All language subtitles for Nungambakkam (2020)

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Semua kejadian dan karakter dalam film ini fiktif. Segala kemiripan tidak disengaja.

Salam.

Aku SD Ramesh Selvan, sutradara film ini.

Seluruh film yang aku buat didasarkan rasa kepedulian sosial.

Begitupula Nungambakkam.

Aku membuat film ini tidak ada niat untuk menyakiti perasaan siapapun.

Di depan umum, di depan mata kita..,

saat terjadi kejahatan, kita harus saling menolong.

Atau menghentikannya.

Jika keduanya terasa sulit.

Maka segera laporkan kepada pihak berwajib.

Jika kejahatan terjadi pada seseorang, maka itu juga bisa terjadi pada diri kita.

Jika semua masyarakat peduli, bisa dipastikan bahwa kita semua..,

merasa aman.

Terima kasih. Salam.

SD Ramesh Selvan.

NUNGAMBAKKAM

Mohon perhatian.

Silakan untuk membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan,

demi menjaga kebersihan lingkungan.

Para pengunjung diharapkan untuk menjaga ketertiban stasiun.

Dimohon kerjasamanya.

Silakan untuk membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan.

Para pengunjung diharapkan untuk menjaga ketertiban stasiun.

Dimohon kerjasamanya.

Salam. Berita pagi ini.

Dalam kasus pembunuhan insinyur IT, Sumathi.

Polisi mencoba menangkap tersangka, Rajkumar.

Namun, tersangka memotong lehernya dengan pisau.

Lehernya mendapat 15 jahitan.

Berikut keterangan dari kepala dokter pemerintah.

Kami telah menjahit luka di leher Rajkumar.

Karena ototnya terpotong..,

dibutuhkan setidaknya 2 hari baginya untuk bisa berbicara lagi.

Pak, kami baru saja menjahitnya.

Haruskah saya.../ - Tak apa-apa, dokter.

Cepat bawa dia.

Baik pak.

Tutup wajahnya.

Apa dia melakukan kejahatan besar?

Beri jalan! Beri Jalan!

Polisi mengambil anakku.

Dorong.

Kemana mereka membawanya?

Pak/ - Urus orang tuanya.

Suruh mereka menjauh/ - Anakku.

Pak! Pak! Aku sangat sedih.

Kembalikan.

Rajkumar...

Rajkumar...

Rajkumar...

Mereka mengambil anakku!

Dalam profesi polisi.

Ada beberapa kasus penting.

Namun bagi semua polisi Tamil Nadu..,

ini adalah kasus yang sangat penting.

Karena waktu pembunuhan, tempat pembunuhan..,

dan cara pembunuhan itu dilakukan.

Hati-hati/ - Ya, Ayah.

Sudah bawa ponselmu?/ - Sudah.

Ayah, aku pergi dulu. Dah.

Ada ada?/ - Ada seorang gadis terbunuh.

Dimana?/ - Di Nungambakkam!

Pak, ada pembunuhan di stasiun kereta Nungambakkam.

Itu wilayah polisi stasiun.

Bukan wilayah kami.

Pak, polisi stasiun hanya menonton saja.

Benarkah?

Dimana tepatnya pembunuhan itu?

Di stasiun kereta api peron dua pembunuhan itu terjadi.

Kalau disebah kiri berada di wilayah kami.

Kalau sebelah kanan itu wilayah polisi Nungambakkam.

Segera hubungi mereka.

Salam. Berita utama.

Pagi ini, di stasiun kereta Nungambakkam.

Sumathi, seorang karyawan IT, dibunuh oleh orang tak dikenal.

Kasihan!

Seseorang telah membunuh wanita ini dengan keji.

Dia telah membunuhnya. Putri siapa ini?

Kita tidak bisa menyelamatkannya.

Lihat, pak. Kalian semua lihat.

Kita harus bagaimana?

Ya Tuhan!

Tolong beri jalan!

Beri jalan! Beri jalan!

Kalian semua, minggir!

Jangan mengambil foto/ - Pergi! Pergi!

Minggir, Madam.

Kenapa pak?/ - Pergi pergi.

Pergi! pergi!

Kau dimana?

Pak, ada pembunuhan di stasiun Nungambakkam.

Aku menuju ke sana.

Itu berada di wilayah polisi Choolaimedu.

Mengapa kau ke sana?

Pak, kami sudah terlambat.

Kami harus mengamankan bukti dan mengontrol TKP.

Demi citra polisi.

Kirim saja SI dan kau datang ke kantorku.

Baik, pak.

Satish/ - Ya.

ACP memintaku untuk datang.

Tolong kau urus.

Aku akan meneleponmu nanti/ - Baik pak.

Kalian belum menutup jenazahnya?

SP akan datang. Kami menunggunya.

Sumathi...

Sumathi...

Keji sekali.

Sumathi/ - Sumathi

Sayangku...

Sumathi...

Jika kau pergi, aku menderita.

Sumathi...

Sumathi...

Apa yang terjadi Satish? Apa yang terjadi disana?

Aku tak bisa berbuat banyak.

Mereka bilang SP mau datang.

Mereka belum menutup jenazahnya.

Apa maksudmu, Satish?

Kita harus melindungi martabat seseorang, bahkan ketika sudah mati.

Katakan itu pada mereka/ - Baik pak.

SP sedang dalam perjalanan.

Beri jalan.

Minggir! Minggir!

Kapan kejadiannya?/ - Antara pukul 06:36 sampai 06:40.

Pergi! Pergi!

Tolong kondisikan semua orang.

Suruh mereka pergi.

Jangan ditonton. Tolong pergi!

Dia ayah korban.

Jam berapa putrimu bekerja?

Jam 06:30 pak.

Apa kau mengantarnya?

Aku mengantarnya setiap hari.

Dimana dia bekerja?

Acharapakkam, pak.

Kau melihat pembunuhnya?/ - Iya pak.

Seperti apa dia?/ - Dia kurus.

Dia memakai celana berwarna hitam.

Dan memakai kemeja kotak-kotak.

Dia menyeberang dari sana.

Kemudian membunuh gadis itu dengan satu tebasan.

Setelah itu dia pergi.

Kemudian dia kembali lagi dan mengambil ponselnya.

Lalu dia pergi.

Apa ada lagi?

Pikirkan dengan baik.

Dia membawa tas di punggungnya.

Dia membawa tas.

Tas seperti apa?

Aku rasa warnanya hitam.

Kemana dia pergi?

Dia datang dari sini dan pergi ke arah sana.

Periksa CCTV di daerah itu.

Karena pembunuhannya terjadi pada siang hari.

Hal itu membuat masyarakat Chennai menjadi ketakutan.

Laporan khusus hari ini.

Pagi ini sekitar pukul 06:30, di stasiun Nungambakkam.

Sumathi dibunuh oleh orang tak dikenal.

Korban ditebas dan meninggal di tempat.

Insiden ini terjadi di area pusat Chennai, Nungambakkam.

Pagi ini sekitar pukul 06:36..,

di stasiun kereta Nungambakkam.

Seorang gadis dibunuh secara misterius.

Korban ditebas hingga tewas.

Kasus ini ditangani polisi stasiun dan sedang dilakukan penyelidikan.

Ketika aku melihatnya, dia sudah mati.

Di stasiun kereta Nungambakkam, seorang gadis dibunuh dengan kejam.

Polisi stasiun tidak berbuat apa-apa selama 3 jam.

Aku prihatin melihatnya.

Apa kalian semua manusia?

Seorang gadis telah dibunuh dan kalian hanya menontonnya?

Orang yang menonton lebih kejam dari pembunuh.

Jika itu saudara perempuan mu, apa kau akan menontonnya juga?

Menonton sudah menjadi pekerjaan kalian.

Bahkan jika binatang terluka.

Pasti ada orang yang datang membantu.

Tapi ketika seseorang terluka.

Orang-orang hanya berdiri dan menonton saja.

Di siang hari, saat ada seorang wanita terbunuh.

Publik hanya diam dan menonton.

Bahkan polisi berdebat.

Apa itu masuk wilayah mereka atau bukan.

Sejak ada WhatsApp dan Facebook. Bangsa ini seperti anjing.

Mereka mengirim foto dan meminta "like"!

Bagaimana mau maju?

Semua orang mengambil foto dan meminta "like"!

Mengapa tak mengambil foto pembunuh?

Itu bisa membantu polisi.

Katanya polisi itu teman.

Jika kami menangkap pelakunya, apa itu disebut teman?

Teman macam apa?

Di stasiun ada seseorang membunuh wanita lalu pergi.

Polisi diminta datang.

Dan mereka ribut masalah wilayah.

Aku polisi, kau juga polisi.

Orang yang masuk ke mobil Audi, tidak memanggil ambulans.

Ketika ada orang terluka, dia menelepon 108.

Apa dia saja yang mau hidup? Bagaimana dengan orang lain?

Miris sekali melihatnya.

Jika kami bilang ada bom di stasiun kereta.

Apakah polisi akan datang?

Gadis itu telah dibunuh.

Apa perlu waktu 3 jam untuk bertindak?

Bahkan mereka datang karena berita.

Mau kemana negara ini?

Selama 3,5 jam terakhir.

Jasad gadis itu diawasi oleh polisi dan masyarakat.

Setelah proses otopsi selesai.

Jasad Sumathi akan diserahkan kepada pihak keluarga.

Kerumunan terjadi sepanjang hari..,

karena kasus pembunuhan karyawati IT, Sumathi.

Foto tersangka pembunuhan..,

telah disebar luaskan oleh polisi.

Siapa namamu?/ - Bashir, pak.

Bagaimana kau kenal Sumathi?/ - Aku teman kantornya.

Apa Sumathi jatuh cinta pada seseorang?

Apa kau tahu sesuatu?

Aku tak tahu/ - Dari siapa kau tahu bahwa Sumathi sudah meninggal?

Dari temanku.

Teman. Namanya?/ - Indu.

Berapa lama kau mengenal Sumathi?

Sekitar 7 tahun.

Kami bekerja di kantor yang sama.

Kalian naik kereta bersama?

Ya pak/ - Kenapa hari itu dia sendirian?

Hari itu aku ada acara di rumah.

Aku sudah memberitahu Sumathi.

Apa Sumathi mencintai seseorang?

Tidak, pak. Dia bukan gadis seperti itu

Dia berbeda.

Siapa namamu?/ - Shiva.

Sudah berapa lama kau menjadi supir?/ - 4 tahun.

Ada masalah apa kau dengan Shumati?

Dia sedang bertengkar dengan seseorang di telepon.

Aku melihatnya lewat spion.

Lalu dia memarahiku.

Akupun balas memarahinya.

Kemudian dia menelepon kantorku dan mengajukan keluhan.

Setelah itu aku dipecat.

Masa?/ - Iya pak.

Aku akan menanyaimu lagi.

Baik pak/ - Mengerti?

Mengerti pak/ - Kau tak boleh kemana-mana.

Harus siap kapanpun.

Baik pak/ - Sudah.

Pergilah! Jangan lupa cukur rambut/ - Baik pak.

Pengadilan mengutuk Departemen Kepolisian.

Dalam menangani kasus pembunuhan ini.

Sikap santai polisi stasiun dan polisi Tamil Nadu pada saat hari pembunuhan..,

dan penundaan mengenai siapa yang mengajukan FIR dikutuk oleh pengadilan.

Selain itu, lambatnya polisi dalam menangkap pelaku..,

menjadi pertanyaan besar bagi pengadilan.

Setelah dikecam pengadilan.

Hari ini stasiun kereta Nungambakkam..,

dikunjungi oleh komisaris hukum dan ketertiban Chennai DGP guna meninjau lokasi.

Hati-hati menangani kasus ini.

Semua yang terbaik.

Terima kasih pak.

Dalam situasi sulit.

Mereka menyerahkan kasus ini padaku.

Sebelum aku mengambil kasus ini..,

di media sosial ramai oleh berbagai macam ulasan.

Ini merupakan tantangan bagiku.

Pak, aku yang menangani kasus itu atas nama perusahaan kereta api.

Aku sudah membaca semuanya.

Apa ada laporan yang terlewatkan?

Tidak ada pak.

Sepuluh hari yang lalu Sumathi pernah bertengkar dengan supir taksi online.

Aku menemui dia dan bertanya secara menyeluruh.

Tapi dia tidak terlibat.

Keluarga Sumathi membuat petisi kepada Kepala Menteri.

Apa ada tekanan dari pemerintah?

Tidak ada pak.

Dhinakaran, ada seseorang yang telah diwawancarai oleh media.

Apa ada laporan tentangnya?

Pak, seminggu yang lalu ada seorang pria yang pipinya ditampar oleh Sumathi.

Pria itu tidak membalas.

Begitu kata orang yang diwawancarai.

Apa seseorang itu berbohong?

Mungkin agar dirinya terkenal..,

dia memberikan kesaksian seperti itu.

Aku sudah memberikannya peringatan.

Nama?/ - Shankara Subbaratnam.

Apa ada yang mencurigakan?

Ada seseorang yang mengikuti putriku.

Kemudian aku menegur orang itu.

Namun dia masih tetap mengikuti putriku.

Aku curiga dia pelakunya.

Kenapa tak melapor ke polisi?

Putriku sudah dewasa.

Aku takut ada masalah.

Berapa nomor ponselmu?

9700351529.

Jika ada sesuatu, beritahu aku.

Baik pak/ - Sudah.

Sampai jumpa.

Akshayan, berapa lama kau mengenal Sumathi?

Gadis seperti apa dia?

Sumathi adalah pusat perhatian.

Dimana ada dia, pasti ada kebahagiaan.

Kami tak menyangka kejadian ini bisa menimpanya.

Dalam sebuah kejahatan, seseorang bisa merasakan banyak orang terlibat.

Tapi siapa yang harus diikuti dan siapa yang tidak boleh diikuti.

Keberhasilan seorang polisi terletak pada keputusan yang diambilnya.

Jika keputusannya benar.

Besar kemungkinan untuk menang.

Keputusan itu berdasarkan ketulusan hati seorang polisi.

Karena banyaknya indikasi..,

aku menjadi sulit untuk memutuskan.

Sang pembunuh tak ingin menyembunyikan wajahnya.

Tujuannya agar Sumathi tahu siapa yang membunuhnya.

Kasus ini menimbulkan perdebatan banyak orang.

Bukankah itu kasus pencurian?/ - Iya.

Segera selesaikan.

Pak/ - Pak.

Selamat pagi.

Pak/ - Selamat pagi.

Kalian sudah pelajari kasusnya?

Sudah/ - Darimana kita mulai?

Pak, gadis itu sudah bekerja di bank selama setahun.

Aku curiga akar masalahnya dimulai dari sana.

Kurasa tidak.

Pak, sabit yang dia gunakan mirip dengan kasus di Karnataka.

Sabit seperti itu banyak di negara kita.

Pak, teman-teman dan orang tuanya..,

mengatakan bahwa gadis itu tidak memiliki hubungan cinta.

Karena jawaban mereka sama, itu membuatku curiga.

Jika kita bertanya pada Indu dan Bashir dengan benar..,

mungkin kita bisa dapat petunjuk.

Pak, melihat metode pembunuhan.

Aku rasa pembunuhnya adalah orang yang terlatih.

Tidak. Pembunuhan ini bukan karena uang.

Jika tujuannya untuk membunuh, dia pasti menebas lehernya.

Dia membidik dan menebas mulutnya.

Ada hubungan erat antara ini dan kasusnya.

Pak, kurasa itu hanya spontan.

Jika dia menebas hanya sekali, itu wajar.

Namun dia menebasnya berulang kali.

Dia telah merencanakan semua.

Dia pasti mengenal Sumathi.

Pak, sesuai laporan kejahatan dunia maya.

Mereka telah melacak hampir 6 lakh panggilan.

Tak ada satupun yang mencurigakan.

Pak, jika korban dan pelaku saling mengenal..,

mereka pasti pernah bicara lewat telepon.

Mereka tak perlu bicara lewat telepon.

Pak, mereka sering bermain media sosial.

Itu mungkin pemicu pembunuhan ini.

Begitulah isu didunia maya.

Kita jangan terpancing rumor itu.

Pak, darimana kita mulai penyelidikan?

Pasti ada jalan. Kita harus mencari tahu.

Selvam/ - Ya pak.

Tolong periksa rekeman CCTV di daerah Saurashtra Nagar.

Baik pak.

Mari kita lihat, apa kita mendapat petunjuk dari kejahatan dunia maya.

Shakul/ - Ya.

Panggil Indu ke sini.

Pak, Inspektur Shankar dari Nungambakkam ingin menemui Anda.

Soal apa?/ - Soal kasus Sumathi.

Datang saja.

Yuvaraj/ - Hai pak.

Hai.

Pak, aku sudah mendapatkan detail telepon Sumathi.

Semua telepon keluar dan masuk selama satu tahun.

Aku sudah periksa dan lacak hampir 6 lakh panggilan.

Tak ada lagi yang bisa dilacak.

Yuvaraj, kita tidak akan melacak nomor Sumathi.

Kita akan melacak jumlah orang yang membunuh Sumathi.

Aneh sekali, pak.

Kita bahkan tidak tahu siapa pembunuhnya.

Bagaimana kita bisa melacak nomornya?

Mudah, Yuvaraj. Sesuai laporan mu.

Pagi itu ketika Sumathi meninggal.

Pada pukul 06:10 ponselnya telah terhubung ke menara Choolaimedu.

Pukul 06.25 sudah terkoneksi dengan menara Nungambakkam.

Apa aku benar?/ - Ya pak.

Saat itu Sumathi datang dari Choolaimedu ke Nungambakkam.

Pada saat yang sama, dari Choolaimedu ke Nungambakkam,

lihat berapa banyak nomor ponsel yang telah terhubung.

Untuk apa pak?

Pelaku pasti mengikuti Sumathi ke stasiun Nungambakkam.

Dari semua nomor yang terlacak.

Pasti ada nomor pelaku.

Pak, jumlahnya ribuan.

Aku tahu. Lacak saja.

Hanya dua daerah itu saja, kan?

Ya, lacak.

Pak, di waktu tersebut..,

total ada 12.567 nomor telepon terlacak.

Itu banyak sekali.

Pelaku tidak hanya mengikuti pada hari itu saja.

Setidaknya dia mengikuti sekitar 10 harian.

Dari 12.567 nomor terakhir dalam 10 hari.

Periksa berapa banyak nomor yang terhubung ke nomor Sumathi.

Baik pak.

Lacak 10 hari/ Baik pak.

Pak, total ada 73 nomor.

Mungkinkah nomor pelaku ada diantara 73 nomor ini?

Kau hebat pak.

Yuvaraj, beri aku detil dari 73 orang itu.

Baik pak/ Periksa ke-73 orang itu.

Ini pak/ Terima kasih.

Apa kau Thangaraj?/ - Ya, benar.

Sedikit pertanyaan.

9840337943...

Apa itu nomormu?/ - Iya pak.

Coba lihat KTP mu.

Setiap hari antara pukul 6 sampai 7 pagi.

Apa kau melewati Nungambakkam, Choolaimedu?

Rumahku di Kodambakkam dan toko ku di Aminjikarai.

Aku harus melewati Choolaimedu, pak.

Ada apa pak?/ - Tidak ada apa-apa.

Ada apa pak?/ - Apa kau Santosh?

Ya pak/ - Setiap pagi jam 6 sampai 7..,

Setiap hari aku pergi bekerja dengan kereta api.

Ada apa Nyonya?/ - Pak, namaku Indu.

Aku teman Sumathi.

Inspektur menyuruhku datang ke sini.

Apa dia ada?/ - Silakan duduk dulu.

Baik pak.

Pak, gadis ini temannya Sumathi.

Katanya dia diminta datang.

Apa kau Indu?/ - Benar pak.

Aku teman Sumathi/ - Duduk.

Katamu ada pria berkulit gelap mengikuti Sumathi.

Ya pak/ - Ramaswamy...

Bawa dia.

Apa kau pernah melihatnya/ - Tidak.

Dekat kantormu, di stasiun kereta api, dimana pun itu?

Tidak pernah pak.

Lihat baik-baik.

Aku yakin belum pernah melihatnya.

Katamu Sumathi tak punya kekasih.

Setahuku tak ada.

Apa ada yang tahu soal kedatanganmu kesini?

Tak ada pak.

Berikan ponselmu. Berikan!

Aku memberitahu Bashir, pak/ - Kenapa?

Jika salah satu dari kami di panggil polisi..,

dia meminta kami untuk memberitahunya.

Terus?

Jika sudah selesai, dia memintaku untuk meneleponnya begitu aku keluar.

Telepon dia?/ - Iya pak.

Telepon dia. Pakai pengeras suara.

Ada apa Indu?/ - Bashir.

Ini Inspektur Shankar dari Nungambakkam.

Ada apa pak?

Datanglah ke kantor.

Baik. Aku segera datang.

Permen kapas! Permen kapas!

Rs.10... Permen kapas.

Ada apa Bashir?/ - Inspektur Nungambakkam..,

sedang menanyai Indu.

Dia juga meminta ku untuk datang.

Datang saja.

Aku akan menyusul.

Kita ke sana berdua/ - Baik pak.

Bashir?/ - Iya.

Cari tahu apa yang gadis itu katakan pada polisi.

Aku akan cari tahu.

Jangan di telepon. Bicara langsung.

Baik pak.

Apa yang terjadi? Kenapa Indu belum datang?

Kenapa kau terlambat?

Beritahu apa yang mereka tanyakan.

Bashir. Aku menyuruhmu ke kantor, bukan ke sini.

Pak, aku ingin bicara dengan Indu dulu.

Setelah itu baru ke kantor.

Baik. Bicara saja. Aku akan menunggu.

Pak.

Mari kita pergi.

Pergi sekarang?

Satish, kemarilah.

Angkat, Bashir/ - Apa?

Pengacara, kan?/ - Ya pak.

Suruh dia datang.

Halo?/ - Aku sudah dekat kantor polisi.

Kau dimana?

Aku ke sana bersama Inspektur.

Pak! Pak!

Pak, aku dibawa kemana?

Kami telah menangkap buronan.

Kau harus melihat orang itu.

Pak! Pak!

Apa dia mau bicara?/ - Tidak pak.

Dia tidak mengatakan apapun?/ - Tidak sama sekali.

Pukul sampai dia bicara.

Bashir, ini disebut pengobatan terbuka.

Dengan terus-menerus dipukul.

Setiap tulang akan patah tapi tidak ada yang tahu.

Karena merasa kesakitan, maka kebenaran akan keluar sendirinya.

Apa?/ - Pak, aku akan bicara.

Pak! Pak!

Pak, aku akan bicara/ - Bicaralah.

Jangan pukul lagi.

Katakan.

Pak, aku mencuri perhiasan dari rumah hakim.

Tolong jangan pukul.

Mengapa tidak bicara sebelumnya?

Aku, Sumathi dan Indu adalah teman satu kantor.

Kami bertiga berteman cukup akrab.

Apa yang terjadi? Kenapa kau terlihat sedih?

Tak apa/ - Apa mereka sudah memperbaiki pernikahan mu?

Iya/ - Hei, ini kabar baik.

Suami ku tak ingin punya anak selama 4 atau 5 tahun ke depan.

Bagus, kau bisa bahagia.

Tapi aku ingin punya 5 hingga 6 anak dalam 4 hingga 5 tahun ke depan.

Hei...!

Lima anak?/ - Ya.

Aku menganggap Sumathi lebih seperti kekasih daripada seorang teman.

Indu, pergilah/ - Baik.

Ada apa? Kau sudah ke kuil?

Dengarkan, Sumathi. Aku mencintaimu.

Haruskah kita berdua menikah?

Apa katamu?/ - Sumathi...

Apa?/ - Aku tak salah bicara.

Kau mau atau tidak?/ - Ku beritahu nanti.

Aku butuh waktu.

Waktu?/ - Aku beritahu besok.

Kami terakhir bertemu disini.

Kapan?

Dua hari sebelum kematiannya/ - Dia bilang apa?

Ada seorang pria yang terus mengikuti ku.

Aku tegur, namun dia acuh.

Hari itu aku memarahinya dengan keras..,

dan menampar pipinya.

Sejak saat itu aku merasa was-was.

Apa itu masalah?

Aku menampar pipinya.

Aku takut. Makanya aku meminta ayah untuk mengantar ku.

Kenapa kau tak cerita padaku?

Ayo kita lapor polisi!

Jangan. Dia terlihat polos.

Ayahku juga menganggap kalau dia masih anak remaja.

Itulah alasan mengapa aku membiarkannya.

Apa kau mengenalnya?/ - Tidak pak.

Itulah hubungan aku dengan Sumathi.

Jika aku lapor polisi, aku bisa dijadikan tersangka palsu.

Begitu nasihat pengacaraku.

Sudah jelas.

Aku tak ada hubungannya dengan pembunuhan Sumathi.

Mengapa kau datang ke Nungambakkam?

Pak, setiap hari aku pergi ke Central dari stasiun Nungambakkam.

Apa kau berada di sana saat pembunuhan?

Ya. Aku berada di peron seberang.

Pada saat aku datang, gadis itu sudah meninggal.

Siapa namamu?/ - Satish, pak.

Nomor ponselmu?/ - 9600032414.

Apa kau punya KTP?/ - Punya.

Berapa lama kau tinggal di sini?

10 tahun pak.

Mengapa kau datang ke stasiun Nungambakkam setiap pagi?

Aku bekerja di sana.

Aku seorang Sales Executive.

Apa itu kantormu?/ - Ya pak.

Ada apa Mahadevan?/ - Tinggal 3 nomor lagi.

Sisanya sudah aku periksa.

Tak ada yang mencurigakan.

Begitu? Siapa 3 nomor itu?

Ketiga nomor itu diluar wilayah kita.

Wilayah itu di Vellore, Chidambaram dan di Sengottai, pak.

Kurasa 3 nomor itu tak ada gunanya, pak.

Mahadevan, sebelum kita periksa ketiga nomor tersebut.

Kita tak tahu itu berguna atau tidak.

Pergilah ke Choolaimedu.

Pak, kita dapat rekaman CCTV daerah Choolaimedu dan Nungambakkam.

Bagus. Segera atur agar kita bisa menontonnya.

Aku segera ke sana/ - Baik pak.

Pak.

Pak, aku sudah memeriksa ke seluruh tempat.

Total ada 16 kamera CCTV, rekamannya sudah disimpan.

Tunggu, tunggu. Putar itu.

Satish/ - Ya.

Kirim semuanya ke Lab Forensik/ - Baik pak.

Yang itu! Yang itu! Yang itu!

Tunggu. Tunggu.

Itu yang dari sana sampai sana.

Mundur... Putar.

Kiri atau kanan..,

dia lurus.

Satish/ - Ya.

Kirim rekaman ini ke Pers.

Baik pak.

Rekaman terakhirnya terlihat di CCTV jalan 16.

Ya pak.

Aku merasa ada secerca harapan.

Karena setelah rekaman itu, dia tidak di temukan di kamera lain.

Jadi bisa dipastikan dia tinggal di jalan 16.

Ponsel Sumathi terakhir hidup dan mati di area yang sama.

Dari cara dia berjalan..,

kiri, kanan, putar balik. Nampak tidak mencurigakan.

Dia tidak gugup meski melintasi banyak orang.

Dia bahkan tak peduli apakah ada orang yang mengejarnya atau tidak.

Dia berjalan seolah dia sudah mengenal jalan itu

Jadi aku yakin dia tinggal di sana.

Aku akan beritahu tim ku.

Aku akan mengerahkan semua personel polisi ke daerah itu.

Tempel fotonya dan tanyakan pada masyarakat setempat.

Periksa hotel, warung teh, rumah, mansion, masjid dan semuanya.

Aku yakin kita dapat petunjuk.

Pak, apa kau pernah melihat orang ini?

Tidak/ - Coba lihat dengan benar.

Aku tak pernah lihat.

Apa kau mengenal orang ini?

Aku kenal pak?/ - Kenal darimana?

Dia teman sekamarku/ - Teman sekamar?

Di mana kau tinggal?/ - Di rumah KS.

Rumah KS?

Iya.

Pak, silakan.

Seluruh keamanan sudah diperketat.

Di sini ada 4 rumah mewah.

Dia tinggal di rumah KS.

Pak, namanya Rajkumar.

Ini lantai tempat dia menginap.

Kamar No 207.

Pak, sebelah sini/ - Tunggu.

Pak.

Katakan padaku.

Di sini ada 37 kamar.

Dengan 74 penghuni.

52 orang bekerja shift siang.

Dan sisinya shift malam.

Dimana mereka?/ - Mereka ada di kantor kita.

Kecuali teman sekamarnya, Gopal. Dia sedang bersama Selvam.

Baik.

Pak, ini kamar Rajkumar.

Barang-barang ini bukan miliknya.

Tapi milik teman sekamarnya.

Dia hanya meninggalkan tas dan kemeja di dalam lemari ini.

Pak, ini teman sekamar Rajkumar. Namanya Gopal.

Apa pekerjaan mu?

Satpam, pak/ - Kalau pekerjaan Rajkumar?

Aku tak tahu.

Dia terlihat sangat santai.

Aku bahkan terkejut mendengar dia melakukan pembunuhan.

Semua barangnya masih ada di dalam kamar.

Kapan terakhir kau melihatnya?

Sekitar jam 7 malam di hari pembunuhan.

Dia sedang membaca koran.

Dia bilang padaku kalau dia ingin pulang kampung.

Dimana kampungnya?

Aku tidak tahu?/ - Apa dia punya teman lain?

Entahlah, pak.

Sudah.

Pak, ini pemilik mansion, Selvam.

Berapa lama Rajkumar tinggal di sini?/ - Tiga bulan, pak.

Apa kau punya KTP?/ - Punya.

Rajkumar, putra Balasingham. Meenakshipuram.

Sengottai.

Apa kau punya nomor teleponnya?/ - Ada.

Mahadevan, apa nomor ini ada dalam 3 nomor tersebut?

Ada pak.

Rajkumar, putra Balasingham, Meenakshipuram, Sengottai.

Benarkah?

Kita harus beritahu kepolisian Sengottai.

Apa?

Pak, ada faks dari kantor Komisaris Chennai.

Opsir Vijaya.../ - Ya.

Siapa bocah ini? Apa yang dia perbuat?

Apa dia masih di Meenakshipuram?

Aku ingin detail keluarganya.

Baik pak/ - Ini kasus profil tinggi.

Tangani dengan benar/ - Pasti pak.

Saat kau pergi, bawa 2 orang polisi.

Baik pak.

Ajak Mufti/ - Ya pak.

Hei! Makan! Makan!

Hei...!

Hei. Apa? Apa?

Hei, apa yang kau cari? Lihat tangan ini!

Kau mau kemana?

Gembalakan kambing itu!

Baiklah.

Berdasarkan pantauan kami, dialah orangnya.

Pak, apa yang kau tunggu?

Kau punya 10 pasukan khusus, 200 polisi, waktu 8 hari.

Sudah terlalu banyak kecaman dan tekanan.

Kita bisa kirim 2 orang untuk menembak matinya.

Pak, kita tak bisa melakukan itu.

Investigasi yang kami lakukan di tempat korban bekerja..,

masih belum mendapatkan hasil yang memuaskan.

Setelah sempurna, akan segera dilaporkan.

Memangnya dia siapa?

Apa dia anggota parlemen atau MLA?

Dia hanya insinyur IT biasa.

Seseorang telah membunuhnya.

Apa yang terjadi di sini?

Pelaku harus diancam mati.

Dengan begitu dia pasti ketakutan.

Kau tak boleh anggap enteng.

Keesokan hari setelah pembunuhan.

Dua aktor terkenal Negeri ini..,

telah membagikan berita di Facebook bahwa Bashir-lah yang membunuhnya.

Kenapa mereka melakukan itu?

Banyak pertanyaan soal itu.

Tidak hanya.../ - Tunggu, tunggu.

Gadis itu kuliah di Chennai.

Dia bekerja di Bengaluru selama beberapa hari.

Kemudian dia bekerja di Chennai.

Apa kaitan kasus ini dengan Sengottai?

Berdasarkan informasi kami.

Di Sengottai ada banyak pembunuh bayaran.

Ada kemungkinan dia adalah pembunuh bayaran.

Setelah melakukan pembunuhan keji.

Dia dengan santai pergi dan beternak kambing di sana.

Benar.

Dia pergi dengan tenang setelah membunuh.

Dia juga mengambil ponsel korban.

Apa dia sendirian atau ada orang lain yang membantunya?

Kita belum tahu.

Kita harus membuat tim.

Dan menangkapnya hidup-hidup.

Dengan begitu kita bisa mengetahui semuanya.

Segera laksanakan.

Pak, ini Inspektur Shakti.

Shakti, dengarkan aku.

Ini misi rahasia/ - Baik pak.

Kami akan lakukan yang terbaik.

Baik pak. Kami segera laksanakan.

Matikan sirene.

Suruh mereka matikan lampu jalanan/ - Baik.

Matikan lampu jalanan/ - Baik pak.

Siapa di dalam?

Siapa itu?/ - Buka pintunya.

Tunggu, aku datang/ - Buka pintunya.

Siapa itu?/ - Apa Muthukumar di dalam?

Muthukumar siapa?

Siapa itu?

Polisi/ - Polisi?

Mengapa mereka ke sini?

Kenapa polisi datang jam segini?

Siapa nama anakmu?/ - Nama anakku Rajkumar.

Dimana dia?/ - Dia sedang tidur di halaman belakang.

Pak, dia kabur.

Apa katamu?/ - Pak, dia kabur.

Hentikan! Hentikan!

Hei! Berhenti.

Hei, pergi ke sana!

Pak.

Hei, jangan kabur! Berhenti!

Hei, hentikan! Hentikan!

Di sini pak!

Pak, tunggu... tunggu.

Pak, anakku adalah orang baik.

Apa masalahnya? Katakan padaku.

Pak, dia tak mungkin bersalah.

Dia orang yang sangat baik.

Mengapa putra kami ditangkap?/ - Polisi katakan sesuatu.

Oh Rajkumar!

Mengapa mereka menangkap anakku?

Dari kasus pembunuhan Sumathi.

Saat polisi mencoba menangkap Rajkumar.

Dia menggorok lehernya dengan pisau.

Karena ototnya sudah terpotong.

Setidaknya perlu 2 hari baginya untuk berbicara.

10 pasukan khusus dan ratusan petugas polisi..,

telah berhasil menangkap pelaku dengan susah payah.

Rajkumar telah mengakui kalau dirinya beraksi sendiri.

Berarti tidak ada tersangka lain.

Pernyataan komisaris telah menimbulkan banyak perdebatan.

Karena dia pernah menunda kasus ini..,

yang membuat masyarakat bertanya, untuk kepentingan siapa itu?

Pernyataannya banyak yang berlawanan.

Salah satunya tentang kesehatan tersangka.

Dokter mengatakan.

Butuh waktu 2 hari bagi Rajkumar untuk berbicara.

Tapi yang terjadi?

Keesokan harinya Rajkumar telah mengakui kejahatannya.

Dan memberikan pernyataan sesuai dengan perkataan komisaris.

Tidak hanya itu..,

Rajkumar mengaku beraksi sendirian.

Komisaris juga mengatakan tidak ada tersangka lain.

Betapa besar kontradiksi ini!

Banyak pertanyaan yang belum terungkap.

Lalu atas dasar apa..,

Komisaris Polisi mengatakan bahwa Rajkumar adalah pelakunya?

Polisi perkeretaapian mengatakan bahwa pelakunya adalah pembunuh bayaran.

Namun Polisi Tamil Nadu malah..,

menangkap Rajkumar yang tidak memiliki catatan kriminal sama sekali.

Ini sulit dipercaya.

Seperti dalam cerita Socrates.

Ada lubang untuk kucing datang dan lubang lain untuk anak kucing datang.

Apa dia punya dua pisau?

Satu untuk mencukur dan satu lagi untuk menggorok lehernya.

Semua ini sudah diatur oleh polisi.

Foto Rajkumar dengan luka di leher..,

muncul di koran dengan darah mengalir.

Apakah polisi membawa kamera saat menangkap Rajkumar?

Di pisau itu tidak ada bekas darah Rajkumar!

Mengapa keluarga korban tidak melapor ke polisi?

Dokter mengatakan bahwa Rajkumar tak dapat bicara.

Bagaimana cara Rajkumar memberitahu polisi?

Foto pertama yang di rilis oleh polisi.

Menunjukan tidak ada warna merah di leher Rajkumar.

Setelah itu, semua foto yang mereka rilis ada warna merah di lehernya.

Dokter berkata bahwa jika otot leher terpotong, maka kita tak dapat berbicara.

Apakah Rajkumar memotong lehernya sendiri.

Atau ada orang lain yang tidak ingin dia berbicara?

Ada banyak pertanyaan yang muncul.

Kau tahu! Mengungkapkan identitas itu tindakan melanggar hukum?

Mengapa kau tidak mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh Pengadilan Tinggi?

Ada apa, pak?

Apa yang sebenarnya terjadi di sana?

Yang sebenarnya?

Saat kami menangkapnya.

Hei! Berhenti!

Hei... Berhenti! Berhenti!

Hei... Hei... Berhenti!

Kemari.

Pak! Pak! Tunggu!

Hei... Berhenti!

Pak, anakku orang yang baik.

Apa masalahnya? Beri tahu aku, pak.

Dia tak melakukan kesalahan apapun.

Dia orang yang sangat baik, pak.

Setelah membunuh, apa kau memelihara kambing?

Kenapa anakku di tangkap?/ - Entahlah.

Oh Rajkumar.

Hei kau.

Hei... Pegang tangannya.

Itulah yang dilakukan oleh polisi.

Dia bilang apa?/ - Aku tak mengerti.

Beberapa polisi menahan kalian di dalam rumah.

Mengapa mereka melakukan itu?

Karena mereka ingin menggorok anak kalian.

Dan tak ingin kalian melihatnya.

Banyak kasus seperti ini.

Polisi membuat anakmu tidak dapat berbicara karena mereka sedang menyelamatkan orang lain.

Sekarang aku di sini, aku akan membuat mereka kerepotan.

Aku akan menyelamatkan putramu.

Kalian tak perlu takut.

Ikuti saja perintahku.

Kami menerima banyak penghargaan karena berhasil menangkap Rajkumar.

Namun kami juga mendapatkan tudingan dan kecaman yang keras.

Meski kami memiliki jawaban dari semua pertanyaan..,

tapi kami hanya ingin menyampaikannya di pengadilan.

Karena itu, dari sekian banyak kasus yang sudah ditutup..,

media mengatakan bahwa ada banyak pertanyaan yang belum terjawab.

Pertanyaan dan kritik seperti itu..,

menarik perhatian banyak orang.

Hal ini bisa menjadi alasan keretakan antara polisi dan masyarakat.

Pagi ini, sekitar pukul 03:30.

Polisi membawa Rajkumar ke rumah sakit Chennai Royapetta..,

dari Nellai, di bawah pengawasan ketat.

Karena alasan keamanan.

Inspektur Shankar meninjau langsung bangsal tahanan.

Pak/ - Pak.

Pak, sebelah sini.

Ini tempat tidurnya.

Dokter, daftarnya/ - Ya pak.

Kapan kedua pasien ini datang?

Kemarin pak.

Penyakit apa?/ - Keduanya mengalami nyeri dada.

Keduanya?/ - Ya pak.

Pindahkan mereka ke tempat lain.

Kenapa pak?

Ada kemungkinan mereka adalah anak buah Rajkumar.

Saat melihat mereka, aku curiga.

Mereka tidak seperti nyeri dada.

Mereka bisa dirawat di penjara.

Namun mereka sengaja minta dirawat di sini.

Karena semua orang tahu.

Kalau kita akan membawa Rajkumar ke sini.

Siapkan obat dan catat waktunya.

Ya dokter.

Tempat tidur itu/ - Ya pak.

Baik, saudara/ - Ya.

Selvam, pegang kakinya.

Pegang perlahan.

Hati-hati! Pelan-Pelan!

Perlahan, perlahan, perlahan.

Baik.

Pak/ - Pak.

Pak, tolong keluar.

IPC 302 mereka telah mendaftarkan kasus pembunuhan terhadapmu.

Apakah kau tahu?

Apa polisi memberitahumu?

Aku tahu. Mereka mengatakan padaku.

Kabar bahwa mereka telah mendaftarkan kasus kematian kepadamu.

Apakah keluargamu tahu?

Mereka tahu.

Apakah polisi Kereta Api Pusat memukul atau menyiksamu?

Tidak pak.

Saat kau dibawa dari Nellai ke Chennai.

Apakah polisi Chennai memukul atau menyiksamu?

Tidak pak/ - Baik.

Apa kau ingin mengatakan sesuatu?

Tidak pak.

Mereka akan menahanmu di bawah pengawasan polisi.

Apa kau ingin pergi bersama mereka?

Aku tak mau.

Aku beritahu.

Kau mungkin ditahan di penjara Puzhal sampai tanggal 18.

Jangan mencoba bunuh diri.

Hakim mengutuk Departemen Kepolisian.

Perlu diketahui.

Ada seseorang yang menyebarkan foto Rajkumar dengan luka dilehernya.

Hingga foto itu muncul di koran dan TV.

Hakim mengajukan banyak pertanyaan ke Departemen Kepolisian.

Itu menyebabkan kemunduran besar dalam kasus ini.

Penyebaran foto Rajkumar..,

sedang tahap investigasi.

Video.../ - Mendapat banyak masalah.

Apalagi ini kasus sensitif.

Media tak seharusnya tahu.

Aku akan bertemu Perdana Menteri. Tolong urus kasus ini.

Baik pak/ - Tangani dengan hati-hati.

Masing-masing mengajukan pertanyaan.

Pak, Inspektur Shankar.

Shanmukapandiyan/ - Ini detail serah terimanya.

Dia?

Pahlawan yang mengguncang Tamil Nadu!

Pak, ini kasus sensitif.

Hati hati.

Dia pernah mencoba bunuh diri.

Kalau begitu kau jadi sipir, dan aku yang jadi Inspektur.

Pak, di sini ada 1.470 tahanan.

Kami tahu cara merawat mereka.

Ramachandran/ - Iya.

Periksa dia/ - Baik pak.

- Pak ... - Tunggu.

Pak, dia sudah menjadi tahanan ku selama 4 hari.

Dia bersih.

Pak, mereka membawa obat dalam bokong.

Mereka membawa kartu SIM dengan menempelkannya di lidah.

Mereka mengoperasi paha dan menyimpan kokain di dalamnya.

Kalian sudah datang dan menyerahkannya.

Sekarang pergilah.

Pergilah!

Hei! Periksa dia lagi.

Lepaskan! Lepaskan!

Hei, buka bajunya.

Buka! Buka!

Sakit pak!/ Periksa dengan benar.

Bawa masuk.

Baik pak.

Ambil. Ayo!

Suruh mereka masuk.

Shivakumar.

Pak. Dia orangnya.

Dia orangnya.

Kau yakin?

Aku ingat sekali. Pasti dia.

Lihat dengan benar.

Pak, aku melihatnya dengan benar.

Dia orangnya.

Baik, kau boleh pergi/ - Baik pak.

Ubah posisi mereka.

Cepat!

Suruh dia masuk.

Sangarasu Muthurangam.

Pak, dia orangnya.

Dialah yang membunuh putriku.

Dialah yang mengikuti putriku dan menyiksanya.

Putri sudah meminta agar berhenti mengikutinya.

Aku juga mengatakannya berkali-kali.

Dia tidak mendengarkan dan membunuh putriku dengan keji.

Tolong hukum dia.

Aku mohon padamu tolong hukum dia.

Jangan biarkan dia bebas.

Apa yang terjadi pada putriku jangan sampai terjadi pada wanita lain.

Aku mohon pak.

Tolong bawa dia keluar/ - Baik.

Ya pak.

Dia telah membunuh putriku.

Tolong jangan menangis. Kemari.

Aku merawat dan melihat putriku tumbuh dewasa.

Aku mengerti/ - Aku telah kehilangan dia.

Pak/ - Jangan biarkan dia bebas.

Jangan biarkan dia bebas, pak.

Untuk menghindari perdebatan yang tidak penting.

Kami memutuskan..,

melarang awak media masuk ke ruang pengadilan.

Pak, Anda yang mengontrol?

Anda yang mengontrol?

Pak/ Pak!

Apa dia pelaku tunggal atau ada pelaku lain?

Pak, satu pertanyaan lagi.

Pak, apa Rajkumar bisa berbicara?

Komisaris berkata dia bisa berbicara.

Apakah dia mengakui perbuatannya?

Apa pendapat Anda?

Tunggu... Mohon tunggu.

Komisaris berkata bahwa dia pelaku tunggal.

Sabar. Nanti aku beritahu.

Pak, tolong dijawab.

Pak!/ - Pak!

Pak, komentarnya.

Anda bisa mulai.

Yang Mulia, sesuai 161 (3) CrPc.

Saya mohon Anda untuk menempatkan Rajkumar..,

didalam tahanan polisi selama 5 hari untuk penyelidikan.

Yang Mulia, pada tanggal 1 Juli.

Polisi telah menangkap Rajkumar..,

dan menggorok lehernya seperti yang kami curigai.

Andai Rajkumar ditempatkan di tahanan polisi..,

pasti hidupnya akan terancam.

Karena cedera di lehernya.

Dia berada dibawah tekanan untuk mengungkapkan kebenaran.

Sekarang dia membutuhkan perawatan yang tepat.

Jadi, permohonan polisi yang meminta dia agar ditahan untuk penyelidikan.

Seharusnya tidak dikabulkan. Itulah yang saya mohon dari Anda.

Keberatan Yang Mulia.

Apa yang dikatakannya tidak benar.

Dokter Pemerintah, Ravikumar, yang merawat Rajkumar ada di sini.

Anda bisa bertanya padanya.

Bagaimana kesehatan Rajkumar?

Kesehatannya baik-baik saja.

Dia mendapatkan semua perawatan yang dibutuhkan.

Yang Mulia, sepertinya polisi telah mempengaruhi dokter ini.

Sehingga dia berbicara begitu indah.

Setelah lehernya tergorok.

Dia diberi perawatan oleh dokter di Nellai.

Saat itu, dokter berkata butuh waktu 2 minggu baginya untuk berbicara.

Namun keesokan harinya, Rajkumar mengakui perbuatannya.

Dan memberikan pernyataan yang sama dengan polisi.

Jika setidaknya perlu 2 hari untuk berbicara secara normal.

Bagaimana mungkin Rajkumar bisa berbicara dengan polisi?

Baik. Andai yang dikatakan polisi itu benar.

Bahwa Rajkumar mengakui perbuatannya.

Lalu apa gunanya dia ditahan untuk penyelidikan?

Apakah dia melakukan pembunuhan seorang diri atau ada yang membantu?

Dan untuk mengetahui apa motif dibalik pembunuhan ini.

Saya rasa penyelidikan harus dilakukan. Itulah permohonan saya pada Anda.

Keesokan harinya setelah Rajkumar ditangkap.

Komisaris menelepon Pers.

Memberitahu bahwa Rajkumar adalah pelakunya.

Dan tidak ada kaki tangan lain yang membantunya.

Namun, Jaksa Penuntut Umum tiba-tiba..,

mengatakan Rajkumar memiliki kaki tangan.

Jadi karena itu dia harus diselidiki.

Mana yang benar, Yang Mulia?

Banyak sekali pertentangan. Apa ini semacam permainan?

Ini soal hidup seseorang.

Meskipun apa yang dikatakan Pengacara Dorai ada benarnya.

Interogasi Rajkumar adalah awal dari penyelidikan.

Jadi, perintah pengadilan memberikan waktu 3 hari..,

bagi Rajkumar untuk di tahan oleh polisi guna dilakukannya penyelidikan.

Selama 3 hari itu. Pagi, siang dan sore.

Setiap hari selama 30 menit.

Saya mengizinkan pengacara Rajkumar untuk menemuinya secara pribadi.

Pada saat pertemuan itu.

Penyidik wajib untuk menemani.

Perlakuan tahanan dengan baik selama penjemputan dan pengembalian.

Baik pak.

Rajkumar.

Ada metode memukul, menendang, dan mengancam selama penyelidikan.

Namun aku tak percaya metode itu bisa membuat orang mengatakan kebenaran.

Selama 3 hari, aku harap kau mau berbicara.

Tak peduli kapanpun itu.

Tapi kau harus bicara.

Kau ingin bicara, Rajkumar?

Aku sangat menyukaimu.

Kau tahu mengapa?

Aku suka mereka yang mengatakan kebenaran.

Atas perintah siapa kau membunuh?

Tanpa mitra, kau takkan bisa melakukannya.

Aku sudah memberitahumu, pak.

Dia memarahiku dengan buruk.

Jadi aku menebasnya.

Dengan ini?/ - Aku menebasnya dengan ini.

Ini berbeda.

Sabit yang kau gunakan sedikit lebih tajam.

Aku tahu, pak.

Aku menyimpan sabit itu selama 4 hari.

Aku marah padanya.

Itu berubah menjadi dendam.

Entah bagaimana melampiaskannya.

Saat itu temanku Murugesan..,

membawa sabit untuk menebang pohon pisang.

Begitu melihat sabitnya, aku punya niat untuk membunuhnya.

Tapi karena itu hidup ku kini hancur.

Rajkumar, kau baik-baik saja?

Tapi itu tidak meyakinkan.

Jika tujuanmu untuk membunuhnya.

Mengapa kau ambil ponselnya?

Di ponsel itu ada foto-fotonya.

Aku menganggap itu sebagai kenang-kenangan.

Tidak, kau berbohong.

Ada yang janggal.

Kau mengambil ponsel itu untuk diserahkan pada orang lain.

Siapa orangnya?

Jika ada sesuatu di ponsel itu.

Kau pasti bisa melihatnya di server Google, pak.

Darah Sumathi.

Mereka berkata kau adalah pelaku tunggal.

Jika benar, kemeja ini seharusnya dibakar.

Atau paling tidak kau membawanya saat pulang kampung.

Namun kemeja ini berada didalam lemari kamarmu.

Itu artinya kau punya mitra yang bertugas menghancurkan kemeja ini.

Tidak, pak. Saat itu aku sangat bingung.

Aku marah padanya.

Itulah mengapa aku membunuhnya.

Aku tidak menyangka dia akan tewas.

Siapa itu?/ - Itu aku, pak.

Mengapa kau menggenggam tanganmu?

Setelah membunuh Sumathi, aku kabur.

Aku melompati pagar kereta api.

Beling yang ada di pagar melukai tanganku dan mengeluarkan darah.

Itu sebabnya aku menggenggam tanganku.

Tunjukkan tanganmu.

Aku berdiri di sana.

Dia sedang duduk di sini.

Aku mendengarkan dia memarahiku.

Aku datang dan berdiri di depannya.

Aku memanggilnya, Sumathi.

Dia berdiri.

Saat itu aku mengambil sabit dan menebas mulutnya.

Dia terjatuh.

Kemudian aku mengambil ponselnya lalu pergi.

Jika kasus ini diserahkan ke CBI.

Bagi petugas seperti ku adalah sebuah penghinaan besar.

Yang Mulia, melihat dari cara Sumathi dibunuh.

Ada kemungkinan bahwa pelaku bisa lebih dari satu orang.

Tapi polisi mengatakan bahwa Rajkumar adalah satu-satunya pelaku.

Sumathi memarahi Rajkumar dengan buruk.

Rajkumar menjadi emosi saat itu.

Kemudian dia melakukan balas dendam padanya.

Polisi berkata bahwa dia menebas mulutnya.

Hanya pembunuh profesional saja..,

yang dapat melakukan hal itu dengan perencanaan benar, matang dan akurat.

Begitulah opini media.

Rajkumar adalah siswa tehnik biasa.

Dia tidak dapat merencanakan pembunuhan semacam itu.

Dan dia juga takkan bisa melakukannya.

Yang Mulia, Sumathi dan Rajkumar adalah teman di Facebook.

Mereka sudah menjalin komunikasi selama kurang lebih satu bulan.

Saat mereka berbicara dan polisi melacak nomor Sumathi.

Semua informasi itu seharusnya sudah terdaftar di Metadata.

Polisi harus memberikan Metadata itu kepada kita.

Jika diperiksa..,

pasti tidak akan ada informasi apapun.

Karena ini adalah kasus palsu yang direkayasa oleh polisi.

Rajkumar bukanlah pelakunya.

Jika pelaku sebenarnya ingin ditemukan.

Maka kasus ini harus diserahkan ke CBI.

Itulah permohonan saya.

Pak, saya tak ingin berkomentar.

Saya akan memberikan semua detail kasus ini.

Anda yang memutuskan.

Terkait kasus ini.

Jika hanya melihat berita dari media saja.

Maka kasus ini tidak bisa dilimpahkan kepada CBI.

Perlu beberapa bukti-bukti yang bisa menguatkan.

Dari bukti yang ada sekarang.

Polisi tidak melihat adanya perbedaan kasta, agama dan kelas sosial.

Dengan melihat bukti-bukti yang sudah terkumpul.

Oleh karena itu, Pengadilan dengan ini memutuskan.

Kasus ini tidak akan dilimpahkan ke CBI.

Dan saya memerintahkan agar kasus ini segera ditutup.

Pak, kasus Rajkumar?/ - Bagaimana perkembangannya?

Pak, apa keputusan Hakim?/ - Tolong beritahu kami.

Dia memberikan dombanya kepada tukang daging.

Jika ada ancaman terhadap Rajkumar.

Polisi dan pengadilan harus bertanggung jawab.

Departemen kepolisian, dokter pemerintah, dan semua orang-orang ini.

Mereka bekerja melawan Rajkumar.

Aku akan mengungkap hal ini dan memberitahu pada publik.

Lihat Facebook dan WhatsApp.

Semua orang mengatakan bahwa Rajkumar bukan pelakunya.

Namun mereka tidak setuju.

Polisi akan memberikan berkas kasusnya.

Mereka mengatakan semuanya baik-baik saja.

Jika semuanya baik-baik saja.

Mereka akan mengundang Pers, bukan?

Pak, apa hakim mendengarkan keluhan Anda?

Pak, satu pertanyaan lagi.

Bagaimana kabarmu Rajkumar?

Pak, aku mau di penjara mana saja.

Asal jangan di penjara Puzhal.

Itu bukan wewenang ku, Rajkumar.

Shakul/ - Ya.

Rajkumar, berjalanlah dari tanda itu ke tanda ini.

Rajkumar, polisi akan memintamu berjalan.

Kau harus pincang.

Dengan begitu aku bisa menyelamatkanmu.

Rajkumar, aku harap kau tidak membohongi ku.

Pak, orang tua Rajkumar sudah datang.

Minta mereka menunggu/ - Baik pak.

Rajkumar, lihat bagaimana dendam telah membawamu?

Orang tuamu pasti ingin..,

melihatmu menjadi insinyur dan bekerja di perusahaan besar.

Sekarang apa kau lihat di mana mereka datang menjenguk mu?

Dari setiap kasus.

Aku tidak pernah berniat untuk memenjarakan pelakunya.

Yang aku inginkan adalah membuatnya menjadi lebih baik.

Berita koran hari ini, semuanya tentang dirimu.

Gara-garamu banyak pria mengancam wanita karena cintanya ditolak.

Apa kau merasa telah memberikan contoh yang salah?

Jika seseorang tidak menyukaimu.

Maka kau harus mencari cara agar dia menyukaimu?

Tidak ada gunanya marah-marah.

Kemarahan akan memusnahkan cinta.

Kau harus paham itu.

Rajkumar telah menyelesaikan penyelidikan.

Kini dakwaan harus diajukan ke pengadilan.

Saat dia bersamaku.

Dia bilang tak ingin ditahan di penjara Puzhal.

Aku tak tahu alasannya.

Kenapa dia belum datang?

Dia akan datang/ - Rajkumar.

Rajkumar.

Sayang! Sayang!

Kenapa kau seperti ini?

Jangan khawatir.

Sayang, mengapa kau lakukan ini?

Kau tak mungkin melakukannya!

Sabar, Rajkumar.

Jangan khawatir.

Kau akan segera mendapat jaminan.

Pengacara berjanji.

Waktu habis. Ayo kita pergi.

Rajkumar.

Aku, Shankar.

Inspektur dari kantor polisi Nungambakkam.

27/6/2016

Nomor kejahatan 161/3 CrPc.

Ditunjuk sebagai penyidik โ€‹โ€‹kasus pembunuhan Sumathi.

Berikut bukti yang polisi kumpulkan untuk menangkap pembunuh:

Rekaman CCTV didapat dari Saurashtra Nagar.

Nomor ponsel pembunuh didapat dari unit Cyber Crime.

Pernyataan yang diberikan oleh penjaga kantin stasiun, Sivakumar.

Dan identifikasi yang diberikan oleh Gopal, teman sekamarnya.

Berdasarkan bukti itu, polisi akhirnya menangkap Rajkumar.

Sengottai Meenakshipuram.

Untuk mencari alasan dan motif pembunuhan.

Dan untuk mencari keterangan.

Kami mendapat izin dari pengadilan.

Selama 3 hari.

Untuk menahan Rajkumar demi menjalankan proses investigasi.

Pertama aku melihatnya di kuil.

Pertama aku melihatnya di kuil.

Sepertinya Tuhan telah menunjukkan dia kepadaku.

Begitu aku melihatnya, aku mulai mengikutinya.

Mulai dari rumahnya, kantornya hingga stasiun kereta api.

Mengikutinya sudah menjadi pekerjaan bagiku.

Setiap kali aku melihatnya.

Aku merasa senang seolah-olah ada gerimis dari Kutralam di desa kami.

Indu, aku sudah di stasiun.

Ya, baru tiba.

Aku segera ke sana.

Tapi dia tahu kalau aku mengikutinya.

Dia orangnya.

Hei, tunggu!

Siapa kau dan mengapa kau mengikuti putriku setiap hari?

Dengar, jangan pernah mengikuti putriku lagi.

Jika kau tetap mengikutinya..,

aku akan melaporkanmu pada polisi.

Namun aku tidak sanggup jika tidak melihatnya.

Sebuah pertanyaan muncul dalam hatiku, apakah aku berhak mencintai dirinya?

Aku merasa bahwa seorang pria berhak untuk mencintai seorang wanita.

Apa? Apa masalahmu?

Apa kau tidak mengerti?

Jangan ikuti aku!

Bukankah kau sudah diperingatkan?

Kenapa kau masih mengikutiku?

Lihat wajahmu. Kau terlihat seperti monyet.

Terlihat seperti monyet. Terlihat seperti monyet.

Jangan berkata seperti itu, Sumathi.

Aku peringatkan padamu.

Jangan pernah mengikutiku lagi.

Dia boleh saja memukulku.

Tapi dia menyebutku monyet. Itu sangat menyakitkan.

Aku merasa masyarakat melihatku sebagai monyet.

Aku pulang ke kampung karena tak tahan dengan penghinaan ini.

Kami membawa Rajkumar ke kuil untuk membuktikan ucapannya.

Pendeta dan penjual bunga di sana mengaku kalau pernah melihatnya.

Nungambakkam, Acharapakkam tempat Sumathi bekerja..,

kami bertanya ke semuanya.

Dan pernyataan Rajkumar sesuai.

Orang di rekaman CCTV yang sudah kami dapatkan..,

dikonfirmasi oleh Departemen Forensik adalah Rajkumar.

Sidik jari pada Sabit yang digunakan untuk membunuh Sumathi..,

sama dengan sidik jari Rajkumar.

Begitupula noda darah yang ada di kemeja Rajkumar.

Itu adalah darah Sumathi.

Mengapa kau menggenggam tanganmu?

Orang yang menggenggam tangan dalam rekaman CCTV itu..,

dipastikan adalah Rajkumar.

Itu semua dikatakan dalam kesaksiannya.

Itulah sebabnya aku sembunyikan tanganku.

Dari melihat bukti-bukti yang kami dapatkan..,

sangat jelas bahwa Rajkumar adalah pembunuhnya.

Itulah beberapa hal yang bisa saya sampaikan di Pengadilan ini.

Tentang siapa itu Murugesan.

Dan video setelah pembunuhan yang dikirim oleh Polisi Sengottai.

Sudah ikut saya lampirkan.

Saat itu Murugesan ingin menebang pohon pisang.

Dia membawa sabit itu.

Kemudian aku memiliki niatan untuk membunuhnya.

Sumathi... Sumathi...

Pak/ - Ada apa?

Rajkumar bunuh diri di penjara Puzhal.

Apa katamu?

Benar pak.

Tunggu di sini/ - Baik pak.

Pak, tahan aku di penjara mana saja.

Asal bukan di penjara Puzhal.

Pak, tahan aku di penjara mana saja.

Asal jangan di penjara Puzhal.

Kau telah mencoreng nama baik Kepolisian.

Pak, aku bisa apa jika dia bunuh diri?

Kau adalah sipir penjara. Kau yang bertanggung jawab.

Dengar!

Kau tahu dia pernah mencoba bunuh diri.

Jadi, kau seharusnya lebih berhati-hati.

Apakah orang-orang akan percaya kalau dia bunuh diri?

Dengar, aku tidak peduli apa kata orang-orang.

Kami hanya melakukan tugas.

Tugasmu adalah menjaganya.

Media mengatakan bahwa polisi telah menggorok lehernya.

Apa kau tahu kalau kami susah payah menangkapnya?

Kami kumpulkan keterangan..,

untuk membuktikan bahwa dialah bersalah.

Kau membiarkan dia mati tanpa rasa tanggung jawab.

Jika kau tidak mendapat mendali, itu urusanmu.

Apa katamu?

Kasus ini menyeret semua Departemen Kepolisian.

Banyak yang mengatakan bahwa Rajkumar bukanlah pelakunya.

Kau membuat mereka benar.

Jangan izinkan siapa pun masuk. Kontrol Pers.

Pak.

Apa polisi membunuh Rajkumar dan membuatnya seolah bunuh diri?

Pak, katakan sesuatu.

Andai semua pertanyaan ini membutuhkan jawaban.

Mengenai apa yang terjadi didalam penjara.

Maka penyelidikan harus dilakukan oleh polisi yang tulus.

Demi mengungkapkan kebenaran kepada publik.

Penerjemah: Nur Aina Instagram: nuraina686

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.