Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Instagram @skysoultan
The Sweet Girl Season 2
Episode 16
Ternyata tidur juga tidak menutup pintu,
sungguh tidak waspada.
Hati-hati.
Tuan Pei.
Kamu misterius sekali,
sebenarnya kamu mau membawa saya kemana?
Wah, indah sekali!
Tuan Pei,
kamu ini...
Lu...
Sebelum bertemu denganmu,
di kehidupan saya ini saya selalu berpikir,
semuanya mengikuti aturan yang sudah diatur,
menyendiri terus.
Tetapi setelah bertemu denganmu,
ternyata di dalam kehidupan ini saya menemukan
begitu banyak hal yang berwarna.
Bersamamu setiap menit dan setiap detik
saya sangat bahagia.
Lu...
Saya benar-benar sangat menyukaimu.
Tuan Pei,
ini...
Lu, saya
setiap hari kedepannya,
saya berharap bisa menemanimu,
menjagamu.
Apakah
kamu bersedia?
Tuan Pei,
kamu pernah beberapa kali membantu saya,
dan pernah menyelamatkan nyawa saya.
Selama ini saya sangat sangat berterima kasih padamu.
Tetapi...
Maaf.
Saya tidak bisa menerimamu.
Kenapa?
Apakah ada yang kamu pertimbangkan?
Tidak ada.
Hanya saja saya...
Apakah sudah ada orang yang kamu suka?
Apa...
Apakah Luo Yinran?
Apakah kamu pernah memikirkannya?
Dia memperlakukan kamu baik.
Dan saya,
dari awal sampai akhir yang saya suka adalah kamu.
Saya...
Saya menghormati pilihanmu.
Anggaplah ini sebagai perpisahan terakhir.
Tuan Pei,
maaf.
Tuan Muda...
Tuan Muda...
Tuan Muda...
Tuan Muda...
Minggirlah.
Saya...
Tunggu sebentar.
Apa maksudmu mengejar kemari sekarang?
Apakah kamu ingin memberitahu saya bahwa saya masih ada kesempatan?
Atau kamu merasa kasihan
dan membutuhkan ucapan selamat dari saya?
Saya...
Kamu dengarkan saya.
Saya juga mempunyai harga diri.
Jika kamu sudah memilihnya,
tenang saja.
Mulai hari ini,
saya tidak akan mengganggumu lagi.
Mengikuti isi hati sendiri,
tidak akan salah.
Pilihan saya adalah kamu.
Apa katamu?
Saya..
Saya bilang...
Jika harus mengikuti isi hati sendiri,
maka...
Jika harus mengikuti pilihan isi hati sendiri,
pilihan saya
adalah kamu.
Saya baru saja bersama dengan Tuan Pei,
saya hanya...
Tuan Muda,
saya sudah sampai.
Kalau begitu kamu istirahat lebih awal.
Sampai jumpa besok.
Jika saya mengikuti isi hati sendiri,
memilih orang yang saya sukai,
maka saya tidak akan menyembunyikan identitas saya lagi.
Saya ingin meemberitahumu rahasia saya.
Tuan Muda.
Setelah saya berpikir satu malam,
demi mencegah kamu berpikir sembarangan
dan tidak mengakuinya,
sekarang saya membutuhkan seseorang
untuk menyaksikan hubungan diantara kita.
Ayo!
Mau pergi ke mana?
Kalian berdua
sudah bersama-sama?
Atau kamu..
Kamulah yang lebih aktif mengejarnya?
Kenapa?
Bukankah begitu?
Tadi malam siapakah yang selalu mengejar saya
dan mau mengutarakan isi hati saya?
Mengikuti isi hati sendiri...
Berhenti, berhenti, berhenti.
Jangan katakan lagi!
Iya, saya.
Sayalah yang mengejarmu, puaskan?
Jangan berhenti.
Sudah lapar kan?
Makanlah bubur ini.
Lyu Shui,
apakah sudah kenyang?
Belum.
Ayo.
Begini,
masalah Yinran dan Pengurus Lu,
mereka sudah bersama-sama?
Tentunya,
sudah diakui oleh Tuan Muda.
Bagus sekali, benar-benar bagus.
Masalah ini selalu ada di dalam hati kami sudah terselesaikan.
Jika saya meninggal di kemudian hari
bertemu dangan ibunya Yinran,
saya sudah memberikan penjelasannya.
Omong kosong lagi.
Mau berikan penjelasannya,
sayalah yang lebih dulu.
Tetapi sepertinya Pengurus Lu adalah yatim piatu.
Jika nantinya menikah,
tidak ada orang dari pihak ibunya,
dia bisa sangat sedih.
Tidak boleh.
Saya harus membantunya untuk mempersiapkan seserahan untuk pernikahannya.
Jangan sampai nantinya dia kesepian.
Tuan Besar,
bagaimanapun juga
dia adalah menantu kami.
Nyonya, hal ini kamu atur saja.
Yi, kamu juga bergegas.
Setelah Yinran maka tiba giliranmu.
Nyonya,
mengapa anda membahas saya?
Tapi,
benar saya menyukai seorang gadis.
Tuan Muda Yi.
Bulan sudah bersinar,
janji bertemu di petang hari.
Bunga! Terimalah!
Bunga saya sudah diterima.
Kalau begitu tepatilah perintah saya.
Tuan Muda Yi,
silahkan Anda memerintahkan.
Malam hari ini,
ketemu di paviliun.
Harus datang, tidak boleh tidak datang.
Kenapa tidak ada respon?
Apakah kedengaran?
Kedengaran.
Kedengaran.
Anak baik.
Tidak boleh telat.
Aku tidak akan omong kosong lagi,
buka harganya.
Nyonya Kedua,
saya tidak terlalu mengerti maksud Anda.
Kamu menggunakan wajah yang sedih
untuk memikat putraku kan?
Nyonya Kedua,
tidak.
Masih bilang tidak!
Saya...
Salahkan saya terlalu baik hati.
Seharusnya membiarkanmu meninggalkan Butik Yunyi sebelumnya.
Anak perempuan sepertimu sudah banyak aku temukan.
Semuanya ingin tidur dengan majikannya.
Sejak itu bisa langsung naik derajatnya.
Apakah kamu tidak melihat dirimu pantas atau tidak?
Putraku sekarang tepikat olehmu,
tapi dia hanya bermain saja.
Apakah kamu pernah melihat dia serius terhadap seseorang?
Oleh karena itu,
bawalah uang ini dan pergi.
Jangan mengganggu putraku lagi.
Kamu mengganggu kesuksesannya.
Jika tidak, ketika dia tidak mau kamu lagi,
maka kamu akan kehilangan orang dan uang.
Nyonya Kedua,
saya tidak bisa menerima uang ini.
Setidaknya saya dan Tuan Muda Yi
bukanlah seperti yang kamu pikirkan.
Bukankah kamu merasa uangnya kurang?
Kamu ingin minta berapa?
Kamu buka harga saja.
Nyonya Kedua,
jika Anda tidak ada lagi hal lain yang mau dibicarakan,
maka saya kembali ke Butik Yunyi.
Dasar wanita kasar.
Siapa yang mengizinkan kamu untuk pergi?
Aku beritahu kamu.
Jika kamu berani berhubungan dengan Su Yi,
aku pasti akan memberimu pelajaran.
Aku kesal!
Nyonya,
jangan marah untuk orang seperti itu.
Bisa keriputan.
Keriputku.
Lyu Shui...
Lyu Shui, dimana kamu?
Lyu Shui...
Saya bilang padamu.
Apakah kamu tahu
kenapa matamu merah?
Apakah kamu tidak punya uang untuk membawa ayah berobat?
Kamu tunggu.
Tidak perlu.
Tuan Muda marah karena kamu melakukan kesalahan?
Saya membantumu mencarinya.
Juga...tidak perlu juga.
Saya...
Saya...Saya hanya rindu dengan rumah.
Kamu membuat saya kaget.
Saya pikir telah terjadi sesuatu.
Jika kamu benar ingin pulang,
saya inzinkan kamu cuti 2 hari,
kamu temani orangtua di rumah.
Terima kasih Pengurus Lu,
tetapi sudah tidak perlu lagi.
Saya tunggu waktu liburan baru kembali.
Sungguh tidak perlu?
Apakah kamu dan Su Yi sedang ada perselisihan?
Dia adalah majikan.
Saya hanyalah bawahan,
status begitu jauh berbeda.
Tidak ada perselisihan apapun.
Kalaupun ada,
juga karena saya dulu tidak tahu diri.
Lebih baik saya mengerjakan pekerjaan saya.
Lyu Shui...
Pasti Su Yi.
Su Yi,
beraninya kamu menyentuh orang saya.
Dimana Su Yi?
Apakah kamu melihat Su Yi?
Kenapa begitu marah?
Apakah dia mengganggumu?
Tidak.
Tetapi dia mengganggu Lyu Shui.
Bocah ini,
dia membuat Lyu Shui menangis.
Jika saya bertemu dengannya,
saya pasti mengupas kulitnya.
Jangan bertindak.
Sudah sampai situasi begini,
kamu masih melindunginya.
Saya akan sakit hati jika tangannya terluka.
Baiklah, baiklah.
Saya mau mencari dia.
Masalah mereka,
serahkan saja pada mereka.
Tapi...
Percaya pada saya.
Tapi...
Perut kamu lapar tidak?
Sedikit.
Saya ada reservasi di gedung Deju.
Apakah kamu ingin pergi makan siang?
Ingin pergi, ingin pergi.
Saya tidak memakannya terakhir kali.
Lyu Shui.
Sebenarnya hari ini saya memanggil kamu datang kesini
ingin memberitahumu sesuatu.
Lyu Shui,
saya suka kamu.
Kamu bersama saya saja.
Tidak boleh begini.
Saya harus serius.
Lyu Shui.
Kamu tahu
apa perbedaan kamu
dengan bintang di langit?
Bintang ada di dalam mata saya.
Dan kamu,
malahan ada di dalam hati saya.
Tidak, tidak, tidak.
Lyu Shui.
Kamu lihat Tuan Muda dan Pengurus Lu
selalu bersama.
Benar.
Hal yang baik.
Hal yang baik harus dilakukan berpasangan.
Jika tidak,
maukah juga berpasangan
dengan saya?
Kenapa masih belum datang?
Lyu Shui.
Kenapa kemarin tidak datang?
Tidak sengaja ketiduran.
Sudahlah, sudahlah.
Saya tidak akan peduli denganmu.
Jangan sampai suatu saat
menangis lagi.
Ini untukmu.
Ambil lah.
Ini ya!
Ini...
Tuan Muda Yi,
jika tidak ada yang lain,
saya sibuk dulu.
Saya...
Mengapa menghindar dari saya?
Tuan Muda Yi salah paham,
saya tidak menghindar dari kamu.
Kamu masih bilang tidak menghindar dari saya?
Tuan Muda Yi,
mohon perhatikan diri Anda sendiri.
Sebenarnya dimana saya menyinggung kamu?
Anakku.
Awalnya
ibu tidak ingin terlibat dalam urusanmu.
Tapi hari ini,
ibu juga harus mengatakan sesuatu.
Kamu hanya mengabaikan Lyu Shui itu.
Gadis itu,
jahat.
Dia,
menginginkan identitas dan uangmu
baru ingin bersamamu.
Ibu,
jangan katakan.
Lyu Shui bukan orang seperti itu.
Kenapa bukan?
Ibu ada buktinya.
Saya bertanya padamu.
Apakah dia menghindar darimu belakangan ini,
mengabaikanmu?
Ibu, bagaimana kamu tahu?
Ibu sudah mencarinya.
Untuk apa kamu mencarinya?
Bukankah semua sudah saya katakan?
Menyuruh Anda jangan mengganggunya, jangan mengganggunya.
Kamu jangan khawatir.
Kamu dengarkan ibu selesai bicara dulu.
Ibu tahu kamu peduli dengan gadis itu.
Meskipun ibu tidak begitu menyukainya,
tapi tidak mungkin karena seorang gadis ibu
selalu ribut denganmu.
Jadi,
ibu memintanya melakukan tes kecil.
Tidak terbayangkan.
Tes apa?
Ibu memberikannya sejumlah uang,
ingin membuat dia meninggalkanmu.
Niat ibu adalah
ingin menguji ketulusannya kepadamu.
Tidak terbayangkan,
dia tidak mengatakan apa-apa,
ambil uangnya dan pergi.
Saya pergi tanyakan dengan jelas padanya.
Anakku.
Tuan Muda Yi,
kamu ingin membawa saya kemana?
Kamu...Kamu lepaskan saya.
Apakah kamu menerima uang ibu saya?
Apakah dalam hatimu
saya adalah orang seperti ini?
Apa yang ingin dilakukan Su Yi dengan Lyu Shui lagi?
Kamu tidak berbicara,
berarti kamu mengakuinya.
Saya sangat tidak berharga.
Salah.
Saya hanya berharga sedikit saja.
Bagi kamu,
saya dianggap sebagai apa?
Kamu katakan apa ya apa.
Saya bilang Su Yi tidak bisa diandalkan.
Bagaimana dia bisa membuat Lyu Shui sedih lagi dan lagi?
Saya...
Saya berjuang dengannya, saya...
Kamu melakukan apa?
Biarkan mereka menghadapinya sendiri.
Tidak bisa.
Kali ini jelas bahwa Lyu Shui sedang menderita,
saya tidak bisa duduk diam.
Kelihatannya Su Yi agak mata keranjang.
Sebenarnya
adalah seperti orang yang sangat mementingkan perasaan.
Dia akan mengurus semuanya.
Luo Yinran.
Kamu jelas sedang memihak kakakmu sekarang,
tidak menjaga Lyu Shui sama sekali.
Saya hanya mengatakan fakta.
Tidak.
Kamu benar-benar adalah...
Adalah...
Hanya pejabat dapat menyala api,
orang tidak diizinkan memotong kayu bakar.
Bukan bicara begini.
Kalau begitu bagaimana mengatakannya?
Hanya pejabat dapat menyala api,
kamu tidak diizinkan meninggalkan saya.
Apakah kamu tadi lihat?
Tuan Muda Yi membawa seorang wanita ke Butik Yunyi kami,
wanita itu genit.
Lihatlah dia menggeliat dalam pelukan Tuan Muda Yi,
genit sekali.
Saya melihat beberapa waktu lalu,
Tuan Muda Yi sangat dekat dengan Lyu Shui.
Tidak terpikirkan Tuan Muda Yi berubah pikiran begitu cepat.
Kecilkan sedikit.
Kamu lihat disana.
Lyu Shui.
Ada masalah apa Tuan Muda Yi?
Pasti ada sesuatu
barulah bisa memanggilmu.
Saya harus mengukurnya untuk beberapa wanita.
Tuan Muda Yi, jika tidak ada apa-apa,
saya pergi dulu.
Tunggu.
Orang ini,
adalah Nona Li.
Kamu membantunya mengukur.
Kalau begitu,
saya pergi bantu Tuan Muda Yi memanggil orang lain.
Tidak boleh.
Saya ingin memberikan Nona Li
gaun pengantin khusus.
Hal yang begitu penting,
kamu tidak boleh gegabah.
Gaun pengantin?
Iya.
Saya dan Tuan Muda Yi akan segera menikah.
Kamu harus membantu saya mengukurnya.
Tidak...
Tidak salah.
Tuan Muda,
akan segera menikah.
Apa yang ingin kamu katakan pada saya?
Selamat, Tuan Muda Yi.
Saya akan mengambilkan Anda pita pengukur.
Lyu Shui.
Yang ingin kamu katakan pada saya
hanya itu?
Tuan Muda Yi, apa lagi yang ingin kamu dengar?
Lyu Shui.
Saya...
Ingin...
Tuan Muda Yi,
kita mengukur tubuh dan kembali dengan cepat.
Minggirlah.
Tuan Muda Su.
Meskipun status saya rendah,
tapi juga bukan sesuatu yang bisa kamu mainkan.
Tolong tunjukkan rasa hormatmu.
Saya?
Kapan saya memperlakukan kamu sebagai mainan?
Jelas-jelas adalah demi uang kamu melepaskan saya.
Lyu Shui.
Apa yang kamu pikirkan tentang saya?
Kalau begitu apa yang kamu pikirkan tentang saya?
Apakah kamu benar-benar mempercayai saya?
Saya mempercayaimu.
Tapi apakah kamu menjawab saya?
Selama kamu bilang tidak,
bahkan apa kata ibu saya,
saya ingin memilih untuk mempercayaimu.
Jika kamu benar-benar percaya pada saya,
tidak akan mempedulikan apa yang orang lain katakan.
Nyonya Kedua Su berkata benar.
Kamu dan saya, satu diatas langit,
satu di bawah tanah,
adalah saya terlalu banyak berharap.
Saya ingin mendengar penjelasan kamu,
bukan karena tidak mempercayaimu.
Saya...
Saya hanya ingin kamu lebih peduli pada saya,
lebih khawatirkan saya.
Bukan tidak ada satupun penjelasan.
Nyonya Kedua Su,
dia memberi saya sejumlah uang,
tapi saya tidak menginginkannya sama sekali.
Lyu Shui...
Lyu Shui...
Maaf, Lyu Shui.
Kamu lepaskan.
Lyu Shui...
Lepaskan.
Sungguh maaf.
Sekarang kita kembali dan beri tahu ibu saya.
Saya hanya akan menikahimu.
Saya ingin menghabiskan sisa hidup bersamamu.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.