Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
-=SULTAN KHILAF=-
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
Tidak!
Kenapa kau tampak seperti itu?
Kau tak tidur lelap?
Ataukah...
...kau tak sehat?
Tidak, aku tak apa–apa.
– Apa ini untukku? – Tidak, ini milikku.
Kuolah tiap tetesnya dengan saksama...
...agar aku bisa menikmati kopiku.
Berhenti bercanda.
Minumlah dan sadarlah.
Pasien takkan senang melihat dokter yang sakit
Aku benar–benar boleh meminumnya?
Kuminum, ya? Sungguh, akan kuminum.
Ini enak.
Kau pergi bekerja sekarang?
– Apa kau pulang cepat hari ini? – Tidak.
– Kau tak tahu hari apa ini? – Aku tahu.
Karena itulah aku akan terlambat.
– Se–ra – Lepaskan aku!
Hari apa ini?
Hari ini berjalan lancar.
– Kerja bagus, Nn. Joo. – Terima kasih.
– Berhati–hatilah saat pulang. – Kau sudah bekerja keras.
"Joo In–a"
– Nona Joo? – Dokter Cha.
Apa kau pulang dengan selamat hari itu? Aku lupa bertanya.
Kau bertanya kepadaku terlalu awal.
Maaf. Sebagai gantinya, kutraktir makan malam hari ini.
Alih–alih makan, mari minum hari ini.
Gantilah pakaianmu, aku akan menunggu di restoran.
Baik.
"Se–ra"
Nomor yang Anda hubungi tidak aktif...
Aku akan pergi. Aku takkan pulang larut.
Kau tak perlu selalu melapor kepadaku.
Ya.
Maaf.
Kau tak perlu memberiku tumpangan.
Kita hanya pergi ke arah yang sama.
Sudah kubilang ada yang harus kulakukan di sana.
Tentu.
Terima kasih sudah memberiku tumpangan ke sana.
Tunggu, sudah kubilang aku bukan memberimu tumpangan.
Jika kau terus mengatakannya, kau bisa turun saja.
Baik.
Aku mengerti.
Di Paju bagian mana? Masukkan alamatnya.
"Se–ra"
Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi.
Silakan hubungi lagi nanti.
Ada apa? Kau tampak berbeda hari ini.
Sebenarnya, aku suka tempat seperti ini.
– Apakah aneh? – Tidak, aku suka yang begini.
Kau sudah minum banyak sendirian.
Mari minum bersama semalaman.
Namun, apa itu?
Benar. Ini untukmu, Se–ra.
Apa ini?
Bukankah itu milikmu, Se–ra?
Mi–yoon memilikinya.
Dia bilang kau membuangnya ke kotak daur ulang,...
...tapi kau bahkan memperebutkan tas itu dengan dr. Joo.
Jadi, kuambil itu dari Mi–yoon untukmu.
Dokter Cha.
Kau lebih menakutkan daripada dugaanku.
Aku kalah darimu.
Apa yang kau ketahui?
Apa yang ingin kau ketahui dariku?
Yang sebenarnya.
Lebih menyenangkan untuk mengungkapnya satu per satu.
Namun, aku lelah dengan permainan detektif.
Aku penasaran apa kau bisa bercerita saja kepadaku.
Kekasih Han–sung...
Itu kau, 'kan?
Bukan.
Kau ingin tahu yang sebenarnya?
Dia berkencan dulu dengan In–a, tapi kucuri dia darinya.
In–a menyukainya sejak SMA, tapi Han–sung menyukaiku.
Semua pria sama saja.
Dia menyukaiku hanya setelah melirik sekali.
Kenapa kau melakukannya? Apa salah dr. Joo?
Salah?
Joo In–a...
Dia mengambil segalanya dariku!
– Se–ra – Ibu!
– Tak apa–apa, masuklah. – Ayo, masuk.
Ini In–a, dia akan menjadi kakakmu mulai hari ini.
Dia akan menjadi kakakmu.
– Hai, In–a. – Hai.
– Dia hebat, 'kan? – Joo In–a!
Dia cantik dan pintar.
– Kerja bagus! – Kerja bagus.
– In–a. – Cantiknya.
Dia berpura–pura baik, pintar, seolah dia putri kandungnya!
Seperti itulah caranya mengambil segalanya dariku.
Apa salahnya mengambil beberapa pria darinya?
Se–ra...
Kau ingin tahu apa yang lebih menarik?
Karena itu juga aku mendekatimu. Bukan karena kau cakap.
Itu karena aku tahu kau menyukai In–ah.
Beri tahu saja dr. Han atau In–a jika kau mau.
Aku tak takut.
Maaf.
Aku berusaha datang dengan Se–ra tahun ini,...
...tapi tak bisa.
Kami akan datang bersama tahun depan.
Aku berjanji.
Aku merindukan kalian.
Jalang!
Aduh!
"Jalang"? Kau ingin dipukuli oleh wanita jalang?
Apa kau memang ingin tahu?
– Kau memang gila. – Kau bilang apa? Kemari!
Aku hanya mengira kalian tak akur,...
...tapi aku tak tahu kalian bukan saudari kandung.
Aku memahami alasan Se–ra membenciku.
Kini aku paham alasannya bersikap seperti itu.
Namun, aku tak memahaminya saat itu.
Meski aku tahu, tak ada yang bisa kulakukan.
Setelah pindah dari rumah ke rumah,...
...aku selalu cemas akan diusir lagi.
Aku harus bertahan bagaimanapun caranya.
Tak ada lagi yang bisa kulakukan selain menyerah dan giat belajar.
Lalu bagaimana dengan orang tua kandungmu?
Entahlah.
Aku berusia empat atau lima tahun...
...saat mereka meninggalkanku di rumah sepupu mereka.
Tak apa–apa. Kini, aku punya keluarga.
Aku punya orang tua angkat yang menyayangiku...
...dan ada Se–ra, si pembuat masalah.
Dia mau kami tinggal terpisah, tapi aku tak bisa melakukannya.
Meski dia kejam kepadaku, hanya dia keluargaku yang tersisa.
Aku berjanji akan selalu melindungi Se–ra.
Karena itulah aku mempertaruhkan segalanya untuk rumah kami.
Itu rumah yang diberikan oleh orang tua kami.
Hanya itu caraku bisa bersama dengan Se–ra.
Jadi, soal 200 juta itu,...
...bisakah kau menunda periode pembayarannya?
– Dokter Han. – Ada apa denganmu?
Apa itu yang sebenarnya ingin kau katakan?
Kau pikir aku akan tertipu oleh kisah murahanmu?
Bukankah kau tersentuh oleh ucapanku?
– Ekspresimu berkata begitu. – Ada apa dengan wajahku?
Apa yang salah dengan wajahku?
– Berhentilah selalu tersenyum. – Apa?
Ada apa dengan kemacetan ini?
Tak ada kemacetan...
Di mataku, lalu lintasnya terhambat.
Tentu. Kau benar.
Se–ra!
Jangan menyentuhku!
Aku muak denganmu. Berhenti membuatku kesal!
Apa itu alasanmu melakukan ini di hari peringatan orang tuamu?
Orang tuamu pasti merasa sangat terluka.
Apa itu alasanmu masih berpura–pura bersikap baik?
Kau masih memerlukan pujian dari mereka?
Kau yang seharusnya berhenti mengeluh!
Orang tua kita sudah tak ada.
Jadi, pikirmu aku mengeluh?
Ya. Kau sama sekali tak berubah selama 10 tahun.
Memang salahku kau tak masuk universitas yang kau inginkan.
Memang salahku kau tak bisa menjadi pembaca berita.
Bahkan utang yang timbul adalah salahku.
Aku tak peduli jika kau membenciku,...
...tapi berhentilah menyia–nyiakan hidupku karena aku!
Kau menyisakan satu hal.
Mereka meninggal...
Mereka meninggal karena kau.
Ibu dan ayahku!
Kau membunuh mereka!
– Kerja bagus. – Aku pulang.
Se–ra! In–a lulus ujian Sekolah Kedokteran Hankook.
Mereka mengumumkannya hari ini.
Aku akan menjadi dokter yang baik seperti Ibu dan Ayah.
Aku akan melakukan yang terbaik.
– Mari makan keluar hari ini. – Mari?
Tentu, mari pergi bersama.
– Kutraktir! – Aku tak ikut.
Ada apa? Kau tak mau merayakan?
Se–ra, ayo ikut.
Aku tak mau! Aku tak ingin pergi!
– Kalian bisa pergi tanpaku! – Joo Se–ra!
– Ada apa... – Se–ra!
Dia tak ada di rumah temannya atau di perpustakaan.
Di mana dia?
Di mana? Baik, terima kasih.
– Ada yang melihat Se–ra. – Di mana?
Di warnet dekat sekolah. Aku tahu tempatnya.
– Ayo. – Ayo.
Kami menyesal, In–a. Seharusnya kita merayakan hari ini.
– Tak apa–apa. – Kau tahu...
...Se–ra adalah gadis baik.
Entah ada apa dengannya belakangan ini.
Dia bahkan tak mau berbicara dengan kami.
Dia akan membaik. Aku juga begitu saat puber.
Sekali bolos kelas untuk pergi ke karaoke?
Kami khawatir karena kau terlalu pendiam.
Tak baik jika terlalu menyembunyikan perasan.
Namun, aku lega Se–ra punya kakak sepertimu.
Tolong jangan tak menyukainya, tapi jagalah dia.
Marahi dia jika perlu.
Jangan khawatir.
Kami sudah melakukan yang terbaik. Maaf.
Apa yang terjadi? Apa operasinya berjalan lancar?
Se–ra...
Bagaimana ini?
– Apa yang harus kita lakukan? – Aku bertanya apa yang terjadi!
Kalian pergi makan bersama,...
...tapi kenapa hanya kau yang baik–baik saja?
Kenapa kau di sini sendirian?
Kenapa hanya kau yang hidup?
Kenapa hanya kau yang hidup?
Berhenti menangis! Jawab aku. Kenapa hanya kau yang hidup?
Apa yang terjadi?
Aku harus bagaimana?
Se–ra tak tahu...
...bahwa kecelakaannya terjadi saat kami mencarinya.
Aku tak memberitahunya saat itu.
Kemudian...
Kupikir lebih baik untuk tak memberitahunya.
Dia akan terpukul jika mendengar yang sebenarnya.
Dia masih memercayai bahwa kecelakaan itu karena kau?
Apa itu masuk akal?
Kau tinggal bersamanya meski ada kesalahpahaman yang konyol itu?
Lebih mudah menyalahkan orang...
...daripada membenci diri sendiri.
Apa Nn. Joo di rumah?
Dia pulang sambil mabuk...
– ...dan bertengkar dengan dr. Joo – Kenapa?
Kenapa kau menanyakan itu kepadaku?
Aku tak bisa berbicara sekarang, jadi, teleponlah aku besok.
Tidak, ada sesuatu yang ingin kukatakan kepadamu.
Apa?
Akan kuberi tahu saat kita bertemu.
Kau akan datang ke operasi Min–gi besok?
Ya. Ada apa?
– Apa ini soal Min–gi? – Bukan. Mari berbicara besok.
Aku penasaran...
...akan seperti apa wajahnya saat mendengar ini.
Aku sungguh tak tahu apa yang terjadi.
Mustahil. Ini tak masuk akal.
Mustahil!
Apa kau mengambil ponsel Han–sung dari Min–gi?
– Kenapa kau tak bilang kepadaku? – Dia memberitahumu?
Aku hendak memberitahumu setelah memperbaikinya.
Lalu?
Apa kau sudah memperbaikinya?
Jika benar, apa yang akan kau lakukan?
Apa?
Bagaimana jika dr. Joo memang kekasih Han–sung?
Atau jika kau salah paham.
Apa yang akan kau lakukan?
Berikan kepadaku. Aku harus melihatnya sendiri.
Sebenarnya tak ada apa pun. Aku tak bisa memperbaikinya.
Kau...
Kenapa kau membuatku takut?
Kau tak tampak kecewa. Kau tampak lega.
Apa yang kau bicarakan?
Jadi, apa yang ingin kau katakan kepadaku?
Ada apa?
Ini bukan hal serius. Ini hanya tentang operasi Min–gi.
Aku ingin kau melihat hasil tes pagi ini.
Dokter Cha melakukan bedah invasif minimal?
Ya, hari ini. Sejak kembali, Ini kali pertama untuknya.
Namun, dia berhasil beberapa kali di Amerika.
Dokter Cha bersikeras untuk bedah invasif minimal.
Luar biasa bisa melakukan operasi itu saat seusianya.
Kau harus bangga.
Benarkah? Kemampuannya sudah setinggi itu?
Panggilkan aku Ketua Tim Humas.
– Ketua Tim Humas? – Kesempatan jarang datang.
Dokter paling muda di Korea...
...akan melakukan bedah invasif minimal.
Bukankah itu terdengar bagus?
Jelas, itu memang terdengar bagus!
Perlu kita juga memanggil reporter?
"Operasi Sedang Berlangsung"
– Apa ada masalah? – Ada apa ini?
Opeasi hari ini akan menjadi topik utama humas bulan depan.
Fokus saja pada operasinya.
– Keluarkan orang–orang ini. – Apa?
– Abaikan saja mereka. – Itu menggangguku!
Jadi, kau tak punya kepercayaan diri?
Pisau bedah.
Pembuka.
Gergaji.
Penjepit.
Rongeur.
Metzen.
Dia melakukan kerja bagus meski dengan semua perhatian ini.
Mari kita tunggu dulu.
Dokter, otaknya terlalu membengkak.
Tanda vitalnya menurun!
–Mannitol, cepat! – Ya, Dokter.
Bipolar.
Apa yang kau lakukan?
– Apa yang kau lakukan? – Maaf, Dokter.
Ukuran tumor lebih besar daripada dugaan.
Tekanan di dalam otak pasti besar. Operasi ini harus dihentikan.
Dokter Cha mengendalikannya.
Ini bukan sesuatu yang bisa dikendalikan!
Jika dia melanjutkan, saraf dan pembuluh darah akan rusak.
Itu fatal bagi dr. Cha dan pasien.
Cha Jae–hwan! Sadarlah!
Cha Jae–hwan! Bagaimana bisa kau membuat kesalahan ini?
Apa yang kau pikirkan?
Berhentilah jika kau akan membuat kesalahan seperti ini.
Dokter!
Tanda vital masih menurun!
Singkirkan zalir serebrospinal.
– Penyedot. – Ya, Dokter.
Hentikan operasinya!
Aku bisa melakukan ini.
– Tutup saja! – Aku bisa melakukannya!
"Ruangan Operasi"
Bagaimana?
Apa ada masalah?
– Mari berbicara nanti. – Aku bertanya, bagaimana?
Aku tak bisa menyelesaikan operasi.
Aku dipaksa keluar di tengah prosesnya.
Apa?
Otaknya mendorong keluar setelah tengkorak dibuka.
Aku seharusnya mengangkat cerebral edema,...
...tapi aku tak bisa mendapat pandangan yang jelas.
Aku berusaha melanjutkan,...
...tapi ayahku menghentikanku. Dia takut aku akan gagal.
Aku tak memercayai yang kau katakan.
Jika kau memulai dengan yakin, kau seharusnya menyelesaikannya!
Sudah kuduga.
Aku tahu tindakan sembronomu akan gagal.
Sudah kubilang kau harus melakukan kraniotomi!
Maksudmu aku tak cukup baik?
Jika kau bisa berhasil,...
...kau akan melanjutkan meski apa pun yang terjadi.
Bagus bahwa kau tak melakukan kesalahan apa pun.
Kau pikir kau pantas mengatakan itu?
Kau gagal dalam operasi yang semua orang melarang...
...untuk lakukan dan kau selalu menyalahkan orang lain.
Kau yang kabur saat operasi.
Apa aku seperti kau hari ini?
Kini aku tahu seperti apa aku dulu.
Aku menyedihkan.
Maaf.
Aku tak bermaksud mendengarnya. Aku hanya mengkhawatirkanmu.
Kau tak apa–apa?
Kuberi tahu reporter agar tak menyinggung...
– ...soal hari ini. – Ini hanya masalah waktu.
Jika pasien mengajukan banding...
Maaf. Seharusnya aku memeriksa dengan lebih cermat.
Akan kulakukan lagi operasinya,...
...tapi reporter dan tim humas tak boleh hadir.
– Itu termasuk kau, Direktur. – Bagaimana aku bisa memercayaimu?
Kirim pasien itu ke rumah sakit lain.
Ayah!
Kau tahu bahwa sulit untuk mengirim pasien...
...setelah dia berada di ruang operasi.
Keadaan bisa memburuk jika ada masalah.
Akan kulakukan.
Tidak, aku yang akan melakukannya.
Jangan mengatakan apa pun dan mundurlah.
Tidak, aku tak mau kau mengoperasiku.
Aku tak bisa memercayai siapa pun lagi di rumah sakit ini.
Tapi akan sulit untuk menemukan rumah sakit lain.
Lebih baik melakukan operasi ulang di rumah sakit kami.
Seung–joo?
Kau bisa melakukan operasi untukku.
Kudengar kau yang terbaik.
Kau bisa mengoperasiku di rumah sakit mana pun.
Tidak, aku...
Aku tak bisa melakukannya. Aku tak bekerja lagi di sini.
Apa masalahnya?
Akan kulakukan di sini jika dr. Han yang melakukannya.
Aku takkan menuntut jika ada masalah.
Itu bisa?
"Dokter Seung–joo"
Seperti apa rasanya kembali?
Sulit untuk menyesuaikan diri setelah tiga bulan.
Bahkan jas dokter ini canggung bagiku.
Kau baik–baik saja. Kudengar kau memberi konsultasi...
...kepada setiap pasien 30 menit seperti sebelumnya.
Ini bukan klinik lokal.
Dokter Joo didukung Wakil Direktur.
Kau tak perlu memikirkannya.
Itu bukan Wakil Direktur, tapi dr. Cha.
Tapi soal dr. Cha...
Kudengar dia berbuat salah dalam operasinya.
Dia bukan hanya berbuat kesalahan, bukan hanya itu.
Seluruh bagian bedah saraf dalam masalah.
Ada apa di sini?
Dipermalukan di depan semua reporter?
Apa kau tak penasaran?
Sialan!
Cepat beri tahu dia atau dia akan menusuk lehermu!
Maka kau harus mengurusku sepanjang sisa hidupku.
Di sini...
– Dasar kau... – Tidak!
Pasien bilang hanya akan menerima operasi dari dr. Han.
Bagaimana dengan dr. Han? Dia bilang apa?
Dia menolaknya.
Bagaimana bisa dia bersikap kasar kepada orang yang dikenalnya?
Apa rumornya benar?
Apa dia tak melakukan operasi itu karena dia tak mau?
Pisau bedah.
Pembuka.
Gergaji.
Double–end.
Punch.
Penjepit.
Metzen.
–Perdarahan, Dokter. –Tekanan darah berkurang!
Penyedot.Bipolar.
Tanda vital menurun!
Avitene!
Busa gel.
Penutup!
Tidak.
Kau baik–baik saja?
– Ya. – Min–gi.
– Berhentilah keras kepala... – Aku juga sudah menyelidiki.
Soal kraniotomi yang dr. Jang katakan.
Itu tak mengangkat seluruh tumornya,...
...jadi, meski operasi berhasil,...
...itu tak bisa mencegahku menjadi buta.
Itu sama saja dengan bedah invasif minimal.
– Jika ada masalah... – Itu mungkin berhasil.
Kudengar kau ahlinya.
Aku tak mau bermain drum tanpa bisa melihat.
Kau harapan terakhirku.
Jika terjadi masalah,...
...itu bisa mencabut nyawamu, bukan matamu!
Setelah apa yang terjadi kepada Han–sung,...
...aku tak bisa juga melepaskanmu!
Tidak.
– Aku tak bisa melakukannya. – Seung–joo.
Kumohon.
Maaf.
Aku tak bisa melakukannya.
Kenapa kau pulang sangat larut? Kau tak mengangkat teleponku.
Aku mendengar soal operasinya.
– Kau akan melakukannya? – Tidak.
Kenapa? Kau bisa kembali ke rumah sakit jika berhasil.
Kudengar pasien menginginkannya dan kau mengenalnya dengan baik.
Dia bersikeras kau yang melakukan operasinya.
Apa kau akan berpura–pura tak mengenalnya?
– Benarkah? – Kenapa kau peduli?
Apa kau benar–benar takkan melakukannya?
Apa ada masalah lain?
Aku mendengar soal rumor bahwa kau kabur saat operasi...
...dan bahwa karier dr. Han berakhir.
Lalu? Apa yang ingin kau katakan?
Jadi, itu benar. Apa karena itu kau pergi ke Hwahando?
Apa yang kau pikirkan saat bertemu ayahmu?
"Apa aku harus hidup seperti ayahku?"
"Apa aku bisa hidup seperti ayahku?"
Menyangkalnya takkan mengubah apa pun.
– Kau harus mengakuinya! – Kau ingin aku melakukan apa?
Kau benar. Aku tak bisa melakukan operasinya.
Kepalaku tak bekerja seperti dulu,...
...dan aku tak bisa mengendalikan tanganku.
Aku bahkan tak bisa memegang pisau bedah.
Aku tak tahu harus bagaimana dan aku menjadi gila karena itu.
Tapi bagaimana bisa aku melakukan operasi?
Aku mungkin akan gemetar lagi seperti sebelumnya dan kabur lagi.
Ini seperti yang kau prediksi.
Kau bilang aku akan menyesalinya suatu hari...
...dan semua terwujud, kau seharusnya bahagia!
Apa itu air mata kebahagiaan?
Atau merasa kasihan kepadaku?
Bagian kepalaku bisa membunuhku kapan pun...
...dan aku bahkan tak bisa melakukan operasi.
Jadi, semua sesuai dugaanmu!
Aku tahu.
Kini aku mengerti.
Maafkan aku.
Tak ada lagi yang perlu kubicarakan denganmu.
Kau tak memberi tahu dr. Han tentangku?
Kenapa tidak?
Jangan khawatir.
– Akan kuberi tahu dia. – Tidak. Kurasa kau tak bisa.
Kau takut dr. Han akan benar–benar mencintai dr. Joo.
Dokter Han harus terus salah paham...
...agar kau bisa memenangkan hati dr. Joo. Aku benar, 'kan?
Rasanya menyenangkan...
...mengetahui bahwa kita sama.
Orang yang lebih memilih kebahagiaannya sendiri...
...di atas kebahagiaan orang lain yang mereka sayangi.
Itu adalah pujian. Bukankah itu jelas?
Aku harus bahagia agar orang lain bisa berbahagia.
Kurasa,...
...meski kita tak bisa menjadi kekasih,...
...kita bisa berteman. Apa pendapatmu?
Kenapa dia sangat mabuk? Dia sangat berat!
Tak ada yang tahu...
...seperti apa aku hidup.
Tak ada yang tahu...
Bagaimana kehidupanmu?
Dia tampaknya tak punya kekhawatiran.
Tapi dia tampak manis tiba–tiba.
– Halo, ada apa? –Kau belum tiba di rumah sakit?
Ada konferensi pada pukul 10.00.
Aku datang tepat waktu.
Pakailah ini. Ini hanya kemeja dan dasi.
Tapi ini akan lebih baik daripada yang kau kenakan.
Jangan terlihat rendah di hari seperti ini.
Bersikaplah lebih percaya diri dan tegakkan bahumu!
Aku tak bisa melakukan operasi.
Kepalaku tak bekerja seperti dulu,...
...dan aku tak bisa mengendalikan tanganku.
Semua itu terwujud, kau seharusnya bahagia!
Aku tahu.
Kini aku mengerti.
Maaf.
Dokter Han!
Aku tahu kau sudah bangun.
Temui aku di bawah dalam 30 menit.
Apa yang dikatakannya?
Tiga puluh menit.
Bagus. Mode bertarung, dimulai!
Kini kau memanfaatkanku sebagai sopirmu?
Tunggu sebentar.
Ayo pergi.
Mari memulai denganTadasana.
Lipat tanganmu.
Tarik napas.
Embuskan napas.
– Apa yang kau lakukan? – Kita harus mencoba segalanya.
Ketidakstabilan psikologis penting dalam pengobatan trauma.
– Trauma? – Ya.
Kau menderita dari trauma setelah kecelakan.
Ada apa? Kau tak apa–apa?
Kau baik–baik saja.
Bersama trauma dari operasi yang gagal.
Karena kau sudah mengakuinya,...
...kau sudah mengambil langkah pertama.
Itu menjelaskan yang semalam.
Kupikir kau takkan mengakuinya. Aku tak punya pilihan.
Aku takkan memaksamu menanggulangi trauma.
Mari kita coba saja dengan santai hari ini.
Anggap saja ini pengalaman.
Apa ini karena kau tak bisa melakukannya?
Ini tampak mudah dilakukan, tapi sebenarnya sangat sulit.
Kau mau bertaruh?
Selanjutnya adalah Virabhadrasana I.
Rentangkan lenganmu dan membungkuklah ke kanan.
Mata memandang ujung tangan kiri.
Satukan kedua tangan seperti pistol...
...dan angkatlah sambil melihat ke sisi kanan.
Tarik napas. Embuskan napas.
Tahan kaki kirimu. Angkat tinggi tanganmu.
Fokus dan seimbangkan diri ke depan.
Ke depan.
– Fokus! – Fokus.
Pak... Letakkan kekuatan pada pinggul dan pinggangmu.
Lebarkan kakimu!
Kurasa kau butuh banyak latihan. Tak apa–apa.
Akan kuperkuat tubuh bawahmu yang lemah. Kau bisa.
Tubuh bawah yang lemah?
Mari coba lagi.
Angkat tangan yang tinggi dan menunjuk ke depan.
Fokus. Letakkan kekuatan pada pinggulmu.
– Kekuatan! – Bagus!
Beri kekuatan di sana!
– Kau bisa. – Aku bisa!
– Kekuatan! – Ya!
Ini hanya pengalaman.
Berapa lama kau akan...
Tempat ini tak cocok untukmu?
Bagaimana bisa kau tak suka satu tempat pun?
Jika kau mengikuti satu langkah lagi.
– Aku takkan menerima ini. – Satu langkah lagi?
– Mari mencoba tempat lainnya. – Berhenti!
Tunggu!
Apa yang harus kita lakukan?
Sudah kubilang jangan parkir di sana!
Berapa kali kukatakan aku tak mau melakukannya?
– Mari naik taksi. – Apa kau punya uang?
Dompetku di mobil!
Aku sangat marah!
"Kartu Transportasi"
Kita beruntung punya kartu transportasi.
Kau seharusnya mengisinya.
Kau hanya punya 5.000 won.
Aku sibuk membayar utang kepada seseorang.
Aku menyuruhmu pulang lebih dulu.
Aku bisa mengambil mobilnya sendiri.
Aku tak meninggalkan orang di saat kesulitan.
Kau pikir aku akan memberimu tumpangan?
Aku tak berharap kau melakukannya. Aku akan mengambil tasku.
Selalu saja ada alasan.
-=SULTAN KHILAF=-
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
Jantungku berdebar...
...dan aku tak bisa tidur belakangan ini.
Kenapa jantungku berdebar? Hentikan!
Tetap tenang, tapi lakukanlah segalanya...
...untuk menjatuhkan musuh.
Kau bertemu siapa? Apa kau bermabuk–mabukan?
– Kenapa kau menutup matamu? – Min–gi!
– Sulit untuk menahannya. – Menurutmu aku bisa melakukannya?
Lihatlah pasien di hadapanmu.
Akan kulakukan operasi itu.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.