Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Subtitle By@Dyah
Buried City to Shut All Lights
Episode 1
Duduk sendirian di dalam hutan bambu yang dalam,
Duduk sendirian di dalam hutan bambu yang dalam,
bermain kecapi dan seruling.
bermain kecapi dan seruling.
Tidak ada yang tahu keberadaaku,
Tidak ada yang tahu keberadaaku,
jauh di dalam hutan ini.
jauh di dalam hutan ini.
Penasehat Negara Zhongyuan
Fu Qimo
Kenapa?
Sepertinya ada raungan serigala.
Kenapa aku tidak mendengarnya?
Kamu lihat bulan.
Pemuda An Ziyi
Bulan purnama ini bahkan berwarna merah.
Ini adalah gerhana bulan.
Pemuda Chu Che
Konon katanya ada sejenis serigala dalam hutan,
biasanya menjelma jadi manusia dan sembunyi di dunia manusia.
Setiap tahun, bulan purnama di malam festival kue bulan,
dia akan berubah menjadi serigala lapar yang ganas,
makan daging dan minum darah manusia.
Chu Che, kamu jangan menakutiku.
Malam ini adalah bulan purnama di malam festival kue bulan.
Aku ingin pulang.
Apa yang kalian berdua bicarakan di sana?
Cepat ikuti aku.
Sembunyi di belakangku.
Ada aku, jangan takut.
Aku pertarungkan nyawaku.
Aku sangat takut.
Tuan Muda kedua keluarga Chu
Chu Che
Negara Zhongyuan
Kediaman Chu
Ayah.
Putri pertama keluarga Ji
Ji Qiyue
Hari ini hari festival kue bulan,
kenapa kamu mengantarku ke sini?
Pejabat pengadilan Negara Zhongyuan
Ji Xingyuan
Mengantarmu ke kediaman Chu,
aku tentu punya rencana.
Rencana apa?
Bukankah berguru?
Jangan-jangan kamu ingin perkenalkan dewa padaku?
Betul kata kamu.
Dia, di mataku
memang dewa yang bisa melakukan segala hal.
Marga Chi di ibu kota.
Ayo, masuklah.
Ayah.
Guru yang bermarga Chu ini
apakah cendikiawan pertama di ibu kota
yang dikatakan kakak sepupu dulu?
Yang kamu bilang itu Chu Qing.
Apakah terkejut dengan wawasan luasku?
Ayah.
Ayah.
Chu Qing adalah kakak dari calon gurumu.
Kenapa kamu berikan aku produk gagal?
Kenapa kamu berbicara seperti ini?
Gurumu ini rendah diri dalam bertindak,
tapi sangat berpengetahuan dan mahir dalam seni bela diri.
Dia adalah teman baikku.
Hanya saja dia belajar di luar kota dalam waktu yang lama
sehingga namanya di ibu kota
tidak sebanding dengan kakaknya.
Mahir dalam seni bela diri.
Nanti biar dia rasakan
kipas bunga kupu-kupu aku.
Sembarangan, cepat simpan.
Berguru bukan bertanding.
Jurusmu ini hanya bisa lindungi diri.
Keluarga Chu itu begitu hebat.
Tampaknya,
guruku ini juga bukan orang biasa.
Gurumu ini tidak pernah menerima murid.
Kamu adalah orang pertama.
Tuan Ji, Anda tenang saja.
Aku, Ji Qiyue di hadapan para senior
kapan membuat Anda malu?
Baik itu putri bangsawan,
wanita cantik dari keluarga sederhana,
pengertian, berpengetahuan.
Apa yang Anda inginkan, aktingku akan memuaskan Anda.
Ingat.
Tunggu gurumu merasa kamu sudah selesai belajar
baru akan kabarin aku datang menjemputmu.
Setiap hari berada di kediaman Ji,
gosip dan menyulam bersama sekumpulan wanita,
sangat membosankan.
Bagus juga, aku tunggu untuk berkelana
menjadi pendekar wanita dunia persilatan.
Silakan.
Qiyue.
Tuan ini kedepannya adalah gurumu.
Cowok yang begitu tampan,
dan bisa membawaku jalan-jalan.
Hidup bagusku, Ji Qiyue sudah dimulai.
Sedang melamun apa?
Cepat beri hormat pada gurumu.
Murid, Ji Qiyue beri hormat kepada Guru.
Ingat. Ayah dan ibu melihatimu.
Ayah, Anda tenang saja.
Aku adalah satu-satunya putri Anda, Li Xingyuan.
Sudahlah.
Ayo kita pergi.
Baik.
Ayah.
Ikuti.
Kamu ikut gurumu pergi.
Ayah lihatin kamu.
Pada akhirnya akan berpisah,
tidak perlu dilihat lagi.
Berpura-pura berpengetahuan mendalam.
Tutup pintunya.
Guru.
Guru.
Bukankah kita tinggal di kediaman Chu?
Kedepannya ingat,
kita tinggal di sini.
Tempat rahasia ini memang hebat.
Guru.
Paviliun Yannuan Yushou
Paviliun Yannuan Yushou.
Nama yang sangat bagus.
Kedepannya kamu di samping aku,
jangan beritahukan latar belakangmu kepada siapapun.
Sembunyikan nama aslimu.
Jadi apa namaku?
Hujan mengantar senja, bunga gampang jatuh.
Panggil Yiluo saja.
Yiluo.
Kedengarannya sangat frustasi.
Guru, bagaimana kalau ganti nama lain?
Sebelah selatan kediaman ada satu tempat menyulam
namanya Wanyun.
Kamu pergi cari Chu Qian.
Suruh dia berikan kamu pakaian bersih untuk dipakai.
Chu Qian. Chu Qian siapa?
Tempat kita ini bahkan tidak ada tempat mandi kah?
Ini surat yang kutulis,
kamu berikan pada Chu Qian.
Dia akan mengerti setelah melihatnya.
Di sisi aku,
jangan berkata pada siapapun tentang
identitas dan latar belakanganmu.
Perkataan yang aku ucapkan,
kedepannya tidak akan diulang untuk kedua kali.
Kalau begitu bagaimana aku menghubungi ayah dan ibuku?
Ayahmu sudah bilang,
berada di sini selama 3 bulan
baru menghubungi keluarga.
Aku tanya kamu satu hal.
Apakah ayahku tidak memberimu uang?
Beri uang?
Jika tidak kamu tarik mukamu untuk dilihat siapa?
Kenapa kamu ini begitu tidak masuk akal?
Kamu jangan mengira wajahmu tampan,
semua orang mengejarmu.
Aku kasih tahu kamu,
aku tidak mau menemanimu bermain.
Kenapa kamu merusak kipas aku begitu saja?
Ini kipas warisan leluhur keluarga kami.
Merusak kipasmu hanya ingin beritahu kamu,
kungfu yang tidak hebat jangan sembarangan ditunjukkan.
Jika orang lain,
takutnya nyawamu tidak tertolongkan lagi.
Kenapa kamu bilang kungfu aku tidak hebat?
Kamu sedang apa?
Kipas bunga kupu-kupu kamu ini
adalah tulisan yang ditulis Wang Yizhi, kaligrafi terkenal Negara Liang
untuk menyelamatkan orang tua miskin.
Satu kipas ditulis kata “Damai”,
satu kipas lagi ditulis kata “Rendah hati”.
Kamu ternyata tahu.
Tidak menghargai guru,
bahkan memakai kipas ini untuk melawan guru.
Sungguh ironis.
Kamu... Aku kasih tahu kamu.
Bagaimana bisa kamu merobek kipasku?
Robek ya robek.
Lagipula hanya barang palsu.
Apa?
Wang Yizhi waktu itu menulis di kipas bambu.
Punyamu ini kipas kertas,
bahkan bahannya juga salah.
Bahkan dianggapmu sebagai kesayangan.
Sangat lucu.
Kurang belajar tidak apa-apa,
tapi masih dipamerkan,
ini adalah kesalahanmu.
Tunggu saja.
Aku tidak akan menyerah.
Lihat aku yang begitu pintar ini
bagaimana menundukkan kamu.
Guru sungguh hebat menilai.
Kipas ini,
tidak ada juga tidak apa-apa.
Aku kedepannya akan fokus belajar
dengan guru yang pemberani.
Pergilah. Turun gunung mencari Chu Qian.
Baik.
Masa muda tidak terbiasa beradaptasi dunia,
diri sendiri sejak awal menyukai alam.
Lama terkurung di sangkar,
akhirnya kembali lagi ke alam.
Yiluo ya Yiluo.
Kasih tahu kamu, Chu Che
Aku bukan bunga,
jika iya, itu juga sekuntum bunga raja.
Tidak mudah frustasi yang kamu pikirkan.
Paviliun Wanyun
Nona, kamu
cari siapa?
Aku... aku cari Chu Qian.
An Ziyi
Anak pertama keluarga An
Chu Qian.
Kamu siapanya dia?
Guruku menyuruhku kemari ganti baju.
Jadi,
kamu adalah murid baru Chu Che yang di sebut di surat?
Namaku Ji
Namamu...
Namaku apa?
Namaku Yiluo.
Yiluo.
Kakak, apa kabar?
Baik, baik.
Yiluo.
Silakan lihat-lihat.
Apakah Chu Qian sudah menjadi biksuni?
Bertapa di rumahkah?
Menjadi biksuni?
Kenapa kamu berkata seperti ini?
Kamu lihat kaligrafi ini tertulis
Jika tidak memahami jalan gunung dan tinggal di gunung,
hanya akan melihat gunung dan mengabaikan jalannya.
Jika tidak tinggal di gunung dan memahami jalan,
hanya akan melihat jalan dan mengabaikan gunung.
Bisa juga.
Bukankah ini sedang bertapa?
Ini semua bukan kesukaannya
tapi kesukaan orang yang dicintainya.
Kesukaan orang yang dicintainya.
Kalau begitu dia suka apa?
Tentu saja menyukai orang yang dia cintai.
Dia menyukai orang yang dia cintai.
Betul.
Siapa yang sedang bicarakan cinta di bawah,
juga tidak malu.
Nona ketiga keluarga Chu
Chu Qian
Bibi Chu Qian apa kabar?
Tadi panggil Kakak,
sekarang panggil Bibi Chu Qian,
Anak ini sangat pintar.
Murid baru Chu Che, tidak ambigu.
Panggil aku kakak saja, kedengarannya lebih akrab.
Aku tidak seperti gurumu,
pasrah terhadap dunia fana.
Iya.
Kamu tentu tidak boleh pasrah terhadap dunia fana.
Jika kamu pasrah dengan dunia fana,
kalau begitu Pangeran keenam...
An Ziyi, jangan bicara sembarangan.
Kakak Chu Qian, apa kabar?
Kakak ini adalah...
Namanya An Ziyi.
Dia adalah teman baik gurumu.
Dia ini,
mulut besar, tidak bisa menyimpan kata-kata.
Kamu jangan dengar dia bicara sembarangan.
Kenapa aku omong kosong?
Boleh.
Yiluo, kamu tahu tidak?
Kakak Chu Qian kamu adalah istri Pangeran keenam masa depan.
An Ziyi, jangan bicara sembarangan.
Sini, duduk.
Ini... Chu Qian.
Aku tidak bicara sembarangan.
Kamu dengarkan aku. Dia sungguh menyukaimu.
Rumahmu ada begitu banyak...
Kakak An, jangan bicara sembarangan.
Apakah kamu sungguh teman guru?
Apakah kamu merasa
gurumu begitu angkuh tidak pantas punya teman?
Tapi aku kasih tahu kamu,
orang seperti aku ini
dijadikan teman bisa digantikan 100 teman.
Teknik medis Kakak An kamu sangat hebat.
Leluhurnya adalah tabib hebat dari generasi ke generasi.
Di antara dia dan kakak keduaku ada banyak rahasia,
bahkan aku juga tidak tahu.
Tabib An yang terkenal di ibu kota adalah kamu?
Itu ayahku.
Siapa namamu?
Yiluo.
Yiluo.
Nama ini sangat indah.
Biasa-biasa saja.
Oh ya, itu...
Guruku suruh aku kemari cari Kakak
untuk ganti pakaian bersih.
Kamu pergi mandi dulu baru ganti pakaian.
Kedepannya, jika ada urusan datang ke tempatku saja.
Kehidupan gurumu sangat sederhana,
datang ke tempatku lebih ramai.
Baik.
Raoci, antar Adik Yiluo pergi mandi.
Chu Che beruntung juga.
Sudahlah.
Sifat kakakku itu.
Iya.
Dia... dia tidak suka wanita.
Kue bunga persik.
Terima kasih Kakak An, ini makanan kesukaanku.
Jangan sungkan.
An Ziyi.
Nanti saat kamu antar Yiluo pulang,
sekalian lihat kakak keduaku.
Betul.
Sekalian lihat kondisi luka Chu Che.
Guruku terluka?
Luka kecil.
Lagipula, ada tabib An.
Tenang saja, tidak akan mati.
Yiluo,
meskipun gurumu berkaraktar dingin dan acuh tak acuh,
tapi dia bukan tidak berperasaan.
Jika dia kasar padamu,
kamu datang cari aku atau An Ziyi.
Ingat, jagnan buat dia marah.
Buat dia marah?
Betul.
Makan yang banyak.
Hari ini adalah bulan purnama di malam festival kue bulan.
Ingat.
Sudah berapa lama kamu tidak minum obat?
Merepotkan dan pahit.
Kamu ini, mana ada obat yang tidak pahit?
Ziyi, kedepannya setelah obatnya selesai dimasak,
langsung antarkan buatku saja.
Chu Che.
Aku, An Ziyi bagaimanapun juga adalah penyelamatmu.
Kamu sungguh anggap aku sebagai pelayan pria yang masak obat untukmu.
Sejak awal suruh kamu cari pelayan, kamu tidak dengar,
tiap hari menyuruhku.
Betul juga.
Sekarang kebetulan ada pelayan yang bisa masak obat.
Kamu bilang siapa pelayan?
Aku datang untuk berguru.
Yiluo, bukankah ada pepatah mengatakan,
sehari sebagai guru, seumur hidup sebagai seorang ayah.
Jadi,
Chu Che adalah ayahmu.
Konyol, bagaimana mungkin dia jadi ayahku?
Lagipula,
aku berguru masih belum sehari,
apapun belum diajarkan padaku.
Kenapa mulai menyuruhku?
Kalau begitu aku terima kamu sebagai murid, apa gunanya?
Kalau begitu aku berguru denganmu, apa gunanya?
Kamu... lihat apa?
Kamu kira aku takut kamu.
Salahku, salahku.
Kamu lihat aku,
ini hari festival,
rumah kedatangan orang baru, malah dibilang pelayan,
semua gara-gara perkataanku.
Bagaimana kalau...
Chu Che.
Bagaimana kalau kamu memukulku saja.
Kamu pukul aku.
Yiluo.
Buat apa kamu marah, betul tidak?
Buat apa kamu marah pada gurumu?
Kekanak-kanakan.
Berpenyakit.
Otaknya kurang pintar, betul tidak?
Lagipula,
yang perlu kalian pelototin adalah aku, iya kan?
Kalian berdua jangan marah lagi.
Ini...
Ini hari festival.
Masing-masing saling mengalah, betulkan?
Yiluo, cepat bujuk gurumu.
Cepat.
Guru boleh marah padaku.
Lagipula aku ada waktu untuk marah denganmu.
Yiluo.
Tapi jangan sampai mempengaruhi kesehatanmu.
Betul.
Kamu lihat Yiluo.
Dia peduli padamu, kamu tahu tidak?
Sudah minum.
Murid pergi dulu.
Tunggu.
Ziyi,
kamu pulang dulu.
Ada yang ingin aku bicarakan dengan Yiluo.
Baik...
Kalau begitu aku pergi dulu.
Kalian bicara baik-baik.
Bicara baik-baik.
Lupa ambil kotak obat.
Bicara baik-baik.
Jangan sampai bertengkar.
Apa itu?
Kontrak ayahmu dan aku.
Jika Ji Qiyue kabur dari belajar di pertengahan jalan,
Ji Xingyuan tidak akan memaafkannya,
terserah kepada Tuan Ji untuk memarahi dan menghukumnya.
Kenapa kamu membakarnya?
Buat apa aku menyimpannya?
Pakai untuk mengatur kamu?
Aku juga tidak berminat.
Jika ayahku sudah berjanji padamu,
tadi aku salah paham padamu.
Perkataanku tadi kurang sopan,
aku minta maaf padamu.
3 bulan ini, kamu berguru padaku,
harap kamu bisa serius.
Aku tahu.
Ini buat kamu.
Aku lelah, kamu pergi dulu.
Masih ada kue bunga persik.
Aku lelah.
Baik.
Itu...
Terima kasih.
Yiluo.
Gurumu memperlalukanmu tidak seperti biasanya.
Kamu salah paham.
Apanya salah paham?
Kamu pikirkan sendiri,
orang seperti gurumu itu,
memperlakukanmu seperti ini
sudah sangat bagus.
Kamu bilang guruku dulu hidup berkelana.
Sifatnya seperti itu bagaimana berteman?
Mungkin gurumu,
karena dia hidup berkelana
telah melihat segala hal.
Oleh karena itu,
Justru karena dia hidup berkelana,
melihat banyak kejadian,
jadi dia tidak merasakan apapun terhadap rangsangan biasa,
iya?
Kamu mau berpikir seperti itu juga bisa.
Pokoknya maksudnya lebih kurang seperti itu.
Oh ya, aku beritahu kamu.
Obat ini sangat penting.
Nanti kamu antar obat ini
untuk dia minum.
Dengar tidak?
Jangan sampai lupa.
Aku pergi dulu.
Kakak An, sampai jumpa.
Tidak perlu antar lagi.
Memang tidak rencana mengantarmu.
Yiluo, kamu jangan lupa suruh dia minum obatnya.
Tahu, aku ingat.
Harus diminum.
Tahu, aku ingat.
Aku pergi dulu.
Festival kue bulan
Hari festival kue bulan,
setiap keluarga berkumpul bersama.
Ayahku begitu teganya
mengantarku ke pegunungan dan hutan yang dalam
dan juga tanda tangan hubungan kontrak
yang sangat tidak setara dengan muka busuk guru itu.
Sudahlah, biarkan saja.
Aku ini siapa?
Tidak ada tempat di dunia ini yang tidak bisa aku tempati.
Kediaman Ji
Tuan besar,
Bulan dan bintang hari ini sangat terang.
Pemandangan yang begitu indah.
Kamu dan aku duduk di sini minum teh,
sungguh hal yang indah.
Memang begitu.
Istriku, minum teh.
Kenapa? Istriku.
Tuan besar,
kenapa bulan ini berwarna merah?
Serigala, serigala.
Tuan besar.
Tuan besar, Nyonya hati-hati.
Hati-hati.
Lindungi Tuan besar dan Nyonya.
Bagaimana ini?
Yang seharusnya datang, cepat lambat akan datang.
Hati-hati, Tuan besar.
Guru, dia…
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.