All language subtitles for KLovers.Love Playlist S2

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese Download
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Love Playlist Season 2

"Hyun-seung" Kim Hyung-suk

"Ji-won" Jung Shin-hye

"Jae-in" Lee You-jin

"Kang Yoon" Park Jung-woo

"Min-woo" Choi Hui-seung

"Jun-mo" Lim Hwe-jin

"Do-young" Min Hyo-won

Love Playlist Season 2 Special Edition

Aku mabuukk.

Eh?

- Kim Min-woo! - Ngapain?

Sendiri?

Hyun-seung di rumah Ji-won.

Jun-mo tidur.

Kau habiskan semua sendiri?

Ada apa?

Tak apa.

Ah… tidak!

Aku ada masalah.

Apa?

Itu…

Belakangan, ada yang menyita perhatianku.

Sekitar 2 pria.

Love Playlist Season 2 EP 1 Cerita Jae-in

Satunya…

Orang yang kau kenal.

Lee Hyun-seung

Tepat. Hyun-seung yang itu.

Adm. Bisnis ’16.

Teman baik kau dan aku.

Lalu

Pacarnya Ji-won angkatan 17.

Hyun-seung kenapa?

Lee Hyun-seung. Aku ingin bilang sesuatu.

Aku menyukaimu.

Han Jae-in.

Maaf.

Aku pernah suka Hyun-seung.

Tak tau, kan?

Tak tau? Tau semua kok.

Tapi parahnya.

Setelah aku bilang… Dia langsung menolakku.

Parah, kan?

Serius?

Itu pun langsung tau.

Karena belakangan, kalian begitu canggung.

Kelihatan kok.

Dengannya sudah selesai?

Sudah ditolak. Perasaan jadi ringan sih.

Masih tak nyaman.

Semua akan baik lagi.

Mungkin kah?

Kalau masih baper,

Cepatlah cari pacar juga.

Yaaa.

Tapi masalah aslinya itu yang ini.

Sekarang, aku coba muncul dengan muka baru.

Kak.

Lebih muda setahun. Teknik kimia ’17.

Namanya Kang Yoon.

Maksudku sebenarnya. Dia memang hangat.

Tapi dia,

Tolong berikan nomormu.

Baru ketemu, langsung minta nomor.

Eh, duluan saja.

Kak!

Kenapa?

Hari ini tak ada kelas ya?

Iya, kau tak ada kelas?

Aku mau bolos juga.

Seterusnya tiap bertemu.

Kak.

Kau datang?

Yang lain?

Sebentar lagi sampai.

Tapi, ada saatnya dia seperti menyukaiku.

Halo, Yoon!

Ketemu nanti ya!

Kadang juga seperti memang dia anak yang sopan.

Terima kasih.

Kak.

Yoon, mau kemana?

Apa hanya kepadaku saja,

Atau memang baik ke semua. Aku sungguh tak tau.

Presentasi ku harus lancar nih.

Pasti bagus kok.

Btw, kau ada ikut klub?

Ada, klub musik!

Wah, bagus..

Apa? Musiknya?

Bukan. Kau.

Oh, iya!

Kadang jawabnya ambigu. Aku jadi salting.

Itu bercanda atau bukan. Tak bisa ku bedakan.

Dengar ga?

Dengar.

- Aku harus gimana? - Apanya?

Gimana pun aku suka, Apa coba dulu?

Ah, tidak.

Kalau bilang lagi, Bakal ditolak ga sih?

Kalau menurut laki-laki gimana?

Apa dia benar suka padaku?

Hah?

Hei!

Ntah, pikir sendiri.

Kan sudah ku dengar. Apa harus beri solusi juga?

Hidup saja sudah sibuk.

Aku yang tolol bertanya padamu.

Sudahlah, kau tak ada masalah?

Bilanglah, akan ku dengar.

Tidak ada.

Sebenarnya aku juga ada.

Hei, jangan begitu.

Kau tak ada suka seseorang?

Tak ada.

Ada seorang gadis yang menyita perhatianku juga.

Bentar deh.

Tiap hari kau dengar keluh ku.

Ku bilang aku mabuk, Kau juga datang.

Hell!

Kau tak mungkin menyukaiku, kan?

Kau gila?

Iya, Han Jae-in.

Aku menyukaimu.

Aku bilang begini malah jadi lucu, kan?

Hei! Apa karena dia bilang kau baik lalu kau jadi GR?

Kau tak waras?

Aku waras, kan?

Tapi semasa hidup dimintai nomor oleh lelaki lembut,

Begini, tidak kah disebut hidup yang berhasil?

Tapi kau pun telah mencoba, kan.

Sepertinya kali ini Timing ku telat lagi.

Begitu lah.

Nikmatilah saat bahagia!

Han Jae-in.

Aku harus apa baiknya?

Suka padamu?

Atau jangan?

Kebanyakan konsultasi cinta itu

Kebanyakan konsultasi cinta itu ‘Retoris’

Ayo.

Kak!

Kau tak apa?

Apa kau banyak minum?

Selamat malam.

Aku…

Kak Jae-in mengirimku ini.

Yoon : Kak, sedang apa? Jae-in : Aku laaghii muinumm

Tapi Han Jae-in.

Kalau dia benar menyukaimu.

Kau bagaimana?

Apa kau juga akan suka dia?

Ji-won, makannya gimana?

Makan dengan pacarku nanti.

Kalian?

Ini mau makan juga.

Ji-won!

Hei!

- Duluan, ya! - Oke.

Mau makan apa?

Kau tak cemburu?

Cemburu?

Cemburu apa sih!

Ngapain cemburu?

Terima kasih.

Ah, tidak. Semua berkat kau.

Baik, silahkan tutup duluan, kak.

Lain kali akan ku traktir.

Mungkin karna tak Nampak. Aku sebenarnya cemburu.

Love Playlist Season 2 EP 2 Cerita Hyun-seung

Kemarin kau ada tugas kelompok, kan?

Siapa?

Teman tugas kelompok, Seung-hyuk.

Katanya presentasiku bagus.

Oh gitu…

Walau aku tak bilang,

Kenapa kirim emoji begitu ke cowok?

Emoji itu…

Apa ya, agak kuno!

Masa? Sepertinya tidak.

Seperti emoji merayu.

Coba saja kalau berani Kirim itu sekali lagi.

♡Ji-wonku♡ : Lagi apa?

Apa nih?

Baru liat bajunya.

Pakai baju yang belum pernah ku lihat.

Terus upload DP cantik…

Seharusnya tunjukan padaku dulu.

Terus kau…

Kenapa tak pakai DP yang ada akunya?

Kalau mereka pikir kau jomblo gimana?

Pukul, pukul, terbangkanlah.

Oh, iya!

Aku yang kenalkan kau pada baseball.

Senang sih bisa nonton bersama.

Wow keren!

Keren keren!

Gun-wooku sudah ganteng Jago olahraga lagi!

Di depan pacar sendiri Memuji cowok lain?

Pemain baseball juga cowok, kan?

Hanya kebetulan kok.

Emang dasarnya jago kok.

Tahun lalu cetak 30 persen. Taun ini jadi tim nasional!

Apa? Gun-wooku?

Kau suka Gun-woo ternyata!

Kalau gitu aku juga panggil Seol-hyunku.

Bukan gitu tapi gini.

Terserah dong. Park Gun-woo!

Kan sudah ditetapkan, mana boleh dirubah!

Kau dukung saja Yang Eui-ji.

Park Gun-woo

Min Byung-hun muncul!

Suka satu saja!

Terakhir

Sebenarnya aku tak mau bilang.

Tapi dengan Jun-mo kok bisa dekat?

Walaupun dia temanku, Tapi kan dia juga cowok.

Btw, Kak!

Warna bajumu kali ini cocok deh!

Serius?

Padahal aku tak pandai milih loh.

Kalau gitu nanti kita belanja bersama.

Wah makasih!

Kenapa kau yang pilih bajunya?

Tak boleh!

Ji-won ayo!

Ke?

- Shopping. - Sekarang?

Ya, kau harus pilihkan bajuku.

- Hati-hati. - Ketemu lagi ya!

Kau bilang semua aku cemburui.

Tapi tak akan ketahuan lagi!

Karena aku oppa mu.

- Sebentar. - Kenapa?

Walau kau tak tau.

Sebenarnya aku cemburu.

Apaan sih mirip om-om juga.

Liat apa?

Apa?

Baju krem itu bukan Jun-mo ya?

Mana?

Salah liat. Ayo!

- Ada yang mirip Jun-mo? - Salah liat.

Cemburu secukupnya itu

Cemburu secukupnya itu Yang bermanfaat ke pacar.

- Bang? - Iya?

- Ada apa? - Ah tidak.

Btw itu pacarnya Ji-won?

Iya, anak jurusan ku.

- Bang. - Ya?

- Ayo makan. - Oke.

Hem Hem Hem! (Nama klub)

One shot!

Ekspresimu jadi ceria gitu.

Do-young cantik ya?

Apaan sih!

Ji-won ku paling cantik!

Kak Jae-in lebih cantik.

Sudahlah.

Btw ngapain kau disini?

Aku juga bergabung.

Tanya saja pada Jun-mo.

Iya.

Btw...

Bidadari Jur. Inggris ada di klub kita!

Kok bisa?

Apa dia sangat terkenal?

Sungguhan!

Tau kok aku cantik.

Do-young!

Gimana?

Suasana klubnya nyaman, kan?

Lya.

Tinggal di asrama?

Lya.

Sekamar berdua?

Bertiga?

Eh?

Ngaret atau tepat waktu?

- Asal? - Busan.

Suka makanan laut dong?

Aku tak bisa makan itu.

Jago renang?

Tau caranya mancing dong?

Kalau cantik apa saja gampang.

Tapi aku tak percaya itu.

Lov Playlist Season 2 EP 3 Cerita Do-young

Apa itu romantika kampus.

Aku banyak kerja sambilan.

Harus usaha agar tak tertinggal beasiswa pemerintah.

SMS saldo bank berkurang terus

Ibu, tak apa .

Pakai saja.

Aku tak lelah kok.

Sungguh.

Baiklah.

Ibu juga.

Dari mana mudahnya?

Untungkan datang denganku.

Aku harus pulang sekarang.

Besok pagi ada tugas awal.

Tunggu bentar lagi deh.

Iya, Do-young. Tunggu sebentar lagi.

Ini sudah berat.

Mana ada waktu untuk ini.

Karena bersamamu, Kita jadi dibandingkan.

Jadi cantik enak ya.

Apaan sih.

Tidak kok.

Betul, Do-young memang cantik.

Kalian bilang begitu.

Penampilan itu kelebihan.

Terima kasih.

Tentu kadang wajah bisa membantu.

Lain kali ayo makan bersama.

Mencari silsilah?

Terima kasih banyak.

Walau di minggu ujian Kerja bukanlah masalah.

Saya hitung ya.

Aku pun tak apa jika ada yang minta nomor saat kerja.

Minum ini!

Harus senang saat sedih.

Tapi.

Aku tak butuh semua.

Aku iri pada mereka. Ortunya berkecukupan.

Katanya Soo-jeong dan ortu mau liburan ke eropa ya?

Iya, sekitar 3 minggu.

Aku khawatir nanti kerja apa.

Mereka yang bingung liburan kemana,

Hidup tanpa khawatir,

Anak-anak yang ceria.

Jur. Inggris banyak yang keluar katanya.

Betul. Yang lanjut dan exchange ke luar banyak.

Do-young juga Inggris kan?

Kau penah ke mana saja?

Belom pernah keluar negeri.

Oh gitu?

Kalau gitu aku kasih saran ya.

Ini tak ada yang tau loh.

Jangan lupa kupon diskon makan di pesawat.

Sebelum boarding harus download dulu.

Sungguh?

Iya.

Mana ada kupon makan pesawat.

Itu kan gratis!

Sungguh?

Aku tak tau.

Kenapa bercanda begitu. Memalukan.

Tapi aku tak apa.

Parah nih!

Keterlaluan ya?

Walau begitu.

Kau siapa berani begitu padaku?

Malam juga kerja?

Iya.

Terus tidur jam?

Luar biasa.

Kenapa selalu muncul,

dan mengganggu orang yang diam?

Aku lapar.

Nasi kotak apa yang enak?

Saran dong.

Udah coba semua?

Maaf.

Tapi apa aku harus sampai begitu?

Apa aku terlihat Lucu saat kerja begini?

Bukan seperti itu…

Kalau kau tertarik padaku,

Cukup mintalah nomorku seperti yang lain.

Kau pun tau aku tak pernah pergi ke luar negri.

Cari uang untuk liburan pasti akan sibuk.

Jadi tolong jangan buang waktu kerjaku.

Maaf.

Tapi kau sungguh aneh.

Kenapa meresponnya seperti itu?

Tentu wajar kalau belum pernah keluar.

Tak ada yang lucu kalau kerja. Malah keren ada uang sendiri.

Tak ada yang pikir begitu.

Jangan bicara seperti orang tua.

Jujur.

Tentang tertarik padamu.

Itu benar.

Aku pikir kau itu anak yang keren dan periang.

Rupanya aku salah.

Jangan remehkan ketulusan orang karna kau cantik.

Walau tak ada apa-apa, Aku tak malu pada diriku.

Aku pun tau.

Aku memang lemah.

Jadi tolong jangan ikut campur.

Aku mengerti.

Kau terlihat sibuk. Aku akan pergi.

Lakukan dengan baik.

Aku juga awalnya…

Bukan anak yang seperti ini.

Tanpa orang sadari

Tamu asing datang ke hidupku

Tamu asing datang ke hidupku Anehnya aku tak masalah

Itu dia.

- Hei - Apa?

Apa kau kenal dia?

Tidak.

Hem.

Katanya dia mungkin gabung klub kita!

Kok bisa?

Tau Soo-jung kan? Katanya mereka dekat.

- Serius? - Hebat, kan?

Lihat lah.

Btw…

Cantik kan?

Ya cantik lah.

Bukan rupanya.

Terus?

Cara dia bekerja. Sungguh cantik.

Coba lihat.

Dia selalu bekerja dengan tekun.

Semua cantik.

Kenapa sih? Dasar pervert.

Jun-mo : Semua siap?

Kalau ingin dekat dengan yang kita suka.

Apa yang harus kita lakukan?

Love Playlist Season 2 EP4 Cerita Yoon

Katanya kita harus dekat dengan temannya.

Makanya sekarang aku coba dekat dengan mereka.

Hei!

Sudah kuliah, apa itu hari seragam!

Kenapa sih!

Lihat lah mereka juga nostalgia pas lihat kita.

Tentu lah!

Mereka pikir kita aneh.

Kenapa? Aku suka kok.

Aku juga. Lama tak pakai seragam.

Ji-won memang top!

Kayaknya beratku nambah deh.

Awalnya kau dan Hyun-seung

Kalau jadian gimana? Aku sempat khawatir.

Karena kau cantik, jadi tak apa.

Kau memang paling bisa.

Ini sungguh kok.

Sepertinya sudah tak perlu.

Mereka cinta setengah mati.

Walau aku tak tau isi hatimu.

Hei hei!

Main berdua saja sana!

Kenapa sih!

Btw...

Jae-in gimana?

Dia ada kelas jadi akan menyusul.

Ayo tunggu disana.

- Yuk! - Yuk.

- Hei hei. - Muncrat!

Bersama mereka jadi seru.

Bersulang!

Apa karna mereka temanmu, Mereka terlihat baik.

Wow pas!

Pas kan? Sudahku teliti sebelumnya.

Makan sedikit saja, kita kan mau ke binaria.

Binaria?

Iya, mau kesana bareng Ji-won.

Kalau berseragam diskon katanya.

Ih seru.

Kau juga mulai cemburu ke hal begini?

Kenapa? Kan terlihat seru.

Sudahlah, bersulang!

Bagaimanapun mereka paling kenal Jae-in.

Kau tak ada, tapi ada minum.

Sepertinya harus minta saran ke mereka.

Btw...

Gimana caranya tau orang yang kita suka, suka kita?

Kenapa? Jae-in ya?

Sini cerita. Kita akan bantu.

Kalau gitu.

Kebetulan aja Ji-won.

Kita dengar dulu, lalu jawab ini apa.

Karna yang paling mengerti adalah cewek.

Aku suka yang begini.

Seperti katamu, Ji-won juga terlihat baik.

Hyun-seung sangat beruntung.

Ada apa ya.

Pas makan bareng klub,

Aku kebanyakan minum.

Berhentilah.

Kapan datang kalian?

Banyak kursi kosong, tapi dia duduk disampingku.

Kalau suka biasanya tak akan bersampingan sih.

Em lalu...

dia tertawa dan menyentuhku.

Bukan memukul?

Kalau dia tertawa biasanya mukul orang.

Betul, aku sering dipukul.

Oh... begitu?

Yang lain?

Ada!

Panas!

Mau dong.

Ah lega!

Minum dengan sedotan yang sama?

Ciuman tak langsung!

Apa kau anak SD?

Waktu itu kau juga minum punya Ji-wonn kan?!

Kalo itu pass.

Mungkin dia memang tak pedulian jadi itu biasa?

Kalau yang ini?

Dari pada ini, yang itu lebih enak.

Dan lebih banyak.

Apa? kasir minimarket memberi saran?

Itu bukan ramah ya?

Belum juga si Do-young?

Bukan.

Kalau beli nasi katanya dapat minum juga.

Kalau ini?

Aku mau ganti rambut.

Bagusan ini atau ini?

Kalau kataku dari pada begini,

lebih bagus diikat.

Yang begini.

Yang dicepol begitu.

Bukan seleramu.

Diapain ya?

Kemarin dia minta saran rambut apa yang cocok.

Itu bukannya dia suka padaku?

Tapi Jae-in memang gitu.

Dia 2 bulan sekali akan ganti gaya rambut.

Dia juga nanya ke Hyun-seung. Kita hampir salah paham.

Benar! Temannya kan hanya kita.

Kalau gitu bukan dong.

Dia ingin tau kau suka yang gimana.

Tapi, kenapa kalau tanya malah jadi ribet?

Sungguh susah.

Mungkin...

Kau yang susah?

Kalau ini?

Aneh deh.

Cowok baik sepertimu, kok jomblo sih?

Itu sih pasti artinya suka!

Dia bilang kau baik!

Wow keren! Luar biasa!

Hei!

Kau tak bisa artikan semua begitu.

Itu...

Bukankah artinya dia cuma beropini?

Kalau suka tak mungkin bilang begitu.

Yang sejenis sih,

'Aku tak suka mengabaikan lelaki'. Harusnya begitu.

Itu sering dikatakan saat sedang 'mencari'.

'Mencari'?

Kau juga ada?

Bukan, temanku hanya minta tolong tanyakan.

Kau ada teman lain?

Btw.

Min-woo sepertinya juga suka seseorang.

Apa Jae-in juga tau?

Iri deh, kita juga dulu begini kan?

Maaf.

Tapi kita belum juga setahun.

Kita tiap hari bareng kan.

Kampus rumah kampus rumah.

Iya sih.

Huuh saat PDKT seru ya.

Tapi kalo jual mahal kepala jadi sakit.

Apa kau tak bisa bilang langsung?

Jae-in datang!

Jae-in

Kalian tadi ngapain?

- Minum. - Eh?

Lagi minum arak beras.

Tadi ngomongin apa?

Cuma ngomong tanpa topik.

Tuangin dong.

Datang langsung minta minum.

Ini enak! Siapa yang buat?

Aku aku!

Yo Gwak Jun-mo!

Hatimu...

Gimana sebenarnya?

Makul yang selalu diulang

Makul yang selalu diulang Memahami Cinta

Sedang apa, Jae-in

Happy 100th day!

Seminggu sebelum 100 hari.

Kita akan anniv ke 100 hari.

Love Playlist Season 2 EP 5 Cerita Ji-won

Akan ku katakan dengan hati-hati.

Ku keluarkan keberanian.

Mulai hari ini bolehkah Aku mencintaimu?

Pertama kali rasa ini.

Tak ingin terlewat.

Cinta ini masih begitu muda.

Hal seperti itu norak ga sih?

Banget.

Hem.

Dia mungkin senyum tapi di dalam pasti malu.

Yoo-jung.

Selamat 100 hari.

Kalian bentar lagi 100 hari kan?

Iya, minggu depan.

Apa dia juga nyiapin hal begitu?

Tak mungkin.

Ku bilang, tapi...

Sebenarnya aku khawatir.

Perayaan H-5

♡Hyun-seung♡: Lagu apa yang kau suka?

Kenapa?

Akan ku nyanyikan saat di karaoke.

Akan ku katakan dengan hati-hati.

Ku keluarkan keberanian.

Yang penting jangan lagu "confess"

Kok tiba-tiba nanyanyin lagi fav.

Perayaan H-3.

Btw.

Kau suka bunga apa?

Eh?

Dia mungkin senyum tapi di dalam pasti malu.

Iish..

Mawar...

Kenapa?

Tak apa.

Kok tiba-tiba nanyain bunga fav.

Perayaan H-1.

Ji-won.

Halo.

Mau ke kelas?

Iya. Hyun-seung mana?

Tadi katanya mau beli lilin terapi atau apa gitu.

Dia bilang beli sesuatu.

Beli apa...

Tiba-tiba katanya beli lilin.

Kau beruntung sekali.

Ya?

Apanya?

Dia sudah siapkan banyak hal tuh.

Btw Ji-won.

Kita pergi dulu ya ada kelas.

Ketemu nanti ya.

- Kau daftar kelas arsi kan? - Tidak kok.

Semua terlihat jelas.

Kau tak bisa mikir?

Pantas kau terus-terusan jomblo.

Bodohnya aku kalau masih tak sadar.

Perayaan Hari H.

100 hari pun sudah lewat.

Tapi tak ada tanda-tanda.

Makasih hadiahnya.

Aku tersentuh.

Masuklah.

Iya.

Walau aku tak suka hal yang berlebihan,

Tapi karna tak ada apa-apa,

Aku jadi kecewa.

Langsung pergi?

Iya.

Kenapa? Ingin bicara?

Tidak.

Hati-hati.

Aku pergi.

Ji-won.

Ini bukan apa-apa sih.

Masuk dan dengarkanlah.

Aku pergi.

Cerita Hyun-seung.

A.

Ji-won.

Ini pertama kali bagiku. Gimana ya aku malu.

Tapi tolong dengarlah.

Kau pikir aku lupa hari ini 100 hari kita kan?

Kau pikir aku apa~

Apa sih...

Pertama bukalah kulkas.

Karna kau suka makan,

Dari pada bunga, aku ingin beri kue bunga.

Gimana? Suka?

Tentu.

Coba lihat dibawah meja.

Belakangan kau susah tidur kan.

Aku coba tanya ke teman.

Lilin terapi katanya bagus.

Lilin untuk insomnia mana ya?

Saat tidur jangan lupa dimatikan. Bahaya.

Apa aku melakukannya dengan benar, aku pun tak tau.

Kau ingat hari saat aku menembakmu kan.

Sekarang aku lebih gugup dari waktu itu.

Dan kado terakhirnya.

Aku tinggalkan di depan pintu. Coba kau lihat.

Hyun-seung.

Kado terakhirnya...

Aku.

Apa sih.

Belum pergi dari tadi?

Kau tidur tak nyenyak. Akan ku nyanyikan nina bobok.

Boleh aku menginap?

- Selamat 100 hari - Kau juga.

Makasih.

Aku juga.

Pacaran

Pacaran, Mantra agar sampai 365 hari.

Ah panas!

Hei hei.

Aku dan Ji-won bentar lagi 100 hari.

Acara lilin gitu gimana?

Kayaknya lumayan?

Kau tau para gadis suka hal seperti itu.

Betul, kita akan bantu.

Aku lihai menyalakan lilin.

Sungguh?

Kalau gitu kau koor lilin.

Kalian tak akan bisa melakukannya.

Sejujurnya kau...

Belum pernah benar-benar menembaku kan.

Kau suka ini kan?

Kau bisa andalkan aku.

Tapi apa hanya sekedar ramah,

Atau memang menyukaiku,

Gimana aku bisa tau?

Love Playlist Season 2 EP 6 Cerita Jae-in

Jae-in.

Di klub mu ada

Si 10meter mirip Ryu Jun-yeol kan?

Berkulit agak gelap dan tampan.

Ah, Kang Yoon?

Iya.

Apa kau dekat dengannya?

Lumayan, kan satu klub.

Bisakah kau kenalkan padaku?

Dia?

Kenapa?

Ada sesuatu denganmu?

Tidak kok...

Oke, akan ku kenalkan.

Sungguh?

- Ya. - Terima kasih.

Jadi aku pun ingin memastikannya juga.

Apa kau suka padaku atau tidak.

Jae-in: Yoon, kau ada waktu sore ini?

Btw dia suka orang kayak apa?

Aku sengaja tak bilang Dan mengatur semuanya.

Penampilanmu juga rapi saat datang.

Datang awal?

Iya.

Yoon, ini junior ku, Lim Go-eun. Sapa lah.

Selamat malam.

Bicara normal saja.

Kita seumuran.

DKV '17 Lim Go-eun.

Aku Kang Yoon Teknik Kimia '17.

Ah Yoon...

Sebenarnya

Aku suka kau dan minta Jae-in untuk kenalkan kau padaku.

Oh gitu, senang bertemu.

Btw kepribadianmu terlihat menyenangkan.

Sungguh?

Terima kasih.

Mau minum? Aku traktir.

Wow aku sempat ragu.

Tanpa aku pun tak apa sepertinya.

Aku pulang kalian jadi lebih nyaman kan?

Baiklah, akan ku hubungi nanti.

Oke.

Aku pergi.

Mau makan apa?

Sekarang aku tau.

Kalau kau ternyata tak menyukaiku.

Tapi

Walau aku ingin mereka jadian

Tapi aku sedikit kecewa.

Go-eun: aku sudah kembali. Terima kasih hari ini.

Gimana?

Dia sungguh ramah. Hari ini sangat menyenangkan.

To Kang Yoon: Gimana?

Kalau tidak suka kenapa begitu baik padaku?

Rasanya memalukan.

Kenapa tak ada balasan.

Kelasnya membosankan.

Seharusnya yang marah adalah aku.

Tapi malah kau yang jadi aneh padaku.

Hei Kang Yoon.

- Kalian kesana duluan. - Oke.

- Ada praktek? - Iya.

Kau kenapa mengabaikanku?

Kapan?

Kemarin cuma di read. Lalu aku juga ada menyapamu.

Kenapa kau mengabaikan ku?

Kau bilang apa sih.

Oh karena aku jodohinin Tanpa bilang dulu?

Tapi suasananya Kemarin oke kok?

Iya, bagus.

Berkat kau.

Go-eun sangat cantik kan?

Iya, sangat.

Benarkan? Kalian sangat cocok.

Kalian minggu ini juga mau ketemuan lagi kan?

Iya.

Aku ingin baik kepadanya.

Bagus. Go-eun itu anak yang baik.

Kalo kalian jadi...

Kalau gitu

Aku pergi duluan.

Sampai saat ini pun

Aku tak tau salahku apa.

Gabungkan perpus dan student center didepan teater outdoor.

Btw Kang Yoon tak keliatan.

Dia tak mau datang.

Kok?

Kenapa begitu?

Katanya sibuk ngampus.

Dia minta maaf soal telpon masuk.

Kau tiba-tiba tak datang ke klub.

Seminggu lebih tak ada kabar.

Saat ketemu pun

Menyapa dengan dingin.

Saat itu aku sadar.

Apa yang telah aku lewatkan.

To Go-eun: Kau dan Yoon jadian?

Tidak. Dia tak cerita?

Apa?

Katanya dia suka orang lain.

Jadi kita cuma teman.

Yang kulewatkan

Adalah yang sangat berharga.

Aku Kang Yoon. Kang Yoon.

Tolong nomor mu.

Kenapa kebodohanku Begitu konsisten?

Aku mau bolos saja.

Kak.

Kak.

Cuma aku kan?

Semua tingkahmu adalah petunjuk padahal.

Kenapa harus kehilangan Supaya kita sadar?

Sebenarnya

Aku berharap agar kau suka padaku.

Kang Yoon ayo bertemu di air mancur.

Kau datang.

Ada apa.

Kenapa kau tak menghubungiku?

Kau marah?

Karena aku comblangi?

Kau suka padaku tapi aku malah menjodohimu.

Seseorang bilang padamu?

Aku tak tau kalau kau sungguh suka padaku.

Tapi kau tak pernah menembak ku.

Tapi kenapa bisa Kau tak tau?

Kau akan marah terus?

Iya.

- Tak akan datang pertemuan? - Iya.

- Tak akan melihatku juga? - Iya.

Tak akan menembak ku juga?

Bukan tak mau tapi tak bisa.

Kenapa begitu?

Aku takut kau belum move on. Jadi aku menunggu.

Sampai kau benahi perasaanmu.

Apa kau tau kapan?

Tentu tidak.

Oke

Kalau kau tak bisa menembak ku.

Biar aku yang lakukan.

Ayo kita pacaran.

Kau tau aku tidak sekedar buru-buru.

Aku takut kau tak mau saat aku menjodohkanmu.

Aku khawatir.

Tanpamu rasanya cukup hampa.

Aku berpikir kenapa begini.

Aku menyukaimu lebih dari yang kupikir.

Jadi yang kukatakan ini bukanlah main-main.

Oh iya aku sudah tak suka Hyun-seung.

Ini tak mungkin.

Apa?

Saat ini sungguh tak mungkin.

Kenapa? Aku sudah menembakmu.

Kau sungguh-sungguh?

Kau pikir aku bohong?

Terserahlah tak jadi saja.

Jangan kak!

Jangan ditarik kembali.

Sungguhan kan?

Kita sungguh jadian?

Kenapa buat malu.

Cepat katakan kita jadian atau tidak.

Iya.

Tinggal bilang saja kenapa sesusah ini?

Terima kasih kak.

Kepalaku sungguh sakit.

Kau sudah gila ya.

Bentar.

Kau gila?

Kenapa begitu cantik?

Kau tak tau kan?

Pacaran lebih susah dari PDKT.

Kita akan baik-baik saja kan?

PDKT harus selesai.

PDKT harus selesai Baik atau buruk.

Siapa?

Seseorang yang membuat kesal.

Lah?

Btw cewek itu cantik parah.

Kalau tak mau sisakan untukku.

Hei

Sisakan?

Kau kira barang.

Tak akan ku sisakan.

Aku sungguh bersemangat.

Mau tulis apa?

Grapefruit ade.

Karena aku sudah bantu, Ayo nonton denganku.

Aku ada tiket nonton.

Tapi karna tak ada teman...

Ayo.

Aku tidak suka berhutang.

Karena kau telah membantu, Aku akan pergi.

Apa ini sungguhan?

Kencan pertamaku!

Jangan berdelusi. Ini bukan kencan atau semacamnya.

Love Playlist Season 2 EP 7 Cerita Jun-mo

- Wah enak. - Weekend mau kesana?

Eh Jun-mo.

Eh tolong dong.

Aku tadi mengajak Do-young nonton.

Aku tak tau harus apa.

Aku tak boleh hancurkan kesempatan ini.

Jadi aku mencari Ji-won.

Ji-won: info penting.

Aku tanya ke Soo-jung.

Katanya Do-young suka cowok dengan style ini.

Belikan yang itu. Akan ku bayar.

Memahami style kesukaanmu.

Makan yang banyak.

Sebelum makan, harus beri waktu untuk foto.

- Foto? - Iya, benar.

Beres, ayo makan.

Lalu biasanya makan dimana?

Jangan makan yang merusak muka seperti burger ini.

Lihat ini.

Jangan makan tiramisu sebagai dessert.

Harus paham soal larangan juga.

Ji-won.

- Aku datang - Datang?

Bajumu.

Eh hari ini hari kencannya Jun-mo kan?

Eh iya.

Hari yang ditunggu-tunggu tiba.

Datang?

Itu sudah ku pesan.

Dia orang yang ku suka.

Kalau kau juga nonton Lebih bagus kayaknya.

Kau beli baju baru?

Tidak kok, ini memang gayaku.

Kau tak tau rupanya.

Iya.

- Ayo? - Oke.

Startnya mulus, firasatku jadi baik.

Lancar?

Hyun-seung: Ketemu?

Jun-mo: Sampai di bioskop.

Kalau tak tau tanya saja oke.

Sudah ketemu?

Di bioskop katanya.

Oh iya!

Hp mu.

Ini Ji-won.

Saat duduk di bioskop.

Suruh dia duduk di tengah.

Do-young, tunggu.

Duduk sini. Disini jelas.

Iya.

Btw.

Habis nonton kau tak lapar?

Ah lapar.

Dekat sini ada rumah makan.

Katanya sangat enak.

Tak harus pergi sih.

Ayo.

Sampai sini bagus.

Berjalan sesuai rencana.

Ini dia.

Ini adalah tempat paling terkenal disini.

Rumah makan supir.

Sertifikat nasional.

Ini sungguh terkenal diantara supir taksi.

Iya.

Ayo masuk.

Tinggal di asrama kan tak bisa makan masakan rumah.

Jadi aku mencarinya.

Gimana, lumayan kan?

Iya.

Nah.

Kau bisa ambil foto.

Eh?

Tidak apa kok.

Hyun-seung: kau makan apa?

Wah enak.

Makan di RM supir?

RM supir? Jun-mo banget sih.

Ini pesan dimana? Sangat enak.

Enak? Nanti pesan disini lagi saja.

Tapi dia bisa mikir ga sih?

Cocok di lidahmu?

Disini hanya pakai daging babi domestik katanya.

Mau aku buang durinya?

Jangan.

Tak apa.

Aku saja.

Hyun-seung: Diantara tempat yang ada.

Kenapa malah ke RM supir sih?

Wah parah.

Parah.

Parah parah.

Tapi aku ingin hari ini lancar.

Walau kau tak bilang.

Kau pasti melihatku sebagai lelaki menyedihkan.

Sudah makan, mau dessert juga?

Di sekitar sini ada cafe dessert enak katanya.

Sepertinya kau punya map daftar tempat makan enak.

Bukan begitu.

Cukup minum bir saja.

Mau? Bentar ya.

To Hyun-seung: Tempat minum yang bagus dong.

Nanya teman lagi?

Aku tau satu tempat.

Aku juga ketahuan minta tips ke teman.

Aku sungguh tolol.

Kenapa tak ada kabar dari Jun-mo?

Entah, aku juga khawatir.

Kenapa?

Aak berdarah nih.

Mana ada.

Wah tempat ini bagus.

Mau duduk?

Tunggu.

Duduklah.

Tak panas?

Aku tak apa.

Btw di tasmu

Apa yang kau bawa

Sampai kau berkeringat gitu.

Itu...

Mau liburan?

Aku tak tau apa yang akan dibutuhkan.

Saat pakai heels, kaki mungkin sakit jadi aku bawa.

Ternyata kau hari ini pakai sepatu.

Kalau cuaca bagus

Kita bisa nonton drama atau dengar lagu diluar.

Tapi banyak debu hari ini.

Aku memang begini.

Aku keliatan seorang pemula. Jadi terburu-buru.

Kau pasti kesal.

Sudah dibawa, coba putarkan.

Mau?

Kau...

Sungguh orang yang luar biasa.

Apanya?

Begitu lah.

Jun-mo masih tak mengabari?

Sudah jelas. Bentar lagi juga pulang.

Iya sih, RM supirnya tuh agak...

Makanya.

Ya sudahlah.

Aku harus pulang.

Akan aku antar.

Tunggu sebentar.

Sepertinya aku bisa lebih baik di kencan selanjutnya.

Tapi pasti akan sulit kan?

Ketulusan biasanya

Ketulusan biasanya Akan kikuk.

Do-young pasti kecewa kan?

Bersemangatlah.

Kalian tadi ngapain?

Kencan dong

Kencan?

Kalian kan cuma di rumah.

Kita sibuk loh.

Nonton tv, makan.

Bersihkan telinga, jalan.

- Banyak deh. - Sungguh lelah.

- Ya kan? - Disini sakit.

Mau ku pijit?

Kau juga mau?

Wah enak. Geli!

Kau juga?

Tidak.

Do-young: Ayo bertemu lagi saat cuaca tak berdebu.

Aku tak tau kenapa sangat menunggu MT kali ini.

Oke, selanjutnya.

Kim Chang-wook.

Han Gwang-young.

Kim Min-woo.

Dan.

Han Jae-in.

Sampai sini tim B.

Hei, Han Jae-in.

Aku cukup bersama denganmu.

Tapi kenapa aku sangat bahagia?

Mari kita bereskan, lalu main game di luar.

Aku tak ingin mengakui.

Tapi menyukaimu membuatku jadi lebih kekanak-kanakan.

Apakah yang lain juga begini?

Love Playlist Season 2 EP8 Cerita Min-woo

Sekarang ayo mulai game jalan dengan 3 kaki.

Tim A siap?

Tim B siap?

Bersiap…

Aku akan sungguh-sungguh hari ini.

Mulai!

Satu dua kataku!

Saat kau lihat aku sambil senyum begini.

Dan saat kau lihat aku.

So pasti Kim Min-woo!

Lalu bilang begitu buat aku jadi serakah.

Jadi jangan kaget dengan apa yang akan kukatakan.

Tak boleh bersuara.

Tak boleh keluar dari sini.

Tim yang ditangkap Yoon akan kalah.

Paham?

Yoon kau siap?

Siap!

Bersiap…

Mulai!

Sepertinya disini ada orang…

Kali ini sungguh…

Aku tak mau melepaskanmu.

Aku gemetar saat bersamamu.

Jadi kita tak bisa berteman lagi.

Aku sudah menunggu kesempatan ini.

Dia bawa Do-young ke RM supir. Tak masuk akal kan?

Kau pergi ke RM supir?

Tapi disana enak loh.

Tapi ‘enak’ itu tidak penting.

Rumah Makan Korea.

Hei.

Ikut aku keluar sebentar.

Ada apa?

Ada yang ingin kukatakan.

Baiklah.

Btw guys.

Aku ingin bilang sesuatu.

Sebenarnya aku…

Dan Jae-in berpacaran.

Kelau begini apa aku yang bernasib sial?

Kenapa kau bilang sekarang?

Luar biasa!

Akhirnya kau berhasil!

Bagus lah kalian!

Kenapa kau tak katakan sesuatu?

Tidak, hanya speechless.

Akhirnya ada lelaki yang mengambil Han Jae-in.

Kau yang begitu kan.

Bagus Yoon, kau sudah berpikir dengan benar.

Itu karena kau ada di pihakku.

Kau lihat kan?

Gimana kalian bisa jadian? Ayo ceritakan!

Awas kau bilang!

Harus mabuk dulu nih baru cerita.

Kalau gitu.

Random game kesukaan Soo-jeong!

Game start! Game start!

Game ‘Aku cinta kau’!

Game ‘Aku cinta kau’!

Aku cinta kau.

Bip bip bip bip aku cinta kau!

Enyah kau!

Aku cinta kau.

Aku cinta kau.

Aku cinta kau.

Aku cinta kau.

Enyah kau.

Aku cinta kau.

Aku mencintaimu, Han Jae-in.

Enyah kau.

Tapi nampaknya aku tak bisa mengatakan ini.

Kepadamu.

Ah aku tak bisa.

Aku minum saja.

Kim Min-woo luar biasa.

Mending aku minum saja kan.

One shot, one shot.

Kenapa sampai akhir pun aku begini?

Ngapain?

Ngilangin mabuk.

Btw…

Yoon gimana?

Apa menurutmu dia baik?

Level dia tentu luar biasa dong.

Begitu kah?

Puas?

Ya gitu…

Ya sudah kalau begitu.

Aduh, siapa yang akan mengambilmu.

Coba katakan sejujurnya padaku.

Kau sedih, kan, karna aku punya pacar?

Ya.

Kau kenapa?

Tak apa.

Dududu Kim Min-woo sudah besar. Sudah tau cara menjawab.

Tapi Han Jae-in.

Tak adil rasanya jika aku melepasmu begitu saja

Jadi biarkan aku melakukan yang aku mau sekali saja.

Hei Han Jae-in.

Apa?

Jangan bergerak.

Kalau begini pun tak bisa…

Aku takut merasa bersalah karena telah suka padamu.

Kau kenapa sih?

Mungkin lebih baik kau tak usah tau.

Tentang lelaki pengecut sepertiku yang telah menyukaimu.

Kau memang bukan style ku.

Tak ada rasanya saat ku peluk.

Kau ingin cekcok?

Aku pergi dulu

Han Jae-in, jangan khawatir.

Bagaimanapun aku punya satu keahlian.

Baiklah pada Kang Yoon.

Berteman dengan mu.

Hei kau sedang tak ada masalah kan?

Kau akan wamil?

Surat panggilan sudah keluar?

Besok, ayo bertemu lagi sebagai teman.

Untuk mengakhiri cinta

Untuk mengakhiri cinta juga perlu keberanian.

Aku mau menelpon pas sampai…

Tapi lupa, maaf ya.

Berubah apanya?

Kau kenapa?

Melihat ramalan debu untuk besok.

Aku akan bertemu dengan Do-young.

Tertulis 104, apa itu tinggi?

Selamat tidur.

Eh kau jangan pacaran.

Kepala ku sakit sumpah.

Terus saja kau mengeluh.

Jujur saja, aku tak suka bertengkar denganmu.

Eh itu bukan Ji-won?

Tapi lihat kau begitu…

Aku menyesal.

Benar! Sama siapa tuh?

Mirip kating 13 di jurusanku.

Namanya Seung-hyuk apa ya?

Seung-hyuk?

Sebenarnya aku pikir…

Aku bisa selesaikan hal ini dengan bijak.

Ji-won.

Hyun-seung!

- Tak ada kelas? - Iya.

Oh iya, dia kak Seung-hyuk.

Kating 13 yang sekelas denganku.

Lalu ini…

Selamat siang, aku…

Adalah pacarnya Ji-won.

Oh…

Halo.

Mungkin masih jauh bagiku untuk jadi dewasa.

Love Playlist Season 2 EP9 Cerita Hyun-seung & Ji-won

Aku pulang.

Kenapa pergi makan dengan dia?

Oh, itu…

Dia sisain kursi untukku di perpus.

Jadi ku bilang akan ku traktir.

Kenapa dia lakukan itu untukmu?

Bukankah itu artinya dia suka padamu?

Aku awalnya tak kepikiran kesitu.

Ji-won.

Eh, kak.

Aku udah ambil kursi untukmu.

Ujian kita juga sama, lebih baik kalau belajar bareng.

Makasih banget loh kak.

Ayo.

Karna ujiannya sama…

Mungkin wajarkan kalau dia begitu.

Kau bilang mau nonton ini kan?

Mau bareng?

Dia sampai nyariin tiket konser yang aku impikan.

Itu pasti udah sold duluan kan.

To Seung-hyuk: Aku kayaknya ada janji, pergi sama yang lain saja.

Aku pikir juga agak aneh.

Tapi aku ingin menjaga jarak.

Itu kau juga tak pergi.

Tapi ini terterima kasih sampai ngajak makan?

Kenapa jadi ngajak cekcok gini?

Lalu kau? Kau tak rasakan apapun?

Aku? Kenapa?

Aku mengkhawatirkan kursi di perpus.

Saat aku bilang ingin ke konser, Kau pura-pura tak dengar kan.

Sekarang kau membandingkan kami?

Bukan begitu…

Jujur saja, belakangan apa yang kau gimana?

Weekend nih, pergi makan pasta yuk?

Delivery aja deh.

Aku pun tak tau kapan kita akan pergi kencan.

Tiap hari cuma dirumah.

Kita kesini yuk setelah uas?

Boleh, terserah kau saja.

Kalo gitu pakai baju couple juga.

Boleh juga.

Tiap aku Tanya, kau tak pernah jawab serius.

Kau cuma bilang terserah padaku.

Kau sungguh berubah.

Sebenarnya.

Aku sekarang sungguh marah.

Pada diriku sendiri.

Hei jaga pacarmu yang benar.

Tadi Ji-won kayaknya bareng kating.

Aku dengar dari temanku.

Kating yang bareng Ji-won katanya terkenal banget di jurusan kalian.

Pintar dan ramah.

Berkecukupan dan anak tentara.

Katanya mau magang dimana gitu pokoknya keren de…

Aku juga terhantui olehnya.

Kau benar telah berubah.

Itu lagi yang kau katakan.

Tiap hari bilang aku berubah.

Aku benci mendengarnya.

Kalau gitu harusnya jangan buat aku bilang begitu.

Kau bilang aku berubah, bilang dia sangat baik.

Pacaran saja sana dengannya.

Kenapa malah menyindir gitu?

Bukan menyindir tapi kenyataan.

Demi jati diri tak penting aku malah bilang begitu.

Kau sungguhan?

Ya.

Dia bisa berikan yang aku tak bisa. Kau dengannya saja.

Oke, aku paham.

Jangan menyesal dengan perkataanmu.

Soda kesukaanmu.

(Sehari minum satu saja) Saat hubungan semakin nyaman.

Kau sepertinya ragu untuk bilang

Kalau hubungan kitak agak renggang.

Aku sungguh yang terburuk ya.

Aku terus berpikir cara meminta maaf padamu.

Uas juga sudah usai.

Minta maaf ke orang dekat jadi terasa sangat canggung.

Aku butuh kumpulkan keberanian untuk sampaikan ketulusanku.

Apaan sih.

Ih ngeselin.

Ji-won.

Aku suka dengan rasa nyaman saat bersamamu.

Di hadapanmu.

Aku bisa menjadi diriku.

Saat kau ada untukku,

Bukan buatku jadi orang baik, tapi

Saat kau tak ada, aku bukanlah apa-apa.

Aku tak tau jika aku berubah.

Tapi cinta ku padamu tetap sama.

Aku ingin katakan ini di hadapanmu.

Hyun-seung.

Kau sedang apa?

Seung-hyuk mengantarkan usb-ku yang tertinggal.

Oppa?

Sekarang sudah oppa?

Maaf…

Kenapa begitu?

Ayo omongkan di dalam.

Hei.

Gimana bisa dalam seminggu kau sudah berpindah hati?

Aku tak tau kenapa bisa pacaran denganmu sampai saat ini.

Kenapa begitu padaku…

Aku menghancurkan semua.

Kita kini sungguh telah berakhir…

Benarkan…?

Tak ada pasangan yang putus

Tak ada pasangan yang putus hanya dengan satu alasan.

Seung-hyuk.

Tolong berhenti beri ini padaku.

Pacarku tak menyukainya.

Tapi belakangan kalian seperti Tak kenal satu sama lain.

Bukan begitu?

Iya sih.

Tapi kita belum putus.

Lalu jika kau terus begini

aku merasa bersalah dan…

Jadi tak nyaman.

Aku yang ingin baik padamu, tak usah khawatir.

Bentar.

Kau besok mau makan ini?

Kadang ada saatnya kita ingin bicara serius.

Eh.

Btw…

Setelah putus, kita tau cuma lelah yang didapat dari pacaran.

Tapi kenapa ya kita pacaran?

Mereka memang seorang teman.

Walau tiap hari selalu bercanda,

Tapi mereka bisa serius disaat begini.

Love Playlist Season 2 EP10 Cerita Kita

Kenapa kita pacaran?

Karena saat aku mencintai seseorang dengan tulus,

Aku tau bahwa aku adalah orang baik.

Lalu Agamotto?

Bukan seperti ini.

Kau ternyata banyak tau ya.

Nanti kalau filmnya rilis kita nonton bareng ya?

Saat aku buat dia tertawa…

Aku merasa seperti aku adalah orang terhebat.

Berharap lawakan konyolku yang juga membantu.

Karena aku lagi pacaran jadi bagiku itu seru.

Kalau ambil contohnya…

Saat pacaran, aku pikir kehidupan jadi lebih berwarna.

Gimana?

Pilihkan aku juga.

Saat sendiri hal begini biasa saja.

Tapi karena berdua jadi lebih seru.

Gimana?

Jadi tak terbayangkan gimana rasanya kalau lakukan sendiri.

Apa hanya aku yang begini?

Imut deh.

Ini apa sih.

Bagus kok. Cie marah ya.

Apa kau harus tanya ini ke aku yang jomblo?

Ada yang pacaran karena saling suka.

Ada juga kan yang pacaran buat lupain orang yang disuka?

Aku kan lebih tua, boleh pakai bahasa santai kan?

Boleh.

Hei kau juga yang santai saja.

Aku nanti saja.

Oke.

Kau tau…

Aku lebih cantik aslinya dari pada di foto kan?

Aku bercanda kok, kau terlihat canggung soalnya.

Wah kau tak humoris ya.

Maaf.

Aku memang sering jatuhin barang.

Ceroboh gitu.

Walau begitu, bagus karna bisa ketemu lebih banyak orang baik.

Entah lah, segini saja. Ayo kita minum.

- Datang? - Iya?

Kalian ngomongin apa tadi?

Ngomong biasa sih.

Ayo tanyakan pada mereka juga.

Tanya apa?

Apa yang bagus dari pacaran?

Loh tiba-tiba?

Keuntungan pacaran gitu?

Kalau menurutku…

Buat aku tau kelebihan yang dulunya tak aku tau.

Aku senang melihat kau yang makan dengan lahap.

Karena dia selalu bilang padaku semuanya baik.

Aku jadi bisa tunjukan sisi asliku padanya.

Enak kan?

Kalau aku itu!

Mentol satu dong.

Bukan yang itu, yang bawah.

Yang ini?

Bukan, yang bawahnya.

Kok tak paham sih? Baru pertama kerja?

Maafkan saya.

Tak ada yang bisa kulakukan kecuali ini.

Makan yang banyak.

Kau juga silahkan.

Kemarin tak ada tamu yang begitu?

Ya ada sih…

Tapi tak masalah kok.

- Ga beresin langsung pergi gitu? - Tak apa kok.

Ayo kita makan.

Oke.

Karena sekarang ada yang peduli padaku.

Rasanya seperti ada yang berdiri dipihakku.

Dengan kokoh.

Lalu kau?

Kenapa kau pacaran?

Entah lah.

Kau belum hubungi Ji-won?

- Belum. - Dari libur sampe sekarang?

- Ya. - Sudah lewat seminggu loh.

Kalau sudah semingguan, bukankah artinya sudah putus?

Ji-won.

Sebenarnya aku ingin tanyakan ini padamu.

Kenapa kau pacaran denganku?

Apa rasanya pacaran denganku?

Dalam 100 pasang kekasih

Dalam 100 pasang kekasih. Ada 100 jenis tipe pasangan.

Baru juga libur, sekarang sudah semester pendek saja.

Ya mau gimana, orang kemarin aku dapat F.

Kali ini tujuanku cuma C.

Kalau udah C aku cukup. Tak mau mengulang lagi.

Lalu ada yang ingin ku tanyakan juga.

Apa kita bisa…

Kembali berpacaran lagi?

Kak.

Ya?

Kita liburan yuk?

Akhirnya hari ini datang.

Yang paling ku tunggu.

Tapi yang paling ingin ku undur.

Love Playlist Season 2 EP11 Cerita Jae-in

Aku waktu itu ada Lihat sebuah tulisan.

Keuntungan pacaran Dengan cewek lebih tua.

Aku yang harus mulai Jika ingin sentuhan.

Yang paling ditunggu saat Pacaran dengan cewek lebih tua.

Aku harusnya tanya langsung Keteman cewek kan?

Kau mau makan?

Minum?

Main LOL yuk?

Tapi teman ku hanya anak-anak seperti ini.

- Sekarang tu overwatch dong. - Pastinya.

Tapi yang melegakan adalah…

Tingkat bersentuhan.

Di dunia ini.

Banyak blogger yang posting Cerita privasi mereka di inet.

Tingkat 5: ciuman romantis.

Bersentuhan.

Bir sekaleng lagi?

Mau gimana.

Tapi aku bukan si polos Yang tak tau apa-apa.

Kadang aku pikir itu Semua begitu jelas.

[Pengalaman pertama dengan pacar] Kali ini sungguh sulit.

Karena aku sungguh Tak berpengalaman.

Liburan bersama pacar.

Barang yang harus dibawa Saat liburan bersama pacar.

Dan akhirnya.

Setelah beberapa hari searching.

Aku bisa pack semua keperluan Untuk liburan bareng pacar.

Lalu saat hari H bisa tenang?

Saat ketemu paginya Kau langsung bilang...

Kak.

Hari ini kita akan menginap.

Jangan mimpi kita akan Lakukan sesuatu hari ini.

Gitu?

Ya tak apa kalo mau Nginap baru pulang.

Aku tak masalah.

Benarkah?

Duh aku jadi gugup lagi.

Aku takut kau ingin Pulang jadi ku kasi tau.

Kau bilang begitu tapi…

Sebenarnya yang takut itu aku.

Aku selalu saja kepikiran itu.

Apa aku bawa pakaian dalam?

Aku simpan tint dimana ya?

Iya, aku terlalu banyak Persiapan jadinya begini.

Duh kenapa mukaku merah gini?

Apa karena minum tadi?

Aku lebih tua jadi Aku yang harus mulai.

Kau bisa, Han Jae-in.

Tapi aku sudah lakukan Semuanya sendiri.

Kau malah tidur duluan.

Kalau jadinya gini, Aku tadi ngapain sih?

Aku kok kasian banget sih.

Minat ku hilang. Ini tak masuk akal.

Saat aku berpikir begitu…

Kau sangat lucu.

Kau pura-pura tidur?

Kau sedih kan karena Aku langsung tidur?

Tidak kok.

Kayaknya seharian kau Hanya mikirin itu deh.

Benarkan?

Siapa bilang.

Di depan ku kau tak Perlu berlagak dewasa.

Bagiku,kau hanyalah Seorang perempuan.

Sekarang biar aku saja Yang lakukan semua.

Dari mana dia belajar Ngomong seperti itu?

Membuatku bergairah.

Bagaimana…

Aku mengingat malam itu?

Pelajari cinta…

Kau bawa itu?

Dari pada terlihat lihai.

Benar begini?

Kayak gini betul?

Malam yang kikuk itu.

Kau baik-baik saja?

Malam dimana kau terus Bertanya apa aku tak apa.

Gimana nih.

Tawa yang terlepas di malam itu.

Kalimat ‘Pengalaman pertama’ ini…

Bukan sekedar kata gairah.

Kata yang bagi orang lain Bisa berarti lebih indah.

Semua pikiran ini Tertuju pada malam itu.

Yang tak dapat kembali lagi.

Yang mereka bilang Pengalaman pertama.

Aku lega karena kau yang pertama.

Karena kau yang pertama

Aku bersyukur karena kau Adalah yang pertama.

Barangmu banyak sekali.

Lumayan.

Kak, sebentar ya.

Aku mau mengecek Reservasi sebelum pergi.

Iya.

Halo.

Aku yang reservasi untuk hari ini.

Awalnya hanya sewa Tempat bakar-bakar saja.

Tapi saya mau sewa Penginapan sekalian.

Iya, kami akan menginap.

Oppa.

Aku jalan dengan Seung-Hyuk.

Jadi tolong jangan cari aku.

Love Playlist Season 2 EP12 Cerita Ji-won.

Ji-won.

Gimana kalau kita pdkt dulu?

Aku tak mengajakmu pacaran sekarang kok.

Kita kan bisa pdkt dulu.

Seung-hyuk adalah cowok yang baik.

Seung-hyuk: Ji-won.

Minggu ini kita makan pasta kesukaan mu yuk.

Dia memberiku apa yang tak bisa kau beri padaku.

Ada urusan apa kesini?

Cuma mau kasi snack ini buat temanmu belajar.

Aku tak tau kau suka apa jadi…

Terima kasih.

Yang semangat belajarnya.

Aku bisa rasakan kalau dia sungguh suka padaku.

Jadi aku sekarang berusaha membuka hatiku untuknya.

Tapi anehnya…

Semakin aku bertemu dengannya,

Aku semakin teringat tentangmu.

Aku pernah coba pergi ngampus tanpa make up.

Oppa.

Jadi aku coba…

Aku kemarin tak bisa tidur, Wajahku jadi menyeramkan ya?

Setelah itu dia…

Wajahmu terlihat lelah sih.

Hari ini coba tidur awal ya.

Bilang begitu.

Aku senang sih dia khawatir.

Aku terlihat kurang kan kalau tanpa riasan?

Tidak kok, kau sangat cantik.

Bisa tidak kalau setiap hari seperti ini saja?

Kau memang yang paling jago memuji.

Haa aku berharap Ji-won ku cepat menjadi nenek-nekek.

Biar cowok lain tak meliriknya.

Kalau kau kan tetap suka saat aku tak make up-an.

Aku jadi kepikiran itu.

- Aku cantik walau begini? - Iya, kau sangat cantik.

- Kau tak bercanda kan? - Aku sungguh-sungguh.

Oke deh.

Kau itu dewi.

- Ji-won, disini sangat cantik. - Cantik kan?

Kau tau kan kepandaianku?

Ji-won, kau bisa berpose seperti itu?

Sangat imut.

Aku jadi ingat saat kita bercanda bersama.

Oppa.

Lomba siapa paling jelek.

Selfie yuk.

Aku tiba-tiba ingin makan tengah malam.

Jadi…

- Oppa. - Ya?

Ayo kita pesan makan malam saat di perpus.

Aku bilang itu ke dia.

Makan malam?

Makan tengah malam itu tak baik untukmu.

Kau mau makan apa? Besok akan ku traktir.

Dia jawab begitu.

Aku tau sih dia memikirkanku.

Oppa, malam ini kita makan ceker kuy?

- Pesan ceker lalu menginap! - Kuy!

Lalu…

Mau mau!

Aku juga mau daging cincang.

Kau ini kalau masalah daging gercep ya.

Bisa makan bareng itu hal yang paling seru.

Aku senang dengan hal sepele seperti itu.

Sungguh aneh.

Walau aku bertengkar denganmu.

Tapi saat bersamamu itu,

Aku merasa aku banyak tertawa.

Kau mabuk lagi?

Ya.

Kenap tiap mabuk selalu menelponku?

Entah, ingin saja.

Kau dimana?

Di depan rumah ku.

Lihat lah, walau tiap hari kau terus berbohong.

Aku tak tau kenapa masih menyukaimu.

Sekarang.

Walau cuma bawa boneka begitu, aku tak akan melepaskan mu.

Tapi aku sungguh tak tau.

Walau aku bilang tak mau bertemu lagi.

Kau bilang di rumah.

Tapi kenapa sekarang aku malah keluar?

Kenapa kau bohong?

Gimana kau tau aku ada disini?

Kau bukan hanya datang kali ini saja.

Kenapa kau tiap hari begini?

Kenapa tiap hari hanya sampai situ?

Dan kenapa hanya langsung pulang?

Kau selalu begitu.

Selalu buat aku datang padamu.

Kenapa kau begitu padaku?

Aku benci melihatmu.

Tapi hati ini ingin.

Aku ingin kita putus.

Tapi hati ini berharap untuk dipertahankan.

Semua ini salahku.

Maafkan aku, Ji-won. Tolong jangan nangis.

Aku ingin bertemu orang selain dirimu.

Tapi hati ini bilang orang itu harus kau.

Apa kau tau rasa ini?

Kenapa harus kau lagi?

Aku pun tak tau kenapa.

Seung-hyuk.

Aku tak tau apa aku telah melepaskan seorang yang baik.

Apa nantinya akan kembali bertengkar dan menyesal.

Walau begitu, aku ingin lakukan hal bodoh itu lagi.

Kadang mengecewakan, tapi keseluruhan menyenangkan.

Karena begitulah pacaran menurutku.

Kesalahan manusia tak ada akhir.

Kesalahan manusia tak ada akhir. Mengulang kisah kasih yang sama.

Ji-won.

Kau ingin menolak ku kan?

Kau merasa bersalah kan?

Iya.

Kau tak perlu bilang, aku sudah tau.

Maafkan aku.

Tak perlu minta maaf, kita kan belum pacaran.

Karena belum memulai, maka belum berakhir juga.

Maksudnya?

Aku tak akan menyerah.

Apanya?

Kau cukup tau saja.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.