Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Instagram @skysoultan
The Sweet Girl Season 2
Episode 13
Pelelangan di buka.
Hari ini tidak perlu diundi,
semua orang pasti dapat
satu set pakaian yang dibuat oleh Tuan Muda.
Baguslah.
Setiap orang bisa mendapatkannya.
Apakah terjadi hal baik pada Tuan Muda?
Tuan Muda...
Aku...
Hari ini ada sedikit urusan,
Ingin minta ijin.
Baik.
Semudah itu diijinkan?
Nyonya-nyonya sekalian dapat antri disini.
Kemari ukur dulu.
Tuan Muda.
Situasi kamu ini,
seperti sedang jatuh cinta.
Kamu dan Pengurus Lu,
sudah pacaran?
Tentu saja tidak.
Kamu jangan berbicara sembarangan.
Aku dan Tuan Muda...
Hubungan kami hanya hubungan biasa.
Kamu yakin?
Betul sekali.
Baguslah kalau begitu.
Setelah penantian yang lama,
kalian berdua akhirnya bersama.
Selamat, selamat.
Tuan Muda, kamu mau pergi kemana?
Aku tidak mau membicarakannya lagi dengan mu.
Aku sudah mau pergi bekerja.
Kamu jangan pergi bekerja.
Tadi Tuan Muda sudah menyuruhku,
agar kamu istirahat beberapa hari.
Ini adalah obat untuk kesehatan.
Tidak mau minum. Tidak mau minum.
Sungguh, aku sudah tidak apa-apa.
Lihat!
Tuan Muda sengaja menyuruhku,
melihatmu menghabiskan obat itu.
Lyu Shui.
Lihat!
Aku pergi jalan-jalan keluar dulu.
Tuan muda...
Tuan Muda.
Kemarilah.
Aku...
Lebih baik aku minum sendiri.
Buka mulut.
Aku tidak biasa disuapi oleh orang lain.
Waktu kamu tidak sadarkan diri,
Aku sudah tidak tahu berapa kali menyuapimu seperti ini.
Kenapa sekarang tidak suka?
Lagipula,
aku juga bukan orang lain.
Kemarilah.
Jangan bergerak.
Tuan Pei, Anda sudah datang.
Aku datang menjenguk Lu.
Sudah, kemarilah.
Tuan Pei.
Kamu sudah datang.
Dengar-dengar, kamu masih belum sehat,
makanya aku datang kemari menjengukmu.
Tuan Pei,
dengar-dengar, kamu sampai pergi ke Kota Hai untuk mencari obat penawarnya,
menyelamatkan nyawaku.
Aku masih berpikir setelah aku sehat,
pergi berterima-kasih denganmu.
Hanya pergi kesana saja.
yang penting kamu tidak apa-apa.
Tuan Pei,
kali ini harus benar-benar berterima-kasih kepadamu,
memberikan pertolongan.
Tuan Pei.
Sejak saat ini, melalui gunung pisau, meraungi lautan api,
aku rela maju untukmu,
tidak akan mundur.
Obatnya sudah mau dingin,
cepat minum.
Tuan Pei masih disini.
Tuan Pei,
apakah Pengurus Lu
seharusnya meminum obatnya sekarang?
Lu,
sebaiknya segera minum obat.
Sekarang sudah boleh minum kan?
Aku masih ada urusan lain.
Pamit terlebih dulu.
Lain kali datang menjengukmu lagi.
Tuan Pei, hati-hati dijalan.
Kenapa?
Apakah tidak ingin minum obat lagi?
Kalau tidak minum obat, bagaimana bisa sembuh?
Anak baik, ayo cepat diminum.
Ini...
Tiba-tiba Tuan Muda begitu baik terhadapku.
Tetapi...
Cepat lambat aku harus pergi dari sini.
Mi Jiu'er.
Jangan sampai kamu terjerumus terlalu dalam.
Harus cepat sadar diri.
Demi menyelamatkannya,
mata dan kekayaan Tuan Muda hampir hilang.
Sekarang dia dan Tuan Muda Luo bersikap sangat mesra.
Tuan Muda.
Kamu ini seperti menyiapkan baju pengantin untuk orang lain.
Perbuatan ku ini,
hanya demi menyelamatkan dia.
Bukan demi mengharapkan balas budi.
Asistenku akan tinggal di sini,
berdiskusi denganmu tentang biaya ganti rugi.
Kalian tolong buka jalan terlebih dahulu.
Tuan Muda.
Demi dia...
Kamu tanpa ragu tidak mempedulikan segalanya.
Bagaimana dengan diriku?
Wanita...
Kamu dengar baik-baik.
Orang yang kusukai.
Dari dulu hanya dirimu.
Hanya kamu.
Bagaimana ini...
Sepertinya aku...Benar-benar telah jatuh cinta padanya.
Jiu'er.
Kalau dia tahu aku adalah Pendekar Liushui, Mi Jiu'er.
Takutnya akan langsung kabur bila bertemu denganku.
Jiu'er,
kamu sudah beberapa hari tidak pulang.
Tidak ada masalah kan?
Tidak ada,
semua sudah terselesaikan.
Jiu'er,
apakah suasana hatimu sedang buruk?
A'gui.
Misalnya...
Kamu suka pada seseorang
nona cantik dan kaya raya,
kamu akan bagaimana?
Aku ya...
Aku akan...
Setiap hari menunggu di jalan yang selalu dilewatinya.
Kemudian?
Sudah itu saja.
Kamu tidak ingin berkenalan dengannya?
Tidak ingin...Bersamanya?
Aku rasa tidak perlu.
Kalau dia tahu,
Aku adalah pendekar Liushui yang terkenal.
Dia akan sangat terkejut sekali.
Pada akhirnya hanya dapat melihatnya dari jauh.
Jiu'er.
A'gui saja dapat mengertinya dengan jelas.
Kenapa kamu malah ragu?
Perkataanmu benar sekali.
Suatu hari aku akan kembali menjadi Mi Jiu'er.
Sedangkan dirinya masih Tuan Luo,
dari Butik Yunyi yang tidak terjangkau.
Semuanya akan kembali seperti semula.
Jiu'er,
apa maksud dari ucapanmu?
Aku sama sekali tidak mengerti.
Aku bilang...Kamu harus menjaga baik-baik semua orang disini,
apakah kamu mengerti?
Aku pergi dulu.
Kamu begitu baik,
mana mungkin suka kepada anak liar seperti diriku.
Berhenti.
Kenapa kamu menghindariku?
Aku tidak menghindarimu.
Tuan Muda,
disini banyak orang lalu-lalang.
Kalau dilihat orang lain,
akan salah paham,
takutnya tidak baik.
Salah paham tentang apa?
Salah paham kalau...
Salah paham kalau kita pacaran?
Apakah itu salah?
Salah.
Tentu saja salah.
Ini masalah dua orang.
Harus keduanya setuju baru bisa.
Kalau begitu apakah kamu mau bersamaku?
Aku...
Aku tidak mau.
Ternyata...
Hanya diriku yang menyukaimu.
Tapi kamu...
Sama sekali tidak ingin bersamaku.
Tuan Besar, kamu lihat sendiri.
Ini adalah buku laporan penjualan pavilion Cailing bulan ini.
Sungguh sangat kacau.
Takutnya tidak lama lagi,
kita akan bangkrut.
Nyonya...
Jangan terburu-buru.
Setelah memenangkan lomba,
mendapatkan tender.
Apakah kita masih mengkhawatirkan penjualan ini?
Kamu jangan mengungkit masalah ini denganku.
Berbicara tentang hal ini aku menjadi emosi.
Dengar-dengar...
Belakangan ini, semua butik
sedang berebut bahan terbaik
demi mempersiapkan perlombaan kedua ini.
Kamu lihatlah kita.
Baru saja kalah pada perlombaan pertama,
tetapi sama sekali tidak memiliki rencana.
Mereka semua tahu harus menyimpan bahan terbaik,
Sedangkan kamu disini menunggu kejatuhan berkat.
Yang Nyonya katakan mengenai barang terbaik yang disimpan, apakah benar?
Kamu jelas-jelas ketua perhimpunan pedagang,
apakah berita ini begitu rahasia?
Cepatlah pikirkan cara untuk menghadapinya.
Bahan-bahan ini apabila sudah di tangan kita,
baru bisa tenang.
Sedikitpun tidak boleh ada yang jatuh ke butik lain,
terutama Butik Yunyi.
Perkataan Nyonya ini sungguh menyadarkanku,
akan segera aku laksanakan.
Tuan Muda.
Hari ini Paviliun Cailing buka,
sedang menjual dengan harga rendah.
Sebagian besar klien kita telah direbut mereka.
Kabar buruk.
Tuan Muda.
Kabar buruk.
Apa yang telah terjadi??
Ada yang menyebarkan kabar
bahwa butik Yunyi sekarang ini tidak memiliki bahan kain.
Sudah berhenti bekerja.
Klien-klien yang sudah memesan ditempat kita,
semuanya meminta mengembalikan uang.
Di dalam toko sekarang sudah sangat kacau.
Informasikan ke toko, klien yang ingin pengembalian uang.
Tidak perlu banyak bicara.
Semuanya langsung kembalikan.
Baik.
Informasikan kepada mereka.
Walaupun kita membatalkan pesanan.
Tetapi kita tetap
akan sesuai jadwal pesanan mengirim barang.
Setelah mereka melihat pakaian yang telah jadi,
baru memutuskan mau beli atau tidak.
Tuan Muda,
berbuat seperti ini takutnya kita akan mengalami kerugian besar.
Tuan Muda,
kami tidak punya bahan kain,
juga tidak dapat memberikan barang sesuai jadwal.
Pergilah.
Baik.
Kelihatannya Butik Yunyi ada masalah.
Kenapa dia masih seperti tidak terjadi masalah?
Aku keluar sebentar,
kamu jangan pergi sembarangan.
Baik.
Kali ini aku benar-benar tidak bisa.
Kain itu punyamu, kamu tidak bisa?
Kali ini total kain yang masuk 1.500 roll,
Butik Yunyi Anda mau 500 roll kain,
Paviliun Cailing 800 roll kain.
Kenapa melanggar perjanjian tidak mengirimkan barang?
Sebenarnya ini diluar kemampuanku.
Beberapa hari lalu, orang dari perhimpunan pedagang,
tiba-tiba menghentikan produksi bahan,
bilangnya pemeriksaan barang.
Semua bisnisku terhenti,
hanya bisa diam dirugikan.
Ada kabar menyebutkan,
gara-gara pertandingan sebelumnya Butik Yunyi
telah menyinggung Pavilion Cailing,
baru bisa ada masalah seperti ini.
Sekarang semua pabrik kain bila mendengar nama Butik Yunyi,
tidak ada satupun yang senang.
Sampai sekarang belum kembali,
kelihatanya masalah ini sungguh merepotkan.
Semua orang begitu sibuk,
aku juga seharusnya berbuat sesuatu.
Sekarang sudah lebih enak dilihat.
Tuan Muda.
Kamu sendiri kesana saja percuma.
Selanjutnya,
kita hanya mempunyai dua jalan keluar.
Yang mana?
Pertama.
Pergi cari semua koneksi Butik Celup kain Paviliun Cailing,
kirim semua bahan kain dan gambar model yang kita butuhkan.
Beli semua bahan baku mereka,
tawarkan biaya lembur yang tinggi.
Kedua.
Kita lalukan percobaan.
Menggunakan semua stok bahan kain di gudang,
menutupi semua kekurangan dalam bahan kain.
Baik.
Kamu masih belum pulang?
Kamu bilang aku jangan pergi sembarangan.
Jadi...
Aku pulang sekarang.
Lu Yiling.
Hadir.
Kembali kesini.
Zhen yu.
Kamu utus orang mengaturnya,
secepatnya beri kabar kepadaku.
Baik.
Tuan Muda, kamu mencari aku?
Apakah meja ini kamu yang bereskan?
Iya, agak sedikit berantakan.
Aku sekalian membereskannya.
Tidak menghabiskan waktu.
Gambar desainku kemana?
Aku segera mencarinya untukmu.
Ketemu.
Itu...
Kalau begitu aku kembali dulu.
Tuan Muda,
kamu istirahatlah lebih awal.
Bisa beritahu aku kenapa?
Apa?
Alasan menolakku?
Aku...
Aku hanya ingin menjaga hubungan atasan bawahan dengan Tuan Muda.
Tidak ingin terlibat terlalu banyak.
Pulanglah istirahat.
Melihat kamu begitu lelah,
aku sama sekali tidak dapat membantu.
Tuan Muda.
Tuan Muda.
Ada berita baik, Tuan Muda.
Apakah telah menemukan sumber bahan?
Sudah mencari beberapa hari,
Akhirnya menemukan satu Butik Celup kain di Daerah Jiao,
Butik Celup kain ini lokasinya lebih terpencil,
dan juga tidak bergabung dalam Perhimpunan Pedagang.
Butik Celup kain ini tidak masuk dalam pengawasan Perhimpunan dangan.
Oh, ya.
Bos Yan dari Butik Celup kain ingin bertemu dengan Anda untuk berdiskusi.
Baik.
Sekarang langsung pergi.
Tuan Muda,
Anda beberapa hari ini tidak beristirahat dengan baik,
lebih baik pergi setelah istirahat siang dahulu.
Tidak apa-apa.
Tuan Muda.
Aku...
Aku ingin pergi bersamamu.
Untuk apa kamu ikut?
Menjawab Tuan Muda,
mungkin ada yang dapat aku bantu.
Zhen Yu.
Siapkan kereta kuda.
Baiklah.
Terima kasih, Tuan Muda.
Zhen Yu,
kenapa sudah jalan begitu lama masih belum sampai?
Tuan Muda.
Kita baru berangkat.
Anda sabar sebentar.
Zhen Yu,
bagaimana kamu mengendarai kereta kuda?
Terlalu berguncang.
Tuan Muda,
jalanannya tidak mulus.
Kalian duduk yang baik.
Mi Jiu'er,
jangan berpikir yang tidak-tidak.
Senang bertemu dengan Anda,
sudah mendengar lama mendengar bakat menjahit Tuan Muda .
Hari ini bertemu,
ternyata auranya sangat istimewa.
Bos Yan terlalu memuji.
Jangan-jangan ini salah satu asisten Tuan Muda Luo,
Pengurus Lu ya?
Bos Yan,
senang bertemu dengan Anda.
Silakan.
Silakan.
Bos Yan.
Tujuan kedatangan kami ini,
sebelumnya Zhen Yu pasti sudah memberitahu Anda.
Tidak tahu apakah Anda setuju?
Kenyataannya..
Barang anda ini,
merupakan cara kami menyelesaikan masalah kekurangan bahan.
Jadi...
Tidak peduli berapapun biayanya,
kami tetap menginginkannya.
Aku dapat memberimu barang ini.
Jadi?
Untuk biayanya?
Tidak mengungkit soal uang.
Kalian cukup dengan menyetujui satu syarat dariku.
Silakan bicara.
Bos Yan.
Siapakah ini?
Menangis dengan sangat sedih.
Ini adalah...
Yang sebelumnya telah aku katakan.
Syarat membawa pergi kainku.
Bagaimana maksudnya?
Umur anakku sudah waktunya untuk menikah,
tetapi masih belum ada orang yang melamarnya,
ditertawakan oleh orang-orang sekitar.
Dia setiap hari sedih sampai airmata membanjiri wajah,
mengurung diri di kamar.
Aku sebagai ayah,
berpikir...
Bos Yan.
Syarat ini..
Luo sepertinya tidak dapat menyetujuinya.
Kenapa?
Walaupun Luo belum menikah,
tapi...
Tapi saya sudah menyukai orang lain.
Jadi...
Bila menikahkan anak Anda dengan aku...
Ini...
Tuan Muda, Anda salah paham.
Aku...aku bukan bermaksud seperti itu.
Aku hanya ingin meminta Tuan Muda,
membuatkan sebuah baju untuk anakku.
Anakku selalu menyalahkan diri sendiri,
sebagai ayah, aku sangat sakit hati melihatnya.
Semua orang bilang baju buatan Tuan Muda,
dapat merubah nasib buruk menjadi keberuntungan.
Sehingga aku ingin Tuan Muda,
membuat pakaian yang indah untuk anakku.
Ternyata begitu.
Tidak masalah.
Kalau begitu Bos Yan...
Apakah anda dapat memanggil Nona Yan keluar?
Kami akan mengukur badan,
untuk memudahkan kami membuat baju saat kembali ke Butik Yunyi.
Baik baik baik...
Tunggu sebentar.
Qiu Xiang,
masuklah.
Ini adalah anakku,
Qiu Xiang.
Nona Yan,
aku akan mengukur badanku.
Tidak perlu.
Baju ini, tidak akan kubuat.
Tuan Muda.
Tuan Muda kenapa tiba-tiba berubah pikiran?
Bos Yan,
baju yang dapat dipakai anak anda,
aku tidak dapat membuatnya.
Luo Yinran...Apa maksudmu?
Jika memang Tuan Muda tidak memandang kami,
tempat kami juga...
Juga tidak akan menerima Anda.
Silakan.
Pamit.
Bos Yan.
Nona Yan.
Tuan Muda biasanya tidak seperti ini.
Hari ini tidak tahu ada apa padanya.
Saya pasti akan bicara baik-baik kepadanya saat kembali.
Tidak perlu berbicara lagi.
Pergi semua!
Ma...Maaf.
Aku mau berganti pakaian.
Kamu tidak keluar?
Kenapa kamu berbicara seperti itu?
Bos Yan menyetujui memberikan mu kain,
karena telah melihat kemampuanmu membuat baju.
Ingin memintamu membuatkan baju untuk anaknya,
untuk menyenangkan hatinya.
Kalau kamu tidak ingin membuatnya,
kamu harusnya menolaknya dari awal.
Kenapa harus setelah bertemu dengan Nona Yan,
baru menolaknya?
Melukai hati mereka.
Aku punya prinsipku sendiri.
Prinsip kamu membuat baju...
Apakah orang dibagi berdasarkan statusnya?
Melihat dari orang yang akan memakainya?
Pakaian yang bagus,
hanya bila dipakai oleh orang yang tepat
baru bisa menampilkan kualitas baju tersebut.
Ini logika dari mana?
Aku hanya tahu,
tidak peduli orang seperti apapun,
memakai baju yang sesuai dengannya.
itu sudah terlihat bagus sekali.
Lagipula bagi Yan Qiu Xiang,
Ini hanya masalah simple mengenai sebuah pakaian.
Apakahkah kamu ingin berdebat denganku demi orang luar?
Kamu pergi meminta maaflah pada mereka.
Tidak mungkin.
Kamu!
Kamu labu busuk!
Lu Yiling!
Kamu sebut aku apa?
Labu busuk.
Buat aku marah saja.
Buat aku marah saja.
Egois! Sombong!
Labu busuk yang menyebalkan.
Mi Jiu'er.
Tenang...
Tenang...
Sekarang kepala keledai ini sudah tidak dapat diberitahu lagi.
Sekarang hanya bisa...
Bos Yan.
Sungguh maaf sekali.
Aku tahu sebelumnya Tuan Muda kami tidak benar.
Berikan padaku.
Menyapu saja tidak bisa.
Pergi.
Bos Yan.
Rumah kami kecil.
Bos Yan.
Tutup pintu.
Jangan tutup pintu.
Jangan tutup pintu.
Bos Yan
Buka pintu.
Qiu Xiang.
Qiu Xiang.
Qiu Xiang.
Qiu Xiang.
Kamu.
Kamu jangan takut.
Aku datang membantumu.
Berikan aku sedikit waktumu.
Aku sangat penasaran...
Sebenarnya apa yang kamu bicarakan dengan anakku,
Sampai dia dapat membelamu.
Ini...
Apakah yang kamu katakan benar?
Tentu saja.
Saat aku tiba.
Aku dengar sendiri,
ada 2 orang demi dirimu,
bertengkar dengan orang yang berbicara hal buruk tentangmu.
Mereka berkata...
Sebenarnya penampilanmu masih lumayan cantik.
kulitmu putih.
Juga baik hati.
Terutama...
Saat kamu tertawa sangat cantik.
Hanya saja kamu sehari-hari tidak suka berbicara
dan saat bertemu dengan orang,
selalu menunduk menghindari mereka,
sehingga mereka tidak berani mendekatimu.
Tetapi...
Begitu aku keluar rumah selalu ditertawakan mereka.
Qiu Xiang,
di dunia ini ada orang yang menyukai kita,
juga ada yang tidak menyukai kita.
Tapi jika kita hidup tidak senang
hanya karena orang yang
tidak menyukai kita,
sungguh merugikan.
Tapi...
Aku tahu.
Sekarang kamu perlu satu set pakaian,
yang dapat membuatmu mengumpulkan keberanian.
Kamu tenang saja,
pakaian ini aku akan membuatkannya untukmu
Percayalah padaku.
Pokoknya...
Ini adalah rahasia antara aku dan Nona Yan.
Baiklah.
Melihat anakku membelamu,
aku setuju denganmu.
Asalkan pakaian yang kamu buat memuaskan anakku,
aku langsung memberikan barangnya.
Bos Yan.
Aku pasti menepati ucapanku.
Aku pasti membuat...
Baju yang membuat Nona Yan puas.
Baik.
Tuan Muda.
Ada apa kamu mencariku?
Dua hari ini, Butik Yunyi sama sekali tidak ada kegiataan.
Sekarang pabrik-pabrik besar maupun kecil,
menolak menyediakan bahan pada mereka.
Dengar-dengar...
Dua hari yang lalu di daerah Jiao, mereka menemukan satu Butik Celup kain.
Disana ada barang yang mereka butuhkan.
Demi membantu Luo Yinran mendapatkan bahan kain,
Pengurus Lu pergi sendirian ke Daerah Jiao.
Siapa tahu bisa mendapatkan barang itu.
Dia pergi sendiri ke Daerah Jiao?
Tuan Muda.
Pengurus Lu pergi menemui Bos Yan sendiri.
Dia pergi juga percuma.
Apakah kamu pergi Tuan Muda?
Tidak pergi.
Tuan Pei.
Kamu juga datang mencari barang ya?
Datang menjengukmu.
Menjengukku?
Aku tidak sakit.
Untuk apa menjengukku?
Aku khawatir...
Tapi...
Kebetulan kamu datang.
Cepat cepat cepat...
Coba kamu bantu aku lihat.
Bagaimana membuatnya supaya terlihat lebih bagus?
Kemari...
Membuatnya bukan seperti ini.
Kalau begitu bagaimana membuatnya?
Sudah bisa!
Aku bisa mengajari yang kamu tidak bisa,
untuk apa merepotkan Tuan Pei.
Kalau tidak...
Aku pergi menumpang di kamar Nona Yan semalam.
Kalian berdua...
Tidur disini.
Tidak usah.
Aku sudah lelah seharian.
Besok aku harus bangun pagi untuk membuat baju.
Aku ingin pergi tidur.
Tuan Muda Luo tidak keluar?
Tuan Pei tidak keluar?
Kalian...Semua keluarlah.
Tempat ini terpencil sekali.
Malam ini aku akan membantumu berjaga.
Tuan Pei sendiri berjaga,
aku tidak tenang.
Kalau sama sekali tidak bisa...
Marilah kita...
begadang!
Bulan malam ini besar sekali.
Lumayan.. lumayan bulat.
Kalau tidak ki...kita mari bermain.
Main apa?
Hanya sebuah permainan,
apakah...apakah perlu begitu serius?
Berhenti. Berhenti. Berhenti.
Berhentilah.
Bila masih tidak berhenti, kursi rumah Bos Yan,
akan rusak oleh kalian.
Bagaimana ini?
Lu Yiling.
Hadir!
Pergi bawa sedikit makanan.
Bukankah ini masih ada?
Tidak cukup.
Baik.
Sepertinya...
Kita...
Lebih baik bertanding yang lain...
Ok?
Kalau begitu...
Satu...
Dua...
Tiga...
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.