Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
"Drama ini fiksi dan semua karakter, organisasi,"
"serta peristiwa tidak berkaitan dengan peristiwa bersejarah."
Berapa banyak yang dia dengar?
Aku akan tahu setelah mendengar hal pertama
dia harus mengatakan kapan nyawanya dalam bahaya.
Jika dia bilang, "Aku tidak mendengar apa pun"
atau "Tolong biarkan aku hidup", aku akan membunuhnya
karena itu artinya dia mendengar semuanya.
Kamu.
Jika membunuhku sekarang, kamu akan menyesal seumur hidupmu.
Ini bukan apa-apa.
Geser sedikit.
Tunggu.
"Episode 3"
Ketahuilah kamu sudah mendapatkan lotre hari ini.
Lihat. Bukankah ini cantik? Ini milikmu.
Apa dia berusaha mengulur waktu?
Apa ini? Bukankah kamu pencuri?
Astaga.
Kamu tahu siapa aku?
- Aku - Dia akan mengaku sebagai Ratu.
bertugas di Pasukan Khusus.
Lawan aku.
Kamu pikir semua koki militer sama saja?
Tentara yang memasak untuk Pasukan Khusus
bisa membunuh hantu dengan pisau dapur.
Lawan aku. Aku tidak takut sedikit pun.
Lawan aku. Ayolah.
Bagaimana dia bisa mengatakan hal aneh dengan mata setulus itu?
Luar biasa.
Wajahnya adalah kelemahannya.
Keren sekali.
Astaga.
Melihat Baginda menutupi wajahnya,
dia menyembunyikan identitasnya.
Siapa yang pergi ke sana?
Aku Kim Byeong In dari keluarga Kim Jwa Geun.
Kenapa kamu kemari?
Kamu dirampok?
Dia tidak pergi jauh.
Lihatlah di sekitar sini.
Dia tidak sendirian.
Baik, Tuan. Berpencar dan lihat.
Kamu baik-baik saja, Saudariku?
"Saudariku"?
Kenapa dia melihat saudarinya seperti itu?
So Yong!
Dia pasti sangat terkejut.
Siapa yang berani melakukan ini kepadanya?
Ya ampun. Astaga.
- Astaga. - Ada keributan apa ini?
Kami mencari orang yang mencurigakan.
Astaga.
Apa yang kamu lakukan?
Mereka mengejutkanku, jadi, aku mengulurkan tanganku.
Ronde ini sudah berakhir.
Siapa bilang sudah berakhir?
Kamu mau melanjutkannya meski tahu tanganku?
Kamu membuat kesalahan, jadi, kenapa aku harus rugi?
Kamu pelit sekali.
Astaga. Itu banyak.
Apa kamu baru saja meludahi wajahku?
Aku tidak tahu!
Sial!
- Tangkap dia. - "Tangkap dia."
Kenapa kalian semua berdiri di sana dan menonton?
Pastikan Pengarah Khusus Hong tidak kabur
dan tutup pintunya dan pergi sekarang!
Kamu selalu bersikap tangguh padahal tidak bisa berkelahi.
Aku akan memperbaiki sikapnya malam ini!
- Tolong lindungi aku. - Lain kali saja.
- Lain kali? - Kenapa kamu tidak pergi?
Jika kamu pergi seperti ini... Astaga.
Pengarah Khusus Hong.
Aku akan memperbaiki sikapmu malam ini!
Itu realistis.
Bisakah aku tidak bercanda?
Kenapa kamu mengayunkan pedang kepadaku?
Jangan di situ! Aku bahkan belum menikah.
Ayo.
Astaga. Kamu sangat buruk dalam memegang pedang.
Kamu terluka?
Aku baik-baik saja.
Aku tidak tahu Kim Byeong In akan bersamanya.
Menurutmu mereka membuat jebakan?
Mustahil mereka memakai Ratu sebagai umpan untuk jebakan.
Selain itu, reaksi Ratu
sangat tidak biasa, dan itu menggangguku.
Jika kita bertindak gegabah tanpa mengetahui situasinya,
itu bisa menyebabkan masalah yang lebih besar.
Mari kita cari tahu apa yang terjadi.
Namun,
bagaimana jika Ratu mendengar semuanya?
Orang yang menghadapi Ratu adalah aku.
Percayalah kepada penilaianku.
Baik, Baginda.
Jika penilaianku salah,
pertumpahan darah akan terjadi.
"Episode 3, Tidur Dengan Musuh"
Seorang bangsawan memasuki arena.
Terlepas dari seberapa mulia mereka, jika mereka bukan Raja...
Tarik pedang kalian. Tarik saja.
Ayo.
Aku ingin ini dirahasiakan.
Baik, Tuan.
Astaga.
Dia pingsan karena syok,
jadi, bersihkan tempat tidurnya dan rawat dia diam-diam.
Baik, Tuan.
Sedang apa Yang Mulia di sini?
Kamu lagi.
Hanya kamu yang datang mencariku saat aku bersembunyi.
Pernikahanmu besok. Sedang apa Anda di sini?
Kukira aku akan gila, jadi, aku meninggalkan istana,
tapi tidak ada
tempat bagiku untuk pergi.
Aku akan membawamu kembali ke istana tanpa diketahui siapa pun.
Impian yang kumiliki sejak kecil
akan terwujud besok
karena impianku adalah menjadi ratu.
Besok, mimpiku akan terwujud.
Besok, mimpiku
akan menghilang.
Ada apa?
Aku takut.
Aku takut...
Aku takut untuk hidup.
- Yang Mulia. - Jangan memanggilku begitu.
Panggil aku dengan namaku. Meski hanya untuk hari ini.
Agar aku tidak lupa siapa diriku.
Agar aku tidak
melepaskan diriku.
Apa yang kamu takutkan?
Aku bukan diriku sendiri.
Selama ini aku berpikir bahwa aku adalah diriku sendiri,
tapi itu tidak benar.
Tidak ada satu hal pun yang bukan kebohongan.
Kamu So Yong.
Kamu wanita yang sudah lama kukenal,
yang diam-diam kucintai, dan kusayangi.
Aku tidak akan melepaskanmu.
Aku tidak akan melupakanmu.
Apa
yang terjadi malam itu?
Tolong bunuh aku sekarang.
Aku memanggil tabib kerajaan. Mohon tunggu, Yang Mulia.
Tabib bodoh itu.
Aku sudah sakit kepala.
Sebaiknya dia tidak menunjukkan wajahnya di sekitar sini.
Jika benar, akan kupastikan dia tidak akan bisa bereproduksi.
Kalau begitu, silakan makan. Ini.
Ini membuatku mual. Kurasa aku akan muntah.
Berapa banyak yang Anda minum semalam?
Wanita ini tidak punya toleransi untuk alkohol.
Aku sudah lama tidak pingsan seperti ini.
Bagaimana aku kembali semalam?
Sepupu Anda, Tuan Muda Byeong In membawamu kemari.
Anda bisa terlibat masalah besar.
Berkat dia, hanya aku
yang tahu Anda pergi semalam.
Sepupuku?
Bagaimana aku bisa bertemu sepupuku?
Aku tidak yakin soal itu.
Omong-omong, dia bilang Anda pingsan karena syok.
- Kenapa Anda sangat terkejut? - Aku tidak pingsan.
Aku pingsan karena mabuk.
Omong-omong, menyenangkan menjadi ratu.
Mereka membuka gerbang saat sudah lewat jam malam.
Dia sepupu Anda,
tapi dia putra angkat Tuan Kim Jwa Geun.
Begitukah?
Aku tidak melihat Dayang Choi.
Apa dia terlambat?
Sepupumu memintanya keluar dari istana
untuk memastikan tidak ada yang tahu Anda sakit karena minum.
Tapi dia tidak ingin meninggalkan istana,
jadi, sangat sulit membuatnya pergi.
Omong-omong, kenapa orang benci meninggalkan istana?
Di luar istana berbahaya.
Dan semua yang dibutuhkan sudah ada di istana.
Apa semua orang di sini terhipnotis?
Ada satu hal yang tidak bisa ditemukan di istana.
- Apa itu? - Kebebasan.
Di luar istana tidak jauh berbeda.
Baguslah dia tidak ada di sini. Dia selalu mengomeliku.
Kepalaku.
Saat aku pengar seperti ini, aku harus makan ramyeon pedas
dan berkeringat. Itu akan menjadi obat yang sempurna.
Tidak ada ramyeon di sini.
Begitu pula minuman pengar.
Tapi aku punya kekuatan.
Astaga.
Nyalakan apinya.
- Nyalakan apinya. - Nyalakan apinya.
Aku tidak tahu apa yang dia inginkan.
Ada apa?
Jadi, makanan ini untuk Balai Daejojeon.
Baiklah.
Omong kosong apa itu?
Apa daging rebusnya sudah siap?
Bukan ini.
Baiklah, kalau begitu. Kali ini...
Astaga. Ini usaha terbaiknya?
Apa masalah dalam hidanganku? Apa itu?
Astaga. Rasanya terlalu sehat.
Ini sama sekali tidak pedas.
Ini terlalu pedas. Apa dia mencoba membunuhku?
Aku berhenti!
Jika dia tidak senang, turun saja dan masak sendiri.
Menyebalkan sekali. Aku akan memasaknya sendiri.
Tungku memiliki kekuatan api yang kuat,
tapi sulit untuk mengendalikan api dengan tepat.
Konduktivitas termal kaldron cukup tinggi.
Bagaimana jika Anda terluka, Yang Mulia?
Anda tidak pernah menginjakkan kaki di dapur
setelah kita berhenti bermain rumah-rumahan.
Bahkan jika yang kulakukan di dapur hanyalah bermain rumah-rumahan,
aku akan memasak lebih baik darinya.
Ini berbahaya, Yang Mulia.
Kamu memegangnya seperti ini?
Tolong hati-hati dengan jari Anda.
Yang Mulia.
Aku tidak yakin karena ini kali pertamaku memasak.
Aku merasa harus memotongnya seperti ini.
Ya.
Aku yakin dia hanya membuatnya tampak cantik.
Aku yakin itu bahkan tidak dibumbui dengan benar.
Tentu saja.
Ya. Kamu benar sekali.
Lepaskan aku.
Aku sudah bekerja di dapur kerajaan selama 30 tahun.
Memasak tidak mudah.
Baiklah.
Biar kucicipi sendiri untuk melihat betapa buruknya ini.
Aku ragu rasanya enak.
Astaga.
Apakah seburuk itu?
Aku bisa mencium aroma jamur shiitake
dan daun bawang.
Ada aroma daging yang kaya.
Aroma ketiga bahan sudah menyatu. Dan ini
"Sam" yang berarti tiga, "hyang" yang berarti aroma,
dan "ra" yang artinya panci kecil.
Tiga aroma di panci kecil,
jadi, ini "samhyangra".
Ini ramyeon samhyang!
Ini pas sekali.
Akan sempurna dengan sedikit MSG.
Masih lebih baik daripada tidak sama sekali.
Berkat Anda, aku merasakan berbagai kelezatan,
tapi aku belum pernah merasakan sesuatu yang luar biasa seperti ini.
Makanlah sesuap lagi.
Kamu harus tahu bahwa menawarkan sesuap ramyeon adalah cinta sejati.
Kalau begitu, aku permisi.
Ini sangat...
Aku tidak percaya Anda, yang tidak pernah memakai pisau,
lebih baik daripada Koki Kerajaan.
Apa ada yang tidak bisa Anda lakukan, Yang Mulia?
Dahulu aku orang sempurna yang bisa melakukan apa pun.
Tapi aku tidak bisa melakukan hal yang paling penting sekarang.
Keahlianku dan yang paling kusukai.
Begitu rupanya. Memakai jarum?
Benar. Anda sangat hebat dahulu.
Ya.
Jika aku menyentuhnya,
bunga akan mekar dan kupu-kupu akan beterbangan.
Itu hal lain.
Berdiri untuk Baginda.
Kenapa harus sekarang?
Sial. Minya akan lembek.
Panas.
Ratuku.
Aku mengunjungi para tetua di pagi hari, dan penasaran
apa kamu baik-baik saja semalam, jadi, aku berkunjung.
Apa dia tahu tentang malam di luar?
Tidak ada alasan aku tidak baik-baik saja.
Apa malam Anda juga menyenangkan, Baginda?
Mari ubah topiknya.
Dia mengubah topiknya.
Berkat kamu.
Ratuku. Apa kamu minum-minum?
Aku? Tidak mungkin.
Bukankah kamu yang minum?
Apa ini kontes menatap?
Aku tidak tahu kamu pandai berbohong.
Astaga, maafkan aku.
Aku biasanya cukup sopan,
tapi kamu tiba-tiba mendekat.
Itu sudah membunuh hidungku.
Aku harus bekerja. Permisi.
Baginda.
Aku akan pergi ke Balai Seonjeongjeon.
Ya, Baginda.
Tidak mungkin dia sibuk. Jika benar, kenapa dia datang ke sini?
Astaga, sudah lembek.
Biarkan aku menyambut Anda, Baginda.
Kakak.
Bisakah kamu mendekat
dan bilang jika wajahku bau?
Bau?
Aku belum tahu.
Siapkan barangnya.
Apa yang dimakan Ratuku?
Memalukan!
Yang Mulia, Tuan Muda Kim Byeong In tiba.
Sepupuku?
Aku berutang banyak kepadamu semalam.
Aku hanya melakukan yang seharusnya.
Karena ada tamu, aku harus meminta mereka membawakan teh.
Aku merindukan Anda.
Itu tiba-tiba sekali.
Terserah. Mari kita ikuti saja dia.
Aku juga merindukanmu.
Aku senang mendengarnya.
Mendengar itu menghilangkan semua kekhawatiranku.
Kenapa dia sangat tersentuh dengan satu kata itu?
Aku mendengar
bahwa Anda jatuh ke danau setelah bertemu denganku.
Anda bilang kamu takut hari itu.
Apa maksudnya?
Kubilang aku takut hari itu.
Yang kutakutkan adalah...
Orang-orang adalah hal paling menakutkan di dunia.
Anda diancam?
Orang yang mendorong Anda ke danau untuk menyakiti Anda,
dan orang yang berusaha menyakiti Anda semalam.
Kamu tahu siapa mereka?
Tunggu.
Aku tahu tentang danau.
Tapi orang yang mencoba menyakitiku semalam?
- Apa maksudmu? - Anda tidak ingat?
Ada pembunuh yang mencoba menyerang Anda semalam.
Seorang pembunuh?
Aku hampir mati?
Siapa? Kenapa aku?
Aku bertanya-tanya apakah Anda tahu,
tapi tidak.
Apa? Dua orang sudah mencoba membunuhku?
Apa wanita ini dalam bahaya?
Pada hari Anda jatuh ke danau,
Anda bilang kamu takut. Mungkin ada hubungannya dengan itu.
Kurasa kamu belum tahu, tapi ingatanku tidak terlalu bagus.
Kamu akan tahu apa yang kita bicarakan lebih baik daripada aku.
Apa Anda benar-benar
kehilangan semua kenangan hari itu?
Ya. Aku tidak ingat apa-apa.
Itu tidak penting.
Ada seseorang yang mencoba membunuhku. Dasar...
Apa yang dilakukan orang tidak tahu malu itu kepadaku?
Hampir saja.
Dia bukan pria biasa melihat kemampuan pedangnya
dan kualitas pakaiannya.
Aku tidak tahu berapa jumlahnya,
tapi ada orang lain yang membantunya.
Aku pasti sudah mati jika bukan karenamu.
Aku senang kita bertemu semalam.
Astaga.
Anda...
Kenapa Anda keluar dari istana semalam?
Aku hanya merasa sangat bosan hingga mencari udara segar.
Jika Ibu Suri Agung tahu aku meninggalkan istana,
aku akan dalam masalah.
Tidak hanya kebebasanku bergerak akan terbatas dalam pengawasan,
tapi leher Hong Yeon akan dipenggal.
Bisakah kita merahasiakannya?
Tapi kita harus menemukan pelakunya.
Kamu bisa melakukannya diam-diam.
Itu akan membuatku dalam masalah besar. Mengerti?
Aku mengerti.
Siapa yang tahu soal Anda keluar istana?
Hong Yeon satu-satunya.
Aku akan meminta orang-orang mengawasinya.
Tidak. Dia sangat setia sampai rela mati demi aku.
Dia tidak ada hubungannya dengan itu.
Yang Mulia, jangan percaya siapa pun lagi.
Aku juga sudah lama melihatnya,
tapi terkadang orang terdekat yang paling berbahaya.
Hanya karena Anda di istana, bukan berarti Anda aman. Tidak.
Berada di istana bisa lebih berbahaya.
Ya. Aku lupa di mana aku berada.
Istana yang penuh dengan berbagai macam rencana.
Tempat berbahaya di mana harapan hidupmu sesingkat dalam perang.
Anda tidak perlu terlalu takut.
Aku akan melindungi Anda, Yang Mulia.
Terima kasih, tapi...
Aku akan melindungi diriku sendiri.
Ini bukan saatnya menikmati pemandangan.
Kamu tidak perlu bersikap kuat di depanku.
Kamu mungkin sudah melupakannya,
tapi aku tidak akan pernah melupakan
kenangan yang terukir di hatiku.
Aku akan berusaha semampuku untuk mencari tahu siapa mereka.
"Toko Umum"
Ini toko yang menjual benang sutra
dari Qing?
Kudengar kamu punya barang berharga dari Qing. Jadi, aku di sini.
Astaga, kata-kata cepat menyebar.
Lewat sini.
Kamu menyimpan benda berharga ini di tempat kotor seperti ini?
Itu karena terlalu berharga.
Ini.
Apa ini?
Jadi, tutup salah satu matamu.
Lalu putar seperti ini. Ini yang kamu lakukan dengan ini.
Permisi. Ada orang di sini?
Aku datang!
Aku yakin kamu salah paham terhadapku.
Aku datang untuk membeli benang sutra
Aku ingin membeli benang sutra.
Apa yang harus kulakukan dengan pipa aneh ini?
Kim Byeong In melarangku memercayai siapa pun.
Lalu, bagaimana aku bisa memercayainya?
Tidak mungkin Hong Yeon mencoba menyakitiku.
Atau Jo Hwa Jin mencoba menyakitiku lagi?
Satu pekan terlalu lama.
Jika terus begini, aku bisa mati tanpa tahu alasannya.
Mari kita lakukan apa yang aku bisa.
Aku akan memikat mereka dengan makanan.
Makananku bisa menembus perisai.
Aku yakin itu juga akan berhasil kepada Ibu Suri Agung.
Tunggu.
Apa itu makanan yang tidak dihabiskan Ibu Suri Agung?
Ya, Yang Mulia.
Coba kulihat.
Makanan keluarga kerajaan yang belum selesai
menguak informasi penting seperti kesehatan dan preferensi seseorang.
Jadi, Anda tidak boleh melihat makanannya.
Singkirkan itu.
Apa yang kamu lakukan? Aku sang Ratu.
Maafkan aku,
tapi semua orang memanggilku Koki Kerajaan.
Itu artinya di dapur kerajaan,
aku bosnya.
Kalau begitu, kita harus membiarkan keterampilan kuliner kita bicara.
Mari kita lihat siapa bosnya di sini.
Kumohon jangan berkata begitu.
Aku harus menyiapkan makanan kerajaan sekarang. Sampai jumpa.
Astaga. Kamu takut akan kalah, bukan?
Orang sepertiku yang tidak memasak kecuali saat bermain rumah-rumahan.
Baiklah. Bagaimana makanannya?
Astaga.
- Semangat, Yang Mulia! - Semangat, Yang Mulia!
- Ayo, Yang Mulia! - Ayo, Yang Mulia!
- Ayo, Yang Mulia! - Hidup, Koki Kerajaan!
- Koki Kerajaan! - Yang Mulia!
- Koki Kerajaan! - Yang Mulia!
- Koki Kerajaan! - Yang Mulia!
- Koki Kerajaan! - Yang Mulia!
- Koki Kerajaan! - Yang Mulia!
Tunggu.
Astaga.
Sial.
Dalam memasak,
kecepatan itu penting.
Tapi rasanya lebih penting.
Benar.
- Kamu. - Aku?
Melihat bajumu berbeda, kurasa kamu tidak bekerja di sini.
Apa posisimu?
Aku bertanggung jawab mengurus persembahan kerajaan.
Aku Kepala Inspektur di Kantor Masakan Kerajaan.
- Kamu akan mencicipi makanannya. - Aku?
Semua orang di sini adalah anak buahnya.
Mereka tidak akan bisa menilai makanan dengan jujur.
Ayo cicipilah.
Baik, Yang Mulia.
Baiklah, kalau begitu.
[VIU Ver] tvN E03 'Mr. Queen' "Tidur Dengan Musuh" -โฅ Ruo Xi โฅ- Synced with Subcake Android
Aku belum pernah mencicipi yang seperti ini sebelumnya.
Seperti namanya, yeolgujatang,
hidangan ini menyenangkan mulutku.
Seumur hidupku, lidahku belum pernah merasakan sesuatu yang begitu...
Ini...
Siapa kamu?
Beraninya seorang gadis masuk ke dapur kerajaan?
Anak nakal itu.
Itu ditujukan untukku, bukan?
"Beraninya seorang gadis masuk ke dapur kerajaan?"
Tidak... Tentu saja tidak.
Yang Mulia.
Diam.
Aku lebih cepat.
Dan makananku enak.
Selama aku di dapur,
aku bos di sini.
Semuanya, bekerjalah denganku di sini.
- Ya, Yang Mulia. - Ya, Yang Mulia.
Dasar...
Sekarang, belajarlah dari gadis ini dan bekerja lebih baik. Mengerti?
Yang Mulia, Baginda berada di Balai Daejojeon sekarang.
Kenapa kamu datang pagi-pagi sekali?
Aku merindukanmu, Ratuku.
Kamu pria yang cukup lucu hari ini.
Sudah saatnya kamu pergi ke vila kerajaan.
- "Pasukan Khusus". - Apa?
Ada yang ingin kamu katakan tentang kata itu?
- Apa ini permainan kata? - Begini...
Pergilah sekarang.
"Koki militer".
Apa?
Astaga. Lagi pula, kamu raja.
Bagaimana jika kamu membunuhku karena ucapanku?
Silakan.
Kamu bicara omong kosong.
Kamu bermulut kasar tanpa alasan.
Kamu pasti sangat tidak bahagia di dunia ini.
Beri tahu aku semua yang mengganggumu.
Aku tidak akan pergi ke vila kerajaan hari ini.
Tidak. Tidak ada yang menggangguku.
Belakangan ini, aku memikirkan betapa sempurnanya hidupku sekarang.
Kamu melihat seseorang hari ini?
Apa yang ingin kamu ketahui?
Seberapa banyak yang kamu dengar?
Aku hanya ingin tahu bagaimana harimu.
aku akan pergi setelah kita bertukar beberapa kata.
Sepupuku datang untuk menemuiku.
Sepupumu?
Apa namanya Kim Byeong In?
Apa alasannya?
Kenapa aku merasa seperti sedang diinterogasi?
Kamu terlalu sensitif.
Aku hanya bertanya karena aku khawatir
ada yang salah dengan iparku.
Bukan apa-apa.
Dia mengucapkan selamat atas pernikahan kita dan menyapa.
Kalau begitu, aku lega.
Boleh aku bertanya kenapa kamu sangat membenciku belakangan ini?
Apa dia memusuhiku karena dia tahu aku pembunuhnya?
Kita sudah menikah sekarang.
Bahkan jika dahulu kamu jatuh cinta,
setelah menikah itu menjadi benci.
Kamu puas sekarang? Ayo.
Dengar. Bawa masuk seprainya.
Apa yang kamu lakukan? Bukan ini yang kamu janjikan.
Aku lelah setelah perbincangan kita,
jadi, aku tidak punya tenaga untuk kembali ke Balai Huijeongjeon.
Sudah kuduga. Menang saat siang dan lesu di malam hari.
Sekeras apa pun aku memikirkannya, dia curiga.
Sekeras apa pun aku memikirkannya, dia tetap curiga.
Yang Mulia,
kamu tidak boleh memercayai siapa pun lagi.
Benar. Pria ini orang yang paling tidak bisa dipercaya.
Terlepas dari waktu dan tempatnya,
tersangka utama saat istri dibunuh adalah suaminya.
Dia mungkin akan mengatakan sesuatu dalam tidurnya.
Bagaimana jika dia mencoba sesuatu saat aku tidur?
- Aku tidak boleh tertidur. - Aku tidak boleh tertidur.
Tidak.
Tidak! Tidak boleh!
Tidak boleh! Tidak.
Tidak.
Hei. Ada apa?
Astaga. Kalau begini, dia akan mati.
Hei. Bangun. Bangun!
Hwa Jin.
Kamu menyelamatkan hidupku sekali lagi.
Terima kasih.
Kamu sudah gila?
Astaga.
Hwa Jin.
- Ratuku. - Sial.
Kamu pikir aku akan mati jika kamu memukulku seperti itu?
Kamu terlihat akan mati jika aku meninggalkanmu sendirian.
Kamu sangat cemas.
Aku yakin kamu memukulku karena aku menyebut nama wanita lain.
Jangan khawatir.
Itu tidak penting bagiku,
jadi, jangan sentuh aku.
Kamu mengatakannya lagi.
Setelah kamu bangun,
pergilah ke Balai Huijeongjeon atau vila kerajaan,
agar kamu bisa tidur dengan nyaman.
Jika aku pindah pagi-pagi sekali, yang melayaniku akan menderita.
Kamu raja yang baik.
Terima kasih, Ratuku, atas pujianmu.
Astaga, Ratuku.
Kamu terlalu egois.
Kamu sangat kuat.
Tidur saja dengan tenang dan pergilah.
Berbagi adalah kebaikan raja.
Ini aneh. Setiap kali tidur di Balai Daejojeon, tubuhku sakit.
Itu sebabnya kita tidak boleh tidur bersama lagi.
Pasti karena aku tidak terbiasa dengan tempat ini.
Aku harus tetap di sini sampai terbiasa.
Aku tidak mau dipaksa bangun karena mimpi burukmu lagi.
Aku tidak tahu soal mimpi buruk apa pun,
tapi aku ingat dipukul karena menyebut nama wanita lain
saat aku bangun.
Aku akan memastikan bahwa aku memanggil namamu
malam ini, tanpa gagal.
Astaga, selera makanku hilang.
Jika kamu tidak mau makan lagi, sebaiknya kamu pergi. Aku sibuk.
Kenapa kamu sibuk sekali?
Bekerja.
Aku tidak bisa mendapatkan nomor telepon atau memakai SNS di sini,
jadi, aku tidak punya pilihan selain bekerja.
SNS?
"SNS".
Apa itu berarti cinta itu "lembut, tidak memaksa"?
Aku akan memperlakukanmu seperti itu malam ini.
Tepat sasaran!
Bagus!
Kapan kamu belajar melakukan ini?
Anda membuatku malu.
Haruskah aku menunjukkan kemampuanku?
Baiklah.
Jadi...
Satu hal mengarah ke yang lain, dan akhirnya aku
tidur dengan Raja beberapa malam berturut-turut.
Tapi aku tidak benar-benar tidur dengan Raja.
Kami berpura-pura tidur bersama.
Kamu pasti tahu karena dia pergi ke vila beberapa malam lalu.
Tapi aku tidak tahu ada apa dengannya semalam.
Aku menyuruhnya ke vila kerajaan, tapi dia menolak pergi.
Tapi jangan khawatir.
Tidak ada yang terjadi semalaman dan tidak akan terjadi apa-apa.
Kamu ingin bertemu denganku agar bisa memberitahuku?
Tidak, masalahnya...
Apa dia benar-benar orang di balik insiden danau itu?
Bahkan insiden kedua?
Kalau begitu, berhentilah beberapa hari.
Aku kesulitan menghadapi kebencian seorang wanita cantik.
Aku akan senang jika kamu tidak membenciku.
Angin pasti tidak menguntungkanmu kali ini.
Jika kamu memercayaiku dan menunggu beberapa hari...
Kamu tahu siapa orang yang tidak bisa kupercaya di istana ini?
Andalah orang itu, Yang Mulia. Karena itu,
aku tidak percaya apa pun yang baru saja Anda katakan.
Karena itu, jika Anda mencoba menghalangi Baginda dan aku,
Anda harus menyerah.
Aku sudah memulai lembaran baru.
Kamu tidak tahu aku orang yang berbeda?
Anda telah berubah menjadi lebih buruk.
Anda bersikap sangat baik di depanku,
tapi di belakangku, Anda menjebakku atas insiden danau itu.
Aku tidak pernah menjebakmu untuk itu.
Karena kita tidak tahu siapa pelakunya,
kamu pasti dicurigai karena lokasimu.
Anda tahu siapa pelakunya.
Orang yang melakukannya
adalah Anda sendiri, Yang Mulia.
Anda sengaja jatuh ke air
untuk menjebakku.
Melihat betapa marahnya dia, dia tidak berbohong.
Kini aku tahu kenapa dia menatapku dengan tatapan dingin.
Insiden danau itu direkayasa. Yang tersisa adalah pembunuhnya.
Namun, kenyataan bahwa seseorang mengincarku tidak berubah.
Yang Mulia harus kembali ke Balai Daejojeon sekarang.
Kamu harus pergi ke Balai Daejojeon, Dayang Choi.
Jika terjadi sesuatu, karang saja sesuatu
dan minta Hong Yeon memberitahuku.
Aku tidak bisa...
Dengan begitu, kamu bisa menyelamatkanku.
Tolong lakukan ini untukku.
Kemarilah.
Koki Kerajaan.
Berapa kali kamu menyajikan makanan untuk Ibu Suri Agung?
Aku tidak tahu berapa kali kami menyajikannya,
tapi kami melayaninya beberapa kali sehari.
Aku tidak berniat mengatakan ini,
ada banyak orang di Joseon yang bisa menjadi koki kerajaan.
Aku menyajikan hidangan bangun pagi, sarapan, makan siang, teh siang,
makan malam, kudapan malam,
dan air di antaranya.
Dia memakan semuanya?
Sekali setiap tiga sampai empat hari,
dia meminta kami tidak menyajikan makan siang.
Di hari seperti itu, dia meminta madu dan bubuk jahe.
Jika kamu melihat makanan yang belum dia sentuh,
ini makanan dingin atau kenyal.
Tapi dia tidak meminta mereka mengeluarkannya dari menu
karena dia ingin menyembunyikannya.
Aku hanya melihat fisiognomi mereka, bukan keterampilan.
Mereka semua tampan, bukan?
- Dor. - Dor.
Apa yang kamu lakukan?
Kamu pikir suara mesiu sama sunyinya dengan itu?
Katakan lebih keras. "Dor"!
- Dor! - Dor!
Astaga. Menteri Perang kita, kamu pasti sangat terkejut.
Kamu pikir siapa yang kamu sentuh?
Omong-omong, kudengar kamu meminta Raja
untuk memasukkanmu ke Divisi Komander Kerajaan.
Divisi Komander Kerajaan tidak seperti militer,
jadi, ini disebut Divisi Tanpa Kerja.
Kudengar orang-orang bergosip tentang hal itu,
jadi, kupikir ini tempatnya.
Aku tidak suka sibuk.
- Barang itu? - Apa malam ini?
Ya.
Ini bubuk jamur terbang.
Tidak ada aroma dan rasa.
Jika kamu campur dengan alkohol, itu membuat orang mengakui sesuatu.
Tapi jika Ratu tahu sesuatu,
dia tidak bisa setenang ini.
Dia entah merencanakan sesuatu di belakang kita
atau menunggu saat yang tepat.
Kita harus memastikannya.
Pangeran Yeongpyeong tidak punya ambisi besar.
Yang dia lakukan hanya menempel kepada Baginda,
dan berjudi dengan Pengarah Khusus Hong
di malam hari.
Pengarah Khusus Hong
masih seorang pemalas yang keluar dari kemiliteran.
Lagi pula, Divisi Komander Kerajaan hanya sekadar nama.
Lebih baik membiarkannya.
Dia tidak hanya kehilangan ayah dan kakaknya,
tapi juga ibu dan kakek-neneknya di hadapannya.
Itu pasti memberinya pelajaran.
Kapan kamu akan ditunjuk sebagai Komandan Pengawal Kerajaan?
Apa ada masalah?
Itu karena aku ingin menyelesaikan masalah sebelum dia ditunjuk.
Kamu main-main dengan nasi militer lagi?
Jangan melewati batas.
Sudah berapa kali kubilang
bahwa militer tidak stabil bisa membahayakan nyawa?
Ya.
Aku akan pastikan semuanya baik-baik saja.
Sekeras apa pun aku memikirkannya,
aku merasa orang-orang berbahaya berkeliaran di luar istana.
Apa maksudmu?
Dalam perjalanan ke Oktajeong beberapa hari lalu
Kamu bilang Oktajeong beberapa hari lalu?
Ya. Aku berteman baik.
Namanya juga bagus. Lee Saeng Mang.
"Lee Saeng Mang".
Kamu mengenalnya?
Tidak. Namanya terdengar tidak asing.
Dia pasti putra keluarga bangsawan terkenal.
Tapi aku belum pernah mendengar namanya.
Jadi, dalam perjalanan ke Oktajeong bersama temanku,
Aku melakukan sesuatu tanpa menyadari apa yang akan terjadi
dan pingsan.
Setelah aku bangun,
temanku Lee Saeng Mang menghilang seperti hantu.
Kamu ingat pakaiannya?
- Tentu. - Apa dia
memakai jubah yang terbuat dari kain ini?
Tidak.
Begitu rupanya.
Jika kamu melihat temanmu yang menghilang,
katakan apa yang terjadi.
Apa itu artinya
kamu memberiku misi khusus?
Ini tidak sebesar "misi khusus".
Kamu.
Kamu pergi ke istana setiap hari, tapi tidak ada kegiatan.
Apa maksudmu aku tidak punya kegiatan?
Butuh waktu seharian
hanya untuk menyapa orang yang kukenal.
Ada tugas yang sempurna untukmu.
Misi spesial yang sebenarnya.
Akhirnya...
"Jangan sentuh"
"Jangan sentuh"
Baginda.
Pangeran Yeongpyeong sudah datang.
Masuklah.
Kamu tahu apa artinya ini, Pangeran Yeongpyeong?
Apa?
Kemari dan lihatlah.
"Jangan sentuh"?
Menurut sang Ratu, artinya "Mari kita berbahagia".
Tapi apa asal kata itu?
Aku belum pernah mendengarnya.
Mungkinkah itu dari pesan Buddha?
Aku ingin minum teh dengan kakakku.
Baik, Baginda.
Aku memikirkan apa yang dikatakan Ratu
karena kata-kata aneh yang dia ucapkan mungkin bermakna.
Begitu rupanya.
Ini barang yang Anda minta.
Bagus.
Hari ini?
Makin cepat, makin baik.
Benar.
Taruh lebih banyak lumpur di sana.
Ya.
Ini pesanan Anda,
tapi jika Anda merusak perapian seperti ini
Aku tidak merusaknya. Aku memperbaruinya.
Orang bodoh macam apa...
Bodoh, batu itu terlalu kecil!
Kenapa? Apa berat?
Biar kubantu. Batu ini tampak bagus.
Ini terlalu besar, Koki.
Kenapa kamu memasangnya?
- Yang Mulia! - Apa itu minyaknya?
Ya. Seperti yang Anda pesan, aku membawa berbagai jenis minyak
termasuk minyak biji rapa, minyak wijen, minyak perilla,
dan kepada dasarnya semua yang bisa kutemukan.
Kamu bekerja dengan baik.
Ini benda berharga.
Yang Mulia. Minyak itu bernilai satu tahun.
80 persen memasak sudah selesai dengan bahan-bahannya.
Takdirku bergantung pada makanan ini.
Yang Mulia.
Sudah lama sejak Baginda memasuki Balai Daejojeon.
Katakan kepadanya aku menunaikan baktiku.
Astaga. Dia menuangkan semuanya.
Kenapa kamu membawa semua hadiah berharga yang kita miliki?
Aku bisa saja mati jika tidak membawa semuanya.
Kita bisa dapat lebih banyak hadiah jika kita mengancam orang.
Kenapa kamu khawatir?
Dia bahkan tidak menimbangnya. Apa yang akan dia lakukan?
Itu bahan yang sangat berharga.
Baiklah. Sudah selesai. Bagus.
Bagus.
- Ambil ini. - Ya.
- Masukkan ke dalamnya. - Apa?
- Kubilang masukkan itu ke dalamnya. - Baik, Yang Mulia.
Ini dia.
Dia membakar ikan gulama berkualitas tinggi seperti itu.
Sungguh aneh...
Baginda, maafkan aku karena sudah melewati batasanku,
tapi Yang Mulia berada di Dapur Istana
untuk mengawasi makanan Ibu Suri Agung.
Aku mengerti. Aku akan menunggu.
Tolong maafkan aku.
Dia menghindariku.
Anda baik-baik saja?
Astaga, aku ketiduran di sana.
Takdirku bergantung kepadamu.
Ini akan sakit.
Beri tahu dia.
Kubilang aku tidak butuh makan siang hari ini.
Ratu membuatnya sendiri.
- Ratu memasak? - Ya, Yang Mulia.
Dia semalaman membuatnya.
Aku bersyukur atas usahanya,
tapi ini terbuat dari apa?
Terlihat berbeda.
Dia memasak daging sapi, babi,
dan ikan croaker bersama.
Itu tampak seperti sulaman, bukan makanan.
Aku sungguh tidak berselera makan,
tapi kamu bilang dia semalaman membuatnya.
Aku bersyukur atas usahanya, jadi, aku akan makan sesuap saja.
Masih belum ada kabar darinya?
Belum.
Ini tidak akan berhasil. Aku akan pergi sendiri.
Ibu Suri Agung datang.
- Apa itu sukses? - Berani-beraninya kamu.
Gagal?
Berani-beraninya kamu menyembunyikan bakat sehebat itu?
Apa?
Entah sudah berapa lama aku tidak menikmati makanan.
Aku sangat tersentuh dengan makanan
hingga membuatku marah!
Sukses besar.
Aku senang Anda menyukainya.
Tentu saja aku menyukainya.
Kurasa aku bisa memakannya setiap hari.
Bagaimana kamu membuatnya?
Tekstur lembut yang belum pernah kurasakan sebelumnya,
dan rasa yang kaya.
Aku memasaknya dalam minyak dengan api yang sangat rendah
semalaman.
Aku memasukkan ikan bakar minyak ke oven dengan arang,
agar bisa dimasak dengan api kecil semalaman.
Aku ingin kulitnya renyah dan dagingnya empuk.
Untuk daging kenyal, kumasukkan ke dalam minyak di kuali
dan memasaknya dengan api kecil semalaman.
Metode ini mempertahankan nutrisi makanan dan rasanya.
Ini juga bagus untuk kesehatan dan antipenuaan.
Ini makanan yang sangat sehat.
Ini disebut konfit, teknik memasak Prancis.
Tidak hanya lezat, tapi juga sehat?
Dari mana kamu belajar metode seperti itu?
Haruskah aku menyebutnya inspirasi?
Saat memikirkan cara untuk menyenangkan Yang Mulia
selama berhari-hari...
Ini saatnya untuk serangan terakhir.
Aku akan membantu Anda setiap hari.
Seumur hidup Anda,
Anda akan muda,
dan sehat.
Aku akan membiarkan mereka mengisi danau dengan air.
Akan butuh waktu lama untuk mengisinya seperti ini!
Butuh sepuluh hari paling cepat.
Tidak. Isilah sekarang.
Atau kupenggal lehermu.
Bergerak!
Bergerak!
Itu hanya menambah dua hari.
Semuanya, berhenti!
Aku punya cara.
Ini dia airnya!
- Ini. - Baiklah.
Ini dia airnya!
Ya, aku tidak tahu akan ada cara yang mudah.
Benar. Bagus.
- Cepat ambil. - Ini.
Ini sistem revolusioner!
Bagus. Bagus sekali.
Jangan berpikir untuk tidur sebelum memenuhi danau.
- Baik, Yang Mulia. - Baik, Yang Mulia.
Hong Yeon, dia bilang.
Jika wajah baik itu adalah topeng,
dia bisa menipu semua orang kecuali mataku yang tajam ini.
Ini memang kain langka,
tapi aku tidak mampu mencari tahu dari mana asalnya.
Tapi...
aku harus berusaha.
Apa salah untuk berusaha jika aku tidak mampu?
Aku suka sikap itu.
Aku khawatir Baginda tidak peduli kepada Ratu.
Aku tidak perlu mengkhawatirkannya sekarang.
Apa ada berita lain?
Saat Ratu menghabiskan
malam di Dapur Istana,
Raja menunggunya
sendirian di Balai Daejojeon.
Aku memintanya ke Huijeongjeon, tapi dia bersikeras tinggal.
Aku tidak percaya Baginda mengkhawatirkan Ratu.
Aku mengerti. Kamu boleh pergi sekarang.
Baik, Yang Mulia.
Mereka harus sering tidur bersama
untuk saling menyukai.
Ratu menjanjikanku dengan percaya diri.
Janji?
Dia bilang akan memastikan untuk mengandung pangeran.
Astaga!
Kalau begitu, apakah itu berarti keluarga kita
akan melahirkan Pangeran?
Apa ini?
Benar juga.
Ini.
Jika Anda makan ini, kulit Anda akan beregenerasi.
Ini hal yang berharga.
Jika Anda puas setelah memakainya,
aku akan melakukan apa pun untuk memberi Anda lebih banyak.
Terima kasih.
Astaga. Aku tidak tahu hari seperti ini akan datang.
Saat Ratu jatuh ke danau,
aku kesal sekali.
Dia anak yang polos.
Aku sangat bangga dia bisa menahan posisinya dengan baik.
Itu membuatku menangis.
Kamu harus bicara dengan benar.
Sejujurnya, dia bukan anak yang polos.
Ratu kami... Bagaimana mengatakannya, ya?
Pintar?
Tidak juga.
- Teliti. - Tidak.
Pasti ada kata yang lebih jelas.
- Kalau begitu... - Rewel?
Kamu...
Unik?
Benar. Unik. Dia anak yang unik.
Dia sangat cocok menjadi ratu.
Benar.
Dia mengingatkanku pada masa muda Anda.
Itu tidak benar!
Apa kamu gila?
Kamu melihatnya sendiri? Benarkah?
Apa ada orang di istana ini yang melihat Yang Mulia
mendorong Ratu?
Apa kita perlu melihatnya? Semua orang di istana tahu!
- Benar. - Benar.
Semua orang tahu.
Makin kamu merasa bersalah, makin keras sikapmu.
Rumor tidak menyebar tanpa alasan.
Dasar kamu...
Mulai besok, rumor akan menyebar bahwa kamu botak.
Dasar gadis gila.
Lepaskan. Kubilang lepaskan.
Lepaskan!
Ratu menjebaknya!
Saat Yang Mulia melewati danau,
Ratu sengaja melompat.
Periksa dulu faktanya sebelum bicara!
Malam ini, aku pasti akan...
Baginda. Kukira Anda akan melatih kaligrafi.
Tempo hari, aku pergi ke Yejang
untuk bermain tujeon dengan Pengarah Khusus Hong
saat aku melihat sesuatu yang luar biasa.
Dia menusuk sesuatu dari jauh menggunakan belati ini.
Kukira aku juga bisa melakukannya.
Ini berbahaya.
Apa yang akan Anda lakukan jika terluka?
Sudah berapa lama kita saling mengenal?
Ini baru dua tahun lebih.
Begitu rupanya.
Dalam waktu singkat itu, kamu tahu segalanya tentangku,
dan kamu telah menjadi tangan dan kakiku.
Seolah-olah kita saling mengenal lebih lama.
Wajar saja aku melakukannya karena itu peranku.
"Wajar".
Mungkin wajar bagi peranmu,
tapi saat melihat kesetiaanmu,
aku bisa tahu apa kamu melakukannya karena wajar
atau
jika kamu melakukannya dengan tulus.
Aku melihat ketulusanmu.
Terima kasih banyak sudah mengenali itu, Baginda.
Kamu percaya kepadaku?
Jika aku tidak memercayai Anda, siapa yang bisa kupercaya
Ini lebih sulit daripada kelihatannya.
Tapi apa kamu tidak cukup memercayaiku?
Tolong maafkan aku.
Makin tua, aku makin pengecut.
Aku akan memasuki Balai Daejojeon sedikit lebih awal hari ini.
Aku akan melakukan persiapan.
Aku akhirnya bertemu denganmu setelah datang lebih awal.
Kamu tipe yang rajin.
Kamu berusaha keras untuk tidur bersama.
Kami telah menyiapkan anggur dan makanan untukmu.
Ada apa dengan anggur dan makanannya?
Aku tahu kamu suka minum,
jadi, aku meminta mereka menyiapkannya untukmu.
Aku berhenti minum.
Kupikir kamu mungkin mengatakan itu
Aku sudah menyiapkan minuman untukmu.
Ini teh melati Arabian.
Jika kamu minum ini saat insomnia atau khawatir,
itu akan menenangkanmu.
Teh melati.
Aromanya cukup kuat.
Aku juga mencium bau malam itu. Itu memenuhi seluruh ruangan.
Aroma ini juga tertanam di lengan bajunya.
Itu kamu.
Kamu...
Berbahaya jika mengungkap kebenaran dengan gegabah.
Khususnya jika ada di istana ini, tempat semua orang punya rahasia.
"Mr Queen"
"Drama ini fiksi dan semua karakter, keluarga,"
"dinasti, peristiwa tidak berkaitan dengan peristiwa bersejarah."
Apa aku jatuh cinta dengan mata dan kata-kata Ratu yang penuh dusta?
Pastikan dia mengungkap ini juga.
- Siapa yang mengirim surat ini? - Ibu Suri.
Hanya sampai danau dipenuhi air.
Aku akan menahannya diam-diam sampai saat itu dan kembali.
Orang yang kita cari adalah dayang istana.
Kamu harus melakukan tindakan khusus agar tidak tertangkap.
Aku menemukan sumber kain ini.
Ini istana.
Kamu mengincar Selir Kekaisaran, bukan aku.
Ingin mengembalikan yang terjadi. Itu balas dendam.
- Sama seperti yang kulakukan. - Kamu pikir aku tidak bisa?
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.