Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
IDFL SubsCrew .: http://idfl.me :.
subtitle diterjemahkan oleh : Leavest orang-gak-penting.blogspot.com
Jember, 30 November 2014
Saya perkenalkan Baek Hee Soo, penulis wanita paling produktif di Korea.
Halo.
Selamat Datang.
Ini buku keempat anda yang laris berturut-turut.
Secara pribadi, saya iri karena anda selalu menuliskan cerita baru.
Bisakah anda memberi kami petunjuk? Bagaimana anda menulis buku-buku anda?
Saya selalu menulis catatan.
Saya menulis karakter dan tempat dulu, lalu mengembangkan mereka.
Begitulah cara saya membangun cerita.
Jika saya memiliki ide untuk menulis cerita, saya akan mengamati seseorang yang tepat.
Kemudian mereka menjadi karakter nyata, dengan perilaku dan pikirannya.
Bagi saya ini semacam bercerita.
Anda pasti sangat sibuk, tanpa ada waktu untuk beristirahat.
Bahkan suami dan putri saya juga masuk dalam catatan.
Mereka semua bahan cerita.
Beberapa orang yang saya temui hari ini bisa juga termasuk.
Buku baru ini menjadi penjualan terlaris tiga minggu berturut-turut.
Terlepas dari pekerjaan anda sebelumnya, Bagaimana anda menulis...
Cut!
Apa yang terjadi?
Ada masalah apa?
Mana boleh kau melakukan ini?
Kau sungguh tak percaya padaku?
Aku sudah bilang berkali-kali. Tolong percaya padaku.
Jangan membahas itu lagi.
Kau bahkan tak pernah mencoba mendengarkanku.
Aku tak pernah membaca buku itu. Sumpah!
Berapa lama kau akan terus begini?
Kau bisa saja melakukan kesalahan.
Kesalahan?
Aku tak pernah melakukan kesalahan.
Kau mau kuberitahu lagi?
Tim penilai telah menyampaikan padamu,
Kau membaca buku itu!
Jadi maksudmu aku memplagiat?
Berisik! Diam!
Kita berhenti saja.
Aku minta padamu bukannya orang lain.
- Tolong, hentikan ini. - Tidakkah kau mengerti?
Kau terlalu terobsesi hal-hal itu.
Katakan saja kau tidak tahu, atau itu tak disengaja!
Ditulis dan disutradarai oleh Lee Jeong Ho
Baek Hee Soo telah menulis banyak buku bestseller selama 20 tahun terakhir,
tapi sekarang dinyatakan bahwa karya terbarunya hasil memplagiat,
Itu merupakan salah satu buku yang dia baca selama kompetisi menulis.
[Dua tahun kemudian]
Semua baik-baik saja setelah kita sampai di sana.
Apa kau melihat gambar?
Hal ini sangat penting untuk ibu.
Ibu butuh tempat tenang dengan tak ada orang.
Kau mengerti, kan?
Apa ibu akan menceraikan ayah?
Apa karena aku?
Tidak.
Orang dewasa, seperti kau lihat...
Terkadang mereka tak ingin hidup bersama.
Lalu apa karena ibu?
Apa yang kau lakukan?
Tak ada.
Putrimu sangat cantik.
Apa mungkin, kau penulis dari Seoul?
Tapi kupikir kau datang ke sini besok.
Oh, tidak!
Jangan khawatirkan hal ini.
Ayah...
Anak sialan, acara peringatan sudah berakhir.
Penulis itu di sini!
Cepat!
Penulis! Dia ada di sini!
Apa kabar?
Betapa mengejutkan!
Kapan kau datang?
Ini penulis dari Seoul!
Dia cantik!
Silahkan kemari, ikut makan-makan.
Berhenti bicara dan siapkan tempat duduk.
Cepat siapkan makanan.
Kita kehabisan daging.
Apa maksudmu kita kehabisan?
Aku sudah bilang padamu untuk mempersiapkan dulu, bodoh!
Diam dan antar dia.
Kami menyiapkan makanan untuk acara peringatan.
Lihatlah ini!
Aku sudah menyuruhmu membeber itu kemarin.
[Selamat Datang, Penulis Park Hee Soo!]
Angin bertiup terlalu kencang.
Kami sudah berencana menyiapkan itu sebelum kau datang.
Apa gunanya sekarang?
Aku memperbaiki rumah sebaik yang kubisa.
Kelihatan kuno, bukan?
Rumah ini sudah lebih dari enam puluh tahun.
Setelah kemerdekaan Korea,
misionaris Amerika bernama Bates
mengurus anak-anak yatim di sini selama peperangan.
Tak ada villa seperti ini di Korea.
Begitu banyak penulis dari Seoul datang ke sini.
Perbaikan rumah hampir selesai.
Atapnya butuh sedikit perbaikan.
Saat hujan, mungkin bocor.
Plastik itu hanya sementara.
Kelompok pemuda di sini akan datang memperbaikinya beberapa hari lagi.
Tolong jangan biarkan siapapun menggangguku selagi aku di sini.
Tapi kita tidak tahu kapan akan hujan. Tak ada yang bisa menentang kehendak langit.
Ya, kehendak langit tak bisa disangkal.
Wanita sialan!
Sudah kubilang jangan datang ke sini!
Kenapa dia datang ke sini lagi?
Tak usah peduli padanya.
Saat tak ada orang di sini, dia kemari dan tidur di sini.
Ini kota yang sangat bagus untuk ditinggali.
Kota ini mendapat penghargaan karena rendahnya angka kejahatan.
Apa kau melihat putriku?
Yeon Hee.
Yeon Hee!
Yeon Hee!
Yeon Hee!
Yeon Hee!
Yeon Hee!
Yeon Hee!
Kenapa kau menghilang seperti itu?
Ini bahaya.
Yeon Hee.
Ini tempat yang sangat tua.
Ini akan sedikit tidak nyaman.
Tidak, tapi aku ingin tinggal.
Oke.
Berapa lama kau akan sembunyi?
Ini sudah dua tahun!
Aku sudah memberimu cukup waktu.
Jangan cemas dengan para bajingan yang mengklaim itu hasil memplagiat.
Siapa bilang itu memplagiat?
Ya, tak seorangpun perhatian pada orang-orang seperti mereka.
Kau lebih tahu apa yang salah dengan dirimu?
Semua orang berada di pihakmu. Mereka menunggu bukumu berikutnya.
Bukan itu.
Masalahnya adalah aku.
Aku tak bisa memikirkan apapun.
Maksudmu kau blank di depan monitor?
Itu karena kau selalu mengurung diri di rumahmu.
Halangan penulis? Itu yang perlu di atasi.
Sulit untuk menulis di rumah, bukan?
Pada pertemuan komite minggu lalu, aku menemukan tempat yang bagus.
Para penulis mengatakan itu tempat terbaik untuk menulis.
Oh iya, penghargaan sastra berikutnya masih bisa kau raih.
Aku sudah bicara dengan dewan komite.
Aku jamin semua pembicaraan tentang plagiarisme akan hilang saat ini.
Di mana gambar itu? Ini dia.
Ini.
Terserah apa yang orang bilang,
aku ingin kau tahu bahwa aku masih percaya padamu.
Tak ada editor di luar sana yang peduli padamu sepertiku.
[Panti Asuhan Misionaris John Bates]
Apa kau tinggal di sini?
Kenapa dengan kepalamu? Tidak sakit?
Lagu apa itu?
Kenapa dia selalu ikut campur?
Kenapa kau memotretku?
Oh, penulis wanita dari Seoul.
Apa baik-baik saja di vila itu?
Hati-hati. Ada hantu tinggal di sana.
Yeon Hee.
Cepat masuk ke dalam.
Ibuku sangat sibuk.
Sungguh? Dia akan suka cerita itu?
Naga? Naga apa?
Apa masih hidup?
Tapi apa sakit jika kau mati?
Jangan tertawa.
Seekor bayi burung tersesat
Menangis karena merindukan ibunya
Sedang apa kau di sini?
Aku sedang bermain dengan temanku.
Temanmu?
Di mana temanmu?
Dia sudah pergi.
Ke mana dia pergi?
Hipotesis lainnya adalah ini merupakan fenomena hipnosis tanpa disadari.
Pernah membaca buku atau melihat sesuatu terjadi
hal itu terekam di alam bawah sadar.
Kita menipu diri bahwa itu pemikiran kita sendiri.
Plagiarisme tanpa sadar adalah hal yang cukup umum.
Banyak kasus di mana ada orang tak menyadari plagiarisme tersebut.
Berarti benar mengenai penulis Baek Hee Soo.
- Hentikan. - Kenapa?
Sialan.
Ubah topik kuliahmu.
Apa alasanmu kemari?
Apa aku selalu perlu alasan untuk ke sini?
Kenapa kau melakukan hal tak berguna seperti ini?
Kau dengar?
Hee Soo perlu muncul kembali. Kita tak bisa membiarkannya membusuk seperti itu.
Jangan memaksa dia demi uang.
Hey, aku sudah bilang bukan itu alasannya!
Seorang penulis yang memplagiat berakhir dengan melakukannya lagi.
Siapa bilang begitu?
Mozart memplagiat dan begitu juga Einstein.
Menurut dugaan, Hendel adalah raja plagiarisme.
Siapa yang tak memplagiat sekali dalam hidup mereka?
Menulis adalah obat bagi Hee Soo.
Menyesallah mengacaukan orang.
Dua tahun sudah berlalu. Saatnya untuk memaafkannya.
Aku tak tertarik.
Terus terang, kau juga khawatir!
Untuk seseorang yang ingin cerai, Kenapa kau menghampirinya saat dia telpon?
Bersama angin yang lewat
suara ibuku ikut terbawa
Lalalala... lalalala...
Lalalala... lalalala...
Bayi burung berhenti untuk beristirahat
Seolah pohon membuka lengan mereka
Hentikan.
Dari mana kau belajar itu?
Temanku menyanyikannya.
Seekor bayi burung tersesat
- Menangis karena merindukan ibu nya - Jangan menyanyikan selagi kita makan.
Ibu mau mendengarkan cerita temanku?
Yeon Hee, ibu harus bekerja sekarang.
Ibu tak bisa bekerja jika kau terus mengatakan hal aneh.
Aku serius!
Temanku juga datang ke sini.
Kau mau ibu hukum?
Kenapa?
Berhentilah makan dan masuk kamarmu.
Ibu aneh!
Ini aku. Kapan kau ke sini?
Apa maksudmu?
Akhir-akhir ini, Yeon Hee...
Aku harus ke kelas sekarang.
Oke.
Tapi apa yang terjadi?
Tak ada!
Tak usah sok peduli.
[26 Okt 1988, Choi Soo Jin (perempuan), usia 26 tahun, menghilang 26 September 1988.]
[Tolong hubungi Sekolah Anak Montessori.]
Yeon Hee!
Yeon Hee!
Kau baik-baik saja?
Ibu sudah bilang jangan bicara dengan orang asing.
Aku tak mengucapkan apapun. Aku bahkan tak menjawab pertanyaannya.
Ibu melihat semuanya. Jangan bohong pada ibu.
Aku tak mengatakan apa-apa!
Aku benci ibu!
Wanita itu tinggal di sekolah anak di belakang stasiun.
Dia sulit diajak bicara.
Katakan padanya aku tak ingin diganggu.
Dia takkan menyakitimu, jadi jangan khawatir.
Penduduk setempat sangat senang menerima pengunjung hingga mereka mengadakan jamuan.
Tuan Yang akan menangkap babi dan memasaknya.
Tapi aku ragu dia akan menangkap babi.
Dulu kami sering kedatangan banyak pengunjung.
Tapi belakangan ini tak banyak sejak kami tak mengiklankannya.
Panas.
Orang-orang ingin mengubah tempat ini menjadi kawasan pemancingan.
Tapi ayahku menentangnya.
Aduh, panas.
Ayahku mengubah kota ini menjadi objek wisata.
Dia sheriff di sini.
Orang-orang masih memanggilnya 'sheriff'.
Di sini pernah jadi kantor polisi.
[1988, Peringatan Gotong-royong]
Berhenti menyebarkan rumor bodoh.
Dan kenapa dengan rambutmu?
Oh, apa kabar Penulis Baek!
Ada yang bisa kubantu?
Jika di sana membosankan, kunjungilah kota sewaktu-waktu.
Minum-minum akan membantumu mendatangkan ide.
Orang takkan bisa jadi kreatif dengan minum bersamamu.
Penulis Baek, abaikan saja dia.
Tanyakan Chan Shik jika kau butuh sesuatu.
Penduduk di sini semuanya seperti keluarga.
Kau tahu bahwa ibu sangat menyayangimu, kan?
Apa kau mau cerita pada ibu?
Oke, ceritakan kisah itu.
Ibu ingin mendengarnya.
Apa yang temanmu katakan?
Apa ibu sungguh ingin mendengarnya?
Serius, kan?
Sekarang mari kita dengar apa yang Yeon Hee katakan.
Temanku tinggal di lantai atas.
Dia berencana bertemu seseorang di sini, tapi orang itu adalah orang jahat.
Orang itu sangat menyayanginya.
Yeon Hee.
Yeon Hee.
Ibu.
Bu, apa yang kau lakukan?
Yeon Hee, di mana kau dengar kisah yang kau ceritakan kemarin?
Temanku yang cerita.
Jangan bohong pada ibu.
Siapa yang bilang padamu?
Ibu sudah bilang temanmu tidak nyata.
Dia tidak nyata, mengerti?
Tak apa. Ibu tak harus percaya padaku.
Aku suka kalau ibu tersenyum.
Ibu selalu tersenyum lebar saat ibu memenangkan juara pertama.
Tidak, itu tidak benar.
Yang kubutuhkan adalah kau, Yeon Hee.
Aku tak suka apapun selain dari Yeon Hee.
Jadi, jangan main dengan temanmu.
Janji pada ibu.
Temanku tinggal di lantai atas.
Tapi orang itu adalah orang jahat.
Kenapa begitu sulit menemuimu belakangan ini?
Aku sibuk.
Kemarin pertemuan fakultas.
Evaluasi akhir sudah tercapai, tapi banyak juga yang menentangnya.
Ini takkan mudah.
Apa alasannya kali ini?
Jelas.
Tak ada yang menyukai kontroversi di sini.
Aku tak tahu masalah istrimu akan memberi dampak seperti itu.
Dia tak ada hubungannya denganku lagi.
Tak usah emosi, bung.
Kau seharusnya sudah menceraikannya.
Apa kau tidak tahu apa yang universitas inginkan?
Yeon Hee,
kau masih bertemu dengan temanmu?
Aku tak bermain dengannya lagi.
Aku ingin mendengar lebih banyak tentang temanmu.
Dia aneh. Dia terus mengatakan hal yang sama.
Hal yang sama?
Kira-kira apa itu?
Yeon Hee, apa yang terus dia katakan?
Apa yang dia katakan?
Yeon Hee, ibu sedang mengalami kesulitan.
Tolong beritahu ibu lebih banyak tentang dia.
Aku takkan bermain dengannya lagi. Ini tak menyenangkan.
Yeon Hee.
Apa yang temanmu katakan?
Yeon Hee, tunggu sebentar!
Yeon Hee, tolong tunggu.
Tunggu...
Yeon Hee, tolong tunggu.
Yeon Hee, tolong tunggu. Tunggu...
Apa yang kau lakukan?
Kau baik-baik saja?
Kenapa kau di sini?
Sudah waktunya menyelesaikan perbaikan.
Ini akan segera selesai.
Tapi apa kau sungguh baik-baik saja?
Aku seharusnya tak membiarkan sheriff mengubah tempat ini menjadi tempat wisata.
Dia menginvestasikan tabungan semua orang ke tempat ini.
Berapa banyak wisatawan yang menginap di rumah ini dalam 20 tahun terakhir?
Aku menjual semua tanahku.
Aku sungguh tidak tahu kenapa sheriff menentang usaha perikanan.
Kenapa kalian berhenti bicara?
Apa kalian membicarakanku?
Kami hanya berbicara tentang kami.
Tentang apa?
Apa aku tak boleh dengar?
Sudah kubilang itu tidak penting.
Tolong beritahu aku.
Kalian membicarakan hal menyenangkan, ya?
Dasar bebal!
Kami sedang membicarakanmu! Puas?
Kau akan menetap di kota kecil ini?
Teman-temanmu tampaknya sudah sukses.
Kenapa membahas itu lagi?
Tak bisakah bekerja di kota ini saja?
Ketua Kelompok Pemuda memang yang terbaik.
Aku mengakui itu.
Terserahlah.
Apa kau lupa lagi membawa staples?
Ah, staples!
Dasar bodoh.
Di mana staples?
Yeon Hee, kau mau pulang?
Bisakah kita pergi?
Oke, setelah ibu menulis ini. Ini hampir selesai.
Jadi, ceritakan lagi tentang temanmu, ya?
Aku tak bermain dengannya lagi.
Dia membuat ibu mengalami masa sulit.
Tidak, ibu baik-baik saja.
Ibu sungguh baik-baik saja.
Jadi, ceritakan lagi tentang dia, oke?
Tidak! Tidak!
Ibu akan marah.
Ceritakan apa yang terjadi hari itu!
Lepaskan aku!
Berhentilah jadi anak nakal!
Aku benci ibu!
Seniman begitu aneh.
Menulis bukanlah seni!
Itu fantastis!
Sekarang kau hidup dalam kemewahan karena putramu seorang dokter.
Jika putraku memenangkan medali emas di Olimpiade,
dia bahkan takkan melihat kalian semua.
Kalian semua cuma omong kosong.
Putra kalian bahkan tak muncul di acara peringatan leluhur.
Ayah! Ayah!
Sheriff, kau yang paling beruntung dari kami semua.
Adanya putramu di sisimu memang yang terbaik, bukan?
Kenapa kau begitu ceroboh?
Anu...
Sungguh
Dia menulis tentang kota kita. Aku melihat foto di dinding.
Oke, aku mengerti.
- Duduk sana dan makan. - Chan Shik, minumlah sini.
[Saat itu. Sebuah suara terdengar...]
Aku tak bermain denganmu lagi.
Lepas! Ini sakit.
Apa kau tetap berhubungan dengan teman-temanmu?
Geng empat-sekawanmu terkenal pada waktu itu.
Kami tak berhubungan lagi.
Sialan, biarkan aku bicara juga.
Apa yang salah dengan dia?
Lepaskan aku!
Aku punya hak untuk bicara!
Toh, kalian semua ingin aku yang bicara!
Sheriff, kenapa kau menentang bisnis perikanan?
Apa kau menyembunyikan emas atau sesuatu?
Hentikan!
Mengubahnya menjadi tempat pemancingan, tapi keuntungan apa yang kita dapat?
Jika itu tak berhasil, kita mengubahnya lagi.
Apa kalian tahu siapa yang tinggal di rumah itu?
Penulis dengan penjualan terlaris.
Apa kalian tahu apa artinya?
Pikirkan saja semau kalian.
Aku selangkah di depan kalian semua.
Tunggu saja dan lihat. Penulis itu akan memberi makan kota kita.
Tunggu saja!
Yeon Hee!
Ibu tak bisa bekerja karena berisik!
Ibu akan marah!
Kau pikir ibu tak bisa membuka ini?
Kau...
Yeon Hee.
Siapa itu?
Yeon Hee.
Yeon Hee!
Yeon Hee!
Yeon Hee!
Yeon Hee!
Yeon Hee!
Yeon Hee! Yeon Hee!
Yeon Hee!
Buka pintu, Yeon Hee!
Yeon Hee!
Apa yang terjadi padamu?
Kau baik-baik saja?
Temanku menceritakan kisah itu.
Ibu, aku takut.
Ayo pergi.
Ayo pergi, Yeon Hee.
Bertahanlah sebentar lagi.
Bertahanlah sebentar lagi.
Tak masalah cerita padaku.
Cerita pada ibu.
Ibu akan berada di sisimu.
Ceritalah.
Ceritalah
[Dia berbalik arah dengan senyum cerah...]
[Empat bayangan memakai topeng dalam gelap...]
[Jika kakiku patah, bisakah aku pergi ke Seoul?]
Bagus!
Aku sudah bilang kau akan melakukannya!
Ini akan menjadi kesuksesan besar!
Baek Hee Soo masih hidup!
Terutama, bagian ini.
"Siapapun bisa menjadi kriminal, dan siapapun tak bisa."
Ini taglinenya!
"Sebuah rahasia mengerikan tersembunyi di kota yang damai.
Bagaimana seseorang bisa begitu kejam?
Apa ini kisah nyata?
Anggap saja seperti itu.
Maka ini akan lebih kontroversial.
Mari kita tandatangani kontrak!
Melalui faks saja.
Faks? Tentu!
Nomornya masih sama, kan?
Aku akan kirimkan segera!
Aku akan membuatnya langsung kali ini!
Baek Hee Soo muncul kembali dengan sukses setelah dua tahun vakum.
Dia memegang posisi teratas lagi dalam minggu ini.
Melalui pembunuhan di sebuah kota,
dia dipuji atas penggambaran moral manusia dan sentralisme kelompok.
Bukunya menjadi bestseller selama empat minggu.
Rentetan ini tak berakhir.
Insiden ini terjadi di Villa John Bates.
Misionaris John Bates menyelamatkan banyak orang selama perang Korea dan...
Kenapa kau sangat suka perahu tua itu?
Ibu membelinya untukku.
Aku?
Ya, saat aku berusia tiga tahun.
Yeon Hee, apa kau mau sesuatu?
Ibu.
Ya?
Bagaimana dengan temanku?
Temanmu?
Ya?
Bagaimana bisa kau melakukan ini lagi? Apa kau mencoba menghancurkanku?
Apa maksudmu?
Apa maksudku? Kau tidak tahu?
MBN! Nyalakan TV! Channel 28! MBN!
Halo?
Penulis Baek Hee Soo diduga memplagiat buku sebelum tahun 2005.
Apakah di korea, kita masih memiliki penulis dengan hati nurani?
Jung Eun Gab melaporkan.
Buku bestseller, 'Jurang Terdalam', dituduh sebagai plagiarisme.
Ini diduga salinan 'Akhir Tragedi', yang diterbitkan pada tahun 1992.
Buku itu bukanlah buku bestseller.
Tapi mereka yang telah membacanya mengklaim bahwa telah terjadi plagiarisme.
Ini persis sama.
Sebuah vila tepi danau dan lagu itu sama.
Nama tokoh utama dan bahkan endingnya sama.
Tunggu!
Bagaimana ini terjadi?
Aku perlu mengetahuinya sebelum melakukan konferensi pers!
Apa kau mencoba membunuhku?
Kenapa kau menyerangku? Halo?
Brengsek!
Biar kutanya langsung padamu.
Kau sungguh belum membaca buku itu?
Bisa saja itu ada di rak bukumu!
Tidak!
Apa kau melihat berita? Apa kau membaca artikel?
Semuanya sudah berakhir!
Ada yang tidak beres.
Ada kesalahpahaman!
Aku tak memplagiatnya! Putriku Yeon Hee tahu!
Hentikan mengenai Yeon Hee!
Hentikan. Dia tak bersalah.
Pokoknya, kita tak usah bertemu lagi.
Yeon Hee!
Apa yang terjadi?
Yeon Hee, kau di mana?
Apa kau mencoba membunuh ibu?
Kau melihat buku itu dan cerita pada ibu, kan?
Di mana kau Yeon Hee?
Jawablah!
Yeon Hee!
Buka pintu!
Kembalikan Yeon Hee padaku!
Mana bisa kau membawanya pergi tanpa memberitahuku?
Bisa-bisanya kau!
Buka pintu! Aku takkan membiarkan ini!
Hentikan!
Berhenti apa?
Siapa yang menyuruhmu membawa putriku?
Yeon Hee, kau di mana?
Aku dengar tentang buku itu.
Berhenti menyalahkan Yeon Hee.
Aku tak pernah memplagiat apapun.
Yeon Hee tahu itu! Bawa Yeon Hee ke sini!
Bawa Yeon Hee ke sini!
Tolong hentikan!
Akan berat menghadapi kenyataan ketika kita sulit menanganinya.
Karena kita tidak tahan dengan rasa sakit.
Jadi kita menyangkal dan memutarbalikkan fakta.
Kita memilih menyakini keyakinan kita sendiri, bukannya realitas yang menyakitkan.
Lalu banyak masalah bisa diselesaikan.
Ide siapa untuk pergi ke sana?
Meskipun dia merekomendasikan itu, aku juga perlu perubahan.
Ini kelihatannya editormu yang merekomendasikan itu.
Apa itu penting?
Apa kau tidur nyenyak?
Apa tidak nyenyak?
Langsung saja ke intinya.
Baiklah.
Apa kau masih percaya Yeon Hee bercerita itu padamu?
Kenapa kau mengulangi pertanyaan yang sama?
Di mana Yeon Hee sekarang?
Kenapa aku harus menjawab pertanyaan itu?
Jawablah! Di mana Yeon Hee?
Aku tak mau.
Jawablah!
Yeon Hee...
Aku tak pernah membaca buku itu.
Sumpah, apa kau dengar?
Halo?
Apa kau ingat kecelakaan Yeon Hee?
Kesalahan?
Aku tak pernah melakukan kesalahan!
Mana bisa kau mengatakan itu padaku?
Aku mencuri cerita itu?
Apa kau juga berpikir begitu?
Kau tidak tahu?
Kau tak mengerti apa yang kukatakan?
Kecelakaan itu terjadi dalam bak mandi. Ingat?
Diam!
Putrimu sangat cantik.
Apa yang kau lakukan?
Yeon Hee, ibu sedang mengalami kesulitan.
Tolong beritahu ibu lebih banyak tentang dia.
Kenapa kau menghilang seperti itu? Ini bahaya.
Yeon Hee.
Yeon Hee...
Apa dia percaya Yeon Hee masih hidup?
Dia membuat alasan.
Seperti, "Aku tak memplagiatnya." "Aku mendengarnya dari putriku."
Dalam kondisinya, dia pasti sering mengatakan itu.
Dia tak pernah menyebut Yeon Hee pada saat itu?
['Jurang Terdalam' adalah hasil plagiarisme.]
[Penulis Baek Hee Soo memplagiat buku barunya, 'Jurang Terdalam'.]
[Bisakah kita masih mengijinkan plagiarisme di Korea?]
[Kim Young Joon, keluar!]
Berikan teleponnya ke bosmu!
Aku tak punya waktu untuk bicara dengamu, brengsek!
[Mendiang putrinya menceritakan kisah itu? Baek Hee Soo, seorang pesakitan?]
Siapa Choi Soo Jin?
Kau terus bertanya padaku pertanyaan yang sama.
Choi Soo Jin menghilang pada tahun 1988.
Kecelakaannya terjadi di vila itu.
Kenapa kau berpikir begitu?
Aku tahu sulit bagimu untuk percaya padaku.
Jadi seseorang membunuh Choi Soo Jin selagi vila sedang diperbaiki.
Dan seseorang menguburkannya di sana.
Ini cerita yang sama dalam novelmu.
Aku bersumpah terjadi sesuatu di sana.
Dan aku mendengar melalui Yeon Hee.
Kenapa kau tak bisa mempercayaiku?
Aku tak pernah membaca buku itu!
Bagaimana menurutmu?
Dia telah mengatakan hal yang sama beberapa hari terakhir.
Jadi menurutmu cerita dalam buku itu adalah kenyataan?
Jika itu kenyataan, berarti plagiarisme itu tak berdasar.
Tapi masalahnya adalah plagiarisme tersebut.
Rasa takut tidak mampu menulis lagi telah membutakannya.
Aku bertemu dengan editormu.
Mereka tak mau menderita kerugian lagi karena kasus ini.
Apa kau mempercayaiku?
Karena mereka yang mempromosikan ini, mereka mengalami pukulan berat.
Merekapun melelang perusahaan itu untuk dijual.
Semua yang tersisa adalah pengakuan darimu
Yeon Hee di sana.
Apa kau bahkan tahu hari ulang tahun Yeon Hee?
Apa warna atau makanan kesukaannya?
Hentikan ini.
Kapan kau pernah memberi perhatian untuk Yeon Hee?
Memang benar.
Jangan libatkan Yeon Hee dalam omong kosong ini.
Kumohon.
Tapi bagaimana dengan temanku?
[Akhir Tragedi]
[Buku ini didasarkan pada pertemuan istriku dengan seorang gadis.]
[Juli 1999. Dari Villa Bates.]
Siapa itu?
Apa Lee Gab Jae tinggal di sini?
Lee Gab Jae?
Dia meninggal secara menyedihkan.
Ini sudah lebih dari sepuluh tahun.
Sebuah rumah sakit reyot menghubungiku.
Tak ada upacara pemakamannya.
Dia meninggalkan istrinya dan keluyuran untuk menulis.
Istrinya sangat menderita.
Dia pria busuk.
Kau tahu apa yang lucu?
Bahkan saat istrinya menelpon, mengatakan bahwa dia sakit,
[Choi Soo Jin menghilang, pembunuhannya tak diketahui] Bahkan saat istrinya menelpon, mengatakan bahwa dia sakit,
dia tak menjawab dan tak datang saat istrinya meninggal.
Setelah sekian bulan berlalu, dia membawa buku itu.
Dia berkata bahwa dia bersama mendiang istrinya.
Ini gila.
Ini.
Kami tak pernah bisa memaafkannya.
Siapa yang percaya saat dia menggunakan mendiang istrinya untuk menjual bukunya?
Dia tak mau mendengarkanku.
Kau mau ke mana?
Penulis 'Akhir Tragedi' menulisnya dengan mendengarkan mendiang istrinya.
Jadi, kau mau ke sana? Apa yang mau kau lakukan?
Ada sesuatu di rumah itu.
Itu membuatku menulis cerita yang sama. Aku tak memplagiatnya.
Apa kau tak sadar kalau Yeon Hee meminta bantuan?
Hentikan!
Aku bosan dan lelah dengan tingkahmu ini.
Berapa lama orang harus menderita karenamu?
Setelah kematian Yeon Hee, aku tak pernah mengatakan sesuatu padamu.
- Kenapa kau tak bisa mengakuinya? - Ya!
Aku tak bisa mengakui itu.
Aku tak mau!
Putri kita, Yeon Hee,
ada di sana.
Aku tak pernah membaca buku itu. Tak masalah jika kau tak percaya padaku.
Aku akan mencari beberapa bukti.
Bukti?
Bukti apa?
Baiklah, kita anggap kau menemukannya.
Selanjutnya, apa yang mau kau lakukan?
Aku tidak tahu.
Apa maksudmu tidak tahu?
Hanya satu hal yang penting bagimu.
Kau melakukan ini agar kau tak mendengar bahwa kau telah memplagiat!
Jika kau melakukan ini, aku takkan pernah menemuimu lagi.
Saat pertama kali aku bertemu denganmu,
kau mengatakan ini padaku,
"Jika ada seseorang terakhir yang akan mempercayaimu, orang itu adalah aku."
Ingat?
Kau tak perlu mengkhawatirkanku.
Toh, aku pikir kau takkan khawatir.
Karena hidup kita terpisah sekarang.
Villa di danau
Choi Soo Jin, menghilang
Empat tersangka
Selama perbaikan vila
Guru Sekolah Anak Montessori
Sekolah Anak Montessori
Wanita yang tinggal di sekolah anak di belakang stasiun.
Dia agak gila, jadi sulit untuk bicara dengannya.
Yeon Hee?
Yeon Hee! Yeon Hee!
Yeon Hee! Yeon Hee!
Yeon Hee!
Yeon Hee!
Yeon Hee!
Yeon Hee!
Buka pintu, Yeon Hee.
Ibu harus mengatakan sesuatu padamu.
Tolong buka pintunya.
Yeon Hee.
Ibu...
Ibu...
Ibu...
Maaf...
Ibu minta maaf...
Ibu minta maaf...
[Ruang Kepala Sekolah]
[Akhir Tragedi]
Jadi apa maksudmu?
Tempat yang sama, karakter yang sama, peristiwa yang sama.
Bagian terakhir tak hanya dijiplak. Ini tiruan serupa.
Hee Soo bisa menulis sesuatu yang baru bahkan tanpa diketahui para ahli.
Dia takkan meniru secara terang-terangan.
Apa maksudmu?
Jadi kau percaya perkataan Hee Soo?
Bahkan jika dia bilang dia benar-benar memplagiat,
Setidaknya, aku harus percaya padanya.
Baek Hee Soo itu pesakitan. Kau tak seharusnya meninggalkan dia seperti itu.
Mungkin dia sudah menemukan bukti bahwa dia tak memplagiat.
Tapi kenyataan itu tak ada.
Ketika kebenaran tak bisa ditemukan,
orang akan mencari beberapa cara untuk membuatnya nyata.
Jadi mereka membuat diri mereka menjadi korban.
Tunggu...
Tunggu sebentar!
Tunggu sebentar!
Tunggu sebentar!
Tunggu...
Ini hanya sebentar saja! Aku mau tanya sesuatu!
Ini tentang Choi Soo Jin! Tentang putrimu!
Ada sesuatu di rumah itu, kan?
Bibi tahu apa itu, kan?
Soo Jin...
Kau sudah menyelidiki permintaanku?
Aku membahayakan diri demi hal ini.
Jika aku tertangkap, aku bisa dipecat
Tunggu, aku menemukan sesuatu.
Laporan hilangnya Choi Soo Jin, 1988.
Tapi ini telah dibatalkan.
Dibatalkan?
Mungkin ada dua alasan untuk ini.
Entah itu laporan palsu atau dia ditemukan.
Mungkinkah dia sudah mati?
Kalau itu harusnya ada laporan kematian.
Tapi kelihatnya tak ada, berarti dia belum mati.
Apa kau mengenalnya? Mau kucarikan lagi infonya?
[Permintaan Kehadiran]
Yeon Hee, ibu harus bekerja sekarang.
Ibu tak bisa bekerja jika kau terus mengatakan hal aneh.
Kau mau ibu hukum?
Berhentilah makan dan masuk kamarmu.
Kenapa kau di sini?
Si jalang itu ke sini untuk menghancurkan kita.
Di mana wanita jalang itu?
Wanita jalang!
Mati kau!
Aku bunuh kau, pelacur!
Apa kami terlihat seperti pembunuh bagimu?
- Dasar wanita jalang! - Ada apa?
- Ini takkan menyelesaikan apa-apa! - Kau minggir saja dulu.
Bisnis perikanan menguap sudah.
Nona Song meninggal karena wanita jalang itu!
Dia penulis sialan.
Dia menghancurkan orang-orang baik di kota ini!
[Empat tersangka] Dia menghancurkan orang-orang baik di kota ini!
Dasar pelacur!
[Empat bayangan memakai topeng] Dasar pelacur!
[Empat bayangan memakai topeng]
Wanita itu pasti 'sakit'.
Dia tidak normal.
Minggir, nak!
Tolong hentikan.
Apa-apaan kalian semua?
Kalian...
Apa yang kalian sembunyikan?
Lihatlah apa yang diucapkannya!
Hentikan!
Kami tak bertanggung jawab atas apa yang terjadi padamu jika kau di sini lebih lama.
Kalian semua membunuhnya.
Tinggalkan kota ini sekarang sebelum terjadi sesuatu!
- Kalian semua membunuh Soo Jin! - Chan Shik, bawa dia pergi.
Kalian semua membunuhnya! Kalian semua membunuhnya!
- Kalian semua membunuhnya! - Penulis Baek, hentikan!
Kalian semua membunuh Soo Jin!
Kalian semua membunuh Soo Jin!
Kenapa kau mencarinya padahal dia ke Seoul?
Kau tahu Choi Soo Jin, kan?
Kota ini gempar karenamu.
Kau membuat kami menjadi penjahat.
Tolong jangan kembali. Jika sheriff tahu...
Katakan padaku!
Apa dia benar-benar pergi ke Seoul?
Dia berencana pergi ke Seoul bersamaku setelah kami lulus.
Tapi seorang pria dari Seoul datang.
Dia jatuh cinta dengannya dan melarikan diri.
Paman Yang pergi ke Seoul untuk bertemu anaknya.
Dan dia melihatnya di jalan.
Dia bilang perutnya membesar seperti gunung.
Dan dia tersenyum lebar.
Aku sangat benci padanya.
Tapi apa yang bisa kulakukan sekarang?
Kami menjalani kehidupan terpisah sekarang.
Penulis Baek.
Orang-orang yang tinggal di sini orang baik dan jujur.
Kau menulis cerita itu dari imajinasimu.
Tolong jangan ganggu kami lagi.
Apa yang kuperbuat?
Hee Soo, di mana kau sekarang?
- Seseorang mati karena aku. - Apa?
- Karena aku. Karena aku. - Hee Soo! Hee Soo!
Semua orang terluka.
Apa yang terjadi? Kau di mana?
Apa Soo Jin benar-benar mati?
Apa aku benar-benar mencintai Yeon Hee?
Jujur, bisa saja aku membaca buku itu.
Tenangkan dirimu dan jangan tutup teleponnya.
Sekarang aku juga tak bisa mempercayai diriku sendiri.
Aku akan menyusulmu sekarang. Kau di mana?
Aku tak bisa mempercayai diriku sendiri lagi.
[Memakai penjepit.]
Hey!
Lama kita tak bertemu!
Dokter Park!
Badanmu masih tampak sama.
Aku sudah bilang sembunyilah di suatu tempat.
Kau akan melakukannya malam ini, kan?
Aku ada seminar besok.
Aku tak bisa di sana lebih dari sehari. Aku ada ujian akhir.
Berhenti berpura-pura. Memang hanya kau yang sibuk?
Aku cuma omong saja.
Sial, ini tak boleh terjadi pada saat yang baik begini.
Tapi setelah kejadian seperti ini
mungkin kita bisa bertemu teman-teman dan pulang ke rumah.
Leavest | IDFL SubsCrew orang-gak-penting.blogspot.com
Bagaimana anak-anakmu?
Si sulung mulai sekolah SMP.
Aku iri dengan anak-anak yang mulai dewasa.
Hey!
Apa kau ke sini untuk jalan-jalan?
Tempat ini masih menakutkan.
Apa kalian punya rencana setelah mengeluarkannya?
Kau terlalu banyak bicara.
Ah, sial!
Hentikan, sialan.
Aku sudah menyuruhmu membuangnya di danau. Kita menaruhnya di tempat yang konyol.
Karena siapa?
Semua ini terjadi karena dia menyebut konstruksi gudang.
Benar kan. guru fisika?
Tapi penulis itu tahu sesuatu, kan?
Bagaimana dia tahu tentang ruangan itu?
Aku tidak tahu, bodoh.
Apa kita harus melakukan ini?
Kita pernah bersenang-senang di sini.
Terkunci?
Minggir.
Jangan berdiri saja. Carikan sesuatu untuk mendobrak!
Kau tidak mau?
Apa aku saja?
Cepat.
Hey, carikan sesuatu untuk mendobrak pintu.
Terserahlah. Aku lapar.
Bagaimana bajingan itu bisa menjadi guru?
Minggir.
Bam!
Sial, sakit.
Satu, dua...
Apa di sini?
Tunggu! Sepertinya tepat di sini.
Tunggu!
Apa kau mendengar sesuatu?
Berhenti bicara omong kosong. Teruslah bergerak.
Tidak, aku mendengar sesuatu.
Apa kau sudah gila?
Cepat kembali ke sini.
Aku minta maaf ini ada perjalanan bisnis saat kau hamil.
Lagu nina-bobok?
Apah dia tahu suara ayahnya?
Apa yang kulakukan di kampung halamanku?
Ya ampun.
Kampung halaman yang pernah kutinggali.
Jang Sung Tae, cepat!
Oke, aku datang.
Apa-apaan kau?
Apa ini?
Siapa kau?
Sial!
Tangkap dia!
Cepat tangkap dia!
Apa yang kau tunggu?
Hey, kau!
Siapa kau?
Buka!
Tunggu sebentar!
Apa dia di sini karena buku itu?
Sial, ini bikin pusing.
Mari kita lakukan lain kali.
Ini membuatku gila!
Tidak ada namanya "lain kali"!
Dia pergi keluar!
Berhenti!
Apa yang terjadi?
Tetap tenang! Tetap tenang!
Satu, dua...
Pergi dan tangkap dia!
Itu dia!
Di mana?
Lewat sini!
Keparat bodoh!
Sial!
Kau tak apa? Kau tak apa?
Lepaskan aku!
Di sini! Di sini!
Bantu aku!
Penulis Baek! Darah!
Apa yang terjadi?
- Bantu aku. - Ada masalah apa?
Ada orang berbahaya yang mengejarku!
Mereka datang! Kita harus pergi!
Kita harus lari!
Mereka bukan orang berbahaya!
Aku sudah bilang cepat pergi dari sini.
Chan Shik, kau sudah makan?
Sheriff sedang mencarimu.
Apa kau sungguh akan ke Seoul?
Apa hubungannya denganmu?
Setelah aku menjadi penulis terkenal, aku akan kembali pulang...
Kau tidak tahu kenapa aku melakukan ini?
Aku sudah bilang aku akan segera lulus, jadi tunggu sedikit lagi.
Aku tak melihatmu sebagai pria.
Pergilah ke ibumu.
Jangan menguji kesabaranku.
Kau pikir aku akan membiarkanmu pergi seperti ini?
Apa yang kau lakukan?
Apa yang salah denganmu?
Kau tahu?
Tak peduli seberapa keras aku berpikir,
Aku sungguh tak mengerti bagaimana kau tahu semuanya.
Hanya kami yang tahu.
Bagaimana kau tahu?
Bagaimana?
Kau mengerti kenapa aku melakukan hal ini, kan?
Apa yang kau lakukan pada Soo Jin?
Kau tidak tahu?
Setelah kau menuliskan semuanya dalam buku itu?
Tapi ada sesuatu yang berbeda dari buku itu.
Apa cantiknya dia sampai dia begitu selama dua tahun?
Aku tak bisa memahaminya dengan kepalaku.
Apa kita harus berbuat sejauh ini?
Tinggalkan dia sendiri.
Dia ingin tinggal sekamar dengannya.
Itulah cinta.
Cinta? Dengkulmu.
Apa yang kau lakukan?
Sini.
Aku lapar.
Ini jauh lebih baik.
Itu sinyal.
Ayo.
Pemandangan yang bagus!
Siapa kau?
Siapa kau!?
Bangun!
Apa yang kau lakukan?
Apa kau gila? Hati-hati.
Aku mengerti. Ini kesalahan.
- Kesalahan? - Apa yang terjadi denganmu?
Ini kesalahan!
Bisakah kau pergi ke Seoul dengan kaki yang patah?
Akan kubunuh kau!
Terima ini!
Rasakan!
Terima ini!
Hentikan!
Aku akan membunuhmu lebih dulu!
Hentikan!
Chan Shik...
Kapten.
Apa yang terjadi?
Bukan aku.
Aku tak melakukannya.
Apa yang akan kita lakukan sekarang?
Bahkan jika kita memindahkan mayat itu,
wanita itu sudah mendengar semuanya.
Akan kubunuh wanita jalang itu!
Kau mau membunuh lagi?
Sialan.
Diam.
Kita selesaikan dulu satu per satu.
Kalian semua keterlaluan.
Kau tahu apa yang terjadi pada kota kami karena penulis itu?
Dia bilang dia datang ke sini, dan aku tak bisa menghubunginya sekarang.
Berapa kali harus kubilang? Dia kembali ke Seoul.
Kalau begitu tunjukkan bagaimana menuju ke vila.
Halo.
Pria dari Seoul kembali lagi. Dia sedang mencari penulis itu.
Mereka meremehkan karena kita orang udik.
Orang-orang kota semuanya sama.
Apa kau Sheriff?
Aku mendengar tentang penulis itu.
Harusnya kuhentikan dia saat dia menulis tentang kota ini.
Aku mengantisipasi hal yang tak berguna.
Pergilah ke rumahnya di Seoul.
Dia mungkin sedang mandi air panas.
Tapi tidakkah ini aneh?
Aku pikir aku melupakan semuanya.
Tapi aku ingat semuanya dengan datang ke sini.
Tutup mulutmu!
Aku ingat semua itu bahkan setelah 20 tahun.
Aku ingat wajah Soo Jin.
Dan juga, suara napasnya.
Soo Jin begitu cantik.
Apa dia terlihat sama?
Hentikan!
Kalian semua juga ingat, kan?
Sudah kubilang tutup mulut!
Kau mau kukubur juga? Keparat!
Hentikan!
Hentikan?
Berhenti apa?
Kakiku patah karena wanita jalang itu!
Aku ada pertandingan bulan depan.
Itu kompetisi nasional!
Aku ingin menyelesaikan ini secepat mungkin dan pulang ke rumah.
Mengerti?
Brengsek kau.
Dasar lumpuh.
Apa yang terjadi?
Kau mungkin berpikir aku Jang Sung Tae yang dulu.
Tapi tidak, keparat.
Aku di posisi keempat pertandingan angkat besi Asian Games tahun 1992.
Sial!
Tak ada di sini! Tapi ini tempat yang tepat!
Kenapa tak ada di sini? Kenapa tak ada?
Katakan padaku.
Bagaimana kau tahu?
Apa kau memplagiat buku seperti yang orang-orang bilang?
Atau apa kau benar-benar melihat Soo Jin?
Tapi itu tidak mungkin.
Katakan sesuatu!
- Kau ingin membuatku marah? - Chan Shik!
Chan Shik, dia ada di sini!
Dia ada di sini!
Bajingan, apa maksudmu?
Soo Jin di sini!
Dia mendatangiku! Apa-apaan ini?
Ini semua karena dia.
Kakiku patah karena dia! Aku akan membunuhnya!
Bajingan kau!
Beraninya kau menghina Penulis Baek!
Terima ini, bajingan!
Ini bukan waktunya untuk begini!
Hentikan!
Lepas!
Apa yang kau lihat?
Apa yang kau lihat, hah?
Bajingan kau!
Tubuhnya hilang!
- Apa? - Aku sudah bilang!
Soo Jin masih hidup!
Apa katamu?
- Soo Jin apa? - Keparat bodoh.
Dia ada di sini!
Tolong!
Kau pergi ke luar.
Aku?
Tak ada yang tahu kita di sini, bodoh!
Pergilah, cepat!
Jika kau menelepon, katakanlah sesuatu!
Apa kau melakukan sesuatu?
Apa benar penulis itu pergi ke Seoul?
Ya, kami mengejarnya sampai keluar kota. Dia menjadi takut dan kembali ke Seoul.
Bagaimana dengan vila?
Chan Shik pergi untuk memastikan.
Harusnya dia sudah di sini sebentar lagi.
Dia mungkin terlambat karena saljunya deras.
Ada yang datang. Diamlah.
Bodoh!
Bisa-bisanya kau membawanya ke sini?
Dia datang mencarinya.
Apa yang akan kita lakukan?
Apa yang akan kita lakukan dengan mereka?
Mereka melihat wajah kita.
Mereka melihat wajah kita semua!
Kau baik-baik saja?
Itu ulahmu, kan?
Kau memindahkan tubuhnya, kan?
Di mana kau menyembunyikannya?
Katakan sebelum kau menyesalinya! Kami sedang kesal sekarang!
Di mana?
Kenapa aku harus menjawabnya?
Sial!
Di mana kau menyembunyikannya?
Gunakan otakmu.
Sialan!
Penulis Baek!
Kau tak seharusnya melakukan ini. Kami bukan orang jahat.
Apa kau benar-benar memindahkannya?
Memangnya mayat bisa jalan sendiri, bodoh?
Di mana Soo Jin?
Bajingan gila.
Penulis Baek, tolong jangan lakukan ini.
Baik dulu ataupun sekarang, kau tetap tak punya otak, keparat!
Ayah dan anak sama saja, dasar kalian otak udang!
Bajingan kau!
Aku pergi, brengsek.
Mati sana!
Kau benar-benar keparat!
Kau seorang dokter di Seoul, dan dia jadi guru berkat aku!
Apa aku memintamu hidup sia-sia begini?
Apa kau mau kuumbar semuanya?
Aku takkan rugi apa-apa!
Apa yang mau kau umbar?
Minggu depan bayiku akan lahir.
Kau yang menyuruh kami.
Apa perbuatan kami salah?
Hentikan! Hentikan!
Katakan padaku, sialan!
Hidup siapa yang mau kau hancurkan?
Semua ini salah siapa?
Kau pikir aku masih yang dulu?
Darah...
Sialan...
Semuanya gila.
Aku harus keluar dari sini.
Gila.
Tolong bawa aku.
Bangun.
Cepat pergi.
Hee Soo, cepat pergi.
Pergilah dan telpon polisi.
Tunggu, tunggu.
Cepat pergi!
Penulis Baek.
Cepat pergi!
Tunggu, tunggu.
Penulis Baek.
Cepat pergi!
Penulis Baek!
Penulis Baek, tolong tunggu.
Istriku...
Penulis Baek, aku tak bermaksud melakukan itu.
Penulis Baek.
Penulis Baek!
Soo Jin itu tak disengaja.
Dan temanku tadi... itu juga tak disengaja.
Penulis Baek, kau tahu... aku tak bermaksud melakukan itu.
Penulis Baek!
Penulis Baek!
Aku sudah bilang paman Yang melihat Soo Jin di Seoul!
Aku tak melakukannya dengan sengaja.
Penulis Baek!
Penulis Baek...
Kenapa kau seperti ini?
Aku tak melakukan apapun!
Kenapa kau melakukan ini padaku?
Penulis Baek!
Tolong dengarkan aku.
Karena paman Yang melihatnya, aku pikir dia masih hidup.
Jadi, jika kau dengarkan dulu ceritaku...
Penulis Baek!
Tunggu sebentar.
Aku tak melakukannya dengan sengaja.
Penulis Baek, di mana Soo Jin?
Di mana Soo Jin?
Kenapa kau menggangguku?
Apa yang terjadi?
Chan Shik!
Chan Shik!
Chan Shik, buka matamu!
Buka matamu, nak!
Chan Shik! Jangan tinggalkan aku!
Ini tak boleh terjadi!
Tidak, Chan Shik!
Chan Shik!
Chan Shik, buka matamu!
Chan Shik!
Chan Shik!
Berhenti!
Maafkan aku.
Aku tak melakukannya dengan sengaja.
Mereka membunuh Soo Jin.
Harusnya kau sudah pergi saat aku menyuruhmu.
Kenapa kau mengungkit apa yang ingin kami lupakan?
Semua orang hidup dengan melupakannya.
Kenapa hal itu tiak boleh terjadi?
Kau tahu?
Hentikan.
Jika kau bicara terlalu banyak, hal ini akan menjadi lebih sulit...
Kenapa kau begitu padahal kau tahu?
Kau takkan bisa mengerti.
Lagipula ini sudah terlambat.
Anak-anak bodoh itu harusnya hidup dengan baik jika mereka diberi kesempatan.
Ya!
Pembangunan akan dilakukan minggu depan.
Apa kau bergurau denganku?
Jika aku mengatakan demikian, itu akan terjadi.
Sudah bilang jangan main-main di sini!
Chan Shik!
Apa kau sudah membersihkan gudang?
Bisa kuselesaikan sebelum pemeriksaan oleh bupati.
Oke, oke.
Kau yang urus khalayak umum dan bawa banyak wartawan!
Oke, oke.
Dasar anak-anak bandel.
Sheriff... tolong...
Siapa yang melakukan itu?
Aku tidak tahu.
Salah satu dari mereka berempat mungkin melakukannya.
Jika kau ingin tahu, itu tak boleh terjadi.
Kau gila!
Kau sudah gila!
Jadi, meski kau penasaran...
Bahkan jika sulit buatmu...
Kau harus tahu bagaimana hidup dengan sabar.
Kami telah hidup seperti ini selama 20 tahun,
tapi kau merusak segalanya.
Karena semuanya berakhir seperti ini,
mana bisa aku memaafkanmu?
Hee Soo!
Hee Soo!
Hee Soo!
Hee Soo!
Sialan!
Hee Soo!
Yeon Hee, bagaimana kalau kita main?
Hee Soo! Hee Soo!
Hee Soo! Hee Soo!
Myung Su!
Anakku!
Kenapa kau di sini, nak?
Hee Soo!
Hee Soo! Hee Soo!
Young Joon!
Kau baik-baik saja?
Kau kedinginan?
Bagaimana Hee Soo?
Ini tak masuk akal!
Jika aku menulis cerita tentang bagaimana anumerta Yoo Kwan-soo disiksa,
apakah itu plagiarisme?
Bodoh!
Sialan.
Tak peduli seberapa keras aku mencoba, aku tak bisa mencabut tuduhan plagiarisme.
Tak ada yang percaya padaku.
Apa kita harus melakukan ini?
Aku tidak tahu apakah ini bodoh atau konyol.
Halo?
Itu yang sebenarnya!
Ini kebenaran yang nyata sialan!
Kau baik-baik saja?
Tepatnya, mendengar cerita Soo Jin dan menuliskannya adalah plagiarisme.
Aku memutuskan untuk tak menyangkal itu.
Tapi tetap saja.
Aku ingin menulis cerita lagi dengan cara yang sama sekali berbeda.
Mungkin, penulis dan putrinya akan menjadi karakter utama.
Dan juga, kau akan ada di dalamnya.
Apa kau sungguh baik-baik saja?
Aku sudah menetapkan pikiranku.
Jarang bagi penulis untuk keluar langsung.
Pers akan gempar.
Bukankah itu yang kau harapkan?
Apakah anda mengakuinya sekarang?
Ya, saya membaca naskah itu saat saya masih menjadi juri waktu itu.
Memang benar saya membaca naskah oleh penulis Sim Jung Yoon.
Entah itu dengan niat atau tidak, itu konsepnya sama.
Saya tidak ingin penulis baru menghilang karena kejadian ini.
Saya berharap dewan komite memutuskan apakah ini plagiat atau bukan.
IDFL SubsCrew .: http://idfl.me :.
Subtitle by: L.e.a.v.e.s.t
orang-gak-penting.blogspot.com
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.