Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Kuat "Main" Ke sukanal.com Aja!
sukanal.com Buktikan sendiri, Di Jamin HOT!!
Perguruan Bela Diri Terbaik
Perguruan Qingyun
Ma Kai,
tidak ada maksud lain.
Papan itu
Perguruan Bela Diri Terbaik
adalah harta peninggalan kita di akhir Dinasti Qing.
Hanya pemenang Kompetisi Wulin
yang bisa membawa pulang papan itu.
Tentu saja,
karena masalah sejarah,
kompetisi sudah berhenti lebih dari satu abad.
Bilang saja intinya.
Intinya?
Intinya, kami akan memulai kembali Kompetisi Wulin.
Papan ini
seharusnya dikembalikan pada kami,
benar, tidak?
Aku tak peduli apa yang kau katakan.
Bicarakan saja saat kakak seperguruanku kembali nanti.
Dia tidak ada?
Kau mau main tangan?
Apa belum cukup jelas?
Hajar!
Subtitle by RhainDesign Palu, 8 April 2021
Apa kau ketua perguruan wanita yang baru menjabat,
Yu Shengnan?
Papan tetap di sini,
kalian pergi dari sini.
Karena ayahmu sakit,
ini harus kau putuskan.
Kalau kau mau berurusan denganku,
mari kita lihat siapa yang lebih kuat.
Hajar!
Ma Kai.
Kakak, hati-hati!
Hajar dia sampai mati!
Pergi kau!
Yu Shengnan,
urusan kita belum selesai.
My Sassy Girl
Kuperkenalkan diriku dulu.
Namaku Niu Duoduo,
aku punya seorang kakak.
Saat tahun pertama merencanakan KB, ibuku melahirkan aku,
uang yang habis tidak sedikit.
Ini kata ayahku,
dia bilang, anak ini kelebihan,
panggil saja Duoduo.
Pekerjaan.
Aku dulu
penjaga keamanan di Jalan Wuguan.
Aku menyukai perdamaian dan benci kekerasan.
Pekerjaan sekarang?
Aku membuka kedai mi, enak dan murah.
Mi buatanku,
enak!
Aku mengerti.
Ada persyaratan apa?
Persyaratan apa,
itu,
lembut saja sudah cukup.
Baik, aku akan menghubungimu jika ada yang cocok.
Terima kasih.
Halo,
baik, semangkuk lamian.
Dokter.
Kau ke mana saja? Kenapa baru datang?
Maaf.
Ada berita buruk.
Katakanlah.
Hidup ayahmu hanya tersisa dua minggu.
Shengnan,
ayah hanya belum sempat melihatmu menikah.
Kedepannya,
kau harus cari orang yang baik.
Ayah hanya belum sempat melihatmu menikah.
Aku mau menikah.
Kakak, apa yang kau bilang barusan?
Dalam satu minggu,
carikan aku pria.
Aku mau kawin.
Kalian...
adakah yang mau mengejarku?
Kak, aku bisa!
- Kak, sebenarnya aku bisa... - Pergi kau!
Bukankah bilang kubilang tidak mau daun ketumbar?
Kak, aku tidak menaruh daun ketumbar.
Apa kau tak tahu aku alergi daun ketumbar?
Kalau alergi, jangan dimakan.
Kau bahkan menghabiskan kuahnya.
Begini saja,
jadi orang tidak boleh terlalu perhitungan,
agar jalan ke depan terbuka lebih lebar.
Kita gunakan semangkuk mi ini sebagai kompensasi,
agar kita tak saling berutang.
Atas dasar apa?
Kau tanya atas dasar apa?
Karena daun ketumbar!
Kau tidak terima?
Gila, ya? Masih berani taruh daun ketumbar?
Angkat wajah besarmu itu!
Lepas!
Hajar!
Lin Jie!
Ini aku!
Niu Duoduo?
Benar!
Astaga.
- Ternyata kau! - Kalian sedang apa?
Iya, sudah berapa tahun kita...
Sudah berapa tahun! Saat aku masih SD,
saat itu, aku masih setinggi ini.
Benar!
Kalian sedang apa?
Kau tunggu sebentar.
Astaga!
Saat itu kepalamu belum sebesar ini.
Sedang apa?
Kalian sedang apa?
Pertemuan keluarga?
Kau siapa?
Aku...
mau melamar pekerjaan.
Melamar pekerjaan apa?
Ketua perguruan.
Dia mau melamar jadi ketua perguruan.
Hajar!
Astaga!
Habis sudah!
Jangan sentuh!
Berhenti!
Astaga, bungaku!
Bungaku!
Siapa, ya?
Biro jodoh, ya?
Kencan buta?
Baik, aku mengerti.
Ampun, jangan pukul lagi.
Bos!
Berikan padaku.
Aku menyerah.
Jangan pukul lagi.
kumohon.
Kau mohon dengan apa?
Dengan harga diriku.
Dengan apa?
Harga diriku.
Terima kasih, Paman.
Sudah sampai.
Baik.
Ini Kedai mi milikku,
enak dan murah,
gratis khusus untukmu.
Apa yang gratis bisa enak?
Aku masih ada urusan,
pergi dulu.
Harga sewa naik?
50.000 Yuan?
Kak, ini berarti aku harus jual ginjal dulu.
Hei, Bung, jangan muntah di motorku.
Ayah!
Ayah!
Ayah, jangan pergi, Ayah!
Jangan tinggalkan aku, Ayah!
Ini terlalu mendadak.
Siluman apa yang berani mengacau?
Ada dewa mabuk di sini,
aku akan menghabisimu dengan satu hentakan kaki!
Jangan takut,
hanya kungfu mabuk.
Makanlah.
Kalian
mau menculikku, ya?
Yang benar saja kau.
Kau tak terlihat seperti pria atau wanita, untuk apa aku menculikmu?
Kalau bukan karena kau mabuk dan memanggilku ayah,
aku tak akan peduli padamu.
Mulutnya manis sekali.
Apa kau tahu aku siapa?
Siapa pun kau,
kau harus selalu ingat.
Jangan sembarangan memanggil ayah saat mabuk di luar.
Orang di luar tidak semuanya baik seperti kami.
kau masih punya malu?
kau masih mau mi?
Ramalan jodohku selalu akurat,
hanya kau saja yang tidak akurat.
Kau ini penipu!
Sama sekali tidak akurat!
Apa yang tidak akurat?
Di mana masalahnya?
Kedai Mi Niu Duoduo
Jelas-jelas kemampuanmu buruk,
malah berani buka jasa begini.
Coba kau lihat dulu.
Slogan kita adalah...
Menjadi pria sejati!
Sudah jam berapa ini.
Tuan Niu.
Maaf membuatmu menunggu.
Baru tiba.
Mari, di sini.
Baik.
Nona Yu.
Nona Yu.
Aku ketiduran.
Maaf.
Aku perkenalkan dulu,
ini Nona Yu,
ini Tuan Niu.
Kalian saling berkenalan dulu saja.
Baik.
Halo.
Sialan!
Kau yang sialan!
Kalian saling mengenal?
- Kenal. - Tidak kenal.
Bukankah kau Gadis Pemabuk itu?
Siapa yang kau bilang Gadis Pemabuk?
Kau, Gadis Pemabuk!
Sesuai peraturan, saling mengenal juga harus bayar biaya penengah.
Biaya itu tidak masalah,
tapi,
sepertinya standar biro jodoh kalian terlalu rendah.
Wajah penuh kerutan ini mau cari jodoh atau menantu?
Aku tidak bisa bayar biaya penengah ini,
karena aku tak ingin mengenal wanita ini.
Siapa yang mau mengenalmu?
Apa kau sudah bercermin sebelum keluar rumah?
Aku tidak mau bicara lagi, ganti orangnya!
Tidak mau bicara ya sudah.
Kak, siapa orang ini?
Tak bisa, setelah menikah baru dipikir lagi.
Baiklah.
Di lihat dari sikapmu kemarin,
kau hampir bisa disebut orang baik.
Begini, nanti luangkan waktu,
ikut denganku dan urus surat nikah.
Kau gila, ya?
Kau buru-buru cari ayah untuk anakmu, ya?
Menurutku, kau terlihat seperti ayah.
Begini,
pernikahan akan kuatur,
mobil juga aku punya,
kau hanya perlu menikah saja, bagaimana?
Kau sedang apa?
Apa kau paham cara kencan buta?
Kalau kita menikah, apa kau tahu siapa yang jantan dan betina?
Tentu saja dia yang betina!
Kau tidak bisa membedakannya?
Pergi kau!
kurasa kau sangat cocok.
Apa aku cocok untukmu?
Aku tidak merasakan apa-apa terhadapmu.
Lagi pula, aku baru kenal kau kemarin, atas dasar apa?
Atas dasar apa?
Jadi, maksudmu
kau butuh alasan?
Omong kosong, tentu saja!
Harus ada alasan yang kuat.
Apa kau punya?
Baiklah.
Kak, kemarin malam kau tidak pulang,
jangan-jangan...
Dia memerkosaku.
Dia mabuk, ya?
Apa yang lucu?
Kenapa begitu?
Apa kau sudah lihat?
Kau sudah lihat?
Kau sudah berteriak sejak tadi,
bisakah kau mengatakan sesuatu?
Merepotkan sekali.
Begini,
aku beri kau sepuluh detik untuk berpikir.
Kesabaranku juga ada batasnya.
Bagaimana keputusanmu?
Kau merasa sedih?
Apa kau masih sedih?
Tidak sedih.
Baiklah,
hal ini sudah diputuskan, ya.
Nanti temani aku menemui seseorang,
jangan banyak bicara.
Jika dia setuju, kita tanda tangan kontrak.
Kontrak berlaku satu bulan.
Bukankah kau kekurangan uang sewa?
Aku akan memberimu 50.000 Yuan.
Makanlah,
baik untuk otakmu.
Tutup pintunya.
Matahari terbit menyinari Kunlun,
ketua kecil menghadap...
Tetua.
Kau menonton apa?
Ayah, ini pacarku, Niu Duoduo.
Bagus!
Ayah! Dokter!
Aku memintamu jangan banyak bicara!
Ada apa?
Bukankah sudah kubilang, pasien tidak boleh terlalu emosional.
Harus tenang!
Jangan menonton video sembarangan.
Jangan bertemu orang sembarangan.
Kalau ada apa-apa, siapa yang tanggung jawab?
Kenapa diam saja, periksa dia!
Aku sudah bilang 800 kali.
Kalian tidak ada yang ingat?
Apa kalian sudah ingat?
Perhatikan emosinya, perhatikan emosinya, kalian sudah lihat, 'kan?
Bukti nyata!
Kalian yang berlatih bela diri
selalu tak mendengar perkataan orang.
Mengagetkanku saja, parah sekali.
Sudah.
Tidak apa-apa, begini sudah baik.
Ingat, perhatikan emosinya!
Minum air hangat, jangan bicara keras-keras!
Apa kau sudah ingat?
Perhatikan emosinya, jangan bicara keras-keras!
Tutup pintunya.
Ayah...
Keluarga pasien, keluar sebentar.
Nak,
kemarilah.
Kalian berapa bersaudara?
Aku anak satu-satunya.
Jadi, kau anak ke-berapa?
Anak kedua.
Oh, anak kedua.
Baby Qiqi yang kau ikuti sudah online.
Kondisi pasien tidak stabil.
Jika kumat lagi, dia mungkin tak bisa kembali.
Baik, aku mengerti, Dok.
Maaf merepotkanmu.
Jangan biarkan dia menemui orang sembarangan.
Ayah, Dokter bilang, kau tidak boleh terlalu emosional.
Kalau pergi, kau mungkin tak bisa kembali lagi.
Aku ke mana tak bisa kembali lagi?
Ayah, bagaimana menurutmu?
Bagus!
Tergantung kalian.
Baiklah, aku akan mengunjungimu besok.
Istirahatlah baik-baik.
Baik.
Sampai jumpa, Ayah.
Sampai jumpa.
Bos,
tersenyumlah.
Begitu!
Rencana mewujudkan pesta impianmu
Duoduo,
kemarilah.
Aku kaisar dari dinasti apa?
Kaisar dinasti apa tidaklah penting,
yang penting,
seberapa nyata rasanya.
Selamat ulang tahun Ayah Dese.
Baik, selamat.
Berhenti!
Kalian sedang apa?
Niu Duoduo,
cepatlah kemari!
Pergilah.
Cepat!
Semua, jangan berhenti,
lanjutkan!
Bukankah aku memintamu untuk lebih menurut?
Apa kau tak tahu ayahku sedang mengujimu?
Bagaimana kalau dia merasa kau tak baik?
Bukankah aku harus kencan buta lagi?
Sakit!
Putraku!
Anak baik sepertimu
kenapa bisa menyukai Yu Shengnan?
Ucapanmu ini tidak benar.
Jangan selalu mengatainya,
anggap saja demi diriku.
Sobat,
ucapanmu benar.
Baiklah!
Mari lanjut ke acara berikutnya.
Persembahan kejutan.
Baby Qiqi,
ini aku, Ayah Dese.
Ayah Dese,
aku juga penggemarmu.
Terima kasih.
Selamat ulang tahun.
Selamat.
Semuanya bersenang-senanglah.
Selamat ulang tahun.
Ayah Dese, selamat ulang tahun.
Selamat ulang tahun.
Niu Duoduo,
berhenti kau!
Kau cari mati, ya! Kemari kau!
Aku akan menghabisimu, berhenti!
Jangan kabur, Niu Duoduo!
Niu Duoduo,
yang mabuk duluan adalah pecundang!
Yang benar saja.
Saat ayahmu ada, kau bahkan memanggilku kakek.
Wajah saja tak bisa kau bedakan.
Sudah sangat larut,
pasangan di satu kamar
tidak melanggar aturan.
Aku ngorok tidak apa-apa, kan?
Kalau keberatan, tahan saja.
Siapa yang menyuruhmu tidur di sini?
Aku tidak tidur.
Mati pun tidak akan tidur lagi.
Kemarin kau ngorok keras, ya?
Tidurku jadi tidak nyenyak gara-gara kau!
Membuatku kesal saja!
Merunduk!
Lin Jie!
Berhenti!
Guru!
Aku mengalah hari ini.
Dasar pasukan wanita yang dilatih tua bangka!
Perguruan Qingyun
cepat atau lambat pasti hancur!
Apa yang kau lakukan?
Berhenti! Apa yang kau lakukan?
Berhenti!
Cepat berhenti!
Seni bela diri bukan untuk merusak hubungan,
tetapi untuk saling bertoleransi.
Guru, dia yang duluan...
Diam!
Bos,
ada berita baru.
Yu Shengnan, wanita tomboi itu akan menikah.
Yu Shengnan,
menarik juga.
Gerakan harus tepat.
Posisi tinju saat menyerang,
kunci posisi saat menendang.
Nilai tiga untuk tinju,
nilai tujuh untuk tendangan.
Kakak seperguruan!
Gerakan harus tepat,
berbicara juga harus tepat.
Kakak, sepertinya pelajaran kita sama.
Perguruan Bela Diri Terbaik
Lin Jie,
apa kau mengaku salah?
Aku tidak salah!
Kau harus taat aturan di sini.
Amarah dan emosimu tak terkontrol.
Jika begini terus, kau hanya akan jadi anjing yang tersesat.
Semoga kau bisa lebih baik lagi.
Pergilah!
Aku tidak salah!
Aku tidak salah!
Aku tidak salah!
Kakak!
Aku tidak salah!
Mari, mari, mari.
Coba lihatlah,
Di antara kedua ini, mana yang lebih cocok untukku?
Kakak...
Bukankah kau
ketua baru yang hampir kubunuh saat itu?
Benda feminin itu
tak cocok untukmu.
Adik seperguruan,
lama tak bertemu.
Pak Tua, jangan makan terlalu banyak.
Kau sudah tua, makan terlalu banyak tak baik untukmu.
Umurku sudah tidak panjang lagi,
kalau tidak makan sekarang, nanti aku tidak bisa makan lagi.
Pak Tua,
kulihat, kau dan istriku
setiap hari berkata ketua dan tetua.
Hubungan kalian berdua sangat baik, ya.
Omong kosong! Dia itu putri kandungku,
tentu saja hubungan kami baik.
Jadi, apa sebenarnya
pekerjaan istriku itu?
Kau tak tahu apa pekerjaan istrimu sendiri?
Aku merasa kau sudah sangat tua,
takut ingatanmu buruk,
jadi aku sengaja menguji ingatanmu.
Ingatanku buruk?
kuberi tahu ya,
putri kandungku itu
ketua perguruan bela diri Qingyun.
Kenapa kau kemari?
Kau akan segera menikah,
aku datang untuk mengucapkan selamat.
Kalian pergi dulu.
Tak disangka, semua suruhanmu sangat menurut.
Kau juga pergi.
Ada apa mencariku? Katakanlah.
Kau tidak menyambutku?
Aku dibesarkan di sini.
Ada yang salah kalau aku berkunjung?
Kau sadar kau dibesarkan di sini?
Lin Jie,
karena kau mengacau di semua tempat,
enam perguruan besar sangat membenci Qingyun.
Dua tahun terakhir, banyak perguruan datang untuk merebut papan itu.
Karena hal ini,
ayah kelelahan fisik dan mental.
Sejak itu, tubuhnya semakin lemah.
Saat itu, aku sangat berharap kau pulang dan melindungi perguruan Qingyun.
Kau,
kau hanya berkata...
Hidup dan mati ditentukan oleh takdir.
Setelah menghancurkan jembatan,
masih berharap bisa melewati sungai?
Perguruan Qingyun tidak berubah sama sekali.
Baik,
kalau kau begitu benci padaku,
aku akan memberimu satu kesempatan.
Kompetisi Wulin akan segera dimulai.
Kita bertarung untuk papan ini.
Kita lihat siapa
yang pantas memilikinya.
Papan ini
milik Perguruan Qingyun.
Yu Shengnan!
Tunggu dulu.
Kenapa kau di sini?
Kenapa kau di sini?
Kita...
Kita bicara nanti!
Yu Shengnan,
jangan kau permainkan aku!
Aku sangat paham pekerjaanmu ini!
Jika kau sampai menyinggung seseorang, aku juga tak akan bisa kabur.
Aku apa?
Bukankah kita sudah sepakat,
kau akan memberiku 50.000 Yuan,
aku akan menikah kontrak denganmu,
tapi, kau tak pernah memberitahuku
ternyata kau ketua perguruan ini!
Aku hanya ingin
mengurus kedai mi dengan baik.
Hari ini, kau harus memperjelas lagi
semua hal ini padaku.
Jika tidak, aku tak akan menikahimu!
Bisakah kita bahas hal ini nanti?
Tidak bisa!
Bahas sekarang juga!
Duoduo,
aku tahu kau kekurangan uang,
tapi, kau juga harus bisa memilih pasangan hidup.
Jangan sampai
menerima apa pun yang ada.
Kalau mau menghajarku,
sampai jumpa di Kompetisi Wulin.
Oh ya, Adik Seperguruan,
namaku sekarang bukan Lin Jie.
Panggil aku
Jack.
Sakit!
Sakit!
Sakit!
Aku bukan sungguhan tak mau menikah.
Aku hanya mau berdiskusi denganmu.
Untuk apa kau bertingkah seperti itu?
Katakan, apa sebenarnya hubungan kalian?
Kami tidak ada hubungan apa-apa.
Baik,
aku tak akan menghajarmu.
Katakanlah,
apa sebenarnya hubungan kalian.
Kami saling kenal saat masih kecil.
Saat itu,
selain aku, tak ada yang menyukainya.
Karena itu, dia menganggapku sebagai kakak.
Di suatu musim dingin,
kami memancing di sungai.
Aku membuatnya jatuh ke dalam lubang es.
Tanpa basa basi, aku langsung melompat ke dalam sungai es.
Setelah menariknya beberapa menit,
aku berhasil menyelamatkannya.
Ada lagi saat musim panas,
kami berdua menembak burung di hutan.
Saat aku digigit ular,
tanpa basa basi, Lin Jie langsung mengisapnya.
Akhirnya, bibirnya bengkak sekali.
Jadi,
bisa dikatakan,
kami berdua pernah melawan takdir.
Kemudian?
Kemudian, aku berpikir,
kau seharusnya minta maaf padanya.
Kau tanpa basa basi,
langsung menamparnya seperti itu,
apakah itu pantas?
Aku minta maaf?
Kau tahu apa menyuruhku minta maaf padanya?
Apa kau tahu kenapa ayahku bisa sakit?
Apa kau tahu kenapa Lin Jie
terus-terusan mengacau di perguruan Qingyun?
Kau tak tahu apa-apa dan menyuruhku minta maaf padanya?
Aku beri tahu kau, Niu Duoduo,
setelah hal ini selesai, kita tak usah saling mengenal lagi!
Tunggu Ayahku...
Aku akan kehilangan ayah.
Ibu-ibu dan bapak-bapak,
selamat datang
di pernikahan
Tuan Niu Duoduo
dan Nona Yu Shengnan!
Aku merasa sangat terhormat
bisa hadir di acara
dengan situasi spesial ini.
Terima kasih
pada kedua mempelai
yang memberiku kesempatan
menjadi MC di acara pernikahan spesial ini.
Kalau tak sanggup bayar hotel mengaku saja,
apanya yang spesial?
Kau bergumam apa?
Tidak ada, Kakak.
Kalau tidak ada, ayo jalan.
Gaun ini berat sekali.
Oke, ibu-ibu dan bapak-bapak,
angkat kedua tangan kalian
dan beri tepuk tangan meriah
pada mempelai pria kita hari ini,
Niu Duoduo!
Silakan masuk!
Subtitle by RhainDesign Palu, 8 April 2021
Selanjutnya,
mari kita beri tepuk tangan meriah juga
untuk wanita tercantik malam ini,
mempelai wanita kita,
Yu Shengnan!
Ini pernikahan bukan pemakaman,
kenapa kau malah menangis?
Aku ini sedang tersenyum.
Aku menyuruhmu tersenyum!
Pengantin baru
Upacara pernikahan resmi dimulai.
Jelas-jelas aku lebih baik.
Perlu berapa lama lagi?
Aku mana tahu,
entah apa yang akan dilakukan ayahku,
tunggu saja dulu.
Para hadirin sekalian,
mari kita sambut dengan meriah
ayah dari mempelai wanita kita,
Ayah Dese pemberani dan tak terkalahkan
untuk masuk ruangan.
♫Perkataanku yang menyakitimu,♫
♫apakah kau masih ingat?♫
♫Saat itu, diriku masih bodoh♫
♫dan belum dewasa.♫
♫Itu perkataan dariku♫
♫yang tak paham cara menyampaikan perasaanku.♫
♫Bertumbuh dewasa♫
♫dengan ucapan dari hati.♫
♫Semua tetesan air mata kesedihan♫
♫akan dihapus perlahan oleh waktu.♫
♫Musim semi yang dibawa pergi♫
♫telah bertumbuh menjadi sayap.♫
Nona Yu Shengnan,
♫Cintamu♫
apakah kau bersedia menerima Niu Duoduo
♫seperti langit biru dan laut luas♫
dan menjadi istrinya
di saat sakit
maupun sehat,
♫yang menghilangkan kegelisahanku.♫
menemaninya seumur hidup,
serta menjaganya
♫Aku hidup dengan bebas♫
sampai akhir hayat?
♫tanpa takut akan masa depan.♫
♫Cintamu♫
Aku bersedia.
♫seperti pelindung lembut♫
Tuan Niu Duoduo,
♫yang membuatku bergantung erat♫
apakah kau bersedia
menjadi suami Nona Yu Shengnan,
♫tak ingin berpisah♫
♫dan membiarkan waktu berhenti saja.♫
tak peduli muda atau tua,
melindunginya seumur hidup,
menemaninya
sampai berkerut dan putih rambutnya?
♫Perkataanku yang menyakitimu,♫
♫apakah kau masih ingat?♫
Aku bersedia.
♫Saat itu, diriku masih bodoh♫
Kami tidak mendengarnya!
Aku bersedia!
♫dan belum dewasa.♫
♫Itu perkataan dariku♫
♫yang tak paham cara menyampaikan perasaanku.♫
Arak pengantin saja bisa membuatmu mabuk.
Kau benar-benar hemat arak.
Niu Duoduo,
dasar bodoh!
Panas sekali.
Ayahku bahagia.
Aku mandi dulu.
Kuat "Main" Ke sukanal.com Aja!
sukanal.com Buktikan sendiri, Di Jamin HOT!!
Apa yang kau lakukan?
Aku...
Aku...
Aku bisa melakukan apa?
Untung saja aku segera sadar,
kalau tidak, kau pasti sudah...
Bukan begitu,
tadi suasananya sangat pas,
itu juga bukan...
Kau berdiri di sana!
Niu Duoduo,
jangan sentuh aku!
Berdiri!
Menari!
Menari!
Menari!
Jangan berhenti sampai aku selesai mandi.
Shengnan,
ayah sangat, sangat senang hari ini.
Ada Duoduo yang menjagamu,
ayah merasa sangat tenang.
Shengnan, tolong tanya pada Duoduo,
ulang tahunku di kalender lunar akan segera tiba,
apa dia sudah menyiapkan kejutan untukku?
Guru.
Jie?
Kau menarilah dengan baik!
Shengnan,
ayah sangat, sangat senang hari ini.
Ada Duoduo yang menjagamu,
ayah merasa sangat tenang.
Beritahu pada ayah...
Mundur kau,
menarilah dengan baik!
Ulang tahunku di kalender lunar akan segera tiba.
Tahun itu,
demi membalas orang yang menghinamu,
aku melanggar aturan
dan disuspensi selama tiga tahun.
Saat itu, kau bilang apa?
Seni bela diri bukan untuk merusak hubungan,
tetapi untuk saling bertoleransi.
Baik,
aku mendengarmu.
Sekarang aku membuka perguruanku sendiri
bernama Mahakuasa,
sangat penuh toleransi.
Jie,
kapan kau kembali kemari?
Guru, Kompetisi Wulin akan dimulai lagi,
Mahakuasa akan jadi penyelenggara.
Murid akan menyerang Perguruan Qingyun.
Papan itu
akan kuambil sebagai tanda minta maaf darimu.
Aku bertanya, kapan kau kembali kemari?
Sejak kapan kau kembali?
Satu lagi, Guru.
Yu Shengnan akan ikut kompetisi juga.
Kau tenang saja,
aku sangat mengenal
gaya bertarungnya.
Murid tak akan membuatmu kecewa kali ini.
Aku sudah makan.
Aku sekarang tak bisa makan apa pun lagi.
Aku tak bisa makan lagi.
Guru,
utang Perguruan Qingyun padaku
hanya bisa dikembalikan oleh Yu Shengnan.
Aku akan kembali mengunjungimu lagi nanti.
Jangan lupa kunjungiku dua hari lagi, ya.
Shengnan,
Shengnan...
Hormat pertama.
Altar
Hormat kedua.
Hormat ketiga.
Hormat dari keluarga.
Bakti
Kak, ada yang ingin kusampaikan padamu.
Nanti saja.
Tidak bisa ditunda.
Sebelum Guru pergi,
ada seseorang yang mengunjungi dia.
Aku sudah memeriksa CCTV.
Siapa?
Lin Jie.
Bos,
sepertinya ada masalah.
Dupa ini terbakar di tengah ruangan,
beberapa gumpalan asap membubung ke langit.
Ada satu yang pendek dan miring,
ibarat melewati gerbang neraka,
situasi yang berbalik arah.
Bos,
kesialanmu lebih besar daripada keberuntungan,
sulit untuk bisa selamat.
Sedang apa kalian?
Ayahku memikirkan masa lalu dan selalu memberimu kelonggaran.
Kau sungguh keterlaluan.
Pak Tua sudah sekarat,
hal yang tak bisa dihindari ini
tidak bisa disalahkan padaku.
Kau masih berani berdalih?
Berani berbuat, berani bertanggung jawab!
Kalian benar-benar konyol!
Jangan keterlaluan!
Kau tak pantas belajar bela diri dari ayahku!
Ucapan ayahku benar.
Kau hanyalah anjing tersesat.
Kakak!
Jangan mengalah padanya!
Kita berdua juga jangan diam saja.
Hajar!
Jangan pukul lagi!
Jangan pukul lagi, Lin Jie!
Urusan kita masih belum selesai!
Semuanya kemari!
Hajar dia!
Siapa anjing tersesat?
Siapa anjing tersesat?
Kantin Perguruan Mahakuasa tutup hari ini
Cepat lari!
Aku tidak salah!
Lin Jie,
lepaskan dia!
Shengnan, ayo kita pergi.
Lin Jie, apa yang kau katakan pada ayahku?
Shengnan, jalan.
Lin Jie, apa yang kau katakan pada ayahku?
Ayo, pergi.
Beri tahu aku!
Apa yang kau katakan pada ayahku?
Sakit, tidak?
Tidak sakit.
Kau sakit?
Sakit.
Aku sungguh tidak tahu ternyata dulu
kau dan Lin Jie begitu banyak masalah.
Apa dia sangat hebat?
Sejak kecil, aku tak pernah bisa mengalahkannya.
Ayahku pernah bilang,
jika suatu hari Lin Jie bukan lagi kakak seperguruanku,
jangan pernah bertarung dengannya.
Tidak apa-apa,
aku akan memastikan dia minta maaf padamu.
Tidak perlu.
Kau urus saja dirimu sendiri baik-baik.
Tadi kau bilang saat kau kecil,
saat kecil, kau seperti apa?
Saat aku kecil...
Saat aku kecil,
aku paling suka dua jenis makanan.
Yang pertama adalah lamian,
yang kedua adalah jianbing.
Saat itu, aku tak punya uang jajan lebih.
kupikir,
saat besar nanti,
aku akan buka kedai mi,
lalu menikahi istri yang bisa membuat jianbing,
hidupku sudah lengkap.
Lihatlah hasilnya sekarang,
hal yang kau inginkan
hanya bisa dikabulkan setengahnya oleh Tuhan.
Saat aku kecil,
aku sangat benci berlatih.
Saat anak perempuan lain bermain boneka,
aku memukul boneka kayu.
Saat anak lain bermain piano,
aku memukul boneka kayu.
Saat gadis lain memukul pacarnya,
aku masih saja memukul boneka kayu.
Akhirnya, aku tak bisa menahannya lagi.
Aku bilang pada ayahku,
Ayah,
aku sangat ingin boneka beruang.
Ayahku bilang,
kebetulan sekali,
kau ikut saja lomba seni bela diri di kota.
Hadiah utamanya adalah boneka beruang.
Aku menurut saja dan ikut lomba itu.
Akhirnya, aku memenangkan lomba itu.
Hadiah utamanya
adalah buku soal olimpiade tahun itu.
Di buku itu ada gambar beruang kecil.
Saat memenangkan lomba kejuaraan nasional,
aku sudah berusia 19 tahun,
sudah terlalu tua untuk boneka beruang.
Ayah,
kau selamanya berutang boneka beruang padaku!
Ini untukmu.
Hadiah, ya?
Sejak kecil sampai dewasa,
aku hanya pernah menerima satu hadiah dari Ayahku,
alat hand...
grip.
Hand grip model terbaru,
bisa menguatkan cengkeraman tanganmu.
Terima kasih.
Terkadang aku sangat ingin tahu,
jika aku bukanlah ketua perguruan,
apa yang sedang kulakukan?
Apa kau ingin meluapkan emosimu?
Malam terlalu indah, meski begitu sederhana.
Cinta terlalu indah, meski sangat berbahaya.
Aku bersedia membayar semua air mata yang jatuh.
♫Jarum jam mengejar jarum menit dari hari ke hari,♫
♫sudah berapa putaran berlalu.♫
♫Aku menunggu kehadiranmu dalam hening.♫
♫Menghadap dinding kosong dengan kuas♫
♫dan melukis rinduku padamu.♫
♫Memori terlalu berat, ku terkunci di dalamnya.♫
♫Hari, bulan, tahun, dari musim ke musim,♫
♫sudah berapa lama waktu berlalu?♫
♫Melihatmu pergi dan menjauh.♫
♫Kurentangkan kedua tangan untuk meraihmu,♫
♫namun aku kehilangan ujung jarimu.♫
♫Tersenyum agar air mata tak mengaburkan mataku.♫
♫Aku terpaku di sini, menghitung detik.♫
♫Mendengarmu tanpa bicara.♫
♫Andai kita mencapai jalan bercabang,♫
♫apakah akan ada♫
♫kenangan yang enggan kita lepas?♫
♫Aku berjuang menjadi anggun seperti yang kau suka,♫
♫meyakinkan diri kau tak peduli palsu atau nyata,♫
♫biarlah jam berputar kembali ke musim panas saat kita berjumpa.♫
Yu Shengnan!
Untuk apa kau berteriak?
Yu Shengnan!
Niu Duoduo!
Yu Shengnan!
Niu Duoduo!
Niu Duoduo,
beruang itu untukku saja.
♫Hari, bulan, tahun, dari musim ke musim,♫
Aku bukan ayahmu.
♫sudah berapa lama waktu berlalu?♫
♫Melihatmu pergi dan menjauh.♫
Tunggu sebentar.
Kau ke mana?
♫Kurentangkan kedua tangan untuk meraihmu,♫
♫namun aku kehilangan ujung jarimu.♫
Ada apa?
♫Tersenyum agar air mata tak mengaburkan mataku.♫
♫Aku terpaku di sini, menghitung detik.♫
♫Mendengarmu tanpa bicara.♫
Apa yang kau lakukan?
♫Andai kita mencapai jalan bercabang,♫
♫apakah akan ada♫
Apa itu?
♫kenangan yang enggan kita lepas?♫
Wenzhong,
perahu permintaan mewah.
♫Aku berjuang menjadi anggun seperti yang kau suka,♫
Setelah dipasang lilin dan buat permintaan,
♫meyakinkan diri kau tak peduli palsu atau nyata,♫
berlayarlah!
Aku belum buat permintaan.
Aku sudah.
♫biarlah jam berputar kembali ke musim panas saat kita berjumpa.♫
Permintaan apa?
Kedai Mi Niu Duoduo, semakin laris manis!
♫Ingin ku kembali ke masa kau jatuh cinta padaku♫
Niu Duoduo,
dasar tak tahu malu!
♫di musim panas itu.♫
Ah, sakit sekali.
Kau sedang apa?
Apa yang kau lakukan?
Niu Duoduo, berhenti!
Niu Duoduo!
Niu Duoduo.
Yu Shengnan, semangat!
Lin Jie.
Duoduo,
duduk dulu sebentar,
aku hampir selesai.
Mari,
ikut denganku dan minta maaf pada Shengnan.
Minta maaf?
Atas dasar apa aku minta maaf?
Atas semua makanan dan ilmu dari keluarga Yu.
Kau harus minta maaf padanya.
Aku tidak berutang pada keluarga Yu,
keluarga Yu yang berutang padaku.
Kau mau pergi atau tidak?
Jangan mengacau.
Aku hanya tanya, pergi atau tidak?
Memangnya mereka siapa?
Atas dasar apa aku minta maaf?
Kau jangan melihatku seperti itu.
Hal ini, memang kau yang bersalah.
Kalau kau menganggapku saudaramu,
ikutlah denganku.
Niu Duoduo,
apa ucapanku belum jelas juga?
Kau hanya suami sementaranya,
kau menganggap dirimu sangat hebat?
Kau bilang apa?
Pergi kau!
Pergi!
Bos, katakan saja, aku akan pergi...
Pergi!
Adik seperguruan.
Apa yang kau lakukan di sini?
Kompetisi Wulin akan segera dimulai.
Semua perguruan telah membalas undanganku.
Aku datang untuk bertanya, apakah Qingyun telah menerimanya?
Sudah diterima
dan sudah dirobek!
Jika diterima lagi, akan dirobek lagi!
Papan ini
Perguruan Bela Diri Terbaik
mewakili perguruan terkuat di Jalan Wuguan.
Hari ini aku datang
bukan untuk menantang,
bukan untuk merebut papan.
Aku menghormatimu.
Bukankah kau bilang,
aku yang telah mencelakai Pak Tua?
Kalau mau balas dendam,
Kompetisi Wulin
adalah kesempatanmu.
Kau tak pantas.
Pantas atau tidak,
bukan keputusanmu.
Bos!
Belalang,
perlihatkan pada kami.
Satu menit tujuh detik
dan satu tendangan,
aku berhasil menaklukkan mereka.
Lihatlah,
ada satu yang terbaring.
Lin Jie, apa kau sungguh manusia?
Cinta sejati, ya?
kukira ancaman ini tak akan berhasil.
Niu Duoduo belum bilang padamu?
Paha Chen Wu yang dicubit olehnya
sudah mati rasa selama seminggu.
Aku tak bisa menahan emosinya.
Dendam harus dibalas.
Tidak sepertimu.
Lin Jie,
apa sebenarnya utang keluarga Yu padamu?
Utang kalian terlalu banyak!
Aku melakukan banyak hal demi keluarga Yu!
Aku ingin membesarkan Perguruan Qingyun,
membuat Pak Tua terkenal.
Kalian
malah memperlakukanku seperti anjing.
Mengusirku begitu saja.
Benar,
aku mau membangun perguruanku sendiri.
Aku mau menghabisimu di Kompetisi Wulin,
di hadapan semua orang!
Aku mau menghabisi perguruan Qingyun sampai tak bisa bangkit lagi!
Niu Duoduo sudah pulang.
Jadi, kau pergi atau tidak?
Niu Duoduo sudah pulang.
Pergi atau tidak?
Pergi!
Diterima.
Duoduo menganggapmu seperti saudara sendiri.
Di hari kalian menikah,
aku tidak punya saudara lagi.
Masih terang kenapa ditutup...
kenapa kau kemari?
Niu Duoduo,
nasibmu sangat baik.
Terkejut, tidak?
Kak, mari kubantu pijat.
Niu Duoduo,
masalah di antara
kita berdua
belum selesai!
Mana jurus kungfu mabuk kalian?
Ini terlalu mendadak, kami tidak sempat minum.
Pria kontrak
Shengnan,
kau baik-baik saja, 'kan?
Kenapa kau tidak angkat teleponku?
Aku beri tahu ya,
Lin Jie menyuruh Chen Wu dan pasukannya
mengacau di kedaiku.
Dia berharap bisa menakutiku.
Yang benar saja!
Aku dikelilingi orang yang bisa kungfu mabuk.
Aku beri tahu ya,
walaupun aku melepas kedai mi ini,
aku tetap akan memberimu keadilan.
Kau duduk saja dulu.
Tidak perlu.
Kau tunggu saja di sini.
Urusanku tak ada hubungannya denganmu.
Apa?
Apa yang tak ada hubungannya denganku?
Sejak kau datang,
sudah berapa banyak masalah yang kau buat?
Bukan,
Shengnan, aku...
Seorang koki mengerti apa?
Kau hanya mempersulit masalah.
Aku hanya membantumu.
Apa aku butuh bantuan darimu?
Kau kira kau siapa?
Apa kau tak sadar akan kemampuan fisikmu?
Apa aku memintamu mencarinya?
Apa aku menyuruhmu cari mati?
Kau jangan tak tahu terima kasih!
Aku tak tahu terima kasih?
Tubuhku terluka demi siapa?
Aku begitu rendah di matamu?
Benar!
Kau rendahan, memang pantas, kau yang cari masalah sendiri!
Harusnya kau diam dan terima saja 50.000 Yuan itu.
Kau merasa uang itu kurang?
Kalau kurang, katakan saja,
akan kutambah lagi!
Yu Shengnan,
apa kau benar-benar manusia?
Saat itu, kau yang memaksaku menikah denganmu.
Akulah yang rendahan,
apa kau sudah puas?
Ucapan Lin Jie benar,
Niu Duoduo, kau memang sampah!
Kontrak sudah habis,
saatnya cerai!
Cerai ya cerai saja, yang tidak cerai adalah pecundang!
- Aku... - Aku...
Kau duluan.
Terima kasih.
Baik,
kita adalah teman.
Kalau ada hal seperti ini lagi, carilah aku.
Mendapat 50.000 Yuan sebulan,
bagus sekali.
Aku pergi dulu.
Surat cerai
Kurangi minum arak.
Satu bulan kemudian
Subtitle by RhainDesign Palu, 8 April 2021
Kak, aku sudah beli jianbingnya.
Ayo, pergi.
Seluruh hadirin
yang terhormat.
Ibu-ibu dan bapak-bapak
yang tercinta.
Selamat datang di acara
yang telah tertunda selama satu abad,
Kompetisi Wulin!
Baik!
Seratus tahun belakangan,
dunia seni bela diri kita
bisa dibilang
penuh dengan semangat anak muda!
Yang ada di hadapanku sekarang
papan berisi empat kata ini
Perguruan Bela Diri Terbaik
adalah saksi bisu dari ratusan tahun lalu
yang menyaksikan jatuh bangun
seni bela diri di Tiongkok.
Di sini,
kita ucapkan terima kasih pada Ketua Qingyun,
Nona Yu Shengnan
yang bersedia mengeluarkan kembali papan ini
dan membangkitkan kembali pahlawan baru
di musim yang baru.
Baik!
Selanjutnya,
mari kita persilakan penyelenggara,
Tuan Jack Lin, untuk naik ke atas ring
dan menyampaikan pidato.
Bagus!
Dulu,
ada guru tua yang melihat tinjuku,
dia bilang, sedikit jauh lebih baik...
...daripada berlebihan.
Kemudian,
aku mengalahkannya.
Setelah itu, aku belajar lebih banyak, lebih banyak lagi,
menantang semua orang, belajar dari semua orang.
Aku melawan satu per satu perguruan dan menang,
menang berkali-kali, sampai membuat semua orang kesal.
Aku tahu,
orang yang berlatih bela diri
seharusnya rendah hati.
Lepas kendali hanyalah kenikmatan sesaat saja,
namun, saat kau terus lepas kendali, maka kenikmatan itu juga tiada henti!
Mulai acaranya.
Baiklah, ibu-ibu dan bapak-bapak,
dengan penuh kehormatan, aku umumkan
Kompetisi Wulin
resmi dimulai!
Bagus!
Pernikahan akan kuatur, rumah juga aku punya,
berilah aku jawaban baik.
Tuan Niu.
Tuan Niu,
ini Nona Xu.
Kalian boleh saling berkenalan dulu.
Bisakah kau perlihatkan tinjumu padaku?
Perlihatkan tinjumu padaku.
♫Perkataanku yang menyakitimu,♫
Kau gila, ya?
♫apakah kau masih ingat?♫
♫Saat itu, diriku masih bodoh♫
♫dan belum dewasa.♫
♫Itu adalah perkataan dariku♫
♫yang tak paham cara menyampaikan perasaanku.♫
♫Bertumbuh dewasa♫
Apa kau akan memukul suamimu di masa depan?
♫dengan ucapan dari hati.♫
Meremuk pundaknya
sampai sakit tulangnya?
♫Semua tetesan air mata kesedihan♫
Aku rasa, jika ada masalah,
kita bisa menyelesaikannya dengan tenang dan rasional.
♫akan dihapus perlahan oleh waktu.♫
Kita tidak cocok,
maaf.
♫Musim semi yang dibawa pergi♫
Semangat!
♫telah bertumbuh menjadi sayap.♫
♫Cintamu♫
Setiap kali aku ingin menciummu,
♫seperti langit biru dan laut luas♫
apakah kau akan menghajarku?
Semangat!
♫yang menghilangkan kegelisahanku.♫
Apa kau bisa ngorok lebih keras dari babi betina?
♫Aku hidup dengan bebas♫
♫tanpa takut akan masa depan.♫
♫Cintamu♫
Bagus! Bagus!
♫seperti pelindung lembut♫
Apa ayahmu suka menonton siaran langsung?
♫yang membuatku bergantung erat♫
♫tak ingin berpisah♫
Apa kau bisa menelan muntahan saat mabuk?
♫dan membiarkan waktu berhenti saja.♫
♫Cintamu♫
Seluruh hadirin yang terhormat,
ibu dan bapak yang tercinta,
selamat datang di babak final
kompetisi Wulin!
Setelah pertarungan hebat yang panjang,
akhirnya kita tiba di babak final kompetisi Wulin.
Kedua petarung
yang memasuki babak final ini adalah
dari sisi hitam,
Ketua perguruan Mahakuasa, Jack Lin!
Jack Lin
Dari sisi putih,
ketua perguruan Qingyun,
Yu Shengnan!
Yu Shengnan
- Baik, selanjutnya aku umumkan... - Tunggu sebentar!
Ini sudah babak final,
mari ubah aturannya.
Tidak ada batas waktu,
tidak ada aturan,
tidak bisa menyerah.
Orang yang kalah
harus membubarkan perguruannya.
Hanya pecundang yang takut padamu.
Baiklah, ibu dan bapak sekalian, saya umumkan
babak final dimulai!
Bersiap.
Bersiap.
Mulai!
Surat Cerai
Yu Shengnan
Bagus!
Semangat kedua pihak semakin membara.
Ini adalah pertarungan tanpa aturan.
Kemenangan adalah keadilan tertinggi!
Kedua belah pihak mulai saling menyerang.
Hal ini mengingatkanku
pada pepatah bijak dari Ip Man.
Hanya ada dua posisi dalam kungfu.
Berdiri dan menang,
atau terbaring dan kalah.
Jack Lin menggunakan kekuatan kakinya
dan menendang paha Yu Shengnan.
Yu Shengnan menghindar, menghindar,
terdorong hingga pojok ring.
Habis sudah!
Astaga, sebuah tinju keras melayang ke wajahnya.
TIdak apa-apa, tidak apa-apa.
Mengunci kaki!
Jack Lin berhasil mengunci kaki lawan,
telah terkunci, kaki terkunci!
Yu Shengnan berusaha lepas, lepas.
Bagus!
Selesai!
Terkunci! Yu Shengnan terkunci!
Jika Jack Lin bisa terus bertahan,
Yu Shengnan akan sulit menang.
Bertahan!
Yu Shengnan sedang berjuang, berjuang!
Gerakannya semakin melambat sekarang.
Bagus sekali!
Yu Shengnan berhasil melepas tangannya.
Dia memutar tubuhnya
dan menendang wajah Jack Lin!
Jack Lin tampak sedikit pusing,
dia berdiri dengan perlahan di pinggir ring.
Kedua pihak dalam keadaan cemas.
Kedua pihak dalam keadaan cemas.
Astaga!
Astaga!
Bagus sekali!
Bisa, bisa, bisa!
Selesai sudah.
Selesai sudah!
Niu Duoduo!
Ayo, pergi!
Apa?
Kakakku bercerai denganmu
demi melindungi kakimu, sudah mengerti? Cepat, jalan!
Aku tidak mengerti.
Lin Jie bilang,
jika kau berani menemuinya lagi,
dia akan mematahkan kakimu.
Demi kakimu, kakakku
bersedia melawannya di kompetisi, mengerti?
Dia setiap hari menangis dan merindukanmu.
Setelah menangis, dia memakan itu,
jianbing,
lalu memesan mi dari kedai mi kalian.
Aku tak pernah melihat kakakku
berjuang sekeras itu demi seorang pria.
Ini semua demi kau, Niu Duoduo.
Hanya kau
yang bisa menghentikan kakakku bertarung.
Kau masih belum mengerti, ya?
Tidak masalah,
biar saja dia dibunuh oleh Lin Jie itu.
Duoduo,
menjadi seorang pria sejati!
Apa kau tahu jalan ke sana?
Yu Shengnan terhempas jatuh.
Dia tak terlihat merespon lagi.
Wasit mulai menghitung!
Menang! Kita menang!
Shengnan, aku membawa beruangmu kemari!
Keluar, kau tidak boleh masuk!
Shengnan!
Shengnan!
Keluar!
Apa yang kau lakukan?
Jangan sentuh aku!
Shengnan, Shengnan.
Anggap saja dia itu aku, bangunlah!
♫Perkataanku yang menyakitimu,♫
Bangunlah!
Kau harus bertahan!
♫apakah kau masih ingat?♫
Ingatlah ayahmu!
Ingatlah perguruan Qingyun!
♫Saat itu, diriku masih bodoh♫
Minggir!
- Menyingkir - Lepas, lepaskan!
♫dan belum dewasa.♫
Apa kalian tak tahu dia dari Qingyun?
Bertahanlah!
♫Itu perkataan dariku♫
Kakak!
Satu!
Dua!
♫yang tak paham cara menyampaikan perasaanku.♫
Tiga!
♫Bertumbuh dewasa♫
Empat!
Lima!
♫dengan ucapan dari hati.♫
Enam!
Berdiri!
♫Semua tetesan air mata kesedihan♫
Tujuh!
Delapan!
♫akan dihapus perlahan oleh waktu.♫
Sembilan!
Berdiri!
♫Musim semi yang dibawa pergi♫
Yu Shengnan!
♫telah bertumbuh menjadi sayap.♫
Berdirilah, berdirilah!
Yu Shengnan!
♫Cintamu♫
Yu Shengnan sudah berdiri!
Yu Shengnan sudah berdiri!
♫seperti langit biru dan laut luas♫
Yu Shengnan!
Ini semangat bela diri Tiongkok!
♫yang menghilangkan kegelisahanku.♫
Yu Shengnan!
♫Aku hidup dengan bebas♫
♫tanpa takut akan masa depan.♫
♫Cintamu♫
♫seperti pelindung lembut♫
♫yang membuatku bergantung erat♫
♫tak ingin berpisah♫
♫dan membiarkan waktu berhenti saja.♫
Sejak kecil sampai dewasa,
aku hanya pernah menerima satu hadiah dari ayahku,
alat hand...
♫Perkataanku yang menyakitimu,♫
grip.
♫apakah kau masih ingat?♫
♫Saat itu, diriku masih bodoh♫
Cengkeram rusuknya!
♫dan belum dewasa.♫
♫Itu perkataan dariku♫
Remuk pundaknya!
♫yang tak paham cara menyampaikan perasaanku.♫
♫Bertumbuh dewasa♫
Hajar dia!
Kakak!
♫dengan ucapan dari hati.♫
♫Semua tetesan air mata kesedihan♫
Bagus!
Bagus!
♫akan dihapus perlahan oleh waktu.♫
Kau juga pernah belajar Wing Chun?
♫Musim semi yang dibawa pergi♫
- Serangan bagus! - Hebat sekali!
Bagus!
♫telah bertumbuh menjadi sayap.♫
Bagus!
♫Cintamu♫
Suatu hari kau akan mengerti
♫seperti langit biru dan laut luas♫
apa sesungguhnya yang dimaksud
saling bertoleransi.
♫yang menghilangkan kegelisahanku.♫
Karena ini pertarungan tanpa aturan,
yang kalah adalah yang terjatuh!
Ambil papan itu!
Memalukan!
Sungguh memalukan!
Pecundang!
Pecundang!
Kakak!
Shengnan!
Shengnan!
Niu Duoduo,
kau sudah datang.
Sudah,
sudah datang.
♫Jarum jam mengejar jarum menit dari hari ke hari,♫
♫sudah berapa putaran berlalu.♫
♫Aku menunggu kehadiranmu dalam hening.♫
♫Menghadap dinding kosong dengan kuas dan melukis rinduku padamu.♫
Shengnan,
bangunlah.
♫Memori terlalu berat, ku terkunci di dalamnya.♫
Cepatlah!
Cepat!
Angkat.
♫Hari, bulan, tahun, dari musim ke musim,♫
♫sudah berapa lama waktu berlalu?♫
♫Melihatmu pergi dan menjauh.♫
Shengnan,
♫Kurentangkan kedua tangan untuk meraihmu, namun aku kehilangan ujung jarimu.♫
ada sebuah berita baik untukmu.
Kompetisi Wulin
dimenangkan oleh Perguruan Qingyun.
♫Tersenyum agar air mata tak mengaburkan mataku.♫
Papan sudah dibawa pulang.
Chen Wu
telah ditangkap polisi karena sengaja melukaimu.
♫Aku terpaku di sini, menghitung detik.♫
Lin Jie juga sudah dikeluarkan dari Asosiasi Bela Diri.
♫Mendengarmu tanpa bicara.♫
Namun, dia belum tahu
karena masih terbaring di rumah sakit.
♫Andai kita mencapai jalan bercabang,♫
Selagi dia sedang koma,
♫apakah akan ada kenangan yang enggan kita lepas?♫
aku meninju wajahnya.
♫Aku berjuang menjadi anggun seperti yang kau suka,♫
Utangnya kuanggap lunas.
♫meyakinkan diri kau tak peduli palsu atau nyata,♫
Shengnan,
♫biarlah jam berputar kembali ke musim panas saat kita berjumpa.♫
kenapa kau tidak ngorok saat tidur?
Aku tak terbiasa.
♫biarlah jam berputar kembali ke musim panas saat kita berjumpa.♫
Saat kau sudah sadar nanti,
♫Ingin ku kembali ke masa kau jatuh cinta padaku di musim panas itu.♫
kita urus lagi surat nikah kita.
Aku tak tahu apakah kau akan bersedia.
Hari itu,
saat membawanya pulang,
aku terus berpikir,
apakah aku punya kesempatan
untuk memberikannya padamu.
Kuat "Main" Ke sukanal.com Aja!
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.