Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (SoranĂ®)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
SEMUA TOKOH, PERISTIWA, DAN TEMPAT DI FILM INI FIKTIF.
KESAMAAN DENGAN ORANG YANG HIDUP ATAU MATI
ATAU PERISTIWA DAN TEMPAT SEPENUHNYA KEBETULAN.
YANG SATU INI HANYA AGAR AKU MENDENGAR TAWAMU… AKU RINDU KAU AYAH.
FILM NETFLIX ORIGINAL
Jam berapa acaranya?
Pukul 08,30, Pak. Itu akan disapu bersih. Dibumihanguskan.
Lebih awal lagi?
Aku tepat waktu. Selalu lebih awal.
Masalah tiba lebih awal adalah tak ada orang yang menghargaimu.
- Ayo main Ludo satu ronde. - Kau kecanduan Ludo.
Aku kecanduan hidup. Ludo itu hidup dan hidup itu Ludo.
Kau mulai lagi…
Apa manusia itu?
Hanya token berbeda warna di papan kehidupan.
Siapa pemegang dadu takdir mereka?
- Dia. - Tepat.
Dia menentukan arah angin.
Oh, Sayangku
Oh, Sayangku
Oh, halo, Tuan
Ada hari baik dan ada hari buruk
Kini baik, kini buruk
Halo? Baik, naiklah.
Berengsek. Kau pergi bersama siapa?
Sambhavi?
Oh, Sayangku
Dengar, Bhinder,
aku bukan membunuhmu. Aku membebaskan jiwamu.
Tinggalkan tubuh ini dan bereinkarnasilah di tubuh baru.
Nikmati susu dan kukis lagi.
Buat awal baru.
Oh…
Sayangku
Oh, Sayangku
Oh, halo, Tuan
Ada hari baik dan ada hari buruk
Kini baik, kini buruk
Baik dan buruk, baik dan buruk
Oh, Sayangku
Bernyanyilah.
Ada hari baik dan ada hari buruk
Kini baik, kini buruk
Baik dan buruk, baik dan buruk
Oh, Sayangku
Hei, ini rumah kami.
Mau kau bawa dia ke mana?
- Apa yang kau lakukan? - Kapan kau bayar?
- Minggir. - Hei! Kau lupa, tetapi aku tidak.
Aku kesulitan uang. Kubayar satu atau dua pekan lagi.
Apa kau bisa memilih?
- Masukkan dia ke mobil. - Kumohon, jangan.
Beri dia kursi yang nyaman. Halo, Asha.
Kudengar Bittu sudah bebas dan bertemu kau.
Beri tahu dia aku sangat merindukannya.
Dia harus menemuiku. Demi masa lalu.
Dah. Hei, ayolah. Ayo.
Asha, jangan khawatir.
Dunia ini sirkus Berisi banyak keajaiban
Satu orang berjuang untuk sesuap makanan
Lainnya berlimpah makanan
Ya, lainnya berlimpah makanan
Oh, Sayangku
Penggodokan hidup bisa panas atau dingin
Kini panas Kini dingin
Panas dan dingin Panas dan dingin
Oh, Sayangku
Oh, halo, Tuan
Ada hari baik dan ada hari buruk
Kini baik, kini buruk
Baik dan buruk, baik dan buruk
Oh, Sayangku
Aku tak bisa mengerti cara kerja karma.
Bhinder yang malang dibunuh karena segenggam berlian.
Pembunuh, bandit, kepala penjahat ini, hidup mewah.
Kumohon, jelaskan, Tuan. Dalam beberapa kata.
Apa permainan dosa dan kebaikan ini?
Baik, biar kujelaskan. Banyak jiwa melayang karena Corona.
Apakah mereka semua pendosa?
- Kurasa tidak, Tuan. - Jadi?
Kau mau jawaban singkat untuk pertanyaan sulit?
Ini dia token kuningku.
RUMAH
Siapa pria ini?
Dia? Pria seperti dia langka saat ini.
Apa maksudmu?
Seperti mengirim surat cinta yang diselipkan di buku, di era Tinder.
Hai, Semuanya. Aku Akash
dan ini Aks, ego lainku.
Bukan ego lain, ego lemah.
Intinya, saat dia takut mengatakan sesuatu,
aku dipaksa mengatakannya.
Dia pemerintah dan aku bonekanya, media.
Bangsa ini ingin tahu!
Bangsa ini ingin…
- Permisi. - Hai.
- Dari mana asalmu? - Selandia Baru.
Negeri sapi Jersey!
Di negara mereka, sapi hanya beri susu.
Namun, di negara kita, selain susu,
sapi juga memberi suara.
Lagi pula hidup akan menipumu.
Terserah kau mau ditipu dengan senyuman atau cemberut.
Jika tersenyum itu seni, maka pria ini seniman sejati.
Aku tak bisa hamil,
temanku menyarankan Apple Slippers.
Lihat hasilnya, dua anak dalam sembilan bulan.
Kembar.
Terima kasih, Apple Slippers.
Apa yang kau tunggu?
Singkirkan remote, ambil teleponmu, dan pesan Apple Slippers.
Ayo.
Siapa yang beli barang-barang ini?
- Beres? - Ya, beres.
Jika kau sudah selesai…
Baik, aku juga mau rehat.
Perlu kutunjukkan?
- Aku mencintaimu! Ayo! - Tunjukkan. Ini…
- dengan musik latar. - Aku akan klimaks.
Tidak! Kau harus menungguku!
- Cepatlah klimaks! - Situs mana ini?
Untuk apa situs? Kukirimkan lewat WhatsApp.
- Aku akan klimaks! - Kirim.
Tunggu sebentar, ponselku.
Halo. Ya, Bu. Ya, aku di kuil.
SHRUTI CHOKSI DAN SHEKHAR JALANI PERNIKAHAN - NY DAN TUAN
- Kak, aku ingin bicara. - Silakan.
Tidak di depan umum.
Tak ada orang di sini.
Kumohon, Kak, ini pribadi.
Dia kakak iparmu. Apa yang sangat pribadi?
Sebenarnya, aku ingin…
menunjukkan sesuatu.
Ini kau?
- Aku mencintaimu! Ayo! - Ya.
- Ya, aku akan klimaks! - Tak ada wajahmu.
- Bekas luka di bokongku. - Tidak! Kau harus menungguku!
Yang ini, di bokong?
Ya, bekas kau pukul aku dengan sabuk saat kita kecil.
Syukurlah, kau normal.
Kau hanya bermain dengan pemuda.
Kami khawatir kau homo. Istriku sangat mengkhawatirkanmu.
Sejak kapan kau tertarik main kuda-kudaan?
Pak, ini sudah lima atau enam bulan.
Gadis yang hebat!
Sungguh, Tn. Sinha?
Ini bukan hal penting dewasa ini.
- Asta… - Pak…
Apa?
Tidak, ini baik. Kau tak apa-apa.
Lain kali, padamkan lampunya, ya?
- Kau boleh pergi. - Proseslah aduan ini.
Kau mencari masalah? Apa wajahmu terlihat?
Tidak. Hanya gadis itu.
Dia akan menikah lima hari lagi.
Jumlah penontonnya melonjak. Kemarin malam saja 13,000.
Sekarang sudah seratus ribu.
Hidupnya hancur jika ini terbongkar.
Itu masalahnya, bukan?
Kau pengacara. Paham hukum. Jelaskan kepadanya.
Aduan hanya bisa diproses oleh gadis itu.
Paham? Baik, sampai jumpa.
Kini momennya sudah hilang
Tak bisa mengungkapkan perasaanku
Takdir Tuhan akan terjadi
Aku melupakan kenanganmu
Lalu melanjutkan hidup
Kutinggalkan cinta terlamaku
Kulupakan cerminanmu dan melanjutkan hidup
Kutinggalkan cinta terlamaku
- Hai. - Hai.
Kapan pernikahannya?
Lima hari lagi.
Italia. Pernikahan tamasya. Kami semua akan pergi.
Jadi, keinginanmu tercapai?
Ya. Bahkan lebih dari itu.
Kau tahu R.K. Jalani?
Itu putranya, Shekhar. Tunanganku.
Holy Incense Sticks. Seluruh kuil di India memakainya.
Omzet mereka 200 miliar rupee.
Dia baik, sangat manis.
Ke kuil dua kali setahun.
- Apa dia sering buka situs porno? - Apa?
Tidak! Tidak…
Shruti.
- Ya. - Ayo.
Sebentar. Dua menit.
Aku ingin tunjukkan sesuatu. Bisa ke tempat lain?
Tunjukkan saja di sini.
Pakai earphone.
Aku akan klimaks!
Tidak! Kau harus menungguku!
- Shruti! - Ya?
- Shruti! - Ya!
Kau bajingan!
Tahu pernikahanku dari Facebook dan coba memerasku?
Bukan aku pengunggahnya.
Wajahku juga tidak di video itu.
Itu dia!
Wajahmu tak terlihat, wajahku terlihat!
Sudah berapa lama kau rencanakan ini?
Aku tak rencanakan apa pun. Aku mau menolongmu.
Polisi tak memproses aduan jika bukan kau yang ajukan.
Kau mau menolongku!
Kau mau menolongku?
Sebutkan angkanya! Ayo.
Hanya 320 rupee, untuk ongkos taksi.
Selamat atas pernikahanmu.
Ini ponselmu.
Kau bawa aku ke mana?
Pusat kejahatan daerah ini.
Sarang Kak Sattu.
Dia yang bisa selesaikan masalahmu.
Wilayah hukum polisi dan pemerintah berbatasan
dengan wilayah hukumnya.
Ada enam usaha pembunuhan terhadapnya.
Dia tak mempan peluru, granat, meriam.
Entah ada kesepakatan apa antara dia dan Dewa Maut,
tetapi dia tak bisa mati.
Setiap permainan punya token yang mungkin tak berharga
tetapi menolong lainnya.
Astaga!
Pria menawan,
aku jatuh cinta kepadamu.
Kau Romeo-ku,
dan aku Juliet-mu.
Oh, Juliet buatan Tiongkok,
akan kusudahi kekurangajaranmu.
Kau tak akan bisa tunjukkan wajahmu lagi,
karena akan kupotong hidungmu!
Bung!
Bajingan!
Patwari, bodoh. Kau potong hidungku.
Itu tuntutan adegan.
Kau terlalu realistis.
Kau lancang memukulku!
Alok Kumar Gupta, alias Aalu.
Kentang selalu menjadi kudapan atau menu utama.
Seperti pria ini, dia cocok untuk peran apa saja.
Dahulu dia penipu kelas teri.
Kini mengelola kedai kecil bersama para penjahat yang sama.
Menu selezat pai. Cocok untuk santai.
Semua. Punjab, Italia, Benggala, Thailand, atau Meksiko.
Kacang dal lezat, kacang arab memikat.
Kebab keju, kari, tumis. Kebab ayam, kari, tumis.
Permen, Szechuan, 65, Manchuria.
Semua roti India, selada dan acar gratis.
Biryani Hyderabad, Lucknow, Mumbai, dan Delhi.
Falooda, puding wortel untuk penutup.
Pepsi, Cola, soda, jus, atau sorbet pereda haus!
Hari ini, kari Amrish, pai Aishwarya, mi goreng Juhi Chawla.
Menu Mithun, bolu Jallaad, es serut Gunda, kue Maa Kasam.
- Ragu? - Hanya dua kelemahannya.
Satu Mithun. Lainnya?
Pinky. Cinta tak berbalas dalam hidup Aalu.
Kau film terlarisku
Hatiku galeri foto
Pinky, kau milikku
Kau juga The End-ku
- Aalu! - Ya?
- Rahul menggodaku. - Menggodamu?
Ada orang yang ditakdirkan diperalat.
Bukan karena bodoh.
Ya, Tuan, ada orang yang rela diperalat dalam cinta.
Inspirasi Aalu untuk tinggalkan dunia hitam
pergi menempuh hidup baru.
Tiga tahun lalu, Pinky-nya Aalu menjadi Ny. Pinky Manohar Jain.
Namun, hingga hari ini, hari Aalu tidak lengkap…
jika tanpa melihat Pinky.
Mannu.
- Mannu, apa kata sandimu? - Kenapa? Ada apa?
- Aku perlu menelepon. - Pakai ponselmu.
Aku terlambat. Berikan.
- Ada rahasia apa? - Tak ada rahasia di antara kita.
Teman-temanku membuat grup WA, mereka unggah video cabul.
Kau mau lihat? Kurasa tidak. Ada apa meributkannya?
Dia di kamar mandi dengan ponselnya selama setengah jam.
Keamanan Perdana Menteri tak sebanding ponselnya.
Tolong, minggir.
WhatsApp hingga Facebook, semuanya terkunci.
Sungguh?
Dahulu dia pakai bedak tabur, kini dia pakai parfum.
Kau tahu dahulu dia suka makanan manis?
Kini dia minum teh hijau berpemanis lain.
Tak bermaksud menghasut, tetapi kurasa dia selingkuh.
- Lalu bagaimana? - Percayalah.
Awasi dan ikuti dia.
Di situasi ini, istri berhak meragukan suaminya.
Itu juga benar.
- Kau tampan hari ini. - Ya.
Kau mau ke mana?
Ke mana aku tiap pekan? Ke rumah Bhinder.
- Tak boleh? - Tidak. Titip salam untuk istrinya.
Baik.
Dengar, kunci pintu.
Ya, Sayang? Sampai jumpa.
- Ini. Bawa dia. - Cepat.
VILA BHINDER
MEREKAM
Oh, halo, Tuan
Ada hari baik dan ada hari buruk…
- Halo? - Halo.
Bung, kuparkir mobilku di rumahmu. Kau alibiku.
Jika Pinky meneleponmu, katakan aku bersamamu.
Ya?
Aku akan menikmati hidupku.
Sambhavi?
Kak Sattu.
Dia pengacara.
Silakan duduk.
Kak, Bittu menuju ke sana.
Itulah token merahku.
- Dia terlihat berang. - Ya, Tuan.
Merah adalah warna darah.
Juga warna cinta.
Batukeshwar Tiwari.
Alias Kak Bittu.
Dipenjara enam tahun.
Apa kejahatannya?
Dia tangan kanan Kak Sattu.
- Tugasnya membereskan sisa tindakannya. - Lalu?
Lalu? Dia jatuh cinta.
PERNIKAHAN - BITTU DAN ASHA KAK SATTU
Dia tinggalkan dunia kejahatan
dan pindah ke dunia kecilnya.
Jelas Kak Sattu tidak senang.
Namun, seperti kata mereka,
dosa dan cinta masa lalu sering mendapati kita.
- Saat itu terjadi, kita kacau. - Bittu!
Kita mau berhenti, tetapi kejahatan tak izinkan.
Pasal 307, usaha pembunuhan.
Bittu dipenjara selama enam tahun.
Di mana Ruhi?
Di mana Ruhi?
Sana, sampo… Taruh tanganmu di bawahnya.
Sampo tak ada. Akan kuambil besok.
Ada sisir yang hilang. Ambil satu nanti.
Ini untuk Ruhi.
Ruhi di sekolah.
- Aku akan kembali nanti sore. - Bittu, dia… tinggal di asrama.
Dia…
tak mengenalmu.
Dia…
menganggap…
Bhanu ayahnya.
Kukira kau tak akan pernah kembali.
Selama beberapa hari, kukirim…
Hei, Bittu!
- Bittu, jangan! Dengar aku! Dengar… - Bittu!
Kau sedang apa? Lepaskan dia!
Tidak!
SALON KECANTIKAN RUHI
Ada yang kesepian.
Tanpa keluarga, Tuan.
Ada pula orang yang kesepian di antara keluarganya.
Orang tua Mini selalu sibuk.
Terkadang orang tua sangat sibuk mengamankan masa depan anak,
hingga mengabaikan masa kininya.
Untuk menarik perhatian orang tua, anak bisa lakukan apa saja.
Apa maksudmu?
Tunggu dan lihat,
sejauh apa tindakan Mini.
Astaga.
- Ini kasus penculikan. - Apa?
- Kurasa putrimu telah diculik. - Kumohon selamatkan putriku.
- Kumohon, selamatkan putriku. - Hanya kau yang bisa selamatkan putriku.
Putriku…
Pecahkan kacanya.
- Kenapa kau merusak tokoku? - Bawa dia.
Mau kau bawa dia ke mana?
Halo, Asha.
Kudengar Bittu sudah bebas dan bertemu kau.
Beri tahu dia aku sangat merindukannya. Dia harus menemuiku.
Dah. Hei, ayolah. Ayo.
Asha, jangan khawatir.
Mereka…
membawa Bhanu.
Laporlah ke polisi.
Kau penyebab semua ini, Bittu.
Sattu memakai kami untuk membalasmu.
Kami meminjam lima juta. Kini, dengan bunga, sembilan juta.
Hari ini, mereka membawa Bhanu.
Apa salah dia?
Dia berbuat untuk keluarganya,
untuk salon kita, dan uang sekolah asrama Ruhi.
Hari ini, mereka membawa Bhanu. Jika…
Hanya jika mereka menculik Ruhi kau akan puas.
Entah kenapa aku menikahimu. Aku mengutuk diriku.
Pastikan Bittu tak membawa senjata.
- Halo, Pak. - Ayo, silakan duduk.
Siapa yang akan membuat teh?
Siapa? Haruskah aku?
Cepat!
Rahul Avasthi.
Pemuda biasa dari kota kecil.
Kecuali kita berubah dari biasa menjadi luar biasa,
masyarakat tak mengkhawatirkan kita.
Kita bisa hidup damai sebagai bagian kerumunan.
Kau bodoh!
Kau pikir kau siapa?
Langsung bekerja? Kau pikir aku tak perhatikan.
Pak, kereta terlambat. Ada demonstrasi.
Kereta? Bagaimana dengan kamar sewamu di sini?
Pak, aku diusir karena menunggak tiga bulan.
- Apa aku tampak bodoh? - Tidak, Pak.
Kau tak berguna.
- Tolong, minggir. - Ya, maaf.
Kau memandangi apa?
Mau memukulku? Pukul aku!
- Ayo. Pukul. - Maaf, Pak.
Jika kau terlambat lagi…
Seriuslah bekerja.
Sheeja Thomas. Dia dari Kerala.
Hampir tak bisa berbahasa Hindi atau Inggris.
Di kota baru ini, dia sering kesepian.
Dia rehat dari dunianya tiap petang
dan bersantai di mal.
Impiannya besar, tetapi kantongnya kosong.
Aspirasi.
Bahkan jika kita selalu dapat satu saat melempar dadu,
kita tak akan berhenti. Harus berlanjut, bukan?
- Tepat. - Taruh telepon.
Kuingatkan agar tak memakai telepon RS untuk hal pribadi.
- Aku tak punya saldo… - Perlu kuisi?
Dengar. Apa simbol mataharimu?
- Matahari… - Tanggal lahir!
30 November 1990.
Kau Sagitarius.
Hei, Sheeja, bisa ucapkan ini?
Partai Perempuan bertemu di perempatan Prembun.
- Ayo. - Partai…
Ada apa ini? Mulai mengganggunya lagi?
Majalahku, berikan!
Bagaimana dengan contoh tinja dari nomor 12?
Sheeja, ayo.
Menjerit tak meredakan rasa sakitmu.
Apa kau Sagitarius?
Kau akan bertemu seseorang.
Dia akan mencerahkan hidupmu.
Dia akan melingkupimu…
dengan siraman cinta.
Dia akan membawa keseimbangan ke dalam hidupmu.
Kenapa kau tak bisa percaya?
Apa-apaan, Berengsek? Memangnya ini rumahmu?
- Enyahlah dari sini. - Sial…
Akan kukebiri kau jika kulihat kau lagi. Keluar!
…katakan aku bersamamu. Ya?
Aku akan menikmati hidupku.
Oh, Sayangku
Oh, Sayangku
Oh, halo, Tuan
Ada hari baik dan ada hari buruk
Kini baik, kini buruk
Baik dan buruk, baik dan buruk
Oh, Sayangku
Ada hari baik dan ada hari buruk Kini baik…
Pak…
KARTU KARYAWAN NAMA: RAHUL AVASTHI
Rahul.
Rahul.
Sudah sarapan?
Mau makan?
Mau makan peluru?
- Pak… - Ayo.
- Masukkan dia ke mobil. - Pak.
- Beri dia ruang. - Kumohon, Pak.
Apa yang kau pandangi? Buatlah teh.
Buat dua video seperti ini,
dan kau akan menjadi objek wisata kota ini.
Siapa bilang kota kita terbelakang? Lihat ini.
Dia seniman pengisi suara.
Aku suka seniman.
Pak, tolong bantu masalah kami.
Ucapkan dengan suara Amitabh.
Seperti di Deewaar atau Baghban?
Deewaar.
- Kau… - Berdiri.
Kau harus bahagia hari ini.
Pria yang tak pernah menunduk di depan siapa pun
memintamu menghapus video ini dari internet.
Menakjubkan! Kau berhasil, Bung. Hebat!
Katakan. Kau pergi ke arah Bhilai, Dhamtari, dengan wanita ini?
- Ya, Pak. - Hotel ini dari daerah itu.
Mark Zuckerberg Mishra.
Hei, Mishra!
Bos mencarimu. Ayo.
Sedang apa kau di sini? Ikut aku.
Dia menangani bagian TI-ku.
Dia akan hapus itu dari internet dan bantu kau tangkap pria itu. Ya?
Sampai jumpa.
Dengar.
Lain kali lakukan di tempat yang terang.
Setidaknya kami bisa melihat wajahmu.
Bagaimana cari nomornya? Bisa tangkap dia?
Naiki kudamu. Jangan jalan kaki.
Akan kita dapatkan, tetapi harus dilacak.
Kau lihat apa di sana?
Mayat jatuh. Lalu kau datang.
Akan kucungkil matamu.
Renungkan. Akan kutanya lima menit lagi.
Sudah lama, Bittu. Peluk aku.
- Lepaskan dia. - Dia tak akan kulepaskan.
Malah, akan kujual ginjalnya. Disepakati 1,2 juta.
Kau masih bajingan licik.
Dengar, Bittu, kau titik lemahku,
kelemahanmu itu istri dan putrimu, dan dia kelemahan mereka.
Jadi, dia kartu utamaku.
Dengar, bergabunglah kembali denganku. Kita akan cetak uang bersama.
Kau akan dapat jutaan dan aku akan dapat miliaran.
Ambil ginjalnya. Aku tak peduli.
- Hei, Bittu! - Tunggu!
Ternyata kau peduli.
Sebelum kau dan keluargamu peduli,
aku akan terus mengusikmu.
Silakan.
Kau tahu tindakanku kepada anggota yang keluar.
Dengar, aku lupa katakan sesuatu.
Enam tahun pidanamu itu karena polisi kuberi info.
Kini kau tahu tingkatannya.
Ayo mulai.
- Ambil ginjalnya. - Jadi, Berengsek?
- Siapa yang membuat teh? - Lepaskan, Kak Sattu.
- Bittu, tolong aku. Bittu! - Ayo.
Sudah waktunya, Pak.
Bittu! Tolong aku, Bittu!
Bittu, mereka akan membunuhku.
Bittu, tolong aku. Bittu!
Dua mati.
- Tiga. - Lihat di sana.
Ya, kini, lima.
Kini, sembilan.
- Semuanya? - Sembilan.
- Sembilan? - Ya.
Polisi sudah melacak
geng terkenal ini untuk beberapa waktu.
Menurut laporan,
sembilan tewas dan 17 cedera dalam ledakan ini.
…bahwa meskipun perbatasan sudah ditutup,
Sattu adalah dalang kejahatan…
Seperti terlihat,
kami di depan yang diduga sarang Sattu.
Polisi Ranchi mengintai mereka…
Bisa tolong aku, kumohon? Tahan.
Sejumlah besar bahan peledak dan senjata disimpan di sini.
Itu diyakini sebagai penyebab ledakan.
Menurut laporan terkini, sembilan orang tewas…
- Minta secangkir air panas. - Baik. Ada lagi?
- Ayah. - Ya, Sayang?
Angkat sebatang korek agar dua segitiga jadi empat.
Dari ini?
Pak, silakan cek map surel acak.
- Ya. Percayalah. - Aku datang sebagai pengajar Mini.
Kini aku harus bersihkan kotoran anjing.
Tak mudah mengurus Chiku.
- Harus diatasi. - Dia menggigitku.
Kau bohong. Kau pukul Chiku.
Ada apa ini? Dia sudah divaksin. Semua aman.
Dengar, Nyonya. Kau harus memilih antara aku dan Chiku.
Kumohon putuskan.
Lepaskan aku! Chiku tak boleh pergi!
Chiku tak boleh pergi! Tidak! Lepaskan aku!
Chiku tak boleh pergi!
- Apa Manohar Jain di rumah? - Ya, Pak.
Pak, apa yang terjadi?
- Aku baru dioperasi. - Ayolah.
- Bohong! - Kau mau bawa dia ke mana? Mannu!
Biarkan dia memakai baju. Mannu!
Kumohon lepaskan dia.
Mannu!
Nyonya, silakan masuk. Pak, ini istri Manohar Jain.
Kasus Jalan MG.
Itu dia.
Pak, kenapa kau tangkap Mannu?
Tenang. Silakan duduk, Nyonya.
- Kenapa kau tangkap Mannu? - Tenang.
Kami punya pertanyaan untukmu.
Di mana suamimu tadi malam?
Pak, dia di rumah temannya.
- Teman? Teman yang mana? - Tn. Bhinder. Dia pemborong.
- Yakin? - Ya. Bahkan, aku melihatnya ke sana, Pak.
- Kau bersamanya? - Pak, apa yang terjadi?
- Kenapa kau tangkap dia? - Kau di rumah Bhinder?
Aku ke sana.
Aku tak bersamanya, tetapi kulihat dia di sana, Pak.
Kukira dia berselingkuh. Maka kubuntuti.
Namun, aku salah, Pak. Dia tak berselingkuh.
- Dia baik. - Dia dituduh atas pembunuhan ganda.
Pembunuhan Bhinder dan istrinya.
Kami punya rekaman CCTV dan detail panggilan telepon.
Pernyataanmu memastikannya.
Kasus selesai.
- Terima kasih. - Tidak…
Ganesh, apa status Sattu?
Ambulansnya tak pernah tiba di RS.
- Pak! - Apa? Tunggu sebentar.
- Mau kita semua dipecat? Temukan dia. - Ya, Pak.
Pak, ada kesalahpahaman.
Suamiku tak akan pernah bisa lakukan ini.
Bisa. Nalurimu sepenuhnya benar, Nyonya.
Dia pria berotak penjahat kejam.
Tidak, Pak.
- Hei… - Kumohon, izinkan kami bertemu sekali.
- Ganesh. - Ya, Pak.
Kemari.
- Bawa dia menemuinya. - Silakan ikut.
Apa tuduhannya?
Tuduhannya kau bebas kemarin
dan hari ini ledakan terjadi
Yang terpenting, perselisihanmu dengan Sattu diketahui umum.
Kalau begitu, tangkap aku.
Pasti kutangkap kau jika kutemukan bukti.
Sebelum saat itu tiba, jangan keluar kota tanpa izinku.
Paham? Kau boleh pergi sekarang.
- Pinky! - Mannu!
- Mannu! - Pavan, awasi dia.
Ada apa? Mereka menuduhmu telah membunuh.
- Apa Bhinder mati? - Mati atau tidak, dia menyusahkanku.
- Menyusahkanmu? - Dengar.
Temui Tn. Chaube. Dia pengacara pidana.
Beri tahu dia kejadiannya. Minta dia selamatkanku. Paham?
Catat nama ini. Ponselmu? Catat nama ini.
S-A-M-B-H-I.
Sambhavi. Aku bersamanya malam itu, Sayang.
Aku selingkuh. Aku bersamanya. Dia tinggal di Simpang Supela.
- Dia kelola organisasi wanita. - Waktu habis.
- Dia cinta aku. Minta kesaksiannya. - Ayo.
- Bicara kepadanya. - Ayo.
Sambhavi!
AMBULANS
Tolong aku.
Nama lengkapku, Rahul Satyendra Tripathi.
Namamu Rahul, maka itu kau tak kubunuh.
Kau berbuat baik,
kebaikan membalasmu.
Tidak.
- Wajahnya asing… - Lihat baik-baik.
- Kataku tidak. - Kurahasiakan. Tolong lihat lagi.
Kau aneh. Aku sopan dan kau kurang ajar.
Aku tak kurang ajar. Aku tahu kau bersama suamiku malam itu.
Ikutlah ke kantor polisi dan beri kesaksian.
Pergi terhormat sebelum…
Wanita sepertimu tak pantas bicara kehormatan.
Keluar dari sini. Pergi!
- Kau lancang menyentuhku. - Dasar jalang!
Kau lancang menyentuhku. Tidakkah kau malu?
…donat, ibu dari kue busa, apa yang kau suka?
- Ayam panggang. - Ayam panggang.
Bachkaane, bersihkan meja nomor tiga.
Ambil uang untuk meja lima…
Dia…
Siapa namanya?
Babu.
Babu.
Apa…
alasanmu datang?
Aku selalu menduganya.
Orang yang tak cuci tangan setelah kencing, tak bisa baik.
Kau tanya dia, "Apa kekuranganku?"
Kau?
- Kau. - Aku?
Ya, apa kau tanya, "Apa kekuranganku?" Maksudku, kau.
Apa kekuranganku?
Tepat. Kau yang terbaik.
Dengar.
Tinggalkan dia.
Bagaimana mungkin?
Dia suamiku.
Dia ayah Babu.
Mana bisa kutinggalkan dia?
Aku benci video porno.
Aku senang itu dilarang.
Larangan apa?
Ponselku penuh dengan itu.
Aku suka video porno.
Mereka bekerja keras.
Jika mulai video di tengah, masih bisa tahu ceritanya.
- Namun, ada masalah praktis. - Apa?
Video porno memicu ekspektasi yang salah.
Orang berekspektasi salah.
- Omong kosong. - Hei…
Johnny dan Mia bercinta tanpa henti selama dua jam di video.
Namun, Tn. Gupta di sini selesai dalam dua menit saja.
Namun, serius, Bung, itu merusak banyak kehidupan.
Aku punya teman, Chandan.
Di sekolah, saat ditanya soal cita-cita, apa jawabnya?
Dokter, insinyur.
Ya! Namun, tahu apa kata Chandu?
"Aku ingin menjadi pengantar piza"
Dengan harapan, saat mengantar piza, akan ada seorang gadis berkata,
"Aku sangat kesepian, Chandu."
"Kau mau berbagi semburan kejuku?"
Hei, pindahkan tanganmu!
Tampaknya saudaraku bisa memahaminya.
Kawan, jangan pilih cita-cita itu.
Idenya lebih baik. Dia kunjungi situs perjodohan untuk kencan buta.
Kau tak bisa simpan rahasia, ya?
Beri tahu mereka.
Ini sudah tiga tahun.
Namun, masih kuingat.
Dia bertemu gadis di situs perjodohan.
Gadis ini mau dia menunggu
di kedai kopi biasa dengan sebungkus keripik biasa.
Namun, aku lupa bertanya
apa aku cukup memegangnya atau boleh makan sedikit.
Lalu, dia datang.
Dia terlihat persis seperti
imajinasi keluarga pengantin pria…
calon menantu mereka.
- Hai. - Hai.
Kau…
tidak fotogenik sama sekali.
Maksudku, kau lebih tampan saat bertemu.
Terima kasih.
- Shruti Choksi. - Akash Chauhan.
Dr. Akash Chauhan, benar? Doktor di bidang apa?
Aku punya gelar doktor bidang Seni.
Gelar S3 Seni Mongolia dalam Arsitektur Mughal.
Namun, jangan menilaiku, aku gagal tiga kali di sekolah.
- Nyonya, silakan pesan. - Ya.
Satu kapucino…
dan roti lapis mentimun.
Kau?
Ada teh jahe?
- Ya. - Aku pesan itu.
Kenapa kemari? Kau dari Bhilai.
Aku di sini enam bulan dengan beasiswa.
- Baik. - Di akhir pekan…
- Kau bertemu calon jodoh? - Ya.
Lalu…
- apa pekerjaanmu? - Aku agen penjualan.
- Di mana? - Kaamdhenu Electronics.
Semoga kau tak keberatan,
tetapi berapa gaji tahunanmu?
Aku tak bisa menabung banyak, tetapi juga tak perlu meminjam.
Lalu keluargamu?
Pewawancara yang ahli bisa tahu nilai kandidat dalam waktu lima menit.
Maksudku, gadis ini mau Ferrari
dan aku bukan siapa-siapa.
Dia sangat mengerti itu
saat kami menyeberang jalan ke bar dari kafe itu.
Setelah dua gelas, Jagjit Singh menjadi Honey Singh.
Giginya seperti ini.
Menjijikkan!
Gigi kelinci!
Kelinci!
Para paman menari di pesta.
Kau hetero, bukan?
Apa maksudmu?
Hetero? Aku sehetero…
Aku sehetero ini.
Entahlah.
Aku tahu aku mudah bosan.
Jadi, kucoba banyak hal.
Misalnya kini aku belajar menjadi ventriloquis.
"Ventro" apa?
Selamat, gadis ini bersamamu di rumahmu di kencan pertama.
Kacamata baca, rambut keriting, aku suka dia.
Aku juga suka dia.
Aku yakin dia tak kemari untuk main Ludo denganmu.
Pecundang, siapa yang akan bertindak dahulu?
Apa maksudmu? Entah siapa yang bertindak dahulu.
Denganmu, selalu, "Entah." Baiklah kalau begitu.
- Entah… - Diam!
Ini bukan kesukaanmu.
Dia akan datang. Dia datang.
Perlu kupalingkan muka?
Hancurkan aku
Atau terangi duniaku
Hancurkan aku
Bahkan jika kau bukan Juliet
Biarkan aku jadi Romeo-mu
Bantu aku
Boleh kutanya sesuatu?
Ada dua pria lain di kafe dengan kantong keripik.
Kau undang mereka ke sana?
Ya.
Kau tampak lebih kaya dari mereka.
Bayangkan.
Penampilan menipu.
Kau asyik saat mabuk.
Aku tahu.
Ya, aku punya kakak lelaki.
Semoga kau tak keberatan, tetapi berapa gaji tahunanmu?
Bantu aku
Penuhi hasratku
Dahulu itu salah, kini ini benar
Biarkan kupercayai dusta ini
Setiap napasku
Kini milikmu, katakan saja
Permudah untukku
Permudah untukku
Hancurkan aku
"KAU TONTON VIDEO PORNO?"
Hancurkan aku
Apa pria ini?
Dua tewas, satu hilang.
Kau selamat, bagaimana bisa?
Pria itu…
Omong kosong!
Akan kuminum ini
Racun manis untukmu
Kau mungkin bukan Tuhan
Tetap saja akan kupuja kau
Akan kuminum ini
Racun manis untukmu
Kau mungkin bukan Tuhan
Tetap saja akan kupuja kau
Aku ingin hidup bermartabat
Ambil nyawaku jika kau mau
Sampai jumpa.
Kenapa hidup seperti burung dalam sangkar?
Bebaskan aku sekarang
Bantu aku
Permudah untukku
Hancurkan aku
Atau terangi duniaku
Hancurkan aku
Chiku.
Chiku.
Chiku.
Chiku.
Chiku.
Chiku.
Chiku.
Chiku.
- Siapa namamu? - Mini.
Kau?
Bittu.
Perlu kita jemput Chiku?
Di mana orang tuamu?
Penjahat datang ke rumahku dan memukuli Ayah.
Ini pesannya. Pembantu yang temukan.
PUTRIMU BERSAMA KAMI. JANGAN LAPOR POLISI JIKA MAU DIA HIDUP.
Ibu menangis minta tolong, maka dia dibawa dengan mobil hitam.
Aku bersembunyi di bawah ranjang.
Aku sangat pemberani.
Aku melompat keluar jendela.
Itu luka apa?
Bukan apa-apa.
Aku juga terluka.
Perlu membalutnya?
Siapa itu?
Putriku.
Di mana dia?
- Di asrama. - Astaga!
Dia bayi dan kau mengirimnya ke asrama?
Itu foto lama.
Kini dia mungkin sebesar kau.
Kau kelas berapa?
2B.
Dia juga.
Punya fotonya yang terkini?
Apa kau juga sibuk?
Lalu kenapa kau kirim dia ke asrama?
Di mana ibunya?
HOLY INCENSE STICKS SHEKHAR JALANI (DIRUT)
Taj Mahal terapung-nya menjadi abu.
Percuma bersikap tinggi dan berkuasa.
Anak-anak yatim Kak Sattu ada di jalanan sekarang.
Selamat Hari Diwali, Kak.
Hei…
Aku ingin pulang.
Aku ingin segera pulang.
Namun, bukankah ada penjahat?
Maaf, aku berbohong.
Bahkan jika kau bawa Menteri, jawabanku akan tetap sama.
- Aku tak kenal suaminya. - Sungguh? Tunjukkan fotonya.
Ini.
Bagaimana dengan 1,700 panggilan
darimu untuk suaminya pada dua bulan ini?
- Kami punya datanya. - Lalu itu buktikan apa?
Jika terus menggangguku, kupanggil polisi.
Kau panggil polisi dan kami beri tahu suamimu tentang ini. Bagaimana?
Saat suamimu tahu bahwa istri tercintanya, Sambhavi,
berselingkuh dengan suami Pinky, mungkin kau akan beri pernyataan.
- Tn. Kamal Nath? Halo. - Halo.
Dia akan beri pernyataan.
Biayanya dua juta.
- Untuk beri pernyataan? - Untuk selamatkan suaminya.
Mintalah empat juta.
Empat. Mari sepakati di empat juta.
- Selesai. Sampai jumpa. - Empat…
Masyarakat ini tak menghormati wanita.
Ini pria yang berselingkuh dari istrinya yang cantik demi nenek sihir.
Lalu suami nenek sihir adalah germonya.
Apa kataku?
- Wanita mana pun tidak aman. - Kita harus bagaimana?
Kita bisa apa?
Ayahmu adakan pernikahan mewah
dan kau menikahi pria kaya terhormat ini.
- Dia mampu siapkan empat juta. - Empat…
- Empat… - Kenapa dia tak memikirkanku?
Sekarang?
Bahkan kerajaan hancur untuk wanita, dan dia hanya manajer.
Bagaimana dengan nasib Babu?
Dia akan menjadi anak yatim.
Tidak! Aku bersamamu. Dia tak akan jadi anak yatim. Aku…
Akan kuurus dia, Pinky. Lagi pula, aku Aalu. Aku…
Akan kuurus semuanya. Tak ada yang mustahil bagiku. Ayo.
Jangan menangis di hadapanku.
Setelah itu, "Aku, Shruti Choksi,
bercinta dengan pacarku, Akash Chauhan,
di kamar hotel tak dikenal."
Saat kau masuk ke kamar hotel,
alat ini akan menunjukkan letak kamera.
Tolong hubungi aku jika kau temukan.
- Kau tak ikut? - Aku harus apa di sana?
Tunggu. Apa maksudmu dengan, "Aku harus apa di sana?"
Itu maksudnya, aku harus apa di sana?
Aku akan menikah empat hari lagi, dan kemari bukan untuk mengunjungi hotel.
Kami tak mau lakukan ini. Itu tugasmu.
Tugas! Kau mau kuliahi aku soal tugasku?
Ada ledakan di kota! Sembilan orang tewas!
Dua tanpa kepala. Tiga tanpa kaki!
Kami masih belum bisa pastikan jenis kelamin dua mayat.
Sattu masih hilang!
Seorang anak perempuan diculik dan pemborong dibunuh!
Nyonya, istriku berkata, "Ceraikan aku sebelum kau pergi!"
Aku… Apa ini?
Halo?
Ya, sebentar.
Di mana kamar anak itu?
Kau geledah seluruh rumah?
Ada telepon ancaman?
Kami temukan potongan koran. Potongan huruf sebagai pesan.
Pak, lewat sini.
Ini. Hanya huruf-huruf itu yang dipotong.
- Apa ini? - Entahlah.
- Siapa yang biasa datang kemari? - Selain kami, hanya…
Hanya pembantu kami. Itu saja.
- Pembantu, sopir, tukang kebun, semuanya. - Ayo.
Bagaimana kubayar jika tak ada usaha?
Untuk apa kekerasan? Aku beri tahu Kak Sattu…
Dengarkan… Hei! Jangan rusak tokoku…
HARI TAHUNAN KE-17 - 2018 -19 SERTIFIKAT PESERTA - RUHI PATHAK
Itu sertifikat lamanya.
Dia masuk Saint Thomas tahun lalu.
Kau boleh menemuinya.
Katakan, "Aku ayahmu."
"Aku penjahat."
"Aku dipenjara saat kau kecil."
"Aku mungkin pergi lagi."
"Kapan pun."
Kau bingung.
Kau bingung antara ego dan cinta.
Egomu terluka karena Ruhi jauh darimu.
Bittu, ini bukan cinta.
Jika cinta dia, kau akan bantu atasi masalah ini.
Saat kita bersama, aku ketakutan. Kini…
Sekali lagi…
Aku tak sanggup lagi.
Halo.
- Apakah itu Bittu? - Ya.
Bittu.
Aku dalam masalah.
Mereka mengambil alih salonku.
Jika tak lunas tepat waktu, mereka akan membunuhku.
Tak bisa ditawar lagi. Kumohon tolong aku.
Kumohon tolong aku, aku akan…
Aku akan pergi dari Asha dan Ruhi.
Dengan bunga, utangku sembilan juta.
Berengsek, kau bolos kemarin dan masuk hari ini?
Kau pikir aku tak akan tahu.
Apa aku tampak bodoh?
Tidak, Pak, aku terlibat kecelakaan…
Kecelakaan?
Sakit?
Apa yang kau pandangi? Kau mau memukulku? Pukul aku.
Pukul aku.
Pukul aku.
Hei, dari mana saja kau selama ini?
Sheeja, katakan, "Partai Perempuan ber…"
Partai, persetan.
Bittu.
HILANG - MINI SHRIVASTAV UANG HADIAH 50,000
Aku perlu tempat sembunyi.
Kenapa?
Polisi sedang mencariku.
- Berapa denyut nadinya? - 70, Pak.
- Baik, dan tekanan darah. - 151…
Oh, Sayangku
Oh, Sayangku
Oh, halo, Tuan
Ada hari baik dan ada hari buruk Kini baik…
Dia bersamamu di ambulans?
Ini kasus yang aneh.
Kecelakaan terjadi di jalanan,
ambulans ditemukan di rel kereta,
dan dia ditemukan di tepi sungai.
Tn. Sattu, kau lolos dari kematian lagi. Luar biasa.
Halo?
Bittu bersama gadis itu?
Aku segera ke sana.
Oh, Sayangku
Oh, Sayangku
Kau angin Kau harimau betina
Kau angin Kau harimau betina
Kau angin Kau harimau betina, oh, Sayangku
Kau angin Kau harimau betina, oh, Sayangku
Kau angin Kau harimau betina, oh, Sayangku
Kau pergi, oh, Sayangku
Kau pergi, oh, Sayangku
Kau angin Kau harimau betina
- Salam. - Salam, Kak Sattu.
Dia ingin menulis sesuatu. Pena.
- Kertas. - Kertas.
Di situ.
Kenapa ada banyak orang di sini? Keluar.
- Kami akan ke kuil, Kak Sattu. - Ayo.
Untuk mendoakanmu. Kau akan sehat, Kak.
Kenapa bajingan ini tidak mati?
Air, udara, dan api tak bisa membunuhnya.
Dia akan mati kali ini. Lihat saja nanti.
Berapa uang di tas itu?
Mungkin satu, lima belas juta.
- Di mana Ibu? - Pasti di sekitar sini. Cari.
- Bu, beri aku obat juga. - Ada apa ini?
- Ada apa dengan kalian? Keluar! - Hatiku berdebar-debar.
RAHUL
- Beri suntikan. - Berandal!
Berhenti, kumohon.
- Kenapa polisi mencarimu? - Karena aku diculik.
Siapa yang menculikmu?
- Polisi mencurigaiku. - Kenapa mereka mencurigaimu?
Karena polisi menduga aku yang menulis surat penculik.
Siapa yang menulisnya?
Aku.
Kurasa putrimu telah diculik.
Kumohon selamatkan putriku.
- Kumohon, selamatkan putriku. - Hanya kau…
Kenapa?
Agar Ibu dan Ayah menangis.
Saat aku pulang, mereka tak akan meninggalkanku sendiri lagi.
Selanjutnya bagaimana?
Apa lagi? Aku harus masuk penjara.
Aku punya ide.
Kau bisa keluar dari masalah.
Kita akan telepon mereka dan katakan aku menculikmu.
Ya, kau terlihat seperti penjahat juga.
Hei, buka pintu.
Dewi keberuntungan tak berpihak kepadamu
Namun, kau selalu hadapi dengan tenang
Cinta sejati itu mustahil
Geledah rumah ini.
Hidup jadi permainan buruk Ludo
Kesetiaan itu tabir asap
Kau bongkar celengan Namun, masih miskin
Semua hal di sekelilingmu berantakan
Hidup menjadi permainan Ludo yang buruk
Ayo.
Cepat!
Kau yakin tak ada CCTV di sana?
Kostum! Bintang dua atau tiga?
- Yang cocok untukmu. - Bintang tiga!
- Dabangg-nya Salman. - Cek senjata.
Kuharap kita tak kena masalah.
Kau hanya merengek, makan dan BAB.
Kakak iparnya bilang ada tiga petugas
dan banyak uang hasil korupsi… Berapa?
- Tujuh ratus ribu. - Itu yang dibutuhkan. Itu mudah.
Masuk memakai seragam, tangkap mereka dan gadis itu,
dan minta mereka membayar.
- Itu Hukum Murphy. - Ada apa?
- Rosy menikah. - Astaga! Baik, tanya Kamala.
Bisakah Kamala memakai ini? Apa maksudmu?
Apa katamu kepadanya?
Ibu dan Ayah bertengkar.
Mereka ingin bercerai. Aku akan menengahi mereka.
Andai dia menelepon mereka?
Tak akan.
Bahkan jika ya, ibuku tahu semuanya.
- Dia akan tangani. - Semuanya?
Ponselku berbunyi.
Ya, Sayang?
Tidak, semuanya kacau di sini.
Mereka tak mau mendengarkan. Bertengkar seperti anak kecil.
- Tak bisa diharapkan. - Hanya mengeluh selama 30 tahun ini.
Aku muak denganmu.
Jadi? Kularang keluargaku meneleponmu untuk pemakamanku.
- Tunggu sebentar. Tunggu. - Kau tak diundang ke pemakamanku.
- Maksudku… - Akan kunikahi orang lain.
- Astaga! - Siapa yang mau menikahimu? Tak berguna.
Ini keterlaluan. Ini pelanggaran.
Mereka bertengkar lagi. Jangan telepon aku, aku yang meneleponmu.
Baik, sampai jumpa.
Terima kasih.
Kita mau ke mana?
Hotel Sunshine.
Sudah kubilang. Aku ingat.
Gedung merah dan putih.
Ranjangnya juga miring.
Mataku telah bersumpah, Cintaku
Hanya akan memimpikanmu
Selalu, setiap hari
HARI KE-1 - LOVERS INN HOTEL PARADISE - PINKY RESORT
HOTEL SAHARA
Setiap saat, setiap malam Selamanya, Cintaku
Mataku telah bersumpah, Cintaku
Hanya akan memimpikanmu
Selalu, setiap hari, setiap saat Setiap malam selamanya, Cintaku
Mataku telah…
Kenapa Shekhar mau kemari?
Tidak, Bu. Tidak!
Bagaimana aku bisa datang, Bu? Tak bisa!
Tidak, aku bersukaria.
Aku bersukaria. Kenapa kau terima panggilannya?
Aku berkencan tiga kali dengan pria dari Hyderabad,
tetapi belum pernah melihatnya tersenyum.
Dia tak pernah tersenyum.
Kini ada harapan terakhir. Pria dari Delhi.
Penentuan waktumu tepat.
Setiap waktu, setelah bercinta, hasil audisi kencanmu keluar.
Aku tak serius soal kita?
Pintar.
Jika aku serius?
Kenapa harus? Bukankah ini berhasil?
Itu maksudku. Ini berhasil.
Apa masalahnya?
Tak ada masalah.
Hanya saja kau… Kau tahu…
Bahwa aku tidak kaya?
Masalahnya bukan kau tidak kaya saat ini.
Masalahnya, kau tak akan pernah kaya.
Pendapat bagus.
Namun, aku setuju.
Sulit bahagia jika miskin,
tetapi mustahil jika berlebihan.
Ini masalahnya. Sikapmu salah.
Sikapku benar, Nyonya, tetapi waktunya tidak.
Tak ada.
Ayo.
Kau tak perlu melakukannya. Jika tak nyaman, katakan saja.
Salahku bisa jadi benarmu dan benarmu bisa jadi salahku.
Namun, selalu ada sisi pelacur di setiap wanita,
wanita baik di setiap pelacur.
- Berfokus pada pelacur di dirimu… - Kau bicara apa?
Ini akting, Pinky.
Bagaimana kukatakan
Betapa aku mencintaimu?
Bahkan jika kulihat bayanganmu
Aku akan langsung menciumnya
Saat aku berjumpa kau
Hatiku berdoa kepada-Nya
Semoga hari ini tak pernah berakhir
Semoga matahari tak pernah terbenam
Aku hanya ingin bersamamu
Hanya bersamamu
Aku akan mendekapmu
Selalu, setiap saat, setiap hari Setiap malam, selamanya, Cintaku
Mataku telah…
- Di mana Sheeja? Dia menelepon? - Tidak, Bu.
- Aku meneleponnya… - Ranjang empat berengsek.
- Dia tak mau mendengar. Tangani dia. - Kenapa? Ada apa?
Katanya, "Ada lalat di hidungmu."
"Tepuk atau kutembak kau."
Kenapa kau tertawa?
Halo. Apa kabarmu? Bagaimana perasaanmu?
Kau boleh katakan apa saja, aku tak peduli. Aku bermuka tebal.
Lepaskan ini. Tak perlu untuk saat ini.
Aku mau rokok.
Jika kau merokok, asap akan keluar dari jahitanmu.
Lepaskan saja perangkat ini. Lepaskan.
Perangkat ini…
yang menjagamu tetap hidup. Jika tidak, kau sudah mati.
Kalau begitu biarkan aku mati. Siapa peduli jika aku mati?
Aku mau pergi.
Tutup mulutmu! Aku peduli.
Kami berupaya agar kau tetap hidup.
Jika mau mati, di luar. Tak akan kubiarkan kau mati di sini.
Maaf.
Aku agak lantang.
Aku juga minta maaf.
Aku berkata kasar.
Kau mengompol selama dua hari. Kencinglah di sini.
Tidak. Awas saja. Kutembak kau.
- Jangan! - Panggil Ibu.
Kenapa harus malu?
Lakukan.
Sedikit lagi.
Ya, lakukan.
- Sudah selesai? - Ya.
Hei!
Akan kubuat banyak lubang…
Akan kubuat banyak lubang…
Tunggu!
Akan kubuat banyak lubang, kau seperti saringan air. Tampar.
Kau lancang lakukan ini di kotaku.
Ayo ke kantor polisi.
Kecuali kau mau berdamai.
Kau…
Kau lancang menyentuhnya. Kau lancang.
- Kau tampak polos tetapi bajingan. - Jangan sentuh.
- Letakkan. - Letakkan.
- Letakkan senjata! - Letakkan senjata!
- Letakkan senjata! - Letakkan senjata!
Siapa itu?
- Letakkan senjata! - Letakkan senjata!
Ayo!
696,000. 698,000.
- Tujuh ratus ribu. - Ini hanya tujuh ratus ribu.
- Berapa katamu? - Tujuh ratus ribu.
Maksudmu, 60?
Maksudku, tujuh. Tujuh.
Namun, katamu 60.
Bukan 60, kataku tujuh. Itu tujuh ratus ribu.
Mulut tembakaumu mengubah 60 menjadi tujuh.
Bung, kataku tujuh! Semuanya…
- Tunggu. Kau mau ke mana? - Aku akan pergi.
Semuanya kini berantakan.
Kepintaran berlebihanmu yang mengacaukan semua.
Bukan kepintaran berlebihanku, tetapi kebodohanku.
Aku memintamu lakukan itu?
Tentu tidak! Suamiku yang dipenjara.
- Aku meminta bantuanmu. - Kau bisa saja menolak.
Kita tahu aku tak bisa menolak permintaanmu.
Pernahkah aku menolak sejak kecil?
Saat kau ikut ujian kelas 12,
aku bergelantungan di lantai tiga, mendiktekan jawaban.
Aku gagal ujian, tetapi aku membantumu.
Aku suka Amitabh Bachchan, tetapi bergaya Mithun untukmu.
Aku terus-menerus melafalkan dialognya.
Aku tahu orang memanggilku tiruan Mithun dan menertawakanku.
Namun, aku tak peduli.
Karena kau suka Mithun.
Kau belum pernah bicara begini.
Karena aku belum pernah merasa sangat gagal.
Tak ada yang berani salah memandangmu.
Kupastikan tak ada.
Saat nenekmu menderita wasir,
siapa yang membeli obatnya di Haridwar? Aku.
Aku paham. Jadi, itu bukan persahabatan, hanya jasa.
Aku tak menghitung jasaku.
Jangan bicara persahabatan.
Tak sekali pun kau meneleponku setelah menikah.
Itu masalahmu. Kau orang bodoh penuh emosi.
- Kau tak berpikir logis. - Kau benar. Aku orang bodoh penuh emosi.
Kau tembak dan bunuh mereka, dan siapa yang membelamu?
Orang bodoh penuh emosi.
Akan kulakukan lagi. Akan kukeluarkan suamimu.
Aku punya tabungan. Akan kuberikan kepadamu.
Tebus suamimu.
Bagaimana aku berarti?
Aku senang mengelola kedaiku. Benar?
Namun, kuharap kau bahagia, Pinky.
Akan kuberikan semua milikku.
Terima kasih.
Anil Shrivastav?
Putrimu bersamaku.
- Jika kau ingin bertemu dia… - Ayah, tolong aku! Tolong aku!
Semoga kau dengar itu.
Dengar.
Jika kau melapor ke polisi,
- akan ku… - Potong tangannya.
- Kupotong tangannya. - Patahkan kakinya.
Patahkan kakinya…
- Cungkil matanya. - Cungkil…
Akan kukirim semuanya ke rumah. Mengerti?
Mintalah 10 juta.
Jika kau mau melihatnya hidup, siapkan sembilan juta rupee.
- Waktu dan tempat… - Marahlah.
Akan kuberitahukan tempat dan waktunya.
Ini penculikan pertamamu?
Halo?
Aku sedang menyiapkan uangnya. Butuh dua hari.
Bawa pulang Ruhi dari asrama.
Suster, beri obat pasien ranjang sembilan.
Suster, mesin ini tak bekerja. Tolong periksa.
Gerakkan tanganmu.
Gerakkan saja tanganmu.
Saat aku bertemu kau, hidupku yang sepi
Menjadi ceria kembali
Kau milikku
Kau tersesat dan aku bertanya-tanya
Kenapa itu terjadi?
Kau milikku
Kutemukan harapan
Di mana aku tak pernah mengharapkannya
Yang tak pernah menjadi milikku
Adalah yang dicari hatiku kini
Betapa kisah berubah!
Kau milikku
Melodi baru terdengar di udara
Seperti musim semi di udara
Bagaimana mimpiku jadi nyata?
Aku jatuh hati kepadamu
Hanya kepadamu
Kau milikku
Hatiku menggapai hatimu
Kau milikku…
Cinta sejati itu saat kau rela mati.
Aku tahu dia juga mencintaiku.
Namun, tak bisa katakan.
Itu salahku.
Mustahil dia katakan kepada penjahat…
Apalagi gadis berlesung pipit, mustahil dia berkata…
"Aku mencintaimu."
Setelah suaminya bebas, dia tak akan sudi memandangku.
Aku tahu betul.
Aku masih menolongnya.
Terima kasih.
Akan kuhancurkan diriku untuknya.
Karena, Kawan…
ada hubungan yang tak punya logika.
Hanya ada keajaiban.
Keajaiban.
Kau milikku
Semuanya 1,853.000 rupee.
Kuberi sisanya setelah pernyataan.
- Bisa kita pergi? - Seperti ini? Dengan piama?
Ke kantor polisi.
Kau mau ganti baju.
Dia akan kembali.
Sambhu! Kau mau ke mana?
Perawatanku sedang berjalan.
Ada apa? Ribut soal apa ini?
Hei… Tunggu, Sambhu.
Uangku!
Hei, berhenti.
Hei, berhenti! Hei, uangku!
Hei, berhenti! Berhenti! Hei, uangku!
Cukup!
Kulakukan lebih dari cukup. Aku tak sanggup lagi.
Bajaj. Berhenti.
Antar dia ke rumah.
Ini yang kupunya. Kuberikan ini juga.
Babu…
Jalan.
Pinky! Pinky, tunggu!
- Halo? - Di mana kau?
- Siapa ini? - Bos kalian.
Kak Sattu, halo.
Ada kabar baru? Di mana mereka? Sudah ditemukan?
Itu yang kami lakukan. Tangkap mereka!
- Tangkap mereka! - Ikuti mereka!
- Tangkap mereka! - Jangan lolos!
Jatuhkan ke tanah…
Halo?
Saat tak beruntung, semua orang payah.
Saat tak beruntung, semua orang…
Payah.
Lihat siapa yang datang.
Hei, tangkap bajingan itu!
Hei, berhenti!
Tangkap mereka.
- Berhenti! Tangkap mereka! - Naik. Ayo.
Nyonya, tolonglah kami.
Cepatlah.
Cepatlah atau mereka akan bunuh kami.
Kumohon, selamatkan aku. Ayo. Cepatlah.
- Cepatlah. - Hidupkan mobilnya.
Hei, berhenti!
Mobil ini…
Siapa yang perbaiki mobil ini? Berhenti!
Berhenti!
Hei, berhenti!
Sayang! Istriku di sini.
Sayang, mereka memukuliku.
Kau bertemu Sambhavi?
Tolong temui dia. Mereka akan membunuhku.
Lihatlah, dia dipukuli. Dia luka parah.
Dia tak bisa ditebus. Aku bisa memberimu pernyataan tertulis.
- Pasti ada cara. Tak adakah cara? - Andai ada cara.
Ada orang penting yang terlibat.
Hukum tak berdaya di sini.
Mungkin dia bisa kabur dari penjara. Hanya itu caranya.
Aku butuh sedikit bantuan.
Katakan.
Siapa lagi yang bisa kudatangi?
Katakan.
Aku mau kau bantu ayah Babu kabur dari penjara.
Penjara…
Baiklah.
Terima kasih.
Purnia Express. Gerbong nomor S7.
Akan kutelepon kau besok pukul 07,00.
Menenun mimpi rapuh Hatiku yang menenun
Oh, hatiku yang menenun
Merobek dan menjahitnya kembali Hatiku yang menenun
Oh, hatiku yang menenun
Menenun syal kehormatan
Atau penutup kebencian
Atau menenun selendang cinta
Terkadang selimut cinta Atau sweter kemuraman
Menenun mimpi rapuh Hatiku yang menenun
Pandey, dengarkan.
Telepon pria dari Holy Incense Sticks.
Kamar besar! TV, kulkas, AC.
Tak masalah, Nyonya. Akan kusiapkan kamar terbesar.
Biaya. Dua puluh ribu ditambah PPh dan PPN.
Terima kasih, Nyonya.
- Terima kasih. - Jangan!
Musik cinta terdengar di udara
Itu membuatku terperangah
Semuanya tampak…
Kemarilah.
Penuh warna
Di dunia yang tak berwarna
Sesekali pusing atau berkembang Putaran bahagia atau kehilangan semuanya
Kadang hatiku menari Seolah tak ada penonton
Sesekali seperti sutra atau muslin Katun kasar atau beludru
Menenun mimpi rapuh Hatiku yang menenun
Wah!
Kau terobsesi diri, benar?
Aku? Sungguh? Bagaimana?
Ini… Pakai dialog ini di panggung. Kenapa di kamar tidur?
Untuk menunda klimaks.
Mengerti? Agar kita bisa terus berlanjut.
Aku pemain uji coba, Sayang. Aku seorang Dravid, bukan Afridi.
Malah, cobalah dengan suamimu.
Dupa Holy Incense akan menjadi obor.
- Sialan. - Hei, itu berhasil.
Apa yang harus kukatakan?
Mau minum?
- Hindi? - Ya.
Aku tak bisa baca huruf Hindi.
Baca. Kau baca!
Baik.
Tak ada yang bisa meniru tindakanmu.
Nenekku pernah berkata,
"Jika seseorang tulus menolongmu, pertahankan dia selamanya."
Benar?
Ada yang bilang aku asyik saat mabuk.
Bung.
Kau tak pernah ingin bertemu aku?
Ya, tetapi aku berubah pikiran.
Kubayangkan kau sebagai istri piala.
Foto liburanmu di luar negeri di Instagram dengan #Wanderlust.
Kau menunggu tanda suka.
Menghadiri pesta kelas atas dengan akun dan senyum palsu.
Kubayangkan kau begitu.
Itu membuatku mudah beralih.
Kau mengejekku, benar, Berengsek?
Bukan itu pemikiranmu.
Shekhar adalah…
- Telepon. - Apa?
Telepon.
Sayang! Ini dia setannya.
Setan?
AKU INGIN HABISKAN HIDUP BERSAMAMU
Bersamamu…
SHEEJA SAYANG,
Kau dari Kerala?
- Orang Malayali? - Benar.
- Aku juga. - Ya, sudah kukira.
Siapa dia? Pacar, suami, atau kakak?
Tergantung banyaknya yang kuminum.
Kau lucu. Ayo, kita berdansa.
Kenapa tidak? Putar lagu kita.
Biar kutunjukkan tempat pernikahanku.
Vila di Danau Como.
Shekhar memesan dua penerbangan.
Kenapa tersenyum sarkastis begitu?
Kau bahkan tak punya paspor.
Itu benar.
Bersulang!
- Habiskan! - Habiskan!
Jenis lagu apa ini?
Ayo. Ayolah.
Tanganku sakit. Pelan-pelan. Tinggalkan aku!
Tanganku sakit. Lepaskan.
Ada apa denganmu?
Apa kau suamiku? Bukan, paham?
Pacar? Bukan!
Apa pedulimu jika aku menari?
Ada apa?
Kau rindu Ibu dan Ayah?
Sedikit. Mereka pasti sedang menangisiku.
Saat kita dapatkan uangnya besok, kau akan bersama mereka,
dan aku bersama Ruhi.
Uangnya kita apakan?
Kita butuh uangnya untuk membawa Ruhi…
Biar kujelaskan.
Kau sayang Chiku, bukan?
Namun, Chiku bersama anak itu.
Jika kau punya cukup uang, kau mau bayar mereka dan bawa pulang Chiku?
Tidak.
Kenapa?
Karena Chiku bahagia bersama anak itu. Aku melihatnya.
Jika Chiku bahagia, aku juga.
Ada apa?
Garuk punggungku.
Kenapa kau dipenjara?
- Pembunuhan. - Apa?
- Kasus pembunuhan. - Pembunuhan siapa?
Kau tahu pemborong itu, Bhinder?
Kenapa tertawa?
Apa?
Enyahlah, Pembunuh.
Dasar gila!
Tak bisakah kau cari cara lain?
Gila!
- Ada apa? - Siapa orang-orang ini?
- Ayo! - Kau mau naik ke mana?
- Dia tak berniat baik. - Lepaskan atau kutendang kau, Bajingan!
Siapa itu?
Mannu, awas!
Kubunuh kau. Diam.
- Kau siap? - Ya, aku baru melewati S6.
Jangan sekarang. Teruskan, kujelaskan nanti.
Aalu, hati-hati!
Kenapa tinggi sekali? Mau selamatkan atau bunuh aku?
Enyahlah!
Mini!
Mini!
Jam berapa sekarang?
Hampir pukul 06,30.
Jangan lihat.
Baik.
Apa… Aku bodoh sekali.
Kenapa aku mabuk tadi malam?
Aku tak ingat apa pun.
Aku tak ingat apa pun. Lupa sepenuhnya.
- Kau makan apa tadi malam? - Ayam pedas.
Kau ingat semuanya.
Sampai kapan kau akan menyangkalnya?
Menyangkal apa?
Jangan pura-pura tak tahu.
Jangan, Akash.
Pesawatku tiga jam lagi, dan aku akan menikah dua hari lagi.
Biarkan orang menonton video itu.
Aku pergi, walau kameranya tak ditemukan.
Ya, kau ahlinya. Seni meninggalkan.
Kau melarikan diri dari siapa?
Dari diri sendiri?
- Kita berdua tahu itu… - Jangan! Jangan lakukan ini, Akash.
Kumohon! Kumohon jangan sekarang.
Aku hanya diajari satu hal sejak kecil.
Jika ingin hidup senang, jika ingin bahagia,
aku butuh suami yang baik, dari keluarga kaya.
Itu dia.
Aku belajar menyanyi, memasak, etiket, bahasa Inggris, untuk apa?
Riasan, mode, untuk apa?
Hanya agar suatu hari,
aku bisa menikahi Tn. Sempurna yang kaya dan tampan.
Coba tebak? Itu sedang terjadi. Aku sangat bahagia, Akash.
Tak bisakah kau mengerti?
Tidak!
Aku tahu arah tujuanku.
Jangan alihkan aku.
AKU MENCINTAIMU. AKU INGIN HABISKAN HIDUPKU BERSAMAMU.
Halo, Bu.
Halo, Sheeja. Ke mana saja kau? Aku meneleponmu beberapa kali.
Keadaan darurat. Aku baik-baik saja, Bu.
Aku tak apa-apa.
Kau di mana?
Menginap di Hotel Paradise.
Hotel? Sendiri?
Tidak, bersama Rahul.
Rahul? Siapa itu Rahul?
Rahul itu teman. Teman istimewa.
Aku mau kau bertemu dia. Datanglah.
Akan kuusahakan.
Telepon ibumu.
Ya, tentu.
Biar kucari toko.
TOILET PRIA
Rahul, tolong!
Tolong! Rahul!
Beri aku sebungkus rokok.
- Halo? - Selamat datang di Hotel Paradise.
- Hotel Paradise? - Ya, Tuan.
Hei! Tidak! Aku di sini. Bajingan!
Pencuri! Bajingan!
Pencuri!
Kau akan datang menemuiku, benar?
- Ya. - Bawa serta Ruhi.
Tentu.
Gerobak sapi dan sapi muda!
Membawa banyak beban!
Gerobak sapi dan sapi muda!
Membawa…
Hei, berhenti.
Bittu!
Berhenti!
Hei…
Apa yang kau lakukan, Berengsek? Berhentilah! Berengsek!
Sial, dia menguncinya! Apa kata sandinya?
Paradise. Dekat dengan jalan bypass.
Baik. Akan kukirim lewat WhatsApp.
Tn. Sukumar dan pasukan akan datang 15 menit lagi.
Shruti, kau boleh pergi. Akan kutangani ini.
Aku tetap di sini.
Bajingan! Antar kami ke kamarmu. Cepat.
Bagaimana membukanya?
Bajingan! Mencoba mendahului kami! Pengkhianat busuk!
AKU PERGI SELAMAT TINGGAL - SHEEJA
Ayun dia sebentar.
Ini uang. Simpan.
Ada teman di Sitapur.
Telepon dia. Akan bantu lewati perbatasan Nepal.
Jaga dirimu.
Bajingan keparat!
Silakan.
Transmisinya terkadang macet.
Dah, Babu.
Berangkat?
Tidak… Jangan menangis! Tidak.
Tak akan menangis.
Tak akan menangis.
Pinky…
Ayah, ponselnya tak berfungsi.
- Inikah klimaksnya? - Ya, Pak.
Mereka akan segera tiba.
- Berapa banyak waktu kita? - Cukup untuk main Ludo.
Bung.
Selalu lebih awal. Dahulu kau bayi prematur?
Mari bermain Ludo.
Menyenangkan mengobrol denganmu sambil main Ludo.
Langsung saja. Pertanyaan tadi.
- Apa arti dosa dan kebaikan? - Kembali ke titik awal.
Baik, begini.
- Kurawa pahlawan atau penjahat? - Penjahat.
- Siapa pahlawannya? - Pandawa, jelas.
Saat Yudistira mati dan masuk surga,
dia melihat Duryodana bersukaria dengan para bidadari.
Dia bertanya, "Di mana adik-adikku dan Drupadi?"
Jawabannya, "Di neraka."
- Pak, ini bisa dijelaskan. - Lupakan penjelasan.
Bukannya kau bilang Kurawa penjahatnya?
Lalu, kenapa Duryodana di surga?
Apa artinya itu?
Bahwa kau tak bisa beri jawaban singkat.
Butuh seumur hidup untuk mengerti dosa dan kebaikan.
Kau mau jawaban singkat?
Hai, Sayang.
Kenapa? Aku bisa datang sendiri.
Tidak, jangan sekarang.
Ya, aku sudah menyerah.
Bisakah kau kesampingkan egomu demi putrimu?
Ya, Ayah, tepat.
- Itu tidak adil. - Tidak adil?
Baik. Kau boleh pergi. Bawa serta ibumu!
Dia senang menghadiri pesta mewah.
Bahkan dia sangat bangga kepadamu karena mencapai yang tak bisa dicapainya.
Menikahi pria kaya dan sukses.
Kukira kita berbagi semuanya.
Namun, kau simpan rahasia besar dariku.
Videomu ada di internet.
Kau menontonnya?
Sayang, kau terkenal. Lima juta orang sudah menontonnya.
Dia orangnya, benar?
Seharusnya kau menemuiku. Aku bisa menghapusnya.
Kau kecelakaan? Polisi meneleponku. Aku sangat cemas.
Untung kau pakai kartu kreditku, sehingga aku bisa melacak hotel ini.
Tak terbayangkan penderitaanmu.
Tak apa. Berhenti menangis. Tak apa. Jangan cemas.
- Kau menemukannya? - Ya.
Bagus.
Arah mana kamar 104?
Dokter tulangku ada di sini.
- Shekhar. - Akash.
Apa? Apanya yang lucu?
Maaf. Bukan karenamu. Maafkan aku. Entah apa yang terjadi.
Ada telepon masuk.
Polisi.
Halo?
Pukul.
- Hei, ambil mobilnya. - Baik.
Ruang kendali. Masuk, ruang kendali…
Kak Sattu terlihat di Hotel Paradise.
Ada lima anggota geng bersenjata.
Segera kirim bantuan.
Hari yang buruk! Mengencingi dan memberakiku!
Polisi.
Belok kanan!
Kataku, belok kanan!
Kita terjebak. Kini kita kehabisan nyawa.
Ini salahmu.
Jika kau tak membuntutiku, aku tak akan terjebak ini.
Aku bicara kepadamu!
Jangan berlebihan. Bukan hanya aku yang melakukannya.
Semua melakukannya. Semua temanku.
Bahkan pamanmu melakukannya, tetapi tak pernah tepergok.
Dengar, kau juga bukan orang suci. Aku tahu semuanya.
Kekasihmu, Aalu, lakukan apa saja untuk menyelamatkanku.
Aku tahu kesepakatannya. Kau pasti melayaninya dengan baik.
Kenyataannya, ada setan di dalam diri kita.
Seperti gelembung di botol soda.
Hanya perlu membuka botol itu.
- Suatu waktu - Suatu waktu
- Saat aku hidup dengan keyakinan - Dengan keyakinan
- Di dunia ini - Di dunia ini
- Kubangun surgaku - Surgaku
Inilah caraku jatuh cinta
Lalu apa jadinya, Cinta?
Lalu apa jadinya, Cinta?
Satu.
Dua.
Bahkan film ini akan selesai. Kumohon jelaskan dosa dan kebaikan.
Mandirilah. Temukan sendiri.
Baik, begini. Bagaimana dengan Bittu?
- Surga atau neraka? - Surga.
Apa pun masa lalunya, dia korbankan dirinya untuk keluarganya.
- Bagaimana dengan Sattu? - Neraka. Tidak diragukan lagi.
Tidak sesederhana itu. Masih ada tugasnya.
- Tak adil, Pak. - Hidup tak adil, Bung.
- Hidup seperti… - Permainan Ludo.
Tepat.
Baik menang atau kalah, akhirnya token pulang ke rumah.
Hanya kematianlah kebenaran dalam hidup.
Lainnya hanya tabir asap.
- Apa maksudmu? - Yang kau sebut enam,
bisa terlihat sebagai sembilan bagiku.
Apa?
Dosa dan kebaikan, baik dan buruk, surga dan neraka,
soal sudut pandang, Chitragupta.
Tuhan dan setan, surga dan neraka,
hanya alat buatan manusia untuk mengendalikan dunia tak terkontrol ini.
Yamraj, kau membuatku bingung.
Apakah kita hanya bentukan imajinasi?
Anak-anak kita
dan anak-anak mereka
akan menjalani
hidup mewah.
Ayo.
- Suatu waktu - Suatu waktu
- Saat aku hidup dengan keyakinan - Dengan keyakinan
- Di dunia ini - Di dunia ini
- Kubangun surgaku - Surgaku
Aku butuh bantuan terakhir.
Katakan.
Siapa lagi yang bisa kudatangi?
Katakan.
Inilah cara aku jatuh cinta
Lalu apa jadinya itu, Cinta?
- Halo? - Hai.
Penerbanganmu?
Aku ketinggalan.
- Pernikahanmu? - Kubatalkan.
Aku punya syarat. Aku mau AC. Kipas angin tak cukup.
Kamar mandi berpintu. Jangan candai dengkurku.
Gosok gigi sebelum tidur dan mandi sebelum bercinta. Banyak tanaman…
Aku mencintaimu.
Mataku telah
Bersumpah, Cintaku
Mataku hanya akan memimpikanmu
Selalu, setiap hari, setiap saat Setiap malam, selamanya, Cintaku
Mataku telah
Bersumpah, Cintaku
Mataku hanya akan memimpikanmu
Selalu, setiap hari, setiap saat Setiap malam, selamanya, Cintaku
Mataku telah…
Bagaimana caraku memberitahumu
Betapa aku mencintaimu?
Bahkan jika kulihat bayanganmu
Aku akan langsung menciumnya
Saat aku berjumpa denganmu
Hatiku berdoa kepada-Nya
Semoga hari ini tak pernah berakhir
Semoga matahari tak pernah terbenam
Aku hanya ingin bersamamu
Hanya bersamamu
Akan kupeluk erat
Selalu, setiap hari, setiap saat Setiap malam, selamanya, Cintaku
Mataku telah
Bagaimana caraku memberitahumu
Betapa aku mencintaimu?
Bahkan jika kulihat bayanganmu
Aku akan langsung menciumnya
Saat aku berjumpa denganmu
Hatiku berdoa kepada-Nya
Semoga hari ini tak pernah berakhir
Semoga matahari tak pernah terbenam
Aku hanya ingin bersamamu
Hanya bersamamu
Akan kupeluk erat
Selalu, setiap hari, setiap saat Setiap malam, selamanya, Cintaku
Mataku telah
Terjemahan subtitle oleh Adi Setiadi
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.