Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
(Mengubah penampilan seseorang)
(memang dapat mengubah banyak hal.)
(Bahkan...)
(mungkin takdir seseorang.)
Wajah Baru
Episode 22
Setelah aku kabur,
Li Yao terus mengikutiku.
Terjadi kecelakaan saat melewati jalan gunung.
Aku pun mengikuti alur yang terjadi,
mencari orang menukar wajahku menjadi wajahnya,
kembali ke Kota Jia dengan identitasnya.
Kemudian aku bertemu dengan seseorang,
wajahnya telah ditukar menjadi wajahku,
dia adalah Pan Qiwen.
Aku menipunya untuk menjadi mata-mata polisi,
sebenarnya berniat memanfaatkannya
membantuku mencari pembunuh Hai yang sebenarnya.
Ketika Niki terluka,
aku yang mendonorkan darah,
aku juga yang membunuh Hu
untuk membalaskan dendam Niki dan Chun.
Setelah Pan Qiwen mengetahui identitasku,
dia beralih pada pihak kepolisian,
bahkan menyerahkan hard disk POND pada mereka.
Untunglah aku merebutnya kembali.
Polisi pasti sedang mencariku.
Ji Zai, ajaklah Pan Qiwen keluar,
aku ingin bertemu empat mata dengannya.
Kak Kun, Ji Zai ingin bertemu dengan Anda.
Bawa dia masuk.
Kak Kun.
Kenapa hari ini tiba-tiba
ingin datang mencariku?
Duduklah.
Aku sibuk terus,
bahkan tidak sempat menanyakan kabarmu.
Bagaimana kabarmu belakangan ini?
Aku cukup baik.
Aku bersiap membuka sebuah restoran,
melakukan bisnis kecil-kecilan.
Bagus.
Modalnya cukup tidak?
Cukup.
Bukankah kau telah memberiku sejumlah uang.
Kalau begitu,
kelak aku pergi makan,
kau harus memberiku diskon.
Tentu saja.
Sebenarnya aku datang kali ini
untuk memintamu menghadiri pemotongan pita pembukaan besok.
Tidak tahu Kak Kun bersedia atau tidak
menghadiri restoranku.
Baiklah,
aku akan pergi.
Ini piala Niki, kan?
Dulu dia tidak membiarkan siapa pun menyentuhnya.
Tak disangka setelah dia tiada,
pialanya masih sebersih ini.
Aku mengelapnya setiap hari.
Kalau tidak ada hal lain,
aku pergi dulu, Kak Kun.
Baiklah.
Kalau kau sibuk besok,
tidak datang juga tidak apa-apa.
Aku pasti datang.
Berhati-hatilah di perjalanan mengantar
Xiao'ai dan Jie ke bandara nanti.
Baik, Kak Kun.
(Kota Luwu, Negara M)
Kak An, ini adalah rumah Guru Gu.
Kenapa pintunya tidak dikunci?
Apakah ada orang?
Guru Gu hidup sendiri selama hidupnya.
Sudah meninggal begitu lama,
kenapa masih sangat bersih?
Namaku Gui,
aku adalah pembantu di rumah Guru Gu.
Setelah Guru Gu meninggal,
aku sering datang membersihkan rumahnya.
Siapa yang menyuruhmu melakukannya?
Tidak ada,
aku melakukannya dengan sukarela.
Guru Gu selalu memperlakukanku dengan baik,
aku tidak tahu bagaimana membalasnya.
Kalau... kalau tidak ada urusan lain,
aku pergi dulu, ya.
Tidak apa-apa, kami antar saja.
Tidak perlu, rumahku di dekat sini,
jalan sebentar saja sampai.
Tidak apa-apa,
mobil ada di bawah.
Mari.
Bibi Xiao'ai, kita sudah sampai belum?
Masih perlu sedikit waktu.
Jie, ada apa?
Apakah kau mau ke toilet?
Hui,
cari toilet di depan.
Baik, di depan ada SPBU,
aku akan berhenti dan membawanya pergi.
Baik.
Kak Ai,
kau tunggu sebentar, aku akan membawa Jie pergi.
Lihat.
Untunglah Ibu menyiapkan ini untukku.
Benar,
sudah sampai, di sini rumahku.
Terima kasih, ya.
Terima kasih.
Petugas An,
kurasa dia bermasalah.
Ayo, jalan.
Sebentar, sebentar.
Apakah ada urusan lain?
Boleh pinjam toiletnya sebentar?
Aku akan membawa kalian ke sana.
Toilet di sebelah sini!
Kalau tidak membawa balon,
apa yang akan kita mainkan?
Ayo kita bermain permainan kertas
atau permainan memelihara bunga.
Yoki,
kau duduk di sini dengan patuh, ya.
Bibi Xiao'ai akan pergi melihat Kakak, oke?
Baik.
Sampai jumpa.
Jie.
Jie.
Jie.
Apakah ada orang?
Aku masuk, ya.
Jie?
(Restoran Olive Fruit)
Kak Kun.
Bukankah pembukaan restoran?
Sepi sekali.
Kau datang terlalu pagi.
Masuklah dan duduk dulu,
aku pergi belanja sebentar.
Baiklah.
Barcelona vs Real Madrid,
El Clásico.
Satu gunung tidak bisa menampung dua harimau.
Salah satu harimau pasti akan terluka.
Mari kita bertaruh,
tim mana yang akan menang.
Messi atau Cristiano Ronaldo,
siapa yang lebih hebat?
Ini adalah pertanyaan sulit abad ini.
Kandang Real Madrid,
tempat dan suasananya lebih menguntungkan.
Yang tandang,
akan kurang dukungan.
Seperti pepatah lama,
yang datang belakangan
akan melampaui.
Skornya dua lawan dua.
Rasanya akan seri.
Aku bertaruh Barcelona akan menang.
Sembilan puluh menit,
waktu tambahan dua menit sudah lewat.
(RMA 2 : BAR 3)
Bagaimana kau tahu Barcelona akan menang?
Karena yang kau tonton itu tayangan ulang.
Kau jauh lebih licik daripada dulu.
Pan...
Ketika memukulku untuk datang ke Kota Jia, kau memberitahu aku
kalau kita berada di perahu yang sama,
tidak seharusnya saling bersaing.
Kita berdua adalah kura-kura dan kelinci
yang berlari ke arah yang sama.
Siapa yang kura-kura?
Siapa yang kelinci?
Kau menang.
Dalam pertandingan sepak bola, ya.
Kutraktir kau minum.
Melihat dirimu...
seperti sedang melihat diriku di cermin.
Bisa mengubah seorang dokter bedah plastik menjadi seperti sekarang,
aku sangat bangga.
Kak Kun mengajar dengan baik.
Seberapa baik pun yang kuajarkan,
kau juga bukan Songkun.
Setelah menghabiskan kaleng ini,
kita tidak ada hubungan lagi.
Apa yang mau kau lakukan,
Dokter Pan?
Dokter Pan?
Dokter Pan mulai dari sekarang
sampai waktu yang lama ke depannya
adalah ketua Kamar Dagang POND.
Mengapa kau mengambil hard disk-ku?
Karena di dalamnya ada bukti kejahatanku.
Kau berbohong.
Setelah Chun meninggal,
kau pernah bertanya padaku,
untuk apa sebenarnya kau melakukan semua ini?
Aku menjawabmu, aku bilang
demi menemukan pelaku sebenarnya yang membunuh Hai.
Kita sudah menemukannya.
Paman De.
Tapi yang tidak aku duga adalah
ketika aku melihat polisi
menangkap Paman De,
hatiku masih belum bisa terima.
Sampai aku pergi ke penjara
dan bertatap muka dengan Paman De,
aku baru tiba-tiba mengerti.
Yang membunuh Hai bukanlah Paman De,
tapi POND.
POND lah yang membunuh Hai,
membunuh Chun,
membunuh Niki.
Aku harus menjadi ketua Kamar Dagang POND.
Tapi aku sudah menjadi ketua POND.
Lalu?
Tidak sesederhana yang kau pikirkan.
Kau masih punya istri dan anak,
serahkan saja urusan yang tersisa padaku.
Kau serahkan hard disk ke pihak kepolisian,
maka kita benar-benar dapat memberantas POND sampai ke akarnya.
Bukankah ini tujuan kita bersama?
Iya.
Tapi...
aku ingin memberantas POND dengan tanganku sendiri,
bukan melalui polisi.
POND membuatku kehilangan istri dan anakku.
Jika diganti dirimu,
apakah kau ingin...
memusnahkannya sendiri?
Jawab aku.
Leo.
Terlalu berbahaya.
Kau masih memiliki Yoki.
Serahkan hard disk-nya padaku, aku akan memberikannya ke polisi.
Biarkan mereka yang melakukannya.
Aku sudah pernah bilang,
hal ini aku harus melakukannya sendiri.
Kau gila.
Tidak minum lagi.
Kau pergi saja.
Inspektur Mai, penembak jitu sudah bersiaga.
Jangan terburu-buru.
Orang kita masih ada di dalam.
Baik.
Kak Kun.
Pan Qiwen, si bocah itu menelepon polisi.
Sekarang di luar penuh dengan polisi.
Kau telah dikepung.
Aku yang memohon Inspektur Mai...
memberiku sebuah kesempatan,
membiarkanku berbicara sekali denganmu.
Songkun mengajakku bertemu,
aku bisa memberitahu kalian lokasinya.
Tapi...
tolong janjikan sebuah hal padaku.
Hal apa, katakanlah.
Jangan menyerang paksa.
Beri aku waktu,
aku akan membujuknya menyerahkan diri.
Baik, aku berjanji padamu.
Tapi aku hanya bisa memberimu waktu setengah jam.
Jika waktunya habis dan kalian belum keluar,
kami akan segera menerjang ke dalam.
Kau sekarang masih bisa memberikan hard disk-nya padaku,
lalu menjadi terdakwa merangkap saksi.
Kau masih punya kesempatan untuk kembali ke sisi Yoki.
Lapor Inspektur Mai,
pasukan khusus telah selesai berkumpul dan dapat menyelamatkan tawanan secara paksa.
Jika sepuluh menit kemudian masih tidak ada yang keluar,
bertindaklah sesuai rencana awal.
(Datang ke gedung terbengkalai di pinggiran timur jika ingin dia selamat)
Yoki diculik.
Jangan bergerak!
Mundur.
Jangan bergerak.
Mundur.
Mundur, mundur.
Masuk mobil.
Jangan bergerak.
Jalan!
Jalan!
Cepat masuk ke mobil dan kejar!
-Baik, Pak. -Baik, Pak.
Jangan buru-buru!
Aku naik dulu.
Yoki...
Yoki...
Siapa yang melakukan ini?
Keluar!
Yoki, di mana kau?
Yoki!
Songkun,
kita akhirnya bertemu lagi.
Kau yang menculik Yoki?
Di mana dia?
Jangan gegabah,
hanya dengan menekan pengendali jarak jauh yang ada di tanganku ini,
bom di sebelah Yoki akan langsung meledak.
Letakkan.
Letakkan!
Siapa kau?
Kau benar-benar belum mati?
Aku memang mengalami kecelakaan mobil,
tapi yang mati bukanlah aku,
melainkan sopir yang menabrakku.
Wajahya tertabrak sampai tak berbentuk,
tidak dapat diindentifikasi lagi.
Maka aku memindahkan dia
ke dalam mobilku.
Lalu menaruh identitasku
di mobilnya.
Lalu,
semua orang mengira...
aku telah mati.
Lalu aku hidup kembali.
Wajahmu,
aku yang menukarnya.
Kenapa?
Demi membalas dendam ayahku.
Guru.
Semuanya adalah salahku.
Kalau aku lebih cepat memberitahukanmu kalau orang itu adalah buronan,
semuanya tidak akan terjadi.
(Nisan Li Ziyang)
Akulah yang mencelakaimu,
tapi aku benar-benar butuh uang itu.
Maaf.
Maaf.
Kematian Profesor Yang,
aku sangat menyesalinya.
Kau menyesal.
Setelah ayahku kecelakaan, kita pernah bertemu sekali,
apakah kau masih ingat...
ekspresimu saat itu? Aku masih ingat.
Yang,
walau Guru sudah tiada,
tapi jika ada kesulitan apa pun ke depannya,
carilah aku kapan saja.
Keluarga kita adalah saudara, jangan sungkan kepadaku.
Oh ya,
ini...
sedikit maksud baikku.
Apakah...
kau menutupi sesuatu dariku?
Tentang apa?
Ma... mana mungkin ada hal yang kututupi darimu?
Babat memang enak, ya.
Ayo, bersulang.
Benar-benar tidak ada?
Terima telepon sebentar.
Xinxin, ada apa?
Ayah sedang mengurus urusan di luar.
Sebentar lagi akan pulang dan menemanimu, oke?
Mau pergi ke taman hiburan?
Kalau begitu, coba puji Ayah.
Tawamu itu terbayang di benakku.
Aku bersumpah akan membuatmu membayarnya.
Aku mau membuatmu merasakan pahitnya kehilangan keluarga.
Bedah plastik?
Ya.
Aku berpura-pura menjadi Jie, dan berada di sisimu.
Tujuannya adalah demi memancing keluar pembunuh ayahku yang sebenarnya, Songkun.
Profesor Yang,
bukan aku yang membunuhnya.
Katakan sekali lagi.
Yang,
Profesor Yang benar-benar bukan dia...
Jangan berdalih!
Dialah yang membunuhnya!
Menurutmu,
Profesor Yang benar-benar bukan dibunuh olehku,
tapi semua yang terjadi karena diriku.
Bukan!
Semua karena diriku.
Bukan!
Kaulah yang membunuhnya.
Yang penting kau lepaskan Yoki,
Kubilang kau yang bunuh, ya kau yang bunuh!
kau bisa berbuat apa pun padaku.
Tidak bisa! Tidak bisa! Tidak bisa!
Bangun.
Bangun!
Bangun.
Jangan kemari,
kau jangan kemari.
Serahkan hard disk-nya,
atau aku akan menembaknya.
Yi!
Pan!
Tim A, masuk dari sini.
Tim B, dari sana.
Tim C, dari sini.
Baik, Pak.
Beraksi!
Leo!
Yi!
Berikan padaku!
Polisi, jangan bergerak!
Jangan bergerak!
Cari secara keseluruhan! Cepat, cepat, cepat!
Tim A lindungi TKP!
Baik, Pak!
Tim B, selamatkan tawanan!
Baik, Pak!
Yoki...
Kenapa kau melihatku seperti itu?
Sekarang,
saatnya aku mengucapkan kata-kata terakhir.
Sejak...
Hai terbunuh,
aku menyalahkan...
menyalahkan Paman De.
Aku membenci POND.
Tapi sebenarnya, orang yang paling kubenci...
adalah diriku sendiri.
Pan,
kau adalah orang teraneh...
yang pernah aku temui.
Kau baik hati,
kau...
kau juga kejam,
memiliki hati yang keras.
Manusia,
jangan sampai terbuai
oleh hatinya sendiri.
Tapi aku mengagumimu.
Sebenarnya,
dari awal aku sudah tahu,
aku sudah harus berbalik arah.
Dari awal,
salah selangkah,
langkah selanjutnya akan terus salah.
Bantu aku menjaga Yoki.
Tunggu dia
tumbuh dewasa,
bantu aku beritahu dia,
Ayah paling...
Li Yao...
Li Yao!
♪ Hati yang berjuang ♪
♪ Jurang tanpa dasar ♪
♪ Tidak ada cara untuk peduli ♪
♪ Suasana hati rumit ♪
♪ Tertutup kabut ♪
♪ Tidak bisa berhenti untuk maju ♪
♪ Bukan di ujung jalan di depan ♪
♪ Jangan khawatir aku akan teguh denganmu ♪
♪ Tidak ada jawaban di akhir ♪
♪ Yang kutemani kau mencari ♪
♪ Hati yang berjuang ♪
♪ Jurang tanpa dasar ♪
♪ Tidak ada cara untuk peduli ♪
♪ Suasana hati rumit ♪
♪ Tertutup kabut ♪
♪ Tidak bisa berhenti untuk maju ♪
♪ Bukan di ujung jalan di depan ♪
♪ Jangan khawatir aku akan teguh denganmu ♪
♪ Tidak ada jawaban di akhir ♪
♪ Yang kutemani kau mencari ♪
♪ Bukan di ujung jalan di depan ♪
♪ Jangan khawatir aku akan teguh denganmu ♪
♪ Tidak ada jawaban di akhir ♪
♪ Yang kutemani kau mencari ♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.