Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
(Mengubah penampilan seseorang)
(memang dapat mengubah banyak hal.)
(Bahkan...)
(mungkin takdir seseorang.)
Wajah Baru
Episode 11
Bagaimana dengan orang ini?
Pan Qiwen.
Walau dia berubah jadi abu, aku juga bisa mengenalinya!
Jangan kasar.
Kau bilang...
kau bilang namanya Pan Qiwen?
Dia yang menjebloskanku ke sini.
Apakah kau istri Pan?
Bagaimana kau bisa tahu?
Dia pernah menunjukkan fotomu dan putrimu.
Di mana dia sekarang?
Aku tidak tahu.
Lalu apakah dia pernah mengungkit tentang...
Apakah dia mengungkit tentang putriku?
Aku belum selesai bertanya.
Ayo minum!
Tuangkan araknya, tuangkan araknya.
Tuangkan araknya, tuangkan araknya.
Ayo, ayo.
Ayo.
Kak Hu.
Duduklah.
Kalian main dulu.
Masalahnya sudah beres?
Saat aku pergi ke rumah Houzi hari ini,
aku bertemu dengan Songkun.
Kenapa dia pergi ke sana?
Aku rasa ada masalah dengan Songkun.
Ada masalah apa?
Polisi tiba-tiba datang,
lalu membawa ibu dan anak itu pergi.
Tapi jangan khawatir, Kak Hu.
Aku telah menggeledah rumah Houzi,
tidak ada benda yang membahayakan kita.
Polisi datang?
Polisi dan Songkun?
Menurutmu...
mungkinkah...
Kak Hu,
aku akan memeriksanya dulu.
Paman De menyuruhku jangan membuat masalah dengannya.
Bukankah kau ini sedang membuat masalah untukku?
Kak Hu,
apakah kita harus melupakannya begitu saja?
Mana mungkin melupakannya?
Paman De bilang kita adalah saudara.
Apakah antar saudara bisa dilupakan begitu saja?
Aku akan membuat acara untuk ulang tahun Paman Long.
Kau undang Songkun juga,
biar ramai.
Tapi aku...
Tapi apa?
Kebocoran kecil akan menenggelamkan kapal besar.
Cepat lakukan.
Kak Hu, aku mengerti.
Kau ingin dia menurunkan kewaspadaannya...
Enyah!
Kalau begitu, aku pergi dulu.
Kembali!
Minumlah ini.
Selesai.
Ibu,
mengapa kau mengubah kata sandi lagi?
Ibu mengubah kata sandi
menjadi kata sandi yang sebelumnya.
Dengan begini,
jika ayah pulang,
dia bisa masuk kapan pun.
Bukankah kau bilang
ayah tidak akan kembali lagi?
Dia masih akan kembali.
Sebelumnya,
Ibu yang salah.
Yang kau katakan baru benar.
Baguslah.
Sayang,
apakah kau tahu
mengapa rumah kita selalu menggunakan kata sandi ini?
Tidak tahu.
Karena itu adalah
tanggal ulang tahun pernikahan Ibu dan ayah.
Ulang tahun pernikahan?
Bukankah itu hari ini?
Benar.
Sembilan tahun lalu pada hari ini,
Ibu dan ayah menikah.
Setelah itu baru ada dirimu yang begitu imut.
Gambar orang saja.
Apakah kau Nyonya Chen Wan?
Seseorang memintaku untuk mengantarkan ini kepadamu.
Terima kasih.
Siapa yang memberikan ini?
Pelanggan tidak meninggalkan informasi apa pun.
Terima kasih.
Ibu,
siapa yang mengirimkan ini?
♪ Dalam lautan manusia ♪
Aku berpikir seperti ini,
tahun ini adalah ulang tahun pernikahan pertama kita,
aku akan membelikanmu satu tangkai.
Ke depannya aku akan membelikanmu bunga sesuai angka tahun pernikahan kita.
Lihat,
jika bisa hidup selama seribu tahun,
aku akan membelikanmu seribu tangkai.
Bukankah ada sebuah pepatah...
yang mengatakan mawar seribu tahun,
kura-kura sepuluh ribu tahun.
Apa yang kau katakan?
♪ Kemunculan seseorang akan membuat Yang lain menghilang ♪
♪ Semakin melangkah semakin menunduk Bayangan dari kenangan ♪
♪ Apakah kau juga akan mencintai ♪
♪ Tampangku yang kehilangan segalanya ♪
Siapa yang mengirim bunga ini?
♪ Menceritakan kisah itu ♪
Ayah.
(Aku tahu,)
(kau selalu ada.)
♪ Apakah kau masih bisa mengenaliku ♪
♪ Memanggil namaku dengan tepat ♪
♪ Kebaikan Kota dengan beragam bentuk ♪
♪ Luapan niat jahat Tersembunyi di setiap huruf ♪
(Aku tahu kau selalu ada.)
(Kantor Polisi Kota Jia, Negara M)
Jangan main-main.
Taruh tanganmu di kepala.
Cepat!
Ma Xiu.
Kak Leo.
Apa yang terjadi?
Beberapa berandalan berkelahi di jalan,
kemungkinan besar untuk ini.
Kenapa juga ada pelajar?
Masih muda tidak belajar baik-baik,
malah berbuat onar di luar.
Bahkan berani menyentuh benda ini.
Kau adalah putri Songkun, ya?
Bagaimana keluargamu mendidikmu?
Apakah kau tahu benda apa ini?
Apakah kau tahu?
Aku sedang berbicara denganmu,
tahu atau tidak?
Aku tidak memakainya.
Suruh ayahmu kemari.
Ayahku sudah mati.
Niki.
Songkun.
Bagaimana kau menjadi seorang ayah?
Apakah aku...
sudah boleh membawanya pulang?
Bawalah dia pulang dan didik dengan baik.
Niki,
ayo pulang.
Aku pergi dulu.
Bagaimana aku menjadi seorang ayah,
apakah juga urusanmu?
Mengapa berkelahi?
Aku sedang bertanya padamu.
Bukan urusanmu!
Kak Kun...
Tutup mulutmu,
tidak perlu kau membelaku.
Urusan pekerjaan, urusan pekerjaan.
Barusan Zhuya menelepon,
bilang bahwa...
Hu ingin mengajakmu dan paman-paman
untuk pergi meramaikan tempatnya malam ini.
Dia masih merasa aku sangat senggang, ya?
Aku tidak pergi.
Harus pergi.
Ini ulang tahun Paman Long.
Di mana?
Tempat Hu.
Aku sebenarnya ingin belajar menjadi baik.
Tapi bersama dengan orang seperti kalian, apakah aku bisa belajar menjadi baik?
Cari tempat untuk menepi.
Antar Niki langsung pulang,
tidak boleh ke mana pun!
Urusan yang kuserahkan padamu,
ingatlah untuk melakukannya.
Tenanglah.
Halo.
Aku ini Ji Zai.
Kak Kun menyuruhku untuk mengantar kalian ke dermaga.
Aku akan tiba sekitar setengah jam lagi.
Bagaimana?
Baik.
Siapa yang kau jemput?
Urusan pekerjaan.
Lupakan saja kalau tidak ingin bilang.
Tenanglah,
semua urusan baik-baik.
Niki,
kelak
jika kau diganggu di sekolah,
jangan panik
juga jangan takut,
ambil ponselmu dan hubungi aku.
Aku janji, aku akan tiba dalam sepuluh menit.
Beri aku sepuluh menit lagi,
aku akan menjatuhkan mereka semua.
Dalam dua puluh menit,
menyelesaikan semua masalahmu.
Siapa yang berani menggangguku?
Para berandalan itu ingin merampas uang dari teman sekolahku,
aku kebetulan melihatnya sehingga berkelahi dengan mereka.
Walau begitu...
kita juga tidak boleh menyentuh benda semacam itu,
benar, kan?
Itu bukan milikku,
itu milik berandalan-berandalan itu.
Jangan sampai aku bertemu dengan mereka lagi,
atau aku akan memukul mereka setiap kali bertemu.
Hebat.
Kalau tidak, kenapa bisa ada pepatah,
harimau tidak akan melahirkan anak anjing.
Lebih baik kau tutup mulut.
Kenapa lagi?
Yang benar itu ayah harimau tidak akan punya anjing sebagai anak.
Kau terlalu mendalami peran sebagai bos, ya?
Kalau memang mau mengusir kami,
setidaknya kau juga harus mengantar kami sendiri.
Bisakah kau berhenti membuat masalah?
Orang yang aku utus bernama Ji Zai,
orang itu tidak ada masalah,
dia akan mengantarmu dan Jie pergi.
Bagaimana denganmu?
Apakah kau ikut pergi bersama kami?
Aku tidak bisa pergi.
Aku masih punya urusan sangat penting yang harus dilakukan.
Urusan apa?
Katakan dengan jujur padaku,
apakah kau berada dalam bahaya sekarang?
Aku tidak berada dalam bahaya.
Kau...
Kalau kau tidak bilang, aku tidak akan pergi.
Aku harus pergi membeli kue ulang tahun untuk Paman Long sekarang.
Tutup dulu.
Halo.
Halo!
Urusan seperti membeli kue ulang tahun,
seharusnya biar aku yang melakukannya.
Lagi pula,
Paman Long berulang tahun,
kenapa kau memberikannya kue ulang tahun?
Kau kira yang berkumpul itu dokter-dokter?
Siapa?
Aku Ji Zai.
Kau adalah Ji Zai,
anak buah Kak Kun?
Benar.
Kau adalah Nona Wang, kan?
Di mana kopernya?
Berkemaslah,
lalu siap-siap berangkat.
Tadi kau panggil aku apa?
Bukankah kau bermarga Wang?
Panggil aku Kakak Ipar.
Lihat apa kau, cepat panggil Kakak Ipar!
Kakak Ipar.
Lihatlah,
sejak kapan Kakak Ipar datang,
kenapa tidak memberitahuku dulu.
Itu...
Kenapa baru datang sudah mau pergi?
Apakah kopermu banyak?
Biar aku membantumu.
Aku tidak punya koper.
Aku mau pergi ke mal.
Tapi, Kak Kun...
menyuruhku mengantarmu ke dermaga.
Kau mendengar kata-katanya atau aku?
Aku mendengarkan kata Kak Kun.
Lalu Kak Kun mendengar kata-kata siapa?
Kak Kun...
mendengar kata Kakak Ipar.
Ikut denganku.
Menurutmu ke depannya,
aku harus memanggilmu Kakak Ipar atau...
Panggil aku Kakak Ai.
Baik.
Begini lebih baik.
Begini lebih aman.
Kak Kun sering mengungkit tentangmu padaku,
dia bilang tampangmu penuh energi,
cerdas dalam melakukan urusan, mulutmu juga manis.
Itu semua karena didikan Kak Kun baik.
Sudah berapa tahun kau mengikuti Kak Kun?
Oh,
seharusnya sudah tujuh atau delapan tahun.
Kalau begitu, kau sangat memahaminya?
Tentu saja.
Lalu apakah kau merasa
kembalinya dia kali ini...
ada sedikit perubahan?
Ada perubahan.
Aku merasa kali ini Kak Kun kembali,
menjadi ada jarak dengan diriku.
Sekarang semua hal dia lakukan sendiri,
membuatku jadi senggang setiap hari.
Benar, kalian ini sebagai anak buah,
urusan apa pun tidak membantu Kak Kun!
Bahkan urusan seperti ulang tahun Paman Long,
juga harus Kak Kun yang membeli hadiah sendiri.
Iya...
Iya, iya, iya.
Hadiah apa yang disukai Paman Long?
Ayo kita pergi lihat-lihat.
Paman Long, ya?
Pria...
tidak jauh-jauh dari
rokok, wanita cantik.
Tapi...
jangan sampai memberikannya kue,
jangan sampai.
Mengapa?
Putra Paman Long,
pada hari ulang tahunnya sepuluh tahun lalu,
terbunuh oleh bom yang disembunyikan di dalam kue.
Jadi semua orang akan berkumpul pada waktu ini setiap tahun,
agar Paman Long bisa melupakan hal ini.
Tidak akan ada yang mengungkit tentang ulang tahun
dan lebih tidak mungkin ada orang yang akan memberikan kue.
(Aku harus membeli kue ulang tahun untuk Paman Long sekarang.)
Kak Kun.
Mengapa tidak menjawab telepon?
Ada apa, Kak Ai?
(Maaf,)
Apakah ada masalah?
(nomor yang Anda panggil tidak dapat dihubungi.)
(Maaf, nomor yang Anda panggil tidak dapat dihubungi.)
Kak Kun!
Ayo, ayo, ayo.
Kenapa baru datang?
Ayo minum.
Paman Long,
saya terlambat.
Saya bersulang untukmu.
Cuma segelas masih belum cukup,
minumlah segelas lagi.
Ayo, ayo.
Paman Long.
Paman Long...
Zhuya!
Apakah kau datang kemari untuk mengacau?
Kau itu mencari masalah dengan Paman Long
atau mencari masalah denganku?
Paman Long,
maaf.
Anak buahku tidak tahu apa-apa.
Hu,
cepat suruh dia enyah dari sini!
Berdiri!
Berdiri!
Pergi!
Kak Hu,
kue itu dari Kak Kun.
Kak Kun ternyata tetap Kak Kun.
Kau memberi kue untuk Paman Long saat ini,
mengapa?
Mengapa?
Benar.
Mengapa?
Tanyalah sama Kak Kun.
Kak Kun, mengapa kau melakukannya!
Sudah bertahun-tahun...
Dari dalam lubuk hatiku,
aku berterima kasih pada kalian semua...
selalu menemaniku berkumpul pada hari ini setiap tahun.
Kue tar itu adalah hadiah yang baik.
Aku masih harus berterima kasih kepada Songkun,
kau yang mengingatkanku lagi pada anakku yang sudah meninggal.
Songkun-lah yang mengingatkanku lagi!
Jangan, jangan, Paman Long.
Jangan marah, jangan marah.
Kak Kun tidak bermaksud seperti itu.
Tidak bermaksud seperti itu!
Lalu apa maksudmu?
Mengorek bekas lukamu,
lalu masih bertanya padamu apakah itu menyakitkan.
Songkun,
hari ini aku tidak akan melepaskanmu.
Long!
Jangan terlalu emosi.
Paman De!
Sobat baikku,
hari ini demi diriku,
mari kita dengar penjelasan dari Kun.
Paman De!
Kau percayalah padaku.
Kun!
Katakanlah,
apa maksudmu melakukan ini?
Hari ini di hadapan Paman Long,
kau berikanlah sebuah penjelasan yang masuk akal!
Paman De!
Yang mana Paman De, aku mencari Paman De!
Yi.
Nona,
aku adalah orang yang ingin kau cari.
Tapi aku tidak mengenalmu.
Kau itu siapa?
Kau tidak mengenalku,
tapi aku mengenalmu.
Paman De...
Apakah kau takut sekarang?
Setelah melakukan begitu banyak hal jahat,
apakah kau masih takut aku mengatakannya?
Hari ini di hadapan semua orang, aku akan
mengatakan semuanya dengan jelas.
Wang Xiao'ai!
Paman De,
aku sudah lama mendengar namamu.
Saat di Kota Luwu,
dia sering mengungkit tentang Anda padaku
dan juga paman-paman yang lain.
Aku tahu kedatanganku hari ini
telah menganggu kalian.
Tapi aku sangat berharap kalian bisa memberiku sedikit waktu,
izinkan aku memberitahu kalian orang macam apa sebenarnya Songkun.
Dia berbohong padaku, dia adalah pembohong!
Nona cantik,
kau bilang Kak Kun adalah pembohong.
Kalau begitu coba katakan,
apa kebohongannya padamu?
Namaku Wang Xiao'ai,
aku berasal dari Kota Luwu.
Yang duduk di kursi roda itu adalah adikku.
Dia dulunya adalah seorang penari,
dia masih bisa menari setengah tahun lalu.
Tapi sekarang seperti yang kalian lihat,
dia harus menghabiskan sisa hidupnya di kursi roda.
Semua ini disebabkan olehnya!
Pada saat itu, dia bilang ingin bersembunyi dari polisi,
lalu dia bersembunyi di salon rambutku.
Dia bilang kepadaku kalau dia itu difitnah,
dijebak oleh seseorang.
Aku mengasihaninya, sehingga aku membiarkannya menumpang.
Aku membiarkannya menumpang,
tapi ketika dia menumpang di tempatku,
dia langsung menumpang selama beberapa bulan.
Dia pada saat itu memberitahuku,
kalau dia suka padaku.
Dia juga bilang,
aku dan adikku adalah penyelamatnya.
Tunggu hingga dia dibebaskan dari tuduhan,
dia akan membawaku ke Kota Jia
untuk menikmati hidup.
Aku tidak tahu saraf manaku yang salah,
sehingga aku akan memercayai semua omong kosong yang dia katakan.
Pada saat itu, dia minum-minum setiap hari.
Setelah minum-minum,
dia akan mengendarai mobil keluar.
Adikku khawatir pada keselamatannya,
jadi selalu menemaninya.
Hal yang ditakutkan malah terjadi!
Mereka mengalami kecelakaan mobil,
adikku sekarang lumpuh.
Sedangkan Songkun,
kepalanya terbentur dan terus tidak sadarkan diri.
Aku menghabiskan semua tabungan yang aku punya
untuk mengobati dan merawat mereka.
Tetapi ketika orang ini siuman,
dia langsung menghilang.
Lenyap begitu saja.
Jika bukan karena aku menonton berita,
aku bahkan tidak tahu dia ada di Kota Jia.
Songkun!
Aku membawa adikku untuk mencarimu.
Mengapa kau bilang bahwa kau tidak mengenalku?
Apakah kau benar-benar sudah tidak mengenalku lagi?
Apakah kau benar-benar amnesia?
Katakanlah sesuatu!
Apakah kau benar-benar tidak mengenalku lagi?
Kun.
Apakah yang dikatakan gadis itu benar?
Kak Kun, benar-benar hebat.
Setelah terpuruk,
masih juga tidak lupa berhutang asmara.
Lumpuh?
Masih begitu muda.
Kasihan sekali.
Jie!
Kak Kun,
selama ini kau sudah menderita.
Pantas saja,
kenapa belakangan ini kau begitu linglung?
Ternyata ditabrak mobil.
-Sobat merasa sedih untukmu. -Kun.
Jie.
Tidak kusangka,
kepergianmu kali ini
terjadi begitu banyak masalah.
Kau telah menderita.
Wang Xiao'ai,
kau membantu Kun, aku berterima kasih padamu.
Kun,
tidak seharusnya menyia-nyiakan dirimu.
Mulai sekarang,
urusan mengenai dirimu
akan kubantu mengambil keputusan.
Kun,
pria jika melakukan sesuatu,
harus berani menanggung risikonya.
Perlakukanlah dia dengan baik.
Terima kasih, Paman De.
Apakah kalian sudah selesai membicarakan masalah kalian?
Paman De,
bagaimana dengan masalahku?
Long,
kau sudah gila?
Bukankah Nona Wang tadi bilang,
Kun pernah mengalami kecelakaan mobil,
kepalanya pernah cedera.
Paman De,
Anda jangan marah.
Kun,
cepat pergi.
Bantu obati adik kecil ini.
Pergilah.
Baik.
Masalah hari ini masih belum berakhir!
♪ Menghirup arus limbah dan kotoran ♪
♪ Mengukir wajah dengan cinta Membentuk kaki dengan lumpur ♪
♪ Membaur ke dalam pemandangan Menunggu dakwa cahaya matahari ♪
(Dengan kekuatanmu saat ini di kamar dagang,)
(atas dasar apa kau bisa menjadi ketua?)
(Aku harus menjadi ketua.)
(Mau mendapatkan wajah aslimu kembali?)
(Jadilah ketua.)
(Aku tidak punya cara lain.)
(Aku harus bertahan hidup.)
(Aku harus kembali hidup-hidup ke sisi istri dan anakku.)
(Dia bukan ayahmu!)
Yang Anda katakan benar,
masalah hari ini...
belum berakhir.
Ada beberapa hal,
yang tidak bisa kuingat dengan jelas.
Tapi ada beberapa hal...
aku mengingatnya dengan sangat jelas.
Aku datang ke sini hari ini
memang sengaja memberikan kue ini.
Paman Long.
Sepotong kue ini
milik Anda.
Sepotong kue ini
milik Paman Bai.
Ini milik Hu.
Sepotong kecil yang tersisa ini,
milikku.
Pembagian kue dari POND kita...
sepertinya tidak terlalu rata.
Songkun, kau tidak datang untuk memberikan kue hari ini,
kau datang untuk merebut kuenya.
Baik.
Hari ini, semua anggota POND ada di sini.
Aku ingin melihat,
bagaimana dia akan merebut...
sepotong kue ini.
Paman Long,
sepotong kue itu...
awalnya memang adalah milikku.
Kun,
saat kau tidak ada,
Paman Long-mu lah
yang berjerih payah membantumu mengelola bisnismu.
Kau... kau, begitu kembali,
langsung ingin memintanya kembali?
Ini sepertinya tidak terlalu pantas.
Paman De,
apakah yang aku katakan, benar?
Hu?
Benar.
Yang Paman Bai katakan benar.
Bisnis Kak Kun selama ini dikelola oleh Paman Long.
Lalu uang yang dihasilkan,
bukankah juga masuk ke dalam saku Paman Long?
Benar, tidak?
Paman De?
Hu,
mengapa aku tidak mengerti...
apa yang kau katakan?
Apanya yang tidak mengerti?
Masalah POND kita ini,
selama ini selalu tidak dihitung dengan jelas.
Paman-paman sekalian,
aku Wang Xiao'ai,
meski tidak terpelajar,
tetapi aku mengerti inti masalah ini.
Bisnis
seolah adalah anak sendiri.
Tidak peduli seberapa baik ayah tiri dan ibu tiri,
tetapi ketika orang tua kandungnya sudah kembali,
anak itu tetap harus pulang, kan?
Nona Wang, ada banyak hal
tidak sesederhana yang kau pikirkan.
Mau sederhana, ya?
Baik.
Biarkanlah masalah ini selesai sesuai kaidah industri ini.
Jika gambar wajah menghadap ke atas,
maka tempat ini
akan menjadi milik kita.
Jika gambar bunga menghadap ke atas,
maka kami tidak mengingikan tempat ini.
Apakah kau berani bertaruh?
Baik, baik.
Aku suka gadis ini.
Sekarang, di saat seperti ini,
masih bisa mengatakan hal semacam ini.
Kau membuat orang tua sepertiku merasa malu.
Bagaimana, Xiao’ai?
Jika kau bersedia,
bagaimana kalau aku mengangkatmu menjadi putri angkatku?
Apa keuntungan yang aku dapat?
Mulai sekarang,
jangankan Kun,
seluruh orang di Kota Jia pun
tidak akan ada yang berani mengganggumu.
Terima kasih, Paman De.
Paman De,
apakah ada lagi yang ingin Anda katakan?
Paman Long?
Paman Bai?
Kedua paman sudah tidak ingin bicara.
Kalau begitu taruhan ini,
akan segera aku buka.
Milik marga Long atau marga Song?
Hu,
hanya sebuah permainan saja.
Kau sungguh menganggapnya serius?
Masalah ini,
mari kita diskusikan pelan-pelan.
Aku sudah lelah hari ini.
Sampai di sini saja.
Kun,
antar aku pulang.
Aku malah ingin melihat apa hasilnya.
Kami menang.
Aku pergi menuangkan air untukmu.
Kau seharusnya membawa Jie pergi hari ini.
Kalau kami pergi,
maka kau hari ini akan mati.
Aku tidak bisa pergi.
Kau dan Jie berbeda.
Aku sekarang adalah putri angkat Paman De,
berada di situasi yang sama denganmu.
Aku ingin tetap tinggal untuk membantumu.
Kau tidak dapat membantuku.
Kau menganggap masalah di sini
dan orang-orang di sini terlalu sederhana.
Aku menang hari ini,
kau sudah melihatnya.
Aku harus tetap tinggal.
Aku sudah mengantuk,
kau cepatlah kembali.
Jika kau kembali terlalu larut,
maka istri dan anak Songkun
akan curiga padamu.
Hei.
Bagaimana cara kalian tidur di malam hari?
Pisah ranjang.
Selamat malam.
♪ Apakah kau masih menunggu diriku ♪
♪ Menggandeng tanganku dan memanggil namaku ♪
♪ Suatu hari kau akan mengerti ♪
♪ Sulit untuk memulai kembali ♪
♪ Melalui hari yang paling suram ♪
♪ Hanya untuk mencari arah jalan ♪
♪ Kau merasa takut kala menyentuh wajahku ♪
♪ Jangan memaksaku menjauh ♪
♪ Bagaimana hatiku retak ♪
♪ Aku hanya ingin tetap tinggal ♪
♪ Kau merasa takut kala menyentuh wajahku ♪
♪ Jangan memaksaku menjauh ♪
♪ Bagaimana hatiku retak ♪
♪ Aku hanya ingin tetap tinggal ♪
♪ Kau merasa takut kala menyentuh wajahku ♪
♪ Lebih dari yang bisa kuterima ♪
♪ Bagaimana hatiku retak ♪
♪ Menjadi abu-abu ♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.