Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Traditional)
Corsican
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Pada awalnya, Kaisar menyita semua senjata di kerajaan.
Dia memerintahkan Meng Ye Zi menempa sebuah pedang,
itu Hanguang Sang Pedang Cahaya.
Setelah pedang itu siap, Tuan Meng menyadari Jenderal Zhao Han
bersekongkol mencuri pedang. Karena itulah, dia menempa Chengying
untuk berjaga-jaga.
Tapi, musibah telah datang
sebelum pedang itu selesai diasah.
BIARKAN IMAJINASIMU MELAYANG! = KHUSUS DEWASA = www.WIKWIKENAK.com
www.WIKWIKENAK.com DIJAMIN PUAS DAN KETAGIHAN! BUKTIKAN SENDIRI!
Bunuh mereka.
Ayah!
Ayah!
Kuharap Chengying bisa melindungi putraku, Meng Yang
agar dia bisa tetap aman selamanya.
Ayah!
Kita pergi bersama-sama!
Hidup ayah sudah tidak lama lagi,
tetapi pedang ini masih belum selesai diasah.
Kau bisa balaskan dendam ayah
saat Chengying sudah selesai diasah.
Ayah, kita bersama-sama...
Pergilah!
Zhao Han.
Jadi, inikah Pedang Hanguang?
Bagus sekali.
Apa ini keinginan Yang Mulia?
Atau keinginanmu?
Tidak ada gunanya lagi banyak bicara.
Sang Ahli Pedang
Ada yang memberiku 200 liang emas
untuk mencabut nyawamu.
Lakukan saja.
Hanya saja...
Kami Pelangi Putih, tidak akan membunuh siapa pun di hari sial.
Hari ini adalah awal tahun.
Anggap saja kau beruntung.
Kakak sudah siap!
Cepat!
Satu, dua, tiga!
Sepertinya kau pria yang budiman.
Aku akan memberimu setengah dari emas yang kuterima.
Tinggalkan hartamu dan aku akan membiarkanmu hidup.
Tuan.
Aku akan memberikan
seluruh emasnya padamu.
Qiong Qi, cepat serang!
Cepat!
Dari mana kau dapatkan
pedangmu?
Orang-orang yang mengetahui jawabannya
sudah mati.
Pribadi seseorang bisa dikenali dari pedangnya.
kuharap kau layak menyandang pedang ini.
Apa maksudnya?
Jangan kemari.
jadi ini sudah selesai?
Kali ini kakak mengalahkan musuh dengan perangainya.
Kau tidak mengerti apa-apa.
Mengalahkan musuh dengan perangai?
Siapa yang lepaskan panah itu tadi?
Dia.
Kau hampir mengenaiku!
Bikin kaget saja.
Diamlah!
Diamlah!
Mundur!
Biarkan kami masuk!
Tidak!
Biarkan kami masuk!
Mundur! Diamlah!
Biarkan kami masuk!
kalian cari mati?
Sial.
Kenapa malah bertemu dengan pengungsi yang ingin memasuki kota sekarang?
Kudengar...
ada beberapa pemberontak yang datang dari arah timur.
Mereka menangkap rakyat di mana-mana.
Mereka jauh lebih bengis dibandingkan sebelumnya.
Cepat mundur!
Biarkan kami masuk!
Menyingkir.
Biarkan aku lewat.
Cukup! Kalian semua diamlah!
Kakak prajurit.
Kami bertiga pelayan dari penjaga kota.
Kami bukan rekan mereka.
Tolong biarkan kami masuk.
Tidak bisa.
Kenapa mereka bertiga berbuat seperti itu?
Benar.
Yang benar saja?
Bagaimana bisa?
Apa yang kalian lihat?
Kota Merah
Beritahu para penjaga
untuk berhati-hati jika mereka menyelinap masuk di malam hari.
Tuan Luo.
Tuan Muda.
Tuan Luo.
Bagaimana pendapatmu tentang sepatu yang kupakai hari ini?
Barang kelas atas.
Cocok dengan perangai pangeran.
Omong-omong soal sepatu ini,
ada cerita di baliknya.
10 tahun lalu,
paceklik yang hebat datang melanda.
Rakyat di sekitar sini melarat dan kehilangan rumah mereka.
Tetapi penjaga kota
seseorang yang bijak, pandangan yang jauh ke depan.
Karena dia sangat takut jika para korban membuat kekacauan saat memasuki kota,
dia pun menutup gerbang kota.
Para korban yang berada di luar kota tidak punya tempat untuk berlindung.
Mereka hanya bisa pergi ke utara dan meminta perlindungan dari suku barbar.
Tidak lama kemudian,
demi membalas dendam,
Penduduk desa membawa prajurit suku barbar untuk memasuki Kota Merah
dan menguliti sang penjaga kota hidup-hidup.
Kulitnya digunakan
untuk membuat sepatu ini.
Yang di atas sana!
Cepat bukakan pintunya untuk kami!
Buka pintunya!
Kalau tidak, aku akan menyodok
kalian satu per satu sampai mati!
Apa kalian takut?
Sepatu yang terbuat dari kulit manusia ini masih terlihat seperti baru.
Saat dipakai sekarang...
Tuan Muda.
Hamba sudah mengerti.
Buka pintunya.
Biarkan mereka masuk.
Baik.
Tiga!
Tiga!
Dua!
Nyaman.
Nyaman sekali.
Satu!
Satu!
Dia hanyalah pangeran yang dibuang.
Kota Merah
Pintunya sudah dibuka!
Hei!
Bagus sekali!
Hei!
Pintunya sudah dibuka!
Mari kita masuk ke kota!
Jangan berdesakan!
Semuanya, jangan berdesakan!
Jangan berdesakan!
Waktunya makan.
Ada makanan.
Pelan-pelan.
Terima kasih, Kak Xiao Yue.
Satu per satu.
Terima kasih.
Jangan berebut.
Terima kasih.
Semuanya akan kebagian.
Satu per satu.
Makan pelan-pelan. Jangan sampai tersedak.
Ini untukmu.
Wangi sekali.
Da Li.
Ini untukmu.
Kak Xiao Yue.
Kita bagi berdua.
Kau makan saja.
Aku tidak lapar.
Tapi...
Tapi kau juga belum makan selama beberapa hari.
Tidak apa-apa.
Saat Kak Meng Yang datang nanti,
dia pasti membawakan makanan enak untuk kita.
Pelan-pelan.
Kak Meng Yang.
Aku punya kabar baik untuk kalian.
Bisnis kita kali ini
akhirnya berhasil.
Apa maksudmu
dengan berhasil?
Kalian berdua, jangan bertengkar lagi.
Temui Bos Xing untuk mengambil tagihannya
dan belikan makanan untuk semuanya.
Sewalah seluruh restoran
agar semuanya bisa makan enak.
Baiklah.
kau tidak ikut?
Tidak usah.
Aku akan menemui kalian nanti.
Kalau begitu, aku pergi dulu.
Pergilah.
Bos Xing.
Kami sudah menangkap orangnya.
Menurutmu, hadiah ini...
Liontin giok ini...
memang merupakan milik sang Ahli Pedang Zhong Shan.
Tentu saja.
Tidak ada yang mampu bertahan
setelah menerima tiga jurus dari kakak.
Itulah anehnya.
Kalau orang itu sudah mati,
kenapa masih ada
yang melihatnya di jalan pagi ini?
Bagaimana mungkin?
Aku melihatnya jatuh ke jurang dengan mata kepalaku sendiri.
Aku sangat memahami kalian orang seperti apa.
Kalian hanyalah sekelompok anak jalanan.
Apa Ahli Pedang Zhong Shan bisa dengan mudah kalian bunuh?
Liontin giok itu ada di sini.
Jangan berbuat seenaknya.
Aku tidak pernah berbuat seenaknya.
Kita sudah sepakat.
Aku akan memberimu 200 liang emas
kalau kau membawa kepalanya.
Tetapi kau hanya memberiku liontin giok ini.
Aku hanya bisa memberi kalian ini.
Tuan.
Aku akan mendapatkan uangnya besok.
AKau bisa melakukan sesuatu untuk ini?
Sudah berapa kali aku memberitahumu?
Sebanyak apa pun uangmu, tidak akan ada gunanya.
Pedangmu ini
terbuat dari besi halus dari lima gunung
dan logam campuran dari enam alam.
Kemana pun kau pergi,
tidak banyak yang bisa membantumu
untuk menempanya.
Apa itu berarti masih ada yang bisa melakukannya?
Sejak
ahli pandai besi nomor satu di dunia,
Meng Ye Zi, dibunuh,
apakah masih ada yang berani menempa pedang?
Menurutku,
lebih baik kau menjualnya padaku.
Aku akan melelehkannya
dan kujadikan beberapa cangkul.
Itu akan lebih bernilai.
Bagaimana?
Tahanlah sedikit.
Jangan berbuat gegabah seperti ini lagi.
Tapi dia mempermalukan kita.
Aku tidak bisa menahan emosiku.
Apa gengsi lebih penting dibandingkan nyawa?
Semuanya penting.
Begitu para pengungsi memasuki kota,
bahkan pekerjaan sampingan pun susah didapat.
Kalau tahu begitu, aku akan makan lebih banyak
di dalam mimpiku kemarin malam.
Sudahlah.
Marah juga tidak ada salahnya.
Dengan begini, aku masih bisa kenyang.
"Makam Mendiang Ayah, Meng Ye Zi"
Tuan.
20 koin
untuk pedangnya.
Aku akan memberimu 30 koin.
Kau tak boleh menjual pedang ini.
Lepaskan.
Pedang ini satu-satunya harapanmu untuk membalas dendam.
Pedang rusak ini
bahkan tidak bisa digunakan untuk membunuh seekor anak ayam.
Bagaimana aku bisa balas dendam?
Lalu, bagaimana setelah kau jual pedang ini?
kau sudah pikirkan?
Kakak.
Makanlah kuenya.
Xiao Yue.
Makanlah kuenya.
Dari mana kau mendapatkannya?
Kakak.
Kita akan segera menjalani hidup yang lebih baik.
Ada pekerjaan yang sangat cocok untuk kalian.
Ada seorang tuan muda yang ingin ke ibu kota
dan dia membutuhkan beberapa pengawal.
Ibu kota?
Para pemberontak sekarang ada di mana-mana.
Bayarannya tidak sedikit.
Emas.
Emas.
Bangun.
Bangunlah, Wonton.
Kita tidak bisa membiarkan orang lain meremehkan kita.
Kakiku...
Bangun.
2.000 liang emas.
Ini uang mukanya.
Belikan pakaian yang layak
untuk orang-orangmu
dan segeralah berangkat.
Kak Meng Yang.
kau merasa ada yang tidak beres?
Tentu saja.
Sudah lama aku tidak merasa sebahagia ini!
Maksudku...
Bayarannya sangat tinggi.
Kenapa pekerjaan ini malah diberikan pada kita?
Kerusuhan dan kelaparan sekarang terjadi di mana-mana.
Perjalanan ke ibu kota sama saja dengan bunuh diri.
Siapa yang mau ke sana?
Tapi kita...
Tapi kita juga tidak ingin pergi ke sana.
Lagipula, kita sudah menerima banyak uang.
Kita kabur saja di perjalanan.
Qiong Qi, dengarkan aku.
Aku tidak akan memberikan satu pun kue untukmu.
Makan saja apa yang kau punya.
Ini semua berkat tuan muda itu.
Kalau tidak, mereka bahkan tidak akan pernah bisa memasuki gerbang kota.
Kakak.
Qiong Qi. Wonton.
Bagikan kuenya untuk mereka.
- Apa? - Apa?
Pergilah.
Baiklah.
Kau membagikannya untuk mereka?
Pelan-pelan.
Ini.
Tuan muda kami memberikannya untukmu.
Kakak kami memberikannya untukmu.
Ambillah.
Terima kasih.
Terima kasih.
Kakak.
Apakah kau tuan muda yang akan kami kawal?
Aku harus meluruskan sesuatu denganmu terlebih dahulu.
Perjalanan ke ibu kota sangatlah berbahaya.
Sebaiknya berikan sisa bayarannya lebih dulu pada kami.
Baiklah.
Ayo.
Kerja bagus.
Kau terlalu memuji.
Kau terlalu memuji.
kau tahu siapa yang mereka kawal?
Hamba tahu.
Hamba tahu.
Kau tahu?
Kalau begitu, kau tidak ada gunanya lagi untukku.
Kirimkan pesan.
Tuan Muda sudah berangkat.
Baik.
Penginapan yang mewah sekali!
Kita akan istirahat di sini malam ini.
Selamat datang, Yang Mulia.
Yang Mulia?
Jangan-jangan dia...
Pangeran Du?
Kenapa kalian tidak duduk?
Yang Mulia.
Kami hanyalah rakyat jelata.
Bagaimana mungkin kami duduk di tempat yang sama dengan Yang Mulia?
Negara bukan hanya milik seseorang,
tetapi milik semua orang.
Lagipula, kita semua adalah rekan.
Tak ada alasan untuk rekan tidak bisa duduk bersama.
Sudahlah.
Duduklah.
Kemarilah.
Saudara Meng.
boleh kulihat pedangmu?
Cepat perlihatkan pada Yang Mulia.
Kudengar Yang Mulia seorang penggemar pedang.
Kuyakin Yang Mulia pasti mengerti teknik berpedang.
Aku sering mendengar dan melihat-lihat,
jadi aku cukup mengerti.
Bentuknya seperti gunung yang megah.
Meskipun berkarat,
tapi jelas terlihat ini pedang bagus.
Cap ini...
Apa Yang Mulia tak pernah lihat sebelumnya?
Tidak.
Bersulang.
Bersulang.
Bersulang.
Ayo.
Kak Meng Yang.
Bersulang.
Kak Meng Yang.
Aku tahu yang ingin kau katakan.
Tenang saja.
Aku tak akan melakukan apa-apa.
Aku sudah lama dengar Tuan Muda seorang pria budiman.
Berbeda sekali dengan kaisar dungu itu.
Setelah melihatnya hari ini,
ternyata memang benar.
Beritahu semuanya
untuk segera bersiap-siap.
Kita akan pergi malam ini.
Malam ini?
Tapi...
Siapa yang bermain sitar
di tengah malam begini?
Menyingkir!
Menyingkir!
Menyingkir!
Subtitle by RhainDesign Palu, 1 April 2021
Kau boleh membunuhku.
Lepaskan yang lain.
Tidak ada yang bisa lolos hidup-hidup
setelah menghadapiku.
Siapa kau?
Pembunuh nomor satu
dari Pelangi Putih,
Ji Wu Liu.
Mundur.
Kebakaran!
Cepat lari!
Cepat!
Kak Xiao Yue.
kau baik-baik saja?
Kau berdarah.
Siapa dia?
Ji Wu Liu
dari Pelangi Putih.
Terima kasih atas pertolongan kalian.
Kau sudah membayar kami.
Sudah sepantasnya kami melindungimu.
Yang Mulia tidak perlu sungkan.
Ketahuilah bahwa orang yang ingin membunuhku hari ini
adalah pembunuh nomor satu dari Pelangi Putih.
Dia bukan tandingan untuk rakyat biasa seperti kalian.
Karena itu, sebaiknya kalian cepatlah pergi.
Yang Mulia.
Kau putra mahkota.
Bagaimana mereka berani membunuh Yang Mulia?
Benar juga.
Ayahanda memanggilku kembali ke istana dan mengambil alih takhta.
Kalau mereka mau membunuhku,
jelas ada yang tidak ingin membiarkanku kembali.
Kebaikan kalian
akan selalu kuingat.
Yang Mulia...
Kak Meng Yang.
Besok aku akan mengawal Yang Mulia melanjutkan perjalanan.
Bawa mereka kembali lebih dulu.
Kenapa?
Sebelumnya kau...
Karena aku kakak kalian.
kau mengerti?
Kau juga sudah melihatnya.
Kalian tak bisa melawan para pembunuh itu.
Setidaknya aku dan Yang Mulia
bisa melindungi diri kami sendiri.
Kalau begitu, berhati-hatilah.
Kak Meng Yang.
Kau sudah janji padaku
untuk melindungi mereka semua
selamanya.
Tenang saja.
Aku akan memegang kata-kataku.
Aku percaya padamu.
Aku di sini bukan untuk mengantarmu.
Aku hanya ingin melihat-lihat ibu kota.
Ini semua mayat para pemberontak.
Sepertinya telah terjadi konflik internal.
kita harus lewat mana?
Kita lewati jalan kecil.
Tapi jalan itu dipenuhi oleh para pemberontak.
Orang yang ingin membunuhku
jauh lebih bengis dibandingkan para pemberontak.
Aku akan ganti pakaianku.
Bunuh.
Bagaimana?
Sekarang terlihat lebih baik.
Satu untukmu.
Dan satu untukmu.
Ada orang di depan sana!
Gawat!
Tuan-tuan!
Cepat sembunyi!
Pemberontak sudah datang!
Cepat!
Sembunyilah di gudang kayu di belakang!
Bawa kudanya!
Tuan-tuan!
Sembunyilah dalam gudang kayu!
Cepat!
Cepat!
Cepat!
Jangan bersuara sama sekali.
Ke sana!
Di mana orangnya?
Ada siapa lagi dalam rumah?
Hanya aku dan anakku.
Bawa dia!
Tuan!
Tuan!
Tuan, tolonglah!
Tuan!
Kalau kau membawaku pergi,
tidak ada yang merawat anakku, tuan!
Ling!
Ayah!
Ling!
Menyingkir!
Ling!
Ling!
Ayah!
Ling!
Ling, jangan menangis.
Cepat!
Ling.
Ayah.
Tidak apa-apa.
Apa kau tidak akan kembali lagi?
Anak bodoh.
Saat pohon dedalu sudah bertunas,
ayah akan segera pulang.
Jalan!
Hei!
Bawa dia!
Ayah!
Ling!
Ayah!
Ling, jaga dirimu baik-baik!
Ayah!
Ling!
Ayah!
Ayah!
Ayah!
Ayah!
kau baik-baik saja?
Ayah!
Apa yang kau lakukan?
Aku akan menyelamatkan mereka!
Menyelamatkan mereka?
Bagaimana kau akan menyelamatkan mereka?
Membunuh para pemberontak itu
hanya akan mengundang yang lain ke sini.
Pada akhirnya, ayah dan anak ini akan tetap menderita.
Jadi, bagaimana menurutmu?
Kau seorang pangeran.
Kau kaisar yang akan datang.
mereka itu rakyatmu.
Apa kau akan tinggal diam seperti ini?
Tetapi para pemberontak itu juga rakyatku!
Mereka juga ingin menjalani hidup yang baik.
Untuk menyelesaikan semua ini, kau tak bisa mengandalkan kekerasan.
Tetapi perdamaian dan kemakmuran.
Meng Yang.
Menurutmu, untuk apa aku kembali ke ibu kota kali ini?
Apa untuk menduduki takhta yang didambakan semua orang?
Aku tahu kematian bisa saja akhir dari semua ini.
Tetapi aku harus melakukan ini
demi kerajaan ini.
Turunkan perintah
agar yang lain segera kemari.
Baik!
Kenapa putra mahkota sepertimu
bisa berada di Kota Merah?
Waktu itu, ayahanda memberi perintah
untuk membakar ratusan karya klasik
dan menyita seluruh senjata di kerajaan.
Aku menentangnya dan membuatnya marah
sehingga aku dibuang ke Kota Merah.
Apa kau tidak merasa aneh?
Kalau dia memanggilmu kembali untuk meneruskan takhta,
Kenapa malah meminta orang seperti kami untuk mengawalmu?
Reputasi adalah
hal terpenting bagi pejabat kerajaan.
Meskipun ada yang ingin merebut takhta,
tapi dia juga tidak ingin namanya tercoreng karena berebut kekuasaan.
Karena itu, dia hanya bisa membuatku terbunuh di perjalanan.
Siapa orang itu?
Apa kau tahu?
Aku sudah pergi terlalu lama
sehingga aku benar-benar tidak tahu situasi ibu kota.
kau yang meninggalkan liontin giok itu?
Tentu saja.
Kalau tidak, bagaimana mungkin kau pergi menjemput ajalmu?
Dari mana kau
dapatkan pedangmu?
Aku juga baru saja akan bertanya padamu.
Aku bisa beritahu jawabannya.
Kalau begitu, jangan bicara omong kosong!
Tapi kau harus memberitahuku lebih dulu.
Di mana Pangeran Du?
Jangan harap.
Mungkin itu para pemberontak.
Kita mundur dulu.
Kak Meng Yang.
Benar, kan?
Kalau kalian mengikutiku, kita pasti bisa menemukan kakak.
Kak Meng Yang.
Kak Meng Yang.
Jangan salahkan Kak Xiao Yue.
Kami sendiri yang ingin kemari.
Benar, 'kan?
Kita sudah sepakat hidup dan mati bersama.
Kami tak bisa membiarkanmu menghadapi bahaya sendirian.
Benar.
Apa yang kalian lakukan?
kau sudah temukan jawabannya?
Kalian mengikutiku?
Benar tidak?
Lebih baik kalian segera kembali
sebelum fajar tiba.
Lalu apa?
Kembali jalani hidup susah?
Itu lebih baik dibandingkan mati di sini!
Apa bedanya jalani hudup seperti itu dengan mati?
Kalau kami bisa membantu Pangeran Du untuk mengambil alih takhta,
kerajaan ini mungkin bisa berubah.
Orang seperti kita tak perlu lagi menderita kelaparan.
Aku sangat takut kelaparan, Kak Meng Yang.
Aku tak ingin kembali.
Aku juga tidak akan kembali.
Ini juga merupakan keinginan kami.
Ayo.
Yang Mulia.
Yang Mulia.
Tuan Muda.
Akhirnya kami menemukanmu.
Kenapa kalian di sini?
Bukankah kita sudah sepakat pergi bersama-sama?
Kenapa kau meninggalkan kami?
Benar.
Kau belum makan, bukan?
Aku baru saja makan.
Lihat.
Aku membawakanmu...
Bukankah kita terus menghadapi kesulitan bersama-sama selama ini?
Tidak ada alasan bagi anggota keluarga untuk berpisah.
Sudah tidak ada makanan lagi...
Kak Meng Yang.
Kak Meng Yang!
Cepat lari!
Cepat lari!
Tuan Muda, cepat lari!
Tuan Muda!
Cepat pergi!
Cepat!
Cepat pergi!
Cepat pergi!
Cepat!
Da Li!
Da Li!
Kalian cepat pergi!
Da Li!
Pergilah!
Tidak!
Pergilah!
Kalian pergilah saja!
Pergi!
Da Li!
Tidak!
Aku masih sangat ingin memakan kue yang besar.
Akhirnya
kita juga bisa melindungi kakak.
Tidak boleh pergi...
Kau...
Lepaskan Tuan Muda...
BIARKAN IMAJINASIMU MELAYANG! = KHUSUS DEWASA = www.WIKWIKENAK.com
www.WIKWIKENAK.com DIJAMIN PUAS DAN KETAGIHAN! BUKTIKAN SENDIRI!
Kak Meng Yang.
Yang Mulia.
kalian baik-baik saja?
Maafkan aku.
Qiong Qi...
Da Li...
Wonton...
Maafkan aku.
Mereka terbaring di luar sekarang.
Pergi selamatkanlah mereka!
Kak Meng Yang.
Mereka juga tidak mengharapkanmu jadi seperti ini.
Apa yang mereka harapkan?
Mereka hanyalah sekelompok anak yatim piatu.
Mereka hanya berharap bisa jalani hidup dengan baik.
Semua ini karenamu.
Karena takhta sialanmu itu.
Karena omong kosong perdamaianmu.
Mereka semua mati.
Maafkan aku.
Siapa di bawah sana?
Pergilah!
Turun dan lihatlah!
Pemberontak.
Ayo jalan!
Bawa mereka!
Ayo jalan!
Lepaskan aku!
Ayo jalan!
Cepat!
Diamlah sedikit!
Ayo!
Berdiri!
Ayo!
Ke sini!
Cepat jalan!
Apa yang kau lihat?
Diamlah sedikit!
Ke sana!
Kau pembisnis?
Benar.
Kami dari Kota Merah
untuk menjalankan bisnis di ibu kota.
Kami tak terpikir
kami akan bertemu dengan para perampok di perjalanan.
Maaf sudah mengganggumu.
Di sini terjadi kerusuhan di mana-mana.
Kenapa kau tak lewati jalan umum?
Karena...
Jalan...
Jalan itu...
sudah kacau sejak lama.
Meskipun kami melewatinya, kami hanya akan dieksploitasi.
Karena kalian juga sama-sama tertimpa musibah,
beristirahatlah di sini untuk sementara.
Ayo jalan.
Mereka datang dari luar.
Aku juga ingin pergi ke luar.
Jangan sembarangan berbicara.
Anak baik.
Kak Meng Yang.
Ini salahku.
Aku tidak seharusnya membiarkan kalian ikut.
Besok kita akan kembali ke Kota Merah.
Tapi kalau kita pergi sekarang,
bukankah pengorbanan mereka akan jadi sia-sia?
Aku tak pernah melihat mereka sangat bertekad melakukan sesuatu,
Kak Meng Yang.
Kau pernah bilang akan melindungi kami semua.
Mereka sudah tiada sekarang.
Kau harus membereskan hal ini demi mereka.
Apa yang kau katakan?
Kita tidak...
Kita tidak bisa menjamin bisa membantunya meneruskan takhta.
Bukankah kau sudah tahu ini sejak awal?
Lalu apa yang bisa kau lakukan?
Terus menjadi pembohong?
Atau membalaskan dendam ayahmu?
Baiklah.
Aku akan pergi sendirian.
Komandan Chen memanggilku?
lukamu sudah membaik?
Terima kasih atas pengobatannya, Komandan Chen.
Lukanya sudah sangat membaik.
Buku "Memetik Pakis" ini sangat rusak.
Aku khawatir dua kalimat terakhir tak bisa terbaca dengan jelas.
Pada zaman dahulu, saat aku berangkat,
dedaunan pohon dedalu bergoyang.
Saat aku memikirkannya hari ini,
hujan salju telah turun.
Perjalanan yang panjang,
menahan haus dan lapar.
Hatiku berduka,
namun siapa pun tak mengetahuinya.
Kaisar dungu itu
memerintahkan agar karya-karya klasik ini dibakar beberapa tahun lalu.
Bagaimana kau mengetahuinya?
Ayahku pernah bekerja di perpustakaan kerajaan.
Jadi aku pernah membaca beberapa jilid sewaktu kecil.
Karya-karya klasik yang dibakar itu
sangatlah disayangkan.
Benar.
Tetapi asalkan orang-orang yang membacanya bisa mengingatnya,
yang sudah hancur terbakar pun
bisa dipulihkan.
Tuan Muda sangat terpelajar dan berbakat.
Tempat ini tidak berdampak oleh kerusuhan di luar sana.
Apa kau bersedia untuk tinggal sebentar
dan membantuku?
Kalau kau menggunakan pedang seperti itu,
kau tidak perlu membalas dendam lagi.
Lebih baik kau pulang sekarang.
Menyingkirlah.
Jangan ikut campur.
Kenapa kau tidak bisa
menyandang pedangnya?
Kau tidak memercayainya.
Karena itulah dia tidak cukup cepat.
kau menertawakanku?
Pedang ini sangat tumpul.
Apa gunanya?
Yang tumpul bukanlah pedang itu.
Tetapi hatimu.
Kau tidak memercayai pedangmu.
Tentu saja dia tidak memiliki kekuatan apa pun.
Jangan memberiku alasan seperti itu.
Pedang ini belum selesai ditempa.
Sama sekali tak berguna.
Kau selalu menyalahkan orang lain.
Keyakinan seseorang harus lebih tajam
dan lebih tangguh daripada sebuah pedang.
Ingatlah.
Kekuatan sebenarnya bukan tentang bagaimana kau membunuh orang lain.
Tetapi bagaimana kau melindungi orang lain.
Aku sangat memercayaimu.
Seharusnya kau juga memercayai dirimu sendiri.
Kita masih butuh beberapa alat
untuk bisa naik dari sini.
Kemarin kulihat ada orang yang turun dari sini.
Pasti ada caranya.
kalian ingin pergi tanpa pamit?
Aku menghadap Yang Mulia Pangeran.
Aku hampir saja lupa.
Kami adalah pemberontak.
Bawa dia!
Komandan Chen.
Apa maksud dari semua ini?
Angkat kepala yang mulia dan lihatlah.
Keluarga
dan teman-teman mereka
semuanya mati di tangan ayahmu.
Demi bertahan hidup,
mereka hanya bisa bersembunyi di gua yang gelap ini!
Bakar dia!
Bakar dia!
Bakar dia!
Bakar dia!
Bakar dia!
Bakar dia!
Tunggu!
Bakar dia!
Semua rekanku mati
demi mengawalnya.
Aku
ingin membakarnya sendiri.
Kak Meng Yang, kau...
Baiklah.
kuberikan kesempatan ini padamu.
Jangan memainkan trik apa pun.
Lepaskan dia!
Bakar dia!
Bakar dia!
Bakar dia!
Bakar dia!
Semua rekanku
yatim piatu.
Mereka lebih penakut
dan lemah dibandingkan denganku.
Mereka tak mengerti apa itu kerajaan untuk rakyat.
Tetapi mereka tahu
bahwa membunuh
dan melarikan diri
tidak akan mengubah dunia yang kacau ini.
Orang yang ingin kalian bunuh
seorang kaisar yang bijaksana dan budiman.
Dialah satu-satunya harapan untuk mengubah dunia yang kacau ini.
Bunga di tanah sudah bermekaran
dan langit sudah cerah.
Apa kalian tak ingin melihatnya?
Aku mau.
Istriku?
Kalian...
Kami kabur dari desa
dan terus bersembunyi di Kota Merah.
Kami hampir mati kelaparan.
Untung mereka menyelamatkan kami.
Masih ada setengah kue untukmu.
Terima kasih.
Lepaskan dia.
Telusur jalur air di sebelah timur
kau akan langsung sampai di ibu kota.
Terima kasih banyak.
Tetapi ingatlah.
Kalau kau tidak bisa menjadi kaisar yang baik,
aku akan ke ibu kota membunuhmu.
Kalau aku bisa menjadi kaisar yang baik,
kuharap kau bisa membawa mereka kembali ke atas.
Hamba gagal membawa kepala Pangeran Du.
Secara khusus, aku mohon pamit.
Pelangi Putih mengajarkan
untuk tidak melawan takdir dan menipu diri sendiri.
Aku tidak ingin bermain-main lagi.
Jangan ada satu pun yang menghalangiku.
Lancang sekali.
Lancang sekali!
Jangan berikan aku orang malas seperti dia lagi!
kau sudah menemukan jawabannya?
Kau sudah mengetahuinya.
Aku sudah mengetahuinya sejak aku berada di rumah peristirahatan.
Dan Pedang Hanguang yang digunakan oleh Ji Wu Liu
juga ditempa oleh ayahmu, bukan?
Ayahku bilang
aku bisa membalas dendam untuknya
saat Chengying sudah selesai diasah.
Tetapi aku sudah menunggu selama 12 tahun
dan menggunakan segala cara.
Selain dapat mengendalikan Pedang Hanguang,
Pedang Chengying ini tidak memiliki keistimewaan yang lain.
Mungkin saja perkataan ayahmu memiliki maksud yang lain.
Mungkin saja.
Terima kasih.
Kata-kata yang kau ucapkan di gua itu...
Kau masih berhutang nyawa para saudaraku.
Bagaimana bisa aku membiarkanmu mati begitu saja?
Subtitle by RhainDesign Palu, 1 April 2021
Tuan Muda
sosok yang lebih terang dibandingkan Hanguang.
Banyak orang rela mengorbankan nyawa demi menyelamatkanmu.
Sepertinya, ini takdir.
Perjalanan setelah ini akan sangat berbahaya.
Jaga dirimu.
Ibu kota ada di depan.
Kita akhirnya tiba.
Kita harus minum dengan puas saat tiba nanti.
Baiklah.
Ayo.
Jangan khawatir.
Mereka datang menjemputku.
Mereka masih belum menyerah juga?
malah mengejarku sampai ke ibu kota.
Bukan begitu!
Zhao Han?
Ternyata kau?
Jenderal Zhao Han.
Anjing...
kaisar.
Aku sudah jadi anjing selama bertahun-tahun.
Sudah saatnya aku menjadi manusia lagi.
Kau berani membunuh pangeran
tepat di wilayah ibu kota?
Aku memang ingin membunuhmu.
Tetapi bukan hari ini.
Ternyata kau putra Meng Ye Zi.
Kenapa kau masih hidup
setelah kubunuh seluruh keluargamu waktu itu?
Kalian cepat pergi!
Kak Meng Yang.
Sudah lama aku tidak melihat
matahari terbenam bersamamu seperti ini
Kau akan mengingatku selamanya...
benar, kan?
Kak Meng Yang.
Kau pernah bilang ingin melindungi kami semua.
Selamanya.
Tenang saja.
Aku akan memegang kata-kataku.
Ayahanda.
Ayahanda.
Zhao Han, kau...
Yang Mulia.
Yang Mulia.
Kematianmu sudah tiba.
Ayahanda.
Ayahanda!
Ayahanda.
Pangeran membunuh ayahnya sendiri untuk merebut takhta.
Yang Mulia telah wafat!
Tidak usah terburu-buru.
Tidak usah terburu-buru.
Semuanya demi kerajaan ini.
Demi kerajaan ini.
Pangeran!
Pangeran, jangan buat kesalahan lagi, Pangeran!
Jangan membuat kesalahan lagi, Pangeran!
Berbaliklah.
Ternyata kau.
Tak kusangka bertemu denganmu lagi di tengah tumpukan mayat ini.
Siapa yang membunuh mereka?
Anak buah Zhao Han.
Kau bisa membalas dendam
saat Chengying sudah selesai diasah.
Tuan Meng tahu Zhao Han punya kekuasaan yang besar.
Dia mengatakan hal ini
agar kau tidak terobsesi oleh balas dendam.
Aku baru memahami maksudnya sekarang.
Tetapi semuanya sudah terlambat.
Tuan Meng pernah bilang
yang kuat adalah putih,
yang tangguh adalah kuning.
Campuran kuning dan putih akan menjadi kuat dan tangguh.
Itulah pedang yang baik.
Apa maksudnya?
Tanyalah sendiri padanya.
Hidup ayah sudah tidak lama lagi
tetapi pedang ini belum selesai diasah.
Kau bisa membalas dendam untuk ayah
saat Chengying sudah selesai diasah.
Ayah!
Kita bersama-sama...
Pergilah!
Zhao Han.
Apa ini keinginan Yang Mulia?
Atau keinginanmu?
Tidak ada gunanya lagi banyak bicara.
Meng Yang, apa kau sudah menemukan jawabannya?
Ayah?
Kemampuan Chengying untuk mengendalikan Hanguang
bertujuan untuk menjagamu tetap aman.
Tetapi kau tetap harus mengandalkan dirimu sendiri
untuk mengeluarkan kekuatannya yang sebenarnya.
Diriku sendiri?
Yang kau butuhkan bukan hanya kekuatan.
Tetapi juga hati untuk melindungi orang lain.
Chengying ditempa dari darahmu sendiri.
Kau akan mengerti
saat tekadmu menyatu dengan roh pedang itu.
Jangan lupa.
Kau bagian dari keluarga Meng.
Jangan lupakan
tanggung jawabmu.
Pangeran Du
membunuh ayahnya untuk merebut takhta.
Dosanya tidak terampuni
dan akan diadili sesuai hukum
untuk menegakkan keadilan.
Dia akan dipenggal di hadapan publik.
Jika ada satu orang yang melanggar hukum,
aku akan membunuh orang itu.
Jika satu kota melanggar hukum,
aku akan membantai seluruh kota.
Kaisar harus diadili dengan hukum yang sama seperti rakyat, bukankah begitu?
Apa masih ada yang berani
melanggar hukumku, Zhao Han?
Aku!
Apa dia bodoh?
Karena kau maju sendirian,
aku sedikit tidak rela untuk membunuhmu.
Siapa bilang aku sendirian?
Seluruh rakyat di kerajaan ini
ada di belakangku!
Seorang tuan muda pernah memberitahuku.
Yang bisa mengubah dunia yang kacau ini
bukanlah pedang di tangan,
tetapi keyakinan di hati.
Sekarang
aku akan menyelamatkannya.
Dan dia
akan menyelamatkan kerajaan ini!
Bunuh dia!
kau pikir kerajaan ini akan mengingatmu?
Kerajaan ini
hanya akan mengingatku saja!
Kemampuan Chengying untuk mengendalikan Hanguang
bertujuan untuk menjagamu tetap aman.
Tapi kau harus mengandalkan dirimu sendiri
untuk mengeluarkan kekuatannya yang sebenarnya.
Subtitle by RhainDesign Palu, 1 April 2021
Meng Yang.
Kau bisa melakukannya.
Gapailah tempat yang tertinggi
sebagai ahli pedang dari keluarga Meng.
Kerajaan ini...
milikku...
Negara ini milik kami
sejak awal.
Orang-orang di luar sana
dan rakyat negara ini
sedang menunggumu.
kita harus menyerang atau tidak?
Yang Mulia sudah keluar!
Yang Mulia!
Meng Yang.
Terima kasih telah membantuku memenangkan kembali kerajaan ini.
Guru.
Ada yang ingin menemuimu di luar.
Guru?
Kenapa menemuiku?
Dia mengajakmu
untuk minum arak.
BIARKAN IMAJINASIMU MELAYANG! = KHUSUS DEWASA = www.WIKWIKENAK.com
www.WIKWIKENAK.com DIJAMIN PUAS DAN KETAGIHAN! BUKTIKAN SENDIRI!
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.