All language subtitles for Lost.Minds.2016.720p.WEBRip.x265.AAC-indomoviemania.co

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish Download
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Aku sering bermimpi

sejak kami pindah ke kota ini.

"Primer: Adat istiadat. Adopsi pasangan mandul"

t e r j e m a h a n m a h s u n m a x

Ai Qing.

Ayo kita pulang.

Angin dingin Utara telah menyebar ke kota.

Suhu akan terus menurun dalam 3 hari ke depan.

Cuaca akan dingin dan cerah.

Badan kependudukan menghimbau agar warga tetap menghangatkan diri.

Ai Qing, jangan lupa minum pilmu.

Ya.

-HILANG INGATAN-

Berita ini baru masuk.

Seorang pria tewas terjatuh dari gedung di Wilayah Xihu.

Belum dikerahui bagaimana kecelakaan itu terjadi.

Polisi terus melakukan

penyelidikan lebih lanjut pada kasus ini.

Lan Bin! Kamu lagi!

Apa yang terjadi? / Orang mabuk terjatuh

dari lantai 8.

Ayo minggir, minggir, kasih jalan...

Kau pulang?

Ibu. / Ibu.

Kalian pasti capek dari perjalanan jauh.

Tak apa-apa, lalu-lintasnya lancar.

Bu, bagaimana kondisimu?

Aku merasa baikan karena kau sudah pulang.

Lihat kamar masa kecilmu dulu.

Aku mendekorasinya untuk bayimu.

Bagaimana menurutmu?

Bagus 'kan? / Ya bagus. / Bu.

Ibu dan Wei Wen ngobrollah dulu.

Aku akan istirahat di kamar kita.

Kamar kita di atas.

Bu,

mengapa tak menginap saja malam ini?

Kami menemui teman-teman nanti saja.

Akan kuantar pulang ibu besok.

Tak perlu semewah ini. / Akhirnya, setelah bertahun-tahun

kau bersedia pindah kembali kesini.

Tinggalmu selama ini jauh.

Wei Wen merasa kesepian sendirian.

Sekarang, kalian berdua bisa menjaga dia.

Betul! / Bukankah kau setuju, Ai Qing?

Ai Qing, dia bicara denganmu.

Kau bilang apa, Wang Xue?

Kau akan berperan jadi menantu sekarang.

Wei Wen, aku bisa bantu pekerjaanmu.

Katakan saja padaku. Tapi kau sendirian.

Kau perlu bantuan istrimu!

Omong kosong.

Ada apa?

Kau tak apa-apa? / Ya Ya, kenapa kamu disitu?

Bersikaplah baik!

Kau tak apa-apa? / Tak apa. / Ya Ya! Lihat kamu besar sekarang!

Kau terlihat cantik.

Sini duduklah dipangkuanku.

Wei Wen. / Apa?

Bukankah dia cantik?

Cantik.

Dia cantik sama sepertiku! / Tak mungkin!

Kau memang paling cantik! / Maaf.

Wei Wen. / Apa dia baik-baik saja?

Dia tak apa-apa.

Ai Qing, kau tak apa-apa?

Kau baik-baik saja?

Aku kurang enak badan.

Kenapa begitu? / Mungkin karena efek samping obat kesuburan.

Aku ingin pulang dan istirahat.

Baiklah.

Aku akan beritahu mereka.

Mereka terus menanyakan tentang dirimu.

Aku tak tahu bagaimana menjawabnya.

Akhirnya kau siuman juga!

Ling?

Begitukah cara memperlakukan pasien?

Bagaimana caramu memperlakukan pacar?

Aku sudah bilang untuk berhati-hati dengan pekerjaan ini.

Aku mendapat beberapa foto eksklusif!

Benar, reporter handal.

Kau hampir saja hilang bersama fotomu.

Foto?

Mana kameraku?

Ada disini!

Foto di dalamnya bisa membuatmu menjadi istriku.

Siapa istrimu?

Sakit ya? / Ya!

Aku bisa mencium aromanya dari lantai atas.

Ikan memang bagus, bisa membuat anak-anakmu cerdas.

Mari kita makan.

Kau bangun pagi sekali?

Aku tak enak badan tadi malam,

jadi aku tidur lebih awal.

Kenapa?

Dia demam.

Dia minum pil untuk tidur. Dia sudah baikan, bu.

Kenapa pergelangan tanganmu?

Aku kena panas saat memasak kemarin.

Kau tak perlu berlama-lama di dapur.

Aku berdoa pada Buddha tiap hari

sejak kalian menikah.

Sekarang sudah lebih dari 3 tahun.

Aku dan Ai Qing sedang mengusahakannya.

Sepertinya kita harus lakukan dengan cara lama.

Aku telah berdoa pada Dewi Pengirim Bayi

Dia mengatakan kita membutuhkan seorang primer, untuk mendapatkan keturunan.

Seorang primer?

Kita mengadopsi seorang anak.

untuk memancing

anak kita sendiri.

Adopsi itu masalah serius.

Kau jangan khawatir.

Aku yang akan menanganinya.

Ai Qing, ibu cuma menginginkan seorang cucu.

Ayah meninggal sebelum pernikahan kita.

Dan jantung ibu sudah makin parah.

Ai Qing.

Halo, kami punya sejarah lebih dari 20 tahun disini.

Saya Chen, Kepala-Panti. / Pak Chen, kita sudah bicarakan selama berbulan-bulan.

Ini kesempatan yang jarang kalau anakku dan istrinya datang kesini.

Kenapa tak anda tunjukkan pada kami anaknya?

Kalau begitu ke kantor saya saja.

Ny. Zhang akan mengantarkan anaknya ke sana.

Silahkan.

Aku ingin ke toilet.

Nanti aku susul ke kantornya.

Biar aku antar. / Tetaplah bersama ibu.

Ny. Hong

anda tahu jalannya? Jangan sampai tersesat.

"Ayah orang jahat"

Permisi...

Maaf, saya kesini untuk melihat anaknya.

Saya Zhao, anda Ny. Hong?

Ya, benar.

Kantor Kepala-panti bukan disini.

Maaf, saya tadi ke toilet.

Tak lama kemudian saya kesini.

Biar saya antarkan.

Terima kasih. / Silahkan.

KANTOR KEPALA PANTI

Tadi dia kesasar.

Ai Qing, sini.

Ini Zhao, pekerja sosial yang baru.

Kami telah melihat beberapa anak.

Saya melihat anak ini terutama dia manis sekali.

Ya, pak Chen bilang

dia pintar dan prilakunya baik.

Ibunya Xin Xin menghilang.

Ayah dan adiknya sudah meninggal.

Anak yang malang.

Ai Qing,

dia tampak istimewa dimataku.

Pilih dia, bagaimana?

Jadi bagaimana menurutmu tentang

"mengadopsi agar punya anak sendiri"?

Mungkin

ini ada baiknya juga

seperti yang dikatakan mertuaku.

Lalu kenapa kau mendatangiku,

jika memang ini menurutmu baik?

Aku sering bermimpi

sejak kami pindah ke kota ini.

Sebagian besar mimpi buruk.

Dalam mimpi itu, aku kembali ke rumah masa kecilku.

Entahlah mengapa aku bermimpi seperti itu?

Tempat baru memanglah sangat baik.

Tak ada yang dikeluhkan.

Mungkin terlalu baik

sehingga aku merasa tak cocok disitu.

Aku merasa seperti...

aku tak berada disini.

Menurut catatan medismu

aku tak setuju dengan doktermu sebelumnya

bila kau mengalami depresi dan gelisah berlebihan.

Mereka sudah datang.

Mungkin itu Xin Xin.

Hai, Ny. Zhao, Xin Xin, masuklah.

Selamat datang. / Xin Xin, ayo.

Masuklah dan minum teh.

Tak usah, terima kasih. Saya harus kembali untuk anak yang lainnya.

Xin Xin, ini rumah barumu.

Ayo, Xin Xin.

Antar dia ke atas dan ganti bajunya.

Pelan-pelan saja. Anak itu butuh...

rasa aman di tempat barunya. / Apanya yang tak aman,

kalau kita sudah menyiapkan semua untuknya?

Tentu, jika anda ada pertanyaan...

Jangan khawatir.

Saya akan langsung menghubungi Pak Chen.

Hati-hati jalannya.

Permisi.

Halo? Tunggu sebentar. / Terima kasih.

Xin Xin, bawalah Xin Xin ke atas.

Selamat tinggal.

Ny. Zhao bilang...

kau suka menggambar.

Aku ada di atas jika kau membutuhkanku.

Kau melihat dirimu sendiri seperti orang lain

dan hilang rasa dari kenyataan.

Kau merasa terasing. Itu gejala gangguan pemisahan identitas.

Jadi kusarankan kau hentikan saja pengobatanmu sebelumnya.

Wei Wen... / Ya?

Apa kau merasa kalau Xin Xin itu...

Kenapa dengan dia?

Dia anak yang baik.

Anak yang pernah menderita memang berbeda.

Apa kau sudah minum pilnya?

Ya.

Tunggu dulu,

apa kau mendengarnya?

Apa?

Xin Xin masih bangun.

Itu cuma alasan.

Tadi aku mendengarnya.

Aku harus melihatnya.

Xin Xin anak yang baik? / Ya.

Bagus kalau begitu.

Halo. / Ny. Zhao.

Halo. / Mengapa anda kesini?

Aku ingin bertemu Xin Xin

di sekolah barunya hari pertama.

Xin Xin, apa malam pertamamu di tempat baru baik-baik saja?

Tentu dia baik-baik saja!

Lebih baik, dari pada di panti asuhan.

Hai, Xin Xin.

Selamat datang di Sekolah Internasional Wenxi.

Aku Huang Ling, guru wali-kelasmu.

Ayo, Xin Xin.

Tunggu sebentar.

Anggota keluarga tidak diperbolehkan masuk sekolah.

Apa maksudmu?

Ny. Hong, maaf.

Ini untuk masalah keamanan siswa.

Hanya siswa dan staf

yang diperbolehkan masuk sekolah.

Mohon harap maklum.

Aku teman lama kepala sekolahmu.

Bu, sudahlah.

Ini untuk keamanan anak-anak. Sekolah ini punya alasan sendiri.

Xin Xin, kau anak yang hebat 'kan?

Ayo ikut aku.

Ayo kita masuk.

Sampai nanti, Xin Xin!

Kau tak perlu begitu jika memang tak perlu.

Nona Huang, aku akan mengisi bensin.

Kamu ngapain?

Sudah kubilang jangan kesini.

Santai saja.

Aku kenal semua penjaga disini.

Kau tak senang

kalau pacarmu membawakanmu kopi?

Bersikap baik denganku, pasti ada maunya!

Ya, memang ada sesuatu.

Kamu ini bicara apa?

Aku kesini

karena kasus bunuh diri lompat dari gedung.

Apa kau ingat kasus itu? / Tentu saja aku ingat.

Kamu hampir saja jadi sayuran.

Ada apa? / Seorng anak adopsi dari panti

baru saja datang ke sekolahmu.

Namanya Hong Xin Xin.

Bagaimana kamu bisa tahu?

Ayolah! Untuk laporan eksklusifku.

Tidak.

Sudah aku bilang!

Kau tahu betapa ketatnya sekolah ini.

Aku tak mau nanti dipecat.

Jika kau dipecat,

aku akan membantumu cari pekerjaan lainnya.

Aku belum selesai.

Bayar dulu tagihan berobatmu.

mahsunmax

Apa rencana kita setelah makan siang?

Hong Xin Xin!

Kau tak bisa dengar ya?

Apa ini?

Jelek sekali!

Pastikan cuci tanganmu. Kotor sekali. / Cepat berikan kain lap.

Apa yang kalian lakukan?

Bikin ulah di hari pertama sekolah ya?

Ayo kembali ke kelasmu. Bersihkan sampahnya.

Dasar murid-murid...

Pelajaran hari ini adalah menggambar keluarga kalian.

Pastikan memasukkan semua anggota keluarga.

Boleh saya masukkan anjingku?

Tentu saja boleh! Siapa saja yang tinggal denganmu.

Ayah, ibu, kakek-nenek kalian,

bahkan kucing dan anjing kalian.

Gambarnya Xin Xin jelek sekali,

keluarganya adalah hantu!

Diam semua! Jangan nakal sama Xin Xin.

Ada apa itu!

Ada orang yang terjatuh!

Tak apa. Ayo kembali ke kursi kalian!

Ada apa?

Satpam sekolah.

Satpam sekolah?

Ai Qing.

Apa ada sesuatu yang terjadi di sekolah hari ini?

Saat menjemput dia, aku dengar kalau

satpam itu terjatuh dari atap

dan langsung meninggal.

Xin Xin,

jika kamu takut tidur sendirian

ayah bisa menemanimu. Kamu mau 'kan?

Kita sepakat untuk tidak memanjakan anak ini.

Ini bukan memanjakan.

Xin Xin, makanlah.

Jangan taruh papannya di atas meja.

Kamu dengar yang ibu bilang?

Apa kau tak belajar tata krama di panti asuhan?

Tenanglah, tak perlu bentak-bentak.

Kamu memecahkan mangkuk lagi? Berapa mangkuk yang mau kau pecahkan?

Ayo bersihkan!

Sudah, tak apa.

Xin Xin?

Kamu ini apa-apaan?

Ini cuma makan malam.

Aku harus kembali ke sekolah. Jangan menungguku.

Wei Wen?

Xin Xin?

Dah-Dah. / Sampai jumpa bu guru.

Hati-hati.

Seorang pria sehat jatuh dari atap.

Kurasa itu bukan kecelakaan.

Sampai jumpa.

Ya ampun,

jangan bicarakan itu di depan para orangtua.

Sampai jumpa bu guru. / Orang-orang bisa cemas.

Kau ikutlah aku untuk melihat atap.

Tak mau, kau pergilah saja.

Sampai jumpa bu guru. / Da-dah.

Aku sedang kerja. / Sampai jumpa. / Sampai jumpa bu guru.

Sampai jumpa.

Da-dah.

Sampai jumpa bu guru.

Ny. Hong, Xin Xin sebentar lagi keluar.

Terima kasih, Bu Huang.

Sampai jumpa bu guru.

Apa Xin Xin bisa menyesuaikan diri di kelas?

Dia cukup pendiam tapi...

Kenapa?

Xin Xin kurang memperhatikan.

Tapi terlalu asyik menggambar sendiri.

Mohon jagan cemas. Begitulah para murid, memang suka menggambar.

Anak-anak umur segini memang begitu.

Mereka cenderung nakal.

Jika memang serius... / Bu Huang.

Siapapun yang mengganggu Xin Xin,

anda harus menghukumnya.

Jika anda tak bisa menghukumnya,

kurasa saya sendiri yang melakukan sesuatu.

Terima kasih, bu Huang.

Kata gurumu di kelas kau sering menggambar.

Kenapa tak kau pakai saja krayon dan kertas di kamarmu?

Xin Xin ibu tanya padamu.

"Satpam sekolah jahat"

"Bunuh"

Ai Qing, kamu kenapa?

Akhir-akhir ini kau terlihat kurang sehat.

Sedang merapikan bajunya Xing Xing aku pingsan.

Terima kasih atas jerih payahmu.

Maafkan aku.

Ibu dan aku terlalu memaksamu.

Wei Wen.

Aku sungguh ingin punya anak denganmu.

Percayalah.

Apa kau ingin hamil?

Ya.

Aku cuma khawatir.

Kau harus menjawab pertanyaan ini.

Jika kau tak bersedia.

Apa kau mencari panduan menjadi ibu?

Aku sangat optimis dengan pengobatanmu.

Kita hentikan sementara pengobatanmu. Bagaimana?

Bagaimana jika kondisinya makin parah?

Nona Ai

aku yakin kau akan jadi ibu yang hebat.

Xin Xin.

Xin Xin, tolong katakan.

Kenapa kau sembunyi dalam lemari?

Jangan takut, ibu tak menghukum kok.

Saat ayah-baru minum-minum,

ibu-baru menyembunyikanku dalam lemari untuk main petak-umpet.

Xin Xin, kamu jangan bersuara.

Siapa yang bersuara, dia yang kalah.

Dengar, ayah bersuara.

Dia kalah. Jangan bersuara.

Xin Xin, kita tak akan main petak-umpet.

Ibu akan mengajakmu ke pekan-raya, bagaimana?

Sungguh?

Ya.

Ayo janji-kelingking.

Ibu tak boleh mengingkari janji.

Baik, ibu tak akan mengingkari.

mahsunmax

Dia datang.

Apa ini? Menyeramkan! Gambar coretan hantu!

Hong Xin Xin anak yatim-piatu.

Hong Xin Xin anak yatim-piatu...

Kamu sudah selesai? Bagus.

Bu Guru... / Ayo!

Xuan Xuan!

Xin Xin!

Xiao Qi?

"Hong Xin Xin anaknya hantu"

Xuan Xuan!

Xin Xin!

Xuan Xuan!

Xiao Qi?

"Kantor Kepala-sekolah"

Xin Xin.

Kamu tak apa-apa?

Ny. Hong...

Tak apa, aku disini.

Bu Huang, apa yang terjadi?

Tadi aku sendirian, Xiao Qi dan Xuan Xuan disana.

Aku sudah jelaskan pada Kepala-sekolah dan orangtua.

Butuh waktu lama untuk membawa mereka masuk.

Ny. Hong.

Boleh aku ajukan padamu dan putrimu beberapa pertanyaan?

Kau siapa?

Bu Huang,

kami boleh pergi 'kan?

Sekolah berharap Xin Xin bisa tinggal di rumah selama seminggu

sebelum penyelidikan ini selesai.

Baiklah.

Tunggu dulu.

Apa kamu mengingat mereka?

Apa maumu?

Aku hanya ingin lebih mengenal Xin Xin dan keluarganya.

Keluarga terdahulu dan sekarang.

Tak ada yang perlu dikatakan.

Apa ibu ingin menyerahkanku ke panti?

Kamu takut diserahkan?

Kenapa kamu tak jadi anak berani dan melindungi dirimu sendiri?

Aku sudah bersikap baik.

Merekalah yang merebut krayonku.

Maafkan aku.

Tolong ibu jangan sedih.

Aku akan lindungi diriku sendiri.

Xin Xin, maafkan ibu.

Aku tak bermaksud membentakmu.

Xin Xin.

Aku tak akan menyerahkanmu ke panti.

Xin Xin cuma anak kecil,

bagaimana bisa dia mengikat 2 anak itu?

Kurasa kejadian hari ini pasti berhubungan dengan orang-orang yang dekat dengan Xin Xin.

Aku tak paham mengapa?

Ibunya Xin Xin datang

kurang dari 20 menit setelah itu terjadi.

bahkan aku tak mengerti, siapa yang telah menghubungi dia?

Omong-omong,

kenapa kau menunjukkan foto itu pada Xin Xin?

Itu adalah foto orangtua angkat Xin Xin sebelumnya.

Ayahnya yang

melakukan bunuh diri dan membuat aku terluka.

Aku cuma ingin melihat reaksi ibunya.

Jadi si Xin Xin ini diadopsi orangtua angkat yang ke-2?

Apa ini sakit?

Bagaimana dengan luka ibu?

Luka ibu sudah sangat lama.

Bolehkah aku tidur sama ibu malam ini?

Mengapa?

Kamu tak suka kamarmu?

Tutup jendelanya sebelum kamu tidur.

Anginnya kencang kalau malam.

Aku sudah menutupnya.

Tapi ada orang...

yang membukanya.

Terima kasih Buddha. Wei Wen jadi profesor sekarang.

Dia tetap memegang janji pada ayahnya.

Ada satu permohonan lagi dari kami.

Mohon bantulah kami...

Bu, ibu ingin makan apa?

Antar saja aku pulang.

Aku tak berselera makan sekarang.

Aku akan telpon pak Chen nanti.

Untuk apa?

Aku sudah punya rencana.

Aku yang meminta anak ini,

sekarang setelah peristiwa ini,

tugaskulah untuk memperbaikinya.

Satunya susah bicara,

satunya lagi selalu sakit-sakitan dan berbohong.

Anakku Wei Wen terlalu beruntung.

Ai Qing, kau masih bangun?

Kenapa kau belum tidur?

Wei Wen.

Aku sungguh ingin punya anak denganmu.

Bicara soal itu pada jam segini?

Ayo tidurlah.

Kau tak boleh serahkan anak itu begitu saja padaku.

Ibu bilang dia yang akan mengurusnya.

Kamu tak boleh mengembalikan anak itu lagi!

Ai Qing... / Hong Wei Wen!

Kau tak boleh menyerahkan semua masalah pada orang lain.

Jangan perlakukan Xin Xin seperti ini.

Ai Qing.

Kamulah yang tak menginginkan adopsi,

sekarang kau menginginkan dia tetap disini!

Besok aku ada rapat

dan harus mempersiapkan untuk perjalanan bisnis.

Aku tak punya waktu sekarang membicarakan itu. Kita bicarakan lagi saat aku kembali nanti.

Xin Xin.

Xin Xin?

Xin Xin?

Apa yang ingin kau ketahui tentang Xin Xin?

Seberapa banyak yang bapak ketahui

tentang keluarga Xin Xin sebelumnya?

Seperti anak-anak disini pada umumnya,

mereka kesini karena masalah keluarga.

Aku tak bisa menjelaskan secara detil lagi.

Pak Chen.

Apa ada toilet disini?

Ya, sebelah kananmu.

Aku segera kembali.

Ai Qing.

"Berkas penerimaan"

-Magnesium Karbonat- "Dilarang selama 3 bulan kehamilan pertama"

Wei Wen, apa kau sudah tahu

selama ini kita telah dikelabui?

Apa maksud ibu? / Apa maksudku?

Apa menurutmu Ai Qing meminum

obat kesuburan yang kamu suruh? / Apa? Bu.

Dia itu gila! Dan Xin Xin itu juga pembawa sial!

Pulanglah sekarang. Kita kembalikan saja dia ke panti sekarang!

Bu, bagaimana dengan Ai Qing? / Apa? Ai Qing?

Kau masih mempercayai dia?

Kamu ini memang bodoh!

Bu...

Halo?

"Chen Fusheng, Jiang Xiuxian"

"Istri secara sadis membunuh suaminya"

"Suami tiba-tiba mengalami kerugian besar dalam investasi"

"Sebuah tragedi keluarga"

"Wanita diduga meracuni keluarganya"

Siapa kamu? Siapa yang mengijinkan masuk?

Aku tinggal disini. / Baik, masuklah.

Kita akan minta pernyataan Ny. Hong saat dia tersadar di rumah sakit.

Ya.

Ny. Hong.

Bagaimana kondisi mertuaku?

Dia masih di ruang perawatan ICU.

Sebuah syal menjerat lehernya.

Kami menemukannya terbaring di lorong kamar.

Kami mengirim tim kesini

segera ada telpon dari suami anda. Kami juga menemukan

putrimu sedang sembunyi di dalam lemari.

Xin Xin. Sekarang dia dimana?

Kami akan bawa dia ke panti asuhan selama beberapa hari.

Panti asuhan? Mengapa?

Menurut evaluasi kami

tak aman bagi dia untuk tinggal disini.

Lagipula dia masih anak berusia 7 tahun.

Dia boleh pulang ke rumah setelah dia menenangkan diri selama beberapa hari.

Tapi pak polisi... / Ny. Hong,

perintah ini tak bisa saya langgar.

Tn. Hong, siapa yang bertanggung jawab atas kejadian di rumah anda? / Permisi.

Apa keluarga anda telah menyinggung seseorang? / Permisi.

Tn. Hong. / Kamu siapa? / Ini rumahku.

Aku pergi cuma sehari.

Apa yang telah terjadi?

Kamu dari mana?

Aku sudah memberitahumu tadi pagi, kalau aku ada janji dengan dokter.

Mengapa ini terjadi ketika kau pergi?

Apa maksudmu?

Ayo naik bersamaku.

Dokter apa yang kamu temui?

Dokter apa yang kamu temui?

Apa saja yang tak kau beritahukan padaku?

Katakan sekarang. / Aku tak tahu yang kamu bicarakan.

Kau tak tahu yang kubicarakan?

Kau tak tahu?

"Magnesium Karbonat"

Apa ini?

Pil apa ini?

Mengapa ibuku menelpon dan mengatakan

kamu tidak ingin hamil?

Katakan mengapa? Mengapa kau berbohong padaku?

Aku sungguh ingin hamil!

Tak usah main-main, kamu bohong!

Dengar! Jika terjadi sesuatu pada ibuku, aku...

Itu dia! / Mohon minggir.

Tn. Hong, apa kaitannya

kejadian hari ini dan kecelakaan yang terjadi

pada putri anda Xin Xin seminggu lalu? / Kamu siapa?

Aku tak tahu yang kau bicarakan. / Apa anda mau mengembalikannya

ke panti karena kejadian ini? / Lepaskan tanganmu!

Tn. Hong!

Tn. Hong!

Hey! Tn. Hong!

"Wei Wen"

Kenapa kamu berbohong? / Ibu aku tak bohong!

Siapa yang menyuruhmu bilang begitu?

Siapa?

Aku tak bohong. / Kenapa kau tak bisa melindungi dirimu sendiri?

Kau telah menghancurkan keluarga ini!

Mengapa? Ayo masuk!

Masuk! Semua ini salahmu!

Ibu.

Lihat saja jika kau berani bohong!

Halo?

Aku istrinya.

Bisa aku bantu?

Kau lagi?

Tn. Hong,

bisa kita bicara?

Ini info kontak orangtuanya.

Dia tak banyak memberitahuku

tentang kehidupannya sebelum kami bertemu.

Kenapa kau kesini?

Aku tak akan memaksamu lagi.

Bu, ada apa? / Jangan mendekat!

Ibu!

Jangan mendekat! Tolong!

Ibu! / Apa yang terjadi?

Tolong!

Bisakah keluarga pasien menunggu diluar, tolong?

Biarkan kami melakukan tugas kami.

Tolong! / 10 miligram obat penenang.

Tenanglah. / Tolong!

Ai Qing memang tak waras.

Semua ini salahnya.

Ai Qing?

Ai Qing!

Ai Qing?

Mengapa kau membohongiku?

Siapa yang menyuruhmu bilang begitu?

Lihat saja jika kau berani bohong!

Apa ibu ingin mengembalikanku ke panti?

Takut dikembalikan, diganggu anak lain?

Mengapa tak bisa jadi anak berani dan melindungi dirimu sendiri?

Mengapa kau tak bisa melindungi dirimu sendiri?

Mengapa? Mengapa?

Jangan mendekat!

Semua yang berbuat salah padaku telah dikutuk!

Aku sudah memberitahumu semua mengenai Xin Xin.

Aku kesini bukan menanyakan tentang Xin Xin.

Aku ingin tahu seberapa banyak

yang bapak ingat mengenai Ai Qing?

Ai Qing?

Atau apa harus aku sebut dia Shen Qing?

Aku telah menyelidiki tentang keluarganya

untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan terjadi lagi.

Aku meminta nomer kontak orangtuanya pada suaminya.

Dan aku tahu dia sama seperti Xin Xin.

Keduanya dibesarkan oleh orangtua angkat.

Mereka menyuruhku untuk bicara denganmu.

Aku mengenali dia

ketika keluarga Hong datang pada hari itu

untuk mengadopsi anak.

Aku masih mengingat dia

rasanya sekitar 10 tahun yang lalu.

Anak yang malang.

Aku dulu direktur disini.

Shen Qing adalah kasusku yang paling tragis.

Saat itu usianya baru 9 tahun.

Aku melihat ibunya berlumuran darah,

dan terluka parah.

Ibu disini untuk melindungimu.

Kau telah menghancurkan... keluarga ini!

Lihat!

Bawa dia pergi.

Bu, aku menelpon Pak Chen panti asuhan hari ini

untuk membicarakan soal Xin Xin.

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

♪

Halo?

Ny. Hong, Xin Xin bisa pulang hari ini.

Aku ingin mengundangmu dan Xin Xin untuk makan malam.

Alamatnya di dalam surat undangan.

dalam kotak suratmu. / "Menunggu kedatanganmu"

Sampai ketemu nanti. / "Makan malam mulai jam 6 malam- 500 meter barat Jembatan Guangxia"

Bu Huang!

Ny. Hong? / Mana Xin Xin? Dimana dia?

Ny. Zhao yang menjemputnya

untuk urusan panti asuhan.

Profesor?

Bahkan dirimu tak bisa melihat dengan jelas.

Biar aku ajarkan apa itu seni.

Apa yang kau lakukan?

mahsunmax

Apa kau temukan tempat yang ada di undangan itu?

Aku sudah sampai.

Tempat ini tampak aneh.

Aku akan masuk sekarang. Nanti kutelpon lagi.

Halo?

Tn. Hong?

Tn. Hong?

Tn. Hong?

Hati-hati!

Xin Xin!

Ny. Hong,

berhati-hatilah. Wanita ini gila!

Kau sudah datang rupanya. Duduklah.

Akan kuselesaikan hidangan terakhir. Duduklah.

Wei Wen?

Biarkan saja dia. Dasar pria tak berguna!

Halo, aku Jiang Xiuxian.

Sekarang adalah hari untuk merayakan

reuni keluarga kita.

Putriku yang malang Xin Xin telah menderita.

Kami semua telah berusaha keras untuk menghukum

orang-orang jahat yang mengganggu Xin Xin itu.

Anak kecil yang bertingkah aneh.

Ny. Hong, Xin Xin mengalami kecelakaan di sekolah.

Ada tamu?

Lan Bin!

Jangan nangis! Jangan menangisi lelaki!

Jangan bodoh, dasar wanita yang tercuci otak!

Wanita hanya hebat dengan mendukung para pasangan prianya?

Itu berarti pelayan tanpa dibayar!

Seorang wanita modern bisa mengurus keluarga dan karirnya?

Sungguh perangkap yang pintar!

Apa yang kalian para pria bisa lakukan?

Jangan!

Kau terus saja berkata:

"Aku sungguh capek, ini tugas yang berat."

"Dengar yang aku katakan,"

"aku melakukan apapun demi dirimu."

Omong kosong!

Mereka menyuruhmu untuk bersikap lembut dan baik,

jadi kuat dan mandiri.

Tak satupun pria yang mengerti cinta!

Kesabaran yang panjang.

Apa sepadan dengan itu?

Kita bisa membentuk keluarga bahagia.

Keluarga wanita saja.

Kita tak butuh pria sama sekali.

Kurasa aku mengerti bagaimana perasaanmu.

Kamu bisa mengerti?

Bagaimana bisa?

Aku seperti Xin Xin.

Aku juga tinggal di panti asuhan.

Ibuku mengalami gangguan syaraf

karena pria itu menyakitiku.

Dia membunuh pria itu untuk melindungiku.

Sudah lebih dari 20 tahun

aku telah berusaha melupakan masa lalu itu.

Aku tak menyadari jika itu terus menghantuiku,

menyiksaku siang dan malam.

Aku mengkonsumsi pil untuk meyakinkan diriku

kalau aku ini tidak gila.

Kalau aku ini waras!

Aku telah berusaha pura-pura aku ini normal!

Semua ini gara-gara para kaum pria ini!

Kau membuatku menyadari kalau

aku dulu orang yang berani untuk tidak mencintai.

Aku mengunci diriku dan ibuku dalam hatiku.

Aku membenci dia, di saat yang sama, aku mencintainya.

Sampai aku bertemu Xin Xin.

Dia mengajariku bagaimana mencintai.

Sungguh anak yang hebat.

Kau tak bisa melupakannya sampai dia memanggilmu ibu.

Apa kau bisa?

Aku tak bisa melupakannya.

Sungguh aku tak bisa.

Aku tahu dunia ini tak menerima kita.

Itu tak masalah.

Karena setelah malam ini,

keinginan kita akan terkabulkan.

Kita akan bersama selamanya.

Lepas!

Ny. Hong, bawa Xin Xin!

Kau tak boleh membawa Xin Xin!

Kau tak boleh membawa Xin Xin! Tak boleh!

Polisi! Jangan bergerak!

Aku tak apa-apa. Aku baik-baik saja.

Letakkan!

Ibu.

Xin Xin, ibu disini!

Ny. Jiang, jangan khawatir,

akan kujaga Xin Xin.

Xin Xin, ibu disini!

Xin Xin.

Kau telah menghancurkan keluarga ini!

Mengapa kau bunuh putri-putri kita? Mengapa kau membunuhnya?

Diketahui bahwa pria itu bangkrut dalam kerugian pasar saham.

Polisi menduga inilah penyebab kematiannya.

Istrinya adalah tersangka utama. / ♪ Aroma bunga wangi sepanjang tahun ini.

Putrinya 3 tahun selamat.

Dia dibawa ke panti asuhan.

♪ Keluargaku sangatlah menyenangkan

Xin Xin, ini untukmu. / ♪ Bersih, bahagia dan damai

♪ Saudari dan saudaraku semua baik

♪ Kedua orangtuaku baik

♪ Walau tak ada kebun yang indah

♪ Aroma bunga wangi sepanjang tahun ini

♪ Walau tak punya kamar-kamar yang besar

♪ Terasa hangat di musim dingin, dan dingin di musim panas

Ai Qing?

Pemikiranku soal

dunia ini terlalu sederhana.

Setelah hari itu,

Lan Bin mulai berpikir

mengapa dia ingin menjadi wartawan?

Sudah cukup mengenai kami.

Bagaimana kabar Tn. Hong?

Ya.

Dia baik-baik saja.

Kami cuma butuh waktu untuk memikirkan sesuatu.

Jangan khawatir.

Kita akan berhasil.

Ada cerita yang sekedar cerita

saat cerita itu diceritakan.

mahsunmax, 7 April 2017

NO RESYNC...

NO RE-UPLOAD...

NO DELETE-CREDIT...

CITY OF HEROES

S E K I A N

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.