Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
TERJEMAHAN | YOYONG MASAMBA
Ruangan orang-orangan kayu adalah tempat rahasia dan tempat ujian terakhir bagi pendekar Kung Fu Shaolin.
Fang Shiyu majulah!
Murid Shaolin Fang Shiyu
siap menghadapi ujian.
Masamba, 05 Maret 2021
Y
YO
YOY
YOYO
YOYON
YOYONG
YOYONG
YOYONG M
YOYONG MA
YOYONG MAS
YOYONG MASA
YOYONG MASAM
YOYONG MASAMB
YOYONG MASAMBA
Lulus.
Shiyu. Kau memang susah diatur.
Ibumu mengirimmu ke sini
untuk melatih kepribadianmu dengan Kung Fu.
Setelah kembali ke rumah, ingat, janganlah suka agresif dan nakal.
Aku akan patuhi pesan guru.
Tuan! Tuan!
Aku begitu ceroboh sudah dimanfaatkan.
Kumohon beri aku kesempatan menebus kesalahanku.
Tn. Jiang,
aku takut kau salah menilainya.
Kerugian buku kas yang hilang terlalu mahal untuk kau bayar sekalipun itu dengan nyawamu sendiri.
Tuanku! Tuanku! Aku mohon padamu ampuni aku, tuanku.
Tuan Wu menyuruhku ke sini untuk membantu inspektur.
Kau harus dihukum, sudah membuat kesalahan besar.
Siapa orang-orang itu?
Mereka dulunya bawahan Jenderal Jiang Chengguang dari Guangzhou.
Kabarnya Jenderal Jiang pernah dijebak oleh Tuan Wu.
- Jiang Chengguang. - Ya.
Tn. Jiang.
Seseorang harus bertanggung jawab atas kekacauan ini.
Jiang Xihan gubernur Zhaoqing.
Divonis korupsi sepuluh juta liang atas proyek konservasi air,
dia gantung diri untuk menghindari hukuman.
Mereka tidak cepat mengambil tindakan,
terutama karena mereka mengharapkan Tn. Shen, si inspektur.
Buku kas itu pasti masih ada di Zhaoqing.
Aku menerima pesan,
besok malam, mungkin mereka mengadakan pertemuan tertutup.
Sebelum mencari tahu keberadaan buku kas itu, tidaklah elok membangunkan anjing yang sedang tidur.
- Tn. An, satu orang yang sengaja tidak datang. - Siapa?
- Jiang Wen Guang, anak Jiang Xihan. - Dasar bodoh!
Jiang Wenguang pasti tahu tentang ini. Jangan sampai dia kabur.
Aku akan mencarinya sekarang.
- Biarkan anjing itu yang mengejarnya. - Mengerti.
Lakukan sekarang!
Kemari dan lihatlah. Ikannya masih segar dan murah.
Hei! Berapa harga ikan matinya?
Maksudmu apa?
Fang si ikan mati.
- Apa kau merindukanku? - Tidak.
- Apa kau bilang? - Ya! Ya!
Aku juga! Cepat! Ambil ikannya, entar ikannya mati betulan loh.
Mana kakak Zhou?
Dia ada dirumah.
Shiyu, sudah empat tahun.
Aku penasaran
- apa kau masih seperti yang dulu. - Oh, satu lagi.
Kukira kau kembalinya besok.
Ya, tapi jangan sampai Hua Jie tahu.
atau dia akan membunuhku.
Benar juga. Ada acara lentera malam ini.
Ayo jalan-jalan ke sana setelah kita makan dan minum sampai kenyang.
Ya, kita harus melihatnya.
Ayo kita naik kuda sekarang.
Oh, Lao Wang. Tolong jaga jualanku ya?
Daganganmu laris juga ya.
Tolong! Selamatkan aku!
Tolong!
Jangan bunuh aku!
Jangan bunuh aku!
Jangan bunuh aku! Jangan bunuh aku!
Aku sudah lama tidak melihatmu. Kau gemuk sekarang. Makin makmur aja.
- Apa aku gendut? - Gendut. Lihat.
Tidak, aku kuat.
- Sungguh? - Tolong! Tolong!
Jangan bunuh aku!
Tolong!
Berhenti!
Beraninya kau mau membunuh di wilayahku?
- Tolong simpan baik-baik. - Baik, terima kasih.
Ny. Fang.
- Ny. Fang, Shiyu berkelahi lagi. - Bagaimana bisa?
Shiyu belum pulang sampai...
Bocah ini membohongiku lagi.
Berhenti!
Minggir!
Kau pikir siapa dirimu? Urus saja urusanmu sendiri!
Jika kau sangat ingin tahu, kuberitahu aku adalah penguasa Zhaoqing tak terkalahkan.
Fang Shiyu.
Dasar anak nakal! Beraninya kau berbohong padaku!
Kau bilang kau akan kembali esok hari.
Aku sangat ingin bertemu denganmu, jadi jadwal pulangku dimajukan sehari.
- Banyak bicara. - Ouw! Ahh!
Begitu kembali langsung berbuat ulah. Apa kau mau membuatku gila?
Tidak. Itu karena...
- Karena apa? - Hei, jangan pergi!
Pulang. Pulanglah bersamaku.
- Cepat jalan. - Hua Jie.
- Sampai ketemu di pertunjukan lentera. - Ayo.
Aku tahu. Kau bisa kembali sendiri. Aku pergi dulu.
Mari.
Aku ingin bersulang untuk semua orang yang hadir hari ini.
Bersulang.
Silakan duduk.
Tuan-tuan.
Menteri Pekerjaan Wu Tiinde
melakukan korupsi dan bersekongkol dengan Jiang Xichang menggelapkan dana proyek. Ini sama sekali tidak bisa diterima.
Untungnya,
saudara-saudara kita sudah mempertaruhkan nyawa demi merebut buku kas itu.
Sepuluh hari lagi,
Tn. Shen, inspektur yang ditunjuk oleh istana kekaisaran, akan tiba di Zhaoqing.
Jadi sambil menunggu, kita baru bisa serahkan buku itu, ke tangan Tn. Shen,
kita bisa menggulingkan Wu Tiande
dan membalaskan dendam keluarga Jenderal Jiang.
Balas dendam! Balas dendam! Balas dendam!
Balas dendam! Balas dendam! Balas dendam!
Balas dendam! Balas dendam! Balas dendam!
Menghindar!
Berhenti!
Erdo.
Ayo!
Erdo.
Dasar biang kerok.
Penghasut.
Berikan buka kas itu padaku.
Kau mau apa?
Kemari saja dan ambil-lah.
Kurang sopan.
Bawa dia.
Hua jie.
Apa kau mempermainkanku?
Aku belum makan apa-apa, dan sekarang kau mau aku tinggal semalaman disini.
Ayo. Pukul saja aku.
- Meskipun aku selamat dari ini, aku akan mati kelaparan. - Dasar anak nakal. Kau pikir aku tidak berani?
Aku mengirimmu ke kuil Shaolin untuk melatih moral dan karaktermu dengan Kung Fu.
Kau harus dihukum. Begitu pulang langsung berbuat ulah.
Jika ayahmu ada di sini, dia pasti memarahimu. Ya ampun, kau bisa membuatku gila!
Dengarkan aku dulu. Orang itu masih siang2 bolong sudah mau bunuh orang.
- Aku tadinya mau... - Diam!
Renungkan dirimu disini hari ini.
Mau kabur?
Hua Jie,
- kau mau apakan pakaianku? - Pakaianmu mau kusembunyikan agar kau tidak bisa pergi.
Tuan. Tuan. Tuan.
- Ada yang tidak beres! Gadismu menghilang. - Apa?
Ya ampun. Besok kompetisinya untuk calon pasangannya.
Sekarang bilangmu gadis itu menghilang. Kau bahkan tidak bisa menjaga orang yang masih hidup!
Dasar bodoh? Kau memang bodoh, kan?
Mana dia?
Aku tanya!
Kak Zhou, sumpah Fang Shiyu sudah kembali hari ini, dan dia dibawa pulang sama Hua Jie.
Tapi... entahlah apa dia bisa keluar malam ini.
- Apa yang kau lakukan? - Kau sudah gila?
- Dengar! Ada orang di sini. Coba lihatlah. - Kakak, tolong bantu aku.
- Ada orang sedang memburuku. - Tapi bukan aku yang memburumu dan kenapa kau menendangku?
Kumohon!
Tetap disini, aku sembunyi dulu.
- Dimana dia? - Tunggu. Tunggu.
Aku tanya padamu!
Kenapa kau begitu kasar?
Mau berkelahi ya?
Bro, aku hanya tanya dimana gadis yang mengenakan pakaian ini.
Kesana.
Terima kasih banyak.
Ayo. Ikuti aku.
- Kau mau kemana? - Lah cari Fang Shiyu.
Terima kasih.
Dasar licik!
Kenapa mereka mengejarmu?
Tiger Lei, Ketua Kelompok Lei, menculik para wanita petani.
Mereka mau mengambilku sebagai simpanan.
Jadi, aku kabur saat tengah malam.
Fang...Fang Shiyu.
Kakak Zhou.
Apa...apa yang kau lakukan?
Kami...
Mari kujelaskan dulu.
Kakak Zhou.
Fang Shiyu.
Inikah yang sudah kau pelajari di kuil Shaolin selama bertahun-tahun?
- Adik Zhou. - Kau, dasar gendut.
- Ayo sini. - Buat apa?
Bersaksi. Takkan kubiarkan kau merusak hidupku. Ayo.
- Kau kenal orang ini? - Tidak.
- Kau kenal orang ini? - Tidak.
Kakak Zhou.
- Kakak Zhou. - Gendut. Sini kau.
Kau kenal orang ini?
Tidak.
Kenapa mereka mencari paman Zhou?
Ada yang tidak beres ini!
Kakak Zhou.
Kakak Zhou.
Sudahlah.
Besok, temui aku di rumah kak Zhou dan bant jelaskan semuanya.
Kenapa kau panggil gadis itu kakak?
Kau buta apa?
Lihat. Lingkar pinggangnya bulat dan lengannya besar.
Sekilas dia terlihat seperti pria.
Kurasa tidak.
Kurasa dia sudah dandan hari ini.
Benarkah?
Masa bodo.
Tidak mudah menyelinap keluar. Aku takkan kembali jika belum puas bersenang-senang.
Fang Shiyu.
Kau memang brengsek. Tak kusangka kau orangnya kegatelan.
- Kubunuh kau! - Kak Zhou.
Kenapa kau masuk tidak ketuk pintu?
Hmmm. Dimana paman Zhou?
Ayahku. Dia pergi ke Guangzhou. Kenapa kau mencarinya?
Aku baru saja ketemu orang-orang kelompok Lei, memegang gambar paman Zhou dan bertanya-tanya di jalan.
Orang - orang itu mencari ayahku.
- Kakak. - Ah.
Mungkin...
Kau bisa pergi sekarang.
- Aku... - Itu saja. Sekarang pergilah.
Kakak.
Jika ada sesuatu yang bisa kulakukan untukmu, beritahu saja aku.
Tidak, tidak ada.
- Aku bisa lakukan apa saja untukmu. - Pergilah!
Baiklah.
Jangan marah.
Kali ini, aku nggak tahu berapa lama dibutuhkan menyediakan kembali stoknya.
Sepuluh hari lagi, Tn. Shen akan tiba di Zhaoqing.
Dia seorang pejabat yang jujur dan tak bisa disuap. Aku pernah sekali bertemu dengannya.
Seandainya aku tak bisa menyusulnya, kau harus serahkan barang ini langsung ke Tn. Shen.
Ini sangat penting. Jagalah ini baik-baik.
Kalau begitu, nona, kau benar-benar menderita.
Benar.
Menurutmu ini mirip dengan dirimu?
Apaan sih?
Pastilah.
Ini buatmu. Terima kasih sudah menyelmatkanku.
Aku pergi dulu.
Hei!
- Ingat, besok kau jelaskan yang sebenarnya! - Aku mengerti. Akan kujelaskan semuanya.
- Oh, aku lupa nanya... siapa namamu? - Fang Shiyu.
Fang Shiyu.
Hei!
- Siapa namamu? - Xiao Xuexin.
Saat kau bertemu kakak Zhou, pastikan kau jelaskan padanya.
Mengerti.
Kakak.
- Lai Tsai. - Shiyu.
Bagaimana bisa?
Oh, tidak!
Bahkan saudaramu sendiri...
Kenapa kau berpikiran seperti itu? Fang Siyu. Kakak Zhou menghilang.
Apa?
Dia biasanya ke mana?
Dia biasanya tinggal di rumah
dan jarang keluar.
Tadi malam, aku lihat orang-orang Lei sedang mencari paman Zhou.
Aku tidak bisa tenang, dan dia menghilang pagi-pagi sekali.
Barusan kau bilang orang-orang Lei.
Kurasa dia ditangkap anak buanhya Lei dan aku tadi mau menemuimu.
Ayo.
Bebaskan dia dari orang-orang Lei.
Hei, tunggu!
Tuhan! Kau adalah orang yang serba tahu.
Pikirmu kau bisa menjadi menantuku? Jangan berlagak seperti orang bodoh. Bawa dia pergi.
Ayo.
Oh, orang ini terlihat tampan dan mengesankan.
- Bagaimana aku menyapamu? - Hentikan omong kosongmu.
- Dimana kak Zhou? - Siapa?
Anaknya paman Zhou.
Putrinya Kak Zhou.
Kukira kau kesini mau bertarung denganku.
Kau memang mau mencari masalah.
Akan kupukul kau sampai jatuh.
Mari kita lihat apa kau masih berlagak bego.
Bocah nakal!
Oh, Tuhan.
Sudah hentikan!
Aku tak mau bertarung lagi.
Aku menyerah.
Oh, nak, kau cukup hebat. Mulai hari ini, kau adalah menantuku.
- Maksudmu apa? - Hei!
Bagaimana pun juga, aku orang yang disegani.
Kau sudah mengalahkanku bertarung hari ini untuk jadi calon pasangan anakku.
Turnamen untuk calon pasangan?
Turnamen
ini diselenggarakan untuk memilih calon pasangan?
Pikirmu aku tak ada kerjaan lain, apa? Aduh, kau memukulku sangat keras tadi.
Tapi itu sudah sepadan dengan putriku.
Semuanya, datanglah makan permen dipernikahan putriku! / Yah.
- Kau mau pergi kemana? - Begitu aku tahu kau yang menculik kakak Zhou,
aku pasti langsung menemuimu.
Jangan pergi! Aku akan menunggumu.
Kenapa bisa ya Paman Zhou terlibat dengan kelompok Lei?
Mungkin, Nyonya Zhou pergi ke Guangzhou untuk mencari ayahnya.
Mungkin saja.
Kakak.
Minggir kau!
Apa yang kalian lakukan disini?
Kami mengkhawatirkanmu. Tiba-tiba kau menghilang pagi-pagi.
Kau hampir membuatku...
hampir...
hampir...
Tak perlu mengkhawatirkanku.
Aku pergi menemui pamanku yang sering menyediakan stok buat ayahku.
- Mereka semua ada di kota, kecuali ayahku. - Paman Zhou tidak ada di Guangzhou!
Oh, sial! Mungkin dia dibawa pergi anak buah Lei?
Tadi pagi kau baru saja bilang kakak ditangkap oleh kelompok Lei.
Sekarang, dia sudah kembali.
Mana barang-barangku?
Fang Siyu.
- Apa? - Dimana barang-barangku?
- Wah? Barang apa? - Itu...
Apa? Katakan saja.
Apa hubungannya denganku jika kau kehilangan barangmu?
Semalam, kau salah paham tentang Nn. Xiao dan aku.
Sekarang, kau menuduhku mengambil barang-barangmu.
Bro.
Lihat! Maksudmu
benda ini?
Gendut, kau mau apakan benda itu?
Kakak, dengarkan aku dulu.
Pagi itu,
saat aku pertama kali melihatnya,
kurasa ini mirip denganku.
Sekarang, terlihat beda.
Apa-apaan ini?
Ini seperti aku.
Apa maksud dia?
Kemungkinan dia tahu aku sudah mengukir patung dirinya?
Dasar gendut. Kenapa kau mencuri barangku?
Ya ampun!
Mereka tidak akan tahu bahwa aku menyukai kakak Zhou, kan?
Gendut, aku sudah anggap kau seperti saudara.
Tak kusangka kau mengejarku selama ini.
Hmmmm...
Aku tidak pernah mengukirmu.
Aku sangat lelah dan mau istirahat. Sekarang, pergilah, kalian semua.
Pergi! Keluar!
Sekarang!
Kenapa dia?
- Apa ini aku? Bahkan tak mirip wajahku. - Itu kau.
Aku rasa kau tak butuh mimik wajah.
Fang Shiyu, keluarlah!
Tuan Lei, apa Shiyu memukulmu atau bagaimana?
Apa kau tak lihat?
Ny. Fang.
Kau sudah melahirkan putra yang baik.
Aku sudah dihajar olehnya di arena hari ini.
Bagaimana caranya menyelesaikan masalah ini?
Keluarga kami dianggap terhormat di Zhaoqing.
Kau bawa banyak orang ke sini setelah dikalahkan.
Kami punya harga diri meski kau tidak.
Ny. Fang, aku cuma bercanda. Jangan diambil hati.
Arena itu disiapkan untuk
memilih calon pasangan putriku.
Anakmu sudah mengalahkanku.
Artinya, kita sudah satu keluarga (besan).
Katakan lagi!
Kubilang sekarang kita sudah seperti keluarga
dan kita mesti saling menjaga.
Ya ampun! Ny. Fang, buka pintunya!
Biar kujelaskan, buka pintunya!
Tuanku.
Pesan dari anak buahnya Lei
orang itu bernama Zhou Feng. Dia menjalankan sebuah toko kelontong di timur
- dan dia punya seorang putri. - Kau tahu apa yang harus dilakukan.
Siap.
Tak sangka kalau Kak Zhou suka padamu.
Dia sudah kuanggap saudaraku.
Tak kupercaya dia suka padaku.
Yang lebih tak terduga lagi Lai Tsai. Dia...
Kak Lei itu mengharapkanmu.
Jika kau diberikan dua pilihan,
siapa yang akan kau pilih?
Sudahlah, satunya sudah kuanggap seperti saudara dan satunya terlalu jelek.
Siapa bilang dia jelek?
Ada apa denganmu?
Kenapa begitu emosi
saat kubilang dia jelek?
Kau pasti sudah ketemu dia di rumahnya Tiger Lei.
Gimana tampangnya?
Dia...
lebih cantik dariku.
Iyakah?
Jika termasuk diriku.
Bagaimana jika kami ada bertiga?
- Aku pastinya akan... - Kutemukan dia!
Fang Shiyu, si bocah nakal! Akhirnya kau kembali juga.
Tingting.
Tingting, dari mana saja kau selama ini? Aku sedang mencarimu.
Tingting?
Bukankah ini bagus? Kalian sudah kenal,
mau pergi jalan sama-sama.
Kau putrinya Tiger Lei?
Emang ada yang salah? Apa itu memalukan?
Tiger Lei orang yang kejam, semua orang ingin dia dihukum.
Bicaramu itu menyinggung sekali.
Tak masalah kau berprasangka buruk padaku.
Tapi kau tak seharusnya kasar sama putriku.
- Tiger Lei. - Apa kau yang membawa paman Zhou?
Ya ampun! Aku tak bersalah! Itu tak ada hubungannya denganku.
Tn. An dari pengadilan istana bilang,
pria yang dalam gambar itu punya dendam pribadi dengannya.
Dia tanya padaku soal tempat tinggalnya.
- Pengadilan istana. - Ya, aku cuma patuhi perintah.
Jika tidak,
anak buahku bakal kena masalah.
dan Nn. Zhou dalam bahaya.
Ada yang tak beres ini.
Kakak!
- Fang Shiyu! - Kau mau kemana lagi?
- Membantunya. - Membantu? Kau serius?
Orang itu dari pengadilan istana. Kita tak bisa menentangnya.
Kalian tunggu apa lagi?
- Bawa putriku pulang! Cepat! Sekarang! - Lepaskan aku!
- Tiger Lei. - Apapun alasanmu tak kuijinkan kau pergi.
Ayah.
Rohan.
Aku tak apa-apa.
Tuanku, buku kas itu tak ditemukan.
Dimana bukunya?
Kau tak akan pernah bisa menemukannya.
Jika tak kau beritahu
akan kubunuh dia.
An Jiunian, masalah ini tak ada kaitannya dengan putriku.
Dia tak tahu apa-apa!
Sangat menyentuh.
Aku penasaran apa gadis selembut ini sanggup menanggungnya.
Rohan!
An Jiunian, lepaskan putriku!
Ayah, aku tak apa-apa.
Rohan, barang itu
diperoleh dengan pertaruhan nyawa para saudara-saudaraku.
Ayah,
aku tahu.
Kuberi kau kesempatan terakhir.
Kalau kau tak menyerahkan buku kas itu,
akan kukirim kalian berdua ke neraka!
An Jiunian!
Kau...
kau akan dapatkan balasannya!
Dimana buku kas itu?
Kau...
Rohan.
Aku...
Maafkan ayah!
Tidak!
Ayah!
Ayah!
Ayah!
Dasar orang tua bodoh!
Ayah!
Bawa dia!
- Kakak! - Shiyu!
Shiyu!
Mereka...
mereka membunuh ayahku!
Paman Zhou?
Siapa kau?
Kau bersekongkol dengan Zhou Feng.
Omong kosong!
Paman Zhou tokoh paling terhormat bagiku.
Buku kas itu.
Kau membawanya?
Brengsek, dasar bajingan!
Shiyu!
Kau gunakan cara licik saat kau tak mampu melawan.
Kalau kau merasa tangguh, maka lepaskan dia dulu.
Kalau kau ingin temanmu ini hidup,
temukan buku kas itu.
Aku tak tahu soal buku kas itu
- tapi takkan kubiarkan kau lolos. - Kau maju akan kubunuh dia!
Kakak!
- Shiyu! - Kakak!
- Shiyu! - Kakak!
Aku belum yakin
apa orang itu punya buku kas.
Fang Shiyu
bisa melukaimu.
Jika aku jadi dirimu,
akan kuserahkan pencarian buku kas itu padanya.
- Aku sudah bertindak bodoh. - Tidak.
Tu Hemo. / Ya, tuanku.
Kalian berdua ikut An Jiunian.
Jika kalian tak bisa menemukan buku kas itu,
orang itu juga bakal jadi masalah.
Bunuh dia.
Ya, Tuanku.
Kami akan kerahkan semuanya.
Zhuo, berlutut!
Berlutut!
Baiklah.
Sekarang kalian boleh pergi.
Tuan muda, ada surat.
Jam 3 sampai jam 5, Buku Kas
Hutan timur!
Buku kas apaan
sehingga mereka harus membunuh Paman Zhou.
Jika orang-orang itu tak bisa menemukannya di rumahnya Zhou
apa mungkin mereka akan mencari di tempat lain?
Aku tak tahu.
Yang kutahu
jika aku tak bisa menyelamatkan saudaraku,
aku, Fang Shiyu, akan menjadi orang yang tak berguna.
- Dimana Kak Zhou? - Apa kau membawa buku kas itu?
Lepaskan dia dulu.
Akan kuserahkan
jika aku sudah terima buku itu.
Brengsek!
Ayah!
Ayah! Kau tak apa-apa?
Shiyu, kau tak apa-apa?
Aku baik2 saja, Hua Jie.
Kau keracunan. Shiyu!
Tu Hezhuo, bunuh dia!
Jangan coba-coba menentang perintah Tn. Eh!
Zhuo, tak usah khawatirkan aku.
Ikuti saja kemauan Tn. An.
Ayah, biar kuobati dulu.
Tu Hezhuo!
Mundur!
Bocah nakal, kau tak apa-apa?
Tn. Lei, kenapa kau kemari?
Ya ampun. Bagaiman kau bisa mengenaliku?
Logatmu.
Tingting bilang, kalau terjadi apa-apa pada Shiyu
dia tak akan mengakuiku sebagai ayahnya.
- Aku ini sudah tua, maksudku... - Oke, oke
Bantu Shiyu pulang.
Untungnya racun ini tidak langka.
Ramuan obat ini bisa membantu mengeluarkan racun dengan cepat.
- Tunggu. - Hua Jie.
Jangan khawatir.
Tn. Wu bagaimana dengan perkembangannya.
Apa yang harus kukatakan padanya?
Ini gara-gara kalian berdua penakut sekali.
Tuanku.
Aku dan putraku memang tak punya kemampuan.
Jika ada yang bertanggung jawab,
biar aku saja yang menanggungnya.
- Ayah. - Menanggung sendiri?
Jika masalah ini makin kacau balau,
nyawaku sendiripun tak bisa diselamatkan.
Apa kau sanggup?
Kalian berdua akan kuberi
satu kesempatan lagi.
Tu Hezhuo.
Bunuhlah Fang Shiyu.
Dan kuampuni nyawa kalian.
Terima kasih banyak, Tuanku.
Zhuo, terima kasihlah pada Tn. Eh.
Terima kasih, Tuanku.
Zhuo...
Zhuo, tenanglah.
Zhuo.
Tuanku.
Berikan pil penawarnya sekarang,
kumohon...
Zhuoer.
Zhuoer.
Kau bisa pergi.
Kita tidak boleh gagal kali ini.
Tu Hemo.
Tuanku, apa yang bisa aku bantu?
Sekarang kau jadi beban bagi putramu.
Apa ada cara agar putramu tak terganggu olehmu?
Aku...
Aku tahu harus berbuat apa.
Mohon Tuanku
jagalah putraku
kelak.
Percayalah, selama putramu bisa menyelesaikan tugasnya,
akan kusembuhkan dia.
Terima kasih, Tuanku.
Aku penasaran bagaimana keadaan Kak Zhou.
Apa buku kas itu
belum juga ditemukan?
Sejak kecil Zhou Rong orangnya setia pada temannya.
Aku masih ingat saat kalian kecil,
meski dia dihajar habis2an, dia takkan mau sebut nama Shiyu dan lai Tsai.
Itu sebabnya Lai Tsai dan aku memanggil dia kakak.
Dia tak ingin kami terlibat.
Ya Tuhan!
Kelompokku sudah menyumbangkan 100 juta liang-perak
dalam proyek air Guangdong dan Guangxi.
Pejabat rakus ini sudah menggelapkan semuanya.
Kacaulah kita.
Aku tak tahu kalau...
Kenapa kau melihatku begitu?
100 juta liang-perak, itu bukanlah
jumlah yang banyak bagi kelompok-ku.
Ini buku kas yang mereka cari-cari.
Tu Hezhuo.
Hua Jie, aku ada urusan di luar.
Bocah nakal, jangan pulang malam-malam.
Mungkin di hati Nn. Zhou,
Shiyu
orang yang bisa membuat hatinya tentram.
Fang Shiyu, hari ini aku harus membunuhmu.
Saat di hutan timur,
- kau bisa saja membunuhku. - Sekarang belum terlambat juga.
Kau menunjukkan rasa kasihan saat di kandang kuda.
Aku tahu masih ada kemanusiaan dalam dirimu.
- Kenapa kau mau bekerja untuk dia? - Bukan urusanmu.
Apa ayahmu tak pernah mengajarimu jadi orang baik?
Aku hampir lupa, dia sendiri jadi pesuruhnya Erdo.
Kau lahir dari keluarga kaya.
Kau tak punya hak menilaiku.
Omong kosong!
Ayahmu yang salah.
Tak mengajarimu mana yang benar dan salah.
Tak usah bawa2 nama ayahku.
Kau tak merasakan
penghinaan yang dirasakan ayahku demi aku.
Tidak ada yang boleh menghinanya.
Pertarungan hari ini
pasti bakal merugikan salah satu orangtua.
Aku bertarung demi Hua Jie dan keluarganya.
Jadi, aku tak boleh kalah.
Kenapa tak kau bunuh saja aku?
Nasib sial bukanlah atas kesalahanmu.
Tapi salahmu adalah membantu orang jahat.
Meski kau bukan orang baik sebenarnya, kau lebih manusiawi ketimbang Erdo.
Sekarang kita sudah impas.
Aku tak butuh belas kasihanmu.
Aku kasihan pada ayahmu
yang punya anak berhati kejam.
Bawalah pergi ayahmu dari sini.
Lain kali, jiak aku masih melihatmu
bekerja sama orang hina itu.
Kau tak akan kuampuni.
Ayah.
Ayah.
Ayo kita pergi dari sini.
Aku tahu ayah selalu ingin kembali ke wilayah barat.
Ayah.
Bangunlah!
Ayah. Ayah!
Ayah!
Ayah, bangunlah!
Ayah!
Bangunlah!
Ayah!
Aku tak pernah menyalahkanmu.
Aku tak peduli orang lain menganggapku apa.
Aku sendiri tak peduli aku kayak orang aneh.
Ayah, mengapa kau tak mengerti aku?
Ayah, mengapa?
Kau tak pernah mengerti apa kemauanku, ayah.
Kenapa?
Shiyu.
Begitu dong.
Hua Jie, lihat betapa mereka saling mencintai.
Benar2 bikin iri 'kan?
Shiyu, kau tak apa-apa?
Aku baik-baik saja.
Mana Lai Tsai?
Dia barusan ada disini.
Bocah nakal itu.
Apa kau bawa buku kas itu?
Ya, berjanjilah kau akan lepaskan dia
maka akan kuberi tahu dimana buku itu.
Bicara saja tak ada bukti.
- Tunjukkan buka kas itu. - Biar kulihat dulu Zhou Rong.
Kakak Zhou.
Lai Tsai, kenapa kau kemari?
- Mana Shiyu? - Dia baik-baik saja.
Aku ke sini untuk menolongmu.
Akan kubawa kau pulang.
Kau kenal dia.
Serahkan buku kas itu.
Apa?
Kau ambil buku kas itu dari...
- Dia sudah janji akan melepaskan kita. - Lai Tsai, kau memang bodoh?
Apa kau tak tahu kalau...
- tak tahu jika... - Aku mengerti.
Aku tahu aku tak berguna.
Aku tahu aku tak bisa melindungimu.
Aku tahu patung yang kau ukir itu bukanlah aku.
Aku tahu kau suka sama Fang.
Tapi aku juga menyukaimu.
Bagaimana kutahu kalau aku bisa
bertemu dirimu lagi?
Jadi aku tak begitu peduli lagi.
Saat aku membawa buku kas ini,
aku sudah tahu, inilah pertama aku
dan terakhir kalinya
juga satu-satunya kesempatanku untuk menyelamatkanmu.
Dasar bodoh.
- Lai Tsai. - Hentikan!
Kuberi kau kesempatan terakhir.
- Serahkan buku kas itu. - Lai Tsai, jangan berikan padanya.
Jangan serahkan!
Jika kau tak serahkan
akan kupotong salah satu tangannya.
Jangan!
Jangan! Baiklah, akan kuserahkan.
Jangan! Jangan!
Kita sepakati dulu.
Kuserahkan buku kas ini, dan lepaskan kami.
Lai Tsai, jangan kau berikan padanya.
Jangan kau berikan padanya, jangan.
Kau bisa pegang janjiku.
Bagus.
Jangan kau berikan padanya!
Lai Tsai!
Shiyu, bawa buku itu dan pergilah!
Tidak, ayo kita pergi sama-sama.
Kau rupanya Fang Shiyu.
Berikan buku kas itu.
Akan kubiarkan kau hidup.
Jangan berikan padanya.
Kau mau buku kas ini?
Serahkan dulu kakak Zhou.
Shiyu.
Bawa pergi saja buku itu!
Jalan!
Kau baik-baik saja?
Baiklah.
Kalian semua ada disini.
Bunuh mereka!
Shiyu!
Shiyu!
Kakak Zhou!
Kakak Zhou!
- Shiyu - Aku disini.
Kau...
harus menjaga
Nn. Lei baik-baik
dan turutilah
kata-kata Hua Jie.
Lai Tsai
mintalah kakak Zhou untuk...
Kakak Zhou...
Tidak!
Tidak!
Tidak!
Brengsek!
- Akan kulawan kau! - Jangan Lai Tsai!
Lai Tsai!
CREATED BY | YOYONG MASAMBA
Kakak Zhou...
Lai Tsai!
Lai Tsai!
Shiyu!
Seandainya tadi kau serahkan buku itu,
masalah ini takkan separah ini.
Sekarang jika kau mati mati mengenaskan,
akan kubantu.
Tu Hezhuo?
Apa kau mau memberontak?
Pasti kau. Yang meracuni ayahku.
Shiyu, bawa buku itu dan pergilah sekarang!
Hua Jie.
- Aku tak bisa. - Atau kematian Lai Tsai dan Zhou Rong akan sia-sia.
Ya, Tuhan.
Aku belum pernah memohon pada siapapun.
Sekarang kumohon padamu, sekarang pergilah!
Kalau kau mati, bagaimana nasib Tingting?
Akan kuhantui kau saat aku mati.
Apa kau mau aku mati di depanmu sebelum kau pergi?
Pergilah sekarang!
Sekarang!
Pergi!
Beraninya kau melawanku!
Sekarang kukirim kau ke neraka menemui ayahmu.
Cari ke seluruh kota Zhaoqing.
Temukan Fang Shiyu!
Tuan, ada masalah.
Orang-orang itu memasang pengumuman
tertulis jika Ny. Hua Jie dan Tn. Lei sudah melakukan pembunuhan.
Hukumannya 3 hari lagi.
Itu isu yang dibuat-buat.
Hanya ini harapan terakhir kita.
Pasti ada cara lain.
Pasti ada.
Tiger Lei dan Miao Cuihua
bersekongkol dengan pejabat korup Jiang Xihan.
Bukti tak bisa dibantah lagi.
3 hari lalu,
mereka melakukan pembunuhan terhadap seorang pejabat pengadilan istana
dan membunuh beberapa prajurit di sana.
Mereka bersalah melakukan kejahatan paling kejam.
Omong kosong!
Aku, Tiger Lei, adalah orang baik-baik.
Bersekongkol dengan dia? Dasar bodoh!
Pejabat korup Wu Tiande
- yang bersekongkol dengannya. - Omong kosong!
- Tangkap dia! - Siap!
3000 liang untuk pemeriksaan.
10.000 liang untuk pembangunan 100 meter untuk tanggul.
Benar-benar tidak masuk akal.
Uang dialihkan lewat 4 jalan utama.
Shiyu.
Uang itu diam-diam dipindahkan ke Shandong,
Henan,
Hubei dan Fujian, tempat Wu Tiande membangun mansion pribadinya.
Erdo.
Sudah jelas di dalam buku kas ini.
Mana buktinya?
Kau menyalahgunakan kekuasaan untuk keuntungan pribadi dan mengarang berbagai alasan.
Korupsi dan menghias sarangmu sendiri!
Lancang sekali kau menyebar fitnah dan mengelabui rakyat.
Memalsukan buku kas dan menjebak pejabat setia.
Tak bisa diampuni! Tangkap dia!
Bunuh dia! Kami ingin keadilan!
Bunuh dia! Kami ingin keadilan!
Tingting!
Bunuh dia! Kami ingin keadilan!
Bunuh mereka!
Bunuh mereka semua!
- Hua Jie, tak apa-apa? - Shiyu.
Kau mau buku kas ini? Ambil sendiri!
Pikirmu kau bisa mengalahkanku
dengan Kungfu Shaolin lemah itu?
Aku hanya perlu menjatuhkanmu.
Kau sudah melampaui kemampuanmu.
Mau menghancurkanku?
Kau mau mati?
Tidak.
Tapi kami takkan biarkan orang sepertimu berbuat kejahatan
dan mengacaukan hidup kami.
YOYONG MASAMBA
- Ayah! - Tingting!
- Ayah, kau tak apa-apa? - Ya.
Bagaimana denganmu?
Tn. Shen.
Teman-teman, letakkan pedang kalian!
Oh, Tuhan.
Tn. Shen, akhirnya anda datang juga.
Aku Tiger Lei, Tuanku.
Dimana Erdo?
Ya, Tuanku.
Shiyu.
Tn. Shen.
Aku tahu ada yang tak beres
makanya kupercepat jadwalku dari hari sebelumnya.
Aku tak menyangka bisa tiba tepat waktu menyaksikan tipuanmu.
Tn. Shen.
Semua ini
adalah idenya Jiang Xihan.
Aku...
Aku putranya
Jiang Wenguang.
Kau...
masih hidup.
Tuanku, untuk jaga-jaga, ayahku
berikan aku surat tulisan tangan Wu Tiande.
- Orang ini... - Shiyu.
biar kutangani.
Beberapa hari kedepan kami akan panggil Wu dan menjadikannya saksi.
Tuanku.
Ini laporan buku kasnya.
Bagus. Prajurit, kemari!
Bawa Erdo!
Awasi dia baik-baik.
Tn. Shen. Tn. Shen. Wu Tiande yang melakukan semua ini.
Tn. Shen, ini ulah Wu Tiande.
- Jaga sikapmu! Jalan! - Tn.Shen.
Tn. Shen!
Hari ini, aku berhutang budi padamu.
Itu sudah tugasku menyingkirkan orang jahat.
Aku ada permintaan lagi.
Tuanku, terlalu merendah.
Akan kuusahakan apapun. Selalu berbuat kebaikan pada siapapun.
Kali ini, dana untuk
perbaikan sungai di Guangdong dan Guangxi tidak bisa dicairkan lagi.
Tapi pembangunan tak boleh ditunda.
Aku mau menandatangani surat
untuk meminjam 1 juta liang darimu.
Dana lagi? Hmmm....
Bisakah kita bahas lainnya saja?
Emang kenapa? Apa tak bisa?
Ayah.
Bisa. Bisa.
Hanya 1 juta liang perak saja.
- Bagi kelompok kami, itu - ...bukanlah jumlah yang banyak.
NO RESYNCH | YOYONG MASAMBA
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.