Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
BIARKAN IMAJINASIMU MELAYANG! = KHUSUS DEWASA = www.WIKWIKENAK.com
www.WIKWIKENAK.com DIJAMIN PUAS DAN KETAGIHAN! BUKTIKAN SENDIRI!
Kota Yunlai
Subtitle by RhainDesign Palu, 1 April 2021
Cantikku, aku datang.
Pergi tutup jendelanya.
Sword Dynasty Fantasy Masterwork
Dunia kacau berperang, para petinggi berebut tahta
Negeri Heng menjajah Hui, Qian, Lie, ketiga negeri ini
Ditata dengan membagi tiga negeri Xian, Li, Mo
Ada yang bermaksud ingin menguasai dunia
Kekuasaan Raja Heng tidak terkalahkan
karena mendapat bantuan seseorang
Yaitu Pedang Pertama Bashan, Liang Jingmeng
Sekarang semua orang mengenal Liang Jingmeng.
Tanpa Liang Jingmeng, tidak ada Negeri Heng.
Tidak ada Negeri Heng, dari mana Raja Heng?
Kehebatan Liang Jingmeng di atas Raja
Raja Heng selalu dendam, dia memutuskan
akan membunuh teman lamanya
Raja Heng dan Ye Zhen berencana bersama mengadakan Perjamuan Hongmen
Liang Jingmeng dituduh dengan tuduhan memberontak
Aliran Pedang Bashan dibantai habis
Ye Celeng pergi untuk tugas dinas
beruntung bisa menghindar
Ketika pulang, semuanya sudah terjadi
Ye Celeng bertekad ingin balas dendam untuk perguruannya
Tapi apa daya, Raja Heng sudah mencapai delapan ranah
Ye Celeng yang kekuatannya hanya di ranah ketujuh
hanya bisa mengalah di bawah kekuasaan Raja Heng, menahan rasa dendam
Menunggu suatu hari bisa balas dendam untuk perguruannya
Di saat yang sama diam-diam mencari rekan perguruan yang terpencar
Dan akhir-akhir ini mendapat kabar tentang kakak seperguruan yang muncul
di kota Yunlai yang awalnya merupakan perbatasan Heng dan Hui
Kepala Divisi Ye mendamaikan kekacauan di luar dan di perbatasan.
Pejabat yang berkontribusi besar bagi Dinasti Heng.
Sekarang di kota Yunlai, tempat lama negeri Hui
berkumpul banyak pendekar.
Beredar rumor semua berkaitan dengan Harta Pedang Gushan.
Aku bermaksud mengutus Kepala Divisi Ye untuk menyelidiki.
Bagaimana menurut Raja?
Kepala Divisi Ye, apa bersedia ke sana?
Hamba terima perintah.
Akan segera berangkat.
Apa Harta Pedang Gushan sungguh ada di kota Yunlai?
Siapa peduli, pergi lihat dulu.
Kalian masih berani ke kota Yunlai?
Dengar-dengar di sana tidak begitu damai.
Takut apa?
Setelah dapatkan Harta Pedang Gushan langsung pergi.
Apa dia pejabat Dinasti Heng?
Kebetulan sekali.
Penjilat Raja Heng.
Ketemu satu, bunuh satu.
Saudara-saudara.
Dia Pengamat Astronomi.
Bersiap keluarkan senjata.
Dia pejabat Dinasti Heng. Cepat pergi.
Ayo.
Jangan-jangan mau perang lagi.
Kalian tidak perlu panik.
Aku hanya lewati saja,
tidak akan melukai kalian.
Kepala Divisi Ye.
Sudah mengagetkanmu.
Siapa menyuruhmu membunuh mereka?
Aku di perintah Raja Heng untuk membantumu.
Membantuku
atau mengawasiku?
Kau sendiri paling jelas.
Mohon kelak jangan berakting di hadapanku lagi.
Bos, kota Yunlai lewat mana?
Kota Yunlai?
Kalian jangan kesana.
Dengar-dengar di sana ada hantunya.
Kota Yunlai
Amitofo.
Amitofo.
Kedua petapa
Akhirnya datang juga.
Aku katakan sejujurnya pada kedua petapa.
Dalam peti mati ini adalah
orang yang menginap belum lama di Penginapan Yunlai.
Jujur saja.
Semenjak munculnya Siluman Darah,
warga kota Yunlai tidak pernah tenang.
Semua orang ketakutan.
Orang ini jelas-jelas sudah mati.
Tapi kenapa jantungnya masih berdetak dan masih bernafas?
Mohon kedua petapa
harus selamatkan warga Yunlai dari bencana.
Aku mohon pada kalian.
Bos He.
Kalau begitu,
sekarang juga kami akan beraksi.
Baik.
Bos He, bisakah kau menghindar dulu?
Baik.
Oh iya.
Tutup peti mati ini.
Baik.
Siluman Darah akan keluar.
Yang tidak berkepentingan harap menghindar.
Guru.
Bos He ketakutan dan kabur.
Sudah kabur?
Ya.
Keluarkan pancinya.
Baik.
Permisi.
Penginapan lewat mana?
Guru.
Menurutmu apa benar ada Siluman Darah?
Mana ada begitu banyak hantu dan siluman.
Paling juga orang menakuti orang.
Nanti tempel jimatnya dengan baik.
Kita sudah bisa pergi terima upah.
Kali ini kita harus hati-hati.
Jangan seperti desa yang sebelumnya lagi,
ketahuan orang.
Tenang.
Guru sudah pikirkan.
Tidak kasih uang, kita berubah jadi boneka.
Tidak perlu takut 500 tael perak itu kabur.
Benar?
Makanlah.
Jangan hanya minum saja guru, makan sedikit.
Makan.
Ayo, kita main sekali lagi.
Baik.
Kau sudah kalah kan? Minum!
Ayo.
Aku minum.
Ayo… sekali lagi.
Sekali lagi.
Ini bagaimana hitungannya?
Ini… dia saja yang minum.
Cepat lari!
Mayatnya hidup, Ini bagaimana guru?
Harus bagaimana lagi?
Cepat lari!
Lari!
Guru, cepat lari!
Aku Kepala Divisi Penangkap Iblis Aliran Qingyun.
Ji Chen.
Jangan terpancing dengan wajah tampanku.
Sebenarnya dalam hatiku
ada sebuah buku yang tidak ada habisnya jika kau baca.
Lihat apa?
Cepat berterima kasih.
Pendekar, mohon tunggu sebentar.
Kami ingin tanya, kau siapa?
Pengamat Astronomi Dinasti Heng.
Ye Celeng.
Kungfu yang sungguh hebat.
Terima kasih pendekar.
Bos He.
Tidak perlu sungkan.
Beberapa boneka ini
sepertinya dikendalikan Siluman Darah.
Mereka kelihatan seperti boneka,
tapi sebenarnya masih bertubuh manusia.
Aku dan muridku tidak tega melakukannya.
Beruntung ada bantuan Kepala Divisi Ye.
Harta Pedang Gushan.
Guru, menemukan barang berharga apa?
Kepala Divisi Ye, ini sedikit niat baikku.
Ini…
Tadi untungnya ada kau. Mohon kau terima.
Kota Yunlai termasuk area pengawasan Dinasti Heng,
memang sudah tugasku.
Tidak perlu.
Ini tidak bagus.
Baik.
Kalau begitu…
Terima kasih Kepala Divisi Ye.
Kepala Divisi Ye.
Aku belum perkenalkan diri.
Ini guruku.
Ketua Aliran Qingyun, Qingyunzi.
Permisi, Perutku mules.
Kepala Divisi Ye.
Apakah namamu Ye Celeng?
Bolehkah aku memanggilmu,
Ye Lengleng?
Bagaimana kalau Lengleng?
Kedua orang ini…
Aku murid besar Aliran Qingyun, Ji Chen.
Siapa namamu?
Nona ini…
Namanya Yun Shan.
Warga kota Yunlai.
Mendengar ada masalah di kampung halaman,
sengaja datang untuk membantu.
Salam kenal.
Di sini sudah ada orang.
Maaf.
Siapa?
Ada bayangan merah kabur dari jendela.
Kejar!
Baik.
Wah! Kepala Divisi Ye.
Tubuhmu lincah sekali.
Ingin bertanya berapa ranah pertapaan nona?
Berkarakter, aku suka.
Apakah ibumu pernah menjodohkanmu?
Ayo kita berbincang...
Jongkok.
Sebelah sana.
Adik, kenapa kau bisa datang ke kota Yunlai?
Bisa datang ke kota Yunlai
karena dapat perintah selidiki petunjuk Harta Pedang Gushan.
Kalau kakak?
Aku janjian di sini dengan
adik Feng dan adik Yun.
Demi menyelesaikan wasiat guru
mencari Harta Pedang Gushan.
Adik Yun.
Mereka masih hidup?
Kami juga kebetulan bertemu,
makanya janjian di sini.
Tapi
sudah lewat 3 hari dari waktu yang dijanjikan.
Ternyata mereka kakak adik seperguruan.
Tidak tahu apa mereka dalam bahaya.
Selama perjalananku menuju penginapan,
merasakan kota ini sangat aneh.
Lagipula tadi di halaman belakang,
melihat beberapa yang seperti boneka.
Ingin bertanya pada kakak,
apakah tahu asal usul mereka?
Belakangan ini Siluman Darah berulah di kota Yunlai.
Mereka semua disebabkan nafasnya diserap habis oleh Siluman Darah.
Siluman Darah?
Sekarang yang terpenting
segera temukan yang lainnya.
Sebelum temukan adik perguruan,
identitas kakak
pasti tidak boleh ketahuan.
Meskipun di sini kota kecil perbatasan,
tapi masih dalam area pengawasan Dinasti Heng.
Lagipula Pengawas Metropolis Chen Xuan yang bersamaku itu,
kungfunya di atasku.
Kita harus waspada padanya.
Adik, kau sedang apa?
Adik.
Tolong aku.
Bunuh Raja Heng untuk balas dendam itu sudah pasti.
Sekarang hal yang terpenting temukan adik-adik seperguruan.
Membangun kembali Aliran Pedang Bashan.
Yang adik bilang memang masuk akal.
Tapi sekarang waktu yang dijanjikan sudah lewat.
Hari ini sudah hari kelima.
Aku khawatir terjadi sesuatu dengan mereka.
Apa Siluman Darah...
Seharusnya tidak mungkin.
Adik, apa yang kau temukan?
Kakak.
Di sekitar ini
apa ada hutan bambu?
Aku pernah dengar Bos He bilang
di sebelah barat pinggiran ada hutan bambu.
Adik curiga hutan bambunya bermasalah?
Aku hanya menebak.
Masih perlu di selidiki lebih lanjut.
Aku ikut bersamamu,
biar bisa saling menjaga.
- Ayo. - Ayo.
Kakak, mau ke mana?
Mending,
ajak aku juga.
Kalau kalian tidak ajak aku,
aku akan beritahu rahasia kalian
kepada si marga Chen itu.
Percayalah aku akan membunuhmu.
Ajak dia juga tidak masalah.
Kalau benar ada Siluman Darah,
mungkin saja bisa membantu.
Betul.
Kakak betul.
Aku pasti akan menuruti kalian.
Kita mau ke mana?
Belatimu ini lumayan bagus.
Boleh berikan padaku?
Minggir!
Guru.
Kenapa kau di sini?
Tentu saja karena ini.
Aku datang cari harta karun.
Siapa sangka tidak ada apapun, sia-sia datang ke sini.
kau percaya ini juga?
Siapa yang akan melukis Harta Pedang Gushan di peta?
Harta Pedang Gushan lagi.
Kepala Divisi Ye, kita bicara sebentar.
Karena soal harta karun itu palsu,
kita berdua sudah bisa kembali melapor.
Meskipun Harta Pedang Gushan itu palsu,
tapi yang terlibat dengan ini tidak ada yang hidup.
kau tidak merasa janggal?
Jangan melanggar perintah Raja.
Lagipula hal ini
tak ada kaitannya dengan kita.
Kita pejabat Dinasti Heng.
Bagaimana bisa tinggal diam?
Kalau kau mau kembali,
silakan saja.
Karena kakak seperguruanmu,
makanya kau tak mau kembali kan?
Tenang saja.
Hal ini,
aku tidak akan katakan pada Raja Heng.
Tidak apa-apa kan?
Tidak apa-apa.
Apanya Harta Pedang Gushan.
Kelihatannya,
harus kembali bekerja pada keahlian lamaku.
Demi 100 tael perak ini,
harus menakuti bos He ini dengan baik-baik.
Guru.
Aku ingin minta tolong satu hal.
Begini.
Lengleng.
Tadi ada siluman.
Bagaimana? kau tidak apa-apa kan?
Jangan takut.
Aku datang melindungimu...
Bagaimana, guru?
Bukankah dari awal aku sudah bilang padamu?
Kalian berdua tidak cocok.
kau lihat dulu siapa dirimu.
Guru.
Guru, mohon bantu aku.
Ini uang terakhirku.
Soal Ye Celeng.
Melihat hubungan guru dan murid antara kita bertahun-tahun,
kali ini terpaksa berikan jurus kejam untuknya.
kau.
Keluar.
Lengleng,
Ada urusan apa mencariku?
Aku tahu pemikiranmu.
kau juga tahu tujuanku.
Betul kan?
kau tangkap silumanmu.
Aku cari adik perguruanku.
Uang,
untuk kalian.
Yah.
kau ingin kerja sama denganku?
kau terlalu anggap remeh aku.
Aku tak inginkan uang.
Aku tidak masuk neraka,
siapa yang masuk neraka?
Kurangi omong kosong!
jangan sampai Chen Xuan tahu.
Tenang saja.
Ada lagi.
Yun Shan warga kota Yunlai.
Hubunganku dan dia
kalau ketahui oleh lain,
kau tahu jelas akibatnya.
Kalau kau tidak patuh,
Hati-hati kepalamu hilang
saat bangun tidur.
Lengleng.
Kota Yunlai sebelumnya kawasan milik Negara Hui.
Pakaianmu ini terlalu mencolok.
Sangat mudah datangkan masalah.
Lebih baik begini saja.
kubuatkan yang baru untukmu,
Bagaimana?
Tidak peduli padaku.
Kalau begitu kuanggap kau setuju.
Bagaimana Lengleng?
Suka tidak?
Aku katakan padamu.
Kalau kau pakai baju ini,
akan menjadi sangat sangat...
Kakak.
Lengleng.
Adik.
Adik.
Adik.
Adik.
Adik.
Kepala Divisi Ye.
masih belum jelas lawan kita itu orang atau siluman.
harus buat rencana panjang lagi.
Betul.
Begitu banyak pendekar yang mati di kota Yunlai.
ini... Siluman Darah,
tak boleh diremehkan.
Mungkin saja kungfu biasa tidak ampuh.
Sebaiknya kita belajar ilmu menangkap siluman
bersama kedua pendeta ini,
untuk berjaga-jaga.
Penginapan Yunlai
Pendeta, Demi warga kota Yunlai,
kumohon pada kalian
harus bantu kami.
Bos He.
ini masalah sangat besar.
Biar kurundingkan dengan muridku sebentar.
Baik.
Terima kasih.
Terima kasih pendeta.
Guru.
Uang ini,
Sebaiknya jangan ambil.
Kenapa?
Sekarang masalah ini jadi besar.
Adik seperguruan Lengleng bahkan sudah mati.
Tidak pantas kita ambil uang ini.
Bukahkah Lengleng bilang padamu?
Dia cari adik seperguruannya,
uangnya milik kita.
Masalahnya kita tidak bisa menangkap siluman.
Siapa bilang gurumu tidak bisa tangkap siluman?
Hanya saja seumur hidup ini guru belum pernah bertemu siluman.
Lihat buku ensiklopedia ini.
Di dalam ini lengkap.
Ensiklopedia
Kuwariskan padamu.
Belajar baik-baik.
Benar tidak?
BIARKAN IMAJINASIMU MELAYANG! = KHUSUS DEWASA = www.WIKWIKENAK.com
www.WIKWIKENAK.com DIJAMIN PUAS DAN KETAGIHAN! BUKTIKAN SENDIRI!
Belakangan ini Shurasa ini banyak kejadian aneh.
Jangan-jangan Siluman Darah ada di sini.
Depalan pintu
unsur Pa Kua.
Kelihatannya malam ini
Siluman Darah akan muncul di sini.
Apa pendeta ada cara mengatasinya?
Aku sudah menempatkan penuh ilmu formasi
di Shurasa ini.
Baguslah kalau malam ini
Siluman Darah tidak datang.
Kalau dia datang,
pasti membuatnya tidak bisa pulang.
Kita berdua
tidur di kamar itu.
Kalau sungguh terjadi sesuatu,
kita bisa lari dengan cepat.
Lalu bagaimana dengan Lengleng?
Ayo.
Ayolah.
Mereka semua petarung hebat.
Kalau pertarungan terjadi,
bukan giliran kita turun tangan.
kau malah serius.
kau jangan lupa
peraturan usaha kita ini.
Mau harta,
tidak mau wanita.
kau mengerti apa?
kau sudah tua,
tidak mengerti hasrat anak muda.
Aku juga pernah muda.
Guru.
Bagaimana kalau Siluman Darah benar datang?
Kalau datang ya ditangkap.
Bukankah kau sudah latihan dengan bagus?
Aku sudah mau tidur.
Subtitle by RhainDesign Palu, 1 April 2021
Guru.
Guru, cepat bangun!
Cepat bangun!
Cepat bangun, guru!
Kenapa?
Siluman darah datang.
Cepat bersiap.
Cepat!
Cepat! Berikan!
Cepat bangun!
Siluman Darah datang!
Cepat!
Cepat sembunyi di belakang kompas!
Kalian tidak bisa melihatnya!
Siluman Darah datang!
Cepat!
Di mana?
Jangan lari!
Petapa turun tangan,
memang luar biasa.
Ini muridku.
Terima kasih sudah balaskan dendam adikku.
Aku memang tidak salah menilaimu.
Muridku.
Siluman Darah datang!
Siluman Darah.
Cepat.
Siluman Darah datang!
Pegang.
Lengleng!
Muridku.
kau tidak apa-apa kan?
Aku tidak apa-apa.
Penginapan Yunlai
Warga sekalian.
Siluman Darah sudah dimusnahkan.
ini hari besar kota Yunlai.
Nanti malam datang ke penginapan.
Aku traktir kalian semuanya minum arak.
Mulai hari ini mohon perhatiannya.
Silakan masuk.
Kepala Divisi Ye.
Siluman Darah sudah dimusnahkan.
Sebaiknya kita segera kembali melapor ke Fengming.
Bos He sudah siapkan perjamuan.
Besok berangkat juga tidak telat.
Kalau begitu,
besok kita
harus segera kembali ke Fengming.
Tidak disangka,
kau punya banyak bakat juga.
Bisa tidak kau jangan menggangguku?
Aku merindukanmu.
Apa kau selalu menyebalkan begini?
Aku mengerti.
kau tidak menyukaiku.
Mending...
kau jadi kakakku saja.
Setidaknya dengan begini aku masih bisa bersamamu.
Sebenarnya aku selalu ingin bertanya padamu.
kau punya pujaan hati?
Tidak apa-apa juga kalau kau tidak mau katakan.
Asalkan bisa selalu menemani di sisimu saja sudah cukup.
Bukankah kau sudah terluka?
Kenapa tidak istirahat dulu?
Aku tidak apa-apa.
Seperti pepatah jika bukan aku yang masuk neraka, siapa yang akan masuk neraka.
Makan.
Iya.
Ayo.
Makan.
Ayo. Minum.
Minum ini dulu.
Penuhkan
Sangat senang.
Silakan duduk.
Sudah bersih, silakan duduk.
Para pendekar.
Berkontribusi besar.
Demi kota Yunlai,
menghancurkan Siluman Darah.
Aku di sini ingin berterima kasih.
Arak
Dengan ini,
menyiapkan arak tua 30 tahun.
Harap semua menyukainya.
Terima kasih Bos He.
Punyaku ini arak 40 tahun.
Semuanya minum yang ini.
Lengleng.
Ini sengaja kubuatkan untukmu.
Yang ini juga.
Ini yang paling kau sukai.
Tidak usah.
Besok aku dan Kepala Divisi Ye
harus kembali ke Fengming lagi.
Jangan tuangkan arak lagi.
Besok mau kembali ke Fengming?
Kalau begitu harus tambah minum lagi.
Lengleng.
Besok kau bawa aku pulang bersama saja.
Bilang pada Raja Heng.
Aku dari
Divisi Penangkap Siluman,
bagaimana?
Berikan jabatan untukku dan guruku juga.
Nanti kita bisa bersama setiap hari.
Bagaimana?
Ayo. kutuangkan untuk kalian.
kau tidak perlu.
Warga sekalian.
Para pendekar.
Aku bersama semuanya
bersulang bersama.
Bersulang. Bagus.
Ayo.
Ayo.
Ayo.
Bersulang.
Bersulang, minum.
Kepala Divisi Ye,
jangan minum lagi.
Lepaskan!
Besok kita masih ada tugas dari Raja.
Lebih baik kurangi minum.
Tugas dari Raja.
Tugas Raja untukmu
bukankah mengawasiku?
Bukankah kau ingin tahu
Aliran Pedang Bashan
siapa saja yang masih hidup?
Dia.
kau bunuh dia.
Dan aku juga.
Kalau kau mau, lakukan saja.
Kalau tidak, pergilah.
Kepala Divisi Ye.
Aku sudah sangat bermurah hati padamu.
Harap kau jangan bermasalah lagi.
Jaga dirimu sendiri.
Si marga Chen ini dari awal sudah harus pergi.
Setiap hari wajahnya muram.
Seperti orang lain berhutang padanya.
Ayo Lengleng.
Kita berdua minum.
kau juga.
Jangan kira aku tidak tahu
apa yang kau pikirkan tiap hari.
Aku, Ye Celeng.
seumur hidup tidak akan menyukai orang rendahan sepertimu.
Lengleng, apakah kau
sudah mabuk?
kau jangan minum lagi. Kita makan lauk saja.
Bocah ini,
kenapa kau bicara kasar begini?
Muridku bersalah apa padamu?
Demi menolongmu,
dia bahkan mengorbankan nyawanya.
Meskipun tidak ada hasil, tapi dia sudah berusaha.
kau tidak berterima kasih, kau malah...
Dasar tua bangka.
Apa hakmu bicara di sini?
kau...
Muridku, Ayo pergi.
Guru.
Lengleng.
Aku...
Guruku juga sudah mabuk. kau jangan masukan ke hati.
Ayo pergi!
Aku sudah tua begini
masih kau marahi.
Guru.
Guru.
hari ini kenapa, adik?
Emosimu begitu besar.
Aku hanya tidak ingin diganggu.
Kita berdua bernostalgia.
Aku bersulang untukmu.
Ayo.
Selanjutnya adik ada rencana apa?
Pulang terima perintah,
atau tinggal di sini?
Bangun kembali Aliran Pedang Bashan.
Bangun kembali Aliran Pedang Bashan,
mana mungkin tanpa kakak?
Hanya saja sayang sekali,
adik Feng sudah tidak ada lagi.
Iya.
Mereka sudah tidak ada lagi.
Jangan ungkit hal sedih ini lagi.
Oh ya.
Kedua pria tadi,
punya perhatian terhadap adik.
Adik lebih suka yang mana?
Bolehkah kakak izinkan aku bertanya?
Katakan.
Oh ya Lengleng, kau duduk.
Ada yang ingin kukatakan padamu.
Aku dan guru tidak bisa menangkap siluman.
Jadi,
yang di Shurasa itu pasti bukan siluman.
Lagipula,
semenjak datang ke kota Yunlai,
ada beberapa hal yang aku selalu tidak mengerti.
Pertama.
Guruku tidak akan mabuk.
Tapi hari itu setelah minum arak di depanmu,
langsung tidak sadarkan diri.
Kedua.
Setelah adik Feng meninggal,
guruku menemukan tusuk konde ini
di belakang lehernya.
Dia meninggal setelah ditusuk konde ini.
Kedua hal ini,
kurasa semuanya berkaitan denganmu.
Sangat janggal.
Jadi kau harus berhati-hati.
Kakak.
Guru berikan seruling kesayangannya padamu.
Guru benar-benar pilih kasih.
Kakak sudah berlebihan.
Guru selalu bersikap adil.
Seruling ini...
Lihat betapa seriusnya kau. Aku bercanda denganmu.
Guru juga berikan aku hadiah.
Guru berikan apa padamu?
Cantik sekali.
Coba kulihat.
Adik Feng,
apakah kau yang membunuhnya?
Adik, kau sudah mabuk?
Mana mungkin aku bunuh adik?
Adik.
Adik.
Kau...
sesuai peta yang kau berikan padaku.
Lalu...
Adik.
Adik.
Adik.
Adik.
Dengarkan aku, kau pasti sudah salah paham.
kau dengarkan penjelasanku.
Ingin jelaskan?
Jelaskan saja pada guru.
Guru.
Guru, kau tunggu aku.
Tunggu sebentar guru.
Guru, kau kembalilah denganku.
Ini...
Kota Yunlai ini
sungguh tidak bisa ditempati lagi.
Kalau masih tinggal di sana,
nyawa kita akan melayang.
Guru.
kau menemukan apa lagi?
Di sini mana ada Siluman Darah.
Yang namanya mayat hidup ini,
nafasnya semua diserap secara buatan manusia.
Konon ini berawal dari ilmu sesat Aliran Kaisar You.
Sepertinya namanya...
Jurus Roh Spiritual.
Orang yang berhasil melatih ini,
kungfunya mencapai ranah sembilan.
Sangat sesat.
siapa saja bisa dikendalikan.
Bocah Ye Celing ini
emosionalnya berubah drastis.
Pasti sudah dikendalikan.
kau jangan pikirkan lagi.
Tunggu sampai desa berikutnya,
aku pasti akan carikan untukmu
Gadis yang putih dan cantik.
Wanita itu...
kau kembali.
Dasar tidak punya pendirian.
Adik.
Sudah bertahun-tahun kau masih sama saja.
Tidak berubah sama sekali.
Aliran Pedang Bashan bisa musnah
semua karena guru keras kepala.
Makanya Liang Jingmeng dia pantas mati.
Tolong!
Tolong!
Tolong!
Lengleng.
Aku datang.
Kedua petapa.
Siapa yang menyuruhmu kembali?
Aku kembali untuk menolongmu.
Hati-hati.
Kembali.
Kalian cepat pergi ke dapur.
kuarahkan mereka lewat pintu belakang.
Baik.
Cepat tutup pintunya.
Pakai ini, cepat.
Sudah.
Di sana juga.
Cepat.
Sekarang bagaimana?
Bagaimana?
Di luar mayat hidup semua.
Bagaimana?
Tolong!
Tidak bisa di sini lagi!
Cepat lari!
Cepat lari!
Pergi!
Pergi!
Cepat buka pintu belakang!
Baik.
Lengleng!
Kepala Divisi Ye, kau tidak apa-apa?
Lengleng.
Bos He?
kuhajar kalian!
Minggir!
Guru, aku tidak bisa tahan lagi!
Di mana ensiklopediaku?
dalam keadaan begini, masih baca buku?
Dalam buku ada caranya untuk memecahkan
kungfu sesat ini.
Bukunya kutaruh di halaman depan.
Chen Xuan.
Tunggu sebentar.
Ayolah.
Guru, bukunya.
Cepat kemari muridku.
Angkat aku ke atas.
Ini...
Ke atas.
Lebih ke sini lagi.
Lebih tinggi lagi.
Jangan goyang.
Aku sudah temukan, sudah temukan.
Konon Jurus Roh Spiritual
diciptakan sejak Aliran Kaisar You.
Jurus sesat ini
berlatih dengan menyerap energi pendekar lain.
Petapa yang nafasnya diserap,
bagaikan boneka yang tidak tahu rasa sakit.
Ada lagi...
Katakan intinya.
Pada saat gerhana bulan darah,
Petapa menyerap
energi 81 orang pendekar,
sudah bisa menerobos sembilan ranah dan abadi.
Ternyata,
mereka memancing para pendekar dengan Harta Pedang Gushan
demi hari ini.
Ada lagi tidak guru?
Bagaimana memecahkan jurusnya?
Coba kulihat.
Gerhana bulan darah adalah waktu mendungnya langit dan bumi.
Juga saat paling lemah bagi petapa.
Jadi harus bunuh si petapa
sebelum gerhana bulan darah berakhir.
Penggal kepala petapa,
energi pendekar yang diserap
sudah bisa dikembalikan.
Dengar tidak?
Hentikan Chen Xuan!
Pendekar ini masih bisa hidup kembali.
Guru.
Guru.
Muridku, tolong aku!
Guru.
Gerhana bulan darah
sekali dalam 150 tahun akan dimulai.
Ditambah Ye Celeng,
tepat mengumpulkan energi 81 orang pendekar.
kau sudah bisa memasuki ranah sembilan yang abadi,
berlatih kungfu terhebat di dunia.
Tidak ada tandingan lagi.
Empat generasi tunggal baru bisa dapatkan seorang ranah sembilan.
Selamat.
Tenang saja. Aku akan tepati janjiku padamu.
Baguslah kalau kau ingat.
Gerhana bulan total, waktu sudah tiba.
Sepertinya adik perguruanmu sulit ditangani.
Sudah mendesak, biar kubantu kau.
Mending kau gantikan dia.
Lengleng, guruku sudah bilang.
Waktu gerhana bulan total,
adalah waktu paling lemah bagi dia.
Lengleng, kau antar aku ke atas.
kubunuh dia.
Lengleng, kau hati-hati.
Subtitle by RhainDesign Palu, 1 April 2021
kukira aku sudah mati.
Tak disangka.
Aku masih hidup.
Aku sudah berhasil mencapai ranah sembilan.
Siapapun dari kalian jangan harap bisa membunuhku.
Jurus ranah sembilan.
Jurus ranah sembilan.
Lengleng, aku Ji Chen.
Aku juga masih hidup.
Ayo Lengleng, cepat.
Bunuh dia.
Cepat, Mumpung sekarang...
Mumpung sekarang aku masih bisa kendalikan dia,
cepat bunuh dia.
Lepaskan dia.
Hadapi aku.
Kalian semua harus mati.
Jangan ragu lagi.
Kemampuan semakin besar, tanggung jawab semakin besar.
Jika bukan aku yang masuk neraka, siapa yang akan masuk neraka.
Jangan mimpi.
Kalian tak ada yang bisa membunuhku.
Diam. Dengarkan aku.
Lengleng.
Aku tidak ingin kau meremehkanku.
Berikan aku kesempatan
agar aku jadi pahlawan.
Ayo.
Penggal di sini.
Cepat.
Bunuh aku sama saja dengan membunuhnya.
Apa kau tega?
Lengleng.
Cepat bunuh dia!
Aku hampir tidak tahan lagi!
Lengleng!
Lengleng!
Cepat!
Lengleng!
Kalian harus mati semua.
Sekarang tidak ada yang bisa melawanku.
Kalian harus mati semua!
Harus mati semua!
Makam Ji Chen
Aduh, muridku.
Pada akhirnya,
tidak bisa carikan istri untukmu.
Sampai sana,
jaga diri baik-baik ya.
Sekarang,
hanya tinggal guru sendirian.
Bagaimana kalau Lengleng?
Ingin bertanya berapa ranah pertapaan nona?
kau tangkap silumanmu.
Jangan lari...
Bagaimana Lengleng?
Aku tahu kau pasti suka makan ini!
Lengleng.
Belatimu ini lumayan cantik.
Boleh berikan padaku?
Tidak ada yang peduli lagi.
Tidak ada yang peduli denganku lagi.
Janjiku padamu pasti akan kurahasiakan.
Kelak kalau aku tidak di sisimu,
siapa yang akan melindungimu?
Bagaimana pun juga kau seorang wanita.
Biar takdir yang putuskan saja.
Ini jalan menuju Fengming.
kau yakin
ingin teruskan?
Ini jalanku satu-satunya.
Aku harus teruskan.
Ciah!
Ciah!
Ciah!
Ciah!
BIARKAN IMAJINASIMU MELAYANG! = KHUSUS DEWASA = www.WIKWIKENAK.com
www.WIKWIKENAK.com DIJAMIN PUAS DAN KETAGIHAN! BUKTIKAN SENDIRI!
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.