Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
(Mengubah penampilan seseorang)
(memang dapat mengubah banyak hal.)
(Bahkan...)
(mungkin takdir seseorang.)
Wajah Baru
Episode 12
(Kota Jia, Negara M)
Kak Kun.
Kak Ai.
Kuminta Ji Zai membantumu mencari rumah.
Ayo, kita pergi melihatnya.
Kak Ai.
(58 Tong Cheng, Power Merchant)
Ini kupilih dengan cermat,
menurutku ini adalah rumah yang paling cocok untukmu di 58 Tongcheng.
Kujamin,
kau pasti puas.
Lumayan.
Ji Zai!
Dia bukan Songkun,
dia palsu.
Kak Kepala Besar,
kenapa kau di sini?
Dia bukan Songkun,
dia barang palsu.
Jangan bicara sembarangan,
Kak Kun baru kembali.
Pergilah,
beli makanan enak.
Makanan enak... enak.
Hamburger, paha ayam...
hamburger, paha ayam... kentang goreng.
Kak Kun,
ayo jalan.
Ji Zai,
tadi itu siapa?
Maksudmu Kak Kepala Besar?
Dulu dia adalah teman Kak Kun.
Apakah otaknya sedikit bermasalah?
Susah dijelaskan,
bukankah begitu, Kak Kun?
Iya, iya.
Kak Kepala Besar,
dulu adalah seorang ahli anggur yang sangat hebat.
Tidak peduli minuman keras apa pun,
hanya dengan sekali cium akan tahu bagus atau tidak.
Kak Kun dan aku selalu minum bersamanya dulu.
Kemudian,
karena sebuah kecelakaan,
dia keracunan karbon monoksida,
dan menjadi seperti sekarang ini.
Memang kenyataannya
sangat disayangkan.
Bagus juga.
Bagaimana, Kak Ai?
Lumayan, kan?
Aku suka.
Kalau kau suka,
biar Ji Zai menyewa rumah ini.
Maaf merepotkanmu, Ji Zai.
Tidak repot.
Rumah ini
sudah kupilih dari 58 Tongcheng.
Lihat,
(58 Tong Cheng, Power Merchant) gampang dan praktis.
Kak Kun,
kalau tidak ada urusan lain,
aku akan membawa Jie ke atas.
Baik, baik.
Ji Zai ini sangat setia terhadap Songkun.
Dia sekarang tidak berkuasa,
hanya tersisa satu saudara saja.
Saudara yang perhatian begini,
sangat mudah mengenali bahwa kau palsu, kan?
Dia sangat polos,
malah menganggapku sebagai kakaknya.
Baguslah kalau begitu,
tapi tetaplah berhati-hati.
Si Kepala Besar itu,
bagaimana dia tahu kau palsu?
Makanya…
menurutmu kenapa dia begitu yakin aku palsu?
Ada apa?
Mungkin wajahmu...
memiliki lebih banyak mata dari Songkun.
Menurutku,
masih ada satu kemungkinan lagi.
Dia tahu Songkun di mana.
Kepala Besar.
Kau bukan Songkun.
Kau palsu.
Atas dasar apa kau bilang begitu?
Kau memang bukan.
Aku bisa mencium baumu.
(Kak Kepala Besar,)
(dulu adalah seorang ahli anggur yang sangat hebat.)
(Tidak peduli minuman keras apa pun,)
(hanya dengan sekali cium akan tahu bagus atau tidak.)
Lalu apakah kau tahu di mana dia?
Tidak tahu.
Kalau saja dia di sebelah,
apakah kau dapat menciumnya?
Tidak akan kuberitahu.
Kepala Besar.
Tidak usah memungutnya lagi,
kelak
aku akan menghidupimu.
Ikut aku ke supermarket sekarang.
Kau mau makan apa,
ambil saja.
Kepala Besar.
Kau mau apa, ambil saja.
Kepala Besar, apa yang kau lakukan?
Apakah kau punya uang?
Tak punya uang,
apa yang kau pilih di sini?
Keluar! Keluar!
Sudah kuberitahu berkali-kali, kau tidak boleh masuk.
Apa yang kau lakukan?
Siapa kau?
Kau tidak usah peduli aku siapa,
sungkanlah sedikit,
kembalikan keranjang itu padanya.
Tunggu, siapa sebenarnya kau?
Songkun, Kamar Dagang POND.
Kelak mau makan apa, datanglah kemari.
Silakan anggap tempat ini rumah sendiri.
Kak Kun...
Kelak kalau Kepala Besar kemari...
Aku mengerti.
Tidak... tidak... tidak perlu.
Silakan masuk!
Makan mi!
Ada apa?
Sudah kedaluwarsa.
Bagaimana kau tahu?
Aku tahu dengan sekali cium.
Hebat sekali hidungmu.
Enak, tidak?
Enak.
Kau orang baik.
Kalau begitu, apakah kau bisa membantuku?
Bisa.
Xiaxia, pelan-pelan bicaranya, pelan-pelan.
Sudah kumasukkan ke dalam panci,
taruh garam, ya?
Tambahkan sedikit cabai.
Sudah.
Tutup pancinya.
Tunggu berapa lama?
25 menit.
Baiklah, aku sudah tahu.
Terima kasih, ya.
Aku masak satu lauk ini saja sudah cukup.
Ini kesukaannya.
Yang lainnya,
pesan dari luar saja.
Sampai jumpa.
Bakso bola kecap.
Bakso bola kecap?
Beli dari restoran mana?
Cicipilah.
Kenapa?
Rasanya...
sedikit terlalu...
Manis?
Ya,
bagaimana bisa memasak bakso bola kecap seperti ini?
Restoran mana?
Ini bakso bola kecap cuka,
belum pernah makan, kan?
Kalau tidak suka, ya sudah.
Masakan-masakan ini juga dari restoran itu,
apakah semua kubuang saja?
Jangan, jangan.
Tumis sayurnya lumayan.
Kuahnya juga terlihat enak.
Boleh, boleh, kuahnya enak.
Mungkin
koki di restoran itu
tidak tahu cara memasak bakso bola kecap.
Iya,
koki itu bodoh.
Bagaimana dengan si Kepala Besar?
Kepala Besar tahu aku palsu
dengan mengandalkan penciuman hidung.
Hebat sekali.
Jadi, apakah dia tahu Songkun di mana?
Dia tidak tahu,
tapi kurasa
dia bisa membantuku menemukannya.
Bagaimana mencarinya?
Mencium semua jalanan?
Kalau orang bersembunyi,
dia juga tidak bisa menciumnya.
Menurutku, dia tidak bersembunyi sama sekali.
Dia ada di sekitarku.
(Mau mendapatkan wajah aslimu kembali?)
(Jadilah ketua)
Aku mengerti.
Kau minta Kepala Besar menjadi alarmmu,
begitu mencium keberadaannya,
laporkan pada polisi.
Dengan begitu, kau bisa menangkapnya.
Kira-kira seperti itu.
Lalu, apakah kau akan memberitahu
Detektif Li tentang ini?
Sudah mengajaknya bertemu,
kami bertemu besok.
Hati-hati dengan Detektif Li.
Kurasa apa yang Jie katakan masuk akal.
Tadi kau bilang,
Songkun ada di sekitar kita.
Detektif Li juga begitu mengerti Songkun.
Menurutmu, mungkinkah...
Detektif Li adalah Songkun?
Tidak mungkin.
Mustahil.
Kenapa tidak mungkin?
Detektif Li adalah polisi,
sedikit banyak dia seharusnya mencurigaimu,
tapi dari awal dia percaya kau bukan Songkun.
Lagi pula, dia mengambil inisiatif membantumu dan menemanimu setiap hari.
Apakah kau tidak merasa aneh?
Ada apa?
Aku mencium bau Songkun.
Di mana?
Di sana.
Kepala Besar!
Apa yang kau cari?
Aku melihat Songkun.
Lihat, ini pakaiannya.
Jangan terburu-buru, di mana?
Bantu aku cari Kepala besar,
dia bisa menemukan Songkun!
Cepat!
Itu...
Siapa Kepala Besar?
Kepala Besar adalah teman Songkun.
Dalam perjalanan membawanya untuk bertemu denganmu,
dia mencium bau Songkun.
Kau melihat Songkun?
Aku melihat Songkun.
Aku melihatnya
di atas jembatan.
Aku berlari mencarinya,
akhirnya dia kabur.
Saat aku kembali,
Kepala Besar sudah tidak ada.
Apakah kau melihat wajahnya dengan jelas?
Tidak.
Bagaimana kau yakin bahwa itu Songkun?
Kepala Besar mencium baunya,
Kepala Besar yakin itu pasti dia!
Aku percaya pada Kepala Besar!
Serahkan padaku.
Kepala Besar akan baik-baik saja.
Apakah dia kidal?
Tidak.
Dia hanya terbiasa merokok dengan tangan kiri.
Ada apa?
Tadi kau bilang,
Songkun ada di sekitar kita.
Detektif Li
juga begitu mengerti Songkun.
Menurutmu, mungkinkah...
Detektif Li adalah Songkun?
Aku mengambil barang dulu.
Pan, apa yang kau lakukan?
Kau adalah Songkun!
Kau adalah Songkun!
Benar, kan!
Apakah kau sudah gila?
Bagaimana mungkin aku adalah Songkun?
Kalau begitu, kenapa dia muncul saat aku pergi menemuimu?
Kau yang mengajakku bertemu.
Tidak!
Kau bohong!
Kau takut kedokmu dibongkar oleh Kepala Besar!
Jadi, kau kabur!
Apakah kau sudah gila?
Kalau aku adalah Songkun,
dari awal kau sudah mati di Kota Luwu.
Hati-hati!
Alasannya menukar wajahmu,
agar kau menggantikannya mati.
Kalau aku adalah Songkun,
aku berharap bisa melihatmu mati.
Setelah semua orang tahu kau mati,
aku akan aman.
Tapi aku bukan Songkun.
Aku sedang membantumu,
karena hanya kau yang bisa memancing Songkun asli keluar.
Perlu bukti?
Ambillah darahku,
bandingkan dengan darah putri Songkun.
(Leo, nomor ponsel dengan akhiran 578 yang kau minta kuperiksa hari itu)
(adalah nomor luar negeri.)
Nomor luar negeri?
(Benar, dan tidak bisa ditemukan informasi apa pun tentang pemiliknya.)
(Nomor ini sebagian besar waktu)
(tidak aktif,)
(tidak dapat menetapkan posisinya.)
(Apa hubungannya nomor ini dengan kasus Hai?)
Saat ini aku sedang sibuk,
akan kuhubungi lagi nanti.
Orang yang mengirimkan pesan padamu adalah Songkun asli,
bukan aku.
Kau mencurigaiku, aku mengerti.
Tapi di saat seperti ini, pikiran harus tetap sadar.
Aku pergi dulu.
Jika orang lain melihat kita berdua bersama,
kau akan berada dalam bahaya.
Ingat untuk tetap tenang.
Untungnya kau tidak memberitahu Detektif Li bahwa aku dan Jie mencurigainya.
Kalau tidak, saat bertemu nanti
pasti sangat canggung.
Jadi, apa rencanamu selanjutnya?
Sungguh menjadi Ketua?
Benar.
Ada rencana, tidak?
Aku berencana untuk meminta kembali properti Songkun dulu.
Paman Long berhutang sebuah pub di Pecinan dariku,
aku harus memintanya.
Apakah dia akan memberikannya padamu?
Kenapa tidak?
Berani bertaruh harus bersedia menerima kekalahan.
Apa yang kau lakukan?
Si Li setiap kali melempar selalu tepat,
aku harus berlatih.
Dia itu polisi,
tentu saja bisa tepat sasaran.
Kucoba.
Bagaimana kau melakukannya?
Aku...
keyakinan.
Di dalam otakmu
harus berpikir "aku bisa, aku bisa",
lalu tatap terus targetnya,
pasti bisa.
Pub ini?
Benar.
Pub ini
adalah pub yang paling menguntungkan di seluruh jalan.
Kak Ai,
kau bisa meminta kembali pub ini tanpa menghabiskan tenaga,
hebat.
Lumayan.
Ada pengurusnya, tidak?
Bukankah ini Kak Ji Zai?
Kenapa hari ini ada waktu bermain ke sini?
Hari ini aku bukan datang bermain.
Pub ini sekarang milik Kak Kun-ku.
Hari ini aku datang mengambilnya kembali.
Lucukah?
Tahu dia siapa?
Wanita cantik ini...
siapa?
Kalian...
dengarkan baik-baik.
Dia adalah Kak Ai, putri angkat baru Paman De.
Paman Long sendiri
yang kalah mempertaruhkan pub ini dari Kak Ai.
Sudah mengerti?
Kau adalah putri angkat baru Paman De?
Kalian sudah mendengar tentang hal ini, kan?
Panggil Paman Long keluar.
Ada yang mencariku?
Ternyata Ji Zai.
Ada masalah apa?
Bukankah ini Xiao'ai?
Kenapa datang tidak memberitahuku?
Agar Paman Long bisa menyambutmu dengan baik.
Paman Long,
berani bertaruh harus bersedia menerima kekalahan.
Hari itu sudah kalah,
pub ini
seharusnya sudah menjadi milik Kak Kun-ku.
Itu masalah saat mabuk,
mana mungkin dihitung.
Kau adalah seorang senior,
kau tidak berniat memenuhi janji?
Berniat mengingkari janji?
Xiao'ai, jangan marah,
jangan marah.
Kalau kau marah,
hati Paman Long akan sedih.
Karena kau sudah datang,
temani Paman Long minum.
Ayo.
Paman Long,
dia adalah putri angkat Paman De.
Baik,
baik.
Karena berhubungan dengan Paman De,
maka hari ini aku tidak akan menyulitkan kalian.
Tapi...
jika ingin mendapatkan pub ini kembali,
suruh Songkun datang sendiri.
Saudara-saudaraku,
antarkan tamu!
Paman Long!
Paman Long.
Songkun,
kau sudah datang.
Kalau punya nyali,
hutang yang belum selesai hari itu,
mari kita hitung hari ini
bersama dengan bunganya.
Hitunglah.
Saudara-saudaraku,
tutup pintu!
Temani Kak Kun ini bermain dengan baik.
Hajar!
Ramai sekali.
Paman Long.
Ternyata Asisten Lan.
Angin apa yang membawamu kemari?
Antarkan Asisten Lan ke ruangan terbaik.
Paman Long,
tidak usah buru-buru.
Aku ini
suka melihat keramaian.
Hari ini POND sedang bersih-bersih
atau bermaksud mengganti kekuasaan?
Asisten Lan,
kau sungguh hebat,
tidak ada hal yang bisa ditutupi darimu.
Apakah kau yakin tidak mau bermain?
Tuan Songkun,
Tuan Lao ingin bertemu denganmu.
Asisten Lan...
Siapa itu Tuan Lao?
Tuan Songkun,
hanya mengundangmu.
Aku akan menemanimu.
Siapa itu Tuan Lao?
Tuan Lao adalah raja kapal Kota Jia,
CEO Grup SD.
Sama sepertiku,
seorang pebisnis.
Tuan Lao bukan pebisnis biasa.
Tuan Lao bertanggung jawab atas semua dermaga di Kota Jia.
Selama ada yang melakukan perdagangan maritim,
harus mengandalkan Tuan Lao.
Barang kamar dagang kita,
mengandalkan Tuan Lao untuk mengirimnya ke luar.
Bahkan Paman De tidak berani bermain-main dengannya.
Jangan bergerak!
Kun!
Kuperkenalkan,
ini adalah guru lukisku.
Da Vinci.
Lihat,
hanya Da Vinci yang bisa menangkap semangatku.
Benar, tidak?
Benar.
Kau, keluar.
Ada urusan, keluarlah.
Duduklah.
Di mana orangnya?
Orangnya...
Orang yang kuminta kau cari.
Aku...
Aku tahu,
kau dituduh
dan menjadi buronan.
Tapi sekarang,
bukankah tidak ada masalah?
Bukankah bisa mencarinya?
Tuan Lao,
aku baru saja kembali,
beri aku sedikit waktu lagi.
Aku pasti akan menemukan orangnya untukmu.
Ingat,
kau harus mendapatkan buktinya.
Asalkan aku mendapatkan buktinya,
akan segera kuceraikan istriku.
Dan juga,
dia tidak akan mendapatkan
propertiku sepeser pun.
Mengerti?
Mengerti.
Senapan ini bagus, kan?
Sangat bagus.
Aku membelinya di perlelangan,
sangat mahal.
Tahu tidak kenapa dia bisa mahal?
Meski barang antik,
tinggal menambah peluru di sini...
dia bisa mengambil nyawa orang.
Mengerti?
Aku sungguh ingin tahu, siapa yang berani meniduri istriku.
Apel.
Apakah kau bodoh?
Aku menyuruhmu makan.
Aku menyuruhmu makan!
Kenapa kau mendorongku?
Aku terluka,
sakit.
Parah, tidak?
Kata dokter,
aku tidak boleh melakukan olahraga berat.
Beratkah?
Bukankah dulu lebih berat dari ini?
Rindu aku, tidak?
Rindu.
Kalau begitu panggil namaku.
Cepat panggil.
Besok malam jam 8,
Hotel Queen 520.
Aku menunggumu.
Telepon juga tidak diangkat.
Kenapa Detektif Li juga tidak mengangkat telepon?
Mungkinkah dia ketahuan?
Aku akan pergi mencarinya.
Masalahku
harus kau perhatikan.
Orang itu...
harus ditemukan.
Pasti.
Sedikit merah.
Apakah kau sudah meminum anggurku?
Tidak apa-apa.
Kita berdua teman lama,
barangku...
adalah barangmu.
Lihatlah siapa di sini?
Kudengar Tuan Kun datang.
Kenapa tidak ada yang memberitahuku?
Sayangku.
♪ Yang bisa ditukar hanya permukaan ♪
♪ Hati yang tak terlihat sedang diuji ♪
♪ Kebenaran dan yang terlihat Tidaklah berhubungan ♪
♪ Palsu ♪
♪ Mungkin semua ini hanya pertunjukan ♪
♪ Palsu palsu palsu ♪
♪ Pikiran asli dan setan di hati ♪
♪ Palsu palsu palsu ♪
♪ Tidak ada yang bisa menghentikan jalanku ♪
♪ Hitam dan putih Iya dan tidak ♪
♪ Benar dan salah Maju dan mundur ♪
♪ Mungkin sampai sekarang Aku masih belum bisa mempelajarinya ♪
♪ Melihat dosa tersembunyi yang Mungkin dilakukan ♪
♪ Bagaimana caranya kembali Ketika sudah tersesat ♪
♪ Masih berlagak jual mahal Lebih mahal dari kalung siapa pun ♪
♪ Ingin merobek hasil yang sudah jelas ♪
♪ Baik dan jahat terjalin Aku menangis sendiri ♪
♪ Kenyataan hidup harus dihadapi ♪
♪ Lelahkah memakai topeng ♪
♪ Hancur ♪
♪ Hancurkan semuanya jangan takut ♪
♪ Bagaimana menghadapi Perasaan yang berubah ♪
♪ Juga berangsur memudar ♪
♪ Ingin lari dari lingkaran yang rumit ♪
♪ Harus mencari sandaran ♪
♪ Siapa pun yang mencapai tujuan Baru tidak minder ♪
♪ Keras kepala Satu badan barang bermerek ♪
♪ Memakai kacamata khusus Bersulang denganmu ♪
♪ Yang bisa ditukar hanya permukaan ♪
♪ Hati yang tak terlihat sedang diuji ♪
♪ Kebenaran dan yang terlihat Tidaklah berhubungan ♪
♪ Palsu ♪
♪ Mungkin semua ini hanya pertunjukan ♪
♪ Palsu palsu palsu ♪
♪ Pikiran asli dan setan di hati ♪
♪ Palsu palsu palsu ♪
♪ Tidak ada yang bisa menghentikan jalanku ♪
♪ Seperti kutukan yang tak terpecahkan ♪
♪ Petunjuk dikendalikan oleh Kekuatan tak terlihat ♪
♪ Coba temukan kebenarannya ♪
♪ Aku sudah siap untuk Pertunjukan besarnya ♪
♪ Tidak ada yang bisa menghentikan jalanku ♪
♪ Tidak ada yang bisa menghentikan jalanku ♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.