Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
c
cr
cro
crot
crotb
crotba
crotbas
crotbasa
crotbasah
crotbasah.
crotbasah.c
crotbasah.co
crotbasah.com
crotbasah.com
crotbasah.com
crotbasah.com J
crotbasah.com JA
crotbasah.com JAM
crotbasah.com JAMI
crotbasah.com JAMIN
crotbasah.com JAMINA
crotbasah.com JAMINAN
crotbasah.com JAMINAN
crotbasah.com JAMINAN K
crotbasah.com JAMINAN KE
crotbasah.com JAMINAN KEP
crotbasah.com JAMINAN KEPU
crotbasah.com JAMINAN KEPUA
crotbasah.com JAMINAN KEPUAS
crotbasah.com JAMINAN KEPUASA
crotbasah.com JAMINAN KEPUASAN
crotbasah.com JAMINAN KEPUASAN
crotbasah.com JAMINAN KEPUASAN A
crotbasah.com JAMINAN KEPUASAN AN
crotbasah.com JAMINAN KEPUASAN AND
c r o t b a s a h . co m JAMINAN KEPUASAN ANDA
Apa ini?
Kau tak tahu siapa aku?
Kuperintahkan kau buka gerbang ini.
INSTAGRAM @broth3rmax TELEGRAM: t.me/broth3rmax FOR ADVERTISING ONLY, WA 08788 1595 624
Sekarang anak-anak semua ikuti aku.
Pelan-pelan, seperti ini.
Sudah, angkat kertas kalian.
Lalu sisik dan rerumputan serta awan... Uh...
oh!
Guru bodoh, cerewet... huh!
Hai bu! / Hai sayang!
Hey ayah!
Di situ kamu. Lapar? Kau mau cemilan.
Hey ayah! / Hey, belajar apa hari ini?
Kami belajar menulis "naga".
Ha-ha, ibumu melupakanmu! Dia tidak...
Sudah, jangan kasar begitu!
Kau tahu mereka cuma berdua.
Ibunya sudah berusaha.
Namaku Li Na.
Namaku Din.
Yuk pulang jalan bareng aku.
Ayahku selalu telat.
crot basah.com JAMINAN KEPUASAN ANDA
"AYAM CLUCKY"
Tentu. Akan kutelpon kau nanti malam.
Tidak, tidak, kau harus mengalikan yang atas dengan yang bawah.
Sini kau, monyet kecil.
Bilang selamat malam, sampai besok. / Da-dah, Din.
Hey, kamu terlambat! / Ya tahu tahu, aku harus ambil barangku.
Taruh ini disini, ya. Bagus.
Siap! Terbanglah layang-layang!
Kayaknya tak berhasil.
Yuk kita bikin janji.
Jadi sahabat selamanya.
โช Tahun demi tahun, โช โช kita selalu pegang janji ini. โช
"PINDAHAN"
Ayo, waktunya berangkat. / Tapi, kata ayah...
Li Na, kita sudah bahas ini.
Aku harus pergi, Din.
Tapi... layangannya sudah kuperbaiki.
Ayo, Li Na.
Jaga dirimu, nak.
Dah, Din.
Pandang ke depan, Li na. Kita pindahan buat hidup yang lebih baik,
dan kita harus melupakan yang ini.
INSTAGRAM @broth3rmax TELEGRAM: t.me/broth3rmax FOR ADVERTISING ONLY, WA 08788 1595 624
Bagus, selanjutnya...
Jalan Gao Xue 235.
Paket! / Terima kasih!
Sama-sama!
Paket! Semoga hari ini indah! / Terima kasih!
Paket! / Terima kasih!
Paket! / Terima kasih!
Paket! / Terima kasih!
Oh Wei! Wei! Wei!
Din? Hati-hati. Ngapain kau?
Wei, kawan lama...
Bro, kau harus hati-hati kalau bepergian.
Bisa tolong kerjakan tugas kelas? / Kenapa kau banyak kerja?
Kau sudah 2 minggu tak masuk sekolah. / Aku bisa dapat tambahan uang demi urusan penting.
Urusan penting? Tunggu bentar. Apa ada kaitannya dengan gadis itu?
Apa? Tidak.
Mungkin.
Baik, memang ya, tapi sekarang ultahnya, aku ada rencana khusus.
Jadi tolong, kerjakan tugas kelas ya?
Akan kubantu kerjakan PR-mu seminggu! / Baiklah.
Makasih, Wei! Kamu memang teman terbaik! Whoa!
Masa depan cerah begitu,
penuh dengan surat tilang polisi.
Kiriman paket terakhir.
Uh... halo?
Halo?
Apa ada yang pesan sup dumpling?
Whoa!
Uh... halo? / Masuk.
Uh, dikunci. / Ya tahu.
Oh, gitu ya... aku akan memutar saja.
Apa bapak yang mesan sup dumpling?
Aku ini dewa!
Baiklah...
tapi apa bapak yang mesan...
Dan aku telah memilihmu, karena kau berhati tulus.
Oh.
Gini, aku berusaha ramah, biar dapat bintang 5.
Sekarang, bapak mau bayar tunai atau...?
Terima ini.
Berisi semua yang kamu butuhkan.
Um, sebenarnya aku cuma butuh $7,35.
Kau berani menolak kehendak dewa?
Agaknya... ya? Uh...
Begini saja, ini biar aku yang bayar. Bagaimana?
Aku buru-buru, jadi uh...
Makasih teko tehnya dan uh, semoga hari bapak menyenangkan!
Oh, lupa, saus pedasnya! Huh?
Wow.
Terima kasih. Rasanya beda kalau tak pakai saus pedas.
Bukankah kau tadi buru-buru pergi? / Huh? Tunggu, jam 5!
Kok bisa aku disini setengah jam? Aku pergi dulu!
Jangan tutup, jangan tutup. Tolong jangan tutup, jangan tutup.
Nak, yang realistis dong!
Tunggu! Tunggu! Tunggu!
Baik, makasih atas bantuannya!
Hey, Pak Chin! / Ibumu mencarimu.
Ya tahu tahu.
Air, siram, siram!
D untuk skakmat!
Sampai ketemu nanti malam.
Kubilang kalau kau tak suka bawang, makan saja yang lain.
Kayak serbet.
Hey bu. Ini bahan yang ibu minta.
Oh lihat siapa yang datang.
Kamu terlambat lagi.
Oh, aku uh, telat karena ada belajar kelompok, seperti biasa.
Bentar!
Makan. Biar otakmu encer.
Terima kasih. Kubawa ke dalam makan sambil ngerjakan kalkulus.
Lihat dia, makin dewasa dan bekerja keras!
Din cilik bertitel sarjana! Luar biasa!
Aku cuma berharap putraku berdedikasi.
Anak yang baik. / Akan kuusahakan. Jadi aku mau mulai.
Aku ikut senang, nak. Masa depanmu sudah siap.
Kerjaan tetap, gaji besar.
Kulkas baru baru mengkilap. / Oh, mobil bagus.
Dan TV layar datar, yang gede! / Sekarang sudah jangan ganggu dia.
Dia ada kerjaan lain. / Oh, hey Din! Aku akan ke situ!
Oh uh, ya. Ada kerjaan! Banyak banget kerjaan.
Sebaiknya lekas kukerjakan.
Din! Ini ada PR.
Kata guru kalau kau tak masuk minimal satu kelas semester ini,
dia akan membuatmu tak lulus.
Oh hey, Bu Din. Meski nilaimu bagus ujian akhir... lagi.
Maafkan aku.
Sudah ibu duga! Kamu mbolos sekolah.
Tidak Bu! / Mengibuli ibumu! Ngapain saja kau selama ini?
Nongkrong di warnet? / Bisa kau percaya?
Anak yang nakal.
Kau tak membantu. Aduh! Dengar Bu... / Kenapa kau begini?
Kau siswa yang baik! Kau bisa merusak masa depanmu!
Ya betul, itu dia gelar sarjana.
Kau tak membantu! / Dengar, aku cuma...
Cuma apa? / Aku cuma lakukan kerja sampingan.
Kerja sampingan? Kau punya satu pekerjaan.
Dan satu pekerjaan saja, yaitu belajar! / Aku tahu, tapi...
Tapi apa? Apa lagi...
yang lebih penting dari belajar?
Tak ada.
Tak ada, bu.
Wow, kayaknya ini makin runyam.
#@$%*(
Dia ngomong apa? Aku tak dengar.
Din, ibu memang bersikap keras padamu, tapi ibu...
Ibu benar. Ibu benar.
Apa di dalam situ? Pasti ini keliru.
Eh, kau nyari apa lagi?
Nyari teko teh sudah kesejuta kali!
Buka pintunya.
Selamat malam, tuan-tuan.
Uh, area ini bukan untuk umum. Bisa kubantu?
Ya, kuyakin kau bisa bantu.
Berhenti, berhenti! Diam di tempat!
Angkat tanganmu!
Takutnya itu tak bakalan terjadi.
Kamu duluan, bro. / Baik tuan, kau ditangkap!
Eit! Ah!
Huh? Ah, kuperbaiki nanti saja.
Ya ampun... dia telat lagi.
Huh baiklah.
Hm tunggu, benda lama itu.
Ya ya ya, lihat siapa yang akhirnya bersedia muncul!
Mulai meremehkanku, huh?
Uh, bercanda, bercanda. Jadi bagaimana menurutmu setelanku?
Cukup pantas buat ke pesta ultahnya
Li Na Wang yang terkenal?
Bagus. Kurasa juga begitu.
Baik Din, besok hari yang penting.
Bagaimana rencananya? Aku harus bilang apa?
Selamat ulang tahun, Li Na! Ini sahabatmu, Din!
Bukan begitu, itu terlalu kentara.
Selamat malam Li Na, boleh kucium tanganmu?
Ya ampun, jangan menjengkelkan begitu, Din.
Oh ya, betul. Aku akan berdansa denganmu.
Anggap, kau agak familiar.
Li Na, kubawakan hadiah. Kau masih suka layangan 'kan?
Ngomong apa aku ini?
Baik, tenangkan diri.
Jujur saja.
Hey, Li Na, selamat ulang tahun. Aku cuma mau bilang,
sudah sangat lama dan...
aku merindukanmu.
Apa? Oh tidak, ya ampun, um...
Bentar, aku bisa perbaiki. Um.. oh, yang benar saja!
Ap...
Sebenarnya apa yang kupikirkan?
Tidak, tidak, tidak!
Aku pasti jelas kelihatan gila.
Hanya saja, aku tak tahu harus berbuat apa lagi.
Aku bisa lihat seluruh hidupku terbentang di depanku
dan aku berusaha, agar semua orang bangga,
tapi tiap kali terasa ada sesuatu yang hilang.
Aku hanya berharap...
kuhanya berharap bisa memegang janji kita.
Tehnya sudah matang. Tunggu, apa? Tehnya matang?
Wow, itu tadi...
Salam, tuan besar!
Surga telah terbuka!
Permohonanmu akan dikabulkan!
Mintalah ke aku, Longzhu, zhu, zhu... Huh?
Oh, anak desa. Yah, ini bakalan mudah.
Dengar, aku tahu yang kau bayangkan.
Apa penglihatanku salah?
Seekor naga perkasa, pengabul permintaan.
Mungkinkah ini nyata? Apa sihir itu ada?
Ya, memang ada.
Jadi, sekarang kesampingkan yang itu. Langsung saja ke bagian penting.
Apa aku... apa kau sudah mati?
Nenek! Ini aku, Din! Aku jatuh dari atap!
Aku jatuh dari atap! Aku menghampirimu. / Tidak, tidak, tidak.
Tidak, kau ini masih hidup.
Aku ini naga sakti pengabul keinginan,
yang akan mengabulkan 3 permintaan dari pemilik teko teh ini.
Dan kamu, tuan, adalah majikanku.
Jadi silahkan, ajukan permintaan.
Baiklah, kau lagi mengerjaiku. Mana kamera tersembunyinya?
Lelucon yang bagus, teman-teman.
Lelucon? / Ini hologram atau apa?
Kujamin kau keliru.
Apa kau meminta baju perang terbuat dari emas murni?
Maka kukabulkan!
Apa kau meminta kekuatan 1000 orang?
Maka kukabulkan!
Kereta terbaik di negeri ini? Pow!
Semua milikmu! Minta sayap elang?
Minta kaki jerapah?
Cocok buatmu 'kan?
Atau ada lagi... itulah hasrat dalam hatimu.
Aku kepikiran mau memulai nyari salah satu...
kau tahu, tempat mereka jual binatang, misal toko binatang piaraan.
Apa kau mau jual chow chow? Itu anjing yang bagus.
Tak ada yang perlu jual apapun kalau kita belum menemukan teko teh itu.
Tiap kali kuberusaha membuat obrolan santai,
kalian mempersulitku.
Jadi kau ini naga pengabul permintaan?
Ya! / Dan berapa banyak permintaanku?
3, kamu punya 3 permintaan.
Bagaimana caramu bisa masuk teko teh ini? / Sihir, itu teko teh ajaib.
Ini kecil banget. Berapa umurmu?
Bukan begitu... / Dari mana asalmu?
Semua yang ingin kau ketahui... / Oh lihat tangan kecilmu.
Kenapa warnamu pink? / Oh, sudahlah!
Wajahmu lembut banget. Aku cuma mau pegang.
Kau bisa menyemburkan api?
Baik, dengar ya, bocah desa.
Aku tak punya waktu menjawab pertanyaan sepelemu itu,
dan aku ke sini bukan untuk jadi temanmu.
Kau harus terima pertemananku, dan terus terang,
kau tak melakukan tugas dengan baik.
Dengar baik-baik. Semua naga pengabul permintaan harus melayani 10 majikan
sebelum mereka bebas memasuki alam arwah.
Dan kamu adalah majikan terakhir.
Sekarang, aku sudah terjebak dalam teko ini selama 1000 tahun,
maka lebih cepat kita selesaikan ini itu lebih baik.
Apa penjelasanku jelas?
Aku minta maaf, anak muda,
tapi aku butuh teko teh itu.
Kukira ini milik dia.
Yah, kuyakin "dia" tak menghilangkannya.
Tak mungkin, aku yang menemukannya.
Tak beres ini, aku minta bisa berkelahi.
Mau ke sini.
Itu teko teh yang bagus.
Apa yang...
Kok bisa?
Punyaku, punyaku, punyaku! / Tidak! Tidak!
Aku tak bermaksud minta itu. Kutarik kembali.
Berikan itu!
Oh, teko teh.
Serahkan... teko teh... itu... sekarang!
Barusan kutendang pintu ini sampai jebol.
Berikan! Berikan! Punyaku! Punyaku!
Tak ada orang di rumah.
Aku sudah minta baik-baik.
Apa kau bilang seorang anak remaja melawan 2 orang dewasa kuat?
Anu, pak... / 3! Sebenarnya 3 orang.
Dua setengah, bro. / Tapi kau harus lihat dia!
1000 pukulan dalam semenit!
Nendang sambil loncat kemana-mana. Aku tak pernah lihat banyak tangan dan kaki.
Ini tak bagus. Bocah itu tahu yang dia bawa.
Pak, kalau boleh tanya
sebenarnya apa yang dia bawa?
Itu bukan urusanmu.
Kau kubayar untuk mencarinya.
Cuma itu tugasmu.
Kau belum bayar apa-apa. / Akan kubayar kalau kau sudah dapat teko itu.
Membayar lebih dari yang kau bayangkan. Kau mengerti?
Maaf atas ketidakmampuan kami, pak.
Tapi bocah itu memang meninggalkan sesuatu.
Hanya soal waktu sebelum kami menemukannya.
Din, bangun sekarang.
Bagaimana kalau kutendang mukamu?
Ibu bilang, bangun!
Sarapan sudah di atas meja.
Makasih, Bu.
Mimpi yang gila.
Din, ibu kerja sampai malam.
Jadi sisakan untuk makan malam, ngerti?
Enak.
Sisakan buat makan malam ya?
Sisakan.
Ya ampun, sepatu bodoh ini.
Hey Bu, andai ibu bisa meminta sesuatu bakal minta apa?
Din, kenapa kau bertanya konyol begitu? Cepat makan!
Ini serius, Bu. Andai ibu ada permintaan
apa saja di dunia ini. Rumah besar di pinggiran desa?
Din, kita sudah bahas ini kemarin.
Ibu ingin kau fokus sama masa depanmu.
Itu saja yang ibu inginkan.
Aku lebih fokus sama masa depanku ketimbang sebelumnya.
Bagus. Sekarang lekaslah, nanti kau terlambat.
Kenapa mukamu? Aku paham wajah begitu.
Aku tak pasang muka, muka apa?
Pergilah sekolah, tak usah macam-macam.
Ah, halo. Si naga, kamu di dalam?
Kerja bagus, bocah desa.
Satu permintaan beres, tinggal 2 lagi!
Kita bisa selesaikan saat makan siang. / Kau apakan aku? Kenapa aku bisa Kungfu?
Sama-sama. Kau yang minta bisa berkelahi,
Kubuat kau jadi pendekar kungfu. / Aku tak minta...
Hey, itu tak adil!
Kau sudah mengucapkan "minta".
Oh, jadi cuma karena aku bilang "minta" kini aku terbebani kekuatan kungfu ini?
Keren. / Ya, itu amat keren.
Lanjutkan sama permintaan kedua.
Kurekomendasikan permintaan favorit sepanjang masa!
Tumpukan emas segunung! Sekarang ikuti ucapanku
"aku... meminta..." kau tak bicara.
"Tumpukan... segunung...." ini aneh, kau tak ngomong apa-apa.
Hey, sudah jangan paksa aku! / Ah, kau pasti lebih dari sekedar penakluk!
Kulihat naluri pembunuh di matamu!
Gampang! Minta saja pasukan pribadi!
Buat apa aku butuh pasukan?
Kau ini teman gampangan, bukan? Jangan kuatir.
Ini dia yang selalu disukai orang desa, cinta!
Aku bisa kabulkan kau bisa bicara sama yang kau cintai
yang berada di seberang Cina sana.
Aku tak bisa dengar suaramu karena kau
berada sangat jauh di seberag Cina sana.
Ada sebuah tembok, entah apa yang terjadi.
Maksudmu kayak ponsel?
Sihir hitam apa lagi ini? Mana musik orkestra kecilnya?
Bagaimana mereka muat dalam kotak logam sekecil ini?
2 permintaan... apapun yang kumau...
Pesta ulang tahun! Aku tahu yang kuminta!
Tunggu, sebuah permintaan?
Ya, ya, ya, sebuah permintaan.
Bagus sekali.
Burung besi raksasa?
Ngapain kamu?
Nunggangi naga ajaibku? Terbang!
Apa yang akan kau lakukan sekarang?
Kalau kau melarangku menunggangimu, kita naik bus saja.
"Bus"? Apa itu sejenis binatang?
Berapa lama kau berada di dalam teko?
Entahlah. Apa sekarang masih Dinasti Qing?
Long!
Bagaimana kau bisa masuk sini, orang kecil?
Jangan acuhkan saat aku bicara denganmu, orang desa!
Bukan orangnya yang kecil, Long. Itu Televisi.
Apa ini?
Mobil.
Ah, rampasan perang dipajang.
Kekuatan apa ini tak terlihat?
Kaca.
Apa tujuannya...? / Buat pembatas.
Sebenarnya apa ini...? / Es krim.
Kenapa ini bisa nyala...? / Listrik.
Dengar, kutahu semua ini menakjubkan. / Menakjubkan?
Saat kau di dunia ini selama aku,
pada hakekatnya di dunia ini tak ada yang menakjubkan.
Kripik Udang Qin Qin.
Jelas ini, makanan desa.
Luar biasa!
Sudah, kita sampai.
Lalu kau membuat permintaan sekarang atau bagaimana? / Pasti, pasti. Tunggu saat sampai di sana.
Sampai ke mana?
Tembok Besar Cina!
Kereta tempur besar terbuat dari besi dan kaca.
Long, ini bus. Naiklah!
Minggir, nenek tua!
Pelan jalannya... hati-hati.
Terima kasih, anak baik.
Tidak! Tidak, tidak, tidak. Pasti ada cara lain. / Long, kau ini kenapa?
Ah! Itu aku lebih suka.
Long, kau mau apa?
Nyarikan kereta pribadi buat kita.
Tapi aku tak mampu bayar kereta pribadi!
Itulah alasan kenapa kita harus naik bus,
busnyapun sudah berangkat... kalau kita ketinggalan bus... / Hey, kau nyuri uangku ya?
kita akan menunggu 10 menit lebih. / Aku tak nyuri!
kita tak akan sampai di kereta tengah kota. / Nih.
Hey, dari mana kau dapat uang? / Tahulah, "sihir".
Aku habis makan siang banyak.
Ini aku lebih suka.
Ada apa? / Macet.
Macet? Apa ada libur nasional?
Maksudmu kau mau bilang ini terjadi... setiap...
setiap hari?
Matahari bergerak lebih cepat dari kita.
Ini lebih parah dibanding terjebak dalam teko.
Aku tak bisa sampai di sana tepat waktu.
Kuharap kemacetan ini bisa... / Ya ya, ngomong saja!
Long, aku tak mau makai satu permintaan buat kemacetan jalan.
Dengar Din, kau harus manfaatkan satu permin...
Kau harus manfaatkan...
Kau harus...
Kau harus manfaatkan satu per...
Pakai satu permintaan! Dasar petani sialan! Ini tak bisa kemana-mana!
Bunyikan terompet seenaknya!
Itu tetap sama saja hasilnya!
Begini Long, kita akan sampai ke sana pelan-pelan.
Meski butuh waktu seharian.
Seharian? / Kudengar ada kemacetan jalan
yang bisa selesai 16 minggu.
Andai kupunya naga terbang bisa melintasi kota itu satu-satunya cara.
Aku tahu niatmu. Din, itu tak akan berhasil.
Aku sudah 1000 tahun dalam teko.
Aku bisa tahan beberapa jam saja dalam "kemacetan"mu ini.
Hey, aku ada ide.
Kenapa kita tak dengar musik orkestra kecil sambil menunggu?
Tak akan mempan, Din.
Pakai saja permintaanmu, Din.
Baiklah!
Waspadalah dengan yang tak kamu minta, Din.
Kalau memaksaku kebangetan aku tak akan ragu untuk... / Apa?
Terbang kemana-mana? Kau luar biasa! Lihat ini. Apa ada yang tak bisa kau lakukan?
Yah, itu sangat...
Intinya, kita ini mau kemana?
Itu! Ke bawah situ.
Kita sampai. Saatnya permintaan.
Pilihan bagus. Aku tahu ini bakal bagaimana.
Sekarang saat memilih sebuah istana itu penting untuk...
Kamu ngapain?
Jangan buang-buang waktu. Ini urusan serius.
Baik, apa permintaannya?
Baik, kau lihat dia? / Hai, selamat sore, makasih mau datang.
Li Na! Selamat Ulang Tahun!
Apa kabar?
Ini permintaan keduaku, Long. Aku meminta...
Sudah hentikan, sudah, sudah. Aku tak bisa mewujudkan cinta.
Apa? Tidak Long, ini bukan... / Beberapa aturan yang mesti kusebutkan.
Aku tak bisa menjelajah waktu. Ini sakit rasanya memberitahumu,
tak juga, aku tak bisa membuat orang jatuh cinta denganmu.
Tidak, tidak, tidak. Bukan seperti itu, Long.
Dia itu sahabatku.
Permintaanku adalah,
kuingin temanku kembali.
Tunggu. Ulangi.
Kau bisa meminta apapun di dunia ini,
dan kau menyia-nyiakannya pada seorang teman?
Apa yang lebih penting ketimbang pertemanan?
Apa itu pertanyaan jebakan?
Tidak. / Sungguh ada yang lain! Kupikir dulu.
Pispot emas! Istana yang seluruhnya dari permata giok!
Sepasukan prajurit tanah liat!
Kenapa kau sia-siakan satu permintaan demi seorang gadis?
Oh, ya betul.
Maaf Long, tak berharap kau bisa mengerti.
Aku belum jelaskan semuanya padamu.
Mohon turunkan.
10 tahun lalu, di hari musim semi yang dingin, angin sepoi-sepoi.
Seorang bocah sendirian menunggu sepulang sekolah,
itulah aku, lalu masuklah gadis itu, Li Na. Melempar dumpling
dan menjaga kehormatanku.
Ini benar-benar terjadi ya?
Mestinya ini lebih gampang.
3 permintaan selesailah tugasku.
Ternyata tidak. Aku terjebak sama anak bodoh ini.
Lihat saja dia dengan senyum konyolnya.
Begitu lugu, dungu, bodoh.
Mengapa? Salah apa aku hingga menanggung ini?
Dan kemudian dia pergi dan tak pernah melihat dia lagi.
Oh tak apa, Long. Aku juga emosional, ceritakan saja.
Sudah kubilang. Aku tak bisa membuat orang jatuh cinta denganmu.
Aku juga tak bisa membuat orang berteman denganmu.
Apa? Dia sudah jadi temanku.
Aku cuma ingin ikut pestanya.
Sebuah permintaan! Kenapa tak bilang begitu sejak tadi?
Ya, aku minta jadi pangeran muda.
Baik, ini dia! Mundur! Dan terwujudlah!
Beres dan beres! Sekarang, lanjut ke permintaan terakhir.
Apaan ini? Kenapa?
Tadi kau bilang minta jadi pangeran,
kuwujudkan jadi pangeran. / Bukan, bukan. Kubilang pangeran-muda.
Kau tahu, kayak orang itu yang berpakaian mahal, jam tangan Rolex,
bersama sopir, dan asisten pribadinya, serta jet pribadi, dan...
dan pelatih pribadi, kapal pesiar yang bisa ke laut kapan saja / Bentar,
itu jadinya 10 permintaan. Permintaanmu cuma 2.
Baik. Bagaimana kalau versi yang sementara? 2 hari saja?
Kamu serius meminta jadi kaya cuma selama 24 jam?
Aku tak peduli sama hal itu, Long. Aku cuma ingin masuk ke sana
dan terhubung kembali dengan Li Na. Dia tak peduli aku kaya atau miskin.
Maaf, cuma pingin ketawa saja, karena itu hal paling konyol yang kudengar.
Tentu saja dia peduli.
Ya? Lagian ini permintaanku, bukan permintaanmu.
Sekarang tembak aku dengan jus ajaibmu.
Baiklah. 24 jam.
Sempurna. Sama sebuah mobil.
Wow, mantap!
Sama asisten pribadi yang ngerjakan semua yang kuminta untuk 24 jam ke depan.
Long! Kamu terlihat cakep jadi manusia.
Sekarang, jalan mungkin susah, tapi...
Bagus, waktunya pesta!
"BUKA"
Selamat siang tuan, kuingin menanyakan tentang seorang pelanggan baru-baru ini.
Maaf, tapi aku tak bisa memberikan...
"TUTUP"
Ikut aku.
Oh yeah, sekarang para kaumku...
Pelayan masuk lewat belakang.
Wow... ini luar biasa.
Oh! Kau masuk.
Aku tak pernah terhina begini selama hidupku. / Nitip jas, makasih.
Itu dia!
Dia terlihat begitu...
penting.
Li Na! / Hai! Senang bertemu kau lagi.
Bagaimana rasanya berumur 19 tahun, sayang?
Oh, yah, sebenarnya aku merasa
benar-benar bingung akhir-akhir ini.
oh, bagus itu sayang, sekarang bagaimana menurutmu
menjadi wajah baru tata rias Shin?
Sebenarnya, aku tak lagi makai produk apapun yang menggunakan ujicoba binatang.
Fantastis!
Li Na. / Dimana ayahmu?
Akan kusuruh dia teken kontrak segera! / Li Na. Selamat Ulang Tahun.
Senang bertemu kau lagi!
Kuingin bicara denganmu soal masa depanmu, sayang!
Oh yah, aku sering kepikiran soal masa depanku. / Bra tiup adalah fashion masa depan
dan kuingin kau menjadi bagiannya!
Yeah, aku kurang yakin.
Baguslah! Segera kujadwalkan sesi pemotretan.
Li Na. Selamat Ulang Tahun!
Hai, senang berte... oh kamu rupanya, Buckley.
Jadi daftar tamunya sudah separoh jalan.
Kau bagus sekali! / Yeah, bagus. Ada pesan dari ayahku?
Aku yakin dia bekerja keras, seperti kita.
Jadi bagaimana kalau kita tambah sedikit ini, jadi begini!
Baiklah, Din. Ini saatnya!
Baik, mimik wajah! Whoo, ini mulai!
Hai Li Na! Selamat Ulang... / Hai! Senang bertemu kau lagi!
Oh, begitu juga aku, jadi...
Ini hari paling istimewa dalam hidupku!
Wow! Yeah, kau juga?
Oh tunggu! Sebelum aku lupa. Aku bawa hadiah kecil.
Hai! Senang bertemu kau lagi!
Boleh? / Hai! Senang bertemu kau lagi!
Jadi, bagaimana sahabatmu?
Entah... aku tak tahu yang terjadi.
Dia tak mengenaliku.
Bagus! Impian hancur. Kalau begitu, kita selesai sampai sini, ya?
Pelayan? Masih sisa 2 lagi!
Hadirin sekalian, saatnya sajian spesial!
Bila kita bisa ajak yang ulltah bersama ayahnya
untuk berdansa.
Itu dia, sekarang ayahnya, Tn. Wang!
Silahkan ke lantai dansa! Panggilan untuk Tn. Wang!
Ayolah ayah, jangan malu.
Tn. Wang? Harap kemari.
Uh, aku yakin sebentar lagi dia ke sini.
Tn. Wang?
Wang 'kan? Apa betul begitu namanya?
Ayah macam apa yang tak hadir di pesta ultah putrinya?
Ayo, asisten. Kita harus lakukan sesuatu.
Oh, ternyata mic-nya nyala, maaf.
Hadirin sekalian, mohon perhatiannya!
Sebelah sini. Saatnya hiburan sore ini!
Long. Ayo. Bikin asap, cahaya, apalah.
Dari jalanan Shaolin!
Kungfu yang belum pernah kalian lihat!
Perkenalkan pendekat hebat! Dilatih dalam seni ilmu Naga!
Sekarang, semua perhatikan ke panggung karena aku...
Uh, begitu saja. Pertunjukan selesai. Uh, makasih, hadirin! Dah!
Asisten pribadi. Tak pernah aku terhina begini.
Angka keberuntungan 8!
Tuan. Caviar, crรจme anglaise, amuse-bouche?
Apa anda mau? / Kripik udang ada?
Uh, tak ada.
"Uh, tak ada."
Oh, tidak! / Pria kayak dirimu kok sendirian?
Betul banget.
Siapa butuh anggur kalau kau ada teman yang cocok?
Kuyakin kau salah pah...
Oh! Biasanya gerakanku tak secepat ini, tapi...
Maaf! Mesti lari!
Halo?
Li Na?
Oh, ganteng?
Mau main petak umpet rupanya.
Air.
Penyegaran.
Mana anak itu?
Halo?
Li Na, kaukah itu?
Pergi sana, aku lagi sibuk!
Aku bisa lihat kau lagi sibuk.
Ya, sangat sibuk!
Baiklah, aku cuman...
Aku yang melakukan pertunjukan kungfu.
Aku tadi cuma berniat...
Aku tahu niatmu.
Terima kasih.
Kau tak apa-apa?
Ya... aku baik-baik saja!
Nih, pakai ini. / Terima kasih!
Satu malam saja
dari setahun.
Kukira dia bisa meluangkan waktu, tapi...
Aku tak tahu kenapa ini terjadi padaku.
Maafkan aku, ini memalukan. Biasanya aku tak nangis kayak begini.
Nih, ada sesuatu di wajahmu.
Yeah, kayaknya tak bisa hilang.
Maaf! Pasti aku jelas kelihatan gila.
Tidak! Tidak.
Hanya saja aku tak tahu mesti berbuat apa lagi.
Ini kayak...
"SELAMAT DATANG DI KELUARGA SBEEN"
Aku bisa lihat seluruh hidupku terpampang di depanku,
dan aku berusaha semampuku
agar semua orang bangga,
tapi bagaimanapun aku berusaha, aku merasa... uh, seperti...
ada sesuatu yang hilang.
Betul.
Oh, kamu disini rupanya, Si Mata Ular.
Maaf, apa aku...?
Oh, astaga! Kau tak apa-apa?
Ya tak apa!
Yuk.
Terima kasih.
Maaf jadi kurang sopan.
Kurasa tadi aku tak mengingat namamu.
Apa kita pernah ketemu?
Um, anu...
sebenarnya... aku...
Kau disini rupanya! Nona Wang, syukurlah.
Kau kutemukan tepat waktu. Ayahmu sebentar lagi datang.
Dia bisa datang?
Uh, ya!
Oh, Li Na! Di situ rupanya.
Oh, hai ayah.
Buckley memberitahuku pestanya berjalan lancar.
Oh! uh, ya lancar. Terima kasih, ayah.
Dan kamu bergembira?
Ya, tentu.
Aku sudah bicara pada semua orang yang ayah suruh.
Dan kurasa aku bisa membuat koneksi...
yang penting.
"TAK ADA SINYAL"
Halo? Halo? Ah bisa nyambung lagi.
Nih, kubawakan sesuatu yang istimewa.
Oh, ini dia.
Ayo, bukalah. Ayah telah suruh asisten
ke toko perhiasan di separoh Shanghai untuk menemukan itu.
Ya betul. / Ayah tahu kau suka sesuatu yang istimewa.
Oh, tentu, sama kayak tahun lalu.
Terima kasih, ayah. / Oh, apa begitu ya, uh...?
Na Na, maafkan ayah, ayah, kau tahu...
Yah, kau tak pernah bisa mengingat begitu banyak hal bagus 'kan?
Maaf? Aku... tak bisa melihatmu, anak muda.
Oh! Biar kudekatkan, pak.
Kulit kualitas bagus. Setelan bagus. Ah, jam tangan Rolex.
Dan apa bisnis keluarga?
Uh... dumpling. Eh, maksudku, Restoran Dumpling.
Maksudku, uh, restoran pada umumnya.
Ah! Pemuda pekerja keras, aku tahu. Mengingatkan diriku dulu.
Kau tahu? Kalian berdua harus ikut makan siang besok.
Ayah! / Uh, ya. Tentu. Aku mau.
Bagus! Kita pesan tempat dulu.
Oh, maaf atas sikapku, anak muda. Aku belum tahu namamu.
Namaku...
Dan. / Senang berkenalan denganmu, Dan.
Bagaimana, Li Na? Kau ingin pergi ke mana?
Pearl Tower juga bagus. Pesanan ayah permanen di sana. / Halo?
Akan kusuruh asisten... / Maaf, pak.
Ada telpon penting.
Tolong beri waktu sebentar. / Pak? Kata mereka perlu bicara sekarang.
Sambungkan.
Selamat malam! Maaf membuatmu menunggu.
Jadi... apa kau mau?
Ya! Yeah, uh...
Sampai ketemu besok, Dan.
Lalu kami ngobrol seperti dulu.
Dan kemudian kami janjian untuk makan siang besok.
Kau percaya? / Tak kupercaya kau tak mau jelaskan apa itu toilet.
Semuanya sesuai rencana.
Oh, sungguh? Dan.
Aku akan bereskan saat waktunya tepat.
Kau tak akan datang membereskan karena tak ada wkatu yang tepat.
Dengar ya, nak. Aku paham.
Kau anak desa. Dia tuan puteri.
Kisah ini sama kayak jaman dulu.
Dan kita semua tahu bagaimana akhirnya!
Bagus? / Tidak! Tidak bagus, mengerikan! Menyedihkan!
Long, kami ada ikatan khusus
yang lebih dalam dari sekedar uang ataupun status.
Lalu kenapa kau berbohong?
Anu, aku, uh... / Kukasih tahu alasannya.
Karena disaat Li Na mengetahui jati dirimu yang sebenarnya,
ini semua akan berantakan.
Begini, kau harus belajar punya keyakinan dalam diri manusia.
Belajar? Aku sudah dunia ini selama 1000 tahun.
Aku tahu perilaku manusia. Bukan kau.
Long yang malang. Aku tahu masalahmu.
Hanya kau masalahku. / Aku tak berharap
otak reptil kecilmu ini bisa mengerti kekuatan pertemanan manusia.
Tak apa. Aku akan jadi teman pertama dan satu-satunya buatmu. Kemarilah!
Aku punya jutaan teman saat jadi manusia! Oh tidak.
Long? Apa kau dulunya seorang...
Ya! Ya, dulunya aku manusia. Demi dewa,
apa kau pernah perhatikan teko teh ini?
Dan dulunya aku manusia terbaik!
Salah penguasa paling dicintai dalam sejarah Cina!
Dan kau tahu kenapa?
Karena kau punya banyak teman? / Bukan!
Karena aku punya kekayaan, tanah luas, dan kekuasaan!
Karenanya semua orang mencintaiku!
Tunggu. Kalau kau sehebat itu,
kenapa aku tak pernah dengar tentang dirimu?
Yah, jelas, ada pesaing yang iri memanfaatkan keuntungan
semua yang telah kucapai setelah aku meninggal.
Jadi kau meninggal dan surga
menjadikanmu naga pengabul permintaan?
Ya. Sebagai ganjarannya. / Kau nampak kurang senang dengan ganjaranmu.
Aku amat senang dengan ganjaranku.
Jadi jika kau akan pakai permintaan terakhirmu
dan meminta hal yang sama seperti majikan lainnya,
maka selesailah tugasku! Dan meninggalkan dunia payah ini selamanya.
Dan akhirnya bisa kembali ke surga,
dimana semua orang menunggu menyambut sang
kaisar besar pulang dengan iringan parade besar!
Apa ada parade di surga?
Maksudku adalah, ada satu solusi yang sederhana
untuk setiap masalah di dunia ini, termasuk masalahmu.
Manfaatkanlah.
Jadi itu yang kau pelajari
setelah bertahun-tahun ini?
Ya.
Gawat, jam 10? Ibuku pulang kerja! Kita harus lekas pulang!
Cepat, cepat, cepat! Ayo, berangkat, cepat!
Tapi pak. Tentu kau bisa memperpanjang pinjaman seminggu lagi.
Aku janji bisa melunasinya, pak.
Penyitaan.
Penyitaan? Tolong jangan, pak.
Kumohon. Perusahaan ini kerja keras selama hidupku.
Aku punya keluarga dan tanggung...
"PANGGILAN BERAKHIR"
Apa semua baik-baik saja, pak? / Ya tak ada apa-apa.
Tapi jangan beritahu Li Na tentang masalah ini.
Bagaimana? Apa kau sudah menemukannya?
Kami sudah temukan apartemen bocah itu, pak.
Ya, lalu? / Tak mungkin dia bisa pulang ataupun pergi
tanpa ketahuan.
Bagus.
Baik, Long! Masuk ke teko!
Semuanya normal. Nyalakan lampu!
Kau sungguh mengira bisa membawa Li Na kembali ke tempat kumuh ini?
Diam kau! Kerjakan PR! / Kau tahu kulkas dia lebih gede dari apartemen ini.
Kalau omonganmu tak bisa membantu, tak usah ngomong apa-apa.
Dia datang!
Baju setelanmu? / Huh? Oh tidak!
Din, ibu bawakan...
Halo Bu! Heh! Yah gerah sekali malam ini, bukan begitu?
Nggak. Hawanya dingin kok. Apa kau merencanakan sesuatu?
Oh tidak. Cuma belajar.
Baguslah. Ibu hangatkan makanannya dulu.
Oh, kuyakin Li Na akan suka makanan sisa.
Hey, diamlah! / Diam apanya?
Uh, tak usah pedulikan aku, aku tak apa-apa.
Kau kayak ada masalah. bagaimana sekolahnya?
Bagus, bagus! Sekolah lancar!
Ah! Kau bohong pada semua orang, bukan cuma pada dirimu?
Bisa jangan ganggu aku tidak? / Baik!
Oh, tidak, tidak, bu! Tadi aku cuman...
Kau tahu sendiri tempat menemukanku saat pikiranmu waras.
...bicara sesuatu sama... orang lain?
Din? Ibu mau tanya.
Ingat, aku ini ibumu.
Kau bisa ceritakan yang sebenarnya.
Baiklah. / Kau minum alkohol?
Bu! Tidak! Kembalikan itu!
Dimana? Dimana kau menyembunyikannya? / Bu!
Bu, aku tak minum alkohol. / Jangan bohong! Malam-malam belum tidur.
Kau selalu bertingkah gila! / Hentikan!
Kau bolos sekolah! / Bu!
Aku ibumu. Aku tahu kalau ada yang tak beres.
Apa itu? / Tak ada apa-apa!
Din, bicaralah jujur.
Apapun masalahmu, ibu bisa bantu!
Tidak bu, Ibu tak bisa! Percayalah.
Ibu tak bisa bantu.
Masuk kamarmu! Dan jangan keluar
kalau kau tak mau hormat sama ibu!
Bu, aku tak begitu... / Masuk! / Baik!
Aku benci tempat ini!
Wow. Mereka benar-benar bertengkar.
Tolong ambilkan kursi itu. / Ada yang mau popcorn?
Aku bisa dengar suara kalian.
Din?
Nih.
Kau...
kamu perlu makan malam sungguhan.
Makasih. Maafkan aku, bu.
Hey, sobat kecil. Ooh, kau imut banget.
Kau punya keluarga? Kau lapar?
Bulumu halus banget, wajahmu kecil berbulu.
Itu dia! Bangun! Bangun!
Bos! Hey, bos.
Bos! Bos! Bos!
Mustahil.
Baiklah, Din. Kau pasti bisa. Bilang jujur saja padanya.
Salam, tuan.
Oh, hey, Dan!
Hey! / Tuan, boleh kusimpankan jasnya?
Jasku? Ini baru kubeli.
Heh, jas bagus, Dan.
Ya. Jas bagus, tentu. Tak masalah.
Aku punya banyak di rumah.
Terima kasih. / Bersihkan debunya.
Maaf soal keruwetan ini. Ayahku bersikeras pada "hanya yang terbaik".
Sebenarnya, Li Na, ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu.
Oh, aku tahu betul kamu mau ngomong apa.
Benarkah? / Ya, senang bertemu seseorang dari keluarga terhormat
yang benar-benar enak diajak ngobrol, betul 'kan?
Nona, mejanya sudah siap.
Betul. Terhormat.
Long! Kau dengar itu?
Aku mestinya dari keluarga terhormat! / Tidak! Apa? Aku terkejut! Aku terpana!
Oh, tunggu, ini memang yang kuramalkan.
Long! Aku butuh bantuanmu! Kau dari kaum bangsawan.
Katakan aku harus berbuat apa, tolong!
Baik! Selama kau menuruti perkataanku.
Baik baik! Setuju. / Tuan, boleh kutawarkan handuk pan...
Pertama, jangan biarkan orang biasa ini bicara denganmu.
Begitu? / Tuan, saya hanya...
ingin... menawarkan... han... pan
Nona, mejanya. / Sekarang! Minta meja lain, bilang saja lebih bagus.
Li Na! Meja ini kurang sesuai!
Sini kutunjukkan meja yang sesuai.
Uh, Dan? Ini meja buat hors d'oeuvres (makanan pembuka).
Kalau begitu bilang sama Tuan dan Nyonya Hors D'oeuvres
kalau ini meja kami.
Dan, kamu ini orangnya lucu.
Lucu?
Kau yakin maksudmu bukan, uh, suave (manis)?
Berkelas? Terhormat?
Kamu ini lucu banget, sampai aku mau nangis.
Yah, inilah saatnya aku hukum dia karena menghina bangsawan.
Dengar, Dan,
kuhargai usahamu membuat tempat ini lebih menarik,
tapi bagaimana kalau kita pergi ke tempat lain saja? / Tempat lain?
Kayak, yang lebih mewah dari ini? Kurang cukup mewah buatmu?
Permainan bagus, nak.
Bukan, maksudku, misal, jalan-jalan atau lainnya.
Selamat sore, boleh saya terima pesanannya?
Jangan pedulikan biaya. Uang bukan masalah.
Ya, kami mau pesan semuanya.
Tuan? Ada lebih dari 600 menu disini.
Oh, sebaiknya pesan 3 dari semuanya. / Bagus!
Baiklah, tuan. / Dengar, Dan? Soal tadi malam.
Maaf kalau aku bertingkah aneh.
Terus terang, senang rasanya
ada seseorang yang mau mendengarkanku.
Sekarang abaikan dia sepenuhnya dan dia milikmu.
Lihat sekitarmu, Din. Orang-orang kaya
tak pernah memperhatikan orang lain.
Yang mereka bicarakan cuma urusan mereka sendiri.
Ini hampir sebuah bentuk seni.
Uh, Dan? Kau dengar yang kukatakan?
Tak sepatahpun.
Uh... baik. Anu, tadi kubilang senang bicara denganmu.
Kita hampir penutupan. Langkah terakhir. Katakan padanya berapa banyak istana punyamu.
Maaf kuhentikan pembicaraanmu. Apa aku sudah bilang betapa terhormatnya keluargaku?
Hidangan utama pertama anda. / Oh, makasih!
Tak jadi makasih.
Dan! Kau tahu tidak? Kau bukan seperti yang kusangka.
Tunggu, Li Na! / Aku tak mengerti.
Itu berhasil sama ke-17 istriku.
Aku bisa jelaskan! / Apa lagi?
Aku uh... kita bisa...
Kita bisa jalan-jalan seperti saranmu.
Atau mungkin lari!
Selamat makan! / Kejutan!
Naiklah.
Baik.
Siapa orang-orang itu? / Uh, gangster, mungkin mau nyulik kita minta tebusan.
Ayo, lewat sini!
Oh tidak.
Uh? Baiklah Li Na. Kau selalu ingin ngajak berkelahi.
Long! Aku butuh bantuan. / Tetap tenang!
Ayolah, tolong? / Apa? Dan?
Lihat yang kutemukan di tempat sampah.
Ah, lihat aku. Kenapa kau jadi piรฑata? (mainan)
Sudah, kurasa kita sudah meninggalkan mereka.
Bagus. Jadi kapan kau akan meminta maaf, Dan?
Oh... aku...
Ke arah lain! Ke arah lain!
Li Na? Aku sungguh ingin bilang maafkan aku.
Maaf buat apa sebenarnya?
Maaf karena bertingkah brengsek.
Maaf diterima. Sekarang. Hajar dia, Dan!
Tendang wajah konyolnya itu!
Tendang dia! Tendang keras!
Serahkan teko itu, nak!
Din? Aku tak mendaftar ikutan ini. Andai kau buat permintaan terakhirmu, kita tak akan...
oh tidak.
Sebenarnya ini tak bisa menghasilkan...
Serangan bagus. / Terima kasih. Sekarang makan besi ini, brengsek!
Bagaimana kau suka apelnya, huh?
Gawat!
Serangan datang!
Percaya padaku.
Uh Li Na! Kurasa kita akan...
Lompat!
Jangan kuatir Bos, kami bisa.
Tahu tidak, Dan? Rupanya ini berubah jadi kencan yang menyenangkan.
Oh tidak tidak tidak! Oh tidak!
Kau tak apa-apa? / Kayaknya begitu.
Aku juga tak apa-apa. Makasih mau tanya.
Oh, ya ampun.
Apa yang terjadi? / Waktunya habis, Din.
Apa yang terjadi? Yah, kita lompat dari gedung, hampir mati.
24 jam-mu sudah habis. / Kita menghajar anggota gangster.
Oke, yah, kebanyakan dirimu yang menghajar,
tapi serius, kau harus ajari aku kungfu begitu!
Ups, gerakan refleks.
Tunggu, kenapa dengan bajumu?
Dengar, Li Na.
Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu.
Din! Kau punya satu permintaan lagi!
Kau tak harus lakukan ini.
Nama asliku bukan Dan. Sebenarnya...
Din. Kamu Din.
Maafkan aku. / Tapi... kenapa kau berbohong?
Aku... aku tak berniat begitu. Aku... cuma...
Aku kuatir bila kau tahu kalau, anu, diri aku yang sebenarnya
semuanya akan berakhir.
Jadi kau masih tinggal di daerah sini.
Ya. / Di Shikumen yang lama itu?
Ya. / Sudah kubilang ini tak akan berakhir baik.
Tunggu, aku ingat gang ini.
Kita dulu ambil jalan pintas lewat sini
sepulang sekolah.
Uh, ya.
Dan Bu Chu itu jualan ubi bakar.
Oh hey! Lihat itu! Itu Bu Chu!
Hai Bu Chu! Aku Li Na Wang. Ibu ingat?
1 dolar! 2 ubi! Tak boleh nawar!
Yah, memang tak pernah berubah.
Ini. / Terjual! Selanjutnya! Minggir!
Enak banget! Bentar, apa itu?
Tak mungkin.
Yeah.
Dekade baru, celana olahraga yang sama.
Hey, Din? Menurut bagaimana kalau ita balapan? / Apa?
3.. 2.. 1! Lari!
Apa? Oh! Hey!
Whoa! Heh-heh, baik. Ini tak adil.
Jadi apartemen lamamu pastinya di sudut itu.
Oh, uh eh! Entah apakah itu ide yang bagus.
Hey, Wajah! Apa kau punya bawang hijau?
Hai, Bu Song.
Maaf, uh, apa aku kenal kamu?
Hey bu! Jadi uh, kejutan!
Kita kedatangan tamu tak terduga?
Cewek? Ini sebabnya kau bertingkah gila?
Selama ini, cemas kau ini lagi mabuk di warnet! / Bu! Tidak!
Dan ini gara-gara cewek! Cuma seorang... / Itu Li Na! Bu, itu... itu Li Na!
Apa?
Hai. / Li Na? Ngapain kamu disini?
Cuma... mengunjungi teman lama.
Baik, mana sopan santunku? Masuklah! Masuk!
Ibu dan kamu belum selesai.
Dia begitu cantik sekarang.
Kayak tuan puteri.
Yah, hidungnya agak pesek.
Sini. Mulai dengan ini. / Harusnya kau tak perlu repot-repot.
Shh! Kamu lebih kurus dari gagang sapu.
Maaf, aku tak sangka... / Li Na! Apa kau tahu Din masih menaruh bunga
di makam ayam Clucky tiap tahun?
Pak Wong, jangan dibahas! / Aku tak tahu itu.
Itu menggemaskan. Dia bahkan agak nangis.
Aku tak nangis, aku berduka.
Dia membawa bunga. / Ya, karangan bunga kecil!
Manis sekali.
cro tb as ah . c o m JAMINAN KEPUASAN ANDA
Masuklah.
Apa? kau bilang itu bukan putraku?
Kau sudah tahu apa yang terjadi, takusah bohong padaku.
Tidak, kau yang selama ini bohong!
Kau cuma ingin... kau cuma ingin mewarisi bisnisnya ayahku.
Ya betul! Akan kulakukan. / Aku tahu yang kau perbuat!
Kau kira bisa mengelabuiku! Kulihat kau bersama pria itu!
Kau tak tahu!
Aku tahu harusnya tak kuturuti ibuku!
Aku ibumu! / Tidak!
Sini.
Oh wow! Oh! Kayak mesin waktu di atas sini.
Yeah maaf. Hanya ini tempat
aku bisa mendapatkan ketenangan.
Kau tak pernah tenang, Din. / Apa?
Karena hantu Clucky akan menghantuimu! Buh-gock!
Tidak Clucky! Kau sudah mati!
Apa kau mau nangis? Apa kita akan melihat air mata sekarang?
Aku tak menyesali apapun. Kau konyol banget.
Kau akan tahu rasanya menyesal sekitar sebentar lagi!
Menjauh dariku, kamu hantu ayam!
Pergi! / Mengapa? Mengapa kau memakanku, huh?
Li Na! Dia menyuruhku.
Mengkhianatiku, itu kejam banget.
Anu, itu 'kan idemu. / Heh, ya, kurasa dulu kita punya banyak ide gila.
Ya.
Ini.
Hey Li Na? Apa kau ingat janji yang kita buat?
Kau tahu, janji kelingking...? / Tentu ingat! Bagaimana janjinya?
Uh.. um.. โช Teman selamanya, hari demi... โช
โช Tahun demi tahun, โช โช Kita akan memegang janji ini โช
โช janji. โช
Oh hey! Kau tak apa-apa?
Tak apa, aku tak apa.
Oh maaf, tak sangka melihat wajahku sendiri segede itu.
Begitu memalukan. / Tak usah malu.
Saat pertama kulihat billboard itu, aku juga hampir terjatuh.
Tapi itu bagus, rasanya seolah kau kembali.
Tapi kau tahu, yang besar berkilauan dan super glamor.
Tak bisa dibandingkan dengan yang asli.
Bagaimana menurutmu kalau kita kencan sungguhan?
Bukan Dan ataupun lainnya.
Aku...
Maaf.
Li Na, kamu kemana saja?
Sesi pemotretan akan mulai sejam lagi!
Dan kenapa rambutmu? Akan kukirim mobil untuk menjemputmu.
Um... Din? Aku merasakan kesenangan malam ini.
Tapi... aku harus pergi Terima kasih meminjamiku ini.
Tak perlu kuatir, simpan saja sampai nanti.
Tidak, sungguh, aku... / Ini bukan seperti aku akan menemuimu...
dalam 10 tahun lagi.
Din, sebenarnya...
aku sekarang sudah punya kehidupan lain.
Kau tahu? Karir, masa depan
itu karena kerja keras ayahku,
dan harapan pasti yang telah kutemui.
Biar kutebak.
Aku tak menemui harapan itu?
Aku...
aku... kau tak mengerti. Aku hanya bersikap lebih...
realistis.
Maafkan aku.
Hey, Din. Apa kau tahu kalau keripik udang ini
memang ada udangnya dalam... bahannya?
Din.
Semua lebih sederhana diwaktu kau kecil.
Tapi sekarang kau sudah dewasa.
Dan, gini, kau harus lebih realistis.
Din!
Kabar bagus. Long. Akhirnya kau bisa menyingkirkanku.
Aku sudah siap untuk permintaan ketigaku.
Benarkah?
Buatlah aku kaya, tumpukan emas, terserah padamu caranya.
Tapi...
Dengar, kukira ini tak akan masalah, diapun tak peduli.
Tapi aku memang bodoh.
Jadi berikan aku tumpukan emas.
Dan aku bisa hidup dengan layak
dan orang-orang akan menghormatiku.
Masa bodoh, aku yakin saat itu semua orang bakal mau berteman denganku.
Din? Apa kau yakin?
Apa aku yakin?
Kau yang selama ini menyuruhku meminta begitu sejak pertama kita ketemu!
Yah, ternyata kau benar, paham?
Aku yang salah. Maka mulailah.
Itu permintaanku, kabulkan saja,
dan kau bisa kembali ke alam roh
dan parade besar konyolmu di surga!
Kabulkan saja permintaanku, Long.
Apa?
Din. Akan kukabulkan permintaanmu.
Tapi terlebih dahulu ada sesuatu yang ingin kutunjukkan padamu.
Kau menemukan bocah itu? Dimana dia?
Saat itu dia di Pearl Tower, pak / Bersama seorang gadis.
Tapi aku kuatir dia lolos lagi.
Apa? Bagaimana bisa?
Hey! Ini bukan milikmu.
Dengarkan aku. Aku kehabisan waktu, aku harus... oh!
Li Na! bukankah kau, harusnya di... uh...
Maaf, ayah, tapi kita perlu bicara.
Uh tentu. Tapi aku ada telpon penting.
Ayah? Kumohon.
Pak?
Apa ayah ingat saat kita tinggal di Shikumen lama?
Aku tahu kita tak punya banyak, tapi...
Jangan kuatir, Li Na.
Kita tak akan kembali ke kehidupan itu lagi. / Tapi, ayah, apa tak rindu masa-masa itu?
Dari mana asal semua ide ini?
Itu... si pemuda yag tadi malam.
Pemuda yang ayah atur untuk berkencan denganku.
Dia adalah Din.
Tetangga lama kita?
Ya.
Dan dia yang mengajakmu ke Pearl Tower?
Ya, dan aku tahu yang akan ayah katakan.
Ayah bilang agar melupakan kehidupan lama itu,
tapi sebenarnya, kurasa kita mungkin lebih bahagia andai...
Li Na, semua akan baik-baik saja.
Ayah akan bicara dengan Din. / Apa?
Siapkan van, temui aku dalam 2 menit.
Ayah tak apa-apa? Ada apa ini?
Jangan cemas... ayah akan perbaiki semuanya.
Ayah.
Long? Kau pergi kemana?
Tempat apa ini?
Ini dulu rumahku.
Aku lahir di keluarga istana.
Sejak kecil aku belajar bila emas itu adalah kekuatan.
Maka kusiapkan masa depanku dengan memperluas kekayaan.
Rakyatku setia dan kerja tanpa lelah, tahun demi tahun.
Para putriku menikah dengan keluarga terpandang
untuk memperluas kejayaan kerajaan.
Dan putraku kukirim untuk memperebut harta, dia pulang sebagai pahlawan.
Tak lama kemudian, aku punya lebih banyak emas, tanah,
dan lebih banyak monumen dibanding para penguasa sebelum aku.
Namun, disaat aku terbaring di ujung kematian,
aku menunggu parade para rakyat setia dan keluarga tercinta, namun tidak ada satupun.
Dengan nafas terakhirku, aku mengutuk semua yang melupakanku.
Aku tiba di gerbang dunia arwah
dan menunggu parade besar yang menyambutku.
Kuperintahkan kau membuka gerbang ini!
Sebaliknya, dewa merubahku menjadi naga pengabul permintaan.
Bukan sebagai ganjaran tapi sebagai hukuman.
Aku dikurung dalam teko teh dan dikirim ke bumi
untuk melayani 10 majikan dan belajar makna kehidupan yang sejati.
Dan sejujurnya, selama bertahun-tahun ini,
semua majikan ini, yang telah aku tumbangkan.
Sampai akhirnya aku bertemu denganmu.
Aku tak tahu makna kehidupan.
Namun hal yang kau pikirkan hanyalah, temanmu, keluargamu.
Mereka lebih berharga dibanding apapun yang pernah kumiliki.
Dan tak ada emas berapapun yang bisa membelinya.
Ini permintaanmu, Din. Pikirkan baik-baik ini yang sungguh kau inginkan.
Aku...
Din! / Tn. Wang? Sedang apa Tuan kemari?
Kumohon, Din, berikan teko itu.
Aku tak punya waktu lagi untuk main-main.
Mereka bekerja padamu? / Tak akan ada yang terluka,
tapi aku butuh itu...
Long!
Jauhi teman-temanku.
Akhirnya, aku selamat.
Kenapa kau ini? Sudah kubilang jangan sakiti anak itu!
Selama hidupku aku membungkuk pada orang lain.
Dan sekarang semua orang akan membungkuk di depanku!
Tidak, tidak, tidak!
Tn. Wang! / Naga, kuperintahkan kau.
Din? Din!
Aku majikanmu sekarang.
Dan aku tahu permintaan pertamaku.
Ayah? Tidak! Oh, dewa!
Apa yang terjadi dengan ayah? / Din!
Masuk ke teko. / Ayah?
Li Na. / Tidak, tidak, tidak, panggil ambulans!
Kau akan baik-baik saja, ayah.
Li Na, dengar. Maafkan ayah.
Ayah berusaha menabungnya, tapi bisnis bangkrut.
Dan... ayah ingin kau punya segalanya.
Dan sekarang... ayah tak meninggalkanmu apa-apa.
Tidak. Aku tak butuh semua itu.
Yang kuinginkan hanya ayah.
Yang kuinginkan hanya ayah!
Satu sentuhan saja, kau bakal tamat, nak!
Ya hajar dia, bos! Sentuh dia! Sentuh dia biar mampus.
Aduh! Percikan!
Long! Aku memanggilmu!
Din!
Bang naga? Aku memanggilmu!
Din! Din?
Din! / Aku minta banyak anak anjing piaraan buat buka toko piaraan anjing!
Anak anjing? Ya! Anak anjing!
Dan terkabulkan!
Hey, teman kecil, kuberi nama kamu Teddy.
Tidak! Teddy nakal! Anjing nakal.
Bos, aku mendapatan tekonya. / Jangan sampai bocah itu merebutnya!
Bantu kami! Panggil naga itu!
Mintalah sesuatu! Senjata kek! Apa saja!
Permintaan? Naga? Memanggil?
Mas naga?
Aku minta punya kaki panjang.
Um, baik.
Kau bercanda?
Aku memanggilmu!
Naga? Kuperintahkan kau lemparkan anak ini.
Aku tak boleh ikut campur.
Kau bukan majikanku sampai kau jadi pemilik tunggal teko itu.
Lepaskan! / Tidak.
Lepaskan!
Long? Long? Aku tak bisa melihatmu!
Tak perlu mati malam ini, nak.
Kerjasamalah denganku.
Akan kuberikan semua emas yang kau mau.
Kita berdua meminta hal yang sama.
Tidak, tidak. Kita tidak sama.
Aku tak butuh emas.
Aku punya sesuatu yang lebih penting untuk diminta.
Din? / Aku butuh teko itu.
Yah, setidaknya kau akan jadi patung yang bagus buat kantorku.
Long?
Tidak! Tidak! Long, tidak!
Tidak! Tidak!
Tidak!
Long!
Long!
Long!
Long!
Din?
Apa yang terjadi?
Selamat datang, Longzhu.
Apa yang terjadi? Dimana aku?
Selamat.
Pelayananmu sebagai naga pengabul permintaan telah selesai!
Selesai? Tapi aku beleum selesai.
Aku belum menyelesaikan permintaan majikan ke-10 ku!
Kau telah mendahulukan kepentingan orang lain dibanding dirimu sendiri
dan menunjukkan pada kami kau paham dengan makna kehidupan.
Sekarang kau bebas masuk ke alam arwah.
Apa itu parade?
Sebagai penghormatan bagimu.
Tidak, tidak, tidak. Aku tak bisa. Aku harus kembali!
Kembali? / Kembalikan aku jadi naga pengabul permintaan.
Aku ada 1 permintaan lagi untuk dikabulkan.
Tapi itu konyol! Hukum surga melarangnya!
Kau yang konyol! Kau kakek tua pakai rok.
Ini bukan rok! / Kirim aku kembali.
Kau berani menolak kehendak dewa!
Baik, jika kau tak mau mengrimku kembali, aku akan pergi sendiri!
Sudah hentikan! / Awan bodoh!
Hentikan!
Uh! Temanku membutuhkanku! Huh!
Baik!
Kami akan ijinkan kau kembali.
Tapi dengan satu syarat.
Long.
Permintaan terakhirmu.
Tuan besar.
Aku meminta...
Ayah!
Di situ kau rupanya, Maurice.
Kita mendapatkan Pocket
dan Tn. Pants dan semua total 234.
Anak anjing yang bagus.
Kaki yang bagus.
Terima kasih, Toodles. Dah! / Dah!
Din? Ibu...
Saat ibu bilang kau harus lebih realistis,
ibu tak bermaksud...
Tak apa, bu.
Ma... maafkan ibu tak bisa memberikanmu kehidupan yang lebih baik.
Ibu telah memberiku banyak.
Semua itu yang penting.
Anu, um, sudah larut malam. Dan kita harus makan malam. Ini.
Tn. Wang? Sedang apa kemari?
Apa Din ada? Apa dia baik-baik saja?
Din? Kamu bikin masalah apa lagi sekarang?
Uh tidak, bukan. Bukan masalah sama sekali.
Aku kemari hanya mau minta maaf.
Aku tahu yang telah kau perbuat.
Terima kasih.
Ah, aduh, mana sopan santunku?
Duduk, duduk, duduk. Kami mau makan malam.
Sungguh, kau tak perlu... / Oh repot? Repot itu keahlianku.
Selain kami, tak ada tamu lain ke sini,
yah, dalam beberapa jam!
Ya ampun! Mereka masih terlalu muda untuk berpegangan tangan.
Diam!
Ini sup yang paling enak.
Aku pernah merasakan.
Na Na! Na Na!
Yah, bagaimana menurutmu?
Apa berlebihan? Ah, akan kubelikan yang lain.
Tidak itu bagus kok. Taruh saja di depan jendela.
Ya! Mulai besok atau tidak jadi!
Baik, cepetan dumplingnya! Kamu! Minggir!
Kerja bagus.
Din? Halo? Mana cangkir tehnya? Kita akan buka 10 menit lagi!
Akan kukerjakan.
Cangkir teh. Cangkir teh. Cangkir teh.
Long? / Salam, tuan besar!
Oh, anak desa. / Long! Ngapain kau disini?
Harusnya kau sudah pergi ke alam arwah.
Yeah, soal itu.
Uh, masalah jadi agak rumit. Makanya aku kembali.
Kembali? Melayani 10 majikan lagi?
Tebak saja.
Tapi kau sudah menunggu 1000 tahun
hanya untuk bisa masuk gerbang itu.
Aku tahu! dan di sana ada parade dan lain-lain...
Tapi kau ada satu permintaan lagi.
Hanya itu satu-satunya cara.
Kau abaikan itu semua demi aku?
Inilah yang kuinginkan. Untuk pertama kali kumerasa...
harus lebih bijak memberikan tawaran permintaan.
Mungkin bisa membuat perbedaan di bawah sini.
Selain itu, tak ada keripik udang di atas sana.
Dan, uh, aku belum mengendarai itu, um, burung besi raksasa.
Dan oh! Tak ada AC, tak ada AC di surga!
Sebenarnya ada banyak...
Terima kasih, Long.
Terima kasih.
Din! Kenapa ada banyak pecahan cangkir teh di dalam...?
Tahu tidak? Ibu tak mau tahu.
Sudah, Din. Lepaskan. Lepaskan, Din.
Sampai ketemu lagi, Long.
Aku adalah dewa!
Apa lihat-lihat? Seorang dewa! Itu yang kamu lihat!
broth3rmax, 29 Maret 2021
NO RESYNC/EDIT/RE-UPLOAD/DELETE-CREDIT broth3rmax, 29 Maret 2021
INSTAGRAM @broth3rmax TELEGRAM: t.me/broth3rmax_chat FOR ADVERTISING ONLY, WA 08788 1595 624
crotbasah.com JAMINAN KEPUASAN ANDA
TAMAT
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.