Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
TERJEMAHAN | YOYONG MASAMBA
Aku, Li Zhuifeng,
mengabdi sebagai prajurit selama lebih dari 30 tahun.
Aku sudah memperluas wilayah Tanah Dewa.
Orang-orang memanggilku Dewa Perang.
Hari ini, kita terkepung di Beipo
oleh ratusan ribu pasukan Shaman.
Aku...
telah mengecewakan kalian.
Kalian semua
prajurit yang hebat.
Sekarang, kita sedang menghadapi kematian.
JOIN GROUP TELEGRAM https://t.me/Collection_MovieTerbaik
Menangislah jika kalian tak bisa menahannya.
Air mata kalian diperbolehkan malam ini.
Komandan, ada masalah.
KOTA BEIPO
Komandan.
Tampaknya Shaman punya kekuatan yang begitu besar.
Melihat jumlah api unggun mereka,
ada sekitar ratusan ribu, bahkan ribuan dari mereka.
Sempurna.
PENYELAMATAN KEBUNTUAN.
Bagus.
Aku terkejut tuan-tuan
bisa tiba di sini begitu cepat.
Kami dengar kau mengepung
Li Zhuifeng, Dewa Perang.
Itu sebabnya kami bergegas kemari
dengan prajurit kami.
Sama denganku.
Aku takut jika kami sampai terlambat kemari,
kami tidak dapat bagian tubuh Li Zhuifeng
setelah mereka dibantai.
Bersulang!
Kalian sudah kenyang?
Ya.
Jika sudah kenyang, ayo pergi.
Kalian delapan orang harus pergi melewati gerbang 4.
Laporkan situasi kami
kepada Jenderal Huang Zizai di Gandang.
Katakan padanya,
Katakan padanya, anak-ku,
kita semua bergantung padamu.
Apa yang kau tertawakan?
Dia menantuku.
Apa aku tak boleh memanggilnya begitu?
Ya!
Ayo, ulangi apa yang kubilang.
Anakku,
kita semua bergantung padamu.
Bagus.
Buka gerbangnya.
Yang Mulia,
Beberapa penunggang kuda meninggalkan Beipo lewat gerbang 4.
Yang Mulia,
apa mereka menerobos pengepungan malam ini?
Berapa banyak dari mereka?
Delapan penunggang kuda.
Ok.
Mereka benar-benar prajurit dewa perang.
Yah!
Komandan, tersisa satu orang.
Jangan khawatir.
Itulah maksudku.
Jika dia mau melawanku,
dia pasti bukan orang yang bodoh.
Beritahu semuanya malam ini harus tidur nyenyak.
Shaman tidak akan mencoba menyerang sepuluh hari ke depan.
Jenderal Huang,
ketika komandan Li pergi berperang,
dia meminta kita menunggu kabar terbarunya.
Tapi sekarang,
kita tidak melakukan apa-apa.
Kau bisa membaca seperti yang aku lakukan.
Kau.
Bagaimana dengan komandan Li?
Anakku,
kita semua bergantung padamu.
Ok.
Bagus.
Dimana komandan Li?
Beipo.
Mereka terkepung ratusan ribu pasukan Shaman.
100 ribu.
Bawa dia.
Kubur dengan baik.
Ayo.
Tunggu,
kau mau kemana?
Tentu saja, kami mau menemui ajudannya.
Beipo adalah kota yang ditinggalkan.
Orang-orang miskin sebagian masih bertahan,
tidak ada pasukan dan makanan.
Komandan pasti tak berdaya di sana.
Aku mau bertanya.
Berapa banyak prajurit yang kita miliki?
5000 prajurit dan 20 ribu infantri.
Kau tahu 100 pasukan shaman
bisa mengepung 10 ribu orang.
1000 dari mereka bisa menempuh jarak hingga 100 kilometer.
Mereka melakukan perjalanan seperti kilat dan guntur.
Kita hanya punya 20 ribu prajurit.
Bagaimana kita bisa mengalahkan pasukan Shaman yang begitu banyak?
Huang Zizai,
Apa maksudmu semua ini?
Jangan selamatkan mereka!
Apa?
[Dewa Perang]
Sebelum komandan pergi,
dia memberiku tanda ini untuk memimpin kota.
Perintahkan ke semua prajurit, jika ada yang menyarankan kita
mengirimkan bantuan, dia akan dihukum sesuai dengan hukum militer.
Ya.
Pergi.
Kirim ini segera ke kota Timur
dan berikan ini ke Divisi Perang.
Siap laksanakan.
100 ribu.
Yanqu.
Dasar bajingan yang tidak tahu berterima kasih!
Ayahku menjodohkanku denganmu sebelum dia pergi.
Kau membiarkannya mati di luar sana?
Yanqu,
dengarkan aku.
Apa lagi yang mau kau katakan??
Kau menunggu Shaman membunuh ayahku
agar kau bisa menguasai kota ini.
Ayo, bunuh aku.
Sini.
Ada 100 ribu pasukan Shaman di luar sana.
Mereka mengepung Beipo
seperti mengisi besi ke dalam ember.
Bagaimana caranya
pasukan kita bisa melarikan diri?
Kudengar si pembawa pesan terkena panah dan dia masih bisa melarikan diri.
Panah ini satu-satunya milik Raja Shaman.
Seorang raja penembak terbaik di utara,
dia tak pernah meleset.
Jadi aku yakin
dia sengaja membiarkan pembawa pesan itu
dan tidak mau membunuhnya.
Tujuan utamanya
agar bisa menghancurkan bantuan musuh ke kota Beipo.
menghancurkan bantuan musuh?
Li Zhuifeng seperti mata domba ini.
Bisakah kita memberinya makan jika seluruh shaman memakannya?
Apa yang aku inginkan,
apakah Tanah Dewa,
atau termasuk domba ini.
Jika kita mengirim pasukan kita dari Gandang,
mereka akan terbunuh dalam perjalanan mereka.
Gandang adalah perisai terakhir dari Tanah Dewa.
Jika kita kehilangan Gandang,
Shaman akan menguasai semua wilayah timur
sampai mereka mencapai kota Timur.
Lalu, bagaimana dengan ayahku…
Komandan Li adalah Dewa Perang dari Tanah Dewa.
Berita kehilangan dia akan mengejutkan bangsa
dan Shaman jadi lebih bersemangat.
Karena itu,
Aku harus menemukan cara untuk menyelamatkan komandan Li.
Lagipula,
dia calon ayah mertuaku.
Aku tidak akan membiarkannya membusuk di luar sana.
Akan kusiapkan mie untukmu.
Zizai.
Zizai.
Surat Cerai
Huang Zizai.
Kau pengkhianat!
Aku tidak akan memaafkanmu!
Bull Rock.
Tolong!
Tolong!
Siapa saja, tolong!
Tolong!
Ada apa dengannya?
Dia disengat kalajengking.
Bagian mana?
Dadanya.
Mungkin itu kalajengking jantan.
Kau mau menyelamatkannya, tidak?
Oh Kakak!
Kenapa terburu-buru?
Terakhir kali kau bilang aku terlambat.
Kali ini kau bilang aku terlalu cepat.
Begitu merepotkan
jadi perampok?
Orang ini terlihat jauh lebih hebat daripada sebelumnya.
Jangan main-main orang ini cukup hebat.
Ayo!
Adik, berhentilah menjadi narsis!
Ayo, tolong bantu!
Ahhhh!
Adik!
Itu pasir hisap.
Pakai celanamu, sekarang?
Hentikan omongan sampah itu dan kemari bantulah!
Pegang erat-erat!
Hentikan omong kosongmu.
Bangunlah, gal.
Suamiku.
Apa?
Suamiku.
Yah!
Bisakah kau lebih profesional mulai sekarang?
Rampok saja,
jangan menggoda.
Berhenti menggangguku.
Adik?
Adik?
Bisakah kalian berdua lebih profesional?
Lapor.
Menurut mata-mata kita, Gandang masih hidup.
Apa?
Raja Shaman memerintahkanmu menarik semua pasukan.
Perintahkan apa yang diperintahkan. Pasukan utama kembali.
Para pegawas dan aku akan tinggal.
Ya.
Mereka tidak menyelamatkan Dewa Perang yang agung itu?
Kenapa ini lagi?
Ayo, makan.
Ini
makanan terakhir.
Komandan.
Apa isi belanganya?
Ah.
Cukup bagus!
Sup daging dan sayur rebus.
Ayo duduk dan makanlah.
Komandan,
apa kita akan melawan
Shaman atau tidak?
Kau ingin melawan mereka atau tidak?
Tentu saja.
Lakukan cepat.
Mati di medan perang cara yang lebih baik dari pada mati kelaparan di sini.
Ya, ya.
Kita hampir sampai.
Tinggal beberapa hari saja.
[Bull Rock]
Ayo Ayo.
Cepat, jalan!
Ayo jalan!
Apa aku mengizinkanmu menggoda?
Bagaimana denganmu?
Berhenti menudingku.
Akan kupotong kont*lmu hari ini.
Hebat juga?
Jenderal, Jenderal. Kau harus khawatirkan dirimu.
Apa lagi yang bisa kau lihat?
Jenderal,
Kau berada di sini untuk mencari seseorang
karena kau ingin menyelamatkan seseorang.
Tapi kau akan berada dalam masalah besar!
Masalah besar?
Masalah apa?
Apa aku salah?
Yanqu, tolong dengarkan aku.
Kau bisa jelaskan pada Raja Neraka.
Tuan dan nyonya bertengkar lagi.
Huss!
Yanqu!
Tolong biar aku jelaskan.
Aku tidak mau mendengarkanmu.
- Kita sudah selesai. - Ini tidak seperti yang kau pikirkan.
Aku punya alasan sendiri.
Omong kosong!
Keduanya bukan orang sini.
Berhenti!
Apa tidak ada gadis baru?
Ah!
Siapa kau?
Aku istrinya.
Apa?
Apa?
Kau menyelamatkanku,
Aku menikahimu, benar bukan?
Kau!
Huang Zizai!
Dasar bajingan!
Berhenti!
Siapa yang mengganggu adikku?
Kakak, hentikan!
Apa lagi sekarang?
Ahhh, jangan tanya!
Kau tak bisa melihatnya sendiri?
Jika aku tahu, kenapa aku harus tanyakan padamu?
Ok.
Berhenti!
Biar kulihat siapa yang main-main di Bull Rock.
Ayo Ayo. Ayo!
Ah! Seorang pengembala, ayo!
Dimana adik?
Disini.
Ayo.
Bawa mereka.
Tidak.
Jalan!
Ayo, pukul mereka!
Tunggu!
Bagaimana kau bisa menghukum seseorang tanpa menanyai mereka sebelumnya? / Benar.
Apa kau tidak punya hukum di sini?
Hukum?
Di sini di Bull Rock,
Wu Liutian adalah hukumnya.
Ayo, pukul mereka.
Coba saja jika berani.
[Dewa Perang]
Tunggu.
Ini tanda dari Dewa Perang.
Kenapa kau memilikinya?
Aku Jenderal komandan Li.
Aku memerintahkan wilayah barat atas perintah komandan.
Aku Li Yanqu, putri dari komandan Li.
Atas perintah komandan, Aku bertugas mengontrol Jenderal Huang.
Aku, Wu Liutian, pemimpin Bull Rock.
Aku tidak tahu Jenderal Huang akan berkunjung. Maafkan aku.
Tidak apa-apa, kau tidak tahu itu.
Silakan berdiri.
Jadi,
Aku ingin tahu, apa yang membawa Jenderal Huang kemari?
Oh, ini.
Apa kau punya
tempat makan di sekitar sini?
Aku lapar.
Jenderal Huang, silahkan.
Sebenarnya, aku…
Ini dia makananmu!
Nona,
ikan ini sangat segar.
Kita bisa membedakannya dari bentuknya di situ.
Tuan, kau pasti sudah lama bepergian.
Ada begitu banyak pasir dan kotoran di pakaianmu.
Silahkan lepas dan kami akan cuci pakaianmu.
Keluar!
Ayo.
Silakan lanjutkan, Jenderal Huang.
Ah, Yinhe.
Kau berencana makan dan lari lagi?
Tadi malam, bintang-bintang bilang padaku
akan ada seseorang yang mau membayar makananku hari ini.
Oh benarkah.
Berapa banyak orang-orangmu?
96 orang termasuk aku.
Kau bebas memerintah kami.
Belum cukup.
Aku punya solusi.
Jenderal, Aku yakin kau akan menyukainya.
Kau menguping? Beraninya kau!
Aku seorang paranormal.
Emangnya aku menguping?
Aku bisa meramalkan masa depan!
Kau.
Hentikan.
Karena kau sudah tahu,
apa rencanamu?
Ayo, makan dan bicaralah.
Makan dan bicara.
Di sini, Jenderal Huang.
Hadirin sekalian dari Bull Rock.
Aku seorang duta besar dari ibukota.
Aku di sini hari ini
untuk berbagi kabar baik dengan kalian.
Komandan Li Zhuifeng, Dewa Perang,
sudah mengalahkan Shaman di Beipo
dan menangkap Raja Mo Hayan.
Sebagai penyemangat, Kaisar mengirimku ke sini
untuk membeli kebutuhan pasukan.
Sapi, domba,
pakaian
dan makanan.
Kami akan membayarmu 30% lebih dari harga pasar.
Mereka yang ikut denganku ke Beipo,
akan kuberi 50% lebih.
Ok.
Yang setuju silahkan daftar disana.
Aku tidak punya apa-apa. Bisakah aku sumbangkan dua unta?
Ya, siapa namamu?
Aku mau daftar.
Tapi bisakah kau bayar uang mukanya?
- Kau tahu kenapa aku mau mendaftar? - Karena aku kuat!
Di sini.
Aku bisa memberimu uang, tapi kau masih muda sekali.
Kau tak boleh pergi.
Jika aku tidak bisa pergi,
aku tak bisa mengambil uangmu.
Jika aku tidak punya uang,
aku tidak mampu mencari tabib untuk ibuku.
Jika ibuku meninggal,
kau mau bertanggung jawab?
Uh…
Baiklah, akan kudaftarkan kau.
Siapa namamu?
Tiger.
Ayo kesana sama mereka.
Kenapa?
Ada begitu banyak orang.
Seseorang harus memasak.
Ya, masuk akal.
Setelah semuanya pergi,
tidak ada yang akan datang makan di warung makan kita.
Ok.
Apa kau jatuh cinta dengan
- si bengsek itu? - gigolo itu?
Sekarang ada
328 orang yang mendaftar.
Masih kurang 500 orang.
Kau mungkin tidak tahu.
Ini tempat terpencil dan miskin Bull Rock,
di sinilah ibu kota memenjarakan para pelaku kejahatan.
Jadi, penduduk di sini tidak banyak.
Sebagian ada pelaku kejahatan,
aku penasaran kenapa Jenderal Huang mau memimpin orang-orang ini ya?
Orang apa?
Menggali setiap hari? Bodoh sekali!
Kau akan bekerja sampai kau mati.
Ah.
Kau pernah lihat ini sebelumnya?
Nanti,
aku akan menaruhnya di sana.
Dan aku menyalakan sekringnya,
batu itu akan jatuh dengan sendirinya
meledak! dalam sekejap!
Aku tidak butuh uangmu.
Kalau begitu beri aku tepuk tangan.
Jump Monkey,
Maksudku, jangan banyak omong.
Kita akan tahu, apakah itu kuda atau keledai saat kita membukanya.
Ya.
Bukalah.
Tiarap!
Itu tidak masuk akal.
OK.
Berdiri, semuanya.
Jenderal Huang, duta besar dari ibukota ingin mengumumkan sesuatu.
Singkatnya.
Kami melihat ada kemenangan besar di Beipo.
Kaisar akan mengumumkan pengampunan khusus.
Mereka yang mau ikut bersamaku ke Beipo akan dibebaskan.
Ok.
Ikuti aku.
Ayo.
Wu, ada sesuatu.
Ada perkelahian di penjara.
Apa?
Kenapa kau begitu kecewa?
Ah?
Ok.
Diam.
Siapa mereka?
Perampok gurun terkenal dari wilayah barat.
Wanita itu,
bernama Hu Liuniang.
Dikenal sebagai kucing hitam berekor dua yang sangat kejam.
Dia tahanan penting.
Aku menangkapnya beberapa hari yang lalu.
Kau?
Jika bukan karena puluhan ribu pasukan Shaman menyerang tempatku,
kau tidak bisa menangkapku?
Sepertinya kau tidak setuju denganku.
Ayo,
buka rantai nya.
Itu tidak perlu.
Jika aku melepasmu,
kau mau mengikuti perintahku?
Jika kau membiarkanku membunuh Shaman,
Aku milikmu.
Lepaskan dia.
Jenderal Huang,
dia tahanan penting!
Kau tidak bisa melepasnya!
Lepaskan dia.
Ya.
Sekarang kita punya 794 orang.
795 orang termasuk aku.
Kita hampir siap.
Tuan.
Jika kau tahu itu berbahaya,
kenapa kau mau mengikuti kami?
Ah, Jenderal Huang,
kau tahu apa yang dicari
seorang paranormal?
Mengkhianati Dewa dan mengubah nasib kita sendiri.
Tidak artinya tidak!
Jika sekelompok tahanan ini bisa pergi,
kenapa aku tidak bisa?
Kalian berdua bisa ikut.
Tapi dia,
dia harus tinggal.
Kemana jarum pergi, disitu benang mengikuti.
Aku akan mengikuti kemanapun suamiku pergi.
Ini sah.
Kapan aku menjadi suamimu?
Dia mencium tete adikku.
Apa?
Apa?
Ya.
Yanqu.
Huang Zizai!
Dasar bajingan!
Yanqu.
Jenderal Huang.
Biar aku tangani hal-hal sepele ini.
Suamiku.
Biarkan saja.
Jenderal Huang.
Kami juga mau ikut.
Kau, naik ke kereta.
Maksudku Jump Monkey,
kenapa kau repot-repot mau bergabung?
Tidakkah kau lihat itu?
Kereta itu berisi bahan peledak.
Kami disana untuk menyambut dan menyemangati mereka,
tidak terlibat dalam perang.
Jika kau menembak orang, itu adalah bom.
Jika kau menembak ke langit, itu kembang api.
Apakah keduanya sama?
Boss,
kalau menurutku, itu aku artikan sebagai
nilai-nilai perdamaian.
Ok, jadi mereka sama saja.
Benar? Jenderal Huang?
Ah, maksudku, si gembala tua.
Kau buta seperti belut. Kenapa kau mau repot-repot ikut?
Bukankah kau bilang kambing itu
adalah anak-anakmu dan kau tidak bisa menyembelihnya?
Kambing-kambingku bisa memberi kita susu.
- Kau memang pintar? - Hei?
Orang tua ini kerjanya hanya bisa bicara omong kosong.
Aku memang keterlaluan.
Aku akan mendengarmu mulai sekarang.
Tuan,
kau begitu baik!
Bagaimana kau melakukannya?
Aku bilang padanya kau tidak punya banyak waktu tersisa dan memintanya untuk
hargai waktu yang bisa kalian habiskan bersama.
Kau!
Jenderal.
Saat yang tepat di sini.
Ayo kita pergi.
Ayo!
Rombongan Beipo bergerak,
800 orang berkumpul.
Ayo pergi!
800 prajurit berbaris ke utara.
800 prajurit berbaris maju.
[Bull Rock]
800 prajurit tanpa rasa takut.
800 prajurit di sini untuk menang.
800 prajurit kejam
sekarang berbaris ke utara.
800 prajurit kejam
dengan berani berbaris maju.
800 prajurit tanpa rasa takut,
tidak takut sama sekali.
800 prajurit di sini untuk menang
dan membantai mereka semua.
Gandang masih bertahan.
Li Zhuifeng, kau sudah
meremehkanku, Raja Shaman.
Panah! Panah!
Perisai! Perisai!
Cepat!
Berlindung, kalian!
Cepat!
Hati-Hati, Jenderal!
Kami Shaman punya 100 ribu prajurit.
Jika kami semua menembakmu,
kami bisa mengubur kotamu dengan panah!
Mundur!
Mundur!
Yang Mulia,
kenapa kau tidak bertempur ke kota?
Li Zhuifeng akan bertempur sampai mati jika kita ada disana sekarang.
Dia pasti akan mengorbankan dirinya.
Jika kita bisa mengepung dia sampai dia menyerah,
itu akan menjadi pukulan besar
untuk orang-orang di Tanah Dewa.
Seni tingkat tinggi dalam perang adalah menaklukkan hati seseorang.
Ingat, mulai sekarang, 100 ribu panah perhari.
Jadi misi utama kita sekarang
menjaga rahasia ini untuk diri kita sendiri.
Ah!
Bagaimana kita bisa berbohong kepada 800 orang,
Jenderal Huang?
Siapa yang membiarkanmu masuk?
Kenapa kau begitu khawatir?
Aku kemari mengundang kalian ke pesta api unggun kami.
Pesta api unggun?
Baunya enak sekali!
Jika sudah siap, semua orang akan punya bagian masing-masing.
Ayo, Tiger.
Terima kasih.
Jenderal Huang,
silakan coba domba panggangku.
Siapa yang mengizinkanmu menyalakan api?
Mulai sekarang, jangan ada api di malam hari.
Tidak ada suara, ok.
Matikan.
Matikan semuanya.
Kenapa dengan Jenderal Huang?
Istirahat di sini.
Ayo, lepaskan ini dariku.
Jenderal Huang,
pasukan Shaman sering melakukan patroli di balik kaki gunung pasir ini.
Ayo kita lihat.
Ok.
Kenapa ada prajurit Shaman disini?
Mereka bukan prajurit, tapi yang sudah menyerah.
Benar, mereka meninggalkan baju besi dan perisai mereka.
Biarkan aku memimpin orang-orangku dan membunuh mereka.
Tunggu.
Kau berjanji padaku kau akan mengikuti perintahku.
Ini tidak mudah.
Kita harus memikirkannya.
Siapa itu?
Siapa?
Oy!
Jangan curi kambingku.
Kambing, ah!
Astaga!
Apa kau buta seperti aku?
Aku sudah menjualnya sama pasukan dari Tanah Dewa.
Kambingku.
Orang tua,
apa katamu?
Tuan,
Aku orang tua yang buta.
Mereka sudah memesan kambingku
dan sudah membayarku.
Jika kau mengambil kambingku,
sama halnya kau membunuhku.
Siapa yang membeli kambingmu?
Bala bantuan dari Tanah Dewa.
Kudengar mereka menuju Beipo.
Bawa kami ke mereka.
Tuan, jika kau tidak keberatan aku mau tanya,
siapa kau?
Jangan khawatir, orang tua.
Kami hanya sekelompok pedagang.
Kami juga punya beberapa barang yang ingin kami jual ke mereka.
Tapi sampai sekarang
kami belum bertemu dengan mereka.
Kau dengar!
Oh, ok, ok.
Aku akan membawamu ke sana.
Ikuti aku.
Kita hampir sampai, hampir sampai.
Orang tua itu tidak akan mengkhianati kita, kan?
Tidak, dia tidak akan.
Dia menuju ke arah itu.
Oh tidak, Shapotou!
Ini dia.
Pasukan ada di balik gundukan pasir itu.
Tunjukkan jalannya.
Dimana pasukannya?
Pasukan ada di mana-mana.
Apa kau tidak melihat mereka?
Kau!
Gembala Tua!
Jangan mendekat! Jangan kesana!
Jangan kesana.
Gembala Tua!
Gembala Tua!
Gembala Tua!
Gembala Tua!
Pada suatu hari,
Aku bawa sedikit pasukan
melakukan serangan malam.
Dalam kegelapan,
kami diam-diam menyelinap ke tenda
tempat ketua mereka sedang tidur.
Perlahan-lahan, aku masuk ke tenda itu
dan mendekati tempat tidur bajingan itu.
Dengan tenang aku mengangkat pedangku
dan melepaskan sarungnya.
Menebasnya!
Kau tahu apa yang terjadi?
Aku menariknya terlalu keras dan mematahkan pegangannya.
Jadi apapun yang mereka katakan akulah Dewa Perang.
Hanyalah omong kosong!
Ok.
Shamans sudah cukup bersenang-senang.
Ayo kita kembali apa yang kita lakukan.
Komandan,
kita sudah mematahkan busur kita sendiri,
kenapa kita masih butuh panahnya?
Kita akan kembalikan panah itu kepada mereka suatu hari nanti.
Kenapa pasukan kita tidak masuk ke kota?
Kau lebih baik melihatnya.
Itu semua bendera Shaman!
Ah?
Bukankah kau bilang kau sudah mengalahkan Shaman?
Yah!
Jenderal Huang,
apa yang terjadi di sini?
Ya.
Apakah kita mengalahkan mereka?
Atau kita dikalahkan?
Masih belum jelas.
Tapi Dewa Perang kita masih berada di Tanah Dewa.
Dikepung oleh ratusan ribu pasukan Shaman.
Apa?
100 ribu?
Oh tidak, oh tidak.
Kita di sini bukan memberi mereka makanan,
tapi memberi mereka hidup kita.
Jenderal Huang, kau!
Apa kau tidak memalsukan perintah kaisar?
Benar!
Aku lebih baik mati menambang,
daripada mati di tangan Shaman.
Ya.
Ayo.
Ya, ayo kita pergi.
Pergi.
- Aku mau lihat siapa saja yamg mau pergi. - Jika kau bergerak, aku akan membunuhmu.
Ya.
Turunkan pedangmu.
Maafkan aku, semuanya.
Aku, Huang Zizai berbohong padamu.
Sekarang, Dewa Perang dari Tanah Dewa itu terjebak.
Jika kita tidak membantunya.
Tanah Dewa ini akan hancur juga.
Jadi kita harus mencari kesempatan untuk menyelamatkannya.
Kenapa kau tidak minta saja bantuan pasukan di Gandang?
Kenapa kau meminta sama kami?
Karena Gandang menampung puluhan ribu penduduk.
Jika terjadi kesalahan,
mereka akan dibantai oleh Shaman.
Kita juga semua manusia,
kenapa kita harus mati sia-sia?
Benar.
Maafkan aku.
Kau boleh pergi sekarang.
Tidak, kalian tidak akan mati.
Ada kuburan dekat Beipo.
Di pemakaman itu ada terowongan
dan mengarah ke kuil yang rusak di Beipo.
Jika kita menemukan kuburan dan terowongan itu,
kita bisa memasuki kota dan menyelamatkan Dewa Perang.
Maksudku, gembala tua,
kau orang buta bahkan
sangat pandai berbicara dan jauh lebih hebat daripada kita orang normal.
Diamlah.
Pada saat itu,
saat kau belum lahir.
Itu
sekitar 20 tahun yang lalu.
Raja Shamna pertama meninggal karena sakit.
Putranya Mo Hayan penerus tahta.
Dia raja Shaman saat ini.
Untuk membangun kuburan untuk ayahnya,
KOTA BEIPO
Dia menangkap semua pemuda di Beipo.
Aku salah satu dari mereka.
Ada begitu banyak harta karun di dalam makam.
Raja takut kami akan membocorkannya.
Jadi dia mengambil bola mata kami.
Mereka bahkan membungkam mulut mereka dengan meracuni makanan mereka.
Kemudian aku mendengar bahwa Raja
ingin kita semua mati bersama dengan ayahnya.
Beberapa saudara dan aku memutuskan
diam-diam membangun sebuah terowongan.
Hanya aku yang selamat.
Beipo menjadi kota hantu sejak saat itu.
Si gembala tua,
kau masih bisa temukan kuburannya?
Ya.
Tapi aku tidak begitu ingat pintu masuknya.
Baik,
biar aku yang mengurusnya.
Ini dia.
Tuan,
kau yakin?
Shaman itu alien.
Tapi kuburan ini punya gaya berasal dari Tanah Dewa.
Jika kompasnya benar,
di sini tempatnya.
Jenderal Huang,
Lihat ini.
Sudah waktunya Jump Monkey melakukan tugasnya.
Kita bisa masuk
begitu kau mendengar ledakan.
Tunggu.
Dengan ledakan itu,
Shaman juga akan datang.
Apa yang akan kau lakukan?
Gali!
Benar!
Kami adalah para pengebor.
Inilah yang kami lakukan!
Saudara,
ambil peralatanmu dan gali!
Kita masih satu keluarga dengan nama yang berbeda.
Aku menggunakan pedang.
Adikku menggunakan dua pedang.
Dan kakakku,
pemanah terbaik di Tanah Dewa ini.
Tidurnya selalu nyeyak.
Setelah kami bersumpah menjadi saudara dan saudari,
kami juga bersumpah menjadi
bandit gunung terbaik di Tanah Dewa.
Bandit gunung?
Apa yang kau lakukan di gurun?
Tidak ada.
Kami hanya tersesat.
Jenderal Huang, sudah selesai.
Ayo.
Baunya aku tahu…
Hei!
Kau mau mati?
Bagaimana jika ada hantu?
Suamiku, aku akan menemuimu didalam.
Tunggu.
Aku masuk duluan.
Aku pemimpinnya.
Aku tidak mau masuk.
Jenderal Huang, mereka tidak mau masuk.
Mereka masih ragu-ragu.
Dengan imbalan yang cukup, mereka akan mau.
Aku tahu kau takut.
Tapi aku orang yang menepati janji.
Aku akan menepati janjiku.
Kau dengar itu.
Gembala tua itu bilang
ada banyak harta karun di sana.
Aku berjanji padamu.
Kau bisa ambil apa pun yang kau mau
setelah kau menyelamatkan komandan Li.
Kita sudah di sini.
Tentu saja ini lebih baik daripada pergi berjudi.
Yah!
Tanah Dewa punya rencana.
Kita bahkan tidak menyadarinya.
Ayo! Serang!
Ya!
Yang Mulia.
Kota Beipo kecil ini
sudah kehabisan peluru.
Bisakah kau memberikan hadiah ini kepadaku?
Baik.
Aku akan menunggu di sini
menantikan kabar baikmu dari Dewa.
Ayo!
Jangan menyentuhnya.
Hei, mereka tidak akan hidup lagi, kan?
Siapa mereka?
Itu punyaku!
Jangan ambil itu dariku.
Tuan, ada apa?
Udaranya aneh di sini.
Hentikan sekarang!
Kau baru bisa mengambilnya
setelah menyelamatkan komandan Li.
Siapapun yang tidak patuh akan dihukum.
Gembala tua.
Ya.
Tunjukkan jalannya.
OK.
Kalian semua buta di sini.
Tapi aku tidak.
Jenderal Huang, disini.
Ayo!
Serang!
Mereka masuk dari sana.
Cepat!
Serang!
Serang!
Jenderal Wu, awasi gerbangnya.
Ya!
Yinhe, bersembunyilah.
Komandan
Serang!
Liuniang!
Liuniang!
Kebencian tidak akan menyelesaikan masalah!
Itu karena kau tidak punya rasa benci!
Komandan!
Ayah!
Ayah!
Ayah!
Ayah!
Komandan!
Komandan!
Ayah!
Komandan!
Ayah!
Jenderal Huang, kami sudah perbaiki gerbangnya.
Baiklah.
Dia bangun.
Dia bangun!
Maafkan aku
karena sudah terlambat sampai di sini!
Apa bantuannya sudah datang?
Mereka siapa?
Aku mengumpulkan 800 prajurit
untuk menyelamatkanmu.
Aku?
Aku bilang apa sebelum aku pergi?
Tapi kau adalah Dewa Perang dari Tanah Dewa.
Jika sesuatu terjadi padamu…
Diam kau!
Aku minta maaf.
Perang menjadikanku Dewa Perang.
Aku hanya ingin bebas dari itu.
Dengan begini
akan ada kedamaian
Di mana-mana.
Ayah!
Komandan!
Ayah!
Komandan!
Bagaimana keadaannya?
Dia sudah banyak kehilangan banyak darah
dan meninggal.
Kalian sudah menyelesaikan tugas.
Jaga Komandan Li untukku dan bawa dia kembali.
Apa?
Kau tidak ikut dengan kami?
Jika kita semua pergi,
Shaman akan menyerang Gandang.
Orang-orang di sana
akan menderita.
Bagaimana kau bisa menyelamatkan tempat ini sendirian?
Beipo sudah hancur.
Tapi ini masih bagian dari Tanah Dewa.
Dan akan kuperjuangkan.
Jangan bodoh.
Ada 100 ribu pasukan Shaman akan datang.
Kau tidak akan berhasil.
Terkadang,
kau harus menunggu kesempatan.
Aku yakin bantuan kita
akan segera datang.
Aku tidak peduli.
Aku ingin kau ikut denganku.
Yanqu.
Kau boleh pergi.
Aku tidak bisa.
Aku seorang pejuang. Aku tidak bisa memilih.
Bagus sekali, Jenderal Huang.
Aku akan mengikutimu kemanapun kau pergi.
Membunuh musuh di sini
jauh lebih baik daripada menambang.
Aku juga tidak akan pergi.
Aku akan mengikuti suamiku
kemanapun dia pergi.
Ay.
Adikku yang konyol.
Ini bukan permainan.
Kau boleh pergi.
Kau bahkan belum menemukan pasangan.
Maksudmu apa?
Kita sudah bersumpah:
kita hidup dan mati bersama.
Aku ingin pergi.
Tapi adik tertidur lagi.
Aku pasti akan tersesat
jika pergi sendirian.
Jangan lihat aku.
Aku di sini mau membunuh Shaman itu.
Aku bukan kemari menyelamatkan dewa perang itu.
Istriku,
apa kita harus pergi?
Kita tunggu dan lihat.
Kau mau pergi?
Ini rumahku. Kemana aku harus pergi?
Aku juga tidak akan pergi.
Yanqu,
hanya kau yang bisa melindungi yang terluka.
dan komandan Li.
Aku tidak akan pergi.
Istriku,
aku berjanji,
aku akan menikahimu
secepatnya setelah kami menyelesaikan ini.
Kita harus membawa ayah pulang.
Kembalilah dengan selamat.
Aku tidak mau menjadi janda.
Tolong jaga
suami kita.
Ingat, akulah yang pertama!
Ya, kakak!
Ayo.
Kerja bagus semuanya.
Beristirahatlah.
Makan yang banyak.
Tiger, Ayo.
Kakak,
Aku tidak bisa pergi.
Aku sudah mengambil uangnya.
Ibuku bilang,
aku harus menepati janjiku.
Aku akan kembali untuk membantumu.
Janji.
Ya!
Janji.
Beipo memang kecil,
tapi ada empat gerbang.
Kita perlu pertahankan tiga dari mereka.
Tinggalkan yang satu ini.
Tapi Beipo sangat rusak.
Tidak ada yang bisa mengamankan gerbang itu.
Kau benar…
Aku berharap Jump Monkey ada di sini.
Meledakkannya.
Dan semuanya akan baik-baik saja.
Katakan padaku.
Gerbang mana yang kau inginkan?
Apa itu Jump Monkey?
- Ya, Si tua pengembala! - Bagus!
Hey, Liuniang.
Yinhe.
Burung-burung hanya menyisakan suaranya.
Orang-orang meninggalkan warisan mereka.
Kelompok pertama.
Siap.
Tembak.
Kelompok kedua.
Siap.
Tembak.
Bisakah kalian tenang?
Kudengar kakakmu bilang
kau pemanah terbaik di Tanah Dewa.
Dia bohong.
Aku pemanah terbaik di dunia!
Kau!
Jenderal.
Apa yang kau pikirkan?
Para pasukan Shaman tidak bisa masuk kemarin malam.
Aku yakin
mereka akan kembali malam ini.
Jenderal, apa yang kita lakukan?
Kita hanya bisa menjalaninya siapa tahu situasinya berubah .
Kita akan tetap bertempur.
Tapi bagaimana kita melawannya?
800 melawan 100 ribu.
Apa semudah itu?
Jenderal Huang,
bisa kau berikan aku kehormatan malam ini untuk bertempur?
Yang Mulia,
beri aku kesempatan lagi.
Tuan Zua Sian
menang dan kalah adalah hal biasa dalam perang
Jangan terlalu dipikirkan.
Bersiaplah dan bantu aku.
Dewa dan para santo.
Semua roh.
Inilah aku hari ini.
Meminta bantuanmu.
Tiupan angin.
Ayo, prajurit hantu.
Tunjukkan dirimu.
Apa yang dia katakan?
Meminta bantuan dari prajurit hantu.
Prajurit hantu?
Lihat, Yang Mulia!
Lindungi Yang Mulia! Cepat.
Mundur!
Lindungi yang mulia!
Jenderal Huang sudah kembali.
Suamiku.
Panggil aku Jenderal mulai sekarang.
Jenderal Huang.
Kau pasti lelah, Jenderal.
Terima kasih tuan.
Apa yang membawamu kemari?
Jangan khawatir. Aku punya alasan.
Silahkan, Jenderal Huang.
Mari.
Yinhe orang yang memang hebat.
Makanan sudah siap!
Kami ada roti yang enak malam ini.
Ayo.
Ayo makan.
Ini.
Istriku,
ambilkan aku satu.
Akan kuambilkan Jenderal Huang
makanan.
Silakan.
Apa kau sedang
menggoda orang lagi?
Maksudmu apa?
Pergilah.
Hei kakak, makanlah.
Boleh aku memanggilmu ibu?
Apa?
Ibu!
Aku sangat takut. Aku mau pulang.
Nak.
Kita disini hanya sementara.
Si tua gembala.
Ya.
Liuniang.
Kau memelihara kuda?
Ya.
Tapi kami tidak punya rumput yang cukup untuk mereka.
Mereka kelaparan.
Kenapa kau memotongnya?
Diam.
Ayo.
Kau lihat garis ini?
Itu hanya sekali tebas saja.
Aku tahu kau tidak bisa.
Aku akan menjemput istrimu.
Tunggu.
Wah. Lumayan!
Lihat ini.
Buatlah sepuluh seperti ini!
Aku koki bukan tukang kayu.
Apa maksudmu?
Lakukan saja.
Aku akan mencarikanmu istri yang cantik setelah ini.
Haha, ya!
Jump Monkey!
Penasehat mencarimu.
Penasehat?
Yinhe.
Ayo.
Kapan dia menjadi konselor?
Teruslah bekerja.
Mungkin bisa membuatku jadi jenderal!
Yang Mulia.
Kami menemukan ini
tadi malam.
Yang Mulia.
Itu pedang dari Raja pertama.
Siapkan kudanya.
Ya!
Kau bisa melakukannya?
Tentu.
Tapi Jenderal Huang,
Setelah ini,
bisa kau jadikan aku jenderal?
Tentu. Tidak masalah.
Yang Mulia.
Kurasa ini jebakan.
Biar aku yang masuk duluan.
Ayo!
Berpencar dan temukan jalan rahasianya!
Ya!
Berhenti.
Ini sudah takdir…
Bagus. Jenderal Monkey.
Sial.
Kita tidak akan bisa keluar.
Tuan, apa yang kita lakukan selanjutnya?
Hanya yang kuat yang menang dalam perang.
Bukan yang pintar.
Shaman kalah dua kali
karena mereka meremehkan kita.
Tapi mulai sekarang,
perang sebenarnya dimulai.
Jenderal Huang.
Ini rencana pertahanan yang sudah kurancang.
Aturlah posisi mereka.
Lakukan yang terbaik. Serahkan sisanya pada Dewa.
Bukankah kau bilang kita bisa mengubah nasib kita?
Yinhe.
Siapa kau sebenarnya?
Bagaimana kau tahu begitu banyak tentang Raja Shaman?
Aku…
Cepat!
Itu salah.
Salah?
Siapa yang salah?
Itu terbalik.
Jenderal Huang.
Ini barang-barangmu.
Jenderal Huang.
Apa yang kau lakukan?
Ini hanya akan sia-sia.
Aku tahu.
Yinhe memintaku melakukannya.
Kita ikuti rencananya.
Ayo.
Lebih kuat lagi!
Jenderal Huang.
Oh tidak, Jenderal.
Jenderal Huang.
Ada apa, tuan gembala?
Hu Liuniang meninggalkan kota
dengan kudanya.
Apa?
Ayo.
Mari kita lihat.
Apa yang terjadi di sini?
Jenderal Huang.
Malam itu,
Liuniang mengambil kudanya
besama dengan orang-orangnya.
Siapa yang jaga?
Aku.
Kenapa kau tidak hentikan mereka?
Aku tertidur.
Kau!
Kakak.
Apakah dia melarikan diri?
Diam.
Dia pasti pergi merampok mereka.
Liuniang berasal dari daratan tengah.
Dia dijual ke barat.
Dia melalui banyak hal.
Lalu,
dia menikah dengan seorang pedagang.
Dan punya bayi.
Kehidupannya begitu tenang saat itu.
Tapi siapa yang tahu,
selama perjalanannya,
mereka bertemu pasukan Shaman.
Seluruh keluarganya
tewas ditangan Shaman.
Dia dipermalukan tapi selamat.
Setelah itu, dia mengumpulkan sekelompok orang
yang menderita karena Shaman.
Mereka berdiam di gunung.
Bersumpah untuk membunuh Shaman.
Liuniang.
Tembak!
Ayo!
Serang!
Jenderal Huang, ayo kita bunuh.
Tidak ada yang boleh pergi dari sini
tanpa perintahku.
Bukankah itu si Gembala Tua?
Tuan Gembala Tua.
Apa yang kau lakukan?
Apa kau sudah gila?
Mengembala domba untuk makan!
Mereka lapar.
Mereka mau makan Shaman.
Bawa dia kembali!
Tidak perlu, teman-teman.
Jenderal Huang.
Terima kasih sudah mengantarku pulang.
Baik,
Jenderal Monkey.
Aku meminjam sesuatu darimu.
Akan kukembalikan padamu di kehidupan selanjutnya.
Kembali!
800 prajurit berbaris ke utara.
800 prajurit berbaris maju.
800 prajurit tanpa rasa takut.
800 prajurit di sini untuk menang.
Tunggu, jangan tembak.
Aku kemari mau menemui Raja Shaman.
Aku punya hadiah untuknya.
Apa yang kau bawa untukku?
Apa itu?
Apa itu?
Situkang tidur!
Beritahu mereka apa ini!
Dasar bodoh.
Bajingan bodoh.
Kembalikan mesiu-Ku!
Mesiuku!
Ah!
Serang Beipo!
Yinhe.
Apa yang harus kita lakukan selanjutnya?
Kita sudah mengalami kekalahan begitu banyak.
Jenderal Wu.
Berikan surat ini pada Raja Shaman.
Kau adalah saudara kandungku.
Kenapa kau mau bantu Tanah Dewa
melawan orang-orangmu sendiri?
Shaman.
Tanah Dewa.
Siapa yang peduli? Setidaknya aku orang yang baik.
20 tahun yang lalu,
aku melihatmu membunuh ayahku.
Aku tak bisa balas dendam saat itu.
Kau pikir
kau bisa sekarang?
Apa yang terjadi?
Yinhe adalah Raja Zuorizhu dari Shaman.
Apa?
Dia kakak Raja Shaman.
Ah!
Oh!
JOIN GROUP TELEGRAM https://t.me/Collection_MovieTerbaik
Beritahu ayahku tentang kemenanganku.
KOTA BEIPO
Bersiaplah.
Pada aba-abaku!
Serang!
Serang!
Apa kau belum makan?
Ini makanannya.
Makanan sudah siap.
Pergi kau.
Apa maksudmu?
Jika kau tidak menginginkannya. Kami menginginkannya.
Apa yang kau lakukan?
Ambil senjatamu dan pergi!
Ok!
Berikan padaku.
Lempar!
Kau tidak bisa membuang ini.
Lempar!
Kau mau kemana?
Mau bertemu Jenderal Huang.
Ah!
Terus lempar.
Bakar!
Aduk!
Rebus itu!
Rebus itu!
Rebus!
Kukus!
Rebus itu!
Panggang itu!
Iris, potong, rebus, aduk, campurkan.
Bumbui, bekukan, cuci, kupas, panggang!
Sajikan!
Kenapa kau tidak menjaganya?
Kakakku ada di sana.
Tunggu sebentar di sini. Aku akan pergi ke gerbang.
Baik suamiku.
Masa bodo.
Minggir!
Kembali!
Pergilah ke lorong!
Jump Monkey, pergi!
Ok. Akan kutembak sekali lagi!
Kenapa kalian hanya diam?
Ingin aku hidup?
Aku Jenderal Monkey.
Tidak mungkin aku akan ditangkap.
Serang!
Kakak, ayo kita pergi!
Ok!
JOIN GROUP TELEGRAM https://t.me/Collection_MovieTerbaik
YOYONG MASAMBA
Lari!
Ibu!
Lari!
Pergilah ke ibumu!
Lari!
Suamiku!
Nenya!
Nenya!
Jenderal Huang, pergilah duluan.
Istriku.
Suamiku.
Aku tersesat lagi.
Siapa namamu?
Siapa namamu?
Nenya!
Nenya!
Bertahanlah.
Nenya!
Nenya!
Suamiku!
Aku tidak akan selamat.
Bisakah kau
memanggilku istrimu
sebelum aku pergi?
Istriku.
Nenya!
Aku cukup kuat!
Serang!
Serang!
JOIN GROUP TELEGRAM https://t.me/Collection_MovieTerbaik
Siapa kau?
Akulah orang yang selama ini kau cari.
Dewa Perang.
Biar kutanya lagi. Siapa kau?
Dewa Perang.
Kutanyakan lagi.
Siapa kau?
Dewa Perang.
Cepat!
Yang mulia, ada yang salah!
Bantuan dari Tanah Dewa sudah datang.
Apa?
Mereka di luar gerbang?
Ini sudah selesai.
Raja Shaman pergilah ke neraka!
Kita menang.
Kerajaan Tanah Dewa sangat luas dan besar.
Dari gurun ke samudra.
Dari timur ke barat.
Dari utara ke selatan.
Kita punya beberapa Shaman
di perbatasan barat Tanah Dewa.
Kita akan melawan mereka.
Perang tidaklah sulit.
Menemukan mereka adalah masalahnya.
Mereka seperti domba.
Tersebar melintasi Gurun Gobi barat utara.
Kami sudah lama mencari mereka
tapi tidak beruntung.
Karena sangat sulit
menghabisi mereka semua.
Ikuti aku.
Aku punya ide.
Gunakan aku sebagai umpan.
Bawa mereka ke kota Beipo.
Kau bisa bekerja sama dengan pasukan besar lainnya
dari Tanah Dewa.
Dan membunuh mereka semua demi Tanah Dewa.
Komandan.
Ini terlalu berbahaya.
Biar aku yang melakukannya.
Ikan besar.
butuh umpan besar.
Yang pertama dan terakhir, Akulah satu-satunya Dewa Perang.
Suatu hari,
aku juga akan menjadi Dewa Perang.
DEWA PERANG
[Dewa]
1 tahun kemudian
KUIL DEWA PERANG
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.