Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
NETFLIX MEMPERSEMBAHKAN
Tiga tahun lalu,
aku syuting sebuah film panjang tentang kehidupan.
The Great Buddha+.
Tidak disangka mendapat apresiasi.
Teman sekelasku terkadang melihatku di media
dan merasa kehidupanku
juga meningkat.
Tapi sebenarnya kehidupanku tidak banyak berubah.
Tetap saja sering naik motor
untuk berjalan-jalan ke mana saja.
Jika kau tanya padaku sebenarnya ada perubahan apa,
seharusnya adalah cara pandangku.
Kali ini, aku akan mengubah rasio aspeknya,
dari 1:1,85
menjadi 1: 2,35.
Gambarnya juga berubah menjadi berwarna,
dan suaraku
menjadi lebih memikat.
Kupikir ini juga termasuk semacam peningkatan.
Biar kujelaskan sesuatu.
Motor kecil tadi punyaku.
Motor besar plat merah ini
milik Chung, produserku dari Creamfilm.
Pemuda ini selalu merugi ketika syuting filmnya sendiri.
Baru pertama kali mendapat untung ketika syuting filmku,
lalu langsung membeli motor berat ini.
Walaupun motornya bukan atas namaku,
tapi di dalam hatiku,
aku selalu merasa memiliki sebagian.
Demi motor berat ini,
aku juga ujian SIM motor berat.
Tiap kali ingin ke Creamfilm Production,
aku meminjam motor ini.
Chung selalu bilang akan memakainya.
Beberapa hari ini, studionya meneleponku
dan berkata dia ke luar negeri,
jadi, aku bisa mengendarainya.
Begitu menutup telepon,
aku segera bergegas ke kantor,
mengendarai motor ini keluar.
Setelah film terakhirku selesai,
aku berpikir
selanjutnya syuting film apa.
Begitu ingat Creamfilm Production milik Chung yang baru dibangun
adalah sebuah perusahaan produksi
yang mengejar kesempurnaan dan tak berempati,
kepalaku menjadi makin sakit.
Ketika aku kebingungan,
di pikiranku mulai muncul teman-teman SMA-ku.
Cepat sedikit.
Aku pergi jika kau terus menunda.
Sulit sekali.
Kau tidak mau main?
- Apa yang lucu? - Dia…
Kartu…
Kartunya…
Kartunya sangat jelek.
Kalau sangat jelek tembak saja.
Sialan.
Kaleng.
Kulihat bukan kartumu saja yang jelek,
perasaanmu juga sangat buruk.
Kau tak akan bunuh diri 'kan?
Jangan berisik.
Memang berapa banyak utangmu?
Katakan.
Keluarkan kartu.
- Tembak. - Tembak.
Terserah.
Aku paling besar.
Pukul berapa mau jemput istrimu?
Aku sedang untung, kenapa harus menjemput istri?
Sial, begitu berani.
Jika kau tidak…
Jangan jemput
istrimu,
tidak akan…
Tidak akan…
Tidakkah kau akan dikritik?
Pria mencari uang di luar,
wanita hanya perlu tenang saja.
Jangan sesumbar lagi.
TOKO TEH BOBA QIONG TUA
Kau lihat.
Kau lihat.
Istri…
- Istrimu. - Istrimu.
Main dua kali lagi, baru aku akan jalan.
Kau pergi sebelum kita kalahkan Kaleng?
Mulai!
Lebih ke sana lagi.
Lebih ke sana.
Bagus, dorong pelan-pelan.
Dorong pelan-pelan.
Pemeran pria mengejar.
Fokusnya bagaimana?
Pak Sutradara.
Sudah bisa berhenti.
Tunggu.
Cut!
San-Lang, fokusnya baik?
Pak Sutradara, tidak masalah.
Setelah Tom teriak berhenti,
dia lanjut tidur.
Tapi A-Zhi malah duduk di tepi tempat tidur hingga pagi.
Beberapa tahun ini mimpi film Tom makin lama makin sering,
sementara kualitas tidur A-Zhi makin lama makin memburuk.
A-Zhi seperti belahan hati sutradara tipikal Taiwan,
berharap penuh pada suaminya,
bercampur dengan kesedihan.
Mimpi film yang tak pernah terpenuhi
jika tidak hati-hati bisa menjadi mimpi buruk.
Bukankah pernah kukatakan, aku tak suka ikan salem goreng?
Orang yang sering berpikir seperti kau
harus makan ikan semacam ini.
Ini penuh omega 3.
Kemarin malam kau syuting film apa?
Sepertinya kau syuting dengan tegang.
Syuting?
Kemarin bukannya tidur?
Kau setengah tertidur lalu teriak "mulai".
Keras sekali.
Kau mengagetkanku.
Dari ekspresimu, pasti kau sedang syuting.
Tidak.
Seharusnya hanya latihan saja.
Pagi-pagi berpikir keras.
Tidur di malam hari juga berpikir keras.
Kau tak terlalu banyak memakainya?
Aku sudah siapkan bekal untukmu, ada di lemari es.
Siang kau panaskan sendiri.
Jangan merokok terlalu banyak.
Jangan terlalu lelah.
Jika otakmu macet,
pergilah berjalan-jalan.
- Pergi dulu. - Dah.
Rekan-rekan semua sudah bekerja keras.
Hari ini kubeli minuman untuk kalian.
Selanjutnya, kuharap bisa terus bekerja dengan semuanya.
Aku bisa menjadi manajer seksi hari ini
sejujurnya juga tak kusangka.
Aku akan bekerja lebih keras untuk memimpin
dan membuat bagian kita
menjadi aset luar biasa perusahaan.
Terima kasih, Semua. Terima kasih!
Dian-Feng Chen,
manajer mencarimu.
Baik.
Pak Kipas.
Aku sudah berusaha membantumu pada promosi kali ini,
tetapi tidak berhasil.
Kau harus terus semangat.
Selanjutnya masih ada kesempatan.
Aku baca data dari SDM,
waktu lemburmu dua bulan ini sepertinya agak sedikit.
Pak,
aku baru pulang setelah semuanya beres.
Pak Kipas.
Kita ini teman lama,
jadi, aku menasihatimu.
Yang mau dilihat perusahaan
adalah beberapa hal ini.
Bukan keefektifan kerjamu.
Serta kondisi makro sekarang tidak bagus, kau juga paham.
Beberapa tahun ini, perusahaan tak banyak untung.
Kau harus bertahan dengan penyesuaian gajimu.
Kita berusaha bersama.
Perusahaan tak akan merugikanmu. Paham?
Tolong kau bantu aku pindahkan layar itu dulu.
Pak.
Pak.
Pasien pingsan, tak sadarkan diri.
Aku lihat dulu apa ada nadinya.
Menyayat pergelangannya atau minum racun tikus?
Bukan, dia mencoba bunuh diri dengan makan ini.
Ini obat apa?
Obat pelangsing.
TAK BERHENTI LANGSING
Sial, sebenarnya dia mau bunuh diri atau diet?
Mana aku tahu?
Pokoknya dia menelan satu botol.
Lalu mulutnya langsung mengeluarkan busa.
Semua orang di sauna terkejut.
Bukankah sama dengan kepiting mengeluarkan busa?
Dua tahun sebelumnya,
Kaleng dengan susah payah akhirnya berpacaran.
Tapi kemudian,
kami baru tahu mereka saling kenal di kedai camilan.
- Hati-hati. - Sejak itu,
hari-hari Kaleng meminjam uang dan menggesek kartu dimulai.
Akhirnya para rentenir datang mencarinya.
Sial.
Seharusnya kita tak bercanda dengan bilang
apa dia akan bunuh diri.
Jangan banyak berpikir.
Seharusnya tak seperti ini.
Pak.
Teman kalian tidak apa-apa, 'kan?
Seharusnya.
- Ya. - Sempurna.
Ini, jika berkenan,
bayarkan tagihan teman kalian.
Dua paket makanan seharga 7.200 dolar?
Dia makan apa?
"Paket makanan"
berarti memanggil wanita.
Kenapa ada dua?
Dia melakukannya dua kali.
Sial.
Sebelum mati pun dia masih meniduri orang.
Punya sebanyak itu?
Kutelepon Penghalang.
Tunggu sebentar. Maaf.
Maaf, tunggu sebentar.
Halo, Penghalang.
Di mana kau?
Aku…
Aku di luar.
Aku…
Nanti kutelepon lagi.
Kau baik-baik saja?
Begini…
Baik.
Kalau begitu kita lanjutkan.
Kau bilang kau sedang membangun rumah?
Aku…
Benar.
Jika ada kesempatan,
kau harus bangun rumahmu sendiri.
Ini.
Ini katalog wanita janda.
Lihatlah.
Di usiamu ini,
paling cocok cari wanita janda.
Mereka sudah berumur.
Lebih bertanggung jawab terhadap keluarga.
Kalian bisa saling menopang.
Jika masuk dalam keanggotaan kami,
kau bisa melihat semua data kami di sini.
Keanggotaan kami di sini seumur hidup.
Walaupun kau cerai bisa kembali lagi.
Tidak ada masalah.
PENCARI JODOH
Bu Weng ada sedikit salah paham dengan Penghalang.
Dia bukan sedang bangun rumah.
Dia sedang membuat rumah model kertas.
Penghalang datang ke pencari jodoh
karena kesehatan neneknya tidak baik.
Sudah lama terbaring di ranjang.
Tetangga menasihati
agar dia menikah
untuk menghilangkan kesialannya.
Penghalang dibesarkan oleh neneknya sejak kecil.
Nenek dan cucu ini
tinggal di gudang di atas toko model kertas.
Di dalam hati, Penghalang sangat paham
bahwa toko kertas
tak bisa menyokong mereka lagi.
Bagaimana mungkin dia berani menikah dan punya anak?
TOKO MODEL KERTAS SONGMEI
TOKO MODEL KERTAS SONGMEI
Nenek.
Apa waktunya sudah tiba?
Waktu hanya tersimpan
di ruang ini.
Semuanya pada awalnya
adalah prinsip mudah
lalu berevolusi ke dalam kompleksitas.
Semua ciptaan dari tiada menjadi ada.
Mereka harus kembali
ke tempat mereka berasal.
Di masyarakat modern,
pria bekerja sepanjang hari
untuk mencari nafkah
dan tak berenergi saat malam.
Pada saat seperti ini, kau bisa bergantung pada
Pil Naga Harimau Abadi…
Cut!
Pak Abadi.
Kalimat terakhirmu cukup dibaca biasa saja.
Gemanya diurus di studio, jadi, hasilnya akan lebih baik.
Benarkah?
Apa benar begitu?
Benar. Beristirahatlah dulu.
Kaleng.
Saat Pak Abadi keluar, jangan lihat ke kamera.
Tapi lihat ke Pak Abadi.
Tom.
Dingin.
Kaleng.
Sekarang pekerjaan sulit dicari.
Aku bersusah payah mengenalkanmu ke klien.
Bersabarlah.
Lalu, saat di sini,
panggil aku "sutradara".
Sutradara.
Tom.
Kau mau terus di sudut ini
atau mengubah sudut pandang?
Tunggu sebentar.
Baik.
Kaleng.
Melihat kamera atau melihat Pak Abadi
berarti berbeda pada bahasa film.
Jika kau lihat kamera,
tandanya akan ada yang terjadi.
Jika ini film Eropa,
pada saat ini kamera akan perlahan mendekat ke wajahmu.
Jika ini film Amerika,
kamera akan mendekat ke retinaku,
lalu bertransisi ke adegan lain.
Kurasa kau butuh rekaman lain
atau rekaman dekat saat aku melihat ke kamera.
Itu lebih meyakinkan penonton.
Selain itu, Tom,
ini adegan siang atau malam?
Adegan ranjang tentu saja malam.
Apa ada masalah?
Cerah sekali.
Sudah kau persempit bukaannya?
Apa maksudnya?
Kau pembuat film,
tapi tak tahu cara merekam "day for night"?
Apa itu "day for night"?
Dulu film barat Amerika,
seperti Stagecoach karya John Ford
dan Red River milik Howard Hawks,
merekam adegan malam di daerah antah-berantah.
Mereka tak bisa menata pencahayaan.
Jadi, mereka syuting saat siang
dengan bukaan sempit.
Pertahankan tetap sempit.
Itu akan tampak seperti malam hari.
Itulah "day for night".
Kau paham?
A-Chang.
Kita persempit bukaannya
agar tampak seperti malam hari.
Tom, kau yakin?
Ini iklan untuk menjual obat.
Apakah klienmu bisa memprosesnya?
Aku beri tahu.
Tiap tempat parkir di sini perlu satu juta.
Punyaku hanya 480.000,
dan juga ukurannya sama besar.
Pembayaran banknya juga sama banyaknya.
Ini seharusnya tempat parkir motor berat, 'kan?
Tempat parkir ini untuk mobil.
Dan lihatlah,
ada kelebihan lain.
Saat orang lain buka pintu, mereka takkan menabrak mobilku.
Tiap hari aku dorong.
Olahraga sekaligus hemat uang.
Seharusnya orang lain lebih takut ditabrak oleh pintu mobilmu.
Sial.
Ayo ke rumahku.
Berengsek.
Kenapa lupa membawa tasku?
Sial.
Perlu dibantu menariknya?
Tidak, aku tiap hari menariknya.
Ini harus diganti.
Kenapa harus diganti?
Ini tidak menempel, di bawahnya kosong.
Kau sangat profesional.
Seperti kita ini,
seumur hidup bisa membeli satu rumah sudah sangat hebat.
Tentu saja harus profesional.
Kau mengeluarkan berapa?
Biayanya 7,2 juta.
Uang mukanya dua juta.
Kenapa kau bisa punya uang sebanyak itu?
Aku menabung.
Tapi hanya bisa menabung 300.000 saja.
Sisanya warisan yang ditinggalkan ayahku.
Kenapa kau banyak merokok?
Sudah serah terima rumah.
Kita rayakan dulu.
Tetapi kau sudah merokok dua batang tanpa henti.
Sebentar lagi aku tidur siang.
Merokok satu batang dulu.
Kenapa harus satu batang lagi?
Belum tertidur sudah bangun lagi untuk merokok,
akan memengaruhi kualitas tidurmu.
Bu. Menggosoki tanahnya lagi?
Ya, harus digosok tanahnya agar orang kota merasa ini baru dipetik.
Dasiku sudah lurus belum?
Sudah, lurus.
- Hari ini kau ganti pekerjaan? - Ya.
Ya, dikenalkan Tom. Kerja di Dinas Kependudukan.
Bukannya dia tak bekerja?
Kenapa tak bantu dirinya sendiri?
Dia mau menjadi sutradara.
Dia sibuk menulis naskah, tak sempat bekerja.
Jadi, sutradara itu berarti orang yang tidak bekerja.
Selama 300 tahun baru syuting satu film.
Dalam memeriksa data penduduk,
ada tiga poin utama.
Pertama, tinggal
harus di dalam rumah.
Di dalam rumah berarti dikelilingi dinding.
Kemudian ada atap
juga pintu.
Kedua,
mereka harus tidur
di atas ranjang dengan bantal dan selimut.
Harus ada tiga hal itu.
Ketiga,
harus ada tempat membasuh.
Omong-omong,
jangan lupa memotret.
Kau tak perlu memakai dasi
saat bekerja.
Kita harus dekat dengan masyarakat.
Dari semua departemen,
hanya bos yang memakai dasi.
Ya?
KERETA API LEWAT KAMERA PENGAWAS SEDANG MEREKAM
Permisi ini rumah nomor 411?
Benar.
Kakak. Aku dari Dinas Kependudukan.
- Kau mengajukan pindah kependudukan? - Ya.
Silakan duduk.
Tidak perlu.
Rumahmu ini…
kenapa tidak ada dinding?
Dinding?
Siapa bilang dinding harus dari semen dan batu bata?
Kau tidur di sini?
Benar. Ini ranjangku.
Aku tidur di sini.
Di mana kau mandi?
Di sana. Apa kau lihat bak mandi itu?
Anak muda,
aku beri tahu.
Pria tidak perlu sering mandi.
Kalau tidak, vitalitasnya akan hilang.
Begitu rupanya.
- Aku foto, ya? - Baik.
Memeriksa data penduduk
kini sudah berbeda.
Dulu karena masalah politik dan keamanan publik,
anggota polisi yang melakukannya.
Tapi sekarang,
asal kau ada permintaan atau kondisi khusus,
akan ada anggota dinas penduduk yang datang mengunjungi.
Apa itu permintaan penduduk?
Biasanya demi masuk sekolah di distrik sekolah,
atau mengajukan kesejahteraan masyarakat.
Tentu saja,
kadang juga karena perselisihan hak milik.
Perlu mengajukan pindah kependudukan.
Apa ada orang?
Apa ada orang?
Apa kau Jing-Long Chen?
Aku dari Dinas Kependudukan.
Apa kau Jing-Long Chen?
Apa kau mengajukan pindah kependudukan?
Apa aku boleh memotret?
Teman-teman penonton sekalian.
Berdasarkan pemeriksaan mendalam oleh staf drama,
pria ini adalah Jing-Long Chen.
Dia dulu sebenarnya orang yang cerewet dan suka mengoceh.
Tapi setelah di rumah ini muncul perselisihan hak milik,
dia langsung menuliskan apa yang dipikirkannya
di dinding.
Sejak saat itu,
dia tak pernah membuka mulutnya lagi untuk bicara.
Anak muda.
Anak muda.
Anak muda.
Bangunlah.
Aku khawatir kau tidak akan selesai,
jadi aku bangunkan.
Mobil Mercedes-Benz.
Anak muda,
apa kau bisa ubah menjadi mobil atap terbuka?
Paman, kau sangat modis.
Tapi aku tak tahu kondisi lalu lintas di tempatmu.
Jika memotong ini,
cukup berbahaya jika berguling.
Benar juga.
Keselamatan yang terpenting.
Begini saja, aku bantu pasang sebuah ekor.
Pasang ekor di sini?
Kelihatannya akan sangat modis.
Sekalian kuberi seorang sopir
untuk membantumu mengemudi.
Bagus.
Seperti itu bagus.
Anak muda.
Kenapa alismu berkerut?
Beberapa hari lalu aku melihat Bocah Emas dan Gadis Giok.
Begitu?
Apa kau melihat Pak Li?
Pak Li?
Ya, dia mengenakan baju hitam dan bertopi.
Kelihatannya sangat galak
dan berlagu.
Aku lihat.
Dia juga bicara banyak hal yang membingungkan.
Aku tidak mengerti.
Sebenarnya dia sangat baik.
Dia hanya suka berpura-pura.
Tetapi
orang yang melihatnya,
dalam satu dua bulan,
akan dibawanya pergi.
Lalu,
aku harus menyiapkan apa untuk nenekku?
Jangan terlalu banyak berpikir.
Asalkan rokok dinyalakan,
akhirnya juga akan berubah menjadi abu.
Manusia juga sama.
Penghalang punya nama panggilan ini
karena ketika bicara dengan kami, dia akan gagap.
Tetapi aneh juga,
Asalkan bicara dengan teman baiknya,
maka tidak akan ada masalah ini.
Ini mungkin berkaitan dengan fisiknya yang tak biasa.
Tapi ini juga memberinya
masalah dalam pekerjaan.
Karena klien akan sering langsung mencarinya,
memintanya memperbaiki barang.
Tapi Penghalang tak pernah kesal dengan hal ini.
Dia berkata,
ini permintaan terakhir di hidup orang itu.
Sudah sepantasnya membantu.
Selanjutnya aku akan aktif mempromosikan
Rencana Plus 2.0.
Rencana ini tidak hanya menggabungkan industri dan sekolah,
yang terpenting, itu akan menarik bakat-bakat dari Silicon Valley.
Dalam tiga tahun membuat kita melampaui Taipei.
Dalam lima tahun mengejar Tokyo.
Dalam sepuluh tahun, duduk sejajar dengan New York.
Cut!
Tandai. Adegan satu, pengambilan satu.
Apa bagus?
Pak Wali Kota, kau sungguh profesional.
Sungguh memesona di depan kamera.
Aku cuma berkata yang biasa dilakukan di kota ini saja.
Tidak ada yang spesial.
Pak, mau lihat penampilanmu dulu? Sangat hebat.
- Sekarang bisa? - Ya.
- Silakan. - Baik.
Sanlang, fokusnya bagus, 'kan?
Putar kembali untuk Pak Wali Kota.
PUTAR
Pak, menurutmu bagian mana yang harus diperbaiki?
Tolong beri kami sedikit masukan.
Sutradara Wu, kau profesional.
Aku bisa memberi masukan apa?
Tapi,
aku ada sedikit nasihat.
Kau perhatikan sebentar.
Apa wajahku bisa
sedikit dibesarkan?
- Supaya menunjukkan tekadku ini. - Pak Wali Kota.
- Kau sungguh profesional. - Benarkah?
Ya, kami akan sorot dari dekat, ya?
- Bagaimana? - Ya.
Sorot Pak Wali Kota dari dekat.
- Pak, pelan-pelan saja. - Baik.
Kalian sedang apa?
Pak Wali Kota.
Anggota Kongres.
- Anggota Kongres, kenapa kau… - Pak Wali Kota.
Kenapa kau kemari?
Ada apa? Bisakah nanti saja? Kami sedang sibuk.
Partai ingin aku mundur dari pemilu
karena skandalku.
Skandalmu banyak, aku tak tahu yang mana.
Pak Wali Kota.
Maksud Anggota Kongres Gao skandal Taman Buddha di Gunung Foshan itu.
Kupikir aku diminta mundur
karena kantorku sudah ditembak enam kali.
Partai membereskan masalahnya dengan penangguhan hukuman.
Sudahlah, jangan pedulikan.
Sekarang bagaimana?
JIka kita tak punya kandidat baru,
bagaimana penjelasanku kepada para pendukung?
Bisa bicara nanti? Aku sibuk.
Boleh? Tak apa-apa?
Kita ke toilet dulu.
Aku tidak mau.
Kau pergi dulu saja.
Sekarang aku sedang syuting iklan.
Pak Wali Kota.
Iklan komersil seperti ini bisa dilakukan kapan pun.
Mendesak apanya?
Jika hari ini tidak selesai, bisa lain kali.
Selesai.
- Selesai. - Baik. Ayo.
Kita bicara.
Maaf.
Pak Gao suka diskusi urusan bisnis di toilet.
Pertama, karena tak ada kamera pengawas.
Kedua, toilet adalah tempat kebahagiaan Pak Gao.
Rapikan.
Bagaimanapun,
tiap tokoh besar pasti akan punya satu tempat kebahagiaan.
Tempat kebahagiaan presiden pertama kita, Chiang Kai-Shek, adalah di tepi sungai.
Dia berdiri di sana dan melihat ikan melawan arus.
Mendorongnya untuk menjadi penyelamat kemanusiaan.
Orang besar di dunia,
suar kebebasan
dan benteng orang-orang kita.
Semua pihak sedang menginginkan posisiku.
Bisakah aku tidak keluar?
Pak Gao.
Kau tahu kau susah terpilih.
Partai ingin menjaga citra keseluruhan.
Ini bisa memengaruhi pemilu presiden.
Lalu menurutmu bagaimana?
Kita cari orang biasa
dengan kesan baik,
tak berafiliasi dengan partai,
dan tak ada beban politik apa pun.
Kau masih bisa mengendalikan.
Jadi, kau bisa memuaskan para penyokong danamu
dan menahan mereka yang ingin pergi diam-diam.
Koneksi Tom di tempatnya termasuk luas.
Dia terkadang menerima kasus untuk uang tambahan.
Tapi sebagian besar,
adalah beberapa produk aneh
atau obat yang tidak jelas asalnya.
Seperti syuting iklan hari ini untuk membantu Wali Kota.
Ini termasuk cukup menguntungkan.
Tapi interupsi Anggota Kongres Gao
berarti kali ini
dia takkan merugi.
Halo?
Ada apa?
Baik.
Sutradara Wu.
Silakan.
Sutradara Wu, silakan duduk.
Sutradara Wu.
- Halo. - Halo.
Aku Wei-Qing Gao.
- Anggota Kongres Gao, salam kenal. - Duduklah.
Sutradara Wu.
Partai kami kurang sosok sepertimu,
orang dengan latar belakang seni budaya.
Kami harap kau calonkan diri menjadi anggota kongres.
Area pemilihanku selanjutnya kuserahkan padamu.
Ini…
Aku harus pulang dan mendiskusikannya dengan istriku dulu.
Tujuan hidupku adalah membuat film.
Membuat film Taiwan
dilihat dunia.
Pak Wali Kota.
Dia begitu berbakat,
kenapa baru dikenalkan padaku?
Tidak.
Anggota Kongres Gao,
- seharusnya tak ada masalah. - Baik.
Lakukan seperti ini saja.
Sutradara Wu, aku asisten khusus Anggota Kongres Gao.
Senang bekerja sama denganmu.
Terima kasih.
Nol lagi.
- Nol. - Aku kalah.
Nol lagi.
- Nol… Sial. - Sial.
Apa ini curang?
Kumpulkan uang lagi.
Cepat sedikit.
Penghalang, kau beruntung, kau saja yang beli.
Uangnya.
Ini.
Kaleng, di mana uangnya?
Aku tak punya uang.
Baru tengah bulan sudah tidak punya uang?
Sungguh.
- Lihat sendiri. - Aku lihat.
Sial, ini apa?
Uang keberuntungan.
Orang bilang menaruh satu dolar di dalam dompet bisa beruntung.
Sepertinya tak berpengaruh.
Menurutku sudah terlalu lama disimpan.
Kuil Dewa Kemakmuran,
Guru Hsu,
dan Aula Peri Rubah.
Sialan.
Di dompet lebih banyak jimat daripada tagihan.
Kembalikan.
Kalian lihat tanda terima ini.
Meleset satu nomor dari hadiah sepuluh juta dolar.
Tetapi karena nomor akhirnya berbeda,
aku bahkan tak menang hadiah terkecil sebesar 200 dolar.
Kurang nomor yang mana?
Jika nomor terakhir angka empat,
aku sudah menang.
Aku simpan tanda terima ini
untuk mengingatkanku.
Hidupku sedekat ini.
Kau sedekat ini.
Aku juga sedekat ini.
Kita semua sedekat ini.
Aku tak tahu kalian sedekat apa,
tapi aku mau mengumumkan sesuatu.
Aku mencalonkan diri menjadi anggota kongres.
Sial, itu omong kosong.
Kau bahkan tak bisa menjadi kepala desa.
Anggota…
Anggota…
Anggota…
Anggota Kongres Wu…
Bagus. Bisa.
Bagus sekali. Bagus.
Ganti posisi sedikit.
Miring sedikit, benar.
Bagus, miring lagi. Miring sedikit.
- Fotografer, tunggu. - Baik.
Aku betulkan bajunya dulu.
Sampo yang dulu kupakai
lumayan juga.
Itu antiketombe
dan dari tumbuhan organik.
Lain kali kau kuberi.
Kenapa lama sekali?
Sudah selesai.
Kemari.
Lihatlah bagaimana hasilnya.
Lumayan.
Mari foto seluruh badan.
Anggota Kongres Gao.
Kurasa "Selalu Mendengarkan"
bukan slogan terbaik.
Apa maksudmu?
Mendengarkan sepertinya terlalu mudah.
Kurasa kita harus menunjuk ke esok hari.
Ming-Tian,
mari ke toilet.
Aku baru saja dari sana.
Ayo sama-sama.
Keluarkan kencing, maka otak menjadi lebih jernih.
Enak sekali masih muda.
Kencing melawan angin.
Jika sudah sampai usiaku,
mengikuti angin pun tetap mengencingi sepatu.
Pak, kau tidak kencing?
Barusan aku sudah kencing.
Sudah terbiasa?
Bagus sekali.
Semuanya profesional sekali.
Benar.
Aku tak mengerti film sepertimu,
aku sudah berpengalaman dalam pemilu.
Kau cukup mendengarkanku saja.
Tentu saja.
Pak, mendengarkanmu adalah keharusan.
Hanya saja aku ada sedikit ide.
Aku ingin menyesuaikan dengan namaku.
"Menuju Hari Besok.
Buat orang melihat Besok."
Idemu ini sangat bagus.
Tapi dengar.
Kau ini orang baru.
Apa yang terpenting untuk orang baru?
- Selalu mendengarkan. - Baik.
- Siapa? - Dinas Kependudukan.
Kau…
Aku dari Dinas Kependudukan.
Kau mengajukan pindah tempat tinggal?
Ya,
aku mengajukannya.
Silakan masuk.
Duduklah.
Tidak usah.
Baik.
Apa kau Nona Mu-Hsuan Lin?
Benar.
Bisa lihat KTP-mu dulu?
Baik.
Ketika Kaleng melihat wanita ini,
seluruh tatapannya tidak sama lagi.
Karena yang berdiri di hadapannya
bunga sekolah yang dia impikan siang dan malam.
Walaupun sudah 20 tahun tidak bertemu,
tapi bagi Kaleng, walaupun wanita itu menjadi abu,
dia akan tetap mengenalinya.
Bagaimana bisa pindah kemari?
Urusan pekerjaan.
Apa pekerjaanmu?
Aku pemijat.
Semacam terapi meridian.
Ruangan itu untuk apa?
Ruang kerjaku.
Boleh melihatnya?
Tidak perlu.
Bukan apa-apa, hanya ruang kerja.
Sudah pindah berapa lama?
Baru pindah bulan lalu.
Apa aku bisa memotretmu?
Memotret?
Ini ketentuannya. Maaf.
Baik.
Kalau begitu…
Mundurlah sedikit.
Baik.
Hai…
Halo.
Nona, kau naik ke atas sendiri.
Pak Li, maaf.
Ini Bu Wang yang akan dijodohkan denganmu.
Dia adalah putrinya.
Dia agak khawatir
dengan pasangan kencan ibunya,
jadi, dia datang duluan.
Orang berbahaya sangat banyak.
A-Qiao,
jangan bicara begitu.
Tidak apa-apa.
Di sini semuanya adalah orang baik.
Tenanglah.
Bu Wang,
duduk dulu.
Terima kasih.
Kalian berbincanglah dulu.
- Aku turun dulu. - Baik.
Ini Ibuku, A-Yue.
Siapa namamu?
Aku…
Peng…
Peng…
Penghalang.
Aku mendengarnya.
Aku bertanya siapa namamu.
Dia bilang bernama Penghalang.
Itu adalah panggilannya.
Kenapa kau ingin mengenal ibuku?
Bu Weng…
Bu Weng yang kenalkan.
Dia tidak sengaja ingin mengenalku.
Kenapa kau masih melajang di usia ini?
Aku merasa sangat aneh.
Aku…
menjaga
- Nenek. - Kau bilang pekerjaanmu menjaga Nenek?
- Bukan, aku… - Dia bekerja sambil menjaga Nenek.
Dia tidak punya waktu, jadi, melewatkan pernikahan.
Ibu.
Aku merasa kau sangat aneh.
Kenapa kau paham apa pun yang dikatakannya?
Kalian sebelumnya sudah kenal?
- Belum. - Tidak kenal.
Aku juga tidak tahu.
Kenapa aku mengerti semua yang dikatakannya.
Ketika SMA,
walaupun tidak sekelas dengan bunga sekolah,
tetapi Kaleng selalu memiliki cara
untuk terhubung dengannya.
Bunga sekolah murid nomor 31 di Kelas 11.
Kaleng murid nomor 7 di Kelas 12.
Tiap hari pukul 11.31 hingga 12.07,
waktu yang diberikan Tuhan
pada Penggembala dan Gadis Penenun untuk bertemu.
Pada pukul 11.49,
waktu puncak tertinggi di pertemuan ini.
Silakan masuk.
Aku baru dari dekat sini. Ingin bicara, jadi, kemari.
Maaf aku datang mendadak.
Tidak apa-apa.
Omong-omong…
Ini, mohon diisi dulu.
- Semuanya? - Ya.
Baik.
Nona Lin.
Kau pindah dari Taipei.
Aku cari di komputer, kau sebenarnya orang sini, ya?
Pak Lin.
Hari ini kau mau menyuruhku tanda tangan dokumen
atau datang untuk memeriksa informasi pribadiku?
Jangan salah paham.
Semua data ada di komputer.
Karena pemilu sebentar lagi,
kami harus periksa ulang para pemilih siluman.
Kami harus lebih berhati-hati.
Sudah selesai.
Terima kasih.
Tanganku hangat, 'kan?
Apakah aku siluman?
Bukan.
Tambahkan aku di LINE.
Seterusnya tak perlu datang hanya untuk periksa kependudukan.
Baik.
Sudah terbakar sepekan, kenapa kalian baru datang?
Periksalah.
Barang di sini semuanya sudah berkarat.
Karena polisi masih menginvestigasi ini,
kami juga tak bisa masuk.
Lihatlah.
Sebelumnya di sini masih terbakar.
Asapnya tebal, bagaimana memeriksanya?
Kapan perusahaan asuransi mengganti rugi?
Setelah ada laporan dari juru taksir.
Setelah menerima laporan, baru mulai menilai.
Butuh berapa lama?
Aku usahakan dalam dua pekan.
Apa? Dua pekan?
Apa kau tahu?
Untuk barang ini saja, aku rugi lebih dari sepuluh juta.
Itu belum termasuk gedung pabrik ini.
Kau lihat kemari.
Semuanya ini kuhasilkan dengan susah payah.
Kau tahu aku punya istri dan anak yang harus dihidupi?
Perusahaan asuransi begitu menekan orang.
Kalian harus ganti rugi, tapi terus ditunda.
Sial. Dua pekan?
Pak Chiang, tenanglah.
Kami takkan mengecewakanmu.
Berapa banyak kesedihan yang bisa kau tahan?
Cukup untuk memenuhi kaleng dengan daging.
Kau sedang bicara omong kosong?
Di mana Tom ?
Dia sedang sibuk pemilu. Tidak ada waktu kemari.
PUKULAN KUAT, MING-TIAN WU
Siapa orang ini?
Tampak familier.
Itu Tom.
Sial, sekarang kelihatannya sangat mirip orang bodoh.
Bukannya kau mau cerita pada kami?
Ingat putri kecil di Kelas 11?
Bunga sekolah kita?
Mi…
Minus.
Yang namanya mirip orang asing.
Dia mengganti nama menjadi Mu-Hsuan Lin.
Lin…
Bagaimana…
Bagaimana…
Bagaimana kau tahu?
Tahu ketika periksa kependudukan.
Dia…
bunga sekolah kita.
Ini seperti tempat pijat erotis.
Di mana kau bertemu dia?
Gedung Sekop.
Sekop…
Semua…
orang…
yang…
pelacur…
Pelacur…
- Hentikan. - Tidak…
- Cukup. - Kau…
Setelah…
kelulusan…
tidak…
- dia… - Bukankah dia ke Amerika?
Aku sudah memeriksa datanya.
Dia tidak pergi.
Ruang pamer yang menunjukkan bangunan warna hijau ini
khusus didesain oleh kontraktor
untuk menjelaskan rencana pembangunan.
Anggota Kongres Gao menghabiskan tenaga untuk mencari dukungan dari sponsor.
Mengubah yang dulu pusat pameran rencana pembangunan
menjadi kantor pusat kampanye yang bermartabat.
Tom memindahkan sebuah meja sendiri.
Menganggap di sini sebagai kantor pribadinya.
Orang di kantor mengira Tom bersembunyi di sini,
sedang memikirkan strategi pemilu.
Tapi dia berkata padaku,
dia sembunyi di sini memikirkan naskah.
Tapi aku menemukan, sebagian besar waktunya
dipakai memandangi kloset di dinding.
Ming-Tian.
Bagaimana naskahnya?
Ada sedikit ide baru.
Masih kurapikan.
Ini kopi yang kubuat pagi tadi.
Aku sangat sibuk hingga lupa memberinya padamu.
Tidak tahu rasanya bagaimana.
Terima kasih.
Ada orang yang mengatakan,
"Kopi yang melalui perebusan
hanya bertahan sepuluh menit."
Kenapa lewat satu hari
rasanya masih begitu enak?
Ini biji Pulau Galápagos.
Hanya diproduksi sedikit.
Rasanya sangat kaya dan lembut.
Begitu masuk tenggorokan
rasanya begitu manis.
Aromanya merasuk ke dalam dada.
Aku menggunakan gaya tetesan tangan Kono.
Walau waktu perebusannya lama,
tapi bisa menyuling lapisan terkayanya.
Pantas saja sangat enak.
Jika kau suka,
akan kurebuskan tiap hari untukmu.
Apa boleh?
Asalkan kau suka,
boleh saja.
Ming-Tian.
Apa kau mau tidur denganku?
Sekarang mau.
"Mazmur Daud.
Untuk pemimpin biduan.
Tuhan,
Engkau menyelidiki
dan mengenal aku.
Engkau mengetahui,
kalau aku duduk atau berdiri.
Engkau mengerti pikiranku
dari jauh.
Engkau memeriksa aku,
kalau aku berjalan dan berbaring,
segala jalanku
Kau maklumi."
Tuhan menggunakan mazmur ini
untuk membuat kita berpikir dan memeriksa diri.
Tuhan itu Mahatahu.
- Tuhan itu Mahatahu… - Para penonton,
kalian pasti merasa pastor ini familier.
Karena dia sebenarnya adalah pastor,
juga manajer sauna,
serta Li Tua yang muncul bersama Bocah Emas dan Gadis Giok.
Dia tak hanya berperan sebagai utusan Tuhan,
tapi juga rakyat biasa yang mencari nafkah di tengah masyarakat,
serta malaikat kematian
yang memandu yang wafat ke Surga Barat.
Kini kita bisa membeli kopi instan tiga dalam satu,
kita juga bisa punya aktor serbabisa.
…saat doa kita tidak dijawab,
ia mengundang kita untuk merefleksi diri.
Bapa.
Dian-Feng,
sudah lama tak melihatmu datang ke misa.
HATI TUHAN YANG PENGASIH PINTU INI MEMBIMBING KITA MASUK
Bagaimana kabarmu?
Setelah ayahku meninggal,
aku agak ragu dengan hidupku.
Jangan menghindar.
Adakalanya harus sering datang beribadah.
Baik.
Kulihat kau mengerutkan alis,
sepertinya terjadi sesuatu.
Bapa.
Aku akan punya anak.
Bagus sekali.
Itu hadiah yang diberi Tuhan padamu.
Tapi aku belum menikah.
Kau tidak pakai pelindung?
Apa aku berdosa?
Dian-Feng,
kau jangan memaknai firman sendiri.
Jika firman Tuhan tidak bisa membantu orang lain,
lalu apa artinya?
Tetapi aku tidak punya kepastian akan masa depan.
Masa depanmu
bukan ditentukan olehmu.
Yang bisa kau tentukan
adalah cepat menikah,
melahirkan anak itu,
dan membesarkannya dengan baik.
Membawanya berjalan bersamamu di jalan Tuhan.
Jari Emas.
Pak Kato.
Benar, Pak Lin.
Kenapa kau bisa ada di sini?
Aku datang mengunjungimu.
Aku…
Aku…
Aku…
Kau bisa menggunakan bahasa Mandarin.
Akan ada takarir di bawah ini.
Baik. Aku mengerti.
Pak Kato,
aku sungguh memujamu.
Aku sudah tonton semua filmmu.
Aku tahu.
Aku juga sering melihatmu di layar TV.
Lalu apa aku memakai baju?
Aku juga tidak memakai baju.
Pak Lin.
Aku lihat hatimu penuh kecemasan.
Pak Kato.
Kenapa kau bisa melihatnya?
Jika tidak ada kecemasan,
beruang itu tak akan berubah seperti ini.
Aku menyukai seorang gadis
selama hampir 30 tahun.
Kami baru-baru ini bertemu.
Apa dia sudah menikah?
Apa punya pacar?
Kalau begitu tidak masalah.
Kumpulkan keberanian untuk mengejarnya.
Tapi
dia seorang pelacur.
Pak Lin.
Mengapa masalah kecil seperti itu menjadi masalah?
Apa kau tahu sudah berapa banyak wanita yang kutiduri?
Kita orang biasa.
Kita jatuh cinta.
Kita juga patah hati.
Pekerjaan kita
dan pekerjaan dewimu
sama-sama membawa kebahagiaan untuk dunia.
Jika kau sungguh mencintai dewimu,
kau juga harus membawa kebahagiaan baginya.
Sekarang aku
menyampaikan intisari kehidupan
dan misteri
kepada kalian.
Di Taiwan,
aku hanya mengajarimu.
Ayo, ulurkan tanganmu.
Genggam jariku.
Buka tanganmu.
Lihat.
Kau pasti bisa.
Terima kasih.
Apa…
Apa yang aku…
Apa yang aku lakukan…
Kalian…
Kami tak keberatan dengan pekerjaanmu.
Itu hal yang baik.
Apa yang perlu ditakutkan?
Suami…
Suami…
Suamimu…
Dia…
Suamiku
meninggal ketika A-Qiao masih kecil.
Dia kerja di proyek bangunan.
Demi mendapat banyak uang untuk membeli rumah,
dia bekerja keras.
Suatu hari, dia kelelahan.
Dia tak hati-hati dan jatuh dari atas.
Dia meninggal.
Ibu selalu menjagaku
dan tak punya waktu untuk pacar.
Seorang wanita dengan satu anak dan tak punya uang.
Siapa yang mau?
Aku…
Aku…
Aku membuat…
model…
Juga…
tidak…
Penghalang berpikir para wanita
juga takut pada model kertasnya.
Selain itu, dia miskin,
jadi, tak pernah punya pacar.
Kita…
Kita…
seumur…
Seumur hidup…
mampu…
Mampu…
Banyak orang bekerja seumur hidup,
tapi masih tidak bisa membeli rumah.
Aku membuat…
rumah kertas…
untuk…
orang mati.
Penghalang membuat rumah kertas untuk orang mati.
Membantu menyelesaikan yang tak bisa diselesaikan saat hidup.
Setelah meninggal,
roh mereka akan mendapat ketenangan.
Setelah pergi,
tidak akan ada penyesalan.
Penghalang.
Apa kau suka Ibuku?
Aku…
Aku…
Aku…
serius…
Serius akan…
Ibu, dia bilang apa?
Aku…
Aku tak tahu…
apa yang dia bicarakan.
Tapi kau paham semua yang dia katakan.
Aku…
Akan…
Akan…
Kenapa Ibu juga menjadi gagap?
Dia bilang,
- dia serius… - Jangan.
Dia bilang dia serius
tentang kami.
Setelah kencan beberapa kali,
A-Yue datang untuk membantu di toko kertas.
Walaupun mereka belum menikah,
tapi A-Yue sudah menganggap ini sebagai rumahnya.
Tidak hanya membersihkan rumah,
dia juga menjadi penjaga toko.
Penghalang, kau harus ke rumah duka Sutradara Guo pada pukul 16.30.
Dia menangani semua pekerjaan
yang berhubungan dengan dunia luar.
A-Yue adalah wanita yang sangat sederhana.
Karena kesederhanaannya,
dia bisa memahami semua perkataan Penghalang.
Sup ikan bandeng sudah siap.
Aku akan hidangkan untuk Nenek.
PUSAT PENAMPUNGAN
A-Ya, bisakah kau panjangkan jarinya?
Baik.
Sudah cukup.
Terlalu panjang juga tak alami.
Menunjuk seperti ini, lalu judulnya tulis,
"Besok akan lebih baik"
Pak.
Ini desain kami yang baru.
Kami ingin menunjukkannya dan minta persetujuanmu.
Ini idemu?
Kami mendesainnya bersama.
Jadi,
kalian tidak mendengarkanku?
"Besok akan lebih baik."
Jadi, aku lebih buruk?
Pak.
Mari ke toilet.
Kenapa?
Melihatku langsung ingin ke toilet?
Pak.
Ayo.
PRIA
Kakak Gao.
Aku sering tanya diriku.
Apa kebaikanku sampai mendapatkan bantuan kalian seperti ini?
Jadi, kau jangan terlalu banyak ide
dan dengarkan aku saja.
Aku tahu kau menganggapku sebagai bidak.
Tapi kuberi tahu,
aku punya pemikiranku sendiri.
Sekarang nomor sudah diambil.
Sudah tak sempat ganti orang.
Kemungkinan terburukku hanya kalah.
Aku tidak akan rugi apa pun.
Tapi tidak bagimu.
Kau pikir aku akan melepaskanmu?
Tidak.
Lebih banyak orang yang tak akan melepaskanmu.
Penyokong danamu,
orang yang mengurus masalahmu,
dan organisasi keuanganmu.
Berani sekali.
Aku masih belum selesai.
Sekarang kau perlu aku,
bukan aku yang perlu kau.
Kalau begitu, buatlah hari besok lebih baik.
Tapi aku beri tahu,
jauhi Val é rie.
MEMPROMOSIKAN CERITA RAKYAT WARISAN BUDAYA
Itu pengantin wanitanya!
Kami datang.
- Cantik sekali! - Astaga!
- Kau cantik sekali! - Astaga!
- Kau tampak bahagia. - Selamat.
Astaga.
- Kalian berisik, dia sedang tidur. - Pintar.
Aku sayang padamu.
Kita foto dulu.
Tiga, dua, satu.
- Ya! - Ya!
- Bahagia sekali. - Benar.
Kau yang pertama menikah dari kita.
- Apa? - Kau terdengar agak iri.
Memang begitu.
Aku sudah begini tidak menikah, lalu bagaimana?
- Bayinya dibuat di mana? - Perutmu sangat besar.
- Katakan. - Bagaimana?
Di toko komik.
- Kau sungguh berani. - Benar!
Kau sungguh berani.
Kamar di toko komik begitu kecil.
- Bagaimana bisa? - Dia tutupi mulutnya.
Kau tahu…
Tutupi mulutku?
Bagaimana kau tahu aku harus tutup mulut?
Aku ingin menceritakan kisah Pak Kipas.
Ketika Pak Kipas bekerja di Taipei,
dia jarang tidur
dan sering bermimpi.
Setelah kembali ke Selatan, juga tidak membaik.
Ketika dia insomnia,
dia akan pergi ke toko komik 24 jam untuk membaca komik.
Pada saat itulah
dia kenal A-Zen yang sama-sama insomnia.
A-Zen bekerja di Taipei.
Adakalanya ketika dinas ke Selatan,
dia tidak bisa tidur,
sehingga pergi ke toko komik.
A-Zen sangat suka membaca komik.
Dia bisa membaca sendiri dan tertawa sendiri.
Terjatuh di bangku dan terus tertawa.
Seperti itulah Pak Kipas
menyadari kehadiran A-Zen.
Karena tawanya.
Keduanya yang awalnya saling duduk membelakangi,
berubah menjadi duduk berhadapan.
Lalu,
mereka berdua duduk bersama dan saling menghangatkan.
Akhirnya,
masuk ke dalam kamar pengantin,
yang ada di bilik toko komik.
Kita beri selamat.
Selamat!
Pengantin pria sungguh berbakat.
Pengantin wanita pengertian.
Keduanya sangat cocok dan serasi.
Pengantin pria kita tampan dan pintar.
Pengantin wanita manis dan ramah.
Malam hari keduanya tidur bersama.
Tahun depan melahirkan anak.
Hari ini di sini banyak tamu terhormat.
Bisa dilihat Anggota Kongres Gao datang kemari.
Sekarang kita minta dia ke panggung untuk menyampaikan sambutan.
Tepuk tangan untuk Anggota Kongres Gao!
Selamat.
Hadirin sekalian,
aku Anggota Kongres Gao
yang menghargai keadilan dan komunitas kita.
Hari ini kita di sini
untuk memberkati pasangan ini.
Semoga mereka langgeng hidup bersama
dan memiliki anak laki-laki
untuk menggairahkan negara kita.
Mari kita angkat gelas.
Ayo.
MING-TIAN WU
Kita minum sekali dulu.
Bersulang.
Bersulang.
Kandidat kali ini
berkompetisi dengan sengit.
Karena aku punya rencana hidup lain,
jadi, partaiku mengajukan orang baru, Ming-Tian Wu,
untuk terus melayani kalian.
Mohon dukungannya.
- Mohon kalian dukung Ming-Tian Wu… - Mohon bantuannya.
seperti kalian mendukungku, ya?
- Baik! - Sayangi Anggota Kongres Gao.
- Dukung Ming-Tian Wu. - Dukung Ming-Tian Wu.
- Sayangi Anggota Kongres Gao. - Sayangi Anggota Kongres Gao.
- Dukung Ming-Tian Wu. - Dukung Ming-Tian Wu.
Walaupun Tom adalah anak muda,
tapi sebagai sutradara film,
dia bisa mengejar kariernya di Taipei.
Tapi dia memilih tinggal di desa kita.
Semuanya demi berjuang untuk tempat ini.
Terima kasih, Semuanya.
Aku ingin melapor sendiri pada warga sekalian.
Aku pasti akan mendengarkan suara rakyat.
Membantu kalian membangun sebuah kota seni.
Ibu kota budaya.
Mohon beri aku kesempatan untuk melayani kalian.
Mohon dukung aku.
Mohon dukung aku.
- Menang! - Menang!
Biarkan Ming-Tian Wu
membawa kalian ke hari besok yang lebih baik.
Supaya besok lebih baik.
"Ming-Tian" akan lebih baik!
- Besok akan lebih baik! - Besok akan lebih baik!
- Besok akan lebih baik! - Terima kasih.
Kami undang semua tamu di sini
agar mendapatkan sepuluh teman untuk memilihnya.
Kita bawa Ming-Tian Wu ke Kongres, ya.
- Terima kasih. - Baik!
Terima kasih.
Sayangi Anggota Kongres Gao.
- Dukung Ming-Tian Wu. - Dukung Ming-Tian Wu.
- Sayangi Anggota Kongres Gao. - Sayangi Anggota Kongres Gao.
- Dukung Ming-Tian Wu. - Dukung Ming-Tian Wu.
- Sayangi Anggota Kongres Gao. - Sayangi Anggota Kongres Gao.
Sangat berterima kasih pada semua keluarga dan teman di tempat ini
yang memberi restu
pada kedua pengantin kami.
Sekarang izinkan mereka berganti baju
dan mereka akan kembali untuk bersulang dengan kita.
Pak Kipas.
Kau kenapa?
Tom membuat pestamu
ramai seperti kampanye.
Sialan.
Tidak masalah.
Kami teman.
Lagi pula tamunya banyak.
Akan sangat membantu kampanyenya.
Kalau begitu, kau kenapa?
Aku juga tidak tahu.
Hari ini aku sudah menikah
dan akan segera punya anak.
Bukankah itu bagus?
Sialan.
Aku tak punya apa pun.
A-Zen adalah gadis yang baik.
Aku tak tahu kenapa dia menyukaiku.
Aku selalu merasa aku orang yang kesepian.
Aku akan membeli sebuah rumah kecil
yang ada tempat parkirnya
dan tinggal bersama ibuku.
Itu saja cukup.
Apa aku bisa beri A-Zen kebahagiaan?
Dua orang yang berusaha bersama adalah kebahagiaan.
Aku selalu merasa hidup manusia itu sederhana.
Belajar yang benar.
Mencari kerja.
Menikah dengan orang yang disukai.
Tapi kini, persetan.
Aku selalu sungguh-sungguh melakukan apa pun.
Tapi semuanya tidak sesuai keinginanku.
Pak Kipas.
Hidup manusia memang seperti ini.
Jangan terlalu khawatir.
Istrimu sudah berganti pakaian.
Akan keluar untuk bersulang.
Semua orang tahu
Tom selalu punya sarapan seimbang yang lezat.
Sering kali
selalu ada salem goreng
dan makanan pendamping yang lezat.
Tapi hari ini yang dihidangkan A-Zhi,
adalah sepiring makanan khusus yang menakutkan Tom.
Kenapa kau meletakan celana dalammu di piring?
Kapan kali terakhir kau melihat celana dalamku?
Sampai kau saja tak tahu celana dalamku seperti apa.
Sekecil ini apa aku bisa memakainya?
Lalu punya siapa?
Aku tanya kau.
Aku sungguh tak tahu.
Ming-Tian Wu.
Kenapa di dalam kantongmu ada celana dalam ini?
Aku tidak tahu.
Ming-Tian Wu, kau berengsek.
Dasar berengsek!
Kita bersama sudah berapa lama?
Aku sudah melewati apa saja denganmu?
Pakaian dalamku saja kubeli di pinggir jalan!
Bahan katun!
Aku bahkan tak beli yang baru saat karetnya kendur!
Kau ini anjing yang tidak berperasaan!
Demi kau,
aku bahkan tak berani punya anak.
Diam-diam aku aborsi dua kali.
Semuanya demi kau.
Demi mimpi filmmu yang tidak pernah usai!
Dasar tidak tahu malu!
Sudah selesai?
A-Zhi.
Aku sungguh tak tahu celana dalam siapa itu.
Percayalah padaku.
Aku pasti akan mencari siapa yang menjebakku.
Setelah keributan itu terjadi,
Tom segera pergi
untuk mencari pelaku yang menjebaknya.
Tapi kenyataannya,
celana dalam ini
adalah suvenir yang ditinggalkan
ketika sebelumnya minum kopi
dengan Val é rie.
Sejak hari itu,
Tom selalu menaruhnya dalam kantong.
Selalu merogohnya untuk dimainkan.
Mungkin selagi tidak ada orang,
mengeluarkannya untuk dicium.
Kukira kau sangat sibuk berkampanye.
Mana mungkin aku tak datang saat teman pindah rumah?
Di mana rumahnya?
Di sini.
Ini?
Tak salah lagi, aku sudah bertanya.
Ayo.
Dari…
- belakang. - Belakang. Ya.
Sial. Penghalang.
Apa kau gila?
Apa kau sungguh mau pindah kemari?
Benar.
Apa anjing ini menggonggong?
Kau ini bodoh, ya?
Masuklah…
- Duduklah. - Ya.
Lepas…
- Lepas sepatu? - Ya.
Bodoh.
Ayo.
Silakan duluan, Anggota Kongres.
Ambil minuman ini.
Untukmu.
Penghalang.
Berapa lama bangun rumahnya?
Hampir…
Hampir…
setengah tahun.
Di dalam sangat sejuk.
Tak perlu pendingin ruangan.
Apa ada roh gentayangan?
Sialan.
Jangan sembarangan.
Apa boleh merokok?
Boleh.
Tetapi…
harus…
hati-hati.
Baik.
Keluarkan kartunya.
Ini kau yang buat juga?
Aku…
tak…
seluang itu.
Aku beli.
Penghalang.
Untuk apa kau meletakan bantal dan selimut di sini?
Aku…
Aku…
terkadang…
tidur siang…
di sini.
Ini sungguh pesta pindah rumah.
Udaranya buruk.
Penghalang, bukakan jendela.
Sungguh ada?
Astaga, ada pemandangan.
Itu…
Gunung…
Gunung…
Gunung Fuji.
Sial.
Hebat.
Aku tahu.
Tom. Kau tidak bisa menulis naskah,
langsung tinggal di sini saja.
Naskah…
Naskah…
NASKAH
Penghalang, kau membuat ini?
Ini…
Ini…
Ini…
untukmu.
Di dalamnya ada tulisan?
Omong kosong. Akan ada kata-kata jika kau bakar.
Sembarangan.
Itu apa?
Bunga sekolah?
Kau…
Kau mau…
Mau…
bunga sekolah…
Aku…
akan buatkan untukmu.
Buatkan apanya?
Sebenarnya kau pergi tidak?
Tidak.
Jika tidak, aku yang pergi.
Aku…
juga…
akan pergi.
Aku akan pergi dan dapatkan suaranya.
Sial. Kalian sungguh berani pergi?
Kenapa tidak berani?
Hanya tidak bersedia saja.
Bunga sekolah milikmu.
Atau…
bagaimana…
jika kau…
Kau pergi…
dan…
Tujuh…
Tujuh ribu…
dua ratus dolar…
Tak…
- Tak… - Tak perlu kembalikan?
Tak perlu kembalikan.
Totalnya 8.000.
Masih ada uang mandi dan tempat tinggalnya.
Baiklah, keluarkan kartunya.
Pergunakan waktu.
Berani sedikit.
- Lagi? - Sial.
Kau tadi beruntung. Baiklah, taruhan kedua. Dah.
- Tembak. - Aku juga tembak.
- Aku… - Kau juga.
Tunggu.
- Tunggu. - Sial.
Pertama tidak termasuk.
Kenapa tidak termasuk?
Pindah rumah baru termasuk apa?
Tom, kau kenapa?
Apa kampanyenya tidak lancar?
Apa dimarahi istri ketika pulang?
Tidak, tidak apa-apa.
Tidak apa-apa?
Wajahmu begitu masih bilang tidak.
Nomor 4.
Mobil kampanye kandidat kongres, Ming-Tian Wu
memohon dukungan para warga di sini.
Mohon kepercayaan saudara-saudara.
Sekarang kalian sedang mendengarkan
iklan kampanye yang kuisi suaranya untuk Tom.
Belum beberapa hari Penghalang pindah rumah,
dia langsung memintaku membantunya merekamkan iklan.
Tidak hanya tak memberiku ongkos,
bahkan menyuruhku memikirkan sendiri naskahnya.
Saat kami duduk di dalam kantor dengan toilet di dindingnya,
dia bertanya apa ingat undian yang nomor belakangnya empat,
yang hampir mendapat sepuluh juta itu.
Ketika mengambil nomor kandidat,
ternyata dia mengambil nomor empat.
Dia bilang setelah jalan jauh di hidup ini,
Tuhan akhirnya memberi tahu makna angka empat itu.
Nenek.
Kenapa kau bangun?
Hari ini perasaanku cukup baik.
Aku ingin bicara, bangun, dan memasakan kalian sup kacang merah.
Aku sekarang pergi belanja.
Jangan menungguku.
Apa A-Yue akan datang?
Sebentar lagi dia sampai.
Bagus.
- Nenek, aku keluar dulu. - Baik, hati-hati.
Terima kasih, duduk saja.
Terima kasih.
- Ayo cari tempat duduk. - Tisu akan dibagikan.
- Terima kasih. - Tolong dukung kami.
MING-TIAN WU
- Duduklah. - Baik.
- Duduklah. - Terima kasih.
- Terima kasih. - Duduklah.
- Halo, Bibi. - Tom.
- Apa kabar? Terima kasih. - Aku baik.
Lihat!
Fotonya sama tampannya dengan dirimu.
Bibi, kau juga sangat cantik.
- Mohon dukung aku. - Aku akan mendukungmu.
Selamat datang, Pak Gao!
Bibi, Pak Gao datang.
Terima kasih atas kerja kerasnya.
Terima kasih atas kerja kerasnya.
- Mohon dukungannya. - Terima kasih…
- Kakak, mohon dukungannya. - Pasti mendukung.
- Terima kasih. - Mohon dukungannya.
Bu Wu.
Ada yang bisa dibantu?
Ini adalah kantor Pak Gao.
Halo.
Permisi, siapa namamu?
Panggil aku Val é rie saja.
Val é rie.
Bahasa Prancis.
Valérie.
Artinya berani.
Jadi, kau sangat berani, ya?
Apa maksudmu?
Bu Wu, kenapa kau memegang itu?
Sudah kucuci untukmu.
Bu Wu, kau pasti salah paham.
Simpanlah.
Jangan sampai masuk ke dalam kantong Tom lagi.
Apa maksudmu?
Val é rie yang pemberani,
banyak hal
tidak akan berhasil hanya dengan keberanian saja.
Apa kau gila?
Pertama, memberiku celana dalam.
Lalu bicara sembarangan di sini.
Yang bicara sembarangan itu kau.
Bokongmu terlalu kecil untuk penis.
Hati-hati dengan lisanmu.
Nona Val.
Aku sudah sangat sopan padamu.
Tom-ku akan menjadi sutradara.
Biar kuperjelas.
Baginya,
kau dan orang lain hanya orang yang lewat saja.
Sial, jangan sampai kita ke kedai mi itu lagi.
Kedai itu bermasalah.
Bagaimana?
Apa aku sangat bau?
Tidak juga. Apa perutmu membaik?
Tak masalah. Sudah lebih baik.
Kalau begitu, bagus.
Apa itu? Aku pinjam untuk menyeka tangan.
Ini bukan apa-apa.
- Biar kukeringkan tanganku. - Jangan.
Ayo.
- Ini kotor. - Aku mau menyeka tangan.
Kuambilkan tisu baru untukmu.
Ini tisu barunya.
Hari ini upacara pembukaan kantor pusat kampanye
kandidat kongres Ming-Tian Wu
dari Distrik Taichung Timur.
Mari kita mulai upacaranya.
Adu drum dimulai!
NOMOR 4, MING-TIAN WU
KANDIDAT KONGRES UNTUK DISTRIK TAICHUNG TIMUR
BESOK AKAN LEBIH BAIK!
MING-TIAN WU
BESOK AKAN LEBIH BAIK MING-TIAN WU
MENDENGAR SUARA RAKYAT MING-TIAN WU
Menang!
Besok akan lebih baik!
Besok akan lebih baik!
Nomor 4!
Ming-Tian Wu!
Tom!
Semangat!
Tom! Semangat!
Ming-Tian Wu!
- Menang! - Menang!
Ming-Tian Wu!
- Menang! - Menang!
Ming-Tian Wu!
- Menang! - Menang!
Besok akan lebih baik!
- Besok akan lebih baik! - Besok akan lebih baik!
- Besok akan lebih baik! - Besok akan lebih baik!
Tom!
Ayo, Tom!
A-Zhi, semangat!
Semangat!
Ming-Tian Wu!
- Menang! - Menang!
Ming-Tian Wu!
- Menang! - Menang!
Ming-Tian Wu!
- Menang! - Menang!
Pergilah, Tom!
- Ayo! - Semangat!
Ayo!
Taiwan, ayo!
Taiwan, ayo! Taiwan…
Tom!
- Agar menang! - Menang!
Agar menang!
Menang!
Penghalang mengetahui gagapnya tiba-tiba sembuh
saat neneknya bangun untuk membuat sup kacang merah.
Di satu sisi, Penghalang,
dia sangat senang gagapnya sembuh.
Tapi di sisi lain,
dia juga cemas akan mental neneknya yang tiba-tiba membaik.
Apa ini yang disebut "terminal lucidity"?
Pada saat ini,
saat dia tak yakin harus merasa bagaimana,
selain pergi mengantar barang,
dia sudah memutuskan
untuk memberikan suaranya yang tak gagap
untuk kampanye temannya.
Memberi dukungan penuh.
Kalian hanya ganti sebesar ini?
Ini lelucon?
Hanya tiga juta?
Kerugianku saja lebih dari sepuluh juta,
belum lagi bangunannya.
Ini perhitungan juru taksir kami.
Kami tak mengarang angkanya.
Manajer, apa kau bodoh?
Katakan sesuatu.
Kenapa kau menjadi manajer umum?
Pak, jangan marah.
Kita bicarakan baik-baik.
Aku bicara baik-baik, tapi kalian tak mau dengar.
Jadi, aku membawa orang kemari.
Apa kau tahu?
Ada banyak keluarga yang bergantung pada pabrikku.
Ganti rugi tidak cukup, mau kami mati kelaparan?
- Pabrikmu lama tak beroperasi. - Kau bicara apa?
Jangan buat dia marah.
Tidak, dia tidak mengerti.
- Bukan begitu. - Kalian harus bayar.
Bukan minta kalian bayar, kenapa perhitungan?
- Bukan demikian. - Lalu apa maksudnya?
- Mau bicara apa? - Diamlah.
Begitu mendukung perusahaan, apa balasannya?
- Akan memberimu bonus? - Pak.
Ini perusahaan asuransi. Sudah terhubung dengan polisi.
Aku sering bertemu orang semacam kalian.
Jangan pakai trik ini.
- Tidak berguna. - Diamlah.
Sekarang bagaimana?
Kalian bicara seperti ini, artinya kami menipu?
- Tidak. - Baik. Persetan bibimu.
Jangan sampai aku bertemu kau di jalan.
- Tidak… - Itu konyol. Bibiku?
- Cukup. Tunggu di ruanganku. - Persetan dengan ibumu. Sialan.
Bahkan kau sumpahi ibuku?
Tunggu di ruanganku. Cepat pergi.
Pergi.
Pak, jangan marah. Dia tidak berpikir.
Dia sangat terus terang.
Lupakan.
Biar aku urus.
MANAJER
Dianfeng, duduk.
Berapa umurmu?
Jangan emosi begitu.
Mereka mafia.
Mereka datang jauh-jauh ke sini
dan kau tak membantu.
Kau tahu perbedaan
antara lakukan dengan benar dan lakukan hal yang benar?
Tidak.
Lakukan dengan benar buatmu dipromosikan. Lakukan hal yang benar tidak.
Maksudmu pasti yang satu bisa menjilat, yang lain tidak.
Pak Kipas.
Semua rekan kerja tahu kau punya kemampuan.
Dan bisa bekerja dengan sangat baik.
Adakalanya kemampuanmu bagus sampai rekan lainnya muak.
Bahkan bisa membuat kami di level atas
merasa perusahaan ini tak bisa jalan tanpamu.
Nikel,
aku paham maksudmu.
Kau panggil aku apa?
Kenapa sikapmu begitu?
Teman sekelasku,
kau tahu kenapa dipanggil "Nikel" saat SMA?
Karena namamu Yi-Yuan Mei.
Bahkan satu yuan saja tak ada.
Aku menghormatimu sebagai manajer,
jadi, aku tidak biarkan orang kantor tahu kau dipanggil "Nikel",
dan tak ada yang tahu kalau kau adalah temanku.
Kulakukan semua tugas yang kau minta.
Tiap penyesuaian gaji, kau bilang harus menanggung kesulitan bersama.
Jadi, aku juga diam-diam ganti mobil.
Apa aku bicara sesuatu?
Setelahnya aku tanya Pak Kipas
kenapa dia melompat.
Dia hanya menjawab dengan lesu,
"Hanya ingin melompat."
Peneliti mengatakan asal mula dunia
adalah dari sebuah ledakan.
Menghasilkan ruang dan waktu.
Tapi sebelum Dentuman Besar,
mungkin hanya sebuah kalibut.
Aku rasa hidup juga sama.
Kita menghabiskan banyak waktu
mencari jawaban hidup.
Tapi mungkin
jawaban itu sendiri
adalah sebuah kalibut.
MUSIM SEMI
Siapa?
Harus isi formulir lagi?
Hari ini hanya ingin bertemu kau.
Belakangan ini aku juga memikirkanmu.
Memikirkan apa?
Entahlah, pokoknya aku memikirkanmu.
Aku rasa
kau tidak sama dengan semua pria yang kukenal.
Berbeda bagaimana?
Itu…
semacam perasaan sangat familier.
Sepertinya kita sudah lama kenal.
Tunggulah di sini.
Aku bersiap dulu.
Minus.
Itu namaku yang dulu sekali.
Aku sudah lupa nama itu.
Sebenarnya kau siapa?
Aku Guan-Tao Lin.
Aku sudah lama menyukaimu.
Sejak kapan?
Sejak kali pertama melihatmu.
Pertama itu kapan?
Jadi, kunjungan terakhirmu
bukan untuk meminta tanda tanganku?
Aku hanya ingin melihatmu.
Lalu hari ini?
Hari ini kau datang melihatku
atau datang sebagai konsumen?
Duduk sebentar di sini.
Aku bersiap dulu.
Bagi sebagian besar pria,
ketika muda
di dalam hatinya pasti ada seorang dewi.
Tetapi seiring pertambahan usia,
dewi itu perlahan akan menghilang dari hati.
Tapi ada orang yang ingatannya tidak akan sirna.
Akhirnya,
memindahkan mereka ke meja altar untuk memujanya.
Sesekali ketika teringat,
maka akan mengeluarkannya dan memujanya.
Bagi Kaleng,
bunga sekolah itu sudah lama ditempatkan bersama para leluhur.
Tidak seharusnya menurunkannya dari meja altar.
Bagaimanapun juga,
dewi yang turun ke Bumi
semuanya akan kembali ke wujud aslinya.
Jika tidak berjarak,
akan kehilangan keindahan imajinasi.
Bahan bakar yang mana, Pak?
Yang 92, isi penuh.
Tangkap!
Bukan urusanmu. Minggir!
Sialan kau.
Turun!
- Sial! - Tangkap dia!
Ayo!
Sial!
- Sial! - Terima ini!
- Sial! - Sialan kau!
Kenapa kau memukulku?
Setelah kejadian, polisi menangkap para pelaku.
Ternyata para pelaku ingin balas dendam,
tetapi salah orang.
Sama dengan banyaknya berita sosial yang absurd,
Penghalang meninggal tanpa kejelasan.
Penghalang mengira awalnya semangat neneknya membaik
dan memasak bubur kacang merah
adalah pertanda terminal lucidity.
Itu membuat hatinya tidak tenang.
Sekarang dia baru paham.
Dia tidak gagap
adalah pertanda terminal lucidity.
Dia mulai mencemaskan siapa yang nantinya akan menjaga neneknya.
Tak tahu apa Nenek sudah mendinginkan bubur kacang merah.
Penghalang selamanya orang yang hanya bisa memikirkan orang lain
dan kurang memikirkan diri sendiri.
Dia seharusnya sama dengan kebanyakan rakyat Taiwan.
Terus terang dan penyayang.
Tapi surga tak kenal ampun padanya.
Dengan kedua matanya,
dia melihat dunia lain.
Dengan kedua tangannya
dia membantu mewujudkan harapan terakhir orang lain.
Tapi harapannya sendiri?
Bergairah, bersemangat, dan pekerja keras.
Kaya pengalaman dan bisa dipercaya.
Meski baru,
Ming-Tian Wu akan benar-benar mendengarkan harapan
dan kebutuhan kalian.
Itulah misinya.
Para warga, mari kumpulkan suara kita
untuk mendukung Nomor 4, Ming-Tian Wu.
Kami mohon.
Terima kasih.
Nomor 4.
Mobil kampanye kandidat kongres, Ming-Tian Wu.
Kami meminta sang kandidat,
Ming-Tian Wu,
memberi hormat.
Silakan maju.
Silakan menyalakan dupa.
Silakan memberi hormat kepada mendiang.
Hormat.
Upacara selesai.
Keluarga silakan memberi hormat.
- Terima kasih lagi pada kandidat kongres… - Tabahlah.
…Pak Ming-Tian Wu,
telah hadir pada upacara penghormatan.
Terima kasih.
NOMOR 4, MING-TIAN WU
Dukung Nomor 4. Mohon dukung Nomor 4.
Terima kasih.
Mohon dukungannya.
- Mohon dukung Nomor 4. - Terima kasih.
- Mohon dukung Nomor 4. - Terima kasih.
Mohon dukung Nomor 4.
Mohon dukung Nomor 4.
Terima kasih.
Kenapa terburu-buru?
Apa sudah mulai?
- Aku masih ada acara. - Acara apa?
Kau datang untuk menjabat tangan
atau memberi penghormatan?
Kau pikir pemilu lebih baik dari kami?
Aku datang melayat teman, lalu kenapa?
Melayat teman?
Apa itu temanmu?
Coba lihat.
- Mau apa? - Melayat teman?
Apa kau peduli Penghalang kecelakaan?
- Aku sedang sibuk. - Seberapa sibuk?
Kau sibuk, lalu kami tidak sibuk?
Pekerjaan kalian seperti itu akan sesibuk apa?
Apa katamu?
Mau apa?
- Apa katamu? - Lepas!
Apa maumu?
- Katakan lagi. - Apa?
- Katakan lagi. - Apa?
Sekarang bagaimana?
Tenanglah.
Apa hebatnya seorang kandidat?
Temui teman sekelasmu.
Lihatlah.
- Aku sudah melayat. - Cepat pergi melayat.
Jangan seperti ini.
Kenapa membuatku kelihatan buruk?
- Itu masalahmu. - Hentikan.
Sialan!
Kau pikir kau hebat?
- Sialan! - Hentikan.
Hentikan.
- Berengsek! - Hentikan.
- Lepaskan! - Film ini
pasti film pertama di dunia
yang sutradaranya masuk ke adegan dan memukul orang.
Kadang syuting film sampai membuat orang tidak tahan.
Tidak bisa membedakan yang mana film,
yang mana kehidupan nyata.
Kau mungkin akan berkata film ini terlalu konyol.
Tapi banyak orang berkata
hidup sebenarnya adalah sekumpulan omong kosong.
Papannya datang.
CLASSMATE MINUS
FILM INI DIDEDIKASIKAN UNTUK TEMAN SEKELAS KAMI, JUN-JIE LAI
Hadirin sekalian
dan para tamu terhormat.
Selanjutnya aku
akan menyanyikan sebuah lagu untuk kalian
untuk menghibur kemurungan dalam hati kita
dan mengeluarkan racun dalam tubuh.
Mulai hari ini,
keluarga kita
akan hidup bahagia.
Kesejahteraan untuk semuanya.
Teman-teman penonton,
yang sedang kita lihat
adalah iklan real estat khas Taiwan.
Iklan jenis ini
sering menampilkan situasi hidup orang sukses.
Harganya dua juta per tiga meter persegi.
Hidup di sini
berarti kau sukses.
Rumah itu sendiri
bahkan bisa menjadi harta yang diwariskan.
Setelah melewati beberapa ratus tahun,
bisa dipilih oleh UNESCO
menjadi Situs Warisan Dunia.
Ketika kita muda,
kita sering membicarakan masa depan.
Mengira suatu hari
bisa kembali ke desa dengan berbaju mewah,
mengendarai mobil mewah,
menikahi wanita cantik,
dan tinggal di rumah mewah.
Kita selalu yakin
di tubuh kita ada sepasang sayap.
Asalkan berusaha,
pasti bisa melebarkan sayap dan terbang tinggi.
Tapi saat berusia 40 tahun,
kita perlahan menyadari
bahwa sebenarnya
kita hanyalah ayam.
Akhirnya,
jika aku bisa meminta waktu,
aku ingin memperkenalkan penyanyi
pada akhir film ini.
Yang memakai kacamata hitam
dan bermain gitar,
dialah "Pimpinan" Ke,
penyanyi utama LTK Commune.
Meski kali ini kami tidak membayar mahal,
tapi kami tulus memintanya
untuk membantu kami membuat musik latar film ini.
Kalian mungkin tak kenal LTK atau Ke,
tapi musik mereka sungguh memengaruhi Taiwan.
Terutama lagu "Cartoon Pistol" di akhir ini.
Bagi pria seperti kami
di usia 40-an,
inilah detak jantung yang kami dengar
di kegelapan malam.
SAMPAI JUMPA
Terjemahan subtitle oleh Rahel Wiradi
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.