Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
BIARKAN IMAJINASIMU MELAYANG! = KHUSUS DEWASA = www.WIKWIKENAK.com
www.WIKWIKENAK.com DIJAMIN PUAS DAN KETAGIHAN! BUKTIKAN SENDIRI!
Naga yang gemuk.
Bakar dengan api kecil,
lalu tambahkan sedikit jintan,
cocok sekali.
Ji Gong: Arahat Menaklukkan Naga
Hormat pada Tuan Besar Jiegou.
Hormat pada Tuan Besar Jiegou.
Zhuye.
Zhuye,
akhir-akhir ini saat aku berlatih, sering terganggu oleh mimpi buruk.
Mengganggu hati dan pikiranku, merusak latihanku.
Kau pandai meramal,
jadi tafsirkan mimpiku.
Puncak gunung, satu kuil, satu kendi arak, satu hati, satu kipas, satu teratai terbuka
Puncak gunung, satu kuil, satu kendi arak, satu hati, satu kipas, satu teratai terbuka
Apa artinya ini?
Ayat ini meramalkan
ada hubungannya dengan seseorang dan bencana.
Karena berhubungan dengan bencanaku,
apa ada cara menyelesaikannya?
Dengan membunuhnya,
maka akan terselesaikan.
Dia di mana?
Orang ini berhubungan dengan bencana Tuan Besar.
Selama benda yang dekat dengan Tuan didekatkan pada orang ini,
akan bereaksi.
Yu Bu Huo.
Aku datang.
Kau lompati Gerbang Naga,
lalu berubah menjadi naga,
jadilah kaki tanganku.
Serahkan hal ini padaku.
Iya.
Pukui.
Pukui menghadap Tuan Besar Jiegou.
Jika bertemu orang yang diperingatkan naga,
bunuh dia.
Siap laksanakan.
Puncak gunung, satu kuil, satu kendi arak,
satu hati, satu kipas, satu teratai terbuka.
♪Sepatu rusak♪
♪Topi rusak♪
♪Jubah di badan rusak♪
♪Kau menertawakanku♪
♪Dia menertawakanku♪
♪kipas yang rusak♪
♪Namo Amitabha♪
♪Namo Amitabha♪
♪Namo Amitabha♪
♪Namo Amitabha♪
Tangkap maling!
Tangkap maling!
Satu mantra.
Dua simbol.
Tiga metode.
Jangan lari!
kau mau lari ke mana?
Berhenti!
Kemarilah!
Jangan lari!
Hukum seperti perintah.
Dipastikan.
Bergerak.
Itu dia.
Tangkap maling!
Takkan kubiarkan kau lari.
Lihat.
Itu dompetku.
mau berterima kasih padaku?
Ini siapa?
Ini kau.
Kenapa penampilanku seperti ini?
Hei.
Ini...
Menunggumu menerobos hidup dan mati.
Menyingkirkan hati yang keras.
Kau adalah Ji Gong.
Ji Gong
adalah kau.
kau sudah siap?
Siap apanya?
Aku tidak mau.
Aku tidak mau.
Sial.
Bebas sepertiku,
mengapa bisa bermimpi seperti ini?
Ada gadis cantik,
bersih dan anggun.
Pertemuan tak disengaja,
cocok denganku.
Tak ada hubungan dengan angin, awan, langit dan bumi bertolak belakang.
Berubah!
Hujan rintik-rintik,
mana boleh gadis cantik tidak pakai payung?
Terima kasih banyak, Tuan.
Hujan terus turun,
Aku juga tidak boleh tidak pakai payung.
Kita bersama-sama.
belum sempat menanyakan marga Nona.
Pukui.
Wanita ini berputar-putar,
bukankah lebih baik langsung dibunuh saja?
terlalu berhati-hati.
Huh.
Puncak gunung, satu kuil, satu kendi arak...
Tiga titik, satu empat, satu enam sembilan.
Kalau begini mudah diingat.
Apa kalimat berikutnya?
Kalimat berikutnya...
Kalimat berikutnya...
Kediaman Li
Ayah.
Ayah.
Tuan tengik.
Mengapa kau memutuskan seenaknya sendiri
keluar dari sekolah?
Kau adalah sarjana pertama di wilayah ini.
Kalau belajar dengan baik,
masa depanmu tak terbatas.
Pepatah mengatakan,
di dalam buku ada rumah emas,
di dalam buku ada keindahan yang bersinar.
Keindahan yang bersinar yang Ayah katakan
apa begini?
Halo, Tuan Li
Baik...
Baik...
Baiklah.
Baik.
Nona,
kau tenang saja,
Paman akan mempertanggungjawabkan.
Bocah ini, kalau dia berani menindasmu,
akan kupatahkan kakinya.
Sepertinya Tuan Li sudah salah paham.
Ayah salah paham besar.
Sebenarnya Nona Pukui,
dia datang ke Qiantang untuk bergabung dengan keluarganya.
Hanya saja tidak ketemu dengan keluarganya,
hanya bisa mencari nafkah dengan bermain musik
di pinggir Danau Barat.
Aku kasihan melihatnya,
jadi mengajaknya datang ke rumah
untuk tinggal beberapa hari.
Dayang.
Cepat bereskan kamar untuk Nona Pukui,
- agar bisa istirahat dengan nyaman. - Baik.
Terima kasih banyak, Tuan Li.
Ayo cepat pergi.
jika saat ini tidak baik padanya,
kapan kau baik padanya?
Cepat pergi!
Apa kau orang seperti itu?
Aku baru saja bertemu dengannya.
Bagaimana mungkin aku melakukan hal seperti itu?
Dasar.
Nona Pukui.
Zhuye,
aku memakan energi kebencian manusia.
Jika ingin mengembangkan lima cakar Naga Langit,
masih perlu banyak kesusahan manusia.
Tenanglah Tuan Besar.
Serahkan hal ini pada Zhuye.
Makan.
Ayo.
Minumlah.
Kau jangan katakan
arak ini sungguh enak.
Sudah lama aku ingin mengajakmu minum arak di sini.
Selalu tidak ada waktu kan.
Saudara terlalu sungkan.
Ayo, ayo, ayo...
Kediaman Li
Tidak ada cara.
Jungkir balik saja begitu tampan.
Tuan Li?
Sstt!
Rumah kemasukan maling,
ikuti aku.
Akan lebih jelas jika melihatnya dari ini.
Minggir kau.
Minggir!
Kuberitahu kau,
aku tidak takut padamu.
Hanya Bercanda.
Ternyata orang ini takut kucing?
Kenapa kau melepas ikat pinggang?
Aku...
Aku dan kau di sini?
Ada maling.
Ikat pinggangku longgar.
Lihat bagaimana aku membereskanmu.
Kau tunggu aku di sini.
Hei...
Jangan mengganggu kucing kami lagi.
Tengah malam mengendap-endap di rumahku.
Sebenarnya kau siapa?
Aku siapa?
Pertanyaan bagus.
Aku si jenius
satu-satunya yang berbakat dari puluhan ribu orang,
sudah melalui banyak cobaan
dan kesengsaraan sampai akhir
kau pantas bertanya padaku aku siapa?
Kau siapa?
Aku
pendekar dengan kemampuan bertarung yang dapat mempersatukan dunia,
Pintar mengatur dunia dengan pena,
Berwibawa, berdarah besi dan tulus,
serta anggun seperti giok.
Pih!
Kau siapa? aku saja tidak baru tahu.
Jangan omong kosong.
Ayo sini.
Ayo sini.
Sudahlah.
Ayo mencoba cara yang adil sebelum menggunakan kekerasan.
Masih ada topeng.
Jelek sekali ya?
Beraninya ngatain aku jelek.
Mulutmu bau sekali.
Ternyata siluman.
Sungguh kasihan.
Akhirnya mempertemukanku dengan siluman.
Kubiarkan kau mencoba...
Satu mantra.
Dua simbol,
Tiga metode.
Xuanwu melindungiku.
Mulai!
Mantra macam apa itu?
Itu mantra menaklukkan siluman.
Membanggakan diri tanpa rasa malu.
Angin dan awan tidak terlihat.
Pedang menjadi roda.
Mulai!
Lari!
Bajuku.
mau lari kenapa?
Lapor,
melalui pemeriksaanku yang berkali-kali,
siluman itu...
Sudah lari.
Itu siluman?
Menakutkan sekali.
Tidak disangka Tuan
bahkan bisa mantra.
Begini,
saat aku sekolah di Gunung Chicheng,
tidak sengaja menemukan buku rahasia.
Hanya saja buku itu tidak lengkap.
Jadi saat aku berlatih,
setengahnya meraba-raba.
Sebenarnya saat aku tadi mengeluarkan jurus,
tidak tahu akan memukul siapa.
Jadi aku
melarikan diri.
Tuan sangat hebat.
Tidak hanya bisa mantra,
juga paham pengetahuan.
Sungguh hebat.
Siluman itu sudah kupukul dan lari,
seharusnya tidak akan datang lagi.
Waktunya sudah malam,
Nona Pukui,
kau beristirahatlah lebih awal.
Tuan juga.
Baik, selamat malam.
Siapa?
Yu Bu Huo?
Kenapa kau bersembunyi di sini?
Siapa?
Yu... Yu Bu Huo?
Namaku Yu Bu Huo?
Kau siapa?
Aku Pukui.
Ini... Kau tertabrak sampai jadi bodoh ya?
Nona,
tolong jaga dirimu sendiri.
Pria dan wanita bukan muhrimnya.
Ini di mana?
Tuan Besar Jiegou.
Yu Bu Huo tertabrak sampai otaknya rusak.
Sekarang
sudah tidak bisa mengingat dia siapa.
Kau siapa?
Kenapa kau melihatku?
Kau terlihat begitu galak.
Dasar tak berguna.
Dia awalnya ikan.
Ingatannya sangat buruk.
Setelah berubah jadi naga, seharusnya ada perbaikan.
begitu terluka langsung kembali ke asalnya.
Bunuh saja,
agar tidak merepotkan.
Apa sudah menemukan orang yang harus dihabisi?
Masih belum.
Cepat bunuh beban itu.
Masalah utama yang terpenting.
Iya.
Aku,
Yu Bu Huo
ingatan rusak,
tidak punya tenaga untuk menghidupi diri.
Orang baik di masa lalu.
Menikmati makanan.
Sayur atau daging semuanya boleh.
Tidak pilih-pilih makanan.
- Aku bisa membaca. - Ambillah.
Ini tiga barang berharga untuk mengemis.
Jangan di hilangkan.
Cepatlah pergi.
Kalau begitu aku pergi dulu.
Ya.
Tuan Tabib,
mengapa kita tidak ke kota,
tapi pergi ke Desa Yongning?
Sekarang wabah di mana-mana.
Aku menerima perintah Tuan Besar
bertanggungjawab mencegah wabah di Tiantai.
Tempat pencegahan wabah pasti jauh,
juga harus kerja sama.
Dengan Tuan Li penduduk lokal Desa Yongning,
sangat terkenal.
Kita bisa mendirikan tempat pengobatan di Desa Yongning,
meminta pertolongan dia.
Tunggu.
Aku ke dalam hutan untuk pipis sebentar.
Ini ada buah.
Ayahmu sangat baik.
Sekarang wabah merajalela.
Tidak disangka Ayahmu mengeluarkan uang untukmu,
membantu Tabib membangun tempat pengobatan.
Sebenarnya,
aku juga sangat baik.
Karena kedua orang tuamu sudah meninggal,
jika tidak bisa bertemu dengan Pamanmu,
aku rasa
lebih baik...
Lebih baik kau tinggal di rumah kami.
Aku...
Rumah kita
tidak masalah jika menambah satu mangkok lagi.
Berikan padaku satu mangkok dulu.
Dia sudah seharusnya begitu kasihan.
Sini...
Kuberi...
Satu, dua, tiga.
Sudah.
Ayo kita lanjutkan.
Sebenarnya aku mengajak dengan tulus.
Tapi
bukankah kau sudah bertekad untuk melatih diri?
Hanya karena khawatir dengan Ayahmu.
Jika setelah dia ratusan tahun...
Aku yang dulu memang ada pemikiran ini.
Tapi saat aku bertemu seseorang,
hatiku
ingin lebih banyak memikirkan orang lain.
Yang dikatakan
tangan yang berpegangan erat
bersama...
Tidak cukup.
Kau...
Aku bilang, saudara...
Tidak bisakah kau melakukan sendiri?
Aku ini
orang yang tidak berguna,
tidak bisa apa-apa.
Pundak tidak bisa memikul,
tangan tidak bisa menjinjing,
tidak ada makanan.
Aku lapar.
Tunggu, jangan menangis dulu.
Biar aku lihat.
Ingatanmu tidak bagus?
Siapa yang bilang?
ingatanku baik-baik saja.
Contohnya tadi...
Tadi...
Tadi...
Tadi kenapa?
Aku bilang, saudara,
ingatanmu juga tidak baik,
jadi pengemis tidak profesional.
Kalau begini sangat rugi.
Apa yang dimaksud orang harus punya pakaian,
Buddha harus berpakaian emas.
Jadi pengemis
juga harus berpenampilan seperti pengemis.
Kalau kau berpakaian seperti ini, bagaimana bisa mirip pengemis?
Terutama mangkokmu ini.
Kalau begini baru cukup mengenaskan.
Bawalah baik-baik.
Nanti hati-hati kalau makan, jangan sampai melukai mulutmu.
Ini...
Aku ini juga cukup mengenaskan kan?
Tidak disangka kau terhadap pengemis
juga penuh dengan cinta kasih.
Sudah seharusnya.
Pengemis begitu mengenaskan,
tentu saja harus baik-baik dengan dia.
Tapi
aku lihat dia begitu kasihan,
ingatannya juga tidak bagus,
Sebaiknya
bawa saja dia.
Apa?
Bisakah?
Kau?
Maksudku
kenapa pemikiranmu persis denganku?
Ini sangat kebetulan kan?
Kalau begitu ikutlah dengan kami.
Ini Tidak perlu.
Apa jika aku mengikutimu akan ada makanan?
Jangankan makanan,
semuanya ada.
Ayo jalan.
Jalan...
Tunggu aku.
Semoga karena kita mencegah wabah tepat waktu,
bisa mencegah penyebaran wabah di wilayah ini.
Ini hal yang harus kulakukan.
Amitabha.
Ayah.
Ayah.
Master.
Kebetulan sekali kau datang.
Ini Tabib Zhang
yang diutus oleh kediaman Lin'an.
Tabib Zhang yang bertanggungjawab
mencegah wabah di wilayah ini.
Kuil Yixin
Ayah membantu Tabib Zhang,
menyiapkan ruang pengobatan di sini untuk menerapkan obat mencegah wabah.
Karena kau cuti di rumah,
lebih baik membantu
di tempat ini.
Iya.
Semakin mengenaskan semakin bagus.
Yu Bu Huo.
Mengapa kau berpenampilan seperti ini?
Karena...
Karena...
Karena apa?
Sedang membicarakan rahasia apa?
Aku melihatnya berpakaian seperti ini,
sangat istimewa.
Istimewa?
Kau lihat,
bagaimana?
Yu Bu Huo.
Bukankah kau bilang akan ke sana untuk melihat-lihat?
Ayo pergi.
Apa aku pernah bilang?
Dia lupa lagi.
Kuil Yixin
Bukan, rambutmu ini...
Lebih bagus darimu.
Berikan uang itu padaku.
Sudah kuberikan.
Belum.
Sudah kuberikan.
Belum.
Sudah kuberikan.
Sungguh belum.
Terima kasih.
Tiba-tiba ingatannya bagus.
Yu Bu Huo.
Kenapa kau dan Pukui bisa di sini?
Jangan-jangan orang yang harus dihabisi juga di sini?
Kau bilang apa?
Yu...
Yu Bu Huo?
Siapa?
Kau orang bodoh.
Bodoh sekali.
Yu.
kau mencium bau?
Kau bicara denganku?
Benar.
Mencium...
Mencium apa?
Apa kau mencium bau
kejahatan?
Bau kejahatan?
Ya.
Adakah?
Aku cium.
Ada.
Sungguh bau yang sangat jahat.
Benar.
Bau harum nasi.
Apa-apaan?
Mulai makan.
Hei, mulai makan.
Mulai makan.
Keluarlah.
Tidak disangka kau siluman ini
cantik juga.
Sangat menjijikan.
Satu mantra.
Dua simbol.
Tiga metode.
Hukum seperti perintah.
Angin dan petir untuk kehidupan.
Hei.
Tidak apa-apa.
Aku masih punya satu jurus.
Sampai...
Jumpa!
Satu mantra, dua simbol, tiga metode.
Untuk apa wanita mempersulit pria?
Satu mantra, dua simbol, tiga metode.
Hukum seperti perintah.
Serang!
Awas!
Minggir!
Tidak ada hubungannya dengan angin dan awan,
api Yang energi jahat.
Serang!
Anggap saja kau larinya cepat.
Tuan Li, kau tidak apa-apa kan?
Tidak apa-apa.
Tuan Li.
Tuan Li, kau tidak apa-apa kan?
Kenapa kau lagi?
Sebenarnya kau siapa?
Aku adalah kau.
Kau... Bukankah aku?
Kau omong kosong.
Bagaimana aku berpenampilan aneh seperti kau itu?
Walaupun pakaianku compang-camping,
tapi aku ini orang
yang berada di surga.
Walau pakaianmu begitu bagus,
tapi kau lihat
sebenarnya siapa yang di lingkup iblis?
Aku
atau kau?
Pergi!
Kalau tidak, aku tidak akan segan-segan denganmu.
Aku tunggu kau.
Memangnya kau masih belum siap?
Siap apa?
Naik ke langit lebih awal,
membebaskan kehidupan semua makhluk.
Berpura-pura menjadi Dewa untuk melakukan hal aneh.
Katakan padaku yang jelas.
Kau sudah sadar?
Kau jangan sembarangan bergerak.
Tidak apa-apa.
Aku ingin bangkit duduk.
Mana jubah biksunya?
Di sana.
Itu.
Untung tidak ada tambalan.
Tambalan apa?
Tidak apa-apa.
Mengapa kau tadi mengenakan jubah biksu?
Karena kau suka.
Aku?
Benar.
Bukankah kau bilang itu sangat istimewa?
Tapi sungguh maaf,
kukira kau datang ke rumahku bisa melewati hari yang menyenangkan dan tenang,
tidak disangka
membuatmu susah.
Aku dulu
sangat susah.
Kau dulu sesusah apa?
Dalam angin hanya ada aku,
dalam hujan juga hanya ada aku.
Setiap kali ada petir,
aku selalu panik,
tapi tidak ada seorang pun yang bisa kusandari.
Kalau kau tidak keberatan,
mulai hari ini,
aku yang akan melindungimu dari angin,
aku yang akan melindungimu dari hujan.
Walaupun petir menyambar,
kau bersembunyilah dalam pelukanku.
walaupun petir ingin memisahkan,
biarkan dia memisahkanku saja.
Ada sebuah pepatah mengatakan,
tahu orang tahu wajahnya, tapi tidak paham hatinya,
tidak boleh menyerahkan ketulusan untuk orang lain dengan mudahnya.
Tapi masih ada pepatah mengatakan,
ketulusan menggerakkan gunung,
membelah batu emas.
Ayah, kau diam-diam mendengar pembicaraan orang, itu sangat tidak sopan.
Bocah tengik,
masih belum tidur?
Aku...
Akan segera.
Akan segera tidur.
Kalau kau tidak mau sekolah,
maka harus tinggal di desa,
melakukan beberapa hal
demi penduduk.
Pagi dan siang sudah bekerja keras.
Malam ini
beristirahatlah lebih awal.
Sudahlah, kau juga beristirahatlah lebih awal.
Dasar.
Kau jangan mempedulikannya.
Karena Ibuku sudah lama meninggal,
dia seperti Ibuku yang merawat hingga aku besar.
Jadi dia sangat cerewet.
Tapi aku tahu
dalam hatinya sangat memperhatikanku.
Kau beristirahatlah lebih awal.
Ketulusan menggerakkan gunung,
membelah batu emas.
kau terluka,
beristirahatlah lebih awal.
Wabah ini sungguh akan meledak.
Benar, jangan berdesak-desakan.
Semuanya ada.
Tiantai kita akan mendapatkan wabah besar.
Amitabha.
Semuanya jangan berdesakan.
Aku tahu
bencana ini
memberikan kesulitan untuk orang-orang,
sangat pantas dikasihani.
Tapi ini sungguh bukan alasan
membuat kalian merasa nyaman
tapi harus menyakiti orang lain.
Kalian lihat biksu-biksu ini,
awalnya paling dekat dengan wabah,
tapi sekarang
tempat pengobatan akan diletakkan di depan rumah mereka.
Dan juga orang-orang yang mencoba obat ini.
apa tidak punya keluarga?
apa tidak takut mati?
Tapi mereka sedang berusaha menyelamatkan kita.
Lahir sebagai manusia
tidak perlu menyalahi etika untuk dianggap manusia.
saudara sedesa.
Menurutku, yang dia bilang itu benar.
Kita harus mempercayainya.
Begini,
berbarislah untuk mengambil obat.
Ya, berbarislah untuk mengambil obat.
Semuanya baris yang benar, antre, antre.
Semuanya antre yang benar.
Antre dengan baik.
Terima kasih.
sangat jelas,
kau biasanya terlihat bodoh,
tapi saat serius,
cukup hebat juga.
Kalau begitu, kau suka aku serius
atau tidak serius?
Tentu saja yang serius.
Kau harap aku hanya serius kepadamu?
Selamanya serius padamu?
Aku sudah mencucinya untukmu.
Juga sudah ditambal dengan baik.
Tambalan?
Kau tidak suka?
Suka?
Tentu saja suka.
Kalau begitu, pakai saja.
Terima kasih.
Tidakkah kau harus sedikit lebih terkendali?
Aku masih di sini.
Tidak apa-apa.
Kau sebentar saja sudah lupa.
Bukan.
Ada masalah apa?
Aku,
Yu Bu Huo.
ingatanku jelek,
sering melupakan sesuatu.
Semuanya bilang
aku orang yang tidak berguna.
Apa yang dia lupakan lagi?
Kau tanyalah dia.
Aku ingat aku adalah ikan di kehidupan yang lalu.
Ikan paling mudah melupakan sesuatu.
Aku memang seorang yang tidak berguna.
Yu, Yu.
Sebenarnya ikan bukanlah tidak baik.
Ikan bisa untuk di masak,
diasap, dibuat sashimi.
- Pokoknya aku sangat suka. - Hei.
Serius sedikit.
Ikan asin berbalik.
Ikan mas melompati Gerbang Naga.
Seperti ikan di dalam air.
Betul.
Aku sudah ingat.
Aku sudah ingat.
Aku,
aku pernah melompati Gerbang Naga.
Aku ikan naga.
Aku pernah melompatinya.
Benar.
Tidak semua ikan
bisa melompati Gerbang Naga.
Kau bisa melompati Gerbang Naga.
Itu berarti dia sangat hebat.
Jadi, kau
yang paling hebat.
Ada apa lagi?
Tapi, aku sering melupakan sesuatu.
Hei,
aku ada cara.
ini.
Tidak semua ikan bisa melompati Gerbang Naga.
Aku bisa, Aku lain daripada yang lain.
Lain kali kalau ada yang mau diingat,
ditulis saja beres.
Ingat ya.
Mulai dari sekarang, kau harus mandiri.
Jangan menjadi orang tidak berguna, yang mengais makanan.
Baik.
Mulai sekarang,
aku mau menjadi orang yang mandiri,
menjadi orang yang berguna.
Cepat.
Cepat, ikuti.
Benar-benar hebat.
Kekuatan yang hebat.
Nona Pu,
apa yang kau lakukan?
Rumput obat ini kemungkinan palsu.
Tabib Zhang,
ini hadiah kecil.
Tolong Tabib Zhang menerimanya.
Dengan ini, mintalah uang obat dari kantor pemerintah.
Terima kasih banyak, Tabib Zhang.
Bahan obat berikutnya,
aku akan mengantarnya tepat waktu.
Tabib Zhang,
ada pasien takutnya sudah sangat parah.
kau cepatlah pergi memeriksanya.
Baik.
BIARKAN IMAJINASIMU MELAYANG! = KHUSUS DEWASA = www.WIKWIKENAK.com
www.WIKWIKENAK.com DIJAMIN PUAS DAN KETAGIHAN! BUKTIKAN SENDIRI!
Master, merepotkanmu.
Ayah selalu bergegas naik turun gunung,
mengatur makanan dan tenaga bala bantuan,
agak kelelahan.
Tidak apa-apa.
Kalau kau tidak banyak bicara,
hati-hati dengan nadi gembira.
Tuan, ini benar-benar hanya kelelahan.
Kesehatannya sangat baik.
Menurutmu bagaimana?
Itu bagus.
Bocah tengik.
Ada masalah besar.
Ada masalah apa?
Rakyat yang jaraknya sepuluh mil,
semakin banyak yang meninggal.
Semuanya ketakutan.
Mereka mendirikan grup penyelamatan diri.
Orang yang didiagnosis terjangkit wabah,
semuanya dipaksa dan diantar ke jurang harimau jahat menunggu mati.
Apa?
Berhenti.
Berhenti.
Apa yang kalian lakukan?
Mereka semua kerabat kita.
Tuan Li.
Aku tahu dia kerabat kita.
Tapi, mereka pasti mati, tidak akan tertolong.
Kita tidak bisa membiarkan mereka merugikan orang yang hidup.
Siapa bilang kita tidak tertolong?
Kami selalu berusaha untuk menolong kalian.
Kalian harus percaya dengan kami.
Tuan Li, kau orang baik.
Kami semua tahu.
Tapi, sudah banyak yang meninggal.
Orang di Desa Qianqiao sudah mati setengah penduduk.
Kami juga tidak bisa terima.
Tapi, kau tidak bisa membiarkan kami mati tanpa keturunan.
Benar kan semuanya? Ya, ya.
Ya, tidak boleh membiarkan kami seperti ini.
Tuan Li,
aku tahu itu maksud baikmu.
Tapi, kami mendirikan grup penyelamatan diri
demi untuk saling mengawasi.
Tidak peduli siapa, asalkan terkena wabah,
semua harus diantarkan masuk ke jurang harimau jahat.
Amitabha.
Walaupun wabahnya parah,
tapi bukan penyakit yang tidak bisa disembuhkan.
Kalian harus memberikan kami sedikit waktu.
- Betul. - Ya.
Ada yang meninggal lagi.
Sudah meninggal, cepat antar masuk ke jurang harimau jahat.
antar masuk ke jurang harimau jahat.
Cepat antarkan.
Betul.
Bawa semua orang yang sakit
masuk ke dalam jurang harimau jahat.
Cepat, angkat.
Ayo, ayo.
Siapa pun tidak boleh bergerak.
Li Xinyuan,
mulai dari sekarang,
setiap orang yang meninggal di desa kami,
semuanya mungkin gara-gara kasih sayangmu.
Tanggung jawab ini,
kau bisa menanggungnya?
Xinyuan,
Ayo.
Ayo.
Cepat, ayo.
Xinyuan.
Saat seseorang sedang menderita,
bukan yang dalam bahaya,
melainkan
yang sedang dalam bahaya,
tidak berdaya.
subtitle by rhaindesign Palu, 19 Februari 2021
Master, Tuan,
ini bahan obat yang kita masak untuk orang yang sakit.
Hampir semuanya palsu.
Aku yang menemukannya.
Aku bukan orang yang tidak berguna.
Aku mengerti sedikit tentang obat dan menyadari ada yang tidak beres.
Dan terlebih lagi, ada yang menuntun dan membiarkan Tabib Zhang...
aku masuk dan menyelidikinya.
Hasilnya bisa kalian menebaknya?
Tabib Zhang ini sudah menerima suap.
Bahan obat ini semuanya palsu.
Sungguh keji.
Menurutku begini,
kita mengatur penduduk desa
pergi dengannya untuk meminta keadilan.
Kau memanfaatkan bencana untuk menghasilkan uang,
membunuh banyak rakyat yang tidak bersalah.
Kau masih mau bilang apa lagi?
Ikat dia, kirim ke pengadilan.
Ikat.
Siluman! Cepat lari!
Semuanya, menghindar.
Satu mantra, dua simbol, tiga metode.
Hukum adalah perintah.
Qu xie fu mei.
Kenapa silumannya hilang?
Hilang? Lenyap?
Yu,
alamat surat ini
ditulis di papan.
Kau harus ingat baik-baik.
Berhasil atau tidaknya tergantung itu.
Tenanglah.
Aku adalah ikan yang pernah melompati Gerbang Naga.
Aku bukan orang yang tidak berguna.
Oh ya...
Hati-hati dengan orang yang ada di papan.
Karena dia orang jahat.
Tenanglah, kau juga harus berhati-hati.
Hati-hati siluman itu bisa datang kapan pun untuk menangkapmu.
Tenanglah.
Aku akan melakukan yang terbaik untuk melindungi semua orang di dalam kuil.
Aku mempercayaimu.
Aku lebih mempercayaimu.
Aku mempercayaimu.
Aku lebih mempercayaimu.
Aku mempercayaimu.
Aku sangat mempercayaimu.
Aku sudah terlalu mempercayaimu.
Aku sungguh sangat mempercayaimu.
Sudah.
Hari segera gelap, cepatlah kau pergi.
Ayo.
Aku mempercayaimu.
Ini...
Bocah tengik.
Kapan kau mempelajari sihir iblis?
Terkilir.
Dasar bocah tengik.
Tuan Besar,
aku sudah membuat wabah besar di dunia fana.
Aku percaya kau sudah merasakannya.
Benar.
Dendam, amarah.
Kebencian, keengganan, ketakutan.
Bau permusuhan yang sedap.
Aku telah menyerap energi ini dan menjadi lebih kuat.
Tuan Besar,
aku masih juga menemukan orang yang harus dihabisi.
Kau menemukan orang yang yang harus dihabisi?
Mana Pukui?
Apa yang dia lakukan?
Pukui berbalik dan mengkhianati Tuan Besar.
Yu Bu Huo itu gila,
menjadi tidak berguna.
Sialan, aku akan membunuh mereka.
Tuan Besar, kau cukup menyerap energi negatif dengan tenang.
Segera berevolusi menjadi naga bercakar lima.
Aku akan mengurus masalah ini.
Terima kasih.
Terima kasih.
Tuan Li, ada apa denganmu?
Tuan Li
terjangkit wabah.
Penjaga.
Karena kau sudah mempelajari sihir rahasia,
jadi tidak ingin belajar lagi?
Ya.
Coba pikirkan.
Jika di luar dunia kecil ini
masih ada dunia yang lebih luas,
tidakkah kau ingin melihatnya?
Sebenarnya, ini pertama kalinya aku pergi ke tempat yang jauh.
Sejak kecil, aku hanya tinggal di satu tempat saja.
Tidak pernah pergi ke suatu tempat yang lain.
Pukui.
Setelah masalah ini selesai,
aku akan membawamu pergi melanglang buana.
Aku akan mempertimbangkannya.
Tuan Li,
masalah besar, Tuan Li.
Masalah apa?
Tuan Li terjangkit wabah.
Orang-orang mengantarnya ke jurang harimau jahat.
Mereka seperti orang gila.
Kami tak bisa menahannya.
Cepat bawa aku pergi.
Berhenti.
Tuan Li, tolong biarkan kami lewat.
Apa yang kalian lakukan?
Lepaskan Ayahku.
Tuan Li.
Kau tidak bisa kemari, Tuan Li.
Xinyuan, kau jangan kemari.
Kau jangan kemari.
Tuan Li, sesuai dengan kebiasaan,
semua yang terjangkit wabah harus diantar ke jurang harimau jahat.
Kebiasaan berengsek apa ini?
kau yang memutuskan?
Atau kau?
Katakanlah!
Li Xinyuan,
apa kau tahu kemarin ada berapa orang meninggal?
Ya, nyawa Ayahmu sangat berharga.
Apa kami semua pantas mati?
Tuan Li.
Tuan Li demi semuanya sudah melakukan banyak hal.
Tapi, peraturan ini tidak boleh dilanggar.
Semua orang di Desa Yongning tidak bisa semuanya mati.
Tidak boleh semua mati?!
Tapi, aku lihat hati nurani kalian semua sudah mati.
Lihat kalian ini sekarang,
apa bedanya dengan binatang itu?
Bukankah Ayahku demi untuk menyelamatkan kalian?!
Kenapa bisa berubah jadi seperti ini?
Xinyuan.
Ayah.
Mereka semua hanya terpaksa.
Kerabat mereka
bukankah juga seperti ini?
Jangan menyalahkan mereka.
Ayo.
Aku akan lihat siapa yang berani bergerak?!
Antarkan aku ke jurang harimau jahat.
Ayah.
Li Xinyuan, sekarang kau sudah mendengarnya.
Ini perkataan Ayahmu sendiri.
Angkat, cepat angkat.
Li Xinyuan.
Li Xinyuan!
Xinyuan.
Xinyuan.
Apa kau sudah tidak mau mendengarkan kata-kata Ayahmu lagi?
Biar aku sendiri saja.
Xinyuan, lepaskan.
Ayah tidak ingin membuatmu terjangkit wabah.
Xinyuan.
Ayah.
- Ayah, - aku tahu hatimu menyimpan dendam.
Karena para saudara sedesa itu takut akan wabah,
bukan karena hatinya jahat.
Kau harus bersikap lapang dada.
Jangan karena Ayah,
lalu melampiaskan amarah pada orang lain.
Berjanjilah pada Ayah.
Aku sudah tahu.
Anakku,
harus selalu berbelas kasih,
baru bisa hidup bahagia.
Harus sama seperti Ayah,
bebas tak terbatas.
Ayah.
Ayah.
Saat seseorang sedang menderita,
yang tidak dalam bahaya,
melainkan yang sedang dalam bahaya dan tidak berdaya.
Penduduk desa bodoh itu kejam dan tidak adil.
Kali ini, apa kau masih akan melindungi mereka?
Kuil Yixin
Beraninya kau mengkhianati Tuan Besar Jiegou.
Aku akan membuatmu mati.
Pencerahan Buddha
Tidak ada hubungannya dengan angin dan awan, cahaya langit berpedang.
Biarkan aku melihatnya sebentar.
Aku sudah tahu
kau tidak akan mengabaikan rakyat biasa ini.
Kau yang membuatku mengerti
kalau keserakahan, kebencian dan ketidaktahuan tidak ada di hatiku,
lumpur juga bisa mengubah teratai merah.
Kau... Memiliki hati yang penyayang.
kau bisa sihir?
Aku...
Sebenarnya...
Aku siluman.
Minggir!
Tuan Li.
Aku sekejam serigala berhati anjing dan tidak tahu berterima kasih.
Tuan masih bisa membalas kejahatan dengan kebajikan.
Tolong selamatkan hidupku.
Kami semua...
Tidakkah lebih baik, kami semua menjadi babi dan anjing, Tuan Li?
Lebih baik jadi babi dan anjing, Tuan Li.
Kami sebanding dengan babi dan anjing.
Kau
tidak peduli aku siluman?
Manusia dan siluman
sama sekali tidak sama dengan kebaikan dan kejahatan.
Xinyuan, ada yang ingin kukatakan padamu.
Sebenarnya,
aku selalu ingin memberitahumu.
Tapi, aku takut.
Aku khawatir.
Aku...
Aku...
Tidak apa-apa.
Waktu masih panjang.
Kalau masih sulit dibicarakan,
lain kali saja kita bicarakan lagi.
Ya.
Tuan Li.
Ada apa?
Kepala Biara Yi Yun ingin bertemu denganmu.
Cepatlah pergi.
Buddha
Master, ada apa dengannya?
Hanya biksu malang yang tahu,
Kepala Biara Yi Yun
dia sengaja membuat dirinya terjangkit wabah
demi untuk menemukan resep untuk menanggulangi wabah,.
Dia...
Amitabha.
Master, untuk apa kau bersusah payah begini?
Hanya dengan begini,
aku baru bisa segera menemukan resep untuk menanggulanginya.
Untuk menyelamatkan banyak orang.
Tapi...
Mengorbankan aku seorang,
aku yang bisa menolong banyak orang,
Biksu Tua ini,
masih hidup walaupun mati.
Apa Master sudah menemukan
cara untuk menyembuhkan wabah?
Cepat berikan padaku.
aku akan pergi memasak obat untukmu.
Akar Glehnia?
Obat ini tidak ada di gunung kita.
Aku mengerti.
Aku
tidak ada waktu untuk mengambilnya.
Kau cepat berikan resep obatnya ke petugas.
Pergilah selamatkan semua makhluk.
Master.
Setelah aku mati,
semua peralatan bekas
dibakar saja.
Taburkan jeruk nipis di dalam ruangan.
dalam setahun,
jangan biarkan orang masuk.
Pukui berkhianat, Yu Bu Huo kebingungan,
Zhuye sudah mati.
Semuanya tidak berguna.
Tuan Besar Jiegou, mohon kau jangan marah.
Aku ingin membunuh mereka.
Mohon jangan marah.
Lukamu membaik dengan cepat.
Aku siluman.
Oh, betul juga.
Bukankah petugas sudah menerima laporannya?
Kenapa Yu Bu Huo masih belum datang?
Gawat.
Di papan kayu itu tidak tertulis ke mana dia harus kembali.
Apa jangan-jangan tersesat?
Langit masih gelap.
Kita akan cari saat hari terang.
Gawat.
Tunggu aku.
Xinyuan.
Kau
orang yang harus kuhabisi.
Kau ini.
Menyuruh Zhuye berpura-pura menjadi tabib,
menyebarkan wabah.
Racun teh roh kehidupan.
Roh kehidupan?
Semua hanyalah makananku.
Mereka dan juga kau.
Tidak!
Siapa yang memberimu keberanian?
Begitu berani mengkhianatiku.
Masih berani menyerangku.
Asalkan aku ada,
aku tidak akan mengijinkanmu menyakitinya.
Terlalu berani.
Aku mau kau melihatnya mati.
Wujud aslimu adalah kayu.
Kayu melahirkan api.
Bagaimana kau bisa menahan api dengan kayu?
Benar-benar bodoh.
Pukui, kau sudah membunuhnya.
Berlutut dan mohonlah padaku.
Aku akan mengampunimu.
Aku tidak ingin menjadi siluman lagi.
Aku ingin menjadi manusia.
Menjadi manusia?
Kalau begitu, kau mati saja.
Pukui.
Jangan.
Mengarungi cakrawala bersamamu tanpa dendam.
Tidak!
Keserakahan, kemarahan dan kebodohan tidak ada di dalam hati.
Lumpur pun bisa berubah menjadi teratai merah.
Tidak!
Aku ingin menjadi teratai merah di hatimu.
Tidak!
Pukui!
subtitle by rhaindesign Palu, 19 Februari 2021
Semut.
Kalian semua adalah semut.
Yu Bu Huo.
Jiegou.
Demi Pukui,
demi rakyat biasa yang telah kau sakiti,
hari ini aku akan mengulitimu,
menarik ototmu.
Kau si bodoh ini.
Apa jangan-jangan kau lupa siapa kau sebenarnya?
Aku lupa.
Tapi, aku teringat lagi.
Aku baru tahu ternyata kesalahanmu terlalu memalukan.
Aku pernah melompati Gerbang Naga,
bukan untuk menjadi budakmu.
Hari ini aku mau membasmi kejahatan.
Hanya begitu kemampuanmu?
Li Xinyuan, apa kau sudah kehilangan semangat?
Pikirkan apa yang kau katakan padaku.
Aku seekor ikan.
Ikan yang pernah melompati Gerbang Naga.
Aku bisa mengatasi semua kesulitan.
Dan aku berubah menjadi naga.
Aku bisa.
Kenapa kau tidak bisa?
Li Xinyuan.
Berdirilah!
Kalaupun mau mati,
kau harus mati berdiri!
Xinyuan.
Kau harus memaafkan,
sama seperti Ayah yang bebas tak terbatas.
Mengorbankanku sendiri.
Menyelamatkanku yang tak terhitung jumlahnya.
Biksu tua,
masih hidup walaupun mati.
Jika keserakahan, kemarahan dan kebodohan tidak ada di dalam hati,
lumpur pun bisa berubah menjadi teratai merah.
Aku ingin menjadi teratai merah di hatimu.
Li Xinyuan,
berdirilah!
Mau mati pun juga kau harus mati berdiri.
ini tidak mungkin.
Kau belum mencapai posisi itu.
Bagaimana bisa menjadi Buddha?
Ternyata itu topeng emas yang dibentuk dari kepercayaan makhluk hidup.
Aku akan membunuh mereka dulu.
Lalu, datang lagi untuk menghiburmu.
Apa kau tahu kejahatanmu?
kau pernah menyesalinya?
Kau
bersedia meletakkan pedang.
Aku hanya ingin melenyapkan bencana ini.
Aku baru bisa menyelesaikan jalanku.
Keras kepala.
Weng ma mi bei bei hong...
Pergi.
Kau tidak mengikuti jalan yang benar,
berakar pada kejahatan,
racun untuk manusia biasa,
membahayakan manusia dunia.
Langit tidak akan mengizinkanmu.
Dunia juga tidak mengizinkanmu.
Aku
tidak akan melepaskanmu.
Iblis untuk mempertahankan jalan.
Melenyapkan kejahatan untuk menyebarkan kebaikan.
Hanya langit yang dapat menghakimi manusia.
Baik buruk harus dibalas.
Lingkaran karma berjalan.
Balasan tanpa kesalahan.
Amitabha.
Aku pernah berjanji padamu untuk pergi ke seluruh dunia.
Kau pergi denganku saja.
Tidak.
Kelak aku
berencana untuk tinggal di kolam yang membebaskan ini.
Karena aku tidak memiliki kemampuan untuk bepergian selama sembilan hari,
akan kumulai dengan melindungi rakyat di sini.
Perkataan ini kelihatannya gampang,
tapi tidak mudah untuk melakukannya dengan benar.
Aku akan serius melakukannya.
Apa masih ingat?
Apa?
Tidak semua ikan bisa melompati Gerbang Naga.
Aku bisa. Aku lain daripada yang lain.
Sudah,.
Semangat.
Hei.
Kalau aku merindukanmu,
boleh aku mencarimu?
Pergi ke dunia fana, tempat ketidakadilan.
Di mana ada ketidakadilan,
Di situ ada aku.
BIARKAN IMAJINASIMU MELAYANG! = KHUSUS DEWASA = www.WIKWIKENAK.com
www.WIKWIKENAK.com DIJAMIN PUAS DAN KETAGIHAN! BUKTIKAN SENDIRI!
Hei.
Ada apa?
Pergi?
Ya.
Pergi ke mana?
Pergi ke dunia fana, tempat ketidakadilan.
Di mana ada ketidakadilan,
di situ ada aku.
Bisakah tidak pergi?
Jika tidak pergi, kau mau menghidupiku?
Kau sudah gila ya?
Cepat kau pergi!
Pergi, jangan berbalik lagi.
Cepat pergi, cepat, cepat, cepat.
Pergilah secepat kau bisa.
Ayo ayo, kau pergilah sendiri.
Aku pergi.
Aku akan pergi ke arah barat.
Aku saja tidak makan kenyang, masih mau menghidupimu?!
Kau sudah gila ya?
Aku akan pergi ke arah timur.
Aku pergi ke arah sini.
Pergi ke sana.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.