All language subtitles for Dota.Dragons.Blood.S01E01.What.the.Thunder.Said.NF.WEB-DL

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian Download
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese) Download
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese Download
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

SERIAL ANIME NETFLIX ORIGINAL

Pada awalnya, hanya ada Pikiran Primordial.

Dari pikiran ini, muncullah seluruh ciptaan.

Bintang, planet, kehidupan, dan kematian.

Tapi pada waktunya, Pikiran itu menjadi terbagi.

Dua pecahan, Radiant dan Dire, pikiran dan tindakan,

memperebutkan ciptaan dengan kekejaman yang tidak bisa didamaikan.

Kekacauan Tidak Terbatas mengikuti.

Para raja, para ratu.

Para dewa, para monster.

Mereka semua mencari kebijaksanaan di Pikiran Primordial yang hancur

dan kekuatan dari kegilaan yang tak terbayangkan.

Tapi di penjaranya di Foulfell,

iblis Terrorblade menatap kekacauan itu dan menemukan Kebenaran.

Terrorblade menemukan Ide.

Menggabungkan pikiran dan tindakan.

Menciptakan ulang kreasi dengan gambaran kegelapannya sendiri.

SUARA GUNTUR

Bram.

Apa yang dia lakukan?

Kenapa dia tak mau membunuhnya?

Diam. Awasi pria itu bekerja.

Dia tidak keluar.

Mereka selalu keluar.

Gila, bodoh…

Ini dia.

- Bedebah. - Hei!

- Menghina mangsaku lagi, kau selanjutnya. - Menghinanya?

Makhluk ini membunuh empat anak buahku, melukai lima orang lainnya.

Astaga! Satu lagi!

Bayi. Mati.

- Bayi. Hewan kecil. Anak-anak. - Diamlah, Kawan.

Seluruh sarangnya lenyap.

Mereka saling menghancurkan. Sepertinya mereka semua menggila.

Seolah mereka semua hilang akal dan saling menyerang, sekaligus.

Anak naga gila, bayi-bayinya juga, pasti baik-baik saja.

Sarang ini terbuka.

Bram.

- Ini digali oleh Eldwyrm. - Yang sedang tidur.

Bagaimana kau tahu?

- Kita belum mati. - Kalau begitu memang sedang tidur.

Bagus.

Sekarang adalah kesempatan kita. Sekarang kita bunuh monster itu.

Tidak. Kini kita berdoa dia tidak bangun.

Dan kapan kita kembali untuk membunuh yang besar?

"Bunuh yang besar?"

Kau tahu berapa banyak Kesatria Naga hidup

yang pernah melihat "yang besar" yang masih berapi di dalamnya?

Atau apa pun yang ada di dalamnya, tiap naga berbeda.

- Bram. - Satu. Sebanyak itulah.

Kalau begitu, kau takut.

Kita akan ke Benteng Naga besok pagi. Cari saran, temukan bantuan.

Tapi malam ini, aku berencana merayakan fakta bahwa aku masih bernapas.

Sebaiknya kalian juga. Terutama kau.

Pengecut.

Semua orang ini. Hanya untukmu.

Untuk itu.

Pagi ini mereka ketakutan, malam ini mereka merasa aman.

Aku hanya mengantarkan piala mereka.

- Davion! - Davion!

Astaga. Bukan untukmu.

Baiklah. Ini sedikit untukku.

Ayahmu seorang milisi.

- Benar, Tuan. - Dia pemberani.

Kau juga tampak pemberani.

Seperti dia.

Ini. Aku ingin kau memiliki ini. Taring naga.

Aku juga punya satu. Lihat?

Saat sudah dewasa dan siap, bawa ke Benteng Naga.

Mereka akan tahu apa artinya.

Aku juga akan membunuh monster suatu hari nanti. Sama seperti Ayah.

Sama seperti Ayah.

Davion melompat ke kiri, melompat ke kanan.

Terus berusaha menghindar saat makhluk buas itu menerjang!

Akhirnya, tahu dia dihajar, naga itu kabur ke bawah tanah!

Davion mengikuti.

Di sana, sendirian di kegelapan, dia membunuh monster itu!

Saat kami menemukannya, berlumuran darah musuh yang hitam dan bau,

dia bilang, "Malam ini, kita makan! Malam ini, kita minum!

Desa terselamatkan!"

Tentu aku memainkan peran penting.

Dia sudah mati ratusan kali jika aku tidak di sana.

- Seratus kali? - Setidaknya seratus kali.

Setidaknya!

Tenang. Aku akan kembali dengan gelas penuh untuk semuanya.

- Pelayan, satu gelas lagi. - Permisi.

Aku menunggu.

Maafkan aku. Aku mabuk. Aku tidak melihatmu di sana.

- Silakan layani wanita ini. - Terima kasih.

Pesan satu Icewrack putih.

Dua gelas, dingin, tapi jangan terlalu tajam.

Dua crown.

- Baunya tidak enak. Dan hangat. - Ini bir. Hanya itu yang kami punya.

Basah, masam, cukup tajam untuk memotong kepala beruang.

- Baunya seperti ibu. - Tapi…

- Dua crown. - Untuk ini?

- Aku yang bayar Icewrack putihnya. - Kalau begitu, gratis saja.

Tunggu. Jika kupesan, dua crown, jika dia memesan, gratis.

Ya. Dia Davion, Kesatria Naga

yang membunuh naga.

- Naga sialan ini. - Di antara yang lainnya.

Aku yakin banyak.

Tapi yang besar, kau meninggalkannya di lubang besar itu!

- Kau tak membicarakannya. - Kau mabuk.

Ceritakan semua padanya.

Katakan padanya bagaimana kau dengan beraninya kabur.

Jika semua kisahmu memang hebat,

- kau sudah membunuhnya. - Dengar, Bodoh.

Satu orang saja tak bisa membunuh Eldwyrm, tidak 10 atau 20.

Akan bodoh jika mencobanya.

Membangunkan monster itu berarti kematian bagi semua orang di sini.

Biarkan naga itu tidur.

Jika kau berkenan pergi, aku bicara dengan wanita itu.

- Sial. - Dia juga menganggapmu pengecut.

Icewrack putih.

Seharusnya hangat.

- Kedai manusia. - Hampir.

Ini tidak sepenuhnya netral.

Kurasa kau lebih suka lorong gelap atau di kaki bukit.

- Tempat layak merampokku. - Merampokmu?

Menemukan barang berharga bagi orang kaya lebih menguntungkan daripada mencuri.

Terataiku.

Teratai Selemene. Teratai perebut kekuasaan.

Aku tidak peduli.

- Aku hanya ingin itu jadi milikku. - Aku tidak punya terataimu.

Aku hanya punya nama. Pergi ke Pasar Gelap di Haupstadt.

Cari saja Nikdo. Dia akan mengatur sisanya.

- Kau berjanji akan membawanya. - Aku berjanji akan mencarinya.

- Sekarang, masalah pembayaranku. - Aku tidak membayar untuk sebuah nama.

Maka aku akan mencari Nikdo dan bilang tidak ada penawaran.

- Hati-hati di jalan, Nona. - Tunggu.

Aku tidak punya uang.

- Tapi aku punya barang berharga lainnya. - Maaf. Tidak tertarik.

Wanita manusia lembut, tapi terlalu mudah untuk ditemukan.

Itu bukan tawaranku. Ini.

Gelang ini. Tiaramu.

Aku tahu siapa kau.

Calon mantan istriku.

Serta calon mantan istriku lainnya.

Jangan turun dari takhta untuk melayani rakyat jelata.

Begitu rupanya. Bajingan kurus ini pacarmu.

Selingkuh dariku, ya? Bercumbu dengan calon mantan istriku, bukan?

Percayalah saat kubilang aku tak akan berani ikut campur

di tempat kau menginjakkan kaki atau semacamnya.

Menghinaku, ya?

Peri! Bibit busuk pohon kotor. Makhluk pembunuh bertelinga panjang.

Sepupuku pernah pergi ke wilayahmu.

Keluar setengah gila, tanpa satu lengan dan zakarnya.

Peri memotong separuh wajahnya.

Tunggu di sini.

Dia menahanku.

Kurasa aku akan melakukan hal serupa.

Cukup bicaranya.

Aku akan menanganinya sendiri.

Sepertinya ini tempat yang tepat untuk membuang sampah.

Lari.

Sekarang, selagi bisa.

Nikdo. Di Haupstadt, Tuan Putri.

Tuan Putri?

Kau makin menarik saja.

Kebanyakan pria akan menyerahkannya pada massa. Kebanyakan pria akan ikut.

Aku bukan kebanyakan pria. Pelayan!

Satu gelas lagi untuk semua temanku!

"Tuan Putri."

Aku tak takut naga apa pun!

Dengarkan aku! Aku tidak takut padamu!

Tidak takut.

Tidak takut?

Aku masih bisa mencium air seni di kakimu.

Semua orang tahu.

Semua orang mentertawaimu, Kapten.

Diam.

Kau hanya lelucon desa.

Sedih dan menyedihkan.

Seorang pengecut.

Diam!

Amarah. Ya.

Kita bisa pakai itu.

Ya, bisa.

Kita bisa membunuh makhluk itu. Kau dan aku.

Dan tak ada yang perlu tahu teror rahasiamu.

Ketidakmampuanmu. Aku akan mengerjakan semuanya.

Kau hanya perlu mengizinkanku masuk.

Kau mau lagi?

Tidak juga. Aku hanya… Tidak perlu. Sudah cukup.

Tidurlah, Sayang.

- Kau bahkan tidak tahu namaku, ya? - Davion!

- Tidak apa-apa. Aku tahu namamu. Davion. - Davion!

- Davion, bangun! - Astaga, Bram, aku dengar.

- Masuklah. - Akhirnya!

Menggedor setiap kamar untukmu. Aku membangunkan setengah…

Hei, Bu. Kapten Frühling. Dia pergi ke kaki bukit.

- Bebal. Bodoh, sombong. - Dia ingin membunuh Eldwyrm.

Aku akan mengejarnya. Aku akan berusaha menghentikannya. Bagaimanapun caranya.

- Aku ikut denganmu. - Tidak. Pergi ke Benteng Naga.

Para Bapa harus tahu. Mereka harus mengirim semua orang.

Aku benci bagian ini.

Sial.

Kuharap aku muncul di Benteng Naga dengan kepala.

Dan kedua tangan. Dan keduanya milikku.

Eridu.

Bagaimana caranya?

Frühling.

Kesatria Naga. Kami melakukan pekerjaan para dewa di sini.

Kau dan aku, kita harus berteman.

Teman? Frühling, apa yang kau lakukan?

Tidak ada manusia yang mampu…

- Ini. - Uldorak sudah tua. Sakit.

Namun, bahkan kekuatannya di puncak tidak bisa menyelamatkannya.

- Tidak bagiku. - Apa-apaan ini?

Suaramu. Matamu…

- Astaga. - Beri tahu aku, Kesatria Naga, Davion.

Jika kau bisa melakukan apa yang telah dilakukan,

jika kau punya kekuatan, bukankah kau akan menerimanya?

Bocah kecil yang diam saja saat ayahnya terbakar hidup-hidup.

Aku masih kecil. Bagaimana kau tahu?

Masa kecil menguap dengan daging ayahmu.

Seorang bocah menjadi pria dengan keputusasaanmu.

Amarahmu. Aku mengenalmu.

Aku melihatmu, terjebak dalam penyesalanmu sendiri.

Apa yang tidak akan kau lakukan untuk kabur?

- Kau tidak tahu apa-apa. - Aku tahu sebanyak ini.

Bersama, kita bisa membunuh naga.

Semua naga.

Kau hanya perlu mengizinkanku masuk.

Kau akan membebaskan jiwa Uldorak

agar dia bisa bergabung dengan Guntur dan mengambil bentuk baru.

Slyrak.

Ayah Api.

Guntur berbicara dan memilihmu untuk bersuara.

Aku akan mengumpulkan jiwamu seperti aku mengumpulkan jiwa Uldorak.

Uldorak sudah siap untuk mati. Kegilaannya ada padanya. Kelemahannya.

Aku tidak begitu dirugikan.

Lari, Tikus Kecil.

Untungnya, aku tidak punya selera untuk daging manusia hari ini.

Naga.

Tidak ada imajinasi.

Semua serangan brutal.

Tidak ada trik licik.

Tidak ada tipu muslihat.

Lemah.

Sial.

Aku mencium ketakutanmu.

Hanya kebencianku!

Tikus kecil pemberani.

Iblis…

Kabur ke neraka yang dia sebut rumah.

Uldorak, jiwanya kalah.

Aku tidak bisa membiarkannya…

- Aku… - Kau memilih pihak.

Tidurlah, Naga.

- Matilah dengan tenang. - Aku tak ingin kedamaian, Tikus Kecil.

Kau tahu kematian yang kuinginkan.

Kalian bertarung dengan sengit.

Kau menghormatiku.

Seperti kau menghormatiku.

Maafkan aku, Tikus Kecil.

Untuk semua penderitaan yang akan kau tanggung sekarang.

Mabuk dan telanjang.

Hal terbaik yang kutawarkan membiarkannya tidur,

dan saat bangun dia harus membuat keputusan hidup yang lebih baik.

Bukan tanggung jawabku melindungi orang dari diri mereka sendiri,

apa pun kebaikan dan kemuliaan yang mungkin mereka miliki.

Jangan melihatku seperti itu, Marci.

Kau tidak mungkin tahu dia akan membantuku jika keadaan berbalik.

Mereka tak akan pernah begitu. Aku tidak perlu memberitahumu.

Baiklah.

Bangunkan dia, tapi pakaikan jubah padanya demi kesopanan.

Kau tidak akan senang saat bangun, Davion sang Kesatria Naga.

Tapi kau akan hidup.

BERDASARKAN GIM VIDEO DOTA 2 OLEH VALVE

Terjemahan subtitle oleh Judith Aulia

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.