Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Instagram @skysoultan
The Sweet Girl Season 1
Episode 7
Mari.
Jangan buka mata.
Mari.
Begitu misterius.
Hal baru apa lagi yang dilakukan?
Kamu sekarang sudah bisa buka mata.
Tuan Pei,
cepat pergi lihat, ayo!
Ayo! Ayo ! Ayo!
Mari.
Tuan Pei.
Tuan Pei, duduk.
Jangan sungkan.
Bagaimana rasanya?
Kenapa kamu melihatku?
Apakah mukaku ada sesuatu?
Kenapa mau bantu aku wujudkan impian?
Aku ini kan demi mencari inspirasi.
Aku bercerita sebuah cerita untukmu.
Baik, aku paling suka mendengar cerita.
Dulu ada seorang anak laki-laki,
dia terlahir di keluarga besar.
Sejak kecil dituntut dengan ketat,
semua hal harus dilakukan dengan sempurna.
Dia tidak ada waktu untuk bermain
juga tidak ada teman
karena dia selalu belajar.
Suatu saat,
sekolah mengadakan perkemahan.
Dia sudah lama menantikannya.
Tapi tiba-tiba,
mendadak dibawa orang tua menghadiri
pesta bisnis malam,
tidak mengizinkannya pergi.
Dia pertama kali melawan.
Menangis sangat lama.
Orang tuanya berjanji
setelah itu pasti akan membawanya pergi berkemah.
Dia menerimanya.
Tapi setelah itu,
orang tuanya tidak menepati janji.
Dia juga tidak berani berharap lagi.
Kemudian,
dia bertemu seseorang.
Orang itu akan mengingat ucapanya
di dalam hati.
Dia sangat bahagia.
Anak kecil ini,
mungkin sedikit bodoh.
Jika itu aku,
aku akan diam-diam keluar dan pergi ikut berkemah.
Paling hanya dipukul setelah pulang.
Bukan hal yang besar.
Tuan Pei.
Jika kamu mengenalinya,
kamu kasih tahu dia.
Hidup seharusnya lebih berani sedikit.
Apa yang diinginkan,
kejar sendiri dengan semangat.
Tidak ada yang perlu ditakutkan.
Perkataanmu masuk akal.
Tidak ada yang perlu ditakutkan.
Betul.
Berani sedikit.
Terima kasih.
Pemandangan di sini sangat bagus.
Tuan Pei.
Belakangan ini cuaca mulai dingin,
mudah masuk angin.
Lu, kamu harus ingat untuk memakai lebih banyak pakaian.
Terima kasih perhatian Tuan Pei.
Aku... aku...
Aku sudah ingat.
Baguslah kalau begitu.
Jika Tuan Pei sudah datang,
kalau begitu kita lanjut buat pakaian saja.
Aku datang untuk membicarakan hal ini.
Mulai besok,
aku akan pergi ke Paviliun Cailing untuk mengawasi.
Besok?
Kenapa?
Iya.
Memangnya kenapa kalau besok?
Ti... tidak apa-apa.
Kamu lanjutkan.
Mengenai baju ibuku,
ada Tuan Muda yang mengurusinya di sini,
aku sangat tenang,
tidak perlu setiap hari datang mengganggu.
Tampaknya tidak tahu kapan
Tuan Pei akan datang lagi.
Aku harus mengambil kesempatan ini.
Aku tahu.
Tuan Pei silakan kembali bekerja.
Kalau begitu aku permisi dulu.
Tunggu sebentar.
Kenapa?
Lu Yiling.
Tuan Muda,
aku pergi antar Tuan Pei,
akan segera kembali.
Ayo.
Tuan Muda,
siapa laki-laki itu?
Nona Lu, kamu ada perlu apa?
Tuan Pei,
apa pendapatmu tentang aku?
Sangat bagus.
Akhir-akhir ini,
bagaimana perlakuanku terhadap Anda?
Tentu saja juga sangat bagus.
Baguslah kalau begitu.
Kalau begitu...
Ada satu hal yang selalu ingin kukatakan pada Anda.
Hal ini
sudah lama dipendam di hatiku,
hanya saja...
Lu ini...
Hanya saja selalu tidak berani kukatakan.
Ingin mengungkapkan cinta padaku kah?
Juga tidak tahu apakah kamu bersedia menyetujuiku atau tidak.
Kamu katakan.
Itu...
Bisakah kamu...
Bisakah...
Bisa.
Bisa...
Sungguh?
Kamu bersedia bantu aku buatkan surat rekomendasi untuk Paviliun Cailing.
Kamu tadi sudah bilang,
aku ini sangat bagus.
Kalau begitu rekomendasikan aku ke Paviliun Cailing.
Aku akan melakukan yang terbaik untuk mereka.
Dengan begini, siapa pun juga tidak rugi.
Betulkan?
Ternyata akhir-akhir ini kamu baik padaku,
karena demi memasuki Paviliun Cailing?
Bukan...
Tidak boleh berkata seperti ini.
Meskipun
menang ada sedikit...
sedikit alasannya.
Tapi
Tuan Pei,
selama ini aku bersama dengan Anda
sungguh sangat senang.
Jika kamu merasa keberatan
juga tidak apa-apa.
Aku berjanji padamu.
Sungguh?
Kamu orang yang sangat baik.
Terima kasih.
Tuan Pei,
kamu sangat berjiwa ksatria.
Aku pasti berteman denganmu.
Mulai sekarang,
aku pasti akan membantumu,
tanpa kenal lelah.
Jika kita sudah menjadi teman,
kalau begitu apakah kedepannya aku bisa panggil kamu Lu?
Tidak masalah.
Tuan Pei, akhirnya aku bisa tenang.
Kalau begitu Lu,
setelah aku selesai menulis surat rekomendasi besok sore,
aku menunggumu di kolam bahagia,
bagaimana?
Baik.
Kalau begitu sampai ketemu besok.
Lu Yiling bahkan meninggalkan aku yang begitu sempurna
dan pergi mencari pria lain.
Apa maksudnya?
Maksudnya...
pria lain lebih sempurna?
Ini hanya bisa menjelaskan bahwa dia bermasalah.
Jika bukan otaknya yang bermasalah,
berarti...
Berati apa?
Berarti...
Berarti otaknya sungguh bermasalah.
Jika tidak, juga tidak akan salah antar pakaian.
Total yang diantar Pengurus Lu ada 7 tempat.
Di antaranya salah antar 4 tempat.
Kemarin malah mengantar pakaian tempat Yichun
ke rumah Qi
dan diberikan kepada Nyonya kedua.
Bisakah kamu jangan minta padaku barang seperti ini lagi?
Aku...
Aku sungguh tidak punya.
Berandalan.
Sejak awal aku sudah merasa,
dia kemungkinan bukan Lu Yiling.
Iya.
Aku sekarang langsung mengikatnya kemari.
Tuan Muda, apa yang ingin kamu tanyakan,
tanyakan langsung saja.
Tunggu.
Aku harus cari cara supaya dia menunjukan identitas aslinya.
Pengurus Lu.
Tuan Muda khusus memanggilmu untuk makan bersama.
Aku di sini apakah kurang cocok?
Bukankah kamu bilang
mata kanan bergerak petanda buruk.
Aku memiliki firasat buruk.
Kamu menemaniku sebentar di sini,
biar aku sedikit tenang.
Tuan Muda, Tuan Muda Yi.
Bertemu lagi.
Semuanya duduk dan makanlah.
Pengurus Lu.
Kapan seleramu berubah?
Aku ingat kamu paling benci makan daging.
Memang begitu.
Aku paling benci makan daging.
Ini khusus aku ambil buat Anda.
Mari, Tuan Muda.
Makan paha ayam.
Makan.
Pengurus Lu.
Aku ingat kamu sepertinya alergi pada jamur.
Kamu lupa?
Iya...
Iya.
Ternyata ini adalah jamur.
Aku ini,
belakangan ini kurang tidur,
otak juga tidak lancar, mata juga buram.
Ternyata ini jamur.
Aku kira ini terung.
Kenapa mirip seperti terung?
Jamur.
Makan apa tetap salah.
Aku makan nasi putih pasti tidak salah.
Pengurus Lu.
Bukankah belakangan ini kamu ingin lebih kurus lagi?
Kenapa makan begitu banyak nasi putih?
Kamu ingin aku mati kelaparan kah?
Aku ini tidak mau membuang makanan.
Itu...
Pengurus Lu, tidak apa-apa.
Aku bantu kamu makan.
Nyawa lebih penting dari nasi.
Aku masih bisa menahan lapar.
Terima kasih.
Tidak apa-apa, sudah seharusnya.
Babi Dongpo, bebek asin rebusku.
Makan yang banyak.
Terima kasih Tuan Muda Yi.
Masih ingin berkencan dengan cowok lain.
Kalau begitu, aku besok menunggumu di kolam bahagia,
bagaimana?
Baik.
Kalau begitu sampai ketemu besok.
Oh ya.
Sore ini kamu pergi memeriksa
jumlah kain di ruang kain,
semuanya wajib diperiksa hari ini.
Semua?
Apakah ada masalah?
Tapi aku sore mau pergi ke...
Kalau begitu Tuan Muda,
kalian makan dulu,
aku pergi kerja.
Tunggu sebentar.
Tunggu aku selesai makan dulu.
Aku pasti bisa mengaturmu.
Babi Dongpo ini,
gemuk tapi tidak berlemak,
begitu empuk di mulut,
makanan enak.
Pengurus Lu, mau coba tidak?
Lupa.
Pengurus Lu tidak makan daging.
Enak.
Sangat wangi.
Ternyata memang sangat empuk di mulut.
Dan juga bebek asin rebus ini.
Kulitnya putih dagingnya lembut,
aromanya sangat wangi.
Ini sangat otentik.
Di sini masih ada ikan kukus.
Daging ikan yang lembut,
kecap yang kental,
jiika digigit...
Akhirnya sudah selesai diperiksa.
Pergi bertemu dengan Tuan Pai.
Lu Yiling.
Aku tidak dengar.
Tidak dengar.
Tidak dengar.
Tuan Muda,
cari aku ada urusan apa?
Tugas yang kamu berikan sudah kuselesaikan.
Ayo, ikut aku pergi minum arak.
Tuan Muda, aku... aku tidak bisa minum arak.
Kamu lebih baik mencari orang lain saja.
Aku tidak bisa minum.
Kelihatannya harus buat dia mabuk dulu baru bisa kabur.
Tuan Muda,
aku bersulang untukmu.
Penuhi arak di gelasmu.
Baik.
Tuan Muda,
aku tetap bersulang untukmu.
Arak yang sebelumnya masih belum kamu minum.
Ini kamu juga lihat.
Aku minum sekarang.
Mari, Tuan Muda.
Bersulang.
Lanjut.
Kita jangan pulang sebelum mabuk.
Mari.
Bersulang.
Tuan Muda,
sudah jam segini
Nona Lu masih belum datang.
Bagaimana kalau kita pulang dulu?
Tidak buru-buru. Tunggu lagi.
Tuan Muda, kalau begitu aku pergi lagi ke Butik Yunyi.
Tuan muda Yi.
Anda tidak boleh masuk.
Tuan muda dan Pengurus Lu sedang minum arak di dalam.
Tuan Muda dengan khusus memerintahku
supaya berjaga di sini,
siapapun tidak diizinkan masuk.
Sangat disayangkan.
Bagaimana kalau kamu temani aku minum.
Aku?
Aku tidak bisa minum arak.
Tidak bisa boleh belajar. Ayo.
Tapi ini...
Tenang saja.
Tempat tinggal Tuan Muda siapa yang berani masuk?
Ayo.
Ayo.
Jangan sentuh arakku.
Menyebalkan.
Kamu jangan minum lagi.
Minum lagi akan timbul masalah.
Aku tidak mabuk.
Kamu jangan minum lagi.
Aku ini adalah Mi Jiu'er.
Mi Jiu'er.
Dalam hidupku selalu ada arak.
Bagaimana mungkin bisa mabuk?
Mi Jiu'er.
Ada apa?
Kamu ternyata memang bukan Lu Yiling.
Aku kasih tahu kamu.
Dulu,
aku dan Chen Agui,
saat kami sedang beri pelajaran kepada pengusaha licik Bos Fang,
5 kilo arak
semuanya kuhabiskan,
setetes pun tidak tersisa.
Ini hanya sedikit arak.
Bagaimana mungkin aku bisa mabuk?
Arak Bos Fang,
bukankah dihabiskan oleh pendekar air mengalir?
Kamu adalah pendekar air mengalir?
Ini adalah rahasia.
Tidak bisa dikatakan.
Jika dikatakan,
akan ditangkap orang lain.
Kamu katakan,
kamu membawa Lu Yiling ke mana?
Lu Yiling.
Bukankah dia
pergi karena dibuat marah oleh orang sombong itu?
Dia itu siapa lagi?
Suaranya jangan keras.
Pelankan suaranya.
Hati-hati, jangan mengundang orang itu kemari.
Tahukah kamu?
Orang itu,
setiap pagi menyuruhku memakaikan bajunya.
Sudah begitu besar,
masih tidak bisa pakai pakaian.
Kamu katakan, Lu Yiling ada di mana?
Kamu kasar padaku.
Tidak boleh kasar padaku, dengar tidak?
Sebenarnya,
dilihat dengan teliti,
kamu dan dia sangat mirip.
Mata, hidung, mulut,
kenapa begitu mirip?
Apakah sangat tampan?
Sedikit.
Sebenarnya dia itu lumayan baik.
Tidak hanya memberiku hadiah,
dia juga membantuku mengusir banyak orang jahat.
Jika dia tidak kasar padaku,
betapa bagusnya.
Mi Jiu'er.
Mi Jiu'er.
Kamu sadarlah. Kamu sadarlah,
bisa tidak? Mi Jiu'er.
Kamu seorang wanita,
bisakah jangan begitu?
Minum.
Ayo minum.
Sini.
Lu.
Tuan Muda.
Di mana dia?
Mari.
Kenapa begitu gugup?
Apakah aku akan memakanmu?
Mari.
Bersulang.
Mari.
Oh ya,
kamu bilang siapa namamu?
Lyu Shui.
Kamu bilang apa?
Lyu Shui.
Kenapa setiap kali kamu bertemu denganku
selalu menundukkan kepala?
Angkat kepala dan berbicara denganku.
Aku juga tidak minum banyak.
Kenapa...
Kenapa...
Kenapa jantungku berdebar begitu cepat?
Luo Yinran.
Kamu ini berandalan.
Kelihatanya kamu sudah sadar.
Apa yang kamu lakukan padaku?
Kenapa? Kejadian semalam,
kamu lupa semuanya?
Semalam,
setelah kamu mabuk
Awan hitam berjalan pelan di atas atap,
apakah aku telah berbuat salah,
berbuat salah.
Jangan nyanyi lagi, berisik.
Aku hanya ingin manja.
Luo Yinran, bangun.
Bangun.
Bersama-sama.
Manja.
Jangan tidur lagi.
Bangun.
Awan hitam berjalani pelan di atas atap,
apakah aku telah berbuat salah.
Diam.
Aku hanya ingin berlari.
Arak, berikan padaku.
Berikan padaku.
Berikan padaku.
Jangan minum lagi.
Aku mau minum arak.
Aku ingin ti..
dur.
Aku ingin tidur.
Berikan aku arak.
Berikan aku arak.
Aku ingin tidur.
Kamu, kamu tidur saja.
Aku mau minum.
Arak.
Aku ingin tidur.
Arak.
Aku ingin minum arak.
Jangan minum lagi.
Minum arak.
Tidak mungkin.
Aku...
Kenapa aku bisa melakukan hal memalukan seperti ini?
Jadi aku ingin tanya padamu.
Apa yang mau kamu lakukan padaku?
Aku... Aku...
Tuan Muda.
Apa yang dilakukan Pengurus Lu padamu?
Zhen Yu.
Kamu periksa jejak Lu Yiling
secara rahasia.
Saat aku ke sini tadi,
masih bertemu dengan Pengurus Lu.
Perlu aku utus orang untuk memanggilnya tidak?
Dia bukan Lu Yiling.
Satu bulan yang lalu,
setelah kita selesai belanja di jalan,
dia sudah bukan lagi.
Yang benar saja.
Maksud Tuan Muda adalah...
Pengurus Lu ini
sungguh
adalah paslu.
Ini... penampilannya juga sangat...
Memang sangat aneh.
Tapi aku yakin
dia bukan Lu Yiling.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.