Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia]
[Karakter, kejadian, tempat dan lainnya dalam drama ini hanya fiksi belaka]
Dasar, aku hampir gila.
Hei.
Apa-apan ini?
Hati-hati kepalamu.
[Episode 6]
Minumlah.
Kau ingat dengan jelas.
Buka mulut.
Ya ampun.
Habislah.
[7 jam yang lalu]
Kenapa begitu berat?
Kata sandi rumahku adalah...
Aku tahu.
- Ulang tahunku. - Aku tahu.
Kau mengatakannya dari tadi.
Apakah ini saklar lampu?
Sepertinya rumahku jadi besar.
Tidak.
Hari-hati tangga.
Pelan-pelan.
Di sini, di sini.
Besar sekali dia.
Hyun-seung, lepaskan tasnya.
Tas.
Duduk dengan baik.
Tas tak ada di tubuhku
Tas, duduk.
Tundukkan kepala.
Rambutku tertarik.
Kenapa tertawa? Apa yang lucu?
Hyun-seung.
Ini sudah di rumahmu, kau tahu, 'kan?
Aku pergi dulu.
Aku pergi dulu.
Tidak boleh.
Kenapa tidak boleh?
Lepaskan.
Tidak, tidak boleh.
Tak patuh, jahat.
Kau yang paling jahat.
Aku pergi saja.
Kau mau aku bagaimana?
Pergilah.
Apa?
Ayo, ayo.
Ke mana?
Duduk di sini saja.
Silakan duduk.
Baik, terima kasih.
Baik, tunggu sebentar.
Apa yang mau kau lakukan?
Untukmu.
Semua yang enak untukmu.
Apa?
Semua untukmu.
Oh iya.
Baik, baik.
100% jus buah.
Minumlah.
Setelah minum ini sudah boleh pergi, 'kan?
Harus habiskan, baik untuk kesehatan.
Dasar.
Ah.
Coba saja kalau kau bilang tak ingat lagi besok.
Kau ingat baik-baik.
Ayo.
Sedang makan pun cantik.
Cantik.
Cantik.
Kenapa?
Mau apa lagi?
Besok kuperhitungkan denganmu.
[Mulai besok kita adalah orang asing, jangan berlagak dekat denganku.]
Mulai besok kita adalah orang asing,
jangan berlagak dekat denganku.
Apakah masih ingat kejadian semalam?
Tidak terlalu.
Kenapa minum begitu banyak?
Kau bukan karyawan baru yang baru masuk.
Bagaimanapun ini pertama kali, mungkin akan sulit ditolak.
Apakah kau dipaksa minum?
Tidak, bukan seperti itu.
Jadi, kenapa kau minum hingga begitu mabuk? Tak seperti dirimu.
Karena...
aku ingin melakukannya dengan baik.
Ingin melakukan apa?
Tak peduli di mana pun harus beradaptasi dan berbaur.
Tak ingin membuat Senior khawatir.
Hasilnya tetap membuatmu khawatir.
Aku yang salah mengajarimu.
Pemikiranmu itu benar, namun harus dilakukan di kondisi yang sanggup kau hadapi.
Lagi pula,
aku sama sekali tak khawatir padamu.
Kau sudah melakukannya dengan sangat baik.
Kau begitu berbakat, untuk apa aku khawatir?
Jika seperti kemarin, itu terlalu berlebihan.
Intinya jangan ulangi lagi.
Baik.
Untukmu, Senior.
Masih merasa tak enak badan?
Sudah membaik.
Ngomong-ngomong, kenapa kemarin Senior ada di sana?
Aku hanya lewat.
Lewat sana?
Benar.
Ayo, mulai kerja.
Lewat sana?
Iya.
Cepat kemari.
Baik.
Kupanggil kalian, bukan karena hal lain.
Karena Presdir perlu beberapa barang.
Apakah ada dokumen perbandingan merek internasional dengan produk kita?
Proyek yang dijalankan atau sejenis SKU.
[SKU(Stock Keeping Unit): Jumlah proyek yang dijalankan]
Hanya ada laporan perkiraan, masih perlu diperbaiki.
Jika kalian lakukan bersama, perlu berapa lama?
Sulit dikatakan, sulit diselesaikan hari ini.
Kalau begitu, tolong cepat diselesaikan.
Setelah melaporkan proyek Eropa, Presdir sangat memperhatikan produk kosmetik.
Kalian pergilah dulu.
Manajer, ada yang ingin saya sampaikan.
Iya, katakanlah.
Di proyek kali ini...
Biar aku yang katakan saja.
Mengenai hal ini, biar aku yang sampaikan.
Tentang apa?
Ibu Yoon Song-ah tinggal sendirian.
Jadi?
Dia anak tunggal.
Harus tinggal beberapa tahun di Eropa, dia mengkhawatirkan ibunya.
Apakah sudah memutuskan untuk tidak pergi?
Iya.
Meski sangat disayangkan, tapi apa boleh buat.
Segera cari penyelesaian.
Baik.
Pengantin, jika mau mendesain gaun baru, sulit mengejar jadwal yang Anda tentukan.
Namun, kami bisa usahakan memperbaiki gaun ini menjadi gaun yang Anda suka.
Langsung ambil ini saja.
Langsung ambil?
Namun, kau harus tepati perjanjian, selesaikan dalam waktu yang ditentukan.
Aku pulang dulu.
Sudah bekerja keras.
Sudah bekerja keras, aku pulang.
Baik, hati-hati di jalan.
Sampai jumpa.
Sudah kukirim format laporan padamu, isi sesuai format dan kirim padaku.
Baik, aku mengerti.
Jika tak bisa dikerjakan di perusahaan, bisa kerjakan di rumah.
Tak masalah, BM Lee.
Terserah padamu saja.
Kusampaikan dulu, aku keluar sebentar.
Senior, apakah banyak yang mau dikerjakan?
Apakah perlu bantuanku?
Tak perlu, tak masalah.
Kau pulanglah dulu.
Hei, Chae Hyun-seung.
Apakah bisa berhenti dulu?
Tak bisa, ini adalah pesonaku.
Sudah pulang kerja? Mau makan malam bersama?
Makan malam?
Ayolah.
Apakah artinya mau makan bersama?
Apa-apaan dia?
Apa?
Tak ada yang lain, aku hanya tak mau makan sendirian hari ini.
Ini sandwich kesukaan Senior.
Ini susu stroberi kesukaan Senior.
Kenapa? Masih butuh yang lain?
Apakah tisu basah?
Tak ada tisu basah.
Aku baik-baik saja.
Hanya pekerjaan saja.
Aku belum buka mulut, Senior sudah tahu pemikiranku.
Sangat ada perasaan bangga sebagai pacar.
Makanlah punyamu.
Baik.
Ngomong-ngomong, akhir-akhir ini perusahaan butuh banyak laporan.
Sepertinya perusahaan sedang menyiapkan sebuah proyek besar.
Jadi, Presdir juga akan minta banyak dokumen.
Oh, Presdir juga.
Iya.
Kalau begitu, Senior pasti akan segera naik jabatan.
Masih muda sudah jadi Agen, selangkah demi selangkah jadi BM.
Kenapa? Apakah mau aku merekomendasikanmu?
Aku akan berterima kasih pada Senior.
Aku mempercayakannya pada Senior.
Aduh, sungguh tak tahan denganmu.
Terima kasih sandwichmu.
Makanlah.
Permisi, ada perlu apa?
Apakah hubungan kalian baik?
Bukan, aku...
Nak!
Apakah kau Lee Jae-shin, putra Lee Se-dong?
Benar.
Benar, 'kan? Anakku bekerja di perusahaan besar.
Kenapa kau tak percaya?
Anakku bahkan kuliah di universitas terbaik di Korea.
Apa yang terjadi?
Singkatnya, Lee Se-dong adalah korban kasus kekerasan.
Pelakunya adalah yang duduk di samping ini.
Aduh.
Cukup berdamai saja, tapi...
Sudah kubilang aku menolak berdamai.
Jika tidak? Apakah kau mau menahannya di kantor polisi?
Baginya, kau adalah tersangka penipuan yang belum tertangkap.
Aku tak bersalah.
Dia sedang mencari uang, aku memberitahunya karena ada investasi yang cocok.
Siapa sangka itu palsu? Akulah yang tertipu.
Satu hal lagi, kenapa kau begitu sopan padanya, tapi kasar padaku?
Akulah korbannya.
Aduh, kau ini.
Sudahlah, duduklah dulu.
Duduk!
Intinya, Lee Se-dong dicurigai sebagai penipu, semua akan jelas jika diselidiki.
Dia bilang putranya bisa menjaminnya, karena itu memanggilmu datang.
Akan kau lakukan, 'kan?
Tak bisa berdamai begitu saja.
Kau ini kenapa menerima begitu sedikit uang untuk berdamai?
Bukankah kau kuliah di universitas terbaik?
Aduh, sia-sia saja aku dipukuli.
Hei, ayo pergi makan.
Ditangkap beberapa jam, aku sudah sangat kelaparan.
Hei, kau mau ke mana?
Berikan aku uang sebelum pergi.
Aku perlu sedikit uang.
Tadi jika dapat uang ganti rugi, maka bisa diatasi.
Semua salahmu, jadi kau harus beri aku uang.
Bagaimana?
Apakah bisa langsung berikan?
Bagaimana jika aku ke perusahaanmu dalam waktu dekat ini?
Kau masih bekerja di perusahaan yang mewah itu, 'kan?
Kirimkan nomor rekeningmu melalui SMS.
Lain kali, aku traktir kau makanan enak.
Jika kau sungguh bersedia,...
Pulanglah.
Baik, Senior juga.
Aku pergi dulu.
Iya.
Adik Jae-woon mencoba bunuh diri karena aku.
Setelah itu Jae-woon memohon padaku untuk menikahi adiknya.
Sebenarnya itu adalah perintah.
Aku tak punya hak untuk menolaknya.
Aku hanya bisa menikah, kecuali adiknya meninggalkanku dulu.
Aku tak bisa lepas dari ini.
Aku hanya bisa hidup seperti ini.
Jadi, masalah pergi ke Eropa, abaikan saja aku.
Aku juga akan begitu.
Lagi pula, bagimu aku hanya orang yang menjengkelkan.
Cepat lambat juga akan hilang.
Melepaskan kesempatan langka hanya demi orang sepertiku sangat disayangkan.
Kau hanya perlu lihat apa yang baik untukmu saja.
Kau selalu ingin menjalani jalan ini.
Cantik.
Ha-eun kami sangat cantik.
Bibi merasa sangat cantik.
Apakah Ha-eun juga suka?
Iya, gaun Bibi adalah yang tercantik di dunia.
Kau lebih cantik.
Selamat ulang tahun, Ha-eun.
Iya.
Pergi ganti baju.
Pakai lagi di hari ulang tahun.
Tak mau.
Aku mau pakai ini ke sana.
Gaunnya akan kusut.
Ibu cukup bantu aku setrika saja.
Aduh.
Apakah ibu tak bisa membuat gaun?
Kenapa? Ingin Ibu buatkan untukmu?
Bibi Ji-seung membuat gaun, Paman Hyun-seung membuat produk kosmetik.
Setiap hari Ibu hanya tinggal di rumah.
Kenapa bilang Ibu setiap hari hanya di rumah?
Betapa sibuknya membesarkanmu sampai secantik ini.
Apakah Ha-eun ingin Ibu juga bekerja?
Seperti Bibi?
Tidak, lakukan saja yang Ibu suka.
Ibu paling suka menjagaku.
Tentu saja.
Jadi, botol mascaranya tak bermasalah
dan tak ada perubahan apa pun, 'kan?
(Penyelesaiannya dan ketebalannya sama seperti sebelumnya.)
(Apakah mau mempertebal botolnya?)
Ada perbedaan apa?
Seharusnya tak ada perbedaaan.
Kalau begitu, minta perusahaan jadikan botolnya...
Baik, baik.
Terima kasih minumannya.
Seharusnya aku yang traktir.
Tak masalah.
Namun, kapan kau datang?
Bukankah belum saatnya untuk kembali?
Masih ada beberapa bulan lagi.
Ada hal yang perlu dilaporkan, jadi datang kemari.
Bagaimana kabarmu?
Kabar mengenai kinerjamu yang baik, tetap bisa terdengar di tempat yang jauh.
Aku sedang berusaha.
Jangan terlalu keras, lakukanlah dengan lebih santai.
Setelah aku kembali, barulah bekerja lebih giat lagi.
Mungkin di sana ada posisi BM yang kosong.
Aku juga sedang mengawasinya.
Ah.
Kenapa?
Apakah Song-ah juga tahu?
Apakah kau ikut proyek Eropa?
Sebenarnya aku ditawarkan, sebenarnya sedikit...
Bukan, kenapa?
Kesempatan sebagus ini harus diambil.
Ah, ada yang dipertimbangkan?
Keluarga? Pacar?
Bukan, hanya merasa apakah aku bisa pergi?
Berhak atau tidak?
Itu BM Choi.
Kapan datangnya?
Siapa dia?
Orang yang pergi ke cabang perusahaan di Eropa.
Orang hebat.
Hyun-seung.
Ya, BM.
Masuk dan ambillah hadiahnya.
Baik, aku mengerti.
Yang ini juga dibuka saja.
Nanti, untuk menghindari basah, harus minta diperbaiki dulu.
Baik.
BM, model pria tak bisa dihubungi.
Jadi, kesimpulannya, model pria tak bisa datang?
Jelas-jelas bilang sudah berangkat.
Mungkinkah terjadi masalah di jalan? Dia tak bisa dihubungi.
Tak ada yang menggantikannya?
Apa yang dikatakan perusahaannya?
Sudah dicari tahu, model tingkat A sudah ada kegiatan.
Orang yang jadwalnya kosong, tidak cocok untuk dandanan.
Bagaimana ini?
Tak ada model pria, tak bisa dilakukan.
Karena ini yang utama.
Benar.
Bagaimana kalau aku bersiap dulu?
Bukankah hari ini aku lumayan?
Jika tak bisa, katakan saja.
Sangat canggung jika tak bicara.
Sudah mengundang selebgram pria?
Ada beberapa.
Apakah mau tanya di antara mereka?
Hubungi dulu.
Mana daftar namanya?
Ada pada Hyun-seung.
Hyun-seung.
Ya.
- Kau punya daftar nama, 'kan? - Hei.
Tunggu.
Tunggu.
Aku?
Hyun-seung, berputarlah.
Sangat bagus.
Apakah perlu cari orang lain lagi?
Kulitnya juga bagus.
Tinggi badannya juga tak kalah dengan model.
Bukankah begitu, BM?
Apakah kau tak masalah?
Bukan paksaan, jangan merasa terbebani.
Terserah padamu saja.
Sepertinya dia merasa terbebani.
Cari saja di antara para tamu.
Biar aku saja.
Aku bersedia, coba saja.
Benar, pemikiranmu sangat baik.
Baik, akhirnya teratasi.
Terima kasih, Hyun-seung.
Gantilah baju dulu.
Song-ah, bantulah dia.
Baik.
Ayo, Hyun-seung.
Kita juga lanjut periksa yang lain dulu, BM.
Sebentar lagi akan mulai masuk.
Apakah bajunya cocok?
Iya, sangat cocok.
Berikan itu padaku.
Tak ada waktu lagi, cepat kemari.
Baik.
Kulitmu sungguh bagus.
Lebih baik dari model lainnya.
Aduh, tidak begitu.
Kita tata rambutmu dulu.
Baik.
Selesai.
Terima kasih.
Apa kabar semua.
Pertama-tama, terima kasih kepada tamu VIP
yang datang mengikuti kegiatan KLAR dalam kesibukannya.
Kegiatan ini adalah kelas dandan yang diutamakan pada tamu VIP,
dan akan dilakukan bersama Make-up Artist Jeon Yeon-hong.
Sebelum kegiatan ini dimulai,
mohon lihat video yang berhubungan dengan KLAR.
[KLAVUU selamat datang ke kelas dandan KLARVIP]
Make-up Artis dan model wanita bersiap dulu.
Begitu cepat?
Hyun-seung baru menata rambut.
Kalau begitu, Song-ah saja yang bantu memakaikan produk perawatan.
Apakah bisa?
Baik, aku bisa saja...
Baik, biar aku saja.
Baiklah.
Keluarlah.
Tolong, ya.
Maklumilah jika tanganku tak terlatih.
Lakukan saja.
Senior.
Ya?
Apakah aku boleh bertanya sesuatu?
Apa?
Apakah kau ingin ke Eropa?
Bagaimana kau bisa tahu?
Apa pun keputusanmu, aku akan mendukungmu.
Aku sangat ingin mengatakan ini padamu.
Model pria juga cepat, ya.
Baik.
Cepatlah, Senior.
[Kelas dandan KLAR VIP]
Selanjutnya kubawakan dunia kedua dandanan KLAR.
Model ini sangat tampan, 'kan?
Benar.
Semoga dia tidak panik dan bisa melakukannya dengan baik.
Mohon beri dukungan dengan tepuk tangan.
Foundation cocok menerangkan tiga tempat.
Pertama dahi,
kemudian hidung,
lalu di bagian pipi.
Gunakan dengan tipis.
Hanya perlu lebih terang satu tingkat dari kulit saja.
Berapa tingkat?
Benar, satu tingkat.
Hanya perlu ikuti tekstur kulit dan pelan-pelan.
Mari, lihat dulu ke depan.
- Wah. - Wah.
Untung saja tidak panik, dia melakukannya dengan baik.
Aku juga bisa melakukannya dengan baik.
Sudah pasti bukan.
Ya sudah jika bukan, kenapa harus tambah kata pasti?
Setelah dandan, sering kali terlihat warna kulit yang berbeda dengan leher,
atau perbedaan warna yang sangat ekstrim.
Leher yang depan harus diterangkan dengan warna yang sama.
Begini lebih bisa menunjukkan kesan 3D.
[Apa pun keputusanmu, aku akan mendukungmu.]
Oleskan secara vertikal dan horizontal, agar terlihat lebih alami.
Akan kuperlihatkan dandanan pada bagian bibir.
Apa kabar.
Berikan padaku saja.
[Pemandu]
Ini.
Biar saya antar.
Silakan sebelah sini.
Maaf.
Hei.
Apakah kita pernah bertemu?
Dulu kita bertemu di mall.
Apakah kau lupa?
Apa kabar.
Kukira kau adalah karyawan di mall.
Tak disangka, kau adalah karyawan pusat.
[Yoon Song-ah]
Yoon Song-ah dari tim KLAR.
Aku harus pergi dulu.
Baik, pergilah.
Apakah Anda mau masuk?
Tidak.
Tak perlu lagi.
Berapa harganya?
1.000 Won?
Bos, ini...
Kau sudah datang.
Aku mau sayur pakis dan bunga lonceng.
Baik.
Ini akan ditaruh di meja sembahyang suamiku,
berikan yang terbaik.
Baik, untuk apa ribut-ribut.
Mana putrimu?
Dalam perjalanan.
Ngomong-ngomong, putrimu sudah di usia untuk menikah, 'kan?
Keponakanku juga bekerja di Seoul.
Bagaimana kalau minta mereka berkencan?
Baru berusia 28 tahun, untuk apa menikah begitu cepat?
Jangan asal bicara, cepat berikan padaku.
Baiklah.
Kenapa semua khawatir
putri orang lain menikah atau tidak?
Namun, dia sebenarnya datang atau tidak?
Hei.
Apakah sudah sampai?
Iya, sudah sampai.
Jangan bertengkar dengan Bibi.
Aku mengerti, tak perlu khawatir.
[Hari ini tutup.]
Menginaplah di sana.
Iya, nanti kuhubungi lagi.
Iya.
Sudah datang?
Nak, di mana kamu?
Nak.
Kapan kau datang?
Buang saja ini.
Kemudian foto Ayah juga...
Kamar yang bagus tak dipakai,
kenapa selalu tidur di ruang tamu?
Anak ini baru pulang sudah bawel.
Lagi pula, semua ini sama seperti ayahmu.
Kenapa harus membuangnya?
Semua ini barang berharga.
Selesai.
Benarkah? Coba kulihat.
Sungguh kokoh dan hebat.
Akhirnya masalah sudah diatasi.
Kau tak bisa memasangnya, kenapa beli yang harus dipasang sendiri?
Apa lagi alasannya?
Karena murah.
Bukan, Kak, itu...
Bukankah kau bilang dulu kau bekerja dengan baik di bidang finansial?
Ke mana semua uang itu?
Bisa ke mana lagi?
Saat kalian kuliah,
kutraktir kalian makan dan minum
semua sudah habis.
Aku tak punya ingatan itu.
Pasti ada, bocah, coba pikirkan lagi.
Baiklah, akan kupikirkan pulang nanti.
Aku pergi dulu.
Kenapa?
Apa?
Bagaimana bisa kuselesaikan sendiri?
Tentu saja aku memanggil seseorang lagi.
Siapa?
Kenapa akhir pekan begini
memanggilku?
Tak tahu bagaimana ayahmu menyantapnya?
Dulu dia paling suka sayur lobak buatanku.
Kau bagaimana? Baik- baik saja?
Iya.
Kemarin setelah itu, betapa bagusnya jika meneleponku lagi.
Apakah kau tak peduli dengan hidup mati ibumu yang hidup sendiri?
Apakah kemarin kau ada masalah? Sepertinya kau menangis.
Acara sembahyang Ayah pindahkan saja ke kuil.
Kenapa tiba-tiba mengatakan itu?
Sudah lewat 13 tahun.
Kau masih muda.
Sudah saatnya kau memulai hidup baru.
Apakah maksudmu mau aku meninggalkan ayahmu dan menikah lagi?
Apanya yang meninggalkan? Ayah sudah meninggal sangat lama.
Kau sungguh kejam, sungguh kejam.
Kau tak tahu sepenting apa ayahmu padaku.
Bagaimana boleh karena ayahmu sudah meninggal,
ingin aku meninggalkannya dan mencari yang lain.
Kau seperti ini masih termasuk anaknya?
Apakah kau sudah punya pacar sehingga ingin meninggalkan Ibu...
Orang seperti apa dia?
Apa?
Apakah dia orang baik yang pantas membuatmu berkorban?
Sebenarnya apa yang kau katakan?
Apakah ayahmu bukan orang baik melainkan orang jahat?
Jika ada orang seperti ayahmu
yang bisa mengatur diri tanpa aturan, panggil saja dia keluar.
Tak hanya menyayangiku, juga harus baik padamu.
Anak ini tak tahu berterima kasih punya ayah sebaik ini.
Kau mau ke mana?
Kau bahkan belum selesai makan.
Aku sudah selesai makan.
Aduh, anak ini sungguh...
Setiap hari peringatan ayahnya...
Aduh, kalian sudah bekerja keras.
Anak-anak ini.
Aku tak sia-sia membesarkan kalian.
Aku sudah merasa aneh,
kenapa saat kuliah sering mentraktir kami makan.
Ternyata demi hari ini.
Benar, 'kan?
Aku sering traktir kalian, 'kan?
Hei, kenapa kau tak mengingatnya?
Mungkin karena kau sering mentraktir junior wanita.
Iya, aku setuju.
Namun di antara junior pria, aku paling menjagamu.
Sekalian kukatakan saja, sebagai balasannya,
kau harus menemaniku sampai tua.
Bukan, itu sedikit keterlaluan, Kak.
Berapa banyak yang sudah kumakan?
Aku bayar saja.
Lupakan saja.
Intinya aku tak berdaya jika kau mati dalam kecelakaan.
Jika kau mati kelaparan, itu salahku.
Jadi, kalian tanggung jawab saja jika mati sendiri.
Apakah aku juga?
Aku juga akan bosan jika hanya melihat dia saja.
Di keadaan seperti, kau masih memperhitungkan itu?
Aku orang yang sangat perhitungan.
Perhitungannya sudah lebih hebat dari mafia yang memberi pinjaman bunga tinggi.
Dasar.
Tidak bisa, tidak bisa.
Apa?
Aku harus mengatur kencan buta untuknya,
agar dia mendapat pacar.
Pasti ada orang yang seperti malaikat
yang bisa menerima kakakku seumur hidup ini.
Apakah kau ada permintaan khusus?
Tak perlu apa pun.
Ok.
Ide bagus.
Apakah ada?
Aku sudah di lobi.
Iya, aku akan menunggumu.
Turunlah pelan-eplan.
Apakah kau datang menemuiku?
Bukan?
Jadi, ada keperluan apa?
Jika bisa, apakah mau makan bersama?
Kebetulan sudah waktu makan siang.
Manajer, Anda sudah ada janji.
Dibatalkan saja.
Sudah ditentukan satu bulan lalu, Anda tak boleh begini.
Mengubah yang tak bisa jadi bisa, itulah kemampuan, 'kan?
Aku masih punya kemampuan itu.
Aku juga sudah ada janji.
Kalau begitu apa boleh buat.
Lagi pula, kelak akan bertemu lagi.
Lipstik yang kemarin kau cari
seharusnya sudah bisa kau beli.
Jika meneleponmu, datanglah saat ada waktu luang.
Aku akan menunggumu dengan tampan.
Kak.
Iya.
Apa yang kau lakukan di sekitar sini?
Karena masalah Pop-up Store sudah diputuskan.
Sudah diputuskan?
Kakakku sungguh hebat.
Tak tahu keputusan ini benar atau tidak.
Tak tahu apakah bisa kutangani setelah dikembangkan.
Kau pasti bisa melakukannya.
Aku berani jamin.
Namun, kau semakin kurus.
Apakah ada masalah?
Aku?
Aku baik-baik saja.
Sungguh, tak ada masalah.
Apakah mau kuatur kencan buta untukmu?
Lebih baik kau yang pergi saja.
Bagaimana dengan kencan buta yang Kakak ke-2 katakan?
Itu...
Aku tak tahu.
Namun,...
Iya.
Apakah memproduksi kosmetik yang sudah tak diproduksi lagi
adalah hal yang mudah dilakukan?
Contohnya lipstik.
Tidak mudah.
Itu sama seperti menolong SKU yang sudah mati.
Tahapannya rumit, dan tak jamin bisa berhasil.
Lebih sulit dari menambah jumlah produksi.
Namun, kenapa kau menanyakan ini?
Tak apa-apa.
Cepatlah makan.
Aku segera ke sana.
Ketua Yoo.
Ketua Yoo pergi ke tim pelatihan.
Kau ikut aku ke toko saja.
Sangat mendesak, cepat bersiap.
Baik.
Maaf, sudah membuat Anda menunggu, Presdir.
Apa kabar, Presdir.
Apakah kau adalah karyawan kami?
Benar, saya ABM Yoon Song-ah dari tim KLAR.
Saya pikir Anda pasti penasaran dengan produk.
Dia sangat memahami warna produk.
Oh, benarkah?
Senang bertemu denganmu.
Iya.
Biskuit ini harus dimakan seperti ini baru terasa enak?
Tadi aku makan banyak nasi.
Makanan di perusahaan tetap tak akan mengenyangkan.
Agen Kang.
Apa yang kau pikirkan dari tadi?
Kenapa akhir-akhir ini BM hanya membawa Song-ah keluar?
Apakah ada sesuatu di antara mereka?
Apakah Senior dan BM sama-sama keluar?
Iya.
Tak tahu ada apa, buru-buru membawanya ke toko.
Jika dipanggil saat mendesak, pasti bukan hal bagus.
Benar juga.
Pasti ada hal penting yang tidak kita ketahui.
Kau berpikir begitu banyak, apakah tak merasa lelah?
Kepala Bagian Kwon lebih lelah, 'kan?
Halo, apa kabar, saya Chae Hyun-seung dari KLAR.
Aku ketua departemen produksi.
Ya, apa kabar.
Apakah Yoon Song-ah tidak ada?
Dia mengurus masalah di luar, ada masalah apa, katakan saja padaku.
Apa?
Secara keseluruhan, letak produk sangat diperhatikan.
Tempat ini adalah titik pandang,
kami menempatkan kosmetik di tempat yang terlihat jelas.
Produk bagian bibir yang disebutkan tadi,
karena merupakan produk utama jadi diletakkan di tempat yang lebih dekat dengan jalan.
Anda bisa lihat dulu.
Jelas-jelas aku melihatmu mencuri.
- Kau salah lihat. - Kau pergi lihat.
Kalau begitu, perlihatkan kantongmu.
Atas dasar apa?
Jika kau begini terus, aku akan lapor polisi.
Lapor saja.
Ada apa?
Murid ini jelas-jelas mencuri produk, tapi tak mau mengaku.
Aku sungguh tidak mencuri.
Karena itu, perlihatkanlah kantongmu.
Atas dasar apa harus kuperlihatkan padamu?
Seharusnya kau keluarkan bukti.
- Apakah yakin dia mencuri? - Iya, sangat yakin.
Ada cctv, 'kan?
Ada, tapi karena ini titik buta, mungkin tak terekam.
Jadi, berencana memanggil polisi.
Biarkan mereka pergi saja, sekarang hal ini tak terlalu penting.
Dilepaskan begitu saja?
Ada masalah apa?
Ada masalah apa?
Presdir, mereka mencuri produk kita.
Aku sungguh tak mencuri.
Kau sungguh tak mencuri, ya?
Benar, sungguh tidak mencuri, mau kubilang berapa kali.
Kau katakan dulu.
Dia sudah bilang tidak mencuri.
Bukan, aku ingin kau katakan yang kau tahu.
Tidak mencuri.
Benarkah?
Kau sedang di usia yang menginginkan produk ini.
Bungkus beberapa jenis produk.
Baik, Presdir.
Aku ingin melakukan pertukaran dengan kalian.
Jika kau menjawab dengan jujur,
semua yang ada di keranjang akan kuberikan padamu.
- Sungguh memberikannya padaku? - Hei!
Tentu saja.
Ambil satu keranjang lagi.
Baik.
- Itu... - Ah, menyebalkan!
Ini, ini, hanya sebuah tester saja.
Biarkan dia pergi.
Sekarang aku boleh mengambil semua itu, 'kan?
Kau bilang, asalkan aku jawab jujur maka bisa mengambilnya.
Apa yang sudah kau katakan?
Dia mengeluarkannya karena aku.
Apakah kau sendiri yang bilang kalau dia mencuri?
Kau kehilangan kesempatan karena ragu dengan pertemanan yang lemah.
Sekarang kau minta padaku, bukankah terlalu berhati pencuri?
Sungguh sial!
Baik anak-anak ataupun orang dewasa,
mengaku teman di mulut, namun saat melihat keuntungan di depan mata
maka akan berkhianat, inilah kebiasaan manusia.
Jadi, tak boleh membina orang yang tak tahu balas budi.
Yang harus dilepaskan harus dilepaskan.
Ayo kembali.
Jadi, bungkusan lipstik yang kita produksi kembali salah cetak.
Yang sebelumnya adalah jenis edisi terbatas.
Jadi, Senior Song-ah mengirimnya setelah memperbaikinya.
Sepertinya yang dipakai adalah edisi sebelumnya.
Maaf, aku sungguh tak tahu bagaimana...
Ini akan dipakai di kegiatan lusa, 'kan?
Manajer sangat memperhatikan ini.
Jika dicetak ulang, apakah bisa selesai besok?
Besok siang baru bisa selesai.
Kalau begitu, barangnya tak bisa dikirim besok.
Kalau begitu... lapor dulu pada BM.
Stiker.
Kemarin saat brosur bermasalah, Senior Song-ah pernah bilang.
Apakah kali ini juga bisa pakai cara ini?
Tentu bisa, atasi saja dulu seperti ini.
- Stiker bisa sangat cepat, 'kan? - Benar.
Akan kuusahakan mendesak mereka untuk segera buat.
Menempel stiker juga menjadi masalah, apakah bagian pabrik bisa menempelnya?
Saat ini, mendadak mencari pekerja paruh waktu juga sangat sulit.
Aku juga tak bisa pergi.
Kalau begitu, aku saja, lagi pula aku mau mengantar stiker ke sana.
Bolehkah, Agen Kang?
Pergilah jika kau mau menyulitkan diri sendiri.
Kenapa berbicara seperti itu?
- Kalau begitu, cetak stiker dulu. - Baik.
Kusampaikan pada pabrik bahwa kita butuh pekerja paruh waktu, kau lihat keadaan dulu.
Aku sampaikan pada BM.
Baik, aku mengerti.
Kau naik dulu.
Untuk apa melakukannya sampai begini?
Mereka yang menahanmu,
tapi kenapa harus menerima perlakuan seperti tadi?
Kenapa dengan itu?
Selain mereka, aku bisa hidup dengan baik di depan orang lain.
Menerima bantuan orang, harus melakukan balasan yang setimpal.
Yang kau lakukan sampai sekarang, sudah cukup untuk balas budi, 'kan?
Apakah kau begitu ingin mempertahankan posisi ini?
Benar, asalkan menerima hinaan beberapa orang,
siapa pun tak akan tahu aku adalah anak dari orang itu.
- Apakah karena ayahmu? - Jadi, bagaimanapun juga aku harus
mempertahankan posisi ini.
Jadi, kau memerlukanmu.
Kau sama persis dengan dua tahun yang lalu.
Murid SMA yang hidup seperti tak punya apa pun.
Demi mempermudah pekerjaan kalian, kusiapkan bantalan duduk.
Terima kasih.
Sudah cari pekerja paruh waktu, namun hanya dua orang ini.
Hanya bisa kerjakan sampai pukul 9.
- Pukul 9? - Iya.
- Baik, kalau begitu, mohon bantuan kalian. - Baik.
- Mana stikernya? - Stikernya di sini, sudah kubawa.
- Kalau begitu, mohon bantuan kalian. - Baik.
- Bekerja keraslah. - Baik, hati-hati di jalan.
Kapan baru bisa selesai, butuh semalaman, 'kan?
- Hati-hati di jalan. - Baik.
Mari mulai.
- Baik. - Iya.
Baru mulai sebentar, sudah begitu membosankan.
Kapan baru bisa selesai?
Apakah akan mentraktir kami kopi?
Mau kopi? Baik.
Tempel seperti ini.
Tempat duduknya empuk, memang nyaman diduduki.
Jadi, apakah Hyun-seung pergi ke pabrik?
Iya, meski sudah menemukan pekerja paruh waktu, tapi seharusnya tak cukup.
Tak ada pilihan lain, hanya bisa biarkan dia pergi.
Karena masalah mantan atasannya, dia berusaha melakukannya.
Kau membimbing asisten dengan baik.
Aku seharusnya juga membina asisten yang baik, benar 'kan, Agen An?
Bagaimana ini? Kami sudah harus pulang.
Ah, maaf, kalian pulanglah dulu.
Namun, apakah kau bisa menyelesaikannya sendiri?
Membuatnya semalaman juga sangat melelahkan, 'kan?
Seharusnya bisa, akan kucoba.
Sungguh berambisi, anak muda, kau sudah bekerja keras.
- Baik. - Ayo pergi.
- Aduh. - Hati-hati di jalan.
Tampan sekali.
Kau pasti bisa.
Senior.
Masih sedang menempel stiker?
Benar.
Masih tersisa berapa?
Sekarang hampir selesai, kira-kira masih perlu satu sampai dua jam.
Baguslah kalau begitu.
Kudengar kau yang mengusulkan ide ini.
Kau melakukannya dengan baik.
Semua karena bimbingan baikmu.
Kelak, meski kau tak ada, aku juga akan bekerja dengan baik.
Apanya yang aku tidak ada?
Benar, meski kau tidak ada di sini.
Aku akan selalu ada.
Apa?
Aku tak pergi, aku tak pergi ke Eropa.
Maaf.
Benarkah?
Boleh tidak pergi?
Kenapa tidak boleh?
Halo, apa kabar, itu...
Senior, maaf, nanti kutelepon kembali.
Apa?
Tidak bisa, tenang, tenang, tenang.
Tenang, Chae Hyun-seung.
Tenang, tenang.
Terima kasih.
Benar, pasti tak terbiasa hidup di Eropa.
Dia tak pergi, dia bilang tak pergi.
Rambut hitam, postur tubuh...
cocok untuk Eropa.
Apa?
Apa itu?
Senior.
Kau pandai menari juga.
Apa ini? Bukankah kau bilang satu dua jam lagi bisa selesai?
Mau melakukan apa dulu?
Beri aku segelas.
Baik.
(Kau sama persis dengan dua tahun yang lalu.)
(Murid SMA yang hidup...)
(Berandalan!)
(seperti tak punya apa pun.)
(Nak!)
Apa yang kupunya?
Senior.
Kenapa?
Apakah boleh kutanyakan kenapa tak pergi ke Eropa?
Karena bukan hal yang ingin kulakukan.
Aku suka pekerjaan yang sekarang.
Lagi pula,
makanan korea lebih cocok denganku.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.