All language subtitles for [SubtitleTools.com] Nanatsu no taizai S1 - 02

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese Download
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Kerajaan Liones

Ibu Kota Kerajaan Liones

Satu Bulan Lalu

Tolong buka pintunya!

Anda tidak bisa pergi ke mana-mana lagi!

Raja!

Raja!

Kau harus pergi, Elizabeth.

Aku tidak mau pergi sendirian! Ayah juga harus ikut!

Ayah akan baik-baik saja.

Tapi!

Pergilah, sebelum Kesatria Kudus masuk.

Akibat kudeta dari para Kesatria Kudus,

Putri Ketiga Kerajaan Liones, Elizabeth,

melarikan diri dalam marabahaya dan memulai petualangan

mencari Sang Legendaris Tujuh Dosa Mematikan.

Bagaimana?

Enak...

Namun, jalan yang dia ambil berliku.

Pada akhirnya, dia nyaris tertangkap.

Namun seseorang muncul menyelamatkannya.

Dia adalah Kapten Tujuh Dosa Mematikan,

Dragon's Sin, Meliodas!

Begitulah pertemuan mereka!

Meliodas

Dosa Sang Naga

Tujuh Dosa Mematikan

Ini adalah dongeng antara manusia dan makhluk dari dunia lain.

Sebuah kisah dahulu kala.

Para Kesatria Kudus yang melindungi negeri

memakai sihir yang sangat kuat.

Mereka ditakuti dan dihormati.

Namun di antara mereka,

ada yang mengkhianati negeri dan memalingkan pedang pada Kesatria lainnya.

Orang-orang memanggil mereka "Tujuh Dosa Mematikan."

Akan kuteriakkan cinta yang semestinya bergema

Nariyamanu ai wo sakebu yo

subete wo daite koko ni irunda

Semuanya akan kugenggam dalam tanganku

Di sinilah cahaya kita berada

Hikari wa soko ni aru yo

Yuzurenai omoi wo kakete

Berlari menembus perasaan tanpa gentar

Di ujung harapan itu, aku hidup

Kibou no hate wo boku wa ikiru yo

Yume wo tsunaida kimi to

Dalam mimpi yang menghubungkan kita

Hajimari wo itsuka bokura no te de umidasunda yo

Awal masa depan yang tercipta di tangan kita

Yasashii kimi no koe mo kitto sekai wo kaerareru

Dan suara lembutmu akan dapat mengubah dunia

Karena tak ada manusia yang dapat berdiri sendiri

Dare mo hitorikiri ja

tachiagare ya shinai kara

Kita rentangkan tangan kita satu sama lain

Tagai ni te wo nobashite

Menuju hari esok melewati berbagai batas

kagiri wo koeta ashita e

Akan kuteriakkan cinta semestinya bergema

Nariyamanu ai wo sakebu yo butsukariatte wakariaunda

Kita akan saling mengerti saat saling membenturkan kepala

Kita akan membuat sebuah jalur cahaya

Hikari wo tsukuridasu yo

Akiramenu omoi wo kakete

Melewati keinginan menyerahku

Di ujung harapan itu, aku akan hidup

kibou no hate wo boku wa ikiru yo

Inilah mimpi yang menghubungkan kita

Yume wo tsunaida kimi to

Elizabeth!

Y-Ya?

Coba lihatlah keluar.

Baik!

Ini bukan mimpi!

Aku benar-benar menemukannya!

Salah satu Sang Legenda Tujuh Dosa Mematikan.

Meliodas-sama!

Mungkin...

Anu... Pakaian ini...

Seragam barku.

Maaf karena seleranya yang buruk, ya.

Jadi aku hanya perlu mengumpulkan informasi soal Tujuh Dosa Mematikan

dari para pelanggan sembari bekerja, 'kan?

Informasi soal Kesatria Kudus juga boleh, kok.

Tenang saja, cuma periksa pas atau tidak.

Dasar bodoh! Padahal kita sudah dapat kembang toko, tapi kau bikin dia mau kabur?!

Pedang Kesatria Kudus

Episode 2

Anu, Meliodas-sama, ada yang ingin kutanyakan.

Tujuh Dosa Mematikan itu...

Meliodas-sama, apa Anda ini jahat seperti yang orang-orang katakan?

Jika benar, dosa seperti apa yang telah Anda perbuat?

Dosa seperti apa, ya...

Aku hanya merasa ada kesalahpahaman di sini.

Soalnya Anda menyelamatkan diriku yang tidak Anda kenal.

Sebenarnya...

Sepuluh tahun lalu, aku maling semua kancut perempuan yang kutemui di Liones.

A-Anda bohong, 'kan?!

Iya.

Sebenarnya, aku gerepe lebih dari seribu tetek perempuan.

Ma-Mana mungkin? Anda bercanda, 'kan?!

Iya.

Tolong jangan main-main!

Atau jangan-jangan Anda melakukan dosa yang tabu diberitahukan?

Begitulah.

Wah, bahaya!

Woi, woi!

Sampai juga, ya.

Target tempat mengumpulkan informasi selanjutnya...

Desa Bernia!

Arak yang kusetok di barku berasal dari penjuru kerajaan,

tapi arak dari Bernia berbeda.

Menggunakan air yang dipuji sebagai yang terbaik di Liones,

dan grout yang tumbuh di sisi sungainya, Bernia Ale sangat terkenal di kerajaan.

Tapi...

sepertinya sungai itu kekeringan.

Tumbuh-tumbuhan di sekitarnya juga layu.

Ada apa ini?

Orang-orangnya pada berkumpul!

Apa lagi ada festival?

Halo!

Orang dari Topi Babi—

Hari ini ada festival apa?

Hah? Apa ini terlihat seperti festival?

Kami sedang berusaha mencabut pedang yang ditancapkan Kesatria Kudus!

Pedang Kesatria Kudus?

Kenapa bisa begitu?

Sebenarnya, kemarin kami menyulut amarah Kesatria Kudus.

Pedangnya yang mengandung sihir

telah menyegel sumber air dalam tanah desa.

Kalau terus begini, tidak hanya airnya saja, tapi grout akan lenyap!

Jika itu terjadi, Bernia ale akan...

Sial!

Kesatria Kudus itu...

Jangan-jangan orang yang Meliodas-sama kalahkan?

Maksudmu si Twigo itu?

Dia bukan Kesatria Kudus, lo.

Lagian Kesatria yang asli tidaklah begitu.

Ketika pedang Kesatria Kudus ditancapkan, hanya Kesatria Kudus yang bisa mencabutnya.

Sebagai warga sini aku benci mengatakannya,

tapi desa ini sudah tamat.

Tapi...

Ah, kalian ini merengekkan apaan sih?

Mead!

Kenapa geger hanya karena pedang Kesatria Kudus?

Kalau diurus sama sobatku dari Tujuh Dosa Mematikan, pasti jadi lebih mudah.

Hei, Mead!

Kaupikir salah siapa bisa sampai seperti ini?

Bisa-bisanya sampai bawa-bawa nama Tujuh Dosa Mematikan!

Benar! Jangan buat Kesatria Kudus lebih marah lagi!

Kenapa kau malah menentang kami?!

A-Apa sih?!

Aku tidak bermaksud begitu.

Kami sudah muak dengan kebohongan dan keisenganmu!

Mead bodoh!

Aku benci kalian semua!

Warga sini juga membencimu, Mead!

Berisik bodoh! Dasar bodoh!

Kenapa aku dibawa-bawa?

Semua, hentikan!

Sepertinya kita datang di waktu yang salah.

Dia itu anak baik yang terus terang, tapi...

Dasar kau ini, tadi itu nyaris saja.

Hei, Bocah.

Barusan itu...

Kau juga bocah, 'kan?

Aku bukan bocah, tahu.

Apa ini... bar?

Topi Babi.

Ini barku.

Aku lapar.

Kalau kau jawab pertanyaanku, nanti kumasakkan.

Makanan dulu tapi.

Kelihatannya enak! Selamat makan!

Ancur!

Aku tidak bilang bakal enak, lo.

Jadi...

Apa itu benar?

Kalau temanmu itu Tujuh Dosa Mematikan?

Saking ancur rasanya, aku jadi lupa.

Aroma ini... Itu Bernia Ale, 'kan?

Nahlo, kau kan bocah, apa tidak apa-apa minum itu?

Sudah kubilang, aku bukan bocah.

Ra-Rasanya enak, 'kan?!

Ya.

Rasa manisnya kaya akan rasa, makanya ale terbaik!

Begitulah kata orang dewasa...

Oh, kalian kembali.

Mead-chan, kamu anak yang suka iseng, ya?

Kepala Desa bilang begitu, lo.

Apaan sih? Dasar cewek yang suka ikut campur.

Saat aku kecil juga ayahku memarahiku saat aku berbuat iseng.

Hah, terus kenapa?

Karena aku ingin menarik perhatiannya.

Karena dia bukan ayahku yang asli.

Suatu hari, aku memanjat pohon besar di taman

untuk mengejutkan ayahku.

Kemudian, wajah ayahku menjadi pucat, dan menyusul memanjat.

Dia tidak pernah memanjat pohon sebelumnya.

Sudah pasti dia akan jatuh dan terluka.

Aku...

tidak bisa melupakan kejadian itu hingga kini.

Misalkan ayahku meninggal saat itu...

Aku juga...

tidak bermaksud berbohong seperti itu.

Katakan saja.

O-Orang tuaku...

keduanya adalah seorang petualang.

Tapi beberapa tahun lalu, mereka menjadi korban epidemik saat berhenti di Desa Bernia.

Aku yang sebatang kara...

dibesarkan oleh penduduk desa mengantikan orangtuaku.

Aku sangat senang.

Tapi, aku tetaplah bukan bagian keluarga siapa pun.

Aku menjadi iri karena semuanya punya keluarga.

Mulailah aku berbohong dan iseng...

Apa kamu memasukan ulat di minuman Kesatria Kudus juga karena alasan itu?

Tidak! Itu karena Kesatria Kudus menghina kami!

Ini adalah hasil jerih payah terbaik kami tahun ini.

Silakan dinikmati.

Tidak enak.

Ini sedikit lebih enak dari kencing kuda.

Ja-Jangan!

Maafkan kami!

Para anak-anak dan orang dewasa bekerja keras tiap hari demi membuat ale terbaik.

Tapi dia...

Kesatria Kudus itu kurang ajar!

Terus, soal temanmu itu Tujuh Dosa Mematikan...

I-Itu bohong...

Begitu, ya. Tidak beralasan juga, ya.

Tapi kenapa kamu berbohong begitu?

Soalnya Tujuh Dosa Mematikan itu buronan Kesatria Kudus, 'kan?

Kalau Kesatria Kudus yang jahat mengejarnya,

berarti mereka itu orang baik, 'kan?

Ada apa?

Asalnya dari desa.

Mead!

Dengar baik-baik, Para Sampah!

Jika kalian tidak bisa mencabut pedang Kesatria Kudus hingga matahari tenggelam,

kami akan naikan pajak di desa ini sepuluh kali lipat!

Itu gila namanya!

Jangankan membayar sepuluh kali lipat.

Dengan air yang mengering, kami tak bisa membuat segelas ale pun!

Ini hukuman kalian!

Tidak hanya menghina Kesatria Kudus,

kalian bahkan mengaku kawan dari kriminal Tujuh Dosa Mematikan!

Sial, andai saja Mead tidak membual!

Mead?!

Kau lagi, ya.

Melihat bocah terus mencoba menariknya itu membosankan, tahu.

Tak lama lagi, pajaknya jadi dua puluh kali lipat, lo!

Mana mungkin kau bisa mencabutnya.

Hentikan saja!

Berhentilah mempermalukan kami lagi!

Sudah cukup!

Pak Kades...

Siapa yang melukai harga diri kita sebagai pembuat ale?

Apa itu Mead?

Bukan!

Anak itu selalu menghargai perasaan kita, 'kan?

Bi-Bibi?

Perkataan Pak Kades itu benar.

Yang salah bukanlah kau.

Hei, apa kalian tidak mendengar perkataan kami barusan?

Bakalan dua puluh kali lipat, tahu! Dua puluh kali lipat!

Wanita dan anak-anak mundurlah.

Mead.

Sip, ayo mulai!

Tidak bergerak sedikit pun!

Kami akan duduk dan menonton kebodohan kalian sembari meminum ale murahan.

Tercabut!

Tercabut!

Lihat raut putusasanya!

Maklum orang bodoh, ayo bersulang!

Orang yang tidak mengerti soal arak, tidak pantas minum ale ini.

Terima kasih minumannya.

Maaf, tapi aku tak bisa membayar apa pun.

Apa bayaran ini cukup?

Mustahil!

Pedang yang hanya bisa dicabut Kesatria Kudus...

...diangkat oleh bocah itu?!

Suara apa itu?

Kalian melupakan ini.

Ternyata memang hebat...

Jadi ini kekuatan Tujuh Dosa Mematikan.

Hei, jangan-jangan Kakak ini...

Ya.

Bukan "jangan-jangan" lagi. Aku hanya pemilik bar yang numpang lewat!

Bukan begitu!

Selain itu,

kau masih perlu melakukan sesuatu, 'kan?

Mead,

maafkan kami.

Maukah kau memaafkan kami?

Mau dimaafkan atau tidak...

Bagi orang sebatang kara sepertiku...

Ayo sana.

A-Apaan sih, bilang "Ayo sana"?

Aku... tidak mengerti maksudnya...

Mead.

Mead!

Mead!

Mead!

Apa pun kebohongan yang terucap,

kau tidak bisa menipu hatimu.

Untuk Meliodas dari Topi Babi!

Bersulang!

Aku...

tak yakin bisa bekerja dengan baik.

Karena ini pertama kalinya bagiku.

Aku jadi gugup.

Jadi begitu, ya. Baru pertama kali.

Bisa katakan sekali lagi? Sekali lagi saja.

Kenapa kau ini malah terangsang?!

Yah, untuk hari ini tidak perlu pikirkan untuk mengumpulkan informasi.

Fokuslah saja menjadi pelayan.

Apa pun kondisinya, anggap mudah saja.

Ba-Baik!

Akan kuanggap mudah!

Maaf! Aku benar-benar minta maaf!

Anda tidak memesannya?

Lo...

Sebelah sini!

Baik!

Kalau begini, makanan sisa bakalan numpuk.

Hei Mbak, kau tidak pernah bantu-bantu di rumah, ya?

Dilihat saja sudah ketahuan.

Sama sekali tidak lihai.

Hei, Mead. Jangan berkata sok hebat gitu.

Harusnya kau merenungkan tindakanmu.

Kalau kau sok hebat, nanti kami bawa ke Hutan Mimpi Putih, lo.

Eh, jangan dong!

Hutan Mimpi Putih?

Hutan besar yang dihindari oleh Kesatria Kudus!

Bibi, aku akan jadi anak baik, jadi tolong maafkan aku!

Bener enggak nih...?

Aku janji!

Jangan coba-coba sama bibi. Soalnya bibi akan mengawasimu!

Sekitar 7 Mil dari Tenggara Desa Bernia

Benteng Solgales

Ba-Barusan saja...

Kami dapat laporan dari prajurit di Desa Bernia.

A-Anak tidak dikenal telah...

...mencabut pedang Gilthunder-sama!

Pasti karena kebetulan anak itu—

Kaupikir pedang Kesatria Kudus bisa dicabut karena "kebetulan"?

Ti-Tidak, tapi...

Beri tahu arah dan jarak ke Bernia.

Yang tepat, ya.

Ya, baik!

Dari benteng ini, arah jam 4 ke tenggara,

sejauh 7.3 mil.

Tombakmu itu...

...boleh kupinjam?

Silakan.

Di arah sini, ya.

Apa tidak apa?

Dia keluar, lo.

Bukankah kau ingin menghiburnya?

Mau pipis.

Dasar, pemilik yang tidak bisa diandalkan.

Bar ini benar-benar dipertaruhkan di punggungku.

Meliodas-sama...

Ya.

Maafkan aku.

Padahal ini di tengah pekerjaan,

tapi saat melihat Mead dan yang lainnya, mendadak aku ingat ayahku.

Begitu, ya.

Kuharap dia selamat.

Sekitar sini... kali, ya...

Aku ini keterlaluan, ya?

Padahal bukan saatnya rindu rumah.

Apa sedikit ke kanan?

Orang-orang yang menderita di bawah penindasan Kesatria Kudus...

...padahal masih ada banyak.

Kalau kondisiku begini terus...

Aku jadi takut bagaimana ke depannya.

Tapi kau sudah menemukanku, 'kan?

Jika kau tidak berkeinginan melindungi orang-orang,

dan tidak sampai di barku,

semuanya takkan dimulai.

Ini adalah hal yang harus kulakukan.

Begitulah.

Aku juga punya hal yang harus kulakukan.

Meliodas-sama!

Gilthunder-sama!

Apa Anda tidak apa-apa?

Gilth—

Ternyata kau masih hidup rupanya...

Tujuh Dosa Mematikan...

Meliodas!

Meliodas-sama!

Meliodas-sama! Barusan itu jangan-jangan serangan Kesatria Kudus ke desa?

Mungkin saja.

Mungkin memang sebaiknya kita segera meninggalkan desa ini.

Tapi bagaimana jika desa ini diincar lagi?

Malah lebih berbahaya jika kita tetap berdiam diri di sini.

Apa kita punya tempat bersembunyi, ya?

Kalau tidak salah...

Ada apa?

Barusan, Mead bilang Hutan Mimpi Putih itu tempat yang tidak boleh dimasuki.

Bahkan Kesatria Kudus menolak memasukinya.

Tempat yang paling sempurna, tuh!

Jadi sudah diputuskan.

Tapi, kita tidak akan bersembunyi.

Kita akan melakukan hal yang harus kita lakukan.

Berjalan ke sana ke mari di jalanan buntu

Apa maksudmu?

Aku sudah muak dengan mimpi tiada akhir ini

Jangan-jangan...

Ya.

Mungkin di sana ada seorang.

Apalagi kita ini hidup di dunia yang fana

Ayo pergi!

Mencari teman!

Bukalah dan pulihkan diri jadi lebih bersemangat

Baik!

Semangat!

Bakarlah kayu bakar untuk menyalakan api

Karena perasaan itulah yang menjadi penggerak

Asal tetap bersinar terang, masa depan 'kan akan baik-baik saja

Kami berubah ke mode mengamuk

Membuat tujuh suara gelegar

Maju menuju hari esok yang menyilaukan

Kami berubah ke mode peledak

Lompat ke mana-mana dengan bergaya

Berkilau bagaikan berlian

Ayo pergi, kita 'kan terbang tinggi

Laporan Episode Selanjutnya

Episode 3

Dosa Hutan Tidur

Kostum Elizabeth telah berubah!

Namun, kekuatan bertarung dan pertahanannya tidak berubah!

Tidak, malahan menurun!

Tapi daya pikatnya sudah meningkat, 'kan?

Tidak, malahan kostum sebelumnya lebih baik.

Kau membuatnya memakai pakaian ini karena seleramu, 'kan?!

Tapi yang ini lebih memukau.

Tapi sudah sobek-sobek!

Itu malah lebih menarik!

Sudah cukup!

Selanjutnya

di "Nanatsu no Taizai."

Dosa Hutan Tidur.

Tolong jangan main-main dengan pakaian orang!

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.