Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub by Netflix Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
DRAMA INI ADALAH FIKSI BERDASARKAN PERISTIWA SEJARAH
YANG MENAMPILKAN ORGANISASI DAN KARAKTER FIKTIF
Berhenti!
Jangan, Nona. Nona tak boleh berada di sini.
Dalam hal ini, Nona tak bisa membantah.
Cepat jalan!
Ayo.
"Episode 14"
Bagaimana...
Kenapa kau seperti ini?
Kenapa...
Kenapa kau seperti ini?
Aku merindukanmu, Eugene.
Teruntuk orang yang baik dan bijak.
Putraku.
Di mana pun kau berada,
aku akan berdoa untukmu.
Bahkan di malam aku luput berdoa,
aku harap Tuhan selalu menyertaimu.
Dari Joseph.
Urus jenazah dengan hormat.
Pindahkan Tuan Joseph ke Rumah Sakit Hanseong.
- Kau sudah cari tahu? - Ya.
Jenazah misionaris Amerika dibawa ke sini dari Jemulpo.
Dia tidak mengalami kecelakaan.
Dia diserang.
Dia ditembak.
Pria yang menuliskan surat ini adalah orang yang membantuku
hidup di sana sebagai Eugene.
Kalau bukan karena dia,
aku pasti sudah mati.
Bos.
Seorang warga Amerika dibunuh di wilayah kita.
Yang mirip orang Joseon itu?
Bukan, ini orang Amerika asli berambut pirang dan berkulit pucat.
Sayang sekali.
- Di mana? - Di permukiman Jepang di Jemulpo.
Itu baru masalah.
Cari tahu
itu ulah anggota kita atau bukan.
Ya, Tuan.
Tasnya robek.
Tersangka pasti mencari sesuatu.
Apa kira-kira yang dimiliki Tuan Joseph?
Ini tiket feri ke Shanghai tertanggal tiga hari yang lalu.
Tiga hari yang lalu?
Itu saat kita di Dermaga Jemulpo untuk mengambil persediaan militer.
Surat yang Tuan lihat di Kamar 205 di Hotel Glory.
Kenapa surat dari Provinsi Hamgyong ada di kamar Kim Yong-ju?
Sama anehnya, hanya surat untukmu yang ditemukan di tempat berbeda.
Di mana tepatnya?
Mungkin karena itu aku selalu dapat masalah sejak pindah.
Bahkan beberapa hari lalu, pencuri masuk ke rumah.
Baca.
Jika kita kaitkan semua,
ini berkaitan dengan insiden
Kim Yong-ju menyerangmu.
Yang aneh urutan kejadiannya.
Apakah target sebenarnya Tuan
atau Tuan dimanfaatkan untuk mendekati mendiang?
Kim Yong-ju tak berada di Kantor Biro Kepolisian Joseon.
Dia dibebaskan empat hari yang lalu.
Empat hari yang lalu?
Itu sehari sebelum pembunuhan.
Hanya satu orang
yang punya jawaban atas pertanyaan ini.
Bagaimana aku bisa baca kalau dipenuhi darah?
Aku menyuruh orang membayar keluarga Kim Yong-ju yang ada di Jepang.
Aku juga menyuruh orang mengikuti dia.
Anda yakin tak masalah membiarkan dia?
Membiarkan dia?
Tak ada belenggu yang lebih baik selain keluarga.
Dia tidak akan mengadukan kita, jadi, jangan cemas.
Apa sebaiknya kita bersiap-siap untuk memasuki istana?
Memasuki istana?
Tuan punya surat rahasia Kaisar.
Dengan memeras Kaisar, Tuan bisa jadi menteri luar negeri...
Untuk apa aku mendatangi dia
dan mengumumkan kalau aku membunuh misionaris itu?
Dengar baik-baik.
Surat ini palsu.
Kaisar tak pernah melihat atau menulis ini.
Ini palsu?
Meski asli, apakah Kaisar akan memberikan yang kumau?
Tapi Tuan berkata...
Buka pintunya.
Kau pasti bisa buka pintu!
Baik.
Siapa yang buka gerbang?
Ini benar-benar kurang ajar.
Kau pikir ada di mana?
Kim Yong-ju dibebaskan dari kepolisian.
Berarti dia tak bersalah.
Karena itukah kau menerobos masuk?
Ini kediaman menteri!
Ini persembunyian yang bagus untuk tersangka.
Cari dia.
- Ya, Pak! - Ya, Pak!
Kau sudah gila?
Kau hanyalah seorang tentara!
Jangan macam-macam.
Aku tak ingin melampiaskannya kepadamu.
Kau cukup berani.
Sepertinya kau ingin mati.
Maaf, Tuan.
Mereka menerobos masuk.
Tiga hari yang lalu di Jemulpo,
seorang misionaris AS dibunuh.
Aku mencurigai Kim Yong-ju sebagai pelakunya
dan kau dalangnya.
Benarkah?
Mungkin aku bisa menambahkan.
Separuh masalah yang terjadi di Joseon
terpicu olehku.
Tapi tidak ada yang bisa menuntutku.
Kau tahu kenapa?
Lima anggota Pasukan Kebenaran bersekongkol untuk mengeksekusiku.
Sebagai balasannya, aku mengumpulkan petani yang membantu mereka
dan membuat mereka semua dibunuh sebagai pemberontak.
Itu terjadi sebelum aku diutus ke Jepang sebagai dubes.
Bukan hanya kau yang menginginkan keadilan di Joseon.
Bajingan.
Apa?
Sebagai orang Amerika, aku terbiasa mengungkapkan pendapat.
Entah bagaimana kehidupanmu di masa lalu,
kau harus mewaspadai keselamatanmu saat memerintah kelak.
Aku orang Amerika
yang mulai mencurigaimu.
Selama apa pun itu, aku akan mendatangimu.
Dasar bodoh.
Maksudmu, kau ingin Jepang menjadi musuhmu?
Aku tak bisa melakukan itu.
Namun, aku bisa membuat mereka berbalik melawanmu.
Baik. Teruslah datangi aku.
Tapi kau harus cepat.
Aku yakin pelakunya sudah ditangkap sekarang.
Kau mau apa?
Bagaimana?
Ulangi sekali lagi.
Kau menuduhku membunuh siapa?
Misionaris Amerika itu.
Omong kosong.
Kau mau apa kalau aku pelakunya?
Siapa lagi yang bunuh orang Amerika itu?
Aku!
Bukan, aku.
Bawa saja aku!
Sepertinya
banyak yang rela mati hari ini.
Cukup.
Sepertinya akulah yang membunuh orang Amerika itu.
- Bos. - Mundur.
Ini bukan masalah kecil.
Kita semua bisa mati.
Urus semuanya selama aku tidak ada.
Aku yakin mereka tak paham.
Tunjukkan jalannya,
Tuan.
Ikat dia.
- Ya! - Ya!
Tuan Muda!
Pelan-pelan. Kau bisa jatuh.
Bukan itu. Tuan tak dengar suara tembakan?
Suara tembakan?
Saat kemari,
ada tembakan di Jingogae dan kabarnya misionaris Amerika tewas.
Pokoknya,
Tuan harus menjauhi Jingogae hari ini.
Astaga. Padahal aku ingin menemui seorang peramal di sana.
Maaf?
Bukankah pria yang diikat itu adalah Gu Dong-mae?
Ya.
Tunggu aku di sini.
Ada apa?
Kenapa kau ditangkap?
Dia tersangka kasus pembunuhan Jemulpo.
Sekarang minggir.
Mereka mencoba menjebakku
padahal aku tak terlibat.
Terus jalan, Berengsek!
Tunggu.
Kenapa kau panggil dia begitu
padahal dia tersenyum dalam kondisi buruk?
Itu kata-kata yang kasar.
Sebelum diputuskan bersalah,
dia masih belum bersalah.
Tolong perlakukan dia dengan hormat.
Apa maksud pria ini? Tutup mulutmu!
Jika kau tak berniat membantu,
aku akan pergi.
Aku kenal Kepala Polisi,
sebut namaku jika kau dianiaya.
Aku akan datang berkunjung!
Aku enggan bilang ini kepada orang asing...
tapi jangan biarkan dia datang.
Apa?
Ya, tentu.
Gu Dong-mae?
Pelakunya adalah Gu Dong-mae?
Itu yang mereka katakan.
Tapi bukankah itu aneh?
Ini bukan kali pertama Gu Dong-mae membunuh,
kenapa bersandiwara?
Dia bukan pelaku sebenarnya.
Kenapa begitu?
Kami bertemu di Dermaga Jemulpo hari itu.
Siapa sangka? Apa seharusnya bahas cuaca saja?
Dia senang bertemu denganku.
Tulus juga.
Lalu?
Itu sebabnya tak mungkin dia.
Apa? Bagaimana bisa itu menjadi alasan logis?
Menurutku begitu.
Kim Yong-ju adalah pembunuhnya.
Mulai sekarang, kita akan mengejar dia.
Feri ke Shanghai dan Jepang berangkat lima hari lagi.
Jika dia masih ada di Hanseong,
kita harus menangkapnya dalam lima hari.
Sekarang, kita memulai pencarian orang
yang membunuh misionaris Amerika.
Kalian tahu wajah Kim Yong-ju.
Ingat. Ada luka tembak di lengannya,
dia mungkin terlihat aneh.
Aku mau kalian menggeledah semua tempat mencurigakan.
Sarang pencandu, rumah bordil, penginapan.
Periksa siapa pun yang mencurigakan.
Hei. Permisi.
Mari pergi sebelum ada yang datang.
Kau boleh pergi.
Kapan kau mau mengaku?
Hari sebelum dan setelah misionaris dibunuh...
KEPALA POLISI JUNG
Kau terlihat dua kali di Jemulpo.
Haruskah kuulangi lagi?
Aku ke sana untuk berbisnis.
Dua kali ke sana untuk berbisnis?
Itu yang kukatakan tadi, bukan?
Aku lebih rajin dari dugaanmu.
Katakan sejujurnya!
Awalnya, kau memantau tempatnya lalu kembali untuk membunuh dia!
Karena kau tak percaya kepadaku,
biar kuperagakan caraku membunuh orang
untuk buktikan aku tak bersalah.
Jika aku yang membunuhnya,
kau tak akan bisa mengenali etnisnya.
Dia pasti dimutilasi.
Diam!
Lihat apa kau bisa katakan itu di depan saksi.
Bawa dia masuk!
Sedang apa kau di sini?
- Saksi? - Ya.
Orang Amerika yang dibunuh ditemukan di Jemulpo.
Seorang saksi melihat bos kami di sana sekitar waktu pembunuhan.
Siapa saksinya?
Aku tak tahu.
Aku memberimu emas batangan bukan untuk bungkam.
Begini...
Dia salah satu pegawai hotel Anda.
Kurasa namanya Gui-dan.
Lagi-lagi dia salah melangkah.
Kau boleh menginap,
tapi aku tak menanggung nyawamu.
Kau urus dirimu sendiri.
ADA APA DENGAN BOS?
APA DIA BAIK-BAIK SAJA? DI MANA DIA?
Kau tak bisa menolongnya.
Tidurlah.
Pakai senjata di bawah bantalmu jika mau.
Untuk dirimu sendiri atau orang lain.
Jangan membebani Dong-mae.
Anak buah Gu Dong-mae
tidak setia pada Jepang.
Mereka hanya setia kepada Gu Dong-mae.
Aku mau mengambil kesempatan ini
untuk menata kembali divisi Perkumpulan Musin Hanseong.
Ide bagus.
Mereka memang menyusahkan.
Baik orang Jepang maupun Korea
hanya akan menjadi
kelemahan Jepang Raya.
Ucapan itu untuk menyindirku?
Bukan, kita membicarakan Gu Dong-mae.
Tak perlu emosi.
Aku penasaran.
Gu Dong-mae merepotkanku,
tapi apa masalahmu?
Seperti kau ketahui,
semua yang kulakukan demi kebaikan Jepang.
Aku melihat semuanya.
Dia memimpin sekelompok orang berpedang
di Dermaga Jemulpo
dan bertemu orang Amerika.
Kenapa kau ada di Dermaga Jemulpo seorang diri?
Aku malu mengatakan ini,
tapi aku bersama pria.
Perempuan harus tetap hidup.
Apa kau akan terus menyangkalnya?
Sudah kubilang bukan aku.
Kita akan segera mengetahuinya.
Bawa masuk orang Amerika yang ditemui Tersangka.
Inikah orang Amerika yang ditemui Tersangka?
Bukan.
Orang lain.
Pikir baik-baik.
Aku mungkin keluar hidup-hidup dari sini.
Tutup mulutmu!
Orang Amerika yang dia temui
berpakaian seperti misionaris.
Aku melihatnya
menyeret misionaris itu ke dalam gang gelap.
Entah kenapa
kau menyuruhku kemari,
tapi aku tak melihat pria ini selama sebulan lebih.
Mafia, katamu?
Mereka pasti punya alasan untuk itu.
Cari orang lain untuk melakukan itu.
Kurasa kau mengira aku orang lain.
Tapi aku paham.
Orang Korea
sepertinya kesulitan membedakan orang asing.
Lihat itu.
Kenapa aku bisa terseret ke dalam masalah ini?
Itu surat rahasia yang dimiliki mendiang misionaris itu.
Ditulis oleh Kaisar Joseon.
Dia menolak tawaran Jepang untuk meminjamkan uang,
tapi lebih suka meminjam uang dari Amerika.
Aku kira kau hanya bergantung
kepada Tuan Allen.
Tapi ini?
Lumayan.
Dengan surat ini saja,
kau akan menguasai Gu Dong-mae,
Allen, Kaisar Joseon,
dan mendapatkan posisi sebagai Menteri Luar Negeri.
Kau akan meraih tiga hal sekaligus.
Sebenarnya akan ada empat.
Kau diperintah siapa?
Kau melakukan apa pun demi uang.
Jadi, itu masalahnya?
Jika ada nama yang kau inginkan,
seharusnya kau bilang sebelum memukuliku.
Nama siapa yang harus kuberikan? Bagaimana kalau Lee Wan-ik?
Hayashi bagaimana?
Siapa kau berani menyebut nama itu?
Teruslah mengoceh.
Aku akan mencabik-cabik anak buahmu
dan pelacur bisumu itu.
Satu hal yang pasti.
Begitu aku bebas, kau orang pertama yang kudatangi.
Aku akan jadi pembunuhmu,
tapi kau tak akan dikenali.
Wajahmu akan tercabik-cabik.
Go Sa-hong.
Itu nama yang harus kau berikan.
Go Sa-hong.
Maksud Anda Tuan Go Sa-hong?
GO SA-HONG
Jangan tanya aku dua kali.
Apa kau puas hanya menjadi Kepala Polisi?
Suruh Dong-mae menyebut Go Sa-hong
dan kau akan diangkat sebagai Kepala Pengawal Kerajaan.
Maaf?
Pilihlah.
Apa yang...
Sial!
Kami menangkap semua anggota Perkumpulan Musin.
Sampai kau menyebutkan namanya,
satu orang akan mati setiap hari.
Kau yang putuskan.
Lama tak bertemu.
Anda sibuk siang dan malam.
Aku harus segera pergi.
Aku datang untuk bertanya.
Surat yang ditemukan di Kamar 205...
Kebanyakan belum dibuka.
Boleh aku tanya soal keberadaan surat itu?
Maaf, tapi aku tak mengurus kebersihan.
Kemungkinan besar dibakar.
Apakah surat-surat itu bisa membantu penyelidikan Anda?
Kau masih menyimpannya?
Setiap rumor atau kata-kata akan berguna saat ini.
- Surat-suratnya dibakar... - Kau berbohong.
Astaga. Aku ketahuan sebelum bisa bernegosiasi.
Aku tidak asal membuang barang-barang
yang ditinggalkan para tamuku.
Terutama jika kamarnya digeledah,
barang-barang itu bisa memberiku masalah atau keuntungan kecil.
Entah yang mana kali ini.
Syukurlah.
- Sebutkan harganya. - Gu Dong-mae akan membayarku.
Karena itu akan menyelamatkan nyawanya.
- Tunggu di sini. - Terima kasih.
Belum saatnya.
Bagaimana kalau aku sengaja menipu Anda?
Aku pernah bilang aku akan ditipu.
Jika harus sekarang, biarlah.
Aku pelajari dari ayahku, Lee Wan-ik.
Cukup berguna.
KANTOR POS KYEONGHEUNG
KANTOR POS KYEONGHEUNG
TOKO OBAT
"Yesaya"?
"Petrus."
"Lazarus."
LAZARUS
Para peziarah itu menginap di Provinsi Hamgyong.
Provinsi Hamgyong?
Bawakan apa pun atau informasi
tentang keberadaan terkini misionaris Joseph Stanson.
Ada satu markas di Gunung Sina, Distrik Kyeongheung.
Aku akan bayar berapa pun harganya.
Kalimat terakhir itu menjadi penentu.
Kau awasi toko. Aku yang akan berkelana.
Jangan cemaskan situasi di sini. Hati-hati.
Dibayar di muka atau belakangan?
Mana pun yang lebih cepat.
Kirim telegram begitu kau dapat sesuatu.
Entah kau sudah dengar atau belum.
Jika sudah dengar,
kau mungkin khawatir.
Aku tak akan berbuat apa pun yang membuatmu khawatir.
Jadi, setidaknya untuk sehari,
berhentilah mencemaskanku...
dan seperti biasa...
tetaplah cantik.
Pertukaran nama, jabat tangan, pelukan.
Hal berikutnya pasti rindu.
Jika kau melewati hotel itu
dalam perjalanan menuju pasar,
aku biasa berdiri lama di teras.
Aku merindukanmu.
Kau cepat tanggap.
Kau akan tahu begitu membaca ini.
Kita saling merindukan.
Yang Mulia.
Dengan menyesal kusampaikan
bahwa kami sudah memastikan bahwa pria yang tewas itu
adalah si Misionaris.
Dan lagi-lagi,
hal ini terjadi.
Sepertinya
mereka mendapatkan surat rahasia itu.
Surat rahasia itu...
Pasti palsu.
Apakah aku sama sekali tidak boleh mencoba apa pun?
Yang Mulia. Keinginan mereka
adalah agar kita, Joseon, menyerah.
Kita harus berbenah, membuat rencana,
dan mengambil langkah lebih besar di masa depan.
Yang Mulia.
Lee Wan-ik, Menteri Pertanian dan Perdagangan datang.
Aku terus melangkah mundur...
sedangkan Wan-ik mendatangiku seenaknya.
"Aku adalah Kaisar Korea
dan aku bertanya apakah Amerika, sekutu kami,
bersedia memberikan kami
penangguhan atau bantuan ekonomi.
Aku meminta lewat John Goodlaw selaku Dubes Amerika di Tiongkok.
Aku mengirim permohonan sungguh-sungguh
melalui salah satu warga Anda.
Semoga Anda menerima surat ini."
Surat ini ditemukan di jenazah orang Amerika itu.
Cap Yang Mulia ada di surat ini.
Orang Jepang yang menyelidikinya sangat menaruh curiga.
Aku, Lee Wan-ik, pelayan Yang Mulia,
menyatakan ini palsu.
Aku beri tahu mereka ini tak mungkin asli.
Aku baru memarahi mereka.
Ini palsu, bukan?
Kalau ini asli,
orang Jepang akan mendendam kepada kita
dan Dubes Allen akan merasa dikhianati.
Bukankah bisa merusak hubungan kita dengan Amerika?
Aku bersyukur seorang warga Amerika memutuskan mendukung Joseon.
Satu-satunya bakatku
adalah keberanian kecil untuk berpegang pada imanku.
Apa boleh buat, Yang Mulia.
Satu bangsa menggunakan kekerasan untuk menganiaya bangsa lain
adalah tindakan salah.
Aku tidak akan pernah melupakan kebaikanmu.
Pemerintah Joseon tak merencanakan apa pun.
Seorang warga Amerika memalsukan cap raja Joseon
untuk mencari keuntungan pribadi.
Yang pantas mati telah mati.
Bisakah itu jadi kesimpulan kita?
Bisa dibilang begitu.
Surat itu...
palsu.
Terima kasih, Yang Mulia.
Satu lagi,
Yang Mulia bisa mengangkatku
sebagai Menteri Luar Negeri saat sempat.
Surat palsu ini jauh lebih memusingkan. Pengangkatanku bisa menunggu.
Bukan begitu?
Sebesar inikah pengaruh hotelmu?
Atau aku dihajar habis-habisan
sampai akhirnya aku berhalusinasi?
Aku tak bisa berlama-lama.
Untuk apa berlama-lama juga?
Kau tampak lebih parah dari dugaanku.
Banyak orang menganggapku menyusahkan
sampai aku tak bisa mengatakan siapa pelakunya.
Tak apa-apa.
Kau bisa bilang pelakunya Lee Wan-ik.
Kau akan membawanya kepadaku?
Dia akan melakukannya lebih cepat dariku.
Eugene Choi.
Dia sangat dekat dengan mendiang misionaris.
Dia mengerjakan kasus itu dan lama tak kembali ke hotel.
Sepertinya dia mengira orang lain pelakunya.
Bukan kau.
Percayalah padanya.
Entahlah.
Banyak yang terjadi di antara kami
dan tak ada satu pun hal baik.
Dia belum menemuiku sekali pun.
Kurasa dia tak ingin menyelamatkanku.
Bukankah itu artinya dia memercayaimu?
Jika dia memercayaiku,
maka aku tak bisa membencinya.
Itu buruk.
Interogasi akan lebih parah besok.
Penyebab kematian diumumkan hari ini
dan itu tak akan menguntungkanmu.
Dokter yang memeriksa
bekerja untuk Lee Wan-ik.
Dia punya banyak koneksi.
Seperti kau lihat,
penyebab kematian adalah luka tembak.
Satu tembakan di dada kiri dan kaki.
Ini bukan ulah ahli penembak.
Tembakan pada kaki hanya goresan dan tembakan dada tak mengenai jantung.
Berdasarkan lokasi pecahan peluru, tembakan dilakukan berjarak dekat.
Kurasa penembaknya sangat tinggi.
Benarkah?
- Apa? - Aku tanya apa itu benar.
- Itu pendapatku. - Untuk mencegahnya kabur,
pelaku menembak kakinya dahulu.
Saat dia jatuh, penembak mendekat...
dan dari atas,
dia menembak dada pria itu.
Dia tembak dari jarak dekat untuk memastikan akurasi.
Karena si Pelaku terluka juga.
Si Pelaku terluka?
Dari mana kau tahu?
Aku melukai Pelaku.
Kau pasti yang merawatnya.
- Bukan begitu? - Pria tidak stabil telah ditembak.
Bukankah dia butuh pengobatan?
Entah apa yang terjadi.
Sebaiknya kau perbaiki
laporan autopsi ini.
Kalau tidak, aku mungkin akan membunuhmu.
Simpan jenazah pria ini
di sini dan jangan sentuh sehelai rambut pun.
Dia bukan orang yang harus dikubur
di sembarang tempat.
Kalau sesuatu terjadi kepadaku,
aku ingin kau melindunginya.
Aku punya firasat
bahwa sisa waktuku tidak banyak.
Kau bersedia?
Hei, kau.
Kenapa kau mengintai?
Bukankah kita...
sudah pernah bertemu?
Kurasa di Hotel Glory.
- Aku Kim Hui-seong. - Kau salah orang.
Bau apa itu?
Hei!
Berhenti di situ!
Aku sangat penasaran!
Pria bertopi yang buru-buru itu!
Aku tak akan menahanmu!
Aku keliru soal apa?
Kau tak mengintai atau kita tak jumpa di hotel?
Kenapa terburu-buru? Bisa berhenti sebentar?
Ternyata Anda, Tuan Muda.
Senang bertemu Anda.
Halo, Nyonya.
Aku sedang terburu-buru.
Aku kesal kau tak mampir.
Kau mau pergi ke tempat lain?
Aku tak punya waktu berjudi.
Astaga.
Aku kehilangan dia.
Baik, senang menemuimu.
Tidak.
Nyonya.
Kau sering latihan fisik?
Tuan, Biro Kepolisian mengirimkan pemberitahuan.
Tentang penyelidikan?
Bisa dibilang begitu.
Aku akan bacakan.
"Biro Kepolisian telah menyimpulkan bahwa
seorang warga Amerika memalsukan cap raja dan sepucuk surat
atas nama Raja
untuk memenuhi kepentingan pribadi
dan kami sudah membuktikannya.
Oleh sebab itu, si Ahli Pedang Jepang,
sebagai kaki tangan dan pembunuh, akan dieksekusi
dan penyelidikan ditutup." Tuan!
Apa yang kau...
Kenapa penyelidikan ditutup?
Seorang warga Amerika
memalsukan cap dan surat Raja untuk kepentingan pribadi.
Karangan siapa itu?
Gu Dong-mae bukan pelakunya.
Kasusnya sudah ditutup
dan itu urusan Joseon. Silakan pergi.
Walau kami berkata Gu Dong-mae tak bersalah,
dia akan segera mati seperti ini.
Jangan ikut campur.
Itu yang akan diinginkan misionaris itu juga.
Jangan sok tahu.
Aku lebih tahu keinginannya.
Pada hari Joseph datang menemuiku,
Raja sedang lewat.
Ada yang bisa dilihat?
Ada apa?
Rombongan Raja sedang lewat.
Dia harus tepat waktu
sehingga dia tidak bisa menungguku.
Hanya ada satu alasan bagi Raja hingga terpaksa menemui
misionaris diam-diam.
Surat rahasia.
Dia mati karena berusaha menolong Joseon.
Jangan biarkan kematiannya menjadi aib.
Walau ucapanmu benar,
tak ada yang akan berubah, Orang Amerika.
Jika tak kau hentikan,
nyawamu akan dalam bahaya.
Saat aku meninggalkan Joseon
dan setelah aku kembali...
tak pernah sekali pun
aku tidak dalam bahaya.
Legasi Amerika akan membawa Gu Dong-mae.
Sampai nama baik Joseph dipulihkan,
investigasi akan dilanjutkan.
Mari lihat apa Joseon yang lemah bisa menghentikanku.
Ada apa? Kau baik-baik saja?
Aku butuh bantuanmu.
Ini cukup berisiko.
Terdengar seperti kalimat ketiga puisiku.
Ceritakan.
Aku bisa memudahkannya.
Apa maksudmu?
Seperti yang kau dengar.
Legasi AS secara resmi memutuskan
melanjutkan investigasi pembunuhan Joseph.
Aku yang membuat keputusan akhir!
Siapa lagi yang berani?
Aku.
Letnan Komandan Moore.
Kau mau bertanggung jawab jika hal buruk
menimpa hubungan kita dengan Jepang?
Yang tewas seorang misionaris. Kenapa militer ikut campur?
Kenapa tidak? Bahkan Jepang ikut campur
dalam kasus pembunuhan warga AS di wilayah Joseon.
Kau punya dua pilihan.
Menandatangani dokumen itu...
atau kau jadi penembak lebih baik dari aku.
Pilih,
Dokter.
Pernyataan ini menyatakan
Go Sa-hong membayarmu untuk membunuh orang Amerika itu.
Berikan cap sidik jarimu di sini.
Buka ikatan tangan kanannya.
Kau akan segera menyesal setelah membuka ikatanku.
Aku jamin.
Lebih baik kau potong tanganku.
Walau tanpa tangan, aku masih punya lengan.
Apa hasilnya akan sama?
Hei! Bodoh.
Kalian, pegangi dia!
Kau, buka ikatannya!
Cepat!
Cepat, buka ikatannya!
Siapa kalian?
Aku tak mengira kemunculanmu akan sangat dramatis,
Tuan.
Ayo. Kau bisa jalan?
Duduk.
Aku memintamu mengeluarkanku.
Aku tidak menyangka kau akan mengurungku lagi.
Jawab pertanyaanku.
Hari itu, kenapa kau menggeledah kamar Kim Yong-ju?
Jadi, dia pelakunya?
Terlepas dari itu,
bisa kubuat kau pelakunya tergantung jawabanmu.
Seharusnya kau tinggalkan aku di Biro Kepolisian.
Aku baru mulai menyukai mereka.
Aku bisa mengirimmu kembali.
Kejam sekali.
Dia berjalan-jalan di sekitar rumah Nona Ae-sin,
jadi, aku menggeledah kamarnya.
Lebih tepatnya, dia bertanya apa rumah itu
milik Tuan Go Sa-hong
padahal kau saja, orang Amerika, tahu.
Siapa memberitahumu?
Yang tak berkaitan dengan kasus.
Apa kau...
memata-matai Nona Ae-sin?
Apa kau menemukan Kim Yong-ju?
Seseorang di rumah itu melapor kepadamu?
Saat kabur ke Jepang,
aku punya beberapa tempat persembunyian.
Lokasi terpencil tempat wanita hidup sendiri.
Tempat di mana pria bisa keluar masuk dengan leluasa.
Di Joseon, kesetaraan ada di kedai minuman.
Kau tak mau menjawab pertanyaanku.
Aku tanya siapa melapor.
Sebaiknya temukan dia sebelum anak buahku.
Seperti kau tahu, anak buahku kejam
dan membunuh tanpa bertanya.
Maka kau harus mendukungku.
Kalau dia tewas, kau tak bisa bebas.
Aku membicarakanmu, bukan Kim Yong-ju.
Jika aku Lee Wan-ik,
aku tak akan mencari Kim Yong-ju.
Aku akan mengejarmu.
Bisakah kau menghentikan anak buahmu?
Aku tak keberatan sesuatu yang buruk
menimpamu.
Angkatan Bersenjata Amerika akan berjaga.
Jangan bertindak bodoh.
Bagaimana? Di mana Gu Dong-mae? Apa kata Allen?
Legasi Amerika membawanya pergi
dan Dubes Allen...
Dia bilang tak mau menemui Tuan.
Dia bilang apa?
Berengsek!
Beraninya dia mengambil uangku lalu mengkhianatiku.
Kenapa tak menemui Dubes Hayashi dan membahas rencana?
Kau kira dia akan membela kita setelah kejadian ini?
Mereka pergi untuk membunuhmu.
Kenapa aku...
terus melihat wajah wanita itu?
Seperti kutukan.
Aku orang Amerika
yang mulai mencurigaimu.
Walau butuh waktu...
Selama apa pun itu, aku akan mendatangimu.
...mereka pasti akan mendatangimu.
Kurasa
aku mencari masalah dengan orang yang salah.
Dengar aku baik-baik.
Gu Dong-mae dan orang Amerika itu.
Cari kelemahan apa pun dari mereka.
Orang tua, wanita,
bahkan hewan piaraan mereka.
- Ya, Pak. - Bebaskan anak buah Gu Dong-mae juga.
Katakan mereka bisa menyelamatkan bos mereka.
Anak buah Gu Dong-mae?
Tuan.
Dia dari Legasi Amerika.
Aku Kapten Eugene Choi dari Korps Marinir Amerika.
Seseorang terlibat dalam pembunuhan orang Amerika
yang jalan-jalan di dekat rumah Anda, jadi, aku sedang patroli.
Jika Anda butuh perlindungan, aku bisa mengatur...
Apa pria yang berjalan-jalan itu
adalah orang Amerika?
Dia orang Joseon.
Lalu kenapa orang Amerika
ingin melindungi rumahku?
Karena Joseon...
tak akan melindunginya.
Aku paham maksudmu,
tapi daripada menerima tawaranmu,
aku harus menerima alasan Joseon memilih untuk tak melindungiku.
Bawa pergi orang-orang Amerika itu
dan tinggalkan rumahku.
Aku mohon maaf.
Aku harap Anda memperketat keamanan di sekitar rumah.
Hadap kiri.
Maju, jalan.
Siapa yang datang? Siapa yang melewati pintu?
Perwira dari legasi itu.
Dia berdiri di hadapan kakek Anda
dan berkata akan melindungi kita
karena Joseon tak mau.
Nona.
Dia sudah pergi!
Aku tahu pria ini.
Pria yang mana?
Pria yang ini.
Dia sering kemari saat kami punya banyak pekerjaan.
- Sebenarnya tadi dia di sini. - Tadi kapan?
Sekitar dua jam yang lalu.
Dia mengurus tanaman di setiap kamar dan pergi.
Aku membuat kesalahan, Tuan?
Tidak, bukan kau.
Aku melewatkan sesuatu selama ini.
Aku ambil apa pun yang ada,
tapi dia utus seseorang ke Provinsi Hamgyong.
Tinggal menunggu waktu sebelum dia tahu
apa arti semua ini.
TOKO ROTI PRANCIS
Jam malam sudah dimulai!
- Jam malam sudah dimulai! - Lucunya,
penyelidikannya...
mengancam kita.
Jangan sampai ada yang tahu bahwa surat itu asli.
Jika kita membiarkannya,
dia akan melacak Song Yeong di Shanghai.
Namun,
dialah yang menemukan
warkat bank itu dan mengembalikannya kepada Joseon.
Perasaan pribadinya kebetulan sama dengan tujuan utama kita.
Dari ucapan dan tindakannya,
bisa kurasakan kebencian dan kemarahannya kepada Joseon.
Bahkan saat Yang Mulia menawarkannya peran di Akademi Militer Kerajaan...
Yang Mulia keliru.
Dia berani menolak tawaran itu.
Sebaliknya, Joseon membantuku membalaskan dendamku.
Bagian mana dari tindakannya adalah demi kebaikan Joseon?
Kita berhasil menyerahkan simpanan Yang Mulia kepada Song Yeong.
Kita harus berusaha sekuat tenaga membeli senjata sebanyaknya.
Sebelum pria Amerika itu mendekati Song Yeong,
kalian harus...
membunuhnya.
Kedai minuman, tempat pembakaran,
tempat pandai besi, toko roti...
dan toko obat.
Jika aku Lee Wan-ik,
aku tak akan mencari Kim Yong-ju.
Aku akan mengejarmu.
Astaga, aku lupa soal itu.
Aku tak mau mati di sini,
aku harus hubungi yang bisa cegah konflik ini.
Aku paham alasan kalian, pikirkan lagi.
Tindakan ini...
tidak menolong Dong-mae.
Tutup mulutmu! Bunuh dia!
Apa yang terjadi?
Hentikan!
Kenapa harus kau?
Itu tak penting saat ini.
Ada apa?
Bukankah mereka anak buah Gu Dong-mae?
Kenapa mereka menyerangmu?
Tunggu di sini.
Jangan, tunggu.
Aku dan Gu Dong-mae saling kenal,
jadi, tenanglah.
Kalian pergilah minum-minum...
Aku duga mereka ingin membunuhmu.
Tapi jangan cemas. Orang tak tahu karena aku selalu lembut,
padahal aku petarung yang cukup andal.
Legasi tutup. Bertahanlah selama lima menit.
Lawan aku.
Berhenti!
Kalian, mundur.
Mohon maafkan mereka.
Mereka tak tahu yang terjadi.
Mereka tampak sangat yakin.
Mereka hanya ingin membebaskan bos kami.
Karena itu mereka ditipu Lee Wan-ik.
Tapi aku tahu ini tak akan memecahkan masalah.
Tolong bebaskan bos kami.
Kami akan bantu semampu kami.
Kau sangat bijaksana.
Jika dia tak bebaskan Gu Dong-mae, bunuh...
Jangan bunuh siapa pun. Itu tidak baik.
Omong-omong, apa kau orang Joseon?
Kau tak penasaran juga?
Perih.
Pendarahan sudah berhenti, tapi kau harus menemui dokter.
Kau harus pergi sekarang.
Kau tak akan datang ke hotel lagi?
Kau mau kembali ke hotel setelah menangkap Kim Yong-ju?
Kau bilang apa?
Para wanita di Myeongwolgwan memberitahuku
bahwa Legasi Amerika mencari pria bernama Kim Yong-ju.
Mungkinkah itu pria yang menginap di Hotel Glory?
Kau kenal dia?
Kurasa aku pernah melihatnya.
Apa salah satu dari mereka?
Ini orangnya. Aku mengejarnya, tapi dia lolos.
Aku mencium bau yang aneh darinya.
Kau pasti mencium opium.
Di mana dia lolos?
Dekat menara lonceng.
Aku tahu bau opium.
Itu bukan opium. Baunya tidak asing.
Kurasa bau dupa.
Apa mungkin dia seorang dukun?
- Lokasi terpencil - Tempat terpencil
- di mana wanita hidup sendiri. - di mana wanita hidup sendiri.
Tempat di mana pria bisa keluar masuk dengan leluasa.
Tempat orang luar kota bisa datang tanpa terlihat.
Tempat yang bisa membuat pencandu opium berbau dupa.
Rumah dukun.
Berarti dia seorang dukun.
Sekelompok berandal berkeliaran di jalan untuk melacakmu.
Mereka membuatku sangat gelisah.
Demi uang yang sedikit, ini sangat...
Omong-omong, kenapa kau masih di Hanseong padahal dalam pelarian?
Kau punya banyak uang.
Kalau jadi kau, aku akan pergi ke Jepang atau Tiongkok.
Aku ingin memberi tahu putri teman lamaku
siapa yang membunuh orang tuanya.
Aku akan jujur.
Bagus. Kau harus mengatakannya.
Kau bisa tambah lagi kalau mau.
Aku mohon, roh yang berkuasa di surga.
Aku mohon, matahari, bulan, bintang, bumi, dan langit.
Aku mohon, roh yang berkuasa di surga.
Aku dengar tentara Amerika datang.
Tuan Go pasti sangat terkejut.
Aku lebih terkejut.
Aku bahkan tak bisa meninggalkan rumah.
Aku akan melihat keadaan Nyonya Cho.
Kalau begitu...
kenapa Nona menyuruhku datang?
Ya.
Aku ingin Guru membawaku pergi dari rumah ini sekarang.
Kenapa?
Untuk menemui pria itu?
Guru,
apa tempat terjauh yang pernah Anda datangi selama hidup?
Bagiku adalah laut.
Butuh berhari-hari untukku ke pantai timur.
Perjalanan itu mengajarkanku sesuatu.
Lain waktu,
aku ingin pergi lebih jauh.
Dan sekarang adalah kesempatanku.
Bagiku, tempat itu bahkan lebih jauh
dari lautan.
Cemaskan dan marahi aku sepuasnya nanti.
Saat ini,
aku harus pergi menemui dia.
Guru, sekali ini saja...
bisakah Anda tidak bertanya
dan mengatakan, "Ya"?
Bisakah Guru lakukan itu untukku?
Ya.
Bergegaslah.
Jam malam hampir tiba.
Maaf!
Aku kira ada penyusup lagi.
Sedang apa di sini?
Aku memang...
menyusup.
Astaga, kau mengejutkanku.
Kau tak senang melihatku?
Tentu saja aku senang.
Aku tahu ini terlambat...
tapi aku kemari untuk menjawab dua pertanyaanmu.
Mungkin aku tahu salah satunya.
Bagaimana kau mendapatkan surat Joseph.
Benar.
Aku mencurinya dari rumah Lee Wan-ik.
Jangan tanya kenapa aku menggeledah tempatnya.
Apa jawaban satu lagi?
Aku merindukanmu juga.
Aku melihat suratmu di dalam laci.
Kau tulis, "Aku merindukanmu."
Aku merindukanmu juga.
Hari itu,
aku melihatmu.
Aku sungguh melihatmu,
tapi aku tak bisa berhenti.
Maaf.
Tidak apa-apa. Kau membuat keputusan bijaksana.
Aku ingin menghiburmu.
Kau sudah menghiburku.
Ini lebih dari cukup.
Aku bisa lakukan ini.
"Teruntuk orang yang baik dan bijak.
Putraku.
Di mana pun kau berada...
aku akan berdoa untukmu.
Bahkan di malam aku luput berdoa,
aku harap
Tuhan selalu menyertaimu."
Aku kerja keras menerjemahkannya.
Aku ingin mengatakannya sebagai dia.
Aku akan berdoa untukmu
dan menghiburmu.
Dari gedung seberang.
Aku harus pergi ke atap.
- Kau mau apa? - Jangan khawatirkan aku.
Aku bisa menyelinap keluar.
Jika penyamaranku terbongkar, situasi akan jadi berbahaya.
Orang di hotel pasti dengar tembakan itu. Suasana akan kacau.
Kau bisa menyelinap saat itu.
Semua baik-baik saja, Tuan? Kami dengar suara tembakan.
Tidak ada jalan keluar.
- Aku akan mengarang alasan... - Biar kuurus. Akan lebih cepat.
Ada apa?
Aku penasaran apa yang terjadi,
tapi aku lihat temanmu di sini lagi.
- Tapi aku tak melihatmu masuk. - Antar aku ke pintu belakang.
Aku harus keluar.
Karena ini permintaan pria tampan...
Tutupi wajahmu dengan ini daripada pakai itu.
Kau melakukannya karena mimisan.
Anggap aku memukulmu.
Ayo.
Terima kasih.
Kalian pasti terkejut. Semua akan segera diatasi.
Silakan pergi ke aula dan menikmati secangkir kopi hangat.
Lewat sini.
Kau menyebabkan keributan ini untuk menyembunyikan wanita itu, Hotaru?
Di mana kau sembunyikan dia?
Kami punya urusan yang belum terselesaikan.
Bisa antarkan aku kepadanya?
Ikut aku.
Lewat sini.
Jalan lebih cepat!
Dia ada di kamar ini?
Apa ini? Jalang, beraninya kau lakukan ini padaku!
Jangan bunuh dia.
Ada yang ingin memberi pria ini pelajaran.
Hanya vas murah.
Aku tahu kau sering datang ke legasi.
Berarti peluangmu banyak untuk menyingkirkanku.
Kenapa menyerangku sekarang?
Karena kau dan Kim Yong-ju berteman?
Atau apa kau...
anak buah Lee Jeong-mun?
Aku mau tanya dahulu. Apa hubunganmu dengan Ae-sin?
- Siapa Ae-sin? - Cucu perempuan Tuan Go Sa-hong
dan putri temanku.
Aku melihatnya beberapa kali di Legasi Amerika.
Kau panggil dan interogasi dia berulang kali.
Jangan coba mengubah topik. Jawab saja pertanyaanku.
Kenapa kau mengejarku?
Jangan buang waktumu, Orang Amerika. Bunuh saja aku.
Menurut telegram dari Provinsi Hamgyong...
Song Yeong diperkirakan ada di Shanghai.
Go Sang-wan kembali ke Joseon dalam guci kremasi
dan aku tahu wajah Kim Yong-ju.
Apakah kau Jeon Seung-jae?
Dari mana kau...
mendapatkan foto itu?
Kenapa kau mencoba membunuhku?
Makin dekat investigasimu pada kebenaran,
makin terancam pula organisasi kami.
PETA POS SHANGHAI
Kau tidak seharusnya
tahu nama-nama yang kau sebutkan.
Itu sebabnya
kami memutuskan untuk menyingkirkanmu.
Sedang apa di sini?
Nona bisa pergi dengan pakaian itu.
Aku harus membawa Nona ke suatu tempat.
- Ke mana? - Pemimpin kami...
ingin menemui Nona.
Siapa "kami"?
Pasukan Kebenaran?
Apa Perajin Hwang Eun-san...
Apa pria itu...
menyuruhmu untuk membunuhku?
Semua demi tujuan utama.
Aku mau minta tolong.
Aku meminta atas nama Sang-wan.
Aku ingin kau menjauhi Ae-sin.
Kalau tidak, kau hanya membahayakan dia.
Bahkan, dia mungkin sudah dalam bahaya.
Aku yang mengacungkan senjata ke kepalamu hari ini,
tapi besok,
mungkin Ae-sin.
Apa tindakanmu jika seperti itu?
Jangan khawatir.
Dia tak akan menggagalkan misi
karena aku tak akan membiarkannya gagal.
Itu mungkin terjadi hari ini.
Aku mau ke lokasi pembakaran.
Jangan bodoh. Perjuangkan saja tujuanmu.
- Tangkap Kim Yong-ju saja! - Aku sudah menangkapnya.
Kau yang memanggilku?
Nona Ae-sin, kami butuh bantuan Anda.
Kau tak pernah bertanya
kenapa aku selalu membeli semua mangkukmu.
Saat guruku menyuruhku membelinya darimu,
aku bertanya-tanya
apakah kau rekan.
Tapi...
apakah kau...
pemimpin kami?
Anda terkejut organisasi kita
dipimpin oleh pria kelas rendah?
Aku mengutus seseorang ke hotel,
tapi kurasa dia gagal.
Ada yang sedang menyeberangi sungai saat ini.
Siapa pun itu,
Anda harus membunuhnya.
Apakah...
orang yang sedang menyeberangi sungai...
adalah si Pria Amerika?
Kuyakin niatnya baik,
tapi niat baiknya
akan membahayakan Joseon.
Siapa pun yang Nona lihat di jembatan dekat pintu masuk,
entah dia tukang sampan Anda atau bukan...
dia harus dibunuh.
Sub by Netflix Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
Terjemahan subtitel oleh Cindy Fatricia
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.