All language subtitles for Busted.E06

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Permisi. Apa ini kantor detektif?

SERIAL NETFLIX ORIGINAL

Aku seorang detektif.

Aku lebih hebat dari detektif lainnya.

Tiap hari, aku dihubungi klien yang memintaku menyelesaikan kasus mereka.

Aku punya banyak kasus untuk ditangani.

Kini bahkan mereka yang tak kompeten

menganggap dirinya detektif dan berkeliaran dengan sombong.

Tapi aku tidak peduli.

Orang-orang seperti mereka bukan tandinganku.

JUNG JAE-HYUNG PEMIMPIN TIM DETEKTIF GENIUS

Jang-won, apakah kau bersantai karena sudah menangani kasus penculikan?

Si otak cerdas tim kami, Lee Jang-won.

- Lulusan KAIST ini genius. - Beri aku kasus baru.

Saat kau memberiku sebuah kasus, anggap saja sudah selesai.

LEE JANG-WON LULUSAN KAIST, DETEKTIF PROBLEMATIK

Jae-Pyung, bukankah kau bilang sedang meneliti MERS-CoV?

Shin Jae-pyung. Dia diterima di KAIST

ketika duduk di kelas 11 di sekolah menengah sains.

Hei, John. kau dari Amerika, 'kan?

- John Park. - Aku di Korea tujuh tahun lebih.

Dia diterima di Universitas Northwestern dengan beasiswa.

Aku baru tahu Wendy di sini. Hai, Wendy.

Mentari tim kami, Wendy.

Dia memenangkan tempat kelima di kompetisi matematika Negara Bagian Minnesota.

Apa semuanya sudah beres?

Maaf. Aku tidak bisa berbahasa Inggris.

Aku bisa berbahasa Prancis.

Astaga, aku orang sibuk. Kenapa mereka terus memanggilku?

Dia anggota terakhir tim detektif kami, Lee Juck.

- Ada apa? - Dia lebih pintar dari tampangnya.

- Aku sangat terkejut. - Aku di sini bertemu Wendy.

- Masuklah. - Masuklah.

Permisi.

- Halo. - Halo.

- Ini mendadak. - Ya.

Aku diberi tahu bisa menemukan tim detektif di sini.

- Ya, itu kami. - Ya, kami detektif.

Ya. Silakan masuk.

Selamat datang.

Aku kurator Min Ji-young.

- Halo. - Halo.

Aku Choi Yeong-wan dan aku seorang kurator.

- Yeong-wan. - Ya.

Di pameran kami, ada lukisan yang perlu dikirim ke pelelangan.

Namun pelukisnya tiba-tiba meninggal

sebelum mengirim lukisan itu padaku.

Tidak.

Aku ingin minta bantuan kalian untuk mencari lukisan itu.

Kami belum pernah menangani kasus seperti ini,

tapi kami tim detektif papan atas, jadi aku yakin kami bisa melakukannya.

Begitu rupanya.

Aku ingin kalian membantuku.

Bagaimana menurut kalian? Apa kalian bisa mencari lukisan itu?

Ini agak terlalu mendadak.

Apakah ada petunjuk untuk kami?

Kalian mungkin bisa menemukan beberapa petunjuk yang dapat membantu kalian,

bagaimana kalau kalian ikut denganku ke pameran dan melihat-lihat?

Yang paling penting,

ada alasannya aku harus menemukan lukisan itu sebelum orang lain.

Apa alasannya?

Ada rekan kerjaku di pameran

dan dia mengalahkanku dalam semua proyek.

Ini kesempatan besar bagiku untuk mengalahkannya.

Lukisan ini sangat penting,

- jadi harus ditemukan hari ini. - Ayo.

Aku akan bayar berapa pun.

- Berapa pun? - Ya.

- Mari kita pergi. - Ayo kita berangkat.

Kami siap pertaruhkan nyawa untuk ini.

Kita harus segera ke sana agar bisa mengumpulkan

bukti atau petunjuk yang ada di TKP.

Baiklah. Bisa kita pergi?

EPISODE 6 PERANG ANTAR DETEKTIF

Pameran ini sangat besar.

- Astaga. - Ini...

Ini sangat besar.

Kelihatannya mewah.

Pasti lukisannya sangat penting.

Aku belum pernah ke tempat seperti ini.

Kau belum pernah ke pameran sebelumnya?

- Tidak ada apa-apa di sini. - Ini kosong.

- Tunggu, siapa mereka? - Sebentar.

Ada yang datang.

Apa itu direktur pameran?

- Apa itu direkturnya? - Tidak, bukan.

- Siapa mereka? - Tunggu sebentar. Siapa mereka?

Siapa orang-orang ini?

- Apa kau... - Percuma saja.

Apa kau menyewa mereka untuk mencari lukisan itu?

ADA APA INI?

- Apa masalahnya? - Apa mereka dapat dipercaya?

Jangan khawatir, Ji-young. Mereka detektif terbaik di negara ini.

- Ini gila. - Itu tidak benar.

Kami yang terbaik.

Apa kami harus bersaing dengan tim detektif lain?

- Tidak, jangan salah paham. - Kami tidak...

- Baiklah. - Tolong cari lukisannya.

Aku sedikit kesal karena mereka jauh di bawah kami.

Setidaknya mereka tahu harus bagaimana tapi...

- Apa? - tampaknya tidak.

Apa pendapatmu tentang kami?

Mereka tak mengerti dan tak teratur.

Apa?

Kau memakai topi agar terlihat pintar?

- Apa maksudmu? - Kasar sekali!

Apa masalah mereka?

- Aku tidak bisa berkata apa-apa. - Itu lelucon?

- Pasti dia tak punya teman. - Dia bahkan tak bisa bercanda.

- Baik... - Apa dia pembawa bingkai?

"Pembawa bingkai"?

Katakan sesuatu.

- Kasar sekali. - Detektif Ahn.

- Siapa pria itu? - Berani-beraninya dia.

Kau kenapa, Min-young?

Kau pikir ini lucu?

Kau pikir aku seperti pembawa bingkai?

Aku sangat kesal sekarang.

Taruh tas itu.

Aku malu.

- Dia pasti direkturnya. - Ya, benar.

- Halo. - Halo.

Ada banyak detektif tampan di sini.

Aku Kim Beom-su, direktur pameran di sini.

Dia direkturnya.

Kedua kurator ini menganggap satu sama lain sebagai saingan,

tapi kurasa mereka hanya mau yang terbaik untuk lelang.

Terima kasih atas kerja keras kalian.

- Sama-sama. - Sama-sama.

Lelang akan diadakan di Sydney Sailboat.

Lelang akan dimulai pukul 21.00 malam ini,

jadi kalian harus menemukan lukisan itu

dan membawanya ke sini sebelumnya.

- Tolong temukan. - Tentu.

- Waktunya sempit. - Kami akan menemuimu pukul 21.00.

- Baiklah. Jangan khawatir. - Percaya pada kami.

- Tolong temukan. - Silakan bersiap untuk pelelangan.

Pasti kami temukan.

- Jangan khawatir. - Terima kasih!

Baik.

JANGAN KHAWATIR

Cesar Elle Kim

seperti Leonardo da Vinci modern.

Selain menjadi pelukis...

dia juga matematikawan dan arsitek.

- Dia genius di banyak bidang. - Benarkah?

Hari ini,

memiliki pengetahuan di bidang seni tidak akan cukup.

Aku yakin kalian semua sangat berkompeten sebagai detektif,

tapi aku ingin menguji jiwa seni kalian lebih dulu.

Tolong bawa kemari lukisannya.

- Ini terlalu mendadak. - Apa?

Lukisan?

Ada lukisan di kedua sisi.

Silakan lihat lukisan di belakangmu.

- Apa ini? - Lukisannya bagus.

Ada...

- rahasia tersembunyi di dalam lukisan. - Apa ini?

Kalian harus menemukan rahasia itu.

Kalian lihat penyangga yang kosong itu?

Letakkan lukisan yang benar

- Astaga. - pada penyangga yang kosong.

Ini tes, 'kan?

- Tentang apa ini? - Dia bilang ini tes.

Pasti ada hubungannya.

Dia pergi ke suatu tempat?

Air. Aku melihat sekumpulan air. Apa itu mengalir?

Apa seperti itu?

Saat kalian melihat lukisan, perhatikan dengan cermat warna

dan komposisinya.

Itu akan berguna.

Tunggu, bukankah itu tujuh warna pelangi?

Aku sudah memeriksanya, dan memang ada tujuh warna.

Aku tidak paham.

- Jumlah orang... - Apa jumlahnya terus meningkat?

Aku melihat tiga wajah dalam lukisan ini.

- Tiga orang. - Sepertinya ada tujuh di sini,

tapi dua di antaranya adalah kucing,

- jadi ada lima orang. - Lima orang.

- Yang ini ada... delapan orang. - Delapan orang.

Yang ini... Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan...

Jumlahnya 13.

- Satu tersembunyi. - Pablo Picasso.

Apa itu dianggap wajah?

- Picasso melukis semua wajah biru. - Baiklah.

8, 13.

- 8... - 8, 13.

- 12. - 5, 8, 13.

Ini urutan Fibonacci.

- Ya, urutan Fibonacci. - Ini angka Fibonacci.

Apa itu Fibonacci?

Hasilnya nomor ketiga, jika dua angka sebelumnya ditambahkan.

- 3+5=8. - Ya, delapan.

Dan 5+8=13.

Jika 8 ditambah 13, hasilnya 21.

Itu pasti lukisan 21 orang.

Benar. Kita cari lukisan dengan 21 wajah.

Kalau begitu ayo cari.

Ayo. Kita bagi menjadi dua tim.

- Aku akan pergi ke sana. - Aku akan mencari tahu.

Pergi ke mana?

Kita bahkan tidak tahu apa-apa.

Ayo, Kawan. Cepat!

Ada yang ini juga.

Kurasa bukan ini. Bukan.

Warnanya tidak benar.

- Aku tahu. - Bukan ini.

Kita seharusnya tak memakai otak.

Kita harus mengikuti perasaan kita, naluri kita.

Percayai naluri kita.

- Bukan ini. - Salah satunya seperti ini.

Aku lebih cocok kasus pembunuhan.

Astaga, ini...

Yang ini... Ini, 'kan?

- Bisa jadi. - Kalau ini?

Ini sebenarnya lukisan karya Matisse.

Itu bagian dari lukisannya.

Itu bisa menjadi petunjuk.

- Bukankah ini yang kita cari? - Bukan.

Kurasa bukan ini.

- Apakah di lantai utama? - Mengikuti urutannya.

Dua orang dengan latar belakang kuning. Tidak, tiga.

1, 2, 3, 4, 5... Tidak.

1, 2, 3, 4, 5,6,7,8. Tidak.

1, 2, 3, 4, 5. Tidak.

MEREKA TERLALU PERCAYA DIRI

Bagaimana kalau kita tambahkan ini? Apa lebih dari 21?

- Kita harus mengambil dua? - Bagaimana dengan yang di lantai atas?

Jika kita mengambil semuanya...

Apa kau punya ide?

Ya, warnanya...

Hei, lukisan mana yang benar?

Masuk.

Pasti ini. Saatnya menghitung. 21.

- Jumlahnya 21? - Akan kuhitung.

- Hitung itu. - Bukankah...

Satu dua...

Ada 11 orang.

- Ada 21 orang di sini. - Benarkah?

Benar 21 orang.

Jae-wook.

Lihat ini. Ada berapa orang di lukisan ini?

- Satu dua tiga... - Ya.

Empat, lima.

Enam.

Tujuh.

Sekarang, anjing. 1, 2, 3.

Empat lima enam.

- Seekor anjing? - Ini lukisan seekor anjing?

Ini lukisan seekor anjing?

- Lukisan seekor anjing? - Ya.

- Seekor anjing? - Aku akan menemukannya. Ya, benar.

- Cari lukisan seperti itu. - Baik.

Se-jeong, cari seekor anjing.

Seekor anjing?

Lukisan dengan seekor anjing...

Aku pikir itu masuk akal.

- Benar, 'kan? - Ya.

- Seharusnya tak rumit. - Mari berpikir sederhana.

- Carilah seekor anjing. - Baik.

Pertama, mari kita cari lukisan yang sesuai dengan deskripsi Min-young.

- Air... - Aku tahu maksudmu.

- Harus mengalir ke sini. - Dan serempak.

Yang itu cocok dengan deskripsinya.

Yang di sebelah kiri.

- Harus mengalir ke arah sini. - Dan mengalir bersama.

SELALU BERTINDAK CEPAT

Kami menemukan satu.

Jae-wook, ayo.

Ada apa? Kau menemukan sesuatu?

Direktur.

- Ya. - Apa ini benar?

Bukankah kami cepat?

Lukisan ini...

Kenapa memilih lukisan ini?

- Karena komposisinya. - Komposisinya.

- Arah air. - Semuanya menggambarkan air.

- Arah air. - Mengalir secara horizontal.

Di sini, ada dua kolam air.

Seperti genangan air.

- Diagonal. - Mengalir diagonal kemari.

Ini diagonal.

- Ini mengalir ke sana, - Alirannya

- harus mengalir vertikal. - ke bawah.

Itu sebabnya kami memilih ini.

- Lukisan ini... - Apa pilihan kami benar?

Arah air.

Kalian menebak dengan baik,

- tapi kalian salah. - Baiklah.

Kalian salah.

Bolehkah kita lihat yang kedua?

Tentu. Ini dia.

Mengapa kau memilih lukisan ini?

Karena tim lain ingin mengambilnya.

MEREKA INGIN MENGAMBILNYA

Sesuatu yang terlihat seperti ini.

- Lokasi sepertinya benar. - Ya.

Aku akan kembali.

Entah. Kau mengambil itu?

Dia ingin memastikan kita tidak menang.

- Bukan ini. - Baik.

Baiklah. Kalau begitu...

- Se-jeong, cari seekor anjing. - Baik, seekor anjing.

Aku lelah.

Seekor anjing.

Apa tim lain sudah menemukannya?

Baiklah. Tolong jelaskan

kenapa kalian memilih lukisan ini.

Kami pikir tema umum lukisan-lukisan ini manusia.

- Begitu rupanya. - Jika dipandang begitu...

- Kau akan melihat... - Tiga, lima.

- Lalu 8 dan 13. - Benar, 13.

Jumlahnya 3, 5, 8, dan 13.

- Kemudian... - Ya.

Urutan ini disebut apa?

Sequin?

Tidak, bukan payet.

- Aku bilang urutan. - Jae-Pyung, silakan.

Ini disebut urutan Fibonacci.

- Tiga tambah lima... - Jika ditambahkan dua angka...

Jika tambah dua, hasilnya angka berikutnya.

Delapan tambah tiga belas

hasilnya 21. Itu sebabnya kami mencari lukisan

dengan 21 orang.

Tapi kami tak berhenti di situ.

Kami menemukan denominator umum lain. Bisa kau jelaskan semua?

Kami tak tahu apakah orang yang membuat

- tes ini memikirkan hal ini. - Baik, jelaskan.

- Semua orang di lukisan itu naik kapal. - Ya.

Mereka berada di bungalo. Sepeda. Dan mereka bermain basket.

Semuanya dimulai dengan B.

- Dia benar. - "B"?

Dalam lukisan itu, ada drum. Dan semuanya di atas panggung

memegang mikrofon.

Mereka seperti boy band.

Kami pikir band adalah kuncinya.

Jadi kami mencari 21 orang dan B.

- Angka 21 dan huruf B. - Itu pasti jawabannya.

Bravo diawali B juga.

- Direktur tampak bingung. - Aku merinding.

- Terbaik. - Aku terkesan jika itu jawabannya.

Aku merinding.

- Semuanya. - Ya.

- Kau tambahkan itu... - Fantastis. Bravo.

Ini sangat mudah.

Apakah mereka benar?

Kami berhasil.

Apa itu sungguh jawaban yang benar?

- Ya! - Apa itu jawabannya?

Kami berhasil dalam sekali coba.

- Terima kasih. - Mereka memecahkannya!

Terima kasih atas kerja keras kalian.

Hei, seekor anjing...

Aku tak bisa menemukan lukisannya.

Tidak ada?

Apa tebakanku salah?

Tak ada lukisan dengan seekor anjing.

Kalian memecahkannya lebih cepat dari yang kukira.

Astaga. Kasihan.

- Apa? - Astaga.

Kita tinggal menemukan lukisan yang tepat.

- Benar. - Ya.

- Itu misi kami. - Benar.

Itu bukan lukisan yang benar, Tuan!

- Kau memanggilku "tuan"? - Aku tak tahan lagi.

Dia membuatku kesal.

Apa itu di topimu? Apa itu baling-baling?

Dia akan terbang.

Terbanglah bak pesawat dan cari lukisan yang tepat.

- Dia sangat genius. - Terbanglah.

Kalian akan terkejut mendengar ini.

Kami berlima tahu jawabannya.

Apa kalian pikir kami tidak tahu jawabannya?

Kami mengalah agar kalian menang.

- Astaga. - Bukan main.

Semua tahu Fibonacci.

Menurutmu kenapa aku mencari lukisan dengan seekor anjing?

Aku tidak sebodoh itu.

Begitu rupanya.

Bagaimanapun, karena kalian berhasil, akan kuberi catatan kerja Cesar Elle Kim.

CATATAN KERJA MENDIANG PELUKIS

- Terima kasih. - Semoga berguna.

- Terima kasih. - Terima kasih.

Catatan kerja ini

banyak berisi petunjuk penting yang dapat membantu menemukan

lukisan dirinya yang terakhir.

CATATAN KERJA CESAR ELLE KIM - JUMLAHNYA DELAPAN LEMBAR

Tolong temukan lukisan terakhirnya,

lukisan dirinya.

LUKISAN DIRI CESAR ELLE KIM PETUNJUK

- Ayo. - Baiklah.

- Kita lihat siapa yang menang. - Ya.

- Tenanglah. - Akan kami buktikan.

Harus kuakui mereka benar-benar genius.

Sial, aku...

Aku sangat kesal. Sial.

Mereka memecahkannya sesaat setelah melihat lukisannya.

- Maaf, Se-jeong. - Maaf?

Aku sungguh menyesal.

Kami melihat seekor anjing hilang.

Karena itu kami mencarinya.

Itu pekerjaan lamamu. Tolong lupakan tentang itu.

Baiklah, mari kita periksa petunjuknya.

"Itaewon yang dikenalkan Ha-young

padaku, sungguh, See-through.

Aku memutuskan minum segelas lukisan.

Usai mabuk lukisannya dipenuhi bintang-bintang,

rasanya warna itu benar-benar tersampaikan di mataku. "

Kurasa ini petunjuk untuk warna matanya di lukisan dirinya.

Matanya.

- Sangat keren. - Ini tentang warna mata.

- Tapi di mana lokasinya? - Kita cari See-through di Itaewon.

- Kurasa itu sebuah kafe. - Ya.

- Itu kafe. - Ada.

- Tempat itu ada. - Sudah kuduga.

Di Gyeongnidan-gil? Kita kian dekat.

Kau ingin alamatnya?

- Ya. - Akan kutangkap layarnya.

WARNA MATA DI LUKISANNYA!

"Dia memiliki penampilan yang tidak biasa,

dan gambar di kuku jarinya mengingatkan pada masa kecilku.

HSFFO

HSBQF. "

- Apa artinya? - Apa?

Astaga, ini juga...

KITA HARUS MEMUTAR OTAK LAGI

- Apa artinya ini? - "HSFFO"?

Huruf Inggris...

G, R, E, E,

- N. "Hijau." - "Hijau"?

- Apa ini huruf sebelumnya? - Benar.

- G, R, A... - A. "Gra..."

- P, E. "Anggur." - "Anggur hijau."

"Anggur hijau."

- Hebat. - Kau memecahkannya?

Ya, metode ini biasanya digunakan selama Perang Dunia II.

Sudah ada sejak Perang Dunia Kedua?

- Jawabannya "anggur hijau." - Ya, "anggur hijau."

- Anggur hijau. - Anggur hijau pasti ada di kuku jarinya.

Tapi masalahnya...

Saat ini, kita harus menyelesaikan semuanya sebelum kita sampai di sana.

Agar tak banyak yang harus dikerjakan di sana.

- Ayo berangkat. - Lokasinya...

Kita pisah menjadi dua tim.

- Kirimkan fotonya. - Baiklah, akan kukirimkan.

Kita harus ke Insa-dong dan Itaewon sekarang, 'kan?

Kita harus bagaimana? Pergi?

- Ya. - Ayo pergi.

Satu orang lagi. Siapa mau ikut?

- Aku. - Ya, Kwang-soo, kau ikut.

Tidak. Seseorang yang memercayaiku.

- Kwang-soo akan pergi bersamamu. - Sial...

- Apa maksudmu "Sial"? - Ayolah.

- Ayo pergi! - Itu sangat menyinggung!

Ada apa dengannya?

- Aku sangat tersinggung. - Ayo pergi.

Dia pikir dia siapa?

Apa kau tidak memiliki harga diri?

- Apa? - Kau masih ikut dia?

Yang benar saja.

- Kita harus mencari tahu akan ke mana. - Ya, Se-jeong, ayo pergi.

Hanya kau dan aku.

Min-young dan Se-jeong. Bukan hanya kalian berdua.

Kita harus pergi bersama.

Ya, itu benar.

Tunggu sebentar.

Hei, Jong-min.

- Kita harus pergi bersama. - Ayolah.

Jong-min! Astaga.

Kenapa dia?

TARIAN IKAN LAYANG?

- Dia selalu jatuh seperti ini. - kau histeris.

Hei! Aku tahu kau begitu karena kau malu.

Kenapa kau menutupinya?

Kau harus membantunya berdiri.

- Kau terjatuh karena mantelmu? - Ya.

KOMEDI SLAPSTICK MENINGKAT SEIRING KEMAMPUAN DEDUKTIF

- Lucu sekali. - Biarkan saja.

Sebentar.

- Dengar. - Kita hendak ke mana?

Ketika Detektif Ahn pergi, katanya, "Sehun, ayo pergi."

Lalu, dia berkata, "Se-jeong, ayo pergi."

Itu artinya kau, aku, dan Kwang-soo...

Kita lebih banyak dari mereka, tapi kenapa kita harus begini?

Tidak.

- Ayolah, Kawan. - Ya.

Ayo pergi.

- Aku tersinggung hari ini. - Ayo. Kita kehabisan waktu.

SEBELUM LELANG 4 JAM 9 MENIT

Insadong 14-gil.

24-1.

24.

- Garis. - Garis 1.

Itulah tujuan kita, Pohon Apel.

- Dimengerti. - Bagus.

Kita tak pergi ke Itaewon.

Kita harus pergi ke Insa-dong lebih dulu.

"Begitu aku melangkah masuk, aku melihat sejarah yang luar biasa.

Eve, Cezanne, dan Isaac

mengubah sejarah dengan hal kecil ini. "

"Dengan hal kecil ini..."

Apa mereka bertiga saling terkait?

Di Insa-dong...

Ya?

Apel Adam dan Hawa.

- Ya. - Apa itu?

- Apel Isaac Newton. - Ya.

Apel Paul Cezanne!

Apel!

Apel!

Cari apel di Insa-dong.

- Di Insa-dong. - Ada Pohon Apel.

- "Pohon apel"? - Restoran Korea Apple Tree.

APEL EVE, CEZANNE, DAN ISAAC ADALAH APEL

Wendy, kau yang terbaik!

PETUNJUK BISA ADA DI MANA SAJA

INI MUDAH SEKALI

Bagaimana menurutmu para detektif bodoh itu?

Mereka sepertinya baik.

Sepertinya mereka merekrut siapa saja yang ada.

"Eve, Cezanne, dan Isaac."

Dikatakan bahwa ada tiga kelompok sebelum mereka.

Jadi ini pasti tempat yang kecil.

Hanya tiga grup. Tapi mereka harus menunggu 36 menit.

- Akan kucari di Internet. - Benar.

Insa-dong.

Ya. Restoran terkenal. Tiga meja.

- Ada satu, 'kan? - Ada tiga meja.

Itu dia! Di mana alamatnya?

- Alamat. - Alamat.

Semua sangat lancar.

Seoul.

Itu di Gyeongsangnam-do.

PENGURANGAN KITA SALAH

Apa kau mencari info

Insa-dong di Gyeongsangnam-do?

Tinggal 324 km menuju ke tujuanmu.

Baik.

- Bukankah kita harus pergi ke Insa-dong? - Mari ke sana.

Kita kehabisan waktu.

Di suatu tempat yang memiliki tiga meja.

Kenapa tadi kau pergi tanpaku?

Aku bahkan tidak tahu harus mulai dari mana.

Baiklah, aku benar-benar akan melakukannya hari ini.

- Sungguh. - Temukan kuda Troya.

Baik.

"Aku menemukan beberapa karya lamaku di ruang kerja

di mana pertama kali aku belajar seni.

Aku membuatnya berpikir tentang Kuda Troya... "

"Kuda Troya."

Pertama-tama, karena memo jadwal semuanya tercampur...

- Kita... - Pilah berdasar tanggal.

Ya, mungkin ada tanggal di karya seninya.

Jadi kita perlu menggabungkan semua ini,

seperti mata dan binatang,

terakhir, kita harus menemukan yang sesuai dengan itu.

- Benar. - Begitu rupanya.

TIGA JAM SEBELUM LELANG

Di sudut gang. Berhenti.

AKU MENGANGGAPNYA SEOLAH KUDA TROYA PELIHARAANKU SELALU DENGANKU

Ada karya seni di sana.

Ada lukisan di sana.

- Mari kita periksa bagian atas dan turun. - Baik.

- Apa itu? - Lihatlah.

Apa ini jadwalnya?

Apa itu? Sebentar.

Ini jadwalnya.

Semua diberi nomor. Dari satu hingga lima.

- Bukankah itu berarti urutannya salah? - Ya.

Semua tercampur.

"Janji temu tenis dengan A-yeong pukul 10.00 pagi.

Kirim karya seni yang terjual. "

Ada seekor kuda di sana, Jae-wook.

- Kuda Troya? - Ya.

Ada kuda di sini.

Ini ruang kerja. Ini di sini.

RUANG KERJANYA DI ATAP

Seekor anjing dan kucing.

- Seekor kucing. - Seekor burung hantu.

Apa itu burung hantu?

"Aku menemukan beberapa karya lamaku di ruang kerja.

Aku menganggapnya Kuda Troya. "

Pasti itu.

"Hewan peliharaanku selalu bersamaku.

Akan kupastikan untuk melukis peliharaanku."

Aku pikir salah satu dari empat ini, tapi yang mana?

Kita menemukan kuda Troya, tapi kita harus bagaimana?

Tetap mencari.

Aku rasa ada sesuatu dengan mengatur jadwal itu.

MEMO JADWAL JUGA HARUS DIPECAHKAN

- Hei! - Apa itu?

Hei.

- Kode sandi. - Apa terkunci?

Ada semacam loker yang memiliki kunci.

Satu, dua, tiga, empat. Lima digit.

Lima digit? Ada lima memo juga.

Jika diurutkan dengan benar, itu menjadi kode sandi.

Dengan itu.

"Sudah lama aku tak ke ruang kerjaku.

Sekretarisku mencampur memo jadwal yang kutulis.

Aku tak tahu apakah sempat memilahnya. "

Semua cerita itu masuk akal.

Apa satu, dua, tiga, empat, lima?

Coba satu, dua, tiga, empat, lima?

Bagaimana jika benar?

Cobalah lima, tiga, dua, satu, empat.

- Atau 3, 2, 1, 5, 4. - Ada 5.

Jika kita urutkan memo-memo ini...

Apa yang tercampur dengan jadwal ini?

Ada apa dengan kuda Troya itu?

Kami menemukan kuda Troya. Dua anjing dan dua kucing.

Yang ini kucing, dan ini kucing juga.

- Anjing. - Anjing.

Bagaimana kita menemukannya?

- Pasti ada di sana. - Tepat di sebelah.

Dari pameran...

Lukisan yang terjual di pameran itu dikirim.

Tunggu sebentar. Lalu,

yang ini harus pergi setelah pameran.

Pamerannya besok,

jadi yang ini seharusnya kemarin.

Untuk pameran besok,

dia bertemu kurator. Pameran besok.

Dia pergi ke pesta pukul 19.00.

"Beli hadiah ulang tahun Hye-won"?

- Seperti ini? - Ya.

Jadi, 32451?

APAKAH BENAR 32451?

Mereka datang.

Seseorang ada di sana.

MEREKA TIBA LEBIH DULU

Apa gedung ini?

Detektif Ahn!

- Mereka ada di sana. - Mereka hampir sampai.

KODE SANDI SALAH

Sial...

Saat tiba di sini, mereka pasti melakukannya lebih dulu.

Aku mendengar suara mereka.

Mereka datang.

Apa yang kita lakukan?

Kita habis, ketika mereka tiba.

Dua, tiga, empat, lima, satu.

- Halo. - Apa itu?

Kalian tiba begitu cepat.

Bagaimana bisa?

Dia membawa penyangga bingkainya.

Kami baru sampai. Ini bukan penyangga bingkai.

Kau kemari mengambil sesuatu?

Ini bukan penyangga bingkai.

Sebentar. Aku pikir itu memo yang sangat penting.

Kami menerimanya juga.

- Kau menerimanya? - Bukankah kau mencabutnya?

Bukankah kau baru saja mencabutnya dari sini?

Tidak, kami menerima...

Lihatlah dirimu. Kau kaget. Sebentar.

- Mari jujur saja. - Bukan.

- Bagaimana kau bisa mengambilnya? - Baik.

Kami akan jujur, tapi...

- Tadi di sini... - Maaf.

- Ini dia, jadwalnya. - Benar.

Aku harus mengubah kucing ini...

jadi sesuatu yang lain.

Aku akan mengubah hewannya sedikit.

Baik. Mari kita lihat.

Angka-angka ini tidak berurutan.

Kurasa tidak.

- Letakkan sesuai urutan. - Bagaimana kau bisa cepat tahu?

Undangan ke pameran sebelum ini.

Dia membeli hadiah ulang tahun.

Dia mungkin membeli kue itu dulu.

Pamerannya hari ini.

Usai kacamatanya pecah, dia mungkin membeli yang baru.

Nomor dua setelah pukul 16.00.

Seperti ini.

Ada pameran

hari itu pukul 20.00.

Dan ada lukisan yang dijual di pameran.

Saat terakhir.

Bukankah seharusnya sebelum pameran?

Baik, ini dia.

Tiga, dua, lima, satu, empat.

Permisi.

Jika kau telah mencoba, mengapa tidak menyingkir?

Apa gunanya mengurusi sesuatu yang tak bisa kau buka?

- Apa yang bisa kau lakukan dengan itu? - Apa katamu?

Bisakah kami coba?

KACAMATA PERAK

Itu kacamata.

AKAN ADA TIGA KACA MATA DALAM LUKISANNYA

Mereka membukanya.

Aku baru saja mengubahnya.

SETIDAKNYA JANGAN SAMPAI MEREKA TAHU

Bukankah ini lucu?

Apa ini? Seekor gajah?

Mari kita panjangkan belalainya. Apa ini?

Aku tidak tahu. Itu alien.

INI MENYENANGKAN

BUATLAH DENGAN BENAR JIKA KAU INGIN MEMBUATNYA

Ini menyenangkan.

Sebentar.

- Apa? - Ada sesuatu di dalam.

Ada cangkir.

Apa?

KUDA TROYA

Apa ini?

Apa itu?

- Kadal. - Cangkir kadal.

APAKAH INI KADAL?

Apa yang kita lakukan? Mari sembunyikan saja.

Ada hewan peliharaan di sini.

Itu?

Apa itu?

Apa ini ayam?

BERANTAKAN SEKALI

- Kau sebut apa ini? - Tunggu.

Apa mereka mengutak-atik ini sebelum mereka pergi?

Masalahnya...

Bagaimana kita memecahkan ini?

KITA BELUM MELIHAT ISI LACI

- Tiga, dua, lima... - Sudah dipecahkan.

APA? MEREKA BERHASIL MEMECAHKANNYA?

Tidak ada apa-apa.

Mereka mengambilnya.

Permisi,

tapi apakah ada sesuatu di sini?

Kami tidak bisa membukanya.

- Apa kau membukanya? - Tidak terkunci.

Kau tadi membuka kuncinya. Kau memecahkannya.

- Kami tidak memecahkannya. - Ayolah, Kawan.

Jujur. Kau merusak ini, bukan?

- Apa kau tak mengutak-atik ini? - Kalian

tidak serapi itu. Kelompok detektif kalian...

Aku sedang dalam proses

mengunci kembali demi kalian ketika masuk.

Dia mantan agen.

- Lalu... - Dia tidak akan pernah berbohong.

Kau.

Aku bisa tahu semuanya dengan naluri hewanku.

Bukankah kau kidal?

AKU SUDAH PERNAH MENDENGARNYA

Kemudian, ketika kau tidak melihat,

- kami akan kembalikan artikelnya. - Kami bisa selesaikan sendiri.

- Kami akan menguncinya lagi. - Baik.

- Apa imbalannya? - Kalau begitu,

kami akan memberitahumu apa itu

- pada awalnya. - Apa itu?

Ya, kau harus memberi tahu kami apa itu awalnya.

- Baik. - Ya.

- Akan kami katakan. - Benar.

KITA AKAN MENGEMBALIKANNYA

Kembalikan lalu kuncilah.

Kalian sudah menguncinya?

Tapi itu nomornya...

- Kita memecahkannya. - Tunjukkan fotonya.

Akan kuberi tahu keadaan awalnya.

Saat kami tiba di sini,

ada

dua kucing

dan dua anjing dibuat dengan tanah liat.

Agar kalian tidak mengenali bentuknya,

kami merusak

- dua di antaranya. - Ini bekasnya.

Kami merusaknya.

Baik. Mari lanjutkan ke lokasi selanjutnya.

Tunggu.

Tunggu.

- Tunggu. - Ada apa?

Ini yang kalian rusak, 'kan?

Di dalam apa yang kalian rusak,

ada kertas yang dibungkus di dalamnya.

- Benarkah? - Apa itu artinya

ada sesuatu yang lain di sini,

dan setelah dibungkus kertas,

hewan itu dibuat.

Ya, bisa jadi.

Seperti kuda Troya.

Tapi kalian merusaknya,

dan setelah mengambil apa yang ada di dalam,

kalian berlagak seakan kalian mengungkapkan segalanya kepada kami.

- Kami tak mengambilnya. - Biar kuberi tahu.

- Kami tidak membawa apa pun. - Ayo pergi saja.

Hei,

kalian harus berbagi informasi

- tentang yang kalian temukan agar adil. - Benar.

Karena waktu habis,

kami akan pergi.

Lalu, barangnya ada di sana.

Ada di sini, 'kan?

Kami harus merusaknya. Kami tidak bisa memberitahumu lagi.

Kami harus melakukannya.

Hancurkan.

Tidak bisa pecah.

Mereka sungguh tak ambil?

Kertas itu pasti jatuh di suatu tempat.

MEREKA PASTI TELAH MENYEMBUNYIKANNYA

Aku pikir ini.

Mereka meletakkannya di sini.

- Kau masukkan tanganmu ke situ? - Ya.

Tunggu. Kita harus menghancurkan ini.

BERUSAHA MENGHANCURKAN BUKTI

Apakah itu?

- Apa itu? - Seekor kadal.

Seekor kadal?

Atau iguana.

Jawabannya iguana.

- Ini iguana. - Baiklah, ayo pergi.

- Jae-hyung. - Ya.

Dugaanku benar.

- Di mana? - Tertulis di sini.

Pohon apel!

- Sebentar. - Cantik.

Ini pohon apel.

- Hal kecil yang kau lihat ini. - Sungguh?

Ini pohon apel.

- Baca teksnya. - Baik.

"Tiga grup sudah hadir, maka aku harus tunggu 36 menit

untuk masuk ke restoran terkenal di Insa-dong. Begitu aku masuk,

- aku melihat sejarah luar biasa." - Pohon apel.

- Ya. - Apel.

"Eve, Cezanne, Isaac mengubah sejarah dengan ini."

Apel.

"Aku tidak bisa lewat begitu saja saat menemukan sejarah mereka di sini.

Akan kutinggalkan sesuatu yang akan kumasukkan ke lukisan."

Jadi dia meninggalkan sesuatu

- di pohon-pohon ini. - Akar.

Artinya pasti di bawah sini. Jika kita melihat ke bawah apel...

- Kukira tak begitu. - Begitu menurutmu?

Pohonnya... Apel yang utama.

Apel...

Kita harus berpikir seperti seniman.

Apa ini?

Aku pikir ini sesuatu.

- Aku akan memegangnya. - Ini goyang.

Aku memeganginya.

Ambil foto dulu.

Mari kirimkan petunjuk pertama ini kepada yang lain.

- Syal? - Ini syal pink.

Dengan bintik.

SYAL MERAH MUDA

Aku pikir ini petunjuk bersama.

- Lalu, tim lain harus melihatnya juga? - Ya.

- Mari kita singkirkan. - Ya!

Kenapa kalian sangat kejam?

Bagaimana dengan ini? Bisa kita sembunyikan di sini.

Seperti ini.

MENYAMARKANNYA AGAR TAK TERLIHAT

Kita bisa mulai tertawa terbahak-bahak

jika seseorang berkata, "Bukankah ini petunjuknya?"

Jadi kita sudah ada di sini.

"Apa ada petunjuk?" Seperti itu.

SEBELUM LELANG 3 JAM 2 MENIT

Halo.

Ini See-through yang terkenal.

Kita harus melakukannya dengan cepat.

- Bintang-bintang... - Duduklah dulu

- lalu aku akan... - Kami tidak punya waktu untuk duduk.

- Perlihatkan kukumu. - Boleh kujabat tanganmu?

Tadi, kuku...

Huruf Inggris... G, R, E, E,

- G, R, A... - A. "Gra..."

- P, E. "Anggur." - "Anggur hijau."

- "Anggur hijau."- "Anggur hijau."

- Di kukunya... - Harus ada anggur hijau.

SEMANGKA

ANGGUR HIJAU

Ini dia.

Kita harus melihat kuku jari mereka

dan juga memesan. Yang harus kita pesan...

Aku pesan secangkir lukisan,.

Aku pesan secangkir lukisan.

- Secangkir lukisan? - Ya.

Kalau begitu akan kuambil menunya.

Baik.

Seni krim membutuhkan waktu lama, hanya boleh pesan secangkir per meja.

Lukisan penuh bintang itu...

Kita harus memesan sesuatu di kafe.

Di atas kopi, sebuah lukisan...

Barista akan membuat gambar penuh bintang.

Kurasa ini petunjuk tentang warna matanya dalam lukisan dirinya.

Tolong satu Van Gogh.

Baik, aku akan segera menyiapkannya.

Ya, Jae-suk.

- Detektif Ahn. - Ya.

Kini kalian hendak ke mana?

Kami akan pergi ke lokasi kedua.

- See-through? - Kami hampir tiba.

Tepat di sebelah ruang kerja.

Jadi itu dekat.

- Baik. - Kalian menemukan apa di lokasi pertama?

- Syal. - Kami menemukan syal.

- Tempat ini. - Bukankah ini pohonnya?

Tapi Jong-min,

Kurasa bukan ini, tapi yang ini.

Pintu pertama.

Kau bisa melihatnya tepat di depanmu

segera setelah kau melewati pintu.

- Ini pohonnya. - Wendy,

- Bukan itu. - kau makan udang?

- Jadi yang di sini... - Dia meninggalkan sesuatu di sini.

Benarkah?

Apa ini?

ADA SYAL

- Ayo pergi. - Mau ke mana kalian?

Syal ini, Jae-suk.

Apa ini? Syal?

Bisa jadi.

- Semoga beruntung. - Pasti itu.

Mereka tiba-tiba berdiri dengan canggung.

- Benar. - Pasti itu.

- Itu pasti benar. - Kau konyol.

Mari kita lihat siapa nanti yang menang pukul 21.00.

Kau tidak perlu khawatir.

Kau genius, tapi tidak pandai berakting.

AKU KETAHUAN

- Tim lain kalahkan kita lagi di sini. - Mereka di sini.

Mereka ke sini dulu.

Kenapa mereka di sini?

- Selamat datang. - Silakan.

Pelayan kami akan melayanimu.

Kalian ada di sini.

- Kami bersama tim kami... - Secangkir kopi...

- Kami sedang mendiskusikan sesuatu. - Pesan kopi.

Bisakah kami berdiri minum kopi?

MEREKA MEMESAN SESUATU

Aku hanya suka minum sambil berdiri.

- Jangan minum itu. - Kau mengagetkanku.

Ada gambar di atasnya.

Dia meminumnya.

- Apa kau minum semuanya? - Ya.

- Ayo pergi. - Kami pergi.

- Kami sudah melihatnya. - Dah.

- Kalian sudah tahu? - Ya.

- Kau terlalu cepat. - Aku meminumnya sekaligus.

- Hei. - Tolong cuci ini agar mereka tak lihat.

Ayo pergi.

Kita harus pergi ke Avant-garde.

- Melihat itu... - Matanya berwarna biru, 'kan?

Aku rasa begitu.

Astaga...

Kita harus datang bersamanya.

Dia memberitahuku jawabannya.

Dia mengatakan jawabannya "anggur hijau."

Mengapa?

Dia menjelaskan mengapa itu "anggur hijau"

dan kita harus menulis alfabet tepat sebelum huruf.

Jadi, itu A, B, C, D, E, F, G, H, dan seterusnya.

Jadi G tepat sebelum H.

Jadi kau menulis alfabet

- tepat sebelum huruf-huruf itu. - Ya, yang ada di depannya.

Tunggu.

Anggur...

- Alfabet... - Anggur hijau.

Permisi.

Anggur hijau. Orang ini...

Pelukis menyukainya.

Kita harus memesan secangkir kopi dan memilih mana yang akan dipesan.

- Tolong berikan kami kopi. - Tidak, tunggu.

Secangkir lukisan.

Apa ada yang disebut "HSFF"?

Maaf, siapa namamu?

PENYELIDIKAN SERAMPANGAN TAKKAN BERHASIL

Tunggu sebentar.

Tolong beri kami Leonardo da Vinci.

Perlu waktu untuk membuatnya,

kami hanya menawarkan satu cangkir per kelompok.

- Aku akan segera membuatnya. - Tunggu sebentar.

Maaf, tunggu sebentar.

Direktur menyebut Leonardo da Vinci.

Ketika direktur berbicara tentang pelukis,

Vincent van Gogh tak disebutkan. Bukankah tak ada kaitannya dengan lukisan?

Apa kau tidak mendengar apa pun kata direktur?

Aku dengar.

Aku mendengarnya, tapi...

Cesar Elle Kim

seperti Leonardo da Vinci modern.

Direktur berbicara tentang Leonardo da Vinci.

Apa yang dia katakan? Da Vinci pelukis favoritnya?

- Kenapa tak ada yang tulis? - Kau mengagetkanku.

Kita tak bisa menyelidiki hanya dengan menggunakan keberanian kita.

- Tolong beri kami Leonardo da Vinci. - Baiklah.

Dan Vincent van Gogh mungkin tidak ada di menu.

Ini.

Itu Mona Lisa.

Bukan ini yang diminum si detektif jelek.

Jangan minum itu.

Ada lukisan di atasnya.

Pasti ada banyak bintang.

Pasti ada banyak bintang.

Yang ada banyak bintang lukisan milik Gogh.

Ada satu dengan banyak bintang.

YANG BENAR GOGH, BUKAN DA VINCI

Maaf, tapi kami tidak memesan ini.

- Kalian salah. - Kami buat setelah dipesan.

Uang tak bisa dikembalikan.

- Ini salah. - Kami hanya membahasnya.

TAK TAHU MALU BUKAN DI SINI TEMPATNYA

Kau pikir kami memesan. Maaf.

KIta terlalu meremehkannya.

Kita harusnya memikirkan pelukis yang menggambar sesuatu dengan bintang.

Kami tidak memesan ini.

Kau pasti berpikir kami memesan.

- Tidak, ini... - Tidak, aku minta maaf.

Kami tidak memesan ini. Tunggu sebentar.

"Sebuah lukisan di secangkir kopi yang harum."

Kita harus menemukan pelukis yang sesuai deskripsi ini.

-The Starry Night. - Benar. Itu dia.

- Kami belum memesan. - Benar.

- Beri kami satu Gogh. - Satu cangkir Gogh.

Maaf, Pak. Aku hanya bisa menggambar satu cangkir per hari.

Kita minum saja. Uang tak bisa dikembalikan.

Ternyata itu The Starry Night.

Tetapi jika kita tidak bisa mendapatkannya, apa yang kita lakukan?

Tamat sudah.

Mari kita pergi ke lantai tiga terlebih dahulu dan melihat-lihat.

- Halo. - Hai, ini Five Senses Playground.

- Tempat ini? - Ya.

Ini puncak dari Five Senses Playground

Itu dia.

Ada berbagai hal untuk indra perabamu.

Aku akan tunjukkan pada kalian

yang kalian pilih dan memeriksa apakah kalian benar.

Aku lihat album yang sangat bagus di sana di bagian suara.

- Album keempat Peppertones. - Benarkah?

Ini album yang hebat.

Memenangkan empat penghargaan.

- Songs Made of Wood. - Aku suka penyanyinya.

Yang di sebelahnya benar-benar bagus.

Aku belum pernah melihatnya.

Jangan konyol.

Tapi bagian ini aneh. Ada sesuatu yang kuat

kemudian sesuatu yang kasar. Dia menyukai yang di tengah.

Tapi tak ada arti lain selain menyukainya.

Tidak, ada artinya.

Jika dia menyukainya,

berarti dia tahu apa itu.

- Jadi ini salah satunya. - Benar.

"Pada awalnya, aku suka di antara yang keras dan kasar."

Jadi, yang pertama dia sentuh

- adalah yang keras. - Yang di kiri.

- Di kiri. - Dia menyentuhnya.

Sebagai contoh.

"Yang dingin di sebelah yang lembek menggoyangkan hatiku.

- Diagonal melintasi yang dingin - Diagonal.

Ada yang lengket dan yang licin."

- Aku punya pertanyaan. - Tidak masalah.

Bisakah kita sentuh semua?

ITU HARUS DISENTUH

Kita mungkin menyentuh yang aneh.

Letakkan tanganmu di kaleng cat,

tapi kau tak bisa?

- Sentuh semuanya? - Ya.

Baiklah, akan kucoba saja.

Seperti apa rasanya?

- Sesuatu yang berbahaya? - Sebuah sosis.

Bagaimana kau mendeskripsikan sosis?

- Seperti apa? - Keras.

Kita harus membuat peta untuk ini.

Benar, seperti papan bingo.

SOSIS

Ini...

Benda yang kau gunakan untuk mengaduk saat membuat adonan.

Rasanya agak keras.

Kurasa kau tak akan menyebutnya keras.

Aku akan terus menyentuh ini.

Lihat siapa yang ada di sini.

- Hei. - Sedang apa kau di sini?

- Apa maksudmu? - Kurasa kita semua punya bakat.

Kalian sampai di sini.

- Apa? - Apa katamu?

- Kami menemukan segalanya. - Urutkan.

Kalian seharusnya mulai dengan penglihatan

dan melakukan semua panca indra.

- Benarkah? - Ya.

- Sungguh? - Sepuluh menit.

Cepatlah.

Kita harus tenang.

Yang ini...

Kalian ini pengecut.

- Merpati mati. - Apa kau yakin?

- Tidak? - Benarkah?

- Tidak. - Itu boneka.

Halo.

- Min-young. - Ya.

Aku memikirkan petunjuknya terlalu sederhana dan salah pesan.

Tapi mereka bilang kita hanya bisa memesan satu minuman.

Jadi pemiliknya tak menunjukkan kopi yang tepat.

Tidak.

Bisakah kau berbicara dengannya dan menyelesaikan ini?

Dia detektif wanita kami. Bicara padanya.

Halo.

Halo.

Ya, halo.

Bisakah kami mendapatkan secangkir kopi lagi?

Lalu bagaimana dengan ini?

- Ya? - Aku akan memberikanmu minuman lagi

jika kau mampir.

- Jika aku mampir secara langsung? - Ya.

- Baiklah. - Baik.

Silakan.

Min-young, aku akan menutup teleponnya.

Pak, ini Min-young.

- Ini Detektif Min-young. - Dia di sini.

Masuklah.

APA KAU MENGAJAK MIN-YOUNG?

Masuk dan minumlah kopi.

- Masuklah. - Dia bilang dia akan memberimu kopi

jika kau mampir.

Pesan apa pun sesukamu.

- Detektif Park Min-young. - Benar.

Kenapa kau tidak bilang kau hampir sampai?

- Aku akan membawanya masuk. - Ide bagus.

Kau pesan apa?

- Gogh. - Gogh?

- Ya. - Gogh?

Dia pesan secangkir Gogh.

- Baiklah. - Terima kasih.

Min-young, senang bertemu denganmu.

Kenapa kau tidak bilang sedang ada di dekat sini?

BEBERAPA SAAT LALU

Permisi. Maaf,

tapi apakah kau sibuk?

Bisakah kau meluangkan waktu dua menit?

Aku ingin kau memesankan Gogh untuk kami.

- Tentu. - Terima kasih banyak.

Terima kasih.

Terima kasih!

- Terima kasih, Pak. - Nikmatilah.

Min-young, ini kopimu.

- Apa pakai es? - Lukisan itu

- adalah yang kita semua tahu. - Aku tahu.

Min-young, bisakah kau cepat meminumnya?

Maaf tentang itu.

Detektif Min-young.

Bisakah kau meneguknya?

Min-young, maaf.

Minumlah.

Minum kopinya. Masukkan kopinya.

- Berhenti menggantungkan aku. - Berhenti menggantungkan aku.

Lihatlah aku bangkit.

- Min-young, bangun. - Bangun.

Kwang-soo, bantu dia.

Mata disebutkan, 'kan?

Ini benar-benar...

Aku tak melihat apa pun.

Apa itu yang terjadi ketika kau meminumnya?

Apa yang terjadi?

Lihat.

Kau yakin kau memberi kami cangkir yang tepat?

Ya.

"Rasanya warna itu benar-benar tersampaikan di mataku."

Warna.

Ya, itu warnanya.

- Pasti itu. - Biru...

Bukankah itu biru?

"Rasanya warna itu benar-benar tersampaikan di mataku."

Min-young, bagus.

TRIK KECIL BERHASIL

Mari kita pergi.

Sesuatu yang dingin di samping sesuatu yang lembek.

- Yang dingin di samping yang lembek. - Benar.

Es krim.

Keduanya lembek.

Mana yang lebih kau sukai?

Ini yang dingin.

Diagonal di atas, ada sesuatu yang lengket.

- Kita tinggal punya dua opsi. - Aku menulisnya.

- Sudah dua yang cocok deskripsi. - Benar.

Kita akan tahu saat melihatnya.

Tunggu.

- Apa yang kau cari? - Sesuatu yang memantul.

- Ulangi? - Kau mencarinya?

- Dengan ini... - Jong-min,

kau luar biasa.

Aku sudah membaca ini.

"Carilah antara keras dan kasar.

Carilah di antara sesuatu yang keras dan kasar.

- Keras? - Aku benci melakukan ini.

Tempelkan tanganmu.

- Sial. - Ada sesuatu di dalamnya.

Tunggu sebentar.

- Jae-suk... - Kau dulu.

Aku benci jika tidak tahu.

- Apa itu? - Aku tidak tahu.

- Yang mana? - Yang ini.

Lihat wanita itu.

Bukankah ini aneh untukmu juga?

Ini nanas.

- Apa? - Sebuah nanas.

- Benarkah? - Ya. Apa selanjutnya?

Pasti semuanya buah.

Kita akhirnya memecahkan ini.

Mungkin benar.

Apa ini?

Ini terasa menjijikkan.

Itu tomat.

SARUNG TANGAN KARET, NANAS, ADONAN

Kau tidak akan mencobanya?

Aku menguping tim lain.

Lanjutkan.

Cari tahu apa itu.

Kau bahkan tidak menyentuhnya.

Yang benar saja!

- Kenapa akting palsumu? - Aku...

- Kau terus begini? - Tunggu.

- Tak disentuh. - Tidak.

- Jujurlah padaku. - Licin.

Apa ini?

- Ini penggosok. - Penggosok.

Apa-apaan ini?

- Apa ini? - Apa yang salah?

Apa ini?

Tidak!

- Apa itu? - Ini boneka binatang.

Benarkah? Astaga.

Kau tak takut sama sekali?

Aku tidak tahu.

Apa-apaan ini?

Sentuh yang ini di sini.

Ada apa?

- Kenapa? - Rasakan yang itu.

Min-young, kau tak takut sama sekali?

Min-young!

Kau membuat kita terlihat buruk.

Dia keren sekali.

Dia sangat berani.

Itu bergerak.

Bagaimana dia bisa begitu tenang?

Ikan Lumpur yang ada di sop chueotang.

Ikan Lumpur?

Dan kau menyentuhnya?

Astaga!

Yang benar saja!

Kau jarang berpartisipasi dalam misi ini.

Tentu saja aku berpartisipasi.

Bagaimana dengan ini?

Ini elang yang disebutkan sebelumnya.

"Lukisan yang kutemukan mengingatkan kenangan masa kecilku..."

LUKISANNYA DI SINI

"...dan membuatku terinspirasi."

Kita harus mencarinya.

ADA PETUNJUK DI LUKISAN

Dia terinspirasi oleh lukisan-lukisan itu.

- Pria ini... - Kacamata.

Kacamata dan rokok.

Sebentar! Aku pikir kau Jae-Pyung.

Jong-min, kau tak mau membantu?

Aku menemukan sesuatu.

- Apa? - Itu ada hubungannya dengan lukisan.

- Bisa jadi itu sebuah mahakarya. - Hitung elangnya.

Semuanya elang.

Mungkin itu tongkat cinta.

Di Korea, "tongkat" pelafalannya sama dengan "elang".

Jangan lagi!

- Jaga dia di sisimu. - Bisakah kau menjelaskannya lagi?

Ada tujuh elang, 'kan?

- Bukankah 9? - Kurasa 10.

Sungguh? Kau menghitung lebih banyak.

Satu, dua, tiga, empat, lima,

enam, tujuh,

- delapan. - Dan sembilan di sana.

Ada sepuluh.

- Pulanglah jika terus begini. - Buah Beri?

Yang artinya "buah beri", bukan?

DI KOREA, "YEOL" ITU SEPULUH "MAE" ITU ELANG

Ini homonim bahasa Korea.

Apa-apaan ini?

Ayo pergi.

Katanya

yang ada di depan mata.

Detektif bodoh, ke sini.

Kemarilah, aku akan menyanyikan sebuah lagu.

"Detektif bodoh"?

- Lagu? - Ya, aku akan bernyanyi.

- Baiklah. - Dia kira dirinya penyanyi.

- Aku suka lagu. - Mari dengarkan dia.

- Kau tahu... - Aku bertemu kau.

- Bukan dia tapi... - Dan aku bisa.

- Sentuh rambutmu. - Sial.

- Kita perlu mengetahui posisinya. - Benar.

- Ayo periksa. - Tak bisa kukatakan.

BARET WARNA PLUM

Kau melihatnya?

Ya.

Kami akan pergi.

Kami akan pergi dulu.

Kita sekarang tahu segalanya.

Baret.

Baret berwarna anggur merah.

Syal polkadot merah muda.

Berbentuk buah beri.

BROS BUAH BERI

- Mata biru. - Benar, mata biru.

MATA BIRU

Kacamata.

- Kacamata. - Ya, kacamata.

Anggur hijau.

Seekor iguana.

Ya, seekor iguana.

Kita mendapat semua petunjuk.

- Kita tinggal mencari lukisannya. - Ayo pergi.

Bukankah ini aneh?

Bagaimana membacanya?

- "Kurang satu." - "Kurang satu"?

DAFTAR KEINGINAN MINUS SATU

Bukankah itu aneh?

"Daftar Keinginan Minus Satu."

Apa ini?

Aku tahu apa itu.

- Seekor gurita. - Ini teripang.

- Benarkah? - Ya.

- Itu cacing sendok? - Tidak.

- Kita harus cepat. - Jika bukan karena kau,

kita pasti gagal.

- Kita butuh waktu lama. - Benar.

Tunggu, yang ini teripang.

Apa yang kau sentuh sebelumnya bukan.

Ini tunicate.

- Tunicate? - Ya.

Sesuatu di antara yang licin dan yang lengket.

LICIN DAN LENGKET

Sesuatu yang keras dan kasar ada pada garis vertikal.

"Aku menyentuh sesuatu yang keras dulu.

Lalu aku menyentuh sesuatu yang lembek di kiri.

Diagonal dari sesuatu yang dingin

- adalah lengket." - Lengket.

- Lem lalat. - Lem lalat.

"Aku berpikir untuk menambahkan yang licin..."

"Dalam lukisanku memakai di antara yang lengket

- dan yang licin." - Baret!

Baret!

- Baret. - Mari kita periksa jawabannya.

Periksa.

Benar.

- Benar. - Baret merah.

Ada lagi? "Lukisan yang kutemukan

mengingatkan masa kecilku. Membuatku terinspirasi. "

Ini semua lukisannya.

Ada lukisan elang dan rajawali.

Ketika yang lainnya menebak,

mereka melihat lukisan itu.

Bekerja sebagai detektif swasta cocok untukmu.

Kau pandai menguping.

- Memang benar, 'kan? - Ya.

Kau pandai mengamati.

Ada sepuluh elang.

Apa artinya?

ADA SEPULUH ELANG, JADI

Sepuluh burung.

BUKAN ITU JAWABANNYA

Sepuluh burung.

Siapa pun tahu itu.

Itu jawabannya.

Ada banyak burung elang.

Mereka menghitung lukisan itu.

- Apakah dihitung? - Ya.

- Satu, dua, tiga, empat, lima - Ada sepuluh burung.

- Enam tujuh delapan sembilan sepuluh. - Tepat ada sepuluh burung.

- Kau benar. - Buah Beri!

Buah Beri!

Buah Beri!

Jawabannya buah.

Bukan sepuluh burung.

Penulis naskah tidak begitu.

- Ayo pergi. Itu buah beri. - Kau hampir berhasil.

Buah Beri

Tim lainnya akan segera datang. Cepatlah.

Ini yang ingin dimakan Cesar Elle Kim.

- Ramyeon instan. - Ya.

Ada sebuah petunjuk.

- "Yo, isap ramyeon itu." - Besar sekali.

"Mari kita buat rekor dengan makan ramyeon."

Cesar memasuki acara tersebut.

Dia makan ramyeon.

Kemudian dia memenangkan "hadiah yang tidak terduga".

Mari makan ramyeon dan cari tahu apa hadiahnya.

Ayo tanya.

Selamat datang.

- Selamat datang. - Halo.

Selamat datang.

- Siapa kau? - Astaga, hei.

Halo.

SEPERTI, "DI MANA WALDO?"

- Halo. - Selamat datang.

Ada tanda di luar mengenai lomba makan ramyeon.

Yang itu. Acara makan ramyeon.

- Apa ada hadiahnya? - Apa ada hadiah?

Ada hadiahnya.

Kami harus bagaimana untuk menang?

Rekor 4 menit 5,59 detik ditetapkan seminggu yang lalu.

Apa kita perlu minum kuahnya juga?

Tentu saja.

- Benarkah? - Ya.

4 menit dan 5 detik.

- Mau coba? - Ya.

Baik. Pilih ramyeon-mu.

- Aku punya ide. - Apa itu?

- Makan mi-nya dahulu. - Aku bisa makan dengan sangat cepat.

Tambahkan sedikit air yang cukup untuk memasak mie.

- Mesinnya mengeluarkan sejumlah air. - Begitu rupanya.

Benarkah?

Jumlah air tak bisa diubah.

Ada mesin di luar.

- Taruh di atasnya. - Bagus.

Begini caranya.

Bersedia, siap...

mulai!

- Astaga. - Makan dalam 4 menit 5 detik.

- Astaga. - Maafkan aku.

Kau melakukan ini untuk kami.

Aku akan meniup kuahnya.

Astaga.

Pasti panas.

Kau tak boleh minum air.

- Benarkah? - Kau tak boleh minum air.

Mengapa kita beli air?

Diminum setelahnya.

- Setelahnya? - Ya.

Sepertinya dia akan menghabiskan mi dalam satu menit.

Ayo.

Astaga, pasti panas.

Aku hanya bisa membayangkan.

- Ya ampun. - Apa kau baik-baik saja?

1 menit 30 detik telah berlalu.

Dia akan minum kuahnya.

Minum kuahnya. 1 menit 40 detik telah berlalu.

- Dia akan gagal. - Sudah.

- Biarkan dia minum. - kau bisa melakukan ini.

- Menyenangkan untuk ditonton. - Tidak apa-apa.

Kau hendak ke mana?

Dia menari. Ya, ayo.

Kurasa dia akan berhasil.

- Ya ampun. - Kau bisa.

Aku takut dia akan berhasil.

- Jangan menumpahkan kuahnya. - Panas!

- Panas! - Tidak apa-apa.

- Panas. - Kurasa dia bisa.

- Berapa lama waktunya? - 3 menit 15 detik.

Kau bisa melakukannya.

Kau terlihat paling seksi sekarang.

Kurasa dia bisa.

- 3 menit 30 detik. - Ayo!

Ya ampun.

- 3 menit 30 detik berlalu. - Semangat!

- Kau berhasil. - 3 menit 34 detik.

Kau berhasil.

Aku bisa tahu kau makan pho di Paris.

Aku pikir kau berbohong.

- Luar biasa. - Astaga!

- Aku berhasil, 'kan? Aku melakukannya. - 3 menit 34 detik.

Terima kasih.

- Beri kami hadiahnya. - Berikan hadiahnya.

Hadiah. Baik.

- Ini hadiahnya. - Itu Ring Pop!

Bisakah kita ambil masing-masing satu?

- Lollipop. - Ambil seluruh kotak.

PERMEN CINCIN PERMATA

- Sampai jumpa. - Kalian pergi sekarang?

- Ya. - Terima kasih.

- Sampai jumpa. - Terima kasih.

- Ini bukan apa-apa. - Halo.

- Ya ampun. - Selamat datang.

Dia terlihat tidak asing.

- Selamat datang. Halo. - Halo.

- Aku ingin tanya. - Jika kita makan ramyeon,

- apa kita dapat hadiah? - Hadiah.

Pria berambut panjang waktunya 3 menit 34 detik.

- Haruskah? - Harus buat rekor baru.

- Serahkan padaku. - Baik.

- Apa? - Ramyeon.

- Ramyeon? Pilih satu. - Ya.

- Yang pedas. - Ambil sebutir telur.

- Sebutir telur? - Mari kita pilih yang tak pedas,

- Apa kau menyelesaikan semuanya? - Ya.

Semuanya di sini.

- Kami lihat dia sebelumnya. - Astaga.

Sebentar.

- Ayo ke tempat lain. - Ayo.

Mari bandingkan apa yang kita miliki.

Kita harus mencari tahu ke mana kita harus pergi.

- Kita memiliki lima petunjuk. - Dia terlihat sangat keren.

Apa isinya?

- "Kurang satu." - "Kurang satu"?

Bukankah ini aneh?

DAFTAR KEINGINAN MINUS SATU

- Ada sebuah angka. - Tiga.

Kita baca dari awal.

KITA MENGIKUTI HURUF PERTAMA

Ha.

- Nam. - Hanam?

- Si. - Si.

- Mi. - Hanam-si, Mi...

- Misa. - Misa-ri.

- Bukan, Misa-dong. - Misa-dong.

"Hanam, Misa-dong."

- Tiga. - Tiga.

- Garis satu. - Ini alamat.

Kau luar biasa.

Aku pikir dia tidak berguna,

- Tapi dia cukup pintar. - Dia yang paling pintar.

Terima kasih.

Kerja bagus, Semuanya. Sampai jumpa di Hanam.

- Baik. - Sampai jumpa.

Nikmati ramyeon-mu.

Kita tak tahu ke mana harus pergi. Kita tak tahu di mana lukisan itu.

Apa itu?

Kami mendapat hadiah ini setelah makan ramyeon.

- Tangannya gemetar. - Apa kau menangis?

10 detik tersisa.

Kenapa tubuhnya bergetar?

- 3 menit 30 detik. - Baik!

Bukankah dia memberimu lokasi?

- Tidak. - Omong-omong,

ke mana yang lain?

Mereka pergi setelah berbisik-bisik.

- Mereka tahu harus ke mana. - Mereka berbisik.

Kurasa mereka hanya pura-pura percaya diri.

Sehun peduli dengan kasusnya, tapi dia lebih ingin mengalahkan tim lain.

Tim lain sangat menyebalkan.

Sehun tidak suka tim itu.

Ini pertama kalinya aku melihat Sehun

- tergerakkan. - Ini mendekati pukul 21.00 malam.

Kita tak boleh kalah.

Kita harus mengambil lukisan itu.

Kita harus ke rumah lelang membawa lukisan itu.

Semua petunjuk ada di sini.

- Ini. - Sungai Han...

"Kurang satu"?

Apa itu "Daftar Keinginan Minus Satu"?

- Ada angka. - Angka.

Pasti ada aturannya.

Huruf pertama angka.

- Gabungkan huruf pertama. - Gabungkan huruf pertama.

- Ha. - Hanam.

- Si. Mi. - Si. Mi.

- Misa. - Misa.

- Mi. - Dong.

- Misa-dong. - Tiga garis satu.

Tiga garis satu.

- Tiga garis satu. - Astaga.

Cepat dan pujilah aku.

- Ayolah. - Kau hebat.

- 3-1, Misa-dong, Hanam-si. - Ayolah.

- Benar? - Ya.

- Itu alamatnya. - Benar?

- Itu alamatnya. - Aku berhasil.

- Pujilah aku. - Ayo cepat pergi.

- Pujilah aku. - Ayo cepat pergi.

PEMBAWA PENYANGGA YANG INGIN DIPUJI

- Apa tim lain tahu ini? - Ya.

Apa mereka bersaing melawan kita? Kenapa mereka meninggalkan kita?

Kita menemukan alamatnya.

Kita harus pergi bersama.

Ini mengecewakan.

- Jangan kesal. - Kalian bukan tim empat orang.

- Aku tahu itu. - Jangan tinggalkan kami.

Kami berempat menjadi dekat.

- Benar. - Mari bertemu di sana.

- Kau hebat. - Ikuti kami.

- Cepat ikuti kami. - Se-jeong, puji aku.

- Kau hebat. - Ya ampun.

Hebat, kakiku!

Rasanya kita bertiga adalah tim yang terpisah.

Seperti ada tim lain di dalam tim kita.

Kau mengetahuinya tapi masih belum diterima.

Aku minta dipuji, tapi mereka pergi.

Telepon mereka dan komplain.

Kwang-soo.

- Astaga, Kwang-soo. - Halo?

- Min-young. - Ya.

Kami sedang menuju ke sana,

aku menghubungimu karena agak kesal.

Bagaimana bisa kau pergi begitu saja?

Kami sungguh mencoba mengerti, tapi...

Tidak, kami tidak pergi begitu saja.

Kalian sangat sensitif.

Jahat sekali.

Tidak, Sehun. Bukan begitu.

Aku tahu kami tidak benar-benar pintar,

tapi kita harus bekerja sebagai tim.

- Kenapa kau mengatakan itu? - Jangan seperti itu.

Sehun, jangan bicara seperti itu.

Astaga, bahkan Sehun berkata begitu.

Kalian tahu, aku ingin minum bersama setelah menyelesaikan kasus ini,

tapi entah menang atau kalah, aku pikir kita perlu bicara.

Astaga...

Kau sungguh pintar menyinggung orang.

PUKUL 19.40 MALAM

Hei, tempat apa ini?

Mari kita ambil lukisannya.

- Ayo. - Kita datang ke sini dulu, 'kan?

Apa ini? Apa mereka melukis?

- Apa semua ini pintu? - Pintu.

Merah dan biru?

- Mata, topi, pelukis. - Itu petunjuk pertama.

- Petunjuk pertama. - Yang pertama

warna mata.

- Dia memiliki mata biru. - Benar.

Aku merinding.

- Bagaimana kita tahu kebenarannya? - Entah.

- Ini biru. - Itu bisa saja warna topi.

- Kau sedang apa? - Butuh waktu lama.

- Kenapa kau membukanya? - Ada pintu di sana.

Bisa saja itu jalan masuknya.

- Bisa jadi. - Sangat mudah.

Hei, itu...

- Aku rasa ini. - Ini terlalu sederhana.

- Apa ini? - Kita tertipu.

- Ini... - Kita hampir pergi ke sana.

- Ini... - Angka!

- Ada angka di sini. - Ya Tuhan.

- Dua digit. - Anggur hijau.

Mari lihat ke sana.

Ada ruang lain?

Mari kita lihat semua pilihannya.

- Baiklah. - Ayo lakukan itu.

- Kita harus mencari yang benar. - Di antara ini.

Kapan kita akan menemukannya?

Apa ini?

- Apa itu? - Ada instruksi

di sini. "Ubin harus dibalikkan dalam urutan ini.

Pertama, balikkan angka genap.

Kemudian, balikkan angka kelipatan tiga.

Terakhir, membalik kelipatan lima.

Berapa banyak ubin kuning yang tersisa? "

Jadi kita membalik ubin?

- Mulai. - Angka genap.

- Angka genap. - Balik satu per satu.

- Ayo pergi? - Ayo pergi?

- Baiklah. - Hei.

Kita tiba bersama.

Kalian menyakitiku.

Hei, Sehun.

Astaga.

Mari berkumpul bersama setelah ini.

Apa yang kau bicarakan?

- Kita tim. - Apa itu?

- Apa itu? - Apa itu?

Ada jalan di sana.

IKUTI NALURI SEPERTI BIASANYA

Apa ini?

Kurasa diblokir.

Apa ini semua?

Apa ini?

Ya ampun.

Apa-apaan ini...

Untuk ke ruang berikutnya, butuh kode sandi.

- Di sini. - Ada sesuatu.

"Pertama, balikkan angka genap."

- Balikkan itu. - Angka genap.

- Mari mulai. - Terus baca.

Angka genap.

RUTE PERGERAKAN

- Balikkan angka genap. - Balikkan semua.

- Mari mulai. - Terus baca.

- Angka genap. - Se-jeong, di sini.

Balik kartu ke kuning, 'kan?

- Ya. - Kartu berwarna kuning di sisi lainnya.

Benar, itu seharusnya berwarna kuning.

Balik dulu semua yang angka genap.

- Balikkan itu. - Kemudian...

"Lalu, balikkan kelipatan tiga."

- Kelipatan tiga. - Tiga.

- 27! - Tiga kali lima adalah lima belas.

- Balikkan. - Sekali salah, gagal.

- Kelipatan tiga. - Mengapa kau membalik 27?

Kita membalikkan nomor genap.

Ini angka ganjil.

- Tunggu. - Jangan terbalik.

Tunggu, kita tak boleh salah.

- Mari kita bagi. - Bagilah.

- Hanya balik yang di depanmu. - Atau

- kita salah. - Tidak, kita harus...

- Hanya membalik kelipatan tiga. - Benar.

- Tunggu. - Bagaimana jika dibalik lagi...

Aku sudah melakukannya.

Aku sudah membalik itu. Kita mungkin membalik yang sama dua kali.

- Kau bisa membalik semua kelipatannya. - Lebih baik membaginya.

- Tunggu. - Balik saja.

Kau hanya bisa membalik kelipatan tiga.

Tapi seseorang bisa membalikkan sesuatu lagi.

Benar, kita bisa salah.

- Tapi... - Jika kau membalik lebih dari 75...

Hei, mulai dari sisi merah.

Tunggu.

- Mari kita bagi angkanya. - Ada apa denganmu?

- Baiklah. - Hei.

- Kau seperti kepiting... - "Kepiting"?

- "Kepiting"? - Kepiting.

Astaga.

Kau kepiting.

Apa kau mau berlumuran krim lagi?

Ya, Tuhan!

Astaga, dia benar-benar membuatku marah.

- Dia sungguh... - Bisakah kau keluar sebentar?

- Tunggu sebentar. Hei, Detektif Ahn. - Pergi ke luar.

- Kau kepiting. - Dengar.

- Aku membalik yang merah dan... - Aku sudah menjelaskannya.

Astaga.

Haruskah kita ulangi lagi?

- Satu tim membalik ubin, - Ya.

dan tim lain dapat mencoba simulasi.

Angka ganjil dan kelipatan tiga.

Jadi maksudmu kita akan membalik ubin.

Lima belas.

- Kami sudah melakukannya hingga 15. - Lalu 20.

- Kemudian 25. - Dan kemudian 25.

- Ini 25. - Genap dan ganjil.

- Yang ini dan ini... - Sangat membingungkan.

- Bukan ini... - 51.

- Lima puluh satu? - Lima puluh satu?

Lima puluh satu?

Alasan mengapa aku pikir itu 51...

Jika kau membalik nomor satu terlebih dulu,

ada 50 masing-masing ubin merah dan kuning.

Lalu setelah melakukan langkah kedua,

17 angka ganjil dan kelipatan tiga berubah jadi kuning.

Dan 16 angka genap dan kelipatan tiga berubah menjadi merah.

Jadi setelah melakukan keduanya,

ada 51 kartu kuning

dan 49 yang merah.

Kemudian kau membalik kelipatan lima.

Tetapi jumlah angka genap dan ganjil sama.

- Jadi tetap sama. - Jadi itu 51?

- Cobalah. - Aku akan menekan 51.

Kita coba dengan 51.

Dan kelipatan 15 adalah 6,

dan masing-masing sama.

- Tiga dan tiga. - Jika kau balik,

- jumlahnya sama. - Ayo pergi!

Lima puluh satu.

TERBUKA

Pintu terbuka.

Terbuka.

Jika satu orang membaliknya,

- tak membingungkan. - Baik.

Seseorang bisa menyebut nomornya,

- Lihatlah. - seseorang bisa mencarinya.

Tiga kali satu, tiga. Tiga kali dua, enam.

Baiklah, ayo lakukan seperti itu.

- Tiga. - Enam.

Benar.

Sembilan.

Dua belas.

- Yang di depanmu. - Dua belas.

- Dua belas. - Lima belas.

- Baik. - Ada 18.

- Hei. - Maaf.

Baiklah, 18, 21.

- 21. - Kemudian 24.

- 27. - 27.

- 27. - 30.

Benar.

48.

- 60. - Kuning.

75.

- 81. - 81.

- 93. - 93.

- Ganjil. Warnanya merah. - Sini.

Baik.

- Nomor 93 seharusnya merah? - Benar.

- Ada yang membalik. - Kuning...

Seharusnya kuning, kalau begitu.

- Seharusnya kuning. - Ya.

Kelipatan tiga berwarna kuning.

- 96. - Baik.

- 99. - Ini yang kuning.

Kenapa itu kuning juga?

Siapa yang membalik itu?

Mungkin seseorang mengira itu 66.

- Selesai? - Ada orang

mengira 66 dan membaliknya.

66 tidak terbalik.

Maka harus kuning.

- Benar. - Balik ini.

"Terakhir, balik kelipatan lima."

- Kelipatan lima. - Lima.

- Sepuluh ada di sini. - Lima.

15 di sini. Di mana 5?

- Ini. - Berakhir 5 atau 0.

- 5 atau 0. - Tunggu.

- Balik 20. - Ucapkan nomor pertama.

- Baiklah, 5.

- 10. - kau jahat pada Jong-min.

- Begitu. - Dia membalik yang berikutnya.

- Jika dibalik... - Seperti terakhir.

Kelipatan lima harus berwarna kuning.

Tapi ada angka genap

- dan kelipatan tiga. - Lakukan.

- 20. - Mari kita lakukan.

Seperti sebelumnya. Kita lakukan hingga 10.

- Selanjutnya 20. - Balik 20.

Kita akan naik?

Firasatku buruk.

Tunggu, apa ini?

- Apa ini? - Ada jarum di sini.

Ini seperti timbangan.

Kita harus membawanya ke tengah.

Ada tulisannya.

"Ada barbel di satu sisi dengan huruf yang tertulis pada barbel.

Pindahkan barbel ke sisi lain.

Lengkapi tiga kata bahasa Inggris.

Kau punya waktu 15 menit. Tapi, satu menit akan dikurangi

setiap kali timbangannya hilang keseimbangan.

Waktumu dimulai

saat sisi lain timbangan terangkat dari tanah. "

- Kata dari 5 huruf. - Benar.

- Syal, apel, anggur... - Karena...

Mari kita mulai dengan petunjuk ang kita temukan.

Sisi ini?

Apa apel dihitung?

Ya, Tuhan!

DIKURANGI SATU MENIT

Kita harus mulai dengan seimbang.

Benarkah?

- Dari awal? - Kita baru saja menyetel timbangan.

Kita perlu fokus sekarang.

Datanglah ke sisi ini.

- 60. - 60.

4, 5, 6.

Haruskah kita mengumpulkan angka kuning?

- Ayo lakukan. - Harusnya kita tak berpikir.

Aku punya 13.

Aku punya 38.

- Itu 51. - Ya, 51.

- Ini 51. - Tekan 5 dan 1.

- 51. - 51.

Kita berhasil!

Kodenya 51.

- Apa ini? - Apa yang terjadi?

- Apa ini? - Apa yang terjadi?

Tunggu...

Tunggu, kita harus menyeimbangkannya dulu.

- Kau benar. - Ada yang harus dipindah ke sana.

- Bagaimana kita melakukannya? - Kemarilah.

Aku ingin menang.

- Sehun. - Aku ingin menang.

Aku ingin menang.

Dia sudah mengatakan itu sekitar 100 kali.

- Harus. - Pertama...

- Jae-suk... - Lihat.

- Kita perlu menyeimbangkannya. - Apa?

- Kita harus bergerak pelan. - Tidak, belum.

- Tunggu sebentar. - Belum!

Mari kita mundur perlahan.

- Sedikit lagi. - Tunggu sebentar.

- Tidak, tunggu! - Tidak!

Itu memberi petunjuk namanya!

- Apa itu? - Apa yang terjadi?

- Sisi ini lebih tinggi. - Kita harus pindah ke tengah.

- Tunggu. - Tunggu.

Beberapa harus mundur sementara beberapa bergerak maju.

- Aku... - Satu per satu.

- Tunggu. - Satu per satu langkah.

- Langkah kecil. - Min-young.

- Harus seimbang. - Ya.

- Ambil satu langkah. - Seimbangkan aku.

Mundur.

- Mundur, Se-jeong. - Cukup.

- Se-jeong, lewat sini. - Seimbangkan aku.

- Mau ke mana kau? - Aku harus mengambilnya.

- Apa kau bekerja sukarelawan? - Ya.

- Jalan. - Jae-suk, jalan.

- Mundur. - Kita melangkah mundur!

- Lakukan dengan baik. - Tunggu!

- Jangan sentuh aku. - Kau boleh melangkah maju!

- Timbangan tak seimbang. - Tunggu.

- Kami baik saja. - Sungguh?

- Tetap di situ. - Aku...

- Tetap di sana! - Berikan padaku.

- Baiklah. - Ini.

Kita harus tahu pilihan kita.

Kita harus tahu huruf-hurufnya

untuk membuat kata-kata.

Tidak!

- Tidak, tunggu. - Tunggu!

Jangan berlari begitu.

- Jangan lari. - Baiklah.

Aku tetap di tengah.

Timbangannya jangan diletakkan di lantai.

- Jae-suk, bergeser. - Semuanya, diam.

Mundur.

- Kwang-soo, tetap di situ. - Ya.

- Tetap di sini. - Diam.

- Benar. - Dan sekarang...

Ini V.

- Maju. - Serahkan.

- Benar. - Timbangannya akan miring.

- Tunggu. - Dia harus bergegas..

- Jangan mengambilnya dulu. - Baiklah.

- Kkita perlu tahu akan buat kata apa. - Kita merangkai kata di sini.

- Simpan di tengah. - Tunggu.

Z untuk kebun binatang?

Ya, benar.

- Bagus. - Hebat.

Tidak, tunggu!

- Tidak! - Mundur!

Tetap kembali. Tidak!

Tetap di sana.

- Kita baik-baik saja. - Semuanya, tetap di tempat kalian.

Jangan bergerak!

Diam!

Min-young, bentuk kata pertama.

Sepertinya ada setiap huruf alfabet di sini.

- Benarkah? - Ya.

- Kuhitung 26. - Tetap di tengah.

Hati-hati.

- Tidak. - Jangan bergerak!

Bagus.

- Jangan ada gerakan mendadak! - Diam di tempat.

Tetap di sana.

Bagus. Tidak!

JUNGKAT-JUNGKIT BERGESER SAAT BARBEL BERGERAK

Se-jeong, kau baik-baik saja.

Astaga.

Tidak!

Berhenti bergerak!

Yang benar saja!

DIKURANGI SATU MENIT

- Kwang-soo. - Ya?

Karena kau yang terberat di sini,

- berbaring secara vertikal. - Seperti ini?

Berguling ke sisi yang butuh berat ekstra.

- Jangan banyak bergerak. - Karena itu aku diperlakukan begini?

- Tentu saja tidak. - Cepat.

Berbaring di tengah.

Tunggu.

Aku minta kau diam ketika kami mencari.

Akan kuusahakan.

Mari kita mulai dengan "belajar" dan "anggur."

- Benar. S, T, U... Berikan aku U. - S, T, U, D, Y.

Ada setiap huruf abjad.

Ini bisa ditaruh?

- Tunggu. - Lanjutkan.

Aku akan beralih ke sisi ini.

Kenapa kita punya tujuh?

- Dingin! - Maafkan aku.

- Min-young... - Lihat ini!

Itu mengenai bokongku.

- Dingin sekali. - Apa kau baik-baik saja?

- Tidak. - Jangan kemari.

- Sebentar. - Bokongku!

Mari lupakan tentang "belajar" dan membuat kata lain.

- Coba "anggur." - Benar.

Aku akan jalan.

Pindah ke sisi itu.

Lanjutkan.

Anggur?

Baiklah, bagus.

Jangan lagi!

BOKONGKU MEMBEKU DENGAN CEPAT

- Sial. - Beri aku D.

Kita tidak membentuk kata apa pun.

Tinggal satu kata lagi.

- Bagaimana dengan "Uang"? - "Syal" bagus.

Bisakah kau memberi tahu kami huruf yang tersisa?

Mengapa kita tidak buat kata "Hitam" dengan yang kita miliki

dan memikirkan kata lain?

- Bagus. - "Black" terdengar bagus.

HITAM DI TENGAH UANG DI BAWAH

C dan K.

- Kita butuh K. - K.

- Ya, K. - Tukar keduanya.

Jadi kita punya "Hitam" dan "Uang."

- Itu "Hitam." - Apa yang tersisa?

- Entahlah. - Apa kita sudah memakai T?

- T? - Tidak, belum.

"Pertama."

Itu dia!

PERTAMA

Ini huruf I.

- Satu menit lagi hilang. - Kita kehabisan waktu.

- Aku akan ke sini. - Jaga kecepatan.

- Aku mulai. - Jangan terlalu cepat.

- Jangan ada yang bergerak. - Diam.

TENANG, KITA BUTUH WAKTU

- Tunggu. - Aku tak melihatnya.

- Itu di sana. - "Pertama."

Kita hampir selesai.

Astaga, punggungku.

Beratnya sama.

Cepat!

- Aku butuh T. - T.

- Berat. - Baiklah.

- Pelan-pelan. - Pergerakan lambat.

Tunggu giliran.

- Jaga agar tetap lambat. - Tidak usah buru-buru.

Baiklah, bagus.

Bagus.

Selesai!

Bukankah ini bagus?

- Kita berhasil. - Kita berhasil.

Selesai.

- Aku dengar suara jatuh. - Itu jatuh.

KUNCI DIDAPATKAN

Bukan main.

GALERI KARYA CESAR ELLE KIM

LUKISAN DIRINYA

Pertama-tama, apa warna baretnya?

- Diam. - Silakan masuk.

- Benar. - Aku mengerti.

- Jangan terburu-buru. - Itu baretnya.

- Merah. - Itu warnanya.

Warnanya seperti anggur.

- Anggur berwarna... - Terlihat seperti ini.

Kacamata.

- Dia memakai kacamata. - Benar.

- Iguana. - Tapi warnanya berbeda.

Bagaimana bingkai kacamata?

Aku ingat yang ini.

- Apa ada yang ingat? - Bukan ini.

- Tunggu. - Buah beri.

Apa itu dari sebelumnya?

Tidak, kurasa bukan.

Jangan buru-buru. Jae-suk.

- Ya? - Berat akan tergantung.

Kwang-soo dan Jong-min tidak tahu ke mana hurufnya.

Bagaimana bisa kau begitu?

Apa kau bercanda?

- Kami tahu bahasa Inggris. - Sarjana!

Jae-wook, ini N, 'kan?

Kami lulus kuliah.

- Teman-teman, aku mengerti. - Berikan satu padaku.

Kata-katanya "beruntung, anggur, dan bergeser".

Sekarang gabungkan hurufnya.

Baiklah, bagus.

- Jaga keseimbangannya. Diam. - Bagus.

- Kemari. - Se-jeong, kau gabungkan semua.

Kemari.

- C. - Aku harus ke mana?

- Aku huruf pertama. - Ini G.

- Apa ini G? Apa ini untuk anggur? - Ya.

- G, R, A, P, E. - Berikutnya "shift."

- Ini dia H. - Dan A.

- Ini P.

- Ambil H. - Aku akan menjaga keseimbangan.

- Ini. - Terakhir.

- Kedua terakhir. - Apa?

I.

Yang kita butuhkan hanyalah satu F.

- Ini dia. - Kita hampir selesai.

Sebentar. Ke mana perginya?

- Tinggal satu tempat lagi. - Di sini?

- Baiklah. - "Bergeser, anggur,

- dan beruntung." - Berhasil.

- Kita berhasil. - Apa itu?

- Turun. - Kita harus turun.

Turun perlahan.

- Berdiri. - Ayo turun.

- Turun. - Bagus.

- Min-young, bagus. - Terima kasih.

Bagaimana kau melakukannya?

Bagaimana kau tahu banyak kata bahasa Inggris?

Astaga.

RUTE PERGERAKAN

Astaga.

- Tim kita terlalu mencurigakan. - Apa ini?

Apa ini?

TIM LAIN TIBA LEBIH DULU

Apa kau memainkannya?

- Bukankah kau mendobrak pintu? - Kurasa kau.

- Apa maksudmu? - Apa kau mau bilang

- kau yang buat kata lima huruf? - Tentu.

Ada dua dari kami yang belajar di luar negeri.

JANGAN REMEHKAN KAMI

Kita harus menemukan lukisan yang tepat dulu dan pergi ke rumah lelang.

- Mereka masih mencari. - Kita harus temukan dulu

dan pergi ke rumah lelang untuk memenangkannya.

Tunggu.

Tim Detektif Genius, kemari.

Tim Detektif Genius.

Iguana...

Yang ini...

- Ini bukan. - Bukan.

- Apa ini? - Salah.

Apa?

- Ini... - Sebelumnya,

bukan iguana hijau?

Iguana.

- Bukankah merah muda? - Bukankah merah muda?

- Semangka. - Itu semangka?

Kami membutuhkan anggur hijau. Bukan ini.

Anggur hijau?

KEHEBATANNYA MENGUPING

Siapa kau? Astaga, kau mengejutkanku.

Kiwi?

Kiwi?

- Apa? - Kacamata itu berbingkai perak.

KACAMATA BINGKAI PERAK

Mari kita lihat.

- Yang ini. - Yang ini.

Tidak.

DETEKTIF MIN-YOUNG YAKIN

- Bukankah ini yang benar? - Lihat.

Tidak, ini warna yang tepat.

Ayo pergi. Kurasa yang ini.

Yang ini.

Kau mengintimidasi kami.

- Jangan konyol. - Ayo.

Ayo pergi.

JIKA INI BENAR, SEGERA PERGI KE RUMAH LELANG

Sehun!

Kwang-soo!

Apa itu lukisan yang benar?

Jangan menyerah.

Benar.

Mereka mungkin memilih lukisan yang salah.

Lelang lukisan Cesar Elle Kim akan dimulai pukul 21.00.

- Halo. - Astaga.

Kalian sudah datang!

- Halo. - Selamat datang.

UNTUNGNYA, KAMI TIBA TEPAT WAKTU

Apa lukisan ini

adalah...

- Silakan ditaruh di sini. - Baik.

- Terima kasih atas kerja keras kalian. - Sama-sama.

Kita bekerja keras hari ini.

- Itu autentik, 'kan? - Ya.

- Terima kasih. - Astaga.

- Di mana lukisan itu? - Ada pada kami.

Apa?

Mereka membawa lukisan juga.

- Silakan masuk. - Baik.

Dia menggendong lukisannya.

Jae-Pyung yang bawa.

Mereka sungguh bawa lukisan.

- Coba kulihat. - Apa ini?

- Sebentar. - Kalian membawanya.

Lihatlah baret dan kacamatanya.

- Bagaimana bisa? - Bros itu.

Warna iguana.

Bukankah iguana hijau?

- Siapa punya kamera? - Di mobil.

Bukankah iguana hijau?

Siapa yang punya gambarnya?

Lukisan-lukisan yang dibawa oleh dua kurator

sangat mirip.

Aku akan memeriksa keasliannya.

MEMERIKSA LUKISAN ASLI

Kerja kalian bagus.

Aku yakin itu hijau.

Mereka membuatku gugup.

MENJADI GUGUP

Baiklah.

- Salah satunya. - Baret.

BARET

KACAMATA

MATA

SYAL

CINCIN PERMATA

ANGGUR HIJAU

IGUANA

BUAH BERI

Lukisan Cesar Elle Kim...

yang itu.

PUNYA KITA YANG ASLI

Apa?

Sebentar,

- ada kesalahpahaman. - Kami keberatan.

- Hasilnya jelas. - Kami keberatan.

Beraninya kau membawa barang palsu?

Kurasa mereka tim penipu.

Berhenti bicara omong kosong!

Sudah saatnya kau mundur.

Apa yang kau lakukan di depan karya seni ini?

Itu Seni dan Perang.

Upayamu sia-sia.

- Jelas ini palsu. - Kau mempermalukanku.

Diam.

- Pulanglah. - Ini tak masuk akal.

Ini tak pernah terjadi selama 10 tahun aku bekerja sebagai kurator.

- Tunggu. - Bagian ini ditempelkan.

- Telah dirobek. - Tunggu.

Sepertinya...

- Benarkah? - Jauhkan tanganmu! Beraninya kau!

Ini dia!

MAAF...

Ini jelas lukisan asli.

- Ini dia! - Telah dirobek.

Tunjukkan lukisan itu.

Kalian orang tolol!

Jangan sentuh lukisan ini. Apa kau tahu betapa mahal harganya?

Bukankah harganya 300 won?

Kau menempelkan dua lukisan.

Menurutmu apa yang kau lakukan?

Kita tidak punya pilihan.

Ini lebih baik daripada kalah.

Sepertinya ini yang asli.

Takkan ada yang tahu.

Mereka Tim Penipu Jenius.

Berhenti.

- Kalian akan menanggung akibatnya. Paham? - Silakan pergi.

Kalian takkan menerima sepeser pun! Aku akan menuntutmu! Bersiaplah untuk itu!

Kalian membuatku terlihat bodoh.

Dia sangat pemarah.

- Jangan pedulikan dia. - Dia bersuara ketika keluar.

Omong-omong, kalian...

- Ini belum berakhir. - Ayo pergi.

- Hentikan. - Mereka menyedihkan.

John Park.

- Kenapa dia tidak pergi? - Apa?

Mereka sangat aneh.

- Mereka membuatku takut. - Mungkin mereka terlalu pintar.

Kami akan melihat apa timmu terus sukses.

Kita buka lelangnya.

Terjemahan subtitle oleh Kiki Alek

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.