukamu membuatku gerah. Sangat panas.

Padahal mukamu seperti musim hujan, sangat mendung dan suram.

Apa? Apa katamu?

Jangan bicara yang tak penting. Pergi.

Menyebalkan. Pergilah kau pihak ketiga.

Jangan terlalu ikut campur.

Apa tawaran kompensasi darimu?

- Larry? - Setidaknya harus bertanya.

Bawa stempel kalian ke kantor kami.

Lantas, semua akan selesai.

Cepat!

Hei, Pengacara Italia.

Kau bicara apa ke Pak Na sampai dia ketakutan begitu?

Kenapa kau mau tahu?

Dasar berengsek!

Kau berlagak sekali. Sialan.

Tutup mulutmu. Kami sedang bicara.

Aku begitu tanpa sadar karena dia menyebalkan.

Maafkan aku.

Dengarkan aku.

Setelah gedung ini dirobohkan, lalu semen dituang,

kau akan kukubur di bawahnya.

Lantas kau juga akan terkubur bersamaku.

Aku suka ditemani.

Kau…

- Dia memukulnya. - Dia kena pukul.

- Dia menamparnya. - Pipinya ditampar.

Pasti ada yang salah dengan otaknya.

Dia tak takut apa pun.

Semuanya, ini semua sudah berakhir.

Jangan buat kami harus terus kemari.

- Ayo cepat pergi. - Ayo.

Baiklah. Larry yang pertama.

Baiklah! Kau juga bisa mengecap jempolmu.

- Itu… - Ayo langsung saja.

- Boleh stempel tak resmi? - Tak masalah.

Tebakanmu tepat.

Itu Yu Min-chul, peneliti Babel.

Cha-young.

Cha-young.

PENGACARA REPRESENTATIF HAN SEUNG-HYUK

Hei, Cha-young.

Bukankah kau baru akan masuk besok?

SURAT PENGUNDURAN DIRI

Ada apa ini?

Apa kematian Peneliti Yu Min-chul dan ayahku

- adalah kebetulan? - Apa maksudmu?

Apa Farmasi Babel bekerja sama dengan Wusang dalam hal ini

tanpa sepengetahuanku?

Aku tahu kau pasti sedih.

Namun, jangan berspekulasi begitu.

- Kembali ke kantor, dan… - Aku mengundurkan diri.

Ayolah, Cha-young. Kenapa kau?

Biarkan saja dia berhenti.

Untuk apa kau pertahankan anjing yang mau menggigit pemiliknya?

Tak ada anjing jahat di dunia ini.

- Itu semua salah pemiliknya. - Bicaralah dengan jujur.

Bukankah kau dan ayahmu bekerja sama untuk menghancurkan kami?

Jalan ceritanya terlalu mudah ditebak dan membosankan.

Selama ini kita satu kantor. Jadi, kau kubiarkan saja.

Ke depannya, aku tak akan begitu.

Ya. Terima kasih semangatnya.

Cha-young!

Jika kau sungguh keluar begini, kembalikan semuanya.

Bagaimana dengan kunci mobil dan apartemenmu?

Ini kunci mobilnya,

dan apartemen kukembalikan setelah pindah.

Cha-young.

Jangan berlagak.

Aku bahkan tidak perlu mengangkat jari

untuk mematahkan lehermu seperti ranting.

Terima kasih sudah memotivasiku.

PENGACARA HONG CHA-YOUNG

Ini salah!

Kau terlalu berlebihan.

Hentikan ini.

Kenapa bicara santai hari ini?

Bukan itu masalahnya!

Cha-young!

Tak boleh. Jangan pergi.

Bilang kepada Pak Han

bahwa kau buat kesalahan karena terlalu sedih,

dan memohon.

Orang Korea selalu memaafkan jika berlutut.

Di Korea, berlutut pun tak akan dimaafkan jika terlalu berlebihan.

Namun, jangan pergi dari sini. Jangan!

Aku akan bantu semuanya.

Aku…

bisa menjadi mata-matamu seperti James Bond.

Joon-woo.

Cha-young.

Kau lengket bak lem. Minggir. Aku harus pindah rumah.

Tidak.

Cha-young. Jika kau pergi begini,

aku tak akan mau bertemu kau lagi. Tak akan pernah.

Buatlah keputusan.

PENGACARA HONG CHA-YOUNG

Cha-young!

Kita berakhir di sini! Selesai!

Para masyarakat tertarik

dengan obat RDU-90, yang akan diluncurkan oleh Farmasi Babel.

Berkat keefektifan dan tak adanya efek samping,

obat ini dikenal inovatif karena telah menjalani uji coba klinis.

Begitu muncul berita bahwa obat ini akan diluncurkan,

negara lain seperti Vietnam dan Mongolia menyatakan ketertarikannya.

Farmasi Babel bersedia menyambut semua

jika itu demi kesehatan masyarakat.

Sebelum diluncurkan, produksi sempat dihentikan karena ada gugatan.

Namun, setelah terungkap bahwa pembela umum

yang membantu pihak lemah itu melakukan hal ilegal,

produksi RDU-90 dilanjutkan kembali.

Jadi, kini sudah jelas, pihak yang telah merugikan masyarakat.

RESTORAN BIBI NAMDO

GARIS POLISI, JANGAN MELINTAS

Beraninya menyerangku?

Beraninya kau.

Aku butuh bantuan.

Maaf aku selalu minta bantuan.

Astaga. Tak masalah.

Jika bukan karenamu, aku pasti sudah jadi kompos di kebun anggur di Milan.

Katakan saja yang kau butuhkan.

Sial. Apa itu?

Sebenarnya siapa yang bisa melakukan itu?

Aku yakin bukan orang biasa yang melakukannya.

Aku setuju.

Itu rumah Pimpinan Jang.

Pasti keamanannya ketat dan tak mudah dimasuki siapa pun.

Di antara lawan kita, tak ada yang sekiranya

bisa melakukan hal seperti itu.

Namun, kenapa kau di situ?

- Apa? - Apa?

PENGACARA REPRESENTATIF HAN SEUNG-HYUK

Aku sedang memformat dan menginstal.

Komputerku rusak karena kena virus.

- Kenapa tak panggil teknisi? - Dia tak becus kerja,

- tetapi lihai dengan komputer. - Ya.

Cepat selesaikan dan keluar.

Baik, Bos.

Astaga.

Kita harus menjawab Pak Jang agar dia merasa tenang.

Bagaimana jika kita pergunakan dia?

- Siapa? - Orang yang punya motif kuat.

Dia?

Kau tak boleh begitu. Aku tak bisa.

Astaga, kau menakutkan.

Sepertinya Nona Hong Cha-young yang melakukannya.

Aku sudah menduga pasti dia!

Dia menyalahkan perusahaanku karena kematian ayahnya.

Cepat penjarakan dia. Segera.

Ya.

Teruslah tersenyum.

Sebentar lagi, akan kubuat kau menangis darah.

TAK ADA YANG MUSTAHIL BAGI BABEL

Ayah.

Kurasa aku tak bisa menjadi pengacara hebat seperti Ayah.

Namun, sebagai gantinya, aku akan menjadi pengacara gigih.

Mohon bantuanmu.

Mohon bantuannya.

Pak, mohon bantuanmu.

Mohon bantuanmu.

Kau cantik sekali.

- Mohon bantuanmu. - Ya.

Kau juga cantik sekali.

Firma Hukum Jipuragi kembali!

Mintalah bantuanku jika kalian perlu.

Lantas, apa masalah kami mulai ditangani lagi?

Ya. Aku akan meneruskan gugatan ayahku

tentang hukum perlindungan penyewa.

Lantas, bagaimana dengan Pak Vincenzo?

Lupakan saja. Suruh dia berlaku sesuka hatinya.

Kita punya pengacara baru.

Mohon bantuanmu.

Selamat.

Aku akan membantu kalian.

Namun, kudengar dahulu kau ada di pihak berlawanan dengan Pak Hong.

Itu semua masa laluku.

Kini aku terlahir kembali.

Aku akan melawan ketidakadilan, menjadi pengacara yang taat hukum,

juga berhati hangat

- agar bisa merangkul kalian… - Nona Hong Cha-young.

Ya. Ada yang bisa aku bantu?

Kau ditangkap dengan tuduhan masuk rumah tanpa izin dan pemerasan.

- Ayo pergi dengan tenang. - Apa maksudmu?

Diamlah.

- Nona Hong! - Kalian sedang apa?

- Ayolah. - Jangan buat keributan.

- Tidak! - Hentikan!

Astaga.

Aku terus di rumah sejak pukul 19.00 kemarin.

Belum ada bukti kau pulang, atau ada di dalam rumah.

Kalau begitu, cek saja lokasi ponselku saat kejadian itu terjadi.

Kau bisa tahu lokasiku berada.

Bisa saja kau melakukan kejahatan tanpa membawa ponsel.

Jadi, maksudmu, aku melewati keamanan ketat rumah Pak Jang sendirian,

masuk ke kamarnya, dan menusukkan 50 alat suntik ke bantalnya. Ya?

Kau pikir aku Black Widow?

- Dia ditangkap? - Ya.

Mereka mendadak datang dan membawanya.

Dia masuk ke rumah seseorang secara ilegal dan mengancamnya?

Ya, benar.

Bagaimana kau bisa tahu?

Tidak. Aku hanya menebaknya.

Aku tak bisa membebaskannya.

- Namun, kau pasti bisa… - Nona Hong cukup hebat

untuk bisa keluar sendiri sekitar nanti malam. Jangan cemas.

Tunggu, Pak!

Bantulah kami sedikit.

Kumohon.

Sekarang, aku…

harus menonton opera.

Opera?

Jangan mencemaskannya. Dia pasti bisa keluar sendiri.

JAHATKAH AKU?

"Jika aku memang jahat,

itu karena…

dirimu."

Aku menelepon ke kantor polisi, dan sepertinya keadaannya serius.

Kenapa dia tak bisa keluar?

Astaga.

Hei! Kalian!

Bisakah kalian diam? Ya?

Catatan dan alibi dia jelas.

Tetangga bersaksi melihat dia ada di rumah lewat jendela.

Ini membuatku gila.

Padahal Wusang sudah mengupahku.

Pertama, pesankan dahulu sarapan untuknya.

Baik.

- Cha-young. - Ya?

Harusnya kau meneleponku lebih awal. Pasti aku satu-satunya harapanmu.

Tidak. Kau yang ke-57.

Apa?

Siapa kau?

Aku dari Firma Hukum Wusang.

Namaku Jang Joon-woo.

Kenapa kau ke sini?

Jika ada proses yang tak sesuai aturan,

- aku akan menuntutmu. - Memalukan. Berhenti.

Perlihatkan aku buktinya. Apa ada?

Tak ada, bukan?

Hentikan itu.

Kenapa kau menahan dia?

Suruh atasanmu keluar.

Cepat. Sekarang!

Kau orang yang paham hukum, kenapa malah mengamuk begini?

"Mengamuk"?

Dia memakiku?

Ya. Itu seperti mengataimu "bajingan."

- Dasar kau… - Ini buktinya.

Ini rekaman pintu rumah yang diambil dari CCTV toko di depan rumahnya.

Bukti ini menunjukkan dia pulang bekerja

pada pukul 18.27 dua malam lalu,

dan tetap di rumah hingga pukul 08.12 keesokan paginya.

Siapa kau?

Aku pengacara, perwakilan Nona Hong.

Ada apa dengannya?

Sekarang, tunjukkan bukti yang bisa mematahkan alibi ini.

Jika tak ada,

ini cukup menjadi alasan untuk membebaskannya.

Padahal aku yang mau membebaskanmu. Ya, bukan?

Adakah buktinya?

Ada, tidak?

Aku sudah duga akan begini.

Aku jadi lapar karena sudah merasa lebih baik.

Pesankan aku makanan. Aku mau makan dahulu.

Siapa pesan burger keju dari BurgerJura?

Di sini!

Tenanglah dahulu,

dan silakan makan.

Harusnya kau pesankan seolleongtang.

Hanya ada satu saus tomat?

Selamat menikmati.

Terima kasih.

Itu punyaku.

Aku baru mau mengambilnya.

Tidak apa. Silakan.

Pesan burger lagi.

- Berminyak, ya? - Tidak.

Aku tak bisa makan kentang tanpa saus tomat.

Terlalu berminyak.

Kenapa tak terpikir olehku toserba di depan rumahmu?

Bodoh sekali.

Itu 24 jam. Jadi, kau pasti…

POLISI

Ya. Sudah selesai.

Baik. Aku akan berangkat setelah semua selesai.

Ya, baik.

Sampai bertemu nanti. Ya.

Katakan dengan jujur. Kau yang melakukannya, bukan?

Lalu kau datang karena merasa bersalah karena aku yang ditangkap.

Kau merasa bersalah, bukan?

Apa yang kau bicarakan?

Pengacara Vincenzo Cassano?

Ini kali pertama seseorang di Korea memanggil namaku dengan benar.

Aku asisten Nona Hong waktu di Wusang. Aku Jang Joon-woo.

Bagaimana tahu aku?

Aku cek latar belakangmu atas suruhan Nona Hong.

Namun, rupanya riwayatmu bersih.

Aku pergi lebih dahulu.

- Pulanglah. Aku pergi dahulu. - Apa?

Tunggu sebentar!

Aku sudah datang ke sini!

Kau pergi begitu saja?

Sakit sekali.

Sudah waktunya bekerja.

Selamat datang.

Espreso double shot. Minum di sini.

Minumlah amerikano dingin saja.

Di Italia, Amerikano sama dengan air comberan.

Aku mau pesan air comberan dingin.

Aku orang yang sangat peka.

Jadi, akuilah.

Rupanya kau lihai pura-pura tak bersalah.

Kau keterlaluan setelah membuatku menderita begini.

Kupikir kau akan bisa keluar sendiri.

Maafkan aku

- karena membuatmu menderita. - Itu caramu meminta maaf?

Kau seperti meminta maaf saat menghapus laguku di karaoke.

Aku akan sangat marah jika orang lain menghapus lagu yang kupilih.

Kenapa kau lakukan hal itu?

Karena aku sangat marah.

- Apa? - Itulah caraku.

"Mata dibalas mata."

Kau pikir kau Hammurabi?

"Mata dibalas mata" apanya?

Aku yang menderita karenanya.

Lain kali aku akan berhati-hati.

Masih ada rencana lagi?

Tutuplah Jipuragi.

Siapa kau seenaknya menyuruh orang lain menutup usaha?

Jangan terlibat dengan Wusan dan Grup Babel.

Aku tak butuh saran darimu.

Kau tahu siapa yang menelepon Pak Hong sebelum dia meninggal?

Peneleponnya RDU.

Peneliti Yu Min-chul.

Aku juga baru tahu saat itu

jika Pak Hong berhubungan dengan Yu Min-chul.

Kenapa baru bilang sekarang?

Itu hal yang sangat penting.

- Dengan itu kita bisa menuntut… - Itu tak mengubah apa pun.

Meski ada bukti Pak Hong berhubungan dengan Min-chul,

kau tetap tak akan bisa buktikan bahwa mereka sengaja dibunuh…

oleh seseorang.

Jika ada bukti pasti, semua bisa dilakukan meski memakan waktu lama.

Bukankah kau paham betul

bahwa tak akan ada yang bisa melawan Wusang dan Babel?

Dalam perang yang pasti kalah,

menyerah adalah peluang.

Benar.

Jika aku tak bisa sendiri, seseorang pasti membantuku.

Banyak yang berutang budi kepadaku.

Apa ini? Astaga, maaf.

Percayalah pada Tuhan. Dia akan menunjukkan jalan.

Nomor yang Anda tuju tidak aktif. Silakan tinggalkan pesan.

Panggilan Anda akan dikenai biaya setelah bunyi berikut.

Cha-young.

Ada rumor yang bilang kau masuk daftar hitam Bu Choi.

Menurutmu, siapa yang akan menolongmu?

Aku tak mau karierku berakhir.

Astaga!

Ada masalah apa?

FIRMA HUKUM JIPURAGI

Ini kasus-kasus serupa yang kumenangi.

Kasus pengembalian kepemilikan properti

yang diambil secara ilegal oleh perusahaan-perusahaan besar.

Ini bukan pekerjaan dari Wusang, tetapi dari luar.

Bayarannya besar waktu itu.

Aku akan bantu dapatkan Plaza Geumga lagi.

Aku tak peduli dengan alasanmu,

tetapi aku tahu kau membutuhkannya.

Tidak. Kau bahkan sangat membutuhkannya.

Sesungguhnya itu milikmu, bukan?

Kenapa tiba-tiba beri penawaran ini?

Lakukan semua yang akan kau lakukan bersamaku.

Kenapa aku harus begitu?

Bukankah yang seharusnya paling marah itu aku?

Aku kehilangan ayahku.

Meski begitu,

aku tak bisa menerima tawaranmu. Ini bukan tugas pengacara.

Saat ini, aku bukan pengacara,

tetapi hanya putri pembangkang dari Pak Hong Yu-chan.

Berjanjilah akan berhenti jika kau menyusahkan.

Baik! Kita sudah sepakat.

Pegang satu.

- Untuk apa? - Ayo tos dengan ini.

- Tak perlu. - Cepatlah!

Selesaikan ini, dan dapatkan Plaza Geumga lagi.

Mari kita mulai membalikkan keadaan.

Jika saja remnya tidak rusak,

dia pasti tak akan meninggal, dan kau tak akan terluka.

Mereka membuat mobil dengan buruk.

Kau sungguh tak merasa bersalah seperti yang kulihat di koran.

Namun, aku sudah ada di sini untuk menebus kesalahanku.

Bukankah karena tuduhan pembuatan

dan penyebaran video eksploitasi seksual anak dan remaja?

Kenapa kau tiba-tiba membicarakan itu?

Jika memanipulasi pembunuhan Pak Hong sebagai kecelakaan,

- apa mereka janji mengurangi hukumanmu? - Apa?

Tak masuk akal.

Namun, memang…

jika Wusang membelamu, kau bisa divonis dua tahun atau kurang.

Itu karena ada standar penghukuman yang lambat dan aneh di Korea.

Kenapa kau terus melantur?

Aku akan melalui sidang sesuai aturan…

Diam dan dengar perkataanku.

Bicaralah dengan jujur kepadaku mulai sekarang.

Jika tidak, malam ini kau akan mati

karena bertabrakan bahu dengan seseorang.

Kau pikir…

aku takut jika kau bicara begitu?

Siapa yang menyuruhmu

membunuh Pak Hong dengan truk?

Biar kutanya sekali lagi.

Siapa yang menyuruhmu?

Cepat katakan, Berengsek.

Ayo pergi.

Tunggu.

Pak Pyo.

Aku tak tahu nama lengkapnya.

Pak Pyo?

Hanya dia?

Sepertinya ada atasannya,

tetapi aku hanya tahu nomor Pak Pyo.

Siapa dia?

Aku juga tak tahu.

Aku sedang di kantor polisi. Dia datang dan berkata jika aku mengikuti suruhannya,

Wusang akan membelaku dan hukumanku diringankan.

- Kalian semua akan kubunuh. - Maafkan aku.

Sungguh maafkan aku.

- Berapa nomor dia? - Apa?

Ini sudah cukup. Ayo pergi.

Si berengsek ini juga pelakunya.

Namun, aku tak bisa lakukan apa-apa kepadanya.

Aku tak bisa pergi begitu saja.

Pak Lee!

Terima kasih atas kerja samanya.

Terima kasih sudah mau berada di pihak kami!

Apa yang kau lakukan?

Kami akan menginvestigasi lagi

sesuai dengan kesaksianmu

dan menemukan dalangnya.

Kenapa kau begini?

Tidak. Dia hanya bicara asal.

Pak Lee!

Kejujuranmu sangat berharga. Terima kasih banyak!

- Apa? - Ayo pergi.

- Tunggu. - Terima kasih.

Tunggu! Hei!

Sialan!

Apa pengacara Italia selalu begini saat bekerja?

Itu karena orang-orang di Italia lebih berbahaya daripada di sini.

Cara kerjamu memuaskan,

dan sepertinya kita cocok dalam bekerja sama.

Kau bahkan tak membantu apa-apa.

Apa maksudmu?

Aku terus membuat suasana intens agar dia tegang.

Namun, aku yang bicara kepada dia.

Itu memang penting,

tetapi mengancam tanpa berkata juga penting.

Rupanya kau tak tahu.

Tadi sungguh seperti film kriminal.

Ini baru awalnya saja.

Apa kau…

akan menembak seseorang?

Kita dilarang punya pistol di Korea.

Jadi, jangan khawatir.

Benar. Ini juga bukan film.

Ayo kita cari Pak Pyo.

Sebenarnya apa kejadian tak diduga itu?

Sepertinya…

sopir truk di pusat detensi berpindah pihak.

Bicara yang jelas.

Nona Hong Cha-young dan pengacara Italia itu datang,

dan sepertinya mereka bekerja sama.

Berengsek.

Maafkan aku.

Hanya itu saja?

Bahuku bergeser.

Malam ini kau akan mati

karena bertabrakan bahu dengan seseorang.

Hei, Berengsek. Aku bicara, tetapi kenapa diam saja?

- Tangkap dia! - Kemari kau, Berengsek!

- Kabur! - Kabur! Cepat!

Sial!

Ya. Baik.

Terima kasih informasinya.

Lee Chung-il…

terlibat perkelahian dan mati ditusuk.

Kau puas?

Aku merasa jijik dan kesal. Menyebalkan.

Bukan begini yang kubayangkan.

Kau boleh berhenti jika mau.

Tidak.

Keputusanku tak berubah.

Mari kita janjikan satu hal.

Kita boleh melakukan cara apa pun,

tetapi jangan lakukan apa pun yang merenggut nyawa.

Nama lengkap Pak Pyo adalah Pyo Hyeok-pil.

Dia ditemukan. Aku pergi dahulu.

Ayo pergi bersama.

Tetaplah di sini. Dia mungkin berbahaya.

Kita bisa menang jika bersama.

Lebih banyak orang lebih baik.

Nona Hong!

Aku juga mau ikut kalian.

Sekarang aku tahu apa yang kalian akan lakukan.

Kenapa kau ada di sana?

Aku minum alkohol dari siang hari, lalu ketiduran.

Aku terbangun karena percakapan kalian.

Jadi, kau menguping?

Bukan menguping, tetapi hanya tak sengaja mendengarnya.

Aku juga mau balas dendam demi Pak Hong.

Aku akan lakukan sesuatu.

Aku akan pakai teknik yang selama ini kusembunyikan.

Bilang saja jika memang dibutuhkan.

"Teknik"?

Uang haram pasti akan hilang di meja perjudian.

Hei. Kau bicara kepadaku?

Hanya kau orang yang pernah membunuh di sini.

Siapa kau?

Meski enggan kuakui, tetapi aku orang yang membutuhkanmu.

Di sini kotor sekali.

Tanganku pasti akan kotor jika harus memindahkan dia.

Kalian lakukan saja berdua.

Kau pegang tangannya, aku pegang kakinya.

Aku belum cukup pulih dari cedera kepalaku.

Benar. Kau harus segera sembuh.

RESTORAN PUNGMI

- Halo? - Ya.

Kau harus segera ke sini.

Ada apa?

Sipir yang beri informasi soal sopir truk meminta bayaran lebih lagi.

Aku sudah coba bicara dengannya, tetapi dia tak mendengarkanku.

Sialan. Di mana kau sekarang?

Hei. Di mana sipir itu?

Sepertinya kita dalam masalah.

Apa maksudmu?

Dia tak mati, bukan?

Perutnya masih bergerak.

Perutnya terlalu berlemak.

Yang benar saja.

Ini pistol dari Rusia.

Tokarev TT-33.

Tentara Korea dan BIN bahkan tak pakai ini.

Bagaimana bisa orang biasa memiliki pistol ini?

Namun, karena kalian pernah kerja di dinas intelijen rahasia,

tentu tahu cara mendapatkan pistol ini.

Cepat katakan.

Siapa yang menyuruh kalian membunuh Pak Hong dan Yu Min-chul?

Hal lain yang kubenci selain makaroni belum matang…

adalah membuang waktu.

Jika kalian tak katakan,

kalian akan berakhir seperti Lee Chung-il.

Silakan menganggukkan kepala jika mau bicara lebih dahulu.

Aku akan ampuni orang itu.

Jika tak bicara, kau akan kupukul dengan ini.

Cepat katakan!

Ini peluang terakhir.

Siapa yang menyuruhmu?

Cepat katakan! Segera!

Vincenzo.

Hati-hati…

dengan pistol itu.

Cepat katakan! Dia tak bercanda!

Cepat!

Kau pikir aku tak akan menembaknya?

Pistol ada untuk membunuh.

Kenapa benar-benar melakukannya?

Kita sudah berjanji untuk tak merenggut nyawa.

Bagaimana kalau dia

melaporkan hal yang kita lakukan?

Maka…

kita bunuh dia.

PENATU SWALAYAN 24 JAM

NOMOR TAK DIKENAL

Berengsek!

NOMOR TAK DIKENAL

Ya?

Hanya ada satu cara bagi manusia dilahirkan,

- tetapi banyak cara untuk mati. - Siapa kau?

- Kau tak tahu aku siapa? - Kira-kira cara apa

- yang cocok untukmu, Bu Choi? - Siapa kau?

Orang yang harus kau takuti.

Tampak tak asing, bukan?

Kenapa kau begini kepadaku? Beri tahu aku alasannya.

Mereka yang sudah mati itu memberitahuku

bahwa kau yang menyuruh mereka membunuh Pak Hong dan Yu Min-chul.

Itu tak masuk akal.

Kenapa kau percaya mereka?

Aku tak perlu percaya orang lain.

Yang penting aku percaya.

Aku tak tahu apa pun soal itu.

Aku memang penyabar,

tetapi sopir truk itu sepertinya tidak.

Apa maumu?

Kenapa susah sekali mencapai kesepakatan?

Apa yang sebenarnya kau mau?

Kembalikan nama baik Pengacara Hong Yu-chan

dan para objek uji coba yang meninggal hingga esok hari.

Agar bisa begitu,

kalian harus mengakui kejahatan kalian lebih dahulu, bukan?

Kenapa tak bunuh aku saja?

Karena nama baik mereka lebih penting daripada kematian kalian.

Kau pikir aku akan menuruti perkataanmu?

Kau bebas melakukan apa pun.

Namun, tentu akan ada ganjaran dari kebebasan itu.

Bajingan.

Bersembunyilah dengan baik

karena kau akan mati jika aku menemukanmu.

GUDANG SUPLAI FARMASI BABEL

Simpan bahan RDU-90 yang datang hari ini pada suhu tujuh derajat Celsius.

Baik. Aku sudah baca manualnya.

- Ada apa ini? - Waktunya sterilisasi malam.

Astaga, sudah selama itukah?

- Cepat kosongkan tempatnya. - Baik.

Ada sterilisasi. Segera keluar.

- Ya. - Baik.

KHUSUS PETUGAS BERWENANG PENYIMPANAN BAHAN MENTAH

ASAM TRIANAMI

SERVIS LINGKUNGAN TW

Panas sekali.

BAHAYA ZAT BERACUN

- Kebakaran! - Hubungi damkar!

Cepat!

- Cepat keluar! - Padamkan apinya!

Cepat hubungi damkar!

Bisakah kau bantu aku?

Satu, dua…

Hampir saja waktunya tak pas.

Harusnya kau tarik dengan keras.

Kabel piano ini sulit dipegang.

Akhirnya pekerjaan dahulumu berguna.

Tak ada yang menyangka kau perias efek spesial.

Aku akan membiarkanmu hidup.

Namun, ikuti perintahku mulai hari ini.

Baik.

Aku butuh informasi tentang gudang suplai obat Farmasi Babel.

Ini sama sekali tak sulit.

Aku bisa membalikkan keadaan.

Percayalah kepadaku. Aku pasti menang.

Bos! Ada masalah besar!

Gudang suplai bahan baku terbakar!

Minggir!

- Hei! - Awas!

- Di sini! - Apa yang kau lakukan?

Pak Jang, menghindarlah.

- Bisa saja ada gas beracun. - Mana pemadam kebakaran?

- Sedang kemari. - Apa?

Bagaimana dengan semprotan airnya? Kenapa apinya terus menyebar?

Soal itu…

1 JAM YANG LALU

- Lari! - Lari!

Pergi dari sini!

Ayo pergi!

Bos.

Sudah kuduga akan begini!

Aku yakin ini kelakuan orang yang masuk ke kamarku itu!

Sialan!

Aku akan menangkap dia. Aku akan menangkapnya

dan membuat dia berlutut di depanmu!

Diam kau.

Hebat.

Selamat tinggal!

Kenapa mereka buat obat begini?

Aku mau bakar mereka semua. Masuk penjara pun tak apa.

Membakar semua obat itu!

Sub by NETFLIX Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF

Follow My IG @sultan_khilaf_sub

Support Me http://trakteer.id/sultan_khilaf

"Menghilanglah, Bintang.

Saat fajar, aku akan menang.

Aku akan menang.

Aku akan menang."

Bisa saja Pak Jang bukan bos sesungguhnya.

Lantas, siapa?

Dia pasti Vincenzo.

Karena itulah kita harus ubah cara pendekatan kita.

Kembali kepada hukum dan persidangan. Dua cara yang kita pahami.

Aku ambil alih semua kasus Grup Babel.

Ikuti saranku dengan baik kali ini.

Aku akan memberi tahu cara menjadi penjahat sesungguhnya.

Cha-young. Aku tak bisa terus mengalah.

Kau tak boleh melakukan itu. Kau akan dapat masalah besar.

Tujuan kami adalah terus berjuang.

Terjemahan subtitle oleh Deaz Putri

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.