Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
-=SULTAN KHILAF=-
"Episode 13"
Astaga!
Tidak, tidak. Sadarlah, Seung–joo!
Jangan lemah.
Kau ditipu.
Kalian mecurigakan. Kenapa kau mengikutinya?
Ini tak seperti yang kau pikirkan.
Aku mengamati pasien. Mengamati.
Dia terlalu pendiam beberapa hari ini.
Akan lebih baik jika dia marah atau membentak.
Perubahan hormon tiba–tiba tak baik untuknya.
Siapa pasiennya?
Dia tampak kurang berenergi dan depresi.
Apa beratnya turun?
Apa dia bisa tidur?
Benar, 'kan? Apa menurutmu...
Kini, bahkan ada lingkaran hitam?
Ini terlalu lama.
Aku tak punya waktu.
Berapa lama aku harus menunggu?
Kau mau ke mana? Pasien selanjutnya menunggu!
Aku harus ke kamar mandi.
Sebaiknya kau bergegas, Dokter.
Ini tak nyaman.
– Wakil Direktur? – Ya?
– Ada apa? – Itu yang ingin kutanyakan.
Kenapa kau melakukan ini kepadaku?
Kami butuh lebih banyak dokter di departemen kami!
Aku bahkan tak sempat ke kamar mandi.
Sudah kubilang itu tak mungkin.
Kenapa membentak? Kenapa kau di sini jika kau sibuk?
Ada apa dengan dr. Yoo?
Itu sebabnya dia tak pernah naik jabatan.
Kapan dia akan belajar?
Wakil Direktur takkan memecahkan masalahnya.
Tapi dia yang bertugas untuk SDM.
Dia hanya menggertak.
Kita membutuhkan seseorang yang memang punya kekuasaan.
– Dokter Cha! – Dokter Lee!
Apa kau sudah makan siang?
– Tos! – Apa...
Bagaimana? Sekali lagi?
Benarkah?
Tos!
Dokter Cha, kita perlu berbicara.
Dia sangat seksi!
Dia tipeku.
– Ayo keluar satu per satu. – Sampai jumpa!
Apa kalian menikmatinya? Sampai jumpa lagi besok.
– Sampai jumpa, Dokter! – Sampai jumpa!
Sampai jumpa. Sampai bertemu lagi!
Apa kita akhirnya sukses? Apa mereka semua pasien?
Untungnya bukan.
– Perawatan rawat jalan? – Ya.
Dua hingga tiga kali per minggu?
Tapi aku terlalu sibuk.
Aku bahkan tak sempat makan siang.
Tapi itu hampir gratis.
Mereka tak membayar tagihan.
Aku akan berhemat saja
dan itu akan baik–baik saja.
Bagaimana dengan utangnya? Apa kau takkan membayar dr. Han?
Apa rawat jalan akan membayar 200 juta kepadaku?
Kalau begitu akan kulakukan.
Bagaimana dengan dr. Yoo, dr. Lee, dan dr. Jung?
Kau tak merasa kasihan dengan departemenmu?
Mereka akan baik–baik saja tanpa aku.
Kau tak merasa kasihan kepada mereka?
Apa ada alasan lain?
Bagaimana denganku?
Bisakah kau menolongku?
Karena aku tak bisa bertemu denganmu setiap hari,...
...itu membuatku frustrasi, marah, dan merindukanmu.
Ada apa denganku? Mungkin aku menyukaimu.
Kau bisa sering mampir.
Aku tak bercanda.
Ini dia.
"Joo In–ah"
Di mana dr. Joo? Apa dia ada?
Kurasa dia pergi.
Bisa kau memberikan ini kepadanya?
Ini untuk tagihan rumah sakitnya. Dia menyelamatkan nyawaku...
...dan bahkan membayar tagihannya.
Aku tak bisa bekerja saat di rumah sakit,...
...jadi, ini hanya setengahnya.
Tapi beri tahu dia, aku akan membayarnya.
Tolong beri tahu dia bahwa aku minta maaf dan berterima kasih.
– Tentu. – Terima kasih.
Ini untuk In–ah.
Dia bilang itu enak, tapi aku lupa soal itu.
Tolong beri tahu dia, aku berterima kasih.
Aku lapar.
Apa ini? Abalone?
Kelihatannya enak!
Ini bukan untukmu.
Di mana dr. Joo?
Dia makan malam dengan dr. Cha.
Aku pulang agar mereka bisa bersenang–senang.
Kuharap mereka bersenang–senang.
Bersenang–senang apa? Bersenang–senang?
Kau tak tahu dr. Cha punya perasaan untuk dr. Joo? Itu jelas.
Semua orang gila.
Ada apa dengannya?
Kenapa semua orang menyukai dr. Joo?
Apa ini? Dia jelas sengaja menunjukkannya.
Berhenti. Bagus!
Tunggu!
Aku hanya...
– Ini tak seperti dugaanmu. – Apa?
– Mesum? – Berikan itu kepadaku!
– Lepaskan aku! – Kemari kau!
Tunggu!
Mi–yoon, apa kau di atas?
Jika dia melihat kita seperti ini...
Tunggu...
Mari kita bernegosiasi?
Tak apa–apa. Kesialan terjadi.
Ada apa dengan mereka?
Bagaimana bisa mereka membuang tisu basah ke dalam toilet?
Mataku!
Astaga!
– Ada apa ini? – Ini seperti rumah baru.
Dokter Han membersihkan semua ini?
Tentu. Dia tampaknya ternyata berguna juga.
Kau hebat, dr. Han.
Terima kasih.
Dia bukan hanya pintar membersihkan,...
...dia mengganti bola lampu.
Dia bukan hanya genius dalam belajar.
Tak ada yang tak bisa dilakukannya.
Ada apa denganmu?
Ada sesuatu yang tak bisa dilakukannya.
Benar, tak mungkin dia bisa melakukannya!
Memasak! Kita selalu makan keluar.
Bagaimana mungkin seseorang pintar untuk segalanya?
Kau tahu betapa sulit memasak itu.
Kau harus berbakat agar bisa memasak dengan baik.
Tak perlu membahasnya. Astaga!
Ya.
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
Bagus.
Hebat!
Kapan kau belajar memasak?
Maaf, tak ada yang bisa kami lakukan.
Bagaimana dengan toko servis lain?
Kurasa sama saja.
Kurasa ini sangat penting bagimu.
Seorang wanita juga menelepon tentang ponsel ini.
Wanita?
Itu di hari kita berbicara di telepon, jadi, hari Minggu.
Ya, itu hari Minggu.
Aku di Hwahando di hari Minggu.
Dia bahkan bertanya tentang model persisnya.
Kupikir kau mengenalnya.
Tak ada yang tahu tentang toko servisnya.
Siapa lagi yang...
Di mana kau akan memperbaikinya?
Mungkin kau juga bisa memperkenalkanku.
– Sampai jumpa besok. – Sampai jumpa.
Dokter Cha!
Bukankah kau bilang kau memperbaiki ponselmu?
Apa kau mengirimnya ke toko?
Tentang itu. Belum. Akan kulakukan nanti.
Jangan dikirim ke tempat yang kuberi tahu.
– Kurasa mereka tak bagus. – Mereka tak bisa memperbaiki...
– ...ponselmu? – Tidak.
Aku harus mencari toko servis lain.
Mungkin akan kukirim ke Amerika. Aku kenal teman yang seorang ahli.
Apa kau harus melakukannya sejauh itu?
Apa kau tak ingin menunjukkan bahwa kakakmu tak bersalah?
Kau melihat cara dr. Han mengganggunya.
Sebenarnya aku kesal. Apa salah kakakku?
– Apa dia harus diselidiki? – Bukan begitu...
Kurasa dr. Han telah banyak mereda belakangan ini,...
...jadi, kuharap kau bisa menghentikannya sekarang.
Aku tak tahan lagi.
Aku memintamu untuk berhenti.
Itu jelas salah satunya.
Entah dia melindungi dr. Joo...
...atau dia berusaha menyembunyikan diri.
Apa pun itu, dia jelas mengetahui sesuatu.
Ini makin menarik.
Ada tiga wanita di rumah dan tak ada alat masak yang baik?
Spageti!
Dia benar–benar membeli itu?
Kenapa ini sangat murah?
Makerel didiskon!
Diskon 50 persen untuk 10 pelanggan pertama!
Sepuluh pelanggan pertama!
Minggir!
Sial!
Lihat siapa ini. Apa yang kau lakukan di sini?
– Kalian tampaknya akrab. – Tentu. Berkat kau.
Kami satu SMP.
Apa kau tinggal di dekat sini? Apa kabar?
Tentu, aku baik–baik saja.
Berhenti tertawa, Dokter.
Dahulu dia arogan di rumah sakit,...
...tapi lihat dia sekarang. Apa kau melihatnya memungut koin?
Yang benar saja.
Permisi, apa yang kau lakukan? Astaga. Hentikan!
Apa kau gila? Hentikan!
Kita bisa pergi sekarang.
Mari lakukan sesuatu untuk tanganmu.
Apa kau sungguh ahli bedah saraf?
Bagaimana bisa kau melakukan itu kepada tanganmu?
Lagi pula aku tak bisa melakukan pembedahan.
Aku akan berterima kasih kepadamu nanti.
Seung–joo.
Aku tahu aku menyedihkan.
Mari berbicara nanti.
Sejak kapan dia di sini?
Dokter Han.
Dokter Han.
Sial.
– Kenapa aku di sini? – Apa?
Kenapa aku hanya bisa pergi ke tempat ini?
Aku tak diterima di sini.
Aku di sini. Aku menunggumu.
Aku tahu kau kesulitan...
...dan berusaha menyembunyikannya.
Tapi aku tahu itu sulit untuk disembunyikan.
Sudah kukatakan kepadamu...
...agar memita bantuan kepada orang di sekitarmu.
Bukan hanya aku,...
...siapa pun akan menerimamu.
Mereka menunggumu menemukan tempat yang tepat untukmu.
Kau mabuk.
Ayo masuk.
Siapa kau sebenarnya?
– Apa? – Kenapa kau membuatku bingung?
Kenapa?
Seseorang yang kini di sisimu.
Seseorang...
...yang kini di sisiku?
Aku tahu aku menyedihkan.
Mari berbicara nanti.
Tunggu...
Dokter Han.
Lakukanlah sesuatu.
Kumohon tolonglah aku.
Itu bagus.
Seperti itu cara meminta bantuan.
Tunggu... Dokter Han?
Dokter Han.
Dokter Han!
Dokter Cha!
– Mari masuk. – Tentu.
Terima kasih. Dia bisa saja tidur di jalan.
Seharusnya kubiarkan dia di sana.
Kenapa dia sangat mabuk? Ada apa dengan tangannya?
– Apa yang terjadi? – Ini bukan kali pertama baginya.
– Akan kulakukan. – Tak apa–apa.
Akan kulakukan!
Aku akan tidur di sini malam ini.
– Apa? – Aku tidur di sini.
– Tak bisa? – Tentu bisa, tapi...
Ya, tentu.
Aku akan menjadi gila.
Sudah terlalu lama sejak aku berkencan dengan pria.
Ada banyak pria di luar sana.
Aku pasti gila!
Lakukanlah sesuatu.
Kumohon, tolong aku.
Astaga.
Astaga! Apa ini.
Lupakan saja.
Astaga! Dia penjahat kambuhan! Kenapa kau memeluk semua orang?
Apa kau mengenal Choi Han–sung?
Kudengar dr. Joo berkencan dengannya.
– Apa kau tahu tentangnya? – Tentang itu, aku tak yakin.
Ada apa denganya?
Dia bilang dia tak mengenalnya.
-=SULTAN KHILAF=-
Aku sangat haus.
Siapa yang melakukan ini?
Sial! Apa yang telah kulakukan?
Ayolah... Tak mungkin!
Ini tak nyata.
Sial!
Aku pasti sudah gila!
Sadarlah, Han Seung–joo.
Pikirkan bagaimana kau akan memecahkan situasi ini.
Dingin sekali.
Kau tak boleh minum air dingin setelah mabuk.
Ini, minumlah ini. Ini air madu.
Kenapa kau di bawah?
Lalu siapa yang tidur di atas?
Wanita lain? Itu benar–benar kau semalam.
Apa yang kau bicarakan? Kau tak ingat soal kemarin?
Lalu siapa yang tidur di kasurku?
Siapa wanita itu?
Selamat pagi, Se–ra.
"Episode 14"
Apa yang kau lakukan di sini?
Sesuatu terjadi.
Kenapa berisik pagi–pagi? Heol.
– Hai, Mi–yoon? – Apa–apaan ini?
Ada apa dengan semua ini, dr. Cha?
Akan kusajikan kalian sarapan yang lezat.
– Terima kasih. – Sebelum membuat sarapan,...
...apa yang kau lakukan di sini?
Aku yang menyelamatkanmu semalam.
Kenapa kalian membiarkan pria ada di rumah ini?
Kurasa dia tak seharusnya mendengar itu darimu.
Aku juga penasaran. Kenapa kalian membiarkan ada pria di rumah ini?
Jadi, kini, ini semua salahku? Jadi, kini kubiarkan pria masuk...
...dan aku yang membuat mereka tinggal di sini.
Aku gadis nakal, ya?
Minggir!
– Kau bisa memasak? – Dokter Han sangat hebat.
Dia tak terlalu hebat. Aku juga pintar memasak.
Suara apa itu? Apa kau menertawakanku?
Ada apa denganku?
Testosteron! Pikirkanlah.
Itu masuk akal jika kau berpikir...
...itu adalah sekresi testosteron yang berlebihan.
Tapi terlalu banyak testosteron bisa menyebabkan masalah,...
...jadi, kita harus melakukan tes dan menyembuhkan setiap gejalanya.
Bisa aku berbicara denganmu sekarang?
– Tidak. – Masuklah!
Perbannya perlu diganti.
Ada apa dengan nada memerintah itu?
Apa yang terjadi semalam?
Kenapa kau tersenyum?
Benarkah? Aku tak tersenyum.
Meski aku membuat kesalahan semalam, lupakan soal itu.
Itu hanya kesalahan karena mabuk.
Kenapa aku harus melupakannya? Itu sangat berarti bagiku.
Apa yang kulakukan semalam?
Kau tak ingat?
Aku paham. Itu bisa memalukan.
Aku akan memikirkan bagaimana cara untukku menolongmu.
Apa yang kau bicarakan?
– Kenapa kau menolong? – Kau memintaku semalam,...
...agar menolongmu.
Lakukanlah sesuatu.
Kumohon, tolong aku.
Benarkah? Apa aku gila semalam?
Aku tak terlalu mabuk! Meminta bantuan darimu?
Aku tak peduli jika kau tak ingat.
Adalah kabar bagus jika kau ingin bergantung kepada seseorang...
...meski kau tak sadar.
Di sanalah semua dimulai.
Apa ini?
Yang kini kau butuhkan...
...adalah merasakan keintiman dan rasa memiliki.
Oksitosin memainkan peran itu dalam tubuhmu.
Itu memberimu ketenangan dan menghambat testosteron.
Juga ada studi untukmu menanggulangi trauma.
Dengan berpengangan tangan seperti ini,...
...berpelukan, dan sentuhan biasa bisa menghasilkan oksitosin.
Studi mengatakan, melakukan kontak mata dengan anjing...
...bisa menghasilkan oksitosin.
Jadi, aku berpikir...
Jadi, kini kau ingin bergandengan tangan dan bermain?
Lupakan saja!
Aku hanya ingin meminta tes darah.
Ada hormon bernama oksitosin dalam tubuhmu.
Kontak tubuh yang sering baik untukmu,...
...jadi, kau harus menemui teman dan keluargamu.
Dia mahir berpegangan tangan dengan orang lain.
Studi mengatakan kontak mata dengan anjing...
...bisa menghasilkan oksitosin.
Ini rumah sakit kecil.
Tapi dokter muda itu adalah ahli dan berpengalaman.
Aku berbicara dengannya, dan dia tahu soal depresi...
...dan hipogonadisme yang kuderita seperti cenayang.
– Hei, kau! – Apa? Aku?
Di mana kopinya?
Aku tak bekerja di rumah sakit ini.
Aku melihatmu duduk di sana sebelumnya.
Alat pengukur tekanan darah tak bekerja.
Bisakah kau memperbaikinya?
– Di mana toiletnya? – Ambilkan kami kopi dan kue.
– Cepat! – Jangan duduk saja...
– ...dan perbaikilah! – Di mana toiletnya?
Apa kau melindungiku?
Terima kasih.
Aromanya enak.
Enak.
Ini lebih enak disajikan seorang pemuda.
– Hubungi aku jika ada masalah. – Terima kasih.
– Nyonya Kim? – Ya.
Terima kasih.
Ada sesuatu terjadi di antara mereka.
Kau mau ke mana? Kencan buta? Kencan?
Kenapa kau peduli?
Tidak. Tapi riasanmu tampak sangat berat hari ini.
– Lalu kenapa kau peduli? – Se–ra.
Pria secara insting merespons pada tingkat estrogen...
...yang tampak di wajah.
Jadi, makin tinggi tingkatnya, makin menarik.
Tapi jika kau memakai riasan berat,...
...pria tak bisa mendeteksi daya tarikmu.
Itu kerugian untuk gadis cantik seperti kau.
Hentikan omong kosong itu!
Menyingkirlah!
Aku tak berbohong, itu yang sebenarnya.
Astaga! Seharusnya tak kudengarkan dia.
Seharusnya tak kuhapus riasanku.
Ini tanpa riasan.
– Kau tampak berbeda hari ini. – Benarkah?
– Aku penasaran apa itu. – Kau tak tidur kemarin?
Atau kau makan mi instan larut malam?
– Benarkah? – Aku bercanda. Kau tampak cantik.
Berhenti bercanda!
Kau tak pintar menjaga ekspresimu. Aku bisa melihat perasaanmu.
Aku hanya jujur pada perasaanku.
Aku tak pintar berpura–pura bahwa aku tak tahu...
...dan berusaha bersikap baik.
Aku bisa melihatnya. Sebelumnya aku tak tahu,...
...tapi kini kau tampak berbeda.
– Kita akan ke mana hari ini? – Kau akan melihatnya.
– Mari pergi? – Baik.
Apa yang direncanakannya?
"Delicate Boy"
Ada apa? Kau tak suka?
Bukan begitu.
Aku tak pernah ke konser macam ini.
Karena itu kupikir kau akan menyukainya.
Apa dia tahu sesuatu?
Apa yang direncanakannya?
Perlu kita pergi ke tempat lain?
Tidak, kurasa ini akan menyenangkan.
Seung–joo, kami mengadakan konser.
Kami melakukannya untuk Han–sung.
Kuharap kau juga bisa datang.
Ada apa?
Apa dia baik–baik saja?
Sphenoidal meningioma. Untungnya ini jinak,...
...tapi ukurannya 7 cm.
Apa yang akan kau lakukan?
Dia membutuhkan operasi secepat mungkin.
Bagaimana kau akan melakukan operasinya?
Aku memikirkan sayatan minimum.
Sayatan minimum? Pengangkatan seluruhnya?
Ya. Semuanya di dalam otak.
Kau tak bisa menjamin itu. Risiko kelumpuhannya tinggi.
– Kraniotomi lebih aman. – Di mana keyakinanmu?
Kau pikir aku akan gagal?
Tumornya mengelilingi arteri karotid dalam...
...dan masuk ke A1. Kau bisa melumpuhkan seluruh sisi kanannya.
Dia akan buta jika kau merusak saraf optiknya.
Aku belajar di Amerika bukannya sia–sia.
Aku sudah melakukan ratusan operasi seperti ini.
Tingkat kambuhnya 30–40% jika bisa kuangkat semuanya,...
...tapi hanya 5% jika kuangkat seluruh tumornya.
Kurasa pengangkatan seluruhnya adalah yang benar.
Kenapa tidak kau saja yang mengoperasinya?
Sekali rawat jalan per minggu tak terlalu sulit.
Ada dokter lain yang mengelola klinik...
...dan melakukan rawat jalan.
Kita bisa menjadi rumah sakit yang bekerja sama...
...dan membantu pasien dari kedua rumah sakit.
Kenapa kau memberi penawaran ini kepadaku?
– Dulu kau membenciku. – Aku? Kapan?
Kau salah paham, aku sangat menyukaimu, Dokter.
– Kurasa tidak. – Tidak, sungguh.
Kau harus memercayaiku.
Aku sangat menghormati dan mengagumimu...
...dari dasar hatiku.
Kau tak tahu betapa sedih aku saat kau berhenti.
Kurasa kau tak tahu perasaanku.
Kau bodoh.
– Dokter Cha. – Dokter Joo.
Apa yang kau lakukan di sini?
Apakah kau yang memaksa Wakil Direktur?
Aku tak tahu apa yang kau bicarakan.
Kau bertemu Wakil Direktur? Kenapa?
Dia memintaku mengurus perawatan jalan.
– Bukankah itu tugasmu? – Bukan.
Aku tak pernah mendengarnya.
Kau bercanda! Apa yang kau katakan kepadanya?
Itu terlalu menyanjung.
Kubilang aku akan kembali ke Amerika...
...jika kami tak membawamu kembali.
Apa?
Apa itu penting? Jadi, apa kau menerimanya?
Akan kupikirkan.
Hei!
Terima kasih! Kau menyelamatkanku.
Kupikir aku harus benar–benar kembali ke Amerika.
– Aku belum memutuskan. – Tentu. Mari merayakannya...
...dan makan sesuatu.
Aku belum memutuskan.
Aku ingin menyelamatkanmu.
Kenapa kau sangat terlambat?
– Maaf. – Kau ini...
– Cepatlah. – Mari makan.
Kini mereka berkencan secara terbuka?
Takkan kubiarkan itu terjadi.
Tak mengangkat teleponku?
Benarkah? Akan kuambilkan untukmu.
Apa yang kalian lakukan di sini?
Kenapa kau tak mengangkat teleponku?
Kau yang sedang apa di sini.
Ikannya sangat enak di sini.
Dokter Han! Apa yang kau lakukan di sini?
Makan!
Tentu aku datang untuk makan.
Aku ingin memesan!
Biarkan dia menikmati makan malamnya...
...dan mari melanjutkan pesta kita.
Benar. Mari minum untuk kembalinya dr. Joo.
Aku belum memutuskan...
Dokter Cha adalah yang terbaik di rumah sakit.
Wakil Direktur bahkan tak mau mendengarkanku lagi,...
...tapi saat dr. Cha memintanya,...
– ...dia tiba–tiba berubah. – Bukan begitu...
– Berterima kasih sajalah. – Baik.
Terima kasih, dr. Cha.
Itu untuk dr. Joo. Aku harus memaksa Wakil Direktur.
Tunggu!
Aku belum memutuskan. Kubilang akan kupikirkan.
Bukankah artinya kau sudah menerimanya?
Mari minum untuk dr. Joo kembali ke RS Darin!
Selamat datang kembali!
– Selamat datang! – Bersulang!
Bukan ini yang kupikirkan.
– Kenapa kau berhenti? – Kau tahu kenapa dia berhenti.
Aku berusaha diam saja karena dr. Joo...
– Dokter Yoo! – Terima kasih!
Astaga!
Akan kulakukan yang terbaik! Bersulang!
– Selamat datang kembali! – Mari duduk.
– Bersulang! – Bersulang!
Aku akan berusaha sebaik mungkin.
Bersulang!
Mari minum.
Dokter Han.
Kau tak apa–apa?
Apa? Apa ada masalah?
Tidak.
Kuputuskan untuk mengurus rawat jalan.
Satu hingga dua kali seminggu.
Kenapa kau melaporkannya kepadaku?
– Tidak, aku hanya bilang. – Bagus. Itu lebih baik...
...daripada duduk di klinik tanpa pasien.
Jangan minum terlalu banyak dan cepatlah pulang.
Ini berbahaya saat larut malam.
Kau memang luar biasa. Aku tahu ini soal uang,...
...tapi bagaimana bisa kau menahan temperamennya?
– Kau tak apa–apa? – Dia lebih baik belakangan ini.
Dia memang tampak lebih baik hari ini.
Bagaimana dengan dr. Cha?
– Ada kemajuan? – Apa?
Semoga berhasil dengan dr. Cha.
Dia pacar terbaik yang bisa kau dapatkan.
Dia juga sangat menyukaimu.
Ini tak seperti yang kau pikirkan.
Kau bodoh atau apa? Kau tak tahu dr. Cha punya perasaan untukmu?
Untuk apa seorang pria mau melakukan sesuatu...
...untuk gadis yang tak disukainya?
– Bagaimana denganmu? – Soal apa?
Aku tahu kau tak banyak berkencan dengan pria,...
...tapi kau pasti tahu perasaanmu.
Aku belum memikirkannya dengan serius.
Jangan bilang kau masih menunggu pria yang menghilang itu?
Tentu tidak.
Aku hanya tak siap untuk berkencan dengan seseorang.
Dokter Cha adalah kolega dan teman yang baik,...
...jadi, aku tak mau kehilangan dia.
Kau hanya perlu mengatakan kau tak menyukainya.
– Kenapa memberi banyak alasan? – Apa?
Jika kau tak merasakannya di hatimu,...
...artinya kau tak menyukainya.
Mungkin kau menyukai orang lain.
Benar. Min–gi? Dokter Cha adalah dokter bagus,...
...jadi, jangan khawatir soal operasinya.
Kembalikanlah dulu kesehatanmu.
Kau bisa melakukan konser nanti.
Aku?
Aku sudah bertahun–tahun tak main. Aku lupa soal itu.
Jaga dirimu.
Bagaimana aku bisa kembali ke RS Darin?
Dokter Cha...
Kubilang aku akan kembali ke Amerika...
...jika mereka tak membawamu kembali.
Untuk apa pria mau melakukan sesuatu...
...untuk gadis yang tak disukainya?
Karena aku tak bisa menemuimu setiap hari,...
...Itu membuat frustrasi dan aku merindukanmu.
Ada apa denganku? Mungkin aku menyukaimu.
Aku harus bagaimana dengannya?
Jika kau tak merasakannya di hatimu,...
...artinya kau tak menyukainya.
Mungkin kau menyukai orang lain.
Siapa?
Dia bahkan bisa bermain gitar?
Dia hebat.
-=SULTAN KHILAF=-
Follow My IG @sultan_khlaf_sub
Berdebar, cemas, dan merindukan seseorang.
– Dokter Han? – Apa kau gila?
Tentu tidak! Tidak akan!
Kurasa aku gila.
– Ada apa? Pipimu merona. – Kau juga.
– Tak mungkin! – Kurasa aku gila.
Aku ingin mengalahkannya untuk pertama kalinya.
–Apa kau butuh bantuanku? – Kalian berdua!
Kau tak apa–apa?
Dokter Han!
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.