All language subtitles for Vincenzo E02 NEXT

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada Download
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese Download
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Sub by NETFLIX Ripped/Synced by ParkMinYoung

Follow us on Instagram/Telegram, @ParkMinYoungSubs

Berengsek!

- Astaga! - Bos!

Jika kalian bergerak,

- bos kalian akan jatuh. - Jangan bergerak, Bodoh.

Jangan bergerak! Diam!

Semuanya, jangan bergerak.

Konstruksi Babel membeli gedung ini secara ilegal.

Angkat aku jika kau tak mau mati.

Cepat!

Akan kudapatkan gedung ini kembali apa pun yang terjadi.

Aku akan membuat kalian semua membayar atas perbuatan kalian.

Gedung ini adalah milikku.

Itu bahasa Italia. Apa artinya?

- Apa? - Apa katanya?

Dia bilang…

È mio!

È mio!

Enyahlah bersama anak buahmu, maka kau akan kuangkat.

Aku akan pergi. Angkat aku.

- Apa? - Aku akan pergi. Angkat aku.

- Janji? - Baik. Aku janji.

Apa perlu kelingkingku?

Baiklah. Jariku sakit.

- Sakit sekali. - Ibu jari juga.

Dasar bajingan sialan.

Ayolah. Ibu jari juga sudah.

Cepat angkat aku!

Ayo, angkat dia.

Cepat! Angkat aku!

Bos!

Hati-hati.

- Astaga! - Sakit!

- Bos tak apa? - Hei!

Bos, kau tak apa?

Gawat! Berdarah!

Ini pasti jadi bekas luka.

Ini pasti jadi bekas luka. Sialan.

- Bunuh dia! - Ambil senjatamu.

Dasar preman,

cepat sekali ingkar janji.

Serang!

Hei! Hentikan!

- Apa? - Yang benar saja.

Pak Park, pergilah.

Ada banyak reporter di luar.

Kenapa ada reporter?

Mana aku tahu?

Baiklah.

- Cepat segera pergi. - Pergilah.

- Apa? - Minggir!

Hei. Hei!

Tunggu pembalasanku.

Aku akan menggantungmu di depan plaza ini.

Sialan.

Sial, luka ini!

- Astaga. - Dasar para bajingan itu.

Apa-apaan itu?

Kita harus bicara.

Astaga.

Aku bilang jangan permainkan kami.

Aku tak pernah begitu.

Kubilang Pak Cho menekennya karena diancam.

"Diancam"? Astaga.

Kalian bahkan berpura-pura bertengkar.

Kalian aktor hebat.

Kenapa kekanak-kanakan?

Kenapa kau tak percaya?

Kenapa dia tak percaya kepadaku?

Kau berbahasa Italia karena ketahuan, ya?

Diam!

Itu seperti umpatan.

Pikirkanlah.

Untuk apa aku di sini jika gedungnya dijual?

Aku bisa terima uangnya dan meninggalkan Korea.

- Perkataannya benar. - Diam!

Ya. Kembalilah ke negaramu. Jangan mencampuri urusan kami.

Konstruksi Babel, Farmasi Babel, Firma Hukum Wusang.

Semuanya sampah.

Pergilah. Kalian semuanya!

Akhirnya, tetap aku yang dimarahi.

Tak masalah jika kau tak percaya aku.

Aku pasti akan dapatkan lagi gedung ini.

Itu mustahil.

Kontraknya sudah ditandatangani.

Ada yang bisa kubantu?

Aku reporter HBN.

Aku ingin menemui…

Pak Vincenzo Cassano. Dia yang beri informasi. Apa dia ada?

Dia yang hubungi kalian?

Pak!

Kejutanmu menarik. Kau bahkan memanggil reporter.

EPISODE 2

Namun, ada sesuatu yang membuatku bingung.

Kenapa kau lebih menggebu-gebu daripada klienmu?

Gedung itu terjual sangat mahal

dan bayaranmu pasti besar.

Terlepas dari uang, hal ini mengesalkan, bukan?

Tidak juga.

Pengacara punya aturan batasan terkait campur tangan.

Bukankah pengacara dari Eropa lebih tegas soal ini?

Lantas, apa inti pembicaraanmu?

Pengalamanku memberitahukan ada hal lain.

Alasan yang cukup bagi mereka untuk bersikap begini.

Jadi…

kira-kira apakah itu?

Aku juga tak tahu.

Namun, itu pasti sesuatu yang lebih berharga daripada gedung ini.

Aku sudah duga akan begini.

Para orang berjas

selalu berlaku seperti itu.

Jangankan enam hari,

aku bisa cekik dia selama 11 hari.

Bicaralah sambil duduk.

Duduklah.

Kita sungguh dikhianati dia, bukan?

Aku sudah bilang jangan percaya dia

dan wajah tampannya!

Aku tahu sejak dia hina masakanku.

Sudah jelas aku lebih tua daripada dia,

tetapi dia bicara seenaknya.

Rupanya si Booralro atau Vincenzo itu lebih jahat daripada pemilik gedung.

Kau benar. Dia berakting, bohongi kita.

Haruskah aku beri dia pelajaran?

Biar aku gosokkan wajah dia ke lantai semen. Bagaimana?

Haruskah aku banting dia?

Astaga.

Semarah apa pun, kau tak boleh melukai wajah Vincenzo.

Kau yang hati-hati. Jangan jatuh di aspal setelah minum.

Kenapa kita selalu tertipu?

Padahal kita tak bodoh.

Namun, kita juga tak pintar.

Kau bahkan tak hafal perkalian.

Jaga mulutmu.

Padahal aku sudah buat stempel baru untuk cap surat perjanjian.

Bukankah pria Italia biasanya baik?

Tidak. Mereka pemalas dan suka berbohong.

Mereka merayu dengan tangan dan omongannya.

- Lantas, kita harus bagaimana? - Kalian hanya perlu…

pergi ke kuil lain.

Tidak. Kami akan terus bersama kalian.

Kita masih harus cari tahu apa dia benar membohongi kita.

Lihatlah yang terjadi. Apa itu masih perlu?

Gedung ini sudah dijual.

Orang yang memanggil para reporter adalah Vincenzo.

Kenapa dia begitu? Aku jadi bingung.

Aku akan cari tahu dengan saksama

Vincenzo memihak kita atau tidak.

Satu, dua.

Lebih tinggi.

Satu, dua, tiga…

Baik, bersiap.

Bagus.

- Empat. Putar pinggangmu, dua, tiga. - Bagus.

Bagus. Dua.

JAKSA CHOI MYUNG-HEE

Yang terhormat, Bapak Wakil Menteri Lee Nam-su.

Biar kulihat.

Jadi…

bilang saja kau, Menteri Park Dae-jin,

dan Direktur Investasi JT, Pak Kim Song-hyeon,

makan bersama di sebuah restoran susyi

di Cheongdam-dong. Kau hanya perlu berkata begitu saja.

Lantas, kau mau para reporter menulis novel apa

dengan pernyataanku itu?

Astaga. Kau membuatku tersinggung.

Aku ini mau melindungimu.

Aku tak akan menyebarkannya. Aku tak panggil satu reporter pun.

Kau akan memanfaatkan Investasi JT untuk menguntungkan kariermu.

- Aku tak bisa biarkan itu. - Pak Lee.

Kau tahu apa kehebatanku?

Aku bisa membuat cerita mengharukan menjadi cerita horor.

Begitukah?

Rupanya kau tak percaya.

Menteri Kim Ui-pyeong dari Cheongbaek-ri

punya utang 1.7 miliar won, dan tak punya rumah satu pun.

Lantas, siapa yang menuduhnya

menggelapkan uang dua miliar sehingga dia

- bunuh diri? - Hei, Nona Choi!

Pak, aku

adalah orang yang bisa tahu kesalahan orang paling tak berdosa.

Lihat saja nanti.

Maafkan aku, Pak.

Jangan bicara begitu.

Syukurlah keluargamu aman.

Plaza itu…

Gedung plaza itu…

Konstruksi Babel akan tahu jika gedung dirobohkan.

Kau harus merobohkannya lebih dahulu.

Belum selesai sampai di sini.

Ruang rahasia itu memiliki hal istimewa.

3 TAHUN LALU

Apa yang istimewa?

Terkait struktur ruang rahasia itu.

Pasang struktur ruang ke pilar dan balok yang menopang bangunan,

lalu pasang perangkat penambah guncangan yang dirancang khusus.

Jika ada bagian ruang rahasia yang terkena guncangan,

maka pilar dan balok akan menjadi retak.

Lalu gedung akan runtuh.

Jika ada yang berniat menerobos ruang rahasia untuk mengambil emas,

tempat itu

langsung menjadi kuburan mereka.

Juga, ada satu hal penting lagi.

Kalian harus singkirkan orang yang membuat

ruang rahasia itu, dan semua orang yang tahu keberadaan ruang itu.

Tentu saja, selain aku dan Pak Cho.

Selain kau, tak ada jalan lain untuk mengambil emas itu

kecuali…

gedungnya dirobohkan.

Keluarga kami akan berikan cetak biru ruangan

sebagai bukti persahabatan.

1 TAHUN LALU

TAIPAN TIONGKOK, WANG SHAOLIN, WAFAT KARENA SERANGAN JANTUNG USAI RENANG

Apa keluarga Pak Wang tahu keberadaan ruang rahasia ini?

10 BULAN LALU

Tidak. Hanya kau, aku, dan Pak Wang.

Dilihat dari sifatnya, dia tak akan bilang kepada siapa pun.

Pak Cho.

Maukah kau berbisnis untuk hari tuamu denganku?

3 BULAN LALU

Konstruksi Babel mulai membeli gedung dan rumah di sekitar.

Mereka juga menghubungiku. Aku harus bagaimana?

Bilang tak akan dijual, dan akan dibangun ulang.

Kita hanya perlu dua hari usai pembangunan ulang dimulai.

Dua hari untuk memindahkan semua emas.

KUIL NANYAK

Kuil ini harus ditutup, dan gedung segera dirobohkan.

Aku harus mengeluarkan emasnya.

Kapan kau mau merenovasi kuilnya?

Mungkin tiga hari lagi.

Tolong sampaikan ke temanmu.

Baik. Aku paham.

Kuil ini akan direnovasi?

Ya. Untuk memasang penghangat ruangan.

Kenapa kau ada di sini?

Aku suka melihat tulisan ini.

Begitu rupanya.

"Jangan menjadi kaya dengan cara yang salah."

Ya, kita tak boleh begitu.

Biksu.

"Jangan tamak akan kekayaan dan lahan.

Lakukanlah hal yang benar."

- Masuklah. - Terima kasih.

Karena aku selalu berdoa di lantai,

- aku jadi terkena wasir. - Astaga.

Aku tahu rasa itu.

Rasanya seperti kaku dan sakit.

Ayo pasang penghangatnya akhir pekan ini.

Jangan!

Bukan begitu.

Gedung ini akan dirobohkan.

Kenapa harus keluarkan uang untuk pasang penghangat?

Aku akan berikan karpet listrik untuk seluruh ruangan,

- dan bayarkan biaya listriknya. - Kau tak perlu melakukan itu.

Kubilang, jangan!

Biksu.

Tolong jangan tolak kebaikanku.

Ini rasa hormatku kepada para biksu.

Dia merasakan energi Buddha dari bawah lagi.

Rupanya begitu.

- Astaga. - Kau tak apa-apa?

- Astaga. - Baiklah.

Saksi rekaman itu sudah akui kesaksian palsu.

Meski ada sidang kedua pun,

mereka akan kalah karena kurang bukti.

- Sudah berakhir. - Ya.

Ayah sudah gunakan semua kartunya.

Pak Hong memang sudah tua sekarang.

Dia sudah kehabisan langkah.

- Bereskan dengan baik. - Ya, Pak.

Cha-young!

Kau mengagetkanku! Dasar kau…

Sial. Yang benar saja.

Kau tak rapi dan tak sopan.

Kenapa pakai sepatu olahraga?

Kenapa kau memilih dia dari semua banyak orang?

Kau yang memilihku, Pak.

Aku yang memilihmu?

Aku harus berhenti minum alkohol.

Maaf, Bos!

Cha-young.

Jangan berisik.

Cha-young. Begini…

Kenapa? Ada apa?

Aku dihubungi Tim Pengembangan Obat Farmasi Babel.

Kara… apa itu?

- Karantina? - Benar! Salah satu peneliti

yang dikarantina menghilang.

Apa?

Ini dokumen yang dikirim oleh Badan Intelijen Italia.

Ya.

DIREKTUR TAE JONG-GU

Setelah bosnya mati, Vincenzo Cassano,

yang berpotensi menjadi penerusnya, menjadi target mafia.

Aku yakin…

dia ke Korea agar tidak dibunuh.

Apa hubungannya seorang mafia yang datang ke Korea

dengan keamanan negara?

Kenapa tak ada hubungannya?

Organisasi kejahatan terburuk di dunia masuk ke Korea…

"Masuk"? Menurutmu begitu?

Jadi, jika mafia yang datang dua orang, artinya Korea diserang?

Bagaimana jika Vincenzo membuat organisasi baru di Korea…

Dia harus punya uang untuk itu.

Dia kabur dari sana. Tak akan punya banyak uang.

Dia bisa saja diam-diam menyembunyikan kekayaan di Korea.

Kenapa dia sembunyikan uang di sini?

Masih banyak negara yang lebih aman.

Berikanlah aku izin untuk mulai operasinya.

Aku akan ungkap kebenarannya.

Sebaiknya kau tak gunakan uang negara.

Untuk tiap pengeluaran sepuluh won, gajimu berkurang 100.000 won. Paham?

- Pak Tae! - Cukup!

Lebih baik kau bantu tim penanggulangan yakuza.

Seorang yakuza membuat rotinya sendiri dengan tusukan pisau kemarin…

Bukan. Dia menusuk roti dengan pisau…

Sial. Aku berbelit mengucapkannya.

Keluar kau!

Namun, dia mafia.

Seperti film The Godfather.

Hei.

BANK SHINKWANG 1.198.345 WON

Ini sudah cukup.

Tunggu, Vincenzo Cassano.

Misi ini kulakukan dengan uang pribadiku.

TOTAL

BUNGA PINJAMAN

SALDO TERSISA

Tak apa.

Ya, aku pasti bisa.

O sole mio

SALDO TERSISA

Kau membuat pengakuan demi korban Farmasi Babel waktu itu.

- Apa benar semua itu bohong? - Ya, maaf.

Kenapa kau berbohong?

- Sudah kuberi tahu kau akan menyesal - Maafkan aku.

suatu hari nanti.

Aku merasa bersalah.

- Kau menjual nuranimu demi uang - Ada pesan untuk korban?

dan melukai keluarga mendiang.

Maafkan sudah membuat keributan.

Aku minta maaf kepada semua orang. Maaf.

Kau sedang apa?

Membereskan dokumen tuntutan Farmasi Babel.

Kita sudah pasti kalah.

Kenapa begitu?

- Kita harus lihat… - Sampai akhir?

- Namun, semua sudah berakhir. - Masih ada harapan.

Selalu ada perubahan dalam sidang.

Itu penyebab kita selalu kalah.

Mungkin kali ini tidak.

- Dewa, tolong kami. - Dewa!

Sial kau…

Masih mau mempermainkan kami?

Aku mau minta tolong.

Perlihatkan aku semua informasi tentang Konstruksi Babel.

Kenapa?

Jadi, kau…

mau mempelajarinya agar bisa menang?

Yang benar saja.

Kau masih mau berakting?

Ya.

Aku akan mengagetkanmu dan semua penyewa dengan aktingku ini.

Pergi dari sini.

Orang yang membantu pihak yang kalah berperang bukan musuh, tetapi…

Sekutu, ya?

Sial kau…

Sekutu itu…

Pak Hong.

Kadang kala, kau harus percaya dahulu agar bisa memastikannya.

Jika kau mau menang,

jangan curigai aku. Beri aku kesempatan.

- Pak Nam. - Ya.

Semua dokumen Konstruksi Babel…

- boleh kau berikan padanya. - Baik.

FARMASI BABEL

Sudah dua hari berlalu. Kenapa baru bilang?

Lihatlah Nona Hong. Dia sangat kesal!

Maafkan kami.

Astaga, yang benar saja.

Aku sudah suruh kau untuk mengawasi semua peneliti yang baru.

Aku tak mau mereka mengeluh,

jadi, kusuruh mereka tinggal di vila direktur.

Jika peneliti yang kabur…

membeberkan semua, kita akan kalah di kasus ini.

Itu juga akhir dari obat baru kalian!

Maafkan aku.

Kau sudah lapor ke atasanmu?

Belum kulaporkan.

Jagalah tetap begitu.

Jangan beri tahu mereka.

- Jangan pernah! - Baik.

Ini membuatku gila.

Bagaimanapun kita menutupinya,

semua berakhir jika ada informan dari dalam.

- Jika peneliti itu menemui ayahmu… - Hei!

Aku sengaja tak katakan itu karena takut itu terjadi.

Maaf, Cha-young.

Tak apa jika dia ke polisi, jaksa, atau pers.

Asalkan jangan ke ayahku.

Sampai sekarang belum ada kabar. Artinya, dia tak ke sana.

Benar. Jika pintar,

dia tak akan temui pengacara tak becus.

Siapa dia?

- Direktur Grup Babel, Jang Han-seo. - Apa?

Halo, Pak.

Siapa kau?

Aku pengacara kasus kesalahan uji klinis Farmasi Babel,

Hong Cha-young, dari Firma Hukum Wusang.

Ya. Aku sudah dengar. Dia yang pinjam vilaku?

Benar. Karena itu tempat teraman.

Tak masalah. Aku jarang ke sana. Katakan jika perlu hal lain,

dan bereskan dengan cepat. Aku tak suka berlama-lama.

Baik.

Dia memang direktur. Namun, kenapa meremehkan kita di pertemuan pertama?

Dia juga masih muda. Dasar…

Semua yang kaya dan berkuasa

bisa begitu sekalipun lebih muda daripadaku.

- Begitu, ya. - Tunggu.

Berkatmu, suasana hatiku memburuk.

Aku mau pulang.

Kenapa mau langsung pulang?

Mau makan steik? Kemarin aku baru digaji.

Tidak, terima kasih. Aku harus ke suatu tempat.

Dia selalu pergi tanpa aku.

Cha-young! Mobilmu di sana!

Di arah sebaliknya!

PENGACARA HONG YU-CHAN

FARMASI BABEL DIGUGAT SETELAH OBJEK UJI COBA TEWAS

Pak Nam.

Boleh aku lihat informasi tentang gugatan kepada Farmasi Babel?

- Kenapa kau… - Ada hanya penasaran.

Soal itu…

kau harus dapat izin Pak Hong.

Berikan saja.

Beri semua tanpa ada yang kurang.

Baik, Pak.

Ini yang harus kau pelajari.

Tindakanmu kepada Pak Lee Nam-su tepat.

Kerjamu bagus.

Kami cepat sepakat karena dia mudah paham.

- Siapa selanjutnya? - Sampai sini saja.

Dia bilang ini akan diteruskan oleh Jaksa Seo U-yeong.

Jaksa Seo U-yeong?

Pak Seo.

Keponakanmu itu tak ahli di bidang ini.

Karena itu, dia harus dilatih.

Selain itu, ada yang harus segera kau lakukan.

Tahu skandal kepala bagian Kim Won-u, bukan?

Tolong bereskan itu, ya.

Tentang itu, sudah ada pengakuan dari wanita yang dilecehkan Pak Kim,

juga pengakuan dari wanita yang ada di lokasi,

bahkan ada rekaman video dari vila. Bukankah buktinya sudah terlalu jelas?

Karena itu, cobalah tutupi itu semua agar terkesan tak terlalu parah.

Ini bukan hanya masalah pribadi Pak Kim.

Ini menyangkut kehormatan kantor kejaksaan kita.

Pak, biar kutuangkan minum.

Dasar sialan.

FIRMA HUKUM JIPURAGI

Berapa kali aku ke sini hari ini?

Namun, bagaimana aku harus memanggilnya?

Cha-young, kau pasti bisa.

Ayo berjuang.

PENGACARA HONG YU-CHAN

Tidurnya sangat nyenyak.

Sepertinya tak terjadi apa-apa.

FARMASI BABEL

Kau sedang apa?

Kenapa kemari lagi?

- Jawab pertanyaannya. - Apa dompetku ketinggalan?

Dompetku hilang.

Tak ada di sini.

Aku merapikan kantor hari ini.

Lantas, ada di mana?

Yang jelas tak ada di sini.

Kenapa dia membaca ini?

Dia mau membacanya.

"Kenali musuh untuk mengalahkannya."

Apa?

Grup Babel…

Bolehkah aku mengumpat dalam bahasa Korea sebentar?

Lakukan sepuasmu.

Sungguh perusahaan keparat.

"Keparat"?

Mereka lakukan kejahatan yang dilakukan mafia dan yakuza.

Itu bukan rahasia lagi.

Namun, beberapa pengacara membantu mereka tak tertangkap.

Pak "Vincenzo Quassano."

Kenapa melakukan ini?

Karena mereka keterlaluan.

Mereka bisa disebut Mafia Babel.

Begitu juga Firma Hukum Wusang yang merupakan partnernya.

Ya. Firma Hukum Wusang

adalah parasit yang menumpang di Grup Babel.

Benar.

Para keparat itu harus diberi pelajaran.

"Pelajaran." Aku suka mendengarnya.

Mereka harus diberi pelajaran.

Kalian berdua cocok sekali.

Mau aku buatkan siaran video daring?

Sebutlah "Hong-Vin TV," atau "Hong-Qua TV."

Itu terdengar keren.

Pak, aku pamit.

Baik. Silakan bawa yang kau butuhkan.

- Tak ada lagi? - Ada di sini. Banyak.

Tak perlu. Cukup ini saja.

Vincenzo, dasimu miring.

Ya. Terima kasih.

- Sampai nanti. - Terima kasih.

Lihat dirinya.

Rupanya ini rencana lainmu?

Kau mau memprovokasi ayahku agar terus melawan Babel,

lalu mengambil keuntungan dari ini semua.

Ya, bukan?

Aku mau makan. Kau pergi saja.

Sayang sekali. Bahan makanan kami sudah habis.

Jadi, restorannya sudah tutup.

Di sebelah sana ada Bar Kudapan Yeongho.

Tteokbokki mereka yang terenak di sini.

BUKA

TUTUP

BAR KUDAPAN YEONGHO

Selamat datang.

Aku tak mau jual makanan kepadamu.

- Aku mau makan. - Aku tak mau menjualnya.

Juallah kepadaku.

Siapa yang menyuruhmu duduk?

Kau tak mau makan?

Duduklah.

- Mau makan apa? - Kau mau apa?

Tteokbokki.

Tepung kue beras, gochujang tradisional, dan sedikit…

- Tteokbokki dua. - Ya.

Seleramu mendasar sekali.

"Mendasar"?

Kau tahu kata "keparat", tetapi tak tahu "mendasar"?

Artinya, seleramu biasa saja.

Biar aku perjelas lagi.

Ini persiapanku melawan mereka, bukan untuk memprovokasi ayahmu.

Lawanmu menggunakan tank lapis baja.

Apa gunanya hanya persiapkan 200 batu kecil?

Kau pikir aku hanya punya itu?

Ya. Senjata dari orang lemah yang kehabisan cara

biasanya hanya batu kecil atau sundulan.

Rupanya masih ada sundulan.

Kembalilah ke Italia dan lawan yang biasa kau lawan.

Kau tak cocok berada di sini.

Apa yang tak cocok?

Di Italia, hanya mafia yang melakukan kejahatan, bukan?

Namun di Korea, semuanya adalah mafia dan kartel.

Majelis Nasional, jaksa, polisi, kantor publik, dan perusahaan.

Semuanya.

Siapa pun lawanmu, kau

pasti akan kesusahan dan tersiksa.

Kenapa?

Karena ini Korea.

- Terima kasih sarannya. - Makanan siap.

Bisa minta segelas air dingin?

Kau bisa ambil sendiri.

Ada dispensernya di situ.

Terima kasih.

- Selamat makan. - Terima ka…

Kebahagiaan itu tidaklah jauh.

- Kau menyukainya? - Ya!

Aku pulang. Aku lapar.

Ada apa dengan Ibu?

Kenapa?

Ibu sudah bilang jangan merokok.

Aku tak merokok, hanya berdiri di samping perokok.

Akan ibu pukul lebih keras jika kau berbohong.

- Satu, dua. - Astaga. Kenapa memukuli anak sendiri?

Bersiaplah jika tak mau mati.

- Astaga. Ibu, sakit. - Satu, dua.

- Satu, dua. - Sakit!

Kemari kau!

Dia lihai bela diri?

Astaga.

Astaga.

Kalian menyuruhku menutupi kesalahan orang lain agar diumpat seluruh Korea?

Berangkat.

Aku akan hancurkan kalian, dasar bedebah.

Halo yang di sana!

Aku tak akan berbasa-basi.

Bu Choi. Bukan, maksudku Myung-hee.

Hei.

Sertailah firma hukumku. Ya?

Dasar berandal. Jelaskanlah maksudmu.

Ada desas-desus

bahwa Pak Hwang dan Pak Seo ingin membuat semacam kartel

di Kantor Kejaksaan Namdongbu.

Bahkan tak bisa dimasuki oleh Komite Reformasi.

Menurutmu, kau akan diizinkan masuk? Mustahil!

Mereka akan memanfaatkan dan membuangmu seperti hari ini.

Cukup bicaranya!

Minum saja alkoholnya, dan jangan bicara hal aneh.

Aku serius.

Jika kau bekerja denganku,

aku akan biarkan kau menghancurkan kantor Namdongbu.

Kau sudah gila?

Kau tahu aku membantu Grup Babel, bukan?

Mereka terus menopang kami.

Babel hanyalah perusahaan.

Mereka akan masuk ke 20 perusahaan besar di dunia dalam waktu tiga tahun.

Farmasi mereka sudah sangat hebat.

Selain itu, direktur mereka agak gila dan mudah dipengaruhi.

Alasanmu pasti bagus karena terus menutupi perbuatan mereka.

Tentunya.

Semakin membantu mereka,

aku semakin kaya.

Kau bukan main.

Jadi, kau mau kami membersihkan kotoran mereka?

Aku yang akan melakukan sisanya.

Kau hanya perlu lakukan hal yang penting.

Kenapa kau semakin pandai membujuk?

Pilihlah aku seperti kau memilih baju.

Kudengar kau berbelanja baju hanya sepuluh menit saja?

Aku sampai terlena karena mabuk.

Seberapa gila direktur itu?

Ini semua salahku.

Seharusnya kuawasi para peneliti agar tak kabur, tetapi lengah.

Aku akan bertanggung jawab…

Maaf juga soal keterlambatan pembangunan Menara Babel.

Kudengar ada masalah dengan pemilik gedung.

Akan kuselesaikan juga…

Aku janji…

akan lebih teliti mulai sekarang.

Aku tak akan mengecewakanmu lagi.

Beri aku kesempatan sekali lagi.

Aku akan bekerja lebih baik.

Lihat aku.

Bahannya tak mungkin sudah habis, bukan?

Ya.

Di mana kau belajar memasak jika bukan di Italia?

Di Jincheon, Provinsi Chungcheong Utara.

Di Akademi Memasak Cita Rasa Ibu.

"Cita Rasa Ibu"?

Sajikan aku makanan hingga aku bisa merasakan cita rasa itu.

Namun, aku bukan ibumu.

Jika tidak, aku akan sebarkan semua kebohonganmu.

- Apa? - Risotto allo zafferano.

Risotto safron.

Baik. Akan kubuatkan.

Ini seperti muntahan bubur bayi…

Bagaimana harus kukatakan? Ya…

yang dicampur dengan anggur dan kaldu.

Kau ahli memasak makanan buruk.

Jika kau lihat ini…

- Pak. - Ya?

Kau harus ke suatu tempat denganku.

Ke mana?

KONSTRUKSI BABEL

Mereka enggan menemui kita tanpa membuat janji.

- Kita coba dahulu. - Apa?

Ada yang bisa kubantu?

Aku mau bertemu Na Deok-jin, ketua tim Investasi dan Pengembangan.

- Kau sudah buat janji? - Belum.

Jika belum, kau tak bisa menemuinya.

SURAT DAKWAAN

Beri tahu dia, ada surat dakwaan terkait pengancaman dan penculikan.

Kapan kau mendapatkannya?

Astaga, yang benar saja.

Biar aku baca surat dakwaannya.

SURAT DAKWAAN

KASUS PENGANCAMAN DAN USAHA PENCULIKAN

Tak ada isinya.

Aku berbohong agar bisa bertemu denganmu.

Kalian sudah terima uangnya, tetapi kenapa?

- Kenapa mengusikku? - Apa maksudmu?

Kami mau meluruskan ini semua.

Kalau begitu, tuntutlah kami.

Terserah mau melakukan apa.

Pergilah ke Rumah Biru dan berdemo.

- Aku tak peduli. - Tidak.

Aku mau gunakan cara yang sama denganmu.

Akan kuculik keluargamu,

lalu minta surat pembatalan penjualan.

Kau penggemar berat film The Godfather?

Mentang-mentang kau dari Italia,

kau mau berlagak menjadi mafia?

Syukurlah kau bertanya.

Jika kita berada di Italia sekarang,

kau pasti sudah jadi kompos di kebun anggur.

Lalu anggur murahan itu akan dijual dengan beli satu gratis satu.

Aku datang untuk beri peringatan, bukan bernegosiasi.

Sekarang kami tak akan diam saja.

Baiklah.

Sepertinya begitu cara kerjamu di Italia.

Kadang kala.

Perkataanmu tadi sangat keren.

"Kompos kebun anggur. Beli satu gratis satu."

"Hei.

Kau beli dua gratis satu."

Suatu saat aku harus pakai kalimat itu.

Ayo. Kutraktir makanan yang beli satu gratis satu.

SURAT PENGUNDURAN DIRI

Apa ada yang merekrutmu?

Wusang? Wintis?

- Ko dan Gu? - Tidak.

Aku hanya mau istirahat.

Jangan berpura-pura.

Apa alasanmu berhenti?

Aku hanya…

sudah muak menjadi anjing pemburu.

Perkataanmu keterlaluan, Bu Choi!

Namun, sayang sekali.

Ke mana pun pergi, kau akan tetap menjadi anjing pemburu yang diikat.

Mungkin saja begitu.

Namun…

talinya akan lebih panjang

dan makanannya enak.

Aku pamit.

Kenapa pergi begitu saja?

Bu Choi! Hei!

JAKSA CHOI MYUNG-HEE

Jaksa atau bukan, aku akan hancurkan kalian sebelum pergi.

Kenapa ada rapat?

Selamat siang.

Silakan ke sini.

Kantormu mewah sekali.

Dia Jaksa Choi Myung-hee, bukan?

Silakan duduk.

Maaf karena mengumpulkan kalian tiba-tiba.

Kita kedatangan orang penting.

Kalian kenal dia, bukan? Jaksa Choi Myung-hee.

Mulai hari ini,

dia akan menjadi pengacara senior di Wusang.

Dia akan segera mewakili kita atas namaku.

Kalian harus menyambutnya.

Mulai sekarang, Wusang akan menjadi yang terhebat.

Berilah sambutan.

Ada dua hal. Pertama,

orang yang sering berhasil di hal kecil, pasti jadi pemenang di hal besar.

Kedua, kumohon…

jangan berusaha keras jika tak dihargai. Selesai.

Kenapa tak bertepuk tangan?

Dia tegas sekali sejak awal.

Apa masuk akal baru masuk langsung menjadi perwakilan Wusang?

Padahal dia anak baru.

Namun, dia jaksa terbaik di sana.

Yang pantas mewakili Wusang sudah pasti Nona Hong.

Dia yang terbaik di Wusang.

Itu bukan hiburan atau ejekan. Apa itu?

Tak mungkin aku mengejekmu.

Kami marah karena perlakuan tak adil.

Aku bisa melihat sedikit senyuman dari wajah kalian.

Dia peka sekali.

Bagaimana dia tahu kita tersenyum?

Aku sudah duga sejak dia berikan bonus kecil.

Sialan.

Aktingmu bagus,

tetapi penjiwaannya kurang.

Kau lebih seperti orang sakit, alih-alih zombi.

Kalau hanya begitu aku juga bisa.

Begini.

Dia hebat. Aku juga bisa.

Aku zombi cantik.

- Astaga, kau seram. - Pergilah.

- Mana ada zombi yang kaku begitu? - Coba lagi, Larry.

Harusnya begini.

Itu dia.

Bukan begitu, lebih berusaha. Punggungmu harus lebih lagi.

Itu dia.

- Astaga. - Tunggu.

Kalian terdengar seperti akan buang reak.

Kalian sedang apa?

Aku terpilih untuk melatih para zombi

di film Train to Ulsan Seri Dua. Jadi, aku sedang berlatih.

Kami membantunya.

Rupanya begitu. Zombi.

Ya.

Teruslah bekerja keras.

Ayo pergi.

Baik.

Sial.

- Memalukan. - Habislah aku.

Vincenzo melihatku dengan dingin.

Dia pasti telah melihat cita rasa estetikaku.

Bagaimana ini?

Aku harus bagaimana?

Hubungi kami jika perlu pemeran zombi lagi.

Aku akan berusaha.

Aku juga. Serius.

- Tak bisa. - Kumohon.

Jangan. Aku harus minta izin mereka.

Biasanya Konstruksi Babel

selalu mulai pembangunan dalam sepekan setelah membelinya.

Ya. Selalu begitu.

Mereka menakuti penghuni yang masih ada

dengan menghancurkan sebagian gedungnya.

Ini memang ilegal, tetapi Wusang membantu mereka.

Bukankah ada hukum perlindungan penyewa?

Kubaca bahwa mereka harus membayar kompensasi besar kepada penyewa,

dan menegosiasikan tanggal perobohan dengan petugasnya.

Begitulah yang kubaca.

Kau banyak belajar.

Terlalu banyak hal yang tak masuk akal. Jadi, aku pelajari lagi.

Benar.

Aturan itu ada, tetapi akhirnya tetap diusir dengan kompensasi kecil.

Ada yang luka, juga mati.

Sebentar lagi, mereka pasti akan menggusur kita.

Kita harus bersiap-siap.

Bukankah masalah terbesarnya…

pengusiran ilegal?

Benar.

Satu atau dua hari lagi, mereka akan bergerak,

tetapi tak bisa kita dihentikan.

Astaga.

Ini. Kau mau merokok?

- Tidak. - Lantas, itu…

Kau kuat minum?

Kali pertamamu minum makgeolli?

- Ya. - Begitu, ya.

Ini tak membuatmu terlalu pengar. Jadi, minumlah.

Ayo, langsung dihabiskan.

Ini.

Rasanya enak setelah kuminum dua gelas.

Jika begitu, minumlah yang banyak.

Silakan.

Bersulang.

Aku tak tahu harus menyambutmu ke neraka ini atau tidak.

Aku melawan Babel karena bodoh.

Namun, kau tak begitu.

Apakah…

kau juga menjadi pembela umum?

Tentu. Aku membela seseorang.

Dia sangat menyedihkan.

Dia terkena tuduhan palsu pembunuhan.

Namun, dia menerima semua hukumannya,

juga kenyataan bahwa dia terkena kanker pankreas.

Kenapa…

dia menerima semua begitu saja?

Dia merasa ini hukumannya karena sudah membuang putranya dahulu.

Katanya hidup tersiksa pun masih kurang.

Ada orang yang rela dihukum padahal tak berdosa.

Ada juga orang yang sangat berdosa, tetapi hidup tanpa rasa bersalah.

Selalu begitu.

Orang baik dan tak berdaya selalu jadi korban.

Mungkin kau tak akan paham.

Dalam dua hari ini…

aku sungguh merasakan

bagaimana menjadi tak berdaya.

Aku tak bisa apa-apa.

Jadi, aku merasa marah.

Mereka yang sungguh tak berdaya merasa putus asa dan marah

hingga ajal menjemputnya.

Aku punya pertanyaan.

Apa kisah di balik penamaan firma hukummu?

Pekerjaanku bukan melindungi orang.

Akulah peluang terakhir mereka.

Saat seseorang sudah tak punya apa pun,

aku ingin mereka masih bisa mengandalkanku

sebagai peluang terakhir mereka.

Sebentar.

Halo? Aku Hong Yu-chan.

Halo? Silakan bicara.

Halo?

PENGACARA HONG YU-CHAN

Apakah telepon iseng?

Kudengar ini cara menuangkannya di Korea.

Sepertinya hari ini kau tak berakting,

atau aku sudah tertipu?

- Bersulang. - Ya.

Hei. Putar badanmu begini.

Baik.

Hei. Jangan sampai belakang.

Setengah saja.

Farmasi Babel hampir menang.

Nona Hong tinggal bereskan kasusnya.

Masalahnya Konstruksi Babel.

Kita harus robohkan satu plaza di Geumga-don.

Bersiaplah.

Kenapa harus bersiap?

Cara mereka agak lihai.

Karena ilegal jika dihancurkan begitu saja,

jadi, kita bawa alat berat untuk rapikan sekitar,

lalu tak sengaja hancurkan sebagian gedung.

Penyewa akan kabur karena takut,

dan Babel bersikeras itu tak disengaja.

Gedung jadi kosong setelah beberapa hari.

Legal atau tidak, kita akan membereskannya

karena mereka memercayai kita.

Kalian lebih hebat daripada jaksa saat menakuti orang.

Dasar para bajingan.

Dia memang sering berkata begitu.

Selanjutnya…

Astaga.

Ketua Komite Penentang Pembangunan ternyata ayahmu.

Hidup Pak Hong menarik sekali.

Bukankah kita harus prediksi skala kerusakannya lebih dahulu?

Sepertinya akan lebih kecil dari pembangunan ulang Yucheon-dong.

Namun, waktu itu ada empat orang yang meninggal.

Angka itu kecil.

Dua belas orang meninggal saat pembangunan di Yonghu-dong.

Sudahlah. Mereka akan keluar dengan kakinya sendiri.

Benar juga. Jangan lupa suruh ayahmu keluar.

Mari lanjutkan.

Kudengar gedungnya akan dihancurkan.

Mereka kejam sekali. Masih ada orang…

Itu tak kejam!

Hal buruk tak akan terjadi jika mereka keluar sendiri.

Ada apa dengan mereka? Kenapa begitu bebal?

Karena tak bisa semudah itu.

Pengacara merekalah yang paling bebal.

Jika dia pengacara, harusnya buat keputusan dengan kepala dingin.

Ya, Pak Hong.

Kepalamu pasti pusing sekali, bukan?

Kepalaku seperti mau pecah.

Benar. Ternyata pengarnya parah.

Ke sinilah untuk hilangkan pengar.

Aku akan kirim alamat rumahku.

Namun…

Silakan masuk.

Rumahku berantakan.

Duduklah. Sebentar lagi supnya matang.

Tak ada apa-apa di sini.

Baiklah.

Pak Hong, kau punya putri lagi?

Apa? Tidak.

Itu Cha-young.

Apa?

Rupanya begitu.

Ya, Pak.

Kudengar persiapan perobohannya hampir selesai.

Ya. Besok persiapan kami juga akan selesai.

Ya, Pak.

Tak perlu sungkan.

Ini memang pekerjaan kami.

Sepertinya mereka akan ke sana pukul 23.00 besok.

Baik, Pak. Terima kasih.

Cha-young!

- Apa lagi? - Mereka…

Ada apa lagi?

Pukul 23.00 besok.

Itu waktunya gedung akan dihancurkan.

Aku dengar pembicaraan Pak Han dan direktur kurang ajar itu.

Mereka sudah siap, dan akan dihancurkan besok.

Apa?

Bagaimana? Kau sudah mendingan, bukan?

- Benar? - Ya.

Aku memang pandai memasak…

Angkatlah telepon!

Aku telepon lebih dari 30 kali.

Berisik sekali.

Kenapa datang ke sini?

Kenapa ini masih ada di sini?

Katanya akan didonasikan?

Makanlah selagi kau di sini.

Ada masalah besar!

- Bukan saatnya makan dengan tenang. - Ada apa?

Ya, aku Hong Yu-chan.

Teleponku malah tak diangkat.

- Kenapa diabaikan? - Ya?

Ya. Sebentar. Baik.

Ya.

Aku ingin beri tahu yang sebenarnya tentang percobaan obat waktu itu.

Benar ada masalah, bukan?

Ya. Aku tak bisa katakan di telepon.

Aku mau segera bertemu.

Baik.

Ya.

Baiklah.

Aku akan segera ke sana. Ya.

Konstruksi Babel akan…

Ini mendesak. Katakan saja kepada Vincenzo.

Ayah! Pak Hong!

Ada apa?

Gedung akan dihancurkan pukul 23.00 besok.

Semua orang harus mengungsi.

Mereka memang bilang akan hancurkan bagian yang tak ada orang.

Namun, kita tak pernah tahu.

Kita memang baru bertemu tiga hari.

Namun, ini kali pertamamu tampak cemas.

Aku hanya mencemaskan diriku.

Tak ada baiknya bagiku

jika ayahku menjadi korban di sana.

Pikirkanlah. Apa pemikiran rekan-rekan kerjaku?

Baiklah.

Kenapa rumah ini seperti tempat kejadian perkara?

Astaga. Sudah selesai, bukan?

Yang benar saja.

Aku sudah bilang jangan tumpuk cucian piring.

MOTEL

Salam kenal, Pak Yu Min-chul.

Gedung akan dihancurkan pukul 23.00 besok.

Semua orang harus mengungsi.

Bagaimana cara menghentikannya?

Bagaimana?

Apa?

Malam ini?

Ya. Pukul 23.00 malam ini.

Kenapa baru bilang sekarang?

- Kau bukan main. - Jika mereka masuk,

sebenarnya aku bisa membanting mereka ke lantai.

Karena sangat lihai bela diri,

aku takut ada yang mati karena itu.

Omonganmu tak masuk akal.

Kita harus kabur. Mau mati karena tertimpa?

Astaga. Dasar Babel berengsek.

Mereka semua harus hancur!

Apa ada jalan keluar?

Sekarang Pak Hong sedang sibuk…

Sibuk apa?

Cepat beri tahu!

Aku tak lihat dia seharian.

Namun, di sini ada rumah dan toko kita.

Jika kabur, kita akan kehilangan semuanya.

Benar. Padahal aku baru beli semua alat masak.

Aku juga.

Aku meminjam uang untuk beli piano baru dua bulan lalu.

Mamma mia.

Pak Cassano.

Katakanlah sesuatu.

Astaga. Orang itu.

Kau sedang apa?

Sudahlah. Ayo bereskan barang kita.

Aku akan berprotes di luar sambil menghalangi mereka.

Sebenarnya kau sedang apa?

Pak, ini bukan saatnya kau menyukai foto-foto daring.

- Apa? - Dia suka foto apa?

Berikanlah solusinya!

KECOCOKAN FOTO VINCENZO CASSANO PENCARIAN PADA 13:11

Ada orang di sini?

Tunggu.

Siapa mengunci pintu?

Hei. Buka pintunya.

99,99% COCOK

Vincenzo Cassano…

Vincenzo Cassano.

O sole mio

- Kemas semua! - Astaga!

Hei…

Apa benar begitu?

Ya.

Aku meneleponmu kemarin, tetapi tak kau angkat.

Ya, kemarin ada hal mendesak.

Pukul berapa sekarang?

Bagaimana ini?

Kita harus bagaimana?

PENGACARA HONG CHA-YOUNG

Ya. Akan kutelepon lagi.

Kenapa semuanya sulit sekali?

Segalanya butuh kerja keras, sangat memusingkan.

Sebagus apa pun sebuah rencana, pasti ada kesalahannya.

Benar. Dan tugas kita adalah menutupi kesalahan itu.

- Kapan aku bertemu Direktur Babel? - Benar.

Dua hari lagi.

Dia berharap besar pada dirimu.

Aku harus bertemu agar tahu seberapa gila dia.

Pak!

Kenapa? Ada apa?

Ada hal mendesak.

Apa itu?

Aku dari kantor pusat Babel, dan dapat berita.

Salah seorang peneliti obat yang dikarantina…

telah melarikan diri.

Apa?

Berengsek.

Ada bom yang akan meledak.

- Aku pamit. - Ya.

Kau tak ke sana?

Tak ada yang berubah jika aku ke sana.

Ayah di mana?

Kenapa masih di sana?

Jangan khawatir. Aku tak akan mati.

Jangan bicara begitu. Keluarlah.

Aku akan matikan ponsel lagi. Kau berisik.

Ayah? Ayah!

Yang benar saja!

Cha-young, tunggu!

Terima kasih.

Rasanya aku hampir mati.

- Ya, Pak. - Hei!

Kau di mana?

Maaf, Pak. Aku sibuk sekarang.

Kemari.

Baik.

Bagus.

Bos. Semua sudah siap.

Baik! Maju!

- Ya! - Ya!

Astaga.

Yang benar saja.

Apa ini?

PESTA ANGGUR TRADISIONAL SISILIA UNTUK PARA PEMUDA KEREN

Ada apa ini?

- Apa itu? - Pesta?

Kita di Pesta Anggur Tradisional Sisilia untuk Para Pemuda Keren.

Akhirnya aku di sini.

Pastikan berlangganan, dan sukai videoku.

- Bersulang! - Bersulang!

Bersulang!

- Pak Nam. - Pak.

Bapak ini bilang pestanya sangat bagus.

Dia memujimu.

Halo. Terima kasih sudah datang.

- Mari bersulang. - Bagus sekali.

Pestanya masih lama. Selamat menikmati.

Tinggalkan saja dia. Ayo pergi.

- Ayo pergi. - Astaga.

Kita tak butuh dia.

Tunggu.

Bagaimana…

jika kita buat pesta malam ini?

VINCENZO_CASANO

OUTSTARGRAM

PESTA ANGGUR SISILIA TRADISIONAL UNTUK PARA PEMUDA KEREN

Permisi sebentar, Pak.

Halo, Pak.

Dia pemilik toko tetangga.

Begitu, ya.

Halo. Terima kasih sudah datang.

Spagetinya enak.

- Tolong temani mereka. - Lewat sini.

Kau tahu inti dari gugatan kasus ini?

Narkoba? Kartel besar? Pikirmu ini drama Amerika?

Dasar manusia bodoh.

Ada Vincenzo!

Mereka bukan pebisnis, tetapi monster.

Mereka tak peduli soal nyawa seseorang.

Apa kau tak bisa berhenti menangani kasus Farmasi Babel?

Inilah akhir riwayatmu, Berengsek.

Aku tak bisa menyerah sebelum bertarung.

Kenapa kau begitu gegabah?

Bagiku, kabur bukanlah berarti pengecut.

Ini membahayakan orang lain.

Jangan lakukan hal konyol.

Kau mati jika membuatku dalam masalah.

Terjemahan subtitle oleh Deaz Putri

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.