Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
4 Jam Sebelumnya
...jumlah kematian terus meningkat...
...dengan jumlah korban meninggal jadi tiga kali lipat sejak minggu lalu.
Virus udara yang masih belum bisa ditangani dan sangat menular ini...
Tak lama lagi, ini akan melampaui jumlah kematian rata-rata...
...dari virus H1N1 yang menyapu negeri kita sekitar seabad lalu.
Dengan jumlah korban yang saat ini melewati 6,000 jiwa...
...dan tingkat kematian terus meningkat setiap harinya,
Profesional kesehatan di mana-mana...
Kelly tak perlu mendengar itu.
Dia sudah tidur.
Tidak. Aku terjaga.
Ayah bersumpah kau sudah tidur tadi.
Tidak.
Ayah melihat itu sekarang. Astaga!/ Branden!
Astaga! Kau serius?!
Bisakah kau tenang?
Minggir!/ Branden!
Kau tak lihat dia hamil? Astaga!
Apa yang kau lakukan?
Demi Tuhan...
Hai. Kau tak apa? Aku minta maaf./ Aku tak apa.
Terima kasih. Itu salahku.
Tidak. Kami sedang mengobrol. Dan kami tak melihatmu...
Tak ada yang perlu dikhawatirkan./ Oke.
Aku tak apa. Terima kasih.
Bisa aku membantumu membawa tasmu ke dalam?
Aku tak apa, terima kasih./ Baiklah.
Suami: Naomi, kau pergi ke mana?
Angkat teleponmu.
Kau di mana?
Jawab aku.
Kau sebaiknya tak jauhkan anakku dariku.
Virus ini tak aman. Kau sebaiknya kembali kepadaku.
Terserah...
Sekali lagi aku minta maaf tentang apa yang terjadi.
Sikap suamiku berbanding terbalik ketika mengemudi.
Tidak... Itu salahku.
Aku yakin suamimu orang baik.
Silakan.
Selamat untuk kehamilanmu.
Terima kasih. Kau begitu baik hati.
Yang pertama?
Maaf?/ Apa ini anak pertamamu?
Ya, dia putri pertamaku.
Perempuan.
Kau dan pasanganmu pasti sangat bahagia.
Aku tidak memiliki pasangan...
Maaf. Aku tak seharusnya asal bicara.
Tak apa. Dia orang yang buruk.
Aku mengerti.
Ketika kau hamil, kau harus lakukan apa yang harus dilakukan.
Benar.
Kapan perkiraan persalinannya?
Dua bulan lagi.
Kau sudah tentukan namanya?/ Ya. Ren.
Itu nama yang indah.
Itu nama saudariku.
Kami tidak akrab saat muda.
Kami masih sering bertengkar.
Dengan si kecil... Aku ingin perbaiki semuanya.
Jadi aku beri nama anakku Ren, seperti nama saudariku.
Apapun yang kalian pertengkarkan,
Aku rasa kau menang./ Tepat sekali.
Siapa nama putrimu?
Kelly.
Nama yang sangat indah. Umur berapa?
Dia baru masuk 8 tahun./ Sangat bagus!
Apa itu benar istilahnya ini akan semakin mudah?
Oke. Mungkin beberapa lebih beruntung dari yang lain.
Tidak, maksudku, Kelly anak yang luar biasa.
Dia tidur dengan baik,
Dan dia selalu temukan alasan untuk senyum.
Dia terdengar sempurna./ Ya, itu benar.
Maaf, aku belum perkenalkan diri. Namaku Val.
Naomi. Namaku Naomi.
Naomi. Senang bertemu kau./ Na-o-mi.
Na-omi... Oke. Bagus./ Ya...
Senang berbincang denganmu./ Kau juga.
Dan sekali lagi selamat untuk si kecil Ren.
Terima kasih.
Sampai jumpa./ Sampai jumpa.
Halo.
Kau lihat itu, Kelly? Kita mengalahkan Ibu.
Kami menang, Ibu./ Kalian sangat cepat!
Kami lewat tangga, tapi kami masih mengalahkanmu.
Kalian melakukannya sangat bagus.
Kau membawa kartu kunci ekstra?
Sial. Aku pikir itu.../ Jaga ucapanmu, Ibu!
Maaf, Lebah.
Tidak. Aku tinggalkan itu di meja. Maaf.
Ibu yang konyol.
Selalu pelupa.
Aku akan mengambilnya./ Boleh aku ikut?
Tetap di sini bersama Ibu, Lebah. Ayah takkan lama.
Hai./ Hai.
Kau tahu seberapa besar Ibu menyayangimu?
Tidak./ Apa?
Sebanyak ini!
Aku tahu, Ibu. Aku hanya bercanda.
Baiklah.
Apa yang menarik perhatianmu?
Tidak ada. Kita di lantai berapa?
Kita di lantai tiga.
Kenapa kau bertanya?
Hanya ingin tahu. Aku tak pernah ke hotel sebelumnya.
Aku tahu. Kau suka?
Mungkin./ Mungkin?
Apa maksudmu, mungkin?
Ibu, apa di sini ada kolam renang?
Ayah rasa ada.
Tapi ayah rasa Ibu tak ingin berenang malam ini.
Bukan begitu, sayang?
Maaf, sayang. Mari tetap di kamar malam ini.
Memesan makanan dan bersantai. Ini agak sedikit larut.
Tapi besok sebelum kita pergi,
Kau dan ibu akan pergi berenang, oke?
Baiklah.
Jika Ibu tak mau, ayah yang pergi.
Hore!
Ayah akan mengajakmu renang, Lebah.
Pertama, mari istirahat sebentar.
Mengisi perutmu dengan makanan!
Lalu Ayah akan mengajakmu renang.
Apa yang kalian lihat?
Mobil-mobil. Kenapa ada banyak mobil di luar?
Ini hotel besar.
Dan Ibu rasa ada acara Gala.
Apa itu Gala?/ Itu seperti pesta...
Itu pesta orang kaya.
Itu pesta di mana orang berpakaian serba mewah,
Dan gaun menawan,
Lalu mereka berkumpul untuk menggalang dana untuk amal.
Amal apa?
Ibu melihat papannya di hotel.
Itu untuk membantu para dokter dan rumah sakit,
Mengingat banyaknya orang sakit.
Mereka butuh uang untuk flu?
Mereka butuh uang untuk obat yang membantu melawan flu.
Tapi juga ada alasan lainnya. Orang yang bepergian untuk kerja.
Untuk liburan panjang.
Beberapa orang hanya butuh tempat menginap...
...saat mereka meninggalkan rumahnya. Seperti kita.
Aku suka hotel. Mereka punya kolam renang.
Aku tak begitu lapar.
Tak bisakah kita cukup pergi berenang?
Kita tunggu sebentar, oke?
Oke. Tapi kau tak seharusnya renang dengan perut penuh.
Oke. Maaf. Ayah akan membawamu sesuai janjinya.
Ibu tak bisa menemanimu karena punggung Ibu terluka...
...dan ibu hanya ingin istirahat, oke?
Bagaimana punggung Ibu terluka?
Kau tidak tahu?/ Tahu apa?
Ibumu sangat ceroboh.
Ibumu wanita terceroboh di seluruh dunia.
Itu sebabnya ayah menikahinya.
Tak bisakah seseorang istirahat di sekitar sini?
Kita seharusnya pergi renang!
Baiklah, Nona Pemaksa. Mari bersiap untuk renang!
Hore!
Kenapa kau ikut, Ibu, jika kau takkan berenang?
Ibu akan membeli camilan dari toko di bawah.
Ada layanan kamar.
Aku tak sabar masuk ke sisi yang dalam.
Aku belajar renang di kolamnya Jessica,
Dan aku bisa menahan napas selama dua menit.
Dua menit?
Itu tidak benar. Itu mustahil.
Itu benar./ Itu tak benar. Kau bohong.
Aku bersumpah!
Ayah akan memercayainya ketika melihatnya.
Hai./ Hai.
Kau tahu aku bisa menahan napas selama dua menit?
Itu jauh lebih lama dariku.
Kau tak seharusnya beritahu dia apa yang tak bisa dia lakukan.
Dia masih muda.
Dia tak seharusnya jadi anak remaja yang tak percaya diri...
...karena Ayahnya tidak memercayai dia.
Ya, kami punya tim renang dan semuanya.
Ibu, kenapa aku tak masuk sekolah yang ada kolam renangnya?
Tak semua sekolah punya kolam renang.
Apa yang kau lakukan?
Jangan pernah lagi lakukan itu./ Lepas. Hentikan...
Ayo, Ayah./ Ayah datang.
Kau ikut, Ibu?
Tidak. Ibu akan kembali ke kamar. Benar?
Oke.
Hei, Ibu.
Sudah kau lakukan?
Belum.
Kau harusnya sudah pergi.
Ibu, waktunya harus tepat.
Ibu di sana?
Ibu di sini. Ibu hanya... Ibu benar-benar minta maaf.
Untuk apa?/ Semuanya.
Ibu harusnya tetap disana untuk menjagamu tetap aman.
Ibu, jangan, oke?
Ibu baik-baik saja?
Ya, ibu merasa tak enak badan.
Ini bukan masalah besar./ Kau sebaiknya istirahat.
Ibu tak apa. Jangan khawatir dengan Ibu.
Ibu, aku akan telepon balik, oke?
Aku bahkan tak butuh kacamata renang.
Ayah tahu. Kau mengalahkan dia.
Kurasa dia biarkan aku menang.
Hai, Ibu!/ Hai.
Astaga, kau basah!
Dia habis renang.
Baumu seperti klorin. Pergilah mandi.
Bisa Ibu menyisir rambutku?/ Setelah mandi.
Baiklah.
Aku tak suka caramu bicara padaku tadi.
Oke.
Jangan pernah bicara seperti itu lagi padaku didepan putri kita.
Atau apa? Kau akan pelintir tanganku dengan kuat?
Ibu, airnya sangat panas.
Ibu akan mendinginkannya untukmu.
Val, tunggu...
Aku minta maaf.
Aku begitu teralihkan dengan amarahku.
Hal terakhir yang aku ingin untuk Kelly melihat kita seperti ini.
Untuk melihatku seperti ini.
Ada banyak yang harus aku kerjakan.
Ini tak adil untukmu, dan juga untuk dia.
Aku ingin kita berusaha menjadi satu keluarga lagi.
Aku benar-benar minta maaf.
Aku juga.
Ibu!
Ibu datang.
Apa yang kau lakukan?
Halo.
Halo, Naomi. Bagaimana kabarmu?
Naomi, apa di sana dingin?
Tidak terlalu.
Kau menjaga dirimu dengan baik?
Ya.
Apa di sana salju?
Jawab Ibu, Naomi.
Apa Ibu harus bersaing lagi dengan laptopmu untuk perhatianmu?
Antara Ibu dan si kecil,
Aku tak punya waktu untukku sendiri.
Kau masih belum bersiap tidur?
Aku sudah di kasur. Apa itu bisa dihitung?
Ibu akan beranggapan kau takkan langsung kembali kerja...
...setelah menutup teleponnya.
Di sini bahkan belum pukul 21:30.
Aku masih harus bekerja beberapa hari lagi.
Benar. Tapi denganmu 21:30 jadi pukul 22:00, lalu jadi tengah malam.
Pikirkan juga si kecil.
Aku melakukan ini untuk dia. Untuk kita.
Apa kau masih khawatir dengan dia?
Aku takkan pernah berhenti khawatir tentang dia.
Naomi, kau di belahan dunia lain.
Kau jauh dari apapun yang bisa melukaimu.
Dan juga kau jauh dari Ibu.
Jadi Ibu tak bisa melihat cucuku saat kelahirannya.
Ibu seharusnya ke sini.
Ren seharusnya ke sini.
Aku tak bisa tetap di sana lebih lama lagi.
Jangan berlebihan. Kapan kau akan kembali?
Aku sudah berpikir sejak mendarat.
Aku rasa aku takkan kembali.
Setidaknya untuk sementara waktu.
Apa? Apa maksudmu?
Kau seharusnya ke sana untuk kerja.
Maksudku,
Untuk pertama kalinya setelah sekian lama,
Aku tak lagi harus waspada.
Aku tak lagi harus khawatir.
Datang ke sini untuk bekerja,
Berada begitu jauh.
Aku sadar aku tak lagi dalam bahaya.
Kami tak lagi dalam bahaya.
Jangan bicara asal.
Ibu bisa menerima kau ingin menjauh demi anakmu.
Tapi ibu tak terima kau harus tinggalkan kami.
Ini bukan soal itu, Ibu...
Kau ke sana untuk kerja. Titik.
Kemudian pulanglah. Akhir cerita.
Itu bukan tempat untuk anakmu.
Kau lebih aman di sini bersama Ibu.
Maafkan aku. Aku janji akan kembali.
Ini bukan tentang Ibu.
Aku tak tahu bagaimana memberitahumu.
Aku rasa dia biarkan aku menang.
Ibu, kau mendengarku?
Maaf. Apa kau bilang?
Aku rasa dia biarkan aku menang.
Kenapa kau berkata begitu?
Dia bilang dia tak mengalah. Ayah juga sama.
Tapi kurasa dia mengalah.
Ibu rasa dia tidak mengalah.
Tapi dia punya kolam di sekolah. Dan dia anggota tim renang.
Aku hanya renang saat musim panas di kolamnya Jessica.
Mungkin karena kau memang hebat.
Apa kau menikmati perjalanan darat kita?
Ya. Ini seru.
Aku senang kita melakukan... Apa istilahnya tadi?
Perjalanan darat.
Ya, itu. Ini lebih baik dibanding kamp.
Itu menarik.
Dan kau tahu? Ini akan semakin membaik.
Sungguh? Bagaimana?
Ibu tak bisa merusak kejutannya.
Kau harus menunggu dan melihat.
Taman hiburan?/ Lebih bagus lagi.
Sirkus?
Sejak kapan kau suka sirkus?
Ingat apa yang kita katakan tentang hewan-hewan itu?
Ayah mengajakku sekali.
Apa Ayah sering mengajakmu melakukan "Perjalanan Rahasia"?
Tidak terlalu.
Kami juga pernah ke akuarium.
Kapan?
Saat tangan Ibu patah ketika jatuh dari tangga.
Itu kedengarannya sangat seru.
Kau menyukainya?
Ya, itu tak masalah dengan sirkus. Tapi ikannya...
Mereka harusnya di lautan.
Bagaimana kau mendapatkan ini?
Aku terjatuh.
Kapan?
Aku tak ingat.
Ibu punya ide./ Ide apa?
Kau mau bermain dengan Ibu sebelum kita tidur?
Baiklah. Tapi aku tak mau berenang lagi.
Jangan khawatir. Ini bukan renang. Ini lebih seperti...
Ini lebih seperti petak umpet.
Tapi kau tak boleh berisik.
Dan Ibu mau kau menunggu di tangga...
...tempat kau dan ayah lari tadi. Kau mengingatnya?
Itu kedengarannya tidak seru.
Ini akan seru. Ini akan lebih seru setelah kau berada di sana.
Tapi kau harus tunggu ibu di sana. Dan jangan keluar. Oke?
Oke. Tapi itu bukan petak umpet...
...jika Ibu beritahu aku harus ke mana.
Baiklah. Kita hanya akan pergi ke toko bawah,
Membeli suvenir menarik, juga permen,
Kemudian kita pergi melakukan perjalanan kecil kita.
Hanya kita berdua.
Setelah permainan?/ Ya.
Kita hanya harus menunggu Ayah mulai mendengkur.
Dan ingat, jangan bangunkan ayah.
Oke, pergilah ke ujung lorong.
Ibu?
Ya, sayang.
Aku ingin agar Ibu menyetujui ini.
Ini demi keselamatan anakku.
Untuk anakmu, tentu saja.
Ibu hanya berharap kau beritahu Ibu terlebih dahulu.
Aku tahu. Maafkan aku. Aku tak yakin jika aku bisa melakukan itu.
Kau sebaiknya yang beritahu saudarimu. Bukan Ibu.
Bagaimana kabar Ren?
Dia baik. Kau tahu saudarimu.
Selalu melakukan lebih dari yang bisa dia tangani.
Begitulah Ren.
Baiklah, Ibu, aku akan bersiap tidur.
Tolong jaga baik-baik anakmu.
Jika Ibu bertemu Ren, bilang aku rindu dia.
Ibu juga jagalah dirimu.
Kesehatan adalah hal terpenting,
Jadi tolong berhati-hatilah, kau tahu?
Naomi? Naomi?
Apa yang terjadi, Naomi?
Naomi?
Apa kau di sana? Naomi?
Naomi?
Naomi!
Naomi? Naomi?
Naomi? Naomi?
Branden, lepaskan aku!
Branden?
Apa kau di sana?
Apa yang terjadi?
Aku bersumpah aku takkan pergi ke mana-mana...
Branden?
Apa kau di sana?
Sultanganteng.com Agen Judi Online Terpercaya
Bonus New Member 50% Bonus Deposit Harian 5%
Bonus Cashback up to 15% Bonus Rolingan Casino 0.8%
Semuanya beres.
Itu sudah dimulai./ Sekarang apa?
Berikutnya adalah rumah sakit.
Setelahnya mungkin bandara.
Tapi setelah rumah sakit ditangani,
Maka negara akan panik, dan tugasku selesai.
Mereka akan segera belajar.
Kau yakin soal ini, sayang?
Aku menyelamatkan dunia, cintaku.
Aku rasa aku benar.
Itu tidak dimulai secara sama untuk semua orang.
Seperti apa kelihatannya?
Seandainya kau bisa melihatnya. Ini indah.
Sekarang pulanglah. Masih banyak yang harus dikerjakan.
Aku akan segera menemuimu.
Semua ini untuk sesuatu yang lebih besar.
Aku janji.
Sudah Ibu bilang ini bukan tempatnya untuk seorang anak.
Tempat ini sakit,
Dan sekarang kau juga sakit, sayangku.
Ini yang kau dapat karena meninggalkanku.
Aku bisa menyelamatkanmu.
Kau kabur dari siksaan,
Hanya untuk berakhir di situasimu saat ini.
Katakan padaku, apa kau masih berpikir membuat pilihan yang tepat?
Apa yang harus Ibu katakan kepada saudarimu?
Naomi...
Apapun yang terjadi, Naomi,
Kau sudah berusaha.
Kau selalu lebih aman bersamaku.
Selamat tinggal, sayangku.
Ibu?
Ibu?
Branden?
Val?
Apa yang terjadi, Val?
Aku takut.
Aku ketiduran.
Semuanya hening.
Aku bisa merasakan napasku sendiri.
Tapi kemudian aku bisa merasakan sesuatu terjadi.
Aku tak bisa merasakan tubuhku...
Maafkan aku...
Maafkan aku...
Maafkan aku.
Naomi?
Kelly?
Ayah?/ Aku di sini. Kemarilah.
Kau di mana?/ Di bawah tangga...
Kau di mana? Aku tak melihatmu.
Kelly...
Ayah?
Benar begitu, sayang.
Kau di mana?
Di bawah tangga.
Aku di sini.
Ini sistem siaran darurat.
Sekitar pukul 21:00 Waktu Standar Timur,
Ancaman seluruh negeri yang dinyatakan Pemerintah Federal...
...mencapai tingkat kritis...
Departemen Pertahanan menyarankan semua orang...
...untuk mengunci pintu kalian. Menghindari kontak,
Serta menjauh dari orang yang tak dikenal.
Jika kau atau orang yang kau kenal
Mengembangkan emosi berlebihan,
Dan/atau setiap penyimpangan fisik dan kejiwaan,
Jangan ragu mencari pertolongan medis profesional.
Jauhkan anak-anakmu dari pandangan.
Hai. Ini situasi darurat.
Pesan ini akan diulang kembali.
Apa-apaan?
Ayah?
...orang yang kau kenal,
Mengembangkan emosi berlebihan,
Dan/atau setiap penyimpangan fisik dan kejiwaan,
Jangan ragu...
Halo? Apa ada orang di sana?
Kumohon, jika kau bisa bicara, tolong jawab.
Halo?
Halo?
Ya Tuhan.
Bisa kau tolong bantu kami?
"Kami"?
Aku di sini bersama putriku.
Suamiku menggila.
Dia menyerang kami, dan kami mengurung diri di sini.
Kau tahu apa yang terjadi?
Tidak.
Apa kalian terluka?
Putriku. Entah kenapa dia tak bisa bicara.
Suaranya hilang. Tubuhnya...
Dia bisa gerakkan kakinya?
Aku rasa bisa.
Hanya saja suamiku, dia menjadi gila,
Lalu kami mendengar jeritan dan teriakan dari lorong.
Orang mulai menggila.
Apa ada orang lainnya untuk membantu kita?
Aku tidak tahu.
Apa ini karena flu?
Aku rasa tidak.
Itu tampaknya menjangkit semua orang secara berbeda.
Aku hanya berusaha temukan putriku dan keluar dari sini...
Kau memiliki putri?
Ya./ Dia bisa bicara?
Aku tidak tahu./ Kau tak bersama dia?
Tidak...
Dia di mana?
Aku tidak tahu.
Kau harus temukan dia dan amankan dia dari ini.
Aku memintanya tunggu di tangga darurat.
Apa itu putrimu?
Siapa nama putrimu?
Kelly.
Kau mungkin sebaiknya temukan putrimu.
Sebelum ini merenggut dia.
Dia sendirian. Kau harus lindungi dia dari ini.
Dari semua orang yang bisa melukai dia.
Tak apa, sayang. Aku akan menjagamu.
Aku akan cari bantuan. Tunggu di sana.
Apapun yang kau lakukan, jangan keluar.
Jaga dirimu./ Kau juga.
Dan, Val?/ Ya?
Tutup pintunya saat kau pergi.
Aku tidak memberitahumu...
Kelly.
Ayah?
Kemari.
Kelly.
Ayah di mana?
Di sini, Lebah.
Hai, Kelly.
Apa Ayah baik-baik saja?
Ayah baik.
Ibu!
Kelly?
Kelly?
Ibu!
Ibu!
Ibu.
Kenapa Ibu tinggalkan aku sendiri saat semua orang menjadi gila?
Maafkan Ibu.
Kau dari mana?
Ayah memanggilku. Jadi aku pergi menemuinya di bawah.
Kau melihat Ayah di bawah?
Apa yang Ibu cari?
Ibu hanya ingin memastikan kau tidak sakit.
Apa kau merasa baik-baik saja? Ya?
Kau harus beritahu Ibu jika kau merasa tak biasa, mengerti?
Oke.
Ada apa dengan kakimu?
Jangan khawatir. Ibu tak apa.
Ibumu ceroboh, ingat?
Ya./ Ibu terjatuh. Ibu tak apa.
Ibu, apa yang terjadi?
Ibu tak tahu. Ibu rasa orang menjadi sangat sakit.
Apa Ayah juga sakit?
Kenapa Ibu menangis?
Ibu hanya sangat lelah.
Apa yang Ibu lihat?
Ibu ingin kau jangan berisik, oke?
Kita akan turun ke bawah, mengerti?
Kita harus berjalan melewati lorong, oke?
Apapun yang kau lakukan, jangan berisik, oke?
Jangan bersuara.
Terus pejamkan matamu, oke?
Oke.
Ibu!/ Jangan berisik!
Ibu?
Tak apa.
Tak apa. Tak apa.
Kenapa aku tak pernah bisa melakukan ini dengan benar?
Dan kenapa mereka adakan acara ini begitu malam?
Kau mengira setelah selama ini kita menghadiri acara seperti ini,
Aku akan belajar caranya memasang dasiku sendiri.
Teruslah berharap.
Kau seharusnya di pihakku./ Di mana letak keseruannya?
Ingatkan aku lagi, kenapa aku menikahimu?
Aku yakin itu karena kau tak bisa yakinkan orang lain...
...untuk menerima lamaranmu.
Aku rasa keberuntunganku habis.
Maksudku, berapa banyak istri membantu suaminya dengan dasi?
Jadi, bagaimana penampilanku?
Tampan./ Terima kasih, sayang.
Baiklah, untuk apa acara ini?
Untuk rumah sakit.
Ada apa dengan rumah sakit?
Apa kau pernah melihat berita?
Wabah flu.
Ya, benar. Flu terburuk sejak wabah penyakit dulu...
Tunggu dulu...
Kartu kuncinya, kurasa aku tinggalkan itu di meja.
Aku membawa keduanya.
Apa yang bisa aku lakukan tanpamu?
Mari berharap kau tak harus merasakan itu.
Hai, Dolores.
Peter, Betty.
Aku tak tahu kalian datang.
Kejutan yang menyenangkan.
Kau juga, sayangku.
Jadi, bagaimana kabar anak-anak?
Daniel terkena flu. Kasihan.
Dia keluar-masuk rumah sakit.
Dia kelihatannya semakin memburuk dan bukannya membaik.
Aku disini untuk membantu membujuk orang-orang.
Kasihan.
Kami turut prihatin.
Sampaikan salam kami untuknya,
Dan jika ada yang bisa kami bantu, jangan ragu untuk menanyakannya.
Kau sangat murah hati. Terima kasih.
Terima kasih, kalian berdua. Bagaimana dengan kalian?
Bagaimana semuanya? Bagaimana kabar keluarga?
Keluarga sangat baik.
Lyndsey hamil. 4 bulan.
Cucu lagi! Itu menakjubkan!
Selamat.
Terima kasih, Dolores.
Apa kau baik-baik saja?
Apa kau sakit?
Apa kau sakit?
Tak ada yang sakit di sini.
Apa yang terjadi?
Kalian sebaiknya pergi!
Apa maksudmu?
Tak ada yang tahu.
Semuanya sebaiknya keluar dari sini!
Apa Ayah akan temui kita di sini?
Ibu rasa tidak, Lebah.
Sultanganteng.com Agen Judi Online Terpercaya
Bonus New Member 50% Bonus Deposit Harian 5%
Bonus Cashback up to 15% Bonus Rolingan Casino 0.8%
Kami putuskan siaran langsung dengan laporan berita khusus.
Seperti yang sudah kalian ketahui, Pemerintah Federal kita...
...telah mengeluarkan Situasi Darurat pekan lalu,
Karena wabah yang melumpuhkan negara kita.
Semalam, hotel menerima gempuran terbesar,
Dari apa yang kelihatannya seperti kasus ekstrem...
...dari virus yang tak diketahui dan mematikan ini,
Yang merenggut nyawa 60 jiwa.
Kebanyakan anggota aktif dari organisasi nirlaba...
...menggalang dana untuk membantu melawan permasalahan...
...yang merenggut nyawa mereka.
Pagi ini, kami menerima berkas dan dokumen anonim...
...yang terbaca layaknya manifesto,
Menjelaskan potensi tersangka yang kemungkinan saat ini...
...dianggap serangan terhadap bangsa kita.
Rinciannya mengungkapkan bahwa Departemen Pertahanan...
...menyusun teori cara-cara untuk menjadikan flu senjata...
...dengan memaksimalkan gejala-gejalanya...
...agar meningkatkan tingkat fatalitasnya.
Secara khusus, ahli epidemiologi, ahli mikrobiologi,
Dan ahli toksiologi di seluruh negeri,
Di pekerjakan dan di danai...
...untuk membantu yang diduga eksperimen ini.
Setelah kabar tentang hotel dirilis,
Dan penularan tersebar,
Diyakini bahwa Pemerintah Federal...
...masuk untuk menyingkirkan setiap bentuk informasi...
...mengenai keterlibatan mereka,
Untuk menutupi jejaknya dan menghapus setiap gagasan...
...bahwa mereka berkaitan dengan serangan patogen ini.
Konferensi pers akan diadakan besok,
Dan akan memberikan penjelasan lebih dari situasi yang samar ini.
Menurut manifesto, bisa diyakini...
...bahwa rencana untuk menyerang RS dan bandara terlebih dahulu,
Yaitu sebagai upaya untuk "mengacau dan mengagetkan".
Dari apa tepatnya, itu masih belum bisa dijelaskan.
Mohon tetap jaga keselamatan.
Dan dengan seluruh bantuan kalian,
Kita akan mampu melawan ini.
Aku Alex Mason.
Terima kasih sudah menyaksikan.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.