All language subtitles for The.Furnace.2020.WEBRip.HDRip

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Biarkan Imajinasi Anda Melayang! KHUSUS DEWASA www.WIKWIKENAK.com

www.WIKWIKENAK.com Dijamin PUAS bikin NAGIH! BUKTIKAN SENDIRI!

Di abad ke-19, Kerajaan Inggris mengimpor Unta

dan pelatihnya ke pelosok gurun luas di Australia.

Dari India, Afghanistan dan Persia, mereka dipaksa bekerja kontrak.

Mereka membawa barang melintasi perbatasan berat

memanfaatkan pengetahuan suku aborigin tentang daerah itu

untuk menengahi antara para pemukim dan pencari emas.

Hanif! Cepat!

Hei!

Bismillah. Allahu Akbar.

Kau meleset.

Kau yang bawa.

Kanguru mencium bau kakimu yang bau.

Lalu kabur.

Itulah kenapa aku meleset.

Jundah! Buat api!

Pada siapa berterima kasih untuk makan malamnya?

Hanif atau Woorak?

Siapa?

Senapanku bermasalah.

Kau salah.

Bukan kakiku yang bau.

Yang menakuti kanguru.

Sebelum kau menembak...

...aku kentut besar.

Woorak harus kembali ke kaumnya.

Urusan lelaki. Upacara.

Kita harus ikut dia.

Kunjungi sukunya. Beberapa hari.

Tapi selanjutnya kita ke utara.

Ke kamp tambang.

Perdagangan bagus di sana.

Kita punya bisnis, ingat?

Istirahat dari pekerjaan bagus buat kita.

Coobering meminta berbicara denganmu.

Tunggu! Aku harus sembahyang.

Petualangan baru kita menanti, benar, Lila-ku?

Jundah, lihat!

Hei!

Hei, Nak!

Kita di gurun, ya?

Aku tidak suka kau membasuh kaki baumu

di air minumku.

Tetap di situ.

Halo, teman!

Tidak apa-apa. Pakai sumurnya.

Tidak masalah.

Tidak apa-apa, Hanif.

Selesaikan lalu kita pergi.

Kita segera pergi.

Hei. Tidak apa-apa.

Ikutlah kami ke suku.

Hei!

Hei!

Ya Tuhan, tidak! Berhenti!

Ya Tuhan! Berhenti!

Biarkan kami pergi!

Tidak!

Mari pergi dari sini!

Dia Sikh.

Kita harus membakarnya.

Kau menyerang orang kulit putih.

Masalah sekarang mengejarmu kita.

Sudah berakhir.

Aku harus meninggalkan negaramu.

Ayo bicara dengan Coobering.

Seperti kata Jundah.

Negaraku jauh sekali.

Di atas air besar, kau lama tidak akan melihat daratan.

Biaya perjalanan sejauh itu sangat besar.

Kau harus mendengar yang Coobering katakan.

Aku tidak bisa bicara bahasanya.

Kalau begitu pergilah, jika itu keputusanmu.

Aku akan menemuimu di sana.

Beberapa alat dan tepung.

Kurma kering Jundah.

Simpanlah.

Kau pemburu yang buruk. Apalagi dengan senapan itu.

Lila?

Lila?

Lila?

Lila?

Lila.

Lila? Hei.

Hei. Pintar.

Malaikat.

Kemari selamatkan aku.

Hei. Senapanmu rusak.

Kau mau apa? Memukulku dengan itu?

Siapa namamu, Nak?

Baiklah, aku akan memanggilmu Bodoh.

Bocah Ghan tolol dengan senapan.

Orang Cina brengsek menyergapku dan rekanku.

Aku hanya butuh tempat istirahat

sebelum Anjing Liar menemukanku.

Hanya anugerah Tuhan aku selamat.

Sepakat?

Tenang, Nak. Kosong.

Hei, naikkan itu.

Aku tidak pergi tanpa itu.

Perhatian!

Perhatian!

Tuan-tuan, mohon perhatiannya.

Atas nama Kerajaan...

Persetan Kerajaan!

Tiga malam lalu, emas Kerajaan senilai ยฃ 3.000

dicuri dari Tambang Mount Magnet.

Kirim Ratumu ke sini merebutnya kembali!

Dia bisa berbagi ranjang denganku!

Demi Tuhan!

Kami Gold Squad.

Perpanjangan tangan baru penegak hukum.

Tambang Mount Magnet telah dirampok!

Restitusi...

...hukuman...

....akan cepat dan parah.

Jika ada informasi...

....yang bisa mengarah ke penangkapan pencuri...

dan kembalinya batangan emas,

laporkan!

Jika itu berguna...

....kau dapat jatah...

...tepung dan garam...

...dan gula terbaik Ratu.

Hei, Nak!

Hei, kemari!

Kau gila.

Membawa orang kulit putih ke sini.

Apa yang kau pikirkan?

Setelah kulit putih membunuh Jundah.

Kami harus masuk lebih dalam ke negara kami.

Lebih aman di sana.

Coobering mengizinkan kulit putih untuk tinggal.

Hanya sampai kami pergi.

Lalu dia harus pergi.

Sudah kubilang itu rusak.

Wanita bisa menggunakannya.

Untuk menggali kentang semak.

Pegang dia.

Pegang dia atau lukanya akan terbuka kembali.

Orang kulit putih gila.

Biarkan Imajinasi Anda Melayang! KHUSUS DEWASA www.WIKWIKENAK.com

www.WIKWIKENAK.com Dijamin PUAS bikin NAGIH! BUKTIKAN SENDIRI!

Saat Jundah membawamu pada kami, kau tidak bicara.

Hanya menatap payudara wanita.

Kau baik hati.

Banyak mengajariku.

Kulit putih itu akan hidup?

Bekas lukanya. Dia ditembak sebelumnya dan masih hidup.

Bekas luka itu dari tombak, bukan senjata kulit putih.

Besok, anak-anak ini akan menjalani upacara.

Dikirim ke gurun, sendiri. Tanpa bawa apa-apa.

Jika mereka kembali, mereka layak beristri, lelaki dewasa.

Kami menawarkan Jundah kesempatan ini.

Dia berkata...

"Ya."

Dia akan jalani upacara. Pengetahuan kami.

Sebagai bagian kami.

Jundah tahu asalnya.

Keluarganya.

Kau sendiri?

Ini yang terakhir.

Bapak dan Anak dan Roh Kudus.

Orang China menyerang kulit putih.

Aku tidak bisa bilang tidak pernah melihat ini.

Apa ini?

Sersan, seseorang harus ke Kalgoorlie.

Memberitahu Perth untuk pelacak.

Aku tidak sabar menunggu pelacak.

Opium, Kopral.

Di mana ada Cina, di situ ada opium.

Prajurit.

Maaf, Ayah.

Panasnya.

Ingat, satu-satunya alasan orang di sini karena emas,

dan emas membuat orang gila, Nak.

Lihat aku.

Hanya hukum yang menertibkan tempat ini.

Jadi sadarlah, Prajurit.

Ini kesempatan kita. Mengharumkan nama kita.

Sersan.

Kita butuh pelacak.

Dan kita belum tahu sedang mencari orang Cina atau kulit putih.

Empat orang kulit putih merampok Tambang Mount Magnet.

Tiga orang putih tergeletak di sini

dan yang keempat hilang, bersama dengan emas.

Jadi kita mengejar orang keempat.

Ya, tapi orang Cina tidak hanya menyerang orang kulit putih.

Mereka bahkan tidak di sambut di Goldfields.

Mereka pasti sudah tahu tentang emasnya.

Kita bertindak berdasar yang kita ketahui.

Orang kita butuh perapian.

Dan akan lebih baik jika kita mendahuluinya.

Sersan, kita harus menguburkan orang-orang ini.

Kini aku mengerti kenapa kau membantu orang kulit putih ini.

Kau sudah mengundang bahaya besar.

Dengan membawanya ke sini, ke orang-orangku.

Tapi ini?

Dia bukan ancaman.

Dia sendiri.

Sendirian?

Mereka tidak pernah sendiri.

Batu kuning ini.

Mereka gila karenanya.

Mengingkari sumpah.

Mereka membunuh.

Semua demi batu ini.

Kami tidak punya tempat lain yang jauh untuk lari, sepertimu.

Kau datang dan pergi seperti angin,

Tanpa peduli badai debu yang ada di belakangmu.

Kau anak-anak.

Aku bodoh.

Mengira kau akan mendampingi kami kelak.

Para orang hitammu mencoba meracuniku.

Aku Hanif.

Hanif Gilal Abdullah.

Mal.

Mereka membiarkanmu hidup, Mal.

Kita berangkat saat matahari terbit.

Pantat babi!

Sobat, kupikir aku akan tidur.

Kau lemah.

Tersesat.

Turuti kataku. / Baik.

Karena kau membantuku...

...kau menganggap dirimu bos, benar?

Kau berhutang padaku.

Ya?

Ayo.

Itu maumu?

Emas bercap kerajaan senilai ยฃ 3.000.

Kau tidak tahu mau kau apakan itu, benar?

Kau butuh aku.

Aku meninggalkanmu di sini, kau mati.

Ini tidak menyelamatkanmu. Kau butuh aku.

Ya, aku tahu.

Aku terjebak denganmu dan para kekasihmu.

Emas bermanfaat

jika kau bisa menukarnya.

Hanya orang bodoh mencoba menukarnya

dengan cap kerajaan.

Kau bodoh?

Kita harus meleburnya.

Membuat ulang.

Ya. Kau tahu titik leleh emas?

1.947 derajat Fahrenheit.

Bagaimana kita melakukan ini?

Kalgoorlie.

Mitraku, Jimmy di Kalgoorlie punya tungku besar.

Itu akan menyelesaikan pekerjaan.

Kalgoorlie masih jauh.

Kau membawaku ke sana,

kau mendapatkan apa yang menjadi milikmu.

Emas.

Dua batang. Aku ambil satu. Ini adil.

Hei.

Kita sepakat?

Hei.

Hei.

Teman hitammu pergi.

Hei, kita harus bergerak cepat.

Untamu akan memperlambat kita.

Hei, tombakmu akan membuat kita ketahuan.

Kau tahu cara menggunakannya?

Atau itu hanya hiasan?

Kita akan mulai dari timur dan menjauh dari jalan utama.

Ini akan memakan waktu lebih lama, tapi lebih aman.

Jadi...

..seperti itu.

Hei.

Hei!

Aku akan butuh senjataku kembali.

Hei, kau bisa pura-pura bodoh sesukamu.

Aku tahu permainanmu.

Kau menyimpannya, bukan?

Dan aku akan menggeledahmu...

Kau tidak punya peluru tersisa.

Ya. Aku akan beli lebih banyak di jalan.

Jalan utama terlalu sibuk.

Kita harus... / Hei, dengar.

Ada orang mengejarku. Bukan pasukan biasa.

Kau bersamaku?

Siapa?

Si Iblis dan anjingnya.

Mereka menangkap kita sebelum sampai ke Jimmy,

mereka akan membunuh kita.

Jimmy? Siapa... / Jimmy.

Jimmy. Rekanku di Kalgoorlie.

Ingat? Di pabrik peleburan?

Kau mengatakan ini untuk menakut-nakutiku?

Dan kukembalikan senjatamu?

Dengar.

Jimmy tempat yang harus kita tuju, cepat.

Jalan utama tercepat.

Kita butuh perlindungan,

dan dua tombak itu tidak akan berguna.

Jadi aku butuh pistolku kembali.

Tidak.

Lalu kau memegang kendali.

Aku selalu memegang kendali.

Keluarkan.

Hei, Nak.

Kenapa kau melakukan semua ini?

Tanah ini, bangsamu, mengambil semua milikku.

Aku tidak akan kembali dengan tangan kosong.

Marah.

Itu alasan bagus.

Hei. Simpan emasnya di sana.

Di dalam karung gandum.

Kenapa kau melakukan semua ini?

Itu emas, Nak.

Aku tidak butuh alasan.

Ayo, ambil!

Jangan khawatir, dia akan pergi. Tunggu di sini sebentar.

Fergal.

Jaga jalan utara.

Tuan-tuan!

Tunggu di situ.

Awasi kudanya, Sammy.

Hanif.

Ini kau. / Sadhu?

Assalamu 'alaikum.

Wa'alaikum salam.

Aku tahu unta Jundah.

Di mana dia? Di mana untanya?

Kau baik-baik saja?

Siapa teman kulit putihmu?

Dia...

Dia pencari.

Aku pembimbingnya.

Sadhu!

Hanif. Ada apa?

Di mana Jundah?

Katakan padaku.

Tiada.

Dia sudah tiada.

Dia menderita tifus.

Dan sakit.

Sadhu.

Lila dan Arisha...

...mereka tercatat di bawah nama Jundah.

Jika polisi meminta dokumenku, aku akan didenda.

Ghan sialan!

Hei. / Minggir!

Dia teman.

Dia menolong kita. / Minggir.

Kedua sisi. Lihat.

Mereka memeriksa dan mempertanyakan barang.

Mereka tidak akan memeriksa 11 unta milik Chadwick Freight.

Paham?

Lihat... / Semua aman di sini?

Ya, Prajurit.

Kupikir aku melihat Ghan yang berutang padaku.

Tapi itu bukan dia.

Mereka semua mirip, benar?

Maaf, Prajurit. Kalian...

...sedang berburu perapian rahasia, ya?

Untuk menangkap bajingan pencuri emas itu?

Aku bukan pengadu, tapi...

....ada seorang pria gemuk.

Dia orang Irlandia.

Dia membakar lemak hewani di dalam kuali.

Dia memasang tungku besar.

"Untuk membakar limbah," begitu katanya.

Tapi jujur, itu mirip...

Aku bukan pengadu. Aku hanya orang Ratu yang patuh.

Tunggu.

Beritahu Sersan.

Tidak, sudah kubilang, Nak.

Dia sekitar satu mil di luar Yalgoo.

Sadhu ke Kalgoorlie.

Dia mengundang kita pergi bersamanya.

Mari menyamar jadi bagian tim Sadhu.

Tombaknya.

Jangan pernah terburu-buru lagi.

Dan singkirkan tombak itu...

...atau aku yang singkirkan.

Sama-sama.

Teman Ghan-mu bisa menjamin anak buahnya?

Ya. Aku pernah kerja dengan mereka, untuk Chadwick Freight, tak lama.

Hei, jangan membuatku menyesali ini.

Hanif?

Benar soal Jundah?

Biarkan Imajinasi Anda Melayang! KHUSUS DEWASA www.WIKWIKENAK.com

www.WIKWIKENAK.com Dijamin PUAS bikin NAGIH! BUKTIKAN SENDIRI!

Ambillah.

Hampir sebagus kurma kering.

Ini tanah keras.

Tapi bagi yang tahu ke mana harus mencari,

ada hadiah kecil.

Dan besar.

Kau pencari, benar?

Hanya orang bodoh yang menggaruk-garuk tanah.

Di mana alatmu?

Kenapa kau dan dia tidak sembahyang bersama mereka?

Aku Sikh, bukan Muslim.

Hindu.

Majid dan Adeeb adalah Muslim Sunni.

Tapi Majid dari Balochistan, Adeeb dari Afghanistan.

Dan Kourosh...

Muslim Syiah, Persia.

Bagaimana dengan dia?

Kenapa dia tidak sembahyang?

Afghanistan.

Selain itu, aku tidak bisa berbicara mewakili Hanif.

Kami dari Punjab, India.

Kau menyebut kami semua 'Ghans' karena lebih mudah.

Kau tidak salah tentang itu, sobat.

Sedikit air, Bos?

Dua shilling pergalon.

Itu tertulis satu shilling.

Pandai membaca, ya? Bagaimana dengan itu?

Ya, Bos.

Aku hanya punya enam pence.

Tidak akan dapat banyak dengan itu, Nak.

Tapi kami sangat haus...

...Bos.

Tidak, Adeeb. Kumohon, aku akan...

Tidak, aku akan membantu. Ijinkan aku.

Kataku tidak.

Kau punya banyak unta untuk diurus.

Ini kekacauanku.

Sumpah, kalian berdua akan berebut demi apapun.

Kekacauanmu.

Karung gandum pecah.

Apa?

Emasnya aman. Kutaruh di pelana kemasan.

Itu aman.

Hei, itu aman.

Ya? Itu aman.

Apa ini?

Apa ini?

Hei! / Hei!

Kau tidak boleh memilikinya ,Nak.

Aku main sebagai pemenang, benar?

Aku senang bisa mengalahkanmu nanti.

Hati-hati.

Satu-satunya saat aku melihat seseorang mengalahkan Jundah.

Sadhu bilang kau menjual untamu.

Ya.

Untuk membayar perjalanan pulangku.

Tanah ini telah menghancurkanku.

Tidak ada alasan lain kau pergi sekarang?

Atau kenapa kau berhenti sembahyang?

Apa yang kau dan Jundah pikirkan? Meninggalkan Chadwick?

Adeeb...

....kau harusnya tetap tinggal. Tetap menundukkan kepala.

Menghasilkan uang. Pulang sebagai pahlawan.

Itu bodoh.

Mahkota ini...

Mahkota ini ada di tanah air kita.

Kita tidak ke sini sebagai narapidana...

...tapi kita tahanan...

...untuk ini.

Jundah ingin mandiri.

Dengan bisnisnya sendiri.

Sekarang dia mati.

Aku membagikan mimpinya.

Itu sebabnya dia memilihku menjadi rekannya, Adeeb,

bukan kau.

Aku tahu itu melukaimu.

Kita semua tahu dia meninggalkan Chadwick mengejar wanita pribumi.

Hei! / Hanif!

Cukup!

Duduk.

Duduk!

Mainkan permainanmu.

Jangan biarkan Adeeb memengaruhimu.

Di siang hari bekerja dengan unta,

tanah ini tidak terasa berbeda dengan di rumah.

Tapi di malam hari...

...tidak peduli berapa lama aku di sini, semua bintang aneh.

Mundur.

Saat itu aku merasa jauh dari istriku.

Anak-anakku.

Sesampai di rumah, Hanif...

...bisa menatap bintang untukku?

Apa yang terjadi?

Apa yang terjadi?

Kau mengacau, Nak. Kita pergi sekarang.

Tunggu, jangan!

Ambil unta-untanya.

Cepat!

Kupergoki dia mencuri perlengkapan kita.

Aku tidak ingin ada masalah lagi.

Dia ikut dengan kita sejauh satu mil.

Hei! Cepat!

Tapi, Arisha...

Hei. Berhenti!

Berhenti!

Pergi sekarang.

Dan jangan ikuti kami.

Ayo.

Hanif...

...jangan pergi bersamanya.

Hanif...

Aku...maaf.

Semoga Tuhan menjagamu.

Dia pasti melihat emas saat karung gandum pecah.

Andai kau mau jujur,

...semua tidak akan terjadi seperti ini.

Aku bekerja dengannya! / Hei!

Aku sembahyang dengannya! / Hei.

Hei, jangan bodoh.

Dia akan memberitahu yang lain. Lalu apa yang akan terjadi?

Lagipula dia brengsek, cara dia bicara padamu.

Ya, aku...

Kupikir kau akan...

Sempat kupikir kau akan membunuhnya di sana.

Hei.

Emas ini kesempatanmu

untuk menjadi mandiri.

Seperti yang kau impikan.

Hei.

Kita tim bagus, Nak.

Kita harus selesaikan ini.

Kita melawan mereka.

Ya?

Kau bersamaku?

Kau setuju denganku?

Kulit itu tidak akan bertahan sampai pagi.

Mereka mengejar kita.

Orang Yates itu dan anjingnya.

Ada hukum di antara para pencari emas.

Kau menangkap pria yang mencuri emasmu,

adil bagimu untuk memotong telinganya,

menandai dia sebagai pencuri.

Yang perlu kau tahu, orang Yates menyusul kita.

Dia akan mengambil lebih dari satu telinga.

Telingamu. Bukan telingaku.

Tidak. Kau lupa, Nak. Kita mitra.

Kita bukan mitra

"Di sana, tapi untuk anugerah Tuhan."

Kau mengatakan ini padaku.

Tuhan tahu apa yang telah kau perbuat.

Katamu, ya?

Ghan yang tidak bertuhan.

Hei, kau pernah dengar tentang suku Kalkadoon?

Kalkadoon kelompok ganas.

Kerajaan menetapkan tanah mereka negara penggembala ternak utama.

Daging sapi. Paham?

Mereka...

...melawan hebat, para Kalkadoon ini.

Bisa kau bayangkan?

600 orang kulit hitam, berkumpul bersama.

Pria, wanita, anak-anak.

Terkoyak oleh tembakan senapan.

Dibantai.

Tapi kau tidak pernah mencicipi

potongan daging sapi yang begitu berair.

Tidak ada kasih karunia Tuhan di sini, Nak.

Hanya tanah...

...dan rampasannya.

Lebih cepat kau sadar, kau akan pulang kaya.

Biarkan Imajinasi Anda Melayang! KHUSUS DEWASA www.WIKWIKENAK.com

www.WIKWIKENAK.com Dijamin PUAS bikin NAGIH! BUKTIKAN SENDIRI!

Sersan.

Bicaralah, Kopral.

Kita jalan ke selatan berdasar desas-desus

dari seorang pria yang anakmu lihat.

Menurutku itu kurang bisa diandalkan, Pak.

Kau menyebut anakku pembohong?

Tidak, pria itu...

....yang memberitahu Sam tentang...

...pria lemak Yalgoo.

Tak satu pun dari kita melihatnya.

Kita tidak bisa menilai karakter, kredibilitasnya.

Kita bahkan tidak tahu namanya.

Kau sebut anakku pembohong lagi...

...dan aku akan menguburmu di gurun.

Pasang!

Ini hukumnya!

Keluar sekarang!

Kau dikepung!

Keluar sekarang!

Atau kami masuk paksa!

Kami bisa mendengarmu di dalam!

Mundur! Dia bersenjata!

Menunduk!

Berhenti! Maaf!

Jatuhkan senjatamu!

Karena Tuhan saksiku...

...aku menyerah!

Tolong jangan tembak Aiden malang!

Dengarkan aku memohon. Atas keadilan-Mu, dengarkan aku.

Jangan menghakimi hamba-Mu.

Tidak ada kehidupan yang bisa membenarkan dirinya di depan-Mu.

Musuh memburu jiwaku,

Menghancurkan hidupku.

Berdiri, kotor!

Orang butuh lilin!

Lampu butuh minyak!

Mesin uap butuh pelumas.

Tapi orang...

...perlakukan Aiden seperti penderita kusta!

Jadi kutembak ternak mereka.

Tapi itu karena mereka mengembara di tanah Aiden!

Sapi mati?

Aiden. Di gudang sana?

Kau pikir kami ke sini karena kau menembak ternak orang?

Ya.

Ya.

Hei! Tambang Mount Magnet!

Siapa yang merampoknya ?!

Emasnya, idiot!

Siapa yang merampoknya ?! Katakan padaku!

Ayah! Berhenti!

Katakan padaku!

Jadilah lelaki jantan!

Pria yang kau ajak bicara di kota...

Tidak apa-apa.

Siapa dia? Apa katanya padamu?

Dia seperti apa?

Sudah kubilang... / Katakan lagi!

Sersan?

Dari baku tembak.

Dan ini... Mulai dari sini, sekarang.

Jangan memperlambatku.

Lihat. Di bawah tutupnya.

Darimana ini?

Di ngarai. Itu obatku!

Ngarai?

Ngarai apa, idiot?

Hei, jika kau mau sembahyang lagi,

sekarang waktunya.

Meminta air akan bagus.

Hei, turunkan kami.

Aku hanya ingin meregangkan kakiku.

Hei.

Hei. Berdiri.

Lila!

Lila!

Lila!

Lila!

Lila!

Lila!

Dia menemukan air.

Dia menemukan air!

Ayo.

Ayo, brengsek.

Kau tidak kosong.

Pohon kurma, dari kampungku.

Pasti berusia 30 tahun, mungkin lebih.

Penunggang unta pertama yang tiba

pasti berhenti di sini untuk minum air.

Jadi, kenapa kau dikirim ke sini?

Kau mencuri roti?

Atau mencium unta?

Ayahku.

Pedagang.

Dia mengirimku ke sini saat usiaku 17 tahun.

Aku belum dengar kabar darinya sejak itu.

Jadi tentang itu, ya?

Pulang sebagai pahlawan?

Meraih rasa hormat Ayah setelah mengusirmu ke sini?

Sobat, aku...

Hei, aku melihatmu.

Aku melihatmu.

Ya. Mahkotanya, bukan?

Mahkotanya. Balas dendam.

Apa Istilahnya?

"Seorang pria murka memicu perselisihan,

"sementara orang yang marah menyebabkan banyak pelanggaran."

Kau orang marah?

Bekas lukamu.

Kata Coobering itu bekas tombak.

Sebelumnya, kau bicara tentang pembantaian.

Kalkadoon.

Itu dia.

Itu dia.

Terlihat di matamu. Aku melihatnya.

Benar sendiri seperti itu. Aku melihatmu.

Kau pikir kau hebat?

Menilaiku diam-diam?

Selalu meraih emasku.

Seperti orang serakah?

Aku harusnya memotong lututmu.

Hei...

Memotong lututmu...

....dan menguburmu seperti yang lainnya.

Ayolah, aku hanya bercanda, Nak.

Kau gila, Nak.

Kau sangat gila.

Aku tidak bisa hilangkan bau busuk itu dariku.

Ngarai ini sebaiknya benar.

Ambil makanan untuk dirimu, Prajurit.

Ayahmu bangga padamu.

Kalau tidak, dia tidak akan berada di sini.

Mal!

Yates sialan itu! Mereka ada di sana!

Bajingan bermata hijau.

Dia ada di sana, dengan anjingnya.

Kau dengar dia melolong?

Malaikat maut.

Memburuku ke gerbang neraka karena semua perbuatanku.

Aku tidak bisa biarkan dia membawaku, Nak.

Akan kutunjukkan padanya.

Tidak, lebih baik kusimpan beberapa.

Lebih baik kusimpan beberapa saat butuh.

Mal.

Senjatanya.

Biar kusimpan.

Kau percaya aku?

Mal...

Mal.

Kita mitra, benar?

Ya?

Lebih baik denganku.

Mungkin kau tidak tahu cara menggunakannya...

...apalagi membidik.

Aku tahu tempat ini.

Ini jalan kita.

Tidak, tempat Jimmy lewat sini.

Tapi Kalgoorlie lewat sini.

Tidak, Jimmy bukan di Kalgoorlie, sobat.

Tidak bisakah kau beri aku emasnya lalu...

...kau pergi dan sepakat dengan Jimmy sendiri.

Kau berubah pikiran, ya?

Sobat, kau...

Harusnya kau pergi dengan gerombolan kawan hitammu.

Bukannya ikut aku.

Ayo.

Hei, untamu tidak akan bisa turun ke sini.

Simpan untamu dan tombak di suatu tempat.

Dan bawa emas itu bersamamu.

Kita hampir sampai, Nak.

Siapa ini?

Di mana orang-orang kita?

Ceritanya panjang.

Aku lebih suka mengatakannya sekali saja.

Di mana Jimmy?

Bicaralah, Tuan Riley.

Di mana orang kami?

Hei, Jimmy.

Zhan Mei tidak ingat

bersepakat dengan orang Ghan, Tuan Riley.

Aku tidak akan...

Aku tidak akan selamat tanpa dia, Jimmy.

Juga tidak akan bisa membawa ini.

Hei, kau harusnya mengirim lebih banyak orang, Jimmy.

Aku hampir gagal.

Mal. Mal. Mal.

Mal...

Di sana.

Duduk.

Jangan melihat!

Jangan ke situ!

Jangan melihat!

Mal.

Apa yang kau lakukan?

Aku dijanjikan emas.

Mal.

Mal. Mal.

Mal, tolong, bangun.

Tolong.

Tolong jawab aku, Mal.

Mal...

Tuan Riley harus istirahat.

Badannya lelah.

Jiwanya...

...bermasalah.

Kau harusnya tidak mengikutinya ke sini.

Mal. Mal.

Mal, lihat aku.

Sesuatu terjadi?

Mal. Bangun.

Sobat...

Hei, di mana senjataku? / Hei.

Kau tidak boleh di sini, Nak.

Kau tidak boleh di sini.

Apa ini?

Itu adat mereka.

Mereka menaruh emas di tubuhnya

lalu mereka kirim kembali ke China.

Ayo, Nak. Kau tidak boleh di sini.

Sial.

Kataku jangan lihat!

Jangan ke situ!

Anjing tidak sopan!

Hei, Jimmy, dia tak bermaksud lancang.

Apa-apaan?!

Aku tidak mau mati begitu.

Hei...

Aku ingin bagianku.

Hei, Nak.

Emasnya. / Hei.

Dan pergi.

Nak, tidak.

Hei, Jimmy.

Letakkan.

Nak...

Ini bukan masalah, Jimmy.

Dia mengambil bagianku!

Orang sekarat tidak butuh bagian.

Ayo, Tuan Riley.

Kuberi kau kedamaian, jiwaku meninggalkan tubuhmu.

Tidak ada lagi rasa sakit.

Kemari.

Tiarap!

Tiarap atas nama hukum!

Atas nama kerajaan!

Kami melihat enam orang. Lima orang dibidik!

Enam orang. Mereka tidak melihat kita.

Mereka tak tahu kita di sini.

Jatuhkan senjata!

Sam, mundur!

Mundur, Sam.

Bunuh dia!

Kena kau.

Dia kena, Sersan!

Samuel...

Jangan hitung nenek dan gadis itu.

Kita empat lawan dua.

Dan satu kena.

Mari masuk, kawan.

Masuk!

Samuel! Lindungi kami!

Mal. Mal.

Pergi, sekarang.

Mal.

Mal. Mal.

Bagian kita.

Hei.

Zhan Mei!

Zhan Mei.

Zhan Mei!

Tahan.

Maju.

Tahan posisi!

Berhenti, atas nama hukum!

Sedang apa kau?

Sedang apa kau?

Dia bersimbah darah.

Tidak ada yang pantas merasakan itu.

Jangan khawatir, Nak.

Tenang, Nak.

Ayo, Nak.

Ayo.

Pindahkan. Untuk mendinginkannya.

Kita timbang di Kalgoorlie untuk memastikan semuanya di situ.

Ya, Sersan.

Selamat.

Jemput Sam.

Aku ingin dia melihat ini.

Hanya batu.

Hanya batu.

Setidaknya untamu tidak kabur lagi.

Samuel?!

Sam?!

Samuel?!

Sam?!

Bangun.

Bangun.

Bangun!

Bangun!

Sersan?

Ya Tuhan.

Shaw?

Berhenti!

Shaw! Berhenti!

Mundur atau kutembak!

Aku tidak bisa membiarkanmu melakukan ini!

Kau membunuh anakku...

Mereka tawanan kita!

Anakku!

Aku akan menembak!

Kita hukum!

Tolong...

Menembak anakku.

Sersan!

Sersan! / Sersan!

Cukup! / Berhenti, Sersan!

Pak...

Anakku! / Pak!

Anakku! / Sersan, hentikan!

Anakku!

Tidak apa-apa, Mal.

Kau demam.

Besok, kita sampai di Kalgoorlie

dan dokter akan mengobatimu.

Di mana emasnya?

Lihat itu.

Lihat itu.

Tidak ada cap kerajaan.

Kosong.

Tidak dicap.

Itu indah.

Ambillah.

Hei, ini.

Ini mengurangi sakit.

Ayo. Sekali ini saja.

Bagus.

Hei...

Jika kau ke Kalgoorlie,

tinggalkan tombaknya.

Atau kau bisa memilih berbeda.

Dengar ini, Nak.

Setelah kami hancurkan suku Kalkadoon...

...aku memimpin satu regu...

...mencoba menemukan segelintir terakhir mereka.

Segelintir terakhir yang lolos.

Untuk menghabisinya.

Kami cari berbulan-bulan.

Tidak ketemu.

Seolah mereka lenyap begitu saja.

Mereka...

Mereka tidak ingin ditemukan...

Paham?

Mereka tidak akan pernah menerimaku kembali.

Kenapa mereka meninggalkan tombak untukmu?

Mereka sudah pergi.

Mereka pindah.

Kau akan menemukannya.

Jika mereka menginginkanmu.

Namamu bukan Mal. Benar?

Arthur.

Arthur.

Doakan aku, Hanif.

Arthur.

Malaikatku.

Arthur.

Yates.

Datang untuk menebus kesalahan?

Terlambat untuk itu.

Aku tahu kau akan datang.

Aku mau bertatap muka. Sebelum kau menyusul.

Kuhormati itu, Arthur.

Tapi perbuatanmu...

Dan dirimu...

Tidak ada yang mengubah itu.

Aku takkan memikirkanmu, jika tak minta pertanggungjawabanku.

Emasnya hilang.

Aku menempuh perjalanan panjang untukmu, Arthur.

Bintang-bintang indah malam ini...

Betul?

Ya, kurasa begitu.

Arthur...

Tidak apa-apa, Nak.

Inggris?

Hei, diam!

Diam!

Menuju ke Kalgoorlie?

Kau melihat orang Cina di sekitar sini?

Atau orang kulit putih?

Ada yang mencurigakan?

Tidak bisa bahasa Inggris?

Percaya Tuhan, Nak?

Hanya Dia yang bisa memahami kekacauan ini.

Tunggu di sini.

Ambil ini.

Tidak banyak, tapi...

Jangan!

Diam!

Diam di tempat, Sersan.

Sersan...

Apa yang kau tahu...

Kau...

Kau melihat anakku?

Hei?

Sersan.

Anakku.

Tenang, Sersan.

Aku memegangmu.

Aku ayah baik.

Ini. Ambillah.

Diam!

Diam!

Diam!

Kataku diam!

Para penunggang unta hampir musnah dari Tanah Tandus

setelah transportasi bermotor diperkenalkan.

150 Tahun sejak kedatangan pertama mereka, masih ada

keluarga penduduk asli gurun dengan nama Islami dan Sikh.

Keturunan mereka masih hidup di antara kita.

Biarkan Imajinasi Anda Melayang! KHUSUS DEWASA www.WIKWIKENAK.com

www.WIKWIKENAK.com Dijamin PUAS bikin NAGIH! BUKTIKAN SENDIRI!

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.