Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Instagram @skysoultan
The Sweet Girl Season 1
Episode 8
Sangat memalukan.
Luo Yinran ini kuat minum juga.
Awalnya berpikir
setelah buat dia mabuk baru pergi.
Kenapa aku melupakan hal ini?
Gawat.
Mi Jiu'er ya Mi Jiu'er.
Kamu bahkan ingkar janji dengan Tuan Pei.
Kali ini, rencana untuk surat rekomendasi pasti gagal.
Kenapa kamu kemari?
Aku datang mencari Tuan Pei.
Apakah dia ada?
Tuan Pei sekarang tidak bisa melayanimu,
jadi kamu lebih baik pulang dulu saja.
Kemarin aku tidak menepati janji, ini salahku.
Aku tahu Tuan Pei sedang marah padaku,
jadi aku khusus ke sini untuk minta maaf padanya.
Tuan Pei semalam menunggu di kolam bahagia
satu malam,
masuk angin.
Hari ini jatuh sakit.
Apa?
Tuan Pei sakit?
Jadi kamu pulang dulu saja.
Tuan Muda Yi.
Apa ini?
Lumayan enak.
Tertangkap aku kan?
Salam untuk Tuan Muda Yi.
Lyu Shui.
Kenapa kamu selalu menghindar dariku?
Tidak.
Aku tiba-tiba ingat aku masih ada urusan.
Aku pergi dulu.
Lyu Shui.
Kalau seperti ini tidak menarik lagi.
Di satu sisi, rajin mengantarkan makanan buatku,
di sisi lain menghindariku seperti bertemu hantu.
Apakah kamu sedang bermain kejar-kejaran denganku?
Jangan mengira kamu memasak bubur,
bermain kejar-kejaran
aku akan jatuh cinta padamu.
Aku berkata jujur padamu.
Ini tidak berguna bagiku.
Apa yang kamu inginkan, langsung katakan padaku,
tidak perlu berbelit-belit.
Tidak ada artinya.
Kamu... kamu kenapa menilaiku seperti ini?
Kamu bahkan...
Kamu bahkan sudah mengingat
kejadian kita waktu dulu.
Kenapa masih bisa menilaiku seperti ini?
Kejadian waktu dulu?
Nona,
apakah kita pernah bertemu?
Akting kamu sangat mendalam.
Aku berkata jujur padamu.
Ucapan ini,
aku hampir mengucapkannya kepada semua wanita.
Bukan.
Kita dulu sungguh pernah bertemu.
Kamu jangan menangis.
Kamu jangan menangis...
Sudahlah...
Aku mengaku,
aku tadi berbicara sedikit kasar,
tapi aku...
Aku...
Lyu Shui, aku hanya bercanda,
kamu jangan pergi!
Candaan tadi sepertinya terlalu berlebihan.
Tuan Muda.
Aku sudah mengutus orang
mencari Lu Yiling di berbagai tempat.
Tapi hingga saat ini,
belum ada petunjuk.
Aku tahu.
Tuan Muda.
Pengurus Lu menghilang begitu lama,
mencarinya terus seperti ini juga bukan solusi.
Aku ada satu ide bagus.
Coba katakan.
Kita lebih baik langsung
mengikat Pengurus Lu palsu itu
dan memaksanya untuk memberi pengakuan.
Tidak bisa.
Kenapa tidak bisa?
Sekarang Lu Yiling masih belum ketemu,
kita perlu ada pengganti
untuk menahan Qin Tian dan Nyonya Qin.
Jangan bertindak terburu-buru dan harus waspada.
Anda katakan langsung saja,
tidak tega kepada Pengurus Lu palsu itu.
Aku lihat kamu sekarang semakin tidak tahu aturan.
Bagaimana aku bisa merusak rencanaku
karena seorang wanita yang tidak diketahui asalnya?
Iya.
Zhen Yu bersalah.
Tuan Muda,
aku pergi tuangkan teh buat kamu.
Lyu Shui.
Kamu sekarang pergi antarkan
pakaian Nyonya kedua Su.
Aku yang pergi antar?
Tapi
kerjaan mengantarkan pakaian,
bukankah ada orang yang sudah khusus ditugaskan?
Sekarang, semuanya lagi sibuk,
Nyonya kedua Su juga terburu-buru
hanya bisa minta bantuanmu.
Kenapa?
Kamu tidak bersedia?
Tidak, tidak.
Aku pergi sekarang.
Nyonya kedua.
Aku adalah Lyu Shui dari Butik Yunyi,
datang kemari untuk mengantarkan pakaian Anda.
Kemari, lebih dekat lagi denganku.
Angkat kepala, biar aku lihat.
Aku suruh kamu angkat kepalamu.
Penampilan dan statusmu seperti ini
masih ingin menggoda anakku.
Sungguh tidak tahu diri.
Aku tidak.
Lyu Shui.
Orang Butik Yunyi sudah melihatnya.
Jangan-jangan karena Pengurus Lu melindungimu
sehingga kamu bisa lakukan sesuka hatimu?
Meskipun begitu,
kamu juga tidak boleh memiliki maksud tertentu terhadap kakak sepupuku.
Hari ini aku harus memberi pelajaran
kepada kamu si siluman kecil ini
supaya mereka bisa takut.
Pelayan!
Iya.
Pukul dia.
Aku tidak bersalah.
Kalian tidak boleh memukulku.
Kamu menggoda anakku berarti salah.
Anakku dan kamu
bagaikan awan di atas langit
dan lumpur di tanah.
Kamu ini pelayan hina,
masih ingin berhubungan dengan anakku?
Pukul dia.
Hentikan!
Kakak, kenapa kamu kemari?
Apa yang terjadi?
Mengejutkan Nyonya besar.
Tidak apa-apa.
Hanya saja pelayan di kediaman kita melakukan kesalahan,
Bibi sedang menjalankan aturan.
Menjalankan aturan?
Adik,
kamu tahu aturan keluarga Su kita.
Jika pelayan berbuat salah,
potong gaji
jika tidak
di usir saja.
Tapi jangan sampai lakukan kekerasan secara pribadi.
Aku terlalu gegabah karena marah.
Kalau begitu aku langsung usir dia sekarang.
Oh ya, Kakak.
Bukankah kamu masih ada urusan?
Kalau begitu kamu cepat pergi mengurus hal itu dulu,
jangan sampai urusan Kakak tertunda.
Kamu sepertinya bukan pelayan kediaman Su.
Nyonya besar,
aku adalah orang Butik Yunyi.
Kakak, aku...
Adik,
kedepannya,
kamu jangan lagi begitu seenaknya.
Ibu Zhang,
berikan uang pengobatan kepada nona ini
kemudian utus orang
mengantar nona ini
kembali ke Butik Yunyi dengan baik.
Ini.
Baik.
Jiu'er.
Keluar sebentar.
Bagaimana keadaan nenek Li sekarang?
Obatnya sangat berkhasiat.
Setelah nenek Li meminumnya,
tidak muntah darah lagi.
Baru saja minum obat, sedang istirahat.
Baguslah kalau begitu.
Ini.
Kenapa hanya 12 dolar perak?
Apakah mereka memotong gajimu?
Tidak juga.
Sebaliknya, malah menaikkan gajiku.
Hanya saja aku di Butik Yunyi,
mengenal seorang teman dan ayahnya sedang sakit
jadi aku pinjamkan padanya dulu untuk dipakai.
Hanya ini saja.
Ini juga uang tambahan yang aku dapatkan beberapa hari ini.
Tapi...
Uang ini tidak cukup untuk biaya pengobatan nenek Li
dan juga biaya hidup semua anggota di rumah ini.
Jiu'er.
Bukankah waktu itu kamu bilang
ada kerjaan yang lebih bagus dari Butik Yunyi?
Lebih baik ganti tempat lain saja.
Jangan ungkit lagi.
Aku awalnya ingin memanfaatkan Tuan Pei
dan mencari nafkah di kediaman Qin,
semua sudah dirusak oleh
Luo Yinran yang jahat itu.
Aku untuk sementara waktu hanya bisa tinggal di Butik Yunyi.
Tapi kamu tenang saja.
Aku akan cari cara mengumpulkan uang.
Pantas saja kamu begitu mementingkan harta,
ternyata ada begitu banyak pengungsi
yang harus dihidupi.
Jangan sampai Qian Tian dan Nyonya Qian
mengetahui identitasmu.
Jika tidak,
kamu dan orang-orang yang ada di sini
akan dalam bahaya.
Awalnya mengira
dia menjadi Pengurus Lu paslu
karena ada rencana jahat yang tidak bisa diketahui orang.
Tidak disangka
ada kesulitan seperti ini.
Tuan Muda.
Di tengah kekacauan ini,
orang seperti dia ini
sudah sulit ditemukan.
Zhen Yu,
kamu selidiki dengan baik keberadaan Lu Yiling.
Baik.
Dia sudah menghindariku beberapa hari.
Tuan Muda.
Ada perlu apa kamu mencari Pengurus Lu?
Bagaimana kalau aku memanggilnya kemari?
Tidak perlu.
Tuan Muda.
Ini adalah bahan dasar yang kami siapkan untuk membuat Yinjin,
harap Anda pastikan sekali lagi.
Ini diganti.
Ganti dengan benang bulu merak.
Dan juga ini,
minyak sutranya juga tidak bagus.
Suling ulang lagi.
Baik.
Tunggu.
Tuan Muda masih ada perintah apa?
Apakah Pengurus Lu ada di ruang pembuatan pakaian?
Ada.
Minyak sutra ini
disuling kalian menjadi seperti ini,
aku harus melihatnya langsung ke sana.
Baik.
Ayo, lempar kepadaku.
Lempar kepadaku, lempar kepadaku.
Sebelah sini.
Cepat...
Baik.
Lagi.
Tuan Muda.
Tuan Muda.
Sedang apa kalian?
Aku lihat akhir-akhir ini semuanya sangat lelah,
pinggang pegal, tangan gemetaran, mata buram,
bagaimana bisa membuat pakaian dengan benar?
Jadi aku bawa mereka keluar untuk bersantai.
Jika kamu mau salahkan, salahkan aku saja.
Ide ini,
bagus.
Ayo, kalian lanjutkan.
Tuan Muda.
Tiba-tiba ingat aku masih ada urusan,
aku pergi dulu.
Sejak minum arak waktu itu,
dia selalu menghindar dariku.
Tuan Muda, kami...
Kenapa kamu datang lagi?
Aku bawakan makanan,
ingin menjenguk Tuan Pei.
Apa ini?
Bukankah Tuan Pei sedang sakit?
Harus makan makanan hambar.
Jadi aku khusus memasak bubur.
Aku bantu kamu antarkan bubur ini untuk Tuan Pei,
kamu lebih baik pulang dulu.
Baik.
Tuan Muda.
Apa ini?
Nona Lu bilang
ini bubur yang dia masak buat Anda.
Dia datang?
Di mana orangnya?
Tuan Muda.
Dia telah mencelakaimu menjadi seperti ini.
Kenapa kamu masih ingin bertemu dengannya?
Kelihatannya memang dia yang memasaknya sendiri.
Tuan Muda.
Pertandingan pertama sebentar lagi akan dimulai.
Bagaimana dengan proses pembuatan pakaiannya?
Sampel pakaiannya sudah jadi.
Tinggal tunggu Tuan Muda memeriksanya sendiri.
Tuan Muda, silakan.
Tuan Muda.
Kali ini kami memakai pola tenun sutra yang dirancang Tuan Muda
untuk membuat pakaian untuk pertandigan.
Yakin pasti bisa menjadi pusat perhatian
dalam pertandingan.
Bagus sekali.
Ini adalah perhiasan yang dipadukan dengan pakaian
sesuai dengan perintah Tuan Muda.
Silakan Tuan Muda melihatnya.
Pengurus Lu,
bagaimana menurutmu?
Bagus, bagus.
Kamu mau ke mana lagi?
Aku...
Aku pergi ke toko bantu promosikan.
Mulai hari ini,
tidak boleh pergi lagi.
Kenapa?
Kamu, pendekar aliran air
lebih baik jangan sering berkeliaran di luar.
Orang yang membalas dendam pribadi dalam pekerjaan.
Sepertinya telah menyinggung dia
saat mabuk waktu itu
sehingga tidak izinkan aku menjual pakaian untuk dapat uang.
Tidak bisa.
Tampaknya harus pakai jurus terakhir Jiu'er.
Tuan Muda,
ini adalah buah yang baru aku potong.
Anda cobalah.
Mari.
Tuan Muda.
Anda sibuk seharian,
pasti sangat lelah.
Aku pijit Anda.
Katakanlah.
Ingin bertukar syarat apa lagi denganku?
Lihat ucapan Anda.
Aku lihat Anda terlalu sibuk,
makanya ingin melayani Anda.
Begitu ya.
Bagaimana, tenaganya cukup tidak?
Sedikit ke kiri.
Pelan sedikit, pelan sedikit.
Kanan.
Kanan.
Baik.
Kanan, kiri sekaligus.
Baik.
Tuan Muda,
dengar-dengar belakangan ini toko sangat sibuk.
Jadi aku pikir
jika tenaga kerjanya kurang
lebih baik utus aku ke sana.
Dengan begini juga bisa membantu
toko menjual lebih banyak pakaian.
Kamu tenang saja.
Aku sudah merekrut beberapa orang ke sana.
Kamu dengan tenang lakukan pekerjaanmu saja.
Tapi,
aku akhir-akhir ini ingin merekrut seorang pelayan pribadi
dengan gaji tinggi.
Kamu bantu aku perhatikan.
Gaji tinggi?
Seberapa tinggi?
Setinggi ini?
Tidak ada gaji tetap,
dihitung berdasarkan pekerjaan aktual.
Budget awalku
seperti ini.
Antarkan teh dan tuangkan air minum, 10 dolar perak.
10 dolar perak.
Ganti pakaian.
20 dolar perak.
Temani jalan-jalan.
50 dolar perak.
50.
Tuan Muda, Tuan Muda.
Kamu lihat... Kamu lihat aku...
Lihat aku...
Apa aku bisa?
Tapi Pengurus Lu begitu sibuk,
lupakan saja...
Tidak sibuk, tidak sibuk.
Bukankah aku tidak perlu pergi ke toko lagi?
Kalau begitu,
aku kebetulan bisa menjadi
pelayan pribadi Tuan Muda.
Begitu ya.
Kalau begitu aku kasih kamu satu kesempatan.
Terima kasih Tuan Muda.
Tuan Muda, aku bantu Anda tuang teh lagi.
Tuan Muda.
Anda pelan-pelan, hati-hati panas.
Tuan Muda, antarkan teh tuangkan air minum,
10 dolar perak.
Tuan Muda.
Kalau pijit berapa dolar perak?
30 dolar perak.
Enak tidak?
Manis.
Kalau begitu kapan kamu rencana mau jalan-jalan?
50 dolar perak kan?
Tuan Muda, hati-hati.
Tuan Muda, kamu baik-baik saja kan?
Sepatuku mana?
Aku datang, Tuan Muda.
Mari, Tuan Muda.
Pakai baju.
Tidak perlu.
Aku sendiri saja.
Tidak perlu, ini adalah tugasku.
Biar aku saja.
Kedepannya hal seperti ini,
tidak perlu kamu yang lakukan.
Tuan Muda.
Kenapa?
Dulu bukankah aku...
Keluar...
Kamu baik-baik saja kan?
Baik-baik saja.
Tuan Pei.
Anda datang mencari...
Tuan Pei.
Anda datang mencari Tuan Muda kan?
Tampan kan?
Menurutku, Tuan Muda Yi lebih tampan.
Jeruk.
Jeruk.
Mari, Tuan Muda.
Makan jeruk.
Manis.
Makan lagi.
Tuan Muda, Pengurus Lu.
Tuan Pei datang.
Dia pasti datang untuk mengambil pakaian,
aku pergi sekarang juga.
Tuan Muda.
Tuan Pei khusus datang kemari untuk mencari Pengurus Lu.
Cari aku?
Kelihatannya kesehatan Tuan Pei sudah sembuh.
Aku ke sana sekarang.
Tunggu.
Aku kebetulan ada hal yang mau dibahas dengan Tuan Pei.
Kita pergi bersama-sama.
Tuan Muda, tunggu aku.
Bagaimana?
Enak?
Manis.
Tuan Pei.
Lu.
Tuan Pei datang.
Silakan duduk.
Tuan Muda.
Tuan Muda, silakan duduk.
Tuan Muda, minum teh.
Tuan Pei.
Apakah kesehatan Tuan Pei sudah membaik?
Sudah membaik.
Untung ada bubur yang kamu masak buat aku.
Sudah seharusnya...
Ternyata memasak bubur untuknya.
Pengurus Lu.
Teh buah pir yang kamu buatkan untukku apakah masih ada?
Ada...
Mari... Tuan Muda.
Minum yang banyak, bagus untuk tenggorokan.
Tidak disangka Pengurus Lu
selalu membawa teh buat pir demi aku.
Sangat perhatian.
Masak teh buah pir, 30 dolar perak.
Aku tentu saja perhatian.
Tuan Muda, tentu saja.
Tuan Muda, apakah Anda masih ada yang kurang nyaman?
Duduk terlalu lama,
bahu rasanya sedikit pegal.
Aku bantu Anda pijit.
Di sini kah?
Oh ya.
Pakaian pesanan Tuan Pei untuk ibu Anda
sudah hampir selesai.
Besok aku akan utus orang antar ke kediaman Anda.
Jika begini,
tidak perlu Tuan Pei
pulang pergi ke Butik Yunyi lagi.
Kelihatannya kamu tidak biarkan aku bertemu dengan Lu.
Baguslah kalau kamu mengerti.
Kalau begitu,
terima kasih kepada Tuan Muda Luo.
Aku permisi dulu.
Tuan Pei, sampai jumpa.
Tuan Pei, aku antar kamu.
Tuan Muda, masih ada perintah apa tidak?
Di hadapanku,
beraninya kamu memikirkan pria lain.
Di hadapanku,
beraninya kamu memikirkan pria lain.
Aku tidak memikirkan pria lain.
Bukan.
Apa maksudnya aku memikirkan pria lain?
Aku tidak menyukainya.
Apakah aku benar jatuh cinta
pada Luo Yinran?
Tidak mungkin, tidak mungkin.
Mi Jiu'er.
Kamu jangan lupa identitasmu.
Anggota keluarga di desa Changchun
semuanya masih kelaparan,
mana ada waktu memikirkan perasaan antara pria dan wanita.
Betul.
Tidur.
Kakak Yiran.
Kakak Yiran.
Kamu sedang sibuk?
Ada apa?
Bukankah sebentar lagi pertandingan dimulai?
Aku juga ingin pergi melihat pertunjukanmu.
Tidak tahu apakah kamu bisa buatkan aku
pakaian untuk dipakai saat pertandingan?
Baik.
Terima kasih Kakak Yiran.
Kalau begitu kamu bekerja dulu, aku pergi dulu.
Bilang aku memikirkan pria lain.
Jelas-jelas kamu sendiri yang memikirkan wanita lain.
Tuan Muda,
sisanya serahkan saja pada kami.
Tidak perlu.
Pakaian ini aku akan buat sendiri.
Yang ini,
kalian yang buatkan.
Baik.
Hanya karena satu perkataan dari Nona Qiao,
Tuan Muda sendiri sepanjang waktu
membuat pakaian untuknya.
Tidak pernah lihat Tuan Muda begitu tertarik kepada siapapun.
Makanya, aku bilang.
Nona Qiao ini,
kemungkinan besar adalah nyonya
Butik Yunyi kita masa depan.
Tapi,
menurutku, hubungan Pengurus Lu dan Tuan Muda
juga sangat dekat.
Sejak zaman kuno yang diperhatikan adalah keluarga dengan pangkat sosial sama.
Menurutku, yang akan dinikahi Tuan Muda kedepannya
pasti adalah Nona Qiao.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.