Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Brought to you by The Gifted Ones = www.giftedones.net
Please, do not post these subtitles to any streaming sites.
Semua orang yang kau cinta berkumpul disini.
Kita semua merayakan hari ini untukmu...
- Secret Garden - =Alih Bahasa : @DSUBSIN=
- Kapan kau bangun? - Sekitar jam 8.
Kau harusnya membangunkanku.
Aku menonton berita internet setiap hari. Sejam berlalu begitu saja.
Aku akan mandi cepat.
Simpan waktumu, kau interview sampai jam 2 siang, kan.
Aku juga lapar.
Girim.
Apa yang kau lakukan disini?
Aku memenangkan penghargaan sebagai "New Writer" disini.
Benarkah?
Dan kau?
Aku disini bukan untuk sesuatu yang 'wah' sepertimu, tapi aku punya urusan.
Apa aku harus menunggumu?
Menungguku?
Kenapa?
Aku harusnya baik karena sudah lama sejak terakhir kali kita bertemu.
Tapi aku tidak pandai berbohong.
Saatnya untuk janjiku.
Selamat tinggal.
Ini Baek Jonghak, manager baru untuk kesastraan.
Aku mendengar banyak tentangmu. Aku juga membaca novelmu.
Terimakasih.
Dia tampan seperti yang mereka katakan, kan?
Kau punya kesan dari novelmu juga.
Kau sudah membaca resumenya, kan?
Ya.
Kim Girim?
Sudah 4... Tidak, 5 tahun?
Girim, ayo pergi kemana saja...
Kau dan aku seharusnya jadi musuh seumur hidup.
Orang itu... Maksudku, dia lebih rendah dari manusia.
Apa kau tetap bersamanya?
Apa maksudmu?
"Apa maksudku?"
Apa kau tidak punya rasa malu?
Aku tidak tau apa yang kau bicarakan. Ayo kita ke suatu tempat untuk ngobrol.
Ada kedai teh disekitar sini.
Aku sedang tidak mood minum teh denganmu.
Kalau begitu apa aku harus pergi?
Apa kau mengancamku?
Ku dengar kau putus... Tidak, kau dicampakkan.
Apa kau balikkan lagi?
Girim, Aku tidak mengerti dengan yang kau bicarakan.
Baek Jonghak!
Manager kesastraan disini.
Aku tidak tau apa yang kau pikirkan, tapi kau salah.
Kau masih punya pandangan itu.
Sangat palsu dan menjijikkan.
Kau mengatakan hal yang sama padaku seperti 5 tahun lalu.
Lalu?
Kau tidak berubah sedikitpun.
Apa kau tersenyum?
Apa kau gila?
- Girim. - Ayo, pergi.
Kau mengcaukan segalanya.
Kau mengacaukan segalanya! Lagi!
Jadi, jangan pernah menampakan dirimu lagi dihadapanku sampai kau mati.
Mengerti?
Girim!
Sangat palsu dan kotor.
Siapa?
Wanita ini...
Dia selalu bertingkah manis sekali didepanku.
Apa interview tidak berjalan dengan lancar?
Aku tidak mengambil interviewnya. Aku cuma meninggalkan ruangnya.
Kenapa?
Cuma ada sesuatu. Jangan tanya lagi.
Apa yang membuatmu meninggalkan interviewnya?
Kubilang aku tidak mau membicarakannya.
Apa kau tuli?
Pergilah jika kau ingin mengangguku.
Aku bahkan tidak bisa mendapatkan pekerjaan.
Direktur mana yang harus ku goda untuk bisa masuk ke universitas?
Berhenti!
Apa?
Kau pernah melihatku bertindak seperti ini.
"Hutan Literatur." Penerbit itu adalah Jalur Marginotku.
Cukup pergi dari sini.
Girim, bagimu aku ini apa?
Apa kau tak tau?
Itulah alasannya aku bertanya.
Kau akrab dan nyaman.
Kau sensitif juga. Rekan bercinta yang bagus.
Baik, lupakan itu.
Girim.
Girim.
Kim Girim!
Aku punya paket untukmu.
Dari Yeojin
Aku memenangkan penghargaan sebagai New Writer disini.
Kata pengantar yang tak pernah diposting.
Jadilah rapi.
Kerja bagus untuk menyelesaikan testnya.
Setelah bersih-bersih, tulislah renunganmu, ini tanpa pengwasan.
Tidak ada yang pergi, oke?
Ya.
Lebih baik memiliki supervisor.
Kenapa aku merasa tak enak sekali hanya mengambil pulpen yang kujatuhkan?
Apa menurutmu begitu?
Apa yang harus kita lakukan?
Karaoke?
Ayo lakukan apapun yang kau ingin lakukan.
Aku mendengarnya di depan ruang guru.
Ada Guru tamu kesastraan yang akan datang minggu depan.
Benarkah?
Aku tak mengharapkan yang lainnya. Single, tinggi lebih dari 170.
Aku dapat banyak uang saku hari ini. Katakan padaku apa yang ingin kau lakukan.
Ini dia!
Mereka bilang kelas 3 di SMA tidak ada liburan musim panasnya.
Tapi aku ingin mengistirahatkan hatiku.
Temanku sudah jadi penjaga malamku selama ujian ini.
Pendengar kami ingin mengucapkan terimakasih pada Kim Girim dan merequest lagu.
"Into the Summer" dari Deux.
Ini hebat.
Bukankah seharusnya kau ada sesi peninjauan sekarang?
Masalahnya adalah...
Apakah kau seorang siswi miskin yang sekolahnya sudah menyerah,
atau orang jenius yang diakui oleh kepala sekolah?
Kau tidak terlihat seperti siswa miskin.
Nanti.
Ngomong-ngomong, kau siapa?
Guru sastra (tamu), Baek Jonghak.
Kau?
Kim Girim, Aku kelas 3.
Kalau begitu tidurlah.
Aku tau siapa kau sekarang. Aku tidak akan menganggu.
Tidak apa-apa, Aku sudah bangun sekarang.
Apa kau berencana tinggal disini lebih lama?
Kenapa?
Aku punya kunci ruangan ini.
Aku ketua klub sastra.
Apa itu artinya kau akan pergi kalau aku pergi.
Apa itu ancaman?
Kau pintar.
Kalian semua mengeluh karena kami tidak punya guru pria yang single.
Ini hari keberuntungan kalian.
Kuperkenalkan dia.
Ia belajar sastra di Seoul dan akan mengajar kalian selama istirahat.
Dia menang award sebagai penulis.
Dia sangat bertalenta.
Halo, Aku Baek Jonghak.
- Aku akan pergi untuknya. - Kau baru sekali bertemu dengannya.
Itu lebih intim daripada pergi ke 100 kencan.
Dia debut sebagai penulis. Bukankah itu hebat?
Tapi 2 bulan itu sangat pendek.
Apa, kau sudah selesai makan?
Aku merasa tidak ingin makan.
Benar, sangat aneh rasanya makan disaat seperti ini.
Ayo, turun.
Baiklah.
Girim, Ku dengar kau adalah guru pribadi Yeojin akhir-akhir ini.
Kenapa? Kau ingin bergabung dengannya?
Kau akan masuk universitas dengan menulis esai.
Jangan belajar dan turunkan sisa nilai kami.
Jeongmi, apa itu dalam sebulan?
- Kau sensitif sekali. - Aku cuma khawatir.
Belajar tidak sesuai dengan Yeojin. Aku tidak mau dia berlebihan.
Jeongmi, berikan padaku pemantiknya!
Pastikan kau ambil puntungnya.
Jangan mengkhawatirkannya.
Tidak akan.
Yeojin!
Aku harus menemuimu. Datang ke ruang guru.
Apa kau benar-benar lugu?
Aku tidak menyontek.
Lalu, apa yang kau keluarkan dari tasmu?
Itu...
Coretan.
Apa kau tau peraturannya?
Kenapa bersikap mencurigakan?
Aku tau kau bukan tipe penyontek.
Tetapi banyak siswa menulis tentang hal itu dalam tanggapan mereka.
- Lihat ini. - Ya.
Apa kau mau datang mencari udara segar?
Kenapa cuma nonton film pergi ke Seoul?
Mereka tidak menayangkannya disini.
Film apa?
Film itu menang di Oscar. Pasti bagus.
Kali ini pergilah sendiri.
Aku sibuk mencoba menulis untuk registrasi masuk sastra.
Oke.
Apa kau datang ke Seoul untuk menonton film?
Halo.
Apa kau akan langsung pulang?
Ya.
Kalau begitu sama.
Dia adik kelasku di sekolah.
Kalau begitu aku pergi.
Kebetulan sekali lagi!
Boleh aku duduk?
Mendaftar untuk tulisan kreatif, kan?
Ya.
Apa kau ingin menanyakan sesuatu padaku?
Apa kau punya pacar?
Tidak.
Kau memakai cincin, jadi kupikir...
Tidak tertarik dengan pria?
Tidak.
Kau harus berhati-hati untuk orang-orang di universitas.
Kau punya pesona yang aneh.
Ku rasa kau tidak menyadarinya.
Apa kau lapar?
Aku akan membelikanmu makan malam.
- Apa yang kau suka? - Aku tidak apa-apa.
Taksi!
Apa kau tinggal disini?
- Ya, kau... - Kim Girim.
Benar, Girim.
Kau tinggal disekitar sini?
Bukan rumahku... Aku mengunujungi seorang kerabat.
Oh..begitu.
Apa kau sudah makan malam?
Belum.
Kalau begitu mau ayam?
Kenapa?
Tidak.
Jangan bilang siapapun kau disini.
Tentu saja tidak akan, gadis lain akan membunuhku jika mereka tau.
Kau sangat populer di sekolah.
Suatu kehormatan.
Dia mnegantarku ke pemberhentian bis. Jantungku berdebar.
Girim.
Bagaimana kalau peringkatmu turun?
Jangan khawatir tentang itu. Apa kau tidak percaya padaku?
Aku tau, tapi tetap...
Kau naif sekali.
Kau menyebutku naif?
Jangan khawatir. Aku yakinkan kau tidak perlu khawatir.
Aku tutup telponnya.
Kau punya pesona yang aneh.
Fitnes? Apa kita benar-benar harus melakukan ini?
Tunggu sebentar lagi.
Kenapa?
Aku akan segera pingsan.
Apa?
Hei!
Hei, Park Yeojin!
Yeojin!
Terimakasih.
Aku bisa memotong kelas hari ini, terima kasih.
Girim.
Ya?
Aku pingsan dengan sengaja sebelumnya.
Apa?
Aku memakai dua korset ketat untuk membuatku pingsan.
Kenapa?
Aku ingin pergi kemanapun denganmu hari ini.
Wow, bagus disini!
Aku tidak tahu aku bisa datang kesini, tapi terimakasih...
Semua orang yang kau cintai berkumpul di sini.
Kami semua merayakan hari ini untukmu.
Hei, Yeojin...
Aku yakin kau bahkan lupa dengan ulang tahunmu sendiri.
Kami seharusnya datang ke sini setiap tahun.
Aku tau.
Aku tidak punya sup rumput laut hari ini.
Bagaimana kau bisa melupakan ulang tahunmu sendiri?
Ini kalender china, jadi itu akan berubah setiap tahunnya.
Tidak ada yang melacak juga.
Tapi aku bahagia karena kau merayakan ulangtahunku bersamaku setiap tahun.
Setelah liburan, kami akan mendaftar untuk masuk universitas dan mengiktui ujian.
Hanya memikirkannya saja aku senang. Kau juga, kan?
Kurasa mungkin aku sedikit sedih.
Mengenai apa?
Aku tidak tau.
Kita harus ucapakan selamat tinggal saat kita kuliah.
Kita berdua bisa pergi ke Seoul.
Jika tidak, kita bisa ketemuan disini selama liburan.
Benar! Kita janji untuk datang kesini setiap musim panas.
Ya.
Aku berharap setiap hari seperti hari ini.
Kau kelihatan sangat cantik di foto.
Bukankah wajahku terlihat sangat besar?
Tidak sama sekali.
Kau hanya mengatakan itu..
Aku jadi gemuk sekarang ini tahun terakhir kita.
Ingin buah atau teh?
Tidak, kemejaku akan robek kalau aku makan lagi.
Ini sangat kecil sekarang, terasa seperti baju bayi.
Apa kau tidak punya kemeja cadangan?
Aku dapat 2 saat kita mulai sekolah, Kupikir aku tidak akan gemuk.
Kalau begitu aku senang.
Cobalah.
Aku membeli yang baru, ini terlalu besar. Aku mau menukarnya.
Lupakan.
Anggap saja itu sebagai kado ulang tahun.
Lagu ulang tahun dan makanan... Kau terlalu banyak memberikanku hadiah.
Itu bagus mendapat banyak hadiah.
Itu benar.
Yeojin, apa kau tidak marah karena memberikan barang-barangmu?
Aku sangat tak enak karena itu.
Mungkin karena aku miskin.
Aku hanya murah hati ketika itu untukmu.
Jangan berbuat sepanjang waktu.
Bisa kau cerita?
- Tidurlah. - Kau bilang ayahmu akan datang.
Dia akan telat pulang dan pergi pagi-pagi sekali.
Kau tidak akan bertemu dengannya. Dia tidak akan mengatakan apa-apa.
Itu bukan alasan kenapa aku tidur dirumah hari ini.
Mau aku ikut bersamamu?
Hentikan.
Ayahmu akan marah padamu.
Aku mau memikirkan soal ulang tahunku sendiri.
Masuklah.
Setelah kau pergi..
Baiklah, kalau begitu aku pergi.
Girim.
Pria itu.
Apa menurutmu dia orang yang baik?
Siapa?
Guru sastra.
Apa kau khawatir dengannya?
Ini waktu penting bagi kita sekarang.
Jangan khawatir, aku beruntung saat ada teman.
Itu alasannya aku bertemu denganmu. Aku yakin dia orang yang baik juga.
Kau harus mendukungnya.
Masuklah.
- Aku pergi. - Oke.
Biarkan saja berlalu, Jongmi.
Kalian semua berada di kelas 3.
Kenapa mengumpulkan tanggapan segalau kalau kau hanya akan membiarkannya pergi?
Menurutku dia tidak menyontek. Dia bilang itu coretan.
Kita semua tau kalau Yeojin suka menulis.
Anda mempercayainya, tapi aku tidak.
Itu tidak benar.
Lalu apa?
Mengingat keadaannya, Menurutku dia tidak menyontek.
Girim sangat marah.
Dia bilang Yeojin belajar dengannya dan itu tidak akan pernah terjadi.
Aku mengerti, jadi Girim.
Girim berkata begitu, jadi anda tidak mempercayaiku.
Jongmi, Ku dengar kau sering di atas atap.
Apa kau mengatakan padanya soal yang di atap?
Apa maksudmu?
Gimana bisa kau menatapku dengan wajah lugu begitu?
Apa kau tau kalau aku menulis tentangmu dalam tanggapanku itu?
Aku tau tentang itu.
Kau jagonya dalam berpura-pura kalau kau tidak mengetahui apa-apa.
Ini semua yang ingin kau katakan?
Kau tahu aku ingin masuk ke Universitas Pendidikan.
Kau mengetahui itu dan kau berbohong.
Aku tidak mengerti apa maksudmu.
Aku pergi.
Tunggu dan lihat saja.
Kita lihat seberapa lama Girim bisa melindungimu.
Cukup nakal untuk pekerjaan pertamanya, tapi bagus.
Baca itu nanti.
Aku pikir dia tidak akan datang. Bisakah minta di sekolah saja?
Kita sudah menunggu lama. Ayolah tunggu sampai jam 12.
- Jika aku pergi duluan... - Guru Baek!
Apa kau di rumah seorang kerabat lagi?
Tidak, aku akan menunggumu.
Benarkah? Kalau begitu masuklah.
Tidak, Aku ingin tanda tanganmu.
Wow, Ini...
- Bagaimana kau mendapatkan ini? - Itu tidak mudah.
Aku merasa sangat malu.
Aku menulis ini ketika aku belum dewasa.
Itu menyenangkan.
Aku senang.
Apakah kau menungguku hanya untuk tanda tangan ini?
Mengapa tidak minta padaku di sekolah?
Akan jadi masalah kalau aku melakukan itu.
Ayo, sudah malam. Akan ku antar kau pulang.
Tidak apa-apa, Yeojin disini bersamaku.
Apa kau tinggal berdekatan?
Ya, kurasa kau bisa bilang begitu.
Yeojin, apa kau baik-baik saja?
Ya.
Ayo, Girim.
Oke.
- Sampai jumpa di hari senin. - Baik.
Hati-hati dijalan.
Kau berada di tahun terkahirmu. Jadi kau tidak punya banyak waktu.
Kau berada di klub sastra. Kau harus menulisnya di buku tahunan.
Siapa yang berpikir kalau itu terlalu banyak kerjaan?
Tentu saja kita harus menulisnya.
Apa kalian semua setuju?
Ya.
Oke semua, tulis sebagian mulai minggu depan.
Kita akan memilih satu bersama-sama dari sana.
Kau tidak perlu melakukannya jika kau tidak mau.
Ini pilihanmu.
Ku pikir rokok akan berguna sekarang.
Aku tidak bisa berpikir apapun untuk menulis.
Aku harus memohon padanya.
- Tulis apa saja. - Apa kau punya ide?
Aku tidak mau menulis.
Apa?
Dia bilang itu terserah kita.
Yeojin.
Ya?
Apa kau bisa membantuku? Tuliskan untukku.
Tidak.
Tidak?
Yeojin, kapan aku meminta bantuanmu?
Bukannya aku tidak mau...
Dia penulis novel.
Dia akan menyukai gadis yang menulis dengan baik dan sesitif.
Menurutmu begitu?
Yeojin.
Kau juga suka menulis. Kau juga bagus dalam menulis.
Aku suka dan aku pandai dalam hal itu, tapi kau lebih baik lagi.
Yeojin, jangan membuatnya terlalu bagus. Yang lain akan curiga.
Apa dia akan menunggu untukku?
Aku hanya punya satu tahun tersisa. Dia bisa menunggu selama itu, kan?
Ku harap aku bisa menciumnya sebelum itu.
Seperti apa rasanya ya?
Yeojin!
Mau latihan?
Latihan apa?
Ciuman.
Tidak.
Kenapa tidak?
Karena aku bukan pria?
Apa kau tidak mau ciuman pertamamu denganku?
Hei, mau kemana?
Kamar mandi.
Apa aku berlebihan?
Siapa yang menulis ini?
Semua orang bilang Girim yang terbaik. Ayo putuskan yang satu ini.
Itu tidak sedalam yang aku harapkan, tapi kau melakukannya dengan baik.
Maaf, tapi sudah waktunya kembali ke pelajaran biasamu.
Yeojin, boleh aku menemuimu sebentar?
Kau menulis bagian Girim, kan?
Tidak.
Benarkah?
Ya.
Aku membaca pekerjaanmu dari awal, tahun kedua di majalah sekolah.
Lalu?
Ini gaya tulisanmu.
Tulisan kita bisa saja sama.
Kau menyukai Girim, bukan?
Sangat.
Apa aku salah?
Lebih dari suka, bukan?
Dia tidak tau, kan?
Sudah kubilang, dia bicara denganku karena aku tidak menulis apapun.
Bagus, itu rahasia kita. Sampai mati.
Tidak, kau boleh memberitahunya setelah kami menikah dan punya dua anak.
Aku pergi keluar.
Jika guru mencariku, katakan padanya aku sakit perut.
Wajahku terlihat di cermin tua berkarat.
Royalti apa yang dimiliki artefak ini?
Biarkan aku mempersingkat penyesalanku dengan kata-kata singkat.
Suka cita apa yang telah ku jalani selama 24 tahun terakhir ini dalam satu bulan?
Besok, lusa. Pada suatu hari yang indah.
Aku akan menulis beberapa kata penyesalan lagi.
Kenapa aku membuat pengakuan yang memalukan di usia mudaku?
Girim.
- Ini. - Terimakasih.
Nilamu turun.
Apa rumor itu benar?
Rumor apa?
Kau menyukai Guru Baek.
Ku dengar, bahkan kau pergi ke rumahnya.
Itu omong kosong.
Aku tau, aku mempercayaimu.
Tetap...
Apa yang harus nilaiku lakukan dengan perasaanku terhadap seseorang?
Aku tidak merasa baik di hari kita mengikuti ujian.
Aku tahu, itu terjadi.
Tapi kita semua punya harapa yang tinggi terhadapamu.
Aku tahu, aku akan masuk ke universitas ternama.
Apa kau memberitahunya kalau aku pergi ke rumah Guru Baek?
Bukan aku.
Bagaimana kau bisa berpikir itu aku?
Kau satu-satunya yang tau, satu-satunya.
Aku bertemu denganmu lagi.
Ku rasa pusat kota sangat kecil.
Aku menelpon ke rumahmu. Mereka bilang kau pergi ke pusat kota.
Hari ini sangat panas.
Hei, aku akan menelponmu nanti.
Kau tau, kan?
Tentang apa?
Aku tertarik padamu?
Kau suka film, kan?
Aku akan membawamu langsung ke bioskop.
Tapi mungkin ini pertama kalinya kau menonton dilm dengan seorang pria.
Jawab telponku mulai sekarang, kalau kau mau menjaga Girim.
Dia pintar, tapi sangat naif.
Beritahu orang tuamu, aku mengajarimu menulis esai saat kita bertemu.
Siapa?
Siapa?
Ini aku.
Tunggu.
Aku merasa tak enak saat aku melihatmu memakai rok kuno.
Pastikan kau terlihat cantik di dalamnya.
Hei!
Park Yeojin!
Aku sangat bodoh dalam cinta.
Aku tidak tahu apa yang terjadi padaku. Lupakan apa yang ku katakan kemarin.
Aku memakainya setiap hari sampai usang.
Dia terlihat sangat baik, bahkan dari belakang sekalipun.
Tidak mungkin.
Kau berbohong.
Mau rokok?
Jika kau melihat kesalahan, Mungkin akhirnya aku akan membunuhmu.
Aku tahu betapa menakutkannya dirimu.
Aku melihat mereka, saat mereka masuk dan kembali.
Ku kira pria itu penting.
Sudah berapa lama kau dan Yeojin jadi sahabat?
Aku tahu dia akan melakukan hal seperti ini.
Dia sepertinya tipe orang yang begitu.
Ada apa dengan rambutmu?
Aku mendengar sesuatu yang lucu sekarang. Itu tidak benar, kan?
Jangan duduk di sana. Jawab aku.
Katakan itu tidak benar.
Yeojin... tidak bisakah kau lihat semua orang membicarakanmu?
Girim.
Katakan padaku itu tidak benar!
Yeojin, kau...
Apa kau menyuruhku untuk mempercayai itu?
Bagaimana bisa aku mempercayaimu?!
Girim.
Pergi!
Kau sangat palsu dan kotor.
Jalang kotor itu.
Jalang kotor itu.
Kim Girim.
Kau berpakaian sangat rapi, sekarang kau kembali ke sekolah lama kita.
Girim, apa kau tau?
Jangan kaget.
Aku ingin memberitahumu saat kau menelpon.
Kau bilang kau akan datang, jadi aku mau bicara langsung padamu.
Bilang apa?
Pakaian itu...
Aku memakainya untuk pergi ke pemakaman Yeojin.
Pemakaman Yeojin?
Apa ayahnya meninggal?
Bukan ayahnya, Yeojin.
Yeojin meninggal.
Apa?
Awalnya aku juga tidak percaya.
Tidak mungkin.
Aku bertemu Yeojin belum lama ini.
Itu terjadi 2 hari yang lalu.
Setelah dia pergi ke pusat kota.
Dia berhenti sekolah, pergi ke rumah bibinya di Seoul untuk kuliah.
Dia pulang ke rumah dari waktu ke waktu.
Tapi dia tidak pernah datang menemui kita.
Aku hanya bicara padanya baru-baru ini.
Aku dengar ia memenangkan award penulis baru.
Dia ada di lingkungan itu. Aku bermaksud untuk bertemu dengannya.
Aku mengerti...
Girim.
Bahkan jika kita tak saling bertemu, Aku akan menemukanmu.
Terowongan itu snagat panjang...
Jika aku menghilang untuk waktu yang lama, tapi disana aku mulai melihat akhirnya.
Ku rasa aku tidak bisa keluar dari sana sendirian.
Aku ingin memintamu untuk memujiku ketika kita bertemu.
Aku ingin kau mengatakan bahwa aku telah melakukan sesuatu dengan baik sendirian..
Park Yeojin, kau melakukannya dengan baik.
Kau melakukannya dengan baik sendirian.
Brengsek busuk.
Masalahnya apa?
Aku punya teman yang sangat cantik.
Dia tampak baik dari belakang, seperti orang lain.
Aku mengkhianatinya, aku melarikan diri sendiri.
Dari musim panas yang sulit...
Girim.
Apa yang sedang kau pikirkan?
Kita akan jadi kelas 3 tahun depan.
Aku ingin bangun dari sini dan menemukan bahwa satu tahun telah berlalu.
Tidak, sekitar 10 tahun.
Kau?
Apa?
Kau mau jadi apa 10 tahun nanti?
Aku?
Bagaimana denganmu?
Aku bertanya duluan padamu. Penulis?
Aku tidak tahu...
Hanya orang dewasa, 28 tahun.
Pada akhirnya kau akan menjadi orang dewasa bahkan tanpa harus berusaha.
Tidak, aku bisa mengalami serangan jantung sebelum itu.
Atau melewati usia 2-an dan menua.
Kau hanya mencoba bilang kalau kau ingin menjadi penulis.
Tidak.
Kau berlebihan. Malah kau, kan?
Tidak.
- Tidak? - Tidak.
- Jawab aku! - Oke, kau benar.
Baek Jin Hee sebagai Park Yeojin
Min Ji sebagai Kim Girim
Lee Dong Gyu sebagai Baek Jonghak
= Alih Bahasa : @DSUBSIN =
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.