Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub by VIU & Synced by skysoultan โ Follow @skysoultan on Instagram โ
"Drama ini hanya fiktif belaka dan tidak berkaitan"
"dengan orang, organisasi, lokasi, atau insiden yang sebenarnya."
"Syuting dilakukan sesuai dengan protokol COVID-19"
"dan diadakan bimbingan untuk aktor anak-anak."
"CGI dipakai dalam kebanyakan adegan yang melibatkan hewan."
Kamu lihat apa? Pergilah.
Luka goresnya dalam.
Pasti sakit.
Aku bilang pergi.
- Apa yang kamu lakukan? - Jangan bergerak.
Ibuku bilang, pegagan ini
bisa meredakan luka gores.
Aku tidak membuatmu takut?
Apa?
Semua orang menghindariku sejak aku membunuh kelinci itu.
Aku tidak bisa mengabaikan teman yang terluka.
Namun, tidak baik menyakiti hewan seperti ini,
jadi, jangan diulangi lagi.
Kenapa aku tidak bisa terlahir seperti ini?
Sudah.
Aku ingin menjadi seperti dia.
Aku ingin
menjadi dia.
"Mouse"
Tidak.
Astaga. Kupikir dia sudah mati.
Bagaimana rasanya?
Kamu.
Bukankah menyenangkan
membunuh seseorang?
"Episode 11"
Tidak.
Tidak...
Aku membunuh seseorang.
Aku membunuh seseorang.
Tidak. Bukan aku pelakunya.
Sung Yo Han.
Sung Yo Han. Semua ini salahnya.
Apa dengan begitu jadi lebih mudah?
Apa menyalahkanku menjadikannya lebih mudah?
Aku berhalusinasi. Ini tidak nyata.
Ini halusinasi.
Menyangkal tidak akan mengubah fakta bahwa kamu pembunuh.
Pembunuh.
Tidak, itu pembelaan diri. Pembelaan diri!
Benar. Woo Hyung Chul mencoba membunuhku lebih dahulu.
Aku tidak punya pilihan lain.
Pembelaan diri?
Jujurlah pada dirimu sendiri.
Kamu senang melihatnya
mengembuskan napas terakhir.
Mencekiknya terasa menyenangkan.
Tidak! Tidak mungkin.
Aku tidak seperti kamu. Kita berbeda!
Lihat saja dirimu.
Tidak akan ada yang percaya.
Enyahlah. Jangan ganggu aku!
- Kamu lihat ini? - Ya.
Di sana kita kehilangan sinyal.
- Itu Ochang IC. - Ya, tepat di jalan tol.
Di sana ditemukan jasad
Kim Young Hee dan Park Hye Won.
Mereka ada di sekitar sini.
Sementara itu. di sini paman Woo Hyung Chul tinggal.
- Aku ingin menyerahkan diri. - Pindahkan ke kanan.
- Lokasinya di dekat sini. - Aku membunuh Woo Hyung Chul.
Di sana kita kehilangan sinyal.
Aku membunuh Woo Hyung Chul!
Tunggu di sini.
Apa?
Apa...
Dia pergi ke mana?
Dia di mana?
Kurasa mereka sudah selesai. Tunggu di sana.
Tidak ada noda darah
dan tidak ada sidik jari Petugas Jung dan Woo Hyung Chul.
Ini bukan TKP kasus pembunuhan.
- Dia menjalani operasi otak, bukan? - Ya.
Kudengar operasi otak memiliki efek samping berbagai komplikasi.
Sebaiknya bawa dia ke rumah sakit.
Baik, terima kasih. Sampai jumpa.
Apa dia bilang?
Aku serius.
Kenapa aku bilang membunuhnya jika tidak melakukannya?
- Petugas Jung. - Jika kamu memeriksa jalan raya,
ada mobil Woo Hyung Chul dan truk yang kukendarai.
Kamu harus memeriksanya. Periksa jalan raya!
Lokasi Woo Hyung Chul ditemukan. Dia pasti menyalakan ponselnya.
Apa?
Di mana?
Itu dia.
Jaket biru tua, celana hitam, dan topi mendaki.
Ya, itu yang dipakai Woo Hyung Chul.
Itu dia.
Kami memeriksa jalan raya dan tidak ada mobil atau truk.
Bahkan tidak ada yang melaporkan truk hilang.
"Kantor Polisi Moojin Bukbu"
Petugas Jung, aku menemukan ini di rumah itu.
Ponselmu.
Mau kutemani ke rumah sakit?
Tidak.
Kamu tahu Woo Hyung Chul
yang membunuh murid SMA dan tukang pijat itu?
Kamu pernah melihatnya di sini?
Kenapa kamu bertanya lagi?
Tadi sudah ada yang bertanya.
- Tadi ada yang datang? - Detektif yang tampil di TV.
Pria yang kehilangan kakaknya.
Detektif Ko Moo Chi?
Ya, aku tahu.
Awalnya, aku gelisah setelah mendengar ucapanmu.
Aku khawatir telah menembak orang yang tidak bersalah.
Tapi ada yang berbeda dengan jasad Kim Jin Ah.
Song Soo Ho dibakar hidup-hidup,
tapi Kim Jin Ah dibakar setelah dibunuh.
Bukti paling penting
adalah kartu nama yang kutemukan di rumah korban.
Dia mengambilnya.
Aku melihat kartu nama yang sama di kantor Woo Hyung Chul.
Jadi, aku membuntutinya.
Jika dia melakukan kejahatan lagi, aku harus menangkapnya.
Tapi Detektif Lee tidak sengaja kehilangan dia.
Jika kamu tahu, seharusnya beri tahu aku.
Aku ke polres untuk memberitahumu.
Tapi saat itulah aku melihat video Park Hye Won di laptopmu
dan tiba-tiba ingat di mana aku pernah melihatnya.
Berkat kamu,
kami bisa menemukan jasad Park Hye Won dan Kim Young Hee.
Kamu hebat.
Aku permisi.
Hei.
Kenapa kamu sangat ingin membuktikan bahwa pelakunya bukan Sung Yo Han?
Kamu tampak putus asa.
Tidak apa-apa.
Tidak ada alasan khusus.
Hei.
Bagaimana keadaan Seul Ki?
Beruntung, dia tidak terluka parah.
Terima kasih, Ba Reum.
Jika bukan karena kamu...
Saat mendengar kamu membunuhnya,
aku terus meyakinkan diriku bahwa tidak mungkin kamu pelakunya,
tapi aku juga merasa lega.
Bedebah seperti dia
pantas mati.
Pelaku pembunuhan tali simpul ternyata putra mendiang A.
Polisi berasumsi,
Woo Hyung Chul menyusup ke Filipina
dan meminta kerja sama kepolisian setempat.
Kenapa aku bilang aku membunuhnya padahal bukan aku pelakunya?
Petugas Jung
dipindahkan ke tim kita.
Tapi dia belum pulih sepenuhnya.
Biarkan dia bekerja di kantor untuk sementara.
Aku sudah menelepon Polres Pyeongan. Suruh dia bekerja di sini.
Baik, Pak.
Tim Pengelola Bukti?
Terima kasih.
Tapi apa aku akan baik-baik saja di sana?
Apa kata dokter?
Rupanya tidak ada masalah.
Menurutnya, ini hanya karena stres berat.
Baiklah. Sampai jumpa di kantor besok.
Baiklah, sampai jumpa besok.
Nabi.
Nabi.
Ayo makan.
Maaf.
Aku tidak akan menyakitimu lagi.
Baiklah.
Akan kutaruh di sini. Makanlah karena kamu sedang hamil.
Akhirnya, sudah tenang.
Apa ini?
Apa aku berhalusinasi lagi?
Burung itu?
Aku memberi tahu bibimu soal itu. Sepertinya dia tidak memberitahumu.
Bibiku?
Anak-anak di bangsal anak
menemukan burung itu di taman bunga.
Mereka mengasihani burung itu dan terus menangis.
Jadi, kami menggali kuburan
dan menguburnya di sana.
Aku membunuh burung itu.
Aku melakukannya.
Apa aku melakukan hal yang sama kepada Woo Hyung Chul?
Ya, lokasinya di sini.
Itu bukan ilusi.
Lantas siapa...
"Hari kejadian"
Kurasa dia sudah tahu. Apa yang harus kita lakukan?
Perhentian ini adalah Kantor Polisi Bukbu.
Perhentian berikutnya adalah SMA Daok.
Silakan menekan bel jika...
"Kantor Polisi Moojin Bukbu"
Apa yang harus kulakukan?
Meski aku menyerahkan diri lagi, mereka akan menganggapku gila.
Tidak. Aku tetap harus menyerahkan diri.
Jadi, kamu akan menyerahkan diri?
- Apa? - Kamu berencana menyerahkan diri,
Jung Ba Reum?
- Pak, kamu baik-baik saja? - Ya.
Ini bukan ponselku.
Siapa kamu?
Kamu ingin tahu kenapa jasad Woo Hyung Chul hilang?
Siapa kamu?
Mari bertemu dan bahas detailnya. Tapi ingat ini.
Tidak ada yang boleh tahu soal ini.
Siapa pun yang terlibat dalam operasi otakmu atau bahkan bibimu.
Bisakah kamu berjanji kepadaku?
Operasi otak? Bibi? Dia tahu segalanya tentangku.
Siapa dia?
Aku harus ke mana?
Kamu dari halte bus.
"Daniel Lee"
"Anak adopsi Korea, Daniel Lee"
"Polisi Menyimpulkan Daniel Lee Dibunuh"
Dokter Daniel Lee?
Tapi kamu sudah mati. Sung Yo Han membunuhmu.
Aku yakin ada hal lain yang ingin kamu tahu lebih banyak.
Di mana jasad Woo Hyung Chul menghilang.
Kalau begitu... Apa kamu menyingkirkan...
Aku yakin melihatnya naik kapal
untuk meninggalkan negara ini.
Kamu melihat wajahnya?
Tidak, tapi aku melihatnya dari belakang. Baju dan sepatunya...
Bagaimana jika orang dengan tubuh yang mirip berpura-pura menjadi dia
dan dengan sengaja tertangkap kamera?
- Kalau begitu... - Aku yakin
dia naik kapal itu dengan orang lain.
Tentu saja. Mungkin dia umpan dan sudah pergi sekarang.
Tapi
siapa...
Biar kukatakan alasanku mengajakmu bertemu.
Bagaimana rasanya saat kamu membunuh Woo Hyung Chul?
Itu... Itu kesalahan.
Dia mencoba membunuhku. Itu pembelaan diri.
Jujurlah sedikit.
Saat kamu merenggut nyawanya,
kamu mungkin merasakan euforia yang tidak pernah kamu bayangkan.
Sayangnya, otak Sung Yo Han, pembunuh itu
telah mengganggu otakmu selama setahun terakhir.
Itu masih terjadi sekarang.
Pada akhirnya, otakmu akan dikonsumsi sepenuhnya
oleh otak Sung Yo Han.
Menurutmu apa yang akan terjadi?
Pembunuhan adalah kecanduan.
Dengan membunuh Woo Hyung Chul, kecanduan membunuhmu
yang tertahan di otakmu mungkin aktif kembali.
Sakelarnya dinyalakan.
Sakelar?
Seiring berjalannya waktu, dorongan itu akan makin kuat.
Kamu tidak akan bisa berhenti sekuat apa pun keinginanmu.
Bagaimana jika kamu mengalihkan insting pembunuhmu?
Untuk menghukum satu persen predator psikopat
seperti kamu membunuh Woo Hyung Chul.
Jika kamu membawakanku DNA mereka,
aku akan memastikan apa mereka predator.
Kamu menyuruhku membunuh orang?
Berkat kamu,
orang yang tidak bersalah tidak akan dibunuh.
Kamu gila. Gila!
Aku akan menyerahkan diri.
Aku akan menebus kesalahan karena membunuh Woo Hyung Chul.
Bagaimana caranya? Tidak ada jasad atau bukti.
Jika ingin mereka percaya bahwa kamu membunuhnya,
kamu harus memberi tahu mereka bahwa otak pembunuh berantai,
Sung Yo Han, memengaruhi otakmu. Apa tidak masalah?
Meski kamu memberi tahu mereka, siapa yang akan percaya?
Walaupun ada yang percaya,
kamu akan menjalani sisa hidupmu sebagai kelinci percobaan.
Apa itu yang kamu mau?
Waktu kita tidak banyak.
Karena sakelar itu
akan segera dinyalakan.
Kamu gila.
Sungguh gila.
Sebaiknya kamu menuruti ucapanku.
Ba Reum. Jika tidak,
kamu akan membunuh keluargamu dan orang-orang
yang kamu sayangi lebih dahulu.
- Hai, Bibi. - Kamu sudah pulang?
Bagaimana keadaanmu?
Aku mengantarkan bubur ikan karper.
Ikan karper paling bagus untuk meningkatkan energi.
Kenapa Bibi tidak memberitahuku bahwa Eo Bong sudah mati?
Ba Reum.
Kamu bahkan tidak mengenaliku saat sadar.
Bagaimana aku bisa memberitahumu?
Aku mengerti.
Sakelarnya dinyalakan?
Tidak. Tidak masuk akal. Tidak mungkin.
Petugas Jung, akhirnya kamu datang.
- Selamat. - Terima kasih.
Ini bukti pembunuhan Woo Hyung Chul.
Kamu ada kencan buta? Kenapa memakai setelan jas?
Itu tidak pantas bagi pria yang segera menikah.
Detektif Ko akan memandu pernikahanku.
Kamu akan menikah?
Ternyata aku belum memberimu undangan.
Aku akan memberimu undangan sekaligus undangan untuk Kapten.
Baiklah.
Bagaimana penampilanku? Keren, bukan?
Karena akan tampil di TV,
aku membeli setelan baru.
Kamu akan tampil di TV?
Malam ini pukul 10, "Sherlock Hong Ju" akan kembali
dan aku menjadi tamunya.
Pahlawan Kantor Polisi Moojin Bukbu.
Aku, Petugas Shin Sang.
- Nona Choi akan tampil lagi? - Ya.
Syukurlah.
Kenapa kamu bekerja sendirian? Di mana Detektif Ko?
- Mau kubantu? - Tidak, aku bisa mengatasinya.
Lagi pula, aku tidak boleh mengotori setelan baruku.
Biar kuambilkan camilan dan minuman untukmu.
Tidak perlu.
Tidak ada koin di sini?
Aku tidak percaya Detektif Ko membawa ini.
Ini sudah cukup.
Hei, berhenti!
Bahkan setelah skandal kopi instan,
- kamu belum juga jera. - Apa?
Kenapa kamu ingin mengambil ini?
Apa itu bukti?
Seseorang mempekerjakanku sebagai pembunuh bayaran.
Apa? Pembunuh bayaran?
Benar.
Seorang gadis pernah memintaku untuk membunuh seorang bedebah.
Dia membayarku dengan itu.
Hari ini, kami mengusut salah satu
dari tiga misteri teratas Korea, kasus teror bensin.
Pada episode berikutnya, kami akan menilik kasus pelecehan seksual
terhadap anak di bawah umur sebagai peringatan satu tahun
pembebasan Kang Duk Soo.
Sampai jumpa di episode berikutnya.
Kerja bagus, semuanya.
- Kerja bagus. - Kerja bagus, semuanya.
Terima kasih untuk hari ini.
- Kamu luar biasa. - Ayolah.
Acara pekan depan mengenai pelecehan seksual anak di bawah umur.
Mungkin pilihan yang bagus
jika mengundang detektif seperti aku yang dari jurusan psikologi anak.
Ide bagus. Aku akan memberi tahu penulis kami.
Bagus.
Mungkin Detektif Ko bisa bergabung dengan kita.
- Detektif Ko? - Ya.
Dia yang menangkap Kang Duk Soo.
Bahkan sampai sekarang, dia menjaga korbannya.
Bisakah kamu menjaga seseorang
selama sekitar satu bulan?
Rupanya itu yang dia maksud.
Ibu akan menjemputmu setelah menemukan tempat tinggal.
Jadilah anak baik sampai saat itu.
Baiklah. Tapi berjanjilah bahwa Ibu akan menjemputku.
Telepon Bong Yi di ponsel ini jika ingin mendengar kabar dari ibu.
Mengerti?
Aku akan segera menelepon ibumu untukmu.
Terima kasih. Silakan datang lagi.
- Selamat datang! - Selamat datang.
- Mau makan apa? - Mau pesan apa?
Selamat datang!
Beri tahu aku jika kalian ingin memesan.
Hei, itu dia.
- Kami ingin memesan! - Aku datang.
- Mau pesan apa? - Benar kamu, Oh Bong Yi.
- Tolong maafkan dia. - Hentikan.
Silakan tanda tangan.
Ini tip untukmu.
Kamu yang rugi.
Padahal aku bermurah hati.
- Kamu mencari Bong Yi? - Ya.
Bong Yi?
Bong Yi, bangun.
Bong Yi?
Ba Reum. Ternyata kamu.
Ba Reum milikku.
Ba Reum yang manis dan baik.
Apa gunanya
jika kamu bahkan tidak ingat pernah mengajakku menikah?
Dasar bodoh.
Maaf, tapi kenapa dia minum banyak sekali?
Beberapa gadis yang tadi kemari pasti satu sekolah dengannya.
Mereka terus berkomentar tentang insiden itu
dan betapa mereka mengasihaninya.
Mereka akhirnya saling menjambak.
Insiden itu?
Astaga.
Astaga. Aku suka kamu menikmati makanan yang kamu makan.
Astaga.
Nenek...
Aku merindukan Nenek.
Sub by VIU & Synced by skysoultan โ Follow @skysoultan on Instagram โ
Kamu tergoda, bukan?
Kamu hanya ingin mencekik lehernya.
Kalau begitu, lakukanlah.
Rasakan betapa lembut lehernya.
Rasakan sendiri. Rasakanlah.
Kenapa kamu ragu?
Cekiklah. Ayo.
Sebaiknya kamu menuruti ucapanku.
Jika tidak,
kamu akan membunuh keluargamu dan orang-orang
yang kamu sayangi lebih dahulu.
Pembunuhan adalah kecanduan.
Seiring berjalannya waktu, dorongan itu akan makin kuat.
Kamu tidak akan bisa berhenti
sekuat apa pun keinginanmu.
Apa gunanya
jika kamu bahkan tidak ingat pernah mengajakku menikah?
Astaga!
Ba Reum, ponselmu!
Ponselku. Tertinggal di rumah Bong Yi.
Kang Duk Soo?
Kamu baik-baik saja?
Dia?
Cucuku.
Aku menyuruhnya melakukan sesuatu
dan membiarkan hal buruk itu terjadi kepadanya.
Aku yang salah.
- Ini semua salahku. - Bu.
Ini bukan salahmu, jadi, jangan salahkan dirimu.
Cucuku yang malang.
Cucuku sayang.
Petugas Jung,
tolong jaga Bong Yi baik-baik.
Kumohon.
Dia tinggal di lingkungan Bong Yi?
Jika kamu membawakanku DNA mereka,
aku akan memastikan apakah mereka predator.
Apa yang pria itu katakan kepadamu tadi?
Dia tidak mengatakan apa pun.
Aku hanya jatuh karena sepatuku terlepas.
Bong Yi.
Jangan abaikan apa yang terjadi.
Kamu di sini untuk mewawancaraiku?
Aku tahu kamu siapa. Apa maumu?
Mau membuat acara mengenaiku? Kumohon jangan.
Kamu membuat acara provokatif hanya untuk dapat peringkat tinggi.
Kamu tidak peduli dengan para korban.
Berhenti bersikap seolah kamu baik. Itu bahkan lebih buruk.
Orang seperti kamu tidak berbeda
daripada penjahat.
Kurasa kamu salah. Aku kemari bukan untuk wawancara.
Detektif Ko sangat mencemaskanmu.
- Dia ingin kamu tinggal... - Kenapa...
Kenapa aku harus melakukan itu? Apa salahku?
Kenapa aku harus terus lari darinya padahal dia pelaku kriminal?
Aku tidak lagi seperti dahulu.
Aku mampu melindungi diriku sendiri.
Jadi, tolong pergilah.
Cepatlah pergi.
Lihat apa kamu bisa mendeteksi gen psikopat.
Kamu mengujiku?
Dia baru tiba di sini, tapi sudah bermalas-malas.
Dia bahkan tidak selesai menyusun semuanya.
Ke mana dia pergi?
Dia sungguh belum sadar.
Sungguh belum sadar.
Kenapa kamu kemari?
Kang Duk Soo berpapasan dengan Bong Yi.
Apa? Di mana?
- Di lingkungan Bong Yi. - Kang Duk Soo kembali ke sana?
Si berengsek itu.
Ini rekaman kamera dasbor dari mobilku.
Dasar berengsek. Hei!
Bekerjalah yang benar!
Ada apa denganmu?
Kang Duk Soo mendekati korbannya.
Dia mengirim permintaan resmi pindah ke area ini beberapa hari lalu.
Kalau begitu, awasi dia sepanjang hari!
Dia dalam yurisdiksi yang sudah ditentukan.
Dia tidak melanggar hukum.
Kalau begitu, tidak masalah jika dia mengancam korban
selama tetap berada di wilayah yurisdiksi?
Secara hukum, ya.
Perintah pelarangan tidak dikabulkan terhadapnya.
Milik siapa ini?
Kamu tidak perlu tahu.
Kamu harus menghentikan orang ini.
Orang yang memiliki gen psikopat seperti ini
pasti nantinya akan melakukan kejahatan yang sama.
Orang ini tidak bisa dihentikan.
Kejahatannya hanya akan menjadi lebih kejam.
Metode mereka berkembang seiring waktu.
"Kang Duk Soo"
Jangan khawatir. Aku berjanji akan menangkapnya untukmu.
Nenekku sering minum-minum
setelah ayahku meninggal.
Hari itu, nenekku kehabisan makgeolli lagi,
jadi, dia memintaku membelinya lagi.
Kamu datang membeli selarut ini?
Astaga.
Kamu tahu Pak Oh yang terjatuh dan tewas di lokasi konstruksi?
Itu putrinya.
Kamu sudah mau pergi?
Ibuku sendirian di rumah.
Baiklah, sampai jumpa.
Seseorang mengikat anak anjing ke pagar di sebuah jembatan.
Jadi, aku berniat membuka ikatannya.
Anak anjing itu...
Anak anjing malang itu...
Jadi, karena itulah dia seperti itu.
"Laporan Kasus Pemerkosaan Anak di Bawah Umur di Anshin-dong"
"Laporan kasus"
"Pemerkosaan anak dan penyerangan"
Tidak, jangan tertidur.
Nak, jangan tertidur, ya?
Aku berjanji akan menangkapnya.
Siapa itu?
Tidak, aku tidak melakukan itu!
Aku mabuk!
Aku tidak ingat apa pun!
Mari dengar argumen penutup terdakwa.
Ini sungguh membuatku gila.
Aku sungguh tidak ingat apa pun.
Mungkin aku mabuk berat,
tapi siapa yang tega melakukan itu kepada gadis kecil?
Aku tidak serendah itu.
Jika ternyata aku sungguh melakukannya,
silakan potong kemaluanku.
Aku bersumpah, aku tidak bersalah.
Mengingat metode brutal dan catatan kriminal yang sama,
aku dengan ini mengumumkan hukuman berat untuknya.
Tapi aku akan mempertimbangkan perkataan terdakwa
dan menimbang fakta bahwa dia mabuk.
Karena itu, Kang Duk Soo akan dihukum sepuluh tahun penjara
termasuk masa percobaan selama sepuluh tahun.
Apa? Sepuluh tahun?
Apa... Dasar...
Dasar berengsek!
Bagaimana... Teganya kamu... Dia pelakunya!
Ini mustahil!
Dia pantas mati!
Bedebah itu pantas mati!
Setiap kali hujan turun, aku memikirkanmu.
Bolehkah aku menikahimu, Petugas Jung Berandal?
Aku akan baik kepadamu.
Apa ini?
Kamu memintaku untuk membalas dendam?
Baiklah. Aku akan membunuhnya
begitu dia dibebaskan.
Lari.
Saat kudengar kamu membunuhnya,
aku terus meyakinkan diri bahwa kamu tidak akan pernah melakukan itu.
Tapi di saat yang sama, aku juga merasa senang.
Bedebah seperti dia pantas mati.
Detektif Ko. Kenapa kamu kemari?
- Kamu bilang apa kepada Bong Yi? - Apa?
Jangan bohong. Kami punya videomu di penyeberangan.
Aku tidak mengatakan apa pun.
Aku kebetulan berpapasan dengannya...
Apa kamu bilang?
Katakan.
Aku sungguh tidak mengatakan apa pun.
Aku hanya menyapa.
Dasar berengsek. Bedebah.
Aku akan membunuhmu. Dasar berengsek.
Dia mencoba menembakku.
Sungguh.
- Aku tidak lakukan apa pun, tapi... - Kamu tidak melakukan apa pun?
Tahu apa yang dia katakan kepada Bong Yi?
Kapten, bedebah itu...
Aku sungguh tidak melakukan apa pun.
Ibu. Beri tahu mereka.
Ibu melihat semuanya.
Benar. Putraku tidak melakukan apa pun,
- tapi detektif itu... - Kenapa kalian mendengarkan?
Dia jelas memihak putranya.
Kamu jahat sekali.
Aku bertobat selama sepuluh tahun terakhir,
dan ingin menjalani sisa hidupku untuk menebus perbuatanku.
Begini... Tenangkan dirimu
dan pulanglah.
Kami akan menghubungimu.
Jangan suruh dia pulang!
Bedebah itu berpura-pura!
Jangan berpura-pura, Berengsek.
Jangan lepaskan dia!
- Kapten! - Sial.
Detektif Shin!
- Ada apa? - Kurasa pria itu mempermainkanku.
Dia sengaja memprovokasiku
untuk menjauhkanku dari Bong Yi.
Dia akan melakukan sesuatu.
Tidak akan bisa. Dia punya gelang pelacak.
Kamu salah! Bong Yi dalam bahaya!
Keluarkan aku. Kumohon.
Di mana Petugas Jung? Kubilang tetap awasi Moo Chi.
- Sial. - Kalau begitu,
bantu aku.
"Aku menyesali kejahatanku"
Hei, kamu. Bangun.
Bangun.
Dia salah.
Kang Duk Soo bukan psikopat.
Walaupun sebelumnya dia jahat, dia sudah bertobat.
Dia sudah berubah.
Dia sudah mengaku dan bertobat.
Kang Duk Soo, pelaku insiden Nona Oh,
mencoba bunuh diri.
Ada yang bilang itu mungkin karena tekanan dari masyarakat,
sementara yang lain mengeluhkan pengurangan masa hukumannya
karena dia mabuk
- Belikan untukku! - Tidak!
- Belikan untukku! - Bibi.
- Belikan untukku! - Bibi.
- Ba Reum. - Siapa dia?
Belikan untukku.
Kamu tidak ingat Hoon Suk, ya?
Bisa dibilang kamu membesarkannya saat dia masih bayi.
- Belikan untukku! Aku mau itu! - Hei.
Hoon Suk. Ini aku.
Kepalaku terluka, jadi, aku tidak ingat. Maaf.
- Belikan untukku! - Dia terus meminta kucing.
Dia bilang akan merawatnya sendiri.
- Izinkanlah dia. - Belikan untukku.
Ibu akan membelikanmu boneka. Boneka kucing.
Tidak. Aku mau anak kucing!
- Hoon Suk. - Kucing.
Mau menyantap makanan enak?
Harganya 27 dolar.
Makanlah. Hoon Suk.
Aku punya kucing. Mau melihat fotonya?
Ini dia.
Hebat! Aku ingin melihatnya! Aku akan datang!
Benarkah?
Kalau begitu, datanglah saat dia punya anak.
Akan kuberi tahu nanti.
Benarkah? Janji jari kelingking.
Janji jari kelingking.
Sekarang, makanlah.
Ini. Untuk menggantikan kucingnya.
Hebat!
Ya. Aku bisa mengalahkannya.
Akan kutunjukkan pada Dokter Lee bahwa dia salah.
Aku tidak akan kalah dari Sung Yo Han.
- Halo. - Halo.
Moo Chi ada di sel tahanan karena menyerang Kang Duk Soo.
Apa?
Ini. Dia bilang berikan ini kepadamu dan bawalah setiap saat.
Sekarang, untuk cuacanya.
Angin tekanan tinggi dari Tiongkok dan tekanan rendah dari Jepang
diperkirakan akan menciptakan angin kencang di wilayah timur.
Jadi, awal pekan ini, kemungkinan ada guntur, petir,
dan hujan.
Itulah prakiraan cuaca hari ini.
Tunggu saja.
Aku akan mendatangimu saat hujan.
Kenapa hujannya deras sekali?
Benar.
Aku basah kuyup.
Setiap kali hujan...
Apakah hujan? Hujan turun? Hujan?
Hei. Keluarkan aku dari sini!
Ki Hyuk!
Nepo! Kapten!
Aku harus memberinya makan.
Kamu punya anak.
Astaga. Manis sekali.
- Ba Reum? - Hai, Hoon Suk.
Kamu yang menjawab? Di mana ibumu?
Ibu pergi ke rumah Nenek.
Ibu bilang Nenek sakit dan menangis.
Ibu meninggalkan ponselnya.
Nenek?
Ya. Nenek Jeju.
Nenek Jeju?
Kalau begitu, kamu sendirian?
Tidak. Pembantu sudah datang.
Dia tidur di kamar, mendengkur.
Hoon Suk. Lihat.
Astaga! Manis sekali!
Aku ingin melihat mereka secara langsung.
- Kamu mau datang? - Aku ingin melihatnya.
Baik, aku akan menjemputmu.
Ganti pakaianmu.
Di mana alamatmu?
- Tunggu. - Baiklah.
"Gedung Apartemen Moojin 1 Kamar 301,
Moojin-dong, Kota Moojin."
Baiklah.
Moojin-dong?
Bukan Pyeongan-dong?
Dia sudah pindah?
Ya. Aku akan pergi ke lokasi syuting.
Aku tampak gemuk dan jelek di TV waktu itu.
Tunggu. Aku akan meneleponmu kembali.
Bu, kenapa kemari?
Begini...
Tolong bebaskan detektif itu.
Duk Soo berbohong.
- Apa? - Detektif itu
meninggikan suaranya,
jadi, Duk Soo berbohong untuk membuatnya terlibat masalah.
Detektif itu tidak melakukan kesalahan,
jadi, tolong lepaskan dia.
Aku...
Maaf karena aku membesarkan putraku dengan cara yang salah.
Untuk berjaga-jaga, aku bahkan membuat
pernyataan tertulis.
- Kalau begitu, aku akan pergi. - Tentu.
"Detektif itu tidak pernah mengancam akan membunuh putraku"
Detektif Lee!
Bisa berikan ini kepada kapten? Aku harus menghadiri acara TV.
Bibi, aku akan ke rumahku bersama Hoon Suk.
Hubungi aku begitu kamu melihat catatan ini.
Dua belas tahun yang lalu, di malam penyerangan mengerikan itu,
hujan juga turun.
Hari ini menandai satu tahu Kang Duk Soo bebas dari penjara.
Izinkan aku bertanya langsung.
Apa anak-anak aman selama dia memakai monitor kaki?
Karena kasus Kang Duk Soo, hukum direvisi
dan tindakan pengamanan ditingkatkan.
Pelaku yang kemungkinan besar mengulangi kejahatan mereka
kini bisa diawasi oleh petugas individu.
Sudah setahun sejak dia dibebaskan
dan tidak terjadi apa-apa, tapi apa itu bisa menenangkan pikiran kita?
Semua sangat waspada selama enam bulan pertama,
tapi orang-orang lengah saat setahun berlalu tanpa insiden.
Kita mulai percaya bahwa mereka telah berubah.
Itu yang mereka tunggu.
Mereka akan mulai berburu lagi begitu kita lengah.
Itu saat keadaan menjadi paling berbahaya.
Jangan lari.
Manis sekali!
Manis, bukan?
Tapi dia pasti tidak menyukaimu.
Tidak mungkin. Dia hanya sensitif setelah melahirkan.
Kamu pasti lapar. Akan kubuatkan sesuatu.
Ya, Pak.
Aku di apotek.
Aku harus membeli obatku
sesuai resep.
Pelacakan pelaku pelecehan seksual
mengandalkan panggilan telepon sebanyak 99 persen.
Enak?
- Ya! - Kalau begitu, makanlah.
Baik.
Ba Reum, ada apa? Kamu tampak sakit.
Bukan apa-apa. Biar kupotong lagi.
Akan kutunjukkan kenapa aku begitu giat berlatih bela diri,
Kang Duk Soo.
Apa... Sial.
Ini ruang pengawasan kantor bebas bersyarat.
Monitor pergelangan kaki Kang Duk rusak.
Petugas akan segera merespons.
Ponsel Kang Duk Soo juga ada di sana.
Saat ini dia turun di Persimpangan Moochang.
Berita terkini.
Pelaku pelecehan seksual, Kang Duk Soo yang bebas setahun lalu
memotong monitor pergelangan kakinya dan melarikan diri.
Dia sedang menuju
Jungsoon di Provinsi Gangwon.
Dia kabur?
Kulihat kamu menonton "Sherlock Hong Ju".
Aku penggemar Choi Hong Ju.
Dia mengungkapkan di sebuah wawancara
bahwa dia masuk sekolah sendiri sebagai anak yatim piatu
untuk mencapai posisinya sekarang.
Aku jadi ingat. Yu Na datang.
Yu Na? Kapan?
Dia datang saat makan malam untuk membelikan ibunya roti.
- Pedofil dan penjahat seksual - Tapi Yu Na...
tidak pernah berubah.
Pikiran mereka selalu dipenuhi segala hal tentang anak-anak.
Ba Reum, ayo bermain. Bermainlah denganku dan si kucing.
Hoon Suk, tunggu sebentar.
Ba Reum, bermainlah denganku.
Mari bermain petak umpet.
Petak umpet!
Aku akan sembunyi dahulu. Hitung sampai 100 dan cari aku.
Dasar cerewet.
Dasar menyebalkan.
Kerja bagus.
Seharusnya aku bisa lebih baik.
Bagaimana dengan Detektif Ko?
Saat ini dia ditahan.
Ditahan?
Hei, Ki Hyuk. Ki Hyuk, kumohon.
Keluarkan aku dari sini. Bong Yi dalam masalah.
Dia dalam bahaya!
Ki Hyuk, bantu aku sekali ini saja. Tidak ada orang di sini.
Aku akan bilang kalau aku mencuri kuncinya.
Aku yang akan disalahkan.
Terima kasih.
Begitu membebaskan diri untuk membantu Bong Yi,
kamu tidak akan menjadi polisi lagi.
Jadi, pilih antara Han Seo Joon dan Oh Bong Yi.
"Keluarlah"
"Di mana pun kamu berada"
Ba Reum tidak tahu aku di mana.
Dasar bodoh.
Mungkinkah hujan bisa menjadi pemicu?
Yu Na? Yu Na!
Yu Na!
Bu! Bu, di mana Yu Na?
Hubungi Bong Yi dengan ponsel ini jika ingin mendengar kabarku.
"Kepada, Lee Jeong Ran"
"Kirim pesan baru"
"Bong Yi..."
Dia tidak mengincarku.
Dia mengincar Yu Na.
Halo?
Aku menelepon dari 52, Anshin-dong.
Tolong cepat! Kang Duk Soo menculik seorang anak!
Tidak. Yu Na.
Yu Na. Tidak, Yu Na.
"Petugas Jung Ba Reum"
Kenapa kamu datang selarut ini?
Seseorang menelepon dan melapor bahwa anakmu menghilang.
Anakku?
Dia sedang tidur di sana.
Sulit kupercaya seseorang mengisengi kalian.
Sial!
Lepaskan aku!
Tidak!
Bawa Yu Na.
Kumohon... Tolong selamatkan dia.
Yu Na... Bawa dia pergi dari sini.
Sebaiknya kamu menuruti ucapanku, Ba Reum.
Jika tidak,
kamu akan membunuh keluargamu
dan orang-orang yang kamu sayangi lebih dahulu.
Sub by VIU & Synced by skysoultan โ Follow @skysoultan on Instagram โ
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.