Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
English Subtitles by VIU, Viki, DramaFever
Alih Bahasa: Artha Regina @xoartharegina
Ahjussi!
"Massa tidak sebanding dengan volume."
"Seorang gadis kecil bagaikan bunga lembayung..."
"Seorang gadis kecil yang bergerak seperti kelopak bunga..."
"...menarikku ke arahnya dengan tekanan yang lebih dari massa-nya."
"Saat itulah...,"
"...seperti teori apel Newton...,"
"Aku berlari ke arahnya tanpa henti sampai aku jatuh hati padanya..."
"...dengan bunyi dentuman."
"Dengan bunyi dentuman."
Tadi itu karpet merah yang keren. Apa Ahjussi yang melakukannya?
Keren sekali.
Ahjussi.
"Jantungku terus memantul dari langit..."
"...sampai ke tanah, seperti gerakan pendulum."
Ahjussi, kau marah?
"Dia cinta pertamaku."
[Episode 5]
Aku...
...jalan kaki saja dari sini.
Kau bisa turunkan aku di sana.
Aku tahu area sekitaran hotel.
Aku jalan saja.../ Baiklah.
Sampai jumpa.
Hanya pengantin goblin-lah...
...yang mampu menarik pedang tersebut.
Setelah pedang tersebut tertarik...,
...kau akan menjadi debu dan beristirahat dalam damai.
Hidup bagaikan campuran dari segala macam genre.
Apa genre hidupmu hari ini?
Romantis komedi?
Fantasi yang aneh nan indah?
Melodrama yang menyedihkan?
Bisa tidak kau tidak usah muncul seperti itu?
Bicaralah padaku seperti orang normal saja.
Kau barusan membuatku ketakutan.
Maaf kalau aku menakutimu.
Aku harus minta bantuan padamu.
Maaf sekali...
...tapi bisakah kau pergi ke tempat tinggalku dan mengisi kulkasnya?
Kulkas?
Ya. Aku mati baru-baru ini...
...dan ibuku terlalu sibuk mengurusi acara pemakaman nanti.
Ibuku pasti sedih melihat...
...kulkasku kosong. Tolong bantu aku.
Tapi...
...aku tidak punya uang.
Ah, aku tidak berpikir sejauh itu.
Maaf.
Aku punya solusi lain.
Terima kasih.
Tehnya mulai dingin.
Kau sudah hidup dengan baik di dunia ini.
Jaga dirimu dalam perjalanan ke dunia lain nanti.
Apa ini?
Apa ini kebetulan?
Bukan salahku.
Kenapa kau tidak menelepon? Aku menunggumu.
Katamu kau yang akan meneleponku.
Aku akan menghubungimu. Sekarang.
Kau mau kemana? Mau cari telepon umum?
Aku mau pulang. Teleponku ada di rumah. Aku akan menghubungimu.
Lucu sekali kau.
Kita barusan bertemu.
Senang bertemu denganmu.
Gila.
Bagaimana kalau kita minum kopi saja daripada teleponan?
Ada banyak kafe di sekitar sini...
...dan aku punya banyak waktu.
Maaf.
Apa kita cuma minum kopi saja?
Matahari sudah terbenam, tahu.
Bukankah hari berlalu begitu cepat?
Tidak.
Kau daritadi duduk seperti itu selama satu jam.
Bukankah kita harusnya saling menyapa dan bertukar kabar?
Bukankah kita harusnya saling bicara?
Halo. Selama ini, bagaimana kabarmu?
Kabarku baik-baik saja, kalau kau?
Bagaimana cincinku? Kau masih belum punya ponsel?
Ya, kabarku baik-baik saja.
Cincinmu juga.
Aku tidak punya ponsel.
Jujurlah padaku.
Kau tidak ingat namaku, 'kan?
Sun Hee-yo.
Yang benar Sunny, bukan Sun Hee.
Kau ini pria lucu juga.
Apa tingkahmu itu disengaja?
Kenapa kau menatapku?
Aku tidak bisa menahannya...
...saat kau tersenyum.
Kalau kupikir-pikir, aku juga belum tahu namamu.
Siapa namamu?
Dia menanyai namaku.
Tapi aku tidak ingat namaku.
Dia pun menanyai kabarku.
Dia menanyaiku begitu padahal aku saja sudah mati.
Senyumnya...
...mencerminkan terangnya cahaya matahari.
Mengingatkanku akan saat dimana hidupku direnggut.
Aku sudah menentukan keputusanku.
Aku harus menghilang...
...sebelum aku merasakan kerinduan yang kuat selama hidupku.
Sebelum aku jadi lebih bahagia dari sekarang.
Inilah keputusan...
...yang harus kutentukan bagimu.
Aku harus mengakhiri hidupku.
Tapi...,
...aku bisa mendengar suaramu.
Kau sungguh akan mati?
Ya.
Sebelum salju pertama turun tahun ini.
Apa kau habis minum-minum?
Tidak./ Ya, kau habis minum.
Kulkasnya kosong semua.
Kau pesan dan makan semua cokelat, kacang, dan juga dendeng daging sapi.
Tak apa. Aku memaklumimu.
Tapi kenapa kau membuang semua botol itu?
Kau pikir aku tidak bakal tahu kalau kau membuangnya?
Ada alasan aku membuangnya.
Ketua Yu bilang aku harus minta bantuanmu kalau ada yang kubutuhkan.
Maaf, tapi bisakah kau yang bayar tagihannya? Aku tak punya uang sama sekali.
Aku juga tidak punya uang. Aku tidak...
Aku tidak punya uang.
Aku barusan mau bayar... Oh, astaga.
Aku masuk, ya.
Ahjussi, kenapa kemari?
Apa Deok Hwa Oppa yang memberitahu semuanya?
Beritahu apa?
Begini...
Aku tadi dimarahi Deok Hwa.
Dia biasanya tidak pernah memarahi orang lain.
Aku menghabiskan semua isi kulkas.
Kau bisa bayar tagihannya itu?
Nanti aku akan mengembalikan uangmu kalau aku sudah dapat gaji.
Kau tak bisa?
Sebenarnya, Ahjussi orang yang mabuk.
Aku memberikan sisa botolnya demi kebaikan orang lain.
Kalau kau terus mengabaikanku, akan kutiup semua lilin itu.
Aku bisa membuatmu keluar masuk dari sini sepanjang hari.
Kau tidak perlu buat permohonan lagi.
Itu tidak ada gunanya.
Aku akan berada di sisimu mulai sekarang.
Ayo pulang.
Rumah siapa?
Rumahku.
Karena kau itu pengantin goblin.
Ahjussi.
Apa kau mencintaiku?
Aku akan mencintaimu kalau kau butuh.
Aku mencintaimu.
Ahjussi.
Apa kau mencintaiku?
Aku akan mencintaimu kalau kau butuh.
Aku mencintaimu.
Apa kau sebenci itu padaku?
Seberapa banyak kau membenciku...
...sampai kau sedih seperti ini?
Hujan deras di luar.
Lupakan saja, kalau begitu.
Meskipun kau membenciku dan aku membuatmu sedih...,
...aku akan tinggal bersamamu.
Kondisiku sekarang tidak memungkinkan buat aku jadi pilih-pilih...
...apa aku pengantin goblin atau tidak.
Aku hanya perlu menarik pedangnya, 'kan?
Ya.
Itu saja yang harus kaulakukan.
Tunggu di sini. Aku akan mengemasi barang-barangku.
Ahjussi, siapa namamu?
Aku tidak menanyaimu karena aku sepenasaran itu.
Aku tahu hubungan kita ini...
...sekarang berada di antara pernikahan dan menjadi rekan serumah.
Aku sadar ada ambiguitas di hubungan itu.
Aku seharusnya jadi istri goblin.
Jadi aku harus tahu siapa nama suamiku.
Apa kita...
Benar juga, hubungan kita belum pantas jadi "kita".
Hubungan antara kau dan aku sudah dimulai jauh sebelum kau lahir.
Hubungan kita.
Terkadang, aku Yu Jung Shin dan kadang, aku Yu Ji Shin.
Sekarang, aku Yu Shin Jae.
Nama asliku...
...Kim Shin.
Jalan. Lampunya sudah hijau.
Hari ini adalah hari sampah.
Aku jadi melihat sisi barumu setiap hari.
Sini. Biar aku yang buang sampahnya.
Kenapa dia itu? Kenapa dia baik padaku?
Dia akan tinggal di sini mulai hari ini.
Inilah keputusan yang harus kutentukan untukmu.
Aku harus mengakhiri hidupku.
Mulai sekarang aku akan mendukungmu dan semua tindakanmu.
Ayo masuk./ Ya. Mohon bantuannya.
Sepertinya banyak pekerjaan rumah tangga yang harus kukerjakan mulai sekarang.
Harusnya empat digit, 'kan?
Kebanyakan orang, biasanya mengakhiri passwordnya dengan menekan tanda bintang.
Kalian tidak tahu password-nya?
Biasanya kami tidak pernah tekan apapun buat masuk ke dalam.
Aku jadi teringat sesuatu.
Kita seakan-akan pergi ke...
...rumah berhantu di taman hiburan.
Menakutkan tapi juga menyenangkan.
Kau tidak tahu apa yang menunggumu disana.
Kau bertanya-tanya apa kau bisa keluar darisana hidup-hidup.
Masuklah.
Apa?
Kenapa kau...
Kenapa dia ada di sini? Sejak kapan? Bagaimana bisa?
Dia tinggal di sini mulai sekarang./ Mohon bantuannya.
Kasih tahu dia password rumahnya.
1004. Kenapa dia tinggal di sini?
Terus aku, aku?
Minum saja itu. Kau harus sadar dari mabukmu itu dulu.
Sebelah sini sangat cocok buat kursi gaya baroque.
Memangnya ini studio foto apa?
Lebih baik belikan saja sofa warna pastel biar bisa menenangkan anak itu.
Memangnya ini tempat penitipan anak?
Kita bisa menggantung lukisan romantis abad ke-19 dan memasang perapian di situ.
Memangnya ini pondok? Kita akan memasang wallpaper...
Memangnya ini model house? Dia itu tamuku.
Ini rumahku./ Ini kamarku.
Aku tak keberatan kamarnya seperti apa.
Aku bisa memasang wallpaper romantis abad ke-19 di sebelah sini...
...dan menaruh sofa pastel di sebelah sini. Biar adil.
Kalau begitu, apa aku harus tidur di sofa ruang tamu buat hari ini?
Kalau kalian risih...,
...aku tidak keberatan tidur di taman bunga di halaman luar.
Kondisiku sekarang tidak memungkinkanku buat pilih-pilih aku harus tidur dimana.
Karena itulah kau harus belikan ranjang.../ Tidur saja di kamarku.
Bersama Ahjussi?
Tidak!
Terus Ahjussi tidur dimana?
Apa-apaan ini?
Aku bisa tidur di tempat tidur, jadi jangan khawatir.
Kau bisa tidur dengan nyaman di sofa.
Apa maksud si goblin gila ini?
Tidak bisa. Ini tempat tidurku. Jangan nodai tempat tidurku.
Aku tahu. Aku sudah bilang tidak perlu khawatir.
Ada sofa di luar./ Aku tidak bisa tidur di sana.
Nanti dia pasti keliling-keliling rumah./ Ke hotel saja, kalau begitu.
Aku tidak bisa tidur di hotel kalau dia sendirian.
Mau kemana kau?
Aku akan memaksa si jiwa yang hilang itu tidur di taman bunga di halaman.
Apa kau selalu tak berperasaan seperti ini?/ Ya.
Kalau begitu aku tidur di sofa saja./ Juga, jangan bicara denganku.
Baik-baiklah padanya.
Nyaman sekali.
Apa dia duduk seperti ini?
Ini 'kan bukuku.
Aku menyuruhnya membacanya, bukan menyimpannya.
[Bintang Mungkin Akan Menghapus Kesedihanmu]
Dia menyimpannya, rupanya.
Apa dia juga menjaga dengan baik daun ini?
Buku apa ini?
Oh ya, aku tidak tahu aksara Cina.
Perang pun tidak berhenti di negeri yang asing ini.
Pedang dan panah memungkinkan mengambil seisi negeri dan makanan...,
...dan begitu juga nyawa orang.
Dewa di sini dan di Goryeo...
...semuanya sama saja.
Cucu dari anak kecil yang kutinggalkan di Goryeo...,
...serta keturunan-keturunannya, semua dimakamkan.
Di kursi di pojokan ruangan yang kecil...,
...duduklah aku menghabiskan siang dan malam.
Kehendakku bukan kata-kata terakhirku sebelum dihadapkan oleh kematian.
Yang Terhormat Dewa...,
...kehendakku adalah permintaanku padamu untuk memberikanku kematian.
Terkadang, aku menganggap hidup ini sebagai hadiah...
...tapi nyatanya, ini adalah hukuman.
Aku tidak pernah melupakan...
...kematian siapa pun.
Karena itulah...
...aku sangat ingin mengakhiri hidup ini.
Namun, ternyata dewa rupanya sudah tuli akan teriakan permohonanku.
Pernahkah kau melihat dewa?
Apa mungkin sekarang kau melihat dewa?
Kubilang, tak usah bicara denganku.
Mana mungkin seorang malaikat pencabut nyawa yang biasa ini bisa melihat dewa?
Aku pernah melihatnya.
Seperti apa dia?/ Begitulah.
Dia itu kupu-kupu.
Dia seperti itu rupanya.
Dia selalu saja seperti itu. Dia membuatmu tidak bisa menyentuh kupu-kupu yang lewat.
Jika dia membiarkanku melihat wajahnya...,
...setidaknya aku pasti bisa membencinya.
Betul.
Jika dewa memberikanmu cobaan yang bisa kauhadapi...,
...menurutku dia pasti mengira aku terlalu hebat.
Apa berat bagimu?
Jangan khawatir. Aku tidak akan menangis dalam pelukanmu.
Manusia bisa melihat dia sepanjang waktu...,
...tapi kita tidak bisa melihatnya. Tidak sekali pun.
Oh aku sekarang ada di rumah Tn. Goblin.
Mereka sarapan apa, ya?
Apa mereka juga beli bahan makanan?
Dia punya segalanya...,
...tapi kamarnya saja masih terasa sepi.
Bagusnya!
Aku bertanya-tanya bagaimana gaya hidup pria.
Sudah lama sekali sejak seseorang memasak buatku.
Aku tidak bilang ini untukmu.
Terima kasih makanannya.
Aku nanti dapat uang hasil kerjaanku sendiri.
Mulai besok, aku akan mengurus makananku sendiri.
Aku juga akan bayar sendiri tagihan binatuku.
Kami juga begitu setiap harinya.
Biasanya, orang yang tinggal di rumah besar punya pembantu...
Apa kau selama ini diam-diam sudah berlatih?
Mood-mu pasti bagus hari ini, ya.
Karena ini ya...
...kalian tidak bisa mempekerjakan pembantu.
Aku sudah menulis sesuatu dalam konteks yang sama.
Aku akan berterima kasih kalau kalian mau mendengarnya.
Surat permohonan.
Satu. Kuharap hujan tidak selalu turun terus-terusan.
Karena semua orang akan kesusahan kalau ada hujan...,
...jadi kumohon tetaplah bahagia...
...selama aku tinggal di rumah ini.
Dua. Bicaralah denganku kalau ada yang tidak kausukai dari sikapku.
Kuharap kau tidak akan membawaku ke dunia orang mati...,
...atau berencana membawaku...,
...atau memutuskan untuk membawaku.
Tiga. Dalam keadaan darurat, hubungi aku.
Jangan muncul begitu saja tanpa pemberitahuan.
Ji Eun Tak. Hubungi aku di nomor 010-1234-1234.
Asal kalian tahu saja, jangan hubungi aku pada saat jam kelas.
Dan juga jangan hubungi aku waktu aku lagi kerja.
Aku juga mematikan ponselku di perpustakaan.
Sekian.
Aku pamit berangkat sekolah sekarang, ya.
Jadi maksud dia itu, kita harus meneleponnya atau tidak?
Apa dia barusan meremehkan kita...
...karena kita tidak punya ponsel?
Benarkah?
Ini dia.
Aku mau yang warna hitam. Aku suka.
Kau yang biru saja. Kau suka?
Dia terlalu kegirangan sekarang.
Dia tidak pernah melihat benda seperti itu sebelumnya.
Jelaskan padanya.
Kau bisa menghafal nomormu nanti saja.
Ini namanya smartphone.
Tak usah jelaskan padaku. Jelaskan saja pada orang ini...
...karena dia tidak pernah melihatnya.
Dia benar. Kau bisa jelaskan saja padaku.
Memang Paman sudah tahu cara menggunakannya?
Tapi ponsel itu sangat pintar.
Kau pikir aku tidak menggunakannya karena aku tidak tahu caranya?
Aku tidak membutuhkannya./ Kalau di drama...,
...orang saling bicara tatap muka, bagaimana caranya?
Kalau kau sedang terburu-buru seperti itu...,
...kau harusnya sudah membelinya 300 tahun yang lalu.
Dasar, paman-paman ini.
Aku akan mengajarimu yang bagian itu nanti saja.
Pertama, masuklah ke playstore. (toko aplikasi)
Sekarang?/ Apa?
Kenapa kau berdiri?
Katamu kita harus pergi masuk ke toko aplikasi.
Ya.
Apa tempatnya jauh?
Kenapa kau? Ambil mantelmu.
Ya.
Katamu, kau ingin bicara tatap muka.
Ya.
Tapi aku tidak melihat wajahmu.
Apa kau meletakkannya di telingamu? Geserkan itu.
Geser apa?
Tanganmu. Geserkan tanganmu jauh dari wajahmu.
Seperti ini.
Tanganku.
Ya.
Seperti ini?
Seperti ini?
Aku masih tidak bisa melihatmu.
Harus kuapakan kau ini?
[Kim Shin]
[Perwira militer dari zaman Dinasti Goryeo]
Perwira militer.
Apa dia seorang panglima? Berarti dia dulu bekerja bagi pemerintahan kerajaan.
Itu pekerjaan yang cukup stabil juga.
Kenapa tidak ada banyak data tentang dia?
Apa dia tidak cukup sukses?
Siapa ini? Aku tidak kenal nomornya.
Halo?
Kau sudah bisa pakai smartphone ya sekarang.
Layarnya qHD 5,5 inci...,
...Exypnos 8890, prosesor octa-core, dan RAM 4GB.
Terbuat dari kaca keras, ringan dan tipis.
Kenapa kau menghafal semua itu?
Apa yang kau butuhkan?
Sikat gigi. Banyak sikat gigi dan handuk di rumah.
Ahjussi tidak tahu apa ini, 'kan?
Ini sebenarnya adalah Ahjussi.
Pipinya itu merah. Aku tidak seperti itu.
Bukan itu maksudku. Orang ini sebenarnya adalah goblin...,
...tapi karena orang-orang takut padanya...,
...dia menutupi dirinya dengan makanan favorit, jelly sobanya...
...untuk menyamarkan dirinya.
Menggemaskan, bukan? Kau tahu maksudku, 'kan?
Ahjussi, inilah apa yang orang pakai buat belajar di malam hari.
Ahjussi, ini...
Ada lagi?
Ini sudah lebih dari cukup.
Nanti malah merepotkan bawa barang ini kalau-kalau aku pindah.
Apa maksudmu?/ Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi.
Aku mungkin saja pergi dari rumah./ Bukan itu.
Apa maksudmu kau akan membawa barang ini kalau kau pindah?
Apa aku tadi bilang kau boleh membawanya?
[Tanda Terima]
[Tanda Tangan: Malaikat Pencabut Nyawa Kim]
Kalau dipikir-pikir, aku juga belum tahu namamu.
Siapa namamu?
Ini bukannya aku bertanya...
...berapa banyak gajimu, seberapa kayanya dirimu...,
...atau apa kau mewarisi apapun.
Bisa-bisanya kau berdiri dan langsung pergi karena aku menanyai namamu?
Aku sensitif kalau ada orang yang menanyai namaku.
Maaf, Sun Hee-ssi.
Bukan Sun Hee, tapi Sunny.
Apa sekarang kita sudah berpisah?
Katamu tadi kita minum kopi dulu sebentar. Dan sekarang aku sudah menghabiskan kopiku.
Tak masuk akal orang ini.
Tapi, begini...,
...kau tadi mengambil struk saat kau mau minta refill kopi.
Kau belum mengembalikannya padaku.
Kenapa kau mengira aku tadi minta refill kopi?
Apa kau sangat menyukai kopi?
Tolong kembalikan struknya.
Perusahaanku itu harus tahu menahu semua uang habisnya kemana.
Baiklah. Aku mengerti.
[Tambahkan ke kontak]
[Tambah]
[Sun Hee]
[Sun Hee]
[Sunny, bukan Sun Hee]
[Simpan]
[Sunny, bukan Sun Hee]
Masuklah ke kamarmu. Aku sudah menatanya.
Benarkah?
Berat sekali.
Kau suka?
Kau nyatanya kesini juga, tapi kau membuatku membawa semua barang itu.
Tanganku harus istirahat.
Ini, ini.
Tangan ini sudah menghabiskan terlalu banyak uang.
Apa tangan yang ini, ya?
Apa ini surga? Aku suka sekali.
Apa kau melakukannya sendirian? Dengan tangan-tangan yang kelihatan lemah itu?
Aku melakukannya karena aku sendiri yang mau.
Istirahatlah.
Tidak boleh pasang paku di dinding.
Kamarku di lantai bawah, jadi berjinjitlah kalau kau sedang berjalan.
Baik. Selamat malam.
Dia memindahkan vas bunga rupanya.
Harusnya menghadap selatan.
Baguslah.
Dia suka tempat tidurnya.
Dia sedang keluar dari kamar.
Aku tidak bisa konsentrasi sama sekali.
Seorang anak perempuan akan belajar...
...karena dia anak SMA.
Apa?
Nama?
Kenapa kau bertanya?
Apa mungkin seperti itu?
Kata orang, jika Malaikat Pencabut Nyawa menyebut namamu tiga kali, kau akan mati.
Aku akan menikah sekarang.
Aku berbeda sekarang.
Aku punya keluarga.
Nama depanku sekarang nama depan suamiku, jadi aku bukan lagi Ji Eun Tak.
Aku bukan Ji Eun Tak.
Bukan namamu.
Tapi nama seorang pria yang akan disukai wanita.
Apa?
Aku tidak...
...punya nama.
Karena itulah aku menanyaimu.
Apa itu nama populer?
Ahjussi tidak punya nama?
Goblin Ahjussi saja punya.
Apa namanya?
Kim Shin. Bukankah namanya bagus?
Menjengkelkan.
Apa ada nama yang kausukai?
Hyuk...
Joon...
Min?
Jika kau ingin punya nama yang disukai wanita...,
...aku punya tiga contoh.
Hyun Bin.
Won Bin.
Kim Woo Bin.
Bin.
Dia tidak mungkin menamai dirinya Hyun Bin, Won Bin...,
...atau Kim Woo Bin, 'kan?
Namamu juga *Yu Deok Hwa, 'kan?
(=nama asli Andy Lau (aktor Hong Kong): Liu Dehua)
Ada cerita menyebalkan di balik nama itu.
Kenapa Paman dulu sangat mengidolakan Andy Lau waktu tahun 1991?
Aku saja masih belum menonton "Infernal Affairs" karena itu.
Aku memboikot-nya.
Meskipun aku jadi ketua Chunwoo Group...,
...namaku pasti muncul di bawah nama dia di situs pencarian online.
Tapi, aku saja mungkin kalah saing denganmu.
Apa maksudnya itu?
Kau memegang hal penting bagiku di telapak tanganmu.
Apa?
Kartu kreditku.
Itu lebih penting bagiku daripada hidupku sendiri.
Wow.
Apanya yang "wow"?
Kukira aku tidak lahir dengan apa-apa...,
...tapi sekarang kelihatannya banyak yang kupunya. Jadi ini sungguh keren.
Sebelah sini.
Turunkan aku di depan restoran ayam itu.
Jangan bilang itu tempatmu bekerja.
Ya. Kenapa?
Dengarkan perkataan ini.
Soal restoran ayam yang kubicarakan denganmu sebelumnya...
Aku berarti sedang diserang tiba-tiba rupanya.
Lupakan perkataanku tadi. Batalkan saja.
Tidak perlu khawatir. Aku juga tidak melakukannya.
Kurasa inilah apa kata orang saat kesialan berubah menjadi keberuntungan.
Jadi aku penasaran...
Apa kakekku menyuruhmu memberikan sesuatu padaku?
Ya.
Beliau menyuruhku menyampaikan padamu, kau harus menjaga Nona Ji Eun Tak...
...karena ujian masuk perguruan tinggi sebentar lagi dilaksanakan.
Apa? Dia tidak menitipkan kartu kredit padamu?
"Satu. Kau tak boleh bicara pada Ji Eun Tak."
"Dua. Ingat, diam itu adalah emas."
"Tiga. Kau akan menjadi orang pendiam. Empat. Tutup mulutmu."
Dia berharap kau akan berhasil menjalankan tugas-tugas sulit ini.
Jadi tidak ada kartu kredit?
Tidak ada.
Kalau kau bosan belajar...
Ingat tarik pedangnya.
Aku tahu kau sibuk belajar...,
...tapi kalau kau punya waktu... Tolong tarik pedangnya.
Aku tahu kau bosan belajar...,
...tapi sebentar saja... Pedangnya.
Aku tahu kau jadi kesepian karena belajar...,
....tapi kalau kau punya waktu luang... Tolong tarik pedangnya.
Aku mendukungmu seperti ini secara diam-diam.
Astaga.
Apa impianmu?
Kau ingin jadi apa?
Kau makan sebanyak ini tapi kau tidak mau menarik pedangnya.
Yang kaulakukan cuma belajar. Apa impianmu?
Radio PD.
Aku berencana mau masuk jurusan itu.
Bukan itu maksudku.
Mana mungkin kau bisa masuk kuliah kalau kau sebodoh ini?
Teganya kau berkata kejam seperti itu?
Aku sudah...
...merenungkannya...,
...dan sepertinya aku mau menunda...
...membuatmu jadi tampan.
Kau menundanya? Kau yakin kau sudah merenungkannya?
Bagaimana kalau kau nanti mengusirku...
...karena aku tidak berharga lagi jadi pengantinmu?
Memikirkan itu saja membuatku stres dan tak bisa belajar.
Kalau kau tidak bisa belajar, kenapa kau makan semua makanan itu?
Lihat? Lihat? Sekarang, kau menunjukkan dirimu sesungguhnya.
Apa kau merasa terkhianati?
Apa kubilang? Kau harusnya sudah setuju waktu aku menawarkanmu...
...memberikan 5 juta won padaku.
Sekarang pun...,
...aku ini goblin yang tak ada tandingannya. Aku seperti air dan api.
Mana bisa aku buat kesepakatan pakai uang? Itu sangat kasar.
Lagipula, aku akan menerimanya dengan penuh sahaja.
Tapi...
...kenapa selalu 5 juta won?
Aku bertanya karena itu jumlah yang ambigu.
Jumlah segitu saja tidak cukup menyewa tempat di Seoul.
Lagipula, impianku bukan bisa tinggal di Seoul.
Itu jumlah uang yang cukup buat tidur di sauna sampai aku dewasa.
Dan jika aku masuk perguruan tinggi, aku harus membayar uang kuliah...
Jadi aku akan menyisakan uang 2 juta won-nya.
Itu jumlah yang tepat setelah menghitung pinjaman mahasiswa...
...dan semua biaya hidup.
Bagi seseorang yang tidak punya apa-apa seperti aku...,
...5 juta won itu sama besarnya dengan 500 juta won.
Kau sudah mengerti sekarang?
Berikan saja dia 5 juta won (ohbaek).
Bisa-bisanya kau masih...
...bersikap jadi ular berhati dingin.
Aku punya pertanyaan./ Aku tidak akan memberikan 5 juta (oh Baek) won.
Astaga.
Kukira kau mau menyatakan perasaanmu (gobaek) padaku.
Berikan dia 5 juta won (oh Baek).
Perbaiki dulu pengucapanmu itu. Kau membuatku kaget saja.
"Berikan dia oh Baek (5 juta won)."
Itu yang dia katakan.
Cepatlah belajar kau itu.
Tapi apa namamu Kim Shin?
Ya. Kenapa?
Namamu...
...keren sekali.
Dasar.
Kau tidak akan menelepon?
Cepat telepon.
Bos, kau sibuk?
Aku tidak tahu kapan terakhir kalinya aku sibuk.
Kalau begitu, boleh aku memanggilmu Unni?
Aku tidak punya kakak sebagai tempat mencurahkan perasaanku.
Kalau kau butuh kakak untuk membicarakan sesuatu...,
...maka topik pembicaraannya sudah jelas sekali.
Apa kau hamil?/ Tidak, kok.
Terus apa?/ Begini..
...bagaimana tanggapanmu kalau aku menikah muda?
Berapa umur prianya? 19? 20?
Sedikit lebih tua dari itu.
Berapa umurnya? Seperti apa dia?
Dia suka membaca, dan dia tahu banyak soal musik dan karya seni.
Dia pernah melayani pemerintahan.../ Bukan itu.
Bagaimana sikapnya padamu? Apa dia baik padamu?
Untuk saat ini. Dia membutuhkanku.
Dan kau? Apa kau menyukainya?
Tidak./ Terus dia?
Apa dia menyukaimu?
Tidak.
Terus kenapa kalian mau menikah kalau tak satu pun dari kalian saling suka?
Benar juga, ya.
Kenapa ini sebenarnya?
Lanjutkan kesibukanmu, Bos.
Ahjussi. Apa kau mencintaiku?
Aku akan mencintaimu kalau kau butuh.
Aku mencintaimu.
Aku tidak butuh cinta seperti itu.
Kuharap Ahjussi juga tidak membutuhkannya.
Aku tidak akan membuatmu jadi tampan.
Aku pulang.
Kau sedang melipat cucian? Biar kubantu.
Apa kau melakukan ini sendirian? Aku bisa tahu dari melihatnya.
Aku senang kau tahu itu.
Kau juga yang melipat semua handuk mandi.
Keterampilanmu hebat setengah mati, ya.
Aku lebih suka kalau kau tidak pakai kata "mati" di dekatku.
Maaf.
Aku suka handuknya.
Lembut, mewah, dan halus.
Terima kasih.
Lukisan ini dilukis oleh pelukis Belanda abad ke-17...
...Rembrandt van Rijn memanfaatkan cahaya dan bayangan saat melukisnya.
Orang menyebut ini lukisan "Sang Penjaga Malam"...,
...tapi judul asli lukisan ini adalah, "Perusahaan Milisi Kapten Frans Banning Cocq".
Aku harus menggantung ini dimana?
Sepertinya kau sudah memakai syal itu sejak umur 9 tahun.
Apa itu syal yang sama?/ Ya.
Ibuku mewariskan ini padaku.
Menurut ibuku, aku bisa lihat hantu karena ada tanda lahir di leherku.
Dia membuatku memakai syal karena menurutnya...
...kalau aku menutupi tanda lahir ini, maka aku tidak akan melihat hantu.
Tapi ternyata tidak berhasil...,
...dan ternyata aku jadi kebiasaan memakai syal itu.
Aku bisa merasakan ada ibuku kalau pakai ini.
Berikan dia uang./ Kenapa harus aku?
Dan kau. Kenapa semua tentangmu itu selalu menyedihkan?
Aku jadi takut bertanya sekarang.
Kenapa dia?/ Aku 'kan tidak bicara dengan Ahjussi.
Dia cepat marah sekali hari ini.
Kau pasti kesusahan gara-gara dia.
Tapi, kau sudah memutuskan mau pakai nama apa?
Oi, anak SMA. Bukannya kau harus belajar?
Kau mungkin bisa gagal masuk kuliah, kalau kau "beruntung."
Kalau aku beruntung, aku bisa kuliah.
Terserahlah. Cepat belajar.
Kalau kau seperti ini, kau takkan bisa jadi radio PD.
Bukannya itu impianmu? Kedengarannya keren.
Aku suka dengar radio sejak aku masih kecil.
Aku tadi yang bilang radio padamu. Kenapa kau bicara dengannya?
Orang yang tinggal bersama boleh saling mengobrol.
"Orang"?
Memangnya kita semua ini orang sungguhan?
Kau lihat pedang di tubuhku?
Ahjussi, kalau kau belum memilih namanya...,
...bagaimana kalau Park Bo *Geom (pedang) saja?
Park Bo Geom?
Geom (pedang) apa?
Beraninya kau bercanda soal pedang ini!
Tak masuk akal.
Salah siapa aku punya tanda lahir dan bisa melihat hantu?
Tanda lahirmu juga biasa-biasa saja./ Omo.
Barusan Ahjussi mengibaskan rambutku?
Pantas saja ada pedang di dalam jantungimu.
Jika ada orang yang tertusuk pedang seperti itu, pasti ada alasan yang bagus.
Teganya kau bercanda soal kelemahan seseorang? Apa kau itu psikopat?
Kau pikir Ahjussi beda dari aku?
"Kau itu bukanlah pengantin goblin. Hiduplah berdasarkan realitas."
Kau saja mengatakan itu dengan kejamnya.
Aku mengatakan semua itu demi kebaikan dirimu.
Jika kau peduli padaku, carikan aku pacar.
Pekerjaan paruh waktuku, keluarga bibiku, dan pacar.
Pelindung macam apa kau? Permohonanku tak pernah terkabul.
Pacarmu ini di sini!
Dimana? Aku tidak melihatnya!
Di sini di depanmu. Aku!
Dia pasti sudah gila. Dia pacarku?
Kata siapa dia pacarku? Apa dia menyukaiku?
Konyol sekali.
Butuh 900 tahun agar aku bisa bertemu dengannya.
Tunggu, aku sebenarnya adalah suaminya, bukan pacarnya.
Haruskah aku menemui dan menjelaskan padanya?
Bingung sekali aku.
Siapapun...
...tidak bisa menelepon karena dia tidak punya nama.
Dasar dua brandal itu...
Siapapun itu...
...tidak bisa menelepon karena dia tidak punya nama.
Dasar, dua brandal itu...
Kenapa gelap sekali di sini?
Kau sedang apa?
Kau masih saja di sini?
Keluar, kalian berdua.
Kenapa Paman ini?
Dari wajahnya, ini pasti masalah wanita.
Apa? Kenapa? Dimana?
Ini pasti nomor teleponnya. Lihat tanda ciuman ini.
Kembalikan, sebelum aku memaksamu.
Apa Paman juga mencium tanda ini di sini atau tidak? Jujurlah.
Kau harus ikut bersamaku. Kita akan pergi ke tempat yang mengerikan.
Paman.../ Ponselnya berdering.
Jangan telepon dia./ Terus buat apa kau minta nomor teleponnya?
Buat pura-pura jadi manusia. Siapa tahu aku bisa meneleponnya kapan-kapan.
Kapan-kapan itu berarti hari ini./ Halo?
Bicaralah seperti manusia. Cepat.
[Sunny, bukan Sun Hee]
Halo, aku...
Tidak, jelek sekali suaraku.
Haruskah suaraku kasar?
Apa? Kau tidak tahu suaraku?
Aku sangat sulit melupakan...
Itu juga tidak cocok.
Halo? Omo, halo.
Halo?/ Yang 'halo' ketiga saja.
Halo?/ Apa kalian daritadi mendengarku?
Kenapa kalian bergerak?/ Bukankah aku ini keren?
Cepatlah hubungi dia.
Aku juga bisa melakukannya.
Bergeraklah.
Apa ini?/ Makan itu.
Jangan bergerak.
Halo?
Halo?
Kau rupanya tahu cara menelepon orang.
Kukira kau tidak bisa, atau jarimu patah.
Ah, ya.
Aku sudah belajar caranya. Dan jariku tidak patah.
Terima kasih atas perhatianmu.
Jadi kau masih punya nomorku, ya.
Ya. Nomormu masih kusimpan.
Aku selama ini menunggumu menelepon.
Ah, ya.
Bukankah kau seharusnya bicara lagi setelah mengucapkan "Ah, ya."?
Bukannya ada yang perlu kaubicarakan padaku?
Seperti apa?/ "Pagi, siang, malam,"
"Kapan kau ada waktu?"
Pagi, siang, malam, kapan kau ada waktu?
Aku lebih suka bertemu waktu pagi atau malam hari.
Aku harus kelihatan seperti manusia, berarti aku jalan kaki saja.
Masuklah.
Tidak ada manusia yang bisa berjalan kaki sampai ke Incheon.
Pacarmu ini di sini!
Dimana? Aku tidak melihatnya./ Tepat di hadapanmu. Aku!
Kau membuatku kaget saja.
Aku haus tadi.
Aku...
Aku harus berangkat kerja.
Ji Eun Tak.
Ya?
Apa?
Barusan kau memanggilku.
Aku?/ Ya.
Kenapa?/ Makanya aku ingin tahu.
Aku merasa canggung.
Aku juga.
Haruskah aku...
...bilang kalau aku ini sebenarnya lapar?
Ya.
Kalau begitu, aku akan bertanya...
...apa kau mau daging sapi.
Aku ambil mantel dulu, kalau begitu.
Ahjussi, kau juga harus ganti baju.
Aku sudah siap. Ayo pergi. Ayo.
Ini kedua kalinya aku disini.
Kalau seperti ini terus, aku bisa jadi langganan disini.
Itu tempat duduk kita waktu itu.
Selamat datang di Quebec. Silahkan duduk.
Makanya itu. Aku tak pernah ke luar negeri sebelumnya.
Jadi, kenapa kau di luar negeri sekarang jam 9 pagi?
Waktu aku masih umur 29 tahun saja, aku jarang jalan-jalan ke supermarket saja.
Serius?/ Ya, karena aku tidak punya alasan kesana.
Aku juga sudah keliling-keliling disini...
...padahal aku tak pernah ke luar negeri sebelumnya.
Aku saja jarang tersesat dan aku tidak pernah lupa makan.
Sekarang, aku mau makan daging sapi.
Aku lagi ada di restoran yang keren, bersama seorang pria.
Siapa yang peduli restorannya keren? Yang penting prianya yang keren.
Aku ngantuk. Sudah, ya.
Ya. Selamat tidur.
Sebelah sini.
Di usia 29 tahun pun...,
...kau tetap masih bersinar.
Tapi aku tidak...
...berada di sisimu.
Hidup kekalku...
...akhirnya harus berakhir.
Bertahun-tahun setelah kematianku...,
...kau masih sering kesini.
Kau telah melupakanku...
...dan hidupmu sudah sempurna karena aku telah pergi.
Aku harus menghilang.
Untuk membuatmu tersenyum.
Inilah keputusan yang harus kutentukan.
Aku harus mengakhiri hidupku.
Akhirnya...,
...itulah keputusan yang kutentukan.
Indonesian Subtitle by Artha Regina @xoartharegina
[Goblin]
Dia masih tampan...
...dan masih aneh.
Aku tahu dia aneh...,
...tapi ketika aku melihat wajahnya, aku melupakan semuanya.
Kau tidak seharusnya menekan itu kuat-kuat seperti itu.
Kau hanya perlu membelainya saja.
Bisakah sekarang...
...kau membuatku lebih tampan?
Baik.
Kau tidak harus terluka lagi.
Kau selama ini sudah terluka berkali-kali.
Aku sudah menaruh sertifikat rumahnya di ruangan ini.
Sekarang ini sudah jadi rumahmu.
Hiduplah yang panjang dan berbahagialah.
Dan aku butuh bantuan.
Ketika aku menghilang, tanda lahirnya pun akan menghilang.
Ketika itu terjadi...,
...tolong hapuslah ingatannya.
Jangan biarkan dia menyalahkan dirinya sendiri.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.