Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
BERDASARKAN KISAH NYATA
KAMPALA, UGANDA
2011
Apa aku sudah siap?
Tempatmu di sini.
2007
Pagi, Ny. Kimbale./ Pagi!
Brian, masih tidur.
Phiona.
Richard! Adik kecilku, bangun!
Pergilah./ Kau yang pergi.
Ini satu-satunya. Masing-masing 500.
Kelimanya?
Kelimanya?/ Ya.
2,500.
Kapan kau mau menjual murah?/ Pak, bayar aku 1,000.
Dua kantung! Dua kantung, tolong.
Ibumu masih punya hutang denganku.
Akan kami lunasi besok.
Itu saja. Sekarang beritahu ibumu aku mau uangku.
Ya, Tuhan, Phiona.
Dia memberiku tumpangan dengan motornya.
Model terbaru, sepeda motor China.
China! Ya!
Tanya kakakmu kenapa pria ini membawa gadis muda dengan motornya.
Ibu bertanya, "kenapa dia membawa gadis muda dengan motornya?"
Theo punya hati yang besar!
Brian.
Menurut Ibu kau sebaiknya jaga jarak dengan pria ini.
Kau harus menghasilkan 1,000, Phiona.
Tidak, Ibu, itu terlalu banyak. Aku lelah!
Begitu juga ibu.
Ibunya Patricia tidak memaksanya berjualan. Aku lelah.
Ibunya Patricia punya suami yang masih hidup.
Apa ayah kalian meninggalkan ibu uang saat ia meninggal?
Theo!/ Night, ayo.
Night, kau mau kemana?
Jalan-jalan.
Apa kau Ibunya atau saudarinya?
Untukmu, bukan keduanya.
Dan aku tahu dubuk saat aku melihatnya.
Kau sebaiknya menjauh dari putriku.
Ibu, hentikan!
Jika aku melihatmu datang ke sini lagi...
Aku akan bakar motormu hingga hancur!
Kau sebaiknya berhati-hati.
Motor ini harganya lebih mahal dari semua yang kau punya.
Theo./Aku pergi.
Theo!
Aku takkan pernah memaafkan ibu untuk ini.
Ibu tak perlu dimaafkan!
Ibu mau kau menjual jagung untuk memberi makan adik-adikmu!
Pergi. Pergilah!
Kemeja, kemeja. Pakaian kemeja.
Pakaian kemeja.
Kemarilah. Pakaian kemeja untukmu.
Menyebar!
Joseph! Umpan jauh! Terus bermain.
Katende.
Mereka menolakmu.
Aku sudah peringatkan kau.
Mereka tak peduli dengan pendidikanmu.
Hanya status keluargamu.
Aku menyerah, Temanku.
Aku akan terima posisi sebagai asistenmu...
Tapi hanya hingga aku menemukan pekerjaan sebagai teknisi.
Apa yang membuatmu berpikir aku masih punya pekerjaan untukmu?
Jadi kau bersedia untuk mengubah harapan...
...dan mengubah kehidupan anak-anak melalui olahraga.
Penuh waktu.
Aku bersedia.
Selamat datang. Katwe membutuhkanmu.
Satu jagung? Hanya 300.
Aku bilang, tidak, terima kasih. Astaga!
Terima kasih. Terus menari.
Terima kasih, Bu.
Bawa emberku, Phiona.
Kau pergi ke mana setiap hari?
Brian! Kita masih belum mendapatkan 1,000 shillings!
Ayo!
Cepat, cepat, cepat!
Kenapa kau tak ikut bermain?
Kau bisa patah tulang bermain sepak bola.
Ibuku melarang. Tak ada uang untuk dokter.
Aku pernah beberapa kali patah tulang bermain sepak bola.
Joseph, apa yang tadi aku katakan?
Ada permainan lain yang bisa kau mainkan.
Pernah dengar catur?/ Aku tahu.
Kau mencium seseorang, lalu mencoba untuk menangkapnya.
Tidak, Itu permainan papan. Aku bisa ajarkan kalian.
Aku tidak mau.
Tidak keren, ya?
Kupikir kau mungkin suka mengalahkan anak kota.
Apa maksudmu?
Saat aku kuliah...
Orang-orang kota dengan jam emas mereka,
Mereka menyukai permainan ini.
Mereka mengadakan kontes untuk melihat siapa yang terbaik.
Aku siap setelah kau siap.
Aku adalah anak yatim. Sama seperti kalian,
Aku tak punya jam emas...
Tapi aku berlatih permainan caturku.
Dan aku kalahkan mereka semua.
Terima kasih./Aku harus membayar uang pendidikan.
Bawakan kami permainan ini.
Kau mau bermain catur?
Bagus.
Pagi./ Pagi, Brian.
Pagi./Pagi, Brian./ Pagi. Pagi, teman-teman!
Hai, Gloria./ Pagi.
Joseph, hai./ Pagi, Ivan.
Hei, pelatih sudah datang.
Selama pagi, para pelopor!
Selamat pagi, pelatih!
Dimana cangkirnya?
Kemarilah yang mau bubur!
Gadis muda. Kemarilah.
Masuklah. Ayo.
Apa kau lapar?
Kau bau!
Siapa dia?
Apa kau berlarian di lumpur seperti babi?
Pergilah, gadis bau. Ini bukan permainanmu.
Lepas!
Lepas! Lepas!
Lepas!
Lain kali aku akan sobek hidung itu dari wajahmu!
Siapa lagi yang berani?
Aku? aku tidak berani.
Hei! Seorang pejuang.
Siapa namamu?/ Phiona.
Selamat datang.
Ini tempat untuk pejuang.
Phiona.
Aku ambil yang sudah busuk dari kemarin...
Tapi kau harusnya memberi itu padaku secara gratis.
Aku akan beri gratis saat kau beri aku sesuatu secara gratis.
Ini.
Tak perlu bayar.
Abdul, pergilah bermain ruwenda.
Gloria, bisa kau ajarkan Phiona cara menggerakkan bidaknya.
Kita harus memberitahu mereka yang tidak tahu.
Yang kecil ini,
Motornya rusak, jadi dia hanya selangkah maju ke depan.
Ini adalah ratu.
Dia yang paling kuat dari bidak yang lainnya.
Apa yang mereka semua lakukan?/ Mereka saling membunuh.
Lihat, mati.
Ini adalah presiden.
Jika presidenmu terjebak, tak bisa kemana-mana lagi...
Kau berkata, skakmat./ Skatmat?
Sekarang pergilah. Aku tak suka bau busukmu.
Hei, Phiona! Bagaimana hidupmu?
Baik-baik saja.
Mari kita berdoa.
Ya Tuhan, berkati makanan yang akan kami makan. Amin.
Amin.
Ibu, aku sudah kenyang.
Ibu makanlah bagianku.
Aku juga sudah kenyang, Ibu.
Kalian sudah makan. Bagaimana?
Kau sebaiknya tidak memakan jagungnya.
Lihat, apinya bersinar.
Bagus! Bagus, aku mengalahkanmu.
Si babi sudah mandi.
Joseph, kau bermain dengan api.
Diamlah, Benjamin.
Pelatih.
Pelatih menyebut itu "peningkatan."
Tapi aku menyebutnya "menjadi ratu."
Saat kau menggerakkan bidak kecil ke ujung papan...
...kotak demi kotak...
Saat ia mencapai ujung papan...
Dia menjadi...
...Ratu.
Didalam catur...
Yang paling kecil bisa menjadi yang paling besar.
Itu sebabnya aku menyukainya.
Kau jaga Richard.
Ibu akan mencari Night.
Phiona!
Phiona!
Night./Kemari.
Night?
Ibu baru saja pergi mencarimu.
Ini.
Dari mana kau mendapatkan ini?
Sudah kubilang padamu, Theo orang yang baik.
Kau tidak tinggal dengannya, 'kan, Night?
Ibu tinggal dengan seorang pria. Beberapa tahun lagi, begitu juga kau.
Tidak. Tidak denganku.
Night...
Apa menurutmu Tuhan mau kita bernasib buruk?
Kenapa kau mengatakan ini?
Karena sejak ayah dan Juliet meninggal...
Tampaknya Ia marah dengan kita.
Kurasa Tuhan tak peduli dengan kita,
Begitu juga sebaliknya.
Sampai jumpa, Adikku.
Ivan, saat kau mengambil air untuk ibumu...
Apa kau langsung pergi begitu saja?
Atau kau memikirkannya terlebih dulu?
Aku sedikit memikirkannya./ Soal apa?
Akan ada antrian panjang untuk air saat pagi hari,
Jadi aku merencanakan kapan aku akan pergi.
Sebuah rencana.
Aku tak boleh pulang terlalu larut karena aku bisa dirampok saat perjalanan pulang.
Jadi, di perjalananku,
Aku mengambil jalan pintas melalui gang untuk menghemat waktu.
Lalu apa yang terjadi saat hujan turun?
Air akan turun dari bukit./ Lalu apa kau akan terbawa arus?
Tidak, aku naik ke tempat tidur gantung.
Tempat tidur gantung! Rencana yang bagus.
Ancaman bisa berasal dari mana saja.
Perampok.
Pemilik rumah pemarah.
Banjir.
Dan bahaya lainnya.
Bagaimana menteri ini selamat?
Pelatih, tidak mungkin.
Perhatikan.
Perhatikan baik-baik.
F-3?/Benar, F-3!
Dia aman disana.
Benar. Dalam permainan hari ini...
Menteri aman di F-3.
Saat pertama kau melihat posisi ini...
Mungkin kau berpikir itu tidak aman untuk menteri.
Tapi jika kau perhatikan baik-baik.
Kau cermati ancaman, kemudian kau membuat rencana.
Dan menteri akhirnya bisa aman. Gunakan pikiran kalian.
Ikuti rencanamu.
Dan kau akan temukan tempat yang aman.
Aku, guru! Aku, guru!
Aku, guru!
Hampir dua juta tahun yang lalu...
Afrika Timur adalah orang pertama yang menggunakan api.
Jadi kita orang pertama yang memakan kikomando?
Ny. Katende yang cantik.
Halo.
Beberapa hari lalu, gadis ini, Phiona, datang untuk pertama kalinya.
Dia sangat kotor.
Ivan dan anak-anak lain sering menyindirnya.
Ivan sendiri juga bukan orang yang pembersih.
Lalu? Apa dia pulang ke rumah?
Tidak. Dia tetap disana.
Dia kembali dengan kondisi bersih.
Dia keras kepala.
Terdengar seperti seseorang yang kukenal.
Dia butuh pakaian baru.
Aku bisa ambil beberapa dari saudariku.
Gaji pendeta ini tidak cukup untuk kita?
Itu cukup untuk sekarang.
Aku tidak masuk ke universitas agar istriku yang membayar sewa.
Itu tak bisa diterima.
Dia harus mendapat kepastian lebih dari yang aku dapatkan saat masih kecil.
Dia tidak tinggal di rawa-rawa, Robert.
Perang sudah selesai sekarang.
Gali, gali, gali.
Menggali tanaman. Menggali makanan.
Menggali makam.
Dia tak boleh menggali seperti yang aku lakukan.
LOWONGAN TEKNISI SENIOR
Skakmat.
Bagaimana kau melakukan itu?
Kau takkan pernah bisa kalahkan aku, Kakak.
Perusahaan Pembuangan Air Afrika Timur. Selamat pagi.
Siapa keluargamu? Apa aku kenal mereka?
Aku kehilangan mereka saat masih remaja, Pak.
Aku turut prihatin.
Meski begitu, kau punya nilai tertinggi di kelas IT-mu.
Kau sangat memenuhi syarat. Dan jujur, aku setuju dengan itu.
Benar, Pak.
Aku peringatkan padamu,
Orang dengan integritas di perusahaan air...
...sangat langka layaknya badak putih.
Aku butuh orang sepertimu.
Berikan aku waktu untuk temukan lowongan yang tersedia.
Tapi kami akan menerimamu di sini.
Percaya padaku.
Terima kasih, Pak.
2008
Joseph, kenapa kau biarkan dia menang?
Aku tidak membiarkannya menang!/ Dia memakan menterimu.
Apa yang kulihat tidak mungkin nyata.
Skakmat!
Dia menang!
Phiona menang!
Hei, Joseph, kau tidak serius, 'kan?
Kau baru saja di-skakmat perempuan./ Ya. Apa?
Maaf. Itu hanya keberuntungan pemula.
Aku takkan pernah bermain denganmu lagi.
Phiona.
Dari mana kau belajar gerakan penutup tadi?
Apa kau membacanya dari salah satu buku di sini?
Aku tidak bisa membaca buku.
Jadi kau memikirkan posisi akhir tadi sendirian?
Pelatih.
Kapan kita bermain melawan anak-anak lainnya?
Ada Ivan di sini. Bermain dengannya.
Kami mau bertanding dengan anak lain. Anak-anak yang kau bicarakan.
Anak-anak kota.
Anak-anak kota, ya?
Pak.
Aku sudah memintanya pergi.
Tapi dia kembali.
Baiklah, suruh dia masuk.
Katende. Anak-anak kumuh?
Tidak, tidak, tidak.
Kami tak bisa terima itu./ Kenapa tidak, Pak?
Tidak, tidak, tidak.
Kami mengadakan turnamen Father Grimes di King's College.
Di Budo.
Itu tempat yang sangat bersih dan formal.
Tapi tingkat kemampuan mereka berkembang sangat cepat.
Dan aku yakin bahwa.../ Tidak kemampuan mereka. Tidak.
Kami mengadakan makan malam.
Itu sebuah turnamen. Benar?
Aku seorang pengunjung di Kampus Budo.
Aku tak boleh membawa penyakit ke sekolah ini.
Anak-anakku tidak punya penyakit.
Yang kami ketahui.
Tidak, tidak, tidak. Aku minta maaf. Tidak!
Kau terlalu banyak mengatakan "Tidak," Tn. Pimpinan.
Aku berharap mengubah "Tidak" itu menjadi "Iya."
Tapi mereka tidak bersekolah. Benar?
Itu benar jika kebanyakan anak-anak kami tak mampu bersekolah.
Ini turnamen sekolah. Lihat?
Untuk anak-anak bersekolah.
Tak bisakah para pemain Katwe-ku datang sebagai peserta tamu?
Dan juga, biayanya 4,000 shilling per anak.
Apa anak-anakmu mampu membayarnya?
Kemungkinan tidak. Aku paham.
Terima kasih atas usahamu.
Dan aku berterima kasih anda sudah yakinkan aku...
...jika aku bisa kumpulkan uang untuk biaya pendaftaran mereka...
Anda akan menyertakan anak-anak Katwe untuk ikut turnamen Father Grimes.
Terima kasih, Pak./ Tn. Katende...
Pelatih!
5,000 lainnya./Sempurna.
Cepat panggil yang lain!
Bagus! Ayo, pelatih!
Pelatih!
Pelatih, bagus! Ya!
Pelatih! Bagus, pelatih!
Ayo, Pelatih! Ayo!
Itu untuk Budo! Budo! Budo! Budo!
Ya! Kita akan pergi ke Budo!
Budo! Budo! Budo!
Uang pendaftaran!
Tidak, tidak, tidak. Tolong, jangan.
Ya, ya, ya. Tolong, ya.
Maaf, Pak.
Katende, kau bermain sepakbola untuk uang lagi?
Apa kau mau memperparah cidera lamamu?
Sekarang kau membuatku marah.
Sara, aku minta maaf.
Aku tak bisa bilang pada anak-anak kami tak bisa bayar uang pendaftaran untuk Budo.
Aku tidak bisa.
Aku minta maaf.
Apa aku diabaikan?
Apa yang aku katakan saat aku melamarmu?
Jangan ini lagi.
"Beri aku sepuluh alasan untuk menikah denganmu," ujar wanita itu.
Apa yang aku katakan? Alasan pertama. "Aku mencintaimu."
Alasan kedua. Kau ingat itu?
Ya, Robert.
"Aku mencintaimu."
Alasan ketiga.
Mau aku ingatkan kau sisanya?
Aku memang wanita yang beruntung.
Leherku.
Aku hanya bercanda.
Kemana mereka pergi setiap hari? Kau harus berhati-hati.
Mereka hanya pergi menjual jagung.
Aku tahu.
Para penjudi itu memberi anak-anak bubur di lembah.
Siapa yang tahu bagaimana mereka menggunakan anak-anakmu.
Benjamin, bermain.
Skakmat.
Apa?
Tidak.
Ini mustahil.
Kita punya juara baru.
Kerja bagus, Phiona.
Kerja bagus.
Benjamin.
Kau sudah besar untuk menangis.
Tapi aku tadinya juara.
Kau akan menjadi juara lagi.
Hei!
Hei, Bu! Bu...
Anak-anak ini tak boleh membantumu untuk permainan judimu!
Bu, kau salah paham./ Aku tahu yang kau kerjakan.
Biar aku jelaskan./ Jika aku tahu anak-anakku ke sini lagi!
Kau akan berhadapan denganku.
Phiona dalam masalah.
Phiona!
Pelatih! Ibu, pelatih!
Pelatih!
Bu, bisa aku bicara denganmu?
Sebentar saja.
Ibu, kumohon. Bicaralah pada pelatih.
Hanya sebentar?
Pelatih akan membawa kita ke King's College.
Bagus!
Catur bukanlah judi.
Itu permainan antara raja dan ratu.
Itu mengajarkan kedisiplinan dan kekuatan mental.
Bekerja juga mengajarkan hal-hal ini.
Tapi Nnyabo, ini kesempatan mereka mengunjungi sekolah terbaik di sini.
Bagaimana aku bisa membayar biaya sekolah?/Jangan pikirkan itu sekarang.
Anak-anakmu sangat penting untuk grup kami.
Brian penuh determinasi.
Tapi putrimu, kecerdasannya sangat tinggi.
Mungkin yang tertinggi diantara anak-anak lainnya.
Kesempatan ini bisa menjadi sangat berharga untuk mereka.
Izinkan anak-anakmu untuk ikut dengan kami ke King's College...
Lalu aku akan cari cara agar mereka bisa diterima bersekolah.
Bicaramu tidak masuk akal./ Biarkan mereka ikut...
Dan saat mereka kembali, aku akan beri mereka kelas privat...
...dengan guru terbaik di Kampala.
Kumohon, Bu?
Aku izinkan mereka.
Jika kau tidak memenuhi janjimu...
Kau jangan pernah temui anak-anakku lagi./Baik.
Baik! Terima kasih, Bu.
Bu, kami sangat berterima kasih!/ Terima kasih.
Terima kasih, pelatih!/Kita berangkat ke Budo! Ayo berangkat! Budo!
Terima kasih, Bu.
Mereka meninggalkan aku.
Mereka meninggalkan aku.
Supir yang terhormat, melaju yang cepat
Melaju yang cepat
Orang-orangku...
Kita dipenuhi berkah
Ayam.
Halo.
Halo. Apa kabar?/ Ayo. Masuklah, para perintis.
Halo.
Selamat datang.
Tn. Barumba, selamat pagi.
Kita berkumpul bersama-sama...
...atas kecintaan kita terhadap permainan strategi...
...yang menguatkan pikiran kita...
...dan menyiapkan kita untuk...
Letakkan. Brian, letakkan.
Kita juga menyambut beberapa anak kurang mampu.
Aku yakin kita bisa tunjukkan mereka contoh berperilaku yang baik...
...untuk mereka bawa kembali ke lingkungannya.
Sekarang, silakan makan dan menikmati.
Bersulang!
Baiklah...
Jangan... Gunakan pisau.
Gloria, berikan gelasnya padaku.
Selamat malam, para perintisku.
Selamat pagi, para perintis!
Selamat pagi, pelatih.
Aku mau pulang!
Benjamin.
Baiklah. Tarik napas!
Tarik napas.
Aku mau ibuku.
Gloria.
Aku tak mau bertanding.
Baiklah...
Dalam perjalanan ke bus kemarin,
Aku melihat anjing kurus. Anjing itu kelaparan.
Dia mengintai seekor kucing.
Anjing mulai mengejar kucing itu hingga kedalam gang...
Melewati genangan air, melewati rumah.
Kucing itu bahkan melompati teko yang sedang dimasak!
Lalu kucingnya menghilang! Anjing itu terjatuh di lantai.
Lelah! Aku bilang, "Anjing, apa yang terjadi?"
"Kau begitu kelaparan, dan makan malammu terlepas."
Anjing berkata padaku, "Masalahnya adalah, aku..."
"Aku berlari untuk makanan."
"Kucing itu berlari untuk hidupnya."
Kau tahu, anak-anak ini...
Mereka punya pakaian bagus, ranjang yang nyaman.
Mereka seperti anjing. Semuanya datang dengan sangat mudah.
Tapi kalian...
Kucing-kucing tangguhku.
Kalian berlari untuk hidupmu.
Ayo, kita berdoa.
Bapa tersayang, kami berterima kasih untuk kesempatan ini.
Bantu kami menjadi yang terbaik hari ini. Amin./Amin.
Ayo, kita pergi.
Pelatih, aku tidak bisa.
Dia yang terbaik.
Salah satu dari kita harus memainkan papan ini.
Kenapa bukan kau?
Selamat datang di Kejuaraan Catur Sekolah Nasional Father Frimes.
Silakan mulai pertandingannya.
Bapa kami yang berada di Surga, dikuduskanlah nama-Mu.
Kerajaan-Mu telah tiba, Engkau akan berada di Bumi.
Kita anggap seri?
Tidak.
Mata yang jeli, Temanku.
Kurasa aku takkan menemukan kesulitan di sini.
Kau masih punya lolipop?
Strategi yang bagus.
Meletakkan pemain terlemahmu di papan juara.
Skakmat.
Apa?
Pelatih! Aku berhasil.
Skakmat.
Benjamin. Kerja bagus.
Brian, beri pelajaran pada Richie Riches.
Katwe Cool Cats.
Benjamin!
Dia menyerahkan dua pion terhadap Pritchard.
Skakmat.
Pelatih!
Gloria, apa? Ada apa? Apa yang terjadi?
Dia mengambil ratuku!
Kumohon.../ Dia mengambil ratuku!
Tidak!/Baiklah.
Dia mengambil ratuku!
Dia mengambil ratuku!/ Kumohon. Gloria!
Dia mengambil ratuku!/ Gloria, diam!
Ratuku!
Seri.
Tidak./Seri!
Pritchard! Pritchard! Pritchard!
Tak satu pun seranganmu yang tidak terbaca.
Ini bukan daerah pinggiran.
Seranganku tidak diam-diam.
Ia mengepungmu hingga kau tak bisa lari lagi.
Kemudian dia meremasmu seperti ular piton.
Skakmat.
Agresivitas luar biasa dari seorang gadis yang sangat menawan.
Sebagai anggota Badan Pemerintahan Federasi Catur Uganda...
Suatu kehormatan bagiku untuk menyerahkan medali...
...kepada perempuan yang bertanding dengan kemampuan luar biasa.
Tahun ini medali emas Budoan...
...jatuh kepada tim anak-anak Katwe, Phiona Mutesi.
Tim anak-anak! Tim anak-anak!
Bagus!
Kita menang!
Pelatih, apa anak itu membiarkan aku menang?
Dia tidak biarkan kau menang, Phiona. Kau mengalahkan dia.
Bagaimana aku bisa menang dari anak yang bersekolah di sini?
Kau mengalahkan dia.
Kurasa ini saatnya untukmu bertemu guru terbaik di Kampala.
Tim anak-anak!
Aku tak punya guru yang mengajari.
Ini yang mengajariku cara bermain.
Dengan buku, itu seperti guru yang hidup didalam setiap halaman...
Dan kau bisa kunjungi mereka kapan pun kau mau.
Sara juga suka buku.
Seandainya aku bisa menyerap semua ilmu yang ada didalam sini...
...dan memasukkannya ke dalam kepalaku.
Kau mau tahu caranya membaca buku ini?
Kau lihat itu?
Itu adalah kata "catur."
Kau memainkan permainannya. Kenapa tidak membaca kata-katanya?
Setiap huruf memiliki suara.
Pelatihmu berharap agar kita bisa berteman.
Kurasa itu bisa terjadi.
Minumlah teh.
"Catur."
Hentikan!
Kau! Bocah penjual jagung.
Kemari.
Brian!
Brian! Adikku! Brian!
Adik.
Tolong aku!
Adik! Adik!
Tolong aku!
Adikku terluka!
Bisa kau bawa kami ke rumah sakit?
Aku punya uang!
Ibu! Ibu!
Brian kecelakaan!
Ibu.
Shakira!
Jaga Richard./ Baik.
Tolong perlihatkan kartumu.
Lukanya menembus dari sini hingga ke tulang.
Aku bisa menjahitnya, tapi tak ada lagi obat penghilang sakit...
...dan masih belum ada hingga besok.
Hingga besok?
Jahit dia sekarang./ Tidak, Ibu. Tidak!
Ibu!
Ya, Tuhan. Kumohon.
Ny. Harriet./ Ya.
Aku kemari untuk membicarakan tagihanmu.
Tidak masalah.
Richard.
Kau anak laki-laki terakhir di keluarga kita.
Bawakan aku jagung dan kue.
Aku sedang terluka.
Tapi aku belum mati.
Anakku, kau bisa jalan?
Bawa Richard.
Pakai sepatumu.
Cepat. Bawa dia./ Kemana?
Berjalan ke pintu masuk. Pergilah. Sekarang.
Duduk disini.
Ny. Kimbale.
Berikan aku 10,000,
Atau pintu itu takkan dibuka./ Tentu.
Uang yang kau dapatkan. Ibu butuh itu sekarang, Phiona.
Aku berikan itu pada orang yang membawa sepeda motor.
Kau beri uang kita padanya?!/ Aku harus!
Karena dia tak mau membawa Brian tanpa imbalan, Ibu.
Jika aku menjadi kau, aku akan mencari seorang pria.
Ada banyak ayah muda...
...yang mau membayar uang sewa untukmu.
Itu bukan urusanku, Ny. Kimbale.
Terlalu angkuh, ya?
Merasa lebih baik dari kami semua?
Ny. Kimbale. Pertimbangkan situasiku...
Ny. Kimbale...
Brian masuk rumah sakit!
Tak ada uang sewa.
Tak ada rumah./ Kasihani kami.
Kemana kami akan pergi?
Tolong, aku mohon kepadamu! Demi anak-anakku!
Berapa yang aku ambil?
Tutup mulutmu, pemabuk. Tutup mulutmu.
Kenapa kau pergi?
Kau membuatkan kami rencana, Ibu.
Kemari.
Pelatih, disana.
Siapa yang lapar?
Pelatih!/ Aku tak mau makan sendiri.
Untukmu.
Hei, temanku.
Kau siap kembali beraksi?
Kau bilang pada yang lain takkan kembali bermain catur. Kenapa?
Terlalu banyak masalah.
Tapi catur membantu kita menyelesaikan masalah, bukan?
Brian.
Siapkan pertandingan untuk kita berdua.
Skak.
Tidak. Phiona!
Jangan begitu cepat menjatuhkan rajamu.
Kenapa tidak? Kau juga tetap akan kalah.
Dengar.
Fokus dengan apa yang kau miliki.
Pelatih, kurasa kau tidak berasal dari sini.
Saat aku masih kecil, Ibuku meninggalkan aku.
Pada saat itu, aku menginginkan mati.
Tapi ada bagusnya aku tidak menghabisi nyawaku.
Jika tidak, aku takkan pernah melihat putriku.
Aku takkan bisa bertemu para perintisku.
Atau kau.
Aku?
Jangan terlalu cepat menjatuhkan rajamu, Phiona.
Kau tak boleh mudah menyerah.
Phiona.
Apa yang kau lakukan?/ Memainkan permainanku.
Permainan apa?
Bukan apa-apa, Ibu. Hanya mimpi.
Theo, berhenti.
Night!
Phiona!
Phiona.
Ya, Tuhan.
Night.
Aku kemari karena aku mendengar jika kau diusir.
Kenapa kau berpakaian seperti wanita yang menjajakan dirinya?
Jangan melihat jika kau tak suka apa yang kau lihat.
Aku bisa memalingkan wajahku...
Tapi Tuhan melihat apa pun yang kau lakukan.
Phiona, aku pergi./ Pergilah.
Buat anak yang tak bisa kau biayai./ Seperti yang kau lakukan.
Ibu, tolong jangan bertengkar dengannya. Hentikan.
Ambil uang ini, Phiona.
Harga diri Ibu kita terlalu tinggi untuk menerimanya.
Night?
Bisakah kau tinggal disini sebentar lagi? Kumohon?
Tidak.
Ibu, kau harus terima uang ini.
Untuk makan.
Bahkan mungkin untuk rumah.
Bisakah kau menerimanya?
Apa yang terjadi pada rajamu?
Dia diserang.
Membuatnya sulit untuk tetap bertahan.
Hei! Halo, Brian.
Hei! Selamat datang kembali.
Abdul, kemari./ Phiona.
Brian, duduklah.
Phiona, Phiona./ Phiona.
Halo, Florence./Mau bubur? Makanlah bubur.
Bagaimana kabarmu?/ Senang bertemu denganmu.
Senang bertemu denganmu, Pelatih./ Selamat datang kembali.
Makanlah bubur, ayo. Masuklah dan bermain, oke?
Kita semua sudah berkumpul sekarang, para perintis.
Mulai pertandingannya.
2009
Skakmat.
Ivan, kau sangat pandai dalam matematika.
Phiona, bisa kau bacakan itu untukku?
"Seekor buaya..."
"...memiliki banyak gigi."
Tapi aku lakukan itu di tengah pertandingan.
Kuda ke G-5.
Pion ke H-4.
Pion ke C-3.
Phiona, cobalah untuk berusaha menghindari permainan pasif.
Kau membiarkan dia menyerang bentengmu.
Permainan kananmu sangat lemah,
Dan dia memanfaatkan itu untuk mendapatkan rajamu.
Skakmat.
Di pertandingan besok, pastikan kau tidak mengikuti temponya...
Agar dia terus bertahan.
Catur, itu membuat otakku cermat.
Skakmat./ Bagus.
Bagus!
Kucing-kucing tangguhku!
Kau menang hadiah?
Untuk apa?
Aku menangkan kejuaraan.
Anak Terbaik, Phiona Mutesi.
Kau menangkan kejuaraan?
Bahkan, mereka menyebutku anak terbaik.
Kau tahu rencanaku adalah untuk menyerang B-5 milikmu, 'kan?
Jadi kau harus bawa maju pionmu untuk bertahan. Kau lihat?
Phiona, kenapa kau mengembangkan sebelah sini?
Masalahmu di B-5.
Lihat! Aku letakkan pionku di B-5,
Kau ambil pionku, kudaku menyerang ratumu,
Kita bertukar ratu, kudaku menyerang rajamu...
...aku mengambil bentengmu.
Dengan hormat, pelatih, aku tak mau melangkah seperti itu.
Kau harus.
Kau terdesak oleh posisiku.
Jika kau datang untuk kudaku...
Aku serang rajamu dan memakan bentengmu. Kau lihat?
Kau bisa melihat delapan langkah didepan?
Kau bisa juara di Rwabushenyi.
Kau bisa menjadi yang terbaik di Uganda.
Kau tahu apa artinya itu untuk Katwe?
Mungkin suatu hari menjadi juara internasional.
Pelatih! Kenapa kau memujiku?
Aku tidak memujimu.
Hanya juara yang bisa melihat variasi sebanyak itu.
Apa yang menghalangimu untuk menjadi seorang grandmaster?
Aku tak tahu apa-apa soal menjadi grandmaster.
Terkadang, tempatmu berasal tak seharusnya tempatmu berada.
Kau berada ditempat yang kau yakini untuk ditempati.
Menurutmu itu dimana, Phiona?
Membantu anak-anak ini masuk sekolah adalah tujuan mulia,
Tapi itu diluar mandat pelayanan kita.
Mandat itu harus diubah.
Katende, kau tak bicara seperti orang yang bekerja purna waktu.
Anak-anak sudah mempengaruhimu.
Ny. Gali.
Robert, kabar bagus!
Anak-anakmu diundang ke turnamen catur internasional di Sudan.
Sudan? Apa yang ada di Sudan?
Sudan adalah tempat turnamen catur anak-anak Afrika diadakan.
Anak-anak dari seluruh Afrika akan berada di sana.
Itu di sponsori oleh PBB.
Apa itu jauh?/ Ribuan mil jauhnya.
Bus milikmu takkan bisa sampai ke sana.
Aku pergi ke Sudan.
Kali ini tidak ada bus.
Phiona akan berangkat dengan pesawat...
...bersama Ivan dan Benjamin, untuk mewakili Uganda.
Pikirkan itu.
Anak-anak Katwe, anak-anak kita, mewakili seluruh negeri.
Kedua anak ini bukan anak-anak "kita."
Mereka anak-anakku.
Tentu. Maksudku.../ Aku yang mengandung mereka.
Phiona akan berangkat dengan pesawat!
Richard, Phiona akan pergi ke Sudan.
Saat mereka kembali...
Aku sudah atur agar Phiona dan Brian sekolah ditempat istriku mengajar.
Dengan beasiswa.
Istriku sudah mengajari mereka membaca.
Benar. Aku tahu. Dan aku sangat berterima kasih, tapi...
Tapi apa?
Bukankah itu yang kau inginkan? Pendidikan untuk anak-anakmu?
Benar, tapi bagaimana aku bisa membeli seragam?
Bagaimana aku bisa menabung?
Jam berapa sekolah mulai pagi hari?
Anak-anakmu tak bisa lagi berjualan sayuran.
Mereka mendapat kesempatan untuk perbaiki kehidupan, untuk bersekolah.
Mungkin suatu hari masuk universitas.
Pasti kau bisa mengerti bagaimana pentingnya itu.
Aku bukan wanita berpendidikan, Tn. Katende.
Aku tak mengerti apa-apa.
Kau mau berangkat ke Sudan?
Ya, Ibu.
Jangan jauh-jauh dari pelatihmu.
Kau tak tahu seperti apa orang di sana.
Sampai bertemu, Ibu.
Ya, Tuhan.../ Sampai jumpa, Ibu Phiona.
Aku meminta berkahmu terhadap putriku.
Bapa kami di Surga, dikuduskanlah nama-Mu.
Engkau akan perlakukan dunia seperti hal Surga.
Memberi kami roti harian, dan maafkan atas dosa kami...
Dah, Benjamin.
Dah, Phiona.
Dah, Ivan.
Pelatih, apa ini Surga?
Bukan. Surga sedikit lebih besar.
Aku tak pernah melihat bandara sebelumnya.
Dan aku hanya bawa dua setel pakaian.
Bagaimana aku bisa mengalahkan orang-orang di sini?
Kami disini bersamamu.
Benjamin!
Benjamin, kemari. Kau harus latihan.
Pergilah ke Mozambik.
Pelatih kami berlatih di Moskow. Dia seorang grandmaster.
Dia mengajarkan pelajar di Rusia.
Dia hampir mengalahkan Kasparov. Kau bisa bayangkan?
Pelatih berkata jika aku menjadi master,
Aku mungkin menerima gaji dari federasi...
...hanya untuk mendatangi turnamen.
Apa itu, "gaji"?
Gaji?
Itu uang, bodoh.
Apa aku bisa menjadi master?
Pertama, kau harus menangkan 50% dari pertandinganmu...
...di turnamen yang disetujui FIDE.
Seperti Olimpiade, di Russia.
Kau pernah mendengar itu?/ Tidak.
Aku mengalahkan yang ini.
Aku mengalahkan yang ini.
Kau tidak tahu banyak, ya?
Aku tahu sedikit.
Skakmat.
Aku kalahkan dia.
Aku juga kalahkan lawanku.
Dia pemain terbaik.
Mereka pasti menipu kita.
Pelatih?
Kurasa kita mengalahkan mereka besok.
Mereka sudah tamat.
Peringkat ketiga, Kenya.
Peringkat kedua, Sudan.
Dan peringkat pertama, Uganda!
Kita menang!
Para perintisku, kita menang kejuaraan internasional!
Kita biasnaya makan beras dan kacang di desa.
Lihat apa yang kita makan sekarang.
Saos tomat adalah hal terbaik yang pernah ditemukan.
Aku mau danau yang dipenuhi saos tomat.
Ivan, kau memang lucu.
Saos tomat. Ya. Bersulang./ Bersulang./Bersulang.
Terima kasih Tuhan!
Putriku.
Syukurlah!
Mereka memberimu makan?/ Ya, Ibu.
Ibu lihat kau dapat piala lagi.
Seandainya kita bisa memakan piala-piala ini. Masuklah.
Apa yang terjadi?
Theo membuatnya kelelahan.
Dia akan baik-baik saja. Masuk dan duduklah.
Brian.
Phiona./ Richard.
Bagaimana rasanya berada di pesawat?
Menyenangkan.
Bagaimana kau buang air kecil di pesawat?
Mereka punya ruangan didalam pesawat dengan toilet didalamnya.
Biarkan dia istirahat.
Dia lelah karena perjalanannya.
Ibu yakin Sudah tak punya makanan seenak daging dan matoke Ibumu.
Selamat datang kembali, Ratu Catur Uganda.
Kau membawa pulang hadiah utamanya.
Beritahu kami bagaimana kau melakukannya.
Catur adalah permainan pertarungan.
Benjamin, Ivan, dan aku, kami berasal dari Katwe.
Kami adalah pejuang.
Dengan turnamen yang akan datang,
Aku yakin kita akan segera mendengar kabar dari pejuang Katwe ini lagi.
Tapi untuk sekarang, kita rayakan kemenangan ini.
Phiona!
Setiap kali kau membawa pulang piala berkilau itu...
Aku akan memberimu gaya rambut baru.
Kau bilang proyekmu...
...akan menjadikan karakter Phiona kuat.
Sejak kau membawanya ke Sudan,
Dia menolak untuk mengerjakan tugas-tugasnya.
Bangun, Phiona. Waktunya mencuci singkong.
Apa itu benar untuk meminta juara turnamen mencuci singkong?
Lalu siapa yang harus mencucinya?
Kami yang tidak menang kejuaraan?
Kami pencuci singkong? Benar begitu?
Aku Ibunya. Dan dia harus melakukan apa yang aku katakan.
Dia percaya permainanmu akan menyelesaikan masalah hidupnya.
Kalau begitu kenapa tak biarkan kami mencuci kakimu, Bu?
Saat aku masih kecil, aku mendengar sebuah cerita...
...tentang desa ditepi danau yang tak pernah kekurangan jagung.
Kembali kemari!
Dimana tak ada kesulitan.
Aku tak pernah temukan tempat itu, Tn. Katende.
Anak-anakmu pantas untuk yang lebih baik.
Makanan yang cukup untuk dimakan.
Atap untuk tempat tinggal mereka. Keselamatan.
Benar, kau sudah tunjukkan nirwana pada anak-anakku.
Tapi sekarang mereka merasa tak berada ditempat yang seharusnya.
Perempuan dari Mesir itu terbang ke Rusia untuk bertemu pelatihnya.
Dia punya komputer pribadi untuk latihan.
Dia punya biskuit. Dia punya pakaian.
Kenapa ini tiba-tiba mengganggumu sekarang?
Karena aku mengalahkan dia. Pelatih, aku mengalahkannya!
Mereka tak bisa kembali ke kehidupan lamanya...
...karena mereka sudah merasakan kehidupan darimu.
Tidak disini, tidak disana. Seperti hantu...
...yang tak bisa beristirahat.
Jika itu terjadi, Tn. Katende...
Aku akan memintamu bertanggung jawab.
Kau menampakkan wajah gusarmu, Robert.
Phiona punya kemampuan menjadi anak berbakat.
Dan aku tak punya pengalaman untuk melatihnya dengan benar.
Kenapa dia harus membantah kenikmatan kemenangan...
...hanya karena dia dilahirkan di sini?
Menteri memakan B-8.
Matikan lampunya, Phiona.
Banyak yang harus aku pelajari.
Kau akan menghabiskan minyak tanah kita.
Mama, kami bermain catur agar mendapatkan bubur.
Tapi bagi Phiona...
Dia baru saja belajar,
Tapi dia berhasil mengalahkan orang melalui permainan itu.
Itu permainan bagus agar bisa kabur dari tempat ini.
Kabur?
Ke mana? Ke desa?
Ibu besar di sana dan perut Ibu selalu kosong.
Ibu, berikan Phiona kesempatan terakhir.
Tn. Nagenda.
Harriet.
Kau ingat namaku?
Satu-satunya nama dari desa itu yang layak untuk diingat.
Lama tak bertemu.
Kudengar suamimu sudah meninggal.
Benar.
Aku turut prihatin.
Kau sudah menikah lagi?
Biar aku membawamu ke Calendar Hotel.
Untuk makan malam.
Mereka membuat daging bakar yang enak di sana.
Bukan daging bakar yang aku butuhkan hari ini.
Aku kemari untuk menjual baju ini kepadamu.
Ibuku memberikan ini kepadaku.
Kalau begitu...
Kalau begitu aku yakin itu lebih berharga bagimu dari pada untukku.
Berapa yang kau tawarkan?
Aku tak ingin merendahkanmu.
Aku akan merasa tidak enak.
Terkadang kita harus mengambil resiko,
Bukan begitu, Tendo?
Mungkin, 12,000 shilling.
Maksudku 15, 'kan?
Tidak, maksudku 100.
Itu jika kau mau menemaniku untuk makan malam.
12,000 sudah cukup.
Salam, Bu./ Dan juga kau, Bue
Tolong minyak tanahnya.
Terima kasih.
Ibu...
Apa ada orang dari Katwe yang pernah berhasil di kota?
Jangan memikirkan hal-hal seperti itu, Phiona.
Kenapa tidak?
Karena jika kau memikirkannya...
Kau akan kecewa.
Ibu, suatu hari aku akan memberikanmu rumah.
2010
Pelatih!
Phiona tahu gerakan yang akan aku mainkan.
Dia membaca pikiranku.
Bukankah mereka menyebut orang seperti itu masters?
Phiona, rendah hatilah.
Ayolah, Pelatih. Masters mendapat bayaran.
Benar, tapi kau harus melawan orang besar. Orang dewasa.
Kita akan lihat.
Olimpiade catur di Rusia?
Phiona, kami sangat senang karena kau memenuhi syarat.
Gereja, bahkan kami semua ingin mendukungmu, tapi...
Phiona, bahkan jika diantara kami bisa mengumpulkan biayanya...
Tidakkah ini terlalu dini?
Terlalu dini, benar.
Jika aku mencetak 50% di Olimpiade catur...
Aku bisa memenuhi syarat sebagai master.
Aku mau menjadi master melebihi apa pun di dunia.
Itu akan baik untuk federasi catur...
...dan untuk keluargaku.
Selamat datang.
Penerbangan dari Moskow ke Khanty-Mansiysk membutuhkan 3 jam 10 menit.
Kami menyambut semua tim Olimpiade Catur yang terbang bersama kami hari ini..
Terima kasih.
Phiona, ingat.
Trik permainan tengah yang kau suka, Sacrifices, Quick Mates.
Tanpa struktur pion yang bagus,
Kebanyakan dari ini akan menyulitkanmu.
Kenapa kau gugup, Pelatih?
Ratu akan membantuku untuk menang.
Hei, jangan percaya diri berlebihan.
Perlahan-lahan, pikirkan itu baik-baik...
Kemudian kau akan melihat jebakan akan datang.
Selamat datang di Russia./ Terima kasih.
Selamat datang.
Terima kasih.
Sekarang adalah saatnya, Pelatih.
Aku akan membalas semua yang telah kau lakukan kepadaku.
Untukmu dan Ibu, aku akan juara.
Jangan pikirkan soal itu sekarang, Phiona.
Perlahan-lahan.
Aku harus menang.
Anda terhubung langsung dari Khanty-Mansiysk, di Russia
Dimana kita ikut serta dalam pertandingan Olimpiade catur.
Ini adalah babak terakhir dimana Uganda...
...berhadapan dengan Kanada...
...dan kita juga memiliki bintang muda Uganda,
Phiona Mutesi yang berusia 14 tahun, dan memimpin timnya.
Melihat gadis muda ini mewakili negara...
...untuk pertama kali,/ Ayo, Phiona!
Ini merupakan ukiran sejarah.
Aku selalu percaya pada anak itu.
Phiona terlihat sedikit gugup, tapi dia sangat berani.
Pertandingan yang sengit.
Tapi posisi benar-benar tidak bagus untuknya.
Kagramanov sedikit memiliki keunggulan saat ini,
Tapi Phiona masih bertahan di sana.
Tidak. Tidak. Ya, dia mundur.
Kurasa dia menyerah dari pertandingan.
Kurasa tekanannya terlalu besar untuk gadis 14 tahun.
Phiona. Phiona!
Aku bilang padamu, jangan pernah meninggalkan grup.
Aku takkan pernah menjadi master.
Aku takkan pernah menjadi cukup bagus.
Dan kau tahu itu, Pelatih.
Aku menjual jagung, pelatih. Aku penjual jagung!
Aku tahu bagaimana melakukan itu.
Tapi sekarang kau melihatku.
Lihat bagaimana catur sudah menggangguku.
Aku takkan seharusnya berada di sini!
Dan ini takkan pernah menjadi tempatku!
Phiona. Phiona.
Kalah bukan berarti kau sudah gagal.
Itu hanya butuh waktu, itu saja.
Stamina. Itu adalah kunci.
Aku berharap kau tak pernah ajarkan aku permainan ini!
Phiona...
Hei, Phiona! Bagaimana hidupmu?
Robert Katende.
Tn. Katende, Wilson dari Pengairan Afrika Timur.
Tn. Wilson.
Akhirnya, aku punya posisi untukmu.
Aku bisa menerimamu sebagai teknisi supervisor.
Supervisor?
Aku mau menawarkanmu sesuatu yang akan berdampak besar dalam hidupmu.
Tn. Katende...
...apa aku bisa bertemu denganmu hari Senin?
Terima kasih. Terima kasih untuk tawarannya, Pak.
Boleh aku minta waktu untuk bicarakan itu dengan keluargaku?
Phiona! Jangan dipikirkan.
Berikutnya kau akan menangkan piala itu?
Pelatih...
Kau bilang pada kami untuk membuat rencana saat hujan turun.
Tapi bagaimana aku membuat rencana saat tak ada atap...
Aku akan segera kembali. Kau mengerti?
Apa kau mengerti?/ Ya.
Dah, Richard.
Theo, kita pergi.
Saat tak ada dinding?
Airnya tidak peduli dengan rencanaku.
Airnya mengambil apa saja yang diinginkannya.
Night! Night!
Night!
Brian! Brian!
Tolong aku!
Tolong aku!
Richard! Richard!
Richard!
Ibu, berikan Richard padaku.
Gendong dia!
Night! Night!
Katakan padaku bagaimana aku harus bermain, Pelatih.
Night!
Kau ikut denganku!/ Aku baru mau kembali.
Kau seharusnya menjaga Richard! Kemana kau pergi?
Aku pergi hanya sebentar. Dia sudah aku tidurkan.
Jangan bicara lagi!
Ibu, letakkan barang-barangku!
Ibu! Ibu, aku minta maaf!
Kenapa?
Tak cukupkah aku kehilangan satu anak?
Ibu, aku minta maaf!
Hentikan, Ibu! Hentikan!
Ibu, aku hamil.
Apa?
Tak lama lagi, pria akan mulai datang mengejarku.
Dimana tempat amanku, pelatih?
Kau akan menemukannya.
Kau tak harus mengikuti jejaknya Night.
Kau harus menciptakan kesempatanmu sendiri.
Dan kau tangguh.
Aku takut hal-hal tertentu takkan pernah berubah.
Kau pemain termuda yang pernah membawa Uganda ke Olimpiade catur.
Itu mengubah sesuatu.
Tapi hidupku tetap sama.
Phiona.
Ibuku melahirkan aku saat ia masih SMA.
Dia tak bisa kenalkan aku pada ayahku...
...karena dia punya keluarga lain...
...sehingga aku pindah dari satu bibi ke bibi lainnya.
Pertama kali aku bertemu Ibuku,
Saat aku berusia 6 tahun.
Dan aku tak percaya dia adalah ibuku.
Aku selalu dipanggil Katende.
Dia satu-satunya yang beritahu jika namaku Robert.
Robert Katende, aku ibumu.
Aku tinggal dengannya selama dua tahun.
Dan dia menjadi segalanya untukku.
Kemudian di suatu Sabtu...
Nenekku datang menangis sambil menyebutkan nama Ibuku.
Dan aku tahu, pada saat itu, Ibuku telah meninggal.
Aku kehilangan dia untuk kedua kali.
Aku juga berpikir keadaan takkan pernah berubah.
Tapi keadaan bisa berubah.
Kekalahan bisa terjadi kepada kita semua.
Tapi yang terpenting adalah kau susun ulang bidakmu...
...dan bermain kembali.
Kejuaraan Rwabushenyi sudah menunggumu.
Suatu hari, kau akan siap untuk itu.
Lalu kemudian hidupmu akan berubah.
Aku tak mau kembali ke tempat Ibuku.
Aku mau tinggal di sini...
Belajar dan meningkatkan permainan caturku.
Boleh aku tinggal disini untuk sementara?
Tentu.
Tentu, kau bisa.
Aku akan bicara pada Ibumu.
Apa Phiona baik-baik saja?
Dia akan tinggal bersama kita untuk sementara.
Ada apa, Robert?
Aku harus beritahu kau sesuatu.
Tn. Wilson, Dari Pengairan Afrika Timur menghubungi.
Dia akhirnya tawarkan aku pekerjaan sebagai teknisi supervisor.
Bayarannya bagus.
Jauh lebih tinggi dari yang kita terima dari pelayanan.
Aku menolaknya.
Aku tak bisa meninggalkan anak-anak ini.
Ini mungkin membuat hidup kita lebih sulit.
Aku minta maaf untuk itu.
Kenapa kau melakukan ini?
Kenapa kau meminta maaf karena melakukan yang menurutmu benar?
Aku selalu tahu kau adalah orang...
...yang akan berikan apapun yang terbaik bagi anak-anak itu.
Itu adalah pekerjaanmu.
Dan itu adalah tugas dari keluarga ini.
Siapa yang bisa sebutkan negara sahabat Afrika?
Aku, Bu. Guru!
Bagaimana denganmu, Phiona?
Kau tahu salah satunya?
Sudan?
Bagus sekali. Itu benar.
Silakan buka buku kalian...
...lalu tuliskan nama-nama tiga negara Afrika.
Selamat datang, Nak./ Aku pulang.
Kau bicara dengan Phiona? Kapan dia akan pulang?
Dia mau tinggal dengan pelatih dan keluarganya sedikit lebih lama.
Skakmat.
Apa?/ Nn. Phiona.
Ya?/ Apa kau seorang juara?
Tidak, masih belum.
Apa kau akan berusaha di Rwabushenyi?
Kurasa tidak. Mungkin tahun depan.
Tidak, kau harus usahakan tahun ini!
Phiona, lakukan itu untuk kami.
Skakmat!
Kau harus pertimbangkan sisi pinggir papanmu.
Akhir-akhir ini kau begitu mudah kalahkan aku!
Kurasa mengatur strategi menurun didalam darahmu, ya?
Apa nenek moyangmu pemimpin prajurit terbaik?
Ini adalah kepingan prajuritku.
Kau harus bertanding di Rwabushenyi.
Ini adalah kejuaraan utama di negeri ini.
Kau bisa bertanding di Master Internasional.
Atau kau takut kalah?
Kekalahan mengajarkan aku bagaimana bermain lebih baik.
Aku akan bermain.
Aku bisa melihat kekuatan Ibumu didalam dirimu, Phiona.
Bagaimana kabarnya?
Jika aku bisa bertemu ibuku sekali lagi...
Aku akan berikan apa saja yang aku punya untuk itu.
Tak ada pelanggan hari ini.
Ini masih pagi. Mereka akan datang.
Ibu...
Apa kau anakku?/ Ya, Bu, aku anakmu.
Kemari, duduklah.
Kau memang cerdas.
Terima kasih, Ibu. Sekarang aku bersekolah.
Ibu tahu.
Lihat, Richard. Phiona sudah kembali.
Letakkan itu disini.
Ibu.
Pelatih di sebelah sana./ Dimana?
Terima kasih.
Halo, Bu.
Berikan ini kepada istrimu dari keluargaku.
Kumohon, itu tidak perlu. Terima kasih.
Yang kau lakukan jauh luar biasa.
Kau bicara asal lagi.
Anak-anakmu diberkati...
...karena mereka punya Ibu yang tak pernah menyerah untuk mereka.
Dan kau melakukan itu semua sendirian.
Aku harus berusaha untuk mereka.
Ya.
Terima kasih.
Silakan dibeli.
Pak... Silakan dibeli...
Bumbu!/Ibu!
Silakan, Pak./ Kau adalah bumbuku.
Zesiro.
Phiona harus menang kejuaraan itu.
Tapi tak masalah.
Jika tidak, putrimu akan dijual bersama putriku.
Tidak. Putriku tidak akan dijual di pasar.
Terima kasih, Pelatih.
Ini adalah babak final dari Kejuaraan Catur Nasional Rwabushenyi.
Phiona Mutesi dan Christine Namaganda...
...saling berhadapan untuk juara satu kategori wanita.
Mereka sekarang akan betanding babak penentuan.
Silakan mulai permainannya.
Tempatmu di sini!
Tempatmu di sini./ Harap tenang.
Atau silakan keluar.
Maaf. Maafkan aku.
Bagus!
Apa artinya itu?
Itu artinya dia menang!
Dia menang.
Dia mengubah pion menjadi ratu!
Dia mengubah pion menjadi ratu!/ Bagus!
Phiona.
Phiona! Phiona! Phiona!
Katwe! Katwe! Katwe!
Angkat pialanya!
Katwe! Katwe! Katwe!
Bu! Bu!
Kemarilah!
Ibu!
Kerja bagus, Bu.
Semuanya kebahagiaan dia.
2012
Apa ini Phiona?
Mereka membuat buku atas kisah hidupnya.
Apa dia dibayar untuk ini?
Ya, tentu saja.
Tidak! Kau bermain di sebelah sana.
Brian!/ Ibu! Ibu, kemarilah!
Ikut denganku, Ibu./ Ikut denganku!
Tunggu, sweater ibu.
Ibu tidak membutuhkannya. Ayo./Ibu.
Kemana kita pergi?/ Ikut saja!
Kemana kalian membawa Ibu?/ Ibu, masuklah.
Kemana kalian membawa Ibu dengan mobil ini?
Bersabarlah!
Aku bisa lihat benda merah untuk mumi.
Lihat baju merah itu.
Baju merah.
Dimana kita?
Kita di rumah, Ibu.
Phiona lulus dari SMK ST. Mbuga tahun 2016,
Dimana dia menjadi Presiden Pelajar. Saat ini ia mendaftar masuk universitas.
Ia merupakan pecatur pertama di Uganda...
...yang mendapat kandidat gelar master perempuan untuk catur.
Robert memulai program 300 catur di seluruh Uganda.
Dia adalah direktur kegiatan olahraga, instruktur FIDE internasional...
...dan wasit internasional. Dia terus bermain sepakbola.
Harriet tinggal di rumah yang dibelikan oleh Phiona.
Dia bertani untuk makan keluarga dan merawat cucunya dari Night.
Brian melatih catur di Kampala. Dia menyelesaikan sekolah menengah...
...dan belajar untuk menjadi teknisi listrik.
Night menjadi Ibu dari 5 orang anak.
Dia menjual garam dan belajar menjadi penata rambut.
Richard sudah SMP dan menjadi ketua kelas.
Benjamin sudah SMP dan menjuarai kejuaraan nasional junior.
Dia berencana menjadi ahli bedah.
Dia tinggal bersama pelatih Robert dan keluarganya.
Sarah terus mengajarkan anak-anak di program catur.
Dia adalah Ibu yang baik.
Harapan dan ratu bagi semua para perintis.
Gloria sudah SMP dan tinggal bersama pelatih Robert dan keluarganya.
Dia menjuarai Kejuaraan Rwabushenyi 2014.
Stellah adalah salah satu perintis asli dan tinggal di Akademi Catur...
...bersama Ibu dan saudaranya. Dia Juara Catur Wanita Kawuma 2015.
ObezSubs
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.