Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub by NETFLIX Ripped/Synced by ParkMinYoung
Follow us on Instagram/Telegram, @ParkMinYoungSubs
Nikmati pestanya, Nona.
Mari bicara.
Ikuti aku.
Hei!
Berhenti. Tunggu.
Sialan.
Ayo kita masuk.
- Apa? - Ada apa denganmu?
Kau harus cek suhu badan dahulu.
Baiklah.
- Silakan masuk. - Sialan.
Pak Kim! Sedang apa?
- Apa? - Kau tak boleh ada di sini.
Aku di sini bukan karena mau. Aku datang untuk bertugas.
- Bertugas? - Ya.
Bertugas apa?
MATTEO SPONZA DUTA BESAR ITALIA UNTUK KOREA
Sialan.
Apa-apaan…
EPISODE 3
Kau menggunakan uang pribadimu untuk menghalangi
perobohan gedung secara paksa.
Ini bukan kejahatan, bukan juga kebaikan.
Sebenarnya apa alasanmu?
Kenapa kau lakukan ini? Untuk apa?
Kau pakai jas Booralro berbeda tiap hari.
Aku jadi penasaran apa maumu dengan plaza ini.
Kau tahu Booralro?
Apa ada yang tak tahu?
Dia pembuat jas terkenal di Milan.
Jadi, katakan apa tujuanmu.
Aku jatuh cinta kepada tempat ini.
Kenapa?
Cinta itu buta.
Tentu saja.
Semua orang berlagak tak punya alasan,
tetapi sebenarnya punya.
Aku lebih suka cinta tak beralasan.
Apa ini?
Kau berusaha membuat ini jadi romantis padahal jelas bukan.
Vincenzo.
Cepat turun!
Baik. Aku akan segera turun, Pak Duta Besar.
Ini pesta hebat.
Santai saja.
Kenapa dia tiba-tiba berbisik?
Astaga! Hei!
- Astaga. Lama tak bertemu. - Halo.
Ambillah ini.
Astaga. Ada apa kalian ke sini?
- Ini gratis. Kau bekerja keras. - Minumlah.
Astaga, kau tampak seram.
Teriak, "Ho!"
Makanan itu hal terpenting dalam hidup
Ya.
Apa?
Duta besar Italia?
Kenapa dia ada di situ?
Hei, robohkan saja…
Tahan dahulu.
Hei, Hong Cha-young!
Kau membuatku gila.
Kenapa kau tak lapor bahwa masalahnya separah ini?
Kau tak berpikir?
Bagaimana caramu memperbaiki ini?
Bagaimana jika peneliti itu bicara ke media atau keluarga korban?
Benar!
Peneliti tak akan bisa segera bertindak.
Apa?
- Kenapa kau yakin sekali? - Benar.
Aku sudah delapan tahun menjadi pengacara.
Firasatku tak akan salah.
"Firasat"?
Hei. Aku sudah jadi jaksa selama 20 tahun.
Jangan membahas soal firasat denganku.
- Dia benar. - Kau memang sudah 20 tahun menjadi jaksa,
- tetapi baru mulai menjadi pengacara. - Apa?
Aku jelaskan lagi.
Aku tak melapor bukan karena takut.
Aku bisa selesaikan ini tanpa membuat cemas siapa pun.
Astaga.
Dia memikirkan atasannya sekali. Hebat.
Astaga, dia pengacara berpengalaman selama delapan tahun yang hebat.
- Pak. Ibu Choi. - Dia mulai lagi.
Berikanlah aku kepercayaan, bukan kecaman.
Astaga. Kau menakutkan saat melakukan ini.
Baik. Aku beri kepercayaanku.
Namun, jika terjadi masalah besar, kembalikan kepercayaanku
bersama pengunduran dirimu. Paham?
Terima kasih atas pengertianmu.
Kau tak akan bisa pulang hari ini. Cari daftar keluarga, relasi, teman,
rekan kerja dari Yu Min-chul.
Selain itu…
minta dana pada tim administrasi besok pagi.
Baik.
Untuk apa uang sebanyak ini?
Untuk diberikan
kepada pemberi info keberadaannya.
Ini bukan acara kuis di TV. Kenapa beri mereka uang?
Jika masalah bisa beres dengan uang, maka manfaatkanlah.
Maka tak ada yang terluka, dan semua akan puas.
Kau hebat. Cerdas. Aku menyukainya.
- Kita berhasil! - Ya!
- Aku pamit. - Kita berhasil.
- Jangan, kemarilah. - Pak Hong!
- Pak, ke sini! - Dah.
- Semuanya, di sana. - Ayo.
- Kau tahu… - Ayo lakukan!
- Hidup Plaza! - Plaza!
- Apa saja tak masalah. - Ayo.
- Ayo. - Ayo.
- Astaga. - Ayo.
- Baiklah. - Plaza Geumga!
- Plaza Geumga! - Plaza!
- Kita adalah penyewa! - Benar.
- Kita akan menang! - Menang!
- Geumga! - Geumga, semangat!
- Semangat, Geumga! - Semangat!
- Bagus. - Ya.
- Kemari! - Astaga.
Di sini hangat.
Ini dari kemarin. Belum basi. Cobalah.
- Enak? - Ini tteokbokki.
Sepertinya pesta tadi menghabiskan sepuluh juta won.
Tidak. Pasti 20 atau 30 juta won.
Pak Vincenzo Cassano pakai uang pribadinya untuk itu.
Kemarin kau memanggilnya dengan beragam julukan,
tetapi kini dengan "Pak"?
Astaga, dasar sial.
Awalnya, aku tak percaya dia.
Namun, jika sampai begini demi plaza, sepertinya dia tulus.
Jika punya motif,
- dia tak akan begitu. - Benar.
Katanya dia akan terus berpesta jika mereka tak menyerah.
Bisa-bisa habis 100 juta won!
- Dengar. - Ya?
- Aku tak percaya dia 100 persen. - Namun?
Namun, sekarang aku bisa menganggapnya memihak kita.
- Ya, benar. - Ya.
Belakangan ini, aku dan Vincenzo
sedang berkomunikasi dengan gaya Italia.
Kurasa kau bersembunyi dari dia.
Aku bukan bersembunyi, tetapi itu permainan.
Di Italia, orang yang akrab saling bersembunyi.
Ini permainan Mafia dari Italia.
Jika dia terus bertarung demi kita seperti sekarang,
bisa saja dia penyelamat yang Buddha kirim untuk kita.
Buddha itu Pengasih.
- Amin. - Harusnya bukan "amin."
Aku baru bisa katakan sekarang.
Namun, bukankah pengacara Italia itu sangat tampan?
Kulitnya mulus, dan kolonyenya harum.
- Kau juga menyadarinya, ya? - Ya.
- Memang harum. - Sebenarnya…
bentuk tubuhnya juga bagus.
Bukankah kau tak suka tipe begitu?
Wanita mana yang benci pria begitu?
PENGHANGAT KUIL NANYAK CARA MELAWAN PEROBOHAN
Pesta tak bisa terus menghalangi perobohan.
Harus ada cara lain.
FARMASI BABEL CIRI-CIRI UTAMA OBAT BARU RDU-90
GUGATAN FARMASI BABEL - BERBAHAYA!
Tolong jaga para peneliti dengan lebih ketat lagi, Pak.
Ya. Keluar satu jam pun tak boleh.
Ya. Mohon bantuannya, Pak.
Mustahil.
- Astaga. Ada apa ini? - Pagi.
- Kemari. - Dia sedang apa?
- Dia bukan main. - Astaga.
Keren!
Keren!
- Tidak. - Astaga, mustahil.
Bukankah itu aneh?
Sedang apa dia?
Keren!
- Keren. - Bukan main.
Ini rahasia kehebatannya.
Gelangmu bagus.
Kau tahu apa soal gelang?
Bukankah ini gelang terbaru Blamino yang sedang terkenal?
Kau terlalu banyak tahu.
Apa?
Karena banyak yang kutahu,
akhiri masa magangku, dan buat aku jadi rekanmu.
Kenapa harus begitu?
Agar kita bisa bekerja bersama, menonton bisbol bersama,
juga makan ayam dan bir bersama.
Bukankah itu namanya berpacaran?
Itu malah lebih baik.
Bekerja keras,
dan saling membantu itu mimpi yang jadi kenyataan.
Aku tak berpacaran dengan rekan kerja karena merepotkan dan kekanak-kanakan.
Jadi, berhenti bermimpi.
Baiklah.
- Mana hal yang kuminta? - Ya.
Aku mendapatkannya dari Asosiasi Pengacara Italia.
Dia memang pengacara.
- Riwayat kriminalnya? - Dia bersih.
Dia sangat tampan.
- Apa kau tertarik kepadanya? - Maksudmu?
Ya, bukan? Cinta pada pandangan pertama?
- Karena itulah kau menolakku. - Hei!
Jaga mulutmu itu!
Kenapa kau memandangiku?
Selama ini kau membuatku berpikir aku sungguh tak bisa memasak.
Namun, ternyata tidak.
Kau lihat kemarin, bukan?
Semua orang di pesta
menikmati piza margherita yang kubuat. Lihat tidak?
Duta besar Italia lama tinggal di Italia.
Mereka memberikan jempol setelah makan masakanku.
Bukan itu sudah jelas?
Jika diekspresikan dalam Bahasa Korea,
"Orang mabuk tak bisa bedakan rasa kotoran dan doenjang."
Kubilang masakanku enak! Kenapa kau menyangkalnya?
- Semua orang suka. - Buatkanlah piza yang sama.
Baik. Tunggu di sini.
Silakan coba.
Pasti enak.
Sangat enak, bukan?
Ada apa lagi? Kenapa?
Sepertinya selasih dan kejunya sedang menjaga jarak.
Cita rasanya tak menyatu.
Selain itu, apa tomatnya sedang dikarantina?
Tak terasa sama sekali.
Aku jadi mengetahui
sampah yang berbentuk piza.
Ya?
Sial!
Ada Vincenzo!
Kita pernah bertemu?
- Di pesta semalam. - Pesta?
- Itu kali pertama kita bertemu? - Tidak.
Maksudku, ya. Itu pertama kalinya.
Apa kau yakin?
Pak Cassano!
Pak Hong sudah datang.
Ya, baik.
Omong-omong, apa kolonyenya?
- Halo. - Selamat datang.
Aku bukan datang untuk makan.
Kemarin aku makan piza yang kau buat di pesta,
dan merasa itu lezat sekali.
Jadi, aku mau belajar masak hidangan Italia darimu.
Benar, bukan? Sangat enak, bukan?
- Ya. - Sial.
Namun, aku tak mencari asisten. Pergilah.
Aku bisa tidur di mana pun.
Kau tak perlu memberiku gaji dan makanan.
Aku akan jadi asisten, pembersih, pelayan, dan lakukan semuanya.
Master.
Apa?
Saat menggigit piza buatanmu kemarin,
aku bak mendengar lonceng Katedral Firenze,
dan pada gigitan kedua,
aku bak mendengar klakson kapal di Pelabuhan Napoli bergema dalam tubuhku.
Dengan arahan darimu, aku mau membuat Italia kecil.
Benarkah aku tak perlu menggaji dan memberimu makanan?
Ya. Aku hanya perlu tempat untuk tidur.
Aku…
hanya membutuhkanmu, Master.
Siapa namamu?
Kau tahu pasti tahu
soal bahan utama RDU-90, obat baru Farmasi Babel, bukan?
Ya.
Zatnya disebut coisanic.
Dan apa kau juga tahu…
bahwa zat itu termasuk narkotika?
Narkotika?
Aku baru tahu itu.
Berdasarkan opini ahli kami,
itu hanya pereda nyeri biasa.
Farmasi Babel membohongimu, dan semua orang terlibat.
Aku bahkan tak tahu soal itu.
Jika obat ini diluncurkan, artinya mereka jual narkoba, bukan?
Benar.
Akan makin banyak orang yang kecanduan obat pereda nyeri.
Yang lebih membahayakan, karena obat medis narkotika,
akan makin banyak orang yang kecanduan seperti di Amerika.
Lantas…
obat ini bisa jadi pintu masuk bagi pendistribusian narkotika di Korea.
Seperti di Amerika, Amerika Selatan, dan Italia,
kartel narkoba besar pun bisa muncul.
Sekarang belum terjadi,
tetapi narkoba akan cepat tersebar di negara kecil begini.
Aku tak mau membayangkannya, tetapi seperti di film,
nantinya anak-anak akan bisa beli narkoba dengan sangat mudah
- di sekitar sekolah dan rumahnya. - Astaga.
Kenapa mereka buat obat begini?
Aku mau bakar mereka semua. Masuk penjara pun tak apa.
Membakar semua obat itu!
Kita harus hentikan mereka. Ini harus dihalangi dengan cara apa pun.
Ya.
Aku akan segera ke sana.
Saat dipasang,
- hati-hati dengan… - Tak perlu.
Astaga. Kau sedang apa?
Vincenzo, jangan begini.
Kita belum sepakat.
Gunakanlah dana uang penghangatnya untuk kuilmu.
- Tolong minggir. - Namun…
Aku akan membayari biaya listrik setiap bulannya.
Astaga, kau tak perlu sampai begitu.
- Bisakah kau ke sebelah sana? - Ke sini?
- Namun… - Aku bisa pasang satu di sini.
Biksu, tolong angkat bokong kananmu.
Sudah selesai.
Terima kasih.
- Bisa tolong ambilkan itu? Di sini juga. - Yang ini?
Dia mafia beragama Katolik,
tetapi memasang karpet listrik di kuil demi para biksu.
Ada apa ini sebenarnya?
- Dua, tiga. - Demi persatuan agama?
Dia sangat murah hati.
- Berikan aku rokok. - Satu saja?
Cepat keluarkanlah.
Kenapa kau tak pernah beli sendiri?
Beri aku satu juga.
- Aku mau dua. - Beri satu.
Diamlah.
Berikan aku korek api.
Kau tak punya?
- Punya. - Cepat berikan.
- Ya. - Berikan korek apinya.
Bukankah ibumu melarangmu merokok?
Astaga. Kenapa membahas soal ibu di sini?
- Pergilah. - Tak pernah dengar?
- Jika merokok sejak muda… - Tulangku akan rapuh?
Tulangku memang sudah rapuh.
Pak, beri kami uang sebelum pergi.
Pak, jam kau bagus sekali.
Dengar. Jika kalian janji tak merokok lagi,
akan kuberi uang jajan.
Kau tak tahu bahwa anak zaman sekarang menakutkan.
Kami tak pandang bulu jika kesal.
Baiklah.
Buang semua rokok yang kalian punya di tempat sampah ini.
Pak, serangan apa yang paling menakutkan di dunia?
Sungguh mengecewakan jika jawabannya "serangan lebih dahulu."
Jawabanmu benar.
Tanganku!
Sialan.
Dasar anak-anak nakal.
Bocah berandal.
- Ayo pergi. - Sial.
Lari!
Kemari kau.
- Buang rokokmu. - Sialan.
Baik, akan kubuang.
Aku akan memeriksamu setiap bertemu.
- Paham? - Sial. Apa-apaan?
Seorang mafia mendisplinkan remaja berandal.
Inikah pertobatan akan masa lalunya?
Pria ini sangat sulit dipahami.
Ini peringatan pertama dan terakhirku.
Sebentar.
Kau bisa mengancamku,
tetapi tak berhak memperingatiku!
Ke depannya,
lihat saja siapa yang akhirnya
akan bertekuk lutut.
Pasti akan mengasyikkan.
Cheetah!
Cheetah, kau tak apa?
Pak Cho.
Periksa data dirinya sekali lagi.
Kita akan segera tahu…
siapa yang akan bertekuk lutut.
Adikku juga lulusan farmasi.
Setiap malam dia bekerja di ruang penelitian,
pulang kelelahan,
dan mencemaskan kariernya.
Cha-young, ini.
Tak perlu. Biarkan aku menangis.
Ambillah, Cha-young.
Terima kasih.
Jadi, hal itu mengingatkanku pada Min-chul.
Dia pasti merasa tersiksa.
Aku cemas dia melakukan hal tak pantas jika dibiarkan sendiri.
Aku sudah lama tak berhubungan dengannya.
Kumohon. Beri tahu kami jika kau
dihubungi dia.
Kau akan diberi imbalan yang pantas atas informasimu.
Uangku cukup banyak.
Jumlahnya sangat banyak.
Ini demi Min-chul.
Jika kau pernah dihubungi…
Aku akan lapor polisi jika kalian tak pergi.
Dia akan melapor. Ayo pergi.
Ini.
Kenapa dia tak tergugah oleh air mataku?
Aku merasa kepanasan setelah menangis.
Bagaimanapun juga,
jika aku Min-chul, aku pasti akan pergi menemui ayahmu.
Ke Jipuragi.
Coba bujuk ayahmu.
Kau putrinya.
Bicaralah dari hati ke hati.
Aku pasti sudah melakukannya jika bisa.
Jika Min-chul mengadu, kau akan terkena masalah besar.
Hei. Kau lulusan New York. Kenapa berlebihan sekali?
Kenapa mencemaskan orang lain?
Aku hanya mencemaskanmu.
Tanpaku, aku cemas siapa yang akan mendukung aktingmu
dan yang akan beri tahu tempatmu memarkir mobil.
Benar. Di mana aku memarkir hari ini?
- Di B2, arah pintu keluar B. - Ya.
Cha-young. Bukankah bekerja di Wusang sangat memusingkan?
Ayo pindah kerja.
Rekanku dari Boston akan buka firma hukum di Korea.
Firma hukum baru tak akan bisa menggajiku.
Ya, Pak Seo.
Bu Choi mengundang para pengacara yang berpengalaman di atas lima tahun
untuk makan malam hari ini.
Bilang aku tak bisa. Ada pekerjaan.
Dia tak peduli orang lain,
yang penting kau harus hadir.
Baik.
Yang benar saja. Dia terlalu memperhatikanku.
Ini sama sekali tak sulit.
Aku bisa membalikkan keadaan.
Astaga.
Percayalah kepadaku. Aku pasti menang.
PEMBERITAHUAN SIDANG PENGADILAN DISTRIK NAMDONGBU
Kenapa bisa buat keputusan sulit begini?
Aku sadar saat melihat sidangnya.
Jika aku terus diam, akan banyak orang yang dizalimi.
Ya. Keputusanmu tepat.
Terima kasih banyak.
Apa ada pernyataan mereka yang tak sesuai dengan yang sebenarnya?
Uji klinis obat baru itu
sama saja dengan pembunuhan.
- Apa? - Ini perintah dari atasan.
Kami diperintahkan menyuntikkan RDU-90
pada lima objek uji coba tanpa batas dosis
untuk mengetahui sampai mana batas ketahanan seseorang.
Teganya mereka.
RDU-90 juga bukan sekadar pereda nyeri biasa,
tetapi obat golongan narkotika.
Farmasi Babel tak memedulikan nyawa para objek uji coba sejak awal.
Saat aku berusaha berhenti dari sana,
mereka mengancam akan melukai keluargaku.
Kau bisa bersaksi di pengadilan tentang kebenaran ini?
Kau bisa menjamin keamanan keluargaku, bukan?
Mungkin sulit untuk sekarang, tetapi aku akan berusaha.
Apa maksudmu?
Lantas bagaimana bisa aku bersaksi?
Selain itu…
tak ada jaminan kau tak akan mengungkapkan jati diriku, bukan?
Pak Yu, hanya aku yang akan tahu pertemuan hari ini,
dan aku akan menanggung risikonya. Percayalah kepadaku.
Tidak bisa. Jika keamanan keluargaku tak terjamin,
aku enggan bersaksi. Maaf.
Vincenzo,
aku sudah tahu obat apa itu sebenarnya sebelum kau beri tahu.
Aku berlagak tak tahu agar hanya aku yang terima risikonya.
Aku pasti akan menghentikan mereka.
- Pak Hong. - Vincenzo.
Kau punya rokok…
Aku lupa. Kau tak merokok.
Kau tahu inti dari gugatan kasus ini?
Intinya?
Farmasi Babel, peluncuran obat pereda nyeri golongan narkotika,
pelobi politik yang tak terlihat,
rabat besar, dan manipulasi persidangan.
Ini semua bak kartel ala Korea.
Aku juga tahu itu.
Jika kau tahu, bukankah harusnya kau mundur dari ini semua?
Mereka bukan pebisnis, tetapi monster.
Mereka tak peduli soal nyawa seseorang.
Suatu saat aku akan menang jika terus berjuang.
Kau tak akan bisa mengalahkan para monster ini.
Manusia bisa mengalahkan monster.
Tidak. Itu hanya dimungkinkan dalam mitos.
Kenapa kau begitu pesimistis?
Sekarang kau menghadapi jalan buntu,
tak bisa berjalan maju lagi!
Aku akan menerobos jalan buntu itu meski harus melukai tanganku.
Saat kau berhadapan dengan jalan buntu,
jalan terbaik adalah berbalik pergi.
Halo?
Ya.
Kapan?
Di rumah sakit mana?
Ya. Aku akan langsung ke sana.
Baik.
Ayo ikut denganku.
Ke mana?
Ikuti saja aku.
UNIT GAWAT DARURAT
Harusnya dia menjaga kesehatannya. Kenapa bekerja saat sakit?
Astaga. Melelahkan sekali menjadi pembela umum.
Baiklah. Ya, di sana.
Ayo.
LAPAS
UNIT PERAWATAN KRITIS
Ayo masuk.
Silakan saja. Aku tunggu di luar.
Ayo masuk bersama. Beri semangat juga untuknya.
Namun…
Halo. Aku pengacaranya.
Baik.
Aku benar, bukan? Syukurlah kau di dekat rumah sakit.
Ya.
Astaga. Kau masih bisa tersenyum?
Kau tadi sekarat!
Anggaplah
aku berlatih untuk mati.
Omong-omong, siapa dia?
Dia ini…
pengacara yang membantu pekerjaanku kali ini.
Dia tampan, bukan?
Ya.
Dia sangat tampan.
Aku harus menelepon seseorang.
Silakan kalian berbincang.
Akan kuajukan sidang ulangmu.
Kau tak bisa lakukan itu tanpa izinku.
Jadi, terserah kau saja.
Jika meninggal seperti ini,
kau hanya mempermudah hidup para penjahat itu.
Aku sudah tak memedulikannya sejak lama.
Jadi, jangan membuat rumit masalah ini.
Ya.
Ini Na Deok-jin dari Konstruksi Babel.
Kau kirim pesan tadi pagi.
- Habiskan! - Terima kasih.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Tenggak habis semuanya.
- Terima kasih. - Ini mahal.
Terima kasih.
Baiklah.
Hari ini,
lupakan bahwa kita pengacara. Ayo berpesta dengan heboh!
- Ya! - Baik!
Heboh bagaimana, Bu Choi?
Ada yang mau unjuk bakat?
Pak Seo punya banyak bakat.
Dia sangat pandai menirukan orang.
Ayo, perlihatkanlah.
- Baik. - Lakukan!
- Lakukan! - Lakukan!
"Aku Ko Gwang-ryeol.
Aku disuruh Goni ke sini
karena dia sibuk di kantor.
Dia memintaku membantu kalian.
Kami bekerja di perusahaan kecil,
di apartemen kecil."
- Sudah. - Dia hebat.
- Dia hebat. - Ya, dia hebat.
- Sekarang peran Agui. - Silakan.
"Berhenti! Kau mau curang?
Kau berikan kartu terbawah pada Bu Jung dan aku.
- Pikirmu aku bodoh?" - "Cek kartunya!"
"Jangan sentuh kartunya, atau tanganmu hilang.
Bawa palu ke sini."
"Aku harusnya tak melakukannya."
Astaga. Kembali tidur di sana.
Hebat sekali. Beri tepuk tangan.
- Hebat. - Kau hebat.
Siapa lagi selanjutnya? Tak ada?
Hanya dia saja?
Kalau begitu, ini waktunya pengacara terbaik Wusang, Nona Hong beraksi.
Nona Hong.
Hong Cha-young.
- Hong Cha-young. - Hong Cha-young.
Aku tak melakukan hal seperti itu.
Mana bisa begitu? Cepat lakukan.
Hal-hal begini tak membuatku leluasa.
Aku bukan menyuruhmu karena menyukaimu.
Ini karena kau membuat kesalahan besar.
Lakukanlah agar kau
bisa sedikit menebus kesalahanmu.
Kalau begitu, aku juga akan menirukan seseorang.
Baik, bagus. Tepuk tangan.
Keren!
Keren!
Keren!
Keren!
Keren!
Keren!
Keren!
Keren!
Keren!
Kau minum kopi?
Kenapa menyuruh orang sibuk sepertiku untuk datang?
Lakukan dua perintahku.
- Kau bahkan memerintahku? - Satu,
halangi perobohan Plaza Geumga sampai dua bulan ke depan,
dan kedua…
saat merobohkannya, lakukanlah dengan orang-orangku.
Apa kau sudah gila?
Kenapa kau bicara hal aneh begitu?
Ini membuatku penasaran.
NAMA: HWANG JAE-SUK NAMA: SUNG DONG-SU
Bukankah aku sudah bilang
aku tak akan diam saja?
Itu agen real estat yang menyuapmu tanpa diketahui kantormu,
dan rekaman Park Seok-do, si preman itu,
sedang mengancam para perusahaan atas perintahmu.
Bagaimana…
Itu foto perselingkuhanmu dengan Nona Kim Mo-ran,
dari Tim Dua Manajemen,
- masuk ke Hotel Shaina, dan… - Cukup.
Tolong berhenti sampai sini.
Kurasa itu cukup untuk membuat karier dan hidupmu hancur.
Ya, lebih daripada cukup. Jadi, kumohon.
Jangan sebarkan ini.
Semua itu tak akan terungkap asal kau mengikuti perintahku. Namun…
akhiri hubunganmu dengan Nona Kim Mo-ran
dan kembali ke keluargamu. Kau sudah menikah.
Namun, bagaimana aku bisa menunda perobohan sampai dua bulan?
Satu bulan pun sulit,
dan aku tak punya kuasa apa pun.
- Aku hanya karyawan. - Itu bukan urusanku.
Kau harus berhasil.
Jika gagal,
kupastikan kau akan dipermalukan seumur hidupmu.
Kuperingati. Jangan lakukan hal konyol.
Kau mati jika membuatku dalam masalah.
Tunggu, Pak.
Tamatlah riwayatku.
Astaga. Aku dalam masalah besar.
Ayo minum lagi.
- Selamat malam. - Selamat malam.
- Kenapa kalian memulangkanku? - Selamat malam.
Nona Hong Cha-young, kemari sebentar.
Hong Cha-young.
Jika kau mengejekku lagi seperti tadi,
itulah akhir riwayatmu, Berengsek.
Beri tahu aku jika kau sempat melakukannya
agar aku tahu rasanya sekarat.
Rupanya kau memang sungguh gila.
Jangan pernah buat kesalahan lagi.
Sekali lagi, maka kuhabisi kau.
Maafkan aku…
tetapi sepertinya kau harus memotong kuku.
Kurasa kau melukai leherku.
Ayo berangkat, Pak.
- Selamat malam. - Selamat malam.
Sial. Aku bisa infeksi kena kuman kukunya.
Cepat ke rumah sekarang.
Ada apa ini? Kenapa lagi?
Astaga. Kenapa dia selalu memanggilku?
Hari ini, kita harus robohkan meski ada pesta.
- Baik. - Baik.
Bagaimana jika ada orang seperti duta besar Italia?
Kalau begitu, antar mereka ke tempat lain, baru robohkan.
- Baik! - Baik!
- Ayo naik. - Ayo.
- Bersiap! - Ayo!
- Hei. - Halo, Pak?
Hei.
Jangan robohkan Plaza Geumga
- sampai dua bulan ke depan. - Kenapa?
Ikuti saja perintahku!
Jika itu hancur, kita juga akan hancur!
- Siap. Ada apa ini? - Hei. Berangkat!
- Hei! Jangan. Hentikan. - Hancurkan!
Hei! Berhenti semua! Tunggu! Berhenti kataku!
Kenapa cepat sekali gerak forklif itu?
Berhenti!
- Berhenti! Matikan semua mesin! - Berhenti!
Cepat matikan! Asap sialan.
PENGACARA HONG YU-CHAN
Kenapa kau pergi begitu saja?
Datanglah ke rumahku untuk minum soju.
Jadi, obat pereda nyeri golongan narkotika Farmasi Babel
akan membuat rakyat menjadi pencandu narkoba,
dan memunculkan kartel narkoba di Korea.
Jadi, Ayah ingin aku menghentikannya
dan kalah di persidangan?
Itu bukan inti masalahnya. Masalahnya, obat itu narkoba.
Siapa yang berkata itu narkoba?
Apa Vincenzo Cassano?
Sepertinya kalian berdua sudah banyak berdiskusi.
Karena dia pengacara Italia,
dia paham bahayanya narkoba dan kartel.
Farmasi lain juga membuat pereda nyeri golongan narkoba.
- Kenapa hanya menyudutkan Babel? - Babel berbeda.
Babel akan memanipulasi tingkat dosis di resep dengan melobi rumah sakit,
dan buat obat itu sangat banyak, sebanyak obat pencernaan.
Dan obat itu akan…
Kurasa memang benar bahwa sepintar apa pun mereka,
orang akan menyatakan itu teori konspirasi saat mereka merasa tersudut.
Cha-young, ini bukan masalah konspirasi,
tetapi kebenaran dan masa depan.
Sepertinya rekanmu datang.
Selamat mengobrol.
Jangan mengomong kosong kepada ayahku.
Narkoba? Kartel besar?
Pikirmu ini drama Amerika?
Bagimu itu tak masuk akal?
Ya.
Farmasi Babel akan segera menguasai dunia sebentar lagi.
Saat terlalu sering memanipulasi kebenaran,
kau akan buta dengan kebenaran sesungguhnya.
Sekarang kau menghina nama baikku sebagai pengacara?
Bisa kau terjemahkan itu?
"Tak ada kehormatan di antara sesama pencuri."
Jika suatu saat terungkap bahwa kau bukan orang yang pantas berkata begini,
setiap hari aku akan mentertawaimu
sampai kau ingin membunuhku.
Sebelum terungkap, biar aku katakan sesuatu.
Dasar…
manusia bodoh.
- Terjemahkan! - Tak mau.
Dari suaranya pun aku bisa menebak
bahwa itu umpatan. Menyebalkan.
Aku sampai mau menyucikan diri saking kesalnya.
Semua memang salahku.
Aku akan bekerja lebih baik agar tak menyusahkanmu.
Ya.
Tidak begitu. Setiap kau memarahiku,
aku merasa menjadi semakin dewasa.
Ya.
Vila itu?
Tidak. Lakukan sesuai keinginanmu saja.
Baik. Kalau begitu, selamat istirahat.
Sampai jumpa.
Apa mau dia sebenarnya?
Pak Hong.
Apa wanita tadi…
Apa namanya Oh Gyeong-ja?
Apa dia baik-baik saja?
Tentu saja tidak.
Sisanya enam bulan lagi.
Stadium akhir pasti sangat menyiksa, bukan?
Jika kau penasaran,
tanyakanlah kepada ibumu secara langsung.
Jenguk dia lain waktu, dan tanyakanlah secara langsung.
Bagaimana kau bisa tahu?
Aku sudah 30 tahun menjadi pengacara.
Aku langsung tahu.
Kau pikir kenapa aku mengajakmu ke sana?
Kau sungguh tak peka.
Aku sudah tahu sejak kau bertanya
apa aku menjadi pembela umum juga.
Sejujurnya, aku tahu pada hari itu.
Terdakwa, Oh Gyeong-ja,
tak berkelakuan baik saat jadi asisten rumah tangga,
maka sering dimarahi oleh Pimpinan Hwang Deok-bae dan keluarga.
Pada hari kejadian, terdakwa tak bekerja dengan benar.
Terdakwa melakukan kekerasan sehingga korban meninggal.
Tak ada tambahan.
Yang Mulia.
Terdakwa Oh Gyeong-ja
pernah membuang anak kandungnya dahulu.
Ini surat pelepasan hak asuh anak
yang diberikan kepada panti asuhan di Incheon.
Apa hubungannya dengan itu?
Terdakwa, harap diam.
Kau pengacaraku, katakanlah sesuatu.
Aku dilecehkan secara seksual oleh dia.
Seluruh keluarganya berbohong!
Jangan bicara.
- Hari itu, lima tahun lalu, - Itu malah merugikanmu.
aku melihat pemuda yang sangat marah.
Kemarahan itu…
terasa sampai bangkuku.
Seseorang tak akan marah seperti itu,
kecuali dia keluarganya.
Dan satu lagi yang membuatku yakin.
PENJARA WANITA CHEONGJU
Apa kau tak mau mengunjungi ibumu?
Aku tak akan memaksamu.
Aku juga tak akan menyuruhmu memaafkan ibumu.
Namun, kuharap rasa rindumu tak akan jadi penyesalan.
Apa ini?
Bau apa ini?
Apa ini?
Apa itu?
Sekitar pukul 03.30 hari ini, sebuah vila di Yangyang, Provinsi Gangwon,
meledak dikarenakan adanya ledakan gas.
Karyawan Tim Pengembangan Obat Farmasi Babel
yang sedang mengadakan seminar vila itu
menjadi korban ledakan. Empat belas orang dinyatakan meninggal.
- Tidak. - Menurut petugas damkar,
- Ini mustahil! - 12 orang langsung meninggal
di lokasi kejadian,
dan dua orang lainnya luka berat.
- Pak Hong. - Korban yang terluka langsung dibawa
ke rumah sakit, tetapi tidak terselamatkan.
Polisi menduga bahwa gas…
Cha-young.
Apa kau tak bisa berhenti menangani kasus Farmasi Babel?
Beraninya kau menanyakan itu.
Banyak orang yang terlibat kasus ini mati.
Semua mati satu demi satu.
Aku takut hal buruk terjadi kepadamu.
Aku tak akan mati.
Aku perwakilan kasus Farmasi Babel.
Namun, semua yang mati hari ini adalah karyawan Farmasi Babel.
Hal itu tak penting!
Kenapa kau sensitif sekali belakangan ini?
Kenapa kau menjadi terlalu khawatir?
Astaga. Bisakah kau dengarkan aku?
Ini bukan…
Marahlah dengan berbahasa Korea.
Baik. Bahasa Korea.
Kau pikir aku bercanda karena mencemaskanmu?
Itu yang kau pikirkan?
Aku punya firasat buruk tentang ini semua!
Magang Jang Jun-woo.
Kenapa kau jadi protektif begini?
Jangan melewati batas.
Aku juga bilang jangan pernah berbahasa Inggris saat bekerja.
Kau pikir sedang syuting drama Amerika?
Aku belum mulai beri arahan.
Hari ini aku mau syuting drama Amerika saja.
Aku enggan bicara denganmu.
Dah.
Dasar berandal.
Hei, Magang Jang Jun-woo!
Kau mau mati?
Kau akan habis hari ini!
Kejadian ini terlalu besar.
Bagaimana ini?
Bagaimana dia bisa menyingkirkan semua orang?
Bukankah ini seperti pesan?
"Kalian harus bekerja dengan benar."
Atau, "Jika tidak, kalian akan mati seperti mereka."
Astaga, tak mungkin. Itu tak masuk akal.
Kenapa kesimpulanmu menakutkan sekali?
Aku bukan menakutimu. Sepertinya Pak Jang mengancam kita.
Ini tak seperti Pak Jang yang berpikir…
Dia meneleponku.
Ini…
Ya, Pak Jang.
Kami sedang siapkan klaim kompensasinya.
Ya. Apa?
Baik. Ya.
Baiklah.
Kalau begitu, aku akan ke sana dengan Bu Choi pukul 12.00.
Ya, aku…
- Sudah dimatikan. - Akhirnya, aku akan menemuinya?
Aku harus mulai bersiap.
Persiapkan apa?
Bola kristal rahasiaku yang membuatku
bisa menjawab semua pertanyaannya.
Apa maksudmu?
Myung-hee! Bukan. Maksudku, Bu Choi!
Aku berdebar!
Aku ke sana.
Pemeriksaan dari damkar belum usai.
- Kenapa kasusnya sudah ditutup? - Astaga.
Kami sudah dapat semua bukti saat pemeriksaan lokasi pertama.
Tim Forensik Nasional harus selidiki apa ledakan ini disengaja!
Ini bukan ledakan yang disengaja. Jangan ganggu pekerjaan kami.
Kenapa ini disebut mengganggu?
- Kau sudah diperingati. - Aku tak peduli.
Ikuti saja protokol investigasi!
Astaga. Hentikan!
- Lepaskan aku! - Hei!
- Jangan sentuh dia sembarangan. - Siapa kau?
Jika tak diperiksa, aku akan buat tenda di sini.
- Ayo pergi. - Terserah kau saja.
- Lepaskan aku. - Ayo pergi.
- Tunggu. - Terserah kau saja.
Sialan.
Ayo pergi.
Kenapa kau tak mengikuti nasihatku?
Mundur dari kasus Farmasi Babel?
Empat belas orang mati di sini. Masih bisa berkata begitu?
Sekarang, kau hanya bisa marah dan merasa sedih.
- Itu bukan tugas pengacara. - Bagiku, itu tugas pengacara.
Aku tak bisa menyerah tanpa berperang.
Jika tidak, kau akan kena akibatnya. Aku paham itu lebih daripada siapa pun.
Jika bisa buat Farmasi Babel dihukum, mati pun tak masalah.
Kenapa kau begitu gegabah?
Karena aku ditakdirkan untuk ini.
Aku tahu permainan ini dicurangi,
tetapi aku berjuang agar bisa menang.
Ini semua takdirku.
Meski dunia ini milik orang pintar,
orang yang menjaga dunia adalah orang yang gegabah dan keras kepala sepertiku.
Lupakan soal biaya. Beri saja kompensasi besar untuk keluarga korban.
Baik, Pak.
Astaga, vilaku.
Kubangun vila itu dengan bahan berkualitas.
Kenapa…
harus sampai begini karena seorang peneliti kabur?
Maaf. Kami akan berusaha keras.
Benar.
Terima kasih sudah menegur kami dengan kasus vila ini.
Apa maksudmu? Aku hanya ingin hilangkan stres.
Kalian sungguh tak bisa menemukan peneliti yang kabur itu?
Dia akan segera ditemukan.
Bu Choi bilang dia punya bola kristal ajaib.
Apa maksudmu?
- Bola kristal ajaib? - Ya, benar.
Bu Choi, kau pindah ke Wusang karena aku.
Katakan jika mau sesuatu. Semua akan kukabulkan.
Kalau begitu…
belikan aku Kejaksaan Namdongbu.
Belikan apa? Apa itu?
Maksudku, Kantor Kejaksaan Namdongbu.
Begitu rupanya.
Tentang itu…
Bagaimana bisa kubelikan? Apakah dijual?
Pak Jang lucu sekali.
Dia tanya apa itu dijual. Astaga.
Apakah secara sewa atau deposito?
Pak Han, kau sungguh tak bisa menilai orang.
Apa maksudmu?
Kau sungguh yakin si berandal itu pimpinan Babel?
Dia memang muda dan santai.
Jadi, memang tak terlihat sebagai pemimpin.
Dia lamban, tak paham situasi,
- dan hanya bisa berlagak. - Astaga, apa lagi kali ini?
- Apa lagi masalahnya? - Sudahlah. Bukan apa-apa.
Astaga.
- Berengsek. - Ada apa?
Bola kristal ajaibku.
Dia sudah menemukan peneliti yang kabur itu.
Aku tahu kau bisa! Bu Choi. Maksudku, Myung-hee!
Lepaskan aku.
Namun, bagaimana ini?
Katanya, peneliti itu sudah bertemu Pak Hong.
Apa?
Ya, Pak Yu.
Aku…
akan bersaksi.
Saat melihat cara mati semua rekan kerjaku di vila itu,
aku sadar itu bisa saja terjadi kepadaku.
Jadi, sebelum itu terjadi kepadaku, aku mau mengungkap kebenarannya.
Keputusan yang tepat.
Ya. Akan kujemput kau besok pagi.
Ya. Ya, sampai besok.
Baik.
Berhasil, bukan?
- Itu legendaris. - Benar.
- Aku bosmu sekarang. - Tentu.
- Ayo mulai. - Baiklah.
- Diam dahulu. Dekatkan. - Ayo.
Apa harus terus kuajari?
Tentu saja. Pasti bukan kami saja.
Biar kulihat. Sebelumnya bisa.
Sedang apa aku di sini?
Kenapa sampai lakukan hal tak berguna begini?
Baiklah.
Aku tak akan pedulikan hal lain lagi.
Segera selesaikan, dan pergi dari sini.
Masalah kemarin sudah selesai,
tetapi kita tak bisa terus halangi perobohan dengan pesta.
- Benar. - Kau benar.
Kali ini, kita harus bertarung dengan mereka.
Kita harus saling melukai agar…
Bukan begitu.
Aku punya saran yang lebih baik untuk kalian.
Aku berencana membeli satu gedung di dekat sini,
dan kalian akan kupindahkan ke sana.
- Apa? - Apa?
Apa maksudmu? Kenapa begitu?
Aku akan memberi kalian tempat berjualan tanpa syarat apa pun.
- Apa? - Secara gratis?
- Ya. - Itu tak masuk akal.
Kenapa beri secara gratis?
- Itulah cara yang terbaik. - Tunggu.
Ada sebuah pepatah dari Barat mengatakan,
"Keju gratis hanya ada di perangkap tikus."
Dia benar.
Gratis itu berbahaya.
Tidak. Sama sekali tak bahaya.
Jika aku sudah beli gedung itu, kalian hanya perlu pindah.
Jadi, kami hanya terima jadi saja?
Hebat sekali.
Namun, siapa kau, Pak?
- Benar. Siapa kau? - Dia muridku.
Dia sangat menghormatiku karena suka masakanku.
- Rupanya begitu. - Rupanya begitu.
- Salam kenal. - Ya.
Pak Vincenzo Cassano sepertinya tulus. Jadi, mari kita percaya dia.
Kalian baru kenal. Bagaimana tahu dia tulus?
Sepertinya aku tahu.
- Coba pikirkan. - Ya.
Untuk apa dia menipu kita? Kita tak punya apa-apa.
- Memang tak punya. - Benar.
Namun, sangat susah untuk mengetahui maksud seseorang…
- Pak Larry. - Ya?
Kau selalu dicampakkan wanita karena tak peka begini.
Aku tak pernah dicampakkan…
karena tak pernah pacaran.
Semuanya.
Kesetiaan dan kejujuran adalah kunci dari kebaikan,
juga jalan menuju Nirwana.
Kali ini, bagaimana
jika kita menumpuk kebaikan dengan rasa percaya kita?
Benar.
Biksu, terima kasih.
Kalau begitu,
aku anggap kalian menerima tawaranku.
Satu, dua.
Silakan masuk.
Kau memanggilku?
Satu, dua, tiga. Duduklah.
Baiklah.
Mulai hari ini, mundurlah dari semua kasus
yang berhubungan dengan Grup Babel.
Aku tak bisa melakukannya.
Ini bukan perintahku, tetapi perintah Pak Han.
Aku tetap tak bisa menerimanya.
Kenapa kau tak menurut?
Memang kau direktur perusahaan ini?
Ini perintah sepihak yang tak beralasan.
Jadi, aku tak bisa terima.
Kenapa kau pikir ini tak beralasan?
Kerjamu tak becus karena lawanmu ayahmu.
Aku tak pernah begitu.
Dia bukan ayahku, tetapi pengacara lawan.
Tentu saja kau bilang begitu,
tetapi keluarga itu prioritas, bukan pekerjaan.
Kau bahkan tak bisa mengalahkannya saat sidang awal.
Pergilah.
Ya, sungguh. Kita punya harapan baru.
Ya. Percayalah kepadaku.
Ya.
Aku tak tahu ada apa,
tetapi dia tiba-tiba sangat senang.
- Tiba-tiba saja? - Ya.
Aku akan telepon lagi besok malam.
Baik. Ya.
Vincenzo. Kau sudah makan siang?
Belum.
- Pesankan dia makanan. - Baiklah.
Hei. Bagaimana jika makan tangsuyuk dan soju?
- Serius? Ini kali pertama. - Tentu.
Tunggu sebentar.
Pak Hong, bicaralah sebentar denganku.
Dia panggil ayahnya dengan formal.
Alarm menyala! Saatnya menghindar.
Bom nuklir terdeteksi.
Aku paham Ayah tak mau membantuku,
- tetapi jangan halangi masa depanku. - Kenapa aku menghalangimu?
Karena Ayah, aku diasingkan di kantorku.
Aku menjadi pengacara buruk sekarang.
Tentu. Itu karena kau bekerja di tempat yang salah.
Kau sangat pengertian.
Namun, kenapa tak terima perbedaan nilai kita?
Ini bukan masalah perbedaan. Ini menyangkut kebenaran.
Aku memang selalu begini,
dan kali ini pun aku mau mengecam Ayah.
Jika hidup Ayah benar, kenapa membiarkan Ibu meninggal seperti itu?
Ibu meninggal sendirian di ruang operasi karena Ayah mengurus orang lain.
Kubilang berhenti bicara begitu.
Tak akan. Aku akan begini selamanya.
Ayah membuat aku dan ibu tak bahagia.
Keluar kau!
Ayah merasa bersalah saat aku bicara tentang Ibu?
Ayah selalu berusaha demi orang lain,
tetapi kenapa menelantarkan Ibu?
Aku tak mau mendengarmu.
Keluar.
Meski Ayah membantu ribuan orang yang dizalimi,
itu tak akan bisa membayar dosa Ayah yang membiarkan Ibu meninggal.
- Maafkan aku. - Tak apa-apa.
Maaf. Kau jadi melihat pertengkaran kami.
Tidak. Harusnya aku keluar.
Tak apa-apa.
Sialan.
Kenapa dia tak minta maaf sama sekali?
Ada apa?
Kau tak bisa berlaku lebih dewasa?
- Apa? - Tadi…
kau bukan pengacara hebat, tetapi anak SMA yang tak sopan
seperti foto di rumahmu.
Kenapa kau menghina foto lamaku?
Amarah seorang anak pada orang tua pasti akan menjadi penyesalan.
Jangan sampai kau menyesal.
Penyesalan itu neraka terdalam dalam kehidupan.
Kami akan minum di toko langganannya. Datanglah jika mau.
Tak perlu minta maaf. Kau hanya perlu ada di sana.
Yang benar saja. "Minta maaf"?
Mana mungkin?
BOLA KRISTAL
Hei.
Mulailah bekerja.
Tidak.
Dua-duanya.
RESTORAN BIBI NAMDO
Biasanya aku bisa bertahan, tetapi saat seperti ini sangat sulit.
Maksudku, saat orang lain mengusik anakku.
Meski aku selalu memarahinya,
bagiku Cha-young putriku yang berharga.
Dia pasti bisa lalui ini.
Nona Hong wanita tangguh.
Bukankah kau yang sangat tangguh?
Aku tak tangguh atau baik.
Orang yang lemah tak akan pergi ke persidangan ibu yang membuangnya.
Aku pergi ke sana karena mau tahu seberapa sulit hidupnya.
Sungguh begitu?
Ya.
Jangan sampai Nona Hong melakukan hal yang sama sepertiku.
Jadi, kau melarangku bertarung dengan Grup Babel agar hidupku tak sulit?
Aku akan terus berjuang.
Aku punya kekuatan baru.
Dan kekuatanmu itu pasti akan membuatmu dalam bahaya.
Aku tak mau kau melakukan hal bahaya itu sendirian.
Aku berharap kau bisa menjadi pengecut sekali ini saja.
Bagiku, kabur bukanlah berarti pengecut.
Hal ini membahayakan orang lain.
Kau paham?
Aku tak ke sana untuk menemui ayahku.
Aku ke sana untuk makan kimci tahu dan mudeumjeon.
Nona.
Ini.
- Apa itu? - Pria yang tadi mengobrol denganmu
menyuruhku memberikanmu payung saat kau pergi.
Ada apa dengannya?
FARMASI BABEL
Siapa di luar?
- Siapa kau? - Kami polisi.
Ada masalah apa?
Sedang ada pemeriksaan soal tersangka pembunuhan yang kabur.
Tolong perlihatkan KTP-mu.
Tolong kerja samanya. Bisa buka pintunya?
Kau polisi Busan, tetapi pakai aksen Seoul.
Benar. Aku datang dari Seoul.
Ya. Tunggu sebentar.
Cepat buka pintunya. Aku sibuk.
Ya, sebentar.
POLISI
Sialan.
PENGACARA HONG YU-CHAN
Bagiku, film Jackie Chan
sangat seru.
Kenapa?
Dia menang bukan karena lihai bertarung,
tetapi karena tak menyerah.
Meski saat syuting pasti diulang berkali-kali,
dia akan selalu berusaha sampai gerakannya benar.
Aku mau merokok dahulu di luar.
Astaga, hujan.
RESTORAN BIBI NAMDO
FARMASI BABEL CIRI-CIRI UTAMA OBAT BARU RDU-90
Pak, bisa beri aku sebatang rokok?
Ya, baik.
Silakan.
Biar kunyalakan.
Ini.
- Selamat merokok. - Terima kasih.
SATU PANGGILAN TAK TERJAWAB
Nomor yang Anda tuju…
PENGACARA HONG YU-CHAN
PENGACARA HONG YU-CHAN
Astaga.
Hujannya lebat sekali.
Pak Hong.
Apa ada yang kau sembunyikan dariku?
Ada.
Ketulusanku yang tak diketahui siapa pun.
"Hanya kejahatan yang bisa mengusir kejahatan."
Satu-satunya pepatah Italia yang kutahu.
Waktu itu aku pernah bilang
bahwa hanya monster yang bisa kalahkan monster.
Namun, aku tak bisa jadi monster.
Kuharap monster sungguhan akan muncul
dan menghadapi semua pria jahat ini, tanpa peduli dengan hukum.
Namun, itu tak bisa terjadi di dunia nyata.
Vincenzo.
Mustahil kau jadi monster, bukan?
Ada yang meneleponmu tadi.
Apa? Siapa?
Dari "RDU." RDU-90.
Bukankah peneliti itu?
Terjemahan subtitle oleh Deaz Putri
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.