All language subtitles for Mr. Sunshine E16.NEXT

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Sub by Netflix Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF

Follow My IG @sultan_khilaf_sub

"Drama ini adalah fiksi berdasarkan peristiwa sejarah"

"Yang menampilkan organisasi dan karakter fiktif"

Maaf.

Semoga kau bertemu wanita lebih baik dalam segala hal.

Pertunangan yang putus hanya dibebankan pada wanita.

Itu bukan cela bagi pria.

Entah bagaimana mengartikan ucapan ini dalam situasi ini,

tapi aku telah bersama banyak gadis.

Ucapanku lebih kejam.

Aku sudah lama tahu ada pria lain di hatimu.

Walau aku tahu...

aku tak bisa apa-apa.

Ini surat formal ayahku soal pernikahan kita.

Dan baru saja,

aku memutuskan melakukan hal sangat buruk.

Aku dengar pelayan yang mengantar surat Ayah,

tapi justru Hui-seong yang datang

dan dia berlutut di halaman bersama Ae-sin.

Mereka menunda pernikahan

dan sekarang ini terjadi.

Dia cukup lama di Jepang,

jadi, adat istiadat dan perjodohan

mungkin tidak berarti baginya.

Aku yakin Ae-sin tak keberatan.

Maafkan aku karena mengatakan ini.

Dia bukan tipeku.

Ada pria lain di hatiku.

Jangan repot-repot melihat ke luar.

Beraninya mereka mencoba memutus perjodohan.

Ayah harus memarahi mereka.

Apa maksudmu dengan "buruk"?

Kenapa kau tak bisa memercayaiku?

Setidaknya kau bisa

meyakini rencana yang kita atur.

Surat itu sedang diantar.

Aku harus mencegahnya dengan cara apa pun.

Dengan bersikap ceroboh?

Ini diatur oleh keluarga kita.

Kita harus pelan-pelan

untuk memutusnya.

Jadi, maksudmu dengan hal buruk

bukan tentang menikah?

Ada dua cara untuk melihat bunga.

Entah menaruhnya di dalam vas

atau ditanam di taman

agar bisa selalu melihatnya.

Aku memilih...

untuk melakukan cara kedua.

Itu tak akan menguntungkanku

karena tak akan ada bunga

di sepanjang jalan yang kupilih.

Aku akan akhiri pertunangan.

Ini hukumanku

membuatmu menunggu lama.

- Maaf. - Khawatirkan saja dirimu.

Begitu putus,

kau akan dicemooh.

Itu yang kuinginkan.

Bisakah kau memberiku waktu lagi?

Aku sedang mengerjakan sesuatu,

jadi, setelah selesai,

sesuai keinginanmu,

aku akan menjadikanmu wanita bercela.

Kau percaya kepadaku?

Jadi, inilah caraku mendapat

persetujuan pertama darimu.

Tuan Muda!

Aku cemas Tuan tidak pulang.

Apa yang terjadi

di hari yang seharusnya menggembirakan ini?

Aku akan memberi tahu orang tuaku nanti,

jadi, tolong beri tahu mereka aku sudah kembali

ke hotel.

Yang kau lihat ini

menjadi rahasia kita. Paham?

Aku paham, tapi...

Pergi sekarang.

Baik, Tuan Muda.

Kau harus pergi dengannya.

Aku lupa orang tuamu akan khawatir.

Kalau aku pergi,

hukumanmu tak akan selesai.

Mari selesaikan hukumanmu dahulu.

Sama dengan Bu Haman dan Pak Haengrang.

Orang tua selalu suka alasan yang bagus.

Begitu aku pingsan,

beri tahu mereka dengan lantang.

Kau bisa menangkapku?

Nyonya! Nyonya Cho!

Tuan Muda Hui-seong pingsan!

Tadi dia baik-baik saja lalu tiba-tiba pingsan.

Astaga.

Seorang pria tidak boleh lemah.

Dol-soe, buka pintu gudang.

Suruh Bu Haman pergi ke toko obat.

Pak Haengrang...

Suruh Pak Haengrang gendong Tuan Muda.

Terima kasih.

Aku bisa menahan kaki kesemutan,

tapi tidak dengan rasa lapar.

Kalian berdua hebat.

Makan.

Tuan yakin tak mau menemui dokter?

Aku baik-baik saja.

Beri tahu Tuan Go

aku sudah dapat obat dari dokter

dan kau menggendongku ke hotel.

Mari sepakati cerita itu.

Tapi Nyonya Cho tak akan percaya.

Aku kurang kuat menggendong Tuan ke hotel.

Katakan saja Bu Haman yang menggendong Tuan.

Sepertinya lebih masuk akal.

Aku bersedia menggendong Tuan ke hotel.

Malah sudah seharusnya.

Kau sangat kasihan kepadaku?

Bukan begitu.

Aku merasa kalian sudah bersusah payah.

Nona Ae-sin, Tuan Muda,

dan bahkan si Tuan Konsul itu...

Menurutku, kalian semua kesepian.

Astaga, lihat topi itu.

Mereka datang.

Hati-hati.

Hati-hati, Semuanya.

"Kini Musim Semi dan Kami Mencari Murid Baru"

Tulisan tangan yang bagus, bukan?

Dia wanita bangsawan yang sangat bersemangat.

Dia pernah berkunjung ke legasi Amerika untuk suatu urusan.

Aku ingat.

Kurasa dia tak ada hari ini.

Entah kenapa dia sudah lama tak kemari.

"Tanaman Bunglon"

Kita hampir bertemu di toko obat.

Aku bisa saja ke sana sendirian.

- Kau sakit? - Sekujur tubuhku sakit

dan kini makin buruk.

Karena yang kuanggap kabar buruk

mungkin adalah kabar gembira bagimu.

Pertama,

kini kita sama-sama tahu.

Aku tahu perbuatan keluargaku

dan tragedi yang dialami keluargamu.

Aku tak akan minta maaf.

Belum sekarang.

Aku tak mengharapkannya.

Kenapa?

Karena itu sifat bawaanku?

Bukan, karena kau akan minta maaf kelak walau bukan hari ini.

Kau bilang "pertama", jadi, pasti ada yang kedua.

Yang kedua,

aku selalu ketinggalan satu langkah soal kabar wanita itu,

tapi aku mengunggulimu kali ini.

Aku tak akan beri tahu soal apa

karena aku ingin

kau jadi yang terakhir tahu soal ini.

Biar kumasak obatmu.

Ini untuk merendam kaki.

Berikan kepada Su-mi.

Bagaimana denganku?

Kau bisa ambil separuh.

Maaf soal sebelumnya.

Terima kasih sudah melupakannya.

Apa Tuan Lee Jeong-mun punya informasi yang kau inginkan?

Kau selalu membantunya.

Bisa dibilang begitu,

tapi bisa juga disebut hubungan simbiosis.

Biar kuurus. Akan lebih cepat.

Ada apa?

Aku lihat temanmu di sini lagi.

Begitu pula aku dan temanmu yang sebelumnya.

Mungkin Tuan akan penasaran tentang pengertian kami.

Ya.

Aku terkejut tak satu pun dari kalian berdua terkejut.

Teman Tuan itu akan segera menikah.

- Apa maksudmu dengan... - Surat yang Hui-seong pegang

dikirim oleh keluarga pengantin pria untuk keluarga pengantin wanita.

Aku sering lupa bahwa temanku itu

sudah bertunangan.

Terima kasih.

Kau pernah bertanya

tentang pertunanganku.

Aku tak menganggapnya nyata,

tapi pertanyaanmu membuatku berpikir.

Apa yang akan terjadi jika kuputus pertunangan itu?

Mungkin aku akan diusir.

Maka aku akan pergi ke Shanghai.

Bahkan di sana,

aku pasti masih bisa berbuat sesuatu untuk melindungi Joseon.

Mungkin aku bisa bertemu rekan-rekan ayahku.

Bagaimana denganku?

Mungkin pada saat itu,

kau kembali ke Amerika.

Kau tak pernah jadi bagian dari rencana pelarianku,

tapi hari ini sebaliknya.

Itu lebih dari cukup.

Pertukaran nama, jabat tangan, pelukan.

Hal berikutnya

pasti rindu.

Masuk.

Memastikan apa aku selamat?

Aku punya keperluan ke sini juga.

Ada sesuatu yang menempel di kepalamu.

Aku tak bisa datang dengan tangan kosong, bukan?

Eun-san menyuruhku memberimu ini.

Menjengkelkan mengetahui batasan yang dia berikan.

Hwang Eun-sang dan Lee Jeong-mun.

Tak ada yang sekejam mereka di Joseon.

Lalu kenapa mau jadi pesuruhnya?

Karena aku lemah lembut.

Aku dengar tentara Amerika datang ke pondok lagi.

- Dia meninggalkan senapan asing. - Itu hadiahku untuk Nona Ae-sin.

Aku mengajari memakainya.

Pasti tidak ada lagi yang bisa diajari

karena dia sudah punya guru yang hebat.

Keterampilan dasarnya sempurna.

Apakah ini taktik barumu?

Meledekku sampai mati?

Aku mengajari dia cara menembak selama sepuluh tahun.

Demi mempelajari senjata api,

dia berkelana jauh

dari rumahnya ke pondok agar tak ketahuan.

Dia melewati bebatuan dan tergores ranting pohon,

tapi dia tak pernah mengeluh.

Jalannya menuju dirimu akan sesulit itu juga.

Dia bilang kau lebih jauh dari laut.

Namun,

dia bersikeras untuk berjalan ke arahmu.

Aku tahu akan seberat apa perjalanan itu,

jadi, aku sudah coba menghentikan dan memarahinya.

Tapi jika dia harus pergi,

ke mana pun tujuannya,

semoga kau akan selalu ada untuknya.

Bukankah kau menentang kami?

Banyak yang akan menentang hubungan kalian,

lebih baik aku jadi si Orang Baik.

Selain itu, aku kasihan

kepada kalian berdua.

Guru, ini botol terakhir.

Tidak ada lagi.

Tapi aku baru bisa menikmati

rasa hambar minuman ini.

Dia bilang akan membawanya lagi saat kembali.

Aku meragukannya.

Kenapa?

Apakah karena bir mahal?

Kurasa begitu.

Kuyakin alasannya memberiku ini didasari oleh ketulusan.

Entah apa aku bisa menghargainya.

Katakan kepadaku.

Ae-sin pernah berkata

hatinya milik orang lain.

Benarkah itu?

Tuan,

itu...

Sudah kuduga!

Aku tahu kalian bersekongkol!

Bisa-bisanya kalian berdua

membiarkannya sampai sejauh ini!

Kenapa kalian hanya diam saja?

Apakah kalian membantunya?

Ini bukan salah mereka.

Mereka hanya mematuhi perintahku.

Kau tak berhak bicara!

Seharusnya beri tahu kakek. Setidaknya beri tahu kakek.

Kakek izinkan kau berlatih menembak

dan kakek diam saat kau bersekolah.

Seharusnya kau juga berkorban

menuruti kemauan orang.

Cari suami dan biarkan dia melindungimu dari dunia

saat kau menjalani hidup.

Aku tidak mau.

Aku benci ide itu.

Aku ingin memutuskan

jalan hidupku sendiri.

Kenapa kau harus keras kepala?

Kakek sudah menduga kau akan menentang pernikahan ini,

tapi kakek tidak menyangka kau akan berani melawan.

Kau bilang ada pria lain.

Kakek tidak percaya,

jadi, suruh dia menghadap kakek.

Apakah pemikiran kalian sama

dan apakah dia hanya gegabah?

Kakek harus lihat sendiri.

Ini tak ada kaitan dengannya.

Ini keputusanku sendiri.

Aku sudah dilatih sampai aku tak butuh perlindungan lagi.

Aku tak berniat menjadikan dia sebagai pelindungku.

Seumur hidupku,

aku hanya ingin memberinya hatiku.

Apakah kau sudah gila?

Kakek tak akan terima!

Sebelum kau bawa dia ke sini,

kau akan dikurung di tempat ini.

Kau dilarang bersekolah atau berlatih menembak lagi.

Paham?

Astaga, ini sudah kelewatan.

Apa aku bilang?

Nona harus makan teratur agar kuat saat dimarahi.

Astaga, Nona sama sekali tidak makan.

Aku tidak pantas makan.

Maaf, aku membuat kalian kesulitan.

Kalau Kakek bertanya diam-diam...

Kami tidak bodoh.

Kami tak akan mengatakan apa pun kepada Tuan Go.

Terima kasih.

Kita tidak akan mengatakan apa pun kepada Tuan Go, bukan?

Kita tidak bodoh.

Ada apa? Kenapa kalian kemari?

Terjadi sesuatu. Ada masalah besar.

Tuan Go mendapatkan berita menyedihkan secara tiba-tiba.

Nona Ae-sin bilang ada pria lain di hatinya selain tunangannya

dan Nona tak mau menikah.

- Dia mengumumkan... - Ucapan yang sembrono.

Karena ucapan sembrono itu,

semua anggota keluarga tertekan.

Aku selalu ketinggalan satu langkah soal kabar wanita itu,

tapi aku mengunggulimu kali ini.

Tapi aku tak akan beri tahu soal apa

karena aku ingin

kau jadi yang terakhir tahu soal ini.

Nona Ae-sin dipaksa Tuan Go menghadirkan dia,

tapi Nona tak mau menyerah.

Salah satu bisa jatuh sakit.

Ikutlah dengan kami.

Katakan bahwa Tuan ini hanya seperti angin lalu

dan Tuan Go tak perlu cemas.

Katakan Tuan akan pergi.

Tolong katakan itu kepada Tuan Go.

Aku mohon.

Tuan.

Kenapa tentara Amerika datang ke rumahku lagi?

Aku dengar Tuan ingin jumpa.

Untuk apa aku meminta tentara Amerika...

Pak Haengrang, suruh semua pelayan pergi.

Bu Haman, bawa Ae-sin ke sini.

Kaukah orangnya?

Kaukah pria

yang diceritakan Ae-sin?

Benar, Tuan.

Akulah pria itu.

Aku mau tanya.

Aku tak ingin dengar permintaan maaf atau alasan.

Cukup jawab saja aku.

Ae-sin berkata dia menyukaimu.

Apa itu benar?

Benar.

Lalu, apakah kau juga menyukainya?

Ya.

Aku sama sekali tak paham.

Siapa pria ini?

Garis keturunannya tidak bisa diubah.

Kenapa orang Joseon bisa menjadi orang Amerika?

Apakah kau pengkhianat?

Aku meninggalkan Joseon agar selamat.

Lalu aku masuk Militer Amerika supaya jadi orang Amerika.

Aku harus bertahan hidup

dan aku berhasil.

Aku ditugaskan ke Joseon dan karena itu aku kembali.

Tentara Amerika menyerbu negeri kita di masa lalu.

Beraninya kau

membawa pria seperti ini ke hadapan kakek?

Dia sebut Amerika tanah airnya.

Dia berdiri di garis depan untuk mencuri tanah kita.

Apa yang kau harapkan dari pria seperti ini?

Kau mau mati dengannya?

Aku ingin

kami berdua hidup.

Aku berusaha hidup.

Tidak masuk akal.

Amerika memang menyerbu Joseon.

Namun, aku ingin Joseon aman.

Tidak mungkin.

Tak mungkin pria berseragam tentara AS

peduli pada keamanan Joseon.

Kurasa

kita sudah pernah bertemu, Tuan.

Matamu harus tertuju ke tanah.

Langit terlalu tinggi untukmu.

- Jika budak melihat atau membidik tinggi, - "Jika budak melihat atau membidik tinggi

mereka cenderung mati muda.

...mereka cenderung mati muda."

Itu nasihat

seorang bangsawan padaku sebelum aku meninggalkan Joseon.

Kita bertemu lagi seperti ini, Tuan.

Aku tahu, Tuan.

Apakah...

Apakah kau tahu

asal usul pria ini?

- Jika tahu, kenapa kau... - Itu

bukan kesalahannya.

Setiap langkah ke arahku pasti sangat sulit dijalani.

Aku menyadari sejauh apa saat memutuskan mendatanginya.

Jadi,

aku mohon...

Pergi.

Aku mohon.

Teganya kau

mempermalukan kakek seperti ini?

Seorang wanita bangsawan

jatuh cinta kepada pria lain selain tunangannya sudah cukup gila,

ditambah lagi dengan pria itu?

Andai kakek tahu akan mendengar hal ini dari cucu sendiri,

kakek sudah bunuh diri sejak lama.

Walau kau memutus pertunangan,

kau tak boleh bersama dia.

Kakek tak akan mengizinkanmu bersama dia

sampai hari kematian kakek.

Jangan buat kakek melewati petaka itu.

Jangan menikah dan menualah sendirian.

Kau akan sangat kesepian seumur hidupmu.

Itulah akibat dari pilihanmu.

Baik, aku akan menuruti Kakek.

Kau menyuruhku pergi.

Aku...

tak menyangka kau sudah sejauh ini.

Kukira memang seharusnya.

Aku bahkan

tidak berpamitan denganmu.

Karena itu kau berlari kemari

dan melompati tembok?

Entah kapan bisa menjumpaimu lagi.

Tolong pahami

kakekku.

Sebenarnya aku bersyukur.

Berkat dia, aku bisa melihatmu.

Kau mirip dengannya.

Aku selalu penasaran siapa mengajarimu jadi orang hebat.

Kau harus kembali.

Kita akan jumpa lagi.

Pulanglah dengan selamat.

- Aku membayangkan momen ini juga. - Pergi ke pantai bersama?

Bukan.

Berjalan denganmu seperti ini.

Dengan leluasa.

Dan kelak,

kita bisa menyusuri jalanan yang tidak asing

dan pergi ke New York, tempat tinggalmu.

Bisakah pria dan wanita berjalan berdampingan di sana?

Tidak ada yang akan menatap?

Semua akan menatap kita

karena kita berdua cukup serasi.

Aku bisa belajar di sana.

Kau akan mempelajari apa?

Seluas apa dunia ini,

apakah Bumi memang bulat,

dan bagaimana bintang terbit dan terbenam.

Seusai kelas, aku akan menghampirimu.

Aku sedang apa saat itu?

Kau sedang menatapku.

Duduk di dekat air mancur.

Kau melambaikan tanganmu dengan senyum lebar.

Aku tersipu sesaat...

tapi rasa bahagia berlangsung lama.

Kelak...

Kita bahkan mendatangi toko penjual kotak musik.

Melodi yang kita sukai bergema di jalanan

dan kita berdiri di sana cukup lama.

Kita melakukan apa lagi?

Matahari terbenam

lalu kita berpisah.

Aku dengar

ini yang dilakukan pasangan saat mereka berpisah.

Selamat tinggal.

Bukan itu.

"Sampai jumpa" lebih baik.

Sampai jumpa.

Sampai jumpa lagi.

Sampai jumpa lagi.

Sampai jumpa.

Sampai jumpa lagi.

Follow My IG @sultan_khilaf_sub

Tapi Anda belum menemukan ibuku.

Apakah Anda sudah menemukannya, tapi tak bilang?

Berengsek.

Nyonya.

Becak sudah menunggu di luar.

Bunga-bunga sedang mekar.

Anda bisa mengenakannya untuk tamasya musim semi.

Indah.

Aku sangat menyukainya.

"Istana Gyeongseon"

Ini pasti kunjungan pertamamu ke istana sejak lama.

Aku bertemu dengan Anda musim gugur lalu.

Ini kunjungan pertamaku tahun ini.

Aku ingat kau mengajariku cara menikmati arak Barat.

Aku memanggilmu

karena hanya kau yang tahu

situasi di luar istana dan bisa jujur kepadaku.

Silakan tanya, Yang Mulia.

Uang kertas apa yang diterbitkan Bank Dai-Ichi?

Kenapa Jepang meminta kita menggunakannya?

Dan kenapa Paduka terus menolak permintaan mereka?

Paduka makin cemas tiap hari.

Aku hanya mencemaskan dia.

Aku akan jelaskan dengan singkat.

Uang kertas yang diterbitkan Bank Dai-Ichi

dipakai sebagai mata uang khusus di Joseon.

Uang itu tak berharga di luar perbatasan Joseon.

Uangnya sangat kasar bahkan untuk mengelap.

Itu uang kertas Jepang yang hanya berharga di Joseon.

Jika terus diedarkan ke seluruh negeri,

Jepang akan mengumpulkan banyak uang dan barang Joseon,

dan simpanan Joseon akan habis.

Dengan kata lain, Bank Dai-Ichi Jepang

akan menjadi bank pusat di Kerajaan Korea.

Jadi, mereka ingin mengendalikan perekonomian kita.

Ini sebabnya aku ingin membangun sekolah.

Jangan hanya pria yang mencemaskan masa depan negara kita.

Kau pasti tahu Lee Wan-ik sudah menjadi Menteri Luar Negeri.

Ya, Yang Mulia.

Pria itu licik.

Bahkan hari ini, kurasa ada diskusi

di istana utama tentang uang kertas bank.

Aku sangat cemas.

Yang Mulia, ancaman perang melanda semenanjung kita.

Kalau Rusia, yang berjanji menarik pasukannya

terus bergerak ke selatan,

Jepang akan marah.

Ini hanya mata uang.

Tak perlu terus membuat Jepang marah.

Sikap pemerintah atas masalah ini tetap sama.

Bank Dai-Ichi menerbitkan uang kertas

tanpa memberi tahu atau meminta izin dari kita.

Ini jelas melanggar kedaulatan kita.

Kau terus membahas kedaulatan,

itu sama saja dengan mengatakan kita semua harus mati bersama.

Kita harus memikirkan rakyat negara ini.

Jepang bahkan membawa

kapal perang untuk memaksa menerbitkan uang.

Kapal perang mereka sudah di sini.

Kita akan celaka kalau mereka membawa pasukan, Yang Mulia.

Jangan dibiarkan, Yang Mulia.

Mohon pertimbangkan kembali.

Bagaimana jika perang terjadi?

Banyak orang tak bersalah akan tewas.

Mohon izinkan, Yang Mulia.

Ucapanmu benar.

Namun, tetap lemah.

Ucapanmu sangat jelas.

Sebagaimana terdengar ganas.

Dengan syarat kita yang awasi persediaan dan penerbitan

uang kertas Bank Dai-Ichi setiap tahun,

kita akan menghapus larangan

uang kertas Bank Dai-Ichi.

Yang Mulia.

Terima kasih atas kebaikan Yang Mulia.

Tunggu! Lepaskan aku dahulu. Apa yang aku...

Lama tidak bertemu, Tuan.

Ada yang ingin kuketahui. Jadi, kusuruh mereka menjemputmu.

Tentang... apa?

Kau ingin tahu apa?

Hari itu,

kau memaksaku untuk bilang Tuan Go Sa-hong yang menghasutku.

Masih ingat?

Itu...

bukan ideku.

Aku tahu. Pasti Tuan Lee Wan-ik yang menyuruhmu.

Tapi kenapa dia

mengincar Tuan Go?

Itu yang ingin kuketahui.

Benar juga.

Aku penasaran kenapa. Astaga.

Berani sekali kau menyiksaku tanpa tahu alasannya.

Aku terkesan.

Aku...

hanya menjalani perintah. Aku tak tahu...

Untuk orang yang hanya menjalani perintah, kau terlalu brutal.

Astaga, kumohon.

Tunggu.

Aku mendengar sesuatu dari direktur jasa pos.

Ternyata Tuan Go ingin mengirim surat ke sekelompok orang.

Pasti itu alasannya.

Aku yakin.

Surat?

Ya.

Astaga!

Astaga.

Ada apa ini?

Aku di sini dan kau pasti bisa lihat kondisi wajahnya.

Bukankah sudah jelas?

Baiklah kalau begitu.

Mari kita satukan pengakuan.

"Tuan Go Sa-hong coba mengirim surat ke sekelompok orang."

Dia mengatakan itu kepadaku.

Cepat, beri tahu dia.

Cepat.

Sebenarnya...

Pelayan Tuan Go, Pak Haengrang, datang

dan menitipkan surat untuk cendekiawan di seluruh negeri.

Aku lapor kepada Tuan Lee Wan-ik

dan dia menyuruhku membakar semua surat itu,

jadi, aku melakukannya.

Itulah yang terjadi.

Jadi,

kau membakar semua surat itu?

Tidak semuanya!

Aku tak ingin terancam bahaya,

jadi, kusimpan satu untuk berjaga-jaga.

Bukankah bisa berguna saat ini, Tuan?

Ya.

Aku pernah lihat kalian melakukan ini.

Haruskah kupotong lengan kalian

dan tanda tangan atas nama kalian?

Atau kalian lakukan sendiri?

Kami bisa sendiri. Ayo!

Tolong berikan kuas di sana.

Ayo.

Aku saja tidak tahu apa yang akan tertulis di kertas ini.

Karena itu, sebaiknya kalian tutup mulut.

Baik.

"Dari Go Sa-Hong"

Apakah ini sudah menjadi tabiat keluarga?

Aku minta uang Joseon karena ini Joseon.

Apa masalahmu?

Pergilah ke bank dengan uang itu. Mereka tak akan beri uang tunai.

"Mohon tunggu." Mereka akan menyuruhmu menunggu.

Kau bicara apa? Bicaralah dalam bahasa Jepang!

Kau mengejek Kekaisaran Jepang Raya?

- Bos! - Hei!

Astaga.

Selamat datang, Bos.

Aku tak mau ke kedaimu.

Ayolah, Bos sudah lewat.

Masuklah.

Aku paham kau ingin aku masuk karena aku lewat,

tapi kenapa bicara denganku?

Maaf!

Maaf!

Astaga, terima kasih banyak.

Uang kertas Bank Dai-Ichi itu membuatku pusing belakangan ini.

Tapi jujur, akting Bos terlihat nyata.

- Aku serius. - Bos sungguh...

Astaga!

Lelucon cukup menakuti orang ini.

Untuk apa menghunus pedang?

Ayo.

Tuan Muda harus tumbuh jadi pria hebat.

Kenapa kemari?

Aku gajian hari ini. Ingat pekerjaan di Provinsi Hamgyong?

Aku mau membayar upah kalian yang besar.

Kau datang di saat tepat. Kami tak akan minta upah.

Cukup tanda tangani sesuatu untuk kami, maka kita impas.

Mau tukar upah mahal dengan tanda tanganku?

Kedengarannya berbahaya.

Jalur gunung itu sangat berbahaya.

Harimau besar berkata, "Aku makan kau hidup-hidup."

Harimau bisa bicara?

Sudah kuduga akan gagal.

Aku bilang ancam saja dia dengan peluru yang dia beli dari kita.

Itu rahasia kita!

Seharusnya dia tak tahu.

Butuh aku menandatangani apa?

Setidaknya katakan untuk apa.

Lihat? Dia bersedia jika menurutnya itu perlu.

Pemuda yang baru pergi tadi adalah keluarga bangsawan.

Apakah lima atau enam tahun lalu?

Lima bangsawan terhormat mencoba menyingkirkan Lee Wan-ik.

Kedua orang tuanya

tewas tahun itu karena difitnah sebagai penghasut.

Kini dia dan saudaranya berjuang mencari nafkah.

Kasihan.

Tapi dia ingin masuk akademi militer untuk melindungi negara kami.

Mengagumkan, bukan?

Aku sangat bangga kepadanya.

Ceritanya menyedihkan. Tapi kenapa butuh tanda tanganku?

Dia ingin melindungi negara bahkan setelah penderitaannya.

Kau hanya akan bilang, "Baik, kerjalah dengan bagus"?

- Tepat. - Dia harus ubah.

Cucu lelaki bangsawan di kota akan seperti itu.

- Dia butuh identitas baru. - Benar.

Masalahnya, hanya keluarga bangsawan bisa bergabung di akademi.

Karena itu dia butuh penjamin.

Jadi,

kau memintaku tanda tangani dokumen palsu?

Tapi terlihat asli.

Kita akan ketahuan.

Tidak akan.

Tak seorang pun ingin bergabung di akademi militer.

Dasar penakut.

"Kita akan ketahuan." Tidak akan!

Omong-omong, apa hanya di akademi militer tempat untuk mendapatkan senapan?

Bagaimana kalau bersepakat dengan penembak?

Omong kosong! Penembak?

Kau menganjurkan kita berurusan dengan pembunuh hewan?

Lebih baik aku

jadi pencuri terhormat.

Kau terlalu lembut. Bisakah kau berjuang untuk tujuan besar?

Tenang. Aku bisa kejam kepada musuh.

Akademi militer adalah tempat terbaik mendapatkan senjata.

Senjata di sana milik pemerintah

dan kita adalah rakyat negara ini.

Seharusnya kita bisa memakainya sebentar.

Benar.

Tapi berjalan saja melelahkan. Aku tak kuat ikut latihan.

Kita belum pernah lari atau mengangkat benda berat.

Entah apa kita akan mampu melakukannya.

Aku agak cemas.

Jangan lemah.

Kita harus bisa.

Bagaimanapun juga.

Tapi kita tak bisa coba kecuali berhasil masuk akademi.

Tenang.

Aku menemukan orang yang terampil memalsukan dokumen.

Ayo, kita harus mondar-mandir Myeongryun-dong tiga kali hari ini.

Apa?

Kita harus jadi lebih kuat.

- Baik. - Ayo.

Ayo.

Aku sedang berusaha

menyingkirkan anak buah Lee Wan-ik di dalam istana

mulai dari para juru bahasa.

Kau pasti sangat sibuk.

Tapi kalau menyangkut istana, kenapa ingin bertemu aku, Tuan?

Kami juga ingin mengganti kepala Keamanan Istana.

Keterampilan senjata api diutamakan.

Harus orang yang tak punya keluarga

dan tak akan tergoda oleh uang. Dengan kata lain,

orang yang tak akan bisa disuap Lee Wan-ik dalam hal apa pun.

Aku yakin Penembak Jang yang terbaik untuk pekerjaan itu.

Dia tak akan mau.

Kau harus memaksanya.

Aku merespons positif permintaanmu.

Jangan tolak permintaanku karena perasaan pribadi.

Bawa saja dia.

Aku akan urus sisanya.

Untuk memberontak.

Aku perlu negara untuk dilawan.

Mungkin dia akan menyukainya.

Bagus kalau begitu.

Beri tahu aku pendapatnya.

Omong-omong, bagaimana dengan pria itu?

Pria Amerika itu?

Aku mengambil tindakan yang akan menguntungkan Joseon.

Aku memanfaatkan kalian

untuk bujuk dia bekerja di Akademi Militer Kerajaan.

Anda memang tak tahu malu.

Aku sudah pernah dengar itu.

Aku akan mengabari Tuan.

Tuan.

Beraninya kau kemari.

Apa ada orang lain?

Dol-soe. Sam-sik!

Dol-soe!

Astaga, ada apa larut malam begini?

Ayo.

Dia mencari nafkah dengan menjadi antek Jepang.

Dia penjahat yang kejam.

Kenapa pria itu

melompati tembok dan menyelinap ke rumahku?

Siapa aku tidak penting, Tuan.

Tuan bahkan tak perlu tahu.

Aku hanya ingin mengantarkan sesuatu.

Tuan.

"Dari Go Sa-Hong"

Kenapa ini ada padamu?

Sepertinya surat yang Tuan kirim tak pernah sampai.

Semuanya dibakar.

Aku dapat satu surat yang tak terbakar.

Artinya seseorang pasti mengincar keluargamu.

Hanya itu yang bisa kukatakan.

Kau ingin aku memercayai orang yang memakai baju Jepang

dan melompati tembok untuk masuk?

Aku sedang disewa seseorang. Aku orang Joseon saat ini, Tuan.

Entah apa yang terjadi, Tuan.

Aku jelas mengirim surat ini ke kantor pos.

Kenapa bisa ada di tangan penjahat itu?

Pria berpakaian seperti orang Barat

dan pria berpakaian Jepang mendatangiku

untuk memperingatkanku akan bahaya.

Siapa

di tanah Joseon

yang menyerangku?

Tuan, sekeras apa pun kupikirkan,

ini sangat berbahaya.

Meski Tuan tak percaya dia sepenuhnya,

tidak ada ruginya waspada.

Mereka sudah tahu rencanaku.

Meski aku diam saja,

aku sudah dalam bahaya.

Jika dia tak membawa surat ini,

aku akan berakhir putus asa karena kurangnya respons

para cendekiawan.

Tapi ini artinya suratku tak sampai di tangan mereka.

Masih ada harapan.

Pak Haengrang.

Suruh Penembak Jang

mendatangiku diam-diam.

Ya, Tuan.

Kenapa dia melompati tembok?

Kukira dia hendak mencuri, tapi dia justru membawa sesuatu.

Astaga!

Nona yang membayarnya

tiap bulan demi gadis itu, Su-mi.

Apakah dia datang

untuk minta bayaran lebih besar kepada kakek Nona?

Kau mengejutkanku.

Aku tidak khawatir soal itu.

Tidak?

Begitu siang hari tiba,

panggil pedagang.

Dalam situasi ini?

Sembilan dari sepuluh orang berutang kepada Gu Dong-mae.

Dari situkah asal namanya?

Hanya dia orang yang terpikirkan.

Kenapa Nona memikirkan pedagang keliling itu saat ini?

Gu Dong-mae melompati tembok semalam

dan memberikan surat kepada kakekku.

Aku cemas karena kakekku

dan kau berkaitan dengan Gu Dong-mae, jadi, aku minta tolong.

Tolong cari tahu soal itu.

Mungkin kita bukan sekutu, tapi bantu aku.

Apa dia mengira aku tahu sesuatu?

Aku akan masuk.

Sibuk?

Masuk.

Ayo, keluar. Aku akan belikan pakaian yang cocok untukmu.

Terima kasih sudah menjaga Hotaru.

Kau menyebabkan keributan demi menyembunyikan wanita itu, Hotaru?

Kalau soal itu, jangan berterima kasih kepadaku.

Traktir aku hal lain. Aku punya banyak baju.

Aku tak punya sesuatu yang disukai wanita.

Kenapa kau melompati tembok Tuan Go?

Kau tahu semuanya.

Kau memberikan surat. Surat apa?

- Untuk siapa informasi ini? - Go Ae-sin.

Dia pasti cemas.

Kakeknya mengobrol dengan Gu Dong-mae.

Sebanyak apa bisa kau ceritakan?

Suruh dia mendatangiku.

Aku akan beri tahu sendiri.

Aku tidak tahan.

Beri tahu aku saja.

Aku yang putuskan beri tahu dia atau tidak.

Pertunangannya berakhir?

Kau berharap begitu?

Tidak.

Maka dia akan pergi lebih jauh.

Kurasa sudah berakhir.

Hui-seong tampak murung saat pergi.

Sepertimu saat ini.

Bodoh.

Kau bawa dokumen itu setelah sekian lama dan baru pulang sekarang?

Dasar kau...

Aku ingin katakan sesuatu.

Memang banyak yang harus kau katakan.

Apa yang kau pikirkan saat mengambilnya?

- Di mana dokumennya? - Nanti kuberi tahu.

Pertama,

aku ingin memulai perusahaan koran.

Kau akan memulai apa? Perusahaan koran?

Dengan uang apa? Ayah tak memberimu uang.

Aku memeras uang orang-orang

dalam buku besar tua milik Kakek.

- Apa? - Apa?

Dia bilang apa, Sayang?

Ayahku punya buku besar?

Bagaimana aku tahu kalau kau tak tahu?

Dia berikan kepadaku, maka kugunakan dengan baik.

Sekarang soal dokumen itu.

Baik.

Aku ingin memutus pertunangan.

- Apa? - Apa?

Pihak pengantin pria yang memutus,

jadi, aku minta kalian membatalkannya.

Kau benar-benar sudah gila.

Kau gila.

Kau gila.

Dia sudah gila.

Usiamu 30 tahun dan kau ingin melakukan apa?

Kau harus punya putra untuk meneruskan nama keluarga!

Tindakan terbaik kakekmu

adalah mengatur pertunangan ini.

Kenapa dibatalkan?

Ayah benar.

Semua pemberian Kakek

sangat berharga dan tidak bisa dirasakan orang lain seumur hidup.

Dari semua pemberiannya, pernikahan ini yang paling kuinginkan.

Namun?

Itu sebabnya aku tak bisa menerimanya.

Aku akan mengakhirinya.

Tunggu.

Perkataanmu tak masuk akal.

Kenapa merelakan sesuatu yang paling kau inginkan?

Karena aku sudah tahu semuanya.

Apa? Kau tahu apa?

Cerita tentang Konsul Amerika itu...

dan perbuatan keluarga kita kepadanya.

Semuanya.

Semua yang kalian rahasiakan dariku.

Kumohon, Ibu.

Kumohon

selamatkan aku...

sekali lagi.

Anakku yang malang...

"Kepala Editor Kim Hui-Seong"

Ada pelanggan hari ini?

- Hei. - Kenapa?

Ayo, bersih-bersih.

"Apapun Yang Kau Inginkan"

Aku belum menentukan sebuah nama.

Hui-seong.

Kau menghilang terlalu lama.

Aku sibuk merintis bisnis.

- Bisnis? - Aku buka perusahaan koran di Jingogae.

Aku akan mencetak iklan dan menerima informasi.

Cerita menarik, orang yang diperlakukan tidak adil.

Cerita orang yang menginginkan kebenaran.

Katakan yang kalian tahu.

Untuk berjaga-jaga,

aku siap mendengar secara pribadi.

Secara pribadi? Astaga. Aku harus mampir.

Ada kebenaran yang ingin kudengar.

Bagaimana pertunangan kalian?

Tidak seharusnya kuceritakan,

tapi Ae-sin menghabiskan waktu membaca buku filsafat yang dibaca pria.

Dia tak pernah menyulam

atau melukis anggrek.

Sayang sekali.

Rupanya begitu.

Aku juga tak bisa menyulam.

Kami punya kesamaan.

Dia lucu sekali.

Bukan itu maksudku.

Ae-sin tak seperti wanita terhormat jika...

Boleh kusela?

Apa?

Apa?

Astaga!

Aku harus pergi.

Kau bilang apa kepadanya?

Suaminya memesan tempat di ruangan ini,

tapi dibatalkan dan dia pulang.

Astaga, kalian kurang pemain.

Boleh aku ikut?

Astaga.

Maaf, atas kecerobohanku, Nyonya.

Aku akan membawakan baju ganti.

Datanglah ke kamarku.

Berarti ada mata-mata.

Satu dari dua perwira yang diselidiki

sering datang ke hotelmu.

Aku ingin minta maaf,

jadi, pilihlah gaun yang Nyonya sukai.

Akan kuberikan sebagai hadiah.

Aku punya banyak gaun.

Sampai gaunmu kering,

mau kuhidangkan minuman keras

dari Prancis?

Aku tak suka minuman keras.

Lalu Nyonya tertarik dengan apa?

Aku ingin membayar...

Bukankah itu pedang anggar?

Bagaimana Nyonya tahu soal anggar?

Kau memainkan olahraga itu?

Aku menghunus pedang itu beberapa kali untuk pertunjukan.

Begitu rupanya.

Aku sangat tertarik dengan kebudayaan Barat.

Anggar.

Olahraga Barat yang memesona.

Kau bisa membidik titik vital

dan mengalahkan seseorang dengan cepat dan akurat.

Kau tahu kenapa aku suka anggar?

Kita bisa bidik tepat di titik vital

dan mengalahkan orang dengan cepat dan akurat.

Jadi, anggar seperti itu?

Sepengetahuanku, hanya dua orang di Joseon bisa bermain anggar.

Pertama adalah saudara ipar Dubes Inggris.

Satu lagi adalah sekretaris Dubes Prancis.

Leo.

Kalau Nyonya tertarik, Nyonya ingin belajar dari mereka?

Siapa yang Nyonya suka dari keduanya?

Mereka tak akan menolak permintaanku.

Aku sendiri belajar beberapa kali.

Aku bisa belajar sendiri.

Aku kurang sehat, jadi, harus pergi.

Pikirannya yang bingung, bukan kondisi fisiknya.

Itu jelas kecemburuan.

Yang Mulia Ratu ingin bertemu cucu Tuan.

Suruh dia datang ke istana besok.

Kenapa Yang Mulia Ratu

ingin bertemu cucuku?

Aku yakin untuk mendengar soal sekolah baru dan pelajaran mereka.

Yang Mulia Ratu meminta rekomendasi

dan pemilik hotel menyebut nama cucu Tuan.

Seluruh kota tahu

dia pergi ke sekolah itu.

Terima kasih atas undangannya,

tapi katakan cucuku bukan orang yang tepat.

Ayah.

Yang Mulia Ratu mengutus orang-orangnya.

Tidak baik menyuruh mereka pergi dengan penolakan.

Berapa banyak gadis seusianya bisa diundang ke istana?

Ae-sin mungkin sedang dihukum,

tapi izinkanlah kali ini saja.

Apa kesalahannya hingga dia dihukum?

Dia merusak sesuatu yang dia sulam.

Masih siang hari.

Ada apa dengan langit?

Ayo.

Kenapa seram sekali?

Di luar gelap sekali.

Observatorium melapor akan ada gerhana matahari hari ini.

Ini pertanda buruk.

Lee Wan-ik tadi ada di sini dan kini surga kecewa.

Yang Mulia, ini peristiwa alami.

Jernihkan pikiran Yang Mulia dan tegarlah.

Yang Mulia, pria dari Legasi Amerika ada di sini.

Calon instruktur Akademi Militer Kerajaan sedang menunggu.

Benarkah?

Itu kabar baik. Biarkan dia masuk.

Sebagai Kaisar Korea,

aku mengangkat Kapten Korps Marinir AS Eugene Choi sebagai instruktur asing

Akademi Kerajaan Militer.

Untuk menunjukkan kepercayaan,

Yang Mulia menganugerahimu dengan bendera nasional kami.

Terimalah dengan hormat.

"Terima kasih, Yang Mulia."

Terima kasih, Yang...

"Yang Mulia."

Yang Mulia.

Latihlah para siswa sebaik mungkin

agar menjadi tentara dan pria yang baik.

Tuan Lee Jeong-mun memintaku

mengisi jabatan itu.

Itulah yang ingin kulakukan.

Bagus sekali.

Keberadaanmu di sini

akan jadi kenyamanan yang besar bagi kami.

"Terima kasih, Yang Mulia."

Terima kasih, Yang Mulia.

Kau menolak jabatan ini sekali.

Aku senang kau berubah pikiran.

Kenapa?

Tuan Lee Jeong-mun

memberiku tawaran yang tak bisa kutolak.

Tawaran apa?

Dia memberiku gunung.

Gunung?

Karena kau bisa membantu mereka hidup lebih lama.

Aku membahas si Perajin, Hwang Eun-san, dan anak buahnya.

Itukah alasannya?

Sebuah gunung cukup untuk membuatmu berubah pikiran?

Gunungnya besar.

Aku tak bisa memahamimu.

Aku adalah

Eugene Choi, Kapten Korps Marinir AS.

Kaisar mengangkatku

menjadi instruktur Akademi Militer Kerajaan.

Aku sempat penasaran.

Baiklah.

Aku berniat untuk bekerja keras.

Aku bisa saja melatih rekan seperjuangan seseorang.

Semoga

ketulusanku bisa diterima.

Mulia sekali.

Senang menemuimu di sini.

Kau cantik sekali

sampai membuatku terkejut.

Astaga.

Ini adalah bunga prem.

Kebanggaan keluarga Kerajaan Korea.

Andai aku bisa melihat bunga ini sepanjang tahun.

Pemikiran yang konyol.

Sayang sekali.

Ini hanya mekar di musim semi.

Senang sekali

bisa menemuimu seperti ini.

Ya, aku juga.

"Hotel Glory"

Terima kasih sudah mendampingiku.

Aku akan memercayai kalian.

Dibandingkan kebaikan yang Anda tunjukkan kepada kami, ini tidak sulit.

Kami akan kembali, Tuan.

Sub by Netflix Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF

Follow My IG @sultan_khilaf_sub

Kita akan lihat apa hidup dan mati memang ada di tangan dewa.

Karena itu, aku harus melakukannya.

Berapa lama sisa waktuku?

Jika ingin aku bungkam, bunuh aku atau percaya kepadaku.

Teruslah uji kesabaranku.

Aku berniat sedikit memberontak.

Tetaplah tegar.

Setiap akhir melahirkan kesedihan dengan cara berbeda.

Aku belum belajar.

Aku yakin tak bisa selalu tepat.

Terjemahan subtitel oleh Cindy Fatricia

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.