Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Alih Bahasa: GP Mobiles
Hai! Hai! Hai!
Sakit kah? Oke.
- Nama? - Kevin Abdela.
Kevin Abdela. Bagus, Mary. Kau akan sembuh.
Jadi, merasa baikan? Kau harus tetap digips selama empat minggu.
Walau sudah tidak sakit, kau tetap harus digips. Empat minggu.
Ayo, kita berkemas-kemas dalam sepuluh menit! Sepuluh menit, terima kasih!
- Najeeb? - Yeah?
- Kita masing-masing tangani dua orang lagi. - Dua? Ok, jadi empat orang lagi.
Dia harus diberi obat penurun demam.
Tiga kali sehari.
Bawa ke sini ...
Najeeb, tolong tandunya! Persiapan untuk operasi!
Pelan-pelan, pelan-pelan... Ayo, ayo, ayo.
Tolong ikat baju belakangku. Aku butuh bantuan di sini.
Dia akan selamat. Periksa denyut nadinya. Dia akan selamat.
Tolong sinari.
- Pasiennya tidak sadar? - Ya, dokter.
Sterilkan.
Ambil spons.
Jepit. Bagaimana denyut nadinya?
Denyut nadinya di 78. Stabil.
Oke. Pegang kuat-kuat.
Jepit. Terlihat stabil sekarang.
Aku khawatir dia tak akan selamat. Aku pernah melihat luka seperti itu sebelumnya.
Ini perbuatan penjahat lokal. Si Pria Besar.
Dia bertaruh dengan anak buahnya -
...apa jenis kelamin seorang bayi. Lalu ia akan membedah perut wanita hamil untuk melihatnya.
Subtitle: GP Mobiles
"Dan Kematian memberikan kembali harta tersebut untuk sebuah lagu.
Burung bulbul bernyanyi.
Menyanyikan tentang gereja yang tenang, di mana bunga mawar putih tumbuh-
...di mana bunga murbei membuat udara manis-
...dan di mana rumput selalu hijau, basah dengan air mata, dari mereka yang masih hidup.
Kerinduan nan dalam pada kebunnya.
Dari jendela terhembus kabut abu-abu nan dingin saat kematian pergi.
'Terima kasih, terima kasih' ujar kaisar.
'Burung kecil dari Surga, Aku tahu kau dari dulu kala.
Aku membuangmu sekali dari tanahku-
...namun kau tetap bernyanyi dari kejauhan, wajah kejahatan dari tempat tidurku,-
...dan Kematian dari hatiku. Bagaimana aku bisa membayarmu?"
'Kau sudah memberiku imbalan,' kata burung bulbul.
'Aku membuatmu menangis, ketika aku pertama kali bernyanyi untukmu.
Hati seorang penyanyi, lebih berharga daripada semua batu mulia.
Tapi tidurlah sekarang, dan tumbuh segar dan kuat sementara aku beryanyi.'
Dia bernyanyi hingga kaisar terlelap, dalam tidur yang menyegarkan,-
...sebuah tidur yang manis dan menenangkan.'
Dia biasa membacakan itu untukku, sebelum aku pergi tidur.
- Kupikir, yang dia lakukan, sangat bagus. - Kupikir juga begitu.
Hei, Hanna. Ini ibuku. Ini Hanna.
- Kau salah satu yang akan menginap? - Ya.
Kukira Christian menunggu-nunggu untuk pulang ke rumah, kan?
Sulit percaya dia sudah tiada.
Christian?
Aku hanya ingin memberitahumu, tadi kau melakukannya dengan sangat baik.
Aku benar-benar bangga padamu. Ibumu pasti juga akan begitu.
Kau tidak harus bicara seperti itu sepanjang waktu, ayah.
Kita bisa bicara, bukan?
Tidak perlu, menurutku.
- Anda sudah siap? - Ayo.
- Selamat pagi, Mohammed. - Selamat pagi, Pak.
Ok, ayo kita pergi.
Halo.
Halo, Sayang.
- Selamat datang. - Hai, bu.
Di sini begitu banyak ruang. Damai dan tenang. Aku tidak akan mengganggumu.
Internet sudah dipasang, dan kau boleh memilih kamar yang diinginkan.
- Ini ruangan yang paling kecil. - Tidak apa-apa.
- Kau tidak harus memutuskan sekarang. - Aku bisa memilih sendiri, kan?
Tentu saja, tapi meja dan tempat tidurmu tidak akan muat di sini.
Tapi kau yang putuskan.
Jadi, terserah kamu saja.
Pemandangannya bagus.
Pegang ini.
Ada apa, ratboy?
- Ban sepedamu sudah dipompa? - Rahang bawahmu hilang?
- Bersemangat? - Ya.
- Ingin kutemani masuk? - Tentu saja tidak.
- Hati-hati. - Yep.
- Sampai ketemu. - Merangkaklah di antara kaki kita, tikus.
- Pulanglah dan makan keju. - Kamu seekor tikus, kan?
- Apakah ada masalah? - Air mancur berjalan.
- Swedia terkutuk. - Mutan! Kau benar-benar jelek!
Tikus sialan!
Duduklah dan coba untuk diam.
Duduklah! Siapa ini?
Ini Christian. Diam.
Christian tinggal di banyak negara dia baru pindah ke sini dari London.
- Dia bisa ngomong bahasa Denmark? - Tentu saja dia tidak, Trine.
Yeah, aku akan menandai ulang tahunmu di kalender.
- Kapan ulang tahunmu? - 7 Juli.
Sama seperti Elias. Ini benar-benar lucu.
Ini benar-benar lucu. Sst, diam.
Kau bisa duduk di sebelah Elias.
- Hentikan! - Kasihan!
Nanti kita bisa membahas soal London. Itu akan menyenangkan.
Sekarang keluarkan buku-buku sejarah kalian.
Aku tidak ingin melawanmu.
Tidak!
- Ingin meminjam pompa sepedaku? - Tidak, terima kasih. Tidak apa-apa.
Pentilnya juga diambil. Mereka selalu melakukan itu.
- Aku akan jalan kaki. Tidak apa-apa. - Mengapa tidak mengambilnya dari sepeda lain?
- Nanti dia yang harus jalan kaki. - Hari ini gilirannya.
- Ini. - Terima kasih.
Mengempeskan ban orang lain? Dan siapa sih kamu?
Aku Christian.
Christian? Apa yang kau lakukan bersama ratboy?
- Ratboy? - Yeah, dia punya gigi tikus.
Yeah, aku tidak jalan berkeliling memeriksa mulut orang.
Kau seharusnya menangkapnya.
Dan kau akan pulang jalan kaki, ratboy.
- Kau baik-baik saja? - Yeah.
Aku benar-benar minta maaf.
- Perlu kubantu? - Tidak, aku baik-baik saja.
- Kau yakin? - Yeah.
Aku benar-benar minta maaf.
Yang satu ini harus benar-benar dimasukan. Berapa banyak kau makan?
Hai Sayang.
- Bagaimana sekolahmu? - Baik-baik saja.
- Lihat aku? Kau yakin? - Ya.
- Yakin? - Ya.
Jika kau bohong, aku akan memakanmu!
Aku juga!
Lepaskan! Lepaskan!
Elias ...
Aku membencimu.
- Kau belum tidur? - Tidak, aku harus menyelesaikan game-ku.
- Apakah itu darah di bajumu? - Kami tadi bermain sepak bola.
- Seseorang memukulmu? - Tidak. Itu kecelakaan.
Mengapa kau tidak ke dapur, menemaniku?
- Itu akan menyenangkan. - Aku akan ke sana.
- Hai ayah! - Hai sayang.
- Senang sekali melihatmu. - Aku juga. Aku merindukanmu.
- Bagaimana kabarmu? - Bagaimana perjalananmu?
Melelahkan. Tetapi baik-baik saja.
Hai ..
Hai.
Morten membuatkan hadiah, jika kau lapar.
- Kau potong rambut? - Tidak.
Kita sudah selesai denganmu, Elias.
Sekarang kami ingin bicara dengan orang tuamu saja, boleh?
- Apa yang ingin Anda katakan? - Mari kita saling terbuka.
Elias sangat tertutup. Kita harus membahas hal itu.
Ban sepedanya dikempeskan setiap hari. Murid-murin lain memanggilnya ratboy.
Bukan Sofus yang mengempeskan bannya.
Bukan dia pribadi, tetapi kelompok mafia kecilnya.
Dia dalangnya. Dia di belakang semua itu.
Kita jangan terlalu membesar-besarkan Sofus...
Ban murid-murid lainnya juga dikempeskan.
Kami tentu menyadari hal itu.
Ini bukan situasi yang mudah untuk Elias...
Dengan Anda, Anton, yang sering bepergian.
Itu pasti sulit buat Elias, bahwa ayahnya begitu sering pergi.
Dan jika ada masalah lain di antara Anda ...
- Masalah apa itu? - Perpisahan Anda, Marianne.
Aku beritahu ya...
Jangan campuri kehidupan pribadi kami.
Ini tidak ada hubungannya!
Tidak, cukup. Aku terkejut bahwa kami harus mendengarkan ini.
Bahwa kita akhirnya harus memindahkan Elias ke sekolah lain, karena Sofus adalah...
...psikopat kecil sadis!
Jika kita bisa mencoba -
...lebih konstruktif, apa yang Anda sarankan?
Mungkin kau harus mencoba membeli beberapa bunga untuk ibu?
Atau cokelat.
- Kau bahkan lebih buruk dari dekat. - Enyahlah!
Diam. Kau dari Swedia.
- Cium dulu sepatuku jika kau ingin lewat. - Ada apa, pecundang?
Kau begitu kotor.
Hei Elias, soal kemarin, jika ada yang bertanya ...
- Aku tidak akan bilang-bilang. - Tidak ada yang terjadi padanya.
Tutup mulut saja.
Jika bicara, kau mati.
Jangan pernah menggangguku lagi! Maka aku tidak akan melukaimu.
Jangan menggangguku atau orang lain.
Aku bisa jadi nekat...membunuhmu. Kau mengerti?
Sembunyikan pisaunya. Kau bisa dikeluarkan dari sekolah.
Kami mengubah pengobatannya. Kau mungkin akan sedikit bingung.
Kau makan sesuatu kemarin?
Aku makan semuanya. Babi panggang. Ehm, enak sekali.
- Lalu jadi benar-benar bingung, ya? - Marianne?
Ada telepon, dua kali, dari sekolah Elias. Kau harus menelpon balik.
- Kau lupa untuk mengaktifkan ponsel. - Aku tidak membawanya.
- Kau bohong, Elias. Mengapa kau berbohong? - Aku tidak berbohong.
Christian mengaku membawa pisau.
Dia memukuli Sofus beberapa kali di kepala dengan pompa sepeda.
Aku hanya melihat mereka saling memukul. Tidak ada pisau.
Dengar, Elias sudah mengakui bahwa kau membawa pisau.
- Aku tidak membawa pisau. - Oke.
Jika semua orang berbohong, maka kau ceritakan yang sebenarnya.
Dia memukulku. Lalu aku memukulnya.
- Kau memukulnya dengan pompa sepeda? - Aku terpaksa.
Dia jauh lebih besar dariku. Dia akan menghabisiku.
Elias, ini serius.
Dia mungkin satu matanya buta.
Dia seharusnya tidak mengganggu orang lain.
Hai.
- Hai, Marianne. - Di mana Elias?
- Mereka berbicara kepada polisi. - Apa yang terjadi?
Terjadi kekerasan serius. Tampaknya ada yang membawa pisau.
- Itu tidak mungkin. - Tidak mungkin Christian melakukannya.
- Pisaunya belum ditemukan. - Apa kaitannya dengan Elias?
- Apakah Elias ikut memukul Sofus? - Kami tidak tahu.
Polisi menanyai mereka, dan kita akan mencari tahu apa yang terjadi.
Apa benar Sofus sampai buta matanya?
- Siapa yang bilang begitu? - Polisi.
Tidak. Kepalanya terluka, mungkin akan berbekas, tetapi dia akan baik-baik saja.
Ini bisa saja lebih buruk.
Kenapa kau tak bilang dia memukulimu?
Kita bisa bicara padanya dan orang tuanya.
- Banyak anak-anak melihatnya. - Itu bukan jawaban.
Jika aku tidak melawan, maka semuanya akan berpikir aku lemah.
Bilang saja jika ia membawa pisau. Aku janji tidak akan bilang siapa pun.
Dia tidak membawa pisau. Jangan tanya soal itu lagi.
Jika kau memukulnya, maka dia akan balas memukul. Itu tidak akan ada akhirnya.
Apakah kau tidak mengerti? Begitulah perang mulai.
Tidak, jika kau memukulnya keras-keras duluan. Kau tidak tahu sedikit pun soal itu.
Seperti itulah di setiap sekolah. Sekarang tak akan ada yang berani menggangguku.
Aku tidak akan bertanya lagi tentang pisau. Kau mengerti?
Tapi aku ingin kau tahu, kau bisa menceritakan semuanya padaku.
Mengerti?
Ya.
- Ini aku. - Hai.
- Apakah kau sedang tidur? - Tidak .
Apa yang kau lakukan?
Aku sedang di diskotik.
Apa yang kau inginkan?
Hanya bicara.
Aku bosan tanpa dirimu.
- Kau ingin berbicara dengan Elias? - Tentu saja
Aku merindukanmu.
Jangan begitu.
Aku bilang aku menyesal.
Dan itu dari lubuk hatiku yang paling dalam.
Sebenarnya aku cukup bangga tentang kita.
Aku.
...bangga kita tidak seperti idiot lainnya, yang mudah menyerah dan bercerai...
Aku bangga kita saling mencintai.
Sampai sekarang.
Tapi Anton...
Aku mengacaukannya.
Aku mencoba...
Aku mencoba menjelaskan, mengapa masalahnya sampai sejauh ini-
dan aku begitu bodoh. Aku mencoba ...
Kau hanya memperhatikan dia, setiap kali kau di rumah.
Rasanya masih sakit.
Segala yang kita alami bersama.
Dan saat kau di sini, yang ada kebohongan.
Itu semua hanya khayalan.
Aku mencintaimu.
Aku ingin memaafkanmu, tapi aku tak bisa meneruskan hubungan ini.
- Itu yang terjadi. Selamat malam. - Tidak, tunggu. Jangan ditutup.
Kupikir, kita bisa mempertimbangkan untuk menutup masalah ini.
Kalian semua bersalah.
Tapi kalian telah belajar bahwa tidak ada gunanya berkelahi.
- Itu benar. - Ini bisa berakhir jauh lebih buruk.
Elias dan Sofus, ayo berjabat tangan.
- Maafkan aku, Elias. - Baik.
Dan Christian dan Sofus. Ayo berjabat tangan.
Maaf.
Dan kalian akan kembali masuk Senin, tidak ada dendam, ok?
- Menunggu-nunggu topik mingguan? - Ya.
- Seluruh sekolah bersemangat. - Kami semua menunggu-nunggunya.
- Apa yang akan kau lakukan, Sofus? - Aku masuk kelompok senjata.
- Kami akan membuat senapan. - Tentu saja.
- Dan Elias? - Aku satu kelompok dengan Christian.
Kami akan membuat model dari The Round Tower.
Mau berjalan denganku, Christian?
Tidak. Ayo, Elias.
Ini dia.
- Kau menginginkannya? - Terima kasih.
Keren!
- Christian? - Ya?
Aku berangkat sekarang. Aku akan ikut penerbangan jam empat besok.
Aku akan meneleponmu.
- Bagaimana jika ikut makan malam dengan kami? - Terima kasih, tapi aku harus pulang.
- Mungkin di akhir pekan. - Pergi lah, ayah.
Sampai ketemu.
- Jaga diri, Elias. - Kau juga.
- Ke mana dia pergi? - London.
- Di mana ibumu? - Sudah meninggal.
Orang tuaku dalam proses perceraian.
- Ibumu meninggal karena apa? - Dia sakit kanker.
Awalnya diperkirakan akan sembuh, tetapi itu tidak berhasil.
- Dia dikremasi. - Oke.
Pemakaman itu menjijikkan. Tubuh membusuk dan meresap ke dalam air tanah.
Aku ingin dikremasi ketika mati. Bagaimana denganmu?
Mungkin. Aku tidak pernah memikirkannya.
- Apa yang kita lakukan di sini? - Naik ke atas sana.
- Kau bisa melakukan itu? - Tentu saja.
Ayolah.
- Wow, ini gila. - Yeah.
Aku biasa ke sini ketika aku di rumah saat liburan.
- Di mana rumahmu? - Rumahku?
- Di luar sana di suatu tempat. - Oke.
Jauh di bawah sana.
Ya, seperti itulah.
Kami berada di atap gedung di dekat dermaga.
Kau tidak boleh melakukan itu.
Christian ada atas sana setiap hari. Kau dapat melihat rumah kita dari atas sana.
Aku tahu itu. Itu sebabnya aku bilang jangan bermain di sana
Ini berbahaya. Berjanjilah kau tidak akan melakukannya lagi.
Jangan diam saja. Berjanji lah.
- Di mana pompanya? - Di sini rupanya.
- Janji? - Yeah.
- Janji apa? - Janji tidak akan kembali ke sana.
Ayo kita pompa.
- Taruh di sini, nak. - Boleh beli es krim?
- Ya. Letakan pelan-pelan. - Aku ingin mencoba ayunan.
Terima kasih atas bantuannya.
Bermain kayak sangat menyenangkan.
- Jangan! - Ayo, boys.
Hey! Apa yang kau lakukan? Morten!
Hentikan. Apa yang kau lakukan? Mengapa kau berkelahi?
- Apa yang terjadi? - Dia mengambil ayunanku.
- Kenapa? - Dia main pukul.
- Mengapa kau memukulnya? - Aku tidak.
- Mengapa berebut ayunan? - Apa yang terjadi di sini?
Aku sedang main ayunan, dan dia datang lalu mulai menggangguku.
- Jangan mencuri ayunannya! - Mereka hanya anak-anak ...
Jangan menyentuh anakku lagi. Kau mengerti?
- Aku tidak menyentuhnya. - Pergi dari sini.
Enyah lah!
Apa masalahmu, nak? Lihat aku.
Kau selalu berkelahi. Kau selalu bikin masalah.
- Maafkan aku, ayah. - Kau tidak melakukan kesalahan.
Apakah sakit? Kita pergi ke rumah sakit?
- Tidak, tidak perlu. - Aku sangat menyesal.
- Kau akan lapor ke polisi? - Yeah, ayah. Lapor polisi.
- Tidak, tidak perlu. - Dia memukulmu.
Ayo kita pulang. Kau tak boleh makan es krim di mobil.
Tidak udah dibahas lagi.
- Kita seharusnya tidak berada di sini. - Mengapa tidak?
- Apa yang kau lakukan? - Hanya nongkrong.
Aku harus pulang.
- Itu dia. - Siapa?
Idiot, yang memukul ayahmu.
Ayo.
- Itu dia. - Kita akan mencari alamatnya.
- Hey! Apa yang kau lakukan? - Sial, ayo lari!
- Hei ayah. - Hei.
Ayo, sayang.
- Kau baik-baik? - Tentu.
- Apa yang kau lakukan di sini? - Aku hanya ingin memberimu ini.
Aku tahu tempat kerja orang yang memukulmu.
- Bagaimana caranya bisa tahu? - Pokoknya aku tahu. Dia bekerja di sana.
Jadi, bagaimana kau bisa tahu?
Christian dan aku melihatnya. Itu ada di mobilnya.
- Apakah kau ke atap gedung itu lagi? - Tidak, tidak.
Christian mungkin. Dia di atas sana setiap hari.
- Tapi kau tidak? - Aku tidak.
- Tidak bohong? - Yeah.
Kau akan melakukan sesuatu tentang itu?
- Seperti apa? - Mendatangi dia dan memukulnya.
- Kau serius? - Ya.
- Apakah kau takut? - Bukan itu intinya.
Kau tidak bisa seenaknya memukuli orang. Itu tidak ada gunanya.
Dunia seperti apa yang akan kita tinggali kalau begitu?
Dia idiot. Jika aku memukulinya, Aku hanya akan jadi idiot seperti dia.
Aku akan dipenjara, kau kehilangan ayah. Dan dia menang.
Mungkin ibu akan suka, jika kau bukan pengecut.
Aku janji pada ibu akan pulang, jadi lebih baik aku pergi.
Siapa yang pengecut sekarang?
Kau.
- Sampai jumpa! - Salam buat ibumu.
Hallo?
Hallo?
- Hai. - Hai. Aku mencari Lars.
- Apa? - Lars bekerja di sini?
- Lars? - Lars?
Lars! Ada yang mencari.
- Hai. - Hai.
Ingat aku?
Aku Anton. Kita bertemu di tempat bermain.
Kau menamparku. Ingat?
Yeah, aku ingat.
- Apa yang kau mau? - Mengapa kau melakukannya?
- Jangan menyentuh anakku. - Aku tidak mau ribut soal ayunan.
Bagus untukmu. Tahu apa yang harus kau lakukan?
Jauh-jauh dariku dan anakku.
...dan tidak akan terjadi apa-apa. Oke? Kau mengerti?
Kau ingin aku bilang, mengapa kau melakukannya?
Tidak, tutup mulutmu. Dan angkat pantatmu pulang ke Swedia.
- Lagipula tak ada yang mengerti kau sini. - Kau memukulku karena kau bisa?
- Itu benar. - Mungkin kau harus diam sekarang, Lars.
Kau ingin aku menghajarmu lagi?
Kau idiot, yang ingin merasa berkuasa.
- Kau tidak (berkuasa). - Hentikan, Lars.
- Tidak apa-apa, boys. - Apa yang kau inginkan?
Yang kuinginkan? Aku ingin menunjukkan ke anak-anakku bahwa aku tidak takut padamu.
- Kau tidak dapat menyakitiku. - Kau tidak takut padaku?
Dan aku tidak bisa menyakitimu? Justru yang sudah aku lakukan.
Sebaiknya kau pergi sekarang. Bawa anak-anakmu, dan pulang ke rumah.
- Kau membuat takut anak-anak, ketika memukulku. - Baik.
Mereka sangat kesal, dan menemukan tempat kerjamu. Itu sebabnya kita di sini.
Pintar sekali mereka, menemukan tempatku bekerja.
Bagus sekali.
Kau memang idiot, kau tidak meminta maaf saat aku di sini dengan anak-anak,
tapi malahan terus mengajak berkelahi.
- Hah? Ingin lagi? - Ayo kita pulang.
Mau dipukul lagi?
Kembalikah ke Swedia, homo.
Itu tidak sakit. Aku baik-baik saja.
Ayo kita pergi. Terima kasih telah menemui kami.
Itu tidak sakit. Tak perlu ada yang ditakutkan.
Cuma itu yang dia tahu untuk dilakukan. Dia kalah.
Dia orang tolol. Kau mengerti?
Mengerti apa?
Bahwa dia tolol, dan tidak berguna.
- Dia super tolol. - Tepat.
Aku kira dia tidak merasa kalah.
- Mungkin tidak, tapi dia kalah. - Aku tidak yakin.
- Ayo pergi. Kita sudah selesai di sini. - Banci tolol raksasa.
- Masuk ke mobil. - Dia memang bajingan.
- Banci tolol raksasa. - Cukup, cukup.
- Banci tolol raksasa! - Pasang sabuk pengamannya. Hei, cukup, cukup!
- Kita biarkan Morten mencoba? - Ya!
Tunggu sebentar. Di sana.
Ayo, Morten.
Sempurna!
Tidak. Ayo kita lakukan bersamaan.
Lihat itu.
- Demamnya sudah turun? - Yeah, sudah turun.
Bagus sekali.
Itu orangnya.
Semua orang takut kepadanya, tetapi tidak ada yang berbuat apa-apa.
Aku akan mencari sesuatu yang dapat kita gunakan sebagai pagar.
Kemari sebentar.
Ini pasti dulu kakekku yang beli.
Kita jangan menaruhnya di sini. Ini bisa meledakkan seluruh rumah.
- Ini hanya kembang api. - Kau tahu isinya bubuk mesiu?
Beberapa pound.
- Kita bisa membuat bom yang besar. - Benarkah?
Yeah. Aku akan menunjukkannya secara online.
Dia terus memukuli ayahmu.
Ayahmu mungkin tidak takut, tapi ia terus memukulinya.
Jika kita membalasnya, itu bisa jadi pelajaran buatnya.
- Seberapa keras nanti bunyinya? - Memekakkan.
- Nanti ada yang mendengar? - Tidak di sini.
Pegang bomnya.
Kau ingin menyalakannya?
Kau harus lari.
- Kau saja. - Kau yakin?
- Lari secepatnya, ok? - Yeah.
Wohoo, ini dahsyat!
Bayangkan jika kita buat yang besar!
Mobilnya akan meledak berkeping-keping.
- Mobil siapa? - Bajingan itu, Lars.
- Kau mau meledakkan mobilnya? - Tentu.
Seseorang akan mencari tahu. Harga mobil kan mahal.
- Ayahmu akan senang. - Aku tak begitu yakin.
Tak masalah. Tak akan ada yang mengetahuinya. Kau ikut tidak?
Aku tidak yakin ...
Jika kau tidak ikut, aku ingin pisauku dikembalikan sekarang.
- Hati-hati, hati-hati. - Tandu! Tandu!
Angkat.
Terus bergerak. Ada denyut nadi.
Minggir! Naik, naik, naik.
Persiapkan pasien.
Antibiotik.
- Terima kasih. Pasien sudah tak sadar? - Ya.
Coba kulihat.
Seka lukanya. Terima kasih.
Seka lukanya. Tolong pegangi.
Bilang padanya, dia masih hidup.
Kita sudah berusaha maksimal. Sekarang kita tunggu dan lihat.
- Terima kasih, dokter. - Tanyakan padanya apa yang terjadi.
Orang-orang datang dengan mobil. Istrinya tidak bisa lari.
Si Pria Besar membacok dua gadis lain, yang meninggal itu.
Kita akan tahu hasilnya besok.
- Apa yang kau simpan di sana? - Tidak. Bukan apa-apa.
Jika bukan apa-apa, tentu aku boleh melihatnya.
Bu, kau tidak boleh melakukan itu!
Elias, ini pisau. Apakah kau sudah bohong padakuku, dan ke polisi?
- Kau sudah gila, ya? - Tidak.
- Apa yang terjadi? - Tidak ada.
Tidak ada?
Christian ...
Christian.
Apa yang kau pikirkan?
Menusuk seseorang? Kau ingin merusak hidupmu?
Lihat aku. Lihat aku, Christian.
Lihatlah aku!
Christian ... Aku mencintaimu. Ini juga tidak mudah bagiku.
Kita harus bicara satu sama lain.
Apakah kau menidurinya?
Kau meniduri ibunya Elias?
- Mengapa kau bilang begitu? - Kau memang mau, iya kan?
Kenapa kau jadi menyebalkan seperti ini.
- Kau bilang kita harus bicara. - Hentikan, sekarang juga!
Jangan lagi membual seperti itu.
- Ini bukan omong kosong! - Ini omong kosong!
- Ini sebabnya mengapa kau kesal padaku? - Kau memang pembohong!
Ibu tahu kau berbohong. Semua orang tahu kau berbohong.
Kau tahu apa, Christian?
Jika ibu bisa melihatmu, dia akan sangat sedih melihat -
kau jadi seperti ini. Mengapa kau bilang hal-hal seperti itu?
- Apa yang kulakukan padamu? - Aku tak peduli siapa yang kau tiduri.
Tapi jangan nasihati aku apa yang benar dan salah.
Ini salah. Dan ilegal. Jangan pernah lagi membawa pisau ke sekolah.
Sudah paham kan? Sudah jelas!
Kau ingin dia mati.
- Tidak, itu tidak benar. - Ya, itu benar!
Kau tidak bisa hanya bilang itu yang terbaik untuknya.
Dia tak ingin mati, dan kau menyerah. Aku tidak suka orang yang mudah menyerah.
- Oke? - Christian ...
- Hai, Sofus. - Sampai nanti.
Aku tidak bilang. Ibuku menemukan pisau dan ketakutan.
- Kau percaya padaku, kan? - Tinggalkan saja aku.
Jangan ngontak lagi.
Sangat sakit. Ke seluruh tangan.
Aku bisa bayangkan. Aku akan memberinya beberapa pil dan dia akan baikkan.
Tenang. Tenang. Tetap tenang.
Kau dokter?
Ya.
Kau bisa mengobati kakiku?
Aku tak ingin kehilangan kakiku.
- Tolong jangan diamputasi kakiku. - Kuusahakan begitu.
Kau tidak boleh membawa senjata di sini.
- Aku yang memutuskan! - Tidak.
Aku yang memutuskan.
Senjata dan mobil harus jauh-jauh dari perkemahan ini.
Ini si Pria Besar. Dia orang yang yang membacok ibu hamil.
Dia monster.
Tidak boleh ada mobil. Tidak boleh ada mobil dan senjata di dekat sini.
Kalau tidak, aku tidak akan menolongmu, dan kau mungkin kehilangan kakimu.
Perawat ...
Perawat?
Jangan menolong si Pria Besar. Dia orang jahat.
- Mengapa kau menolong si Pria Besar? - Karena aku harus.
- Dia membunuh semua bayiku. - Aku sangat menyesal.
- Dia iblis. - Aku harus pergi.
Kau orang yang aneh.
Aku kira itu malaria. Aku mengobati dia untuk malaria.
Dia akan sembuh dalam dua-tiga hari.
Aku pikir kita sepakat hanya dua pasien pada saat bersamaan.
Tenang, dokter. Lihat apa yang mereka bawa untukku.
Mereka pergi sekarang.
Masih parah. Mengapa begitu lama?
Ini infeksi yang parah. Ini butuh waktu. Oke?
Aku harus kuat kembali.
Kau lihat Omar di sana? Dia ingin merebut posisiku.
- Apakah kau temanku? - Bukan, bukan.
Tapi kulakukan yang terbaik untuk menolongmu.
Banyak orang terbunuh di sini.
Pria, wanita, anak-anak.
Selama aku tidak membunuhmu, kita bisa berteman.
Aku bisa jadi teman yang sangat kuat.
Jawab aku!
Kembali.
- Kembali. - Anton.
Anton!
- Dia sudah meninggal. - Kembali.
Dia sudah meninggal.
- Anton. - Kembali.
- Periksa denyut nadinya. - Tolong, Anton, hentikan.
- Dia masih bisa selamat. - Lihat aku. Dia sudah meninggal.
Dia sudah meninggal.
Tolong bajuku.
Little pussy, pisau besar.
- Apa yang kau bilang? - Little pussy, pisau besar.
Kau sudah selesai dengan dia? Kalau sudah, serahkan ke Omar.
Omar menyukai yang tidak bergerak.
Sekarang kau pergi. Keluar.
Keluar, keluar!Kau pergi! Pergi! Pergi sekarang juga!
Jika kau bisa berdiri, kau bisa pergi! Pergi! Pergi!
Kau sudah tidak sakit lagi. Kau pergi sekarang! Pergi!
Kau pergi! Kau tidak sakit! Kau tinggalkan perkemahan!
Dokter, aku tidak bersenjata. Aku punya musuh di mana-mana.
Bukan tanggung jawabku. Kau pergi sekarang. Kau sudah tidak sakit.
Subtitle: GP Mobiles
- Elias. Hai, Sayang. - Hai, ayah.
Senang mendengar suaramu, nak.
Ada apa, nak? Ada yang penting?
Aku hanya ingin ngobrol denganmu.
Aku punya hari yang sibuk. Aku tidak ingat jika kita-
ada rencana berbicara hari ini.
Kau tahu Christian?
Kakeknya sudah lama meninggal, dan meninggalkan kembang api di gudang.
Kembang api itu tidak ada lagi.
Ayah, kau bisa dengar aku? Aku harus memberitahumu sesuatu yang penting.
Christian membuat bom dan dia akan meledakkan mobil.
Halo?
Ayah?
Aku di sini.
Bisakah kita ... Aku agak lelah, banyak pekerjaaan tadi.
Kita bicara besok saja, waktu yang sama?
Kau baik-baik saja? Kau tidak seperti biasanya.
Aku baik-baik saja.
Bisa kita bicara besok saja?
Aku harus pergi.
Oke, ayah.
Aku mencintaimu.
Ayolah.
Aku ikut. Aku ingin membuat bom itu ..
Ayo kita ledakkan mobil si brengsek itu.
Aku setuju. Dia layak mendapatkannya.
Ayo, kita ada kelas.
Bagaimana dengan mobil lainnya?
Mobil di sebelahnya akan terkena juga.
- Bagaimana jika ada orang? - Tidak akan ada.
- Bagaimana kau tahu? - Kita akan melakukannya di pagi hari.
Kita lakukan hari Minggu, saat orang masih tidur, dan tak seorang pun akan terluka.
- Aku ada pertandingan sepak bola hari Minggu. - Tidak di jam tujuh pagi.
- Jangan jadi pengecut. - Tidak.
Kau tak bisa mundur sekarang. Ayo kita lakukan!
Tentu.
Pegang sumbunya.
Sudah selesai bermain?
Jika aku mati, kau mau tinggal di sini?
Aku tidak ingin ribut. Dan jangan melihatku seperti itu. Kau tidak akan mati.
- Bisa saja. - Tidak, kau tidak bisa.
Kau akan kembali ke London atau tinggal di sini dengan nenek?
Aku akan begitu hancur sehingga aku tidak mau tinggal di manapun.
Kau harus tinggal di suatu tempat, bahkan jika aku tidak di sini.
Mengapa tidak menjawab pertanyaanku?
Apa yang kau ingin kukatakan?
Seperti kau akan jadi tunawisma, jika aku mati. Kenapa kau terus membohongiku?
Ini gila. Aku tidak pernah berbohong padamu.
- Lihat aku. Aku tidak berbohong padamu. - Bilang padaku ibu baik-baik saja!
- Bilang padaku dia tidak sakit. - Seperti kau, aku hanya kesal.
Aku tidak mengira, kau ingin dia meninggal.
Aku tahu itu. Akuilah! Kau ingin dia mati!
Aku ingin dia mati. Pada akhirnya.
Karena ia ingin.
Aku tidak tahan lagi. Dan ia tidak tahan lagi.
Dia menjerit kesakitan, dan otaknya dimakan oleh kanker.
Dia berulang kali memintaku menolongnya. Untuk melakukannya.
Aku tak bisa melakukannya, karena kutahu itu akan membuatmu amat sedih.
Dan ketika dia menyerah, aku pun menyerah.
Aku menyerah.
Tapi itu tak berarti aku ingin dia mati.
Christian.
Kau yakin akan melakukannya?
Yep.
- Kau membuatnya lebih besar. - Ayo.
Oke.
Ada waktu satu menitan sebelum meledak. Kita berjalan tenang, kembali ke sepeda.
Jangan melihat ke belakang.
- Tidak! - Apa itu?
- Elias! - Berhenti!
Kembali! Kembali! Ada bomnya!
Tidak!
- Tidak! - Elias!
Panggil ambulans!
Elias? Elias!
- Siapa korbannya? - Elias, umur 12 tahun.
- Dia meledakkan mobil. - Bagaimana dia melakukannya?
Masih bernafas, tapi denyutnya tidak stabil.
Oke. Tolong jagain ibunya?
Ada luka terbuka yang luas di perutnya.
- Ada korban lain? - Tetaplah di sini.
Kami akan membalut perutnya dan memeriksanya secara menyeluruh.
Dengarkan aku. Apa yang kau lakukan, sangat buruk.
Tetapi jika ada orang lain yang terlibat, itu soal lain.
Aku harus memastikan tidak ada.
- Aku melakukan semuanya sendiri. - Dengan Elias?
Itu ideku. Dia hanya ikut-ikutan.
Aku menyalakan sumbunya.
Jadi, kau belum bicara dengan siapapun secara online? Dapat ide dari seseorang?
Tidak. Hanya dari website yang sudah kubilang.
Salah satu rekanku akan menanyaimu semua pertanyaan ini lagi.
Bagaimana dengan anakmu yang lain? Apa yang dia lakukan?
Dia dengan ibuku. Dia tidak tahu.
Aku ingin kau tetap di sini.
- Tetaplah di sini. - Tentu.
Christian ada di sini. Dia ingin melihat Elias.
Boleh dia masuk?
- Bagaimana keadaannya? - Mengapa kau tidak bersama polisi?
Sudah tadi. Ayahku menjemputku.
- Di mana ayahmu? - Aku ingin melihat Elias sendiri.
Kau seharusnya tidak ke sini. Kau dengar?
Kau membunuhnya, kau psiko!
- Kau membunuhnya. - Aku?
Menjauh saja, oke? Menjauh lah.
Kau membunuhnya karena kau anak nakal yang manja-
...yang berpikir dapat mengontrol kehidupan orang lain.
Keluar lah!
Sudah cukup. Hentikan!
Ke sini.
Marianne, sudah ada hasil CT scan.
Tidak ada pendarahan di otak. Sangat sedikit cairan di panggul.
Kemungkinan besar akibat operasi. Dan tidak ada tanda luka lain.
Terima kasih.
Itu saja dariku. Terima kasih atas bantuannya.
- Apa yang akan terjadi pada mereka? - Aku tidak bisa bilang.
- Bisakah mereka membawanya pergi? - Tidak.
Ada alasan yang meringankan.
Ini akan jadi kasus pengrusakan harta benda.
Bagian pelayanan sosial akan mengambil alih.
Ingat anakmu menyelamatkan orang-orang itu.
- Semoga dia cepat sembuh. - Terima kasih.
Elias? Elias?
Bagus.
Aku hanya akan memindahkan ini.
Lihat siapa yang ada di sini.
Hai.
- Maafkan aku. - Sayang...
- Jangan marah pada Christian. - Kita akan urus itu nanti.
- Nanti. - Ini kesalahanku sendiri.
Aku ingin melakukannya.
Aku yang mengajak Christian.
Kita akan membahasnya nanti. Istirahat saja dulu.
- Kok bisa dia melakukan hal semacam itu? - Aku tidak tahu.
Dia akan baik-baik saja.
- Dia akan baik-baik saja. - Ya.
Aku akan membawamu pulang, dan kemudian aku akan pergi ke rumah musim panas.
Aku tidak tahu harus berbuat apa.
Eva bilang dia akan membenciku.
Kau pikir dia membenciku?
Dia jadi sangat nakal sekarang.
Dia ... Dia jadi jahat.
Pemarah.
Aku tidak tahu bagaimana membuatnya jadi lebih baik.
Dia anakku, kau tahu?
-Ya? - Apakah ini Marianne?
- Ya. - Hai, Marianne. Ini Claus.
Aku ayahnya Christian. Maaf menelepon di jam seperti ini -
tapi aku tidak bisa menemukan Christian. Apakah dia di tempatmu?
Tidak, dia tidak ada di sini.
Ada apa?
Itu tadi ayah Christian. Christian hilang.
Aku orang yang menelepon.
Aku memeriksa bengkel, tapi ia tidak ada.
Christian! Christian.
Ini ayah Elias, Christian.
Menjauhlah dari tepi.
Menjauhlah dari tepi, Christian.
Elias akan baik-baik saja.
Dia akan baik-baik saja.
Kau pikir aku akan datang ke sini, jika Elias tidak baik-baik saja?
Aku akan bersama dia, iya kan?
Dia akan baik-baik saja.
Kau harus percaya padaku.
Jadi aku tidak membunuhnya?
Tidak.
Aku kira dia sudah mati.
Dia masih hidup.
Dan dia akan baik-baik saja.
Aku tak bisa membayangkannya.
- Aku tidak tahu apakah anak-anak terlihat lebih muda. - Ketika mereka mati?
Orang dewasa terlihat seperti anak-anak, ketika mereka mati.
Aku tahu ibuku seperti itu. Dia tampak seperti gadis kecil.
Seperti dia tidak pernah dewasa.
Seperti ia tidak jadi pernah ibuku.
Aku sangat merindukannya.
Kadang rasanya, seperti ada tabir antara kau dan kematian.
Tetapi tabir itu hilang, ketika kau...
... kehilangan seseorang, yang kau cintai, atau yang dekat denganmu-
...dan kau melihat kematian dengan jelas -
untuk sejenak.
Kemudian kembali ada tabir-
dan kau kembali menjalani kehidupan.
Semuanya akan baik lagi.
Kau pikir begitu?
Christian?
Ibunya Elias ada di bawah, dan ingin berbicara denganmu.
Aduh! Hentikan. Hentikan...
Ini tidak lucu. Hentikan!
Aduh! Hentikan!
- Morten, sudah berhenti. - Sudah cukup.
Hati-hati.
- Hentikan. - Morten sangat menyebalkan.
- Morten, ayo. Bagaimana kabarmu? - Lihat ini. Dia tidak bisa melakukan apa-apa.
Hentikan!
Kita tinggalkan mereka berdua, dan pergi ke kantin.
- Aku ingin Coke! - Kau yang kecil saja.
- Aku ingin yang besar. - Bukankah tadi kau sudah membawa satu?
Ya, aku mau satu lagi.
- Masih sakit? - Mereka memberiku pil-pil ini.
Aku menceritakan semuanya, kejadiannya, pada polisi.
Aku juga.
Ini aneh. Aku sudah tidur berhari-hari, tapi tetap merasa lelah.
- Aku hanya ingin minta maaf. - Tidak perlu.
Sungguh, aku minta maaf.
- Aku memang idiot. - Tidak apa-apa.
Aku tidak sabar melihatmu kembali ke sekolah.
Aku juga.
Alih Bahasa: GP Mobiles Suatu tempat, 17 Maret 2011
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.