Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Kerajaan Liones
Ibu Kota Kerajaan Liones
Satu Bulan Lalu
Tolong buka pintunya!
Anda tidak bisa pergi ke mana-mana lagi!
Raja!
Raja!
Kau harus pergi, Elizabeth.
Aku tidak mau pergi sendirian! Ayah juga harus ikut!
Ayah akan baik-baik saja.
Tapi!
Pergilah, sebelum Kesatria Kudus masuk.
Akibat kudeta dari para Kesatria Kudus,
Putri Ketiga Kerajaan Liones, Elizabeth,
melarikan diri dalam marabahaya dan memulai petualangan
mencari Sang Legendaris Tujuh Dosa Mematikan.
Bagaimana?
Enak...
Namun, jalan yang dia ambil berliku.
Pada akhirnya, dia nyaris tertangkap.
Namun seseorang muncul menyelamatkannya.
Dia adalah Kapten Tujuh Dosa Mematikan,
Dragon's Sin, Meliodas!
Begitulah pertemuan mereka!
Meliodas
Dosa Sang Naga
Tujuh Dosa Mematikan
Ini adalah dongeng antara manusia dan makhluk dari dunia lain.
Sebuah kisah dahulu kala.
Para Kesatria Kudus yang melindungi negeri
memakai sihir yang sangat kuat.
Mereka ditakuti dan dihormati.
Namun di antara mereka,
ada yang mengkhianati negeri dan memalingkan pedang pada Kesatria lainnya.
Orang-orang memanggil mereka "Tujuh Dosa Mematikan."
Akan kuteriakkan cinta yang semestinya bergema
Nariyamanu ai wo sakebu yo
subete wo daite koko ni irunda
Semuanya akan kugenggam dalam tanganku
Di sinilah cahaya kita berada
Hikari wa soko ni aru yo
Yuzurenai omoi wo kakete
Berlari menembus perasaan tanpa gentar
Di ujung harapan itu, aku hidup
Kibou no hate wo boku wa ikiru yo
Yume wo tsunaida kimi to
Dalam mimpi yang menghubungkan kita
Hajimari wo itsuka bokura no te de umidasunda yo
Awal masa depan yang tercipta di tangan kita
Yasashii kimi no koe mo kitto sekai wo kaerareru
Dan suara lembutmu akan dapat mengubah dunia
Karena tak ada manusia yang dapat berdiri sendiri
Dare mo hitorikiri ja
tachiagare ya shinai kara
Kita rentangkan tangan kita satu sama lain
Tagai ni te wo nobashite
Menuju hari esok melewati berbagai batas
kagiri wo koeta ashita e
Akan kuteriakkan cinta semestinya bergema
Nariyamanu ai wo sakebu yo butsukariatte wakariaunda
Kita akan saling mengerti saat saling membenturkan kepala
Kita akan membuat sebuah jalur cahaya
Hikari wo tsukuridasu yo
Akiramenu omoi wo kakete
Melewati keinginan menyerahku
Di ujung harapan itu, aku akan hidup
kibou no hate wo boku wa ikiru yo
Inilah mimpi yang menghubungkan kita
Yume wo tsunaida kimi to
Elizabeth!
Y-Ya?
Coba lihatlah keluar.
Baik!
Ini bukan mimpi!
Aku benar-benar menemukannya!
Salah satu Sang Legenda Tujuh Dosa Mematikan.
Meliodas-sama!
Mungkin...
Anu... Pakaian ini...
Seragam barku.
Maaf karena seleranya yang buruk, ya.
Jadi aku hanya perlu mengumpulkan informasi soal Tujuh Dosa Mematikan
dari para pelanggan sembari bekerja, 'kan?
Informasi soal Kesatria Kudus juga boleh, kok.
Tenang saja, cuma periksa pas atau tidak.
Dasar bodoh! Padahal kita sudah dapat kembang toko, tapi kau bikin dia mau kabur?!
Pedang Kesatria Kudus
Episode 2
Anu, Meliodas-sama, ada yang ingin kutanyakan.
Tujuh Dosa Mematikan itu...
Meliodas-sama, apa Anda ini jahat seperti yang orang-orang katakan?
Jika benar, dosa seperti apa yang telah Anda perbuat?
Dosa seperti apa, ya...
Aku hanya merasa ada kesalahpahaman di sini.
Soalnya Anda menyelamatkan diriku yang tidak Anda kenal.
Sebenarnya...
Sepuluh tahun lalu, aku maling semua kancut perempuan yang kutemui di Liones.
A-Anda bohong, 'kan?!
Iya.
Sebenarnya, aku gerepe lebih dari seribu tetek perempuan.
Ma-Mana mungkin? Anda bercanda, 'kan?!
Iya.
Tolong jangan main-main!
Atau jangan-jangan Anda melakukan dosa yang tabu diberitahukan?
Begitulah.
Wah, bahaya!
Woi, woi!
Sampai juga, ya.
Target tempat mengumpulkan informasi selanjutnya...
Desa Bernia!
Arak yang kusetok di barku berasal dari penjuru kerajaan,
tapi arak dari Bernia berbeda.
Menggunakan air yang dipuji sebagai yang terbaik di Liones,
dan grout yang tumbuh di sisi sungainya, Bernia Ale sangat terkenal di kerajaan.
Tapi...
sepertinya sungai itu kekeringan.
Tumbuh-tumbuhan di sekitarnya juga layu.
Ada apa ini?
Orang-orangnya pada berkumpul!
Apa lagi ada festival?
Halo!
Orang dari Topi Babi—
Hari ini ada festival apa?
Hah? Apa ini terlihat seperti festival?
Kami sedang berusaha mencabut pedang yang ditancapkan Kesatria Kudus!
Pedang Kesatria Kudus?
Kenapa bisa begitu?
Sebenarnya, kemarin kami menyulut amarah Kesatria Kudus.
Pedangnya yang mengandung sihir
telah menyegel sumber air dalam tanah desa.
Kalau terus begini, tidak hanya airnya saja, tapi grout akan lenyap!
Jika itu terjadi, Bernia ale akan...
Sial!
Kesatria Kudus itu...
Jangan-jangan orang yang Meliodas-sama kalahkan?
Maksudmu si Twigo itu?
Dia bukan Kesatria Kudus, lo.
Lagian Kesatria yang asli tidaklah begitu.
Ketika pedang Kesatria Kudus ditancapkan, hanya Kesatria Kudus yang bisa mencabutnya.
Sebagai warga sini aku benci mengatakannya,
tapi desa ini sudah tamat.
Tapi...
Ah, kalian ini merengekkan apaan sih?
Mead!
Kenapa geger hanya karena pedang Kesatria Kudus?
Kalau diurus sama sobatku dari Tujuh Dosa Mematikan, pasti jadi lebih mudah.
Hei, Mead!
Kaupikir salah siapa bisa sampai seperti ini?
Bisa-bisanya sampai bawa-bawa nama Tujuh Dosa Mematikan!
Benar! Jangan buat Kesatria Kudus lebih marah lagi!
Kenapa kau malah menentang kami?!
A-Apa sih?!
Aku tidak bermaksud begitu.
Kami sudah muak dengan kebohongan dan keisenganmu!
Mead bodoh!
Aku benci kalian semua!
Warga sini juga membencimu, Mead!
Berisik bodoh! Dasar bodoh!
Kenapa aku dibawa-bawa?
Semua, hentikan!
Sepertinya kita datang di waktu yang salah.
Dia itu anak baik yang terus terang, tapi...
Dasar kau ini, tadi itu nyaris saja.
Hei, Bocah.
Barusan itu...
Kau juga bocah, 'kan?
Aku bukan bocah, tahu.
Apa ini... bar?
Topi Babi.
Ini barku.
Aku lapar.
Kalau kau jawab pertanyaanku, nanti kumasakkan.
Makanan dulu tapi.
Kelihatannya enak! Selamat makan!
Ancur!
Aku tidak bilang bakal enak, lo.
Jadi...
Apa itu benar?
Kalau temanmu itu Tujuh Dosa Mematikan?
Saking ancur rasanya, aku jadi lupa.
Aroma ini... Itu Bernia Ale, 'kan?
Nahlo, kau kan bocah, apa tidak apa-apa minum itu?
Sudah kubilang, aku bukan bocah.
Ra-Rasanya enak, 'kan?!
Ya.
Rasa manisnya kaya akan rasa, makanya ale terbaik!
Begitulah kata orang dewasa...
Oh, kalian kembali.
Mead-chan, kamu anak yang suka iseng, ya?
Kepala Desa bilang begitu, lo.
Apaan sih? Dasar cewek yang suka ikut campur.
Saat aku kecil juga ayahku memarahiku saat aku berbuat iseng.
Hah, terus kenapa?
Karena aku ingin menarik perhatiannya.
Karena dia bukan ayahku yang asli.
Suatu hari, aku memanjat pohon besar di taman
untuk mengejutkan ayahku.
Kemudian, wajah ayahku menjadi pucat, dan menyusul memanjat.
Dia tidak pernah memanjat pohon sebelumnya.
Sudah pasti dia akan jatuh dan terluka.
Aku...
tidak bisa melupakan kejadian itu hingga kini.
Misalkan ayahku meninggal saat itu...
Aku juga...
tidak bermaksud berbohong seperti itu.
Katakan saja.
O-Orang tuaku...
keduanya adalah seorang petualang.
Tapi beberapa tahun lalu, mereka menjadi korban epidemik saat berhenti di Desa Bernia.
Aku yang sebatang kara...
dibesarkan oleh penduduk desa mengantikan orangtuaku.
Aku sangat senang.
Tapi, aku tetaplah bukan bagian keluarga siapa pun.
Aku menjadi iri karena semuanya punya keluarga.
Mulailah aku berbohong dan iseng...
Apa kamu memasukan ulat di minuman Kesatria Kudus juga karena alasan itu?
Tidak! Itu karena Kesatria Kudus menghina kami!
Ini adalah hasil jerih payah terbaik kami tahun ini.
Silakan dinikmati.
Tidak enak.
Ini sedikit lebih enak dari kencing kuda.
Ja-Jangan!
Maafkan kami!
Para anak-anak dan orang dewasa bekerja keras tiap hari demi membuat ale terbaik.
Tapi dia...
Kesatria Kudus itu kurang ajar!
Terus, soal temanmu itu Tujuh Dosa Mematikan...
I-Itu bohong...
Begitu, ya. Tidak beralasan juga, ya.
Tapi kenapa kamu berbohong begitu?
Soalnya Tujuh Dosa Mematikan itu buronan Kesatria Kudus, 'kan?
Kalau Kesatria Kudus yang jahat mengejarnya,
berarti mereka itu orang baik, 'kan?
Ada apa?
Asalnya dari desa.
Mead!
Dengar baik-baik, Para Sampah!
Jika kalian tidak bisa mencabut pedang Kesatria Kudus hingga matahari tenggelam,
kami akan naikan pajak di desa ini sepuluh kali lipat!
Itu gila namanya!
Jangankan membayar sepuluh kali lipat.
Dengan air yang mengering, kami tak bisa membuat segelas ale pun!
Ini hukuman kalian!
Tidak hanya menghina Kesatria Kudus,
kalian bahkan mengaku kawan dari kriminal Tujuh Dosa Mematikan!
Sial, andai saja Mead tidak membual!
Mead?!
Kau lagi, ya.
Melihat bocah terus mencoba menariknya itu membosankan, tahu.
Tak lama lagi, pajaknya jadi dua puluh kali lipat, lo!
Mana mungkin kau bisa mencabutnya.
Hentikan saja!
Berhentilah mempermalukan kami lagi!
Sudah cukup!
Pak Kades...
Siapa yang melukai harga diri kita sebagai pembuat ale?
Apa itu Mead?
Bukan!
Anak itu selalu menghargai perasaan kita, 'kan?
Bi-Bibi?
Perkataan Pak Kades itu benar.
Yang salah bukanlah kau.
Hei, apa kalian tidak mendengar perkataan kami barusan?
Bakalan dua puluh kali lipat, tahu! Dua puluh kali lipat!
Wanita dan anak-anak mundurlah.
Mead.
Sip, ayo mulai!
Tidak bergerak sedikit pun!
Kami akan duduk dan menonton kebodohan kalian sembari meminum ale murahan.
Tercabut!
Tercabut!
Lihat raut putusasanya!
Maklum orang bodoh, ayo bersulang!
Orang yang tidak mengerti soal arak, tidak pantas minum ale ini.
Terima kasih minumannya.
Maaf, tapi aku tak bisa membayar apa pun.
Apa bayaran ini cukup?
Mustahil!
Pedang yang hanya bisa dicabut Kesatria Kudus...
...diangkat oleh bocah itu?!
Suara apa itu?
Kalian melupakan ini.
Ternyata memang hebat...
Jadi ini kekuatan Tujuh Dosa Mematikan.
Hei, jangan-jangan Kakak ini...
Ya.
Bukan "jangan-jangan" lagi. Aku hanya pemilik bar yang numpang lewat!
Bukan begitu!
Selain itu,
kau masih perlu melakukan sesuatu, 'kan?
Mead,
maafkan kami.
Maukah kau memaafkan kami?
Mau dimaafkan atau tidak...
Bagi orang sebatang kara sepertiku...
Ayo sana.
A-Apaan sih, bilang "Ayo sana"?
Aku... tidak mengerti maksudnya...
Mead.
Mead!
Mead!
Mead!
Apa pun kebohongan yang terucap,
kau tidak bisa menipu hatimu.
Untuk Meliodas dari Topi Babi!
Bersulang!
Aku...
tak yakin bisa bekerja dengan baik.
Karena ini pertama kalinya bagiku.
Aku jadi gugup.
Jadi begitu, ya. Baru pertama kali.
Bisa katakan sekali lagi? Sekali lagi saja.
Kenapa kau ini malah terangsang?!
Yah, untuk hari ini tidak perlu pikirkan untuk mengumpulkan informasi.
Fokuslah saja menjadi pelayan.
Apa pun kondisinya, anggap mudah saja.
Ba-Baik!
Akan kuanggap mudah!
Maaf! Aku benar-benar minta maaf!
Anda tidak memesannya?
Lo...
Sebelah sini!
Baik!
Kalau begini, makanan sisa bakalan numpuk.
Hei Mbak, kau tidak pernah bantu-bantu di rumah, ya?
Dilihat saja sudah ketahuan.
Sama sekali tidak lihai.
Hei, Mead. Jangan berkata sok hebat gitu.
Harusnya kau merenungkan tindakanmu.
Kalau kau sok hebat, nanti kami bawa ke Hutan Mimpi Putih, lo.
Eh, jangan dong!
Hutan Mimpi Putih?
Hutan besar yang dihindari oleh Kesatria Kudus!
Bibi, aku akan jadi anak baik, jadi tolong maafkan aku!
Bener enggak nih...?
Aku janji!
Jangan coba-coba sama bibi. Soalnya bibi akan mengawasimu!
Sekitar 7 Mil dari Tenggara Desa Bernia
Benteng Solgales
Ba-Barusan saja...
Kami dapat laporan dari prajurit di Desa Bernia.
A-Anak tidak dikenal telah...
...mencabut pedang Gilthunder-sama!
Pasti karena kebetulan anak itu—
Kaupikir pedang Kesatria Kudus bisa dicabut karena "kebetulan"?
Ti-Tidak, tapi...
Beri tahu arah dan jarak ke Bernia.
Yang tepat, ya.
Ya, baik!
Dari benteng ini, arah jam 4 ke tenggara,
sejauh 7.3 mil.
Tombakmu itu...
...boleh kupinjam?
Silakan.
Di arah sini, ya.
Apa tidak apa?
Dia keluar, lo.
Bukankah kau ingin menghiburnya?
Mau pipis.
Dasar, pemilik yang tidak bisa diandalkan.
Bar ini benar-benar dipertaruhkan di punggungku.
Meliodas-sama...
Ya.
Maafkan aku.
Padahal ini di tengah pekerjaan,
tapi saat melihat Mead dan yang lainnya, mendadak aku ingat ayahku.
Begitu, ya.
Kuharap dia selamat.
Sekitar sini... kali, ya...
Aku ini keterlaluan, ya?
Padahal bukan saatnya rindu rumah.
Apa sedikit ke kanan?
Orang-orang yang menderita di bawah penindasan Kesatria Kudus...
...padahal masih ada banyak.
Kalau kondisiku begini terus...
Aku jadi takut bagaimana ke depannya.
Tapi kau sudah menemukanku, 'kan?
Jika kau tidak berkeinginan melindungi orang-orang,
dan tidak sampai di barku,
semuanya takkan dimulai.
Ini adalah hal yang harus kulakukan.
Begitulah.
Aku juga punya hal yang harus kulakukan.
Meliodas-sama!
Gilthunder-sama!
Apa Anda tidak apa-apa?
Gilth—
Ternyata kau masih hidup rupanya...
Tujuh Dosa Mematikan...
Meliodas!
Meliodas-sama!
Meliodas-sama! Barusan itu jangan-jangan serangan Kesatria Kudus ke desa?
Mungkin saja.
Mungkin memang sebaiknya kita segera meninggalkan desa ini.
Tapi bagaimana jika desa ini diincar lagi?
Malah lebih berbahaya jika kita tetap berdiam diri di sini.
Apa kita punya tempat bersembunyi, ya?
Kalau tidak salah...
Ada apa?
Barusan, Mead bilang Hutan Mimpi Putih itu tempat yang tidak boleh dimasuki.
Bahkan Kesatria Kudus menolak memasukinya.
Tempat yang paling sempurna, tuh!
Jadi sudah diputuskan.
Tapi, kita tidak akan bersembunyi.
Kita akan melakukan hal yang harus kita lakukan.
Berjalan ke sana ke mari di jalanan buntu
Apa maksudmu?
Aku sudah muak dengan mimpi tiada akhir ini
Jangan-jangan...
Ya.
Mungkin di sana ada seorang.
Apalagi kita ini hidup di dunia yang fana
Ayo pergi!
Mencari teman!
Bukalah dan pulihkan diri jadi lebih bersemangat
Baik!
Semangat!
Bakarlah kayu bakar untuk menyalakan api
Karena perasaan itulah yang menjadi penggerak
Asal tetap bersinar terang, masa depan 'kan akan baik-baik saja
Kami berubah ke mode mengamuk
Membuat tujuh suara gelegar
Maju menuju hari esok yang menyilaukan
Kami berubah ke mode peledak
Lompat ke mana-mana dengan bergaya
Berkilau bagaikan berlian
Ayo pergi, kita 'kan terbang tinggi
Laporan Episode Selanjutnya
Episode 3
Dosa Hutan Tidur
Kostum Elizabeth telah berubah!
Namun, kekuatan bertarung dan pertahanannya tidak berubah!
Tidak, malahan menurun!
Tapi daya pikatnya sudah meningkat, 'kan?
Tidak, malahan kostum sebelumnya lebih baik.
Kau membuatnya memakai pakaian ini karena seleramu, 'kan?!
Tapi yang ini lebih memukau.
Tapi sudah sobek-sobek!
Itu malah lebih menarik!
Sudah cukup!
Selanjutnya
di "Nanatsu no Taizai."
Dosa Hutan Tidur.
Tolong jangan main-main dengan pakaian orang!
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.